P. 1
PERMEN PAREKRAF 2012

PERMEN PAREKRAF 2012

|Views: 535|Likes:
Dipublikasikan oleh moonlight_vacious

More info:

Published by: moonlight_vacious on Jul 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

Sections

  • BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI
  • BAB II SUSUNAN ORGANISASI
  • BAB III SEKRETARIAT JENDERAL
  • Bagian Pertama Kedudukan, Tugas, dan Fungsi
  • Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Organisasi
  • Bagian Keempat Biro Hukum dan Kepegawaian
  • Bagian Keenam Biro Kerja Sama Luar Negeri
  • Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal
  • Bagian Keenam Direktorat Industri Pariwisata
  • BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA
  • Bagian Ketujuh Direktorat Pencitraan Indonesia
  • Bagian Kelima Direktorat Desain dan Arsitektur
  • BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL
  • Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi
  • Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal
  • Bagian Keenam Inspektorat III
  • Bagian Ketiga Sekretariat Badan
  • BAB XI PUSAT DATA DAN INFORMASI
  • BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI
  • BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK
  • BAB XV UNIT PELAKSANA TEKNIS
  • BAB XVI TATA KERJA
  • BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN
  • BAB XIX KETENTUAN PERALIHAN

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.

001/MPEK/2012

TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2012 REPUBLIK INDONESIA

i

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena buku "Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dapat diterbitkan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 serta Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Dalam tatanan kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat tugas-tugas kementerian yang bersifat teknis dan diselenggarakan oleh organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Adapun ketentuan mengenai organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dimaksud, ditetapkan secara tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan diterbitkannya buku Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. i

Demikian, semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua. Jakarta, Februari 2012 Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi,

Drs. Turman Siagian, M.Si NIP.19630604 198303 1 001

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................ PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ................................ BAB I BAB II BAB III KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI ....................... SUSUNAN ORGANISASI ........................................... SEKRETARIAT JENDERAL ............................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ........................ Bagian Ketiga : Biro Perencanaan dan Organisasi .. Bagian Keempat : Biro Hukum dan Kepegawaian ...... Bagian Kelima : Biro Keuangan.................................. Bagian Keenam : Biro Kerja Sama Luar Negeri............ Bagian Ketujuh : Biro Umum....................................... DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA................................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi......................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ....... Bagian Keempat : Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata................... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata ..................................... Bagian Keenam : Direktorat Industri Pariwisata.......... Bagian Ketujuh : Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata ..... iii i iii

1 3 5 6 6 7 8 14 20 26 32 37 37 38 38 44 50 56 62

BAB IV

...... Tugas................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ............................ Tugas... 100 Bagian Kedelapan : Direktorat Promosi Konvensi............... DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI........... 74 Bagian Kedua : Susunan Organisasi.... 112 112 113 114 119 125 130 BAB VI BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA....................................... 108 DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA .......... dan Event ..............Bagian Kedelapan: Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus...... 137 iv ... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik ........... dan Fungsi...................... Konvensi............ Bagian Kedua : Susunan Organisasi.............. Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Industri Perfilman ......... Bagian Pertama : Kedudukan........ Event........ DESAIN...................................... dan Fungsi..... dan Minat Khusus............ 136 Bagian Pertama : Kedudukan........ Tugas.. 87 Bagian Keenam : Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri.. 75 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata ....................................................... 68 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA . dan Fungsi ............. 93 Bagian Ketujuh : Direktorat Pencitraan Indonesia ..... Insentif......................................... 136 Bagian Kedua : Susunan Organisasi........ 75 Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal .. 81 Bagian Kelima : Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri.. Insentif................................ Bagian Keenam : Direktorat Pengembangan Seni Rupa ..... 74 Bagian Pertama : Kedudukan.

..... 186 PUSAT DATA DAN INFORMASI .. dan Fungsi.............................. 194 v ... 169 Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ........................................................Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ... Tugas........................ 149 Bagian Keenam : Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi ............... Bagian Keenam : Inspektorat III ... Bagian Kedua : Susunan Organisasi................ Bagian Ketiga : Sekretariat Inspektorat Jenderal . Bagian Pertama : Kedudukan.......... Tugas dan Fungsi............. 143 Bagian Kelima : Direktorat Desain dan Arsitektur........ 168 Bagian Pertama : Kedudukan............... 184 STAF AHLI...... 154 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL ....................... Bagian Keempat : Inspektorat I ..................... 188 BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI ............ 175 Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif ............ 138 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media................. 190 BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK ................................................................................................ 180 Bagian Ketujuh : Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif ..... Bagian Kelima : Inspektorat II ....... 169 Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan.............................................................. 178 Bagian Keenam : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif............................................................................... BAB IX 159 159 160 160 165 166 167 BAB X BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ...... 168 Bagian Kedua : Susunan Organisasi..........................

........... DAN PEMBERHENTIAN 200 KETENTUAN PERALIHAN ............... 201 Lampiran ...................................................... 202 BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN ..................................................................................................................BAB XIV BAB XV BAB XVI BAB XVII BAB XIX BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ................. 198 ESELON. 197 UNIT PELAKSANA TEKNIS ......................................... 204 ............... PENGANGKATAN.... 201 PENUTUP .....250 vi .......................... 198 TATA KERJA.......................................

Tugas. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. serta dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pariwisata dan ekonomi 1 . dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. Tugas.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA.07/HK. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi.PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.

Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Tugas. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011. PAN-RB/1/2012 tanggal 27 Januari 2012. Memperhatikan: 2 . Tugas. SuratPersetujuanMenteriPendayagunaanAparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor:B/307/M. Mengingat : 1. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011 3. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. dipandang perlu menetapkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.kreatif. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. 2.

Pasal 2 Dalam memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.BAB I KEDUDUKAN. TUGAS. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 3 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dibantu oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan b. (2) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 5 Ruang lingkup bidang tugas Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengoordinasikan pencapaian kebijakan strategis lintas unit 3 . Pasal 4 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. yaitu: a.

organisasi eselon I di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 6 Rincian tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 meliputi: a. dalam hal tertentu. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan tugas khusus yang diberikan langsung oleh Presiden atau melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam proses pengambilan keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan i. mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada acara tertentu dan/atau memimpin rapat sesuai dengan penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan program kerja dan kontrak kinerja. b. melaksanakan pengendalian dan pamantauan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam penilaian dan penetapan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 7 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pariwisata dan ekonomi 4 . f. c. melaksanakan pengendalian reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. e. memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. h. g.

d. penetapan. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. 5 . Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. d. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 9 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. g. Pasal 8 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. perumusan. dan e. dan pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.kreatif dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. f. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. e. Desain. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. b. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga. dan n. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif.h. k. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi. pembinaan. m. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. Tugas. dan Fungsi Pasal 10 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pemimpin yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 11 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Pusat Komunikasi Publik. Pusat Data dan Informasi. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: 6 . l. i. dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. j. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. (2) Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini.

Biro Perencanaan dan Organisasi. c. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 13 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. kerja sama. e. kepegawaian. Biro Hukum dan Kepegawaian. c. dan g. b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan e. d. 7 . pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara. b. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan. arsip dan dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. keuangan. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. d. kerumahtanggaan. Biro Kerja Sama Luar Negeri. f. dan hubungan masyarakat. Biro Umum. Biro Keuangan. koordinasi kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Organisasi Pasal 14 Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana program, penganggaran, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Biro Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana program; b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan anggaran; c. pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran; d. pelaksanaan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan ketatalaksanaan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 16 Biro Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. Bagian Rencana Program; b. Bagian Penganggaran; c. Bagian Evaluasi dan Pelaporan; d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 17 Bagian Rencana Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan dan koordinasi 8

perumusan dan penyusunan kebijakan rencana program Kementerian. Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Bagian Rencana Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 19 Bagian Rencana Program terdiri atas: a. Subbagian Rencana Progam I; b. Subbagian Rencana Program II; dan c. Subbagian Rencana Program III.

9

Pasal 20 (1) Subbagian Rencana Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah. (2) Subbagian Rencana Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Rencana Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan, Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 21 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 22 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian; 10

b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran, dan Rancangan Bahan Nota Keuangan, serta Penetapan Kinerja kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro yang meliputi: penyiapan bahan pameran, kepegawaian, rapat-rapat, tata persuratan dan kearsipan, serta urusan rumah tangga Biro. Pasal 23 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. Subbagian Penganggaran I; b. Subbagian Penganggaran II; dan c. Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro. Pasal 24 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran dan Rancangan Bahan Nota Keuangan serta Penetapan Kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, dan Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro. 11

Pasal 25 Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program dan anggaran, serta penyusunan laporan Kementerian dan penyiapan bahan sidang/rapat pimpinan. Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. Pasal 27 Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program; b. Subbagian Pelaporan Kementerian; dan c. Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan. Pasal 28 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Pelaporan Kementerian mempunyai tugas 12

Pasal 29 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi. evaluasi. tata laksana. tata cara. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. analisis. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian. dan c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. b. analisis beban kerja. analisis jabatan. Pasal 31 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: 13 . evaluasi jabatan. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. penyiapan bahan pemantauan. pengolahan. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. evaluasi. penyiapan bahan penelaahan. koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan.melakukan penyiapan bahan penelaahan. pengolahan. dan pedoman kerja. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan penelaahan. serta fasilitasi reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dokumentasi. dan pengembangan jabatan fungsional. kriteria. standar prosedur kerja/ SOP. (3) Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. analisis.

kriteria. analisis. Bagian Keempat Biro Hukum dan Kepegawaian Pasal 33 Biro Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. b. standar prosedur kerja/SOP. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. tata cara. b. analisis beban kerja. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan penelaahan. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional. Pasal 34 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. dan c. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi. penyusunan analisis jabatan. Biro Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: 14 . Subbagian Tata Laksana.a. analisis. c. evaluasi jabatan. evaluasi. evaluasi. Pasal 32 a. serta melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. penelaahan dan bantuan hukum. dan pedoman kerja. dokumentasi.

Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum. dan e. c. Pasal 36 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. perumusan. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang 15 . pengadaan. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 37 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36. penyiapan bahan koordinasi. dan c. pengembangan serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai.a. Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan urusan mutasi pegawai. d. dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan perjanjian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan. Pasal 35 Biro Hukum dan Kepegawaian terdiri atas: a. b. c. d. pelaksanaan penelaahan dan bantuan hukum. penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. pelaksanaan penyusunan formasi. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif.

Pasal 40 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan bantuan hukum. (3) Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. dan c. b. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. Pasal 38 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. Pasal 39 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 41 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 40. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: 16 . perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif.

Pasal 44 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyusunan formasi. Pasal 45 tugas sebagaimana 17 Dalam melaksanakan dimaksud dalam . serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. (3) Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan advokasi dan pemberian bantuan hukum di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. Pasal 43 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. b. Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum.a. penyiapan bahan penelaahan hukum di lingkungan Kementerian. dan c. dan c. Subbagian Bantuan Hukum. Subbagian Penelaahan Hukum. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 42 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. penyuluhan hukum. pengembangan. pengadaan. penyiapan bahan bantuan hukum di lingkungan Kementerian.

Pasal 48 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. penyusunan formasi. dan c. 18 . (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan disiplin. dan c. dan pengadaan pegawai. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pengembangan pegawai. Subbagian Perencanaan Pegawai.Pasal 44. penyiapan bahan analisis kebutuhan. b. penyusunan formasi. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. pelaksanaan urusan disiplin. dan pemberian tanda penghargaan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. pengembangan pegawai. kesejahteraan. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 46 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. dan pemberian tanda penghargaan pegawai serta Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dan pembinaan mental pegawai. Pasal 47 (1) Subbagian Perencanaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. kesejahteraan. dan pengadaan pegawai.

Pasal 51 (1) Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. b. kenaikan gaji berkala. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian. tata usaha pegawai. penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. kenaikan gaji berkala. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. 19 . dan c. pelaksanaan urusan dokumentasi. dan tata usaha Biro. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian.Pasal 49 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48. database pegawai. dan c. b. (2) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. dan tata usaha Biro. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. tata usaha pegawai. database pegawai. penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. Pasal 50 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas: a. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi.

pengelolaan anggaran. perbendaharaan. dan koordinasi. Pasal 54 Biro Keuangan terdiri atas: a. Bagian Pelaksanaan Anggaran. 20 . dan penyelesaian kerugian keuangan Negara. dan e. Bagian Perbendaharaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 52 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengoordinasian pengelolaan pelaksanaan anggaran. c. d. akuntansi. dan Verifikasi anggaran di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan keuangan serta evaluasi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. b. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 52. b. serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. c. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan verifikasi realisasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. pelaksanaan penataan pengelolaan perbendaharaan. pelaksanaan pemantauan. Bagian Akuntansi. evaluasi.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. koordinasi. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi. evaluasi.d. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. pengelolaan anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kementerian. dan c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. dan 21 . dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pusat Data dan Informasi. penyiapan bahan pemantauan. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. penyiapan bahan pemantauan. Desain. evaluasi. Inspektorat Jenderal. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 55. dan Pusat Komunikasi Publik. evaluasi. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Bagian Verifikasi Anggaran. Pasal 55 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. penyiapan bahan pemantauan. b. dan koordinasi. b. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a.

Pusat Data dan Informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 59. (3) Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. dan penyelesaian kerugian keuangan negara. Pasal 59 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan. evaluasi. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. koordinasi. Desain. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: 22 . serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. Inspektorat Jenderal. evaluasi. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan Pusat Komunikasi Publik. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian.c. koordinasi. Pasal 58 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

penyiapan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. (2) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro.a. penyiapan bahan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. dan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. dan penetapan pengelola Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran di lingkungan Kementerian. serta urusan tata usaha Biro. (3) Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. 23 . koordinasi dan pertimbangan masalah perbendaharaan. Pasal 62 (1) Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. b. dan c. Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan. koordinasi. b. serta urusan tata usaha Biro. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. dan c. evaluasi. pemantauan.

Subbagian Akuntansi I. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan. penyiapan bahan pemantauan. dan c. Pasal 66 (1) Subbagian Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. b. dan Pusat Komunikasi Publik. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. koordinasi dan penyusunan laporan 24 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Desain. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Data dan Informasi.Pasal 63 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Inspektorat Jenderal. b. penyiapan bahan pemantauan. dan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan c. Subbagian Akuntansi II. Pasal 65 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 63. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media.

neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan b. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan Pusat Komunikasi Publik. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Bagian Verifikasi Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. Pusat Data dan Informasi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Desain. Pasal 68 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 67. Pasal 69 Bagian Verifikasi Anggaran terdiri atas: 25 . Pasal 67 Bagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melaksanakan verifikasi realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media.

c. Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional ASEAN. regional ASEAN. b. Subbagian Rekonsiliasi. (2) Subbagian Rekonsiliasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja. Bagian Keenam Biro Kerja Sama Luar Negeri Pasal 71 Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan kerja sama antar negara secara bilateral. dan multilateral di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. dan b. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan 26 .a. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. Pasal 70 (1) Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan kementerian. regional non ASEAN.

evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. 27 . dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Asia Pasifik. pemantauan. pelaksanaan penyiapan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. evaluasi. dan c. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. pemantauan. d. penyiapan bahan koordinasi.Dunia. d. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN. analisis. penyiapan bahan koordinasi. dan e. dan e. Bagian Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. analisis. evaluasi. b. c. analisis. penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Amerika dan Eropa. Bagian Kerja Sama Multilateral. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional non ASEAN. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 74 Bagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan dunia. pemantauan. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN. Bagian Kerja Sama Bilateral. Pasal 73 Biro Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. b.

pemantauan. dan c. evaluasi. Pasal 77 (1) Subbagian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Amerika dan Eropa. (3) Subbagian Afrika. analisis. dan Tata Usaha Biro. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. (2) Subbagian Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN menyelenggarakan fungsi: 28 . pemantauan. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Afrika dan Timur Tengah. Subbagian Amerika dan Eropa.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Afrika dan Timur Tengah. analisis. Pasal 79 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 78. Timur Tengah. Pasal 76 Bagian Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. b. Timur Tengah. pemantauan. Subbagian Afrika. Pasal 78 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Organisasi ASEAN dan Kawasan Pertumbuhan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara. serta urusan tata usaha biro. analisis. Subbagian Asia Pasifik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Asia Pasifik.

dan c. Pasal 81 (1) Subbagian ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan negara-negara Mitra Wicara ASEAN. Subbagian Kawasan Pertumbuhan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. b. evaluasi. analisis. penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. (2) Subbagian Mitra Wicara ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. evaluasi. Subbagian Mitra Wicara ASEAN. Pasal 82 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan 29 . pemantauan. Subbagian ASEAN. dan c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. (3) Subbagian Kawasan Pertumbuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mitra wicara ASEAN. analisis. pemantauan.a. analisis. b. analisis. pemantauan. analisis. evaluasi. pemantauan. Pasal 80 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi.

dan c. (3) Subbagian Antar Kawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi 30 . analisis. Subbagian Antar Kawasan I. pemantauan. b. Pasal 85 (1) Subbagian Intra Kawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.dunia. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan II. Subbagian Antar Kawasan II. Pasal 84 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN terdiri atas: a. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Intra Kawasan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan I. analisis. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama intra kawasan Asia Pasifik. antar kawasan Asia dan Afrika. evaluasi. analisis. pemantauan. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di luar kawasan ASEAN. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. Antar kawasan kawasan Asia dan Eropa. dan c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di Antar kawasan Asia Pasifik dengan kawasan Amerika Latin. (2) Subbagian Antar Kawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. analisis. evaluasi. analisis. pemantauan. analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam kawasan Asia Pasifik. pemantauan. b.

evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi Internasional lainnya. b. Pasal 86 Bagian Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. Subbagian WTO dan OI Lainnya. Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif. Pasal 89 (1) Subbagian UNWTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. analisis. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 86. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. dan kerja sama kawasan Indian Ocean.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pada kawasan kepulauan Pasifik. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan UNWTO. Pasal 88 Bagian Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. analisis. dan c. dan c. pemantauan. Subbagian UNWTO. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama UNWTO. evaluasi. analisis. evaluasi. (2) Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif mempunyai tugas 31 . pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. b. Bagian Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan pada organisasi-organisasi D-8 dan G-20.

Pasal 91 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90. pemantauan. analisis. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 90 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. pemantauan. pelaksanaan urusan rumah tangga. (3) Subbagian WTO dan OI Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pelaksanaan urusan perlengkapan. d. Pasal 92 Biro Umum terdiri atas: a. c. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan. evaluasi. Bagian Tata Usaha Pimpinan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. Bagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan layanan pengadaan barang/jasa.melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. dan e. dan 32 . b. perlengkapan dan rumah tangga. evaluasi. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Perlengkapan. c. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi internasional lainnya. d. dan. Bagian Layanan Pengadaan.

Subbagian Tata Usaha Menteri. tata usaha Wakil Menteri. dan e. tata usaha Sekretaris Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan keprotokolan. serta urusan keprotokolan. 33 . c. tata usaha Staf Ahli. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. d. c. Subbagian Protokol. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. Pasal 96 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. d.e. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 93. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri.

b. serta penghapusan barang inventaris di lingkungan Kementerian.(2) Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. serta pemeliharaan. analisis. penyiapan bahan pemantauan. dan evaluasi pengelolaan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan c. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. b. pencatataan dan penyusunan daftar inventaris. dan pendistribusian barang inventaris. Subbagian Penatausahan Barang Milik Negara (BMN). (4) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. Pasal 98 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 97. Subbagian Pemeliharaan. (3) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. pelaporan. penyusunan rencana kebutuhan. Pasal 97 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan penatausahaan Barang Milik Negara. Pasal 99 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. (5) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. pemantauan. pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris. penyimpanan. dan 34 . dan analisis kebutuhan pengadaan barang inventaris kantor.

pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengamanan. serta urusan tata usaha Biro. Pasal 100 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. penyimpanan. Pasal 101 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan gaji dan kesehatan pegawai. Pasal 102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101.c. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. Pasal 103 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: 35 . (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pelaksanaan urusan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. dan pendistribusian barang inventaris kantor. analisis. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. b. dan c. (3) Subbagian Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. dan evaluasi pengelolaan. Subbagian Analisis Kebutuhan. pencatatan dan pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris serta penghapusan barang inventaris di lingkungan kementerian.

36 . (2) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. (3) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan kantor. Subbagian Pelaksanaan Pengadaan.a. Subbagian Urusan Dalam. b. Pasal 104 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan sekretariat jenderal. Pasal 105 Bagian Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. dan b. dan pelaksanaan layanan. Pasal 107 Bagian Layanan Pengadaan terdiri atas: a. Subbagian Bimbingan Teknis. Subbagian Tata Persuratan. Bagian Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. dan c. penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 105. serta bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. dan b. serta urusan tata usaha Biro. Subbagian Pengamanan.

Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 37 . Tugas. Pasal 110 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengembangan destinasi pariwisata. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. (2) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian.Pasal 108 (1) Subbagian Pelaksanaan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian.

Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan destinasi pariwisata. dan e. dan kriteria di bidang pengembangan destinasi pariwisata. c. dan Event. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata. pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. standar. penyusunan norma. d. dan f. perumusan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Direktorat Industri Pariwisata.a. Konvensi. c. b. e. b. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Insentif. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. d. prosedur. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi 38 .

di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal; b. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pengelolaan urusan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal; c. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal; dan d. pengelolaan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 115 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama; b. Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum dan Informasi; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 116 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan dan evaluasi, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 39

Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116, Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran; b. Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan, pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.

40

Pasal 120 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan, penelaahan dan bantuan hukum, pelaksanaan pengelolaan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120, Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan, penelaahan, dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; b. perencanaan, pengembangan, pengangkatan, kepangkatan, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 122 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Hukum; b. Subbagian Kepegawaian; dan c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 123 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan 41

penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 126 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

42

Pasal 127 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 130 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: 43

pengamanan sarana dan prasarana kantor. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. prosedur. b. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang 44 . Subbagian Tata Persuratan. Subbagian Data dan Informasi. dan c. standar.a. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. perawatan. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. Pasal 131 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Pasal 132 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi dan investasi pariwisata. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. penyusunan norma.

pengembangan zona kreatif. dan d. Pasal 135 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang perancangan destinasi pariwisata. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a.perancangan destinasi pariwisata. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. e. dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. dan d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi pariwisata. prosedur. b. standar. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. Pasal 134 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata terdiri atas: a. penyusunan norma. prosedur. penyiapan penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kawasan ekonomi khusus pariwisata. prosedur. dan kriteria. b. Subdirektorat Investasi Pariwisata. pengembangan zona kreatif. serta 45 . serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. c. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif. standar. penyusunan norma. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. pengembangan zona kreatif. Subbagian Tata Usaha.

penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Jawa Timur. dan b. standar. prosedur. DKI Jakarta. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan kawasan pengembangan destinasi pariwisata. dan kriteria. prosedur. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II. Pasal 139 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah I. Papua. dan Kalimantan. penyusunan norma. (2) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Jawa Barat. penyusunan norma. 46 . dan kriteria. Pasal 137 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah II. Maluku. Nusa Tenggara Barat. standar. Bali. dan Papua Barat. Maluku Utara. dan kriteria. Pasal 138 (1) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I. prosedur. Jawa Tengah. Banten. Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Sumatera.

Bali. Maluku. standar. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah I. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 141 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Maluku Utara. Papua. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. DKI Jakarta. Jawa Barat. Pasal 142 (1) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I. dan kriteria. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II. standar. 47 . Nusa Tenggara Barat. dan b. dan Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Sumatera. standar.Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. Jawa Tengah. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. prosedur. Nusa Tenggara Timur. Banten. standar. (2) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Jawa Timur. penyusunan norma.

prosedur. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Iptek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. penyusunan norma. dan b. standar. Desain. dan kriteria.Pasal 143 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif. Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. standar. Desain. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. Pasal 146 (1) Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. prosedur. dan Iptek. standar. Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. desain. Pasal 145 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif terdiri atas: a. (2) Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. 48 . penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. dan iptek. standar. dan kriteria. prosedur.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. prosedur. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Subdirektorat Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a.prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. dan b. Seksi Promosi Investasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. Seksi Pengembangan Potensi Investasi. standar. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. Pasal 149 Subdirektorat Investasi Pariwisata terdiri atas: a. standar. 49 . penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang investasi pariwisata. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 147 Subdirektorat Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan iptek. desain. Pasal 150 (1) Seksi Pengembangan Potensi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. prosedur.

Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Pasal 152 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan kawasan pariwisata. penyusunan norma.(2) Seksi Promosi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 151 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan pariwisata. penyiapan penyusunan norma. b. c. dan IV. standar. II. dan kriteria. II. II. Pasal 153 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. standar. III. dan d. III. standar. dan IV. III. dan IV. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kawasan pariwisata. penyusunan norma. dan daya tarik wisata di wilayah I. 50 . prosedur. dan daya tarik wisata di wilayah I. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. dan daya tarik wisata di wilayah I. prosedur. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah b. prosedur. Pasal 156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155. standar. standar. Pasal 155 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. dan kriteria. prosedur. III. II. I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa dan Sumatera. dan kriteria. dan f. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah c. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 154 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. IV. Subbagian Tata Usaha. Pasal 157 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I terdiri atas: 51 . prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah d. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah e. dan kriteria. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa.

standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang 52 . Nusa Tenggara Barat. standar. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. prosedur. Seksi Wilayah Jawa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. prosedur. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. dan kriteria. prosedur. Seksi Wilayah Sumatera.a. dan kriteria. dan b. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. Pasal 159 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 158 (1) Seksi Wilayah Jawa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.

pengembangan pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. standar. standar. prosedur. penyusunan norma. Pasal 161 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. Seksi Wilayah Bali. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 163 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. (2) Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar. Pasal 162 (1) Seksi Wilayah Bali mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 167 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di 54 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. dan b. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 165 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata wilayah III terdiri atas: a. penyusunan norma. Pasal 166 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. penyusunan norma. standar. standar. Seksi Wilayah Sulawesi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Wilayah Kalimantan. prosedur. dan b. dan kriteria. standar. penyusunan norma. prosedur.163.

dan kriteria. prosedur. dan kriteria. standar. Pasal 169 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. Pasal 170 (1) Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. dan b. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyusunan norma.bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku. penyusunan norma. standar. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Maluku Utara. 55 . prosedur. dan kriteria. dan kriteria. Papua. standar. Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat. standar. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan d. prosedur. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. Pasal 174 Direktorat Industri Pariwisata terdiri atas: 56 . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan jasa pariwisata. prosedur. Bagian Keenam Direktorat Industri Pariwisata Pasal 172 Direktorat Industri Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 171 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang sarana dan jasa pariwisata. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang industri pariwisata. b. Pasal 173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. standar. d. Direktorat Industri Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan jasa pariwisata. standar.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. penyusunan norma.

Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175.a. penyusunan norma. dan b. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Sarana Pariwisata I. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Jasa Pariwisata. standar. dan kriteria. e. dan kriteria. prosedur. 57 . penyusunan norma. Subdirektorat Sarana Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. Subdirektorat Sarana Pariwisata. serta tirta dan spa. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II. b. c. prosedur. standar. Subbagian Tata Usaha. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata. Seksi Sarana Pariwisata II. dan kriteria. dan b. standar. jasa makanan dan minuman. Pasal 177 Subdirektorat Sarana Pariwisata terdiri atas: a. d. prosedur. Pasal 175 Subdirektorat Sarana Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. f. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi.

penyusunan norma. dan pameran. standar. standar. jasa informasi pariwisata.Pasal 178 (1) Seksi Sarana Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan kriteria. insentif. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. konvensi. jasa konsultan pariwisata. (2) Seksi Sarana Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 179 Subdirektorat Jasa Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. jasa makanan dan minuman. serta tirta dan spa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa perjalanan wisata. penyusunan norma. prosedur. 58 . penyusunan norma. Subdirektorat Jasa Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa transportasi wisata. standar. prosedur.

dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. Jawa. Nusa Tenggara Barat. dan kriteria. dan pameran. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa transportasi wisata. (2) Seksi Jasa Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. prosedur. prosedur. Pasal 182 (1) Seksi Jasa Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bali. serta 59 . konvensi. standar. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan norma. Seksi Jasa Pariwisata I. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.Pasal 181 Subdirektorat Jasa Pariwisata terdiri atas: a. dan b. penyusunan norma. jasa informasi pariwisata. prosedur. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. jasa konsultan pariwisata. prosedur. insentif. Seksi Jasa Pariwisata II. dan kriteria. Pasal 183 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa perjalanan wisata.

standar. standar. prosedur. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. Sulawesi. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. prosedur. penyusunan norma.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Maluku.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Maluku Utara. dan kriteria.B. Papua dan Papua Barat. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. penyusunan norma. 60 . dan b.A. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. (2) Seksi Wilayah I. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. dan kriteria. Seksi Wilayah I. Pasal 187 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. Pasal 185 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I terdiri atas: a. prosedur. Seksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. Pasal 186 (1) Seksi Wilayah I.

Papua dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. dan b. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku.Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. standar.A. Papua dan Papua Barat. Maluku Utara. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan b.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. 61 . dan kriteria. Sulawesi. prosedur. Maluku Utara. dan kriteria. Pasal 190 (1) Seksi Wilayah II. (2) Seksi Wilayah II. Pasal 189 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II terdiri atas: a. penyusunan norma.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. bdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan norma. Seksi Wilayah II.B. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. Seksi Wilayah II.

kemitraan dan kelembagaan masyarakat. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. prosedur. b. serta dokumentasi dan komunikasi. peningkatan kapasitas masyarakat desa. Bagian Ketujuh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Pasal 192 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta dokumentasi dan komunikasi. penyusunan norma. 62 . serta dokumentasi dan komunikasi. prosedur. c. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. dan kriteria di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. standar. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. standar. peningkatan kapasitas masyarakat desa. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma.Pasal 191 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. peningkatan kapasitas masyarakat desa. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata. dan d.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 194 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. b. dan kriteria. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa. dan f. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. standar. prosedur. c. standar. e. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan pariwisata. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 197 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pariwisata terdiri atas: 63 Pemberdayaan . Kelompok Jabatan Fungsional. standar. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Pasal 195 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. prosedur.

Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata. penyusunan norma. prosedur. dan b. standar. dan kriteria. prosedur. Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 198 (1) Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 199 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah II. prosedur.a. standar. 64 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. (2) Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah I. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa. prosedur.

dan b.Pasal 201 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa terdiri atas: a. standar. Papua Barat. 65 . Bali. Bangka Belitung. Sumatera Utara. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Aceh. dan kriteria. penyusunan norma. Jawa Barat. Sumatera Barat. Riau. Kepulauan Riau. Seksi Wilayah II. Daerah Istimewa Yogyakarta. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Banten. Maluku. prosedur. Sulawesi Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan dan kelembagaan masyarakat. Kalimantan Selatan. standar. Maluku Utara. (2) Seksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Kalimantan Tengah. Pasal 202 (1) Seksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Timur. Pasal 203 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sumatera Selatan. dan kriteria. Jawa Tengah. Sulawesi Tengah. standar. Bengkulu. Lampung. Seksi Wilayah I. Kalimantan Timur. penyusunan norma. Kalimantan Barat. Papua. Nusa Tenggara Timur. Sulawesi Selatan. dan kriteria. Jambi. Sulawesi Barat. DKI Jakarta. Gorontalo. Nusa Tenggara Barat. dan Sulawesi Tenggara. prosedur.

dan kriteria. standar. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. dan kriteria. Pasal 207 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kelembagaan Masyarakat. penyusunan norma. Seksi Kemitraan Masyarakat. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. standar. penyusunan norma. standar. 66 . prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 205 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. standar. Pasal 206 (1) Seksi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma.Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan komunikasi. standar. prosedur. prosedur.penyusunan norma. standar. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. penyusunan norma. Seksi Dokumentasi. (2) Seksi Komunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. dan b. penyusunan norma. Pasal 210 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. dan kriteria. dan b. Pasal 209 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi terdiri atas: a. prosedur. Seksi Komunikasi. dan kriteria. 67 .

dan d. insentif. insentif. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. rekreasi dan hiburan. standar. rekreasi dan hiburan. dan Event mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan wisata kuliner. rekreasi dan hiburan. dan event. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata minat khusus. dan event. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. wisata belanja. Insentif. c. dan Event Pasal 212 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. 68 . konvensi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. penyusunan norma. dan event. b. Konvensi. Insentif.Pasal 211 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Konvensi. wisata belanja. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. wisata belanja. Konvensi. standar. Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. Bagian Kedelapan Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. insentif. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. penyiapan penyusunan norma. Insentif. insentif. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. dan event. dan kriteria di bidang pengembangan wisata kuliner.

Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner dan belanja. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. b. standar. Subbagian Tata Usaha. prosedur. c. Konvensi. Insentif. dan kriteria. 69 . Pasal 215 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. dan f. dan Event. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. dan Event terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. dan b. penyusunan norma. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215.Pasal 214 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Insentif. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. e. dan kriteria. d. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar.

standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 217 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja terdiri atas: a. Pasal 219 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. Seksi Pengembangan Wisata Kuliner. prosedur. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan rekreasi dan hiburan. dan kriteria. (2) Seksi Pengembangan Wisata Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 70 . dan b. standar. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Pengembangan Wisata Belanja. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. Pasal 218 (1) Seksi Pengembangan Wisata Kuliner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. dan kriteria. standar. penyusunan norma.

standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 221 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan terdiri atas: a. Pasal 223 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga. 71 . (2) Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam dan budaya. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. standar. prosedur. Pasal 222 (1) Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan.penyusunan norma. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. prosedur. insentif.penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Pengembangan Wisata Alam. 72 . Pasal 226 (1) Seksi Pengembangan Wisata Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Insentif dan Event mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata konvensi. Seksi Pengembangan Wisata Budaya. Pasal 227 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. prosedur. standar. dan kriteria. standar. prosedur. dan b. dan kriteria. prosedur. Pasal 225 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya terdiri atas: a. standar. (2) Seksi Pengembangan Wisata Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. dan kriteria. penyusunan norma. dan event. penyusunan norma.

standar. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. dan kriteria. Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. dan event. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. insentif. dan Event. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. insentif. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. Insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. Insentif. prosedur. Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. Insentif. standar. dan b. Insentif. Insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. dan event.Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. 73 . dan kriteria. dan event. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event. dan Event. penyusunan norma. insentif. dan Event terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. dan b. Insentif. Pasal 230 (1) Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. insentif. dan kriteria. Pasal 229 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi.

pelaksanaan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. dan Fungsi Pasal 232 (1) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyusunan norma. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 233 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasaran pariwisata. b. standar. BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. dan 74 . (2) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal.Pasal 231 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran pariwisata. perumusan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. c. dan kriteria di bidang pemasaran pariwisata. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. d. Tugas.

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. b.e. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. pemantauan. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 235 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. Event. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Insentif. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Promosi Konvensi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 236 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri. serta penataan 75 . Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. d. dan pelaporan. Sekretariat Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata. dan f. evaluasi. Direktorat Pencitraan Indonesia. dan Minat Khusus. c. b.

Pasal 238 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 239 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. d. pemantauan dan evaluasi. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. dan c. dan Organisasi. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan perlengkapan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. dan d. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. rumah tangga. c. pemantauan. Bagian Umum dan Informasi. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. b. pengelolaan urusan tata persuratan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan e. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. Bagian Keuangan.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. 76 .

pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Bagian Hukum. dan c. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. evaluasi. penelaahan. Subbagian Kerja Sama. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Evaluasi. Kepegawaian. dan Pelaporan. Pasal 243 Bagian Hukum. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan bantuan hukum. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran.Pasal 241 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Pasal 242 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pemantauan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. Kepegawaian. (2) Subbagian Pemantauan. Evaluasi. b. dan bantuan hukum di lingkungan 77 . dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a.

perencanaan. Pasal 247 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. pengangkatan. dan Organisasi terdiri atas: a. evaluasi. Subbagian Hukum. kepangkatan. 78 . Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. perpindahan tempat kerja. pemberhentian. Pasal 246 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. kepangkatan. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Kepegawaian. perumusan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan. Pasal 245 Bagian Hukum. pengadaan. dan c. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. pengembangan. b.Direktorat Jenderal. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi.

dan c. Pasal 250 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. b. serta tata usaha keuangan. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. pengelolaan penggunaan. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. 79 . Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 249 Bagian Keuangan terdiri atas: a. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal.Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. b. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.

serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan perlengkapan. dan c. pengamanan sarana dan prasarana kantor. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan 80 . serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Subbagian Pasal 254 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. pengelolaan urusan tata persuratan. Bagian Umum a. Rumah Tangga dan Perlengkapan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. b. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Data dan Informasi. rumah tangga. Subbagian c.Pasal 251 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Pasal 253 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan. perawatan. Subbagian b. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal.

hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata.urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. standar. c. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. prosedur. dan perancangan pemasaran pariwisata. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. dan kriteria dibidang informasi pasar dalam dan luar negeri. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan pasar dan informasi pariwisata. dan perancangan pemasaran pariwisata. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata Pasal 255 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 257 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata terdiri atas: 81 . dan perancangan pemasaran pariwisata. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. standar. dan d. b.

dan b.a. Pasal 260 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri terdiri atas: a. dan b. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar dalam negeri. penyusunan norma. dan f. d. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam negeri. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri. standar. Subbagian Tata Usaha. Pasal 258 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata. penyusunan norma. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. e. c. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan kriteria. 82 . standar. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. standar. prosedur. penyusunan norma. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pasar dalam negeri. dan kriteria.

penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 262 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. 83 . standar. dan kriteria. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar luar negeri. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata dalam negeri. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. dan kriteria.Pasal 261 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata dalam negeri. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur.

Pasal 264 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 265 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 266 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. penyusunan norma. standar. dan 84 . dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. prosedur. dan b. prosedur. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. standar. penyusunan norma.

Pasal 268 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata terdiri atas: a. Pasal 269 (1) Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata.b. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 85 . prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. (2) Seksi Widya Wisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran pariwisata. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Widya Wisata. penyusunan norma. standar. Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 270 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur.

Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri. (2) Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. prosedur. 86 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. Pasal 273 (1) Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 274 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. dan kriteria. standar. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri.a. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 272 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. prosedur.

Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma. Amerika dan Pasifik. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. c. ASIA. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata luar negeri. Timur Tengah dan Afrika. Timur Tengah dan Afrika. b. serta Eropa. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 275. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. c. Pasal 277 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri terdiri atas: a. Asia. Asia. penyiapan penyusunan norma. serta Eropa. Timur Tengah dan Afrika. dan 87 . Subdirektorat Wilayah Eropa.Bagian Kelima Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri Pasal 275 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. f. dan kriteria di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. prosedur. e. Subdirektorat Wilayah Asia. Subdirektorat Wilayah ASEAN. d. standar. prosedur. standar. Amerika dan Pasifik. dan d. serta Eropa. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik. b. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika. Amerika dan Pasifik.

Malaysia. prosedur. dan b. dan Indonesia. 88 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. Pasal 278 Subdirektorat Wilayah ASEAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. Pasal 280 Subdirektorat Wilayah ASEAN terdiri atas: a. prosedur. Brunei Darussalam. standar.g. dan b. Kamboja. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. standar. Myanmar. dan kriteria. Seksi Wilayah ASEAN I. dan Singapura. Pasal 281 (1) Seksi Wilayah ASEAN I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Myanmar. dan kriteria. Seksi Wilayah ASEAN II. dan Singapura. prosedur. dan kriteria. Laos. Subdirektorat Wilayah ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. Laos. penyusunan norma. Philipina. penyusunan norma. Malaysia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Barat. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat. penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Wilayah Asia Timur. dan kriteria. dan kriteria. dan Indonesia. Philipina. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia.(2) Seksi Wilayah ASEAN II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. standar. prosedur. Pasal 283 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. dan kriteria. Pasal 282 Subdirektorat Wilayah Asia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Brunei Darussalam. prosedur. dan b. Kamboja. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. standar. Subdirektorat Wilayah Asia menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 285 (1) Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan 89 . dan kriteria. standar. penyusunan norma. Pasal 284 Subdirektorat Wilayah Asia terdiri atas: a.

standar. prosedur. Seksi Wilayah Timur Tengah. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. 90 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah dan Afrika. prosedur. dan kriteria. standar. (2) Seksi Wilayah Asia Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 288 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika terdiri atas: a. Pasal 287 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma.kebijakan. standar. Seksi Wilayah Afrika. prosedur. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. Pasal 286 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Asia Barat. dan kriteria. standar.

penyusunan norma. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 290 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik.Pasal 289 (1) Seksi Wilayah Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika dan Pasifik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. standar. dan kriteria. prosedur. prosedur. 91 . penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. prosedur. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290.

Seksi Wilayah Pasifik. Pasal 294 Subdirektorat Wilayah Eropa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 92 .Pasal 292 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik terdiri atas: a. Seksi Wilayah Amerika. prosedur. standar. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. dan kriteria. Pasal 293 (1) Seksi Wilayah Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. (2) Seksi Wilayah Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. Subdirektorat Wilayah Eropa menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. prosedur. standar. prosedur. standar. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 295 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. prosedur. standar. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur.Pasal 296 Subdirektorat Wilayah Eropa terdiri atas: a. Pasal 297 (1) Seksi Wilayah Eropa Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata dalam negeri. (2) Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri menyelenggarakan 93 . prosedur. prosedur. standar. standar. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. Bagian Keenam Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Pasal 299 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. Pasal 298 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. Seksi Wilayah Eropa Barat. dan b. penyusunan norma. standar. Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 299.

IV. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. IV. dan Kepulauan Riau. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. f. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. Sumatera Selatan. IV. Riau. dan V. II. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III. dan Bangka Belitung. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan g. Sumatera Utara. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.fungsi: a. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II. standar. c. III. b. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. III. b. Sumatera Barat. prosedur. dan V. Jambi. dan d. Pasal 303 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV e. II. Pasal 302 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. II. Kelompok Jabatan Fungsional. III. 94 . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I. Bengkulu. d. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V. penyiapan penyusunan norma. Pasal 301 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri terdiri atas: a. dan V. c.

dan Bangka Belitung. penyusunan norma. 95 . standar. dan kriteria. Riau. (2) Seksi Wilayah Sumatera Barat. dan kriteria. prosedur. Sumatera Selatan. dan kriteria. dan Bangka Belitung. prosedur. dan Bangka Belitung. dan Babel mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan Kepulauan Riau. dan Kepulauan Riau. standar. dan b. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sumatera Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Pasal 304 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I terdiri atas: a. Riau. dan Kepulauan Riau. dan kriteria. Sumatera Utara. Sumatera Utara. Sumatera Utara. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. Jambi. Seksi Wilayah Sumatera Barat. dan Kepulauan Riau mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bengkulu.penyusunan norma. Bengkulu. Sumatera Selatan. prosedur. penyusunan norma. Seksi Wilayah Aceh. penyusunan norma. Riau. Pasal 305 (1) Seksi Wilayah Aceh. Sumatera Selatan Jambi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Sumatera Selatan. Jambi. Bengkulu. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. Jambi. Riau. Bengkulu. dan b.

dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Tengah. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Lampung. Pasal 307 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. Seksi Wilayah Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.Pasal 306 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan DKI Jakarta. Pasal 308 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II terdiri atas: a. dan kriteria. prosedur. Jawa Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasal 309 (1) Seksi Wilayah Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Tengah. dan DKI Jakarta. dan DKI Jakarta. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. Banten. dan kriteria. Jawa Tengah. standar. standar. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan 96 . Banten. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Banten. Seksi Wilayah Lampung. Lampung. penyusunan norma. penyusunan norma. standar.

dan kriteria. penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan DKI Jakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Banten. `penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Jawa Tengah. dan kriteria. standar.teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. penyusunan norma. prosedur. Banten. dan kriteria. dan b. 97 . dan kriteria. Seksi Wilayah Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah Lampung. Pasal 312 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III terdiri atas: a. prosedur. (2) Seksi Wilayah Lampung. Pasal 310 Subdirektorat Wilayah Promosi Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan DKI Jakarta. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Wilayah Kalimantan. prosedur. standar. Pasal 311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. standar. penyusunan norma. standar. prosedur.

dan kriteria. penyusunan norma. standar.Pasal 313 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 314 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. Bali dan Nusa Tenggara Barat. 98 . dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur. standar. dan kriteria. standar. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. Nusa Tenggara Timur. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma.

Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. prosedur. prosedur.Pasal 316 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. Pasal 318 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. standar. standar. Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. (2) Seksi Bali dan Nusa Tenggara Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. Seksi Wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. Pasal 317 (1) Seksi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. Seksi Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. Papua Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. dan 99 . dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 322 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. Seksi Papua dan Papua Barat. 100 . Pasal 320 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V terdiri atas: a. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. Bagian Ketujuh Direktorat Pencitraan Indonesia Pasal 323 Direktorat Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Maluku dan Maluku Utara. (2) Seksi Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat.b. prosedur. dan kriteria. Pasal 321 (1) Seksi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.

standar. prosedur. b. Pasal 325 Direktorat Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. 101 . media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. f. b. c. dan g. media elektronik dan digital. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang. Direktorat Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital. e. dan d. dan kriteria di bidang strategi dan komunikasi media cetak. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan komunikasi media cetak. media elektronik dan digital. prosedur. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. media elektronik dan digital. penyiapan penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan komunikasi media cetak. c. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia. standar. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia.

standar. dan kriteria. prosedur.Pasal 326 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 102 . prosedur. standar. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. penyusunan norma. standar. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi pencitraan Indonesia. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. prosedur. dan kriteria. standar. Pasal 328 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. standar. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. dan b.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. prosedur. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. standar. Seksi Promosi Media Cetak. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. dan kriteria.prosedur. Pasal 330 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 333 (1) Seksi Promosi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. Pasal 332 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak terdiri atas: a. prosedur. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia melalui komunikasi media cetak. standar. serta 103 . standar. penyusunan norma.

penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 104 . Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media elektronik dan digital. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. Pasal 334 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. standar. dan kriteria. standar. penyusunan norma. Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital. Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital. Pasal 336 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital terdiri atas: a.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. penyusunan norma. prosedur. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. standar.

penyusunan norma. 105 . standar. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media ruang. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. penyusunan norma. prosedur. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 338 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. penyusunan norma. dan b. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 337 (1) Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma.

penyusunan norma. serta 106 . dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan. standar. prosedur. standar. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. Pasal 342 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Promosi Media Ruang. Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. penyusunan norma. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang mempunyai tugas melakukan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 341 (1) Seksi Promosi Media Ruang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. prosedur. prosedur. standar.Pasal 340 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang terdiri atas: a. standar.

Pasal 344 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan terdiri atas: a. penyusunan norma. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah. standar. Pasal 345 (1) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 107 .pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. Pasal 346 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. prosedur. dan b. (2) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah.

c. dan Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. pemerintah dan non pemerintah. dan Minat Khusus terdiri atas: a. Insentif. prosedur. dan Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan d. prosedur. event. dan kriteria di bidang promosi konvensi. event. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Event. serta promosi minat khusus. insentif. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. insentif. event. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi konvensi. Insentif. dan minat khusus kepada korporasi. b. Event. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi. b. insentif. standar. Direktorat Promosi Konvensi. event. Insentif. pemerintah dan non pemerintah. penyusunan norma. dan minat khusus kepada korporasi. pemerintah dan non pemerintah. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Pasal 348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 347. standar. 108 . Event. Insentif. dan minat khusus kepada korporasi. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah. serta promosi minat khusus. dan minat khusus. Event. Pasal 349 Direktorat Promosi Konvensi. serta promosi minat khusus.Bagian Kedelapan Direktorat Promosi Konvensi. dan Minat Khusus Pasal 347 Direktorat Promosi Konvensi.

prosedur. Pasal 352 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. insentif. standar. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Pasal 350 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.c. dan b. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. insentif. Subdirektorat Promosi Minat Khusus. prosedur. dan b. dan e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada korporasi luar negeri. Seksi Korporasi Dalam Negeri. insentif. 109 . dan kriteria. standar. dan event kepada korporasi dalam negeri dan luar negeri. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. penyusunan norma. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Korporasi Luar Negeri. d. dan event kepada korporasi dalam negeri.

dan kriteria. dan event kepada lembaga pemerintah. standar. Pasal 354 Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. dan event kepada korporasi luar negeri. (2) Seksi Korporasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 110 . dan b. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. standar. insentif. prosedur. Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. insentif. prosedur. insentif. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada lembaga pemerintah dan non pemerintah. insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. standar. prosedur. standar. penyusunan norma. standar. prosedur. insentif. dan event kepada lembaga non pemerintah.Pasal 353 (1) Seksi Korporasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan event kepada korporasi dalam negeri. prosedur.

penyusunan norma. penyusunan norma. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. prosedur. insentif. penyusunan norma. dan event kepada lembaga pemerintah. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. dan b. Pasal 358 Subdirektorat Promosi Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 357 (1) Seksi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Promosi Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. standar. prosedur. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. insentif.Pasal 356 Subdirektorat Pemerintah dan Non Pemerintah terdiri atas: a. dan event kepada lembaga non pemerintah. Seksi Pemerintah. serta 111 . dan b. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi minat khusus. (2) Seksi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Non Pemerintah.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. Pasal 361 (1) Seksi Wisata Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. (2) Seksi Wisata Non Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA Bagian Pertama Kedudukan. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 360 Subdirektorat Promosi Minat Khusus terdiri atas: a. Tugas. Seksi Wisata Non Bahari. Pasal 362 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. standar. Seksi Wisata Bahari. dan Fungsi Pasal 363 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung 112 . dan b. dan kriteria. prosedur.

Direktorat Pengembangan Industri Perfilman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. c. Sekretariat Direktorat Jenderal. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. b. penyusunan norma. dan e. 113 . Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364.jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. prosedur. Pasal 364 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. d. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dipimpin oleh Direktur Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 366 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya terdiri atas: a. b. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. standar.

Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Pasal 369 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. dan d. dan perlengkapan. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 114 . pengelolaan urusan kepegawaian. Direktorat Pengembangan Seni Rupa. pengelolaan urusan tata persuratan. evaluasi. pemantauan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 367 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. rumah tangga. dan d. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan.c. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran.

dan c. dan c. Subbagian Pemantauan. Kepegawaian. Pasal 373 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan 115 . pemantauan dan evaluasi. Bagian Umum dan Informasi. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran.b. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 370 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. c. Bagian Keuangan. Evaluasi. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Pasal 372 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 371 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Hukum. e. pemantauan. dan Pelaporan. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kerja Sama. dan Organisasi. b.

dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. b. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi terdiri atas: a.rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan bantuan hukum. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Kepegawaian. Kepegawaian. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi. Pasal 374 Bagian Hukum. pengangkatan. (2) Subbagian Pemantauan. perencanaan. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. 116 . Pasal 376 Bagian Hukum. Kepegawaian. Bagian Hukum. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan. kepangkatan. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. Evaluasi. pemberhentian. pengembangan. Subbagian Hukum. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. koordinasi.

kepangkatan. Subbagian Kepegawaian.b. Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. pengembangan. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. Pasal 378 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. dan c. b. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan c. perpindahan tempat kerja. pemberhentian. Pasal 377 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan penggunaan. serta tata usaha keuangan. pengadaan. evaluasi. 117 . (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan.

serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan 118 . (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. dan perlengkapan. Pasal 381 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. Pasal 382 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. dan c. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal.Pasal 380 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. pengelolaan urusan tata persuratan. rumah tangga. b. Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

pengamanan sarana dan prasarana kantor. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Pasal 386 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. 119 . Pasal 384 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. standar. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Subbagian Tata Persuratan. dan c. dan c. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.Direktorat Jenderal. perawatan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Data dan Informasi. penyusunan norma. prosedur. b. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan.

Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. e. dan d. c. c. prosedur. dan kriteria di bidang pengembangan industri perfilman. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film. b. d. standar. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pemasaran Film. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri perfilman. Subdirektorat Produksi. Pasal 389 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan f. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: 120 . Direktorat Pengembangan Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi industri perfilman. standar. prosedur. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 388 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman terdiri atas: a. penyusunan norma. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman. dan kriteria. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman.

a. Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman. dan b. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. prosedur. (2) Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. dan kriteria. standar. Pasal 392 (1) Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 391 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman terdiri atas: a. standar. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 393 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. 121 . prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival dan eksibisi film. penyusunan norma. standar. dan kriteria. standar. penyusunan norma. standar. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. prosedur.

Pasal 396 (1) Seksi Festival film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 397 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. penyusunan norma. Pasal 395 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Eksibisi Film. prosedur. penyusunan norma. Seksi Festival Film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. penyusunan norma. standar. standar. dan kriteria. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film menyelenggarakan fungsi: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. dan kriteria. 122 . penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. standar. prosedur. (2) Seksi Eksibisi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. penyusunan norma. prosedur.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi film.

standar. dan kriteria. Pasal 400 (1) Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b.Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. penyusunan norma. prosedur. prosedur. standar. Subdirektorat Produksi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. penyusunan norma. Pasal 399 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan 123 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film. Seksi Pelayanan Produksi Film. penyusunan norma. (2) Seksi Pelayanan Produksi film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. standar. dan kriteria. standar. Pasal 401 Subdirektorat Pemasaran Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Seksi Distribusi Film. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. standar. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur.teknis dan evaluasi di bidang pemasaran film. dan kriteria. penyusunan norma. Subdirektorat Pemasaran Film menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. penyusunan norma. Seksi Pertunjukan Film. penyusunan norma. 124 . (2) Seksi Pertunjukan Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 403 Subdirektorat Pemasaran Film terdiri atas: a. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. Pasal 404 (1) Seksi Distribusi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. penyusunan norma. prosedur. Pasal 405 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar.

Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik. dan d. c.Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Pasal 406 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. dan kriteria di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. d. Pasal 408 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. 125 . prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik. standar. prosedur. standar.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. prosedur. standar. Pasal 409 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. prosedur. dan kriteria. prosedur. standar. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 412 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. dan b. 126 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. dan kriteria. dan f.e. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan. Pasal 411 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan. penyusunan norma.

prosedur. dan kriteria. prosedur. dan kriteria.(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kreasi dan Produksi Musik. Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri musik. Pasal 416 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Musik mempunyai tugas melakukan 127 . standar. penyusunan norma. standar. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan kriteria. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik terdiri atas: a. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. standar. Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik. dan b. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik.

Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan. penyusunan norma. Pasal 419 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. standar. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan dan industri musik. standar. dan kriteria. dan b. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. dan kriteria. prosedur.penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan 128 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. prosedur. prosedur.

dan kriteria. penyusunan norma. 129 . dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. penyusunan norma. Pasal 420 (1) Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemasaran Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Seksi Pemasaran Industri Musik. standar. dan kriteria. standar. standar. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang infrastruktur dan dokumentasi seni pertunjukan dan industri musik. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. prosedur. prosedur. Pasal 421 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan.

dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. (2) Seksi Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. Pasal 424 (1) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Bagian Keenam Direktorat Pengembangan Seni Rupa Pasal 426 Direktorat Pengembangan Seni Rupa mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. standar. standar. penyusunan norma. Seksi Dokumentasi dan Publikasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan.Pasal 423 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. prosedur. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. dan kriteria. Pasal 425 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 130 .

Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni menyelenggarakan fungsi: 131 . standar. Pasal 429 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Pengembangan Seni Rupa menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. standar. d. dan f. b. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni. b. Pasal 428 Direktorat Pengembangan Seni Rupa terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni rupa. Subdirektorat Pengembangan Fotografi. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. dan kriteria. prosedur. c. dan d. c. dan kriteria di bidang pengembangan seni rupa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa murni. penyusunan norma. prosedur.

standar. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. 132 . prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa terapan. dan kriteria.a. standar. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 433 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. standar. standar. standar. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 432 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni. dan b. penyusunan norma. Pasal 431 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni terdiri atas: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni.

prosedur. prosedur. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan. penyusunan norma. standar. dan kriteria. Pasal 436 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 435 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan terdiri atas: a. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. 133 . standar. dan kriteria. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan kriteria. dan b. penyusunan norma.

Pasal 437 Subdirektorat Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Fotografi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. dan kriteria. standar. standar. penyusunan norma. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. penyusunan norma. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 440 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. dan kriteria. 134 . prosedur. prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. prosedur. Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. dan b. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 439 Subdirektorat Pengembangan Fotografi terdiri atas: a. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. prosedur.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran dan pengembangan apresiasi. prosedur. dan b. penyusunan norma. Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa. Pasal 444 (1) Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa. dan kriteria. dan kriteria.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 441 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. dan kriteria. prosedur. 135 . penyusunan norma. penyusunan norma. dan b. standar. Pasal 443 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi terdiri atas: a. penyusunan norma. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. standar.

dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 445 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. dan kriteria. Tugas. (2) Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA.prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas merumuskan 136 . Desain. Pasal 447 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Desain. Desain. standar. dan Fungsi Pasal 446 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. DESAIN. prosedur. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media.

dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi. dan d. desain. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. desain. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 449 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447. Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Desain. dan e. standar. b. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Desain. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. prosedur. 137 . desain. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Direktorat Desain dan Arsitektur. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. d. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. c. penyusunan norma. Sekretariat Direktorat Jenderal. c. dan ilmu pengetahuan dan teknologi.serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Desain. desain. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis media. desain.

pengelolaan urusan kepegawaian. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. c. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. dan perlengkapan. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. c. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. b. Pasal 452 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. rumah tangga. 138 . serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan. dan e. Bagian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Kepegawaian. Bagian Hukum. pengelolaan urusan tata persuratan. d. Desain. dan Organisasi. dan pelaporan.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 450 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan d. evaluasi. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Desain. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. Bagian Umum dan Informasi.

fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan. Subbagian Kerja Sama. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal.Pasal 453 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. Pasal 456 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 455 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. evaluasi. dan c. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. 139 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Pelaporan. Evaluasi. b. pemantauan dan evaluasi. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. b. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Evaluasi. (2) Subbagian Pemantauan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemantauan.

b. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. b. koordinasi. Subbagian Kepegawaian. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 457 Bagian Hukum. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pengembangan. dan c. kepangkatan. Kepegawaian. perencanaan. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 459 Bagian Hukum. penelaahan dan bantuan hukum. penelaahan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 460 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan 140 . Subbagian Hukum. pengangkatan. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. Kepegawaian. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi terdiri atas: a. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian.(3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. Bagian Hukum. dan c.

bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 461 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 463 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan 141

c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 464 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 465 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 465, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

142

Bagian Umum a. Subbagian b. Subbagian c. Subbagian

Pasal 467 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan; Rumah Tangga dan Perlengkapan; dan Data dan Informasi.

Pasal 468 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan, perawatan, pengamanan sarana dan prasarana kantor, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Pasal 469 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143

469, Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; b. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 471 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik; b. Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; c. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video; d. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 472 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan film animasi dan komik. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472, Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta 144

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi; dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 474 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik terdiri atas: a. Seksi Film Animasi; dan b. Seksi Komik. Pasal 475 (1) Seksi Film Animasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi. (2) Seksi Komik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan tulisan fiksi dan non fiksi. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476, Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi, menyelenggarakan fungsi: 145

penyusunan norma. standar. Pasal 479 (1) Seksi Tulisan Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. prosedur. prosedur. dan b. (2) Seksi Tulisan Non Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Tulisan Non Fiksi. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. prosedur. dan kriteria. Seksi Tulisan Fiksi. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi.a. Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. penyusunan norma. Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif audio dan video. 146 . terdiri atas: a. standar. prosedur. standar. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar.

prosedur. Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan 147 . Pasal 483 (1) Seksi Karya Kreatif Audio mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 482 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video terdiri atas: a.Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. standar. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. (2) Seksi Karya Kreatif Video mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. Seksi Karya Kreatif Audio. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Karya Kreatif Video. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. dan b. dan b.

dan kriteria. dan b. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 486 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan terdiri atas: a. standar. Seksi Iklan Cetak. Pasal 487 (1) Seksi Iklan Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif periklanan. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan elektronik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan elektronik. penyusunan norma. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan cetak. (2) Seksi Iklan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 148 . dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan cetak. penyusunan norma. standar. Seksi Iklan Elektronik.kebijakan. prosedur. penyusunan norma. standar.

149 . Subbagian Tata Usaha.Pasal 488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Bagian Kelima Direktorat Desain dan Arsitektur Pasal 489 Direktorat Desain dan Arsitektur mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang desain dan arsitektur. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang desain dan arsitektur. penyusunan norma. c. Direktorat Desain dan Arsitektur menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Mode. Subdirektorat Komunikasi Visual. d. Pasal 491 Direktorat Desain dan Arsitektur terdiri atas: a. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior. prosedur. b. Pasal 490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 489. e. standar. dan d. c. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 492 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. dan b. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Desain Interior mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. Seksi Arsitektur. prosedur. penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 150 . penyusunan norma. Pasal 495 (1) Seksi Arsitektur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. standar. penyusunan norma. Seksi Desain Interior. Pasal 494 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior terdiri atas: a. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur dan desain interior. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior.

dan kriteria. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. (2) Seksi Komunikasi Visual mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. standar. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 499 (1) Seksi Desain Grafis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.Pasal 496 Subdirektorat Komunikasi Visual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Komunikasi Visual menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. Seksi Desain Grafis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. penyusunan norma. standar. dan b. Seksi Komunikasi Visual. penyusunan norma. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. 151 . Pasal 498 Subdirektorat Komunikasi Visual terdiri atas: a. standar. standar.

dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Desain Kemasan. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 503 (1) Seksi Desain Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur.Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. dan b. dan kriteria. standar. standar. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. dan kriteria. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Desain Kemasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk dan desain kemasan. Seksi Desain Produk. dan b. Pasal 502 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan menyelenggarakan fungsi: a. 152 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. penyusunan norma.Pasal 504 Subdirektorat Mode mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Desain Non Busana. standar. dan kriteria. Subdirektorat Mode menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Desain Non Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 153 . dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mode. penyusunan norma. prosedur. standar. penyusunan norma. prosedur. standar. dan kriteria. dan b. Pasal 506 Subdirektorat Mode terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Desain Busana. prosedur. Pasal 507 (1) Seksi Desain Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. penyusunan norma. prosedur. dan b. standar. dan kriteria.

prosedur. dan 154 . Pasal 511 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi terdiri atas: a. b. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. standar. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi.Pasal 508 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Subdirektorat Lisensi Teknologi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. c. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis. dan kriteria di bidang kerja sama dan fasilitasi. Subdirektorat Sentra Kreatif. Subdirektorat Akses Pembiayaan. e. penyiapan penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerja sama dan fasilitasi. Subbagian Tata Usaha. Bagian Keenam Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi Pasal 509 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. dan d.

(2) Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi mempunyai tugas 155 . Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan norma. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b.f. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. dan kriteria. Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi. standar. Pasal 514 Subdirektorat Lisensi Teknologi terdiri atas: a. Pasal 515 (1) Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 512 Subdirektorat Lisensi Teknologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi lisensi teknologi. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Lisensi Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. dan kriteria. penyusunan norma.

melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Sentra Inovasi. penyusunan norma. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. dan b. prosedur. Pasal 519 (1) Seksi Pengembangan Sentra Inovasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 518 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis terdiri atas: a. dan kriteria. Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 516 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sentra inovasi dan inkubator bisnis. standar. dan kriteria. penyusunan norma. 156 .

(1) Seksi Pasal 523 Pengembangan Sentra Kreatif mempunyai tugas 157 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif. Subdirektorat Sentra Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Sentra Kreatif. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan sentra kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi sentra kreatif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra kreatif. standar. Pasal 522 Subdirektorat Sentra Kreatif terdiri atas: a. standar. (2) Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. prosedur. Pasal 520 Subdirektorat Sentra Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. dan kriteria. standar. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis.

melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 158 . Pasal 524 Subdirektorat Akses Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. (2) Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan Sentra Kreatif. Subdirektorat Akses Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. dan b. dan kriteria. standar. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan Sentra Kreatif. Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. Seksi Akses Pembiayaan Bank. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan. prosedur. Pasal 526 Subdirektorat Akses Pembiayaan terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Seksi Akses Pembiayaan Non Bank. standar. prosedur. dan kriteria. prosedur.

prosedur. prosedur. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. standar. 159 . Pasal 528 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma.Pasal 527 (1) Seksi Akses Pembiayaan Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Tugas dan Fungsi Pasal 529 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. (2) Seksi Akses Pembiayaan Non Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 530 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. evaluasi. review. dan kegiatan pengawasan lainnya.Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. dan e. dan d. pemantauan. b. d. 160 . pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 533 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. c. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 532 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Inspektorat III. Inspektorat II.

Pasal 535 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan analisis dan pemantauan serta advokasi atas laporan hasil pengawasan dan penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pengawasan masyarakat. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Inspektorat jenderal. c. dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. kegiatan dan penganggaran. c. Bagian Kepegawaian. d. Organisasi dan Tata Laksana. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Umum. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. b. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 .Pasal 534 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 533. Pasal 536 Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana program. organisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana program dan penganggaran serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Perencanaan dan Evaluasi. perlengkapan dan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. pelaksanaan koordinasi.

Bagian Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. kegiatan dan penganggaran Inspektorat Jenderal. dan b.536. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan rencana program. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. analisis. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. analisis. Pasal 539 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program. Pasal 538 Bagian Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan pelaporan hasil pengawasan. kegiatan dan penganggaran. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana program. dan pelaporan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Perencanaan. 162 . kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan b. Pasal 540 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan serta pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi. evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. dan b. penyiapan bahan pemantauan. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyusunan rencana program.

evaluasi dan penyusunan laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 544 Bagian Kepegawaian. Subbagian Analisis Hasil Pengawasan. pelaksanaan penyusunan rencana formasi. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. kepangkatan. pengembangan. dan b.Pasal 542 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas: a. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 546 Bagian Kepegawaian. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. analisis. penyiapan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. pengangkatan. Pasal 543 (1) Subbagian Analisis Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pengadaan. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. (2) Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan b. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan b. 163 . Bagian Kepegawaian. penataan. analisis. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pengawasan.

rumah tangga.Pasal 547 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiaapan bahan penyusunan rencana formasi. Pasal 550 Bagian Umum terdiri atas: a. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Keuangan. pengambangan. dan b. pelaksanaan urusan tata usaha persuratan. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. kepangkatan. pengangkatan. dan b. rumah tangga. Pasal 548 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha persuratan. Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan. rumah tangga. kearsipan. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. 164 . Pasal 551 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha persuratan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. kearsipan. perlengkapan serta keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. kearsipan. pengadaan.

b. Pasal 555 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat I. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan e. c. reviu. penyusunan laporan hasil pengawasan. evaluasi. reviu. evaluasi. Pasal 553 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 552. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. pemantauan. 165 . dan b. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. dan kegiatan pengawasan lainnya. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 554 Inspektorat I terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 552 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. d. pemantauan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I. dan kegiatan pengawasan lainnya. serta penyusunan laporan. Desain dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Subbagian Tata Usaha.

dan kegiatan pengawasan lainnya. dan e. serta penyusunan laporan. b. Pasal 559 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat II. penyusunan laporan hasil pengawasan. dan b.Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 556 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. 166 . Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi. reviu. pemantauan. d. evaluasi. Subbagian Tata Usaha. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. dan kegiatan pengawasan lainnya. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. c. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. reviu. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. Pasal 558 Inspektorat II terdiri atas: a. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pemantauan. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit.

penyusunan laporan hasil pengawasan. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. dan e. evaluasi. serta penyusunan laporan. reviu. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Pasal 561 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 560. pemantauan. 167 . d. pemantauan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. reviu. evaluasi.Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 560 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. c. dan b. Subbagian Tata Usaha. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. b. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. Pasal 562 Inspektorat III terdiri atas: a. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 563 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat III.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif.BAB IX BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Bagian Pertama Kedudukan. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565. rencana dan program pengembangan sumber daya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. 168 . penyusunan kebijakan teknis. dan d. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 565 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. pemantauan. Tugas. pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. dan Fungsi Pasal 564 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. serta kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. dan e. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. b. penataan dan peningkatan kapasitas organisasi 169 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif. Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. d. Sekretariat Badan. b. evaluasi dan pelaporan. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 567 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 568 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

serta pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. dan Kepegawaian. data dan informasi. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Organisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Pasal 570 Sekretariat Badan terdiri atas: a. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan 170 . Bagian Keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pengelolaan urusan persuratan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum dan Informasi. Bagian Hukum. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. perbendaharaan dan gaji.dan tata laksana. b. pengelolaan penggunaan. program dan anggaran serta fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan e. serta inventarisasi kekayaan milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 571 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran. dan d. d. penerimaan dan pengeluaran anggaran. akuntansi dan verifikasi.

b. Pasal 575 Bagian Hukum. Pasal 573 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. b. Subbagian Pemantauan. dan Pelaporan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 574 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. evaluasi. penataan 171 . Evaluasi.penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan c. (2) Subbagian Pemantauan. Organisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan c. penelaahan dan bantuan hukum. penyiapan bahan pemantauan. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Kerja Sama. pelaksanaan fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Organisasi. penelaahan dan bantuan hukum. penelaahan dan bantuan hukum. evaluasi. pelaksanaan penyiapan bahan pengangkatan. Pasal 578 (1) Subbagian Hukum. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Subbagian Hukum. serta pemantauan. perpindahan tempat kerja. kepangkatan. perumusan dan 172 . penyusunan peraturan perundang-undangan. dan c. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. dan Tata Laksana. Subbagian Mutasi Pegawai. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan Kepegawaian terdiri atas: a. Organisasi. penyusunan peraturan perundang-undangan.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. pengadaan. pelaksanaan perencanaan formasi. serta pelaksanaan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. pelaksanaan koordinasi perumusan. Organisasi. serta pemantauan. dan pengembangan. Bagian Hukum. perumusan dan penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan c. Organisasi. Pasal 577 Bagian Hukum.

perpindahan tempat kerja. dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. pengadaan dan pengembangan. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan pengelolaan penggunaan. dan c. serta tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagaian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan.penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 581 Bagian Keuangan terdiri atas: 173 . pemberhentian. kepangkatan. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. Pasal 579 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. (2) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. b.

pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. c. 174 . pelaksanaan urusan tata persuratan. Pasal 582 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. data dan informasi. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. dan b.a. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja Negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. data dan informasi. serta rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 583 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

rencana dan program kegiatan. dan 175 . Data dan Informasi. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Pasal 587 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan kepariwisataan. Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan.Pasal 585 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan sistem dan metoda. penyusunan kebijakan teknis. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Tata Persuratan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. dan b. data dan informasi. Pasal 586 (1) Subbagian Tata Persuratan. serta pemantauan.

b. Subbidang Evaluasi. rencana dan program kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Bidang Data dan Publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 589 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan terdiri atas: a. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Subbidang Program. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 590 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. dan b. Bidang Program dan Evaluasi. Pasal 592 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. dan b. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. 176 .b. Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. dan c.

(2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pengolahan. dan b. dan b. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Publikasi. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. Subbidang Data. penyajian. Pasal 596 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. pelayanan serta penyajian dan publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan.Pasal 593 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan pelayanan. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 597 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. evaluasi. Pasal 594 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. rencana dan program kegiatan. 177 .

Pasal 600 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. penyajian. Bidang Data dan Publikasi. rencana dan program kegiatan. dan b. b. dan c. 178 . Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif Pasal 598 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan ekonomi kreatif.(2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. serta pemantauan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. pengembangan sistem dan metoda. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Program dan Evaluasi. penyusunan kebijakan teknis.

dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 603 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a.Pasal 601 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pelayanan serta penyajian dan 179 . rencana dan program kegiatan. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. Subbidang Program. Pasal 605 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. evaluasi. Pasal 604 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. dan b. dan b. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Subbidang Evaluasi. pengolahan. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

180 .publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyajian. dan b. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. dan b. Subbidang Data. Pasal 607 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. Pasal 608 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pelaksanaan pelayanan. penyajian. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 609 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Subbidang Publikasi. (2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan.

pengembangan kurikulum. pengembangan kurikulum. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang ekonomi kreatif. sistem dan metoda. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisatan menyelenggarakan fungsi: 181 . Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pengembangan kurikulum. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 611 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Pasal 612 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rencana dan program kegiatan. penyusunan rencana dan program kegiatan. perumusan kebijakan teknis. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif. dan c. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang kepariwisataan.Pasal 610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609. perumusan kebijakan teknis. dan b. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan. b. sistem dan metoda.

Subbidang Program dan Evaluasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 615 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. pengembangan kurikulum. penyusunan rencana program dan kegiatan. sistem 182 . penyusunan rencana program dan kegiatan. penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. pengembangan kurikulum. pengembangan kurikulum. sistem dan metoda. sistem dan metoda. Pasal 616 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. dan b. Pasal 614 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan terdiri atas: a. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan.a. dan b.

penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. desain.dan metoda. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan 183 . dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan b. penyusunan rencana program dan kegiatan. pengembangan kurikulum. Pasal 618 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. pengembangan kurikulum. sistem dan metoda. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pasal 619 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. desain. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. dan b. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. penyusunan rencana program dan kegiatan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. desain. sistem dan metoda. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Subbidang Program dan Evaluasi.

budaya serta berbasis media, desain, dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 620 Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620, Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 622 Pusat Pengembangan Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Bidang Kompetensi Kepariwisataan; b. Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif; dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 623 Bidang Kompetensi Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, 184

evaluasi, pelaporan, dan kerja sama pelaksanaan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623, Bidang Kompetensi Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 625 Bidang Kompetensi Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 626 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 627 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif. 185

Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627, Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 629 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 630 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. BAB X STAF AHLI Pasal 631 (1) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibantu oleh 4 (empat) Staf Ahli. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 186

(3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan Badan. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian pada Biro Umum. Pasal 632 Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Kreatif; b. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi; c. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; dan d. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karya

(1)

(2) (3) (4)

Pasal 633 Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah perlindungan keanekaragaman karya kreatif. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah jasa ekonomi. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah hubungan antar lembaga. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

187

BAB XI PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 634 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala. Pasal 635 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan pengembangan teknologi informasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635, Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan penyusunan data dan informasi; dan b. pelaksanaan pengembangan teknologi informasi. Pasal 637 Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Data; b. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi; c. Subbagian Tata Usaha; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 638 Bidang Pengelolaan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. 188

pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. analisis. jaringan dan infrastruktur teknologi informasi. dan b. Pasal 641 (1) Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan identifkasi. evaluasi dan pengolahan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. analisis. Bidang Pengelolaan Data menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data. pengumpulan. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 640 Bidang Pengelolaan Data terdiri atas: a. pengumpulan.Pasal 639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. dan evaluasi data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. dan b. dan b. Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data. Pasal 642 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Pasal 643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. 189 . (2) Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

190 . Subbidang Jaringan dan Infrastruktur. Pasal 645 (1) Subbidang Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Pasal 646 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Informasi.Pasal 644 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi terdiri atas: a. (2) Subbidang Jaringan dan Infrastruktur mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. (2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dipimpin oleh Kepala. Pasal 648 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbidang Sistem Aplikasi. dan b. BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI Pasal 647 (1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal.

dan rumah tangga di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. b. Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan materi pendidikan dan pelatihan.Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648. Pasal 651 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. f. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Bidang Penyelenggaraan. b. kepegawaian. kearsipan. c. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. c. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelayanan teknis pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha. penyusunan rencana dan program serta kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan d. Pasal 650 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai terdiri atas: a. dan g. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. surat menyurat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. perlengkapan. dan 191 .

ketatausahaan. penyusunan dan pengembangan kurikulum. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan instansi dan lembaga. dan perlengkapan. Pasal 654 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. penyusunan program pendidikan dan pelatihan pegawai. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 655 Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. ketatausahaan. dan b. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. dan b. rumah tangga. perumusan. Subbagian Keuangan. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. Subbidang Kerja Sama. Pasal 657 Bidang Program dan Kerja Sama terdiri atas: a. b.b. Subbidang Program. Subbagian Umum. penyusunan kebijakan dan program. Pasal 653 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan c. serta hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. 192 . rumah tangga. dan perlengkapan.

Pasal 661 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. penyusunan program. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan struktural pegawai. dan b. serta pengembangan kurikulum. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. Pasal 659 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan pegawai. b. sistem.Pasal 658 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural. dan c. perumusan. pelaksanaan evaluasi dan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. Pasal 662 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. evaluasi. 193 . (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai.

pemberitaan. Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. pelayanan informasi publik. b. dunia usaha dan masyarakat dalam dan luar negeri. dan d. pelaksanaan publikasi. dan pencitraan. pelaksanaan pengumpulan. Pasal 664 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan komunikasi publik melalui publikasi dan analisis berita. BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 663 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. pengolahan. pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara/pemerintah. serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan diklat pimpinan. serta analisis berita dan opini publik. dan pelayanan informasi serta dokumentasi. serta hubungan antar lembaga. hubungan media massa. c. pelaksanaan urusan tata usaha Pusat Komunikasi Publik. pameran. evaluasi. 194 . Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh Kepala.(2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural mempunyai tugas melakukan pelaksanaan.

dan penyajian pemberitaan. d. hubungan media massa. Bidang Informasi Publik. dan e. pelaksanaan publikasi. Pasal 669 Bidang Publikasi dan Analisis Berita terdiri atas: a. pameran. Pasal 670 (1) Subbidang Publikasi dan Pemberitaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Subbagian Tata Usaha. pemberitaan. serta hubungan dengan media massa. hubungan media massa. dan pencitraan. 195 . publikasi. Bidang Hubungan Antar Lembaga. pemberitaan. dan b. serta analisis berita dan opini publik. (2) Subbidang Analisis Berita mempunyai tugas melakukan pameran. c. analisis berita dan opini publik serta pencitraan. b. pelaksanaan analisis berita dan opini publik serta pencitraan. Subbidang Analisis Berita. pengolahan. dan b. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667.Pasal 666 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. Bidang Publikasi dan Analisis Berita menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 667 Bidang Publikasi dan Analisis Berita mempunyai tugas melaksanakan publikasi. Subbidang Publikasi dan Pemberitaan. pameran. Bidang Publikasi dan Analisis Berita. dan pencitraan.

pelaksanaan pengumpulan. pengelolaan. penyajian. dan b. dan b. dan dokumentasi informasi. Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. Subbidang Pelayanan Informasi. Bidang Informasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengemasan. Pasal 675 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah dan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: 196 . dan pelayanan pengguna informasi. Pasal 674 (1) Subbidang Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengemasan. (2) Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan pelayanan pengguna informasi. dan dokumentasi informasi. penyajian.Pasal 671 Bidang Informasi Publik mempunyai tugas pelaksanaan pelayanan informasi publik serta pengelolaan informasi dan dokumentasi. Pasal 676 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. Pasal 673 Bidang Informasi Publik terdiri atas: a. Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi. pengelolaan.

(2) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah. Pasal 677 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. dan b. pelaksanaan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah. dan b. Pasal 678 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga Negara/ Pemerintah. BAB XIV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 680 Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional sesuai kebutuhan. Pasal 679 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Komunikasi Publik. 197 . Pasal 681 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan tugas sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah.a.

BAB XVI TATA KERJA Pasal 684 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif wajib 198 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(1) (2) (3) (4) Pasal 682 Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. BAB XV UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 683 (1) Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis tertentu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas. (2) Dalam menyampaikan laporan kepada pimpinan satuan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 687 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugasnya masing-masing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. Pasal 685 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dan dalam 199 . Pasal 686 (1) Setiap laporan dari bawahan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.menerapkan prinsip koordinasi.

Sekretaris Direktorat Jenderal. BAB XVII ESELON. DAN PEMBERHENTIAN (1) (2) (3) (4) (5) Pasal 689 Sekretaris Jenderal.a. Sekretaris Badan dan Kepala Pusat adalah jabatan struktural eselon II. Kepala Badan.a. Inspektur Jenderal. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.b atau serendahrendahnya eselon II.a. Direktur. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a. Direktur Jenderal.a. Sekretaris Inspektorat Jenderal. 200 . Kepala Biro. dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. PENGANGKATAN. Pasal 691 (1) Wakil Menteri. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a. Inspektur Jenderal. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan eselon I. Sekretaris Jenderal. Kepala Bagian.rangka bimbingan kepada bawahannya wajib mengadakan rapat berkala. Kepala Subbagian. Pasal 690 Pejabat struktural eselon I. Kepala Seksi. Inspektur. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

201 . Pasal 695 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Menteri ini seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian sampai dengan diatur kembali berdasarkan Peraturan Menteri ini. BAB XIX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 694 Semua peraturan pelaksanaan dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.27/HK.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Peraturan Menteri ini. Pasal 693 Perubahan pembagian obyek pengawasan Inspektorat yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 692 Perubahan atas organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

ttd. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Agar setiap orang mengetahuinya. MARI ELKA PANGESTU Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 13 Februari 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. AMIR SYAMSUDIN 202 .001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2012 MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. Pasal 697 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.27/HK.BAB XX PENUTUP Pasal 696 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. ttd. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.

19590617 198803 1 005 203 . ZAINI BUSTAMAN. SH.BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 196 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. MM NIP.

07/HK.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF NOMOR : PM. DAN IPTEK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF WAKIL MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STAF AHLI 204 INSPEKTORAT JENDERAL DITJEN PEMASARAN PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA PUSAT DATA DAN INFORMASI SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. DESAIN.

SEKRETARIAT JENDERAL 205 BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT DATA DAN INFORMASI PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BAGIAN RENCANA PROGRAM BAGIAN PENGANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA 206 SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM I SUBBAGIAN PENGANGGARAN I SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM II SUBBAGIAN PENGANGGARAN II SUBBAGIAN PELAPORAN KEMENTERIAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM III SUBBAGIAN ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PENGANGGARAN III DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PENYIAPAN BAHAN PIMPINAN SUBBAGIAN FASILITASI REFORMASI BIROKRASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI 207 SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN KEPARIWISATAAN SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM SUBBAGIAN PERENCANAAN PEGAWAI SUBBAGIAN PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN PERJANJIAN DAN RATIFIKASI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI HUKUM SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN 208 SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN I SUBBAGIAN TATA KELOLA PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN AKUNTANSI I SUBBAGIAN VERIFIKASI PENDAPATAN DAN BELANJA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN II SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PEMANTAUAN ANGGARAN DAN PNBP SUBBAGIAN AKUNTANSI II SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN KEUANGAN SUBBAGIAN REKONSILIASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

TIMTENG. DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KAWASAN PERTUMBUHAN SUBBAGIAN MITRA WICARA ASEAN SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN I SUBBAGIAN KERJA SAMA EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN II SUBBAGIAN WTO DAN OI LAINNYA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN KERJA SAMA BILATERAL BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL ASEAN BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL NON ASEAN BAGIAN KERJA SAMA MULTILATERAL 209 SUBBAGIAN ASIA PASIFIK SUBBAGIAN ASEAN SUBBAGIAN INTRA KAWASAN SUBBAGIAN UNWTO SUBBAGIAN AMERIKA DAN EROPA SUBBAGIAN AFRIKA.

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN LAYANAN PENGADAAN 210 SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BMN SUBBAGIAN TATA USAHA WAMEN SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKJEN SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN PENGADAAN SUBBAGIAN PENGAMANAN SUBBAGIAN BIMBINGAN TEKNIS SUBBAGIAN TATA PERSURATAN .

KONVENSI. INSENTIF. DAN EVENT .DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 211 DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS.

EVALUASI. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 212 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. KEPEGAWAIAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL. DESAIN. II SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS MEDIA. I SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL. DAN IPTEK SEKSI PROMOSI INVESTASI . I SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKSI PENGEMBANGAN POTENSI INVESTASI SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL.DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN ZONA KREATIF SUBDIREKTORAT KAWASAN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SUBDIREKTORAT INVESTASI PARIWISATA 213 SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH II SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH III SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH IV 214 SEKSI WILAYAH BALI SEKSI WILAYAH NTB DAN NTT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH JAWA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA SEKSI WILAYAH SUMATERA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH PAPUA. DAN PAPUA BARAT .

B .A SEKSI JASA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH I.A SEKSI SARANA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH II.B KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI SARANA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH II.DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SARANA PARIWISATA SUBDIREKTORAT JASA PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH II 215 SEKSI JASA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH I.

DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN DAN PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN KOMUNIKASI 216 SEKSI WILAYAH I SEKSI WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERANCANGAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KEMITRAAN MASYARAKAT SEKSI DOKUMENTASI SEKSI PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KELEMBAGAAN MASYARAKAT SEKSI KOMUNIKASI .

DAN EVENT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KULINER DAN BELANJA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA ALAM DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN REKREASI DAN HIBURAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KONVENSI. INSENTIF. INSENTIF. DAN EVENT 217 SEKSI PENGEMBANGAN WISATA SPA DAN KESEHATAN SEKSI PENGEMBANGAN WISATA OLAH RAGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PENGEMBANGAN WISATA KULINER SEKSI PENGEMBANGAN WISATA ALAM SEKSI FASILITASI WISATA KONVENSI.DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS KONVENSI. INSENTIF. DAN EVENT SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BELANJA SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA SEKSI SARANA DAN PRASARANA WISATA KONVENSI. DAN EVENT . INSENTIF.

EVENT. INSENTIF. DAN MINAT KHUSUS DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFOMASI PARIWISATA .DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 218 DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. EVALUASI. KEPEGAWAIAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 219 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFORMASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA DAN WIDYA WISATA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN PEMASARAN PARIWISATA 220 SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI WIDYA WISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT WILAYAH ASEAN SUBDIREKTORAT WILAYAH ASIA SUBDIREKTORAT WILAYAH TIMUR TENGAH DAN AFRIKA SUBDIREKTORAT WILAYAH AMERIKA DAN PASIFIK SUBDIREKTORAT WILAYAH EROPA 221 SEKSI WILAYAH ASIA SELATAN DAN BARAT SEKSI WILAYAH TIMUR TENGAH SEKSI WILAYAH ASIA TIMUR SEKSI WILAYAH AFRIKA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ASEAN I SEKSI WILAYAH AMERIKA SEKSI WILAYAH EROPA BARAT SEKSI WILAYAH ASEAN II SEKSI WILAYAH PASIFIK SEKSI WILAYAH EROPA TENGAH DAN TIMUR .

BANTEN. SUMUT. JAMBI. DAN D.I.RIAU SEKSI WILAYAH SUMBAR. & BANGKA BELITUNG .DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH I SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH II SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH III SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH IV SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH V 222 SEKSI WILAYAH JAWA BARAT. JAWA TENGAH. DAN DKI JAKARTA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH BALI DAN NTB SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ACEH. SUMSEL.YOGYAKARTA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH JAWA TIMUR DAN NTT SEKSI WILAYAH PAPUA DAN PAPUA BARAT SEKSI WILAYAH LAMPUNG. BENGKULU. RIAU DAN KEP.

DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT STRATEGI PENCITRAAN INDONESIA SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA CETAK SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA RUANG SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN KEMITRAAN 223 SEKSI PROMOSI MEDIA CETAK SEKSI PROMOSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA CETAK SEKSI PERENCANAAN PENCITRAAN INDONESIA SEKSI PROMOSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SEKSI PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENCITRAAN INDONESIA SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA NON-PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. INSENTIF. EVENT. DAN MINAT KHUSUS SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE KORPORASI SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH SUBDIREKTORAT PROMOSI MINAT KHUSUS 224 SEKSI KORPORASI DALAM NEGERI SEKSI PEMERINTAH SEKSI WISATA BAHARI SEKSI KORPORASI LUAR NEGERI SEKSI NON PEMERINTAH SEKSI WISATA NON BAHARI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 225 DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA .

EVALUASI. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 226 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI . KEPEGAWAIAN.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT FASILITASI INDUSTRI PERFILMAN SUBDIREKTORAT FESTIVAL DAN EKSIBISI FILM SUBDIREKTORAT SUBDIREKTORAT PRODUKSI FILM PRODUKSI SUBDIREKTORAT PEMASARAN FILM 227 SEKSI FESTIVAL FILM SEKSI PENGEMBANGAN KONTEN DAN LOKASI FILM SEKSI EKSIBISI FILM SEKSI PELAYANAN PRODUKSI FILM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FASILITASI USAHA PERFILMAN SEKSI DISTRIBUSI FILM SEKSI FASILITASI KEGIATAN PERFILMAN SEKSI PERTUNJUKAN FILM .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT INFRASTRUKTUR DAN DOKUMENTASI SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK 228 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI MUSIK SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SEKSI PEMASARAN INDUSTRI MUSIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUK SENI PERTUNJUKAN SEKSI PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PERTUNJUKAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SUBDIREKTORAT PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN APRESIASI 229 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA TERAPAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA MURNI SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA FOTOGRAFI SEKSI DISTRIBUSI DAN KOMERSIALISASI KARYA SENI RUPA SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SEKSI APRESIASI KARYA SENI RUPA .

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. DAN IPTEK SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 230 DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI . DESAIN.

EVALUASI. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 231 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. KEPEGAWAIAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FILM ANIMASI DAN KOMIK SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TULISAN FIKSI DAN NON FIKSI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF AUDIO DAN VIDEO SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF PERIKLANAN 232 SEKSI TULISAN FIKSI SEKSI KARYA KREATIF AUDIO SEKSI KOMIK SEKSI TULISAN NON FIKSI SEKSI KARYA KREATIF VIDEO KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FILM ANIMASI SEKSI IKLAN CETAK SEKSI IKLAN ELEKTRONIK .

DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ARSITEKTUR DAN DESAIN INTERIOR SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI VISUAL SUBDIREKTORAT DESAIN PRODUK DAN KEMASAN SUBDIREKTORAT MODE 233 SEKSI ARSITEKTUR SEKSI DESAIN GRAFIS SEKSI KOMUNIKASI VISUAL SEKSI DESAIN PRODUK SEKSI DESAIN BUSANA SEKSI DESAIN INTERIOR SEKSI DESAIN KEMASAN SEKSI DESAIN NON BUSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT LISENSI TEKNOLOGI SUBDIREKTORAT SENTRA INOVASI DAN INKUBATOR BISNIS SUBDIREKTORAT SENTRA KREATIF SUBDIREKTORAT AKSES PEMBIAYAAN 234 SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA INOVASI SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN BANK SEKSI PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS SEKSI PENGELOLAAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN NON BANK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI LISENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SEKSI LISENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI .

INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL 235 INSPEKTORAT II INSPEKTORAT I INSPEKTORAT III .

ORGANISASI.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN EVALUASI BAGIAN ANALISIS DAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. DAN TATA LAKSANA BAGIAN UMUM 236 SUBBAGIAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERENCANAAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN .

INSPEKTORAT I SUBBAGIAN TATA USAHA 237 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT II SUBBAGIAN TATA USAHA 238 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT III SUBBAGIAN TATA USAHA 239 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 240 PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF .

DATA. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA . EVALUASI. ORGANISASI.SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 241 SUBBAGIAN HUKUM. DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN MUTASI PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. ORGANISASI. DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN 242 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF 243 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 244 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN BIDANG PENGEMBANGAN SDM EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA .

PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 245 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KOMPETENSI KEPARIWISATAAN BIDANG KOMPETENSI EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA .

PUSAT DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PENGELOLAAN DATA BIDANG PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI 246 SUBBIDANG PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG PENYIMPANAN DAN PELAYANAN DATA SUBBIDANG SISTEM APLIKASI SUBBIDANG JARINGAN DAN INFRASTRUKTUR .

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM 247 BIDANG PENYELENGGARAAN SUBBIDANG PROGRAM KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL SUBBIDANG KERJA SAMA SUBBIDANG DIKLAT STRUKTURAL BIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA .

MM NIP. SH. ttd ZAINI BUSTAMAN. ttd MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA.PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PUBLIKASI DAN ANILISIS BERITA BIDANG INFORMASI PUBLIK BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA 248 SUBBIDANG PUBLIKASI DAN PEMBERITAAN SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG ANALISIS BERITA SUBBIDANG PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NON PEMERINTAH Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. 19590617 198803 1 005 MARI ELKA PANGESTU .

249 .

250 .

251 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->