Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS KRITIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SMP Oleh: sukirman A.

PENDAHULUAN Sebagaimana maksud diberikannya mata kuliah Studi kebijakan pendidikan Agama Isl am, penulisan makalah ini bermaksud juga untuk menganalisis sebuah kebijakan yan g tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 23 T ahun 2006, khususnya yang berkaitan dengan masalah pendidikan Agama Islam di sek olah (SMP) dengan harapan semua unsur yang terkait dengan pelaku kebijakan pendi dikan dapat melihat secara menyeluruh akibat yang ditimbulkan dari sebuah kebija kan tersebut dan dapat mencari solusi untuk mengatasi kebijakan-kebijakan terseb ut manakala berdampak kurang baik terhadap masa depan pendidikan di Indonesia mi nimal bisa memperbaiki citra pendidikan yang selama ini dianggap kurang menggemb irakan. Melalui studi analisis tetang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) PAI di SMP, dihar apkan kritik yang selama ini ditujukan kepada Pendidikan Agama , minimal bisa di atasi dengan mencari solusi-solusi terbaik, jika mungkin bisa direkomendasikan b eberapa catatan yang perlu ditambahkan untuk melengkapi beberapa kelemahan yang ada pada Mata pelajaran PAI khususnya di Sekolah (SMP). Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Sisdiknas no. 20. Tahun 2003 pada bab 1 pasal 3 telah dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam ran gka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa , berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga ne gara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sejalan dengan fungsi dan tujuan pendidikan Nasional tersebut, peranan pendidik an Agama Islam begitu penting untuk mewujudkan cita-cita mulia di atas. Karena i tulah makalah ini mempunyai maksud untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan pendid ikan khususnya yang berkaitan dengan standar Kompetensi Lulusan (SKL). Standar Kompetensi Lulusan (SKL) akan menjadi sangat penting karena berkaitan de ngan ketercapaian akhir tentang keahlian-keahlian yang harus dikuasai oleh peser ta didik setelah ia menempuh pendidikan formalnya. Jika SKL ini tidak tercapai, maka sudah barang tentu yang bersangkutan (siswa) dinyatakan belum kompeten dan harus mengulang lagi pada tahun berikutnya. Apa yang terjadi jika hal ini dilaku kan oleh sebagaian besar anak-anak bangsa, tentu akan mempengaruhi laju pembangu nan secara keseluruhan. Inilah pentingnya kita menganalisis sebuah kebijakan ten tang Standar kompetensi Lululsan (SKL) PAI yang notabene menentukan watak dan pe rilaku bangsa. Makalah ini juga menganalisis apakah SKL PAI di SMP ini sudah ben ar-benar menggambarkan sikap keberagamaan siswa dalam kehidupan sehari-harinya? B. PEMBAHASAN Pengertian: Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten s ebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki pesert a didik. Standar Kompetensi adalah ukuran kom-petensi minimal yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti suatu proses pembelajaran pada satuan pendidikan tertent u. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pe ngetahuan, sikap, dan keterampilan. Fungsi SKL Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan k elulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletak kan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk

meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampi lan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan un tuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keter ampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Ruang lingkup SKL 1. SKL Satuan Pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B 2. SKL Kelompok Mata Pelajaran a. Agama dan Akhlak Mulia b. Kewarganegaraan dan Budi Pekerti c. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi d. Estetika e. Jasmani Olahraga dan Kesehatan 3. SKL Mata Pelajaran Dalam pembahasan ini akan ditampilkan Standar Kompetensi Lulusan Satuan pendidi kan (SKL-SP), Standar Kompetensi Kelompok mata Pelajaran (SK-KMP), dan Standar K ompetensi Lulusan (SKL) Mata Pelajaran PAI SMP/MTs yang semuanya tertuang dalam Lampiran peraturan menteri pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tanggal 23 m ei 2006. Tentang; STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) 1. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SATUAN PENDIDIKAN (SKL-SP) Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) meliputi: 1. SD/MI/SDLB/Paket A; 2. SMP/MTs./SMPLB/Paket B; 3. SMA/MA/SMALB/Paket C; 4. SMK/MAK. Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) dikembangkan berdasarkan tujuan setiap satuan pendidikan, yakni: 1. Pendidikan Dasar, yang meliputi SD/MI/SDLB/Paket A dan SMP/MTs./SMPLB/Paket B bertujuan: Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia , serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut 2. Pendidikan Menengah yang terdiri atas SMA/MA/SMALB/Paket C bertujuan: Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ket erampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut 3. Pendidikan Menengah Kejuruan yang terdiri atas SMK/MAK bertujuan: Meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ket erampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai deng an kejuruannya Adapun Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) untuk SMP adalah: 1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembanga n remaja 2. Menunjukkan sikap percaya diri 3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas 4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional 5. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber la in secara logis, kritis, dan kreatif 6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif 7. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimil ikinya 8. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan seh ari-hari 9. Mendeskripsi gejala alam dan sosial 10. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab 11. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berb angsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republi k Indonesia 12. Menghargai karya seni dan budaya nasional

13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. asa 20.

Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat Menghargai adanya perbedaan pendapat Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bah Indonesia dan bahasa Inggris sederhana Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah

2. STANDAR KOMPETENSI KELOMPOK MATA PELAJARAN (SK-KMP) Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) terdiri atas kelompok-kelomp ok mata pelajaran: 1. Agama dan Akhlak Mulia; 2. Kewarganegaraan dan Kepribadian; 3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; 4. Estetika; 5. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tuj uan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran, yakni: Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didi k menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta be rakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama, k ewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan. Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) untuk Pendidikan Agam a dan akhlak mulia adalah: 1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja 2. Menerapkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan 3. Memahami keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi 4. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun yang mencerminkan h arkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan 5. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang ses uai dengan tuntunan agamanya 6. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jaw ab 7. Menghargai perbedaan pendapat dalam menjalankan ajaran agama 3. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) MATA PELAJARAN PAI SMP/MTs

1. Menerapkan tata cara membaca Al-quran menurut tajwid, mulai dari cara membaca A l- Syamsiyah dan Al- Qomariyah sampai kepada menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf 2. Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukun iman mulai d ari iman kepada Allah sampai kepada iman pada Qadha dan Qadar serta Asmaul Husn a 3. Menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dan tasamuh dan m enjauhkan diri dari perilaku tercela seperti ananiah, hasad, ghadab dan namimah 4. Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik shalat wajib maupun shalat sunat 5. Memahami dan meneladani sejarah Nabi Muhammad dan para shahabat serta menceri takan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di nusantara C. HASIL ANALISIS SKL MATA PELAJARAN PAI SMP SK-MP PAI SMP/MTS 1. AL-QURAN: Menerapkan tata cara membaca Al-quran menurut tajwid, HANYA TEKANAN TATA CARA BAC A MENURUT TAJWID, SEHINGGA YANG DITEKANKAN DISINI ADALAH PENGUASAAN ILMU TAJWIDN YA, BUKAN PADA TUNTAS MEMBACA DAN MENULIS AL-QURAN SEHINGGA BANYAK SISWA SMP YANG

BELUM BISA MEMBACA AL-QURAN. MENURUT PENULIS- PERLU DITAMBAHKAN KEMAMPUAN MENGHA FAL SURAT-SURAT PENDEK JUGA PERLU DIBERIKAN, TUNTAS MEMBACA DAN MENULIS HURUF-HU RUF AL-QURAN MENURUT HUKUM ILMU TAJWID, MENGARTIKAN, MEMAHAMI DAN MEMPEDOMANI AYA T-AYAT ALQURAN YANG BERKAITAN DG SEMANGAT MEMPELAJARI AYAT-AYAT AL-QURAN. KARENA P ADA USIA SMP INI SUDAH ADA KECENDERUNGAN MALU BELAJAR /MENGAJI AL-QURAN, MALAS TA DARUS DI MUSHOLLA ATAU MASJID SEHINGGA TPA/TPQ YANG ADA HANYA DIISI ANAK-ANAK US IA TK SD KELAS IV. 2. AQIDAH Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukun iman mulai dari iman kepada Allah sampai kepada iman pada Qadha dan Qadar serta Asmaul Husna PADA ASPEK INI DISEBUTKAN MENINGKATKAN PENGENALAN DAN MENGUATKAN KEYAKINAN RUKUN IMAN DAN ASMAUL HUSNA. RUMUSAN INI SUDAH BAGUS, TETAPI JIKA DILIHAT DARI KD(KOM PETENSI DASAR)NYA SISWA HANYA DITUNTUT MENYEBUTKAN AYAT-AYAT AL-QURAN YANG BERKAI TAN DENGAN SIFAT-SIFAT ALLAH,BUKAN MENJELASKAN MAKNA DARI AYAT-AYAT AL-QURAN TERS EBUT. MENYEBUTKAN ARTI AYAT-AYAT AL-QURAN YANG BERKAITAN DENGAN 10 ASMAUL HUSNA, HANYA SEBATAS MENYEBUTKAN ARTI-BUKAN MENJELASKAN ARTI. MENJELASKAN ARTI IMAN DA N MENGETAHUI TUGAS-TUGAS MALAIKAT-HANYA SEBATAS MENJELASKAN ARTI IMAN BUKAN BAGA IMANA CARA-CARA MENGIMANI MALAIKAT, TIDAK HANYA SEKEDAR TAHU TUGAS-TUGAS MALAIKA T TETAPI YANG LEBIH PENTING DARI INI ADALAH BAGAIMANA EKSISTENSI MALAIKAT ITU BI SA SELALU HADIR PADA DIRINYA SEHINGGA BISA DIJADIKAN KONTROL BAHWA DIRINYA SELAL U DIAWASI OLEH MALAIKAT YANG PADA GILIRANNYA AKAN DIMINTAI PETANGGUNGJAWABAN ATA S PERBUATAN YANG DILAKUKAN . SEMENTARA BAB TENTANG IMAN KEPADA RASUL , HARI AKHI R, QODLO DAN QODAR SUDAH TERUMUSKAN DENGAN BAIK. 3. AKHLAK Menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dan tasamuh dan men jauhkan diri dari perilaku tercela seperti ananiah, hasad, ghadab dan namimah PENEKANAN PADA PRILAKU TIMBUL MELALUI PENGALAMAN LANGSUNG, BIMBINGAN DAN PEMBEL AJARAN DALAM PROSES PEMAHAMAN DAN PEMBIASAAN. INI SUDAH BAGUS. TETAPI BAHASAN AK HLAK PADA USIA SMP SAAT INI KURANG MENGGAMBARKAN PERILAKU SISWA YANG SESUNGGUHNY A. SEPERTI MEMBIASAKAN PERILAKU TERPUJI JANGAN HANYA PADA MASALAH QONAAH DAN TASAMU H (SIKAP MENERIMA DAN TOLERANSI) TETAPI LEBIH BAIK LAGI JIKA DIKAITKAN DENGAN SI KAP JUJUR, CARA BERPAKAIAN ISLAMI, TAWADHU ATAU MASALAH-MASALAH DEGRADASI MORAL, KENAKALAN REMAJA, PERGAULAN BEBAS, MIRAS DAN NARKOBA, GAYA HIDUP (LIFE STIIL) DL L YANG TENTU SAJA DIBATASI PADA HAL-HAL YANG BELUM DISAMPAIKAN DI TINGKAT SD. SE MENTARA DI TINGKAT SD SKL AKHLAK INI JUSTRU TIDAK DIBATASI SUB BAB NYA INI JUSTR U LEBIH BAIK JIKA SKL DI SD INI DIBERIKAN DI SMP. 4. FIQIH Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik sha lat wajib maupun shalat sunat KEMAMPUAN DI SMP MENURUN DARI SD SISWA SEKEDAR MEMILIKI KEMAMPUAN MENJELASKAN TATA CARA MANDI DAN SHOLAT PADAHAL DI SD SUDAH MENGENAL DAN MELAKSANAKAN BERSUCI DENGAN BAIK, PRAKTEK BACAAN DAN GE RAKAN SHOLAT DENGAN BAIK. TENTU SAJA DISESUAIKAN DENGAN TINGKAT KEMAMPUAN PESERT A DIDIK. MUNGKIN PERLU DISISIPKAN PADA INDIKATOR KEBERHASILAN SHOLAT BERJAMAAH M AUPUN MUNFARID DENGAN CARA ISIAN TABEL PEMBIASAAN SHOLAT YANG HARUS DIISI SETIAP HARI OLEH SISWA ITU DENGAN TANDA TANGAN ORANG TUA DAN GURUNYA. DENGAN DEMIKIAN SETIDAKNYA KEWAJIBAN SHOLAT ITU SELALU MENDAPAT PERHATIAN SERIUS DARI SISWA YANG BERSANGKUTAN, ORANG TUA DAN GURU AGAMANYA. 5. SKI Memahami dan meneladani sejarah Nabi Muhammad dan para shahabat serta menceritak an sejarah masuk dan berkembangnya Islam di nusantara PADA ASPEK INI MUNGKIN TERLALU BERAT BAGI ANAK USIA SMP UNTUK BISA MENGETAHUI SE JARAH MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI NUSANTARA. SEMENTARA BUKU-BUKU REFRENSI Y ANG DIBACA BELUM MENIMBULKAN RASA KETERTARIKANNYA PADA CERITA TERSEBUT. APALAGI PADA SALAH SATU KD NYA MENYEBUTKAN SISWA MAMPU MENCERITAKAN SEJARAH PERTUMBUHAN ILMU PENGETAHUAN ISLAM SAMPAI MASA ABBASIYAH. SEDANGKAN PERTUMBUHAN ISLAM PADA M ASA-MASA SEBELUMNYA TIDAK TERUMUSKAN DALAM SKL. MENURUT PENULIS INI PERLU DICARI KAN SOLUSINYA DENGAN CARA SISWA MENGENAL PERKEMBANGAN ISLAM DARI MASA NABI SAMPA I MASA SAHABAT SAJA. TENTU SAJA DIDALAMNYA HARUS DICANTUMKAN BAGAIMANA SISWA BIS

A MENELADANINYA DARI KISAH NABI DAN SAHABAT TERSEBUT DALAM MEMPERJUANGAKN DAN M EMPEDOMANI AGAMA ISLAM SEBAGAI SATU-SATUNYA AGAMA YANG DIRIDHLOI OLEH ALLAH SWT. SELANJUTKAN BISA DIAMBIL PELAJARAN TERBAIK UNTUK MENINGKATKAN GHIRAH DAN CINTAN YA PADA ALLAH DAN RASULNYA SEBAGAI PEMBAWA AGAMA ISLAM TERSEBUT. D. PENUTUP. KESIMPULAN Dari analisis yang penulis lakukan terhadap Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Mat a Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP/MTs diperoleh kesimpulan sebagai be rikut: 1. Pada aspek Al-Quran masih menekankan tata cara membaca sesuai ilmu tajwi d; penekanannya pada ilmu tajwidnya saja tidak ada penjelasan tentang bagaimana siswa supaya tuntas membaca dan menulis huruf-huruf Al-Quran. 2. Pada aspek aqidah (keimanan) siswa hanya dituntut untuk menyebutkan aya t al-Quran yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah dan asmaul husna. Mestinya sis wa mampu membaca dan menjelaskan ayat-ayat Al-Quran untuk menambah keyakinannya kepada semua rukun Iman. 3. Pada aspek akhlak. Di usia SMP saat ini kurang menggambarkan perilaku s iswa yang sesungguhnya. Karena belum menyentuh langsung pada perilaku setiap har inya, akan menjadi lebih baik lagi pada SKL ini siswa diharapkan mampu bersikapj ujur, bisa berpakaian menurut gaya Islami, selalu tawadhu terhadap guru dan orang tuanya, atau bisa menghindari perilaku tercela seperti masalah degradasi moral, kenakalan remaja,pergaulan bebas,miras dan narkoba atau tidak meniru gaya hidup hedonistik dll. Yang semuanya itu bersinggungan langsung dengan gaya hidupnya d i tingkat SMP. 4. Pada aspek Fiqh, siswa hanya sekedar memiliki kemampuan menjelaskan tata cara mandi wajib dan sholat munfarid dan berjamaah. Padahal di SD sudah dikenalk an bahkan praktek langsung tentang bersuci (wudlu) dan sholat. Karena itu aspek ini justru kualitas yang dituju lebih rendah daripada di SD. 5. Pada aspek SKI, mungkin terlalu berat bagi anak setingkat SMP karena har us menguasai sejarah masuk dan berkembangnya Islam di bumi Nusantara. Sementara perkembangan Islam mulai Umayyah tidak diberikan, tiba-tiba muncul kompetensi Is lam masa Abbasiyah. Sedangkan pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa sebelum Abb asiyah tidak terumuskan dalam SKL ini. Menurut penulis ini perlu dicarikan solus inya dengan cara siswa lebih dikenalkan terlebih dahulu perkembangan islam mulai masa Rasulullah dan sampaimasa sahabat dulu. SARAN: 1. Supaya tidak terjadi tumpang tindih antara di SD-SMP-SMA , maka tugas Gu ru Agama untuk memilah dan memilih bab-bab yang disesuaikan dengan tingkat usia dan perkembangan psichisnya. 2. Mengingat adanya kekurangan dalam SKL ini, maka perlu ada penyempurnaan dan penataan ulang terhadap poin-poin yang kurang menggambarkan perilaku keagama an siswa di SMP khususnya pada aspek akhlak . 3. Karena agama tekanannya pada perilaku keagamaan, maka perlu diberbanyak praktek dan pembiasaan nilai-nilai , baik di sekolah maupun dalam lingkungan ke luarga dan masyarakat.