P. 1
SOSIALISASI Kebijakan, Program, Kegiatan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Bahan Sosialisasi Dekonsentrasi Kemenpera Tahun 2011

SOSIALISASI Kebijakan, Program, Kegiatan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Bahan Sosialisasi Dekonsentrasi Kemenpera Tahun 2011

|Views: 70|Likes:
Dipublikasikan oleh Oswar Mungkasa
Bahan ini merupakan materi yang dibawakan dalam acara Sosialisasi Dekonsentrasi Kemenpera Tahun 2011. Pada tahun 2012, bahan sosialisasinya telah diperbaharui terutama skema Dekonsentrasi Kemenpera Tahun 2012 berubah signifikan.
Bahan ini merupakan materi yang dibawakan dalam acara Sosialisasi Dekonsentrasi Kemenpera Tahun 2011. Pada tahun 2012, bahan sosialisasinya telah diperbaharui terutama skema Dekonsentrasi Kemenpera Tahun 2012 berubah signifikan.

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Jul 24, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

1

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

2

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

3

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

4

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

5

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

6

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

7

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

8

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

9

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

10

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

11

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

12

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

13

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

14

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

15

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

16

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

17

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

18

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

19

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

20

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

21

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

22

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

23

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

24

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

25

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

26

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

27

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

28

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

29

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

30

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

31

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

32

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

33

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

34

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

35

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

36

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

37

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

38

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

39

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

40

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

41

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

42

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

43

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

44

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

45

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

46

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

47

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

48

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

49

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

50

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

51

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

52

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

53

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

54

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

55

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

56

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

57

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

58

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

59

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

60

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

61

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

62

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

63

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

64

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

65

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

66

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

67

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

68

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

69

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

70

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

71

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

72

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

73

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

74

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

75

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

76

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

77

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

78

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

79

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

80

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

81

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

82

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

83

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

84

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

85

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

86

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

87

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

88

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

89

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

90

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

91

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

92

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

93

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

94

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

95

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

96

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

97

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

98

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

99

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

100

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

101

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

102

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

103

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

104

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

105

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

106

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

107

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

108

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

109

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

110

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

111

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

112

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

113

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

114

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

115

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

116

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

117

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

118

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

119

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

120

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

121

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

122

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

123

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

124

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

125

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

126

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

127

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

128

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

129

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

130

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

131

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

132

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

133

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

134

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

135

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

136

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

137

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

138

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

139

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

140

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

141

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

142

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

143

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

144

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

145

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

146

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

147

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

148

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

149

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

150

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

151

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

152

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

153

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

154

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

155

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

156

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

157

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

158

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

159

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

160

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

161

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

162

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

163

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

164

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

165

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

166

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

167

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

168

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

169

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

170

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

171

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

172

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

173

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

1.

PENDAHULUAN Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28 H ayat (1), bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, rumah yang layak huni merupakan dasar dan salah satu komponen penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), sesuai dengan tupoksinya, akan membantu dan memfasilitasi masyarakat berpenghasilan menengah-bawah (MBM) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk menghuni rumah yang layak dan terjangkau dalam suatu kawasan yang dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) yang memadai. Prasarana, Sarana dan Utilitas Pada Satuan Unit Rumah

1.1. Latar Belakang

Sumber : UU No. 4/1992 dan Permenpera No.10/2007

Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Prasarana lingkungan terdiri dari komponen jalan, saluran air minum, saluran drainase, saluran air limbah rumah tangga dan tempat pembuangan sampah. Sarana lingkungan adalah fasilitas penunjang, yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya. Secara garis besar sarana lingkungan terdiri dari sarana sosial ekonomi (sarana pendidikan, kesehatan, peribadatan, perniagaan) dan sarana umum dan pemerintahan (ruang terbuka hijau/RTH, tempat olah raga, rekreasi, sarana pemerintahan dan lain-lain termasuk TPU). Utilitas adalah sarana penunjang untuk pelayanan lingkungan perumahan yang mencakup jaringan listrik, telepon, gas dan lain-lain. PSU perumahan dan permukiman merupakan kelengkapan fisik untuk mendukung terwujudnya perumahan sehat, aman dan terjangkau. Dengan demikian, ketersediaan PSU merupakan kelengkapan dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengembangan kawasan perumahan dan permukiman. Dukungan PSU yang memadai diharapkan dapat menciptakan dan meningkatkan kualitas lingkungan perumahan.

174

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

Oleh karena itu, Deputi Bidang Pengembangan Kawasan sesuai dengan Rencana Strategis Kemenpera 2010 – 2014 akan memberikan stimulan PSU Perumahan dan Permukiman. 1.2. Maksud Maksud kegiatan Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman ini adalah untuk mendorong terwujudnya kawasan perumahan dan permukiman yang serasi, seimbang dan selaras yang dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas umum, khususnya perumahan dan permukiman bagi masyarakat berpenghasilan menengah-bawah (MBM) maupun masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 1.3. Tujuan Tujuan kegiatan Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman adalah: 1. Meningkatkan pembangunan rumah yang layak huni dan terjangkau bagi MBM dan MBR; 2. Meningkatkan kemampuan pemerintah kabupaten/kota dalam mengkoordinasikan pembangunan perumahan dan permukiman di wilayahnya sesuai RTRW secara sistematis serta pengembangan kemitraan dengan pelaku pembangunan

2.

DASAR HUKUM Peraturan perundang-undangan yang mendasari kegiatan Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman TA 2011 meliputi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Undang-Undang No. 26/2007 tentang Penataan Ruang; Undang-Undang No. 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman; Peraturan Pemerintah No. 80/1999 tentang Kasiba dan Lisiba/Lisiba BS; Peraturan Pemerintah No. 38/2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kota/Kabupaten; Permenpera No. 14/PERMEN/M/2006 tentang Penyelenggaraan Perumahan Kawasan Khusus; Permenpera No. 15/PERMEN/M/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pengembangan Kawasan Nelayan; Permenpera No. 16/PERMEN/M/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan Kawasan Industri; Permenpera No. 17/PERMEN/M/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan Kawasan Perbatasan; Permenpera No. 31/PERMEN/M/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun yang Berdiri Sendiri; Permenpera No. 32/PERMEN/M/2006 tentang Petunjuk Teknis Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun yang Berdiri Sendiri; Permenpera No. 33/PERMEN/M/2006 tentang Pedoman Tatacara Penunjukkan Badan Pengelola Kawasan Siap Bangun dan Penyelenggara Lingkungan Siap Bangun yang Berdiri Sendiri; Permenpera No. 34/PERMEN/M/2006 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Keterpaduan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU); Permenpera No. 3/PERMEN/M/2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun yang Berdiri Sendiri; Permenpera No. 10/PERMEN/M/2007 tentang Tata Cara Bantuan Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman; Permenpera No. 22/PERMEN/M/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Perumahan Rakyat;

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

175

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

16. Permenpera No. 2/PERMEN/M/2009 tentang Tata Cara Pelaksanaan Bantuan Stimulan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Perumahan dan Permukiman; 17. Permenpera 02/PERMEN/M/2010 Tahun 2010, Tentang Rencana Strategis Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2010-2014.

3.

TARGET PEMBANGUNAN PSU PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Target fasilitasi penyediaan PSU perumahan dan permukiman pada Tahun 2011 adalah 117.010 unit rumah, dari total target 700.000 unit rumah yang akan diberikan stimulan sepanjang Tahun 2010-2014, sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Kementerian Perumahan Rakyat,

4.

PENDEKATAN PENANGANAN Pendekatan kegiatan Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman adalah melalui perencanaan berbasis kawasan. Hal ini dimaksudkan agar PSU perumahan dan perkotaan yang diberikan terintegrasi dengan PSU perkotaan. Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman ini diharapkan dapat mendukung pembangunan rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera rusun di kawasan skala besar, kawasan bukan skala besar dan kawasan khusus. Sasaran lokasi stimulan PSU perumahan dan permukiman TA 2011 digambarkan dalam skema berikut ini:

SASARAN LOKASI PERUMAHAN

176

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

4.1

Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman pada Kawasan Skala Besar Pengembangan kawasan perumahan dan permukiman pada kawasan skala besar diwujudkan melalui pengembangan kawasan siap bangun (kasiba), lingkungan siap bangun (lisiba), dan lingkungan siap bangun yang berdiri sendiri (lisiba BS) sebagaimana diatur dalam PP No. 80 Tahun 1999, yaitu sebanyak 1.000 – 10.000 unit rumah. Kasiba adalah sebidang tanah yang fisiknya telah dipersiapkan untuk pembangunan perumahan dan permukiman skala besar, yang terbagi dalam satu lingkungan siap bangun atau lebih yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, dengan lebih dahulu dilengkapi dengan jaringan primer dan sekunder prasarana lingkungan sesuai dengan rencana tata ruang lingkungan yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. Sedangkan lisiba adalah sebidang tanah yang merupakan bagian dari kasiba ataupun berdiri sendiri yang telah dipersiapkan dan dilengkapi dengan prasarana lingkungan, dan selain itu juga sesuai dengan persyaratan pembakuan tata lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan pelayanan lingkungan untuk membangun kaveling tanah matang. Selanjutnya, lisiba BS adalah lisiba yang bukan merupakan bagian dari kasiba, yang dikelilingi oleh lingkungan perumahan yang sudah terbangun atau dikelilingi oleh kawasan dengan fungsi-fungsi lain.

4.2

Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman pada Kawasan Bukan Skala Besar (Klaster) Kawasan bukan skala besar adalah sebidang lahan yang fisiknya telah dipersiapkan secara terstruktur untuk pembangunan perumahan dan permukiman sesuai dengan rencana tata ruang yang ditetapkan oleh pemerintah, dengan jumlah unit rumah yang bisa ditampung adalah 100 s/d kurang dari 1.000 unit (jumlah unit masih bersifat sementara). Pengembangan kawasan bukan skala besar pada umumnya dikembangkan di kawasan perkotaan, dikarenakan keterbatasan lahan untuk pengembangan perumahan dan permukiman. Pengembangan kawasan ini pun juga tetap perlu untuk diintegrasikan dengan kawasan di sekitarnya maupun dengan sistem kota, untuk mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang lebih baik.

4.3

Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman pada Kawasan Khusus Berdasarkan Permenpera No. 14/2006 tentang Penyelenggaraan Perumahan Kawasan Khusus, kawasan khusus adalah bagian wilayah dalam provinsi dan/atau kabupaten/kota yang dikembangkan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan yang berfungsi khusus seperti industri, perbatasan, nelayan, pertambangan, pertanian, pariwisata, pelabuhan, cagar budaya, dan rawan bencana. Jumlah unit rumah yang dapat ditampung di kawasan khusus minimal 100 unit, dan dapat dibangun secara horizontal atau vertikal. Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman pada kawasan khusus juga ditujukan untuk mendukung pembangunan rumah khusus.

4.4

Stimulan PSU pada Rusunawa dan Rusunami Komponen stimulan PSU Perumahan dan Permukiman pada Rusunawa dan Rusunami terkait pada komponen yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah (tidak akan menjadi hak milik PPRS).

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

177

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

5.
5.1

KOMPONEN KEGIATAN UTAMA Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang (RRTR)/ Siteplan Berdasarkan Permenpera No. 3/2008 tentang Rencana Rinci Tata Ruang, penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang (RRTR) Kawasan bertujuan untuk mewujudkan kawasan perumahan dan permukiman, baik untuk pembangunan rumah ke arah horizontal dan atau vertikal menjadi lebih terencana, terarah, dan terpadu serta memiliki landasan hukum yang pasti. Lokasi perumahan dan permukiman yang perlu dilengkapi dengan rencana rinci tata ruang (RRTR) adalah kawasan skala besar, kawasan khusus. Sedangkan pada kawasan bukan skala besar, jika sudah tersedia siteplan yang dapat mendukung rencana pembangunan perumahan dan permukiman serta PSU-nya, maka tidak diperlukan lagi RRTR. Dalam hal ini, siteplan perlu dikembangkan sebagai skenario jangka menengah.

5.2

Penyusunan Detailed Engineering Design (DED) Tujuan yang ingin dicapai melalui penyusunan DED ini adalah memberikan acuan teknis bagi pelaksanaan stimulan fisik PSU, sehingga pembangunan PSU kawasan dapat mendorong terciptanya keterpaduan sistem kegiatan maupun jaringan infrastruktur dengan kawasan di sekitarnya.

5.3

Pelaksanaan Pembangunan Stimulan PSU Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman yang akan dibangun mengacu pada rekomendasi Rencana Rinci Tata Ruang dan sesuai dengan DED. Namun hal ini pada dasarnya akan disesuaikan dengan analisis kebutuhan PSU Perumahan dan Permukiman. Komponen stimulan PSU Perumahan dan Permukiman meliputi: a) Jalan i. Jalan Kawasan Ditujukan untuk pembangunan baru atau penyelesaian pembangunan jalan poros kawasan permukiman (primer/sekunder kawasan) ii. Jalan Lingkungan Ditujukan untuk pembangunan baru atau penyediaan bangunan pelengkap prasarana jalan lingkungan perumahan tapak atau rumah susun b) Drainase i. Drainase Kawasan Ditujukan untuk pembangunan baru atau penyelesaian pembangunan drainase kawasan permukiman (primer/sekunder kawasan) ii. Drainase Lingkungan Ditujukan untuk pembangunan baru atau penyediaan bangunan pelengkap prasarana drainase lingkungan perumahan tapak atau rumah susun

c)

Sanitasi Ditujukan untuk penyediaan prasarana air limbah komunal pada lingkungan perumahan tapak atau rumah susun

178

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

d)

Jaringan Air Minum i. Jaringan Air Minum Skala Kawasan Ditujukan untuk pembangunan baru jaringan air minum skala kawasan permukiman (primer/sekunder kawasan) ii. Jaringan Air Minum Skala Lingkungan Ditujukan untuk pembangunan baru jaringan air minum skala lingkungan perumahan

e)

Persampahan Ditujukan untuk penyediaan prasarana persampahan yang melayani skala lingkungan perumahan tapak atau rumah susun Jaringan Listrik i. Jaringan Listrik Skala Kawasan Ditujukan untuk pembangunan baru prasarana jaringan listrik skala kawasan permukiman (primer/sekunder kawasan) ii. Jaringan Listrik Skala Lingkungan Ditujukan untuk pembangunan baru prasarana jaringan listrik skala lingkungan perumahan

f)

g)

Penerangan Jalan Umum Ditujukan untuk penyediaan sarana penerangan jalan umum yang melayani skala lingkungan perumahan tapak atau rumah susun Ground Tank dan Pompa Air Minum Ditujukan untuk penyediaan bak penampungan air dan/atau pompa air minum di lingkungan rumah susun Tempat Parkir Ditujukan untuk penyediaan tempat parkir di lingkungan rumah susun Lift Ditujukan untuk penyediaan Lift di dalam rumah susun milik

h)

i) j)

Khusus huruf h), huruf i) dan huruf j) harus memenuhi persyaratan : a. Di luar struktur bangunan b. Di atas tanah dalam lingkungan rumah susun yang bukan tanah bersama

5.4

Supervisi Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman Pelaksanaan supervisi stimulan PSU Perumahan dan Permukiman dilaksanakan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan komitmen kegiatan. Kegiatan ini antara lain bertujuan untuk mengawal dan menjamin pelaksanaan kegiatan pemberian stimulan PSU Perumahan dan Permukiman agar tepat sasaran, mutu dan waktu.

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

179

180

6.

PEMBANGUNAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN (SEJAHTERA TAPAK DAN SEJAHTERA SUSUN) Draft BUKU PANDUAN BANTUAN STIMULAN PSU KAWASAN 2011 1. 2. 3. 4. Pendekatan Komponen Kegiatan Kriteria Lokasi Besaran Bantuan
PENANDATANGAN MOU

Permenpera No,. 10/2007 dan No. 2/2009 (dalam proses revisi)

ROGRAM PEMBANGUNAN PSU KAWASAN 2011 - 2014 Target = 700.000 unit

SKEMA KOODINASI PENYELENGGARAAN PSU

TA 2011 = 117.010 unit
VERIFIKASI KESIAPAN LOKASI

LOKASI TERPILIH

Kawasan Skala Besar

Koordinasi & Kunjungan Lap

PELAKSANAAN
1) Koord. dgn Pemrov untuk proses pemilihan kab/ kota di Jakarta 2) Rapat koordinasi dgn Pemkab/pemkot/DPD untuk pemilihan lokasi

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Kawasan Bukan Skala Besar

Kawasan Permukiman Tematik

1. 2. 3. 4.

RENCANA RINCI DED PELAKS. FISIK SUPERVISI

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

Rusunami/wa/rusus

7.

USULAN

MASYARAKAT

PEMKAB/PEMKOT

PENGEMBANG

USULAN

KEMENPERA

KOORDINASI

PROVINSI

KRITERIA 1. KRITERIA KAB/KOTA 2. KRITERIA LOKASI

MONEV

MELANJUTKAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

VERIFIKASI:
TIDAK

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

ADMINISTRASI
YA

PELAKSANAAN
TIDAK
1. 2. 3. 4. RENCANA RINCI DED PELAKSANAAN FISIK SUPERVISI

LAPANGAN

SKEMA TAHAPAN PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PSU PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN

YA

LOKASI TERPILIH

PENETAPAN LOKASI MoU

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

181

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

KRITERIA LOKASI 7.1. Kriteria Penetapan Kota/Kabupaten Penerima Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman a) Jumlah penduduk wilayah kota lebih besar 100.000 jiwa dan untuk wilayah kabupaten lebih besar dari 200.000 jiwa; b) Pemerintah kabupaten/kota telah mempunyai dokumen RP4D atau dokumen skenario penyelenggaraan pembangunan kawasan perumahan dan permukiman yang telah ditetapkan atau dalam proses penyusunan; c) Sudah mengajukan surat permohonan tertulis untuk stimulan PSU kepada Kementerian Perumahan Rakyat dengan tembusan kepada Gubernur atau sebaliknya kepada Gubernur dengan tembusan kepada Kementerian Perumahan Rakyat; d) Mempunyai Rencana Pembangunan Perumahan dan Permukiman pada Tahun 2011; e) Surat pernyataan Pemeritah Kabupaten/Kota untuk memberikan kemudahan perijinan pembangunan perumahan dan permukiman, telah atau sedang mengalokasikan APBD untuk dana sharing pembangunan PSU, dan bersedia menerima penyerahan PSU serta bertanggung jawab terhadap pengelolaan, pemeliharaan, dan pengembangannya; f) Kabupaten/kota lainnya yang ditetapkan khusus oleh Menteri berdasarkan pertimbangan kebijakan (misalnya berdasarkan prioritas penanganan secara nasional); g) Pemerintah kabupaten/kota diutamakan memiliki institusi penyelenggara perumahan dan permukiman setingkat Eselon III. bupaten/kota) 7.2. Kriteria Penetapan Lokasi Kawasan Perumahan Penerima Stimulan PSU Perumahan dan Permukiman a) Lokasi perumahan dan permukiman telah sesuai dengan RTRW kabupaten/kota yang berlaku; b) Lokasi perumahan dan permukiman sudah ditetapkan dengan surat keputusan Bupati/Walikota; c) Status tanah tidak dalam sengketa dan atau bermasalah (clear); d) Lokasi perumahan dan permukiman di utamakan berdekatan dengan aktivitas kerja/pusat kegiatan (industri, pendidikan, pekerja); e) Disekitar lokasi kawasan perumahan dan permukiman telah tersedia jaringan listrik, air minum, dan trayek angkutan umum; f) Lokasi kawasan perumahan dan permukiman diperuntukkan bagi perumahan MBR sekurang-kurangnya 60% dari seluruh perumahan yang dibangun; g) Kawasan yang diusulkan telah dilengkapi dengan rencana rinci tata ruang (RRTR) dan atau site plan; h) Jumlah rumah yang dibangun tahun 2011 untuk : i. Rumah sejahtera tapak minimal 100 unit/lokasi (dapat ditunjukkan melalui akad kredit); ii. Rumah sejahtera susun sewa;minimal 1 twin blok iii. Rumah sejahtera susun milik (dapat ditunjukkan melalui akad kredit); iv. Rumah sejahtera tapak khusus minimal 30 unit/lokasi. i) PSU yang diusulkan sudah dilengkapi dengan perencanaan teknis (DED) dan dilampirkan harga satuan daerah; j) Lahan untuk pembangunan PSU berada pada lahan yang akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota.

182

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

8.

PENGISIAN KUESIONER Pengisian kuesioner pada dasarnya bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang mendetail mengenai kondisi kawasan permukiman yang diusulkan untuk pemerintah daerah, khususnya mengenai kondisi eksisting dan kebutuhan PSU kawasan. Kuesioner disusun sesuai dengan kriteria-kriteria pemilihan lokasi pemberian stimulan sebagaimana disampaikan di atas. Selanjutnya, hasil isian kuesioner akan menjadi salah satu bahan penilaian terhadap penetapan prioritas lokasi. Untuk itu, pemerintah kabupaten/kota bekerjasama dengan para pelaku pembangunan perumahan, seperti REI, APERSI, dll, diharapkan dapat mengisi kuesioner dengan informasi yang jelas dan up to date.

9.

MEKANISME TINDAK LANJUT YANG DIHARAPKAN

10.

SEKRETARIAT Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Sitmulan PSU Perumahan dan Permukiman TA 2011, dapat menghubungi: UNIT KERJA ASISTEN DEPUTI SISTEM PENGEMBANGAN KAWASAN Lantai VI Wing 3, Gedung Kementerian Perumahan Rakyat Jl. Raden Patah I No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

183

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

SATU KUESIONER PER LOKASI

184

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

185

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

186

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

187

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

188

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

189

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

MENGINGAT DATA YANG DIISI DALAM KUESIONER CUKUP DETAIL, MAKA SANGAT DISARANKAN AGAR PENGISIANNYA BEKERJASAMA DENGAN PELAKU ATAU PENGEMBANG

190

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

191

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

192

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

193

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

194

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

195

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

196

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

197

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

198

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

199

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

200

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

201

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

202

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

203

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

204

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

205

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

206

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

207

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

208

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

209

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

210

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

211

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

212

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

213

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

214

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

215

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

216

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

217

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

218

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

219

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

220

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

221

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

222

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

223

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

224

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

225

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

226

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

227

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

228

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

229

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

230

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

231

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

232

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

233

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

234

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

235

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

236

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

237

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

238

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

239

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

240

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

241

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

242

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

Dekonsentrasi Lingkup Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2011

“SOSIALISASI KEBIJAKAN BIDANG PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN”

243

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->