PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.

001/MPEK/2012

TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2012 REPUBLIK INDONESIA

i

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena buku "Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dapat diterbitkan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 serta Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Dalam tatanan kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat tugas-tugas kementerian yang bersifat teknis dan diselenggarakan oleh organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Adapun ketentuan mengenai organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dimaksud, ditetapkan secara tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan diterbitkannya buku Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. i

Demikian, semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua. Jakarta, Februari 2012 Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi,

Drs. Turman Siagian, M.Si NIP.19630604 198303 1 001

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................ PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ................................ BAB I BAB II BAB III KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI ....................... SUSUNAN ORGANISASI ........................................... SEKRETARIAT JENDERAL ............................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ........................ Bagian Ketiga : Biro Perencanaan dan Organisasi .. Bagian Keempat : Biro Hukum dan Kepegawaian ...... Bagian Kelima : Biro Keuangan.................................. Bagian Keenam : Biro Kerja Sama Luar Negeri............ Bagian Ketujuh : Biro Umum....................................... DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA................................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi......................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ....... Bagian Keempat : Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata................... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata ..................................... Bagian Keenam : Direktorat Industri Pariwisata.......... Bagian Ketujuh : Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata ..... iii i iii

1 3 5 6 6 7 8 14 20 26 32 37 37 38 38 44 50 56 62

BAB IV

........... DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI.................................................. 93 Bagian Ketujuh : Direktorat Pencitraan Indonesia ........... 75 Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ....... 136 Bagian Kedua : Susunan Organisasi...... Tugas................ dan Fungsi..... 68 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA ...... 74 Bagian Kedua : Susunan Organisasi........... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik .................... 81 Bagian Kelima : Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri. Konvensi..................... Bagian Keenam : Direktorat Pengembangan Seni Rupa ...... 137 iv ............ Bagian Pertama : Kedudukan.. 112 112 113 114 119 125 130 BAB VI BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA...............................................................Bagian Kedelapan: Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus..... DESAIN.................. Tugas... Insentif...... 75 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata ........................................ 108 DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA ... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal . dan Event ...... Insentif..... dan Fungsi ........ Tugas...... Bagian Kedua : Susunan Organisasi.. dan Fungsi......... dan Minat Khusus............................... Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Industri Perfilman .................. Event..... 136 Bagian Pertama : Kedudukan.. 87 Bagian Keenam : Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri....... 74 Bagian Pertama : Kedudukan............... 100 Bagian Kedelapan : Direktorat Promosi Konvensi....................................

......................... dan Fungsi...................... 138 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media. 184 STAF AHLI.... 143 Bagian Kelima : Direktorat Desain dan Arsitektur............ 188 BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI ... 194 v ............Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ................ 168 Bagian Kedua : Susunan Organisasi. 149 Bagian Keenam : Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi .... Tugas dan Fungsi................... 169 Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan. 154 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL ........................... Bagian Kedua : Susunan Organisasi................... 175 Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif ................................................................................................... Bagian Kelima : Inspektorat II ....................... Bagian Ketiga : Sekretariat Inspektorat Jenderal ..................................................................................................................... 169 Bagian Ketiga : Sekretariat Badan .... Bagian Pertama : Kedudukan.... 178 Bagian Keenam : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif...... 190 BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK ............................ Bagian Keempat : Inspektorat I .. 180 Bagian Ketujuh : Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif .................................................. 186 PUSAT DATA DAN INFORMASI ...................... Bagian Keenam : Inspektorat III ............ Tugas... BAB IX 159 159 160 160 165 166 167 BAB X BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ..................................... 168 Bagian Pertama : Kedudukan...

........... 197 UNIT PELAKSANA TEKNIS ............................ 198 TATA KERJA.......................................... DAN PEMBERHENTIAN 200 KETENTUAN PERALIHAN ........................................................BAB XIV BAB XV BAB XVI BAB XVII BAB XIX BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .................................... 198 ESELON.......................... 204 ......... 201 Lampiran ... 202 BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN ............................................250 vi .. 201 PENUTUP ........................................ PENGANGKATAN.............................................

dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. serta dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pariwisata dan ekonomi 1 .07/HK. Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. Tugas.PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Tugas. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA.

Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. dipandang perlu menetapkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 2. Tugas. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011. SuratPersetujuanMenteriPendayagunaanAparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor:B/307/M. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. PAN-RB/1/2012 tanggal 27 Januari 2012. Memperhatikan: 2 . MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF. Tugas.kreatif. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011 3. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.

DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Dalam memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 4 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan b. yaitu: a. (2) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.BAB I KEDUDUKAN. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengoordinasikan pencapaian kebijakan strategis lintas unit 3 . Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dibantu oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 5 Ruang lingkup bidang tugas Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. TUGAS. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 3 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan program kerja dan kontrak kinerja. melaksanakan pengendalian reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dalam hal tertentu. Pasal 6 Rincian tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 meliputi: a. d. h. melaksanakan pengendalian dan pamantauan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.organisasi eselon I di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. f. e. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam proses pengambilan keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada acara tertentu dan/atau memimpin rapat sesuai dengan penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. c. dan i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan tugas khusus yang diberikan langsung oleh Presiden atau melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 7 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pariwisata dan ekonomi 4 . memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. g. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam penilaian dan penetapan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pasal 8 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. Desain. dan e. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. g. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. b. e. d. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 9 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. dan pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. penetapan. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. Sekretariat Jenderal. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.kreatif dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. f. b. perumusan. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah. 5 . c. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. d.

Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi. pembinaan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. dan n. l. dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. dan Fungsi Pasal 10 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pemimpin yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pusat Komunikasi Publik. i. Pasal 11 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas.h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif. m. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: 6 . (2) Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. j. Tugas. k. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Pusat Data dan Informasi.

keuangan. kerumahtanggaan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 13 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. dan e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. e. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan g. koordinasi kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. Biro Kerja Sama Luar Negeri. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan. b. Biro Perencanaan dan Organisasi. d. kepegawaian. 7 . f.a. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d. c. arsip dan dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. kerja sama. Biro Umum. Biro Keuangan. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. Biro Hukum dan Kepegawaian. dan hubungan masyarakat.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Organisasi Pasal 14 Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana program, penganggaran, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Biro Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana program; b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan anggaran; c. pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran; d. pelaksanaan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan ketatalaksanaan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 16 Biro Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. Bagian Rencana Program; b. Bagian Penganggaran; c. Bagian Evaluasi dan Pelaporan; d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 17 Bagian Rencana Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan dan koordinasi 8

perumusan dan penyusunan kebijakan rencana program Kementerian. Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Bagian Rencana Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 19 Bagian Rencana Program terdiri atas: a. Subbagian Rencana Progam I; b. Subbagian Rencana Program II; dan c. Subbagian Rencana Program III.

9

Pasal 20 (1) Subbagian Rencana Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah. (2) Subbagian Rencana Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Rencana Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan, Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 21 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 22 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian; 10

b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran, dan Rancangan Bahan Nota Keuangan, serta Penetapan Kinerja kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro yang meliputi: penyiapan bahan pameran, kepegawaian, rapat-rapat, tata persuratan dan kearsipan, serta urusan rumah tangga Biro. Pasal 23 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. Subbagian Penganggaran I; b. Subbagian Penganggaran II; dan c. Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro. Pasal 24 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran dan Rancangan Bahan Nota Keuangan serta Penetapan Kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, dan Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro. 11

Pasal 25 Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program dan anggaran, serta penyusunan laporan Kementerian dan penyiapan bahan sidang/rapat pimpinan. Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. Pasal 27 Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program; b. Subbagian Pelaporan Kementerian; dan c. Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan. Pasal 28 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Pelaporan Kementerian mempunyai tugas 12

koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian. Pasal 29 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi. penyiapan bahan penelaahan. analisis jabatan. tata cara. standar prosedur kerja/ SOP. evaluasi. penyiapan bahan penelaahan. analisis beban kerja. tata laksana. b. pengolahan. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi jabatan. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. dan pedoman kerja. dan pengembangan jabatan fungsional. analisis. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dokumentasi. pengolahan. evaluasi. Pasal 31 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: 13 . (3) Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. kriteria. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi.melakukan penyiapan bahan penelaahan. analisis. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. dan c. serta fasilitasi reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

evaluasi. penelaahan dan bantuan hukum. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi. tata cara. dokumentasi. serta melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. standar prosedur kerja/SOP. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. evaluasi. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi jabatan. Pasal 34 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a. b. Subbagian Tata Laksana. c. analisis beban kerja. Bagian Keempat Biro Hukum dan Kepegawaian Pasal 33 Biro Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan pedoman kerja. kriteria. Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan penelaahan. dan c. analisis. Pasal 32 a. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional. b. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Biro Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: 14 . penyusunan analisis jabatan. analisis. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi.

pengembangan serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. perumusan. pengadaan. b. pelaksanaan urusan mutasi pegawai. b. dan e. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang 15 . dan e. dan c. penyiapan bahan koordinasi. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan penelaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan penyusunan formasi. Bagian Peraturan Perundang-undangan. dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan perjanjian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 36 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 35 Biro Hukum dan Kepegawaian terdiri atas: a. d.a. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c. d. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 37 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36. c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum.

Pasal 38 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Pasal 41 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 40. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: 16 . dan c. Pasal 40 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan bantuan hukum. b. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif.kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan. (3) Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 39 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.

Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum. dan c. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 44 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyusunan formasi. Pasal 42 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. b. (3) Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. pengembangan. serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. pengadaan. Subbagian Penelaahan Hukum. penyuluhan hukum. Pasal 45 tugas sebagaimana 17 Dalam melaksanakan dimaksud dalam . b. pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum.a. Pasal 43 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan advokasi dan pemberian bantuan hukum di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Bantuan Hukum. penyiapan bahan bantuan hukum di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan penelaahan hukum di lingkungan Kementerian. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. dan c.

penyusunan formasi. b. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. Subbagian Perencanaan Pegawai. b. Subbagian Pengembangan Pegawai. Pasal 47 (1) Subbagian Perencanaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. kesejahteraan. dan pengadaan pegawai. penyiapan bahan analisis kebutuhan. pelaksanaan urusan disiplin. dan pengadaan pegawai. Pasal 48 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. dan pemberian tanda penghargaan pegawai serta Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dan pembinaan mental pegawai. Pasal 46 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. dan c. penyusunan formasi. dan c. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pengembangan pegawai.Pasal 44. 18 . (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan disiplin. kesejahteraan. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. dan pemberian tanda penghargaan pegawai. pengembangan pegawai.

(2) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. dan c. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai.Pasal 49 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan. Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. database pegawai. Pasal 50 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas: a. b. pelaksanaan urusan dokumentasi. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. kenaikan gaji berkala. dan c. dan tata usaha Biro. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. dan tata usaha Biro. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. 19 . Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha pegawai. penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. tata usaha pegawai. kenaikan gaji berkala. b. database pegawai. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. Pasal 51 (1) Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian.

c.Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 52 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengoordinasian pengelolaan pelaksanaan anggaran. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 52. serta rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. c. pelaksanaan verifikasi realisasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. Bagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. d. 20 . pelaksanaan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan keuangan serta evaluasi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. dan Verifikasi anggaran di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. pelaksanaan penataan pengelolaan perbendaharaan. akuntansi. Bagian Akuntansi. pengelolaan anggaran. dan e. dan penyelesaian kerugian keuangan Negara. evaluasi. Pasal 54 Biro Keuangan terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. perbendaharaan. b. pelaksanaan pemantauan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan koordinasi. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. Bagian Perbendaharaan.

Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media.d. penyiapan bahan pemantauan. dan e. Pusat Data dan Informasi. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Pusat Komunikasi Publik. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. Desain. Pasal 55 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. dan 21 . Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 55. dan koordinasi. evaluasi. dan c. koordinasi. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. b. evaluasi. b. Bagian Verifikasi Anggaran. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. evaluasi. pengelolaan anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata.

Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. evaluasi. evaluasi. koordinasi. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pusat Data dan Informasi. Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan penyelesaian kerugian keuangan negara. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: 22 . koordinasi. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 59. evaluasi. Pasal 58 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 59 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan. Inspektorat Jenderal. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. (3) Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan Pusat Komunikasi Publik. Desain.c.

penyiapan bahan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro. (2) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. b. (3) Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. dan c. dan penetapan pengelola Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran di lingkungan Kementerian. Pasal 62 (1) Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. koordinasi dan pertimbangan masalah perbendaharaan. serta urusan tata usaha Biro. koordinasi. dan c. serta urusan tata usaha Biro. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan. pemantauan.a. 23 . evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. pemantauan. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. evaluasi. b. dan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian.

Inspektorat Jenderal. Desain. penyiapan bahan pemantauan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Pasal 65 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. dan Pusat Komunikasi Publik. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan. Pusat Data dan Informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan c. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan c. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 63. b. Pasal 66 (1) Subbagian Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. koordinasi dan penyusunan laporan 24 . penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Akuntansi II.Pasal 63 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan di lingkungan Kementerian. Subbagian Akuntansi I. dan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata.

dan Pusat Komunikasi Publik. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 69 Bagian Verifikasi Anggaran terdiri atas: 25 . evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media.neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 68 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 67. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Pasal 67 Bagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melaksanakan verifikasi realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Desain. penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. Pusat Data dan Informasi. Bagian Verifikasi Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata.

Pasal 70 (1) Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan kementerian. Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan 26 . Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. c. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. dan b.a. regional ASEAN. dan multilateral di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. regional non ASEAN. Bagian Keenam Biro Kerja Sama Luar Negeri Pasal 71 Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan kerja sama antar negara secara bilateral. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. (2) Subbagian Rekonsiliasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. Subbagian Rekonsiliasi. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional ASEAN. b.

dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Asia Pasifik. evaluasi. Bagian Kerja Sama Multilateral. Pasal 73 Biro Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. dan e. dan e. d. Bagian Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN. 27 .Dunia. analisis. pemantauan. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan c. b. b. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN. analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Amerika dan Eropa. c. evaluasi. pemantauan. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. penyiapan bahan koordinasi. Bagian Kerja Sama Bilateral. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. Pasal 74 Bagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan dunia. pelaksanaan penyiapan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional non ASEAN. analisis. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

analisis. dan c. Timur Tengah. Pasal 79 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 78. analisis. Subbagian Afrika. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Amerika dan Eropa. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan Tata Usaha Biro. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN menyelenggarakan fungsi: 28 . dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Afrika dan Timur Tengah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Asia Pasifik. pemantauan. (3) Subbagian Afrika. pemantauan. Pasal 77 (1) Subbagian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 76 Bagian Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. b. pemantauan. analisis. Timur Tengah. serta urusan tata usaha biro. Subbagian Amerika dan Eropa. evaluasi. Pasal 78 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Organisasi ASEAN dan Kawasan Pertumbuhan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara. (2) Subbagian Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Asia Pasifik.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Afrika dan Timur Tengah.

b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mitra wicara ASEAN. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan negara-negara Mitra Wicara ASEAN. analisis. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. analisis. dan c. penyiapan bahan koordinasi. analisis. pemantauan. Subbagian Kawasan Pertumbuhan. evaluasi. Pasal 80 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN terdiri atas: a. Subbagian ASEAN. (3) Subbagian Kawasan Pertumbuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. analisis. Pasal 81 (1) Subbagian ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Mitra Wicara ASEAN. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. dan c. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. (2) Subbagian Mitra Wicara ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.a. pemantauan. Pasal 82 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan 29 . evaluasi. analisis. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. pemantauan. pemantauan. analisis.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di Antar kawasan Asia Pasifik dengan kawasan Amerika Latin. Pasal 84 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN terdiri atas: a. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di luar kawasan ASEAN. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan II. Subbagian Intra Kawasan. pemantauan. evaluasi 30 . (3) Subbagian Antar Kawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi. dan c.dunia. b. analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama intra kawasan Asia Pasifik. pemantauan. analisis. b. evaluasi. analisis. Subbagian Antar Kawasan II. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Antar Kawasan I. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. Pasal 85 (1) Subbagian Intra Kawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. (2) Subbagian Antar Kawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Antar kawasan kawasan Asia dan Eropa. analisis. pemantauan. pemantauan. pemantauan. antar kawasan Asia dan Afrika. analisis. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam kawasan Asia Pasifik. analisis. dan c. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan I. pemantauan.

Bagian Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. Subbagian UNWTO. Subbagian WTO dan OI Lainnya. (2) Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif mempunyai tugas 31 . analisis. Pasal 86 Bagian Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. pemantauan. Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pada kawasan kepulauan Pasifik. b. analisis. dan c. pemantauan. dan kerja sama kawasan Indian Ocean. analisis. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 86. Pasal 88 Bagian Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. dan c. penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. dan pada organisasi-organisasi D-8 dan G-20. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi. analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan UNWTO. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama UNWTO. Pasal 89 (1) Subbagian UNWTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi Internasional lainnya. evaluasi. b. evaluasi.

pemantauan. Bagian Perlengkapan. c. perlengkapan dan rumah tangga. d. pemantauan. Bagian Tata Usaha Pimpinan. pelaksanaan urusan layanan pengadaan barang/jasa. c. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Bagian Layanan Pengadaan. (3) Subbagian WTO dan OI Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. d. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan. Pasal 92 Biro Umum terdiri atas: a. analisis.melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan 32 . analisis. pelaksanaan urusan perlengkapan. Pasal 91 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan rumah tangga. evaluasi. dan e. Bagian Rumah Tangga. dan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 90 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. serta layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi internasional lainnya. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. evaluasi.

33 . b. c. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. Subbagian Tata Usaha Menteri. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Subbagian Protokol. b. tata usaha Wakil Menteri. dan e. c. d. tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 96 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal.e. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. dan e. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. serta urusan keprotokolan. Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 93. d. pelaksanaan urusan keprotokolan. tata usaha Staf Ahli.

pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris. dan pendistribusian barang inventaris. penyiapan bahan pemantauan. dan c. pencatataan dan penyusunan daftar inventaris. (4) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. analisis. (5) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan.(2) Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. dan analisis kebutuhan pengadaan barang inventaris kantor. (3) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. dan 34 . Subbagian Penatausahan Barang Milik Negara (BMN). pelaporan. penyusunan rencana kebutuhan. Pasal 98 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 97. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 99 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. serta penghapusan barang inventaris di lingkungan Kementerian. serta pemeliharaan. penyimpanan. Pasal 97 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan penatausahaan Barang Milik Negara. dan evaluasi pengelolaan. pemantauan. b. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. Subbagian Pemeliharaan.

(3) Subbagian Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. b.c. analisis. Pasal 103 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: 35 . Subbagian Analisis Kebutuhan. dan c. Pasal 100 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 101 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan gaji dan kesehatan pegawai. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. dan pendistribusian barang inventaris kantor. penyimpanan. pengamanan. pencatatan dan pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris serta penghapusan barang inventaris di lingkungan kementerian. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. dan evaluasi pengelolaan. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. serta urusan tata usaha Biro. pelaksanaan urusan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian.

penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Bagian Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan kantor. (2) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 105. Subbagian Urusan Dalam. pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Subbagian Pelaksanaan Pengadaan. Subbagian Tata Persuratan. b. Pasal 107 Bagian Layanan Pengadaan terdiri atas: a. Subbagian Bimbingan Teknis. dan c. Pasal 105 Bagian Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. serta urusan tata usaha Biro. Subbagian Pengamanan. dan b. dan pelaksanaan layanan. dan b.a. 36 . serta bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Pasal 104 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan sekretariat jenderal.

(2) Subbagian Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Tugas. (2) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 37 . Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 110 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengembangan destinasi pariwisata.Pasal 108 (1) Subbagian Pelaksanaan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian.

Insentif. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi 38 . standar. dan Event. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. penyusunan norma. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata. perumusan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan e. d. dan kriteria di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Direktorat Industri Pariwisata. b. dan f.a. d. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. c. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata. e. c. prosedur. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Konvensi. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata.

di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal; b. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pengelolaan urusan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal; c. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal; dan d. pengelolaan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 115 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama; b. Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum dan Informasi; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 116 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan dan evaluasi, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 39

Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116, Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran; b. Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan, pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.

40

Pasal 120 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan, penelaahan dan bantuan hukum, pelaksanaan pengelolaan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120, Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan, penelaahan, dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; b. perencanaan, pengembangan, pengangkatan, kepangkatan, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 122 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Hukum; b. Subbagian Kepegawaian; dan c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 123 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan 41

penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 126 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

42

Pasal 127 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 130 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: 43

dan c. penyusunan norma. Pasal 131 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. pengamanan sarana dan prasarana kantor. b. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Pasal 132 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. perawatan. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132.a. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. standar. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang 44 . (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Subbagian Tata Persuratan. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi dan investasi pariwisata.

penyusunan norma. dan kriteria. dan d. e. penyusunan norma. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata. standar. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. standar. Pasal 135 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. b. dan kriteria. serta 45 . Pasal 134 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengembangan zona kreatif. dan kriteria di bidang perancangan destinasi pariwisata. pengembangan zona kreatif. b. prosedur. Subdirektorat Investasi Pariwisata. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kawasan ekonomi khusus pariwisata. dan f. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional.perancangan destinasi pariwisata. c. prosedur. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. dan d. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi pariwisata. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. penyiapan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengembangan zona kreatif. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata.

Bali. dan Kalimantan. dan b. Jawa Tengah. Pasal 139 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Maluku.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah I. standar. Papua. standar. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. Maluku Utara. penyusunan norma. prosedur. Pasal 137 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Sumatera. penyusunan norma. dan Papua Barat. dan kriteria. DKI Jakarta. Jawa Barat. penyusunan norma. (2) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Jawa Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan kawasan pengembangan destinasi pariwisata. Banten. prosedur. dan kriteria. standar. prosedur. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II. prosedur. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I. dan kriteria. Pasal 138 (1) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Timur. 46 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah II.

Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah II. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Jawa Timur. DKI Jakarta. Sulawesi. Jawa Barat. dan kriteria. Bali. standar. dan b. standar. (2) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. Banten. Jawa Tengah. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 141 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II. penyusunan norma. Nusa Tenggara Barat. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I. prosedur. standar. dan Kalimantan. penyusunan norma. dan kriteria. 47 . Maluku. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Sumatera. standar. Papua. Pasal 142 (1) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Maluku Utara. dan Papua Barat. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah I. penyusunan norma. prosedur. Nusa Tenggara Timur. prosedur.

standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. prosedur. Pasal 146 (1) Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. desain. Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan Iptek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. dan iptek. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Iptek. 48 . dan b. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. penyusunan norma.Pasal 143 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar. Desain. standar. Pasal 145 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif terdiri atas: a. (2) Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif. Desain. dan kriteria. dan b.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Promosi Investasi.prosedur. prosedur. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. 49 . penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 147 Subdirektorat Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. dan kriteria. standar. Seksi Pengembangan Potensi Investasi. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. Subdirektorat Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 150 (1) Seksi Pengembangan Potensi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang investasi pariwisata. Pasal 149 Subdirektorat Investasi Pariwisata terdiri atas: a. dan kriteria. dan iptek. dan kriteria. desain. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

b. penyiapan penyusunan norma. Pasal 151 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. II. dan kriteria. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata. prosedur. dan kriteria di bidang pengembangan kawasan pariwisata. penyusunan norma.(2) Seksi Promosi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan IV. Pasal 153 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. dan daya tarik wisata di wilayah I. dan IV. III. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kawasan pariwisata. dan IV. penyusunan norma. dan daya tarik wisata di wilayah I. II. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata menyelenggarakan fungsi: a. II. 50 . dan daya tarik wisata di wilayah I. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Pasal 152 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. III. III. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan pariwisata. standar. dan d. standar.

standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa dan Sumatera. dan b. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah d. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah b. Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 155 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. I. Pasal 157 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I terdiri atas: 51 . penyusunan norma. dan kriteria. II. standar. dan kriteria. IV. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah e. III. standar. prosedur. dan f. penyusunan norma.Pasal 154 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata terdiri atas: a.

penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. prosedur. prosedur. standar. dan b. prosedur. Nusa Tenggara Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang 52 . dan b. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 158 (1) Seksi Wilayah Jawa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. Pasal 159 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.a. standar. Seksi Wilayah Sumatera. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. Seksi Wilayah Jawa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. dan kriteria. standar. penyusunan norma. dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. (2) Seksi Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. standar. standar.

prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 161 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II terdiri atas: a.pengembangan pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. standar. Seksi Wilayah Bali. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 163 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. prosedur. penyusunan norma. Pasal 162 (1) Seksi Wilayah Bali mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. penyusunan norma. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. prosedur. prosedur. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Wilayah Kalimantan. Pasal 166 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Wilayah Sulawesi. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. Pasal 165 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata wilayah III terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. standar. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 167 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria.163. standar. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di 54 . penyusunan norma.

55 . prosedur. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. dan b. dan kriteria. Pasal 170 (1) Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Maluku Utara. dan kriteria. prosedur. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. Papua. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. standar. dan Papua Barat. prosedur. dan kriteria. standar.bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. standar. prosedur. Pasal 169 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV terdiri atas: a.

pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. standar. Pasal 171 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. standar. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan jasa pariwisata. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang industri pariwisata. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. Bagian Keenam Direktorat Industri Pariwisata Pasal 172 Direktorat Industri Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Direktorat Industri Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyusunan norma. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan jasa pariwisata. dan kriteria di bidang sarana dan jasa pariwisata.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. prosedur. Pasal 174 Direktorat Industri Pariwisata terdiri atas: 56 . d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan d.

prosedur. Seksi Sarana Pariwisata I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi.a. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Sarana Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 57 . Pasal 175 Subdirektorat Sarana Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. standar. Pasal 177 Subdirektorat Sarana Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I. penyusunan norma. jasa makanan dan minuman. penyusunan norma. standar. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata. b. dan kriteria. Subdirektorat Sarana Pariwisata. prosedur. Subdirektorat Jasa Pariwisata. penyusunan norma. dan b. f. standar. dan kriteria. Subbagian Tata Usaha. e. Seksi Sarana Pariwisata II. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. serta tirta dan spa. dan b. c.

dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. jasa konsultan pariwisata. konvensi. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Jasa Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. (2) Seksi Sarana Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. dan b. Pasal 179 Subdirektorat Jasa Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata.Pasal 178 (1) Seksi Sarana Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan pameran. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa transportasi wisata. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. dan kriteria. jasa informasi pariwisata. jasa makanan dan minuman. penyusunan norma. dan kriteria. standar. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. 58 . standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa perjalanan wisata. standar. standar. insentif. serta tirta dan spa.

dan kriteria. dan Nusa Tenggara Timur. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. standar. Pasal 182 (1) Seksi Jasa Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. jasa informasi pariwisata. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi.Pasal 181 Subdirektorat Jasa Pariwisata terdiri atas: a. prosedur. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Jawa. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa perjalanan wisata. dan kriteria. (2) Seksi Jasa Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Bali. Seksi Jasa Pariwisata I. dan kriteria. konvensi. Pasal 183 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. jasa konsultan pariwisata. penyusunan norma. prosedur. prosedur. Nusa Tenggara Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa transportasi wisata. insentif. Seksi Jasa Pariwisata II. dan pameran. standar. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera. standar. serta 59 .

penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. penyusunan norma. prosedur.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. standar. Seksi Wilayah I. Pasal 187 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Papua dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. dan kriteria. prosedur.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Maluku. dan kriteria. standar. dan kriteria. dan b. Maluku Utara. penyusunan norma.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. prosedur. Sulawesi. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. prosedur.B. dan kriteria. Pasal 186 (1) Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah I. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. (2) Seksi Wilayah I. Pasal 185 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I terdiri atas: a. dan b. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. 60 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa.A.

dan b. Papua dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. Maluku Utara. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. Seksi Wilayah II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Maluku Utara. dan kriteria. prosedur. Pasal 190 (1) Seksi Wilayah II. Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. bdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Seksi Wilayah II. standar.Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. (2) Seksi Wilayah II. prosedur.A. standar. standar. prosedur. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.B. Pasal 189 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II terdiri atas: a. Papua dan Papua Barat. 61 .

62 . Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. standar. serta dokumentasi dan komunikasi. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. penyiapan penyusunan norma. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. serta dokumentasi dan komunikasi. prosedur. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. standar. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. c. dan kriteria di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. serta dokumentasi dan komunikasi. Bagian Ketujuh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Pasal 192 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata. peningkatan kapasitas masyarakat desa. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. peningkatan kapasitas masyarakat desa. penyusunan norma. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. peningkatan kapasitas masyarakat desa.Pasal 191 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan d. b.

penyusunan norma. b. standar. prosedur. standar. dan kriteria. c. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan norma. standar. dan f. prosedur. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. dan kriteria. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi. e. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. d. dan b.Pasal 194 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Subbagian Tata Usaha. Pasal 197 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pariwisata terdiri atas: 63 Pemberdayaan . Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan pariwisata. Pasal 195 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 199 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa. standar. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah II. prosedur. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah I. dan b. dan b. dan kriteria. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. standar. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. dan kriteria. prosedur. Pasal 198 (1) Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.a. prosedur. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. prosedur. dan kriteria. standar. 64 . penyusunan norma.

Bengkulu. Jawa Barat. Gorontalo. standar. dan Kalimantan Tengah. penyusunan norma. Pasal 202 (1) Seksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Sulawesi Tengah. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Barat. Lampung. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan dan kelembagaan masyarakat. Seksi Wilayah II. prosedur. dan kriteria. standar. DKI Jakarta. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Banten. dan b. Maluku Utara. Jawa Tengah. dan Sulawesi Tenggara. Jambi. dan kriteria. Sulawesi Selatan. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Utara. Papua Barat. Riau. 65 . Bangka Belitung. Sumatera Utara. Sumatera Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Aceh. Kalimantan Timur. (2) Seksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Sumatera Selatan. dan kriteria. prosedur. Maluku. Kepulauan Riau. Sulawesi Barat. Kalimantan Selatan. Kalimantan Barat. Daerah Istimewa Yogyakarta. Bali. Pasal 203 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Timur. penyusunan norma.Pasal 201 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa terdiri atas: a. Papua.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. Pasal 206 (1) Seksi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 66 . Seksi Kemitraan Masyarakat. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kelembagaan Masyarakat. Pasal 207 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. prosedur. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma.Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. penyusunan norma. Pasal 205 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat terdiri atas: a. penyusunan norma. dan kriteria. (2) Seksi Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat.

penyusunan norma. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan komunikasi. dan kriteria. Pasal 209 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi terdiri atas: a. Seksi Komunikasi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 210 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Komunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. dan b. prosedur. 67 . standar. penyusunan norma. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. dan b.penyusunan norma. Seksi Dokumentasi. dan kriteria. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. standar.

c. prosedur. insentif. dan Event Pasal 212 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. dan event. Konvensi. Konvensi. rekreasi dan hiburan. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. Insentif. konvensi. Insentif. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. dan event. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan wisata kuliner. wisata belanja. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. Bagian Kedelapan Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. rekreasi dan hiburan. Insentif. penyiapan penyusunan norma. 68 . insentif. Konvensi. wisata belanja. insentif. dan kriteria di bidang pengembangan wisata kuliner. Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata minat khusus. dan event. standar. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. insentif. prosedur.Pasal 211 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. wisata belanja. dan Event mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. dan event. rekreasi dan hiburan.

Insentif. dan Event. prosedur. dan b. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner dan belanja. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan. d. dan f. dan kriteria. e. penyusunan norma. dan kriteria. dan Event terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. b. dan kriteria. standar. c. Konvensi. penyusunan norma. standar. Pasal 215 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. prosedur. Insentif.Pasal 214 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. 69 . penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya.

penyusunan norma. Seksi Pengembangan Wisata Belanja. penyusunan norma. Pasal 219 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. (2) Seksi Pengembangan Wisata Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 70 .Pasal 217 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Wisata Kuliner. dan b. dan kriteria. standar. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. prosedur. penyusunan norma. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. standar. standar. Pasal 218 (1) Seksi Pengembangan Wisata Kuliner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan rekreasi dan hiburan. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 223 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga. standar. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam dan budaya. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. penyusunan norma. (2) Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 222 (1) Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. 71 . standar.penyusunan norma. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 221 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan terdiri atas: a. dan kriteria. dan kriteria. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan.

dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. standar.penyusunan norma. prosedur. Pasal 225 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. Seksi Pengembangan Wisata Alam. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. (2) Seksi Pengembangan Wisata Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Wisata Budaya. penyusunan norma. dan b. dan event. 72 . dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. dan b. Insentif dan Event mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. penyusunan norma. Pasal 227 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata konvensi. penyusunan norma. Pasal 226 (1) Seksi Pengembangan Wisata Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. prosedur. prosedur. prosedur.

dan Event. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. Insentif. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. dan event. penyusunan norma. dan kriteria. dan event. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. prosedur. penyusunan norma. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 229 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. dan event. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi.Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. 73 . insentif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. insentif. Insentif. dan kriteria. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. dan b. dan b. prosedur. penyusunan norma. insentif. prosedur. standar. prosedur. dan Event. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. dan kriteria. dan event. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. penyusunan norma. Insentif. dan Event terdiri atas: a. standar. Pasal 230 (1) Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. Insentif.

Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. dan 74 . dan Fungsi Pasal 232 (1) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. perumusan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran pariwisata. Tugas. penyusunan norma. BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. d. (2) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal. b.Pasal 231 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. c. standar. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. dan kriteria di bidang pemasaran pariwisata. Pasal 233 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasaran pariwisata.

Sekretariat Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Event. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri. b. b. Insentif. pengelolaan urusan kepegawaian. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. pemantauan. dan f. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan Minat Khusus. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 236 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 235 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. Direktorat Pencitraan Indonesia. serta penataan 75 . c. Sekretariat Direktorat Jenderal.e. evaluasi. dan pelaporan. Direktorat Promosi Konvensi. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. d. e.

dan c. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Informasi. rumah tangga. dan d. pemantauan dan evaluasi. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Kepegawaian. Bagian Keuangan. dan e. c. dan perlengkapan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. 76 . d. Pasal 238 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 239 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. b. b. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi. pengelolaan urusan tata persuratan.

Evaluasi. b. Evaluasi. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. evaluasi. Pasal 242 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan bantuan hukum di lingkungan 77 . Subbagian Pemantauan. Kepegawaian. Pasal 243 Bagian Hukum. dan c. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Pelaporan.Pasal 241 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan bantuan hukum. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Pemantauan. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. koordinasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. Subbagian Kerja Sama. Kepegawaian.

Pasal 245 Bagian Hukum. perpindahan tempat kerja. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan c.Direktorat Jenderal. perencanaan. Kepegawaian. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. kepangkatan. evaluasi. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. Subbagian Kepegawaian. Pasal 247 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. pengembangan. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. Pasal 246 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pengangkatan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi terdiri atas: a. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. b. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. Subbagian Hukum. perumusan. b. pemberhentian. kepangkatan. pengadaan. 78 .

Pasal 250 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. b. serta tata usaha keuangan. dan c. Pasal 249 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. pengelolaan penggunaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji.Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. 79 . serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. b. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

(2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan.Pasal 251 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. dan Data dan Informasi. Subbagian Pasal 254 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. Subbagian b. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan 80 . pengamanan sarana dan prasarana kantor. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Rumah Tangga dan Perlengkapan. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. rumah tangga. Pasal 253 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan. perawatan. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian c. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. pengelolaan urusan tata persuratan. dan perlengkapan. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Bagian Umum a. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a.urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. standar. penyiapan penyusunan norma. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. Pasal 257 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata terdiri atas: 81 . dan perancangan pemasaran pariwisata. dan perancangan pemasaran pariwisata. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata Pasal 255 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria dibidang informasi pasar dalam dan luar negeri. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan pasar dan informasi pariwisata. c. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. b. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. dan perancangan pemasaran pariwisata. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. dan d. penyusunan norma. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. prosedur.

Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pasar dalam negeri. e. c. d. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata. b. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri. standar. Pasal 260 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri terdiri atas: a. prosedur. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam negeri. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. prosedur. dan f. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata. 82 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar dalam negeri. Kelompok Jabatan Fungsional.a. prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 258 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata dalam negeri. penyusunan norma. standar. prosedur. standar. dan kriteria. standar. Pasal 262 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar luar negeri. dan kriteria. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur.Pasal 261 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata dalam negeri. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. 83 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. standar. penyusunan norma. dan kriteria.

Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. Pasal 266 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. standar. prosedur. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. standar. prosedur. dan 84 .Pasal 264 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. penyusunan norma. prosedur. prosedur. Pasal 265 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. dan kriteria. standar. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma.

penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. standar. penyusunan norma. standar. standar. prosedur. Pasal 269 (1) Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. prosedur. Pasal 270 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 268 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran pariwisata. standar. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. Seksi Widya Wisata. (2) Seksi Widya Wisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata.b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 85 .

a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan b. Pasal 272 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. dan kriteria. Pasal 274 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. standar. prosedur. dan kriteria. 86 . Pasal 273 (1) Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. prosedur. penyusunan norma. Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. prosedur.

Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. f. standar. Timur Tengah dan Afrika. Amerika dan Pasifik. dan 87 . Amerika dan Pasifik. prosedur. Timur Tengah dan Afrika. d. b.Bagian Kelima Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri Pasal 275 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Asia. Subbagian Tata Usaha. serta Eropa. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata luar negeri. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika. Subdirektorat Wilayah Eropa. b. ASIA. dan d. standar. Pasal 277 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. Subdirektorat Wilayah Asia. serta Eropa. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik. Asia. penyiapan penyusunan norma. c. prosedur. e. Subdirektorat Wilayah ASEAN. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. dan kriteria di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 275. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. penyusunan norma. Timur Tengah dan Afrika. serta Eropa. Amerika dan Pasifik.

dan Singapura. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma. Subdirektorat Wilayah ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. Malaysia. dan Indonesia. Philipina. Seksi Wilayah ASEAN II. Malaysia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. dan kriteria. Laos. Seksi Wilayah ASEAN I.g. Myanmar. Pasal 278 Subdirektorat Wilayah ASEAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 281 (1) Seksi Wilayah ASEAN I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Myanmar. prosedur. prosedur. dan Singapura. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. dan b. Kamboja. Kelompok Jabatan Fungsional. Brunei Darussalam. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. dan b. standar. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. prosedur. penyusunan norma. Laos. standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. Pasal 280 Subdirektorat Wilayah ASEAN terdiri atas: a. 88 . dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand.

dan b. standar. Kamboja. Seksi Wilayah Asia Timur. Pasal 284 Subdirektorat Wilayah Asia terdiri atas: a. penyusunan norma. prosedur. standar. Pasal 283 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat. prosedur. Philipina. Brunei Darussalam. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. dan kriteria. prosedur. Pasal 282 Subdirektorat Wilayah Asia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. standar.(2) Seksi Wilayah ASEAN II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Barat. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. dan kriteria. Subdirektorat Wilayah Asia menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 285 (1) Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan 89 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. dan Indonesia.

Seksi Wilayah Timur Tengah. prosedur. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Wilayah Afrika. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. Pasal 288 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika terdiri atas: a. Pasal 287 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 286 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Asia Barat. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah dan Afrika. dan b. penyusunan norma.kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. standar. standar. prosedur. 90 . standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah Asia Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar. standar.Pasal 289 (1) Seksi Wilayah Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika dan Pasifik. Pasal 290 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 91 . penyusunan norma. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. dan kriteria. standar. dan b. standar. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 293 (1) Seksi Wilayah Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 92 . dan kriteria.Pasal 292 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik terdiri atas: a. standar. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa. Seksi Wilayah Amerika. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. standar. dan kriteria. Subdirektorat Wilayah Eropa menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 295 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Wilayah Pasifik. dan b. Pasal 294 Subdirektorat Wilayah Eropa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. prosedur. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. (2) Seksi Wilayah Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat.Pasal 296 Subdirektorat Wilayah Eropa terdiri atas: a. standar. Seksi Wilayah Eropa Barat. Pasal 298 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata dalam negeri. penyusunan norma. standar. standar. Pasal 297 (1) Seksi Wilayah Eropa Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 299. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri menyelenggarakan 93 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. Bagian Keenam Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Pasal 299 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. prosedur.

b. standar. IV. dan V. IV. Sumatera Utara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. II. prosedur. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah I.fungsi: a. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I. dan V. dan V. f. Pasal 302 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. IV. dan Kepulauan Riau. III. b. Pasal 303 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III. Sumatera Selatan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. penyiapan penyusunan norma. II. standar. dan d. Jambi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 301 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri terdiri atas: a. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V. c. 94 . Sumatera Barat. dan Bangka Belitung. II. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. dan g. Riau. III. III. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. Bengkulu. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV e. dan kriteria di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. c. dan kriteria.

prosedur. prosedur. Riau. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Kepulauan Riau. Riau. standar. Sumatera Selatan. prosedur. Jambi. Bengkulu. dan kriteria. dan b. Sumatera Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Seksi Wilayah Sumatera Barat. Pasal 305 (1) Seksi Wilayah Aceh. penyusunan norma. Sumatera Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. dan Bangka Belitung. penyusunan norma. Pasal 304 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I terdiri atas: a. (2) Seksi Wilayah Sumatera Barat.penyusunan norma. dan kriteria. Riau. penyusunan norma. dan Kepulauan Riau. dan Kepulauan Riau mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sumatera Selatan Jambi. standar. Sumatera Selatan. Sumatera Selatan. Sumatera Utara. Riau. Seksi Wilayah Aceh. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Jambi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. dan Bangka Belitung. Bengkulu. Bengkulu. prosedur. dan kriteria. standar. Bengkulu. 95 . dan b. dan Kepulauan Riau. Jambi. dan kriteria. Sumatera Utara. dan Babel mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Bangka Belitung. standar.

Pasal 308 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II terdiri atas: a. Daerah Istimewa Yogyakarta. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan 96 . dan b. prosedur. prosedur. dan DKI Jakarta. Banten. standar. Seksi Wilayah Lampung. Seksi Wilayah Jawa Barat. Pasal 309 (1) Seksi Wilayah Jawa Barat. penyusunan norma. Jawa Tengah. Jawa Tengah. dan kriteria. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. Banten. Lampung.Pasal 306 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. penyusunan norma. dan DKI Jakarta. dan kriteria. dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. dan DKI Jakarta. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 307 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. Banten. Jawa Tengah. Jawa Tengah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Lampung.

Banten. dan kriteria. penyusunan norma. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah Kalimantan. prosedur. (2) Seksi Wilayah Lampung. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. Jawa Tengah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah Lampung. dan kriteria. standar. penyusunan norma. dan DKI Jakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Pasal 310 Subdirektorat Wilayah Promosi Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Banten. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 312 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. dan DKI Jakarta. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. standar. Pasal 311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. 97 .teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. Seksi Wilayah Sulawesi. dan b. standar. `penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. standar. Bali dan Nusa Tenggara Barat. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.Pasal 313 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. dan kriteria. prosedur. standar. prosedur. prosedur. dan kriteria. standar. 98 . dan kriteria. Nusa Tenggara Timur. Pasal 314 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. dan kriteria. dan kriteria.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. Maluku dan Maluku Utara. penyusunan norma. (2) Seksi Bali dan Nusa Tenggara Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Papua Barat. dan kriteria. Seksi Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. Pasal 317 (1) Seksi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan 99 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. dan kriteria. standar. Seksi Wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. Pasal 318 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b.Pasal 316 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. standar. standar. penyusunan norma.

Seksi Maluku dan Maluku Utara.b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. prosedur. Pasal 322 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. standar. Bagian Ketujuh Direktorat Pencitraan Indonesia Pasal 323 Direktorat Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. standar. Pasal 320 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V terdiri atas: a. penyusunan norma. (2) Seksi Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. penyusunan norma. 100 . prosedur. Pasal 321 (1) Seksi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Papua dan Papua Barat. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar.

Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital. 101 . media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak. dan d. prosedur. e. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. dan g. c. media elektronik dan digital. standar. prosedur. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Kelompok Jabatan Fungsional. media elektronik dan digital. c. f. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan komunikasi media cetak. b. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. penyiapan penyusunan norma. b. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan komunikasi media cetak. Pasal 325 Direktorat Pencitraan Indonesia terdiri atas: a.standar. Direktorat Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang strategi dan komunikasi media cetak. media elektronik dan digital.

dan kriteria.Pasal 326 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan b. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. standar. dan b. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia. Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi pencitraan Indonesia. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. standar. dan kriteria. Pasal 328 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. 102 .

prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. serta 103 . dan b. prosedur. Pasal 332 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. standar. Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 333 (1) Seksi Promosi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Promosi Media Cetak. penyusunan norma. standar.prosedur. standar. Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia melalui komunikasi media cetak. dan b. Pasal 330 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. dan kriteria.

dan kriteria. standar. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 334 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. penyusunan norma.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. standar. dan kriteria. Pasal 336 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital terdiri atas: a. standar. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. prosedur. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. 104 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media elektronik dan digital.

penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media ruang. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. standar.Pasal 337 (1) Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. prosedur. prosedur. 105 . dan b. standar. standar. penyusunan norma. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. penyusunan norma. standar. Pasal 338 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

standar. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang mempunyai tugas melakukan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. dan kriteria. dan b.Pasal 340 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. standar. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan. standar. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. Pasal 342 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta 106 . Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang. standar. standar. dan kriteria. dan b. Seksi Promosi Media Ruang. prosedur. Pasal 341 (1) Seksi Promosi Media Ruang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

standar. 107 . Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah. penyusunan norma. prosedur. Pasal 345 (1) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. dan b. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. Pasal 344 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. Pasal 346 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah. prosedur.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah.

penyiapan penyusunan norma. prosedur. Insentif. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah. Direktorat Promosi Konvensi. dan Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. Event. Event. insentif. Insentif. pemerintah dan non pemerintah. serta promosi minat khusus.Bagian Kedelapan Direktorat Promosi Konvensi. pemerintah dan non pemerintah. Event. Insentif. b. event. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi konvensi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. dan d. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi. standar. event. dan Minat Khusus terdiri atas: a. event. insentif. dan minat khusus kepada korporasi. serta promosi minat khusus. dan minat khusus kepada korporasi. dan minat khusus. event. penyusunan norma. b. dan Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 349 Direktorat Promosi Konvensi. insentif. Insentif. Pasal 348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 347. serta promosi minat khusus. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. c. dan kriteria di bidang promosi konvensi. dan Minat Khusus Pasal 347 Direktorat Promosi Konvensi. Event. 108 . dan minat khusus kepada korporasi. pemerintah dan non pemerintah.

Seksi Korporasi Luar Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. dan kriteria. standar. Subdirektorat Promosi Minat Khusus. Seksi Korporasi Dalam Negeri. 109 . Pasal 350 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. dan event kepada korporasi luar negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Pasal 352 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi terdiri atas: a. prosedur.c. dan b. prosedur. Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. dan event kepada korporasi dalam negeri dan luar negeri. dan event kepada korporasi dalam negeri. insentif. insentif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. d. insentif. dan b. dan e. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. insentif. penyusunan norma. prosedur. standar. dan event kepada lembaga non pemerintah. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. dan kriteria. dan kriteria. standar. standar. insentif. Pasal 354 Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. 110 .Pasal 353 (1) Seksi Korporasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. insentif. penyusunan norma. (2) Seksi Korporasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada lembaga pemerintah. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan kriteria. dan event kepada korporasi luar negeri. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. dan event kepada lembaga pemerintah dan non pemerintah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada korporasi dalam negeri. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. penyusunan norma. insentif. insentif. dan b.

Pasal 358 Subdirektorat Promosi Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi minat khusus. insentif. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. standar. Subdirektorat Promosi Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. prosedur.Pasal 356 Subdirektorat Pemerintah dan Non Pemerintah terdiri atas: a. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. dan b. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan event kepada lembaga non pemerintah. dan b. dan kriteria. standar. standar. dan kriteria. Pasal 357 (1) Seksi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Non Pemerintah. standar. insentif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. prosedur. (2) Seksi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Pemerintah. dan event kepada lembaga pemerintah. serta 111 .

dan kriteria. Tugas. (2) Seksi Wisata Non Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 360 Subdirektorat Promosi Minat Khusus terdiri atas: a. prosedur. Pasal 362 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA Bagian Pertama Kedudukan.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. dan Fungsi Pasal 363 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung 112 . penyusunan norma. Seksi Wisata Bahari. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. prosedur. Pasal 361 (1) Seksi Wisata Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. Seksi Wisata Non Bahari. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari.

pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Pasal 364 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. penyusunan norma. dan e. standar. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman. 113 . b. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364.jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. prosedur. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. b. d. c. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 366 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya terdiri atas: a. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal.

Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pengelolaan urusan kepegawaian. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. b. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik. 114 . Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 367 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan d. dan perlengkapan. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. dan d.c. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaporan. rumah tangga. Direktorat Pengembangan Seni Rupa. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. pengelolaan urusan tata persuratan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Pasal 369 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. c.

Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 373 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan 115 . pemantauan dan evaluasi. Bagian Keuangan. Evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Kepegawaian. Bagian Hukum. dan c. pemantauan. dan Pelaporan. Pasal 371 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. b. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 372 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Bagian Umum dan Informasi. dan c.b. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Pasal 370 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. dan Kelompok Jabatan Fungsional. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kerja Sama. b. d. Subbagian Pemantauan. dan Organisasi. c.

koordinasi. Pasal 374 Bagian Hukum. pemberhentian. kepangkatan. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Evaluasi. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. Kepegawaian. b. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. perencanaan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pengangkatan. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. 116 . pengembangan. dan c.rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi. dan Organisasi terdiri atas: a. (2) Subbagian Pemantauan. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum. penelaahan. Pasal 376 Bagian Hukum. Kepegawaian. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.

penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. b. pemberhentian. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. pengembangan.b. perumusan. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 377 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. perpindahan tempat kerja. 117 . dan c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. Pasal 378 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. serta tata usaha keuangan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. kepangkatan. dan c. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. pengadaan. pengelolaan penggunaan. Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378.

Pasal 380 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan perlengkapan. dan c. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan 118 . penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan tata persuratan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. Pasal 381 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. rumah tangga. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 382 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. b. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.

dan c. Subbagian Data dan Informasi. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. 119 . dan c. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. perawatan.Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Persuratan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Pasal 386 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pengamanan sarana dan prasarana kantor. standar. penyusunan norma. Pasal 384 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. b. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal.

prosedur. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman. b. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389. c. Subbagian Tata Usaha.Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. penyusunan norma. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film. e. dan f. dan kriteria. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi industri perfilman. Pasal 388 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria di bidang pengembangan industri perfilman. Subdirektorat Produksi. prosedur. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: 120 . standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. d. penyiapan penyusunan norma. b. c. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri perfilman. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 389 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemasaran Film. dan d. standar.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. standar. Pasal 392 (1) Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. Pasal 391 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman terdiri atas: a. Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman.a. dan kriteria. (2) Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival dan eksibisi film. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 393 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. 121 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. standar. dan b. prosedur. standar. Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman. prosedur.

standar. penyusunan norma.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. prosedur. Pasal 395 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film terdiri atas: a. 122 . Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film menyelenggarakan fungsi: a. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. Seksi Eksibisi Film. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Festival Film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi film. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 397 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. Pasal 396 (1) Seksi Festival film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Eksibisi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

serta pemberian bimbingan 123 . penyusunan norma. Seksi Pelayanan Produksi Film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. Pasal 400 (1) Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film. dan b. Subdirektorat Produksi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. penyusunan norma. Pasal 401 Subdirektorat Pemasaran Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. standar. dan b. penyusunan norma. dan kriteria.Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 399 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. prosedur. standar. (2) Seksi Pelayanan Produksi film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. dan kriteria.

prosedur. standar.teknis dan evaluasi di bidang pemasaran film. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. standar. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. Subdirektorat Pemasaran Film menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Distribusi Film. dan kriteria. prosedur. Pasal 404 (1) Seksi Distribusi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 403 Subdirektorat Pemasaran Film terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. dan b. Seksi Pertunjukan Film. Pasal 405 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. 124 . (2) Seksi Pertunjukan Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik. dan d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. c. prosedur. standar. prosedur. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. 125 . penyiapan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik.Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Pasal 406 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. c. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. penyusunan norma. b. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik. Pasal 408 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a.

penyusunan norma. dan kriteria. dan b. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria. dan b. 126 . prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. Pasal 411 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan terdiri atas: a.e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan. standar. Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. standar. Pasal 412 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan f. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. standar. Pasal 409 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan. prosedur.

prosedur. standar. penyusunan norma. standar. prosedur. penyusunan norma. Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik terdiri atas: a. standar. Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. prosedur.(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri musik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. Seksi Kreasi dan Produksi Musik. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 416 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Musik mempunyai tugas melakukan 127 .

penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. Pasal 419 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. standar. dan kriteria. Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. prosedur. penyusunan norma. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan dan industri musik. Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. standar. dan b. prosedur. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. dan 128 . prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.

Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. Seksi Pemasaran Industri Musik. dan kriteria. standar. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. (2) Seksi Pemasaran Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. prosedur. standar. standar. penyusunan norma.b. 129 . Pasal 421 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. standar. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. prosedur. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang infrastruktur dan dokumentasi seni pertunjukan dan industri musik. Pasal 420 (1) Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.

Bagian Keenam Direktorat Pengembangan Seni Rupa Pasal 426 Direktorat Pengembangan Seni Rupa mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 130 . Pasal 425 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Dokumentasi dan Publikasi. prosedur. penyusunan norma. standar. prosedur. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan. standar. dan kriteria. Pasal 424 (1) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan.Pasal 423 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. dan b. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. penyusunan norma.

prosedur. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Fotografi. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni rupa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa murni. c. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi. Direktorat Pengembangan Seni Rupa menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. c. d. dan f. b.Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. Pasal 429 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni menyelenggarakan fungsi: 131 . e. dan kriteria di bidang pengembangan seni rupa. dan kriteria. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni. Pasal 428 Direktorat Pengembangan Seni Rupa terdiri atas: a. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. dan d.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. standar. standar. 132 . Pasal 433 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.a. standar. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa terapan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni. dan b. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni. standar. prosedur. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 431 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. penyusunan norma. Pasal 432 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.

Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan. Pasal 436 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. prosedur. standar. standar. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Pasal 435 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan terdiri atas: a. penyusunan norma. prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. dan kriteria. prosedur. 133 . dan b. dan kriteria.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. standar.

Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi. prosedur. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 440 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Fotografi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan fotografi.Pasal 437 Subdirektorat Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 439 Subdirektorat Pengembangan Fotografi terdiri atas: a. prosedur. dan b. standar. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi. standar. standar. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. 134 . penyusunan norma. standar. penyusunan norma.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran dan pengembangan apresiasi. 135 . penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. standar. prosedur. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa. Pasal 443 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi terdiri atas: a. dan b. standar. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. prosedur. Pasal 444 (1) Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 441 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 447 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan kriteria. BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dipimpin oleh Direktur Jenderal. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan Fungsi Pasal 446 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. Desain. DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Bagian Pertama Kedudukan. Desain. Desain. (2) Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Tugas. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas merumuskan 136 . DESAIN. standar.prosedur. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 445 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa.

b. Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. desain. dan d. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan e. Desain. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terdiri atas: a. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. desain. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. Desain. Direktorat Desain dan Arsitektur. c.serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Desain. 137 . Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447. desain. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. desain. c. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. b. prosedur. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis media. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 449 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. d. desain. penyusunan norma. standar. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media.

b. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. c. d. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pasal 452 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Desain. dan e. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. dan Organisasi. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. Desain. Bagian Hukum. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. pemantauan. Bagian Umum dan Informasi. evaluasi. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan kepegawaian. dan perlengkapan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. 138 . Kepegawaian. rumah tangga. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. c. dan pelaporan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 450 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Keuangan. pengelolaan urusan tata persuratan.

dan Pelaporan. dan c. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kerja Sama. pemantauan. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. b. Evaluasi. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Evaluasi. Pasal 455 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. 139 . dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.Pasal 453 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. Pasal 456 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Subbagian Pemantauan. b. evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan dan evaluasi. dan c. (2) Subbagian Pemantauan. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal.

Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. penelaahan. perencanaan. dan c. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan c. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. b. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. b. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan. Pasal 460 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan 140 . perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan bantuan hukum. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. koordinasi. Kepegawaian. Kepegawaian. Kepegawaian. Pasal 457 Bagian Hukum.(3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. dan Organisasi terdiri atas: a. pengangkatan. Subbagian Kepegawaian. Pasal 459 Bagian Hukum. Bagian Hukum. Subbagian Hukum. pemberhentian.

bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 461 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 463 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan 141

c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 464 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 465 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 465, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

142

Bagian Umum a. Subbagian b. Subbagian c. Subbagian

Pasal 467 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan; Rumah Tangga dan Perlengkapan; dan Data dan Informasi.

Pasal 468 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan, perawatan, pengamanan sarana dan prasarana kantor, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Pasal 469 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143

469, Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; b. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 471 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik; b. Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; c. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video; d. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 472 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan film animasi dan komik. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472, Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta 144

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi; dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 474 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik terdiri atas: a. Seksi Film Animasi; dan b. Seksi Komik. Pasal 475 (1) Seksi Film Animasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi. (2) Seksi Komik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan tulisan fiksi dan non fiksi. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476, Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi, menyelenggarakan fungsi: 145

penyusunan norma.a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. prosedur. standar. standar. dan b. penyusunan norma. Seksi Tulisan Non Fiksi. penyusunan norma. standar. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. terdiri atas: a. standar. prosedur. 146 . prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi. (2) Seksi Tulisan Non Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. Pasal 479 (1) Seksi Tulisan Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif audio dan video. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. Seksi Tulisan Fiksi.

penyusunan norma. dan kriteria. standar. Pasal 482 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. standar. prosedur. dan b. Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan 147 . dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. Seksi Karya Kreatif Video. dan kriteria. standar. prosedur.Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. Pasal 483 (1) Seksi Karya Kreatif Audio mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. (2) Seksi Karya Kreatif Video mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Karya Kreatif Audio.

prosedur. Pasal 487 (1) Seksi Iklan Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan elektronik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif periklanan. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Iklan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan elektronik. standar. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan cetak. Pasal 486 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan terdiri atas: a. standar. Seksi Iklan Elektronik. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar. penyusunan norma.kebijakan. 148 . dan b. dan kriteria. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan cetak. Seksi Iklan Cetak. prosedur. dan kriteria.

dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. Subdirektorat Komunikasi Visual. Bagian Kelima Direktorat Desain dan Arsitektur Pasal 489 Direktorat Desain dan Arsitektur mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. 149 . standar. b. dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 489. c. Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan. b. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. Subbagian Tata Usaha. c. prosedur. dan d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang desain dan arsitektur. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Mode.Pasal 488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior. Pasal 491 Direktorat Desain dan Arsitektur terdiri atas: a. dan kriteria di bidang desain dan arsitektur. prosedur. e. Direktorat Desain dan Arsitektur menyelenggarakan fungsi: a.

standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. standar. dan b. (2) Seksi Desain Interior mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. 150 . Seksi Arsitektur. prosedur. prosedur. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. prosedur. Seksi Desain Interior. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. dan kriteria. dan kriteria. dan b. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 494 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior terdiri atas: a. penyusunan norma.Pasal 492 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. standar. Pasal 495 (1) Seksi Arsitektur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur dan desain interior. dan kriteria. penyusunan norma.

Pasal 498 Subdirektorat Komunikasi Visual terdiri atas: a. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. prosedur. penyusunan norma. prosedur. standar. (2) Seksi Komunikasi Visual mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual.Pasal 496 Subdirektorat Komunikasi Visual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. 151 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. Subdirektorat Komunikasi Visual menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. dan b. Seksi Desain Grafis. Seksi Komunikasi Visual. penyusunan norma. standar. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. Pasal 499 (1) Seksi Desain Grafis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.

prosedur. dan b. standar. Pasal 502 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan terdiri atas: a. penyusunan norma. Seksi Desain Produk. 152 . prosedur. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. standar. Seksi Desain Kemasan. prosedur. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 503 (1) Seksi Desain Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. dan b. standar. standar. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk dan desain kemasan. penyusunan norma. (2) Seksi Desain Kemasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.

Pasal 506 Subdirektorat Mode terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mode. Pasal 507 (1) Seksi Desain Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. 153 . Seksi Desain Busana. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. standar. (2) Seksi Desain Non Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.Pasal 504 Subdirektorat Mode mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. dan kriteria. penyusunan norma. Subdirektorat Mode menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar. prosedur. dan kriteria. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. penyusunan norma. dan b. prosedur. dan kriteria. prosedur. Seksi Desain Non Busana. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Akses Pembiayaan. penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. standar. Pasal 511 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi terdiri atas: a. Subdirektorat Lisensi Teknologi. c. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerja sama dan fasilitasi. dan 154 . d. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi menyelenggarakan fungsi: a. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. Subdirektorat Sentra Kreatif. Bagian Keenam Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi Pasal 509 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang kerja sama dan fasilitasi.Pasal 508 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. penyiapan penyusunan norma. b. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. dan d. b. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. dan kriteria.

Pasal 515 (1) Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. dan kriteria. dan b. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi lisensi teknologi. penyusunan norma. Pasal 514 Subdirektorat Lisensi Teknologi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi.f. standar. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Lisensi Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi. dan kriteria. Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 512 Subdirektorat Lisensi Teknologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi mempunyai tugas 155 . penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. prosedur. prosedur. standar.

dan kriteria. dan b. standar. standar. Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sentra inovasi dan inkubator bisnis. dan kriteria. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. dan kriteria. penyusunan norma.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. Pasal 519 (1) Seksi Pengembangan Sentra Inovasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. dan kriteria. standar. Seksi Pengembangan Sentra Inovasi. Pasal 518 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis terdiri atas: a. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 156 . Pasal 516 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. prosedur. prosedur.

dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Sentra Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. penyusunan norma. (1) Seksi Pasal 523 Pengembangan Sentra Kreatif mempunyai tugas 157 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi sentra kreatif. dan kriteria. Pasal 520 Subdirektorat Sentra Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan sentra kreatif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Pasal 522 Subdirektorat Sentra Kreatif terdiri atas: a. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. standar. prosedur.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra kreatif. standar. Seksi Pengembangan Sentra Kreatif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif. standar. dan kriteria.

penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 526 Subdirektorat Akses Pembiayaan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. Subdirektorat Akses Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. standar. prosedur. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan Sentra Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. prosedur. Seksi Akses Pembiayaan Non Bank. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 158 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan Sentra Kreatif. standar. Seksi Akses Pembiayaan Bank. dan b. standar. Pasal 524 Subdirektorat Akses Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. prosedur.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.

(2) Seksi Akses Pembiayaan Non Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. prosedur. 159 . Tugas dan Fungsi Pasal 529 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyusunan norma. standar. Pasal 528 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank.Pasal 527 (1) Seksi Akses Pembiayaan Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 530 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. penyusunan norma. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan.

pemantauan. b. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan d. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 533 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. Inspektorat I. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 532 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 160 . review. Inspektorat II. dan kegiatan pengawasan lainnya. evaluasi. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d. Inspektorat III. dan e. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pasal 536 Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana program. dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. kegiatan dan penganggaran. Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Kepegawaian. b. pelaksanaan analisis dan pemantauan serta advokasi atas laporan hasil pengawasan dan penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pengawasan masyarakat. organisasi. perlengkapan dan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha. penyusunan rencana program dan penganggaran serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan koordinasi. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 . Bagian Perencanaan dan Evaluasi. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. dan d. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum. b. Pasal 535 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Inspektorat jenderal. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kepegawaian. c.Pasal 534 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 533. d.

analisis. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyusunan rencana program. Pasal 540 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan serta pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi. Pasal 539 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program. 162 . kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540.536. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pemantauan. dan pelaporan hasil pengawasan. evaluasi. kegiatan dan penganggaran. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. analisis. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana program. Pasal 538 Bagian Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas: a. dan b. dan pelaporan tindak lanjut hasil pengawasan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan rencana program. kegiatan dan penganggaran Inspektorat Jenderal. dan b. penyiapan bahan pemantauan. Bagian Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan.

Pasal 546 Bagian Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan b. analisis. dan b. pengangkatan. Subbagian Kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. (2) Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 543 (1) Subbagian Analisis Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.Pasal 542 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas: a. Subbagian Analisis Hasil Pengawasan. 163 . Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. penyiapan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. pengadaan. pelaksanaan penyusunan rencana formasi. dan b. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pengawasan. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. analisis. Bagian Kepegawaian. kepangkatan. penataan. Pasal 544 Bagian Kepegawaian. Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan.

rumah tangga. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. rumah tangga. rumah tangga. pengangkatan. Subbagian Keuangan. pengadaan. dan b. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. 164 . kearsipan. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. kearsipan. Pasal 548 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha persuratan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. kepangkatan. Pasal 551 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha persuratan. kearsipan. perlengkapan serta keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengambangan. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal.Pasal 547 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiaapan bahan penyusunan rencana formasi. Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan. dan b. Pasal 550 Bagian Umum terdiri atas: a. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha persuratan. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal.

d. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. c. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. serta penyusunan laporan. 165 . evaluasi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I. dan e. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 552 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 553 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 552. evaluasi. reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan b. reviu. penyusunan laporan hasil pengawasan. Desain dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. pemantauan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Pasal 554 Inspektorat I terdiri atas: a. Pasal 555 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat I. b. pemantauan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Pasal 559 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat II.Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 556 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. evaluasi. pemantauan. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan kegiatan pengawasan lainnya. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. serta penyusunan laporan. pemantauan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. c. Pasal 558 Inspektorat II terdiri atas: a. dan e. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. d. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. Subbagian Tata Usaha. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. b. 166 . reviu. reviu. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi.

Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. serta penyusunan laporan. c. b. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu. d. dan b. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan e. evaluasi. 167 . penyusunan laporan hasil pengawasan.Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 560 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu. Pasal 561 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 560. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 562 Inspektorat III terdiri atas: a. pemantauan. pemantauan. Pasal 563 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat III. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. dan kegiatan pengawasan lainnya. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565. Pasal 565 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. 168 . dan Fungsi Pasal 564 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala Badan. penyusunan kebijakan teknis.BAB IX BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Bagian Pertama Kedudukan. rencana dan program pengembangan sumber daya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. dan d. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. pemantauan. pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. Tugas. b. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan. serta kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. c. dan e. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Sekretariat Badan. penataan dan peningkatan kapasitas organisasi 169 . Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 568 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 567 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. b. evaluasi dan pelaporan. b. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran.

Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. akuntansi dan verifikasi. c. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 571 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran. pemantauan. Bagian Umum dan Informasi. serta inventarisasi kekayaan milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana. b. dan e. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan 170 . pengelolaan urusan persuratan.dan tata laksana. serta pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 570 Sekretariat Badan terdiri atas: a. Bagian Hukum. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Kepegawaian. dan d. d. c. pengelolaan penggunaan. Bagian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. perbendaharaan dan gaji. penerimaan dan pengeluaran anggaran. program dan anggaran serta fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. data dan informasi. Organisasi.

evaluasi. dan c.penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Pelaporan. penataan 171 . b. b. Pasal 573 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. dan c. pelaksanaan fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Evaluasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. penelaahan dan bantuan hukum. Organisasi. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 574 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Subbagian Kerja Sama. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. (2) Subbagian Pemantauan. Pasal 575 Bagian Hukum.

dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. Subbagian Hukum. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. dan c. Organisasi. b. dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan. pelaksanaan perencanaan formasi. penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pemantauan. perumusan dan 172 . dan Tata Laksana. dan Kepegawaian terdiri atas: a. Bagian Hukum. serta pemantauan. Subbagian Mutasi Pegawai. b. penelaahan dan bantuan hukum. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. pengadaan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Organisasi. penelaahan dan bantuan hukum. perpindahan tempat kerja. pelaksanaan koordinasi perumusan. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi. serta pelaksanaan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan penyiapan bahan pengangkatan. penyusunan peraturan perundang-undangan. kepangkatan. evaluasi. Organisasi. evaluasi. dan c. dan pengembangan. Pasal 577 Bagian Hukum. perumusan dan penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 578 (1) Subbagian Hukum.

penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. pengadaan dan pengembangan. kepangkatan. dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan pengelolaan penggunaan. Pasal 579 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. (3) Subbagaian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. perpindahan tempat kerja. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. dan c. Pasal 581 Bagian Keuangan terdiri atas: 173 . serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pemberhentian. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. serta tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.a. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. c. pelaksanaan urusan tata persuratan. data dan informasi. Pasal 582 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan b. Pasal 583 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. data dan informasi. tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 174 . serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja Negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. data dan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengembangan sistem dan metoda. penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program kegiatan. Subbagian Tata Persuratan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Pasal 587 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan kepariwisataan. serta pemantauan. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.Pasal 585 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 586 (1) Subbagian Tata Persuratan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. Data dan Informasi. dan b. dan 175 .

Pasal 592 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. b. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 589 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Evaluasi. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. 176 . dan b. dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbidang Program. Bidang Program dan Evaluasi. Pasal 590 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. penyiapan bahan pemantauan. rencana dan program kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan.b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Bidang Data dan Publikasi.

Pasal 594 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. rencana dan program kegiatan. dan b. pelayanan serta penyajian dan publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengolahan.Pasal 593 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan pelayanan. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. penyajian. Subbidang Publikasi. Pasal 596 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. 177 . Subbidang Data. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Pasal 597 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

178 . penyajian. rencana dan program kegiatan. dan c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.(2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. penyusunan kebijakan teknis. serta pemantauan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif Pasal 598 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan ekonomi kreatif. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. b. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 600 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. pengembangan sistem dan metoda. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Bidang Data dan Publikasi. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Program dan Evaluasi.

dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 603 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. Subbidang Evaluasi. pelayanan serta penyajian dan 179 . Pasal 604 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan bahan pemantauan. Subbidang Program. pengolahan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 605 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. evaluasi. rencana dan program kegiatan. dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. dan b. kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.Pasal 601 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.

Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605.publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyajian. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 609 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Pasal 607 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. penyajian. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi : a. Subbidang Publikasi. (2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. Pasal 608 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. 180 . Subbidang Data. dan b. dan b. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pelaksanaan pelayanan.

Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisatan menyelenggarakan fungsi: 181 . perumusan kebijakan teknis. dan c. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. b. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan. penyusunan rencana dan program kegiatan. pengembangan kurikulum. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang ekonomi kreatif. dan b. sistem dan metoda. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan kebijakan teknis. sistem dan metoda. sistem dan metoda. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pengembangan kurikulum. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif. Pasal 611 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. penyusunan rencana dan program kegiatan. Pasal 612 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. pengembangan kurikulum. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang kepariwisataan.Pasal 610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609.

dan b. sistem 182 . penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan.a. pengembangan kurikulum. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. Pasal 616 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. sistem dan metoda. dan b. pengembangan kurikulum. penyusunan rencana program dan kegiatan. Pasal 614 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Program dan Evaluasi. penyusunan rencana program dan kegiatan. pengembangan kurikulum. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. Pasal 615 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis.

desain. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. dan b. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. pengembangan kurikulum. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. pengembangan kurikulum. penyusunan rencana program dan kegiatan. Pasal 618 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Pasal 619 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis.dan metoda. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. desain. desain. penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. Subbidang Program dan Evaluasi. penyusunan rencana program dan kegiatan. sistem dan metoda. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan 183 .

budaya serta berbasis media, desain, dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 620 Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620, Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 622 Pusat Pengembangan Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Bidang Kompetensi Kepariwisataan; b. Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif; dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 623 Bidang Kompetensi Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, 184

evaluasi, pelaporan, dan kerja sama pelaksanaan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623, Bidang Kompetensi Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 625 Bidang Kompetensi Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 626 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 627 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif. 185

Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627, Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 629 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 630 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. BAB X STAF AHLI Pasal 631 (1) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibantu oleh 4 (empat) Staf Ahli. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 186

(3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan Badan. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian pada Biro Umum. Pasal 632 Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Kreatif; b. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi; c. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; dan d. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karya

(1)

(2) (3) (4)

Pasal 633 Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah perlindungan keanekaragaman karya kreatif. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah jasa ekonomi. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah hubungan antar lembaga. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

187

BAB XI PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 634 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala. Pasal 635 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan pengembangan teknologi informasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635, Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan penyusunan data dan informasi; dan b. pelaksanaan pengembangan teknologi informasi. Pasal 637 Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Data; b. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi; c. Subbagian Tata Usaha; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 638 Bidang Pengelolaan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. 188

dan b. dan evaluasi data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.Pasal 639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. pengumpulan. Pasal 643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data. (2) Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 642 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pengumpulan. pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. analisis. jaringan dan infrastruktur teknologi informasi. analisis. Pasal 641 (1) Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan identifkasi. Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data. Pasal 640 Bidang Pengelolaan Data terdiri atas: a. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Bidang Pengelolaan Data menyelenggarakan fungsi: a. 189 . dan b. dan b. evaluasi dan pengolahan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Subbidang Sistem Aplikasi. BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI Pasal 647 (1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal.Pasal 644 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi terdiri atas: a. (2) Subbidang Jaringan dan Infrastruktur mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. Pasal 645 (1) Subbidang Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. 190 . Subbidang Jaringan dan Infrastruktur. Pasal 646 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Informasi. Pasal 648 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dipimpin oleh Kepala. dan b.

pelayanan teknis pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan d. c. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. Bidang Penyelenggaraan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. b. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan g. c. Pasal 650 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai terdiri atas: a. kepegawaian. Pasal 651 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. penyusunan rencana dan program serta kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan materi pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha.Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai. surat menyurat. dan 191 . d. Bidang Program dan Kerja Sama. perlengkapan. f. e.

Subbagian Keuangan. penyusunan program pendidikan dan pelatihan pegawai. dan b. Pasal 654 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan administrasi keuangan. dan perlengkapan. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. perumusan. ketatausahaan. Pasal 653 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. b. rumah tangga. dan c. Pasal 655 Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. 192 . Subbidang Kerja Sama.b. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan instansi dan lembaga. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan b. Subbagian Umum. Subbidang Program. penyusunan dan pengembangan kurikulum. rumah tangga. dan perlengkapan. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. penyusunan kebijakan dan program. Pasal 657 Bidang Program dan Kerja Sama terdiri atas: a. ketatausahaan. sistem dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai.

dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 661 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. b. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. pelaksanaan evaluasi dan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. 193 . Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural. dan c. Pasal 659 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan program. sistem. evaluasi.Pasal 658 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan struktural pegawai. dan b. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. Pasal 662 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. serta pengembangan kurikulum. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai.

BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 663 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. dan d. pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara/pemerintah. pameran. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh Kepala. dan pencitraan. b. dan pelayanan informasi serta dokumentasi. Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664.(2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. Pasal 664 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan komunikasi publik melalui publikasi dan analisis berita. evaluasi. dunia usaha dan masyarakat dalam dan luar negeri. pelaksanaan urusan tata usaha Pusat Komunikasi Publik. serta analisis berita dan opini publik. pengolahan. pelaksanaan publikasi. serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan diklat pimpinan. serta hubungan antar lembaga. hubungan media massa. c. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan informasi publik. pelaksanaan pengumpulan. 194 . pemberitaan.

analisis berita dan opini publik serta pencitraan. pelaksanaan publikasi. pameran. Bidang Hubungan Antar Lembaga. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. dan pencitraan.Pasal 666 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. pelaksanaan analisis berita dan opini publik serta pencitraan. dan pencitraan. dan b. pemberitaan. d. pameran. Bidang Publikasi dan Analisis Berita. c. Bidang Informasi Publik. dan e. b. hubungan media massa. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 667 Bidang Publikasi dan Analisis Berita mempunyai tugas melaksanakan publikasi. Subbidang Analisis Berita. 195 . dan b. Pasal 669 Bidang Publikasi dan Analisis Berita terdiri atas: a. hubungan media massa. serta analisis berita dan opini publik. (2) Subbidang Analisis Berita mempunyai tugas melakukan pameran. dan penyajian pemberitaan. pengolahan. serta hubungan dengan media massa. pemberitaan. Pasal 670 (1) Subbidang Publikasi dan Pemberitaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. publikasi. Subbidang Publikasi dan Pemberitaan. Bidang Publikasi dan Analisis Berita menyelenggarakan fungsi: a.

dan dokumentasi informasi. Pasal 674 (1) Subbidang Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengemasan. pelaksanaan pengemasan. pengelolaan. dan b. Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. Pasal 676 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. dan dokumentasi informasi. Bidang Informasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. penyajian. Pasal 673 Bidang Informasi Publik terdiri atas: a. Subbidang Pelayanan Informasi. Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi. pelaksanaan pengumpulan. dan b. dan pelayanan pengguna informasi. dan pelayanan pengguna informasi.Pasal 671 Bidang Informasi Publik mempunyai tugas pelaksanaan pelayanan informasi publik serta pengelolaan informasi dan dokumentasi. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: 196 . Pasal 675 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah dan lembaga dunia usaha dan masyarakat. pengelolaan. penyajian. (2) Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan.

dan b. BAB XIV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 680 Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional sesuai kebutuhan. Pasal 679 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Komunikasi Publik. pelaksanaan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah.a. Pasal 677 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. Pasal 681 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan tugas sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Pasal 678 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga Negara/ Pemerintah. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah. 197 . pelaksanaan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah. dan b.

BAB XVI TATA KERJA Pasal 684 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif wajib 198 . BAB XV UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 683 (1) Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis tertentu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (2) Organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.(1) (2) (3) (4) Pasal 682 Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas. Pasal 687 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 686 (1) Setiap laporan dari bawahan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 685 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugasnya masing-masing.menerapkan prinsip koordinasi. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dan dalam 199 . (2) Dalam menyampaikan laporan kepada pimpinan satuan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

Pasal 691 (1) Wakil Menteri. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.a. PENGANGKATAN. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kepala Badan. Direktur Jenderal. Inspektur. Pasal 690 Pejabat struktural eselon I.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan eselon I. Direktur. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Inspektur Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Bagian. DAN PEMBERHENTIAN (1) (2) (3) (4) (5) Pasal 689 Sekretaris Jenderal.a.rangka bimbingan kepada bawahannya wajib mengadakan rapat berkala. Sekretaris Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Seksi.b atau serendahrendahnya eselon II. Kepala Subbagian. Sekretaris Badan dan Kepala Pusat adalah jabatan struktural eselon II. Direktur Jenderal. dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Kepala Biro.a.a. BAB XVII ESELON.a.a. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Inspektur Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 200 . dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

BAB XIX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 694 Semua peraturan pelaksanaan dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 692 Perubahan atas organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Pasal 693 Perubahan pembagian obyek pengawasan Inspektorat yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Peraturan Menteri ini.27/HK. 201 . Pasal 695 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Menteri ini seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian sampai dengan diatur kembali berdasarkan Peraturan Menteri ini.

ttd. ttd. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2012 MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. Agar setiap orang mengetahuinya. memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.27/HK. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. MARI ELKA PANGESTU Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 13 Februari 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.BAB XX PENUTUP Pasal 696 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. AMIR SYAMSUDIN 202 . Pasal 697 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

MM NIP. 19590617 198803 1 005 203 .BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 196 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. SH. ZAINI BUSTAMAN.

DAN IPTEK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .07/HK.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF NOMOR : PM. DESAIN.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF WAKIL MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STAF AHLI 204 INSPEKTORAT JENDERAL DITJEN PEMASARAN PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA PUSAT DATA DAN INFORMASI SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA.

SEKRETARIAT JENDERAL 205 BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT DATA DAN INFORMASI PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BAGIAN RENCANA PROGRAM BAGIAN PENGANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA 206 SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM I SUBBAGIAN PENGANGGARAN I SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM II SUBBAGIAN PENGANGGARAN II SUBBAGIAN PELAPORAN KEMENTERIAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM III SUBBAGIAN ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PENGANGGARAN III DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PENYIAPAN BAHAN PIMPINAN SUBBAGIAN FASILITASI REFORMASI BIROKRASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI 207 SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN KEPARIWISATAAN SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM SUBBAGIAN PERENCANAAN PEGAWAI SUBBAGIAN PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN PERJANJIAN DAN RATIFIKASI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI HUKUM SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN 208 SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN I SUBBAGIAN TATA KELOLA PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN AKUNTANSI I SUBBAGIAN VERIFIKASI PENDAPATAN DAN BELANJA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN II SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PEMANTAUAN ANGGARAN DAN PNBP SUBBAGIAN AKUNTANSI II SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN KEUANGAN SUBBAGIAN REKONSILIASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN KERJA SAMA BILATERAL BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL ASEAN BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL NON ASEAN BAGIAN KERJA SAMA MULTILATERAL 209 SUBBAGIAN ASIA PASIFIK SUBBAGIAN ASEAN SUBBAGIAN INTRA KAWASAN SUBBAGIAN UNWTO SUBBAGIAN AMERIKA DAN EROPA SUBBAGIAN AFRIKA. DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KAWASAN PERTUMBUHAN SUBBAGIAN MITRA WICARA ASEAN SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN I SUBBAGIAN KERJA SAMA EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN II SUBBAGIAN WTO DAN OI LAINNYA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . TIMTENG.

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN LAYANAN PENGADAAN 210 SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BMN SUBBAGIAN TATA USAHA WAMEN SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKJEN SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN PENGADAAN SUBBAGIAN PENGAMANAN SUBBAGIAN BIMBINGAN TEKNIS SUBBAGIAN TATA PERSURATAN .

KONVENSI. DAN EVENT . INSENTIF.DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 211 DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS.

DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 212 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. EVALUASI.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. KEPEGAWAIAN.

DAN IPTEK SEKSI PROMOSI INVESTASI . I SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL. II SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS MEDIA. II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL. DESAIN.DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN ZONA KREATIF SUBDIREKTORAT KAWASAN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SUBDIREKTORAT INVESTASI PARIWISATA 213 SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL. I SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKSI PENGEMBANGAN POTENSI INVESTASI SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH II SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH III SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH IV 214 SEKSI WILAYAH BALI SEKSI WILAYAH NTB DAN NTT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH JAWA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA SEKSI WILAYAH SUMATERA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH PAPUA. DAN PAPUA BARAT .

DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SARANA PARIWISATA SUBDIREKTORAT JASA PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH II 215 SEKSI JASA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH I.B .A SEKSI SARANA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH II.B KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI SARANA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH II.A SEKSI JASA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH I.

DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN DAN PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN KOMUNIKASI 216 SEKSI WILAYAH I SEKSI WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERANCANGAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KEMITRAAN MASYARAKAT SEKSI DOKUMENTASI SEKSI PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KELEMBAGAAN MASYARAKAT SEKSI KOMUNIKASI .

DAN EVENT SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BELANJA SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA SEKSI SARANA DAN PRASARANA WISATA KONVENSI.DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS KONVENSI. INSENTIF. DAN EVENT . DAN EVENT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KULINER DAN BELANJA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA ALAM DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN REKREASI DAN HIBURAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KONVENSI. INSENTIF. INSENTIF. DAN EVENT 217 SEKSI PENGEMBANGAN WISATA SPA DAN KESEHATAN SEKSI PENGEMBANGAN WISATA OLAH RAGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PENGEMBANGAN WISATA KULINER SEKSI PENGEMBANGAN WISATA ALAM SEKSI FASILITASI WISATA KONVENSI. INSENTIF.

INSENTIF.DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 218 DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. DAN MINAT KHUSUS DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFOMASI PARIWISATA . EVENT.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. EVALUASI. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . KEPEGAWAIAN. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 219 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFORMASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA DAN WIDYA WISATA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN PEMASARAN PARIWISATA 220 SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI WIDYA WISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT WILAYAH ASEAN SUBDIREKTORAT WILAYAH ASIA SUBDIREKTORAT WILAYAH TIMUR TENGAH DAN AFRIKA SUBDIREKTORAT WILAYAH AMERIKA DAN PASIFIK SUBDIREKTORAT WILAYAH EROPA 221 SEKSI WILAYAH ASIA SELATAN DAN BARAT SEKSI WILAYAH TIMUR TENGAH SEKSI WILAYAH ASIA TIMUR SEKSI WILAYAH AFRIKA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ASEAN I SEKSI WILAYAH AMERIKA SEKSI WILAYAH EROPA BARAT SEKSI WILAYAH ASEAN II SEKSI WILAYAH PASIFIK SEKSI WILAYAH EROPA TENGAH DAN TIMUR .

DAN D. SUMUT. DAN DKI JAKARTA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH BALI DAN NTB SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ACEH.I. BANTEN. & BANGKA BELITUNG .YOGYAKARTA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH JAWA TIMUR DAN NTT SEKSI WILAYAH PAPUA DAN PAPUA BARAT SEKSI WILAYAH LAMPUNG.DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH I SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH II SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH III SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH IV SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH V 222 SEKSI WILAYAH JAWA BARAT. JAMBI. SUMSEL. RIAU DAN KEP. BENGKULU. JAWA TENGAH.RIAU SEKSI WILAYAH SUMBAR.

DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT STRATEGI PENCITRAAN INDONESIA SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA CETAK SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA RUANG SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN KEMITRAAN 223 SEKSI PROMOSI MEDIA CETAK SEKSI PROMOSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA CETAK SEKSI PERENCANAAN PENCITRAAN INDONESIA SEKSI PROMOSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SEKSI PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENCITRAAN INDONESIA SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA NON-PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

EVENT. INSENTIF.DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. DAN MINAT KHUSUS SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE KORPORASI SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH SUBDIREKTORAT PROMOSI MINAT KHUSUS 224 SEKSI KORPORASI DALAM NEGERI SEKSI PEMERINTAH SEKSI WISATA BAHARI SEKSI KORPORASI LUAR NEGERI SEKSI NON PEMERINTAH SEKSI WISATA NON BAHARI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 225 DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA .

DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 226 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. KEPEGAWAIAN. EVALUASI.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT FASILITASI INDUSTRI PERFILMAN SUBDIREKTORAT FESTIVAL DAN EKSIBISI FILM SUBDIREKTORAT SUBDIREKTORAT PRODUKSI FILM PRODUKSI SUBDIREKTORAT PEMASARAN FILM 227 SEKSI FESTIVAL FILM SEKSI PENGEMBANGAN KONTEN DAN LOKASI FILM SEKSI EKSIBISI FILM SEKSI PELAYANAN PRODUKSI FILM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FASILITASI USAHA PERFILMAN SEKSI DISTRIBUSI FILM SEKSI FASILITASI KEGIATAN PERFILMAN SEKSI PERTUNJUKAN FILM .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT INFRASTRUKTUR DAN DOKUMENTASI SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK 228 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI MUSIK SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SEKSI PEMASARAN INDUSTRI MUSIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUK SENI PERTUNJUKAN SEKSI PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PERTUNJUKAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SUBDIREKTORAT PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN APRESIASI 229 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA TERAPAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA MURNI SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA FOTOGRAFI SEKSI DISTRIBUSI DAN KOMERSIALISASI KARYA SENI RUPA SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SEKSI APRESIASI KARYA SENI RUPA .

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. DAN IPTEK SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 230 DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI . DESAIN.

DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 231 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. KEPEGAWAIAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI . EVALUASI.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FILM ANIMASI DAN KOMIK SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TULISAN FIKSI DAN NON FIKSI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF AUDIO DAN VIDEO SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF PERIKLANAN 232 SEKSI TULISAN FIKSI SEKSI KARYA KREATIF AUDIO SEKSI KOMIK SEKSI TULISAN NON FIKSI SEKSI KARYA KREATIF VIDEO KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FILM ANIMASI SEKSI IKLAN CETAK SEKSI IKLAN ELEKTRONIK .

DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ARSITEKTUR DAN DESAIN INTERIOR SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI VISUAL SUBDIREKTORAT DESAIN PRODUK DAN KEMASAN SUBDIREKTORAT MODE 233 SEKSI ARSITEKTUR SEKSI DESAIN GRAFIS SEKSI KOMUNIKASI VISUAL SEKSI DESAIN PRODUK SEKSI DESAIN BUSANA SEKSI DESAIN INTERIOR SEKSI DESAIN KEMASAN SEKSI DESAIN NON BUSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT LISENSI TEKNOLOGI SUBDIREKTORAT SENTRA INOVASI DAN INKUBATOR BISNIS SUBDIREKTORAT SENTRA KREATIF SUBDIREKTORAT AKSES PEMBIAYAAN 234 SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA INOVASI SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN BANK SEKSI PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS SEKSI PENGELOLAAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN NON BANK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI LISENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SEKSI LISENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI .

INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL 235 INSPEKTORAT II INSPEKTORAT I INSPEKTORAT III .

DAN TATA LAKSANA BAGIAN UMUM 236 SUBBAGIAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERENCANAAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN .SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN EVALUASI BAGIAN ANALISIS DAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. ORGANISASI.

INSPEKTORAT I SUBBAGIAN TATA USAHA 237 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT II SUBBAGIAN TATA USAHA 238 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT III SUBBAGIAN TATA USAHA 239 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 240 PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF .

SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN MUTASI PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA . ORGANISASI. DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 241 SUBBAGIAN HUKUM. DATA. DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN. EVALUASI. ORGANISASI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN 242 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF 243 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 244 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN BIDANG PENGEMBANGAN SDM EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA .

PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 245 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KOMPETENSI KEPARIWISATAAN BIDANG KOMPETENSI EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA .

PUSAT DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PENGELOLAAN DATA BIDANG PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI 246 SUBBIDANG PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG PENYIMPANAN DAN PELAYANAN DATA SUBBIDANG SISTEM APLIKASI SUBBIDANG JARINGAN DAN INFRASTRUKTUR .

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM 247 BIDANG PENYELENGGARAAN SUBBIDANG PROGRAM KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL SUBBIDANG KERJA SAMA SUBBIDANG DIKLAT STRUKTURAL BIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA .

ttd ZAINI BUSTAMAN.PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PUBLIKASI DAN ANILISIS BERITA BIDANG INFORMASI PUBLIK BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA 248 SUBBIDANG PUBLIKASI DAN PEMBERITAAN SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG ANALISIS BERITA SUBBIDANG PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NON PEMERINTAH Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. ttd MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. MM NIP. 19590617 198803 1 005 MARI ELKA PANGESTU . SH.

249 .

250 .

251 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful