Anda di halaman 1dari 12

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah penulis melakukan pengkajian secara langsung dan melakukan asuhan keperawatan pada Ny.

N dengan gangguan sistem endokrin:diabetes mellitus + ulkus diruang interne rumah sakit umum raden mattaher tahun 2012 dari tanggal 19 juni 2012 sampai dengan 21 juni 2012.asuhan keperawatan dilakukan dengan pendekatan proses keperawatan yang diawalin dengan pengkajian,diagnosa keperawatan,perencanaan,pelaksanaan,dan evaluasi. Berdasarkan asuhan keperawatan yang telah diberikan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pengkajian Dari hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny.N dengan diabetes mellitus + ulkus ditemukan data berdasarkan data subjektif dan data objektif. Hasil pengkajian pasien adalah Klien mengeluh nyeri, sering kencing,sering merasa haus, BAK 24 jam 8-9 kali, turgor kulit jelek intake cairan 24 jam 2300 ml, sedangkan output 2450 ml, klien mengatakan makannya dibatasi, klien mengatakan lemas, BB turun dari 59 kg ke 56 kg, klien menatakan mual, klien mendapat diet RKTP, klien mengatakan lukanya tidak sembuh-sembuh, klien mengatakan lukanya bernanah dan nyeri, kondisi luka klien jelek, basah dan membusuk, terlihat ada jaringan yang mulai mati, luas luka 4 cm, kekuatan otot, klien mengatakan lukanya semakin membesar, luka terlihat merah, hangat, luka klien bertamabh besar dari 4 cm menjadi > 4 cm, leukosit 18.200 mm, glukosa darah GD puasa 297 mg/dl, GD 2 jam PP 328 mg/dl.

104

105

Klien mengatakan sering masuk rumah sakit karena penyakitnya kambuh, klien sering bertanya tentang penyakitnya, klien sering tidak kooperatif dengan terapi yang diberikan. 2. Diagnosa keperawatan Dari pengkajian yang telah dilakukan dapat disusun Diagnosa keperawatan yaitu : a. Kerusakan integritas kulit brrhubungan dengan ulkus ditandai dengan Klien mengatakan lukanya tidak sembuh-sembuh, Klien mengatakan lukanya bernanah dan masih nyeri, Luka klien tampak jelek dan bernanah, Luas luka 4 cm, Luka klien sudah terlihat jaringan yang mulai mati, karakteristik luka basah b. Kurang volume cairan berhubungan dengan dieresis osmotic ditandai dengan Klien mengatakan kandung kemihnya terasa penuh terus dan sering BAK, Klien sering merasa haus, Klien tampak sering kekamar mandi untuk BAK, Frekuensi BAK klien 24 jam 8-9 kali, Turgor kulit klien tampak jelek, intake cairan klien 2300 ml/hari output 2450 ml/ hari c. Perubahan Nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat ditandai dengan Klien mengatakan makannya dibatasi, Klien mengatakan lemas dan mual, Klien tampak lemas, BB sekarang 56 kg, turun dari sebelumnya 59 kg, Klien mendapat diit rendah kalori yaitu 1200 kalori/hari d. Resiko infeksi berhubungan dengan glukosa darah yang tinggi ditandai dengan klien mengatakan lukanya bernanah dan nyeri, klien juga

106

mengatakan lukanya semakin membesar, kondisi luka klien tampak merah dan bernanah, leukosit 18.200 mm, GD puasa 297 mg/dl, GD 2 jam PP 328 mg/dl, luas luka klien bertambah dari 4 cm e. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) berhubungan dengan kurang terpajan informasi tentang penyakit ditandai dengan klien mengatakan sering masuk rumah sakit karena penyakitnya kambuh, klien sering bertanya tenyang permasalahannya, klien sering tidak kooperatif dengan terapi yang diberikan 3. Rencana tindakan keperawatan a. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan ulkus Intervensi keperawatan yang diberikan secara teorits adalah 1) kaji kondisi luka seperti: perubahan warna, edema 2) kaji adanya nyeri (skala, intensitas, lamanya nyeri) 3) lakukan perawatan luka dengan tehnik septic 4) jaga kelembaban luka, berikan masase pada daerah ekstremitas 5) kolaborasi pemberian antibiotik dan obat lainya b. Kekurangan cairan berhubungan dengan dieresis osmotic Intervensi keperawatan yang diberikan adalah 1) pantau TTV 2) catat adanya perubahan tekanan darah 3) kaji nadi veriver,turgor kulit dan membran mukosa 4) pantau pemasukan dan pengeluaran cairan 24 jam 5) pertahankan untuk klien agar banyak minum paling sedikit 2500ml

107

6) kolaborasi pemberian cairan intravena 7) kolaborasi pemeriksaan laboratorium seperti: hematoklit, natrium, kalium, BUN/kreatinin c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungandengan intake yang tidak adekuat Intervensi keperawatan yang diberikan adalah 1) timbang berat badan setiap hari 2) bandingkan pola makan klien dengan diet yang diberikan 3) observasi tanda-tanda hipoglikemia seperti: perubahan tingkat

kesadaran, nadi cepat, sakit kepala. 4) Identifikasi adanya gangguan pemasukan nutrisi seperti mual dan muntah Kolaborasi pemeriksaan gula darah 5) Kolaborasi pemberian insulin 6) Kolaborasi pemeriksaan glukosa darah (GDS, GDPP,GDP) 7) Kolaborasi diet makanan klien d. Resiko infeksi berhubungan dengan tingginya kadar glukosa darah Intervensi keperawatan yang diberikan adalah 1) Observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan seperti demam, kemerahan, adanya pus pada luka, urine keruh atau berkabut 2) Tingkatkan upaya pencegahan dengan mencuci tangan yang baik pada setiap yang berhubungan dengan klien 3) Pertahankan tehnik septic pada prosedur invasive seperti pemasangan infuse, pemberian obat, serta perawatan luka

108

4) Kolaborasi pemeriksaan kultur dan pemberian antibiotic e. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) berhubungan dengan kurang terpajan informasi tentang penyakit 1) Ciptakan keakraban agar terjadi saling percaya dan mendengarkan keluhan klien 2) Ajarkan dan demonstrasikan tentang perawatan yang baik khususnya perawatan luka dan biarkan klien mengulang demontrasi,

demonstrasikan tentang pemeriksaan glukosa darah dengan finger stick 3) Diskusikan tentang penyakit, pengertian, penyebab, resiko, tanda dan gejala, pencegahan, pengobatan dan pemeriksaan penunjang dan komplikasi penyakit 4) Diskusikan diet yang diberikan dan makanan yang dihindari serta akibat jika tidak mematuhi diet yang diberikan 5) Ingatkan kembali tentang dosis obat yang diberikan, cara pemberian (saat dirumah) 6) Beritahu klien tentang hal-hal yang membahayakan klien seperti dehidrasi, hipoglikemia, penyebab dan penanggulangan pertama (saat dirumah) 7) Anjurkan untuk control rutin penyakit kerumah sakit

109

4. Implementasi a. Kerusakan integritas kulit brrhubungan dengan ulkus Implementasi 1) mengkaji kondisi luka : basah, merah, luas luka 4 cm 2) mengkaji adanya nyeri : ada nyeri kadang-kadang 3) melakukan perawatan luka dengan tehnik septic : melakukan perawatan luka dengan handskun, kassa sterill, dan bersih 4) berkolaborasi pemberian antibiotic dan obat lainya : memberikan anti biotic ceftriaxone 2x2 gr intravena, b. Kekurangan volume cairan b/d dieresis osmotif Implementasi 1) memantau TTV : TD 120/70 mmHg, 87 kali/menit, RR : 20 kali/menit, Suhu: 36C 2) mencatat adanya perubahan tekanan darah : tidak ada perubahan tekanan darah 3) mengkaji nadi perifer, turgor kulit dan membrane mukosa : nadi perifer teraba lemah, turgor kulit jelek, membrane mukosa tampak kering 4) memantau pemasukan dan pengeluaran cairan 24 jam : intake 2300 ml dan output 2450 ml 5) pertahankan untuk klien agar banyak minum paling sedikit 2500ml : menganjurkan untuk klien minum lebih banyak 6) berkolaborasi pemberian cairan intravena : klien diberikan cairan NaCl 20 tetes/ menit

110

7) berkolaborasi pemeriksaan laboratorium : WBC 18.200 mm, RBC 4,36 juta mm, Hb 12.0 g/dl, GDPP 297 mg/dl, GDS 328 mg/dl c. Perubahan Nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat Implementasi 1) menimbang berat badan : 56 kg 2) membandingkan pola makan klien dengan diet yang diberikan : klien makan 3x sehari dengan 1 porsi habis, diet yang diberikan rendah kalori 1200 kalori dan tinggi protein 3) mengobservasi tanda-tanda hipoglikemia : tidak ada tanda-tanda penurunan kesadaran, nafas cepat, tidak hipotensi 4) mengindentifikasi adanya gangguan pemasukan nutrisi : klien

mengatakan mual tapi tidak muntah 5) mengkolaborasi pemeriksaan gula darah : GD puasa 297 mg/dl, GD 2 jam PP 328 mg/dl. 6) mengkolaborasi pemberian insulin : 6 unit 7) mengkolaborasi pemberian diet : diet klien RKTP d. Resiko infeksi berhubungan dengan glukosa darah yang tinggi

implementasi 1) mengkaji tanda-tanda infeksi : tidak ada demam, ada pus di luka, ada peningkatan kadar leukosit 18.200 mm, urine keruh, luka tampak merah, basah dan hangat 2) mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan

111

3) melakukan prosedur dengan tehnik septic dalam tindakan invasive : memberikan obat IV dengan tehnik septik 4) malakukan ganti verban rutin minimal 1 kali sehari : melakukan perawatan luka setiap pagi 5) mengambil sampel kultur luka dan memberikan antibiotic : ceftriaxone 2x2 gr perhari e. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) berhubungan dengan kurang terpajan informasi tentang penyakit implementasi 1) berkenalan dengan klien dan mengakrabkan diri 2) mengajarkan dan mendemonstrasikan tentang perawatan luka dan pemberian insulin : merawat luka dengan bersih minimal 1x sehari, dikompres dengan NaCl, menggunakan hanskun, pemberian insulin 6 unit menggunakan spuit 100 disuntikkan didaerah bahu, 3 jari dari puncak bahu dengan sudut 45 3) berdiskusi tentang penyakit diabetes dari pengertian, penyebab, resiko, pencegahan, pengobatan, komplikasi dan lain-lain : diabetes adalah penyakit akibat tingginya gula dalam darah, orang yang beresiko adalah gemuk, keturunan, usia >40 tahun,pola makan salah, pencegahan dengan memperbaiki pola makan, mengurangi berat badan,

pengobatan dengan pemberian insulin dan diet seimbang, komplikasi gagal ginjal, penyakit mata, luka sulit sembuh dan lain-lain

112

4) berdiskusi tentang diet yang tepat yang disukai klien tapi tidak bertentangan dengan terapi : makanan yang disukai klien tinggi kalori jadi tidak sesuai dengan diet yang diberikan 5) menanyakan kembali apakah klien/keluarga ingat dosis obat yang diberikan : klien bisa menjawab kembali tentang dosis obat yang didapat klien 6) memberi tahu klien/ keluarga keadaan dehidrasi, hipoglikemia

penyebabnya dan penanggulangan pertama : keadaan dehidrasi disebabkan kekurangan cairan tandanya hipotensi, tachikardia,

hipoglikemia disebabkan karena gula darah sangat rendah tandanya penurunan kesadaran, koordinasi, mengantuk, lemas 7) menganjurkan untuk rutin control ke rumah sakit

5. EVALUASI a. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan ulkus Evaluasi dari hasil evaluasi data subjektif dan data objektif diketahui bahwa klien mengatakan lukanya semakin membesar dan bernanah, klien

mengatakan lukanya tidak sembuh-sembuh, kondisi luka klien tampak jelek, karakteristik luka basah dan luasnya 4 cm, GDS Puasa 297 mg/dl, GD 2 jam PP 328 mg/dl masalah kerusakan integritas kulit belum teratasi sehingga intervensi dilanjutkan

113

b. Kekurangan cairan berhubungan dengan dieresis osmotic Evaluasi Dari hasil evaluasi data subjektif dan data objektif diketahui bahwa klien mengatakan sering BAK 8-9 kali/hari, sering haus, turgor kulit jelek, mukosa kering, suhu 36C, intake 2300 ml sedangkan output 2450 ml, masalah dilanjutkan c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake tidakadekuat Evaluasi Dari hasil evaluasi data subjektif dan data objektif diketahui bahwa klien mengatakan makannya dibatasi, klien diberikan diet RKTP, BB 56 kg turun dari sebelumnya 59 kg, klien mengatakan mual tapi tidak muntah, GD puasa 297 mg/dl, GD 2 jam PP 328 mg/dl. Masalah perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh belum teratasi, sehingga intervensi dilanjutkan d. Resiko infeksi berhubungan dengan kadar glukosa darah tinggi Evaluasi Dari hasil evaluasi data subjektif dan data objektif diketahui bahwa klien mengatakan lukanya bernanah, nyeri dan lukanya semakin membesar, ada peningkatan kadar leukosit 18.200 mm, urine keruh, luka tampak merah, basah dan hangat, kondisi luka klien tampak jelek, karakteristik luka basah, masalah resiko infeksi belum teratasi, intervensi dilanjutkan kekurangan cairan belum teratasi, sehingga intervensi

114

e. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) b/d kurang terpajan informasi tentang penyakit Evaluasi Dari hasil evaluasi data subjektif dan data objektif diketahui bahwa klien mengatakan sudah mengerti tentang penyakitnya, penyebab, resiko, pencegahan pengobatan, komplikasi, dan mengatakan akan kooperatif dengan program terapi yang diberikan

B. Saran 1. Institusi Rumah Sakit Institusi RS harus memiliki prosedur tetap, perawatan pada klien Diabetes Melitus + ulkus agar perawat lebih mudah melakukan asuhan keperawatan sehingga meningkatkan mutu pelayanan. 2. Ilmu Keperawatan Ilmu keperawatan yang merupakan landasan perawat dalam melakukan tindakan keperawatan harus diperbaharui agar bisa menemukan tindakan asuhan keperawatan yang lebih efektif terhadap penderita diabetes mellitus + ulkus.. 3. Bagi Penulis Penulis hendaknya memahami konsep medic, konsep keperawatan serta menambah referensi terbaru tentang asuhan keperawatan dengan diabetes mellitus + ulkus.

115

4. Bagi pendidikan Institusi pendidikan keperawatan Garuda Putih sebagai wadah tempat menimba ilmu harus meningkatkan lagi mutu pendidikan keperawatan sehingga pengetahuan mahasiswa tentang asuhan keperawatan lebih baik dan akan memudahkan mahasiswa dalam penyusunan laporan kasus.