PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.

001/MPEK/2012

TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2012 REPUBLIK INDONESIA

i

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena buku "Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dapat diterbitkan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 serta Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Dalam tatanan kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat tugas-tugas kementerian yang bersifat teknis dan diselenggarakan oleh organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Adapun ketentuan mengenai organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dimaksud, ditetapkan secara tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan diterbitkannya buku Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. i

Demikian, semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua. Jakarta, Februari 2012 Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi,

Drs. Turman Siagian, M.Si NIP.19630604 198303 1 001

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................ PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ................................ BAB I BAB II BAB III KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI ....................... SUSUNAN ORGANISASI ........................................... SEKRETARIAT JENDERAL ............................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ........................ Bagian Ketiga : Biro Perencanaan dan Organisasi .. Bagian Keempat : Biro Hukum dan Kepegawaian ...... Bagian Kelima : Biro Keuangan.................................. Bagian Keenam : Biro Kerja Sama Luar Negeri............ Bagian Ketujuh : Biro Umum....................................... DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA................................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi......................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ....... Bagian Keempat : Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata................... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata ..................................... Bagian Keenam : Direktorat Industri Pariwisata.......... Bagian Ketujuh : Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata ..... iii i iii

1 3 5 6 6 7 8 14 20 26 32 37 37 38 38 44 50 56 62

BAB IV

........ 81 Bagian Kelima : Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri.................................. 93 Bagian Ketujuh : Direktorat Pencitraan Indonesia .. 136 Bagian Pertama : Kedudukan.......... 74 Bagian Pertama : Kedudukan........................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi...... Bagian Keenam : Direktorat Pengembangan Seni Rupa .................. Insentif...... Bagian Pertama : Kedudukan........... dan Fungsi........................... 136 Bagian Kedua : Susunan Organisasi.................................................. 100 Bagian Kedelapan : Direktorat Promosi Konvensi.. 75 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata ........ Tugas...... Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Industri Perfilman ............. Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik ..... DESAIN... dan Minat Khusus.............. dan Fungsi.........Bagian Kedelapan: Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus.... dan Event .................. Konvensi.......... dan Fungsi ...................................................... 75 Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal .......................... Tugas.... 137 iv ......... 112 112 113 114 119 125 130 BAB VI BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA...... 68 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA ................. DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI...... 74 Bagian Kedua : Susunan Organisasi............. 87 Bagian Keenam : Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri... Event... Insentif.......... 108 DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA .......... Tugas..................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal .

.......... 169 Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ............. Tugas dan Fungsi...................................................................... BAB IX 159 159 160 160 165 166 167 BAB X BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ............... Bagian Keempat : Inspektorat I ....................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi.......................................... 168 Bagian Kedua : Susunan Organisasi................................. Bagian Kelima : Inspektorat II ....................................... 175 Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif ............... 184 STAF AHLI...... Bagian Keenam : Inspektorat III ................................................................ 143 Bagian Kelima : Direktorat Desain dan Arsitektur......... 154 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL ......................... Bagian Pertama : Kedudukan................................... 178 Bagian Keenam : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif................... 138 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media........ 194 v ........... dan Fungsi................................. 186 PUSAT DATA DAN INFORMASI ....... 180 Bagian Ketujuh : Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif ..... 188 BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI .... Tugas..... 149 Bagian Keenam : Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi .................. 190 BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK ............................... Bagian Ketiga : Sekretariat Inspektorat Jenderal ........ 168 Bagian Pertama : Kedudukan.................. 169 Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan.........Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal .

..............................................250 vi ................................ PENGANGKATAN..............BAB XIV BAB XV BAB XVI BAB XVII BAB XIX BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ......... DAN PEMBERHENTIAN 200 KETENTUAN PERALIHAN ........ 198 ESELON.......................................... 197 UNIT PELAKSANA TEKNIS ........................ 202 BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN ................. 201 PENUTUP .......... 204 ..................................................................................... 198 TATA KERJA. 201 Lampiran ......................................................

Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.07/HK. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Tugas. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. serta dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pariwisata dan ekonomi 1 . Tugas.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA.PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.

kreatif. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. 2. SuratPersetujuanMenteriPendayagunaanAparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor:B/307/M. Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Tugas. Memperhatikan: 2 . dipandang perlu menetapkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tugas. PAN-RB/1/2012 tanggal 27 Januari 2012. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011 3. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011.

TUGAS. yaitu: a. Pasal 2 Dalam memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 5 Ruang lingkup bidang tugas Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.BAB I KEDUDUKAN. dan b. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengoordinasikan pencapaian kebijakan strategis lintas unit 3 . Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dibantu oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 4 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 3 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

melaksanakan pengendalian reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 7 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pariwisata dan ekonomi 4 . b. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan program kerja dan kontrak kinerja. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam penilaian dan penetapan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. melaksanakan pengendalian dan pamantauan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada acara tertentu dan/atau memimpin rapat sesuai dengan penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan tugas khusus yang diberikan langsung oleh Presiden atau melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 6 Rincian tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 meliputi: a. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam proses pengambilan keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.organisasi eselon I di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan i. h. d. e. f. c. g. dalam hal tertentu.

pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. perumusan. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 9 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. penetapan. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.kreatif dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. 5 . Pasal 8 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. dan e. Inspektorat Jenderal. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Jenderal. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. e. g. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. d. d. c. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah. dan pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. b. b. f.

Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: 6 .h. Pasal 11 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. Pusat Komunikasi Publik. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga. Pusat Data dan Informasi. dan n. k. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Tugas. pembinaan. dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif. j. dan Fungsi Pasal 10 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pemimpin yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. i. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. (2) Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. m. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi. l.

Biro Keuangan. kerja sama. Biro Perencanaan dan Organisasi. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Biro Kerja Sama Luar Negeri. kerumahtanggaan. c. e. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. keuangan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 13 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. dan e. koordinasi kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. kepegawaian. arsip dan dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. c. d. 7 . d. b. dan hubungan masyarakat. Biro Umum. Biro Hukum dan Kepegawaian. f.a.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Organisasi Pasal 14 Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana program, penganggaran, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Biro Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana program; b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan anggaran; c. pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran; d. pelaksanaan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan ketatalaksanaan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 16 Biro Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. Bagian Rencana Program; b. Bagian Penganggaran; c. Bagian Evaluasi dan Pelaporan; d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 17 Bagian Rencana Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan dan koordinasi 8

perumusan dan penyusunan kebijakan rencana program Kementerian. Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Bagian Rencana Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 19 Bagian Rencana Program terdiri atas: a. Subbagian Rencana Progam I; b. Subbagian Rencana Program II; dan c. Subbagian Rencana Program III.

9

Pasal 20 (1) Subbagian Rencana Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah. (2) Subbagian Rencana Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Rencana Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan, Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 21 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 22 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian; 10

b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran, dan Rancangan Bahan Nota Keuangan, serta Penetapan Kinerja kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro yang meliputi: penyiapan bahan pameran, kepegawaian, rapat-rapat, tata persuratan dan kearsipan, serta urusan rumah tangga Biro. Pasal 23 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. Subbagian Penganggaran I; b. Subbagian Penganggaran II; dan c. Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro. Pasal 24 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran dan Rancangan Bahan Nota Keuangan serta Penetapan Kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, dan Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro. 11

Pasal 25 Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program dan anggaran, serta penyusunan laporan Kementerian dan penyiapan bahan sidang/rapat pimpinan. Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. Pasal 27 Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program; b. Subbagian Pelaporan Kementerian; dan c. Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan. Pasal 28 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Pelaporan Kementerian mempunyai tugas 12

koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. evaluasi. analisis beban kerja.melakukan penyiapan bahan penelaahan. dan c. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 31 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: 13 . serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan penelaahan. b. pengolahan. serta fasilitasi reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi. penyiapan bahan penelaahan. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. pengolahan. tata laksana. dan pedoman kerja. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. standar prosedur kerja/ SOP. Pasal 29 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi. kriteria. dan pengembangan jabatan fungsional. tata cara. analisis jabatan. koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. analisis. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi jabatan. (3) Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dokumentasi. koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian. analisis.

dan c. analisis. Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan penelaahan. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi jabatan. serta melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. standar prosedur kerja/SOP. kriteria. evaluasi. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. tata cara. Pasal 34 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. b. penyusunan analisis jabatan. Pasal 32 a. c. penelaahan dan bantuan hukum. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. Biro Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: 14 . dokumentasi.a. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi. Bagian Keempat Biro Hukum dan Kepegawaian Pasal 33 Biro Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional. dan pedoman kerja. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subbagian Tata Laksana. evaluasi. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. analisis beban kerja. analisis.

dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan perjanjian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan penyusunan formasi. Pasal 36 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang 15 . pelaksanaan penelaahan dan bantuan hukum. perumusan. penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 37 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan bahan koordinasi. d.a. pelaksanaan urusan mutasi pegawai. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. dan e. Pasal 35 Biro Hukum dan Kepegawaian terdiri atas: a. c. Bagian Peraturan Perundang-undangan. pengadaan. dan e. c. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan. pengembangan serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. b. b.

Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif. Pasal 40 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan bantuan hukum. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. b. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: 16 . (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. (3) Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan c. Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Pasal 39 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 38 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. Pasal 41 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 40.kepariwisataan dan ekonomi kreatif. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Subbagian Penelaahan Hukum.a. penyuluhan hukum. Pasal 44 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyusunan formasi. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. b. Subbagian Bantuan Hukum. pengadaan. Pasal 42 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. b. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. dan c. penyiapan bahan penelaahan hukum di lingkungan Kementerian. Pasal 43 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan advokasi dan pemberian bantuan hukum di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 45 tugas sebagaimana 17 Dalam melaksanakan dimaksud dalam . Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum. penyiapan bahan bantuan hukum di lingkungan Kementerian. dan c. pengembangan. serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. (3) Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum.

18 . pelaksanaan urusan disiplin. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. penyusunan formasi. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. dan pemberian tanda penghargaan pegawai serta Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dan pembinaan mental pegawai. dan pemberian tanda penghargaan pegawai. dan c.Pasal 44. pengembangan pegawai. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan disiplin. Pasal 47 (1) Subbagian Perencanaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. Subbagian Perencanaan Pegawai. penyiapan bahan analisis kebutuhan. penyusunan formasi. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. b. dan pengadaan pegawai. kesejahteraan. dan pengadaan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 46 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. kesejahteraan. Pasal 48 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. b. dan c. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. pengembangan pegawai.

tata usaha pegawai. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. kenaikan gaji berkala. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan urusan dokumentasi. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. Pasal 51 (1) Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. 19 . serta pemberhentian dan pensiun pegawai. b. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian. tata usaha pegawai. database pegawai. dan c. Pasal 50 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas: a. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. b.Pasal 49 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48. kenaikan gaji berkala. dan c. dan tata usaha Biro. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan. (3) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. database pegawai. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. dan tata usaha Biro.

dan penyelesaian kerugian keuangan Negara. serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan. c. dan e. b. 20 . pelaksanaan verifikasi realisasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara.Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 52 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengoordinasian pengelolaan pelaksanaan anggaran. serta rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Bagian Pelaksanaan Anggaran. akuntansi. dan Verifikasi anggaran di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. perbendaharaan. pengelolaan anggaran. dan koordinasi. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 52. Bagian Perbendaharaan. evaluasi. pelaksanaan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan keuangan serta evaluasi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. d. Bagian Akuntansi. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. b. Pasal 54 Biro Keuangan terdiri atas: a. pelaksanaan penataan pengelolaan perbendaharaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.

penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi. evaluasi. evaluasi. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. evaluasi. Bagian Verifikasi Anggaran. pengelolaan anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kementerian. dan koordinasi. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Pasal 55 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 55. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. dan Pusat Komunikasi Publik. Desain. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Inspektorat Jenderal. b.d. koordinasi. evaluasi. Pusat Data dan Informasi. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. dan 21 . dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan c. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal.

serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi. evaluasi. Pasal 59 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Desain. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: 22 . koordinasi. evaluasi. dan penyelesaian kerugian keuangan negara. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 59. Inspektorat Jenderal. Pusat Data dan Informasi. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. dan Pusat Komunikasi Publik. Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Pasal 58 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.c. (3) Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. koordinasi.

Pasal 62 (1) Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro. penyiapan bahan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian.a. dan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pembinaan. (3) Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. evaluasi. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. dan c. koordinasi dan pertimbangan masalah perbendaharaan. serta urusan tata usaha Biro. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. pemantauan. b. koordinasi. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. dan c. dan penetapan pengelola Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran di lingkungan Kementerian. Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan. b. serta urusan tata usaha Biro. 23 . (2) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pemantauan.

serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan. Desain.Pasal 63 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan di lingkungan Kementerian. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Inspektorat Jenderal. Subbagian Akuntansi I. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan c. Subbagian Akuntansi II. Pasal 66 (1) Subbagian Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 65 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. dan Pusat Komunikasi Publik. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi dan penyusunan laporan 24 . koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pusat Data dan Informasi. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. dan c. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 63. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. b.

penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Inspektorat Jenderal. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian.neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 67 Bagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melaksanakan verifikasi realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. dan Pusat Komunikasi Publik. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 68 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 67. Bagian Verifikasi Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 69 Bagian Verifikasi Anggaran terdiri atas: 25 . Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pusat Data dan Informasi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Desain. (2) Subbagian Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

c. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional ASEAN. dan multilateral di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. regional non ASEAN. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. (2) Subbagian Rekonsiliasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia.a. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. dan b. Bagian Keenam Biro Kerja Sama Luar Negeri Pasal 71 Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan kerja sama antar negara secara bilateral. Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja. b. Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan 26 . regional ASEAN. Subbagian Rekonsiliasi. Pasal 70 (1) Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan kementerian.

Bagian Kerja Sama Bilateral. Bagian Kerja Sama Multilateral. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. evaluasi. Pasal 74 Bagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan dunia. dan e. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Asia Pasifik. Bagian Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. evaluasi. pemantauan. b. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional non ASEAN. c. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Amerika dan Eropa. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. penyiapan bahan koordinasi. pelaksanaan penyiapan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. pemantauan. d. dan c. penyiapan bahan koordinasi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN. d. analisis. penyiapan bahan koordinasi.Dunia. Pasal 73 Biro Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. b. analisis. analisis. evaluasi. 27 .

(3) Subbagian Afrika. dan Tata Usaha Biro. Subbagian Asia Pasifik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Asia Pasifik. Subbagian Afrika. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Afrika dan Timur Tengah. analisis. pemantauan. analisis. Pasal 77 (1) Subbagian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN menyelenggarakan fungsi: 28 . Subbagian Amerika dan Eropa. pemantauan. Pasal 76 Bagian Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. (2) Subbagian Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan c. Timur Tengah. Pasal 79 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 78. Timur Tengah.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Afrika dan Timur Tengah. serta urusan tata usaha biro. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Amerika dan Eropa. pemantauan. analisis. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 78 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Organisasi ASEAN dan Kawasan Pertumbuhan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara.

pemantauan. dan c. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. analisis. dan c. Subbagian Kawasan Pertumbuhan. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mitra wicara ASEAN. Pasal 82 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan 29 . (2) Subbagian Mitra Wicara ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan negara-negara Mitra Wicara ASEAN. Pasal 81 (1) Subbagian ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian ASEAN. analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. pemantauan. b. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. (3) Subbagian Kawasan Pertumbuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. analisis. Subbagian Mitra Wicara ASEAN. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. evaluasi. pemantauan. b. Pasal 80 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN terdiri atas: a. pemantauan. analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. pemantauan. analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN.a.

penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di Antar kawasan Asia Pasifik dengan kawasan Amerika Latin. Pasal 84 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN terdiri atas: a. evaluasi. pemantauan. b. pemantauan.dunia. evaluasi 30 . (3) Subbagian Antar Kawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. dan c. analisis. Subbagian Intra Kawasan. pemantauan. evaluasi. analisis. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. analisis. analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama intra kawasan Asia Pasifik. penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. pemantauan. (2) Subbagian Antar Kawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan II. Antar kawasan kawasan Asia dan Eropa. Pasal 85 (1) Subbagian Intra Kawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan I. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Antar Kawasan I. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di luar kawasan ASEAN. antar kawasan Asia dan Afrika. analisis. Subbagian Antar Kawasan II. dan c. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam kawasan Asia Pasifik.

dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pada kawasan kepulauan Pasifik. evaluasi. b. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian UNWTO. dan kerja sama kawasan Indian Ocean. evaluasi. Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif. analisis. dan pada organisasi-organisasi D-8 dan G-20. analisis. analisis. analisis. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 86. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. b. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi Internasional lainnya. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan UNWTO. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 88 Bagian Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. pemantauan. pemantauan. dan c. Pasal 86 Bagian Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. Bagian Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama UNWTO. pemantauan. evaluasi. Subbagian WTO dan OI Lainnya. (2) Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif mempunyai tugas 31 . evaluasi. Pasal 89 (1) Subbagian UNWTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan c. pemantauan.

(3) Subbagian WTO dan OI Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pasal 91 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90. pelaksanaan urusan layanan pengadaan barang/jasa. d. analisis. dan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi internasional lainnya. analisis. Bagian Rumah Tangga. perlengkapan dan rumah tangga. b. evaluasi. c. b. d. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. c.melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. pemantauan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 90 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. pelaksanaan urusan perlengkapan. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan. dan e. Pasal 92 Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Layanan Pengadaan. dan 32 . pemantauan. pelaksanaan urusan rumah tangga. serta layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

d. c. tata usaha Staf Ahli. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. dan e. Subbagian Tata Usaha Menteri.e. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 93. 33 . Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. tata usaha Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan keprotokolan. b. d. serta urusan keprotokolan. dan e. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 96 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. tata usaha Wakil Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Protokol. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. c.

b. b. pencatataan dan penyusunan daftar inventaris. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. dan evaluasi pengelolaan. (3) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. pemantauan. dan pendistribusian barang inventaris.(2) Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. Pasal 99 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. serta penghapusan barang inventaris di lingkungan Kementerian. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemeliharaan. Pasal 98 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 97. (4) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. pelaporan. dan analisis kebutuhan pengadaan barang inventaris kantor. dan c. (5) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Subbagian Penatausahan Barang Milik Negara (BMN). analisis. pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris. dan 34 . penyusunan rencana kebutuhan. Subbagian Pemeliharaan. Pasal 97 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan penatausahaan Barang Milik Negara. penyiapan bahan pemantauan. penyimpanan.

pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. dan pendistribusian barang inventaris kantor. pencatatan dan pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris serta penghapusan barang inventaris di lingkungan kementerian. b. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. analisis. Pasal 101 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan gaji dan kesehatan pegawai. penyimpanan. dan evaluasi pengelolaan. Pasal 103 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: 35 . Subbagian Analisis Kebutuhan.c. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. (3) Subbagian Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. Pasal 102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101. pengamanan. dan c. pelaksanaan urusan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. serta urusan tata usaha Biro. Pasal 100 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

serta urusan tata usaha Biro. Pasal 107 Bagian Layanan Pengadaan terdiri atas: a. dan pelaksanaan layanan. pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Bagian Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. Subbagian Urusan Dalam. 36 . dan b. Pasal 104 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan sekretariat jenderal. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 105. Subbagian Pengamanan. Subbagian Bimbingan Teknis. dan b.a. Subbagian Pelaksanaan Pengadaan. (3) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan kantor. serta bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Pasal 105 Bagian Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. b. dan c. Subbagian Tata Persuratan.

BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan.Pasal 108 (1) Subbagian Pelaksanaan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tugas. Pasal 110 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengembangan destinasi pariwisata. (2) Subbagian Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 37 . (2) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal.

dan Event. prosedur. dan f. c. d. b. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. dan kriteria di bidang pengembangan destinasi pariwisata. pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. b. perumusan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Sekretariat Direktorat Jenderal. Insentif. Direktorat Industri Pariwisata.a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. c. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata. standar. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata. penyusunan norma. d. e. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata. dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi 38 . Konvensi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata.

di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal; b. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pengelolaan urusan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal; c. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal; dan d. pengelolaan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 115 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama; b. Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum dan Informasi; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 116 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan dan evaluasi, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 39

Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116, Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran; b. Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan, pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.

40

Pasal 120 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan, penelaahan dan bantuan hukum, pelaksanaan pengelolaan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120, Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan, penelaahan, dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; b. perencanaan, pengembangan, pengangkatan, kepangkatan, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 122 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Hukum; b. Subbagian Kepegawaian; dan c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 123 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan 41

penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 126 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

42

Pasal 127 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 130 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: 43

Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a.a. b. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. dan c. perawatan. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. standar. Pasal 131 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. prosedur. penyusunan norma. pengamanan sarana dan prasarana kantor. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang 44 . serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Persuratan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi dan investasi pariwisata. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Pasal 132 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria di bidang perancangan destinasi pariwisata. e. penyusunan norma. prosedur. Subbagian Tata Usaha. c. serta 45 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. Pasal 135 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif. Subdirektorat Investasi Pariwisata. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. b. pengembangan zona kreatif. c. standar. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 134 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata terdiri atas: a. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. pengembangan zona kreatif. dan d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi pariwisata. dan d. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kawasan ekonomi khusus pariwisata. penyiapan penyusunan norma. prosedur.perancangan destinasi pariwisata. standar. pengembangan zona kreatif. prosedur. b. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. dan f.

dan Kalimantan. Pasal 137 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Sumatera. prosedur. penyusunan norma. Bali. penyusunan norma. dan kriteria. 46 . prosedur. Maluku Utara. dan kriteria. prosedur. Papua. Banten. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Jawa Timur. dan Papua Barat. Pasal 139 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Jawa Tengah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah II. DKI Jakarta. dan kriteria. (2) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. Nusa Tenggara Timur. standar. Pasal 138 (1) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. dan kriteria. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan kawasan pengembangan destinasi pariwisata.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah I. Nusa Tenggara Barat. dan b. Maluku. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I. prosedur. Jawa Barat. penyusunan norma.

Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Sumatera. dan b. dan Papua Barat. Papua. penyusunan norma. Nusa Tenggara Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Jawa Timur. prosedur. Maluku. DKI Jakarta. dan kriteria. Jawa Tengah. dan Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah I. Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 47 . dan kriteria. penyusunan norma. standar. prosedur. standar. Banten. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah II. Nusa Tenggara Timur. standar. penyusunan norma. Pasal 142 (1) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II. dan kriteria. standar. dan kriteria. (2) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bali. prosedur. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 141 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. penyusunan norma. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I.Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Barat.

Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. standar. prosedur. prosedur. 48 . prosedur. Pasal 146 (1) Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan iptek. Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif. Pasal 145 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. penyusunan norma. standar. Desain. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. standar. dan kriteria.Pasal 143 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. desain. dan kriteria. dan Iptek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. Desain. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. (2) Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. dan b. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. dan Iptek. dan kriteria.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.prosedur. Pasal 147 Subdirektorat Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. standar. Seksi Promosi Investasi. Pasal 149 Subdirektorat Investasi Pariwisata terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Potensi Investasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. dan iptek. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang investasi pariwisata. dan kriteria. standar. 49 . dan b. standar. dan kriteria. standar. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. prosedur. desain. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. Pasal 150 (1) Seksi Pengembangan Potensi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

b. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata menyelenggarakan fungsi: a. II. III. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan pariwisata. II. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Pasal 152 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 151 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kawasan pariwisata. 50 . dan d. dan kriteria di bidang pengembangan kawasan pariwisata. prosedur. dan daya tarik wisata di wilayah I. penyusunan norma.(2) Seksi Promosi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata. standar. standar. standar. prosedur. dan IV. III. dan daya tarik wisata di wilayah I. dan IV. III. Pasal 153 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. c. dan kriteria. dan IV. II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. prosedur. dan daya tarik wisata di wilayah I. penyiapan penyusunan norma. penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah c.Pasal 154 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata terdiri atas: a. dan f. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. II. Pasal 156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155. Subbagian Tata Usaha. standar. I. Pasal 155 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. IV. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah e. Pasal 157 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I terdiri atas: 51 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. III. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah d. dan kriteria. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah b. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. prosedur. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa dan Sumatera.

prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. prosedur. standar. prosedur. standar. dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. Nusa Tenggara Barat. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. dan kriteria. standar. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang 52 . standar. dan kriteria. Seksi Wilayah Sumatera. Seksi Wilayah Jawa. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. prosedur. Pasal 159 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 158 (1) Seksi Wilayah Jawa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. prosedur.pengembangan pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan kriteria. standar. Seksi Wilayah Bali. dan b. dan kriteria. Pasal 161 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II terdiri atas: a. Pasal 163 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. prosedur. standar. penyusunan norma. Pasal 162 (1) Seksi Wilayah Bali mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 . (2) Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. dan kriteria.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Seksi Wilayah Kalimantan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. standar. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. penyusunan norma. Pasal 166 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. standar. Seksi Wilayah Sulawesi. Pasal 167 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.163. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di 54 . Pasal 165 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata wilayah III terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. prosedur. penyusunan norma. prosedur.

Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 55 . dan Papua Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara. Pasal 170 (1) Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. prosedur. prosedur. dan b.bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku. prosedur. Maluku Utara. dan kriteria. prosedur. Pasal 169 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. standar. dan b. Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat. standar. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Papua. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria.

penyusunan norma. Pasal 174 Direktorat Industri Pariwisata terdiri atas: 56 . standar. prosedur.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan jasa pariwisata. Pasal 173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. dan d. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. penyiapan penyusunan norma. prosedur. b. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang industri pariwisata. d. dan kriteria di bidang sarana dan jasa pariwisata. Direktorat Industri Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 171 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. Bagian Keenam Direktorat Industri Pariwisata Pasal 172 Direktorat Industri Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan jasa pariwisata.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. dan kriteria. Seksi Sarana Pariwisata I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. Subdirektorat Sarana Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. jasa makanan dan minuman. f. dan kriteria. dan b. b. c. d. Subdirektorat Sarana Pariwisata. penyusunan norma. Pasal 177 Subdirektorat Sarana Pariwisata terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 175 Subdirektorat Sarana Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Jasa Pariwisata. standar. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II. Seksi Sarana Pariwisata II. dan Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan norma.a. standar. e. Subbagian Tata Usaha. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta tirta dan spa. penyusunan norma. standar. prosedur. dan b. 57 . prosedur.

prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata. jasa konsultan pariwisata. dan kriteria. jasa makanan dan minuman. dan kriteria. jasa informasi pariwisata. dan kriteria. penyusunan norma. standar. Subdirektorat Jasa Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. standar. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. dan pameran. (2) Seksi Sarana Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. prosedur. standar. serta tirta dan spa. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa perjalanan wisata. prosedur. insentif. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. penyusunan norma. konvensi. dan kriteria. Pasal 179 Subdirektorat Jasa Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.Pasal 178 (1) Seksi Sarana Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 58 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa transportasi wisata.

Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. insentif. konvensi. (2) Seksi Jasa Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Jasa Pariwisata I.Pasal 181 Subdirektorat Jasa Pariwisata terdiri atas: a. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. dan kriteria. dan Nusa Tenggara Timur. dan b. jasa informasi pariwisata. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 183 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 182 (1) Seksi Jasa Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bali. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. penyusunan norma. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penyusunan norma. Seksi Jasa Pariwisata II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa transportasi wisata. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa perjalanan wisata. dan pameran. jasa konsultan pariwisata. Jawa. prosedur. serta 59 . dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. Nusa Tenggara Barat. standar.

dan kriteria. dan b. standar. dan b. 60 . penyusunan norma. Pasal 185 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I terdiri atas: a. standar.A. Seksi Wilayah I. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. prosedur. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.B. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. standar. Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. prosedur. Pasal 186 (1) Seksi Wilayah I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. prosedur.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. Maluku. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 187 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Maluku Utara. standar. prosedur. (2) Seksi Wilayah I.

standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. dan kriteria. prosedur. (2) Seksi Wilayah II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku.Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. penyusunan norma. dan kriteria.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 190 (1) Seksi Wilayah II. 61 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. dan b. Maluku Utara. Seksi Wilayah II.A. Papua dan Papua Barat. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. standar.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Sulawesi.B. penyusunan norma. prosedur. Pasal 189 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II terdiri atas: a. bdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Maluku Utara. Papua dan Papua Barat. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah II. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. prosedur. penyiapan penyusunan norma.Pasal 191 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. standar. 62 . kemitraan dan kelembagaan masyarakat. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. dan kriteria di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. prosedur. dan d. serta dokumentasi dan komunikasi. standar. Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. serta dokumentasi dan komunikasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata. penyusunan norma. peningkatan kapasitas masyarakat desa. serta dokumentasi dan komunikasi. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Pasal 192 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. peningkatan kapasitas masyarakat desa. peningkatan kapasitas masyarakat desa.

penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. prosedur. Pasal 195 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 197 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pariwisata terdiri atas: 63 Pemberdayaan . Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma. b. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. d. standar. dan kriteria. dan f. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi. standar. prosedur.Pasal 194 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan pariwisata.

prosedur. standar. Pasal 198 (1) Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. standar. prosedur.a. penyusunan norma. Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah II. dan kriteria. dan b. standar. dan b. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah I. penyusunan norma. standar. dan kriteria. 64 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 199 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa. standar. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. (2) Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. penyusunan norma. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Banten. Seksi Wilayah II. standar. penyusunan norma. dan Kalimantan Tengah. Sulawesi Tengah. Kalimantan Barat. 65 . (2) Seksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Maluku. Sulawesi Barat. Pasal 202 (1) Seksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. dan b. Sumatera Selatan. dan kriteria. Nusa Tenggara Timur. Kalimantan Timur. Bangka Belitung. standar. prosedur. DKI Jakarta. prosedur. Maluku Utara. Papua Barat. Sumatera Barat. Pasal 203 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan dan kelembagaan masyarakat. Lampung. standar. Papua. Jawa Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Aceh. dan Sulawesi Tenggara. prosedur. Gorontalo. penyusunan norma. Jawa Barat. Kepulauan Riau.Pasal 201 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. Bengkulu. Sulawesi Utara. Sumatera Utara. dan kriteria. dan kriteria. Bali. Seksi Wilayah I. Riau. penyusunan norma. Jambi. Kalimantan Selatan. Jawa Tengah. Sulawesi Selatan.

prosedur. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Pasal 205 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat terdiri atas: a. 66 . penyusunan norma. Pasal 206 (1) Seksi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. penyusunan norma. Seksi Kelembagaan Masyarakat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. Pasal 207 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma.Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. dan b. standar. prosedur. Seksi Kemitraan Masyarakat. (2) Seksi Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat.

dan kriteria.penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Dokumentasi. 67 . dan kriteria. penyusunan norma. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Komunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Pasal 209 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. Pasal 210 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Komunikasi. standar. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan komunikasi. standar.

Insentif. rekreasi dan hiburan. penyusunan norma. dan event. insentif. rekreasi dan hiburan. dan event. rekreasi dan hiburan. Konvensi. konvensi. insentif. dan event. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. dan Event Pasal 212 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Konvensi. Bagian Kedelapan Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. insentif. dan kriteria di bidang pengembangan wisata kuliner. standar. c. insentif. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan d. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. Konvensi. dan Event mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. dan event.Pasal 211 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata minat khusus. wisata belanja. wisata belanja. Insentif. Insentif. wisata belanja. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan wisata kuliner. 68 . prosedur. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. standar.

prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner dan belanja. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. e. dan b. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. Insentif. dan Event terdiri atas: a. Konvensi. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. c. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan Event. Pasal 215 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan. standar. prosedur. dan f. Insentif. dan kriteria. standar. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. penyusunan norma. dan kriteria. d.Pasal 214 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. 69 .

70 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan rekreasi dan hiburan. standar. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Pengembangan Wisata Kuliner. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Wisata Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. Pasal 218 (1) Seksi Pengembangan Wisata Kuliner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.Pasal 217 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja terdiri atas: a. Pasal 219 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Pengembangan Wisata Belanja. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. dan b. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. standar.

dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan. penyusunan norma. (2) Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 221 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan terdiri atas: a. prosedur. standar. dan kriteria. standar. standar. standar. Pasal 222 (1) Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.penyusunan norma. prosedur. Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. prosedur. dan kriteria. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. Pasal 223 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam dan budaya. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. 71 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan.

dan kriteria. dan event. (2) Seksi Pengembangan Wisata Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata konvensi. standar. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. 72 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. insentif. penyusunan norma. prosedur. standar. dan kriteria. Insentif dan Event mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. Seksi Pengembangan Wisata Alam. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 225 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya terdiri atas: a. Pasal 227 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. standar. prosedur. Pasal 226 (1) Seksi Pengembangan Wisata Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. prosedur. Seksi Pengembangan Wisata Budaya.penyusunan norma.

penyusunan norma. insentif. dan kriteria. Insentif. dan kriteria. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. penyusunan norma. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 230 (1) Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. penyusunan norma. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 229 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. insentif. standar. prosedur. dan event. penyusunan norma. insentif. dan kriteria. dan b. standar. Insentif. 73 . dan Event terdiri atas: a. Insentif. insentif. dan Event. dan Event. dan event. standar. dan kriteria. Insentif.Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. dan event. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. Insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. prosedur. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. dan b. standar. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. dan event. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi.

Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan norma. Pasal 233 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasaran pariwisata. dan 74 . BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. b. dan kriteria di bidang pemasaran pariwisata. prosedur. d. pelaksanaan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. perumusan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. dan Fungsi Pasal 232 (1) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tugas.Pasal 231 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. (2) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran pariwisata.

Sekretariat Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri. dan Minat Khusus. dan pelaporan. Direktorat Promosi Konvensi. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. dan f. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 235 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. pemantauan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 236 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. evaluasi. e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Direktorat Pencitraan Indonesia. serta penataan 75 . b. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri. Sekretariat Direktorat Jenderal. b.e. pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. c. Event. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata. Insentif. d.

Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Kepegawaian. pengelolaan urusan tata persuratan. Bagian Hukum. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. d. dan perlengkapan.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. dan c. pemantauan. b. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Pasal 239 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. 76 . b. Pasal 238 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. rumah tangga. Bagian Umum dan Informasi. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan dan evaluasi. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan d. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. c.

dan bantuan hukum di lingkungan 77 . dan Pelaporan. dan c. Subbagian Pemantauan. Subbagian Kerja Sama. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. evaluasi. Evaluasi. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Evaluasi. penelaahan dan bantuan hukum. (2) Subbagian Pemantauan. Kepegawaian. koordinasi. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal.Pasal 241 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Bagian Hukum. Pasal 243 Bagian Hukum. b. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. penelaahan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. Kepegawaian.

dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. perencanaan. b. perumusan. Pasal 247 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. dan c. pengangkatan. pengembangan. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. 78 . evaluasi. dan c. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. pengadaan. pengembangan. pemberhentian. Pasal 246 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. kepangkatan. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Hukum. b.Direktorat Jenderal. Pasal 245 Bagian Hukum. perpindahan tempat kerja.

b. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. dan c. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. 79 . serta tata usaha keuangan. Pasal 249 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. pengelolaan penggunaan. b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. Pasal 250 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji.

Rumah Tangga dan Perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian b. pengamanan sarana dan prasarana kantor. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251.Pasal 251 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. b. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. dan Data dan Informasi. dan perlengkapan. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. perawatan. Pasal 253 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum a. rumah tangga. Subbagian c. pengelolaan urusan tata persuratan. dan c. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pasal 254 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan 80 .

Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. dan perancangan pemasaran pariwisata. penyiapan penyusunan norma. Pasal 257 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata terdiri atas: 81 . prosedur. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata Pasal 255 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria dibidang informasi pasar dalam dan luar negeri. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan pasar dan informasi pariwisata. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. dan perancangan pemasaran pariwisata. prosedur. b. c.urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan d. dan perancangan pemasaran pariwisata. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata.

dan kriteria. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. penyusunan norma. 82 . penyusunan norma. dan f. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri. Pasal 258 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata. penyusunan norma. standar. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam negeri. dan kriteria. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri. prosedur. c. Pasal 260 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri terdiri atas: a. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pasar dalam negeri.a. prosedur. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. b. standar. d. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar dalam negeri. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri.

standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. Pasal 262 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. prosedur. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. penyusunan norma. standar. standar. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata dalam negeri. penyusunan norma. penyusunan norma. 83 . dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata dalam negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar luar negeri. dan kriteria.Pasal 261 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. prosedur. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata menyelenggarakan fungsi: a. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 265 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. dan kriteria. standar. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 266 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan 84 .Pasal 264 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri terdiri atas: a. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri.

standar. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 85 . dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. standar.b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. penyusunan norma. prosedur. standar. Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata. penyusunan norma. Pasal 268 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata terdiri atas: a. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran pariwisata. dan kriteria. Pasal 269 (1) Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Widya Wisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 270 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. standar. Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. dan b. Seksi Widya Wisata.

prosedur. penyusunan norma. standar. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 274 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 273 (1) Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. standar. standar. Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri. Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri. penyusunan norma. penyusunan norma.a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. Pasal 272 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. prosedur. dan kriteria. 86 . dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. dan kriteria.

Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik. dan d. prosedur. Subdirektorat Wilayah ASEAN. standar. serta Eropa.Bagian Kelima Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri Pasal 275 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. Amerika dan Pasifik. Amerika dan Pasifik. Subdirektorat Wilayah Eropa. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. standar. prosedur. Timur Tengah dan Afrika. Pasal 277 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri terdiri atas: a. Asia. Subbagian Tata Usaha. c. dan 87 . Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 275. penyusunan norma. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. c. Asia. d. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika. Amerika dan Pasifik. serta Eropa. b. dan kriteria di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata luar negeri. serta Eropa. f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Timur Tengah dan Afrika. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. Timur Tengah dan Afrika. ASIA. Subdirektorat Wilayah Asia. penyiapan penyusunan norma.

prosedur. prosedur. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. dan Indonesia. dan kriteria. standar. Subdirektorat Wilayah ASEAN menyelenggarakan fungsi: a.g. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. Laos. standar. Myanmar. Malaysia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. dan Singapura. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah ASEAN II. penyusunan norma. dan kriteria. Myanmar. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Kamboja. Pasal 278 Subdirektorat Wilayah ASEAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Malaysia. dan Singapura. Laos. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Brunei Darussalam. dan b. Pasal 281 (1) Seksi Wilayah ASEAN I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. dan kriteria. penyusunan norma. Philipina. standar. penyusunan norma. Seksi Wilayah ASEAN I. Pasal 280 Subdirektorat Wilayah ASEAN terdiri atas: a. dan b. prosedur. 88 .

dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Philipina. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. Pasal 283 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. dan Indonesia. dan b. Pasal 285 (1) Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan 89 . prosedur. Subdirektorat Wilayah Asia menyelenggarakan fungsi: a.(2) Seksi Wilayah ASEAN II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 284 Subdirektorat Wilayah Asia terdiri atas: a. dan b. Seksi Wilayah Asia Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Barat. Pasal 282 Subdirektorat Wilayah Asia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia. Brunei Darussalam. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. prosedur. prosedur. Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat. penyusunan norma. Kamboja. standar. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Asia Barat. Seksi Wilayah Timur Tengah. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 286 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. prosedur. Pasal 288 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika terdiri atas: a. standar.kebijakan. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 90 . dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah dan Afrika. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. prosedur. standar. (2) Seksi Wilayah Asia Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. dan b. Seksi Wilayah Afrika. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 287 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. standar. dan b.

standar. penyusunan norma.Pasal 289 (1) Seksi Wilayah Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. standar. (2) Seksi Wilayah Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. prosedur. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. standar. 91 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika dan Pasifik. dan kriteria. dan kriteria. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Pasal 290 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar.

dan kriteria. standar. Seksi Wilayah Pasifik. dan kriteria.Pasal 292 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. penyusunan norma. Pasal 293 (1) Seksi Wilayah Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa. Pasal 295 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. Seksi Wilayah Amerika. standar. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. (2) Seksi Wilayah Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 92 . prosedur. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. Subdirektorat Wilayah Eropa menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 294 Subdirektorat Wilayah Eropa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. (2) Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. Pasal 297 (1) Seksi Wilayah Eropa Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Pasal 299 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri menyelenggarakan 93 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata dalam negeri. Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur. dan kriteria. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 299. prosedur. standar. penyusunan norma. prosedur.Pasal 296 Subdirektorat Wilayah Eropa terdiri atas: a. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. dan b. Pasal 298 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Wilayah Eropa Barat.

II. dan V. Pasal 302 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan V. Sumatera Barat. standar. III. Sumatera Utara. dan Kepulauan Riau. Jambi. Riau. III. Sumatera Selatan. c. dan kriteria di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. II. dan kriteria. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II. d. Kelompok Jabatan Fungsional. dan V. penyiapan penyusunan norma. dan d. IV. penyusunan norma. IV. dan Bangka Belitung. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V. standar. Bengkulu. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha. f. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV e. II. dan g. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.fungsi: a. prosedur. III. Pasal 301 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri terdiri atas: a. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III. 94 . b. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. IV. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. Pasal 303 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh.

dan Bangka Belitung. dan b. dan Kepulauan Riau. Pasal 304 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I terdiri atas: a. Sumatera Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Sumatera Utara. dan Bangka Belitung. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. dan kriteria. standar. Jambi. Jambi. dan Kepulauan Riau. dan kriteria.penyusunan norma. Seksi Wilayah Sumatera Barat. Bengkulu. Riau. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Bengkulu. prosedur. dan b. Sumatera Utara. Sumatera Utara. dan Kepulauan Riau. penyusunan norma. prosedur. Sumatera Selatan. dan Bangka Belitung. prosedur. standar. Sumatera Selatan Jambi. Pasal 305 (1) Seksi Wilayah Aceh. (2) Seksi Wilayah Sumatera Barat. penyusunan norma. Riau. Riau. prosedur. Sumatera Selatan. 95 . dan Kepulauan Riau mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. Bengkulu. Bengkulu. Jambi. Riau. Seksi Wilayah Aceh. dan Babel mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sumatera Selatan.

dan kriteria. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah Lampung. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Banten. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. standar. dan b. dan kriteria. dan DKI Jakarta. dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Jawa Tengah. dan b. Jawa Tengah. standar. serta pemberian bimbingan 96 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Lampung. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. Lampung. dan DKI Jakarta. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Wilayah Jawa Barat. Banten. Banten. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 308 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II terdiri atas: a. prosedur. dan DKI Jakarta. standar. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah.Pasal 306 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Tengah. penyusunan norma. prosedur. Pasal 307 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. Pasal 309 (1) Seksi Wilayah Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a.

dan DKI Jakarta. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. dan b. Seksi Wilayah Kalimantan. dan kriteria. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 310 Subdirektorat Wilayah Promosi Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Banten. dan kriteria. dan DKI Jakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. `penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. penyusunan norma. prosedur. 97 . penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. Banten. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan dan Sulawesi. prosedur. Jawa Tengah. standar. Seksi Wilayah Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah Lampung. dan kriteria. standar. (2) Seksi Wilayah Lampung. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. Pasal 312 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III terdiri atas: a.teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.Pasal 313 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Pasal 314 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. standar. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. standar. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. prosedur. 98 . Nusa Tenggara Timur.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 317 (1) Seksi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. standar.Pasal 316 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. Pasal 318 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. dan 99 . prosedur. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. Papua Barat. (2) Seksi Bali dan Nusa Tenggara Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Maluku dan Maluku Utara. prosedur. Seksi Wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. standar. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. standar. Seksi Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 322 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. prosedur. 100 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. standar. dan b. (2) Seksi Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 320 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V terdiri atas: a. standar. Seksi Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur.b. dan kriteria. Seksi Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. Bagian Ketujuh Direktorat Pencitraan Indonesia Pasal 323 Direktorat Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 321 (1) Seksi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital. e. Direktorat Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. d. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan komunikasi media cetak. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang. 101 . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan. c. media elektronik dan digital. Pasal 325 Direktorat Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia. prosedur. c. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak. f. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan komunikasi media cetak. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia.standar. dan kriteria di bidang strategi dan komunikasi media cetak. dan g. media elektronik dan digital. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. media elektronik dan digital. dan d. b. b.

Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia. Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. penyusunan norma.Pasal 326 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. Pasal 328 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. dan kriteria. dan b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia. 102 . prosedur. standar. penyusunan norma. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi pencitraan Indonesia. penyusunan norma.

prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. Pasal 330 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. standar. Pasal 333 (1) Seksi Promosi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. prosedur. Seksi Promosi Media Cetak. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia melalui komunikasi media cetak. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak menyelenggarakan fungsi: a. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 332 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak terdiri atas: a. Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak. Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330.prosedur. serta 103 . penyusunan norma. penyusunan norma.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. standar. standar. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media elektronik dan digital. penyusunan norma. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. dan kriteria. 104 . (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. prosedur. prosedur. Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital. dan b. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. penyusunan norma.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 336 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital terdiri atas: a. Pasal 334 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. Pasal 338 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. prosedur. penyusunan norma. dan b. standar. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media ruang.Pasal 337 (1) Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. standar. prosedur. standar. prosedur. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. standar. 105 . standar. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang.

standar. penyusunan norma. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan. penyusunan norma. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang mempunyai tugas melakukan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Promosi Media Ruang. penyusunan norma. Pasal 341 (1) Seksi Promosi Media Ruang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b.Pasal 340 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 342 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang. dan kriteria. standar. prosedur. penyusunan norma. prosedur. serta 106 . standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah.

dan kriteria. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah. dan b. standar. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah. dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 107 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. penyusunan norma. prosedur.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. Pasal 346 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Pasal 344 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. Pasal 345 (1) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.

Pasal 349 Direktorat Promosi Konvensi. event. serta promosi minat khusus. penyiapan penyusunan norma. insentif. Event. Insentif. b. insentif. insentif. dan minat khusus. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah. dan Minat Khusus terdiri atas: a. Event. Event.Bagian Kedelapan Direktorat Promosi Konvensi. pemerintah dan non pemerintah. c. serta promosi minat khusus. Direktorat Promosi Konvensi. b. standar. dan minat khusus kepada korporasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. dan d. Pasal 348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 347. dan minat khusus kepada korporasi. serta promosi minat khusus. dan Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Event. pemerintah dan non pemerintah. penyusunan norma. dan Minat Khusus Pasal 347 Direktorat Promosi Konvensi. pemerintah dan non pemerintah. Insentif. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan minat khusus kepada korporasi. prosedur. dan Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. 108 . insentif. event. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi konvensi. event. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Insentif. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi. standar. dan kriteria di bidang promosi konvensi. Insentif. prosedur. event.

insentif. standar. prosedur. penyusunan norma. d. dan e. Subdirektorat Promosi Minat Khusus. penyusunan norma. Pasal 350 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. dan kriteria. insentif. dan b. dan kriteria. insentif. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. standar. Seksi Korporasi Luar Negeri. dan event kepada korporasi luar negeri. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. Pasal 352 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi terdiri atas: a. 109 . prosedur. Subbagian Tata Usaha. Seksi Korporasi Dalam Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. prosedur.c. dan event kepada korporasi dalam negeri. dan event kepada korporasi dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

insentif. insentif. prosedur. dan kriteria. dan event kepada lembaga pemerintah dan non pemerintah. standar. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria.Pasal 353 (1) Seksi Korporasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. standar. dan event kepada korporasi luar negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. 110 . insentif. (2) Seksi Korporasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada lembaga non pemerintah. dan kriteria. insentif. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. dan event kepada korporasi dalam negeri. dan kriteria. standar. insentif. Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Pasal 354 Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada lembaga pemerintah. prosedur. prosedur. standar.

dan kriteria. Seksi Non Pemerintah. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 357 (1) Seksi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. Pasal 358 Subdirektorat Promosi Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 356 Subdirektorat Pemerintah dan Non Pemerintah terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi minat khusus. penyusunan norma. standar. Seksi Pemerintah. (2) Seksi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan kriteria. prosedur. standar. serta 111 . prosedur. insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. penyusunan norma. penyusunan norma. dan event kepada lembaga pemerintah. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Promosi Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. insentif. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. standar. standar. dan kriteria. standar. dan event kepada lembaga non pemerintah.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. penyusunan norma. Seksi Wisata Bahari. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA Bagian Pertama Kedudukan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. prosedur. standar. Seksi Wisata Non Bahari. dan b. (2) Seksi Wisata Non Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 361 (1) Seksi Wisata Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 360 Subdirektorat Promosi Minat Khusus terdiri atas: a. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. standar. dan kriteria. Pasal 362 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Tugas. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. dan Fungsi Pasal 363 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung 112 .

Pasal 364 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. c. b. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Sekretariat Direktorat Jenderal.jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. d. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman. penyusunan norma. standar. dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 366 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya terdiri atas: a. b. prosedur. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. 113 .

serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 114 . dan d. Pasal 369 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. evaluasi. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. rumah tangga. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. b. dan perlengkapan. dan pelaporan. pemantauan. pengelolaan urusan tata persuratan. c.c. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik. pengelolaan urusan kepegawaian. dan d. Direktorat Pengembangan Seni Rupa. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 367 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a.

Kepegawaian. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Bagian Keuangan. Subbagian Pemantauan. pemantauan dan evaluasi. Pasal 370 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. Pasal 371 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. dan Kelompok Jabatan Fungsional. b. Subbagian Kerja Sama. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi. c.b. d. Pasal 373 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan 115 . Bagian Umum dan Informasi. dan c. dan Pelaporan. b. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. pemantauan. Evaluasi. Pasal 372 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a.

Kepegawaian. perencanaan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. pengembangan. penelaahan dan bantuan hukum. Pasal 374 Bagian Hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Evaluasi.rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. 116 . Bagian Hukum. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. pengangkatan. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Hukum. koordinasi. Pasal 376 Bagian Hukum. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. Kepegawaian. dan c. penelaahan. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Organisasi terdiri atas: a. (2) Subbagian Pemantauan. evaluasi. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 377 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. b. pengembangan. Pasal 378 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta tata usaha keuangan. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. kepangkatan. pemberhentian. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan.b. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi. dan c. perumusan. pengadaan. Subbagian Kepegawaian. dan c. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. 117 . perpindahan tempat kerja. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi.

tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. rumah tangga. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. b. Pasal 382 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. b.Pasal 380 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. dan c. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. pengelolaan urusan tata persuratan. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. Pasal 381 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan 118 . dan perlengkapan.

standar. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. penyusunan norma. Subbagian Tata Persuratan. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Pasal 386 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pengamanan sarana dan prasarana kantor. Subbagian Data dan Informasi. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. perawatan. dan c. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. 119 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman.Direktorat Jenderal. b. prosedur. Pasal 384 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a.

standar. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Pasal 388 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman terdiri atas: a. dan d. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film. dan kriteria di bidang pengembangan industri perfilman. b. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman. d. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri perfilman.Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: 120 . penyusunan norma. standar. dan f. b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi industri perfilman. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389. prosedur. prosedur. c. dan kriteria. Subdirektorat Pemasaran Film. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Produksi. c. Pasal 389 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 393 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 391 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman terdiri atas: a. dan b. Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. penyusunan norma. standar. 121 . penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival dan eksibisi film. standar.a. dan b. prosedur. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. penyusunan norma. prosedur. Pasal 392 (1) Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. (2) Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman.

Pasal 397 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. dan kriteria. prosedur. standar. standar. standar. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi film. prosedur. 122 . Seksi Festival Film. dan kriteria. Seksi Eksibisi Film. prosedur. dan b. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. Pasal 395 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film terdiri atas: a. dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Eksibisi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. penyusunan norma. Pasal 396 (1) Seksi Festival film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma.

standar. prosedur. Pasal 401 Subdirektorat Pemasaran Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. penyusunan norma. standar. Pasal 399 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. Seksi Pelayanan Produksi Film. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. standar. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan 123 . prosedur. dan kriteria. dan kriteria. dan b. prosedur. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Pelayanan Produksi film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film. Pasal 400 (1) Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. penyusunan norma. standar.

standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. penyusunan norma. standar. dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Pertunjukan Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pertunjukan Film. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. Seksi Distribusi Film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. prosedur. Subdirektorat Pemasaran Film menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 403 Subdirektorat Pemasaran Film terdiri atas: a. penyusunan norma. dan kriteria.teknis dan evaluasi di bidang pemasaran film. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. 124 . Pasal 405 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Pasal 404 (1) Seksi Distribusi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film.

prosedur. Pasal 408 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a.Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Pasal 406 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. dan d. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan. standar. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. d. dan kriteria di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. standar. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik. c. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik. Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik. b. b. penyusunan norma. 125 .

dan f. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. standar. Pasal 412 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. 126 . prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan.e. prosedur. prosedur. Pasal 409 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. dan kriteria. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. Pasal 411 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan terdiri atas: a. penyusunan norma. standar. standar. dan kriteria. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 416 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Musik mempunyai tugas melakukan 127 . dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. standar.(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri musik. penyusunan norma. Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. standar. standar. prosedur. prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Musik. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik. dan kriteria.

dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. standar.penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. standar. prosedur. Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. standar. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan dan industri musik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. dan 128 . Pasal 419 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. prosedur. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan kriteria.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang infrastruktur dan dokumentasi seni pertunjukan dan industri musik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. Pasal 420 (1) Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. 129 . standar.b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Pemasaran Industri Musik. (2) Seksi Pemasaran Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. penyusunan norma. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. standar. dan kriteria. standar. Pasal 421 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.

dan b. standar. penyusunan norma. 130 . prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. penyusunan norma. standar. prosedur. standar.Pasal 423 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. (2) Seksi Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Pengembangan Seni Rupa Pasal 426 Direktorat Pengembangan Seni Rupa mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 425 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Dokumentasi dan Publikasi. Pasal 424 (1) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

e. standar. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Fotografi. prosedur. dan f. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. b. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi. Pasal 428 Direktorat Pengembangan Seni Rupa terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni. Subbagian Tata Usaha. c. dan kriteria. b. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni rupa. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa murni. dan kriteria di bidang pengembangan seni rupa. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni menyelenggarakan fungsi: 131 . standar. Kelompok Jabatan Fungsional. Direktorat Pengembangan Seni Rupa menyelenggarakan fungsi: a. d.Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. c. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan. Pasal 429 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. dan d.

a. standar. Pasal 432 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. prosedur. standar. prosedur. 132 . dan kriteria. prosedur. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni. dan kriteria. Pasal 431 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 433 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa terapan. prosedur.

dan kriteria. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan kriteria. prosedur. standar. prosedur. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. Pasal 436 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan. prosedur. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. standar. 133 . prosedur. penyusunan norma. standar. Pasal 435 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. dan kriteria. penyusunan norma. standar.

standar. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Fotografi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. prosedur. dan b. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. standar. standar. prosedur. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. dan kriteria. prosedur. prosedur.Pasal 437 Subdirektorat Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. Pasal 440 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi. standar. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 439 Subdirektorat Pengembangan Fotografi terdiri atas: a. dan b. penyusunan norma. 134 . dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 443 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi terdiri atas: a. penyusunan norma. Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa. standar. penyusunan norma. prosedur. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran dan pengembangan apresiasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa. 135 . prosedur. standar. dan b. Pasal 441 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. dan kriteria. Pasal 444 (1) Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. standar. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan b.

(2) Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Fungsi Pasal 446 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. prosedur. standar. Tugas. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. dan kriteria. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dipimpin oleh Direktur Jenderal.prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan kriteria. Pasal 447 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. DESAIN. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 445 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan norma. Desain. Desain. BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. Desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas merumuskan 136 .

serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media. b. desain. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis media. penyusunan norma. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terdiri atas: a. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. desain. standar. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. d. desain. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. prosedur. c. Desain. b. Desain. dan d. Desain. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Desain dan Arsitektur. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 449 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi. desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis media. 137 . c. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. dan e. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. desain. dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Keuangan. Bagian Hukum. b. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. b. Kepegawaian. pengelolaan urusan tata persuratan. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. c. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum dan Informasi. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. 138 . dan d. dan perlengkapan. Desain. dan pelaporan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan Organisasi. pemantauan. c.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 450 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan e. Pasal 452 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Desain. d. rumah tangga. pengelolaan urusan kepegawaian. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal.

Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. (2) Subbagian Pemantauan. Subbagian Kerja Sama. evaluasi. pemantauan dan evaluasi. Evaluasi. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Evaluasi. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Pasal 456 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan. b. dan Pelaporan. Subbagian Pemantauan. dan c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 455 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. b.Pasal 453 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. 139 .

Pasal 457 Bagian Hukum. Pasal 460 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan 140 . Subbagian Hukum. dan Organisasi terdiri atas: a. Kepegawaian. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. penelaahan dan bantuan hukum. penelaahan. dan c. Kepegawaian. pengembangan. kepangkatan. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. Pasal 459 Bagian Hukum. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Kepegawaian.(3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. pengangkatan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. dan c. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. b. perencanaan. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal.

bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 461 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 463 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan 141

c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 464 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 465 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 465, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

142

Bagian Umum a. Subbagian b. Subbagian c. Subbagian

Pasal 467 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan; Rumah Tangga dan Perlengkapan; dan Data dan Informasi.

Pasal 468 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan, perawatan, pengamanan sarana dan prasarana kantor, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Pasal 469 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143

469, Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; b. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 471 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik; b. Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; c. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video; d. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 472 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan film animasi dan komik. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472, Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta 144

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi; dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 474 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik terdiri atas: a. Seksi Film Animasi; dan b. Seksi Komik. Pasal 475 (1) Seksi Film Animasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi. (2) Seksi Komik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan tulisan fiksi dan non fiksi. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476, Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi, menyelenggarakan fungsi: 145

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. prosedur.a. Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. (2) Seksi Tulisan Non Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. standar. standar. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. prosedur. penyusunan norma. dan b. standar. Pasal 479 (1) Seksi Tulisan Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Tulisan Non Fiksi. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif audio dan video. Seksi Tulisan Fiksi. standar. Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi. dan b. terdiri atas: a. prosedur. penyusunan norma. 146 .

penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan 147 . dan kriteria. penyusunan norma. standar. prosedur. penyusunan norma.Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. Seksi Karya Kreatif Audio. Pasal 483 (1) Seksi Karya Kreatif Audio mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. Seksi Karya Kreatif Video. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. standar. dan kriteria. prosedur. dan b. dan b. (2) Seksi Karya Kreatif Video mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 482 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.

dan kriteria. dan b. Pasal 486 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan terdiri atas: a. dan b. dan kriteria. standar. Seksi Iklan Cetak. standar. (2) Seksi Iklan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Iklan Elektronik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan cetak. standar.kebijakan. dan kriteria. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 487 (1) Seksi Iklan Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif periklanan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan elektronik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan elektronik. 148 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan cetak. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. penyusunan norma. prosedur.

prosedur. Direktorat Desain dan Arsitektur menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. b.Pasal 488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang desain dan arsitektur. standar. Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior. Pasal 491 Direktorat Desain dan Arsitektur terdiri atas: a. penyusunan norma. prosedur. Pasal 490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 489. Subdirektorat Komunikasi Visual. e. dan f. Subdirektorat Mode. c. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang desain dan arsitektur. standar. Bagian Kelima Direktorat Desain dan Arsitektur Pasal 489 Direktorat Desain dan Arsitektur mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. penyiapan penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. 149 . dan d. Subbagian Tata Usaha.

dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur dan desain interior. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. Seksi Arsitektur. standar. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. dan kriteria. prosedur. 150 . standar. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Desain Interior mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. Pasal 495 (1) Seksi Arsitektur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. dan kriteria. dan kriteria. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.Pasal 492 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 494 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior terdiri atas: a. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. Seksi Desain Interior.

prosedur. prosedur. 151 . dan kriteria. Subdirektorat Komunikasi Visual menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Desain Grafis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. dan b. standar. prosedur.Pasal 496 Subdirektorat Komunikasi Visual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. standar. dan kriteria. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Komunikasi Visual mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 498 Subdirektorat Komunikasi Visual terdiri atas: a. standar. Pasal 499 (1) Seksi Desain Grafis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Komunikasi Visual. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. dan kriteria. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan menyelenggarakan fungsi: a. standar. (2) Seksi Desain Kemasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Seksi Desain Produk.Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 503 (1) Seksi Desain Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 502 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 152 . dan b. standar. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. Seksi Desain Kemasan. standar. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk dan desain kemasan. dan kriteria.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. standar. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. dan kriteria. dan kriteria. (2) Seksi Desain Non Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. penyusunan norma. Pasal 506 Subdirektorat Mode terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. dan kriteria. prosedur. standar. dan b. prosedur. prosedur. prosedur. Seksi Desain Busana. standar. Subdirektorat Mode menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. penyusunan norma. 153 . prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mode.Pasal 504 Subdirektorat Mode mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. standar. Seksi Desain Non Busana. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 507 (1) Seksi Desain Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. prosedur. prosedur. dan 154 . c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Akses Pembiayaan. b. Subdirektorat Sentra Kreatif. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis. dan d. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. c. Subdirektorat Lisensi Teknologi. standar. standar. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerja sama dan fasilitasi. e. Pasal 511 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi terdiri atas: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. dan kriteria di bidang kerja sama dan fasilitasi.Pasal 508 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Keenam Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi Pasal 509 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

standar. dan kriteria. dan b. standar. Pasal 514 Subdirektorat Lisensi Teknologi terdiri atas: a. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Lisensi Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi. dan kriteria. Pasal 512 Subdirektorat Lisensi Teknologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. prosedur. Pasal 515 (1) Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi lisensi teknologi. (2) Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi mempunyai tugas 155 . dan kriteria. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi.f. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. standar. dan b. 156 . standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. standar. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. Pasal 519 (1) Seksi Pengembangan Sentra Inovasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. dan b. Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis. Pasal 516 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 518 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis terdiri atas: a. dan kriteria. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. prosedur. standar.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Sentra Inovasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sentra inovasi dan inkubator bisnis. prosedur. standar.

dan kriteria. standar. Pasal 520 Subdirektorat Sentra Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. dan b. prosedur. dan kriteria. standar. Pasal 522 Subdirektorat Sentra Kreatif terdiri atas: a. penyusunan norma. Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. dan kriteria. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Sentra Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan sentra kreatif. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra kreatif. prosedur. Subdirektorat Sentra Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. standar.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi sentra kreatif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. (1) Seksi Pasal 523 Pengembangan Sentra Kreatif mempunyai tugas 157 .

Seksi Akses Pembiayaan Bank. Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. penyusunan norma. Pasal 526 Subdirektorat Akses Pembiayaan terdiri atas: a. penyusunan norma. penyusunan norma. Subdirektorat Akses Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan kriteria. Pasal 524 Subdirektorat Akses Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. prosedur.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan. dan b. Seksi Akses Pembiayaan Non Bank. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan Sentra Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan Sentra Kreatif. 158 . prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. (2) Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 528 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Pasal 530 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. standar. penyusunan norma. Tugas dan Fungsi Pasal 529 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Seksi Akses Pembiayaan Non Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. 159 .Pasal 527 (1) Seksi Akses Pembiayaan Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma.

Inspektorat II. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan d. 160 . pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Inspektorat III. pemantauan. c.Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 533 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat I. dan e. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 532 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sekretariat Inspektorat Jenderal. c. b. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya. b. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. review.

Bagian Umum. pelaksanaan koordinasi. b. pelaksanaan urusan tata usaha. organisasi. kegiatan dan penganggaran. Bagian Perencanaan dan Evaluasi. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 536 Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana program. Bagian Kepegawaian.Pasal 534 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 533. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana program dan penganggaran serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Inspektorat jenderal. pelaksanaan analisis dan pemantauan serta advokasi atas laporan hasil pengawasan dan penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pengawasan masyarakat. c. dan d. Pasal 535 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. dan e. pelaksanaan urusan kepegawaian. dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 . Organisasi dan Tata Laksana. d. perlengkapan dan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal.

dan b. kegiatan dan penganggaran Inspektorat Jenderal. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. analisis. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 538 Bagian Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas: a. Pasal 540 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan serta pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. dan b. evaluasi. dan pelaporan hasil pengawasan. dan pelaporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyusunan rencana program. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan rencana program. Subbagian Perencanaan. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. analisis. evaluasi. kegiatan dan penganggaran. penyiapan bahan pemantauan.536. dan b. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. Pasal 539 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana program. 162 .

pengembangan. penyiapan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. kepangkatan. (2) Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 546 Bagian Kepegawaian. dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 543 (1) Subbagian Analisis Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 544 Bagian Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subbagian Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Subbagian Analisis Hasil Pengawasan. evaluasi dan penyusunan laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. analisis. pelaksanaan penyusunan rencana formasi. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pengawasan. 163 . analisis. pengangkatan.Pasal 542 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas: a. Bagian Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan b. dan b. penataan. pengadaan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. kepangkatan. pengangkatan. 164 . Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan. kearsipan. Pasal 548 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha persuratan. rumah tangga. rumah tangga. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. kearsipan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. dan b. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengadaan. perlengkapan serta keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Keuangan. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. kearsipan. dan b. Pasal 551 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha persuratan. rumah tangga.Pasal 547 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiaapan bahan penyusunan rencana formasi. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengambangan. pelaksanaan urusan tata usaha persuratan. Pasal 550 Bagian Umum terdiri atas: a.

serta penyusunan laporan. dan b. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. b. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I. dan kegiatan pengawasan lainnya. c.Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 552 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Pasal 555 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat I. Desain dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan e. pemantauan. reviu. Pasal 553 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 552. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. evaluasi. Pasal 554 Inspektorat I terdiri atas: a. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan laporan hasil pengawasan. Subbagian Tata Usaha. 165 . dan kegiatan pengawasan lainnya. d. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. reviu. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. evaluasi.

c. pemantauan. Pasal 558 Inspektorat II terdiri atas: a. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan e. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 559 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat II. pemantauan. 166 .Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 556 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. serta penyusunan laporan. dan kegiatan pengawasan lainnya. reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya. evaluasi. penyusunan laporan hasil pengawasan. Subbagian Tata Usaha. d. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. b. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. evaluasi. reviu. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. penyusunan rencana dan program pengawasan intern.

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. evaluasi. reviu. Pasal 561 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 560. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan e. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pemantauan. b. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 562 Inspektorat III terdiri atas: a. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. d. serta penyusunan laporan. Pasal 563 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat III.Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 560 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan b. penyusunan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. 167 . c. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan. reviu. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.

c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. penyusunan kebijakan teknis. 168 . pemantauan.BAB IX BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Bagian Pertama Kedudukan. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala Badan. b. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. dan Fungsi Pasal 564 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 565 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasal 566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565. Tugas. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan d. rencana dan program pengembangan sumber daya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. d. evaluasi dan pelaporan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 568 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. Sekretariat Badan. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. penataan dan peningkatan kapasitas organisasi 169 . dan e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 567 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran.

program dan anggaran serta fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Kepegawaian. pemantauan. c. pengelolaan penggunaan. Bagian Keuangan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. c. Pasal 571 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Bagian Hukum. serta inventarisasi kekayaan milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.dan tata laksana. data dan informasi. Bagian Umum dan Informasi. dan e. d. b. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penerimaan dan pengeluaran anggaran. akuntansi dan verifikasi. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan 170 . dan d. pengelolaan urusan persuratan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi. perbendaharaan dan gaji. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana. Pasal 570 Sekretariat Badan terdiri atas: a. serta pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

dan c. penelaahan dan bantuan hukum. Pasal 575 Bagian Hukum. Evaluasi. Pasal 574 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Organisasi. evaluasi.penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan c. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Pelaporan. Subbagian Kerja Sama. penataan 171 . Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Pasal 573 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. (2) Subbagian Pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Pemantauan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi.

evaluasi. penelaahan dan bantuan hukum. Organisasi. Subbagian Mutasi Pegawai. Pasal 578 (1) Subbagian Hukum. penyusunan peraturan perundang-undangan. b. Organisasi. Subbagian Hukum.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. pelaksanaan penyiapan bahan pengangkatan. pelaksanaan koordinasi perumusan. perumusan dan 172 . penelaahan dan bantuan hukum. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pengadaan. serta pemantauan. evaluasi. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. dan c. Bagian Hukum. pelaksanaan perencanaan formasi. Organisasi. b. serta pemantauan. serta pelaksanaan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Tata Laksana. dan pengembangan. perpindahan tempat kerja. perumusan dan penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan. dan c. kepangkatan. dan Kepegawaian terdiri atas: a. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 577 Bagian Hukum. Organisasi.

(2) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. (3) Subbagaian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengadaan dan pengembangan. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. pelaksanaan pengelolaan penggunaan. Pasal 581 Bagian Keuangan terdiri atas: 173 . pemberhentian. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. b. dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 579 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan c. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. perpindahan tempat kerja. kepangkatan.

Pasal 582 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja Negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. serta rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. data dan informasi. Pasal 583 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. data dan informasi. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan b. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 174 . pelaksanaan urusan tata persuratan. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Data dan Informasi.Pasal 585 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. dan 175 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan b. Pasal 586 (1) Subbagian Tata Persuratan. Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan sistem dan metoda. rencana dan program kegiatan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Pasal 587 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan kepariwisataan. penyusunan kebijakan teknis. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. data dan informasi. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pemantauan. Subbagian Tata Persuratan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan.

b. dan b. Pasal 589 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Subbidang Evaluasi. Bidang Data dan Publikasi. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan b. Bidang Program dan Evaluasi.b. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. Subbidang Program. rencana dan program kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 592 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. 176 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 590 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan.

serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 594 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Pasal 596 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. pelaksanaan pelayanan. 177 . evaluasi. dan b. pelayanan serta penyajian dan publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan b. rencana dan program kegiatan. Pasal 597 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Subbidang Publikasi. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.Pasal 593 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. pengolahan. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Subbidang Data. penyajian.

penyusunan kebijakan teknis. Pasal 600 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. rencana dan program kegiatan. serta pemantauan. Bidang Data dan Publikasi. dan c. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. b. 178 . pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyajian.(2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. dan b. pengembangan sistem dan metoda. Bidang Program dan Evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif Pasal 598 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan ekonomi kreatif.

pelayanan serta penyajian dan 179 . (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 603 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.Pasal 601 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. rencana dan program kegiatan. kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Subbidang Program. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 604 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan b. pengolahan. Subbidang Evaluasi. evaluasi. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. Pasal 605 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.

dan b. Pasal 607 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi : a. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. dan b. Subbidang Publikasi.publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyajian. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605. 180 . Pasal 608 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyajian. pelaksanaan pelayanan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. (2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 609 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Subbidang Data.

Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisatan menyelenggarakan fungsi: 181 . Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. perumusan kebijakan teknis. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan metoda. sistem dan metoda.Pasal 610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif. perumusan kebijakan teknis. penyusunan rencana dan program kegiatan. pengembangan kurikulum. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 611 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. pengembangan kurikulum. dan c. b. Pasal 612 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. pengembangan kurikulum. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang kepariwisataan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. penyusunan rencana dan program kegiatan. sistem dan metoda.

pengembangan kurikulum.a. Subbidang Program dan Evaluasi. Pasal 614 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan terdiri atas: a. sistem dan metoda. dan b. sistem 182 . (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. penyusunan rencana program dan kegiatan. pengembangan kurikulum. Pasal 616 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. penyusunan rencana program dan kegiatan. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. dan b. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. pengembangan kurikulum. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 615 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis.

desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan 183 .dan metoda. penyusunan rencana program dan kegiatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. Pasal 618 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Subbidang Program dan Evaluasi. pengembangan kurikulum. sistem dan metoda. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. penyusunan rencana program dan kegiatan. desain. desain. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. dan b. penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan b. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. pengembangan kurikulum. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. Pasal 619 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis.

budaya serta berbasis media, desain, dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 620 Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620, Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 622 Pusat Pengembangan Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Bidang Kompetensi Kepariwisataan; b. Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif; dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 623 Bidang Kompetensi Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, 184

evaluasi, pelaporan, dan kerja sama pelaksanaan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623, Bidang Kompetensi Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 625 Bidang Kompetensi Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 626 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 627 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif. 185

Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627, Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 629 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 630 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. BAB X STAF AHLI Pasal 631 (1) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibantu oleh 4 (empat) Staf Ahli. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 186

(3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan Badan. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian pada Biro Umum. Pasal 632 Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Kreatif; b. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi; c. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; dan d. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karya

(1)

(2) (3) (4)

Pasal 633 Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah perlindungan keanekaragaman karya kreatif. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah jasa ekonomi. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah hubungan antar lembaga. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

187

BAB XI PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 634 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala. Pasal 635 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan pengembangan teknologi informasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635, Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan penyusunan data dan informasi; dan b. pelaksanaan pengembangan teknologi informasi. Pasal 637 Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Data; b. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi; c. Subbagian Tata Usaha; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 638 Bidang Pengelolaan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. 188

penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pengumpulan. dan evaluasi data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data. (2) Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. pengumpulan. Pasal 643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. dan b. analisis. analisis. dan b. evaluasi dan pengolahan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. dan b. Pasal 641 (1) Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan identifkasi. jaringan dan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Pengelolaan Data menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data.Pasal 639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. Pasal 642 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Pasal 640 Bidang Pengelolaan Data terdiri atas: a. 189 .

(2) Subbidang Jaringan dan Infrastruktur mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. Subbidang Sistem Aplikasi. Pasal 648 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 646 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Informasi. Pasal 645 (1) Subbidang Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI Pasal 647 (1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. 190 . dan b. Subbidang Jaringan dan Infrastruktur. (2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dipimpin oleh Kepala.Pasal 644 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi terdiri atas: a.

penyiapan materi pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan. penyusunan rencana dan program serta kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. b. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. dan 191 . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 650 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. c. c.Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. kepegawaian. f. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 651 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. Bidang Program dan Kerja Sama. e. surat menyurat. b. kearsipan. dan g. d. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. pelayanan teknis pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

Pasal 654 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Subbidang Kerja Sama. dan perlengkapan. Pasal 655 Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. sistem dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Umum. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. penyusunan program pendidikan dan pelatihan pegawai. dan b. dan b. dan c. Pasal 653 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga. rumah tangga. ketatausahaan. perumusan. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan instansi dan lembaga. Subbagian Keuangan. penyusunan dan pengembangan kurikulum.b. penyusunan kebijakan dan program. dan perlengkapan. Pasal 657 Bidang Program dan Kerja Sama terdiri atas: a. ketatausahaan. b. 192 . serta hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbidang Program.

Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan evaluasi dan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. sistem.Pasal 658 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. dan c. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan struktural pegawai. Pasal 661 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. perumusan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural. evaluasi. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional. penyusunan program. Pasal 659 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan b. b. 193 . serta pengembangan kurikulum. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. Pasal 662 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional mempunyai tugas melakukan pelaksanaan.

dan d. pelayanan informasi publik. pengolahan. pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara/pemerintah. serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan diklat pimpinan. dunia usaha dan masyarakat dalam dan luar negeri.(2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. b. 194 . evaluasi. Pasal 664 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan komunikasi publik melalui publikasi dan analisis berita. BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 663 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. pemberitaan. hubungan media massa. pelaksanaan publikasi. serta hubungan antar lembaga. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh Kepala. pelaksanaan pengumpulan. pameran. pelaksanaan urusan tata usaha Pusat Komunikasi Publik. dan pencitraan. serta analisis berita dan opini publik. Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. dan pelayanan informasi serta dokumentasi. c. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. hubungan media massa. Bidang Hubungan Antar Lembaga. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 670 (1) Subbidang Publikasi dan Pemberitaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan.Pasal 666 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. c. Subbidang Publikasi dan Pemberitaan. dan b. 195 . dan penyajian pemberitaan. dan b. publikasi. (2) Subbidang Analisis Berita mempunyai tugas melakukan pameran. pameran. dan pencitraan. analisis berita dan opini publik serta pencitraan. d. pemberitaan. Subbidang Analisis Berita. pengolahan. pameran. dan e. serta hubungan dengan media massa. dan pencitraan. Pasal 669 Bidang Publikasi dan Analisis Berita terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 667 Bidang Publikasi dan Analisis Berita mempunyai tugas melaksanakan publikasi. Bidang Informasi Publik. Bidang Publikasi dan Analisis Berita. pelaksanaan publikasi. serta analisis berita dan opini publik. pemberitaan. pelaksanaan analisis berita dan opini publik serta pencitraan. Bidang Publikasi dan Analisis Berita menyelenggarakan fungsi: a. hubungan media massa.

penyajian. Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. pelaksanaan pengemasan. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: 196 . (2) Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 674 (1) Subbidang Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengemasan.Pasal 671 Bidang Informasi Publik mempunyai tugas pelaksanaan pelayanan informasi publik serta pengelolaan informasi dan dokumentasi. pengelolaan. dan pelayanan pengguna informasi. Pasal 675 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah dan lembaga dunia usaha dan masyarakat. dan dokumentasi informasi. dan b. dan pelayanan pengguna informasi. Bidang Informasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi. pelaksanaan pengumpulan. penyajian. Pasal 673 Bidang Informasi Publik terdiri atas: a. dan dokumentasi informasi. Pasal 676 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. Subbidang Pelayanan Informasi. pengelolaan. dan b.

dan b.a. dan b. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah. 197 . Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah. Pasal 678 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga Negara/ Pemerintah. pelaksanaan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Pasal 679 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Komunikasi Publik. BAB XIV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 680 Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional sesuai kebutuhan. Pasal 677 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. (2) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Pasal 681 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan tugas sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah.

(2) Organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. BAB XV UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 683 (1) Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis tertentu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. BAB XVI TATA KERJA Pasal 684 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif wajib 198 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.(1) (2) (3) (4) Pasal 682 Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 686 (1) Setiap laporan dari bawahan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dan dalam 199 . tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas. Pasal 687 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. (2) Dalam menyampaikan laporan kepada pimpinan satuan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugasnya masing-masing. Pasal 685 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kepala Seksi. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.b atau serendahrendahnya eselon II. Kepala Bagian. Kepala Subbagian. Sekretaris Jenderal. Pasal 690 Pejabat struktural eselon I. BAB XVII ESELON.a. PENGANGKATAN. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. Direktur Jenderal. DAN PEMBERHENTIAN (1) (2) (3) (4) (5) Pasal 689 Sekretaris Jenderal. Sekretaris Badan dan Kepala Pusat adalah jabatan struktural eselon II. Pasal 691 (1) Wakil Menteri. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Direktur Jenderal.a.rangka bimbingan kepada bawahannya wajib mengadakan rapat berkala. Kepala Badan. dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Direktur.a.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan eselon I.a. Sekretaris Direktorat Jenderal. Inspektur Jenderal.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 200 . Kepala Biro. Inspektur. Inspektur Jenderal.

001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Peraturan Menteri ini. Pasal 695 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Menteri ini seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian sampai dengan diatur kembali berdasarkan Peraturan Menteri ini.27/HK. BAB XIX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 694 Semua peraturan pelaksanaan dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 692 Perubahan atas organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. 201 . Pasal 693 Perubahan pembagian obyek pengawasan Inspektorat yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

AMIR SYAMSUDIN 202 .27/HK. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. ttd. memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. ttd. MARI ELKA PANGESTU Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 13 Februari 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.BAB XX PENUTUP Pasal 696 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Agar setiap orang mengetahuinya. Pasal 697 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2012 MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA.

ZAINI BUSTAMAN.BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 196 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. MM NIP. 19590617 198803 1 005 203 . SH.

001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF WAKIL MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STAF AHLI 204 INSPEKTORAT JENDERAL DITJEN PEMASARAN PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA PUSAT DATA DAN INFORMASI SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF NOMOR : PM. DAN IPTEK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK . DESAIN.07/HK.

SEKRETARIAT JENDERAL 205 BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT DATA DAN INFORMASI PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BAGIAN RENCANA PROGRAM BAGIAN PENGANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA 206 SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM I SUBBAGIAN PENGANGGARAN I SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM II SUBBAGIAN PENGANGGARAN II SUBBAGIAN PELAPORAN KEMENTERIAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM III SUBBAGIAN ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PENGANGGARAN III DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PENYIAPAN BAHAN PIMPINAN SUBBAGIAN FASILITASI REFORMASI BIROKRASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI 207 SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN KEPARIWISATAAN SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM SUBBAGIAN PERENCANAAN PEGAWAI SUBBAGIAN PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN PERJANJIAN DAN RATIFIKASI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI HUKUM SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN 208 SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN I SUBBAGIAN TATA KELOLA PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN AKUNTANSI I SUBBAGIAN VERIFIKASI PENDAPATAN DAN BELANJA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN II SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PEMANTAUAN ANGGARAN DAN PNBP SUBBAGIAN AKUNTANSI II SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN KEUANGAN SUBBAGIAN REKONSILIASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KAWASAN PERTUMBUHAN SUBBAGIAN MITRA WICARA ASEAN SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN I SUBBAGIAN KERJA SAMA EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN II SUBBAGIAN WTO DAN OI LAINNYA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . TIMTENG.BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN KERJA SAMA BILATERAL BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL ASEAN BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL NON ASEAN BAGIAN KERJA SAMA MULTILATERAL 209 SUBBAGIAN ASIA PASIFIK SUBBAGIAN ASEAN SUBBAGIAN INTRA KAWASAN SUBBAGIAN UNWTO SUBBAGIAN AMERIKA DAN EROPA SUBBAGIAN AFRIKA.

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN LAYANAN PENGADAAN 210 SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BMN SUBBAGIAN TATA USAHA WAMEN SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKJEN SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN PENGADAAN SUBBAGIAN PENGAMANAN SUBBAGIAN BIMBINGAN TEKNIS SUBBAGIAN TATA PERSURATAN .

DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 211 DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS. KONVENSI. INSENTIF. DAN EVENT .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 212 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. KEPEGAWAIAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . EVALUASI.

II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL.DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN ZONA KREATIF SUBDIREKTORAT KAWASAN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SUBDIREKTORAT INVESTASI PARIWISATA 213 SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL. DESAIN. II SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS MEDIA. DAN IPTEK SEKSI PROMOSI INVESTASI . I SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL. I SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKSI PENGEMBANGAN POTENSI INVESTASI SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH II SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH III SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH IV 214 SEKSI WILAYAH BALI SEKSI WILAYAH NTB DAN NTT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH JAWA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA SEKSI WILAYAH SUMATERA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH PAPUA. DAN PAPUA BARAT .

A SEKSI SARANA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH II.B .DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SARANA PARIWISATA SUBDIREKTORAT JASA PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH II 215 SEKSI JASA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH I.B KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI SARANA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH II.A SEKSI JASA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH I.

DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN DAN PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN KOMUNIKASI 216 SEKSI WILAYAH I SEKSI WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERANCANGAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KEMITRAAN MASYARAKAT SEKSI DOKUMENTASI SEKSI PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KELEMBAGAAN MASYARAKAT SEKSI KOMUNIKASI .

DAN EVENT 217 SEKSI PENGEMBANGAN WISATA SPA DAN KESEHATAN SEKSI PENGEMBANGAN WISATA OLAH RAGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PENGEMBANGAN WISATA KULINER SEKSI PENGEMBANGAN WISATA ALAM SEKSI FASILITASI WISATA KONVENSI. INSENTIF. DAN EVENT . INSENTIF. DAN EVENT SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BELANJA SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA SEKSI SARANA DAN PRASARANA WISATA KONVENSI.DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS KONVENSI. INSENTIF. INSENTIF. DAN EVENT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KULINER DAN BELANJA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA ALAM DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN REKREASI DAN HIBURAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KONVENSI.

DAN MINAT KHUSUS DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFOMASI PARIWISATA .DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 218 DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. INSENTIF. EVENT.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. EVALUASI. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . KEPEGAWAIAN. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 219 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFORMASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA DAN WIDYA WISATA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN PEMASARAN PARIWISATA 220 SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI WIDYA WISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT WILAYAH ASEAN SUBDIREKTORAT WILAYAH ASIA SUBDIREKTORAT WILAYAH TIMUR TENGAH DAN AFRIKA SUBDIREKTORAT WILAYAH AMERIKA DAN PASIFIK SUBDIREKTORAT WILAYAH EROPA 221 SEKSI WILAYAH ASIA SELATAN DAN BARAT SEKSI WILAYAH TIMUR TENGAH SEKSI WILAYAH ASIA TIMUR SEKSI WILAYAH AFRIKA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ASEAN I SEKSI WILAYAH AMERIKA SEKSI WILAYAH EROPA BARAT SEKSI WILAYAH ASEAN II SEKSI WILAYAH PASIFIK SEKSI WILAYAH EROPA TENGAH DAN TIMUR .

BANTEN.RIAU SEKSI WILAYAH SUMBAR. DAN D. JAMBI. RIAU DAN KEP. SUMUT. DAN DKI JAKARTA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH BALI DAN NTB SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ACEH. JAWA TENGAH. BENGKULU. SUMSEL.I. & BANGKA BELITUNG .YOGYAKARTA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH JAWA TIMUR DAN NTT SEKSI WILAYAH PAPUA DAN PAPUA BARAT SEKSI WILAYAH LAMPUNG.DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH I SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH II SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH III SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH IV SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH V 222 SEKSI WILAYAH JAWA BARAT.

DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT STRATEGI PENCITRAAN INDONESIA SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA CETAK SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA RUANG SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN KEMITRAAN 223 SEKSI PROMOSI MEDIA CETAK SEKSI PROMOSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA CETAK SEKSI PERENCANAAN PENCITRAAN INDONESIA SEKSI PROMOSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SEKSI PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENCITRAAN INDONESIA SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA NON-PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DAN MINAT KHUSUS SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE KORPORASI SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH SUBDIREKTORAT PROMOSI MINAT KHUSUS 224 SEKSI KORPORASI DALAM NEGERI SEKSI PEMERINTAH SEKSI WISATA BAHARI SEKSI KORPORASI LUAR NEGERI SEKSI NON PEMERINTAH SEKSI WISATA NON BAHARI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . INSENTIF. EVENT.DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI.

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 225 DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA .

DAN PELAPORAN SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. KEPEGAWAIAN. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 226 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. EVALUASI.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT FASILITASI INDUSTRI PERFILMAN SUBDIREKTORAT FESTIVAL DAN EKSIBISI FILM SUBDIREKTORAT SUBDIREKTORAT PRODUKSI FILM PRODUKSI SUBDIREKTORAT PEMASARAN FILM 227 SEKSI FESTIVAL FILM SEKSI PENGEMBANGAN KONTEN DAN LOKASI FILM SEKSI EKSIBISI FILM SEKSI PELAYANAN PRODUKSI FILM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FASILITASI USAHA PERFILMAN SEKSI DISTRIBUSI FILM SEKSI FASILITASI KEGIATAN PERFILMAN SEKSI PERTUNJUKAN FILM .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT INFRASTRUKTUR DAN DOKUMENTASI SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK 228 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI MUSIK SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SEKSI PEMASARAN INDUSTRI MUSIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUK SENI PERTUNJUKAN SEKSI PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PERTUNJUKAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SUBDIREKTORAT PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN APRESIASI 229 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA TERAPAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA MURNI SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA FOTOGRAFI SEKSI DISTRIBUSI DAN KOMERSIALISASI KARYA SENI RUPA SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SEKSI APRESIASI KARYA SENI RUPA .

DESAIN.DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. DAN IPTEK SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 230 DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI .

DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 231 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. KEPEGAWAIAN. EVALUASI.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FILM ANIMASI DAN KOMIK SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TULISAN FIKSI DAN NON FIKSI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF AUDIO DAN VIDEO SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF PERIKLANAN 232 SEKSI TULISAN FIKSI SEKSI KARYA KREATIF AUDIO SEKSI KOMIK SEKSI TULISAN NON FIKSI SEKSI KARYA KREATIF VIDEO KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FILM ANIMASI SEKSI IKLAN CETAK SEKSI IKLAN ELEKTRONIK .

DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ARSITEKTUR DAN DESAIN INTERIOR SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI VISUAL SUBDIREKTORAT DESAIN PRODUK DAN KEMASAN SUBDIREKTORAT MODE 233 SEKSI ARSITEKTUR SEKSI DESAIN GRAFIS SEKSI KOMUNIKASI VISUAL SEKSI DESAIN PRODUK SEKSI DESAIN BUSANA SEKSI DESAIN INTERIOR SEKSI DESAIN KEMASAN SEKSI DESAIN NON BUSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT LISENSI TEKNOLOGI SUBDIREKTORAT SENTRA INOVASI DAN INKUBATOR BISNIS SUBDIREKTORAT SENTRA KREATIF SUBDIREKTORAT AKSES PEMBIAYAAN 234 SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA INOVASI SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN BANK SEKSI PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS SEKSI PENGELOLAAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN NON BANK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI LISENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SEKSI LISENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI .

INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL 235 INSPEKTORAT II INSPEKTORAT I INSPEKTORAT III .

ORGANISASI.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN EVALUASI BAGIAN ANALISIS DAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. DAN TATA LAKSANA BAGIAN UMUM 236 SUBBAGIAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERENCANAAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN .

INSPEKTORAT I SUBBAGIAN TATA USAHA 237 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT II SUBBAGIAN TATA USAHA 238 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT III SUBBAGIAN TATA USAHA 239 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 240 PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF .

DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA . ORGANISASI.SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 241 SUBBAGIAN HUKUM. DATA. DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN MUTASI PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. ORGANISASI. EVALUASI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN 242 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF 243 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 244 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN BIDANG PENGEMBANGAN SDM EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA .

PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 245 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KOMPETENSI KEPARIWISATAAN BIDANG KOMPETENSI EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA .

PUSAT DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PENGELOLAAN DATA BIDANG PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI 246 SUBBIDANG PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG PENYIMPANAN DAN PELAYANAN DATA SUBBIDANG SISTEM APLIKASI SUBBIDANG JARINGAN DAN INFRASTRUKTUR .

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM 247 BIDANG PENYELENGGARAAN SUBBIDANG PROGRAM KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL SUBBIDANG KERJA SAMA SUBBIDANG DIKLAT STRUKTURAL BIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA .

PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PUBLIKASI DAN ANILISIS BERITA BIDANG INFORMASI PUBLIK BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA 248 SUBBIDANG PUBLIKASI DAN PEMBERITAAN SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG ANALISIS BERITA SUBBIDANG PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NON PEMERINTAH Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. ttd ZAINI BUSTAMAN. 19590617 198803 1 005 MARI ELKA PANGESTU . MM NIP. ttd MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. SH.

249 .

250 .

251 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful