Anda di halaman 1dari 5

Spektroskopi Inframerah Oleh : Kezia Elkardiana (1106070861)

Spektroskopi inframerah merupakan metode yang digunakan untuk mengukur resapan radiasi inframerah pada berbagai panjang gelombang. Suatu spektrum inframerah, spektrum tampak atau ultraviolet suatu senyawa merupakan suatu grafik dari panjang gelombang atau frekuensi. Panjang gelombang ini secara berkesinambungan berubah sepanjang suatu daerah sempit dari spektrum elektromagnetik. Grafik ini terbentuk dari adanya hubungan antara transmisi-persen (%T) dengan absorbansi (A). Bila suatu senyawa menyerap radiasi pada suatu panjang gelombang tertentu, intensitas radiasi yang diteruskan oleh sampel akan berkurang. Hal ini mengakibatkan adanya suatu penurunan dalam %T dan nampak di dalam spektrum itu sebagai suatu sumur (dip) yang disebut puncak absorpsi (peak) atau pita absorpsi (bond). Inti-inti atom yang terikat oleh kovalen mengalami getaran (vibrasi) atau gerakan osilasi. Bila molekul meresap radiasi inframerah, energi yang diserap menyebabkan kenaikan dalam amplitude getaran-getaran atom yang terikat tersebut. Jadi, molekul ini berada dalam keadaan vibrasi tereksitasi. Energi yang terserap ini akan dibuang dalam bentuk panas bila molekul tersebut kembali ke keadaan dasar. Panjang gelombang eksak dari absorpsi oleh suatu tipe ikatan tertentu bergantung padamacam getaran dari ikatan tersebut. oleh karena itu, tipe ikatan yang berlainan menyerap radiasu inframerah pada panjang gelombang karakteristik yang berlainan. Panjang gelombang karakteristik yang berlainan ini akan menghasilkan sidik jari (fingerprints) yang berbeda-beda untuk setiap senyawa yang berbeda-beda pula. Dengan memanfaatkan panjang gelombang spektrum sidik jari yang khas ini, analisis suatu keberadaan senyawa dapat dilakukan dengan lebih mudah. Metode spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang meliputi teknik serapan (absorption), teknik emisi (emission), dan teknik fluoresensi (fluorescence). Komponen medan listrik yang banyak berperan dalam spektroskopi umumnya hanya komponen medan listrik seperti dalam fenomena transmisi, pemantulan, pembiasan, dan penyerapan. Penyerapan gelombang terjadinya eksitasi tingkat-tingkat elektro energi magnetik dalam molekul. dapat Dapat menyebabkan berupa eksitasi

elektronik, vibrasi, atau rotasi. Rumus yang digunakan untuk menghitung besarnya energi yang diserap oleh ikatan pada gugus fungsi adalah: E = h. = h.C / = h.C / v

E = energi yang diserap h = tetapan Planck = 6,626 x 10-34 Joule.det v = frekuensi C = kecepatan cahaya = 2,998 x 108 m/det = panjang gelombang = bilangan gelombang

Tabel 1. Daerah panjang gelombang Sumber : www.chem-is-try.org

Berdasarkan pembagian daerah panjang gelombang (Tabel 1), sinar inframerah dibagi atas tiga daerah yaitu:

a. Daerah infra merah dekat b. Daerah infra merah pertengahan c. Daerah infra merah jauh

Dari pembagian daerah spektrum elektromagnetik tersebut di atas, daerah panjang gelombang yang digunakan pada alat spektroskopi inframerah adalah pada daerah inframerah pertengahan, yaitu pada panjang gelombang 2,5 50 m atau pada bilangan gelombang 4.000 200 cm-1 . Daerah tersebut adalah cocok untuk perubahan energi vibrasi dalam molekul. Daerah inframerah yang jauh (400-10cm-1, berguna untuk molekul yang mengandung atom berat, seperti senyawa anorganik tetapi lebih memerlukan teknik khusus percobaan.

Metode Spektroskopi inframerah ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa yang belum diketahui,karena spektrum yang dihasilkan spesifik untuk senyawa tersebut. Metode ini banyak digunakan karena:
a. Cepat dan relatif murah b. Dapat digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsional dalam molekul (Tabel 2) c. Spektrum inframerah yang dihasilkan oleh suatu senyawa adalah khas dan oleh karena itu dapat menyajikan sebuah fingerprint (sidik jari) untuk senyawa tersebut.

Tabel 2. Serapan Khas Beberapa Gugus fungsi Sumber : www.chem-is-try.org

Isotop yang berbeda memberikan bilangan gelombang yang berbeda pada spektroskopi inframerah. Seperti contoh frekuensi regangan O-O memberikan nilai 832 dan 788 cm -1 untuk (16O-16O) dan (18O-18O) melalui hubungan O-O sebagai sebuah spring, bilangan gelombang, dapat dihitung:

dimana k nilai konstan untuk ikatan, dan massa tereduksi untuk sistem A-B

massa dari atom ).

Massa reduksi untuk 16O-16O dan 18O-18O dapat diperkirakan antara 8 dan 9. Sehingga

Daftar Pustaka

Skoog, Douglas A; West, Donald M; Holler, F. 1991. Fundamentals of Analytical ChemistrySeventh Edition. New York: Saunders College Publishing Soemantojo, Roekmijati W. 2006. Diktat Ilmu Lingkungan. Depok: Universitas Indonesia Day R.A dan A.L Underwood.2002.Analisis Kimia Kuantitatif.Jakarta:Erlangga Anonim. 2009. Polychlorinated Biphenyls. http://id.wikipedia.org/wiki/attachment:/44/Polychlorinated Biphenyls.htm. (diakses tanggal 12 Juli 2009).