PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.

001/MPEK/2012

TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2012 REPUBLIK INDONESIA

i

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena buku "Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dapat diterbitkan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 serta Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Dalam tatanan kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat tugas-tugas kementerian yang bersifat teknis dan diselenggarakan oleh organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Adapun ketentuan mengenai organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dimaksud, ditetapkan secara tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan diterbitkannya buku Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. i

Demikian, semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua. Jakarta, Februari 2012 Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi,

Drs. Turman Siagian, M.Si NIP.19630604 198303 1 001

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................ PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ................................ BAB I BAB II BAB III KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI ....................... SUSUNAN ORGANISASI ........................................... SEKRETARIAT JENDERAL ............................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ........................ Bagian Ketiga : Biro Perencanaan dan Organisasi .. Bagian Keempat : Biro Hukum dan Kepegawaian ...... Bagian Kelima : Biro Keuangan.................................. Bagian Keenam : Biro Kerja Sama Luar Negeri............ Bagian Ketujuh : Biro Umum....................................... DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA................................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi......................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ....... Bagian Keempat : Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata................... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata ..................................... Bagian Keenam : Direktorat Industri Pariwisata.......... Bagian Ketujuh : Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata ..... iii i iii

1 3 5 6 6 7 8 14 20 26 32 37 37 38 38 44 50 56 62

BAB IV

......... 75 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata .. 81 Bagian Kelima : Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri. 93 Bagian Ketujuh : Direktorat Pencitraan Indonesia .... dan Fungsi ... DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI................ 108 DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA ....................... dan Fungsi......................................... 100 Bagian Kedelapan : Direktorat Promosi Konvensi..................................... Tugas..... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ........... 136 Bagian Pertama : Kedudukan..................... 136 Bagian Kedua : Susunan Organisasi........... Insentif........ Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Industri Perfilman ............ Tugas. Bagian Kedua : Susunan Organisasi...... 137 iv ......................... dan Minat Khusus. dan Fungsi...................... 74 Bagian Pertama : Kedudukan................ DESAIN.................... dan Event ..... Bagian Keenam : Direktorat Pengembangan Seni Rupa ................... 74 Bagian Kedua : Susunan Organisasi.................. Konvensi.......... 68 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA .......................... 87 Bagian Keenam : Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri.......... Event. Bagian Pertama : Kedudukan................................ Tugas................. Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik .. 112 112 113 114 119 125 130 BAB VI BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA...Bagian Kedelapan: Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus......... 75 Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ............... Insentif............

....................... Bagian Ketiga : Sekretariat Inspektorat Jenderal ........... 169 Bagian Ketiga : Sekretariat Badan .......................................... 175 Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif ............. Tugas dan Fungsi....... 188 BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI .............. BAB IX 159 159 160 160 165 166 167 BAB X BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF . 143 Bagian Kelima : Direktorat Desain dan Arsitektur.......... 178 Bagian Keenam : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif........................................................ Bagian Kedua : Susunan Organisasi........................................ 190 BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK ......... dan Fungsi............... 180 Bagian Ketujuh : Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif ..................................... 194 v ..................... Bagian Keempat : Inspektorat I ................................. 138 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media.................. 168 Bagian Kedua : Susunan Organisasi......................... 184 STAF AHLI...... Bagian Keenam : Inspektorat III ............................................ 154 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL ............. 168 Bagian Pertama : Kedudukan....................................... 149 Bagian Keenam : Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi ................................ Bagian Pertama : Kedudukan...... 186 PUSAT DATA DAN INFORMASI .....Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ............................. 169 Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan................... Tugas....... Bagian Kelima : Inspektorat II .

... 201 Lampiran ............ 197 UNIT PELAKSANA TEKNIS .......... DAN PEMBERHENTIAN 200 KETENTUAN PERALIHAN ....................................................................250 vi ......................... 198 TATA KERJA..............................................BAB XIV BAB XV BAB XVI BAB XVII BAB XIX BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .................. 201 PENUTUP ................................. 204 ...................... PENGANGKATAN........................................... 202 BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN ........................................................ 198 ESELON......

001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. serta dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pariwisata dan ekonomi 1 . Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi.PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. Tugas. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011.07/HK. Tugas. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara.

dipandang perlu menetapkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. PAN-RB/1/2012 tanggal 27 Januari 2012. 2. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. Memperhatikan: 2 . Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011 3. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Tugas. Tugas.kreatif. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Mengingat : 1. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. SuratPersetujuanMenteriPendayagunaanAparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor:B/307/M.

DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 5 Ruang lingkup bidang tugas Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. (2) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 3 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 4 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 2 Dalam memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. TUGAS.BAB I KEDUDUKAN. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengoordinasikan pencapaian kebijakan strategis lintas unit 3 . Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dibantu oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. yaitu: a. dan b.

melaksanakan pengendalian dan pamantauan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 7 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pariwisata dan ekonomi 4 . membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan program kerja dan kontrak kinerja. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam proses pengambilan keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 6 Rincian tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 meliputi: a. dan i. c. g. h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. melaksanakan pengendalian reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan tugas khusus yang diberikan langsung oleh Presiden atau melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. e. f. dalam hal tertentu. b. mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada acara tertentu dan/atau memimpin rapat sesuai dengan penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam penilaian dan penetapan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.organisasi eselon I di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

kreatif dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. f. b. d. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penetapan. Pasal 8 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. perumusan. dan e. Inspektorat Jenderal. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. d. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 9 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Desain. Sekretariat Jenderal. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah. e. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. c. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. g. 5 . b. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.

h. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11. m. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: 6 . (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan n. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pusat Komunikasi Publik. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga. dan Fungsi Pasal 10 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pemimpin yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi. Tugas. pembinaan. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif. k. dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 11 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. i. Pusat Data dan Informasi. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. j. (2) Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. l.

kerumahtanggaan. b. dan hubungan masyarakat. Biro Perencanaan dan Organisasi. keuangan. koordinasi kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Biro Umum. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. kepegawaian. d. c. f. Biro Keuangan. 7 . b.a. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan e. dan g. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. e. c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. arsip dan dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara. d. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan. kerja sama. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 13 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Biro Hukum dan Kepegawaian. Biro Kerja Sama Luar Negeri.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Organisasi Pasal 14 Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana program, penganggaran, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Biro Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana program; b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan anggaran; c. pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran; d. pelaksanaan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan ketatalaksanaan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 16 Biro Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. Bagian Rencana Program; b. Bagian Penganggaran; c. Bagian Evaluasi dan Pelaporan; d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 17 Bagian Rencana Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan dan koordinasi 8

perumusan dan penyusunan kebijakan rencana program Kementerian. Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Bagian Rencana Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 19 Bagian Rencana Program terdiri atas: a. Subbagian Rencana Progam I; b. Subbagian Rencana Program II; dan c. Subbagian Rencana Program III.

9

Pasal 20 (1) Subbagian Rencana Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah. (2) Subbagian Rencana Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Rencana Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan, Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 21 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 22 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian; 10

b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran, dan Rancangan Bahan Nota Keuangan, serta Penetapan Kinerja kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro yang meliputi: penyiapan bahan pameran, kepegawaian, rapat-rapat, tata persuratan dan kearsipan, serta urusan rumah tangga Biro. Pasal 23 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. Subbagian Penganggaran I; b. Subbagian Penganggaran II; dan c. Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro. Pasal 24 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran dan Rancangan Bahan Nota Keuangan serta Penetapan Kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, dan Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro. 11

Pasal 25 Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program dan anggaran, serta penyusunan laporan Kementerian dan penyiapan bahan sidang/rapat pimpinan. Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. Pasal 27 Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program; b. Subbagian Pelaporan Kementerian; dan c. Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan. Pasal 28 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Pelaporan Kementerian mempunyai tugas 12

koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. evaluasi jabatan. dan pengembangan jabatan fungsional. analisis. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. Pasal 29 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi. standar prosedur kerja/ SOP. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dokumentasi. tata laksana. analisis beban kerja. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. pengolahan. penyiapan bahan penelaahan. tata cara. analisis jabatan. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengolahan. Pasal 31 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: 13 . evaluasi. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. serta fasilitasi reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan pemantauan. analisis.melakukan penyiapan bahan penelaahan. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. dan pedoman kerja. koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian. kriteria. evaluasi. dan c. penyiapan bahan penelaahan.

penyusunan analisis jabatan. evaluasi. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional. standar prosedur kerja/SOP. Pasal 34 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. penelaahan dan bantuan hukum. b. serta melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan c.a. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. analisis. evaluasi. c. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. analisis beban kerja. dan pedoman kerja. b. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. kriteria. evaluasi jabatan. Biro Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: 14 . analisis. dokumentasi. Pasal 32 a. tata cara. Bagian Keempat Biro Hukum dan Kepegawaian Pasal 33 Biro Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan penelaahan. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi.

penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. pelaksanaan penyusunan formasi. d. Kelompok Jabatan Fungsional. dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan perjanjian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan e. perumusan. pengadaan. dan e. d. b. dan c. Pasal 37 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36. c. Bagian Mutasi Pegawai. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang 15 . pengembangan serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. Pasal 36 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. c. Bagian Peraturan Perundang-undangan.a. pelaksanaan penelaahan dan bantuan hukum. penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. Pasal 35 Biro Hukum dan Kepegawaian terdiri atas: a. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan mutasi pegawai.

b. Pasal 38 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. Pasal 40 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan bantuan hukum. (3) Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan. dan c. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Pasal 41 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 40. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: 16 . Pasal 39 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

dan c. serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. Pasal 45 tugas sebagaimana 17 Dalam melaksanakan dimaksud dalam .a. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penyiapan bahan bantuan hukum di lingkungan Kementerian. Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum. pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. Pasal 44 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyusunan formasi. Subbagian Penelaahan Hukum. penyuluhan hukum. pengembangan. Subbagian Bantuan Hukum. Pasal 42 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan advokasi dan pemberian bantuan hukum di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. (3) Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pengadaan. penyiapan bahan penelaahan hukum di lingkungan Kementerian. b. dan c. Pasal 43 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

b. b. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan formasi. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. Pasal 46 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. Pasal 47 (1) Subbagian Perencanaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. dan pengadaan pegawai. Subbagian Perencanaan Pegawai. 18 . Pasal 48 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai.Pasal 44. dan c. dan pemberian tanda penghargaan pegawai. dan pemberian tanda penghargaan pegawai serta Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dan pembinaan mental pegawai. dan c. pengembangan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. penyiapan bahan analisis kebutuhan. dan pengadaan pegawai. pelaksanaan urusan disiplin. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. kesejahteraan. kesejahteraan. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. pengembangan pegawai. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan disiplin. penyusunan formasi.

tata usaha pegawai. 19 . serta pemberhentian dan pensiun pegawai. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian. pelaksanaan urusan dokumentasi. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan tata usaha Biro. Pasal 50 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas: a. Pasal 51 (1) Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. dan c. kenaikan gaji berkala. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan. kenaikan gaji berkala. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. dan c. dan tata usaha Biro. database pegawai. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal.Pasal 49 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48. (3) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. (2) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. b. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. b. tata usaha pegawai. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. database pegawai. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai.

Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 52. pelaksanaan verifikasi realisasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. Bagian Pelaksanaan Anggaran. c.Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 52 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengoordinasian pengelolaan pelaksanaan anggaran. Bagian Perbendaharaan. serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. b. c. serta rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. 20 . dan penyelesaian kerugian keuangan Negara. Bagian Akuntansi. pelaksanaan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan keuangan serta evaluasi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. evaluasi. pengelolaan anggaran. akuntansi. b. dan e. dan Verifikasi anggaran di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. perbendaharaan. d. Pasal 54 Biro Keuangan terdiri atas: a. dan koordinasi. pelaksanaan penataan pengelolaan perbendaharaan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pemantauan. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian.

Bagian Verifikasi Anggaran. dan Pusat Komunikasi Publik. Inspektorat Jenderal. b. evaluasi. penyiapan bahan pemantauan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pusat Data dan Informasi. penyiapan bahan pemantauan. koordinasi. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I. dan koordinasi.d. koordinasi. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 55. Pasal 55 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. evaluasi. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengelolaan anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kementerian. dan 21 . Desain. evaluasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. penyiapan bahan pemantauan. b. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan e. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan c. evaluasi. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. koordinasi. koordinasi. Pasal 59 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: 22 .c. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 58 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. Inspektorat Jenderal. evaluasi. evaluasi. (3) Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 59. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Desain. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pusat Data dan Informasi. dan Pusat Komunikasi Publik. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan penyelesaian kerugian keuangan negara. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.

pemantauan. koordinasi dan pertimbangan masalah perbendaharaan. dan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. dan penetapan pengelola Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran di lingkungan Kementerian. Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan. serta urusan tata usaha Biro. evaluasi. (2) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan pembinaan. dan c. Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro. penyiapan bahan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. b. koordinasi. 23 . dan c. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. pemantauan. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. serta urusan tata usaha Biro.a. penyiapan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. b. Pasal 62 (1) Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan.

dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan Pusat Komunikasi Publik. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. b.Pasal 63 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pemantauan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 66 (1) Subbagian Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan c. b. Subbagian Akuntansi I. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pemantauan. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. koordinasi dan penyusunan laporan 24 . Subbagian Akuntansi II. Pasal 65 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. Pusat Data dan Informasi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan c. dan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 63. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan pemantauan. Desain.

neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Pasal 67 Bagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melaksanakan verifikasi realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pusat Data dan Informasi. Pasal 69 Bagian Verifikasi Anggaran terdiri atas: 25 . evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Desain. (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 68 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 67. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. (2) Subbagian Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan b. dan Pusat Komunikasi Publik. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Verifikasi Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan 26 . (2) Subbagian Rekonsiliasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian.a. b. Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja. regional non ASEAN. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. c. Subbagian Rekonsiliasi. Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. dan b. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. regional ASEAN. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional ASEAN. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. Bagian Keenam Biro Kerja Sama Luar Negeri Pasal 71 Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan kerja sama antar negara secara bilateral. Pasal 70 (1) Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan kementerian. dan multilateral di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pasal 74 Bagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan dunia. d. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN. b.Dunia. Kelompok Jabatan Fungsional. dan e. analisis. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional non ASEAN. Bagian Kerja Sama Bilateral. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Amerika dan Eropa. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. analisis. penyiapan bahan koordinasi. dan e. penyiapan bahan koordinasi. dan c. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Asia Pasifik. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. analisis. d. pemantauan. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. evaluasi. c. Pasal 73 Biro Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pelaksanaan penyiapan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. pemantauan. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. pemantauan. b. Bagian Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kerja Sama Multilateral. 27 . Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN.

pemantauan. Pasal 76 Bagian Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. pemantauan. Subbagian Afrika. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Asia Pasifik. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Afrika dan Timur Tengah. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN menyelenggarakan fungsi: 28 . (3) Subbagian Afrika. Subbagian Amerika dan Eropa.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Afrika dan Timur Tengah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Amerika dan Eropa. Pasal 78 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Organisasi ASEAN dan Kawasan Pertumbuhan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara. Subbagian Asia Pasifik. analisis. analisis. Timur Tengah. analisis. (2) Subbagian Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. Timur Tengah. dan c. dan Tata Usaha Biro. Pasal 79 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 78. Pasal 77 (1) Subbagian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. serta urusan tata usaha biro. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan.

evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. pemantauan. analisis. Subbagian Kawasan Pertumbuhan. penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. Pasal 81 (1) Subbagian ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. pemantauan. analisis. analisis. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. analisis. analisis. Subbagian Mitra Wicara ASEAN. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mitra wicara ASEAN. (2) Subbagian Mitra Wicara ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan negara-negara Mitra Wicara ASEAN. dan c. (3) Subbagian Kawasan Pertumbuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. analisis. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian ASEAN. dan c.a. pemantauan. b. Pasal 80 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN terdiri atas: a. Pasal 82 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan 29 .

dunia. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. Subbagian Intra Kawasan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan I. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 84 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN terdiri atas: a. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan II. analisis. Pasal 85 (1) Subbagian Intra Kawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. b. evaluasi 30 . Antar kawasan kawasan Asia dan Eropa. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam kawasan Asia Pasifik. Subbagian Antar Kawasan I. Subbagian Antar Kawasan II. analisis. penyiapan bahan koordinasi. b. analisis. antar kawasan Asia dan Afrika. analisis. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama intra kawasan Asia Pasifik. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. pemantauan. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. analisis. pemantauan. (3) Subbagian Antar Kawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan c. evaluasi. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di luar kawasan ASEAN. dan c. (2) Subbagian Antar Kawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di Antar kawasan Asia Pasifik dengan kawasan Amerika Latin. analisis.

dan c. analisis. Subbagian UNWTO. dan pada organisasi-organisasi D-8 dan G-20.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pada kawasan kepulauan Pasifik. analisis. Subbagian WTO dan OI Lainnya. Pasal 86 Bagian Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. dan kerja sama kawasan Indian Ocean. Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. b. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan UNWTO. analisis. evaluasi. evaluasi. evaluasi. dan c. pemantauan. Bagian Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 89 (1) Subbagian UNWTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 86. analisis. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi. (2) Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif mempunyai tugas 31 . dan pelaporan pelaksanaan kerja sama UNWTO. evaluasi. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi Internasional lainnya. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 88 Bagian Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. b.

Bagian Tata Usaha Pimpinan. serta layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. analisis. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 90 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. c. analisis. Pasal 92 Biro Umum terdiri atas: a. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi internasional lainnya. d. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan 32 . (3) Subbagian WTO dan OI Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 91 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90. dan e. pelaksanaan urusan perlengkapan.melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. pelaksanaan urusan layanan pengadaan barang/jasa. perlengkapan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan. c. Bagian Layanan Pengadaan. Bagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. evaluasi. d. Bagian Rumah Tangga. pemantauan. b. evaluasi. dan. pemantauan. pelaksanaan urusan rumah tangga.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. dan e. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. pelaksanaan urusan keprotokolan. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a.e. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 93. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. serta urusan keprotokolan. b. tata usaha Staf Ahli. b. Subbagian Tata Usaha Menteri. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. tata usaha Wakil Menteri. c. tata usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. Pasal 96 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. dan e. d. 33 . Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Protokol.

b. Pasal 99 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. b. (5) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris. (3) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. serta penghapusan barang inventaris di lingkungan Kementerian. (4) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. penyimpanan. penyusunan rencana kebutuhan. dan pendistribusian barang inventaris. Subbagian Penatausahan Barang Milik Negara (BMN). pelaporan. Pasal 97 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan penatausahaan Barang Milik Negara. pencatataan dan penyusunan daftar inventaris. dan c. Pasal 98 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 97. analisis. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan. dan analisis kebutuhan pengadaan barang inventaris kantor. pemantauan. dan evaluasi pengelolaan. serta pemeliharaan. Subbagian Pemeliharaan.(2) Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. dan 34 .

dan c. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. Pasal 101 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan gaji dan kesehatan pegawai. (2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pencatatan dan pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris serta penghapusan barang inventaris di lingkungan kementerian. (3) Subbagian Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. Subbagian Analisis Kebutuhan. dan evaluasi pengelolaan. analisis. serta urusan tata usaha Biro. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor.c. pelaksanaan urusan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. dan pendistribusian barang inventaris kantor. pengamanan. Pasal 103 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: 35 . penyimpanan. Pasal 102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101. Pasal 100 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. b.

Subbagian Pengamanan. b. Subbagian Tata Persuratan. pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. dan c. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 105. Pasal 107 Bagian Layanan Pengadaan terdiri atas: a. penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Subbagian Pelaksanaan Pengadaan. serta bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. dan b. dan pelaksanaan layanan. (2) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. (3) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan kantor. Bagian Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 105 Bagian Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Urusan Dalam. 36 .a. Pasal 104 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan sekretariat jenderal. dan b. serta urusan tata usaha Biro. Subbagian Bimbingan Teknis.

Pasal 110 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengembangan destinasi pariwisata. dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 37 . Tugas. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. (2) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal.Pasal 108 (1) Subbagian Pelaksanaan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. (2) Subbagian Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian.

d. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan destinasi pariwisata. dan kriteria di bidang pengembangan destinasi pariwisata.a. dan e. perumusan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi 38 . b. dan Event. d. Insentif. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata. b. prosedur. pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. e. c. Konvensi. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. c. penyusunan norma. standar. dan f. Direktorat Industri Pariwisata. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Sekretariat Direktorat Jenderal.

di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal; b. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pengelolaan urusan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal; c. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal; dan d. pengelolaan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 115 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama; b. Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum dan Informasi; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 116 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan dan evaluasi, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 39

Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116, Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran; b. Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan, pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.

40

Pasal 120 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan, penelaahan dan bantuan hukum, pelaksanaan pengelolaan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120, Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan, penelaahan, dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; b. perencanaan, pengembangan, pengangkatan, kepangkatan, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 122 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Hukum; b. Subbagian Kepegawaian; dan c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 123 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan 41

penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 126 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

42

Pasal 127 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 130 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: 43

(2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan norma. perawatan. Subbagian Tata Persuratan. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang 44 . pengamanan sarana dan prasarana kantor. Subbagian Data dan Informasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi dan investasi pariwisata. Pasal 131 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. standar.a. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. prosedur. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Pasal 132 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan c. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal.

penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kawasan ekonomi khusus pariwisata.perancangan destinasi pariwisata. Pasal 134 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata terdiri atas: a. prosedur. dan f. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi pariwisata. prosedur. prosedur. pengembangan zona kreatif. dan kriteria. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan kriteria. b. pengembangan zona kreatif. dan kriteria di bidang perancangan destinasi pariwisata. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. Pasal 135 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. Subdirektorat Investasi Pariwisata. pengembangan zona kreatif. standar. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. penyiapan penyusunan norma. serta 45 . dan d. penyusunan norma. e. c. standar. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. c. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif.

penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Jawa Timur. Sulawesi.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah I. Papua. dan kriteria. dan b. 46 . prosedur. Maluku. prosedur. Pasal 137 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata terdiri atas: a. prosedur. Nusa Tenggara Barat. (2) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II. penyusunan norma. DKI Jakarta. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan kawasan pengembangan destinasi pariwisata. Bali. dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 138 (1) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Sumatera. Banten. Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah II. standar. Jawa Barat. standar. dan kriteria. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I. dan b. Jawa Tengah. Nusa Tenggara Timur. dan Kalimantan. prosedur. dan kriteria. Pasal 139 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar.

Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I. DKI Jakarta. dan Kalimantan. penyusunan norma. dan Papua Barat. standar. dan kriteria.Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. Bali. standar. prosedur. dan b. Jawa Barat. Nusa Tenggara Timur. standar. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah I. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Sumatera. Sulawesi. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Papua. dan kriteria. Jawa Tengah. Nusa Tenggara Barat. dan kriteria. 47 . Banten. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah II. prosedur. Pasal 141 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. Pasal 142 (1) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Maluku. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Jawa Timur. dan kriteria. Maluku Utara.

prosedur. dan kriteria. penyusunan norma.Pasal 143 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. 48 . prosedur. dan Iptek. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. Pasal 146 (1) Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Desain. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif. desain. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. penyusunan norma. standar. dan b. standar. dan kriteria. standar. Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan Iptek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. dan kriteria. standar. Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. Pasal 145 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif terdiri atas: a. Desain. dan iptek. penyusunan norma.

Seksi Pengembangan Potensi Investasi. Pasal 150 (1) Seksi Pengembangan Potensi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. Subdirektorat Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyusunan norma. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. dan b.prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. dan b. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. dan iptek. 49 . prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Promosi Investasi. prosedur. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. dan kriteria. Pasal 149 Subdirektorat Investasi Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. Pasal 147 Subdirektorat Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. desain. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang investasi pariwisata.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. II. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kawasan pariwisata. dan IV. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata menyelenggarakan fungsi: a. dan daya tarik wisata di wilayah I. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Pasal 152 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan IV. dan IV. III. dan daya tarik wisata di wilayah I. prosedur. penyiapan penyusunan norma. penyusunan norma. 50 . Pasal 153 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. III. dan kriteria di bidang pengembangan kawasan pariwisata. II. Pasal 151 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.(2) Seksi Promosi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan kriteria. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata. III. c. dan daya tarik wisata di wilayah I. standar. II. penyusunan norma. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan pariwisata. prosedur. prosedur.

Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah d. III. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah c. dan f. IV. dan kriteria. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa dan Sumatera. I. Pasal 155 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. standar.Pasal 154 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata terdiri atas: a. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. dan kriteria. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah b. prosedur. II. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah e. penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. Pasal 156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155. Pasal 157 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I terdiri atas: 51 .

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159. Seksi Wilayah Sumatera. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang 52 . Seksi Wilayah Jawa. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. dan kriteria. standar. dan Nusa Tenggara Timur. (2) Seksi Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 159 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 158 (1) Seksi Wilayah Jawa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. dan b. dan kriteria.

(2) Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 .pengembangan pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. standar. Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. prosedur. penyusunan norma. standar. Pasal 162 (1) Seksi Wilayah Bali mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 163 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 161 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II terdiri atas: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan kriteria. Seksi Wilayah Bali. standar.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. standar. Pasal 165 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata wilayah III terdiri atas: a. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di 54 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.163. standar. prosedur. standar. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. standar. Seksi Wilayah Kalimantan. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Wilayah Sulawesi. penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. dan b. penyusunan norma. Pasal 166 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 167 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria. standar. standar. penyusunan norma. dan b. prosedur. Maluku Utara. Papua. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 169 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. Pasal 170 (1) Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku. Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat. prosedur. 55 . prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua Barat. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. dan kriteria. Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. prosedur.

standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan jasa pariwisata. Direktorat Industri Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. b. standar. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan jasa pariwisata. dan d. Pasal 174 Direktorat Industri Pariwisata terdiri atas: 56 . prosedur. Pasal 173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang industri pariwisata. Bagian Keenam Direktorat Industri Pariwisata Pasal 172 Direktorat Industri Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 171 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. dan kriteria di bidang sarana dan jasa pariwisata. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. penyiapan penyusunan norma. d. prosedur. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata.

standar. c. Subbagian Tata Usaha.a. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Jasa Pariwisata. 57 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. jasa makanan dan minuman. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II. dan kriteria. penyusunan norma. f. Pasal 175 Subdirektorat Sarana Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. Subdirektorat Sarana Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Pasal 177 Subdirektorat Sarana Pariwisata terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I. e. standar. Seksi Sarana Pariwisata I. standar. serta tirta dan spa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. prosedur. Seksi Sarana Pariwisata II. Subdirektorat Sarana Pariwisata. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. b.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. (2) Seksi Sarana Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar.Pasal 178 (1) Seksi Sarana Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata. Pasal 179 Subdirektorat Jasa Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. jasa informasi pariwisata. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. penyusunan norma. 58 . prosedur. penyusunan norma. jasa konsultan pariwisata. penyusunan norma. jasa makanan dan minuman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. konvensi. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. standar. dan pameran. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa perjalanan wisata. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. serta tirta dan spa. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. prosedur. dan kriteria. Subdirektorat Jasa Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa transportasi wisata.

jasa konsultan pariwisata. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa transportasi wisata. dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Jasa Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan Nusa Tenggara Timur. dan b. Seksi Jasa Pariwisata II. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. insentif. prosedur. dan kriteria. standar.Pasal 181 Subdirektorat Jasa Pariwisata terdiri atas: a. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. konvensi. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera. jasa informasi pariwisata. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. standar. Nusa Tenggara Barat. Seksi Jasa Pariwisata I. Bali. Jawa. dan pameran. standar. prosedur. Pasal 182 (1) Seksi Jasa Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa perjalanan wisata. Pasal 183 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta 59 . dan kriteria. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi.

standar. penyusunan norma.B. Maluku. penyusunan norma.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Wilayah I. 60 .A. Pasal 187 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. dan b. prosedur. Seksi Wilayah I. prosedur. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. prosedur. Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. standar. prosedur. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Papua dan Papua Barat.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. Pasal 185 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. Pasal 186 (1) Seksi Wilayah I. dan b. dan kriteria. standar. dan kriteria. Seksi Wilayah I. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. penyusunan norma.

dan kriteria. penyusunan norma.Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. dan b. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. bdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. penyusunan norma. Sulawesi.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Papua dan Papua Barat. Maluku Utara. prosedur. Pasal 190 (1) Seksi Wilayah II. Maluku Utara.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah II. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.B. standar. (2) Seksi Wilayah II. dan kriteria. dan kriteria.A. penyusunan norma. Seksi Wilayah II. prosedur. 61 . Papua dan Papua Barat. dan b. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. Pasal 189 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II terdiri atas: a.

prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. prosedur. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. penyusunan norma. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. standar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata. Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. b. serta dokumentasi dan komunikasi. c. standar. peningkatan kapasitas masyarakat desa. penyiapan penyusunan norma. peningkatan kapasitas masyarakat desa. dan d. serta dokumentasi dan komunikasi.Pasal 191 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. peningkatan kapasitas masyarakat desa. dan kriteria di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. 62 . serta dokumentasi dan komunikasi. Bagian Ketujuh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Pasal 192 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

prosedur. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi. b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. standar. prosedur. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. d. Pasal 195 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan f. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. dan kriteria. Pasal 197 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pariwisata terdiri atas: 63 Pemberdayaan . Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. standar. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. c. dan kriteria. penyusunan norma. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan pariwisata. standar.Pasal 194 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. e.

standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. standar. dan kriteria. standar. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199.a. (2) Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 199 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata. 64 . prosedur. Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. prosedur. dan b. standar. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah II. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 198 (1) Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.

Maluku. prosedur. Seksi Wilayah I. dan Sulawesi Tenggara. DKI Jakarta. penyusunan norma. Riau. Bengkulu. Sulawesi Selatan. Sulawesi Barat. Seksi Wilayah II. Papua Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Banten. Nusa Tenggara Barat.Pasal 201 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa terdiri atas: a. standar. dan kriteria. penyusunan norma. Jambi. Lampung. Bali. prosedur. dan kriteria. Papua. Pasal 202 (1) Seksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sumatera Barat. Jawa Tengah. Jawa Timur. Kalimantan Selatan. Kepulauan Riau. Jawa Barat. Sumatera Utara. Pasal 203 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Gorontalo. Kalimantan Timur. Sumatera Selatan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Aceh. dan b. Sulawesi Utara. Bangka Belitung. dan kriteria. Sulawesi Tengah. Kalimantan Barat. Nusa Tenggara Timur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan dan kelembagaan masyarakat. standar. standar. penyusunan norma. dan Kalimantan Tengah. Daerah Istimewa Yogyakarta. Maluku Utara. 65 . (2) Seksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. Pasal 205 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat terdiri atas: a. 66 . dan b. standar. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. dan kriteria. Seksi Kemitraan Masyarakat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. prosedur. penyusunan norma. standar. Pasal 207 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kelembagaan Masyarakat. dan kriteria.Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. standar. penyusunan norma. Pasal 206 (1) Seksi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma.penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 209 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Komunikasi. prosedur. dan kriteria. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi: a. standar. 67 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. standar. prosedur. dan b. Pasal 210 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Dokumentasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. dan b. (2) Seksi Komunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan komunikasi. dan kriteria. dan kriteria.

dan kriteria di bidang pengembangan wisata kuliner. wisata belanja. Insentif. Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. Konvensi. rekreasi dan hiburan. 68 . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. Insentif. dan event. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. konvensi. b. dan Event mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. standar. penyusunan norma. insentif. dan event.Pasal 211 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan d. rekreasi dan hiburan. insentif. c. standar. dan Event Pasal 212 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. rekreasi dan hiburan. insentif. Konvensi. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan wisata kuliner. insentif. prosedur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. wisata belanja. Bagian Kedelapan Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. prosedur. Konvensi. dan event. Insentif. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata minat khusus. wisata belanja. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. dan event. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi.

Konvensi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner dan belanja. b. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 214 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. dan Event. dan b. dan Event terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan. dan f. penyusunan norma. standar. e. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. prosedur. prosedur. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. Insentif. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. Insentif. dan kriteria. standar. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. dan kriteria. standar. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. Pasal 215 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. 69 . penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 218 (1) Seksi Pengembangan Wisata Kuliner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Pengembangan Wisata Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Pengembangan Wisata Belanja. standar. dan b. standar. penyusunan norma. prosedur.Pasal 217 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Seksi Pengembangan Wisata Kuliner. prosedur. dan kriteria. standar. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. prosedur. Pasal 219 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. dan kriteria. dan kriteria. 70 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan rekreasi dan hiburan. penyusunan norma.

standar. (2) Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. Pasal 221 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan terdiri atas: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. Pasal 223 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam dan budaya. Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. Pasal 222 (1) Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. standar. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. prosedur. penyusunan norma.penyusunan norma. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. penyusunan norma. standar. prosedur. dan kriteria. 71 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata konvensi. Pasal 225 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya terdiri atas: a. prosedur. Insentif dan Event mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam.penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Wisata Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. penyusunan norma. Pasal 226 (1) Seksi Pengembangan Wisata Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Pengembangan Wisata Alam. prosedur. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. standar. standar. dan b. Seksi Pengembangan Wisata Budaya. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. Pasal 227 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. penyusunan norma. prosedur. dan event. 72 . dan kriteria. prosedur. dan b. standar.

Insentif. standar. insentif. dan b. prosedur. prosedur. penyusunan norma. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. dan event. 73 . Insentif. Insentif. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. insentif. standar. insentif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. dan Event. Insentif. Pasal 230 (1) Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. dan kriteria. standar. dan kriteria. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. dan event. dan kriteria. dan Event terdiri atas: a. Pasal 229 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Event. insentif. dan event. prosedur. dan event.

pelaksanaan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. dan kriteria di bidang pemasaran pariwisata. penyusunan norma. BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. d. standar. dan Fungsi Pasal 232 (1) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. prosedur. Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran pariwisata. Tugas.Pasal 231 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan 74 . Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. b. c. (2) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 233 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasaran pariwisata.

penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. evaluasi.e. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 235 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Promosi Konvensi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri. Direktorat Pencitraan Indonesia. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri. dan pelaporan. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata. serta penataan 75 . pengelolaan urusan kepegawaian. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan f. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 236 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. pemantauan. dan Minat Khusus. Event. b. e. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Insentif. c.

Bagian Hukum. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan perlengkapan. 76 . Pasal 238 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 239 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. pengelolaan urusan tata persuratan. Bagian Umum dan Informasi. pemantauan. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. c. b. dan e. pemantauan dan evaluasi. Bagian Keuangan. dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. b. d. dan d. Kepegawaian. rumah tangga.

dan bantuan hukum di lingkungan 77 . koordinasi. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Bagian Hukum. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. Evaluasi. (2) Subbagian Pemantauan. dan c. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. b. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. dan Pelaporan. Pasal 242 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. Subbagian Kerja Sama. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. Kepegawaian. Subbagian Pemantauan.Pasal 241 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. penelaahan dan bantuan hukum. Pasal 243 Bagian Hukum. Evaluasi. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi.

dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan. Pasal 246 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. evaluasi. kepangkatan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pengadaan. Subbagian Kepegawaian. 78 . Subbagian Hukum. pemberhentian. dan Organisasi terdiri atas: a. pemberhentian. perpindahan tempat kerja. Pasal 245 Bagian Hukum. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan.Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. pengangkatan. pengembangan. b. Pasal 247 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. perumusan. Kepegawaian. b. perencanaan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal.

serta tata usaha keuangan. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. b. 79 . dan c. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. pengelolaan penggunaan. b. dan c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 249 Bagian Keuangan terdiri atas: a.Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. Pasal 250 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji.

pengelolaan urusan tata persuratan. Pasal 253 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum a. b. dan Data dan Informasi. Subbagian c. pengamanan sarana dan prasarana kantor. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. Subbagian b. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan 80 . serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Rumah Tangga dan Perlengkapan. rumah tangga.Pasal 251 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan perlengkapan. Subbagian Pasal 254 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. perawatan. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dan c.

c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. prosedur. dan perancangan pemasaran pariwisata. b. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. dan d. standar. dan perancangan pemasaran pariwisata.urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. standar. dan kriteria dibidang informasi pasar dalam dan luar negeri. dan perancangan pemasaran pariwisata. Pasal 257 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata terdiri atas: 81 . penyiapan penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan pasar dan informasi pariwisata. penyusunan norma. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata Pasal 255 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata.

Pasal 258 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. e. dan kriteria. standar. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. dan b. b. penyusunan norma. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. Subbagian Tata Usaha. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258.a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pasar dalam negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. c. dan kriteria. standar. dan b. Pasal 260 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri terdiri atas: a. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri. 82 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar dalam negeri. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri. d. prosedur. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam negeri. dan f. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata. prosedur.

prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. 83 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri.Pasal 261 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. dan b. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata dalam negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar luar negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata dalam negeri. Pasal 262 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. standar. dan kriteria. penyusunan norma. standar.

prosedur. penyusunan norma. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. standar. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 264 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri terdiri atas: a. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. Pasal 265 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. standar. prosedur. Pasal 266 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan 84 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. prosedur. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. dan b.

dan kriteria. prosedur. standar. dan b. penyusunan norma.b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran pariwisata. prosedur. Pasal 268 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata. penyusunan norma. standar. dan kriteria. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. prosedur. Pasal 270 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Pasal 269 (1) Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 85 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Widya Wisata. penyusunan norma. (2) Seksi Widya Wisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. standar.

dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. standar. standar. Pasal 273 (1) Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. dan kriteria. prosedur. Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. standar. (2) Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri. Pasal 274 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 272 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. 86 . prosedur. penyusunan norma. dan b.

Pasal 277 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri terdiri atas: a. standar. Asia. Timur Tengah dan Afrika. penyusunan norma. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika. Amerika dan Pasifik. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. dan d. ASIA. serta Eropa. penyiapan penyusunan norma. c. Subdirektorat Wilayah Asia. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata luar negeri. Asia. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 275.Bagian Kelima Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri Pasal 275 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Wilayah ASEAN. b. Timur Tengah dan Afrika. f. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Wilayah Eropa. b. d. prosedur. Subbagian Tata Usaha. prosedur. c. Amerika dan Pasifik. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. Timur Tengah dan Afrika. e. serta Eropa. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta Eropa. standar. dan 87 . dan kriteria di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. Amerika dan Pasifik.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. Laos. Brunei Darussalam. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. 88 . prosedur. dan kriteria. standar. Pasal 278 Subdirektorat Wilayah ASEAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Philipina. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Pasal 280 Subdirektorat Wilayah ASEAN terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. dan Singapura. penyusunan norma. Pasal 281 (1) Seksi Wilayah ASEAN I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. Malaysia. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. Myanmar. standar. Malaysia. Seksi Wilayah ASEAN II. prosedur. Myanmar. dan Indonesia. Laos. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.g. dan kriteria. Kamboja. Subdirektorat Wilayah ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. Seksi Wilayah ASEAN I. dan Singapura.

prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Barat. Pasal 283 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. penyusunan norma.(2) Seksi Wilayah ASEAN II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Wilayah Asia menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Seksi Wilayah Asia Timur. prosedur. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 285 (1) Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan 89 . standar. Kamboja. Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat. Philipina. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. Brunei Darussalam. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. Pasal 282 Subdirektorat Wilayah Asia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia. dan kriteria. penyusunan norma. dan Indonesia. dan b. standar. Pasal 284 Subdirektorat Wilayah Asia terdiri atas: a.

dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Asia Barat. penyusunan norma. Seksi Wilayah Afrika. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. standar. 90 . Pasal 288 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 286 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. prosedur. Seksi Wilayah Timur Tengah. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. standar. penyusunan norma. standar.kebijakan. dan kriteria. Pasal 287 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah dan Afrika. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar. (2) Seksi Wilayah Asia Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. dan b. dan kriteria. penyusunan norma.

91 . prosedur. dan kriteria. prosedur. standar. standar. Pasal 290 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika dan Pasifik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. standar. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. standar. (2) Seksi Wilayah Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. penyusunan norma. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 289 (1) Seksi Wilayah Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur.

Seksi Wilayah Pasifik. 92 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. Pasal 295 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. penyusunan norma. dan kriteria. standar. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 294 Subdirektorat Wilayah Eropa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Wilayah Eropa menyelenggarakan fungsi: a. standar. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa. standar. Pasal 293 (1) Seksi Wilayah Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Wilayah Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. Seksi Wilayah Amerika. dan b.Pasal 292 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b.

Bagian Keenam Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Pasal 299 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 297 (1) Seksi Wilayah Eropa Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri menyelenggarakan 93 . Seksi Wilayah Eropa Barat. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 299. dan b. dan kriteria. Pasal 298 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur. (2) Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 296 Subdirektorat Wilayah Eropa terdiri atas: a. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata dalam negeri. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. prosedur.

Pasal 301 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sumatera Barat. Bengkulu. dan kriteria. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. II. dan g. b. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. Riau. 94 . standar. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. II. Sumatera Utara. Sumatera Selatan. III. Jambi. IV. IV. Pasal 303 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. III. dan Kepulauan Riau. dan d. IV. f. II. prosedur. b. dan V. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. d. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. prosedur. dan V. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV e. c. Subbagian Tata Usaha. III. dan Bangka Belitung. c. dan V. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I. penyiapan penyusunan norma.fungsi: a. Pasal 302 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

Bengkulu. prosedur. Bengkulu. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Sumatera Utara. Seksi Wilayah Sumatera Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Jambi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. dan kriteria. Pasal 305 (1) Seksi Wilayah Aceh. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat.penyusunan norma. penyusunan norma. dan Kepulauan Riau. Sumatera Utara. dan Kepulauan Riau. dan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. prosedur. penyusunan norma. Seksi Wilayah Aceh. Sumatera Selatan Jambi. dan Bangka Belitung. standar. standar. Riau. standar. Sumatera Selatan. Sumatera Utara. dan Babel mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Sumatera Selatan. Riau. dan kriteria. Riau. Bengkulu. Sumatera Utara. Pasal 304 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I terdiri atas: a. Jambi. penyusunan norma. Jambi. dan b. Bengkulu. prosedur. dan b. 95 . dan Kepulauan Riau mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Bangka Belitung. dan kriteria. Riau. dan kriteria. dan Kepulauan Riau. (2) Seksi Wilayah Sumatera Barat.

Jawa Tengah. Jawa Tengah. dan DKI Jakarta. dan b. prosedur. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah. dan DKI Jakarta. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Lampung. Seksi Wilayah Lampung. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. Pasal 309 (1) Seksi Wilayah Jawa Barat. standar. Seksi Wilayah Jawa Barat. penyusunan norma. Pasal 308 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II terdiri atas: a. dan kriteria. prosedur. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. serta pemberian bimbingan 96 . standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan DKI Jakarta. Banten. dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Banten. Lampung. standar. dan b. dan kriteria. prosedur. Banten. Jawa Tengah. penyusunan norma. Pasal 307 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria.Pasal 306 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. prosedur.

dan b. dan DKI Jakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. Banten. dan kriteria.teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah Lampung. dan b. Pasal 312 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III terdiri atas: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Banten. Pasal 310 Subdirektorat Wilayah Promosi Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. dan DKI Jakarta. Seksi Wilayah Sulawesi. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. dan kriteria. Pasal 311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. prosedur. penyusunan norma. standar. Jawa Tengah. `penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. prosedur. Seksi Wilayah Kalimantan. (2) Seksi Wilayah Lampung. 97 . penyusunan norma.

standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. standar. standar. standar. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. Nusa Tenggara Timur. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Bali dan Nusa Tenggara Barat. prosedur. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 98 .Pasal 313 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyusunan norma. Pasal 314 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. penyusunan norma. prosedur. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.

standar. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Maluku dan Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan 99 . (2) Seksi Bali dan Nusa Tenggara Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua. Pasal 317 (1) Seksi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Papua Barat. Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. dan b. dan kriteria. Seksi Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. Pasal 318 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. dan kriteria.Pasal 316 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. dan kriteria. Seksi Wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.b. penyusunan norma. standar. dan b. penyusunan norma. Pasal 321 (1) Seksi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. 100 . Bagian Ketujuh Direktorat Pencitraan Indonesia Pasal 323 Direktorat Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. Seksi Papua dan Papua Barat. Pasal 320 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. Pasal 322 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. prosedur. Seksi Maluku dan Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara.

media elektronik dan digital. dan kriteria di bidang strategi dan komunikasi media cetak. dan g. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia. media elektronik dan digital.standar. b. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. Pasal 325 Direktorat Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. media elektronik dan digital. c. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan komunikasi media cetak. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital. prosedur. d. standar. Direktorat Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan. 101 . Subdirektorat Komunikasi Media Ruang. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan komunikasi media cetak. Subbagian Tata Usaha. dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. f. Kelompok Jabatan Fungsional. prosedur. e.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. prosedur. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. penyusunan norma. Pasal 328 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi pencitraan Indonesia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. prosedur. standar. standar. penyusunan norma. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. standar. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 102 . Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. standar. Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. penyusunan norma. Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 326 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.

prosedur. prosedur. dan kriteria. serta 103 . standar. Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. Pasal 333 (1) Seksi Promosi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. Seksi Promosi Media Cetak. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. standar. Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 330 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. Pasal 332 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak terdiri atas: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia melalui komunikasi media cetak. penyusunan norma. dan b.prosedur.

Pasal 334 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. prosedur. Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital. prosedur. Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. standar. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. standar. standar. Pasal 336 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital terdiri atas: a. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media elektronik dan digital. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. 104 . prosedur. dan kriteria. standar.

penyusunan norma. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. standar. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 338 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. penyusunan norma. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma.Pasal 337 (1) Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. dan kriteria. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. prosedur. 105 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media ruang. standar. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. dan kriteria.

dan kriteria. standar. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang mempunyai tugas melakukan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 341 (1) Seksi Promosi Media Ruang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. standar. Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang. dan kriteria. serta 106 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. prosedur. penyusunan norma. standar. prosedur. Seksi Promosi Media Ruang.Pasal 340 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang terdiri atas: a. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. Pasal 342 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan. standar. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.

Pasal 344 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan terdiri atas: a. dan b. standar.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. dan kriteria. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah. Pasal 346 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 345 (1) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 107 . (2) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. prosedur.

event. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi. penyiapan penyusunan norma. insentif. b. Pasal 348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 347. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Event. dan d. 108 . Event. dan minat khusus kepada korporasi. serta promosi minat khusus. dan Minat Khusus Pasal 347 Direktorat Promosi Konvensi. event. pemerintah dan non pemerintah. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah. c. serta promosi minat khusus. dan kriteria di bidang promosi konvensi. pemerintah dan non pemerintah. penyusunan norma. Pasal 349 Direktorat Promosi Konvensi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. prosedur. standar. prosedur. Direktorat Promosi Konvensi. Event. Insentif. dan minat khusus kepada korporasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. Insentif. dan Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan minat khusus. event. b. insentif. insentif. event. insentif. standar.Bagian Kedelapan Direktorat Promosi Konvensi. dan Minat Khusus terdiri atas: a. Insentif. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi konvensi. dan minat khusus kepada korporasi. pemerintah dan non pemerintah. serta promosi minat khusus. Event. Insentif.

penyusunan norma. dan kriteria. standar. penyusunan norma. dan b. dan e. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi.c. dan b. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. insentif. 109 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. dan event kepada korporasi luar negeri. prosedur. Subdirektorat Promosi Minat Khusus. insentif. Seksi Korporasi Luar Negeri. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. standar. Pasal 350 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. Seksi Korporasi Dalam Negeri. insentif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada korporasi dalam negeri dan luar negeri. dan event kepada korporasi dalam negeri. Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. prosedur. Pasal 352 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha.

standar. dan kriteria. prosedur. 110 . insentif. insentif. penyusunan norma.Pasal 353 (1) Seksi Korporasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Korporasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 354 Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada lembaga pemerintah dan non pemerintah. penyusunan norma. dan event kepada korporasi dalam negeri. dan kriteria. insentif. dan event kepada korporasi luar negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. dan kriteria. insentif. standar. dan event kepada lembaga non pemerintah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. prosedur. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. standar. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. dan event kepada lembaga pemerintah.

standar. standar. serta 111 . standar. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Non Pemerintah. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi minat khusus. dan kriteria. Pasal 357 (1) Seksi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada lembaga non pemerintah. insentif. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. Subdirektorat Promosi Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Pemerintah. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. prosedur. dan b. dan b. Pasal 358 Subdirektorat Promosi Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. standar. dan event kepada lembaga pemerintah. (2) Seksi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 356 Subdirektorat Pemerintah dan Non Pemerintah terdiri atas: a. prosedur.

dan Fungsi Pasal 363 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung 112 . Tugas. Seksi Wisata Bahari. Seksi Wisata Non Bahari. penyusunan norma. Pasal 361 (1) Seksi Wisata Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur. (2) Seksi Wisata Non Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 362 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. standar. prosedur. Pasal 360 Subdirektorat Promosi Minat Khusus terdiri atas: a. dan kriteria. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA Bagian Pertama Kedudukan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. standar.

standar. d. dan e. Sekretariat Direktorat Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Pasal 364 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dipimpin oleh Direktur Jenderal.jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. prosedur. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 366 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya terdiri atas: a. b. 113 . Direktorat Pengembangan Industri Perfilman. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. b. c.

serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan perlengkapan. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik. dan pelaporan. 114 . rumah tangga. Direktorat Pengembangan Seni Rupa. b. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. dan d.c. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. pengelolaan urusan tata persuratan. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 369 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 367 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan d. pemantauan. pengelolaan urusan kepegawaian. c. evaluasi.

Evaluasi. Bagian Hukum. pemantauan dan evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Umum dan Informasi. dan Organisasi. Pasal 372 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. c. e. pemantauan. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan c. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Subbagian Pemantauan. dan c.b. d. Pasal 373 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan 115 . Subbagian Kerja Sama. Kepegawaian. dan Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 370 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. Pasal 371 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. dan Pelaporan. Bagian Keuangan. b.

dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal.rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pemantauan. Kepegawaian. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum. dan c. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. penelaahan. pengangkatan. pengembangan. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. 116 . dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberhentian. Subbagian Hukum. Pasal 374 Bagian Hukum. evaluasi. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. Evaluasi. b. Pasal 376 Bagian Hukum. penelaahan dan bantuan hukum. Kepegawaian. perencanaan. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi terdiri atas: a. kepangkatan.

pengadaan. evaluasi. Subbagian Kepegawaian. perpindahan tempat kerja. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 377 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan penggunaan. 117 . Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.b. dan c. serta tata usaha keuangan. pemberhentian. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. b. pengembangan. perumusan. kepangkatan. dan c. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 378 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji.

penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 382 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. dan c. rumah tangga. b. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. pengelolaan urusan tata persuratan. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 381 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan 118 . dan perlengkapan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal.Pasal 380 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji.

prosedur. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Data dan Informasi. pengamanan sarana dan prasarana kantor. standar. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. perawatan. Subbagian Tata Persuratan. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Pasal 386 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. dan c. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c.Direktorat Jenderal. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. penyusunan norma. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 384 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. 119 .

penyiapan penyusunan norma. standar. dan d. b. Pasal 389 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan industri perfilman. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Produksi. penyusunan norma. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389. e. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film. dan f. Pasal 388 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. b.Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. prosedur. c. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: 120 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi industri perfilman. dan kriteria. standar. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri perfilman. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman. d. Subdirektorat Pemasaran Film.

penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman. Pasal 392 (1) Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 121 .a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. standar. Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. (2) Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival dan eksibisi film. prosedur. Pasal 393 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. Pasal 391 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman.

standar. prosedur. standar.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. 122 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. Pasal 396 (1) Seksi Festival film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi film. dan kriteria. prosedur. Pasal 397 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. Pasal 395 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film terdiri atas: a. Seksi Eksibisi Film. dan kriteria. dan b. penyusunan norma. Seksi Festival Film. penyusunan norma. penyusunan norma. (2) Seksi Eksibisi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. prosedur. standar. penyusunan norma. standar. prosedur. Seksi Pelayanan Produksi Film. Subdirektorat Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. (2) Seksi Pelayanan Produksi film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. Pasal 399 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan 123 . Pasal 401 Subdirektorat Pemasaran Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film. prosedur. dan kriteria. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. penyusunan norma. Pasal 400 (1) Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. dan b.

standar. standar. dan b. Seksi Distribusi Film. dan kriteria. dan kriteria. (2) Seksi Pertunjukan Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. Pasal 403 Subdirektorat Pemasaran Film terdiri atas: a. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. Pasal 404 (1) Seksi Distribusi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. penyusunan norma. Pasal 405 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan b. Subdirektorat Pemasaran Film menyelenggarakan fungsi: a.teknis dan evaluasi di bidang pemasaran film. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pertunjukan Film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. 124 . Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401.

b. c. d. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 408 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar.Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Pasal 406 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. standar. 125 . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. penyiapan penyusunan norma. penyusunan norma. dan d. dan kriteria di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik. prosedur. c. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan. prosedur.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. penyusunan norma. standar. prosedur. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. dan f. penyusunan norma. Pasal 411 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409.e. 126 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 412 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subbagian Tata Usaha. Pasal 409 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. dan kriteria. dan b. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan. penyusunan norma. Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. prosedur. Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik terdiri atas: a. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. Pasal 416 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Musik mempunyai tugas melakukan 127 . dan kriteria. Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. standar. Seksi Kreasi dan Produksi Musik.(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. standar. Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri musik. dan kriteria.

penyusunan norma. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. standar. Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 419 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan dan industri musik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. prosedur. prosedur. dan kriteria. standar. dan kriteria.penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan 128 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik.

Pasal 421 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. standar. Pasal 420 (1) Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. penyusunan norma. penyusunan norma. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemasaran Industri Musik. penyusunan norma.b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. dan kriteria. 129 . prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. standar. prosedur. dan kriteria. prosedur. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Pemasaran Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang infrastruktur dan dokumentasi seni pertunjukan dan industri musik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria.

standar. 130 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. Pasal 425 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan. penyusunan norma. standar. Pasal 424 (1) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. dan kriteria. Bagian Keenam Direktorat Pengembangan Seni Rupa Pasal 426 Direktorat Pengembangan Seni Rupa mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. dan kriteria. Seksi Dokumentasi dan Publikasi. prosedur. (2) Seksi Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 423 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. dan b.

Direktorat Pengembangan Seni Rupa menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan. Pasal 428 Direktorat Pengembangan Seni Rupa terdiri atas: a. b. e. standar. c. penyiapan penyusunan norma. dan d. b. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa murni. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Pasal 429 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Subdirektorat Pengembangan Fotografi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni rupa. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni. dan kriteria di bidang pengembangan seni rupa. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni menyelenggarakan fungsi: 131 . dan f.Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. prosedur. Subbagian Tata Usaha. d.

(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. standar. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa terapan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni. Pasal 432 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. standar. 132 . dan b. prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.a. dan kriteria. Pasal 431 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni terdiri atas: a. dan kriteria. Pasal 433 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. prosedur. standar.

penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. dan b. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 133 . Pasal 436 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. standar. Pasal 435 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. prosedur. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan. dan b. prosedur. dan kriteria. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433.

penyusunan norma. standar. prosedur. prosedur. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 440 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. prosedur. penyusunan norma. 134 .Pasal 437 Subdirektorat Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan fotografi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Pengembangan Fotografi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. dan kriteria. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Pasal 439 Subdirektorat Pengembangan Fotografi terdiri atas: a. dan kriteria. dan b. standar. dan kriteria. dan kriteria.

Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Pasal 443 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi terdiri atas: a. dan b. penyusunan norma. Pasal 441 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 444 (1) Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. standar. Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa. penyusunan norma. dan b. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 135 . dan kriteria.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. standar. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi menyelenggarakan fungsi: a. standar. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran dan pengembangan apresiasi.

dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. (2) Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Fungsi Pasal 446 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 447 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Pasal 445 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Bagian Pertama Kedudukan. Desain. DESAIN. Tugas. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa.prosedur. BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. Desain. Desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas merumuskan 136 . (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. standar.

desain. b. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terdiri atas: a. prosedur. d. desain. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. c. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Direktorat Desain dan Arsitektur. c. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. desain. Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Desain. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447. desain. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi.serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis media. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan d. Desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. Desain. penyusunan norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan e. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 449 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. b. desain. standar. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. 137 . pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. b. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. Pasal 452 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pengelolaan urusan tata persuratan. c. pemantauan. rumah tangga. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. Desain. Bagian Keuangan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan Organisasi. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan perlengkapan. b. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. d. pengelolaan urusan kepegawaian. 138 . serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaporan. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Bagian Hukum.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 450 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Desain. dan e. Bagian Umum dan Informasi. Kepegawaian. c. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi. dan d.

(2) Subbagian Pemantauan. evaluasi. Pasal 456 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. dan Pelaporan. Evaluasi. b. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan c. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan.Pasal 453 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. b. Subbagian Pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Evaluasi. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 455 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. 139 . dan c. pemantauan dan evaluasi. Subbagian Kerja Sama.

Kepegawaian. Kepegawaian. Subbagian Hukum. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. pengembangan. penelaahan. kepangkatan. Pasal 460 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan 140 . perencanaan. Kepegawaian. koordinasi. penelaahan dan bantuan hukum. pemberhentian. Pasal 457 Bagian Hukum. dan c. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 459 Bagian Hukum. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan.(3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Hukum. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pengangkatan. dan c. b. dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.

bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 461 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 463 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan 141

c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 464 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 465 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 465, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

142

Bagian Umum a. Subbagian b. Subbagian c. Subbagian

Pasal 467 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan; Rumah Tangga dan Perlengkapan; dan Data dan Informasi.

Pasal 468 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan, perawatan, pengamanan sarana dan prasarana kantor, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Pasal 469 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143

469, Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; b. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 471 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik; b. Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; c. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video; d. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 472 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan film animasi dan komik. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472, Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta 144

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi; dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 474 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik terdiri atas: a. Seksi Film Animasi; dan b. Seksi Komik. Pasal 475 (1) Seksi Film Animasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi. (2) Seksi Komik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan tulisan fiksi dan non fiksi. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476, Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi, menyelenggarakan fungsi: 145

dan kriteria. standar. penyusunan norma. standar. dan kriteria. Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi. terdiri atas: a. 146 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. (2) Seksi Tulisan Non Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 479 (1) Seksi Tulisan Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. Seksi Tulisan Fiksi. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif audio dan video. standar. prosedur. prosedur. Seksi Tulisan Non Fiksi. prosedur. Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma.a. penyusunan norma.

dan b. (2) Seksi Karya Kreatif Video mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. Pasal 483 (1) Seksi Karya Kreatif Audio mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 482 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video terdiri atas: a. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Karya Kreatif Video. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan 147 . prosedur. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. Seksi Karya Kreatif Audio. penyusunan norma.Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Iklan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan elektronik. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan cetak. 148 . prosedur. dan b. Seksi Iklan Elektronik.kebijakan. penyusunan norma. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan elektronik. standar. penyusunan norma. prosedur. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan cetak. Seksi Iklan Cetak. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif periklanan. Pasal 486 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan terdiri atas: a. Pasal 487 (1) Seksi Iklan Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. standar. standar. dan b.

Direktorat Desain dan Arsitektur menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Subbagian Tata Usaha. prosedur. Bagian Kelima Direktorat Desain dan Arsitektur Pasal 489 Direktorat Desain dan Arsitektur mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior. dan kriteria di bidang desain dan arsitektur. Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan. 149 . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. penyiapan penyusunan norma. penyusunan norma. dan d. Subdirektorat Mode. standar.Pasal 488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. Pasal 490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 489. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. e. Subdirektorat Komunikasi Visual. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang desain dan arsitektur. Pasal 491 Direktorat Desain dan Arsitektur terdiri atas: a. b. d. c. dan f. standar. b.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur dan desain interior. dan kriteria. Pasal 494 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. dan kriteria. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 492 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. standar. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. prosedur. 150 . standar. standar. standar. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Desain Interior. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. Pasal 495 (1) Seksi Arsitektur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Arsitektur. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. prosedur. standar. (2) Seksi Desain Interior mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b.

dan b. prosedur. (2) Seksi Komunikasi Visual mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Desain Grafis. prosedur. dan b. Pasal 498 Subdirektorat Komunikasi Visual terdiri atas: a. Seksi Komunikasi Visual. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. Subdirektorat Komunikasi Visual menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. standar. Pasal 499 (1) Seksi Desain Grafis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. prosedur.Pasal 496 Subdirektorat Komunikasi Visual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. penyusunan norma. standar. prosedur. 151 .

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 503 (1) Seksi Desain Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. 152 . standar. dan kriteria. prosedur. dan b. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk dan desain kemasan. standar. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. Pasal 502 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan terdiri atas: a. Seksi Desain Produk. prosedur. (2) Seksi Desain Kemasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. dan b. penyusunan norma. prosedur. standar. prosedur.Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. Seksi Desain Kemasan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan menyelenggarakan fungsi: a.

prosedur. standar. Seksi Desain Busana. prosedur. prosedur. (2) Seksi Desain Non Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. Pasal 507 (1) Seksi Desain Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Mode menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mode.Pasal 504 Subdirektorat Mode mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. Seksi Desain Non Busana. dan kriteria. standar. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. 153 . penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 506 Subdirektorat Mode terdiri atas: a. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. standar.

b. prosedur. Subdirektorat Akses Pembiayaan. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis.Pasal 508 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Sentra Kreatif. dan 154 . Subdirektorat Lisensi Teknologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. c. standar. dan kriteria. c. penyusunan norma. Pasal 511 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi terdiri atas: a. d. prosedur. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerja sama dan fasilitasi. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. e. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. standar. dan kriteria di bidang kerja sama dan fasilitasi. Bagian Keenam Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi Pasal 509 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subbagian Tata Usaha. dan d.

dan kriteria. Subdirektorat Lisensi Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi mempunyai tugas 155 . standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. Pasal 514 Subdirektorat Lisensi Teknologi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. dan kriteria. dan kriteria. standar. Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi lisensi teknologi. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi.f. prosedur. prosedur. penyusunan norma. Pasal 512 Subdirektorat Lisensi Teknologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 515 (1) Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Kelompok Jabatan Fungsional. standar. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. dan b. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. Pasal 516 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. standar. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. prosedur. dan kriteria. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. penyusunan norma. dan b. prosedur. standar. dan kriteria. Pasal 518 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis. penyusunan norma. standar.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. 156 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sentra inovasi dan inkubator bisnis. Pasal 519 (1) Seksi Pengembangan Sentra Inovasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Sentra Inovasi. standar. dan kriteria.

Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan sentra kreatif. Pasal 520 Subdirektorat Sentra Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Seksi Pengembangan Sentra Kreatif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. prosedur.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. (2) Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Sentra Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan kriteria. dan b. standar. penyusunan norma. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 522 Subdirektorat Sentra Kreatif terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi sentra kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra kreatif. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. standar. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. (1) Seksi Pasal 523 Pengembangan Sentra Kreatif mempunyai tugas 157 .

dan b. penyusunan norma. standar. prosedur. prosedur. penyusunan norma.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. standar. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan Sentra Kreatif. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan. Subdirektorat Akses Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan Sentra Kreatif. Seksi Akses Pembiayaan Non Bank. dan kriteria. prosedur. prosedur. prosedur. Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. (2) Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. dan kriteria. standar. Seksi Akses Pembiayaan Bank. Pasal 526 Subdirektorat Akses Pembiayaan terdiri atas: a. Pasal 524 Subdirektorat Akses Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 158 . penyusunan norma. dan kriteria.

prosedur. BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. prosedur. penyusunan norma. Pasal 530 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. standar. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. penyusunan norma.Pasal 527 (1) Seksi Akses Pembiayaan Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. (2) Seksi Akses Pembiayaan Non Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 159 . Tugas dan Fungsi Pasal 529 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan kriteria. Pasal 528 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. d. Inspektorat I. 160 . b. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. review. Inspektorat III. dan e. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. pemantauan. dan kegiatan pengawasan lainnya. c. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 533 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Inspektorat II. dan d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 532 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. evaluasi. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

Bagian Kepegawaian. dan d. pelaksanaan koordinasi. kegiatan dan penganggaran. c. pelaksanaan analisis dan pemantauan serta advokasi atas laporan hasil pengawasan dan penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pengawasan masyarakat. perlengkapan dan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 .Pasal 534 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 533. organisasi. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Inspektorat jenderal. Bagian Umum. dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. Pasal 536 Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana program. b. dan e. c. pelaksanaan urusan tata usaha. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rencana program dan penganggaran serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 535 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Perencanaan dan Evaluasi. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan.

Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan. Bagian Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan hasil pengawasan.536. dan pelaporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. evaluasi. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. dan b. kegiatan dan penganggaran Inspektorat Jenderal. 162 . Pasal 538 Bagian Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan pemantauan. analisis. dan b. kegiatan dan penganggaran. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan rencana program. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana program. evaluasi. analisis. Subbagian Perencanaan. Pasal 540 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan serta pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. dan b. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyusunan rencana program. Pasal 539 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal.

pelaksanaan penyusunan rencana formasi. dan b.Pasal 542 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas: a. dan b. Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. pengembangan. pengangkatan. penataan. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 546 Bagian Kepegawaian. analisis. Subbagian Analisis Hasil Pengawasan. 163 . Pasal 544 Bagian Kepegawaian. pengadaan. penyiapan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. evaluasi dan penyusunan laporan tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Kepegawaian. Pasal 543 (1) Subbagian Analisis Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. kepangkatan. analisis. Subbagian Kepegawaian. dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pengawasan. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan b. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. (2) Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.

dan b. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. kepangkatan. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. rumah tangga. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengadaan. dan b.Pasal 547 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiaapan bahan penyusunan rencana formasi. rumah tangga. pelaksanaan urusan tata usaha persuratan. kearsipan. Pasal 550 Bagian Umum terdiri atas: a. Pasal 551 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha persuratan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan. rumah tangga. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengangkatan. kearsipan. 164 . pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Keuangan. kearsipan. perlengkapan serta keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengambangan. Pasal 548 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha persuratan.

reviu. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. Desain dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pasal 554 Inspektorat I terdiri atas: a. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Sekretariat Jenderal. pemantauan. dan e. reviu. Pasal 553 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 552. pemantauan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. b.Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 552 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I. evaluasi. dan b. dan kegiatan pengawasan lainnya. evaluasi. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 555 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat I. dan kegiatan pengawasan lainnya. 165 . c. d. serta penyusunan laporan. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. penyusunan laporan hasil pengawasan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyusunan rencana dan program pengawasan intern.

Pasal 559 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat II. dan kegiatan pengawasan lainnya. Subbagian Tata Usaha. Pasal 558 Inspektorat II terdiri atas: a. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. dan b.Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 556 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. d. reviu. 166 . serta penyusunan laporan. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. pemantauan. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. c. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan laporan hasil pengawasan. reviu. pemantauan. evaluasi.

d. Pasal 561 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 560. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 563 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat III. dan kegiatan pengawasan lainnya. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. evaluasi. penyusunan laporan hasil pengawasan. reviu. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. c. pemantauan. b. evaluasi. Subbagian Tata Usaha. serta penyusunan laporan. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan e. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 562 Inspektorat III terdiri atas: a. pemantauan. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 560 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. dan b. 167 .

(2) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala Badan. Tugas. Pasal 566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565. 168 . Pasal 565 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. c. pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. b.BAB IX BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Bagian Pertama Kedudukan. pemantauan. dan d. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program pengembangan sumber daya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. dan Fungsi Pasal 564 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan. Sekretariat Badan. evaluasi dan pelaporan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 568 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. dan e. serta kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. penataan dan peningkatan kapasitas organisasi 169 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 567 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. d. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif. b. c. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.

rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. dan d. Organisasi. dan Kepegawaian. akuntansi dan verifikasi. pemantauan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 570 Sekretariat Badan terdiri atas: a.dan tata laksana. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan 170 . c. Bagian Hukum. program dan anggaran serta fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. Bagian Keuangan. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Pasal 571 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran. perbendaharaan dan gaji. d. Bagian Umum dan Informasi. penerimaan dan pengeluaran anggaran. data dan informasi. dan e. pengelolaan urusan persuratan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pengelolaan penggunaan. serta pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana. serta inventarisasi kekayaan milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

evaluasi. penelaahan dan bantuan hukum. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Organisasi. penataan 171 . Evaluasi.penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. Pasal 573 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Pemantauan. b. (2) Subbagian Pemantauan. Subbagian Kerja Sama. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan c. pelaksanaan fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan pemantauan. dan Pelaporan. dan c. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pasal 574 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 575 Bagian Hukum.

Organisasi. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. perpindahan tempat kerja. perumusan dan 172 . kepangkatan. dan pengembangan. b. Subbagian Hukum. serta pelaksanaan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan. pengadaan. penelaahan dan bantuan hukum. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. pelaksanaan perencanaan formasi. b. penelaahan dan bantuan hukum. Pasal 578 (1) Subbagian Hukum.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. serta pemantauan. dan c. evaluasi. Pasal 577 Bagian Hukum. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Tata Laksana. Organisasi. Subbagian Mutasi Pegawai. evaluasi. pelaksanaan penyiapan bahan pengangkatan. penyusunan peraturan perundang-undangan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Organisasi. Bagian Hukum. Organisasi. dan c. dan Kepegawaian terdiri atas: a. serta pemantauan. pelaksanaan koordinasi perumusan.

Pasal 581 Bagian Keuangan terdiri atas: 173 . pengadaan dan pengembangan. pelaksanaan pengelolaan penggunaan. dan c. kepangkatan. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pemberhentian. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. b. perpindahan tempat kerja. (2) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. serta tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagaian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 579 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji.penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja Negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan b. c. b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. data dan informasi. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 174 . Pasal 583 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Pasal 582 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. pelaksanaan urusan tata persuratan. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. data dan informasi.a.

dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan 175 . Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Pasal 587 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan kepariwisataan. data dan informasi. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program kegiatan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Subbagian Tata Persuratan. Data dan Informasi.Pasal 585 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. serta pemantauan. Pasal 586 (1) Subbagian Tata Persuratan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. pengembangan sistem dan metoda.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. rencana dan program kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 589 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan terdiri atas: a. Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Subbidang Evaluasi. Bidang Program dan Evaluasi.b. dan b. Pasal 592 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. dan b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan bahan pemantauan. 176 . Bidang Data dan Publikasi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan c. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. Subbidang Program. b. Pasal 590 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan pelayanan. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan.Pasal 593 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. pelayanan serta penyajian dan publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 594 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. evaluasi. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. Pasal 597 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. 177 . pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengolahan. Pasal 596 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyajian. rencana dan program kegiatan. Subbidang Data. Subbidang Publikasi. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan b.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. 178 . Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif Pasal 598 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan ekonomi kreatif. pengembangan sistem dan metoda. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. dan c. Bidang Data dan Publikasi. b. rencana dan program kegiatan. penyusunan kebijakan teknis.(2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. Bidang Program dan Evaluasi. Pasal 600 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. penyajian. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. serta pemantauan. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan.

kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 603 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b.Pasal 601 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. pelayanan serta penyajian dan 179 . Pasal 604 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. Pasal 605 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. rencana dan program kegiatan. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. evaluasi. dan b. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pengolahan. Subbidang Program. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. Subbidang Evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.

dan b. 180 . dan b. Pasal 608 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyajian. pelaksanaan pelayanan. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 609 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Subbidang Publikasi. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Subbidang Data. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi : a. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. (2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan.publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 607 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. penyajian.

dan c. pengembangan kurikulum. perumusan kebijakan teknis. sistem dan metoda. perumusan kebijakan teknis. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisatan menyelenggarakan fungsi: 181 . pengembangan kurikulum. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang ekonomi kreatif. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. dan b. Pasal 611 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. penyusunan rencana dan program kegiatan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang kepariwisataan. sistem dan metoda. Pasal 612 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. sistem dan metoda. penyusunan rencana dan program kegiatan. pengembangan kurikulum.Pasal 610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif. b. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 614 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan terdiri atas: a. penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. dan b. pengembangan kurikulum. Pasal 616 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. Subbidang Program dan Evaluasi. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. dan b. sistem 182 . serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan.a. pengembangan kurikulum. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 615 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. pengembangan kurikulum. sistem dan metoda. penyusunan rencana program dan kegiatan. penyusunan rencana program dan kegiatan. sistem dan metoda. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama.

dan metoda. penyusunan rencana program dan kegiatan. desain. penyusunan rencana program dan kegiatan. desain. dan b. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan 183 . serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. Pasal 618 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. sistem dan metoda. dan b. penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. Pasal 619 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Subbidang Program dan Evaluasi. pengembangan kurikulum. pengembangan kurikulum. sistem dan metoda. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. desain. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media.

budaya serta berbasis media, desain, dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 620 Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620, Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 622 Pusat Pengembangan Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Bidang Kompetensi Kepariwisataan; b. Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif; dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 623 Bidang Kompetensi Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, 184

evaluasi, pelaporan, dan kerja sama pelaksanaan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623, Bidang Kompetensi Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 625 Bidang Kompetensi Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 626 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 627 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif. 185

Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627, Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 629 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 630 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. BAB X STAF AHLI Pasal 631 (1) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibantu oleh 4 (empat) Staf Ahli. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 186

(3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan Badan. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian pada Biro Umum. Pasal 632 Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Kreatif; b. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi; c. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; dan d. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karya

(1)

(2) (3) (4)

Pasal 633 Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah perlindungan keanekaragaman karya kreatif. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah jasa ekonomi. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah hubungan antar lembaga. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

187

BAB XI PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 634 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala. Pasal 635 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan pengembangan teknologi informasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635, Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan penyusunan data dan informasi; dan b. pelaksanaan pengembangan teknologi informasi. Pasal 637 Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Data; b. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi; c. Subbagian Tata Usaha; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 638 Bidang Pengelolaan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. 188

Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data. dan b. 189 . (2) Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Bidang Pengelolaan Data menyelenggarakan fungsi: a. analisis. Pasal 640 Bidang Pengelolaan Data terdiri atas: a. penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasal 642 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. Pasal 641 (1) Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan identifkasi. dan b.Pasal 639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. Pasal 643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. analisis. jaringan dan infrastruktur teknologi informasi. pengumpulan. dan b. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pengolahan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. pengumpulan. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. dan evaluasi data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data.

(2) Subbidang Jaringan dan Infrastruktur mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI Pasal 647 (1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 648 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 646 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Informasi.Pasal 644 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi terdiri atas: a. Subbidang Sistem Aplikasi. (2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dipimpin oleh Kepala. dan b. 190 . Pasal 645 (1) Subbidang Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. Subbidang Jaringan dan Infrastruktur.

Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. d. perlengkapan. penyusunan rencana dan program serta kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. f. Bidang Penyelenggaraan. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 650 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai terdiri atas: a. kepegawaian. dan g. pelayanan teknis pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyiapan materi pendidikan dan pelatihan. Pasal 651 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan 191 . Bagian Tata Usaha. kearsipan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. b. c. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. surat menyurat. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan d. e.Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648. b.

pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Umum. sistem dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 653 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. rumah tangga. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. Subbagian Keuangan. dan perlengkapan. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. dan perlengkapan. Pasal 657 Bidang Program dan Kerja Sama terdiri atas: a. ketatausahaan. dan b. perumusan.b. penyusunan dan pengembangan kurikulum. serta hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 655 Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. 192 . rumah tangga. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan b. penyusunan program pendidikan dan pelatihan pegawai. ketatausahaan. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan instansi dan lembaga. dan c. penyusunan kebijakan dan program. Pasal 654 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Subbidang Program. b. Subbidang Kerja Sama.

193 . penyusunan program. serta pengembangan kurikulum. dan c.Pasal 658 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. perumusan. dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 659 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan b. Pasal 662 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. Pasal 661 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a. pelaksanaan evaluasi dan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan struktural pegawai. evaluasi. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. sistem.

BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 663 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664.(2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan urusan tata usaha Pusat Komunikasi Publik. dunia usaha dan masyarakat dalam dan luar negeri. pelaksanaan publikasi. dan pelayanan informasi serta dokumentasi. 194 . hubungan media massa. pengolahan. pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara/pemerintah. dan d. evaluasi. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh Kepala. b. serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan diklat pimpinan. Pasal 664 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan komunikasi publik melalui publikasi dan analisis berita. serta analisis berita dan opini publik. pameran. dan pencitraan. c. pemberitaan. serta hubungan antar lembaga. pelayanan informasi publik.

dan e.Pasal 666 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. serta hubungan dengan media massa. publikasi. pengolahan. 195 . c. Subbidang Publikasi dan Pemberitaan. pemberitaan. pelaksanaan publikasi. hubungan media massa. serta analisis berita dan opini publik. dan penyajian pemberitaan. Bidang Hubungan Antar Lembaga. analisis berita dan opini publik serta pencitraan. dan b. pemberitaan. pelaksanaan analisis berita dan opini publik serta pencitraan. Bidang Publikasi dan Analisis Berita. Bidang Publikasi dan Analisis Berita menyelenggarakan fungsi: a. dan pencitraan. dan pencitraan. d. Subbidang Analisis Berita. pameran. dan b. pameran. Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 667 Bidang Publikasi dan Analisis Berita mempunyai tugas melaksanakan publikasi. Pasal 670 (1) Subbidang Publikasi dan Pemberitaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. b. Bidang Informasi Publik. (2) Subbidang Analisis Berita mempunyai tugas melakukan pameran. Subbagian Tata Usaha. Pasal 669 Bidang Publikasi dan Analisis Berita terdiri atas: a. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. hubungan media massa.

dan dokumentasi informasi. Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. pelaksanaan pengemasan.Pasal 671 Bidang Informasi Publik mempunyai tugas pelaksanaan pelayanan informasi publik serta pengelolaan informasi dan dokumentasi. penyajian. Pasal 676 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. Bidang Informasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pelayanan Informasi. dan b. pelaksanaan pengumpulan. pengelolaan. dan pelayanan pengguna informasi. pengelolaan. dan pelayanan pengguna informasi. dan dokumentasi informasi. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: 196 . dan b. penyajian. Pasal 674 (1) Subbidang Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengemasan. Pasal 675 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah dan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi. Pasal 673 Bidang Informasi Publik terdiri atas: a. (2) Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan.

pelaksanaan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah. BAB XIV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 680 Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional sesuai kebutuhan. pelaksanaan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah. 197 .a. (2) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. dan b. Pasal 678 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga Negara/ Pemerintah. Pasal 679 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Komunikasi Publik. dan b. Pasal 677 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. Pasal 681 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan tugas sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah.

(1) (2) (3) (4) Pasal 682 Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. BAB XVI TATA KERJA Pasal 684 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif wajib 198 . Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. BAB XV UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 683 (1) Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis tertentu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 687 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugasnya masing-masing. (2) Dalam menyampaikan laporan kepada pimpinan satuan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 686 (1) Setiap laporan dari bawahan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dan dalam 199 .menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 685 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

a. Sekretaris Direktorat Jenderal. Inspektur.rangka bimbingan kepada bawahannya wajib mengadakan rapat berkala. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Direktur Jenderal. Inspektur Jenderal. Pasal 690 Pejabat struktural eselon I. Direktur. Kepala Badan. PENGANGKATAN.a.a.a.a. BAB XVII ESELON.b atau serendahrendahnya eselon II. DAN PEMBERHENTIAN (1) (2) (3) (4) (5) Pasal 689 Sekretaris Jenderal. Kepala Biro. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Pasal 691 (1) Wakil Menteri. Sekretaris Jenderal. Kepala Bagian. Inspektur Jenderal.a. Kepala Seksi. Direktur Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kepala Subbagian. dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. 200 .a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan eselon I. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Sekretaris Badan dan Kepala Pusat adalah jabatan struktural eselon II.

201 . BAB XIX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 694 Semua peraturan pelaksanaan dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.27/HK. Pasal 693 Perubahan pembagian obyek pengawasan Inspektorat yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 692 Perubahan atas organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. Pasal 695 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Menteri ini seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian sampai dengan diatur kembali berdasarkan Peraturan Menteri ini.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Peraturan Menteri ini.

27/HK.BAB XX PENUTUP Pasal 696 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Pasal 697 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. ttd. AMIR SYAMSUDIN 202 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2012 MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM. ttd. MARI ELKA PANGESTU Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 13 Februari 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang mengetahuinya.

19590617 198803 1 005 203 .BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 196 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. MM NIP. ZAINI BUSTAMAN. SH.

DAN IPTEK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF WAKIL MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STAF AHLI 204 INSPEKTORAT JENDERAL DITJEN PEMASARAN PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA PUSAT DATA DAN INFORMASI SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. DESAIN.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF NOMOR : PM.

SEKRETARIAT JENDERAL 205 BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT DATA DAN INFORMASI PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BAGIAN RENCANA PROGRAM BAGIAN PENGANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA 206 SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM I SUBBAGIAN PENGANGGARAN I SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM II SUBBAGIAN PENGANGGARAN II SUBBAGIAN PELAPORAN KEMENTERIAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM III SUBBAGIAN ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PENGANGGARAN III DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PENYIAPAN BAHAN PIMPINAN SUBBAGIAN FASILITASI REFORMASI BIROKRASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI 207 SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN KEPARIWISATAAN SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM SUBBAGIAN PERENCANAAN PEGAWAI SUBBAGIAN PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN PERJANJIAN DAN RATIFIKASI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI HUKUM SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN 208 SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN I SUBBAGIAN TATA KELOLA PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN AKUNTANSI I SUBBAGIAN VERIFIKASI PENDAPATAN DAN BELANJA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN II SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PEMANTAUAN ANGGARAN DAN PNBP SUBBAGIAN AKUNTANSI II SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN KEUANGAN SUBBAGIAN REKONSILIASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KAWASAN PERTUMBUHAN SUBBAGIAN MITRA WICARA ASEAN SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN I SUBBAGIAN KERJA SAMA EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN II SUBBAGIAN WTO DAN OI LAINNYA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . TIMTENG.BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN KERJA SAMA BILATERAL BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL ASEAN BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL NON ASEAN BAGIAN KERJA SAMA MULTILATERAL 209 SUBBAGIAN ASIA PASIFIK SUBBAGIAN ASEAN SUBBAGIAN INTRA KAWASAN SUBBAGIAN UNWTO SUBBAGIAN AMERIKA DAN EROPA SUBBAGIAN AFRIKA.

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN LAYANAN PENGADAAN 210 SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BMN SUBBAGIAN TATA USAHA WAMEN SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKJEN SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN PENGADAAN SUBBAGIAN PENGAMANAN SUBBAGIAN BIMBINGAN TEKNIS SUBBAGIAN TATA PERSURATAN .

INSENTIF. KONVENSI. DAN EVENT .DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 211 DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS.

DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 212 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. EVALUASI. KEPEGAWAIAN.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM.

DESAIN. II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL. DAN IPTEK SEKSI PROMOSI INVESTASI . II SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS MEDIA. I SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL. I SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKSI PENGEMBANGAN POTENSI INVESTASI SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL.DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN ZONA KREATIF SUBDIREKTORAT KAWASAN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SUBDIREKTORAT INVESTASI PARIWISATA 213 SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH II SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH III SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH IV 214 SEKSI WILAYAH BALI SEKSI WILAYAH NTB DAN NTT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH JAWA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA SEKSI WILAYAH SUMATERA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH PAPUA. DAN PAPUA BARAT .

DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SARANA PARIWISATA SUBDIREKTORAT JASA PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH II 215 SEKSI JASA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH I.A SEKSI JASA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH I.B KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI SARANA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH II.B .A SEKSI SARANA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH II.

DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN DAN PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN KOMUNIKASI 216 SEKSI WILAYAH I SEKSI WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERANCANGAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KEMITRAAN MASYARAKAT SEKSI DOKUMENTASI SEKSI PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KELEMBAGAAN MASYARAKAT SEKSI KOMUNIKASI .

INSENTIF. DAN EVENT 217 SEKSI PENGEMBANGAN WISATA SPA DAN KESEHATAN SEKSI PENGEMBANGAN WISATA OLAH RAGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PENGEMBANGAN WISATA KULINER SEKSI PENGEMBANGAN WISATA ALAM SEKSI FASILITASI WISATA KONVENSI. INSENTIF. INSENTIF. INSENTIF. DAN EVENT .DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS KONVENSI. DAN EVENT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KULINER DAN BELANJA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA ALAM DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN REKREASI DAN HIBURAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KONVENSI. DAN EVENT SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BELANJA SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA SEKSI SARANA DAN PRASARANA WISATA KONVENSI.

EVENT. INSENTIF.DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 218 DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. DAN MINAT KHUSUS DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFOMASI PARIWISATA .

KEPEGAWAIAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . EVALUASI.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 219 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFORMASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA DAN WIDYA WISATA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN PEMASARAN PARIWISATA 220 SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI WIDYA WISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT WILAYAH ASEAN SUBDIREKTORAT WILAYAH ASIA SUBDIREKTORAT WILAYAH TIMUR TENGAH DAN AFRIKA SUBDIREKTORAT WILAYAH AMERIKA DAN PASIFIK SUBDIREKTORAT WILAYAH EROPA 221 SEKSI WILAYAH ASIA SELATAN DAN BARAT SEKSI WILAYAH TIMUR TENGAH SEKSI WILAYAH ASIA TIMUR SEKSI WILAYAH AFRIKA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ASEAN I SEKSI WILAYAH AMERIKA SEKSI WILAYAH EROPA BARAT SEKSI WILAYAH ASEAN II SEKSI WILAYAH PASIFIK SEKSI WILAYAH EROPA TENGAH DAN TIMUR .

RIAU DAN KEP. & BANGKA BELITUNG . DAN DKI JAKARTA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH BALI DAN NTB SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ACEH. BENGKULU. DAN D. BANTEN. SUMUT.I.YOGYAKARTA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH JAWA TIMUR DAN NTT SEKSI WILAYAH PAPUA DAN PAPUA BARAT SEKSI WILAYAH LAMPUNG. JAWA TENGAH.RIAU SEKSI WILAYAH SUMBAR.DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH I SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH II SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH III SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH IV SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH V 222 SEKSI WILAYAH JAWA BARAT. SUMSEL. JAMBI.

DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT STRATEGI PENCITRAAN INDONESIA SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA CETAK SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA RUANG SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN KEMITRAAN 223 SEKSI PROMOSI MEDIA CETAK SEKSI PROMOSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA CETAK SEKSI PERENCANAAN PENCITRAAN INDONESIA SEKSI PROMOSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SEKSI PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENCITRAAN INDONESIA SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA NON-PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DAN MINAT KHUSUS SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE KORPORASI SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH SUBDIREKTORAT PROMOSI MINAT KHUSUS 224 SEKSI KORPORASI DALAM NEGERI SEKSI PEMERINTAH SEKSI WISATA BAHARI SEKSI KORPORASI LUAR NEGERI SEKSI NON PEMERINTAH SEKSI WISATA NON BAHARI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . EVENT.DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. INSENTIF.

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 225 DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA .

DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 226 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. EVALUASI. KEPEGAWAIAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT FASILITASI INDUSTRI PERFILMAN SUBDIREKTORAT FESTIVAL DAN EKSIBISI FILM SUBDIREKTORAT SUBDIREKTORAT PRODUKSI FILM PRODUKSI SUBDIREKTORAT PEMASARAN FILM 227 SEKSI FESTIVAL FILM SEKSI PENGEMBANGAN KONTEN DAN LOKASI FILM SEKSI EKSIBISI FILM SEKSI PELAYANAN PRODUKSI FILM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FASILITASI USAHA PERFILMAN SEKSI DISTRIBUSI FILM SEKSI FASILITASI KEGIATAN PERFILMAN SEKSI PERTUNJUKAN FILM .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT INFRASTRUKTUR DAN DOKUMENTASI SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK 228 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI MUSIK SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SEKSI PEMASARAN INDUSTRI MUSIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUK SENI PERTUNJUKAN SEKSI PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PERTUNJUKAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SUBDIREKTORAT PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN APRESIASI 229 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA TERAPAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA MURNI SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA FOTOGRAFI SEKSI DISTRIBUSI DAN KOMERSIALISASI KARYA SENI RUPA SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SEKSI APRESIASI KARYA SENI RUPA .

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. DAN IPTEK SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 230 DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI . DESAIN.

DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI . KEPEGAWAIAN.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. EVALUASI. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 231 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FILM ANIMASI DAN KOMIK SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TULISAN FIKSI DAN NON FIKSI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF AUDIO DAN VIDEO SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF PERIKLANAN 232 SEKSI TULISAN FIKSI SEKSI KARYA KREATIF AUDIO SEKSI KOMIK SEKSI TULISAN NON FIKSI SEKSI KARYA KREATIF VIDEO KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FILM ANIMASI SEKSI IKLAN CETAK SEKSI IKLAN ELEKTRONIK .

DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ARSITEKTUR DAN DESAIN INTERIOR SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI VISUAL SUBDIREKTORAT DESAIN PRODUK DAN KEMASAN SUBDIREKTORAT MODE 233 SEKSI ARSITEKTUR SEKSI DESAIN GRAFIS SEKSI KOMUNIKASI VISUAL SEKSI DESAIN PRODUK SEKSI DESAIN BUSANA SEKSI DESAIN INTERIOR SEKSI DESAIN KEMASAN SEKSI DESAIN NON BUSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT LISENSI TEKNOLOGI SUBDIREKTORAT SENTRA INOVASI DAN INKUBATOR BISNIS SUBDIREKTORAT SENTRA KREATIF SUBDIREKTORAT AKSES PEMBIAYAAN 234 SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA INOVASI SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN BANK SEKSI PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS SEKSI PENGELOLAAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN NON BANK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI LISENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SEKSI LISENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI .

INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL 235 INSPEKTORAT II INSPEKTORAT I INSPEKTORAT III .

DAN TATA LAKSANA BAGIAN UMUM 236 SUBBAGIAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERENCANAAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN . ORGANISASI.SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN EVALUASI BAGIAN ANALISIS DAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN BAGIAN KEPEGAWAIAN.

INSPEKTORAT I SUBBAGIAN TATA USAHA 237 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT II SUBBAGIAN TATA USAHA 238 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT III SUBBAGIAN TATA USAHA 239 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 240 PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF .

DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 241 SUBBAGIAN HUKUM. DATA. DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN. ORGANISASI. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA . DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN MUTASI PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. EVALUASI. ORGANISASI.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN 242 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF 243 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 244 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN BIDANG PENGEMBANGAN SDM EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA .

PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 245 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KOMPETENSI KEPARIWISATAAN BIDANG KOMPETENSI EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA .

PUSAT DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PENGELOLAAN DATA BIDANG PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI 246 SUBBIDANG PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG PENYIMPANAN DAN PELAYANAN DATA SUBBIDANG SISTEM APLIKASI SUBBIDANG JARINGAN DAN INFRASTRUKTUR .

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM 247 BIDANG PENYELENGGARAAN SUBBIDANG PROGRAM KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL SUBBIDANG KERJA SAMA SUBBIDANG DIKLAT STRUKTURAL BIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA .

ttd ZAINI BUSTAMAN. 19590617 198803 1 005 MARI ELKA PANGESTU . MM NIP. SH.PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PUBLIKASI DAN ANILISIS BERITA BIDANG INFORMASI PUBLIK BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA 248 SUBBIDANG PUBLIKASI DAN PEMBERITAAN SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG ANALISIS BERITA SUBBIDANG PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NON PEMERINTAH Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. ttd MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA.

249 .

250 .

251 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful