PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.

001/MPEK/2012

TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2012 REPUBLIK INDONESIA

i

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena buku "Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dapat diterbitkan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 serta Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Dalam tatanan kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat tugas-tugas kementerian yang bersifat teknis dan diselenggarakan oleh organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Adapun ketentuan mengenai organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dimaksud, ditetapkan secara tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan diterbitkannya buku Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. i

Demikian, semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua. Jakarta, Februari 2012 Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi,

Drs. Turman Siagian, M.Si NIP.19630604 198303 1 001

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................ PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ................................ BAB I BAB II BAB III KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI ....................... SUSUNAN ORGANISASI ........................................... SEKRETARIAT JENDERAL ............................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ........................ Bagian Ketiga : Biro Perencanaan dan Organisasi .. Bagian Keempat : Biro Hukum dan Kepegawaian ...... Bagian Kelima : Biro Keuangan.................................. Bagian Keenam : Biro Kerja Sama Luar Negeri............ Bagian Ketujuh : Biro Umum....................................... DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA................................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi......................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ....... Bagian Keempat : Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata................... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata ..................................... Bagian Keenam : Direktorat Industri Pariwisata.......... Bagian Ketujuh : Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata ..... iii i iii

1 3 5 6 6 7 8 14 20 26 32 37 37 38 38 44 50 56 62

BAB IV

....................... 137 iv ................. Event.... 68 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA ....... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ......... 136 Bagian Pertama : Kedudukan. dan Fungsi ..... dan Fungsi........ Tugas................ Bagian Pertama : Kedudukan... 81 Bagian Kelima : Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri... 74 Bagian Pertama : Kedudukan............... Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Industri Perfilman ... Bagian Keenam : Direktorat Pengembangan Seni Rupa ..................................... DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI......... Bagian Kedua : Susunan Organisasi.... 108 DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA ..... 93 Bagian Ketujuh : Direktorat Pencitraan Indonesia ............................... DESAIN..................... Tugas......................................... Insentif................ 112 112 113 114 119 125 130 BAB VI BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA..... 87 Bagian Keenam : Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri...Bagian Kedelapan: Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus...... 100 Bagian Kedelapan : Direktorat Promosi Konvensi............. 75 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata ...... Konvensi............................. Insentif... dan Minat Khusus............. Tugas...... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik ....................................... dan Event ........................ 75 Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ............... 74 Bagian Kedua : Susunan Organisasi............. dan Fungsi................ 136 Bagian Kedua : Susunan Organisasi.....

.. 188 BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI ...Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal .................. Bagian Keenam : Inspektorat III ....................... Bagian Ketiga : Sekretariat Inspektorat Jenderal .............................. dan Fungsi.......... 154 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL .... 180 Bagian Ketujuh : Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif ............................................. Bagian Keempat : Inspektorat I ...... Bagian Kelima : Inspektorat II . 194 v ........... 186 PUSAT DATA DAN INFORMASI ......................................... 169 Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ........ 168 Bagian Pertama : Kedudukan........... 143 Bagian Kelima : Direktorat Desain dan Arsitektur. 168 Bagian Kedua : Susunan Organisasi................................... 178 Bagian Keenam : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif........ BAB IX 159 159 160 160 165 166 167 BAB X BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ............................... 149 Bagian Keenam : Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi ........................... Tugas.............. 184 STAF AHLI... Tugas dan Fungsi... Bagian Kedua : Susunan Organisasi....... 138 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media................................. 190 BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK ......................................................................................................................... 169 Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan.............. 175 Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif .............................................................. Bagian Pertama : Kedudukan....

198 ESELON............ PENGANGKATAN................................ 204 ................. 201 PENUTUP .................................................. DAN PEMBERHENTIAN 200 KETENTUAN PERALIHAN .... 198 TATA KERJA............................... 197 UNIT PELAKSANA TEKNIS ..................................................................... 202 BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN .................................... 201 Lampiran ...........................BAB XIV BAB XV BAB XVI BAB XVII BAB XIX BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL ................................................250 vi ................

001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.07/HK. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. serta dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pariwisata dan ekonomi 1 . dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi.PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. Tugas. Tugas.

dipandang perlu menetapkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011 3. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011. SuratPersetujuanMenteriPendayagunaanAparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor:B/307/M. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Mengingat : 1. PAN-RB/1/2012 tanggal 27 Januari 2012.kreatif. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. Memperhatikan: 2 . 2. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Tugas. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Tugas.

Pasal 4 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 5 Ruang lingkup bidang tugas Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengoordinasikan pencapaian kebijakan strategis lintas unit 3 . TUGAS.BAB I KEDUDUKAN. (2) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. yaitu: a. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dibantu oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 3 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Dalam memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan b.

membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam penilaian dan penetapan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d. f. dan i.organisasi eselon I di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dalam hal tertentu. melaksanakan pengendalian reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan program kerja dan kontrak kinerja. mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada acara tertentu dan/atau memimpin rapat sesuai dengan penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam proses pengambilan keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan tugas khusus yang diberikan langsung oleh Presiden atau melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 7 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pariwisata dan ekonomi 4 . e. melaksanakan pengendalian dan pamantauan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. g. Pasal 6 Rincian tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 meliputi: a. c. h.

Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. penetapan. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 9 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. e. Inspektorat Jenderal. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. d. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan e. 5 . Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. g. Sekretariat Jenderal. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. f. Desain. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah. perumusan. Pasal 8 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. c. d.kreatif dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. b. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Pasal 11 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. dan n. l. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga. j. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif. dan Fungsi Pasal 10 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pemimpin yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pusat Data dan Informasi.h. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pusat Komunikasi Publik. pembinaan. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: 6 . (2) Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. m. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. i. k. Tugas.

arsip dan dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. kerumahtanggaan. e. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. dan e. c. Biro Umum. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara. kepegawaian. 7 . b. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 13 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan. Biro Keuangan.a. kerja sama. Biro Hukum dan Kepegawaian. dan hubungan masyarakat. f. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. keuangan. d. koordinasi kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Biro Kerja Sama Luar Negeri. Biro Perencanaan dan Organisasi. dan g. c.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Organisasi Pasal 14 Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana program, penganggaran, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Biro Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana program; b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan anggaran; c. pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran; d. pelaksanaan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan ketatalaksanaan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 16 Biro Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. Bagian Rencana Program; b. Bagian Penganggaran; c. Bagian Evaluasi dan Pelaporan; d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 17 Bagian Rencana Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan dan koordinasi 8

perumusan dan penyusunan kebijakan rencana program Kementerian. Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Bagian Rencana Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 19 Bagian Rencana Program terdiri atas: a. Subbagian Rencana Progam I; b. Subbagian Rencana Program II; dan c. Subbagian Rencana Program III.

9

Pasal 20 (1) Subbagian Rencana Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah. (2) Subbagian Rencana Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Rencana Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan, Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 21 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 22 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian; 10

b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran, dan Rancangan Bahan Nota Keuangan, serta Penetapan Kinerja kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro yang meliputi: penyiapan bahan pameran, kepegawaian, rapat-rapat, tata persuratan dan kearsipan, serta urusan rumah tangga Biro. Pasal 23 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. Subbagian Penganggaran I; b. Subbagian Penganggaran II; dan c. Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro. Pasal 24 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran dan Rancangan Bahan Nota Keuangan serta Penetapan Kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, dan Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro. 11

Pasal 25 Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program dan anggaran, serta penyusunan laporan Kementerian dan penyiapan bahan sidang/rapat pimpinan. Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. Pasal 27 Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program; b. Subbagian Pelaporan Kementerian; dan c. Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan. Pasal 28 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Pelaporan Kementerian mempunyai tugas 12

serta fasilitasi reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan penelaahan. analisis beban kerja. Pasal 29 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.melakukan penyiapan bahan penelaahan. analisis jabatan. penyiapan bahan penelaahan. tata laksana. analisis. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. evaluasi jabatan. dan pengembangan jabatan fungsional. kriteria. koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. (3) Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. b. dan c. standar prosedur kerja/ SOP. evaluasi. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. analisis. koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian. dokumentasi. Pasal 31 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: 13 . koordinasi perumusan dan penyusunan norma. penyiapan bahan pemantauan. tata cara. evaluasi. dan pedoman kerja. pengolahan. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi.

analisis. serta melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. kriteria. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional. tata cara. standar prosedur kerja/SOP. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Tata Laksana. evaluasi jabatan. dokumentasi. Biro Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: 14 . koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. evaluasi. dan c.a. penelaahan dan bantuan hukum. analisis beban kerja. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan penelaahan. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi. b. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Keempat Biro Hukum dan Kepegawaian Pasal 33 Biro Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan pedoman kerja. Pasal 32 a. c. analisis. evaluasi. penyusunan analisis jabatan. Pasal 34 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33.

d. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pengembangan serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. b.a. pelaksanaan urusan mutasi pegawai. Pasal 35 Biro Hukum dan Kepegawaian terdiri atas: a. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum. pengadaan. Pasal 37 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. d. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pelaksanaan penelaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. Bagian Mutasi Pegawai. perumusan. dan c. dan e. b. dan e. penyiapan bahan koordinasi. dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan perjanjian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan penyusunan formasi. Bagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 36 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. c. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang 15 .

(3) Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: 16 . Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. dan c. Pasal 40 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan bantuan hukum. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan.kepariwisataan dan ekonomi kreatif. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. Pasal 41 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 40. Pasal 38 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. Pasal 39 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif.

b. penyuluhan hukum. Pasal 45 tugas sebagaimana 17 Dalam melaksanakan dimaksud dalam . Pasal 44 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyusunan formasi. Pasal 42 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Pasal 43 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan bantuan hukum di lingkungan Kementerian. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan advokasi dan pemberian bantuan hukum di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. Subbagian Bantuan Hukum. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. penyiapan bahan penelaahan hukum di lingkungan Kementerian.a. pengadaan. b. dan c. pengembangan. dan c. Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Subbagian Penelaahan Hukum.

Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan c. Pasal 46 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. pelaksanaan urusan disiplin. penyusunan formasi. dan pemberian tanda penghargaan pegawai serta Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dan pembinaan mental pegawai. b. 18 . penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa.Pasal 44. dan c. Subbagian Perencanaan Pegawai. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan disiplin. kesejahteraan. dan pengadaan pegawai. Pasal 48 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. Pasal 47 (1) Subbagian Perencanaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyusunan formasi. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. dan pengadaan pegawai. pengembangan pegawai. dan pemberian tanda penghargaan pegawai. b. kesejahteraan. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. pengembangan pegawai. penyiapan bahan analisis kebutuhan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan.

Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha pegawai.Pasal 49 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48. dan c. b. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. 19 . pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. tata usaha pegawai. kenaikan gaji berkala. Pasal 51 (1) Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. (2) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. dan tata usaha Biro. database pegawai. kenaikan gaji berkala. b. pelaksanaan urusan dokumentasi. penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. database pegawai. Pasal 50 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas: a. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan tata usaha Biro. dan c. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. (3) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi.

Bagian Akuntansi. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 52. b. perbendaharaan. pelaksanaan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan keuangan serta evaluasi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 54 Biro Keuangan terdiri atas: a. dan e. 20 . Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penataan pengelolaan perbendaharaan. evaluasi. pelaksanaan verifikasi realisasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. dan Verifikasi anggaran di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan pemantauan. Bagian Pelaksanaan Anggaran. dan koordinasi. dan penyelesaian kerugian keuangan Negara. c. akuntansi. b. d. serta rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. pengelolaan anggaran. c.Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 52 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengoordinasian pengelolaan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Bagian Perbendaharaan.

dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. pengelolaan anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kementerian. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat Jenderal. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. b. Pusat Data dan Informasi. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan koordinasi. evaluasi. dan e. b. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. Bagian Verifikasi Anggaran. evaluasi. evaluasi. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 55. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Pasal 55 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal.d. penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. koordinasi. penyiapan bahan pemantauan. dan Pusat Komunikasi Publik. evaluasi. koordinasi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Kelompok Jabatan Fungsional. dan 21 . Desain. dan c.

(3) Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan Pusat Komunikasi Publik.c. evaluasi. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 59. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Inspektorat Jenderal. Desain. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: 22 . dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. evaluasi. Pasal 58 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 59 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. koordinasi. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. evaluasi. koordinasi. Pusat Data dan Informasi. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan penyelesaian kerugian keuangan negara.

dan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. serta urusan tata usaha Biro. Pasal 62 (1) Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. dan c. koordinasi. Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro. (3) Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. dan c. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. koordinasi dan pertimbangan masalah perbendaharaan. Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan.a. penyiapan bahan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. evaluasi. pemantauan. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. pemantauan. (2) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. b. penyiapan bahan pembinaan. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. 23 . serta urusan tata usaha Biro. dan penetapan pengelola Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. b.

dan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi dan penyusunan laporan 24 . dan c. Pasal 66 (1) Subbagian Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan Pusat Komunikasi Publik. penyiapan bahan pemantauan. Inspektorat Jenderal. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. b. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi II. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan c. b. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 63. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 65 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. Pusat Data dan Informasi. Desain. Subbagian Akuntansi I.Pasal 63 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan di lingkungan Kementerian.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan b. Pasal 67 Bagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melaksanakan verifikasi realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Inspektorat Jenderal. Pusat Data dan Informasi. Desain. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. (2) Subbagian Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 68 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 67. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Bagian Verifikasi Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan Pusat Komunikasi Publik. penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 69 Bagian Verifikasi Anggaran terdiri atas: 25 . dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara.neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. Bagian Keenam Biro Kerja Sama Luar Negeri Pasal 71 Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan kerja sama antar negara secara bilateral. c. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. Subbagian Rekonsiliasi. Pasal 70 (1) Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan kementerian. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. dan b. b. regional non ASEAN. Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja. dan multilateral di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. (2) Subbagian Rekonsiliasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional ASEAN. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan 26 . regional ASEAN.a. Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.

dan c. Bagian Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. Bagian Kerja Sama Bilateral. d. Pasal 74 Bagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan dunia.Dunia. pelaksanaan penyiapan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional non ASEAN. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN. dan e. 27 . analisis. pemantauan. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. analisis. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN. d. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Amerika dan Eropa. c. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. Pasal 73 Biro Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. Bagian Kerja Sama Multilateral. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Asia Pasifik. evaluasi. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. analisis. evaluasi. b.

serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan c.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Afrika dan Timur Tengah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Amerika dan Eropa. dan Tata Usaha Biro. serta urusan tata usaha biro. analisis. evaluasi. (3) Subbagian Afrika. analisis. Pasal 78 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Organisasi ASEAN dan Kawasan Pertumbuhan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Afrika dan Timur Tengah. pemantauan. Subbagian Amerika dan Eropa. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN menyelenggarakan fungsi: 28 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Asia Pasifik. analisis. Pasal 76 Bagian Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. (2) Subbagian Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. Pasal 79 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 78. b. Subbagian Afrika. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Asia Pasifik. Pasal 77 (1) Subbagian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Timur Tengah. Timur Tengah. pemantauan.

penyiapan bahan koordinasi. (2) Subbagian Mitra Wicara ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Kawasan Pertumbuhan. penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. pemantauan. evaluasi. Pasal 82 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan 29 . analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan negara-negara Mitra Wicara ASEAN. analisis. Subbagian ASEAN. Subbagian Mitra Wicara ASEAN. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mitra wicara ASEAN. Pasal 81 (1) Subbagian ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. pemantauan. (3) Subbagian Kawasan Pertumbuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. analisis. analisis. dan c.a. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. analisis. Pasal 80 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN terdiri atas: a. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. pemantauan. dan c. analisis. b. b. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan.

analisis. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. pemantauan. pemantauan. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di luar kawasan ASEAN. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. analisis. Subbagian Intra Kawasan. Pasal 85 (1) Subbagian Intra Kawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam kawasan Asia Pasifik. evaluasi. dan c. (3) Subbagian Antar Kawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. analisis. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di Antar kawasan Asia Pasifik dengan kawasan Amerika Latin.dunia. Subbagian Antar Kawasan II. b. antar kawasan Asia dan Afrika. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama intra kawasan Asia Pasifik. analisis. pemantauan. analisis. pemantauan. Pasal 84 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN terdiri atas: a. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan I. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. b. (2) Subbagian Antar Kawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi 30 . dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan II. dan c. Antar kawasan kawasan Asia dan Eropa. analisis. Subbagian Antar Kawasan I.

Bagian Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 89 (1) Subbagian UNWTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. pemantauan. evaluasi. b. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 86. dan c. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama UNWTO. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan UNWTO. penyiapan bahan koordinasi.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pada kawasan kepulauan Pasifik. Subbagian UNWTO. dan pada organisasi-organisasi D-8 dan G-20. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. penyiapan bahan koordinasi. analisis. Pasal 88 Bagian Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. pemantauan. analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi Internasional lainnya. Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif. b. pemantauan. (2) Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif mempunyai tugas 31 . Subbagian WTO dan OI Lainnya. analisis. dan kerja sama kawasan Indian Ocean. evaluasi. evaluasi. Pasal 86 Bagian Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. pemantauan. analisis. penyiapan bahan koordinasi. dan c.

perlengkapan dan rumah tangga. Bagian Layanan Pengadaan. pelaksanaan urusan perlengkapan. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Perlengkapan. dan. d. c. analisis. dan 32 . c. Pasal 92 Biro Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. (3) Subbagian WTO dan OI Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan e. b. pemantauan. analisis. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi internasional lainnya. Pasal 91 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90. b. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 90 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. evaluasi. serta layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d.melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. Bagian Rumah Tangga. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. pemantauan. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan. pelaksanaan urusan layanan pengadaan barang/jasa. pelaksanaan urusan rumah tangga.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. c. serta urusan keprotokolan. b. pelaksanaan urusan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. d. Pasal 96 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. 33 . Subbagian Protokol. Kelompok Jabatan Fungsional. b. tata usaha Wakil Menteri. d. Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 93. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. c. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. dan e. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. tata usaha Staf Ahli.e.

dan evaluasi pengelolaan. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. (4) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. pelaporan. penyimpanan. Pasal 97 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan penatausahaan Barang Milik Negara. penyusunan rencana kebutuhan. dan pendistribusian barang inventaris. b.(2) Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. (5) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. Subbagian Pemeliharaan. dan analisis kebutuhan pengadaan barang inventaris kantor. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. dan 34 . pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris. Subbagian Penatausahan Barang Milik Negara (BMN). dan c. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. (3) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. serta penghapusan barang inventaris di lingkungan Kementerian. Pasal 99 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. b. Pasal 98 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 97. pencatataan dan penyusunan daftar inventaris. analisis. serta pemeliharaan.

Subbagian Analisis Kebutuhan. Pasal 100 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. pelaksanaan urusan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. dan evaluasi pengelolaan. dan pendistribusian barang inventaris kantor. penyimpanan. serta urusan tata usaha Biro. Pasal 103 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: 35 . dan c. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. analisis. pengamanan. b. Pasal 102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pencatatan dan pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris serta penghapusan barang inventaris di lingkungan kementerian. Pasal 101 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan gaji dan kesehatan pegawai. (3) Subbagian Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan.c.

dan c. (3) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan kantor. Bagian Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. Subbagian Urusan Dalam. b. pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Subbagian Tata Persuratan. Pasal 105 Bagian Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 105. penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. serta urusan tata usaha Biro. serta bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. dan b. 36 . Pasal 104 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan sekretariat jenderal. (2) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. Subbagian Bimbingan Teknis.a. Subbagian Pengamanan. dan pelaksanaan layanan. Subbagian Pelaksanaan Pengadaan. Pasal 107 Bagian Layanan Pengadaan terdiri atas: a.

Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 37 . (2) Subbagian Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Pasal 110 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. Tugas. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal.Pasal 108 (1) Subbagian Pelaksanaan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian.

Insentif. c.a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan e. d. b. d. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata. prosedur. dan Event. c. b. Direktorat Industri Pariwisata. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi 38 . pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Konvensi. penyusunan norma. standar. dan kriteria di bidang pengembangan destinasi pariwisata. e. dan f. perumusan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Sekretariat Direktorat Jenderal.

di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal; b. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pengelolaan urusan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal; c. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal; dan d. pengelolaan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 115 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama; b. Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum dan Informasi; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 116 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan dan evaluasi, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 39

Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116, Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran; b. Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan, pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.

40

Pasal 120 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan, penelaahan dan bantuan hukum, pelaksanaan pengelolaan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120, Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan, penelaahan, dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; b. perencanaan, pengembangan, pengangkatan, kepangkatan, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 122 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Hukum; b. Subbagian Kepegawaian; dan c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 123 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan 41

penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 126 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

42

Pasal 127 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 130 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: 43

prosedur. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi dan investasi pariwisata. standar. penyusunan norma. Subbagian Tata Persuratan. dan c. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang 44 . dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. pengamanan sarana dan prasarana kantor.a. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. Pasal 131 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. perawatan. Subbagian Data dan Informasi. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Pasal 132 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. standar. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif. dan d. Pasal 135 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. c. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. serta 45 . standar. penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi pariwisata. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. dan d. dan kriteria. standar. pengembangan zona kreatif. penyiapan penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. Subdirektorat Investasi Pariwisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kawasan ekonomi khusus pariwisata. b. penyusunan norma. e. prosedur. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. pengembangan zona kreatif. c. Pasal 134 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata.perancangan destinasi pariwisata. dan kriteria di bidang perancangan destinasi pariwisata. pengembangan zona kreatif. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria. dan f.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah II. prosedur. standar. Maluku. penyusunan norma. standar. Pasal 139 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Maluku Utara. (2) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 137 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. 46 . Sulawesi. dan b. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Sumatera. penyusunan norma. DKI Jakarta. dan kriteria. penyusunan norma. dan Kalimantan. Banten. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Jawa Timur. standar. prosedur. dan Papua Barat. prosedur. dan kriteria. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II. standar. Bali. Nusa Tenggara Barat. Papua. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan kawasan pengembangan destinasi pariwisata. Nusa Tenggara Timur. Pasal 138 (1) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Barat. dan kriteria. Jawa Tengah. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah I.

prosedur. dan Papua Barat. prosedur. Nusa Tenggara Barat. Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah I.Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. Nusa Tenggara Timur. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I. Banten. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. DKI Jakarta. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah II. dan kriteria. penyusunan norma. standar. dan b. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II. Jawa Barat. penyusunan norma. dan Kalimantan. Pasal 141 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Maluku. 47 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bali. standar. (2) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Jawa Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Sumatera. Jawa Tengah. Sulawesi. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 142 (1) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. penyusunan norma. standar. prosedur. penyusunan norma. Papua.

penyusunan norma.Pasal 143 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. desain. Pasal 145 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif terdiri atas: a. prosedur. Desain. dan Iptek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. prosedur. Pasal 146 (1) Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan kriteria. dan iptek. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan Iptek. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. standar. dan b. Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. penyusunan norma. 48 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. penyusunan norma. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Desain.

prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang investasi pariwisata. dan iptek. Subdirektorat Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. Pasal 150 (1) Seksi Pengembangan Potensi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Pengembangan Potensi Investasi. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 149 Subdirektorat Investasi Pariwisata terdiri atas: a. dan kriteria. 49 . Seksi Promosi Investasi.prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. penyusunan norma. standar. Pasal 147 Subdirektorat Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. standar. standar. standar. prosedur. prosedur. desain.

Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Pasal 152 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 151 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan daya tarik wisata di wilayah I. dan d. b. prosedur. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata menyelenggarakan fungsi: a. III. dan IV. dan daya tarik wisata di wilayah I. dan daya tarik wisata di wilayah I. standar. III. penyiapan penyusunan norma. c. standar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan IV. II. II. Pasal 153 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. 50 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kawasan pariwisata. III.(2) Seksi Promosi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan IV. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. standar. II. penyusunan norma. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan pariwisata. dan kriteria di bidang pengembangan kawasan pariwisata.

Pasal 157 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I terdiri atas: 51 . Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa dan Sumatera. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 154 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah b. dan f. dan b. Pasal 155 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah d. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah e. Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma. prosedur. prosedur. penyusunan norma. I. IV. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. standar. III. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah c. dan kriteria. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. standar. standar. II. dan kriteria.

dan kriteria.a. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang 52 . (2) Seksi Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 159 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. prosedur. standar. Seksi Wilayah Sumatera. Pasal 158 (1) Seksi Wilayah Jawa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. standar. Seksi Wilayah Jawa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. penyusunan norma. dan kriteria.

standar.pengembangan pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. prosedur. standar. Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. dan b. Seksi Wilayah Bali. penyusunan norma. prosedur. prosedur. (2) Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 161 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. Pasal 163 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 . Pasal 162 (1) Seksi Wilayah Bali mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. Seksi Wilayah Kalimantan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di 54 . prosedur. standar. dan kriteria. Pasal 167 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. Seksi Wilayah Sulawesi. Pasal 165 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata wilayah III terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 166 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. standar. penyusunan norma.163. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. dan kriteria.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. prosedur. Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 169 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. standar. Pasal 170 (1) Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku. Papua. dan kriteria. dan b. standar. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. Maluku Utara. standar. dan Papua Barat. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. prosedur. 55 . Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat.

prosedur. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. penyusunan norma. standar. d. Direktorat Industri Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang sarana dan jasa pariwisata. Pasal 174 Direktorat Industri Pariwisata terdiri atas: 56 . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan jasa pariwisata. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan jasa pariwisata. Pasal 171 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. Bagian Keenam Direktorat Industri Pariwisata Pasal 172 Direktorat Industri Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang industri pariwisata. b. dan d. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. Pasal 173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. standar. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. penyiapan penyusunan norma.

Subdirektorat Sarana Pariwisata. standar. prosedur. dan kriteria. Pasal 177 Subdirektorat Sarana Pariwisata terdiri atas: a. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Sarana Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. jasa makanan dan minuman. penyusunan norma. e. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. 57 . Seksi Sarana Pariwisata I. d. Pasal 175 Subdirektorat Sarana Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. f. serta tirta dan spa. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. b. standar. Subdirektorat Jasa Pariwisata. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. c. standar. dan kriteria. Subbagian Tata Usaha.a. Seksi Sarana Pariwisata II. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II. prosedur.

jasa makanan dan minuman. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata.Pasal 178 (1) Seksi Sarana Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. jasa informasi pariwisata. dan kriteria. jasa konsultan pariwisata. prosedur. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. konvensi. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. prosedur. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. Pasal 179 Subdirektorat Jasa Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. insentif. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa transportasi wisata. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Jasa Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta tirta dan spa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa perjalanan wisata. (2) Seksi Sarana Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. dan pameran. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 58 . standar.

dan kriteria. dan kriteria. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan.Pasal 181 Subdirektorat Jasa Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa transportasi wisata. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. jasa konsultan pariwisata. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Jasa Pariwisata II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa perjalanan wisata. dan kriteria. prosedur. dan pameran. Nusa Tenggara Barat. Pasal 182 (1) Seksi Jasa Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. Jawa. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera. dan b. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. prosedur. standar. konvensi. jasa informasi pariwisata. (2) Seksi Jasa Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bali. standar. standar. serta 59 . Pasal 183 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Jasa Pariwisata I. penyusunan norma. dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. dan kriteria. standar. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 187 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. dan b.B. prosedur. Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. standar. Maluku. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali.A. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. standar. Seksi Wilayah I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. dan kriteria. Pasal 185 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I terdiri atas: a. standar. prosedur. dan kriteria.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah I. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 186 (1) Seksi Wilayah I. Maluku Utara. dan kriteria. Sulawesi. 60 .

Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. prosedur. Seksi Wilayah II.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 189 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II terdiri atas: a.Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. 61 . Seksi Wilayah II. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. standar. standar. penyusunan norma. dan b. (2) Seksi Wilayah II. Papua dan Papua Barat. bdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. penyusunan norma.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma.B. prosedur. Sulawesi. Papua dan Papua Barat. Pasal 190 (1) Seksi Wilayah II. prosedur. Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. dan b. dan kriteria.A.

kemitraan dan kelembagaan masyarakat. prosedur. peningkatan kapasitas masyarakat desa. 62 . penyusunan norma. b. penyiapan penyusunan norma. Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. prosedur. serta dokumentasi dan komunikasi. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 191 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. serta dokumentasi dan komunikasi. dan kriteria di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. standar. c. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata. Bagian Ketujuh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Pasal 192 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. peningkatan kapasitas masyarakat desa. serta dokumentasi dan komunikasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. peningkatan kapasitas masyarakat desa.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. c. dan kriteria. prosedur. standar. dan f. prosedur. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 195 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata.Pasal 194 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. e. Pasal 197 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pariwisata terdiri atas: 63 Pemberdayaan . dan b. prosedur. dan kriteria. Subbagian Tata Usaha. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan pariwisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. standar. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.a. dan kriteria. Pasal 199 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 198 (1) Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata. prosedur. dan b. 64 . standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. prosedur. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. dan b. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah I. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah II.

Daerah Istimewa Yogyakarta. Bangka Belitung. Kalimantan Selatan. Maluku. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Utara. Pasal 202 (1) Seksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 65 . dan Sulawesi Tenggara. Jawa Timur. Sulawesi Barat. Sumatera Barat. Jawa Barat. penyusunan norma. penyusunan norma. Sulawesi Tengah. (2) Seksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Kalimantan Barat. prosedur. Kepulauan Riau. standar. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. Sumatera Utara. Gorontalo. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Banten. Seksi Wilayah I. Kalimantan Timur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Aceh. penyusunan norma. Seksi Wilayah II. Bali. Bengkulu. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan dan kelembagaan masyarakat. Papua. dan b. Lampung. DKI Jakarta. Maluku Utara. Jawa Tengah. Jambi. Pasal 203 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Riau. Papua Barat. Nusa Tenggara Timur. standar. dan Kalimantan Tengah.Pasal 201 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa terdiri atas: a. Sumatera Selatan. Sulawesi Selatan.

Pasal 205 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat terdiri atas: a. penyusunan norma.Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. penyusunan norma. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Seksi Kemitraan Masyarakat. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Kelembagaan Masyarakat. penyusunan norma. Pasal 207 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. dan kriteria. (2) Seksi Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 206 (1) Seksi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 66 .

standar. dan kriteria. Pasal 210 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Komunikasi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. Seksi Dokumentasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan komunikasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. penyusunan norma. 67 . prosedur. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Komunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. dan b. prosedur. Pasal 209 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. dan kriteria.penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. standar.

Konvensi. insentif. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. c. insentif. rekreasi dan hiburan. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. penyiapan penyusunan norma. dan Event mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan wisata kuliner. standar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. prosedur. insentif. dan event. dan event. Insentif. 68 . Konvensi. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. standar. wisata belanja. dan d. rekreasi dan hiburan. dan event. Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. insentif. Insentif. dan Event Pasal 212 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. dan kriteria di bidang pengembangan wisata kuliner. Bagian Kedelapan Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. prosedur. wisata belanja. konvensi. rekreasi dan hiburan. Insentif. dan event. wisata belanja. b. Konvensi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata minat khusus.Pasal 211 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

Pasal 215 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan. penyusunan norma. standar. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. b. Subbagian Tata Usaha.Pasal 214 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Insentif. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya. dan f. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 69 . Insentif. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. e. c. standar. dan Event. dan b. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. prosedur. Konvensi. dan Event terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner dan belanja. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur.

Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 218 (1) Seksi Pengembangan Wisata Kuliner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. standar. prosedur.Pasal 217 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Wisata Belanja. prosedur. Pasal 219 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. (2) Seksi Pengembangan Wisata Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. standar. dan kriteria. Seksi Pengembangan Wisata Kuliner. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan rekreasi dan hiburan. dan b. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. 70 .

prosedur. Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. Pasal 222 (1) Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam dan budaya. Pasal 221 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan terdiri atas: a. Pasal 223 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga. standar.penyusunan norma. dan kriteria. 71 .

(2) Seksi Pengembangan Wisata Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. dan b. prosedur. standar. dan b. standar. standar. prosedur. prosedur. prosedur. dan kriteria. Seksi Pengembangan Wisata Alam. Pasal 226 (1) Seksi Pengembangan Wisata Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata konvensi. dan kriteria. standar.penyusunan norma. Pasal 225 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya terdiri atas: a. penyusunan norma. insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. Insentif dan Event mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 72 . dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Pengembangan Wisata Budaya. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. dan event. Pasal 227 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi.

Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. dan kriteria. Insentif. dan b. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Insentif. Insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. Insentif. penyusunan norma. Insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. insentif. prosedur. Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. standar. Insentif. dan Event. penyusunan norma. dan event. insentif. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. dan event. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. 73 . insentif. prosedur. dan event. Pasal 229 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. dan kriteria. dan kriteria. dan Event. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 230 (1) Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. dan Event terdiri atas: a. penyusunan norma. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. dan event. standar. dan b.

Tugas.Pasal 231 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan 74 . penyusunan norma. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. Pasal 233 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasaran pariwisata. c. standar. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran pariwisata. perumusan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. dan kriteria di bidang pemasaran pariwisata. b. dan Fungsi Pasal 232 (1) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. (2) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal. BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. prosedur.

b. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri. evaluasi. b. Event.e. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. Direktorat Pencitraan Indonesia. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. pemantauan. Sekretariat Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan Minat Khusus. d. c. Insentif. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 235 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. dan f. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penataan 75 . Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 236 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. dan pelaporan. e. pengelolaan urusan kepegawaian. Direktorat Promosi Konvensi.

Pasal 238 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pemantauan. c.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum dan Informasi. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. c. dan d. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan perlengkapan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Bagian Hukum. dan e. Pasal 239 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. b. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga. d. 76 . serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. Kepegawaian. dan Organisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. b. pemantauan dan evaluasi. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan tata persuratan.

penelaahan dan bantuan hukum. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Evaluasi. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. Subbagian Kerja Sama. (2) Subbagian Pemantauan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. koordinasi. Pasal 243 Bagian Hukum. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. Bagian Hukum. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Pasal 242 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Pelaporan. dan c. evaluasi. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan. dan bantuan hukum di lingkungan 77 .Pasal 241 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pemantauan. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. Evaluasi. Kepegawaian.

kepangkatan.Direktorat Jenderal. 78 . dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. perencanaan. b. evaluasi. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pengangkatan. pengadaan. perpindahan tempat kerja. perumusan. Kepegawaian. Pasal 245 Bagian Hukum. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Hukum. dan c. pemberhentian. pengembangan. Subbagian Kepegawaian. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. pemberhentian. b. Pasal 246 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. Pasal 247 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. dan Organisasi terdiri atas: a. dan c. kepangkatan.

(3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. serta tata usaha keuangan. Pasal 249 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pengelolaan penggunaan. dan c. dan c. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan.Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. b. Pasal 250 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. b. 79 . penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal.

Subbagian c. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian b. pengamanan sarana dan prasarana kantor. Pasal 253 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan 80 . perawatan. b. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. dan Data dan Informasi. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum a.Pasal 251 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. pengelolaan urusan tata persuratan. dan perlengkapan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. rumah tangga. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. Subbagian Pasal 254 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. Rumah Tangga dan Perlengkapan.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. prosedur. dan perancangan pemasaran pariwisata. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. b. dan kriteria dibidang informasi pasar dalam dan luar negeri. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan pasar dan informasi pariwisata. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. prosedur. penyusunan norma. c. dan d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. Pasal 257 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata terdiri atas: 81 .urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. dan perancangan pemasaran pariwisata. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata Pasal 255 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan perancangan pemasaran pariwisata.

standar. standar. d.a. e. Pasal 258 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar dalam negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam negeri. prosedur. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. 82 . penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pasar dalam negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. c. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri. b. penyusunan norma. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. dan f. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri. dan kriteria. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. dan kriteria. Pasal 260 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri terdiri atas: a. prosedur.

prosedur. Pasal 262 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata dalam negeri. penyusunan norma. standar. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata dalam negeri. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. standar. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. dan kriteria.Pasal 261 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. standar. standar. standar. prosedur. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 83 . penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar luar negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 264 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri terdiri atas: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata menyelenggarakan fungsi: a. dan 84 . Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. standar. dan b. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. prosedur. standar. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 265 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. standar. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. prosedur. Pasal 266 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Pasal 268 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata terdiri atas: a. (2) Seksi Widya Wisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar.b. standar. dan kriteria. Pasal 269 (1) Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran pariwisata. prosedur. Seksi Widya Wisata. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 85 . dan kriteria. dan kriteria. standar. standar. Pasal 270 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata.

dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. Pasal 273 (1) Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. prosedur. Pasal 274 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. 86 . penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 272 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.a. standar. dan b.

penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN.Bagian Kelima Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri Pasal 275 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 275. serta Eropa. prosedur. Timur Tengah dan Afrika. dan d. dan 87 . e. Asia. dan kriteria di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. b. Subbagian Tata Usaha. c. standar. ASIA. Timur Tengah dan Afrika. serta Eropa. prosedur. Subdirektorat Wilayah ASEAN. b. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik. f. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. c. Amerika dan Pasifik. d. Timur Tengah dan Afrika. standar. Asia. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. Amerika dan Pasifik. serta Eropa. Amerika dan Pasifik. Subdirektorat Wilayah Eropa. penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata luar negeri. Pasal 277 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri terdiri atas: a. Subdirektorat Wilayah Asia.

standar. Pasal 278 Subdirektorat Wilayah ASEAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. Seksi Wilayah ASEAN I.g. prosedur. Kamboja. Brunei Darussalam. prosedur. Pasal 281 (1) Seksi Wilayah ASEAN I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan Singapura. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. standar. Subdirektorat Wilayah ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. Malaysia. Philipina. dan kriteria. Laos. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 280 Subdirektorat Wilayah ASEAN terdiri atas: a. Malaysia. Myanmar. dan Indonesia. prosedur. penyusunan norma. dan b. Seksi Wilayah ASEAN II. dan kriteria. Laos. dan kriteria. Myanmar. standar. standar. 88 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. dan kriteria. dan Singapura. penyusunan norma. penyusunan norma.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. Pasal 282 Subdirektorat Wilayah Asia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan Indonesia. Seksi Wilayah Asia Timur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat. Kamboja. penyusunan norma. standar. Philipina. penyusunan norma. Pasal 283 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia. standar. prosedur. Pasal 284 Subdirektorat Wilayah Asia terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. dan kriteria. Brunei Darussalam. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Barat. dan b.(2) Seksi Wilayah ASEAN II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. Pasal 285 (1) Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan 89 . prosedur. prosedur. Subdirektorat Wilayah Asia menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. 90 . Pasal 286 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 288 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika terdiri atas: a. prosedur. (2) Seksi Wilayah Asia Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. penyusunan norma. dan b. dan kriteria. prosedur. standar. Pasal 287 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah dan Afrika. penyusunan norma. Seksi Wilayah Timur Tengah. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. Seksi Wilayah Afrika. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Asia Barat. standar. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan fungsi: a.kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur.

penyusunan norma. standar. prosedur. dan kriteria. standar. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. 91 . (2) Seksi Wilayah Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. Pasal 290 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur.Pasal 289 (1) Seksi Wilayah Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika dan Pasifik. dan kriteria. dan kriteria. dan b. standar.

penyusunan norma. Pasal 294 Subdirektorat Wilayah Eropa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. 92 . Seksi Wilayah Amerika. Subdirektorat Wilayah Eropa menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. standar. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa. Pasal 295 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. prosedur. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. prosedur. standar. prosedur. Pasal 293 (1) Seksi Wilayah Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. dan b. dan kriteria. prosedur.Pasal 292 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik terdiri atas: a. Seksi Wilayah Pasifik.

standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. (2) Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Bagian Keenam Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Pasal 299 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 298 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 297 (1) Seksi Wilayah Eropa Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri menyelenggarakan 93 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata dalam negeri. dan kriteria. Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur. Seksi Wilayah Eropa Barat. penyusunan norma. prosedur. standar.Pasal 296 Subdirektorat Wilayah Eropa terdiri atas: a. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 299.

penyiapan penyusunan norma. dan d. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V. 94 . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II. b. III. dan V. II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. f. c. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV e. Sumatera Utara. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. III. III. Pasal 302 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III. II. standar. dan Kepulauan Riau. c. dan V. dan kriteria di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. dan kriteria. IV. d. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I. IV. Jambi. Subbagian Tata Usaha. Sumatera Selatan. dan g. Riau. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional.fungsi: a. standar. b. Pasal 303 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. Pasal 301 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri terdiri atas: a. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. dan V. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bengkulu. penyusunan norma. dan Bangka Belitung. II. Sumatera Barat. prosedur. IV.

Pasal 304 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I terdiri atas: a. dan Bangka Belitung. Riau. Sumatera Selatan. standar. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Sumatera Barat. prosedur. prosedur. dan Kepulauan Riau mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Sumatera Utara. Sumatera Selatan. Sumatera Utara. dan kriteria. dan Kepulauan Riau. dan Bangka Belitung. Pasal 305 (1) Seksi Wilayah Aceh. Riau. dan b. Riau. 95 . penyusunan norma. dan Kepulauan Riau. dan Babel mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Bengkulu. Bengkulu. dan Bangka Belitung. dan Kepulauan Riau. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. Sumatera Selatan. prosedur. Seksi Wilayah Sumatera Barat. Riau. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. standar. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan b. Sumatera Selatan Jambi. Sumatera Utara.penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Jambi. Jambi. Bengkulu. Seksi Wilayah Aceh. penyusunan norma. Jambi. Sumatera Utara.

Pasal 308 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II terdiri atas: a. Seksi Wilayah Lampung. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Lampung. Lampung. standar. dan kriteria. penyusunan norma. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. dan b. serta pemberian bimbingan 96 . prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. Pasal 307 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. penyusunan norma. prosedur. dan DKI Jakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. Jawa Tengah. Jawa Tengah. Jawa Tengah. Banten. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Jawa Tengah. penyusunan norma. dan DKI Jakarta. dan DKI Jakarta. dan kriteria. Banten. Seksi Wilayah Jawa Barat. standar. dan b. dan kriteria. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. dan kriteria. Banten. prosedur. Pasal 309 (1) Seksi Wilayah Jawa Barat.Pasal 306 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Seksi Wilayah Kalimantan. Pasal 311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. Pasal 312 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. `penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. dan DKI Jakarta. dan b. standar. Seksi Wilayah Sulawesi. prosedur. dan DKI Jakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 310 Subdirektorat Wilayah Promosi Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah Lampung. penyusunan norma. 97 .teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Seksi Wilayah Lampung. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. penyusunan norma. Banten. Banten. prosedur. standar. standar. prosedur. prosedur. Jawa Tengah.

penyusunan norma. standar. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur.Pasal 313 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. prosedur. penyusunan norma. Bali dan Nusa Tenggara Barat. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 314 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. prosedur. dan b. Nusa Tenggara Timur. 98 . Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. dan kriteria. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a.

penyusunan norma. prosedur. Pasal 318 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. prosedur.Pasal 316 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. prosedur. dan 99 . standar. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. penyusunan norma. Pasal 317 (1) Seksi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bali dan Nusa Tenggara Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V menyelenggarakan fungsi: a. Papua Barat. Maluku dan Maluku Utara. penyusunan norma. dan b. standar.

(2) Seksi Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b.b. standar. Pasal 322 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Maluku dan Maluku Utara. Pasal 320 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V terdiri atas: a. Pasal 321 (1) Seksi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 100 . prosedur. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Papua dan Papua Barat. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. Bagian Ketujuh Direktorat Pencitraan Indonesia Pasal 323 Direktorat Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar.

b. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. Subbagian Tata Usaha. f. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan komunikasi media cetak. Direktorat Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. e. media elektronik dan digital. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital. dan kriteria di bidang strategi dan komunikasi media cetak.standar. prosedur. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang. c. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. media elektronik dan digital. penyiapan penyusunan norma. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan komunikasi media cetak. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. prosedur. d. 101 . Pasal 325 Direktorat Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. dan g. media elektronik dan digital. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak. b. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan.

prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi pencitraan Indonesia. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 102 . standar. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. Pasal 328 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia. standar. prosedur. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b. standar.Pasal 326 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. standar.

dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. penyusunan norma. serta 103 . prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.prosedur. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia melalui komunikasi media cetak. standar. standar. Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak. prosedur. dan kriteria. Seksi Promosi Media Cetak. prosedur. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. dan kriteria. Pasal 330 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. Pasal 333 (1) Seksi Promosi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 332 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak terdiri atas: a. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. standar. penyusunan norma.

dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media elektronik dan digital. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. dan kriteria.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. standar. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital. penyusunan norma. standar. prosedur. penyusunan norma. 104 . dan kriteria. Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. dan kriteria. standar. Pasal 334 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital. prosedur. Pasal 336 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital terdiri atas: a.

standar. penyusunan norma. prosedur. Pasal 338 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 337 (1) Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media ruang. standar. 105 . Subdirektorat Komunikasi Media Ruang menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. dan kriteria. standar. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. dan kriteria. dan b. prosedur. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan. standar. Pasal 342 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang.Pasal 340 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang terdiri atas: a. Seksi Promosi Media Ruang. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. Pasal 341 (1) Seksi Promosi Media Ruang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. prosedur. prosedur. standar. penyusunan norma. serta 106 . (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang mempunyai tugas melakukan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan kriteria. dan b. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. penyusunan norma. dan kriteria. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar.

penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. dan b. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah. standar. prosedur. Pasal 346 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. 107 . prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah. standar. Pasal 344 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan terdiri atas: a. dan kriteria.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 345 (1) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan minat khusus kepada korporasi. c. dan Minat Khusus terdiri atas: a. dan minat khusus kepada korporasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Event. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Insentif. pemerintah dan non pemerintah. prosedur. dan Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi konvensi. Direktorat Promosi Konvensi. insentif. prosedur. insentif. serta promosi minat khusus. standar. dan minat khusus kepada korporasi. Insentif. penyiapan penyusunan norma. Event. dan Minat Khusus Pasal 347 Direktorat Promosi Konvensi. insentif. event. Pasal 348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 347. pemerintah dan non pemerintah. pemerintah dan non pemerintah. serta promosi minat khusus. Pasal 349 Direktorat Promosi Konvensi. insentif. 108 . Subdirektorat Promosi KIE Korporasi. Event. event. event. penyusunan norma. dan minat khusus. dan d. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah. standar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.Bagian Kedelapan Direktorat Promosi Konvensi. Insentif. serta promosi minat khusus. event. Event. dan kriteria di bidang promosi konvensi. dan Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. b.

dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. prosedur. prosedur. dan event kepada korporasi luar negeri. insentif. insentif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi menyelenggarakan fungsi: a. insentif. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. 109 . dan event kepada korporasi dalam negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Kelompok Jabatan Fungsional. d. standar. penyusunan norma. Subdirektorat Promosi Minat Khusus. Seksi Korporasi Luar Negeri. standar. dan b. prosedur. Seksi Korporasi Dalam Negeri. dan b. Pasal 352 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi terdiri atas: a. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 350 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. dan e.c. dan event kepada korporasi dalam negeri dan luar negeri. penyusunan norma.

prosedur. insentif. prosedur. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. dan kriteria. (2) Seksi Korporasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan event kepada korporasi dalam negeri. 110 . standar. insentif. prosedur. prosedur. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. dan event kepada korporasi luar negeri. prosedur. standar. dan event kepada lembaga non pemerintah. Pasal 354 Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. dan kriteria. insentif. Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. penyusunan norma. dan kriteria. insentif.Pasal 353 (1) Seksi Korporasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. penyusunan norma. standar. dan event kepada lembaga pemerintah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. dan event kepada lembaga pemerintah dan non pemerintah. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi.

insentif. penyusunan norma. Pasal 358 Subdirektorat Promosi Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. Seksi Non Pemerintah. prosedur. standar.Pasal 356 Subdirektorat Pemerintah dan Non Pemerintah terdiri atas: a. standar. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. serta 111 . insentif. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. standar. prosedur. dan b. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi minat khusus. dan kriteria. Pasal 357 (1) Seksi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Pemerintah. penyusunan norma. dan event kepada lembaga pemerintah. dan kriteria. Subdirektorat Promosi Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan event kepada lembaga non pemerintah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar.

penyusunan norma.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. Pasal 360 Subdirektorat Promosi Minat Khusus terdiri atas: a. Tugas. standar. standar. Pasal 361 (1) Seksi Wisata Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan Fungsi Pasal 363 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung 112 . Seksi Wisata Bahari. prosedur. Seksi Wisata Non Bahari. (2) Seksi Wisata Non Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. dan b. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA Bagian Pertama Kedudukan. prosedur. Pasal 362 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. dan kriteria.

Direktorat Pengembangan Industri Perfilman. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Pasal 364 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. standar. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan e. Sekretariat Direktorat Jenderal. prosedur. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 366 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. d. penyusunan norma. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. b. 113 . perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. b. c.jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

evaluasi. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 367 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. 114 . b. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal.c. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. c. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pengelolaan urusan kepegawaian. pengelolaan urusan tata persuratan. dan pelaporan. dan perlengkapan. pemantauan. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan d. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pasal 369 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Direktorat Pengembangan Seni Rupa. dan d. rumah tangga.

Bagian Umum dan Informasi. Bagian Keuangan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 371 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. c. pemantauan dan evaluasi. dan c. Subbagian Pemantauan. dan Pelaporan. Subbagian Kerja Sama. Pasal 373 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan 115 . Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Evaluasi. Kepegawaian. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan Organisasi. Pasal 370 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. Pasal 372 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. d. pemantauan.b. Bagian Hukum. dan c. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. pengangkatan. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. 116 . Kepegawaian. Kepegawaian.rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 376 Bagian Hukum. penelaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 374 Bagian Hukum. dan c. pengembangan. b. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Kepegawaian. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Hukum. kepangkatan. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. perencanaan. penelaahan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. evaluasi. (2) Subbagian Pemantauan. Bagian Hukum. Evaluasi. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi.

pengembangan. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. pengadaan. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. perumusan. Pasal 378 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. Subbagian Kepegawaian. dan c. pemberhentian. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pengelolaan penggunaan. b. serta tata usaha keuangan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. perpindahan tempat kerja.b. Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. dan c. evaluasi. 117 . Pasal 377 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal.

dan perlengkapan. Pasal 381 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan.Pasal 380 Bagian Keuangan terdiri atas: a. pengelolaan urusan tata persuratan. b. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 382 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. dan c. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. rumah tangga. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan 118 . Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

Subbagian Tata Persuratan. Pasal 384 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. prosedur. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Pasal 386 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. perawatan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. b. dan c. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Data dan Informasi. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. standar. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar.Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. pengamanan sarana dan prasarana kantor. 119 . dan c. penyusunan norma.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 389 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang pengembangan industri perfilman. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film. dan kriteria. Subdirektorat Produksi. Pasal 388 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman terdiri atas: a. c. penyiapan penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi industri perfilman.Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri perfilman. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. prosedur. c. e. d. b. Subdirektorat Pemasaran Film. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389. dan f. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: a. dan d. standar. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: 120 . Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma. b. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman.

a. (2) Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 392 (1) Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. prosedur. 121 . penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. Pasal 393 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. Pasal 391 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman terdiri atas: a. Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman. Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival dan eksibisi film. prosedur. standar. standar. prosedur. dan b. dan b. standar. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. penyusunan norma.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. dan b. dan b. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi film. prosedur. Pasal 397 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Eksibisi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Pasal 395 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film terdiri atas: a. prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film menyelenggarakan fungsi: a. standar. standar. Seksi Festival Film. prosedur. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 122 . dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. standar. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 396 (1) Seksi Festival film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Eksibisi Film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film.

prosedur. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. standar. dan kriteria. standar. standar. Seksi Pelayanan Produksi Film. (2) Seksi Pelayanan Produksi film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. Subdirektorat Produksi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. serta pemberian bimbingan 123 . Pasal 399 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. dan kriteria. penyusunan norma.Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 401 Subdirektorat Pemasaran Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. Pasal 400 (1) Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma.

dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. dan kriteria. prosedur. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur.teknis dan evaluasi di bidang pemasaran film. 124 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. (2) Seksi Pertunjukan Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. Subdirektorat Pemasaran Film menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Distribusi Film. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 403 Subdirektorat Pemasaran Film terdiri atas: a. Seksi Pertunjukan Film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. Pasal 405 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. standar. standar. penyusunan norma. Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. standar. dan kriteria. Pasal 404 (1) Seksi Distribusi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. dan d. Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik. dan kriteria di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. c. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. b. prosedur. b. Pasal 408 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. standar. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. standar. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406.Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Pasal 406 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. 125 . d. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan. c.

standar. Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. 126 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan. penyusunan norma. Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan. prosedur. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. Pasal 412 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan. standar.e. dan kriteria. dan f. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. standar. Pasal 409 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. dan kriteria. Pasal 411 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan terdiri atas: a. dan kriteria. prosedur. dan kriteria.

Subdirektorat Pengembangan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik.(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kreasi dan Produksi Musik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri musik. Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik terdiri atas: a. standar. standar. Pasal 416 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Musik mempunyai tugas melakukan 127 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan b. Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik. prosedur. standar. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur.

dan kriteria. Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan. Pasal 419 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. standar. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. standar. standar.penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan 128 . prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. standar. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan dan industri musik. prosedur. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma.

dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang infrastruktur dan dokumentasi seni pertunjukan dan industri musik.b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemasaran Industri Musik. Pasal 421 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 129 . penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. dan kriteria. standar. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. standar. prosedur. (2) Seksi Pemasaran Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. prosedur. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. Pasal 420 (1) Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. dan kriteria.

Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. standar. 130 . prosedur. Seksi Dokumentasi dan Publikasi. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. dan b. Bagian Keenam Direktorat Pengembangan Seni Rupa Pasal 426 Direktorat Pengembangan Seni Rupa mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 423 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. dan kriteria. (2) Seksi Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. Pasal 424 (1) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 425 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

Subbagian Tata Usaha. d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni rupa. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. c. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni. standar. b. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Fotografi. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni menyelenggarakan fungsi: 131 . Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi. dan d. penyiapan penyusunan norma. standar. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. dan kriteria di bidang pengembangan seni rupa. dan f. e. Pasal 428 Direktorat Pengembangan Seni Rupa terdiri atas: a. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa murni. Direktorat Pengembangan Seni Rupa menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. c.Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. Pasal 429 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 431 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni terdiri atas: a. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. standar. dan kriteria. prosedur. standar. standar.a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa terapan. standar. dan kriteria. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni. Pasal 432 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 132 . Pasal 433 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. dan kriteria. standar. dan b. dan kriteria. 133 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan. prosedur. Pasal 435 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan terdiri atas: a.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. dan b. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. standar. dan kriteria. standar. prosedur. penyusunan norma. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 436 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. standar. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. standar. standar.Pasal 437 Subdirektorat Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi. penyusunan norma. Pasal 440 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. Subdirektorat Pengembangan Fotografi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi. penyusunan norma. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. prosedur. Pasal 439 Subdirektorat Pengembangan Fotografi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. dan b. dan kriteria. 134 . penyusunan norma. prosedur. prosedur. standar. dan kriteria. prosedur. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan fotografi.

standar. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. Pasal 443 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran dan pengembangan apresiasi. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. dan b. dan b. 135 . penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Pasal 441 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. prosedur. standar. Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa. prosedur. dan kriteria.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. Pasal 444 (1) Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas merumuskan 136 . BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. prosedur.prosedur. Pasal 445 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. DESAIN. dan kriteria. Desain. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Desain. Desain. penyusunan norma. Tugas. dan Fungsi Pasal 446 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. (2) Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 447 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media.

desain. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 449 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447. Desain. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. c. desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Desain. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. dan d. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terdiri atas: a. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Direktorat Desain dan Arsitektur.serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis media. standar. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis media. prosedur. c. desain. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. dan e. Desain. desain. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi. desain. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan norma. d. 137 . b.

c. rumah tangga. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan e. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 450 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Hukum. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. b. d. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi. dan perlengkapan. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan pelaporan. 138 . pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Umum dan Informasi. Kepegawaian. b. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. dan d. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Desain. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan. Bagian Keuangan. Pasal 452 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pengelolaan urusan tata persuratan. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. Desain. c. evaluasi.

pemantauan. Pasal 455 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. 139 .Pasal 453 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. Subbagian Pemantauan. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan dan evaluasi. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. dan c. evaluasi. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerja Sama. Pasal 456 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Pelaporan. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan c. Evaluasi. b. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pemantauan. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

Kepegawaian. Bagian Hukum. pengangkatan. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. dan c. penelaahan dan bantuan hukum. dan c. Kepegawaian. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. Pasal 460 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan 140 . penelaahan. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. pemberhentian. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.(3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. kepangkatan. b. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan. dan Organisasi terdiri atas: a. Kepegawaian. Pasal 457 Bagian Hukum. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi. Pasal 459 Bagian Hukum. perencanaan. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Hukum. b.

bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 461 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 463 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan 141

c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 464 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 465 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 465, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

142

Bagian Umum a. Subbagian b. Subbagian c. Subbagian

Pasal 467 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan; Rumah Tangga dan Perlengkapan; dan Data dan Informasi.

Pasal 468 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan, perawatan, pengamanan sarana dan prasarana kantor, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Pasal 469 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143

469, Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; b. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 471 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik; b. Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; c. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video; d. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 472 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan film animasi dan komik. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472, Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta 144

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi; dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 474 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik terdiri atas: a. Seksi Film Animasi; dan b. Seksi Komik. Pasal 475 (1) Seksi Film Animasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi. (2) Seksi Komik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan tulisan fiksi dan non fiksi. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476, Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi, menyelenggarakan fungsi: 145

prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi. Seksi Tulisan Non Fiksi. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi.a. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. terdiri atas: a. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. dan kriteria. standar. penyusunan norma. Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif audio dan video. (2) Seksi Tulisan Non Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. standar. dan b. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. 146 . Seksi Tulisan Fiksi. dan kriteria. Pasal 479 (1) Seksi Tulisan Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar.

dan kriteria. standar.Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. prosedur. dan b. (2) Seksi Karya Kreatif Video mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Karya Kreatif Audio. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Karya Kreatif Video. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. Pasal 483 (1) Seksi Karya Kreatif Audio mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan 147 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. penyusunan norma. dan b. standar. standar. Pasal 482 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio.

dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan cetak. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif periklanan.kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 487 (1) Seksi Iklan Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 148 . standar. standar. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. prosedur. standar. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. Pasal 486 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan terdiri atas: a. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Iklan Cetak. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. Seksi Iklan Elektronik. (2) Seksi Iklan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan elektronik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan cetak. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan elektronik.

dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan norma. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang desain dan arsitektur. Subdirektorat Komunikasi Visual. dan kriteria di bidang desain dan arsitektur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. c. Bagian Kelima Direktorat Desain dan Arsitektur Pasal 489 Direktorat Desain dan Arsitektur mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. 149 . prosedur. c. Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan. e. d.Pasal 488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. Subdirektorat Mode. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan f. Pasal 491 Direktorat Desain dan Arsitektur terdiri atas: a. prosedur. standar. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. Direktorat Desain dan Arsitektur menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 489. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior.

penyusunan norma. standar. standar. standar. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur dan desain interior. (2) Seksi Desain Interior mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Arsitektur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. standar. Seksi Desain Interior. Pasal 495 (1) Seksi Arsitektur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. prosedur. prosedur. prosedur. standar. 150 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. dan b. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 494 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior terdiri atas: a. prosedur.Pasal 492 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.

Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. (2) Seksi Komunikasi Visual mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan kriteria. dan b. standar. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. 151 . Seksi Komunikasi Visual. Pasal 499 (1) Seksi Desain Grafis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Desain Grafis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. prosedur. dan kriteria. dan b. Pasal 498 Subdirektorat Komunikasi Visual terdiri atas: a.Pasal 496 Subdirektorat Komunikasi Visual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Komunikasi Visual menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. prosedur. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. prosedur. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.

Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. dan b. dan kriteria. standar. Seksi Desain Kemasan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. standar. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 503 (1) Seksi Desain Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 502 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan terdiri atas: a. penyusunan norma. dan kriteria. 152 . dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. dan kriteria. (2) Seksi Desain Kemasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Desain Produk. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk dan desain kemasan. penyusunan norma. prosedur.

dan kriteria. dan kriteria. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 506 Subdirektorat Mode terdiri atas: a. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. prosedur.Pasal 504 Subdirektorat Mode mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Desain Non Busana. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. standar. standar. penyusunan norma. standar. Subdirektorat Mode menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 507 (1) Seksi Desain Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. prosedur. penyusunan norma. Seksi Desain Busana. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. 153 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mode. (2) Seksi Desain Non Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. dan d. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerja sama dan fasilitasi. Pasal 511 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi terdiri atas: a. Bagian Keenam Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi Pasal 509 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 508 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Akses Pembiayaan. dan kriteria di bidang kerja sama dan fasilitasi. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi menyelenggarakan fungsi: a. d. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. Subdirektorat Sentra Kreatif. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. dan 154 . b. Subdirektorat Lisensi Teknologi. penyusunan norma. penyiapan penyusunan norma. e. prosedur. dan kriteria. c. c. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis. standar.

standar. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi lisensi teknologi. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi mempunyai tugas 155 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 512 Subdirektorat Lisensi Teknologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. dan b. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 515 (1) Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi. prosedur. prosedur.f. prosedur. penyusunan norma. standar. Pasal 514 Subdirektorat Lisensi Teknologi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. Subdirektorat Lisensi Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. standar. dan b. prosedur. standar. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. prosedur. penyusunan norma. standar. dan b. Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis. 156 . Pasal 516 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis menyelenggarakan fungsi: a.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 518 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Pengembangan Sentra Inovasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sentra inovasi dan inkubator bisnis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. prosedur. Pasal 519 (1) Seksi Pengembangan Sentra Inovasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Seksi Pengembangan Sentra Kreatif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. penyusunan norma. Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi sentra kreatif. dan kriteria. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 522 Subdirektorat Sentra Kreatif terdiri atas: a. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra kreatif. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. prosedur. (2) Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. dan kriteria. dan kriteria. (1) Seksi Pasal 523 Pengembangan Sentra Kreatif mempunyai tugas 157 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Sentra Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan sentra kreatif. standar. Pasal 520 Subdirektorat Sentra Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan Sentra Kreatif. 158 . standar. Pasal 526 Subdirektorat Akses Pembiayaan terdiri atas: a. standar. Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. dan b. Seksi Akses Pembiayaan Bank. penyusunan norma. penyusunan norma. (2) Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. prosedur. Seksi Akses Pembiayaan Non Bank. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan Sentra Kreatif. dan kriteria. Pasal 524 Subdirektorat Akses Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. Subdirektorat Akses Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan. penyusunan norma. prosedur.

dan kriteria. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. penyusunan norma. prosedur. prosedur. Pasal 528 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank.Pasal 527 (1) Seksi Akses Pembiayaan Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 159 . Tugas dan Fungsi Pasal 529 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. standar. standar. (2) Seksi Akses Pembiayaan Non Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 530 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

dan kegiatan pengawasan lainnya. c. c. b. review. evaluasi. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. b. Inspektorat III. Inspektorat I. 160 . Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 533 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 532 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan d. dan e. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat II. Sekretariat Inspektorat Jenderal. d. pemantauan.

Organisasi dan Tata Laksana. perlengkapan dan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal.Pasal 534 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 533. Pasal 535 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. dan d. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 . serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Inspektorat jenderal. kegiatan dan penganggaran. pelaksanaan urusan kepegawaian. organisasi. penyusunan rencana program dan penganggaran serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 536 Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana program. c. d. Bagian Umum. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi. c. dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Kepegawaian. b. pelaksanaan analisis dan pemantauan serta advokasi atas laporan hasil pengawasan dan penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pengawasan masyarakat. Bagian Perencanaan dan Evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. dan e.

Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana program. kegiatan dan penganggaran Inspektorat Jenderal. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 539 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Perencanaan. penyiapan bahan pemantauan.536. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyusunan rencana program. dan pelaporan tindak lanjut hasil pengawasan. penyiapan bahan pemantauan. 162 . Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. analisis. evaluasi. dan b. dan b. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan rencana program. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. kegiatan dan penganggaran. Pasal 540 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan serta pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi. Bagian Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 538 Bagian Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas: a. dan pelaporan hasil pengawasan. analisis.

pengembangan. 163 . dan b. Bagian Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. analisis. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pengawasan. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Analisis Hasil Pengawasan. pelaksanaan penyusunan rencana formasi. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. kepangkatan. pengangkatan. analisis. dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengadaan. dan b. penataan. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.Pasal 542 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas: a. penyiapan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. Subbagian Kepegawaian. (2) Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan b. Pasal 546 Bagian Kepegawaian. Pasal 544 Bagian Kepegawaian. evaluasi dan penyusunan laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. Pasal 543 (1) Subbagian Analisis Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

pengangkatan. Pasal 550 Bagian Umum terdiri atas: a. kearsipan. kepangkatan. dan b. Pasal 551 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha persuratan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengambangan.Pasal 547 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiaapan bahan penyusunan rencana formasi. Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan. kearsipan. pengadaan. rumah tangga. rumah tangga. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. perlengkapan serta keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha persuratan. kearsipan. 164 . rumah tangga. dan b. Subbagian Keuangan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. Pasal 548 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha persuratan. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Pasal 553 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 552. dan b. dan kegiatan pengawasan lainnya. Subbagian Tata Usaha. reviu. d.Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 552 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. evaluasi. serta penyusunan laporan. evaluasi. Desain dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 554 Inspektorat I terdiri atas: a. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan hasil pengawasan. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. reviu. pemantauan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Pasal 555 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat I. dan e. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pemantauan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Sekretariat Jenderal. 165 . pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I.

pemantauan. evaluasi. dan e. dan kegiatan pengawasan lainnya. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 556 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. reviu. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. dan kegiatan pengawasan lainnya. reviu. d. 166 . Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. b. Subbagian Tata Usaha. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. pemantauan. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 559 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat II. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. serta penyusunan laporan. evaluasi. Pasal 558 Inspektorat II terdiri atas: a. dan b. c.

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan kegiatan pengawasan lainnya. pemantauan.Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 560 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. penyusunan laporan hasil pengawasan. d. evaluasi. Subbagian Tata Usaha. serta penyusunan laporan. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. dan e. reviu. dan b. Pasal 563 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat III. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 562 Inspektorat III terdiri atas: a. reviu. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. c. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. pemantauan. Pasal 561 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 560. 167 . b. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri.

dan d. rencana dan program pengembangan sumber daya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. 168 . c. b. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala Badan. pemantauan. Tugas. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Fungsi Pasal 564 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif.BAB IX BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 565 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasal 566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. penyusunan kebijakan teknis.

serta kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penataan dan peningkatan kapasitas organisasi 169 . c. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. d. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 568 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. evaluasi dan pelaporan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan. Sekretariat Badan.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 567 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. dan e. Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif. b.

Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. program dan anggaran serta fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. perbendaharaan dan gaji. b. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Organisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana. pengelolaan urusan persuratan. pengelolaan penggunaan. dan Kepegawaian. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. penerimaan dan pengeluaran anggaran. c. Pasal 571 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran. Pasal 570 Sekretariat Badan terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan 170 . dan e. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. data dan informasi. d. dan d. Bagian Umum dan Informasi. serta inventarisasi kekayaan milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.dan tata laksana. akuntansi dan verifikasi. pemantauan. Bagian Keuangan. Bagian Hukum.

penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Organisasi. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. evaluasi. pelaksanaan fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. (2) Subbagian Pemantauan. penelaahan dan bantuan hukum. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Subbagian Pemantauan. Pasal 573 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Kerja Sama. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Pelaporan. Evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. Pasal 575 Bagian Hukum. penyiapan bahan pemantauan. dan c. dan c. Pasal 574 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penataan 171 .

perumusan dan 172 . pelaksanaan perencanaan formasi. perpindahan tempat kerja. b. Bagian Hukum. dan c. serta pemantauan. b. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. Pasal 578 (1) Subbagian Hukum. pelaksanaan koordinasi perumusan. evaluasi. Subbagian Mutasi Pegawai. penyusunan peraturan perundang-undangan. dan c. pelaksanaan penyiapan bahan pengangkatan. serta pelaksanaan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan. penelaahan dan bantuan hukum. Organisasi. dan Kepegawaian terdiri atas: a. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Organisasi. evaluasi.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. kepangkatan. perumusan dan penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 577 Bagian Hukum. dan pengembangan. pengadaan. Subbagian Hukum. dan Tata Laksana. penelaahan dan bantuan hukum. penyusunan peraturan perundang-undangan. Organisasi. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Organisasi.

pemberhentian. perpindahan tempat kerja. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. (3) Subbagaian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. kepangkatan. dan c. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji.penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. pelaksanaan pengelolaan penggunaan. serta tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengadaan dan pengembangan. (2) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. Pasal 581 Bagian Keuangan terdiri atas: 173 . Pasal 579 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pasal 583 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. data dan informasi. data dan informasi. Pasal 582 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. pelaksanaan urusan tata persuratan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. c. 174 . Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a. b. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja Negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan b. serta rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.

pengembangan sistem dan metoda. Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. serta pemantauan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Pasal 587 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan kepariwisataan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. penyusunan kebijakan teknis. dan 175 . data dan informasi. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Data dan Informasi. Pasal 586 (1) Subbagian Tata Persuratan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Subbagian Tata Persuratan.Pasal 585 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. rencana dan program kegiatan. dan b.

Pasal 590 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 592 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. penyiapan bahan pemantauan. Bidang Program dan Evaluasi. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Subbidang Evaluasi.b. dan c. b. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. dan b. rencana dan program kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Bidang Data dan Publikasi. Pasal 589 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Program. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. 176 .

(2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan b.Pasal 593 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. evaluasi. penyajian. pelaksanaan pelayanan. Subbidang Publikasi. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. 177 . pelayanan serta penyajian dan publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengolahan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 597 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 594 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Subbidang Data. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. dan b. Pasal 596 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. rencana dan program kegiatan.

dan b. pengembangan sistem dan metoda. Kelompok Jabatan Fungsional. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. penyusunan kebijakan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Bidang Data dan Publikasi. 178 . Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif Pasal 598 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan ekonomi kreatif. rencana dan program kegiatan. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. penyajian.(2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. dan c. serta pemantauan. Pasal 600 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Program dan Evaluasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.

Pasal 603 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Subbidang Evaluasi. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pelayanan serta penyajian dan 179 . Pasal 605 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. dan b. evaluasi. Subbidang Program. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.Pasal 601 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. rencana dan program kegiatan. Pasal 604 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pengolahan. dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pelaksanaan pelayanan. 180 . pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 608 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605. penyajian. dan b. Subbidang Publikasi. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi : a. dan b. Pasal 607 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyajian. (2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 609 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Subbidang Data.

penyusunan rencana dan program kegiatan. dan b. b. pengembangan kurikulum. perumusan kebijakan teknis. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang kepariwisataan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif. Pasal 612 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan kebijakan teknis. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisatan menyelenggarakan fungsi: 181 . sistem dan metoda. dan c. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang ekonomi kreatif.Pasal 610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609. pengembangan kurikulum. penyusunan rencana dan program kegiatan. Pasal 611 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. sistem dan metoda. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. pengembangan kurikulum. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612.

Pasal 616 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. Pasal 615 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. sistem dan metoda.a. pengembangan kurikulum. penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. pengembangan kurikulum. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. sistem 182 . penyusunan rencana program dan kegiatan. dan b. penyusunan rencana program dan kegiatan. sistem dan metoda. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. pengembangan kurikulum. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. Subbidang Program dan Evaluasi. Pasal 614 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan terdiri atas: a.

dan b.dan metoda. Pasal 618 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan 183 . pengembangan kurikulum. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan b. penyusunan rencana program dan kegiatan. penyusunan rencana program dan kegiatan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. sistem dan metoda. penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. Subbidang Program dan Evaluasi. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. pengembangan kurikulum. desain. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. Pasal 619 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. desain. desain.

budaya serta berbasis media, desain, dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 620 Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620, Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 622 Pusat Pengembangan Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Bidang Kompetensi Kepariwisataan; b. Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif; dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 623 Bidang Kompetensi Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, 184

evaluasi, pelaporan, dan kerja sama pelaksanaan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623, Bidang Kompetensi Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 625 Bidang Kompetensi Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 626 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 627 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif. 185

Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627, Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 629 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 630 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. BAB X STAF AHLI Pasal 631 (1) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibantu oleh 4 (empat) Staf Ahli. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 186

(3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan Badan. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian pada Biro Umum. Pasal 632 Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Kreatif; b. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi; c. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; dan d. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karya

(1)

(2) (3) (4)

Pasal 633 Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah perlindungan keanekaragaman karya kreatif. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah jasa ekonomi. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah hubungan antar lembaga. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

187

BAB XI PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 634 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala. Pasal 635 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan pengembangan teknologi informasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635, Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan penyusunan data dan informasi; dan b. pelaksanaan pengembangan teknologi informasi. Pasal 637 Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Data; b. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi; c. Subbagian Tata Usaha; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 638 Bidang Pengelolaan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. 188

Bidang Pengelolaan Data menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan. dan evaluasi data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. dan b. Pasal 642 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pengumpulan.Pasal 639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. (2) Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. jaringan dan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. evaluasi dan pengolahan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data. Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data. Pasal 640 Bidang Pengelolaan Data terdiri atas: a. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 641 (1) Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan identifkasi. penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. dan b. dan b. analisis. analisis. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. 189 .

dan b. BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI Pasal 647 (1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 645 (1) Subbidang Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. 190 . (2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dipimpin oleh Kepala.Pasal 644 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi terdiri atas: a. (2) Subbidang Jaringan dan Infrastruktur mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. Subbidang Sistem Aplikasi. Pasal 646 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Informasi. Pasal 648 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbidang Jaringan dan Infrastruktur.

perlengkapan. Bidang Penyelenggaraan. b. d. kepegawaian. kearsipan. Pasal 650 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai terdiri atas: a. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bidang Program dan Kerja Sama. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. dan g. Pasal 651 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651.Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648. Bagian Tata Usaha. penyiapan materi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. f. dan d. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. pelayanan teknis pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan 191 . surat menyurat. penyusunan rencana dan program serta kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. c. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.

sistem dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai.b. Subbidang Kerja Sama. Subbidang Program. Pasal 654 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Pasal 653 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Pasal 655 Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. perumusan. dan perlengkapan. ketatausahaan. rumah tangga. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyusunan dan pengembangan kurikulum. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. penyusunan kebijakan dan program. Subbagian Umum. Pasal 657 Bidang Program dan Kerja Sama terdiri atas: a. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan instansi dan lembaga. serta hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. ketatausahaan. dan b. Subbagian Keuangan. b. rumah tangga. dan perlengkapan. dan b. dan c. 192 . penyusunan program pendidikan dan pelatihan pegawai.

sistem. 193 . dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. penyusunan program. pelaksanaan evaluasi dan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659.Pasal 658 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. perumusan. Pasal 659 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan pegawai. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. dan c. Pasal 662 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan struktural pegawai. serta pengembangan kurikulum. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional. evaluasi. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. dan b. Pasal 661 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a.

dan d. pameran. hubungan media massa. pelaksanaan urusan tata usaha Pusat Komunikasi Publik. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh Kepala. evaluasi. pemberitaan. pengolahan. serta hubungan antar lembaga. Pasal 664 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan komunikasi publik melalui publikasi dan analisis berita. dan pelayanan informasi serta dokumentasi. BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 663 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. 194 .(2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. serta analisis berita dan opini publik. pelaksanaan pengumpulan. c. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan publikasi. dan pencitraan. pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara/pemerintah. pelayanan informasi publik. Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. b. dunia usaha dan masyarakat dalam dan luar negeri. serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan diklat pimpinan.

Bidang Hubungan Antar Lembaga. pemberitaan. pameran. dan pencitraan. pengolahan. Subbidang Analisis Berita. d. dan e. pemberitaan. pameran. Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 667 Bidang Publikasi dan Analisis Berita mempunyai tugas melaksanakan publikasi. publikasi. (2) Subbidang Analisis Berita mempunyai tugas melakukan pameran. dan penyajian pemberitaan. dan b.Pasal 666 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. dan pencitraan. Subbidang Publikasi dan Pemberitaan. Bidang Publikasi dan Analisis Berita menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 669 Bidang Publikasi dan Analisis Berita terdiri atas: a. serta analisis berita dan opini publik. b. analisis berita dan opini publik serta pencitraan. dan b. Pasal 670 (1) Subbidang Publikasi dan Pemberitaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Bidang Informasi Publik. hubungan media massa. pelaksanaan publikasi. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. hubungan media massa. Subbagian Tata Usaha. Bidang Publikasi dan Analisis Berita. c. pelaksanaan analisis berita dan opini publik serta pencitraan. 195 . serta hubungan dengan media massa.

Pasal 675 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah dan lembaga dunia usaha dan masyarakat. pengelolaan. pelaksanaan pengemasan. dan b. Bidang Informasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. dan pelayanan pengguna informasi. penyajian. (2) Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. Pasal 676 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. dan b. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: 196 . pengelolaan. Subbidang Pelayanan Informasi. pelaksanaan pengumpulan. dan pelayanan pengguna informasi. dan dokumentasi informasi. Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi. Pasal 674 (1) Subbidang Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengemasan.Pasal 671 Bidang Informasi Publik mempunyai tugas pelaksanaan pelayanan informasi publik serta pengelolaan informasi dan dokumentasi. dan dokumentasi informasi. Pasal 673 Bidang Informasi Publik terdiri atas: a. penyajian.

Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah. (2) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. pelaksanaan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah. dan b. BAB XIV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 680 Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional sesuai kebutuhan. pelaksanaan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Pasal 681 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan tugas sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pasal 678 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga Negara/ Pemerintah. Pasal 679 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Komunikasi Publik. dan b.a. 197 . Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah. Pasal 677 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a.

(1) (2) (3) (4) Pasal 682 Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. BAB XVI TATA KERJA Pasal 684 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif wajib 198 . (2) Organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. BAB XV UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 683 (1) Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis tertentu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundangundangan.

Pasal 686 (1) Setiap laporan dari bawahan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 687 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 685 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dan dalam 199 . (2) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas. integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugasnya masing-masing.menerapkan prinsip koordinasi. (2) Dalam menyampaikan laporan kepada pimpinan satuan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

a. PENGANGKATAN. BAB XVII ESELON. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 690 Pejabat struktural eselon I.a. DAN PEMBERHENTIAN (1) (2) (3) (4) (5) Pasal 689 Sekretaris Jenderal. 200 . (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.rangka bimbingan kepada bawahannya wajib mengadakan rapat berkala.a. Pasal 691 (1) Wakil Menteri. Kepala Seksi. Sekretaris Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Inspektur Jenderal. Kepala Badan.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan eselon I.a. Kepala Subbagian. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Biro.b atau serendahrendahnya eselon II. Direktur Jenderal. Inspektur. Direktur Jenderal. Inspektur Jenderal. Sekretaris Badan dan Kepala Pusat adalah jabatan struktural eselon II. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Bagian. dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Direktur.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a.

BAB XIX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 694 Semua peraturan pelaksanaan dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM. 201 .27/HK.BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 692 Perubahan atas organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Peraturan Menteri ini. Pasal 695 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Menteri ini seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian sampai dengan diatur kembali berdasarkan Peraturan Menteri ini. Pasal 693 Perubahan pembagian obyek pengawasan Inspektorat yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2012 MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Pasal 697 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.27/HK. MARI ELKA PANGESTU Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 13 Februari 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.BAB XX PENUTUP Pasal 696 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Agar setiap orang mengetahuinya. ttd. AMIR SYAMSUDIN 202 . memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. ttd.

MM NIP. SH. ZAINI BUSTAMAN. 19590617 198803 1 005 203 .BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 196 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM.

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF NOMOR : PM. DESAIN. DAN IPTEK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF WAKIL MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STAF AHLI 204 INSPEKTORAT JENDERAL DITJEN PEMASARAN PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA PUSAT DATA DAN INFORMASI SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA.

SEKRETARIAT JENDERAL 205 BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT DATA DAN INFORMASI PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BAGIAN RENCANA PROGRAM BAGIAN PENGANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA 206 SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM I SUBBAGIAN PENGANGGARAN I SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM II SUBBAGIAN PENGANGGARAN II SUBBAGIAN PELAPORAN KEMENTERIAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM III SUBBAGIAN ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PENGANGGARAN III DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PENYIAPAN BAHAN PIMPINAN SUBBAGIAN FASILITASI REFORMASI BIROKRASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI 207 SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN KEPARIWISATAAN SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM SUBBAGIAN PERENCANAAN PEGAWAI SUBBAGIAN PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN PERJANJIAN DAN RATIFIKASI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI HUKUM SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN 208 SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN I SUBBAGIAN TATA KELOLA PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN AKUNTANSI I SUBBAGIAN VERIFIKASI PENDAPATAN DAN BELANJA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN II SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PEMANTAUAN ANGGARAN DAN PNBP SUBBAGIAN AKUNTANSI II SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN KEUANGAN SUBBAGIAN REKONSILIASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

TIMTENG.BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN KERJA SAMA BILATERAL BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL ASEAN BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL NON ASEAN BAGIAN KERJA SAMA MULTILATERAL 209 SUBBAGIAN ASIA PASIFIK SUBBAGIAN ASEAN SUBBAGIAN INTRA KAWASAN SUBBAGIAN UNWTO SUBBAGIAN AMERIKA DAN EROPA SUBBAGIAN AFRIKA. DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KAWASAN PERTUMBUHAN SUBBAGIAN MITRA WICARA ASEAN SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN I SUBBAGIAN KERJA SAMA EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN II SUBBAGIAN WTO DAN OI LAINNYA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN LAYANAN PENGADAAN 210 SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BMN SUBBAGIAN TATA USAHA WAMEN SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKJEN SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN PENGADAAN SUBBAGIAN PENGAMANAN SUBBAGIAN BIMBINGAN TEKNIS SUBBAGIAN TATA PERSURATAN .

DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 211 DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS. DAN EVENT . KONVENSI. INSENTIF.

EVALUASI. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 212 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. KEPEGAWAIAN.

DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN ZONA KREATIF SUBDIREKTORAT KAWASAN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SUBDIREKTORAT INVESTASI PARIWISATA 213 SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL. I SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKSI PENGEMBANGAN POTENSI INVESTASI SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL. II SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS MEDIA. DESAIN. II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL. DAN IPTEK SEKSI PROMOSI INVESTASI . I SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH II SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH III SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH IV 214 SEKSI WILAYAH BALI SEKSI WILAYAH NTB DAN NTT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH JAWA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA SEKSI WILAYAH SUMATERA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH PAPUA. DAN PAPUA BARAT .

A SEKSI SARANA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH II.A SEKSI JASA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH I.DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SARANA PARIWISATA SUBDIREKTORAT JASA PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH II 215 SEKSI JASA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH I.B KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI SARANA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH II.B .

DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN DAN PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN KOMUNIKASI 216 SEKSI WILAYAH I SEKSI WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERANCANGAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KEMITRAAN MASYARAKAT SEKSI DOKUMENTASI SEKSI PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KELEMBAGAAN MASYARAKAT SEKSI KOMUNIKASI .

DAN EVENT SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BELANJA SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA SEKSI SARANA DAN PRASARANA WISATA KONVENSI. INSENTIF. DAN EVENT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KULINER DAN BELANJA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA ALAM DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN REKREASI DAN HIBURAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KONVENSI.DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS KONVENSI. INSENTIF. INSENTIF. DAN EVENT 217 SEKSI PENGEMBANGAN WISATA SPA DAN KESEHATAN SEKSI PENGEMBANGAN WISATA OLAH RAGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PENGEMBANGAN WISATA KULINER SEKSI PENGEMBANGAN WISATA ALAM SEKSI FASILITASI WISATA KONVENSI. DAN EVENT . INSENTIF.

EVENT. DAN MINAT KHUSUS DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFOMASI PARIWISATA . INSENTIF.DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 218 DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI.

KEPEGAWAIAN.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. EVALUASI. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 219 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFORMASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA DAN WIDYA WISATA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN PEMASARAN PARIWISATA 220 SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI WIDYA WISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT WILAYAH ASEAN SUBDIREKTORAT WILAYAH ASIA SUBDIREKTORAT WILAYAH TIMUR TENGAH DAN AFRIKA SUBDIREKTORAT WILAYAH AMERIKA DAN PASIFIK SUBDIREKTORAT WILAYAH EROPA 221 SEKSI WILAYAH ASIA SELATAN DAN BARAT SEKSI WILAYAH TIMUR TENGAH SEKSI WILAYAH ASIA TIMUR SEKSI WILAYAH AFRIKA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ASEAN I SEKSI WILAYAH AMERIKA SEKSI WILAYAH EROPA BARAT SEKSI WILAYAH ASEAN II SEKSI WILAYAH PASIFIK SEKSI WILAYAH EROPA TENGAH DAN TIMUR .

RIAU DAN KEP. BANTEN. & BANGKA BELITUNG .YOGYAKARTA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH JAWA TIMUR DAN NTT SEKSI WILAYAH PAPUA DAN PAPUA BARAT SEKSI WILAYAH LAMPUNG. SUMUT. DAN D. JAWA TENGAH.I. DAN DKI JAKARTA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH BALI DAN NTB SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ACEH.DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH I SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH II SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH III SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH IV SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH V 222 SEKSI WILAYAH JAWA BARAT. JAMBI. SUMSEL. BENGKULU.RIAU SEKSI WILAYAH SUMBAR.

DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT STRATEGI PENCITRAAN INDONESIA SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA CETAK SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA RUANG SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN KEMITRAAN 223 SEKSI PROMOSI MEDIA CETAK SEKSI PROMOSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA CETAK SEKSI PERENCANAAN PENCITRAAN INDONESIA SEKSI PROMOSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SEKSI PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENCITRAAN INDONESIA SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA NON-PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. DAN MINAT KHUSUS SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE KORPORASI SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH SUBDIREKTORAT PROMOSI MINAT KHUSUS 224 SEKSI KORPORASI DALAM NEGERI SEKSI PEMERINTAH SEKSI WISATA BAHARI SEKSI KORPORASI LUAR NEGERI SEKSI NON PEMERINTAH SEKSI WISATA NON BAHARI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . INSENTIF. EVENT.

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 225 DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA .

EVALUASI. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 226 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. KEPEGAWAIAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT FASILITASI INDUSTRI PERFILMAN SUBDIREKTORAT FESTIVAL DAN EKSIBISI FILM SUBDIREKTORAT SUBDIREKTORAT PRODUKSI FILM PRODUKSI SUBDIREKTORAT PEMASARAN FILM 227 SEKSI FESTIVAL FILM SEKSI PENGEMBANGAN KONTEN DAN LOKASI FILM SEKSI EKSIBISI FILM SEKSI PELAYANAN PRODUKSI FILM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FASILITASI USAHA PERFILMAN SEKSI DISTRIBUSI FILM SEKSI FASILITASI KEGIATAN PERFILMAN SEKSI PERTUNJUKAN FILM .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT INFRASTRUKTUR DAN DOKUMENTASI SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK 228 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI MUSIK SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SEKSI PEMASARAN INDUSTRI MUSIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUK SENI PERTUNJUKAN SEKSI PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PERTUNJUKAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SUBDIREKTORAT PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN APRESIASI 229 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA TERAPAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA MURNI SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA FOTOGRAFI SEKSI DISTRIBUSI DAN KOMERSIALISASI KARYA SENI RUPA SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SEKSI APRESIASI KARYA SENI RUPA .

DESAIN. DAN IPTEK SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 230 DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI .DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. KEPEGAWAIAN. EVALUASI. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 231 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FILM ANIMASI DAN KOMIK SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TULISAN FIKSI DAN NON FIKSI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF AUDIO DAN VIDEO SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF PERIKLANAN 232 SEKSI TULISAN FIKSI SEKSI KARYA KREATIF AUDIO SEKSI KOMIK SEKSI TULISAN NON FIKSI SEKSI KARYA KREATIF VIDEO KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FILM ANIMASI SEKSI IKLAN CETAK SEKSI IKLAN ELEKTRONIK .

DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ARSITEKTUR DAN DESAIN INTERIOR SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI VISUAL SUBDIREKTORAT DESAIN PRODUK DAN KEMASAN SUBDIREKTORAT MODE 233 SEKSI ARSITEKTUR SEKSI DESAIN GRAFIS SEKSI KOMUNIKASI VISUAL SEKSI DESAIN PRODUK SEKSI DESAIN BUSANA SEKSI DESAIN INTERIOR SEKSI DESAIN KEMASAN SEKSI DESAIN NON BUSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT LISENSI TEKNOLOGI SUBDIREKTORAT SENTRA INOVASI DAN INKUBATOR BISNIS SUBDIREKTORAT SENTRA KREATIF SUBDIREKTORAT AKSES PEMBIAYAAN 234 SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA INOVASI SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN BANK SEKSI PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS SEKSI PENGELOLAAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN NON BANK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI LISENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SEKSI LISENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI .

INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL 235 INSPEKTORAT II INSPEKTORAT I INSPEKTORAT III .

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN EVALUASI BAGIAN ANALISIS DAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. DAN TATA LAKSANA BAGIAN UMUM 236 SUBBAGIAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERENCANAAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN . ORGANISASI.

INSPEKTORAT I SUBBAGIAN TATA USAHA 237 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT II SUBBAGIAN TATA USAHA 238 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT III SUBBAGIAN TATA USAHA 239 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 240 PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF .

ORGANISASI. EVALUASI.SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN MUTASI PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. ORGANISASI. DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN. DATA. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA . DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 241 SUBBAGIAN HUKUM.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN 242 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF 243 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 244 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN BIDANG PENGEMBANGAN SDM EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA .

PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 245 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KOMPETENSI KEPARIWISATAAN BIDANG KOMPETENSI EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA .

PUSAT DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PENGELOLAAN DATA BIDANG PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI 246 SUBBIDANG PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG PENYIMPANAN DAN PELAYANAN DATA SUBBIDANG SISTEM APLIKASI SUBBIDANG JARINGAN DAN INFRASTRUKTUR .

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM 247 BIDANG PENYELENGGARAAN SUBBIDANG PROGRAM KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL SUBBIDANG KERJA SAMA SUBBIDANG DIKLAT STRUKTURAL BIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA .

ttd ZAINI BUSTAMAN. SH. ttd MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. 19590617 198803 1 005 MARI ELKA PANGESTU . MM NIP.PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PUBLIKASI DAN ANILISIS BERITA BIDANG INFORMASI PUBLIK BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA 248 SUBBIDANG PUBLIKASI DAN PEMBERITAAN SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG ANALISIS BERITA SUBBIDANG PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NON PEMERINTAH Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM.

249 .

250 .

251 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful