PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.

001/MPEK/2012

TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2012 REPUBLIK INDONESIA

i

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena buku "Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dapat diterbitkan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 serta Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Dalam tatanan kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat tugas-tugas kementerian yang bersifat teknis dan diselenggarakan oleh organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Adapun ketentuan mengenai organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dimaksud, ditetapkan secara tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan diterbitkannya buku Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. i

Demikian, semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua. Jakarta, Februari 2012 Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi,

Drs. Turman Siagian, M.Si NIP.19630604 198303 1 001

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................ PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ................................ BAB I BAB II BAB III KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI ....................... SUSUNAN ORGANISASI ........................................... SEKRETARIAT JENDERAL ............................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ........................ Bagian Ketiga : Biro Perencanaan dan Organisasi .. Bagian Keempat : Biro Hukum dan Kepegawaian ...... Bagian Kelima : Biro Keuangan.................................. Bagian Keenam : Biro Kerja Sama Luar Negeri............ Bagian Ketujuh : Biro Umum....................................... DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA................................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi......................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ....... Bagian Keempat : Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata................... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata ..................................... Bagian Keenam : Direktorat Industri Pariwisata.......... Bagian Ketujuh : Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata ..... iii i iii

1 3 5 6 6 7 8 14 20 26 32 37 37 38 38 44 50 56 62

BAB IV

....... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal . Tugas. 81 Bagian Kelima : Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri........................................ dan Fungsi..... 75 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata .... 100 Bagian Kedelapan : Direktorat Promosi Konvensi........ DESAIN............... 136 Bagian Pertama : Kedudukan.............................. 112 112 113 114 119 125 130 BAB VI BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA.........Bagian Kedelapan: Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus....... dan Minat Khusus....... DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI................ 68 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA . 87 Bagian Keenam : Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri................ 136 Bagian Kedua : Susunan Organisasi............. Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Industri Perfilman .................. 75 Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal .. 137 iv ............ Konvensi.......... Tugas.......... dan Event .. Event................................................ dan Fungsi . 108 DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA . Bagian Pertama : Kedudukan..... Insentif........................ 74 Bagian Kedua : Susunan Organisasi...... Bagian Keenam : Direktorat Pengembangan Seni Rupa .......................... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik . 74 Bagian Pertama : Kedudukan................................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi........ Insentif................... 93 Bagian Ketujuh : Direktorat Pencitraan Indonesia .................................. dan Fungsi........................ Tugas...........

.............. 168 Bagian Kedua : Susunan Organisasi....................................... Bagian Keempat : Inspektorat I ................ Bagian Kelima : Inspektorat II ................................. Bagian Pertama : Kedudukan... dan Fungsi.............. 188 BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI ................ Tugas................... Bagian Ketiga : Sekretariat Inspektorat Jenderal ............................................. Bagian Keenam : Inspektorat III ......................... 149 Bagian Keenam : Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi ............................................................ 143 Bagian Kelima : Direktorat Desain dan Arsitektur................................ 169 Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan.......................... BAB IX 159 159 160 160 165 166 167 BAB X BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ........ 169 Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ....................................... 190 BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK ........ 184 STAF AHLI.. 138 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media.................. 180 Bagian Ketujuh : Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif ........ Tugas dan Fungsi......................................... 194 v .................. 186 PUSAT DATA DAN INFORMASI .......................Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ... 168 Bagian Pertama : Kedudukan. Bagian Kedua : Susunan Organisasi........................................ 178 Bagian Keenam : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif............. 154 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL .... 175 Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif ........

............................................................................ 204 ............ 198 TATA KERJA... 197 UNIT PELAKSANA TEKNIS ..................................BAB XIV BAB XV BAB XVI BAB XVII BAB XIX BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .......... DAN PEMBERHENTIAN 200 KETENTUAN PERALIHAN ....................... PENGANGKATAN...................... 201 Lampiran ........................ 201 PENUTUP ........................ 202 BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN ...............................................................250 vi ......... 198 ESELON..........................................

sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. Tugas. Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. serta dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pariwisata dan ekonomi 1 . Tugas.

2. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011 3. Tugas. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. SuratPersetujuanMenteriPendayagunaanAparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor:B/307/M. Memperhatikan: 2 . dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. PAN-RB/1/2012 tanggal 27 Januari 2012.kreatif. dipandang perlu menetapkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mengingat : 1. Tugas. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011.

TUGAS. (2) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 5 Ruang lingkup bidang tugas Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. yaitu: a.BAB I KEDUDUKAN. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengoordinasikan pencapaian kebijakan strategis lintas unit 3 . dan b. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dibantu oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 2 Dalam memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 3 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 4 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

dalam hal tertentu. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam penilaian dan penetapan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam proses pengambilan keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 6 Rincian tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 meliputi: a. melaksanakan pengendalian reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan i. memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan program kerja dan kontrak kinerja. melaksanakan pengendalian dan pamantauan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.organisasi eselon I di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. e. g. f. Pasal 7 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pariwisata dan ekonomi 4 . mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada acara tertentu dan/atau memimpin rapat sesuai dengan penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. h. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan tugas khusus yang diberikan langsung oleh Presiden atau melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

5 . e. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media.kreatif dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. dan e. Pasal 8 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. f. d. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 9 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. b. d. b. Sekretariat Jenderal. dan pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. penetapan. g. c. perumusan. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Desain.

(2) Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. l. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan n. j. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: 6 . Pusat Data dan Informasi. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. pembinaan. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi. Tugas. Pasal 11 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif.h. m. i. dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. k. Pusat Komunikasi Publik. dan Fungsi Pasal 10 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pemimpin yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Biro Perencanaan dan Organisasi. c. d. koordinasi kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. arsip dan dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 13 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. b. f. b. c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Biro Keuangan. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. dan hubungan masyarakat. keuangan. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. e. Biro Kerja Sama Luar Negeri. dan e. d. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara. 7 . kerja sama. kerumahtanggaan. Biro Umum. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan.a. kepegawaian. dan g. Biro Hukum dan Kepegawaian.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Organisasi Pasal 14 Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana program, penganggaran, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Biro Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana program; b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan anggaran; c. pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran; d. pelaksanaan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan ketatalaksanaan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 16 Biro Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. Bagian Rencana Program; b. Bagian Penganggaran; c. Bagian Evaluasi dan Pelaporan; d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 17 Bagian Rencana Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan dan koordinasi 8

perumusan dan penyusunan kebijakan rencana program Kementerian. Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Bagian Rencana Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 19 Bagian Rencana Program terdiri atas: a. Subbagian Rencana Progam I; b. Subbagian Rencana Program II; dan c. Subbagian Rencana Program III.

9

Pasal 20 (1) Subbagian Rencana Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah. (2) Subbagian Rencana Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Rencana Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan, Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 21 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 22 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian; 10

b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran, dan Rancangan Bahan Nota Keuangan, serta Penetapan Kinerja kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro yang meliputi: penyiapan bahan pameran, kepegawaian, rapat-rapat, tata persuratan dan kearsipan, serta urusan rumah tangga Biro. Pasal 23 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. Subbagian Penganggaran I; b. Subbagian Penganggaran II; dan c. Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro. Pasal 24 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran dan Rancangan Bahan Nota Keuangan serta Penetapan Kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, dan Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro. 11

Pasal 25 Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program dan anggaran, serta penyusunan laporan Kementerian dan penyiapan bahan sidang/rapat pimpinan. Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. Pasal 27 Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program; b. Subbagian Pelaporan Kementerian; dan c. Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan. Pasal 28 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Pelaporan Kementerian mempunyai tugas 12

tata cara. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengolahan.melakukan penyiapan bahan penelaahan. Pasal 29 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi. evaluasi jabatan. analisis. koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. Pasal 31 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: 13 . analisis beban kerja. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. analisis. (3) Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan c. penyiapan bahan penelaahan. kriteria. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. standar prosedur kerja/ SOP. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. dan pedoman kerja. b. dan pengembangan jabatan fungsional. penyiapan bahan penelaahan. analisis jabatan. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian. serta fasilitasi reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. tata laksana. evaluasi. evaluasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan. pengolahan. dokumentasi.

evaluasi. dan c. analisis. c. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi. Pasal 32 a.a. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional. analisis. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi jabatan. Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan penelaahan. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. kriteria. Pasal 34 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. analisis beban kerja. tata cara. dan pedoman kerja. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. standar prosedur kerja/SOP. Biro Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: 14 . koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. dokumentasi. evaluasi. serta melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penelaahan dan bantuan hukum. Subbagian Tata Laksana. b. penyusunan analisis jabatan. b. Bagian Keempat Biro Hukum dan Kepegawaian Pasal 33 Biro Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 36 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. d. pelaksanaan urusan mutasi pegawai. c. perumusan. pengadaan. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan perjanjian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. Pasal 37 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36. dan c. b. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang 15 . penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. dan e. c. Pasal 35 Biro Hukum dan Kepegawaian terdiri atas: a. d. pengembangan serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a.a. pelaksanaan penelaahan dan bantuan hukum. Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum. pelaksanaan penyusunan formasi. penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. penyiapan bahan koordinasi. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 39 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. (3) Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.kepariwisataan dan ekonomi kreatif. dan c. b. Pasal 40 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan bantuan hukum. Pasal 38 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. Pasal 41 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 40. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: 16 . Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif. Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.

dan c. pengembangan.a. dan c. penyiapan bahan bantuan hukum di lingkungan Kementerian. serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. Pasal 42 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. (3) Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan advokasi dan pemberian bantuan hukum di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 43 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 44 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyusunan formasi. Subbagian Bantuan Hukum. penyuluhan hukum. b. Subbagian Penelaahan Hukum. pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. pengadaan. b. Pasal 45 tugas sebagaimana 17 Dalam melaksanakan dimaksud dalam . penyiapan bahan penelaahan hukum di lingkungan Kementerian.

Subbagian Pengembangan Pegawai. kesejahteraan. b. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan pemberian tanda penghargaan pegawai. b. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan disiplin. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. dan c. penyusunan formasi. Subbagian Perencanaan Pegawai. kesejahteraan. Pasal 48 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. dan pemberian tanda penghargaan pegawai serta Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dan pembinaan mental pegawai. Pasal 46 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. dan c. pengembangan pegawai. pengembangan pegawai.Pasal 44. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan pengadaan pegawai. penyusunan formasi. 18 . pelaksanaan urusan disiplin. penyiapan bahan analisis kebutuhan. dan pengadaan pegawai. Pasal 47 (1) Subbagian Perencanaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa.

dan tata usaha Biro.Pasal 49 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48. Pasal 51 (1) Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. database pegawai. kenaikan gaji berkala. Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian. tata usaha pegawai. (2) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. kenaikan gaji berkala. b. b. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 50 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas: a. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. 19 . serta pemberhentian dan pensiun pegawai. dan c. database pegawai. dan c. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. tata usaha pegawai. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. (3) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. dan tata usaha Biro. pelaksanaan urusan dokumentasi. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja.

b. pelaksanaan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan keuangan serta evaluasi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. b. Bagian Pelaksanaan Anggaran. serta rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. dan e. Bagian Akuntansi. pelaksanaan penataan pengelolaan perbendaharaan. Bagian Perbendaharaan. pengelolaan anggaran. Pasal 54 Biro Keuangan terdiri atas: a. c. akuntansi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. perbendaharaan. dan penyelesaian kerugian keuangan Negara. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 52. pelaksanaan verifikasi realisasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. c. evaluasi. pelaksanaan pemantauan. d.Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 52 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengoordinasian pengelolaan pelaksanaan anggaran. dan koordinasi. 20 . dan Verifikasi anggaran di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian.

evaluasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. dan 21 . dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. b. dan koordinasi. evaluasi. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 55. dan Pusat Komunikasi Publik. Desain. Bagian Verifikasi Anggaran. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. dan e. evaluasi. Pusat Data dan Informasi. dan c. koordinasi. penyiapan bahan pemantauan. Inspektorat Jenderal. Pasal 55 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. koordinasi. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. evaluasi. pengelolaan anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kementerian.d. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. b. penyiapan bahan pemantauan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata.

koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 59 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. Pusat Data dan Informasi. (3) Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Desain. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Inspektorat Jenderal. evaluasi. koordinasi. dan penyelesaian kerugian keuangan negara. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.c. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 58 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 59. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: 22 . koordinasi. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. evaluasi. dan Pusat Komunikasi Publik.

pemantauan. penyiapan bahan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian.a. dan penetapan pengelola Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran di lingkungan Kementerian. Pasal 62 (1) Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. 23 . (2) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. serta urusan tata usaha Biro. koordinasi dan pertimbangan masalah perbendaharaan. dan c. serta urusan tata usaha Biro. dan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. dan c. evaluasi. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. b. koordinasi. Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan. b. penyiapan bahan pembinaan.

koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Desain. Subbagian Akuntansi I. penyiapan bahan pemantauan. dan Pusat Komunikasi Publik.Pasal 63 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan di lingkungan Kementerian. b. penyiapan bahan pemantauan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pusat Data dan Informasi. Pasal 65 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 63. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan c. Inspektorat Jenderal. Pasal 66 (1) Subbagian Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan c. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan. Subbagian Akuntansi II. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi dan penyusunan laporan 24 . dan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata.

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Pasal 67 Bagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melaksanakan verifikasi realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Bagian Verifikasi Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 69 Bagian Verifikasi Anggaran terdiri atas: 25 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Pasal 68 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 67. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. (2) Subbagian Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pusat Data dan Informasi. Inspektorat Jenderal. dan b. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. dan Pusat Komunikasi Publik. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Desain. penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara.

regional non ASEAN. dan b. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. dan multilateral di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. b. Bagian Keenam Biro Kerja Sama Luar Negeri Pasal 71 Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan kerja sama antar negara secara bilateral. regional ASEAN. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional ASEAN. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan 26 . (2) Subbagian Rekonsiliasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian.a. Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja. Subbagian Rekonsiliasi. c. Pasal 70 (1) Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan kementerian.

analisis. evaluasi. b. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. b. pemantauan. analisis. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi. d. evaluasi. d. dan c. analisis. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN. 27 . Bagian Kerja Sama Regional ASEAN. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional non ASEAN. Bagian Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Amerika dan Eropa. Bagian Kerja Sama Bilateral. Pasal 73 Biro Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a.Dunia. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. Pasal 74 Bagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan dunia. Bagian Kerja Sama Multilateral. pemantauan. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Asia Pasifik. dan e. penyiapan bahan koordinasi. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. pelaksanaan penyiapan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia.

dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Timur Tengah. analisis. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN menyelenggarakan fungsi: 28 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Amerika dan Eropa. dan c. analisis. Subbagian Asia Pasifik. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Afrika dan Timur Tengah. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Afrika dan Timur Tengah. Pasal 77 (1) Subbagian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Timur Tengah. evaluasi. (2) Subbagian Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. Subbagian Afrika. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Asia Pasifik. Subbagian Amerika dan Eropa. dan Tata Usaha Biro. pemantauan. (3) Subbagian Afrika. pemantauan. b. Pasal 76 Bagian Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. Pasal 79 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 78. Pasal 78 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Organisasi ASEAN dan Kawasan Pertumbuhan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara. serta urusan tata usaha biro.

analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. (3) Subbagian Kawasan Pertumbuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. Subbagian Mitra Wicara ASEAN. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan negara-negara Mitra Wicara ASEAN. evaluasi. b. dan c. Subbagian ASEAN. b. penyiapan bahan koordinasi. (2) Subbagian Mitra Wicara ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 80 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN terdiri atas: a. pemantauan. Pasal 81 (1) Subbagian ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. pemantauan. Subbagian Kawasan Pertumbuhan. dan c. analisis.a. evaluasi. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 82 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan 29 . dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mitra wicara ASEAN. analisis. analisis. analisis. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. pemantauan. evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. pemantauan. pemantauan.

pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama intra kawasan Asia Pasifik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam kawasan Asia Pasifik. evaluasi 30 . antar kawasan Asia dan Afrika. analisis. evaluasi. pemantauan. pemantauan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di Antar kawasan Asia Pasifik dengan kawasan Amerika Latin. pemantauan. Subbagian Antar Kawasan II. pemantauan. analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan I. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di luar kawasan ASEAN. Pasal 84 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN terdiri atas: a. analisis. dan c. Antar kawasan kawasan Asia dan Eropa. Subbagian Antar Kawasan I. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. analisis. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. Pasal 85 (1) Subbagian Intra Kawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan II.dunia. analisis. (3) Subbagian Antar Kawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. analisis. Subbagian Intra Kawasan. b. (2) Subbagian Antar Kawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan c.

dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. b. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi Internasional lainnya. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 86. Subbagian WTO dan OI Lainnya. evaluasi. Pasal 88 Bagian Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. Bagian Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pada kawasan kepulauan Pasifik. Pasal 89 (1) Subbagian UNWTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pada organisasi-organisasi D-8 dan G-20. analisis. (2) Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif mempunyai tugas 31 . Pasal 86 Bagian Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. b. analisis. analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama UNWTO. pemantauan. pemantauan. evaluasi. Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian UNWTO. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. dan c. penyiapan bahan koordinasi. analisis. dan c. dan kerja sama kawasan Indian Ocean. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan UNWTO.

Bagian Layanan Pengadaan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi internasional lainnya. pelaksanaan urusan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. analisis. c. serta layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bagian Tata Usaha Pimpinan. (3) Subbagian WTO dan OI Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Bagian Perlengkapan. pemantauan. pemantauan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 90 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. d. Pasal 92 Biro Umum terdiri atas: a. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan layanan pengadaan barang/jasa. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan. evaluasi. perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Rumah Tangga. b. b. evaluasi. c. Pasal 91 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90. dan 32 . dan e.melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan. d.

b.e. d. tata usaha Sekretaris Jenderal. dan e. tata usaha Staf Ahli. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. tata usaha Wakil Menteri. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. b. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. Subbagian Protokol. pelaksanaan urusan keprotokolan. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. serta urusan keprotokolan. c. Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 93. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. 33 . Pasal 96 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. c. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. dan e.

serta pemeliharaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris. dan 34 .(2) Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. penyimpanan. (3) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. (4) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. Pasal 99 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. b. (5) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Subbagian Penatausahan Barang Milik Negara (BMN). pencatataan dan penyusunan daftar inventaris. serta penghapusan barang inventaris di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pemantauan. dan analisis kebutuhan pengadaan barang inventaris kantor. analisis. dan pendistribusian barang inventaris. Pasal 97 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan penatausahaan Barang Milik Negara. dan c. pelaporan. dan evaluasi pengelolaan. penyusunan rencana kebutuhan. b. Subbagian Pemeliharaan. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. Pasal 98 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 97.

pelaksanaan urusan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. Pasal 100 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101. dan evaluasi pengelolaan. Pasal 101 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan gaji dan kesehatan pegawai. serta urusan tata usaha Biro. b. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. penyimpanan. Pasal 103 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: 35 .c. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pendistribusian barang inventaris kantor. analisis. (3) Subbagian Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. Subbagian Analisis Kebutuhan. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pencatatan dan pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris serta penghapusan barang inventaris di lingkungan kementerian. tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. pengamanan. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan c.

Bagian Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 105 Bagian Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. dan c. serta bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. dan b. serta urusan tata usaha Biro. b.a. Subbagian Pelaksanaan Pengadaan. 36 . Subbagian Pengamanan. dan pelaksanaan layanan. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 105. Subbagian Urusan Dalam. Pasal 107 Bagian Layanan Pengadaan terdiri atas: a. Subbagian Tata Persuratan. dan b. Pasal 104 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan sekretariat jenderal. pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Subbagian Bimbingan Teknis. (2) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan kantor.

Tugas. Pasal 110 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 37 . (2) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal.Pasal 108 (1) Subbagian Pelaksanaan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. (2) Subbagian Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

dan f. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Konvensi. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan destinasi pariwisata. penyusunan norma. Direktorat Industri Pariwisata. Insentif.a. e. perumusan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. standar. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata. dan e. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi 38 . Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. prosedur. d. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata. c. dan Event. c. dan kriteria di bidang pengembangan destinasi pariwisata. b. pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata.

di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal; b. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pengelolaan urusan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal; c. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal; dan d. pengelolaan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 115 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama; b. Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum dan Informasi; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 116 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan dan evaluasi, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 39

Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116, Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran; b. Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan, pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.

40

Pasal 120 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan, penelaahan dan bantuan hukum, pelaksanaan pengelolaan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120, Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan, penelaahan, dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; b. perencanaan, pengembangan, pengangkatan, kepangkatan, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 122 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Hukum; b. Subbagian Kepegawaian; dan c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 123 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan 41

penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 126 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

42

Pasal 127 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 130 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: 43

Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. dan c. Subbagian Tata Persuratan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang 44 . serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi dan investasi pariwisata. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 131 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Pasal 132 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.a. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Data dan Informasi. pengamanan sarana dan prasarana kantor. perawatan. b.

Subdirektorat Investasi Pariwisata. dan f. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. penyusunan norma. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. dan kriteria di bidang perancangan destinasi pariwisata. Pasal 134 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata terdiri atas: a. serta 45 . c. prosedur. dan d. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan zona kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kawasan ekonomi khusus pariwisata. pengembangan zona kreatif. standar. Subbagian Tata Usaha. Pasal 135 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. c. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif. penyusunan norma. b. pengembangan zona kreatif.perancangan destinasi pariwisata. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi pariwisata. standar. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. b. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. standar.

Pasal 139 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Sumatera. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. (2) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 46 . penyusunan norma.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah I. dan Kalimantan. Bali. dan Papua Barat. Pasal 138 (1) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Papua. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan kawasan pengembangan destinasi pariwisata. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Barat. Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Barat. Maluku. dan b. Banten. standar. Sulawesi. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. DKI Jakarta. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah II. standar. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I. Pasal 137 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata terdiri atas: a. Maluku Utara. standar. dan kriteria. standar. Jawa Tengah. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Jawa Timur. prosedur.

Nusa Tenggara Barat. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 141 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. 47 . standar. (2) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 142 (1) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Papua Barat. Maluku Utara. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Sumatera. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Barat. Sulawesi. Nusa Tenggara Timur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah II.Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II. dan kriteria. prosedur. Bali. penyusunan norma. DKI Jakarta. penyusunan norma. dan Kalimantan. dan b. Maluku. Banten. dan b. standar. Jawa Tengah. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah I. Papua. standar. standar. prosedur. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Desain.Pasal 143 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. Desain. desain. dan kriteria. dan Iptek. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. standar. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. 48 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. standar. standar. Pasal 145 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif terdiri atas: a. dan iptek. Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. penyusunan norma. penyusunan norma. dan Iptek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. Pasal 146 (1) Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. prosedur.prosedur. dan b. Pasal 149 Subdirektorat Investasi Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. dan kriteria. dan b. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 150 (1) Seksi Pengembangan Potensi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Promosi Investasi. prosedur. standar. standar. Pasal 147 Subdirektorat Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. penyusunan norma. Seksi Pengembangan Potensi Investasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang investasi pariwisata. standar. dan kriteria. dan iptek. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. 49 . desain. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. prosedur. Subdirektorat Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a.

standar. c. penyusunan norma. II. Pasal 151 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang pengembangan kawasan pariwisata. dan kriteria. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata. III. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Pasal 152 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. III.(2) Seksi Promosi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan IV. dan daya tarik wisata di wilayah I. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyiapan penyusunan norma. standar. II. dan daya tarik wisata di wilayah I. III. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. II. penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kawasan pariwisata. dan d. dan IV. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan pariwisata. Pasal 153 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. dan IV. standar. 50 . prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. dan daya tarik wisata di wilayah I.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. IV. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa dan Sumatera. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah c. dan kriteria.Pasal 154 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. III. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. I. dan f. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah e. standar. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah b. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 155 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah d. dan kriteria. standar. prosedur. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. II. Pasal 157 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I terdiri atas: 51 . standar. prosedur. penyusunan norma. Pasal 156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155. dan b.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang 52 . prosedur. prosedur. penyusunan norma.a. dan Nusa Tenggara Timur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Wilayah Sumatera. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. penyusunan norma. dan b. dan b. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Wilayah Jawa. Pasal 159 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. Nusa Tenggara Barat. dan kriteria. standar. Pasal 158 (1) Seksi Wilayah Jawa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali.

dan kriteria. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 161 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II terdiri atas: a. dan kriteria. Pasal 162 (1) Seksi Wilayah Bali mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. Pasal 163 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.pengembangan pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 . Seksi Wilayah Bali. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. standar. dan b. penyusunan norma. standar.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 167 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah Sulawesi. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 166 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. dan b. Seksi Wilayah Kalimantan. standar.163. Pasal 165 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata wilayah III terdiri atas: a. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di 54 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. penyusunan norma.

Pasal 169 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan Papua Barat. prosedur. standar. penyusunan norma. standar.bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku. prosedur. Papua. Pasal 170 (1) Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. standar. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. dan kriteria. prosedur. Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 55 .

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. b. Direktorat Industri Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. penyusunan norma. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan jasa pariwisata. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan jasa pariwisata. dan kriteria di bidang sarana dan jasa pariwisata. dan d. Pasal 171 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. prosedur. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. standar. Pasal 173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. d.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. Pasal 174 Direktorat Industri Pariwisata terdiri atas: 56 . Bagian Keenam Direktorat Industri Pariwisata Pasal 172 Direktorat Industri Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang industri pariwisata. penyiapan penyusunan norma. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata.

standar.a. prosedur. penyusunan norma. prosedur. b. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I. 57 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. dan Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. Pasal 175 Subdirektorat Sarana Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta tirta dan spa. penyusunan norma. d. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. dan b. f. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata. Pasal 177 Subdirektorat Sarana Pariwisata terdiri atas: a. c. Subdirektorat Jasa Pariwisata. dan kriteria. standar. e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II. dan kriteria. Subdirektorat Sarana Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Sarana Pariwisata II. Seksi Sarana Pariwisata I. Subdirektorat Sarana Pariwisata. penyusunan norma. standar. jasa makanan dan minuman. Subbagian Tata Usaha.

penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. serta tirta dan spa. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa perjalanan wisata. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. prosedur. penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Sarana Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. standar. insentif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata. standar. jasa konsultan pariwisata. prosedur. 58 . dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa transportasi wisata. konvensi. dan pameran. dan kriteria.Pasal 178 (1) Seksi Sarana Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. jasa makanan dan minuman. Pasal 179 Subdirektorat Jasa Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. prosedur. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. penyusunan norma. jasa informasi pariwisata. Subdirektorat Jasa Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan norma. standar.

dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa transportasi wisata. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. prosedur. Nusa Tenggara Barat. standar. prosedur. dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. jasa konsultan pariwisata. serta 59 . dan pameran. Pasal 183 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. konvensi. (2) Seksi Jasa Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa perjalanan wisata.Pasal 181 Subdirektorat Jasa Pariwisata terdiri atas: a. Pasal 182 (1) Seksi Jasa Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Jasa Pariwisata II. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bali. prosedur. prosedur. insentif. standar. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera. dan kriteria. penyusunan norma. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. standar. Seksi Jasa Pariwisata I. penyusunan norma. dan kriteria. jasa informasi pariwisata. dan b. Jawa. penyusunan norma.

penyusunan norma. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. standar. prosedur. Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. Pasal 185 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I terdiri atas: a.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. Seksi Wilayah I. prosedur. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah I. Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. prosedur. 60 . standar. dan kriteria.A. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Maluku. dan kriteria. Papua dan Papua Barat. dan b. Seksi Wilayah I. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. standar. Pasal 186 (1) Seksi Wilayah I. Pasal 187 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. dan kriteria.B. penyusunan norma. dan kriteria.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 189 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II terdiri atas: a. standar. Papua dan Papua Barat. prosedur. Maluku Utara. prosedur. dan b. dan b. 61 .A.Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah II. standar. standar. dan kriteria. Maluku Utara. prosedur. Pasal 190 (1) Seksi Wilayah II. Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku.B. Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. bdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. standar.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah II. prosedur. Seksi Wilayah II.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

peningkatan kapasitas masyarakat desa. standar. serta dokumentasi dan komunikasi. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. dan kriteria di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. dan d. 62 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. b. peningkatan kapasitas masyarakat desa. serta dokumentasi dan komunikasi. Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. c. penyiapan penyusunan norma. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. peningkatan kapasitas masyarakat desa. prosedur. kemitraan dan kelembagaan masyarakat.Pasal 191 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. Bagian Ketujuh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Pasal 192 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta dokumentasi dan komunikasi. penyusunan norma.

e. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan pariwisata. standar. dan kriteria. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. dan f. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. c.Pasal 194 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. prosedur. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. Subbagian Tata Usaha. prosedur. standar. penyusunan norma. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 197 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pariwisata terdiri atas: 63 Pemberdayaan . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi. Pasal 195 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. dan kriteria. b. standar.

prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa. Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. dan b. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. standar. Pasal 199 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.a. prosedur. Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah I. prosedur. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. 64 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. penyusunan norma. Pasal 198 (1) Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah II. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria.

Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Aceh. Jawa Tengah. Kalimantan Barat. Sumatera Barat. Kalimantan Selatan. Bangka Belitung. Pasal 203 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Timur. standar. Sulawesi Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Kalimantan Tengah. Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. Gorontalo. penyusunan norma. Lampung. 65 . Riau. Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah I. Sulawesi Selatan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Banten. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan dan kelembagaan masyarakat. Papua Barat. Maluku. Papua. Bali. dan Sulawesi Tenggara. dan b. penyusunan norma. Jambi. dan kriteria. Seksi Wilayah II. prosedur. dan kriteria.Pasal 201 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa terdiri atas: a. Kalimantan Timur. standar. prosedur. Pasal 202 (1) Seksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sumatera Utara. Bengkulu. Jawa Barat. prosedur. Sulawesi Tengah. Sulawesi Utara. DKI Jakarta. Sumatera Selatan. Kepulauan Riau. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. standar. Pasal 207 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. standar. Pasal 205 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat terdiri atas: a. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. 66 . Pasal 206 (1) Seksi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. penyusunan norma. prosedur. Seksi Kelembagaan Masyarakat. penyusunan norma. penyusunan norma. (2) Seksi Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. standar. dan kriteria. standar. Seksi Kemitraan Masyarakat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. dan kriteria. dan kriteria. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.

standar. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. Pasal 210 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. dan b. dan kriteria. Pasal 209 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi terdiri atas: a. prosedur. penyusunan norma. (2) Seksi Komunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Dokumentasi. standar. 67 . standar. standar. Seksi Komunikasi. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan komunikasi. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.penyusunan norma. dan kriteria.

rekreasi dan hiburan. prosedur. penyusunan norma. insentif. prosedur. insentif. dan event. Insentif. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan wisata kuliner. dan event. Konvensi. wisata belanja. standar. dan kriteria di bidang pengembangan wisata kuliner. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. rekreasi dan hiburan. standar. Konvensi. wisata belanja. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata minat khusus. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. 68 . konvensi. dan event. c. Insentif. Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. dan Event mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. dan d. insentif.Pasal 211 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan event. Konvensi. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. dan Event Pasal 212 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Insentif. Bagian Kedelapan Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. rekreasi dan hiburan. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. wisata belanja. insentif.

standar. dan b. dan f. b. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner dan belanja. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. Pasal 215 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. c. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. standar.Pasal 214 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. e. prosedur. dan Event. 69 . Konvensi. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. dan kriteria. dan Event terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. prosedur. dan kriteria. Subbagian Tata Usaha. d. Kelompok Jabatan Fungsional.

dan kriteria. dan kriteria. prosedur. 70 . (2) Seksi Pengembangan Wisata Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. Seksi Pengembangan Wisata Kuliner. standar. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. prosedur. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. Pasal 219 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.Pasal 217 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja terdiri atas: a. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. penyusunan norma. Seksi Pengembangan Wisata Belanja. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan rekreasi dan hiburan. Pasal 218 (1) Seksi Pengembangan Wisata Kuliner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

(2) Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. penyusunan norma. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223.penyusunan norma. Pasal 223 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. penyusunan norma. 71 . dan b. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 221 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan terdiri atas: a. prosedur. Pasal 222 (1) Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam dan budaya.

standar. dan event. (2) Seksi Pengembangan Wisata Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. Pasal 225 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. Insentif dan Event mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.penyusunan norma. Seksi Pengembangan Wisata Alam. prosedur. standar. prosedur. dan kriteria. insentif. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata konvensi. prosedur. Pasal 226 (1) Seksi Pengembangan Wisata Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. dan kriteria. Seksi Pengembangan Wisata Budaya. penyusunan norma. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. dan kriteria. 72 . Pasal 227 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. dan b.

prosedur. standar. penyusunan norma. standar. dan b. prosedur. 73 . dan event. dan Event. insentif.Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. Insentif. insentif. Insentif. insentif. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. dan kriteria. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Event. insentif. dan b. Pasal 229 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. prosedur. dan event. dan kriteria. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. Insentif. dan event. dan event. Insentif. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. standar. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. Insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. dan kriteria. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Event terdiri atas: a. prosedur. Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. Pasal 230 (1) Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi.

perumusan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran pariwisata. d. Tugas. penyusunan norma. (2) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 233 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasaran pariwisata. c. dan Fungsi Pasal 232 (1) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pemasaran pariwisata. prosedur. pelaksanaan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata.Pasal 231 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. b. standar. dan 74 .

c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 235 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pencitraan Indonesia. dan Minat Khusus. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Sekretariat Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran.e. evaluasi. dan f. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 236 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. e. b. b. Direktorat Promosi Konvensi. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penataan 75 . Event. dan pelaporan. pengelolaan urusan kepegawaian. Insentif. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata. pemantauan. d.

Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan d. Bagian Keuangan. c. Bagian Hukum. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Pasal 239 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 238 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pemantauan. d. b. Kepegawaian. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Informasi. c. Kelompok Jabatan Fungsional. 76 . dan c. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan e. pemantauan dan evaluasi. pengelolaan urusan tata persuratan. dan Organisasi. rumah tangga. dan perlengkapan. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal.

Pasal 241 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kerja Sama. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. koordinasi. (2) Subbagian Pemantauan. dan bantuan hukum di lingkungan 77 . dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pemantauan. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. Kepegawaian. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Pelaporan. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. Evaluasi. Evaluasi. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 243 Bagian Hukum. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 242 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan bantuan hukum. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Kepegawaian. penelaahan. evaluasi. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. b.

pemberhentian. perumusan. Pasal 245 Bagian Hukum. dan c. perencanaan. pengembangan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. Pasal 247 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.Direktorat Jenderal. pemberhentian. pengadaan. kepangkatan. kepangkatan. dan c. Pasal 246 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Hukum. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. b. pengembangan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan Organisasi terdiri atas: a. perpindahan tempat kerja. b. evaluasi. Kepegawaian. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pengangkatan. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. 78 .

b.Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 249 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Pasal 250 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. 79 . serta tata usaha keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. pengelolaan penggunaan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. dan c. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal.

Pasal 251 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan 80 . Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. dan Data dan Informasi. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian b. Subbagian c. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. pengamanan sarana dan prasarana kantor. Bagian Umum a. b. dan c. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. perawatan. Subbagian Pasal 254 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. Rumah Tangga dan Perlengkapan. pengelolaan urusan tata persuratan. Pasal 253 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. rumah tangga. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan perlengkapan.

Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan penyusunan norma. standar. dan perancangan pemasaran pariwisata. standar. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. dan d. dan perancangan pemasaran pariwisata. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan perancangan pemasaran pariwisata. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan pasar dan informasi pariwisata. prosedur. c. penyusunan norma. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata Pasal 255 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. Pasal 257 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata terdiri atas: 81 .urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan kriteria dibidang informasi pasar dalam dan luar negeri. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri.

prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 258 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan f. prosedur. dan kriteria. d. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pasar dalam negeri. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri. e. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar dalam negeri. dan kriteria. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri. dan b. 82 . Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. standar. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. Pasal 260 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. penyusunan norma. c. standar. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata.a. penyusunan norma. b.

penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. standar. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata dalam negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. Pasal 262 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. penyusunan norma. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.Pasal 261 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. prosedur. standar. dan b. prosedur. standar. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar luar negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata dalam negeri. 83 . standar. dan kriteria. standar. prosedur.

Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. prosedur. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. prosedur. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata menyelenggarakan fungsi: a. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. prosedur. standar. dan kriteria. Pasal 265 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 264 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri terdiri atas: a. standar. dan 84 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. Pasal 266 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma.

Pasal 268 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata terdiri atas: a. standar. Seksi Widya Wisata. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 85 . penyusunan norma. (2) Seksi Widya Wisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran pariwisata. Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. prosedur. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. dan kriteria. Pasal 269 (1) Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.b. dan kriteria. Pasal 270 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. prosedur. standar.

penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. penyusunan norma. standar. dan kriteria. 86 . Pasal 272 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. prosedur. Pasal 274 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. standar. Pasal 273 (1) Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.a. dan b. Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri. Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. (2) Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. standar.

f. prosedur. e. ASIA. Timur Tengah dan Afrika. serta Eropa. serta Eropa. b. Subdirektorat Wilayah Asia. Timur Tengah dan Afrika. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Wilayah Eropa. Pasal 277 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri terdiri atas: a. Asia. b. penyusunan norma. penyiapan penyusunan norma. dan d. Timur Tengah dan Afrika. standar. Subdirektorat Wilayah ASEAN. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 275. serta Eropa. dan 87 . Amerika dan Pasifik.Bagian Kelima Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri Pasal 275 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Asia. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. Amerika dan Pasifik. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik. c. Amerika dan Pasifik. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata luar negeri. standar. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. d. prosedur. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika.

g. standar. dan kriteria. Malaysia. prosedur. Kamboja. Seksi Wilayah ASEAN II. prosedur. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. prosedur. dan Indonesia. standar. dan kriteria. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Myanmar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. Philipina. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 281 (1) Seksi Wilayah ASEAN I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Laos. Pasal 278 Subdirektorat Wilayah ASEAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah ASEAN I. dan Singapura. penyusunan norma. Laos. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Singapura. standar. Subdirektorat Wilayah ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Myanmar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. Pasal 280 Subdirektorat Wilayah ASEAN terdiri atas: a. Brunei Darussalam. penyusunan norma. 88 . dan b. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Malaysia.

prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam.(2) Seksi Wilayah ASEAN II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia. dan kriteria. standar. Pasal 285 (1) Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan 89 . Pasal 284 Subdirektorat Wilayah Asia terdiri atas: a. Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Barat. Pasal 282 Subdirektorat Wilayah Asia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. dan b. Subdirektorat Wilayah Asia menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. dan Indonesia. dan b. Brunei Darussalam. Kamboja. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. Pasal 283 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah Asia Timur. Philipina. prosedur.

Seksi Wilayah Afrika. Pasal 286 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah dan Afrika. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. standar. prosedur. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. 90 . penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Asia Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. dan b. penyusunan norma. Seksi Wilayah Timur Tengah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. dan kriteria. Pasal 288 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika terdiri atas: a. standar. standar. Pasal 287 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. penyusunan norma. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Asia Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan fungsi: a.

dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. prosedur. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. prosedur.Pasal 289 (1) Seksi Wilayah Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. standar. dan kriteria. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika dan Pasifik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. Pasal 290 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. dan kriteria. prosedur. 91 .

dan b. 92 . prosedur. dan kriteria. standar.Pasal 292 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. standar. dan kriteria. Pasal 294 Subdirektorat Wilayah Eropa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 295 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. Pasal 293 (1) Seksi Wilayah Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Wilayah Eropa menyelenggarakan fungsi: a. standar. Seksi Wilayah Amerika. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. prosedur. Seksi Wilayah Pasifik. penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. dan b. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.

prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 299. standar. Pasal 297 (1) Seksi Wilayah Eropa Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar.Pasal 296 Subdirektorat Wilayah Eropa terdiri atas: a. prosedur. Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata dalam negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. Pasal 298 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Bagian Keenam Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Pasal 299 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. standar. Seksi Wilayah Eropa Barat. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri menyelenggarakan 93 .

IV. c. penyusunan norma. Jambi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. III. Sumatera Selatan. Pasal 303 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. dan kriteria di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. III. II. II. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Bengkulu. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. dan Bangka Belitung.fungsi: a. f. dan kriteria. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V. Kelompok Jabatan Fungsional. II. dan V. Riau. Sumatera Utara. dan Kepulauan Riau. dan V. dan d. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV e. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III. dan g. penyiapan penyusunan norma. standar. III. Subbagian Tata Usaha. Pasal 302 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 301 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri terdiri atas: a. 94 . standar. c. d. IV. b. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II. dan V. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Sumatera Barat. IV.

Jambi. Sumatera Utara. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sumatera Utara. Sumatera Selatan. Seksi Wilayah Sumatera Barat. dan Kepulauan Riau. Riau. Pasal 304 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I terdiri atas: a. Bengkulu. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. Riau. Sumatera Selatan. (2) Seksi Wilayah Sumatera Barat. prosedur. Seksi Wilayah Aceh. penyusunan norma. penyusunan norma. dan Kepulauan Riau mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. Bengkulu. dan b. dan Bangka Belitung. dan kriteria. Sumatera Utara. dan Kepulauan Riau. standar. standar. Riau. Riau. standar. Bengkulu. Sumatera Selatan. Jambi. Sumatera Selatan Jambi. 95 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Bengkulu. dan Kepulauan Riau. Jambi. dan Bangka Belitung. dan Bangka Belitung. prosedur. dan kriteria. Sumatera Utara. dan Babel mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh.penyusunan norma. dan b. Pasal 305 (1) Seksi Wilayah Aceh.

standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. prosedur. dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. dan b. Jawa Tengah. dan kriteria. Lampung. prosedur. Jawa Tengah. Pasal 308 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II terdiri atas: a. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Seksi Wilayah Lampung. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. dan kriteria. serta pemberian bimbingan 96 . standar. dan DKI Jakarta. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah. dan kriteria. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. Seksi Wilayah Jawa Barat. Pasal 309 (1) Seksi Wilayah Jawa Barat. standar. Jawa Tengah. dan DKI Jakarta. Pasal 307 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. penyusunan norma. penyusunan norma. Banten. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Lampung. dan DKI Jakarta.Pasal 306 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Banten. Banten. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan b. dan b. dan DKI Jakarta. Seksi Wilayah Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. dan DKI Jakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 97 . Seksi Wilayah Kalimantan. prosedur. Banten. prosedur. penyusunan norma. Pasal 312 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III terdiri atas: a.teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. `penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah Lampung. (2) Seksi Wilayah Lampung. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. Banten. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. dan kriteria. Pasal 311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. penyusunan norma. Pasal 310 Subdirektorat Wilayah Promosi Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria. Bali dan Nusa Tenggara Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. standar. prosedur. standar. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. dan b. Pasal 314 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Nusa Tenggara Timur. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. standar. prosedur.Pasal 313 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 98 .

Seksi Wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua. penyusunan norma. dan kriteria. standar. Maluku dan Maluku Utara.Pasal 316 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. prosedur. penyusunan norma. prosedur. Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. prosedur. dan 99 . dan kriteria. standar. Papua Barat. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Pasal 318 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 317 (1) Seksi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. penyusunan norma. Seksi Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. standar. dan b. (2) Seksi Bali dan Nusa Tenggara Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria. Pasal 320 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V terdiri atas: a. (2) Seksi Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. Bagian Ketujuh Direktorat Pencitraan Indonesia Pasal 323 Direktorat Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Papua dan Papua Barat. 100 . prosedur. Seksi Maluku dan Maluku Utara.b. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 322 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Pasal 321 (1) Seksi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 325 Direktorat Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. c. media elektronik dan digital. Kelompok Jabatan Fungsional. media elektronik dan digital. dan g. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. e. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan komunikasi media cetak. dan kriteria di bidang strategi dan komunikasi media cetak. 101 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia. Direktorat Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. prosedur. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan komunikasi media cetak. f. c. prosedur. Subbagian Tata Usaha. dan d. standar.standar. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan. b. media elektronik dan digital. b. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang. d. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital. penyiapan penyusunan norma.

Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi pencitraan Indonesia. dan b. Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. dan b. penyusunan norma. Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia. dan kriteria. prosedur. standar. dan kriteria. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 328 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. 102 . penyusunan norma. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. standar. penyusunan norma.Pasal 326 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.

prosedur. Pasal 332 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak terdiri atas: a. dan kriteria. standar. Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia melalui komunikasi media cetak. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. dan b. prosedur. dan b.prosedur. Pasal 330 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. serta 103 . standar. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Promosi Media Cetak. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. Pasal 333 (1) Seksi Promosi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak. penyusunan norma.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media elektronik dan digital. Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. prosedur.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. dan kriteria. Pasal 334 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. dan kriteria. standar. penyusunan norma. prosedur. Pasal 336 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital terdiri atas: a. standar. standar. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. 104 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334.

prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. standar. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 105 . standar. dan kriteria. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media ruang. Pasal 338 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 337 (1) Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar.

dan b. dan b. Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. Pasal 341 (1) Seksi Promosi Media Ruang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. prosedur. dan kriteria. Seksi Promosi Media Ruang. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.Pasal 340 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang terdiri atas: a. Pasal 342 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang mempunyai tugas melakukan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. standar. penyusunan norma. serta 106 . dan kriteria. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. penyusunan norma. standar.

prosedur. dan b. dan kriteria. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 107 . Pasal 344 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan terdiri atas: a. prosedur. Pasal 346 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah. dan kriteria. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah. standar. Pasal 345 (1) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. penyusunan norma.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Event. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. penyusunan norma. dan Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. event. event. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah. event. Event. penyiapan penyusunan norma. event. pemerintah dan non pemerintah. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi konvensi. insentif. Insentif. dan Minat Khusus terdiri atas: a.Bagian Kedelapan Direktorat Promosi Konvensi. insentif. serta promosi minat khusus. Insentif. serta promosi minat khusus. dan d. pemerintah dan non pemerintah. prosedur. standar. pemerintah dan non pemerintah. Event. insentif. Pasal 348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 347. dan minat khusus. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Insentif. dan minat khusus kepada korporasi. Direktorat Promosi Konvensi. Insentif. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi. dan kriteria di bidang promosi konvensi. 108 . insentif. dan minat khusus kepada korporasi. dan minat khusus kepada korporasi. serta promosi minat khusus. prosedur. dan Minat Khusus Pasal 347 Direktorat Promosi Konvensi. Event. Pasal 349 Direktorat Promosi Konvensi.

Subdirektorat Promosi KIE Korporasi menyelenggarakan fungsi: a. insentif. penyusunan norma. dan event kepada korporasi dalam negeri. dan e. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. d. dan kriteria. dan event kepada korporasi dalam negeri dan luar negeri. Pasal 352 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Subbagian Tata Usaha.c. insentif. dan kriteria. dan b. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. Pasal 350 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada korporasi luar negeri. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. Seksi Korporasi Dalam Negeri. Subdirektorat Promosi Minat Khusus. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. 109 . standar. Seksi Korporasi Luar Negeri. standar. insentif.

dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi.Pasal 353 (1) Seksi Korporasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. dan event kepada lembaga pemerintah. standar. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. penyusunan norma. dan event kepada korporasi luar negeri. 110 . prosedur. standar. Pasal 354 Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. insentif. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Korporasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan event kepada lembaga non pemerintah. prosedur. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. insentif. insentif. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. penyusunan norma. standar. insentif. dan kriteria. dan event kepada korporasi dalam negeri. dan event kepada lembaga pemerintah dan non pemerintah. dan kriteria.

standar. insentif. Pasal 357 (1) Seksi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. Subdirektorat Promosi Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Seksi Pemerintah. (2) Seksi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. dan b. standar. penyusunan norma. dan event kepada lembaga pemerintah. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. standar. dan kriteria. penyusunan norma. serta 111 . Seksi Non Pemerintah. dan kriteria.Pasal 356 Subdirektorat Pemerintah dan Non Pemerintah terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. dan event kepada lembaga non pemerintah. prosedur. prosedur. dan b. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. Pasal 358 Subdirektorat Promosi Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi minat khusus. standar. insentif.

standar. prosedur.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. prosedur. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA Bagian Pertama Kedudukan. Seksi Wisata Non Bahari. penyusunan norma. Pasal 360 Subdirektorat Promosi Minat Khusus terdiri atas: a. Pasal 362 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. dan kriteria. Pasal 361 (1) Seksi Wisata Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Tugas. penyusunan norma. dan b. dan Fungsi Pasal 363 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung 112 . Seksi Wisata Bahari. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. dan kriteria. (2) Seksi Wisata Non Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. d. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman. penyusunan norma. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. 113 .jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 366 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya terdiri atas: a. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. prosedur. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. c. dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. standar. b. Pasal 364 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 367 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan pelaporan. Pasal 369 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. 114 . pengelolaan urusan kepegawaian. evaluasi. Direktorat Pengembangan Seni Rupa. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. dan d. b. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik. dan d. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.c. rumah tangga. c. pengelolaan urusan tata persuratan. dan perlengkapan. pemantauan. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal.

koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 370 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. dan Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. Pasal 372 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Kepegawaian. dan c. pemantauan. Bagian Umum dan Informasi. dan Pelaporan. pemantauan dan evaluasi. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Evaluasi. dan Organisasi. Subbagian Kerja Sama. Pasal 371 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. Subbagian Pemantauan. d. c. dan c. Pasal 373 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan 115 .b.

koordinasi. (2) Subbagian Pemantauan. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan Organisasi terdiri atas: a.rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan bantuan hukum. pengangkatan. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. Subbagian Hukum. dan c. Bagian Hukum. pemberhentian. pengembangan. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. Pasal 376 Bagian Hukum. evaluasi. Kepegawaian. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. 116 . dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Evaluasi. penelaahan. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 374 Bagian Hukum. perencanaan. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian.

pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. pengadaan. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. kepangkatan. pemberhentian. serta tata usaha keuangan. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. perumusan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Kepegawaian. pengembangan. dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. Pasal 378 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.b. 117 . pengelolaan penggunaan. b. evaluasi. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. Pasal 377 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. perpindahan tempat kerja. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal.

Pasal 381 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. rumah tangga. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. dan perlengkapan. dan c. pengelolaan urusan tata persuratan.Pasal 380 Bagian Keuangan terdiri atas: a. b. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan 118 . Pasal 382 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a.

dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. Pasal 384 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Tata Persuratan. b. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. dan c. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. standar. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Pasal 386 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. 119 . penyusunan norma. pengamanan sarana dan prasarana kantor. perawatan. prosedur. Subbagian Data dan Informasi.Direktorat Jenderal. dan c.

standar. dan d. prosedur. b. d. b. Pasal 388 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman terdiri atas: a. prosedur. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria. standar. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri perfilman. dan f. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: 120 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi industri perfilman. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film. penyusunan norma. Subdirektorat Pemasaran Film. dan kriteria di bidang pengembangan industri perfilman. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman. e. c. c. Subdirektorat Produksi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. Subbagian Tata Usaha. Pasal 389 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.a. Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman. prosedur. penyusunan norma. Pasal 392 (1) Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. standar. Pasal 391 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman terdiri atas: a. Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman. Pasal 393 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. penyusunan norma. standar. 121 . dan kriteria. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival dan eksibisi film. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. dan kriteria. (2) Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. dan kriteria. prosedur. standar.

prosedur. (2) Seksi Eksibisi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan b. Pasal 395 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film terdiri atas: a. standar. prosedur. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 397 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. Seksi Festival Film. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Eksibisi Film. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi film. dan b. 122 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. standar. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. standar. Pasal 396 (1) Seksi Festival film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. Pasal 401 Subdirektorat Pemasaran Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria.Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film. prosedur. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. dan b. standar. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan 123 . Subdirektorat Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. (2) Seksi Pelayanan Produksi film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. Seksi Pelayanan Produksi Film. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 400 (1) Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. dan b. standar. Pasal 399 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. standar.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. dan kriteria. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. 124 . dan b. penyusunan norma. prosedur. dan b. prosedur. standar. Seksi Distribusi Film. Pasal 403 Subdirektorat Pemasaran Film terdiri atas: a. penyusunan norma. Pasal 405 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.teknis dan evaluasi di bidang pemasaran film. Subdirektorat Pemasaran Film menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. prosedur. (2) Seksi Pertunjukan Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. Seksi Pertunjukan Film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 404 (1) Seksi Distribusi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.

Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. prosedur. c. 125 . d. dan d. c. dan kriteria di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. penyusunan norma. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan.Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Pasal 406 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik. standar. Pasal 408 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik. standar. prosedur.

Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. Pasal 412 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan f. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan. standar. prosedur. prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan. dan b. Pasal 409 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. 126 .e. Pasal 411 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan terdiri atas: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. penyusunan norma.

standar. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyusunan norma. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. standar. Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. prosedur. penyusunan norma. prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Musik. prosedur. standar. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik.(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 416 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Musik mempunyai tugas melakukan 127 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri musik. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan dan industri musik. standar. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. dan b. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. prosedur.penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. standar. dan 128 . Pasal 419 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan. Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. dan kriteria.

b. dan kriteria. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. Seksi Pemasaran Industri Musik. dan kriteria. (2) Seksi Pemasaran Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 420 (1) Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang infrastruktur dan dokumentasi seni pertunjukan dan industri musik. dan kriteria. prosedur. 129 . standar. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. Pasal 421 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. standar. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. prosedur.

Pasal 424 (1) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. dan b. Seksi Dokumentasi dan Publikasi. standar. dan kriteria. prosedur. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan.Pasal 423 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. (2) Seksi Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. Pasal 425 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. prosedur. 130 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. Bagian Keenam Direktorat Pengembangan Seni Rupa Pasal 426 Direktorat Pengembangan Seni Rupa mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa.

Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni. penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengembangan seni rupa. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria.Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. c. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni menyelenggarakan fungsi: 131 . Subdirektorat Pengembangan Fotografi. b. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni rupa. dan d. dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 429 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Direktorat Pengembangan Seni Rupa menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi. e. Pasal 428 Direktorat Pengembangan Seni Rupa terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan. prosedur. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa murni. Subbagian Tata Usaha. c. standar.

penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 431 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni terdiri atas: a. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 132 . standar. dan kriteria. dan kriteria. dan b. standar. penyusunan norma.a. prosedur. dan kriteria. Pasal 432 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 433 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa terapan. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. prosedur. standar. prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan. dan b. penyusunan norma. 133 . dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. Pasal 435 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan terdiri atas: a. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 436 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. prosedur. dan b. standar.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 440 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. 134 . dan kriteria. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Fotografi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Pasal 439 Subdirektorat Pengembangan Fotografi terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. dan b. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. standar. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. standar. prosedur. dan b. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi.Pasal 437 Subdirektorat Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan fotografi.

Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran dan pengembangan apresiasi. standar. Pasal 444 (1) Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. prosedur. Pasal 441 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa. standar. standar. Pasal 443 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi terdiri atas: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. 135 .serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. prosedur. dan kriteria.

(2) Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 445 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. DESAIN. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Tugas.prosedur. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas merumuskan 136 . dan Fungsi Pasal 446 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. penyusunan norma. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dipimpin oleh Direktur Jenderal. DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Bagian Pertama Kedudukan. Desain. Desain. Pasal 447 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Desain. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. desain. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 449 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. standar. desain. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. 137 . Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan d.serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. b. Desain. Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. d. Desain. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. c. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Desain. dan e. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terdiri atas: a. b. penyusunan norma. desain. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. prosedur. c. desain. Direktorat Desain dan Arsitektur. desain. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis media.

Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Umum dan Informasi. b. Pasal 452 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. dan d.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 450 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan e. dan pelaporan. 138 . dan perlengkapan. pengelolaan urusan tata persuratan. rumah tangga. Kepegawaian. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum. pengelolaan urusan kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Organisasi. Desain. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. c. c. pemantauan. evaluasi. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. b. d.

Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Pemantauan. pemantauan. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. 139 . Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. dan c. dan c. Subbagian Kerja Sama. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 455 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi.Pasal 453 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. evaluasi. dan Pelaporan. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Evaluasi. Pasal 456 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pemantauan. Evaluasi.

pengangkatan. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 459 Bagian Hukum.(3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Bagian Hukum. pemberhentian. dan c. Kepegawaian. Kepegawaian. koordinasi. Subbagian Kepegawaian. Pasal 457 Bagian Hukum. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi terdiri atas: a. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Kepegawaian. perencanaan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. b. penelaahan. kepangkatan. b. pengembangan. penelaahan dan bantuan hukum. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum. Pasal 460 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan 140 . dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal.

bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 461 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 463 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan 141

c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 464 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 465 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 465, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

142

Bagian Umum a. Subbagian b. Subbagian c. Subbagian

Pasal 467 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan; Rumah Tangga dan Perlengkapan; dan Data dan Informasi.

Pasal 468 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan, perawatan, pengamanan sarana dan prasarana kantor, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Pasal 469 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143

469, Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; b. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 471 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik; b. Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; c. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video; d. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 472 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan film animasi dan komik. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472, Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta 144

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi; dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 474 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik terdiri atas: a. Seksi Film Animasi; dan b. Seksi Komik. Pasal 475 (1) Seksi Film Animasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi. (2) Seksi Komik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan tulisan fiksi dan non fiksi. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476, Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi, menyelenggarakan fungsi: 145

penyusunan norma. Pasal 479 (1) Seksi Tulisan Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Tulisan Fiksi. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. dan b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. terdiri atas: a. dan kriteria. Seksi Tulisan Non Fiksi. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif audio dan video. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Tulisan Non Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi.a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. standar. prosedur. dan b. 146 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. dan b. Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan 147 . penyusunan norma. standar. penyusunan norma. Pasal 482 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video terdiri atas: a. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Karya Kreatif Audio. dan kriteria. Seksi Karya Kreatif Video. Pasal 483 (1) Seksi Karya Kreatif Audio mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. standar.Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Karya Kreatif Video mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur.

penyusunan norma. standar. prosedur. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan cetak. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan elektronik.kebijakan. prosedur. Pasal 487 (1) Seksi Iklan Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. dan kriteria. standar. Seksi Iklan Elektronik. dan b. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan elektronik. Pasal 486 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan terdiri atas: a. dan kriteria. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 148 . prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif periklanan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan cetak. (2) Seksi Iklan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Iklan Cetak. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Direktorat Desain dan Arsitektur menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. c. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior. standar. b. prosedur. d. Bagian Kelima Direktorat Desain dan Arsitektur Pasal 489 Direktorat Desain dan Arsitektur mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Komunikasi Visual. 149 . penyusunan norma. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan. Pasal 490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 489.Pasal 488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 491 Direktorat Desain dan Arsitektur terdiri atas: a. dan kriteria di bidang desain dan arsitektur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang desain dan arsitektur. penyiapan penyusunan norma. standar. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan f. Subdirektorat Mode. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. dan d.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. Pasal 495 (1) Seksi Arsitektur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Arsitektur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Desain Interior mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. dan b. dan kriteria. dan kriteria.Pasal 492 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur dan desain interior. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 494 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior terdiri atas: a. Seksi Desain Interior. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. dan kriteria. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan norma. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. prosedur. standar. 150 . prosedur. penyusunan norma. prosedur.

penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. prosedur. Seksi Desain Grafis. Subdirektorat Komunikasi Visual menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. dan kriteria. Seksi Komunikasi Visual. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 151 . standar. (2) Seksi Komunikasi Visual mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 498 Subdirektorat Komunikasi Visual terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. standar. penyusunan norma. Pasal 499 (1) Seksi Desain Grafis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. prosedur. standar. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. prosedur. dan kriteria.Pasal 496 Subdirektorat Komunikasi Visual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. prosedur. penyusunan norma.

dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Desain Kemasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk dan desain kemasan.Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. prosedur. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. standar. dan b. penyusunan norma. Pasal 503 (1) Seksi Desain Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 152 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 502 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan terdiri atas: a. Seksi Desain Kemasan. dan kriteria. standar. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Desain Produk. standar. prosedur.

penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. (2) Seksi Desain Non Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Subdirektorat Mode menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mode. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. standar. prosedur. 153 . penyusunan norma. standar. dan kriteria. dan b. prosedur. Seksi Desain Busana. prosedur. Seksi Desain Non Busana. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. penyusunan norma. standar.Pasal 504 Subdirektorat Mode mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. standar. Pasal 506 Subdirektorat Mode terdiri atas: a. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 507 (1) Seksi Desain Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Subdirektorat Lisensi Teknologi. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. Subbagian Tata Usaha. standar. penyusunan norma. prosedur. c. dan kriteria di bidang kerja sama dan fasilitasi. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis. b. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi menyelenggarakan fungsi: a. dan d. standar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Sentra Kreatif. d. dan 154 . Subdirektorat Akses Pembiayaan. e. Pasal 511 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. b. c. Bagian Keenam Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi Pasal 509 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 508 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerja sama dan fasilitasi.

Pasal 512 Subdirektorat Lisensi Teknologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Lisensi Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. (2) Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi mempunyai tugas 155 . dan b. Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi. prosedur. dan kriteria. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. penyusunan norma. standar. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. standar. dan b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.f. dan kriteria. Pasal 514 Subdirektorat Lisensi Teknologi terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. standar. dan kriteria. prosedur. Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi lisensi teknologi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 515 (1) Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma.

Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis. dan kriteria. Pasal 516 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 519 (1) Seksi Pengembangan Sentra Inovasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sentra inovasi dan inkubator bisnis. dan b. prosedur. prosedur. dan b. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. Pasal 518 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis terdiri atas: a. standar. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Sentra Inovasi. 156 . standar. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan sentra kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi sentra kreatif. dan kriteria. standar. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. (2) Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. (1) Seksi Pasal 523 Pengembangan Sentra Kreatif mempunyai tugas 157 . prosedur. Pasal 520 Subdirektorat Sentra Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 522 Subdirektorat Sentra Kreatif terdiri atas: a. standar. standar. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra kreatif.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. Subdirektorat Sentra Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan b. Seksi Pengembangan Sentra Kreatif. penyusunan norma. Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif. penyusunan norma. prosedur.

dan kriteria. dan kriteria. 158 . dan kriteria. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. (2) Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan Sentra Kreatif. standar. dan kriteria. prosedur.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan. Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. penyusunan norma. Seksi Akses Pembiayaan Bank. Subdirektorat Akses Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. dan b. prosedur. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 524 Subdirektorat Akses Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Akses Pembiayaan Non Bank. prosedur. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan Sentra Kreatif. Pasal 526 Subdirektorat Akses Pembiayaan terdiri atas: a. prosedur.

BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. dan kriteria.Pasal 527 (1) Seksi Akses Pembiayaan Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 528 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Pasal 530 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. prosedur. (2) Seksi Akses Pembiayaan Non Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. penyusunan norma. standar. Tugas dan Fungsi Pasal 529 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 159 . (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal.

dan kegiatan pengawasan lainnya. dan e. dan d. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. evaluasi. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 533 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. pemantauan. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 532 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. review. 160 .Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. d. c. Inspektorat I. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat III. b.

serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Inspektorat jenderal. penyusunan rencana program dan penganggaran serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan koordinasi. Bagian Perencanaan dan Evaluasi. pelaksanaan analisis dan pemantauan serta advokasi atas laporan hasil pengawasan dan penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pengawasan masyarakat. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan kepegawaian. b. c. kegiatan dan penganggaran. perlengkapan dan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 . b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 536 Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana program. pelaksanaan urusan tata usaha. organisasi. dan d.Pasal 534 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 533. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. c. Bagian Umum. Organisasi dan Tata Laksana. dan e. d. Pasal 535 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.

dan b. penyiapan bahan pemantauan. dan b. kegiatan dan penganggaran Inspektorat Jenderal. 162 . analisis.536. kegiatan dan penganggaran. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. Pasal 539 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan pelaporan hasil pengawasan. Bagian Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana program. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 538 Bagian Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas: a. Subbagian Perencanaan. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan rencana program. dan pelaporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 540 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan serta pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi. dan b. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. analisis. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyusunan rencana program.

Bagian Kepegawaian. penataan. dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 544 Bagian Kepegawaian. dan b. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. kepangkatan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pengangkatan. Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan b. Subbagian Analisis Hasil Pengawasan. pelaksanaan penyusunan rencana formasi. analisis.Pasal 542 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas: a. Pasal 546 Bagian Kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. Subbagian Kepegawaian. Pasal 543 (1) Subbagian Analisis Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. (2) Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. pengadaan. 163 . analisis. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pengembangan. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pengawasan.

Subbagian Keuangan. dan b. rumah tangga. Pasal 550 Bagian Umum terdiri atas: a. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 551 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha persuratan. Pasal 548 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha persuratan. kepangkatan. dan b. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. 164 . pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. kearsipan. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. pengadaan. Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan. pengambangan. pengangkatan.Pasal 547 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiaapan bahan penyusunan rencana formasi. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. rumah tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. kearsipan. perlengkapan serta keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. pelaksanaan urusan tata usaha persuratan. rumah tangga.

reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya. d. 165 . Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Desain dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Subbagian Tata Usaha. Pasal 555 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat I. pemantauan.Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 552 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. evaluasi. Pasal 553 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 552. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan e. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. evaluasi. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan kegiatan pengawasan lainnya. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I. pemantauan. c. b. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Pasal 554 Inspektorat I terdiri atas: a. reviu. serta penyusunan laporan.

pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. dan b. d. evaluasi. c. dan kegiatan pengawasan lainnya. 166 . pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 556 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan. serta penyusunan laporan. dan e. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. pemantauan. evaluasi. reviu. reviu. Subbagian Tata Usaha. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. Pasal 558 Inspektorat II terdiri atas: a. b. penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 559 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat II.

Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 563 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat III. evaluasi. dan e. c. reviu. serta penyusunan laporan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. evaluasi. pemantauan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Pasal 561 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 560. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Subbagian Tata Usaha. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. d. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. 167 . dan b.Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 560 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan laporan hasil pengawasan. b. Pasal 562 Inspektorat III terdiri atas: a. dan kegiatan pengawasan lainnya. reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. penyusunan rencana dan program pengawasan intern.

pemantauan. rencana dan program pengembangan sumber daya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasal 565 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. dan Fungsi Pasal 564 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. dan d. Pasal 566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565. b. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. penyusunan kebijakan teknis. Tugas. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala Badan. 168 .BAB IX BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Bagian Pertama Kedudukan.

Sekretariat Badan. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 567 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. c. b. penataan dan peningkatan kapasitas organisasi 169 . dan e. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. d. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. serta kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 568 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

dan d. c. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Bagian Umum dan Informasi. Pasal 570 Sekretariat Badan terdiri atas: a. Bagian Keuangan. Bagian Hukum. Organisasi. b. perbendaharaan dan gaji. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana.dan tata laksana. d. program dan anggaran serta fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan e. pengelolaan penggunaan. data dan informasi. c. Kelompok Jabatan Fungsional. serta inventarisasi kekayaan milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan 170 . rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pemantauan. serta pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penerimaan dan pengeluaran anggaran. dan Kepegawaian. pengelolaan urusan persuratan. Pasal 571 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran. akuntansi dan verifikasi. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571.

evaluasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. penataan 171 .penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 574 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan c. Organisasi. Pasal 573 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. penelaahan dan bantuan hukum. dan Pelaporan. dan c. Pasal 575 Bagian Hukum. Evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. (2) Subbagian Pemantauan. Subbagian Pemantauan. Subbagian Kerja Sama. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

penelaahan dan bantuan hukum. Subbagian Hukum. pelaksanaan koordinasi perumusan. dan Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. kepangkatan. serta pemantauan. penelaahan dan bantuan hukum. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pemantauan. dan c. perpindahan tempat kerja. Organisasi. b. dan c. dan pengembangan.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. evaluasi. Organisasi. Organisasi. dan Tata Laksana. dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan. Organisasi. penyusunan peraturan perundang-undangan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Mutasi Pegawai. Pasal 578 (1) Subbagian Hukum. pelaksanaan perencanaan formasi. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi. pelaksanaan penyiapan bahan pengangkatan. pengadaan. Bagian Hukum. b. perumusan dan penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. perumusan dan 172 . Pasal 577 Bagian Hukum.

serta tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagaian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 581 Bagian Keuangan terdiri atas: 173 . pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. pengadaan dan pengembangan. dan c. kepangkatan. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. b. (2) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. pemberhentian. pelaksanaan pengelolaan penggunaan. perpindahan tempat kerja. dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 579 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

(2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji.a. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. data dan informasi. Pasal 582 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata persuratan. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasal 583 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. 174 . serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja Negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. dan b. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. data dan informasi. b.

Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Pasal 587 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan kepariwisataan. data dan informasi. rencana dan program kegiatan. pengembangan sistem dan metoda. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dan b. Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. Subbagian Tata Persuratan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Data dan Informasi. Pasal 586 (1) Subbagian Tata Persuratan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. dan 175 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. serta pemantauan. penyusunan kebijakan teknis. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.Pasal 585 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 589 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan terdiri atas: a. penyiapan bahan pemantauan. rencana dan program kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan.b. Bidang Data dan Publikasi. Subbidang Program. b. Bidang Program dan Evaluasi. Subbidang Evaluasi. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. Pasal 592 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. dan c. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. 176 . Pasal 590 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. dan b.

177 . (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.Pasal 593 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Subbidang Data. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 597 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pelaksanaan pelayanan. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengolahan. rencana dan program kegiatan. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. penyajian. evaluasi. Pasal 594 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. pelayanan serta penyajian dan publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan b. Pasal 596 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. Subbidang Publikasi.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.(2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. Bidang Program dan Evaluasi. dan b. pengembangan sistem dan metoda. Kelompok Jabatan Fungsional. rencana dan program kegiatan. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. penyajian. Pasal 600 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. b. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif Pasal 598 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan ekonomi kreatif. 178 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. dan c. Bidang Data dan Publikasi. serta pemantauan.

kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyiapan bahan pemantauan. pelayanan serta penyajian dan 179 . Subbidang Evaluasi. Pasal 604 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. Pasal 603 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. dan b. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.Pasal 601 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. rencana dan program kegiatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. dan b. Subbidang Program. evaluasi. Pasal 605 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

180 . Subbidang Publikasi. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605. (2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. Pasal 608 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. dan b. pelaksanaan pelayanan. dan b. penyajian. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Subbidang Data. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 609 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif.publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 607 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. penyajian.

Kelompok Jabatan Fungsional. sistem dan metoda. penyusunan rencana dan program kegiatan. dan c. pengembangan kurikulum. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang ekonomi kreatif. pengembangan kurikulum.Pasal 610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609. perumusan kebijakan teknis. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisatan menyelenggarakan fungsi: 181 . pengembangan kurikulum. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. dan b. b. Pasal 611 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. perumusan kebijakan teknis. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang kepariwisataan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan. Pasal 612 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan metoda. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif. penyusunan rencana dan program kegiatan.

sistem 182 .a. sistem dan metoda. Pasal 614 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan terdiri atas: a. Pasal 616 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. penyusunan rencana program dan kegiatan. Subbidang Program dan Evaluasi. pengembangan kurikulum. dan b. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. pengembangan kurikulum. dan b. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. penyusunan rencana program dan kegiatan. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. pengembangan kurikulum. sistem dan metoda. Pasal 615 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis.

penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. desain.dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. desain. penyusunan rencana program dan kegiatan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. penyusunan rencana program dan kegiatan. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan 183 . dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. desain. pengembangan kurikulum. dan b. Pasal 618 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 619 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. pengembangan kurikulum. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan metoda. sistem dan metoda. Subbidang Program dan Evaluasi.

budaya serta berbasis media, desain, dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 620 Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620, Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 622 Pusat Pengembangan Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Bidang Kompetensi Kepariwisataan; b. Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif; dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 623 Bidang Kompetensi Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, 184

evaluasi, pelaporan, dan kerja sama pelaksanaan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623, Bidang Kompetensi Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 625 Bidang Kompetensi Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 626 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 627 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif. 185

Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627, Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 629 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 630 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. BAB X STAF AHLI Pasal 631 (1) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibantu oleh 4 (empat) Staf Ahli. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 186

(3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan Badan. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian pada Biro Umum. Pasal 632 Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Kreatif; b. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi; c. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; dan d. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karya

(1)

(2) (3) (4)

Pasal 633 Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah perlindungan keanekaragaman karya kreatif. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah jasa ekonomi. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah hubungan antar lembaga. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

187

BAB XI PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 634 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala. Pasal 635 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan pengembangan teknologi informasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635, Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan penyusunan data dan informasi; dan b. pelaksanaan pengembangan teknologi informasi. Pasal 637 Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Data; b. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi; c. Subbagian Tata Usaha; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 638 Bidang Pengelolaan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. 188

dan b. analisis. analisis. Pasal 640 Bidang Pengelolaan Data terdiri atas: a. evaluasi dan pengolahan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. dan evaluasi data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 641 (1) Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan identifkasi. dan b. Bidang Pengelolaan Data menyelenggarakan fungsi: a. penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. 189 . pengumpulan. Pasal 642 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pengumpulan. dan b. Pasal 643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642.Pasal 639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data. jaringan dan infrastruktur teknologi informasi. (2) Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI Pasal 647 (1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 646 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Informasi. 190 . Pasal 645 (1) Subbidang Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Subbidang Jaringan dan Infrastruktur. (2) Subbidang Jaringan dan Infrastruktur mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur.Pasal 644 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi terdiri atas: a. dan b. Pasal 648 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dipimpin oleh Kepala. Subbidang Sistem Aplikasi.

pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha. e. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 650 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai terdiri atas: a. kearsipan. kepegawaian. Bidang Penyelenggaraan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. f. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. surat menyurat. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan rencana dan program serta kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. pelayanan teknis pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. dan g. Pasal 651 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. penyiapan materi pendidikan dan pelatihan.Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648. b. d. dan 191 . c.

perumusan. dan perlengkapan. penyusunan kebijakan dan program. Pasal 655 Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Subbidang Program. ketatausahaan. Subbidang Kerja Sama. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. serta hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. rumah tangga. Subbagian Umum. dan perlengkapan. Pasal 654 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan administrasi keuangan. sistem dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. dan b. Pasal 657 Bidang Program dan Kerja Sama terdiri atas: a. Pasal 653 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a.b. rumah tangga. ketatausahaan. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan instansi dan lembaga. Subbagian Keuangan. penyusunan dan pengembangan kurikulum. 192 . dan b. penyusunan program pendidikan dan pelatihan pegawai. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. dan c.

evaluasi. dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 659 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional.Pasal 658 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi dan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan c. 193 . perumusan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan struktural pegawai. serta pengembangan kurikulum. dan b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural. Pasal 662 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. Pasal 661 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. b. penyusunan program. sistem. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659.

(2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh Kepala. pengolahan. pemberitaan. pelaksanaan publikasi. dan d. Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. Pasal 664 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan komunikasi publik melalui publikasi dan analisis berita. dan pelayanan informasi serta dokumentasi. c. pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara/pemerintah. hubungan media massa. b. serta analisis berita dan opini publik. serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan diklat pimpinan.(2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. 194 . pelayanan informasi publik. pelaksanaan pengumpulan. serta hubungan antar lembaga. pelaksanaan urusan tata usaha Pusat Komunikasi Publik. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. dan pencitraan. BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 663 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. pameran. dunia usaha dan masyarakat dalam dan luar negeri. evaluasi.

serta hubungan dengan media massa. Pasal 669 Bidang Publikasi dan Analisis Berita terdiri atas: a. pemberitaan. pengolahan. Subbidang Analisis Berita.Pasal 666 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. dan pencitraan. hubungan media massa. serta analisis berita dan opini publik. pameran. publikasi. Bidang Publikasi dan Analisis Berita menyelenggarakan fungsi: a. c. Subbidang Publikasi dan Pemberitaan. dan e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 670 (1) Subbidang Publikasi dan Pemberitaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Bidang Publikasi dan Analisis Berita. pelaksanaan analisis berita dan opini publik serta pencitraan. hubungan media massa. dan pencitraan. dan penyajian pemberitaan. pemberitaan. Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 667 Bidang Publikasi dan Analisis Berita mempunyai tugas melaksanakan publikasi. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. pelaksanaan publikasi. analisis berita dan opini publik serta pencitraan. b. dan b. 195 . (2) Subbidang Analisis Berita mempunyai tugas melakukan pameran. Bidang Hubungan Antar Lembaga. dan b. d. pameran. Bidang Informasi Publik.

Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. (2) Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Bidang Informasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengemasan. pelaksanaan pengumpulan. dan pelayanan pengguna informasi. dan dokumentasi informasi. Subbidang Pelayanan Informasi. penyajian. penyajian. Pasal 674 (1) Subbidang Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengemasan. dan dokumentasi informasi.Pasal 671 Bidang Informasi Publik mempunyai tugas pelaksanaan pelayanan informasi publik serta pengelolaan informasi dan dokumentasi. dan b. Pasal 673 Bidang Informasi Publik terdiri atas: a. Pasal 676 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. dan pelayanan pengguna informasi. dan b. Pasal 675 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah dan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: 196 . pengelolaan. Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi. pengelolaan.

pelaksanaan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah. Pasal 681 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan tugas sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan b. (2) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah. BAB XIV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 680 Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional sesuai kebutuhan. dan b. 197 . Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah. pelaksanaan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat.a. Pasal 677 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. Pasal 678 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga Negara/ Pemerintah. Pasal 679 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Komunikasi Publik.

(2) Organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. BAB XVI TATA KERJA Pasal 684 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif wajib 198 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(1) (2) (3) (4) Pasal 682 Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. BAB XV UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 683 (1) Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis tertentu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dan dalam 199 . Pasal 687 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.menerapkan prinsip koordinasi. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (2) Dalam menyampaikan laporan kepada pimpinan satuan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 685 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugasnya masing-masing. Pasal 686 (1) Setiap laporan dari bawahan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

Inspektur Jenderal. Kepala Bagian.a. Pasal 691 (1) Wakil Menteri.b atau serendahrendahnya eselon II. Kepala Biro. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal. Sekretaris Jenderal.a. Direktur Jenderal. Inspektur. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 200 . Sekretaris Direktorat Jenderal.a.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan eselon I. Kepala Badan. BAB XVII ESELON. Sekretaris Badan dan Kepala Pusat adalah jabatan struktural eselon II. Pasal 690 Pejabat struktural eselon I. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Seksi. DAN PEMBERHENTIAN (1) (2) (3) (4) (5) Pasal 689 Sekretaris Jenderal. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sekretaris Inspektorat Jenderal.rangka bimbingan kepada bawahannya wajib mengadakan rapat berkala.a. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Subbagian. Inspektur Jenderal. PENGANGKATAN. Direktur. dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a.a.

Pasal 693 Perubahan pembagian obyek pengawasan Inspektorat yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. BAB XIX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 694 Semua peraturan pelaksanaan dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM. 201 . Pasal 695 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Menteri ini seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian sampai dengan diatur kembali berdasarkan Peraturan Menteri ini.27/HK.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Peraturan Menteri ini.BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 692 Perubahan atas organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

BAB XX PENUTUP Pasal 696 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini.27/HK. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2012 MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. Pasal 697 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. MARI ELKA PANGESTU Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 13 Februari 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. ttd. memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. ttd. Agar setiap orang mengetahuinya. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM. AMIR SYAMSUDIN 202 .

MM NIP.BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 196 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. ZAINI BUSTAMAN. SH. 19590617 198803 1 005 203 .

DESAIN. DAN IPTEK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF WAKIL MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STAF AHLI 204 INSPEKTORAT JENDERAL DITJEN PEMASARAN PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA PUSAT DATA DAN INFORMASI SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF NOMOR : PM.07/HK.

SEKRETARIAT JENDERAL 205 BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT DATA DAN INFORMASI PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BAGIAN RENCANA PROGRAM BAGIAN PENGANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA 206 SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM I SUBBAGIAN PENGANGGARAN I SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM II SUBBAGIAN PENGANGGARAN II SUBBAGIAN PELAPORAN KEMENTERIAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM III SUBBAGIAN ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PENGANGGARAN III DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PENYIAPAN BAHAN PIMPINAN SUBBAGIAN FASILITASI REFORMASI BIROKRASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI 207 SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN KEPARIWISATAAN SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM SUBBAGIAN PERENCANAAN PEGAWAI SUBBAGIAN PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN PERJANJIAN DAN RATIFIKASI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI HUKUM SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN 208 SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN I SUBBAGIAN TATA KELOLA PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN AKUNTANSI I SUBBAGIAN VERIFIKASI PENDAPATAN DAN BELANJA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN II SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PEMANTAUAN ANGGARAN DAN PNBP SUBBAGIAN AKUNTANSI II SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN KEUANGAN SUBBAGIAN REKONSILIASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN KERJA SAMA BILATERAL BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL ASEAN BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL NON ASEAN BAGIAN KERJA SAMA MULTILATERAL 209 SUBBAGIAN ASIA PASIFIK SUBBAGIAN ASEAN SUBBAGIAN INTRA KAWASAN SUBBAGIAN UNWTO SUBBAGIAN AMERIKA DAN EROPA SUBBAGIAN AFRIKA. TIMTENG. DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KAWASAN PERTUMBUHAN SUBBAGIAN MITRA WICARA ASEAN SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN I SUBBAGIAN KERJA SAMA EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN II SUBBAGIAN WTO DAN OI LAINNYA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN LAYANAN PENGADAAN 210 SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BMN SUBBAGIAN TATA USAHA WAMEN SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKJEN SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN PENGADAAN SUBBAGIAN PENGAMANAN SUBBAGIAN BIMBINGAN TEKNIS SUBBAGIAN TATA PERSURATAN .

INSENTIF. DAN EVENT . KONVENSI.DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 211 DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS.

EVALUASI. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 212 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. KEPEGAWAIAN.

I SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKSI PENGEMBANGAN POTENSI INVESTASI SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL. DAN IPTEK SEKSI PROMOSI INVESTASI . I SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL. II SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS MEDIA. DESAIN. II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL.DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN ZONA KREATIF SUBDIREKTORAT KAWASAN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SUBDIREKTORAT INVESTASI PARIWISATA 213 SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL.

DAN PAPUA BARAT .DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH II SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH III SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH IV 214 SEKSI WILAYAH BALI SEKSI WILAYAH NTB DAN NTT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH JAWA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA SEKSI WILAYAH SUMATERA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH PAPUA.

B .A SEKSI JASA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH I.B KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI SARANA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH II.DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SARANA PARIWISATA SUBDIREKTORAT JASA PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH II 215 SEKSI JASA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH I.A SEKSI SARANA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH II.

DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN DAN PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN KOMUNIKASI 216 SEKSI WILAYAH I SEKSI WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERANCANGAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KEMITRAAN MASYARAKAT SEKSI DOKUMENTASI SEKSI PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KELEMBAGAAN MASYARAKAT SEKSI KOMUNIKASI .

DAN EVENT . DAN EVENT 217 SEKSI PENGEMBANGAN WISATA SPA DAN KESEHATAN SEKSI PENGEMBANGAN WISATA OLAH RAGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PENGEMBANGAN WISATA KULINER SEKSI PENGEMBANGAN WISATA ALAM SEKSI FASILITASI WISATA KONVENSI. DAN EVENT SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BELANJA SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA SEKSI SARANA DAN PRASARANA WISATA KONVENSI.DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS KONVENSI. DAN EVENT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KULINER DAN BELANJA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA ALAM DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN REKREASI DAN HIBURAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KONVENSI. INSENTIF. INSENTIF. INSENTIF. INSENTIF.

INSENTIF.DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 218 DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. DAN MINAT KHUSUS DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFOMASI PARIWISATA . EVENT.

DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 219 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. KEPEGAWAIAN. EVALUASI. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFORMASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA DAN WIDYA WISATA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN PEMASARAN PARIWISATA 220 SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI WIDYA WISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT WILAYAH ASEAN SUBDIREKTORAT WILAYAH ASIA SUBDIREKTORAT WILAYAH TIMUR TENGAH DAN AFRIKA SUBDIREKTORAT WILAYAH AMERIKA DAN PASIFIK SUBDIREKTORAT WILAYAH EROPA 221 SEKSI WILAYAH ASIA SELATAN DAN BARAT SEKSI WILAYAH TIMUR TENGAH SEKSI WILAYAH ASIA TIMUR SEKSI WILAYAH AFRIKA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ASEAN I SEKSI WILAYAH AMERIKA SEKSI WILAYAH EROPA BARAT SEKSI WILAYAH ASEAN II SEKSI WILAYAH PASIFIK SEKSI WILAYAH EROPA TENGAH DAN TIMUR .

& BANGKA BELITUNG .DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH I SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH II SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH III SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH IV SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH V 222 SEKSI WILAYAH JAWA BARAT.I. BENGKULU. JAMBI. BANTEN. SUMSEL. RIAU DAN KEP.YOGYAKARTA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH JAWA TIMUR DAN NTT SEKSI WILAYAH PAPUA DAN PAPUA BARAT SEKSI WILAYAH LAMPUNG. JAWA TENGAH. DAN DKI JAKARTA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH BALI DAN NTB SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ACEH. DAN D. SUMUT.RIAU SEKSI WILAYAH SUMBAR.

DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT STRATEGI PENCITRAAN INDONESIA SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA CETAK SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA RUANG SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN KEMITRAAN 223 SEKSI PROMOSI MEDIA CETAK SEKSI PROMOSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA CETAK SEKSI PERENCANAAN PENCITRAAN INDONESIA SEKSI PROMOSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SEKSI PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENCITRAAN INDONESIA SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA NON-PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

EVENT. DAN MINAT KHUSUS SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE KORPORASI SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH SUBDIREKTORAT PROMOSI MINAT KHUSUS 224 SEKSI KORPORASI DALAM NEGERI SEKSI PEMERINTAH SEKSI WISATA BAHARI SEKSI KORPORASI LUAR NEGERI SEKSI NON PEMERINTAH SEKSI WISATA NON BAHARI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. INSENTIF.

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 225 DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. EVALUASI. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI . DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 226 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. KEPEGAWAIAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT FASILITASI INDUSTRI PERFILMAN SUBDIREKTORAT FESTIVAL DAN EKSIBISI FILM SUBDIREKTORAT SUBDIREKTORAT PRODUKSI FILM PRODUKSI SUBDIREKTORAT PEMASARAN FILM 227 SEKSI FESTIVAL FILM SEKSI PENGEMBANGAN KONTEN DAN LOKASI FILM SEKSI EKSIBISI FILM SEKSI PELAYANAN PRODUKSI FILM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FASILITASI USAHA PERFILMAN SEKSI DISTRIBUSI FILM SEKSI FASILITASI KEGIATAN PERFILMAN SEKSI PERTUNJUKAN FILM .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT INFRASTRUKTUR DAN DOKUMENTASI SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK 228 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI MUSIK SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SEKSI PEMASARAN INDUSTRI MUSIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUK SENI PERTUNJUKAN SEKSI PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PERTUNJUKAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SUBDIREKTORAT PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN APRESIASI 229 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA TERAPAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA MURNI SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA FOTOGRAFI SEKSI DISTRIBUSI DAN KOMERSIALISASI KARYA SENI RUPA SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SEKSI APRESIASI KARYA SENI RUPA .

DESAIN. DAN IPTEK SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 230 DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI .DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 231 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI . KEPEGAWAIAN. EVALUASI.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FILM ANIMASI DAN KOMIK SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TULISAN FIKSI DAN NON FIKSI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF AUDIO DAN VIDEO SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF PERIKLANAN 232 SEKSI TULISAN FIKSI SEKSI KARYA KREATIF AUDIO SEKSI KOMIK SEKSI TULISAN NON FIKSI SEKSI KARYA KREATIF VIDEO KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FILM ANIMASI SEKSI IKLAN CETAK SEKSI IKLAN ELEKTRONIK .

DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ARSITEKTUR DAN DESAIN INTERIOR SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI VISUAL SUBDIREKTORAT DESAIN PRODUK DAN KEMASAN SUBDIREKTORAT MODE 233 SEKSI ARSITEKTUR SEKSI DESAIN GRAFIS SEKSI KOMUNIKASI VISUAL SEKSI DESAIN PRODUK SEKSI DESAIN BUSANA SEKSI DESAIN INTERIOR SEKSI DESAIN KEMASAN SEKSI DESAIN NON BUSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT LISENSI TEKNOLOGI SUBDIREKTORAT SENTRA INOVASI DAN INKUBATOR BISNIS SUBDIREKTORAT SENTRA KREATIF SUBDIREKTORAT AKSES PEMBIAYAAN 234 SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA INOVASI SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN BANK SEKSI PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS SEKSI PENGELOLAAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN NON BANK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI LISENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SEKSI LISENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI .

INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL 235 INSPEKTORAT II INSPEKTORAT I INSPEKTORAT III .

ORGANISASI. DAN TATA LAKSANA BAGIAN UMUM 236 SUBBAGIAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERENCANAAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN .SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN EVALUASI BAGIAN ANALISIS DAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN BAGIAN KEPEGAWAIAN.

INSPEKTORAT I SUBBAGIAN TATA USAHA 237 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT II SUBBAGIAN TATA USAHA 238 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT III SUBBAGIAN TATA USAHA 239 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 240 PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF .

DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA . ORGANISASI.SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. EVALUASI. DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 241 SUBBAGIAN HUKUM. DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN MUTASI PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN. DATA. ORGANISASI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN 242 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF 243 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 244 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN BIDANG PENGEMBANGAN SDM EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA .

PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 245 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KOMPETENSI KEPARIWISATAAN BIDANG KOMPETENSI EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA .

PUSAT DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PENGELOLAAN DATA BIDANG PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI 246 SUBBIDANG PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG PENYIMPANAN DAN PELAYANAN DATA SUBBIDANG SISTEM APLIKASI SUBBIDANG JARINGAN DAN INFRASTRUKTUR .

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM 247 BIDANG PENYELENGGARAAN SUBBIDANG PROGRAM KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL SUBBIDANG KERJA SAMA SUBBIDANG DIKLAT STRUKTURAL BIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA .

ttd ZAINI BUSTAMAN. MM NIP.PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PUBLIKASI DAN ANILISIS BERITA BIDANG INFORMASI PUBLIK BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA 248 SUBBIDANG PUBLIKASI DAN PEMBERITAAN SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG ANALISIS BERITA SUBBIDANG PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NON PEMERINTAH Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. ttd MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. SH. 19590617 198803 1 005 MARI ELKA PANGESTU .

249 .

250 .

251 .