Anda di halaman 1dari 3

Film ini menceritakan tentang persahabatan diantara lima orang sahabat yaitu Neneng, Ujang, Maman, Hasan dan

Cici. Mereka sama-sama tengah duduk dibangku kelas dua Madrasah Tsanawiyah, persahabatan mereka seolah tidak terpisahkan apalagi mereka selalu bertemu dan bersama-sama mengerjakan pekerjaan sekolah mereka, baik itu kerja kelompok ataupun belajar bersama. Namun disisi lain persahabatannya, mereka berasal dari keluarga yang berbeda-beda, Neneng, Putri tunggal seorang anak guru ngaji didesa Rahong. Dengan pemahamaan Agama yang kuat, dan bercita-cita menjadi seorang guru sekolah, namun Ayahnya menginginkan Neneng menjadi seorang penceramah. Sepulang sekolah Neneng jarang sekali diberikan waktu untuk bermain dengan teman-temannya. Ia harus langsung pulang kerumah dan mengerjakan pekerjaan rumah yaitu membantu Ibunya memasak dan membereskan rumah. Orang tua Neneng sangat protektif terhadap Neneng. Sedangkan Ujang, adalah anak dari seorang petani miskin, Ujang memiliki tiga saudara,Usman si sulung, dan Mimi si Bungsu yang usianya baru tiga tahun. Sebenarnya orang tua Ujang tidak menginginkan Ujang untuk sekolah tsanawiyah, menurutnya lebih penting belajar bertani dan berkebun dari pada belajar disekolah, asal bisa membaca menurutnya itu sudah cukup. Dalam guyonannya orang tua Ujang selalu mengatakan, calon dokter sudah banyak, insinyur loba, calon politikus geus ngantriurangmah hirup tina tani nya pasti oge jadi patani deui. Namun semangat ujang untuk terus belajar tidaklah surut dan mudah putus asa. Ia bahkan lebih giat lagi belajar disekolah walaupun ia sudah beberapa bulan nunggak uang sekolah. Maman lain lagi, ia justru tidak mau sekolah, setelah lulus sd ia lebih senang tinggal dipesantren belajar mengaji. Ia ingin menjadi seorang kiyai. Belajar disekolah menurutnya hanya menjalankan keinginan orang tuanya saja. Yang sangat gengsi kalau anaknya tidak sekolah, orang tua maman adalah seorang pengusaha kelapa. yeuh bapak maneh isin lamun ku babaturan apa, ditanya sakola dimana anak maneh? Coba lamun dijawab masantren doingrek dikamanakeun beungeut bapak.

Hasan memiliki cerita yang lain. Menurutnya sekolah adalah hal yang sangat penting. Ia bisa menjadi anak gaul apabila sekolah. Dengan dandanan yang modis laksana super star, ia menjadikan sekolah sebagai ajang untuk menyalurkan bakat menjadi seorang anak gaul.

Cici, adalah seorang anak yang ganjen, dan bercita-cita menjadi seorang artis, kedua orang tuanya selalu memanjakan cici, bahkan ia sering diberi uang jajan lebih, namun cici adalah sosok sahabat yang sangat loyal, ia sering mentraktir teman-temannya. Pemeran lain: Pak Hambali Bu Hambali Pak Sarif Bu Siti Usman Mimi Pak Harun Bu Harun Pak Joko Bu Joko Pak Roni Bu Beti : ayah Neneng : ibu Neneng : Ayah Ujang : Ibu Ujang : Kakak Ujang : Adik Ujang : Ayah Maman : Ibu Maman : ayah Cici : IBu Cici : Ayah Hasan : Bu Hasan

Suatu pagi di rumah Neneng, terlihat Neneng tengah mempersiapkan diri untuk berangkat kesekolah. Sedangkan terlihat pak Hambali tengah membaca buku sambil menikmati secangkir the nya. Bu Hambali keluar dari dapur sambil menggendong bakul cucian. Neneng: Bu, Pa, Neneng berangkat kasakola heula.

Bu Hambali nyahati-hati, pami tos kaluar, tong ameng kamamana deui

Pak Hambali: nya heueuhulah ulin teu paruguh awewemahteu hade.