PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.

001/MPEK/2012

TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2012 REPUBLIK INDONESIA

i

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena buku "Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dapat diterbitkan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM. 07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 serta Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Dalam tatanan kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat tugas-tugas kementerian yang bersifat teknis dan diselenggarakan oleh organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT). Adapun ketentuan mengenai organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dimaksud, ditetapkan secara tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan diterbitkannya buku Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai pedoman pelaksanaan tugas bagi seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. i

Demikian, semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua. Jakarta, Februari 2012 Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi,

Drs. Turman Siagian, M.Si NIP.19630604 198303 1 001

ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................ PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ................................ BAB I BAB II BAB III KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI ....................... SUSUNAN ORGANISASI ........................................... SEKRETARIAT JENDERAL ............................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi ........................ Bagian Ketiga : Biro Perencanaan dan Organisasi .. Bagian Keempat : Biro Hukum dan Kepegawaian ...... Bagian Kelima : Biro Keuangan.................................. Bagian Keenam : Biro Kerja Sama Luar Negeri............ Bagian Ketujuh : Biro Umum....................................... DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA................................................... Bagian Pertama : Kedudukan, Tugas, dan Fungsi....... Bagian Kedua : Susunan Organisasi......................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ....... Bagian Keempat : Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata................... Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata ..................................... Bagian Keenam : Direktorat Industri Pariwisata.......... Bagian Ketujuh : Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata ..... iii i iii

1 3 5 6 6 7 8 14 20 26 32 37 37 38 38 44 50 56 62

BAB IV

. Bagian Kedua : Susunan Organisasi............. Bagian Kelima : Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik ................ 75 Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ................. Tugas............................. Bagian Pertama : Kedudukan. 75 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata ...... Insentif...................... 137 iv ...... Event. 93 Bagian Ketujuh : Direktorat Pencitraan Indonesia ................ Konvensi................. dan Fungsi ..... 112 112 113 114 119 125 130 BAB VI BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA....... 68 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA ............ dan Fungsi...................Bagian Kedelapan: Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus.. Tugas.... Insentif.. dan Event ............. 74 Bagian Kedua : Susunan Organisasi. Bagian Keenam : Direktorat Pengembangan Seni Rupa ....... dan Minat Khusus.................................................... 100 Bagian Kedelapan : Direktorat Promosi Konvensi................................... Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ........... 108 DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA ................ 74 Bagian Pertama : Kedudukan.................... Tugas.......... 81 Bagian Kelima : Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri....... DESAIN................ dan Fungsi. DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI................... 136 Bagian Kedua : Susunan Organisasi......................... Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Industri Perfilman .. 87 Bagian Keenam : Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri.............. 136 Bagian Pertama : Kedudukan.............................

... 154 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL ....................... 168 Bagian Pertama : Kedudukan........... 194 v . Bagian Keenam : Inspektorat III ... 186 PUSAT DATA DAN INFORMASI .................................................................... 178 Bagian Keenam : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif...... 143 Bagian Kelima : Direktorat Desain dan Arsitektur........................... Bagian Ketiga : Sekretariat Inspektorat Jenderal ......... 149 Bagian Keenam : Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi ........ Bagian Kedua : Susunan Organisasi..................... dan Fungsi......................................... Bagian Pertama : Kedudukan. 138 Bagian Keempat : Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media... 169 Bagian Keempat : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan.................. 175 Bagian Kelima : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif .............................................................................. Bagian Kelima : Inspektorat II ........................................................ Bagian Keempat : Inspektorat I ................................. 169 Bagian Ketiga : Sekretariat Badan ............. 190 BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK ... 184 STAF AHLI...................................Bagian Ketiga : Sekretariat Direktorat Jenderal ... Tugas dan Fungsi........................................ 168 Bagian Kedua : Susunan Organisasi................. 180 Bagian Ketujuh : Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif ....................................... 188 BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI ...... BAB IX 159 159 160 160 165 166 167 BAB X BAB XI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF ... Tugas.......

.............................................................. 197 UNIT PELAKSANA TEKNIS ................. DAN PEMBERHENTIAN 200 KETENTUAN PERALIHAN .............................................BAB XIV BAB XV BAB XVI BAB XVII BAB XIX BAB XX KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . 201 Lampiran ............................................................................... PENGANGKATAN................. 202 BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN ......250 vi .................................. 201 PENUTUP ...................... 198 TATA KERJA... 198 ESELON................ 204 ........................................

sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi.07/HK. Tugas. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. Tugas. serta dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang pariwisata dan ekonomi 1 .001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA.PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.

Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.kreatif. Tugas. SuratPersetujuanMenteriPendayagunaanAparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor:B/307/M. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. 2. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Tugas. dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. PAN-RB/1/2012 tanggal 27 Januari 2012. Memperhatikan: 2 . sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011 3. dipandang perlu menetapkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dibantu oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. TUGAS. dan b. yaitu: a. (2) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.BAB I KEDUDUKAN. DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 5 Ruang lingkup bidang tugas Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mengoordinasikan pencapaian kebijakan strategis lintas unit 3 . Pasal 2 Dalam memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 3 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 4 Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

organisasi eselon I di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melaksanakan program kerja dan kontrak kinerja. dalam hal tertentu. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan tugas khusus yang diberikan langsung oleh Presiden atau melalui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. melaksanakan pengendalian reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. g. melaksanakan pengendalian dan pamantauan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan i. mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada acara tertentu dan/atau memimpin rapat sesuai dengan penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam penilaian dan penetapan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. membantu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam proses pengambilan keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 7 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang pariwisata dan ekonomi 4 . memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. h. f. Pasal 6 Rincian tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 meliputi: a. d. b. e. c.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 8 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. perumusan. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 9 (1) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. penetapan. 5 . g. dan pelaksanaan kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. dan e.kreatif dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. b. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di daerah. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Desain. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. d. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. c. e. b. c. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. f. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Sekretariat Jenderal. d. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga. Tugas. i. Pasal 12 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11.h. k. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. pembinaan. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: 6 . j. m. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. (2) Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini. Pusat Data dan Informasi. l. Pusat Komunikasi Publik. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. dan n. Pasal 11 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi. dan Fungsi Pasal 10 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pemimpin yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif.

Biro Kerja Sama Luar Negeri. dan hubungan masyarakat. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 13 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. kerja sama. dan g. c. b. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum.a. 7 . koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Biro Umum. Biro Hukum dan Kepegawaian. Biro Keuangan. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan. koordinasi kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. arsip dan dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. d. Biro Perencanaan dan Organisasi. f. kerumahtanggaan. keuangan. dan e. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana. kepegawaian. d. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara. e.

Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Organisasi Pasal 14 Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan rencana program, penganggaran, pemantauan, evaluasi dan pelaporan, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 15 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, Biro Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana program; b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan anggaran; c. pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran; d. pelaksanaan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan ketatalaksanaan; dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 16 Biro Perencanaan dan Organisasi terdiri atas: a. Bagian Rencana Program; b. Bagian Penganggaran; c. Bagian Evaluasi dan Pelaporan; d. Bagian Organisasi dan Tata Laksana; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 17 Bagian Rencana Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan dan koordinasi 8

perumusan dan penyusunan kebijakan rencana program Kementerian. Pasal 18 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Bagian Rencana Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 19 Bagian Rencana Program terdiri atas: a. Subbagian Rencana Progam I; b. Subbagian Rencana Program II; dan c. Subbagian Rencana Program III.

9

Pasal 20 (1) Subbagian Rencana Program I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Rencana Strategis, Rencana Kerja Pemerintah dan Forum Diskusi Kebijakan Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Forum Regional Daerah. (2) Subbagian Rencana Program II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan Rencana Kerja, Rencana Kerja tahunan, dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga, serta dukungan kegiatan tambahan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Rencana Program III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan kebijakan, Forum Komunikasi, Forum Diskusi, Rapat Kerja, Rapat Koordinasi, Rapat Koordinasi Teknis/Daerah, Penyelenggaraan Forum Komunikasi Perencanaan Internal dan Eksternal Kementerian, serta Musrenbang. Pasal 21 Bagian Penganggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 22 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Bagian Penganggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian; 10

b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran, dan Rancangan Bahan Nota Keuangan, serta Penetapan Kinerja kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro yang meliputi: penyiapan bahan pameran, kepegawaian, rapat-rapat, tata persuratan dan kearsipan, serta urusan rumah tangga Biro. Pasal 23 Bagian Penganggaran terdiri atas: a. Subbagian Penganggaran I; b. Subbagian Penganggaran II; dan c. Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro. Pasal 24 (1) Subbagian Penganggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, Petunjuk Operasional Kegiatan serta penyesuaian/ revisi dokumen anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Penganggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Surat Keputusan Pejabat Pengelola Anggaran dan Rancangan Bahan Nota Keuangan serta Penetapan Kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Penganggaran III dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, dan koordinasi perumusan dan penyusunan Standar Biaya Khusus, dan Forum Komunikasi Perencanaan Pusat dan Daerah, serta urusan tata usaha Biro. 11

Pasal 25 Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program dan anggaran, serta penyusunan laporan Kementerian dan penyiapan bahan sidang/rapat pimpinan. Pasal 26 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25, Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan pengevaluasian pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; b. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian; dan c. penyiapan bahan penelaahan, pengolahan, koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. Pasal 27 Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program; b. Subbagian Pelaporan Kementerian; dan c. Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan. Pasal 28 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rencana program, kegiatan dan anggaran, sistem pengendalian internal pemerintah, Indikator Kinerja Utama, rekomendasi hasil pemantauan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Pelaporan Kementerian mempunyai tugas 12

analisis beban kerja. Pasal 29 Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi. (3) Subbagian Penyiapan Bahan Pimpinan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. dokumentasi. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. pengolahan. evaluasi. b. penyiapan bahan penelaahan. pengolahan. koordinasi perumusan dan penyusunan Laporan Kementerian. evaluasi. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. kriteria. Pasal 31 Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: 13 . Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta fasilitasi reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan c.melakukan penyiapan bahan penelaahan. evaluasi jabatan. tata laksana. serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan pemantauan. standar prosedur kerja/ SOP. analisis jabatan. Pasal 30 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29. dan pengembangan jabatan fungsional. koordinasi perumusan dan penyusunan bahan Sidang/Rapat Pimpinan. analisis. tata cara. dan pedoman kerja. analisis. penyiapan bahan penelaahan. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

evaluasi.a. Subbagian Tata Laksana. serta pembakuan sarana kerja di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 34 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33. koordinasi perumusan dan penyusunan norma. b. Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan penelaahan. analisis. analisis. koordinasi perumusan dan penyusunan organisasi. penatausahaan dan pelaporan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional. standar prosedur kerja/SOP. Subbagian Organisasi dan Pengembangan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. serta melaksanakan pengelolaan dan pembinaan kepegawaian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. kriteria. dokumentasi. dan c. penyusunan analisis jabatan. c. Subbagian Fasilitasi Reformasi Birokrasi. evaluasi jabatan. Pasal 32 a. penelaahan dan bantuan hukum. Biro Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: 14 . serta pengembangan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. tata cara. Bagian Keempat Biro Hukum dan Kepegawaian Pasal 33 Biro Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan. analisis beban kerja. b. evaluasi. dan pedoman kerja.

c. pelaksanaan penelaahan dan bantuan hukum. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan. dan c. Bagian Peraturan Perundang-undangan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. Pasal 35 Biro Hukum dan Kepegawaian terdiri atas: a. pengadaan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. pelaksanaan penyusunan formasi. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pengembangan serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan perjanjian di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. d. Pasal 36 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi. b. perumusan. b. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum. Pasal 37 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36. Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan urusan mutasi pegawai. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. d. b. dan e. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang 15 . dan e.a.

kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: 16 . Pasal 40 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penelaahan dan bantuan hukum. Pasal 39 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. perumusan dan penyusunan rancangan naskah perjanjian dan ratifikasi di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi kreatif. dan c. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kepariwisataan. Pasal 38 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Kepariwisataan. (3) Subbagian Perjanjian dan Ratifikasi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. Pasal 41 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 40. Subbagian Peraturan Perundang-undangan Ekonomi Kreatif.

serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. Pasal 42 Bagian Penelaahan dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Subbagian Bantuan Hukum. dan c. Subbagian Penelaahan Hukum. pengadaan. (2) Subbagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan advokasi dan pemberian bantuan hukum di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengembangan. serta urusan disiplin dan kesejahteraan pegawai. (3) Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. Pasal 45 tugas sebagaimana 17 Dalam melaksanakan dimaksud dalam . serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penyiapan bahan bantuan hukum di lingkungan Kementerian. pengelolaan dokumentasi dan publikasi hukum. Pasal 44 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan penyusunan formasi. Pasal 43 (1) Subbagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penelaahan hukum dan peraturan perundangundangan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan penelaahan hukum di lingkungan Kementerian. b. b. dan c.a. penyuluhan hukum. Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Hukum.

dan pengadaan pegawai. pengembangan pegawai. dan c. pelaksanaan urusan disiplin. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan. 18 . Subbagian Perencanaan Pegawai. b. Pasal 48 Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan urusan mutasi pegawai. penyusunan formasi. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. dan c. dan pengadaan pegawai. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan urusan disiplin. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai.Pasal 44. penyusunan formasi. dan pemberian tanda penghargaan pegawai serta Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dan pembinaan mental pegawai. serta pengurusan ijin belajar dan beasiswa. penyiapan bahan analisis kebutuhan. Subbagian Pengembangan Pegawai. kesejahteraan. dan pemberian tanda penghargaan pegawai. Pasal 47 (1) Subbagian Perencanaan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis kebutuhan. kesejahteraan. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 46 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai terdiri atas: a. pengembangan pegawai. b. penyiapan bahan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan.

kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. Subbagian Tata Usaha Kepegawaian. (3) Subbagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan dokumentasi. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. dan tata usaha Biro. penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. tata usaha pegawai. dan c.Pasal 49 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48. penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. kenaikan gaji berkala. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. 19 . kenaikan gaji berkala. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. serta pemberhentian dan pensiun pegawai. pengangkatan dan pemberhentian dalam jabatan. serta urusan kepegawaian Sekretariat Jenderal. tata usaha pegawai. database pegawai. (2) Subbagian Mutasi dan Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan kepangkatan dan peninjauan masa kerja. kesejahteraan dan penilaian kinerja pegawai. database pegawai. serta perpindahan tempat dan daerah kerja pegawai. b. pelaksanaan urusan dokumentasi. Pasal 50 Bagian Mutasi Pegawai terdiri atas: a. dan c. Pasal 51 (1) Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan pengangkatan pegawai. Subbagian Pengangkatan dan Pemberhentian. b. Subbagian Mutasi dan Kepangkatan. dan tata usaha Biro.

perbendaharaan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. 20 . serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. evaluasi. pelaksanaan pemantauan. serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. b. pengelolaan anggaran. dan Verifikasi anggaran di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 52 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan pengoordinasian pengelolaan pelaksanaan anggaran. Pasal 53 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 52. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. serta rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. b. d. pelaksanaan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan keuangan serta evaluasi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 54 Biro Keuangan terdiri atas: a. dan e. pelaksanaan verifikasi realisasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. Bagian Perbendaharaan. c. dan koordinasi. c. dan penyelesaian kerugian keuangan Negara. akuntansi. Bagian Akuntansi. Bagian Pelaksanaan Anggaran. pelaksanaan penataan pengelolaan perbendaharaan.

Pasal 55 Bagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan pemantauan. b. dan Pusat Komunikasi Publik. koordinasi. evaluasi. Subbagian Pelaksanaan Anggaran II. penyiapan bahan pemantauan. Pusat Data dan Informasi. Bagian Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan e. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan koordinasi. evaluasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. evaluasi. Pasal 56 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 55. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan c. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. Bagian Verifikasi Anggaran. evaluasi. pengelolaan anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Desain. Pasal 57 Bagian Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional. dan 21 . Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.d. koordinasi. b. penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran I.

Pusat Data dan Informasi. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: 22 . Pasal 60 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 59. Desain. dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. dan penyelesaian kerugian keuangan negara. (3) Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.c. dan pelaporan realisasi anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak serta pemberian bimbingan teknis pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. koordinasi. koordinasi. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 58 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. koordinasi dan pelaporan pengelolaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. evaluasi. evaluasi. dan Pusat Komunikasi Publik. evaluasi. Subbagian Pemantauan Anggaran dan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. Pasal 59 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendaharaan. serta penatausahaan keuangan di lingkungan Kementerian. (2) Subbagian Pelaksanaan Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.

penyiapan bahan pembinaan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. evaluasi. (2) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian.a. pemantauan. serta urusan tata usaha Biro. 23 . (3) Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. koordinasi. serta urusan tata usaha Biro. penyiapan bahan pertimbangan masalah tidak lanjut hasil pemeriksaan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi di lingkungan Kementerian. Pasal 61 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. dan penetapan pengelola Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran di lingkungan Kementerian. dan c. koordinasi dan pertimbangan masalah perbendaharaan. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 62 (1) Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan. b. penyiapan bahan pembinaan. pemantauan. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. b. Subbagian Tata Kelola Perbendaharaan. evaluai dan koordinasi penatausahaan keuangan dan peraturan keuangan di lingkungan Kementerian. dan c. Subbagian Penatausahaan Keuangan dan Tata Usaha Biro.

evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pemantauan. b. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Pasal 65 Bagian Akuntansi terdiri atas: a. serta Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan Pusat Komunikasi Publik. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Data dan Informasi. Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan pemantauan. Desain. Pasal 64 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 63.Pasal 63 Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan urusan akuntansi dan neraca/kekayaan di lingkungan Kementerian. koordinasi dan penyusunan laporan 24 . koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. penyiapan bahan pemantauan. dan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan c. Pasal 66 (1) Subbagian Akuntansi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan c. Subbagian Akuntansi I. Subbagian Akuntansi II. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

(3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Pusat Data dan Informasi. dan b.neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Inspektorat Jenderal. Pasal 69 Bagian Verifikasi Anggaran terdiri atas: 25 . Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Bagian Verifikasi Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan laporan neraca/kekayaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Akuntansi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Desain. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. dan Pusat Komunikasi Publik. evaluasi dan koordinasi penyusunan perhitungan anggaran dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 68 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut pada Pasal 67. Pasal 67 Bagian Verifikasi Anggaran mempunyai tugas melaksanakan verifikasi realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media.

dan b. Bagian Keenam Biro Kerja Sama Luar Negeri Pasal 71 Biro Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan kerja sama antar negara secara bilateral. regional non ASEAN. Pasal 72 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja.a. regional ASEAN. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan 26 . c. (2) Subbagian Rekonsiliasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan rekonsiliasi pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Kementerian. Biro Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. b. Subbagian Rekonsiliasi. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional ASEAN. Pasal 70 (1) Subbagian Verifikasi Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan kementerian. dan multilateral di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Kerja Sama Bilateral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara regional non ASEAN. penyiapan bahan koordinasi. Kelompok Jabatan Fungsional. pemantauan. pelaksanaan penyiapan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Badan Dunia. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Asia Pasifik. c.Dunia. 27 . dan e. dan e. d. b. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara bilateral. b. Bagian Kerja Sama Multilateral. dan c. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN. penyiapan bahan koordinasi. d. analisis. Pasal 73 Biro Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. analisis. analisis. Pasal 75 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74. Pasal 74 Bagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan dunia. pemantauan. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di wilayah Amerika dan Eropa. Bagian Kerja Sama Bilateral. Organisasi Internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral.

(3) Subbagian Afrika. pemantauan. (2) Subbagian Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. analisis. serta urusan tata usaha biro. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Amerika dan Eropa. Timur Tengah. dan Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Afrika dan Timur Tengah. dan Tata Usaha Biro. Timur Tengah. Subbagian Afrika. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama bilateral di wilayah Asia Pasifik. serta urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pemantauan. Subbagian Amerika dan Eropa. Pasal 79 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 78. analisis. Pasal 76 Bagian Kerja Sama Bilateral terdiri atas: a. evaluasi. Bagian Kerja Sama Regional ASEAN menyelenggarakan fungsi: 28 . Pasal 78 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan Organisasi ASEAN dan Kawasan Pertumbuhan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara. Subbagian Asia Pasifik.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah Afrika dan Timur Tengah. b. Pasal 77 (1) Subbagian Asia Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan c. pemantauan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. Pasal 82 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama luar negeri dengan badan 29 . analisis. Pasal 81 (1) Subbagian ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif pada organisasi ASEAN. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. Subbagian Kawasan Pertumbuhan. analisis. Pasal 80 Bagian Kerja Sama Regional ASEAN terdiri atas: a. (2) Subbagian Mitra Wicara ASEAN mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mitra wicara ASEAN. penyiapan bahan koordinasi. dan c. analisis. analisis. evaluasi. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Pertumbuhan. b. Subbagian Mitra Wicara ASEAN. evaluasi. evaluasi. dan c. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi.a. Subbagian ASEAN. pemantauan. pemantauan. (3) Subbagian Kawasan Pertumbuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. b. analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pariwisata dan ekonomi kreatif dengan negara-negara Mitra Wicara ASEAN. analisis. pemantauan.

analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama di Antar kawasan Asia Pasifik dengan kawasan Amerika Latin. antar kawasan Asia dan Afrika. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan II. evaluasi 30 . analisis. Pasal 85 (1) Subbagian Intra Kawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. b. pemantauan. (2) Subbagian Antar Kawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pemantauan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam kawasan Asia Pasifik. organisasi internasional dan antar negara di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif di luar kawasan ASEAN. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 83 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82. Subbagian Antar Kawasan I. Pasal 84 Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN terdiri atas: a. analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kerja sama intra kawasan Asia Pasifik. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Intra Kawasan. penyiapan bahan koordinasi. dan c.dunia. Subbagian Antar Kawasan II. b. analisis. pemantauan. pemantauan. dan c. (3) Subbagian Antar Kawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Bagian Kerja Sama Regional Non ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. analisis. Antar kawasan kawasan Asia dan Eropa. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama antar kawasan I. pemantauan.

evaluasi. Subbagian UNWTO. dan pada organisasi-organisasi D-8 dan G-20. evaluasi. analisis. Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif. Pasal 89 (1) Subbagian UNWTO mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. analisis. analisis. b. dan kerja sama kawasan Indian Ocean. pemantauan. pemantauan. analisis. evaluasi. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama UNWTO. b. Pasal 87 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 86. Bagian Kerja Sama Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. (2) Subbagian Kerja Sama Ekonomi Kreatif mempunyai tugas 31 . Subbagian WTO dan OI Lainnya. pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan UNWTO. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi Internasional lainnya. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. Pasal 86 Bagian Kerja Sama Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dengan organisasi-organisasi internasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif secara multilateral. dan c. Pasal 88 Bagian Kerja Sama Multilateral terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi. dan c.dan pelaporan pelaksanaan kerja sama pada kawasan kepulauan Pasifik.

analisis. d. pelaksanaan urusan layanan pengadaan barang/jasa. Bagian Perlengkapan. dan e. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 90 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan. pemantauan. pelaksanaan urusan rumah tangga. b. pelaksanaan urusan tata usaha pimpinan. dan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. d. analisis. evaluasi. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kantor Pusat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.melakukan penyiapan bahan koordinasi. pelaksanaan urusan perlengkapan. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dengan WTO dan Organisasi internasional lainnya. Pasal 91 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90. c. Bagian Layanan Pengadaan. dan 32 . perlengkapan dan rumah tangga. dan pelaporan pelaksanaan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pasal 92 Biro Umum terdiri atas: a. (3) Subbagian WTO dan OI Lainnya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Rumah Tangga. pemantauan. evaluasi. b. c.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri. Pasal 94 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 93. 33 . tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. tata usaha Wakil Menteri. dan e. b. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. d. c. tata usaha Staf Ahli. Subbagian Protokol. d. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Pasal 95 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha Menteri. Pasal 93 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha Menteri. serta urusan keprotokolan. dan e.e. pelaksanaan urusan keprotokolan. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 96 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Menteri.

dan pendistribusian barang inventaris. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris. analisis. pencatataan dan penyusunan daftar inventaris. b. b. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penatausahan Barang Milik Negara (BMN). pemantauan. Pasal 99 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. (4) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Staf Ahli Menteri. Pasal 97 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan penatausahaan Barang Milik Negara. Subbagian Pemeliharaan. dan analisis kebutuhan pengadaan barang inventaris kantor. pelaporan. Pasal 98 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 97. dan c. (3) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Sekretaris Jenderal. (5) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan. penyimpanan. dan evaluasi pengelolaan. penyusunan rencana kebutuhan. serta pemeliharaan. dan 34 .(2) Subbagian Tata Usaha Wakil Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Wakil Menteri. penyiapan bahan pemantauan. serta penghapusan barang inventaris di lingkungan Kementerian.

(2) Subbagian Pemeliharaan mempunyai tugas melakukan pemantauan. pencatatan dan pemeliharaan gedung kantor dan barang inventaris serta penghapusan barang inventaris di lingkungan kementerian. Pasal 101 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan gaji dan kesehatan pegawai. Pasal 103 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: 35 . Pasal 102 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101. b. pelaksanaan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. pelaksanaan urusan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. dan c. Subbagian Analisis Kebutuhan. pelaksanaan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal. serta Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara di lingkungan Kementerian. tata persuratan dan kearsipan di lingkungan Kantor. analisis. dan evaluasi pengelolaan. penyimpanan. dan pendistribusian barang inventaris kantor. Pasal 100 (1) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan.c. (3) Subbagian Analisis Kebutuhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan. serta urusan tata usaha Biro.

(2) Subbagian Pengamanan mempunyai tugas melakukan pengamanan terhadap instalasi dan personil di lingkungan kantor. Bagian Layanan Pengadaan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan dan kearsipan di lingkungan kantor. serta bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Subbagian Bimbingan Teknis. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 105. dan pelaksanaan layanan. Pasal 105 Bagian Layanan Pengadaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pembinaan. Subbagian Urusan Dalam. Subbagian Tata Persuratan. 36 . pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. dan c. b.a. penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. dan b. dan b. Subbagian Pelaksanaan Pengadaan. serta urusan tata usaha Biro. Pasal 104 (1) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan pembayaran gaji dan kesehatan pegawai di lingkungan sekretariat jenderal. Subbagian Pengamanan. Pasal 107 Bagian Layanan Pengadaan terdiri atas: a.

BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan.Pasal 108 (1) Subbagian Pelaksanaan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan layanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Tugas. Pasal 111 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 110. Pasal 110 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengembangan destinasi pariwisata. (2) Subbagian Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pembinaan dan pemberian bimbingan teknis pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 37 . (2) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan Fungsi Pasal 109 (1) Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

b. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata. Konvensi. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. c. perumusan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. b. dan Event. Direktorat Industri Pariwisata. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 112 Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan e. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata. Insentif. dan kriteria di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi 38 . c. d. prosedur. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan destinasi pariwisata. e. dan f.a. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan destinasi pariwisata. penyusunan norma. standar.

di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. Pasal 114 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Sekretariat Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal; b. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum, pengelolaan urusan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal; c. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal; dan d. pengelolaan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 115 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama; b. Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi; c. Bagian Keuangan; d. Bagian Umum dan Informasi; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 116 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran, pemantauan dan evaluasi, serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 39

Pasal 117 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 116, Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran; b. Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan; dan c. Subbagian Kerja Sama. Pasal 119 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan, pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.

40

Pasal 120 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan, penelaahan dan bantuan hukum, pelaksanaan pengelolaan kepegawaian, serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 121 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 120, Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi, perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan, penelaahan, dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal; b. perencanaan, pengembangan, pengangkatan, kepangkatan, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 122 Bagian Hukum, Kepegawaian, dan Organisasi terdiri atas: a. Subbagian Hukum; b. Subbagian Kepegawaian; dan c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 123 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan 41

penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 125 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 124, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 126 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

42

Pasal 127 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 129 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 130 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: 43

(3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pengamanan sarana dan prasarana kantor. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang 44 . Pasal 131 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. penyusunan norma. Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a.a. Subbagian Tata Persuratan. b. standar. perawatan. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 133 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi dan investasi pariwisata. Bagian Keempat Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Pasal 132 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. prosedur. dan c. Subbagian Data dan Informasi.

Kelompok Jabatan Fungsional. standar. Pasal 134 Direktorat Perancangan Destinasi dan Investasi Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kawasan ekonomi khusus pariwisata. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 135 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Investasi Pariwisata. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif. standar. pengembangan zona kreatif. dan kriteria. c. penyusunan norma. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. c. pengembangan zona kreatif.perancangan destinasi pariwisata. Subbagian Tata Usaha. dan d. prosedur. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. dan kriteria. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata. dan d. penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi pariwisata. e. b. pengembangan zona kreatif. Pasal 136 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135. serta 45 . b. serta investasi dan inovasi destinasi pariwisata. prosedur. dan kriteria di bidang perancangan destinasi pariwisata. prosedur. dan f. Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Jawa Timur. Papua. penyusunan norma. Nusa Tenggara Timur. dan Kalimantan. Maluku. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah II. dan b. Jawa Tengah. prosedur. dan kriteria. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan kawasan pengembangan destinasi pariwisata. prosedur. Bali. dan kriteria. dan Papua Barat. Sulawesi. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 139 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Banten. (2) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. DKI Jakarta. Pasal 138 (1) Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. 46 . Jawa Barat. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah II. dan kriteria. dan b. Nusa Tenggara Barat. Seksi Kawasan Strategis Pariwisata Wilayah I. Pasal 137 Subdirektorat Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi perancangan destinasi dan investasi di kawasan strategi pariwisata di wilayah Sumatera. standar. Maluku Utara.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di kawasan strategis pariwisata wilayah I. penyusunan norma.

Pasal 142 (1) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah I. dan b. Banten. penyusunan norma. dan b. Pasal 141 Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah II. dan Kalimantan. Nusa Tenggara Barat. 47 . Maluku Utara. dan kriteria. prosedur. dan Papua Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Jawa Timur. Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II. prosedur. Maluku. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi wilayah I. Jawa Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 140 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139. standar. dan kriteria. Subdirektorat Kawasan Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Bali. Sulawesi. standar. Papua. DKI Jakarta. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan destinasi di wilayah Sumatera. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. Jawa Tengah. (2) Seksi Perancangan Destinasi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. penyusunan norma. standar.

dan b. penyusunan norma. Pasal 146 (1) Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan iptek. 48 . dan b. Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Desain. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif. penyusunan norma. dan kriteria. standar. standar. standar. dan Iptek mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Iptek. Pasal 145 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif terdiri atas: a. prosedur. Seksi Zona Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. prosedur. dan kriteria. standar. desain. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis seni dan budaya. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Desain. prosedur.Pasal 143 Subdirektorat Pengembangan Zona Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 144 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143. (2) Seksi Zona Kreatif Berbasis Media. Seksi Zona Kreatif Berbasis Media.

dan iptek. dan b. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Investasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. standar. standar. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. dan b.prosedur. Pasal 149 Subdirektorat Investasi Pariwisata terdiri atas: a. Pasal 147 Subdirektorat Investasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan potensi investasi. Seksi Promosi Investasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang investasi pariwisata. desain. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan zona kreatif berbasis media. dan kriteria. Seksi Pengembangan Potensi Investasi. 49 . prosedur. Pasal 150 (1) Seksi Pengembangan Potensi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. c. dan IV. III. Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Pasal 152 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata menyelenggarakan fungsi: a. III. dan d. dan daya tarik wisata di wilayah I. dan IV. b. 50 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata. II. III. dan daya tarik wisata di wilayah I. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan kawasan pariwisata. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Pasal 151 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. penyiapan penyusunan norma. dan daya tarik wisata di wilayah I. dan kriteria di bidang pengembangan kawasan pariwisata. dan kriteria. dan IV. Pasal 153 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152. II. standar. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan kawasan pariwisata. II. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi investasi.(2) Seksi Promosi Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.

Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah e. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa dan Sumatera.Pasal 154 Direktorat Pengembangan Daya Tarik Wisata terdiri atas: a. II. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. standar. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 156 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 155. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. dan f. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah d. Pasal 157 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I terdiri atas: 51 . dan kriteria. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah c. III. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. Subbagian Tata Usaha. prosedur. Pasal 155 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. I. IV. dan kriteria.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Jawa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. standar. Seksi Wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sumatera. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 160 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159.a. prosedur. penyusunan norma. standar. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang 52 . dan kriteria. Seksi Wilayah Jawa. (2) Seksi Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. Pasal 159 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. Pasal 158 (1) Seksi Wilayah Jawa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 161 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah II terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 164 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 . prosedur.pengembangan pengembangan daya tarik wisata di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Seksi Wilayah Bali. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 162 (1) Seksi Wilayah Bali mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. standar. dan b. dan kriteria. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Bali. Pasal 163 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. standar. dan kriteria. Pasal 167 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di 54 . dan kriteria. Seksi Wilayah Kalimantan. prosedur. standar. Pasal 166 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Seksi Wilayah Sulawesi. dan kriteria. dan b. prosedur.163. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. Pasal 165 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata wilayah III terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Sulawesi. Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Maluku Utara.bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. dan b. Pasal 168 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167. dan kriteria. standar. dan kriteria. standar. 55 . Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan Papua Barat. Papua. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Maluku dan Maluku Utara. dan kriteria. dan b. prosedur. prosedur. Pasal 170 (1) Seksi Wilayah Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. Seksi Wilayah Papua dan Papua Barat. prosedur. Pasal 169 Subdirektorat Pengembangan Daya Tarik Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. penyusunan norma.

dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang industri pariwisata. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. prosedur. Direktorat Industri Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. pengembangan produk dan pelayanan pariwisata. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan jasa pariwisata. b. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sarana dan jasa pariwisata.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan daya tarik wisata di wilayah Papua dan Papua Barat. penyiapan penyusunan norma. Bagian Keenam Direktorat Industri Pariwisata Pasal 172 Direktorat Industri Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 173 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan d. standar. dan kriteria di bidang sarana dan jasa pariwisata. Pasal 171 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. prosedur. standar. Pasal 174 Direktorat Industri Pariwisata terdiri atas: 56 .

dan Kelompok Jabatan Fungsional. e. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. serta tirta dan spa. Subdirektorat Sarana Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II. Pasal 177 Subdirektorat Sarana Pariwisata terdiri atas: a. penyusunan norma. b. dan kriteria. Seksi Sarana Pariwisata II. c. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.a. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I. Pasal 175 Subdirektorat Sarana Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Sarana Pariwisata I. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. Pasal 176 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175. dan b. 57 . d. standar. prosedur. f. Subdirektorat Sarana Pariwisata. jasa makanan dan minuman. standar. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Jasa Pariwisata. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi.

penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi usaha daya tarik wisata dan kawasan pariwisata. jasa informasi pariwisata. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana pariwisata meliputi penyediaan akomodasi. dan b. penyusunan norma. Subdirektorat Jasa Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 179 Subdirektorat Jasa Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan kriteria. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. prosedur. serta tirta dan spa. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata. standar. konvensi. prosedur. jasa konsultan pariwisata. standar. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. insentif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 178 (1) Seksi Sarana Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan pameran. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa transportasi wisata. (2) Seksi Sarana Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata yang meliputi: jasa perjalanan wisata. 58 . prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. jasa makanan dan minuman.

Pasal 181 Subdirektorat Jasa Pariwisata terdiri atas: a. serta 59 . konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera. standar. Jawa. Pasal 182 (1) Seksi Jasa Pariwisata I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Jasa Pariwisata I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa perjalanan wisata. dan kriteria. (2) Seksi Jasa Pariwisata II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. jasa pramuwisata dan penyelenggaraan pertemuan. prosedur. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. Pasal 183 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Jasa Pariwisata II. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Barat. jasa konsultan pariwisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang jasa pariwisata meliputi jasa transportasi wisata. standar. Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. dan Nusa Tenggara Timur. penyusunan norma. insentif. jasa informasi pariwisata. standar. dan pameran. dan b. prosedur. Bali. penyusunan norma. dan penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183.

60 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. Pasal 185 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah I terdiri atas: a. Seksi Wilayah I. Seksi Wilayah I. Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan.A. prosedur. Pasal 186 (1) Seksi Wilayah I. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. dan kriteria.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. dan kriteria.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma.B. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Sumatera dan Jawa. dan b. dan b. Maluku. prosedur. Papua dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Bali. standar. Pasal 187 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah I. penyusunan norma. prosedur. Maluku Utara. penyusunan norma. standar. dan kriteria.

standar.A.Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. prosedur. standar. prosedur. Seksi Wilayah II. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.A mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.B. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. standar. Sulawesi. Pasal 189 Subdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II terdiri atas: a. 61 . dan b. dan b. Papua dan Papua Barat. Seksi Wilayah II. (2) Seksi Wilayah II. penyusunan norma. Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku Utara. bdirektorat Pengembangan Produk dan Pelayanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma.B mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan produk dan pelayanan di wilayah Maluku. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Papua dan Papua Barat. standar. Pasal 190 (1) Seksi Wilayah II.

serta dokumentasi dan komunikasi. penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. Bagian Ketujuh Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata Pasal 192 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan. penyiapan penyusunan norma. serta dokumentasi dan komunikasi. kemitraan dan kelembagaan masyarakat.Pasal 191 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta dokumentasi dan komunikasi. b. standar. peningkatan kapasitas masyarakat desa. kemitraan dan kelembagaan masyarakat. 62 . c. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. prosedur. peningkatan kapasitas masyarakat desa. Pasal 193 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 192. peningkatan kapasitas masyarakat desa. dan kriteria di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan.

prosedur. standar. penyusunan norma. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi. d. penyusunan norma. penyusunan norma. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan f. Subbagian Tata Usaha. b.Pasal 194 Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 197 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pariwisata terdiri atas: 63 Pemberdayaan . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. e. standar. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa. prosedur. standar. c. dan kriteria. dan kriteria. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat. dan b. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan dan pemantauan pemberdayaan pariwisata. Pasal 195 Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. Subdirektorat Perancangan dan Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata.

standar. dan b. prosedur. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah I. penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan pemberdayaan pariwisata. (2) Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 64 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah II. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa. standar. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.a. Pasal 199 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemberdayaan pariwisata. standar. Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. Pasal 198 (1) Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Perancangan Pemberdayaan Pariwisata. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. prosedur. standar. Seksi Pemantauan Pemberdayaan Pariwisata.

prosedur. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalimantan Barat. Bangka Belitung. Sulawesi Barat. Bengkulu. Kalimantan Timur. Pasal 202 (1) Seksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Lampung. Jawa Barat. dan kriteria. 65 . DKI Jakarta. Jawa Timur. Jambi. Papua. penyusunan norma. Jawa Tengah. Sumatera Selatan. Sumatera Barat. (2) Seksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 203 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Kepulauan Riau. Sulawesi Utara. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan dan kelembagaan masyarakat. dan Sulawesi Tenggara. Maluku. penyusunan norma. standar. Riau. prosedur. prosedur.Pasal 201 Subdirektorat Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa terdiri atas: a. standar. dan kriteria. dan kriteria. Maluku Utara. Sumatera Utara. penyusunan norma. Seksi Wilayah I. Nusa Tenggara Barat. dan Kalimantan Tengah. Papua Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Aceh. Sulawesi Selatan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan kapasitas masyarakat desa di wilayah Provinsi Banten. standar. Nusa Tenggara Timur. Bali. Seksi Wilayah II. Gorontalo. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tengah.

penyusunan norma. dan b. 66 .Pasal 204 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 203. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. standar. Seksi Kelembagaan Masyarakat. Pasal 205 Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat terdiri atas: a. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 206 (1) Seksi Kemitraan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kemitraan masyarakat. prosedur. Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Seksi Kemitraan Masyarakat. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kelembagaan masyarakat. standar. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur. dan kriteria. standar. Pasal 207 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Kelembagaan Masyarakat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. Pasal 210 (1) Seksi Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Komunikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. Pasal 208 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 207. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan komunikasi. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. Seksi Komunikasi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi. dan b. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 209 Subdirektorat Dokumentasi dan Komunikasi terdiri atas: a. Seksi Dokumentasi. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. standar. standar. standar. standar. dan kriteria. 67 . prosedur. dan kriteria. dan kriteria.

rekreasi dan hiburan. dan d. penyusunan norma. b. dan Event mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. konvensi. Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. dan Event Pasal 212 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. wisata belanja. Konvensi. c. standar. Bagian Kedelapan Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. Insentif. insentif. wisata belanja. standar. dan event. Konvensi. 68 . Insentif. insentif. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata minat khusus. wisata belanja. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. insentif. dan event. insentif. rekreasi dan hiburan. prosedur. dan event. dan kriteria di bidang pengembangan wisata kuliner. Konvensi. rekreasi dan hiburan. Pasal 213 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 212. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan wisata kuliner.Pasal 211 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan event. prosedur. Insentif. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi. wisata alam dan budaya serta wisata konvensi.

c. standar. penyusunan norma. dan Event. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya. Insentif. b. dan f. dan Event terdiri atas: a. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner dan belanja. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja.Pasal 214 Direktorat Pengembangan Wisata Minat Khusus. dan kriteria. prosedur. Insentif. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja. d. dan b. dan kriteria. prosedur. Konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner. standar. prosedur. e. Subbagian Tata Usaha. Pasal 215 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 216 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 215. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 69 . Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi.

standar. prosedur. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b. standar. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma.Pasal 217 Subdirektorat Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. Seksi Pengembangan Wisata Kuliner. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata belanja. Pasal 219 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Seksi Pengembangan Wisata Belanja. prosedur. Pasal 220 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 219. (2) Seksi Pengembangan Wisata Belanja mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 218 (1) Seksi Pengembangan Wisata Kuliner mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan rekreasi dan hiburan. 70 . Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata kuliner.

dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga. dan kriteria. Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 221 Subdirektorat Pengembangan Rekreasi dan Hiburan terdiri atas: a. penyusunan norma. prosedur. Pasal 223 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. prosedur. Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam dan budaya. Pasal 224 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 223. Pasal 222 (1) Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 71 . dan kriteria. standar. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata spa dan kesehatan. penyusunan norma. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata olah raga.penyusunan norma. (2) Seksi Pengembangan Wisata Olah Raga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. Seksi Pengembangan Wisata Spa dan Kesehatan.

standar. Insentif dan Event mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan event. Seksi Pengembangan Wisata Budaya. (2) Seksi Pengembangan Wisata Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 225 Subdirektorat Pengembangan Wisata Alam dan Budaya terdiri atas: a. prosedur. Seksi Pengembangan Wisata Alam. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. standar. standar. prosedur.penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata budaya. penyusunan norma. dan kriteria. dan b. dan b. Pasal 226 (1) Seksi Pengembangan Wisata Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan wisata alam. insentif. standar. prosedur. standar. 72 . penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 227 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria.

dan event. insentif. dan event. Insentif. Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. Insentif. penyusunan norma. dan Event terdiri atas: a. 73 . dan event. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Insentif. standar. dan Event. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. dan Event menyelenggarakan fungsi: a. insentif. Insentif. Insentif.Pasal 228 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. standar. dan kriteria. standar. dan event. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi wisata konvensi. insentif. dan b. (2) Seksi Sarana dan Prasarana Wisata Konvensi. Pasal 229 Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. Pasal 230 (1) Seksi Fasilitasi Wisata Konvensi. dan b. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan Event. Subdirektorat Pengembangan Wisata Konvensi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana wisata konvensi. dan Event mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. Insentif. insentif.

Pasal 234 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 233. prosedur. b. (2) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata dipimpin oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran pariwisata. penyusunan norma. dan 74 . Pasal 233 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pemasaran pariwisata. c. Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. standar. BAB V DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA Bagian Pertama Kedudukan. dan Fungsi Pasal 232 (1) Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tugas. perumusan kebijakan di bidang pemasaran pariwisata. d. dan kriteria di bidang pemasaran pariwisata.Pasal 231 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

e. Insentif. c. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pelaporan. evaluasi. b. dan Minat Khusus. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. b. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 236 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. serta penataan 75 . Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri. Direktorat Pencitraan Indonesia. pemantauan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 235 Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata. Direktorat Promosi Konvensi. Sekretariat Direktorat Jenderal. e. pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 237 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 236. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri. Event. dan f.

pemantauan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan dan evaluasi. Bagian Keuangan. pengelolaan urusan tata persuratan. c. Bagian Hukum. b. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. 76 . Pasal 238 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. d. Pasal 239 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. rumah tangga. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. dan c. c. dan perlengkapan. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. dan e. dan Organisasi. dan d. Bagian Umum dan Informasi. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal.

pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. evaluasi. Evaluasi. Pasal 243 Bagian Hukum. Bagian Hukum. koordinasi. dan c. dan Pelaporan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. penelaahan dan bantuan hukum. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pemantauan. Kepegawaian. b. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerja Sama. (2) Subbagian Pemantauan. Evaluasi. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. penelaahan.Pasal 241 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Pasal 242 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. dan bantuan hukum di lingkungan 77 .

78 . pengembangan. dan c. Subbagian Hukum. pengadaan. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. Pasal 245 Bagian Hukum. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. Pasal 247 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. pengembangan. pengangkatan. pemberhentian. perpindahan tempat kerja. b. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. perumusan. Pasal 246 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. pemberhentian. Subbagian Kepegawaian. kepangkatan. b. perencanaan. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. dan Organisasi terdiri atas: a.Direktorat Jenderal. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.

b. dan c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 250 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. pengelolaan penggunaan. Pasal 249 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Subbagian Pelaksanaan Anggaran.Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. 79 . penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. dan c. serta tata usaha keuangan. b.

dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Data dan Informasi. Bagian Umum a. Subbagian Pasal 254 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan 80 . Subbagian c. pengelolaan urusan tata persuratan. pengamanan sarana dan prasarana kantor. Pasal 252 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 251. Rumah Tangga dan Perlengkapan.Pasal 251 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan perlengkapan. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. rumah tangga. Subbagian b. Pasal 253 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. dan c. b. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. perawatan.

prosedur. Pasal 256 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 255. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan pasar dan informasi pariwisata. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam dan luar negeri. Pasal 257 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata terdiri atas: 81 . dan perancangan pemasaran pariwisata. standar. penyusunan norma. prosedur. dan perancangan pemasaran pariwisata. standar. hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata Pasal 255 Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan perancangan pemasaran pariwisata. c. b.urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. dan kriteria dibidang informasi pasar dalam dan luar negeri. penyiapan penyusunan norma.

Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang evaluasi pasar dalam negeri. dan kriteria. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. dan b.a. 82 . c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar dalam negeri. standar. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. e. dan kriteria. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri. Subbagian Tata Usaha. b. prosedur. Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata. Pasal 258 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata. Kelompok Jabatan Fungsional. dan b. penyusunan norma. penyusunan norma. dan f. d. Pasal 260 Subdirektorat Informasi Pasar Dalam Negeri terdiri atas: a. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang analisis pasar dalam negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata dalam negeri. prosedur. penyusunan norma. standar. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 262 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar luar negeri. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. dan kriteria.Pasal 261 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. 83 . prosedur. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. standar. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata dalam negeri. dan kriteria.

Pasal 264 Subdirektorat Informasi Pasar Luar Negeri terdiri atas: a. standar. prosedur. dan 84 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang informasi pasar pariwisata luar negeri. standar. Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. (2) Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang diseminasi informasi pasar pariwisata luar negeri. standar. Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata dan widya wisata. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 266 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 265 (1) Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. standar. prosedur. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. Seksi Diseminasi Informasi Pasar Pariwisata Luar Negeri. prosedur.

dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 268 Subdirektorat Hubungan Lembaga Pariwisata dan Widya Wisata terdiri atas: a. dan b. prosedur. Pasal 270 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata menyelenggarakan fungsi: 85 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran pariwisata. penyusunan norma. standar. prosedur. prosedur. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang widya wisata. prosedur.b. (2) Seksi Widya Wisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata. Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. Pasal 269 (1) Seksi Hubungan Lembaga Pariwisata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Seksi Widya Wisata. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang hubungan lembaga pariwisata. penyusunan norma.

Pasal 272 Subdirektorat Perancangan Pemasaran Pariwisata terdiri atas: a. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran dalam negeri. 86 . prosedur. (2) Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. Pasal 273 (1) Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. dan kriteria. dan b. Seksi Perancangan Pemasaran Dalam Negeri. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. Seksi Perancangan Pemasaran Luar Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perancangan pemasaran luar negeri. standar.a. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 274 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. prosedur.

b. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. dan d. Asia. prosedur. Amerika dan Pasifik. serta Eropa.Bagian Kelima Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri Pasal 275 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Wilayah ASEAN. b. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik. Timur Tengah dan Afrika. c. Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika. Subdirektorat Wilayah Asia. Amerika dan Pasifik. Pasal 277 Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri terdiri atas: a. penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. Amerika dan Pasifik. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. Timur Tengah dan Afrika. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata luar negeri. prosedur. ASIA. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Wilayah Eropa. standar. dan 87 . Direktorat Promosi Pariwisata Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. e. serta Eropa. serta Eropa. Asia. Timur Tengah dan Afrika. f. Pasal 276 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 275. standar. d. dan kriteria di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. penyiapan penyusunan norma.

g. dan Indonesia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. penyusunan norma. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Thailand. dan kriteria. Brunei Darussalam. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah ASEAN. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan norma. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan b. dan Singapura. dan Singapura. standar. dan kriteria. Laos. Philipina. Subdirektorat Wilayah ASEAN menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Wilayah ASEAN I. Seksi Wilayah ASEAN II. Pasal 280 Subdirektorat Wilayah ASEAN terdiri atas: a. prosedur. standar. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. prosedur. prosedur. 88 . Myanmar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. Malaysia. Laos. Pasal 278 Subdirektorat Wilayah ASEAN mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Kamboja. Malaysia. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Myanmar. Pasal 281 (1) Seksi Wilayah ASEAN I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat.(2) Seksi Wilayah ASEAN II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Barat. dan Indonesia. penyusunan norma. Pasal 284 Subdirektorat Wilayah Asia terdiri atas: a. penyusunan norma. dan b. Pasal 283 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 282. dan kriteria. Seksi Wilayah Asia Timur. standar. penyusunan norma. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. penyusunan norma. standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Vietnam. Philipina. Pasal 282 Subdirektorat Wilayah Asia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Kamboja. Pasal 285 (1) Seksi Wilayah Asia Selatan dan Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan 89 . prosedur. Subdirektorat Wilayah Asia menyelenggarakan fungsi: a. Brunei Darussalam.

dan kriteria.kebijakan. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. penyusunan norma. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah dan Afrika. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Selatan dan Asia Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. (2) Seksi Wilayah Asia Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. prosedur. standar. Pasal 286 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 287 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 286. 90 . Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Asia Timur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. Seksi Wilayah Afrika. Seksi Wilayah Timur Tengah. Pasal 288 Subdirektorat Wilayah Timur Tengah dan Afrika terdiri atas: a. dan b. standar. dan kriteria. penyusunan norma. penyusunan norma. standar.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Timur Tengah. dan kriteria. (2) Seksi Wilayah Afrika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. Pasal 290 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 289 (1) Seksi Wilayah Timur Tengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 291 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 290. 91 . penyusunan norma. standar. standar. standar. dan kriteria. dan kriteria. Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika dan Pasifik. penyusunan norma. standar. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Afrika. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. prosedur. dan b. prosedur.

dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 92 . prosedur. dan b. Seksi Wilayah Pasifik. dan b. Pasal 293 (1) Seksi Wilayah Amerika mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Amerika. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa. Pasal 294 Subdirektorat Wilayah Eropa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 295 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 294. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Pasifik. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. dan kriteria. standar. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. standar. (2) Seksi Wilayah Pasifik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. Subdirektorat Wilayah Eropa menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma.Pasal 292 Subdirektorat Wilayah Amerika dan Pasifik terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. Seksi Wilayah Amerika. standar. prosedur.

Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur. dan kriteria.Pasal 296 Subdirektorat Wilayah Eropa terdiri atas: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata dalam negeri. Pasal 298 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Wilayah Eropa Barat. Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri menyelenggarakan 93 . penyusunan norma. standar. dan b. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Tengah dan Timur. Pasal 297 (1) Seksi Wilayah Eropa Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi pariwisata wilayah Eropa Barat. prosedur. standar. Pasal 300 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 299. penyusunan norma. standar. (2) Seksi Wilayah Eropa Tengah dan Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Bagian Keenam Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Pasal 299 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. III. III. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I. c. II. c. IV. Sumatera Utara. f. dan Kepulauan Riau. Pasal 301 Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri terdiri atas: a. b.fungsi: a. b. Kelompok Jabatan Fungsional. Riau. IV. Bengkulu. dan V. dan Bangka Belitung. standar. dan V. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 302 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. dan d. dan kriteria di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV e. 94 . II. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. IV. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II. dan g. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Pasal 303 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 302. Sumatera Selatan. prosedur. Sumatera Barat. Subbagian Tata Usaha. penyusunan norma. III. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V. prosedur. Jambi. standar. dan V. d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi tujuan wisata wilayah I. II.

dan b. dan Kepulauan Riau. Bengkulu. dan Bangka Belitung. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. Riau. Sumatera Selatan Jambi.penyusunan norma. dan kriteria. Bengkulu. Sumatera Selatan. dan Bangka Belitung. dan Bangka Belitung. Sumatera Selatan. prosedur. dan Kepulauan Riau mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Wilayah Aceh. dan kriteria. 95 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Aceh. penyusunan norma. Sumatera Utara. Bengkulu. standar. standar. dan b. (2) Seksi Wilayah Sumatera Barat. dan Kepulauan Riau. Jambi. Sumatera Utara. Jambi. Sumatera Utara. Sumatera Selatan. standar. Riau. prosedur. Jambi. dan Kepulauan Riau. Seksi Wilayah Sumatera Barat. Riau. prosedur. Bengkulu. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat. Riau. Sumatera Utara. penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan kriteria. Pasal 305 (1) Seksi Wilayah Aceh. dan Babel mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 304 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah I terdiri atas: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sumatera Barat.

Pasal 307 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 306. dan b. dan DKI Jakarta. Pasal 309 (1) Seksi Wilayah Jawa Barat. Banten. Lampung. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Lampung. dan kriteria. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. penyusunan norma.Pasal 306 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Banten. prosedur. prosedur. standar. Banten. Pasal 308 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah II terdiri atas: a. Seksi Wilayah Jawa Barat. dan DKI Jakarta. dan kriteria. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. Jawa Tengah. serta pemberian bimbingan 96 . dan Daerah Istimewa Yogyakarta. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. dan DKI Jakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah. prosedur. Seksi Wilayah Lampung. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. Jawa Tengah. standar. Jawa Tengah. penyusunan norma. dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

standar. prosedur. prosedur. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. dan DKI Jakarta mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Jawa Tengah. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. dan kriteria. Banten. 97 . penyusunan norma. dan kriteria. standar. standar. penyusunan norma. `penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan b. prosedur. Pasal 311 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310. Pasal 312 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah III terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi tujuan wisata wilayah Lampung. dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Seksi Wilayah Sulawesi. (2) Seksi Wilayah Lampung. dan DKI Jakarta. dan b. standar. Seksi Wilayah Kalimantan.teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Barat. prosedur. Pasal 310 Subdirektorat Wilayah Promosi Wisata Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Banten. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi.

penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Kalimantan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur. dan kriteria. Pasal 314 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria. 98 . penyusunan norma. Pasal 315 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 314. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Sulawesi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. prosedur. standar. Bali dan Nusa Tenggara Barat. dan kriteria. penyusunan norma. standar. standar. (2) Seksi Wilayah Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara Timur. standar. prosedur. penyusunan norma. dan b.Pasal 313 (1) Seksi Wilayah Kalimantan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. prosedur.

Pasal 316 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah IV terdiri atas: a. penyusunan norma. Papua Barat. prosedur. standar. Seksi Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua. penyusunan norma. Pasal 319 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318. dan b. Seksi Wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V menyelenggarakan fungsi: a. standar. Maluku dan Maluku Utara. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 318 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. dan kriteria. standar. dan 99 . standar. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. Pasal 317 (1) Seksi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. (2) Seksi Bali dan Nusa Tenggara Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.

penyusunan norma. dan kriteria. dan b. Seksi Maluku dan Maluku Utara. standar. 100 . (2) Seksi Maluku dan Maluku Utara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. prosedur. Pasal 321 (1) Seksi Papua dan Papua Barat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.b. Seksi Papua dan Papua Barat. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Papua dan Papua Barat. penyusunan norma. Pasal 320 Subdirektorat Promosi Wisata Wilayah V terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata wilayah Maluku dan Maluku Utara. Bagian Ketujuh Direktorat Pencitraan Indonesia Pasal 323 Direktorat Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 322 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria. standar. penyusunan norma.

c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan g. dan kriteria di bidang strategi dan komunikasi media cetak. d. standar. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi dan komunikasi media cetak. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi dan komunikasi media cetak. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. e. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang. b. b.standar. Pasal 325 Direktorat Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. prosedur. dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. media elektronik dan digital. Direktorat Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. c. media elektronik dan digital. prosedur. media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. 101 . media ruang serta kerja sama dan kemitraan pencitraan Indonesia. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital. f. media elektronik dan digital.

Pasal 329 (1) Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Seksi Pemantauan dan Evaluasi Pencitraan Indonesia. penyusunan norma. dan kriteria.Pasal 326 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan pencitraan Indonesia. Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. prosedur. prosedur. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang strategi pencitraan Indonesia. Pasal 327 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 326. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan b. 102 . Seksi Perencanaan Pencitraan Indonesia. dan kriteria. dan kriteria. Pasal 328 Subdirektorat Strategi Pencitraan Indonesia terdiri atas: a. penyusunan norma. dan kriteria. standar. standar.

prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. dan b. prosedur. penyusunan norma. serta 103 . Pasal 330 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pencitraan Indonesia melalui komunikasi media cetak. Pasal 331 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 330. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. penyusunan norma. Seksi Promosi Media Cetak. standar. Subdirektorat Komunikasi Media Cetak menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemantauan dan evaluasi pencitraan Indonesia. Pasal 332 Subdirektorat Komunikasi Media Cetak terdiri atas: a. standar. dan b. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 333 (1) Seksi Promosi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. standar.

penyusunan norma. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 334 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital. standar. prosedur. Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media elektronik dan digital. prosedur. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. 104 . standar. Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 336 Subdirektorat Komunikasi Media Elektronik dan Digital terdiri atas: a. Pasal 335 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 334. penyusunan norma. penyusunan norma. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media cetak. dan b. dan kriteria.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media cetak. dan kriteria.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi media ruang.Pasal 337 (1) Seksi Promosi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang. Pasal 338 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 105 . penyusunan norma. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. dan kriteria. Pasal 339 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338. standar. penyusunan norma. prosedur. prosedur. prosedur. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media elektronik dan digital. dan kriteria. prosedur. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media elektronik dan digital. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Elektronik dan Digital mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Subdirektorat Komunikasi Media Ruang menyelenggarakan fungsi: a.

dan kriteria. serta 106 . dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. standar. Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sarana dan distribusi media ruang. dan kriteria. dan kriteria. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. dan b. Seksi Promosi Media Ruang. Pasal 341 (1) Seksi Promosi Media Ruang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang mempunyai tugas melakukan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. dan kriteria.Pasal 340 Subdirektorat Komunikasi Media Ruang terdiri atas: a. penyusunan norma. dan b. prosedur. Seksi Sarana dan Distribusi Media Ruang. Pasal 342 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah. prosedur. standar. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi media ruang.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga pemerintah.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. standar. 107 . Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah. Pasal 345 (1) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 344 Subdirektorat Kerja Sama dan Kemitraan terdiri atas: a. dan b. Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan kemitraan antar lembaga non pemerintah. Pasal 346 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. (2) Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. standar.

Insentif. b. serta promosi minat khusus. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang promosi konvensi. standar. Insentif. dan minat khusus kepada korporasi. pemerintah dan non pemerintah. pemerintah dan non pemerintah. b. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. penyiapan penyusunan norma. Event. standar. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah. dan minat khusus kepada korporasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. insentif. Pasal 348 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 347. dan minat khusus. prosedur. Insentif. dan minat khusus kepada korporasi. prosedur. Direktorat Promosi Konvensi. Event. Event. pemerintah dan non pemerintah. dan Minat Khusus terdiri atas: a. Event. insentif. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.Bagian Kedelapan Direktorat Promosi Konvensi. serta promosi minat khusus. event. serta promosi minat khusus. dan kriteria di bidang promosi konvensi. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi. c. dan Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 349 Direktorat Promosi Konvensi. dan d. Insentif. event. insentif. dan Minat Khusus Pasal 347 Direktorat Promosi Konvensi. 108 . event. insentif. event.

dan e. dan event kepada korporasi dalam negeri dan luar negeri. prosedur. 109 . penyusunan norma.c. d. dan b. dan event kepada korporasi dalam negeri. insentif. dan event kepada korporasi luar negeri. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Promosi Minat Khusus. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. insentif. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. Pasal 352 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi terdiri atas: a. Pasal 350 Subdirektorat Promosi KIE Korporasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Korporasi Luar Negeri. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 351 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 350. Seksi Korporasi Dalam Negeri. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. standar. standar. prosedur. Subdirektorat Promosi KIE Korporasi menyelenggarakan fungsi: a. insentif. dan b.

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 354 Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. insentif. Subdirektorat Promosi KIE Pemerintah dan Non Pemerintah menyelenggarakan fungsi: a. 110 .Pasal 353 (1) Seksi Korporasi Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada lembaga pemerintah dan non pemerintah. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. standar. dan b. standar. dan kriteria. Pasal 355 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 354. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. penyusunan norma. insentif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi konvensi. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. standar. dan event kepada lembaga non pemerintah. insentif. penyusunan norma. dan event kepada korporasi luar negeri. (2) Seksi Korporasi Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. insentif. dan event kepada korporasi dalam negeri. standar. prosedur. penyusunan norma. prosedur. insentif. dan kriteria. prosedur. prosedur. dan kriteria. prosedur. dan event kepada lembaga pemerintah. dan kriteria. penyusunan norma.

standar. (2) Seksi Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. Pasal 358 Subdirektorat Promosi Minat Khusus mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan event kepada lembaga non pemerintah. Seksi Non Pemerintah. dan b. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. Pasal 357 (1) Seksi Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. insentif. prosedur. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. Subdirektorat Promosi Minat Khusus menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. dan kriteria. dan kriteria.Pasal 356 Subdirektorat Pemerintah dan Non Pemerintah terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta 111 . penyusunan norma. standar. Seksi Pemerintah. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi minat khusus. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang konvensi. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. Pasal 359 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 358. dan event kepada lembaga pemerintah. standar. insentif.

prosedur. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. Seksi Wisata Non Bahari. standar.pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata non bahari. Pasal 361 (1) Seksi Wisata Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. BAB VI DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA Bagian Pertama Kedudukan. prosedur. penyusunan norma. dan Fungsi Pasal 363 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung 112 . penyusunan norma. dan b. Seksi Wisata Bahari. Pasal 362 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Wisata Non Bahari mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 360 Subdirektorat Promosi Minat Khusus terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang promosi wisata bahari. dan kriteria. Tugas.

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364.jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 366 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya terdiri atas: a. penyusunan norma. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. b. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. prosedur. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. d. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dipimpin oleh Direktur Jenderal. 113 . Pasal 364 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. c. standar. dan e.

rumah tangga. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.c. Direktorat Pengembangan Seni Rupa. 114 . penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 367 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan. dan pelaporan. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan. dan perlengkapan. c. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. Pasal 369 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. dan d. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. b. dan d. evaluasi. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan kepegawaian.

Bagian Umum dan Informasi. c. Pasal 372 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Kepegawaian. dan c. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Subbagian Pemantauan. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 373 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan 115 . d. Bagian Keuangan. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan Kelompok Jabatan Fungsional.b. dan Pelaporan. Pasal 371 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 370. dan Organisasi. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. b. pemantauan. Subbagian Kerja Sama. pemantauan dan evaluasi. b. Bagian Hukum. Evaluasi. dan c. Pasal 370 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran.

(3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374. (2) Subbagian Pemantauan. Bagian Hukum. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Kepegawaian. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan bantuan hukum. pengangkatan. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. pemberhentian. Pasal 374 Bagian Hukum. perencanaan. Kepegawaian. b.rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. dan c. evaluasi. Kepegawaian. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 376 Bagian Hukum. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Organisasi terdiri atas: a. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Hukum. kepangkatan. koordinasi. pengembangan. 116 . Evaluasi.

dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. evaluasi. pengelolaan penggunaan. b. dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan. dan c. dan c. pengadaan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 378 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 377 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. kepangkatan. 117 . pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. pemberhentian. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan. perpindahan tempat kerja. perumusan. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. pengembangan.b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 379 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378. dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. serta dokumen Verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. serta tata usaha keuangan.

tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Pasal 381 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan.Pasal 380 Bagian Keuangan terdiri atas: a. dan c. b. penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji. Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi : a. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan tata persuratan. rumah tangga. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan 118 . dan perlengkapan. Pasal 383 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 382. Pasal 382 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. b.

(2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan. pengamanan sarana dan prasarana kantor. prosedur. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Pasal 386 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. standar. Subbagian Data dan Informasi. dan c.Direktorat Jenderal. Subbagian Tata Persuratan. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. penyusunan norma. dan c. 119 . dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 385 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar. Pasal 384 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. perawatan.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi industri perfilman. d. Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film. dan kriteria. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: a. c. penyusunan norma. e. dan d. c. standar. dan kriteria di bidang pengembangan industri perfilman. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pemasaran Film. Pasal 388 Direktorat Pengembangan Industri Perfilman terdiri atas: a. standar. Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman menyelenggarakan fungsi: 120 . prosedur. Subdirektorat Produksi. dan f. b. b. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 389. penyiapan penyusunan norma. prosedur. Pasal 389 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan industri perfilman. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman. Subbagian Tata Usaha.Pasal 387 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 386. Kelompok Jabatan Fungsional.

penyusunan norma.a. (2) Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 393 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. Pasal 392 (1) Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. dan kriteria. Pasal 391 Subdirektorat Fasilitasi Industri Perfilman terdiri atas: a. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi usaha perfilman. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival dan eksibisi film. standar. dan kriteria. prosedur. standar. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. 121 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi kegiatan perfilman. standar. Seksi Fasilitasi Usaha Perfilman. dan b. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. standar. Seksi Fasilitasi Kegiatan Perfilman. dan b. prosedur.

Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. dan b. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi film. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan kriteria. 122 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Festival Film. dan kriteria. (2) Seksi Eksibisi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. Seksi Eksibisi Film. prosedur. standar. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 396 (1) Seksi Festival film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. penyusunan norma. dan kriteria. standar. dan kriteria. Pasal 397 Subdirektorat Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang festival film. Pasal 395 Subdirektorat Festival dan Eksibisi Film terdiri atas: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang eksibisi film. dan b. standar.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film. Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film.Pasal 398 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 397. dan kriteria. serta pemberian bimbingan 123 . penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 401 Subdirektorat Pemasaran Film mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pelayanan Produksi film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. prosedur. dan kriteria. prosedur. Pasal 400 (1) Seksi Pengembangan Konten dan Lokasi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. standar. standar. dan b. standar. Seksi Pelayanan Produksi Film. Subdirektorat Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria. prosedur. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 399 Subdirektorat Produksi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan konten dan lokasi Film. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pelayanan produksi film.

Pasal 402 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 401. Pasal 404 (1) Seksi Distribusi Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan b. standar. penyusunan norma. prosedur.teknis dan evaluasi di bidang pemasaran film. penyusunan norma. prosedur. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. dan kriteria. Seksi Distribusi Film. 124 . standar. Pasal 403 Subdirektorat Pemasaran Film terdiri atas: a. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. dan kriteria. Seksi Pertunjukan Film. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemasaran Film menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi film. standar. (2) Seksi Pertunjukan Film mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pertunjukan film. Pasal 405 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

b. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kelima Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik Pasal 406 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik. 125 . prosedur. dan d. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik. c. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan. standar. d. b. Pasal 408 Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. dan kriteria di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. standar. c. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik. prosedur.

dan kriteria. Pasal 409 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. prosedur. Pasal 410 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 409. prosedur. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi seni pertunjukan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. dan b. dan f. Pasal 411 Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. prosedur. Subbagian Tata Usaha.e. dan kriteria. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 412 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Subdirektorat Pengembangan Seni Pertunjukan menyelenggarakan fungsi: a. 126 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan. Seksi Kreasi dan Produksi Seni Pertunjukan. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan.

dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik. prosedur. Pasal 413 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. Seksi Kreasi dan Produksi Musik. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyusunan norma.(2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik. dan kriteria. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri musik. prosedur. prosedur. standar. prosedur. standar. Pasal 416 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Musik mempunyai tugas melakukan 127 . Pasal 415 Subdirektorat Pengembangan Industri Musik terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni pertunjukan. standar. Subdirektorat Pengembangan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma.

dan kriteria. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan industri musik. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. dan b. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. dan 128 . penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan norma. prosedur. prosedur. Pasal 417 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan dan industri musik. standar.penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. Pasal 419 Subdirektorat Pemasaran Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi musik.

standar. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. prosedur. 129 . dan b. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. Seksi Pemasaran Industri Musik. (2) Seksi Pemasaran Industri Musik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 421 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran seni pertunjukan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. dan kriteria. standar.b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang infrastruktur dan dokumentasi seni pertunjukan dan industri musik. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran industri musik. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. standar. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 420 (1) Seksi Pemasaran Seni Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. Bagian Keenam Direktorat Pengembangan Seni Rupa Pasal 426 Direktorat Pengembangan Seni Rupa mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. penyusunan norma.Pasal 423 Subdirektorat Infrastruktur dan Dokumentasi Seni Pertunjukan dan Industri Musik terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sarana dan prasarana pertunjukan. dan kriteria. standar. prosedur. prosedur. Pasal 424 (1) Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 130 . penyusunan norma. Seksi Dokumentasi dan Publikasi. standar. prosedur. Pasal 425 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang dokumentasi dan publikasi. dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. (2) Seksi Dokumentasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertunjukan. standar. dan kriteria.

Subdirektorat Pengembangan Fotografi. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. Pasal 428 Direktorat Pengembangan Seni Rupa terdiri atas: a. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa. e. dan f. penyiapan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang pengembangan seni rupa. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni menyelenggarakan fungsi: 131 . Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. c. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa murni. Direktorat Pengembangan Seni Rupa menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan seni rupa. dan d. c. prosedur. Pasal 429 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 427 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 426. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan. d. Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi. standar.

dan kriteria. dan kriteria. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni. standar. dan b.a. dan kriteria. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. prosedur. dan b. Pasal 431 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Murni terdiri atas: a. standar. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 433 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Murni. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa murni. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa terapan. Pasal 432 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Murni mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 132 . standar. penyusunan norma. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa murni. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria. 133 . penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. dan kriteria. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 435 Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan terdiri atas: a. penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan. dan b. Pasal 436 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 434 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. dan kriteria. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Seni Rupa Terapan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Seni Rupa Terapan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. dan b. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Seni Rupa Terapan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya seni rupa terapan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan seni rupa terapan. dan kriteria. standar. standar. prosedur.

standar. standar. Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. standar. prosedur. Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi. dan b. prosedur. standar. dan kriteria. dan kriteria. penyusunan norma.Pasal 437 Subdirektorat Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. standar. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan fotografi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kreasi dan produksi karya fotografi. Subdirektorat Pengembangan Fotografi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. 134 . Pasal 440 (1) Seksi Kreasi dan Produksi Karya Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Fasilitasi Pengembangan Fotografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. Pasal 439 Subdirektorat Pengembangan Fotografi terdiri atas: a. dan kriteria. penyusunan norma.

dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. dan b. prosedur. standar. standar. standar. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. prosedur. prosedur. Pasal 443 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pemasaran dan pengembangan apresiasi. dan kriteria. 135 . Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang fasilitasi pengembangan fotografi. penyusunan norma. Pasal 441 Subdirektorat Pemasaran dan Pengembangan Apresiasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. Pasal 444 (1) Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. penyusunan norma. Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa. Seksi Distribusi dan Komersialisasi Karya Seni Rupa. standar.

dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. DESAIN. BAB VII DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. dan kriteria. (2) Seksi Apresiasi Karya Seni Rupa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 447 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Desain. DAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Bagian Pertama Kedudukan. dan Fungsi Pasal 446 (1) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Pasal 445 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang distribusi dan komersialisasi karya seni rupa. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Tugas. (2) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan kriteria. standar. Desain. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang apresiasi karya seni rupa. prosedur. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas merumuskan 136 . Desain.

d. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi. penyusunan norma. standar. desain. dan ilmu pengetahuan dan teknologi.serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis media. 137 . dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Desain. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 449 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekretariat Direktorat Jenderal. dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis media. perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. Direktorat Desain dan Arsitektur. desain. dan e. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. desain. desain. Pasal 448 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447. Desain. dan d. b. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terdiri atas: a. Desain. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media. c. c. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis media. pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis media. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. prosedur.

rumah tangga. Kepegawaian. dan perlengkapan. Desain. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. dan Organisasi. Pasal 452 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. evaluasi. pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. d. Bagian Umum dan Informasi. dan pelaporan. Pasal 451 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 450. Sekretariat Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. Kelompok Jabatan Fungsional. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. 138 . pengelolaan urusan kepegawaian. dan d. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. pemantauan. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Desain. pengelolaan urusan tata persuratan. Bagian Keuangan. c. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. serta data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. c. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 450 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. Bagian Hukum. dan e.

b. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 456 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Kerja Sama. Evaluasi. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. serta kerja sama di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453.Pasal 453 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana program dan penganggaran. dan c. dan c. evaluasi. (2) Subbagian Pemantauan. b. 139 . dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Evaluasi. dan Pelaporan. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. Pasal 455 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi. dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. Subbagian Pemantauan.

Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Kepegawaian. dan c. pengembangan. Pasal 457 Bagian Hukum.(3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Direktorat Jenderal. dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Kepegawaian. pengangkatan. dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan. dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. penelaahan dan bantuan hukum. Kepegawaian. perencanaan. pemberhentian. dan c. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. kepangkatan. Subbagian Hukum. dan Organisasi terdiri atas: a. perumusan dan penyusunan peraturan perundangundangan. Pasal 460 (1) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan 140 . Kepegawaian. koordinasi. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Bagian Hukum. Pasal 459 Bagian Hukum. Pasal 458 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 457. b.

bahan koordinasi perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta penelaahan dan bantuan hukum di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi, pengadaan, pengembangan, dan pembinaan disiplin pegawai serta pengangkatan, kepangkatan, perpindahan tempat kerja, pemberhentian, dan pensiun pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, perumusan, dan penyusunan bahan penataan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 461 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji, serta tata usaha keuangan; dan c. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara. Pasal 463 Bagian Keuangan terdiri atas: a. Subbagian Pelaksanaan Anggaran; b. Subbagian Perbendaharaan dan Gaji; dan 141

c. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi. Pasal 464 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan, penerimaan dan pengeluaran anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji, tata usaha keuangan dan pengelolaan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan, serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 465 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, rumah tangga, dan perlengkapan, serta pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 466 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 465, Bagian Umum dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata persuratan, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal; b. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal; dan c. pengelolaan urusan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

142

Bagian Umum a. Subbagian b. Subbagian c. Subbagian

Pasal 467 dan Informasi terdiri atas: Tata Persuratan; Rumah Tangga dan Perlengkapan; dan Data dan Informasi.

Pasal 468 (1) Subbagian Tata Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan penerimaan dan pendistribusian surat masuk/ keluar, dokumentasi dan kearsipan di lingkungan Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaan, perawatan, pengamanan sarana dan prasarana kantor, serta penatausahaan barang milik negara (BMN) di lingkungan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keempat Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Pasal 469 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media. Pasal 470 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 143

469, Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; b. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan ekonomi kreatif berbasis media; dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 471 Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media terdiri atas: a. Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik; b. Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; c. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video; d. Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan; e. Subbagian Tata Usaha; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 472 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan film animasi dan komik. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472, Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta 144

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi; dan b. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 474 Subdirektorat Pengembangan Film Animasi dan Komik terdiri atas: a. Seksi Film Animasi; dan b. Seksi Komik. Pasal 475 (1) Seksi Film Animasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang film animasi. (2) Seksi Komik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komik. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi; mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan tulisan fiksi dan non fiksi. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476, Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi, menyelenggarakan fungsi: 145

penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. terdiri atas: a. prosedur. Seksi Tulisan Non Fiksi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi. Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Tulisan Fiksi dan Non Fiksi. dan kriteria. prosedur. dan b. prosedur. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. dan b. prosedur. penyusunan norma. (2) Seksi Tulisan Non Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif audio dan video. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Tulisan Fiksi. prosedur. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan fiksi.a. Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. standar. penyusunan norma. standar. dan kriteria. dan kriteria. 146 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang tulisan non fiksi. Pasal 479 (1) Seksi Tulisan Fiksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria.

penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. Seksi Karya Kreatif Video. dan kriteria. dan kriteria. dan b. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. prosedur. (2) Seksi Karya Kreatif Video mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.Pasal 481 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan kriteria. Seksi Karya Kreatif Audio. penyusunan norma. Pasal 482 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Audio dan Video terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif audio. prosedur. penyusunan norma. standar. dan b. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 483 (1) Seksi Karya Kreatif Audio mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang karya kreatif video. standar. Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan 147 . penyusunan norma.

prosedur. prosedur. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan elektronik. prosedur. Seksi Iklan Cetak. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif periklanan. Pasal 486 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan terdiri atas: a. penyusunan norma. Seksi Iklan Elektronik. penyusunan norma. 148 . standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan cetak. standar. penyusunan norma. standar.kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan karya kreatif iklan cetak. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan kriteria. standar. dan b. prosedur. dan b. (2) Seksi Iklan Elektronik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 487 (1) Seksi Iklan Cetak mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi iklan elektronik. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. Pasal 485 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 484 Subdirektorat Pengembangan Karya Kreatif Periklanan menyelenggarakan fungsi: a.

Subdirektorat Komunikasi Visual. Pasal 490 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 489. standar. prosedur. Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan penyusunan norma. Pasal 491 Direktorat Desain dan Arsitektur terdiri atas: a. penyusunan norma. Direktorat Desain dan Arsitektur menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang desain dan arsitektur. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior. prosedur. b.Pasal 488 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Kelima Direktorat Desain dan Arsitektur Pasal 489 Direktorat Desain dan Arsitektur mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. d. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang desain dan arsitektur. e. dan f. Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan. dan d. 149 . dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain dan arsitektur. Subdirektorat Mode. Subbagian Tata Usaha. b. c. c. standar.

dan kriteria. dan b. penyusunan norma. prosedur. standar. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Desain Interior. prosedur. Seksi Arsitektur. prosedur. Pasal 495 (1) Seksi Arsitektur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur dan desain interior. dan b. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. standar. (2) Seksi Desain Interior mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain interior. Pasal 494 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior terdiri atas: a. 150 . dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang arsitektur.Pasal 492 Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. standar. dan kriteria. dan kriteria. prosedur. Subdirektorat Arsitektur dan Desain Interior menyelenggarakan fungsi: a.

serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. standar. standar. Subdirektorat Komunikasi Visual menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis. Pasal 497 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 496. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. Pasal 498 Subdirektorat Komunikasi Visual terdiri atas: a. dan b. Seksi Komunikasi Visual. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. penyusunan norma. Pasal 499 (1) Seksi Desain Grafis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 151 . prosedur. penyusunan norma. standar. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria.Pasal 496 Subdirektorat Komunikasi Visual mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. dan b. (2) Seksi Komunikasi Visual mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang komunikasi visual. prosedur. Seksi Desain Grafis. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain grafis.

standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk dan desain kemasan. prosedur. dan b. 152 . serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. prosedur. penyusunan norma. prosedur. penyusunan norma. penyusunan norma. Pasal 503 (1) Seksi Desain Produk mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. dan kriteria. Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain kemasan. prosedur. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain produk. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. standar. Seksi Desain Kemasan. Seksi Desain Produk. dan b. dan kriteria. Pasal 502 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan terdiri atas: a.Pasal 500 Subdirektorat Desain Produk dan Kemasan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Desain Kemasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar.

penyusunan norma. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504.Pasal 504 Subdirektorat Mode mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Desain Non Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang mode. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. standar. standar. dan kriteria. dan kriteria. Seksi Desain Non Busana. prosedur. prosedur. penyusunan norma. Subdirektorat Mode menyelenggarakan fungsi: a. 153 . dan b. Pasal 507 (1) Seksi Desain Busana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain busana. penyusunan norma. Pasal 506 Subdirektorat Mode terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang desain non busana. prosedur. Seksi Desain Busana. dan b. standar.

dan 154 . penyiapan penyusunan norma. b. b. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis. dan kriteria di bidang kerja sama dan fasilitasi. prosedur.Pasal 508 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Lisensi Teknologi. standar. penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerja sama dan fasilitasi. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyusunan norma. dan kriteria. Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 511 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi terdiri atas: a. Pasal 510 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 509. c. Subdirektorat Sentra Kreatif. c. e. Subdirektorat Akses Pembiayaan. standar. Bagian Keenam Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi Pasal 509 Direktorat Kerja Sama dan Fasilitasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kerja sama dan fasilitasi. d. Subbagian Tata Usaha.

(2) Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi mempunyai tugas 155 . prosedur. Pasal 514 Subdirektorat Lisensi Teknologi terdiri atas: a. Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi. prosedur. Pasal 515 (1) Seksi Lisensi Pengembangan Teknologi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. Pasal 512 Subdirektorat Lisensi Teknologi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Lisensi Teknologi menyelenggarakan fungsi: a.f. prosedur. penyusunan norma. standar. Pasal 513 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 512. Seksi Lisensi Pemanfaatan Teknologi. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan kriteria. prosedur. dan b. penyusunan norma. dan kriteria. dan kriteria. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi lisensi teknologi. standar. penyusunan norma. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pengembangan teknologi.

Pasal 518 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis terdiri atas: a. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. penyusunan norma. Pasal 517 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 516. standar. standar. Pasal 516 Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Sentra Inovasi. prosedur. prosedur. standar. dan kriteria. Subdirektorat Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis menyelenggarakan fungsi: a. 156 . standar. Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. dan kriteria. penyusunan norma. dan b. prosedur. penyusunan norma. Pasal 519 (1) Seksi Pengembangan Sentra Inovasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lisensi pemanfaatan teknologi. dan b. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang sentra inovasi dan inkubator bisnis.

penyusunan norma. dan b. Seksi Pengembangan Sentra Kreatif. Pasal 520 Subdirektorat Sentra Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang harmonisasi kebijakan dan fasilitasi sentra kreatif. dan kriteria. penyusunan norma. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan sentra kreatif. dan kriteria. (1) Seksi Pasal 523 Pengembangan Sentra Kreatif mempunyai tugas 157 . dan kriteria. penyusunan norma. prosedur. standar. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra kreatif. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Pasal 521 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 520. standar. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan inkubator bisnis. Pasal 522 Subdirektorat Sentra Kreatif terdiri atas: a. prosedur. prosedur. dan b.serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan sentra inovasi. penyusunan norma. (2) Seksi Pengembangan Inkubator Bisnis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Sentra Kreatif menyelenggarakan fungsi: a.

dan b. prosedur. dan kriteria. Subdirektorat Akses Pembiayaan menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan Sentra Kreatif. penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan Sentra Kreatif. Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. Pasal 526 Subdirektorat Akses Pembiayaan terdiri atas: a. prosedur. prosedur. standar. Pasal 524 Subdirektorat Akses Pembiayaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria. penyusunan norma. standar. 158 . standar. dan kriteria. standar. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. penyusunan norma. Seksi Akses Pembiayaan Bank. dan kriteria. Seksi Akses Pembiayaan Non Bank. penyusunan norma. (2) Seksi Pengelolaan Sentra Kreatif mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan b.

standar. Pasal 528 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. Tugas dan Fungsi Pasal 529 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.Pasal 527 (1) Seksi Akses Pembiayaan Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. penyusunan norma. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 530 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan bank. (2) Seksi Akses Pembiayaan Non Bank mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan. dan kriteria. 159 . BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. dan kriteria. prosedur. prosedur. serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi akses pembiayaan non bank. penyusunan norma.

penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. c. Inspektorat I. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 532 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan e. dan d. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. 160 .Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. pemantauan. b. evaluasi. review. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Inspektorat III. d. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 533 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Bagian Perencanaan dan Evaluasi. dan e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 537 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 . b. Bagian Umum. kegiatan dan penganggaran. c. Pasal 536 Bagian Perencanaan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan rencana program. d. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. c. Organisasi dan Tata Laksana. pelaksanaan analisis dan pemantauan serta advokasi atas laporan hasil pengawasan dan penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pengawasan masyarakat. Bagian Kepegawaian. Pasal 535 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan urusan kepegawaian. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Inspektorat jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. organisasi.Pasal 534 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 533. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan koordinasi. dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. dan d. perlengkapan dan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyusunan rencana program dan penganggaran serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program pengawasan intern di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pasal 539 (1) Subbagian Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana program. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 538 Bagian Perencanaan dan Evaluasi terdiri atas: a. Pelaksanaan koordinasi dalam rangka penyusunan rencana program. dan b. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi dan laporan pelaksanaan rencana program. Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 541 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 540. dan pelaporan hasil pengawasan. 162 . penyiapan bahan pemantauan. evaluasi. analisis. evaluasi. dan b. dan pelaporan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 540 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan serta pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan.536. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Perencanaan. kegiatan dan penganggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. kegiatan dan penganggaran Inspektorat Jenderal. analisis. Bagian Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. dan b. kegiatan dan penganggaran.

Subbagian Kepegawaian. Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan. Subbagian Analisis Hasil Pengawasan. evaluasi dan penyusunan laporan tindak lanjut hasil pengawasan. (2) Subbagian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. dan b. pengembangan. pelaksanaan penyusunan rencana formasi. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengadaan. analisis. Pasal 543 (1) Subbagian Analisis Hasil Pengawasan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. 163 . dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 546 Bagian Kepegawaian. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. dan b. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian. penataan. evaluasi dan penyusunan laporan hasil pengawasan.Pasal 542 Bagian Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan terdiri atas: a. penyiapan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. dan b. kepangkatan. analisis. pengangkatan. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. Pasal 544 Bagian Kepegawaian.

Pasal 551 (1) Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha persuratan.Pasal 547 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiaapan bahan penyusunan rencana formasi. kearsipan. pengadaan. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. kearsipan. Subbagian Keuangan. Pasal 549 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 548. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas menyiapkan bahan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. (2) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. rumah tangga. Pasal 550 Bagian Umum terdiri atas: a. rumah tangga. pengangkatan. rumah tangga. kepangkatan. dan b. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan perlengkapan di lingkungan Inspektorat Jenderal. kearsipan. 164 . Bagian Umum menyelenggarakan fungsi : a. dan b. pelaksanaan urusan tata usaha persuratan. perlengkapan serta keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 548 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha persuratan. pengambangan. Subbagian Tata Usaha dan Perlengkapan. pelaksanaan urusan keuangan di lingkungan Inspektorat Jenderal.

d. 165 . Pasal 554 Inspektorat I terdiri atas: a. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. dan b. reviu. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 555 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat I. dan e. evaluasi. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 553 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 552.Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 552 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat I. dan kegiatan pengawasan lainnya. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan kegiatan pengawasan lainnya. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media. evaluasi. serta penyusunan laporan. b. Desain dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. pemantauan. pemantauan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Sekretariat Jenderal. reviu.

pemantauan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata. evaluasi. Pasal 558 Inspektorat II terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat II. serta penyusunan laporan. b. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. dan kegiatan pengawasan lainnya. reviu. reviu. Pasal 557 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 556. evaluasi. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 559 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat II. c. penyusunan laporan hasil pengawasan. pemantauan. 166 . pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. dan e. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 556 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Subbagian Tata Usaha. d.

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri. Pasal 563 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat III. pemantauan. Pasal 562 Inspektorat III terdiri atas: a. b. d. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri serta penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata. pelaksanaan urusan tata usaha Inspektorat III. pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan rencana dan program pengawasan intern. evaluasi. pemantauan. evaluasi.Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 560 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Subbagian Tata Usaha. penyusunan laporan hasil pengawasan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. dan e. c. Pasal 561 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 560. dan kegiatan pengawasan lainnya. serta penyusunan laporan. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. dan b. reviu. 167 . reviu. dan kegiatan pengawasan lainnya.

dan d. Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 566 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 565. Tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif.BAB IX BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan administrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 168 . Pasal 565 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif. dan Fungsi Pasal 564 (1) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. c. pemantauan. (2) Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh Kepala Badan. pelaksanaan pengembangan sumber daya di bidang pariwisata ekonomi kreatif. penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program pengembangan sumber daya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. b.

penataan dan peningkatan kapasitas organisasi 169 . dan e. koordinasi dan penyusunan rencana program dan penganggaran. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 568 Sekretariat Badan mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi dan pelaporan. d. penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan. serta kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 567 Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif. Sekretariat Badan menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. Sekretariat Badan. Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.

perbendaharaan dan gaji. Organisasi. c. akuntansi dan verifikasi. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama. pengelolaan penggunaan. c. Kelompok Jabatan Fungsional. d.dan tata laksana. pengelolaan urusan persuratan. Pasal 571 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran. dan d. data dan informasi. penerimaan dan pengeluaran anggaran. Bagian Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. dan Kepegawaian. Pasal 570 Sekretariat Badan terdiri atas: a. program dan anggaran serta fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta pengelolaan urusan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Umum dan Informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana. serta inventarisasi kekayaan milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan 170 . Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. dan e. b. rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bagian Hukum. pemantauan.

penelaahan dan bantuan hukum. dan c. Organisasi. dan Pelaporan. (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan fasilitasi kerja sama dalam dan luar negeri di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. perumusan dan penyusunan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Evaluasi. Pasal 575 Bagian Hukum. dan c. (2) Subbagian Pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. penyiapan bahan pemantauan.penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 574 (1) Subbagian Rencana Program dan Penganggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan penganggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. Subbagian Kerja Sama. evaluasi. Subbagian Rencana Program dan Penganggaran. dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Pasal 573 Bagian Perencanaan dan Kerja Sama terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan. penataan 171 . b.

Pasal 577 Bagian Hukum. perumusan dan penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pengadaan. serta pelaksanaan pengelolaan kepegawaian di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 578 (1) Subbagian Hukum. Bagian Hukum. Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pelaksanaan koordinasi perumusan. Organisasi. perumusan dan 172 . Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. dan c. Organisasi. dan c. dan pengembangan. evaluasi.dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana. dan Kepegawaian terdiri atas: a. b. dan Tata Laksana. kepangkatan. penelaahan dan bantuan hukum. serta pemantauan. Organisasi. pemberhentian dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. evaluasi. penyusunan peraturan perundang-undangan. Organisasi. dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi perumusan. dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perencanaan formasi. pelaksanaan penyiapan bahan pengangkatan. penelaahan dan bantuan hukum. penyusunan peraturan perundang-undangan. perpindahan tempat kerja. serta pemantauan. Subbagian Hukum. Subbagian Mutasi Pegawai. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b.

Pasal 581 Bagian Keuangan terdiri atas: 173 . pemberhentian. pelaksanaan urusan perbendaharaan dan gaji. pelaksanaan pengelolaan penggunaan. perpindahan tempat kerja. dan c. pengadaan dan pengembangan. serta tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. dan pensiun pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. serta disiplin pegawai di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.penyusunan organisasi dan tata laksana di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. b. kepangkatan. (2) Subbagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perencanaan formasi. Pasal 579 Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan urusan keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagaian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengangkatan. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Perbendaharaan dan Gaji.a. serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. pelaksanaan urusan tata persuratan. dan b. serta dokumen verifikasi dan penilaian realisasi anggaran pendapatan dan belanja Negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (3) Subbagian Akuntansi dan Verifikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan laporan neraca/kekayaan keuangan. pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan. serta rumah tangga dan perlengkapan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. tata usaha keuangan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 174 . Pasal 582 (1) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan pengelolaan penggunaan. penerimaan dan pengeluaran anggaran di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasal 583 Bagian Umum dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. data dan informasi. (2) Subbagian Perbendaharaan dan Gaji mempunyai tugas melakukan urusan perbendaharaan dan gaji. c. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. b. data dan informasi. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Subbagian Akuntansi dan Verifikasi.

serta penatausahaan barang milik negara di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. dan 175 . Subbagian Tata Persuratan. Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan tata persuratan. serta kearsipan di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga dan perlengkapan. Data dan Informasi. rencana dan program kegiatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan.Pasal 585 Bagian Umum dan Informasi terdiri atas: a. data dan informasi. penyusunan kebijakan teknis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 586 (1) Subbagian Tata Persuratan. Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Pasal 587 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan kepariwisataan. dan b. serta pemantauan. pengembangan sistem dan metoda.

pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 589 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Bidang Data dan Publikasi. dan b. rencana dan program kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Bidang Program dan Evaluasi. Subbidang Evaluasi. Pasal 592 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. 176 . Kelompok Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis.b. dan c. dan b. Subbidang Program. b. Pasal 590 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. Pasal 591 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 590. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.

rencana dan program kegiatan. Pasal 596 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. Pasal 595 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 594. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Pasal 594 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. 177 . Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pelayanan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pelayanan serta penyajian dan publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Subbidang Data. Subbidang Publikasi. penyajian. evaluasi. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan. dan b. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. pengolahan. dan b.Pasal 593 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. Pasal 597 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan.

serta pemantauan. 178 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Data dan Publikasi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif Pasal 598 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang kebijakan ekonomi kreatif. penyajian. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan kepariwisataan. Bidang Program dan Evaluasi. Pasal 600 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. penyusunan kebijakan teknis. rencana dan program kegiatan. dan c. b. dan b. pengembangan sistem dan metoda. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian dan publikasi data penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 599 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 598.(2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan.

kegiatan serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Subbidang Evaluasi. rencana dan program kegiatan. pelayanan serta penyajian dan 179 . pengolahan. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi pelaporan pelaksanaan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 604 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis. evaluasi. Subbidang Program. serta pengembangan sistem dan metoda penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Pasal 603 Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. Pasal 605 Bidang Data dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. Bidang Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan.Pasal 601 Bidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis rencana dan program kegiatan. pengembangan sistem dan metoda serta pemantauan. dan b. dan b.

Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 605. 180 . Subbidang Publikasi. Pasal 607 Bidang Data dan Publikasi terdiri atas: a. Bidang Data dan Publikasi menyelenggarakan fungsi : a. Pasal 608 (1) Subbidang Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. Bagian Keenam Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 609 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif.publikasi data dan informasi kegiatan penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. pelaksanaan pelayanan. penyajian. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penyajian. (2) Subbidang Publikasi mempunyai tugas melakukan pelayanan. pengumpulan dan pengolahan data dan informasi penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. penerbitan dan publikasi data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif. dan b. Subbidang Data. dan b.

b. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisatan menyelenggarakan fungsi: 181 . penyusunan rencana dan program kegiatan. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang kepariwisataan. sistem dan metoda. Pasal 611 Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Pasal 612 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. sistem dan metoda. dan b. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang ekonomi kreatif. pengembangan kurikulum. penyusunan rencana dan program kegiatan. sistem dan metoda. pengembangan kurikulum. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. perumusan kebijakan teknis. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 610 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan. perumusan kebijakan teknis. dan c. pengembangan kurikulum. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a.

serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. penyusunan rencana program dan kegiatan. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. dan b. pengembangan kurikulum. sistem 182 . Pasal 616 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana program dan kegiatan. dan b. Pasal 614 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kepariwisataan terdiri atas: a. pengembangan kurikulum. penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumber daya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. penyusunan rencana program dan kegiatan. sistem dan metoda. Subbidang Program dan Evaluasi. Pasal 615 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan dan kerja sama pengembangan sumberdaya manusia aparatur kepariwisataan serta sumber daya manusia industri dan masyarakat kepariwisataan. Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama.a. pengembangan kurikulum.

Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama. sistem dan metoda. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Subbidang Program dan Evaluasi. dan b. desain. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. sistem dan metoda. penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. desain. penyusunan rencana program dan kegiatan. serta pemantauan dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya serta berbasis media. pengembangan kurikulum. (2) Subbidang Penyelenggaraan dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan 183 . dan b. penyusunan rencana program dan kegiatan. desain. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. pengembangan kurikulum.dan metoda. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 619 (1) Subbidang Program dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis. Pasal 618 Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif terdiri atas: a.

budaya serta berbasis media, desain, dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagian Ketujuh Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Pasal 620 Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620, Pusat Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan kerja sama kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 622 Pusat Pengembangan Kompetensi Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Bidang Kompetensi Kepariwisataan; b. Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif; dan c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 623 Bidang Kompetensi Kepariwisataan mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan, serta pemantauan, 184

evaluasi, pelaporan, dan kerja sama pelaksanaan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623, Bidang Kompetensi Kepariwisataan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 625 Bidang Kompetensi Kepariwisataan terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 626 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang kepariwisataan. Pasal 627 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kompetensi di bidang ekonomi kreatif. 185

Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627, Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif; dan b. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. Pasal 629 Bidang Kompetensi Ekonomi Kreatif terdiri atas: a. Subbidang Program; dan b. Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama. Pasal 630 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan, penerapan, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. (2) Subbidang Evaluasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, serta kerja sama pelaksanaan perumusan, penerapan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. BAB X STAF AHLI Pasal 631 (1) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dibantu oleh 4 (empat) Staf Ahli. (2) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 186

(3) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah tertentu sesuai dengan bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal, Inspektorat Jenderal, dan Badan. (4) Kelompok Staf Ahli dibantu oleh Subbagian Tata Usaha yang secara administratif berada di bawah Sekretaris Jenderal dan sehari-hari dibina oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian pada Biro Umum. Pasal 632 Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Kreatif; b. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi; c. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga; dan d. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karya

(1)

(2) (3) (4)

Pasal 633 Staf Ahli Bidang Perlindungan Keanekaragaman Karya Kreatif mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah perlindungan keanekaragaman karya kreatif. Staf Ahli Bidang Jasa Ekonomi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah jasa ekonomi. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah hubungan antar lembaga. Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai masalah ilmu pengetahuan dan teknologi.

187

BAB XI PUSAT DATA DAN INFORMASI Pasal 634 (1) Pusat Data dan Informasi adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala. Pasal 635 Pusat Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan pengembangan teknologi informasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635, Pusat Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan penyusunan data dan informasi; dan b. pelaksanaan pengembangan teknologi informasi. Pasal 637 Pusat Data dan Informasi terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Data; b. Bidang Pengembangan Teknologi Informasi; c. Subbagian Tata Usaha; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 638 Bidang Pengelolaan Data mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. 188

Bidang Pengembangan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 643 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 642. analisis. dan b. Pasal 641 (1) Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan identifkasi. pengumpulan. dan b. 189 . jaringan dan infrastruktur teknologi informasi. pengumpulan. Bidang Pengelolaan Data menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 642 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. evaluasi dan pengolahan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. dan b.Pasal 639 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 638. analisis. Subbidang Pengumpulan dan Pengolahan Data. dan evaluasi data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data. (2) Subbidang Penyimpanan dan Pelayanan Data mempunyai tugas melakukan penyimpanan dan pelayanan data di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasal 640 Bidang Pengelolaan Data terdiri atas: a.

Pasal 644 Bidang Pengembangan Teknologi Informasi terdiri atas: a. Subbidang Sistem Aplikasi. dan b. Pasal 645 (1) Subbidang Sistem Aplikasi mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan sistem aplikasi. (2) Subbidang Jaringan dan Infrastruktur mempunyai tugas melakukan pengembangan dan pemeliharaan jaringan dan infrastruktur. Subbidang Jaringan dan Infrastruktur. Pasal 646 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Data dan Informasi. (2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai dipimpin oleh Kepala. 190 . BAB XII PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI Pasal 647 (1) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. Pasal 648 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pegawai di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Bidang Penyelenggaraan. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan d. pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. Pasal 652 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 651. penyiapan materi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. penyusunan rencana dan program serta kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. kepegawaian. surat menyurat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. d. f.Pasal 649 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 648. dan rumah tangga di lingkungan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai. b. Kelompok Jabatan Fungsional. c. kearsipan. Pasal 650 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai terdiri atas: a. Bidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. dan 191 . pelayanan teknis pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. dan g. e. Pasal 651 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. Bagian Tata Usaha.

Subbidang Kerja Sama. Pasal 654 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan administrasi keuangan. dan b. rumah tangga. Pasal 657 Bidang Program dan Kerja Sama terdiri atas: a. dan b. serta hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. sistem dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. dan perlengkapan. penyusunan program pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan hubungan kerja sama dengan instansi dan lembaga. Pasal 655 Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengkajian. Pasal 656 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 655. penyusunan dan pengembangan kurikulum. Subbagian Keuangan.b. ketatausahaan. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. ketatausahaan. dan perlengkapan. Subbagian Umum. penyusunan kebijakan dan program. Pasal 653 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. dan c. rumah tangga. 192 . Subbidang Program. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pelaksanaan urusan kepegawaian. perumusan.

pelaksanaan evaluasi dan laporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Pasal 661 Bidang Penyelenggaraan terdiri atas: a.Pasal 658 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengkajian. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaksanaan hubungan kerja sama pendidikan dan pelatihan pegawai. 193 . Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan struktural pegawai. b. dan metoda pendidikan dan pelatihan pegawai. evaluasi. penyusunan program. dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional. dan b. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional pegawai. sistem. dan c. Bidang Penyelenggaraan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 659 Bidang Penyelenggaraan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan pegawai. perumusan. Pasal 660 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 659. Pasal 662 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. serta pengembangan kurikulum.

serta analisis berita dan opini publik. b. Pasal 664 Pusat Komunikasi Publik mempunyai tugas melaksanakan komunikasi publik melalui publikasi dan analisis berita. dan pencitraan. pengolahan. pelayanan informasi publik. dan d. serta hubungan antar lembaga. pemberitaan. BAB XIII PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK Pasal 663 (1) Pusat Komunikasi Publik adalah unsur pendukung tugas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Sekretaris Jenderal. Pusat Komunikasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara/pemerintah.(2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural mempunyai tugas melakukan pelaksanaan. pelaksanaan publikasi. pameran. Pasal 665 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 664. pelaksanaan urusan tata usaha Pusat Komunikasi Publik. c. dunia usaha dan masyarakat dalam dan luar negeri. serta pelaporan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan prajabatan dan diklat pimpinan. hubungan media massa. dan pelayanan informasi serta dokumentasi. pelaksanaan pengumpulan. 194 . evaluasi. (2) Pusat Komunikasi Publik dipimpin oleh Kepala.

d. Bidang Informasi Publik. Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 667 Bidang Publikasi dan Analisis Berita mempunyai tugas melaksanakan publikasi. publikasi. serta hubungan dengan media massa. Pasal 668 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 667. pemberitaan. pameran. Subbidang Publikasi dan Pemberitaan. dan penyajian pemberitaan. pelaksanaan analisis berita dan opini publik serta pencitraan. serta analisis berita dan opini publik. pameran. hubungan media massa. dan b. Bidang Publikasi dan Analisis Berita menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 669 Bidang Publikasi dan Analisis Berita terdiri atas: a. analisis berita dan opini publik serta pencitraan. Subbagian Tata Usaha. hubungan media massa. (2) Subbidang Analisis Berita mempunyai tugas melakukan pameran. pemberitaan. Bidang Hubungan Antar Lembaga. Pasal 670 (1) Subbidang Publikasi dan Pemberitaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan. 195 .Pasal 666 Pusat Komunikasi Publik terdiri atas: a. dan pencitraan. pengolahan. c. Bidang Publikasi dan Analisis Berita. b. dan pencitraan. dan b. dan e. pelaksanaan publikasi. Subbidang Analisis Berita.

Pasal 673 Bidang Informasi Publik terdiri atas: a. pelaksanaan pengemasan. penyajian. pengelolaan. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: 196 . Pasal 672 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 671. pelaksanaan pengumpulan. Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi. Pasal 675 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah dan lembaga dunia usaha dan masyarakat. dan dokumentasi informasi. (2) Subbidang Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan. dan b. Bidang Informasi Publik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 674 (1) Subbidang Pelayanan Informasi mempunyai tugas melakukan pengemasan. dan pelayanan pengguna informasi. Subbidang Pelayanan Informasi.Pasal 671 Bidang Informasi Publik mempunyai tugas pelaksanaan pelayanan informasi publik serta pengelolaan informasi dan dokumentasi. dan dokumentasi informasi. penyajian. dan b. dan pelayanan pengguna informasi. Pasal 676 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 675. pengelolaan.

dan b. pelaksanaan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah. Pasal 679 Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat Komunikasi Publik. dan b. Pasal 677 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. Pasal 681 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan tugas sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan. (2) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat. 197 . pelaksanaan hubungan dengan lembaga Negara/Pemerintah. Subbidang Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah. BAB XIV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 680 Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional sesuai kebutuhan. Pasal 678 (1) Subbidang Hubungan Antar Lembaga Pemerintah mempunyai tugas melakukan hubungan dengan lembaga Negara/ Pemerintah.a.

BAB XVI TATA KERJA Pasal 684 Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan organisasi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif wajib 198 . Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(1) (2) (3) (4) Pasal 682 Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundangundangan. (2) Organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi. BAB XV UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 683 (1) Di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat Organisasi Unit Pelaksana Teknis sebagai pelaksana tugas teknis tertentu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

menerapkan prinsip koordinasi. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. Pasal 688 Dalam melaksanakan tugas. Pasal 687 Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dan dalam 199 . (2) Dalam menyampaikan laporan kepada pimpinan satuan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 686 (1) Setiap laporan dari bawahan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antara satuan organisasi di lingkungan Kementerian serta instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugasnya masing-masing. Pasal 685 (1) Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Kementerian wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Inspektur.rangka bimbingan kepada bawahannya wajib mengadakan rapat berkala. Inspektur Jenderal.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Direktur.a. Kepala Seksi. DAN PEMBERHENTIAN (1) (2) (3) (4) (5) Pasal 689 Sekretaris Jenderal. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III.a. Kepala Badan. Sekretaris Jenderal. Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Badan dan Kepala Pusat adalah jabatan struktural eselon II. dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a. dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV.a. Kepala Biro. Direktur Jenderal. 200 . Pasal 690 Pejabat struktural eselon I. BAB XVII ESELON.b atau serendahrendahnya eselon II. Kepala Bagian. dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I.a. Inspektur Jenderal. Direktur Jenderal. Pasal 691 (1) Wakil Menteri.a yang dialihtugaskan pada jabatan Staf Ahli tetap diberikan eselon I. Kepala Subbagian. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sekretaris Direktorat Jenderal. PENGANGKATAN.

BAB XIX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 694 Semua peraturan pelaksanaan dari Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM. 201 .BAB XVIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 692 Perubahan atas organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.27/HK. Pasal 695 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Menteri ini seluruh jabatan yang ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tetap melaksanakan tugas dan fungsi Kementerian sampai dengan diatur kembali berdasarkan Peraturan Menteri ini.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah atau diganti dengan peraturan pelaksanaan yang baru berdasarkan Peraturan Menteri ini. Pasal 693 Perubahan pembagian obyek pengawasan Inspektorat yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

AMIR SYAMSUDIN 202 . Agar setiap orang mengetahuinya. Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM. MARI ELKA PANGESTU Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 13 Februari 2012 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. ttd.BAB XX PENUTUP Pasal 696 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2012 MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 697 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. ttd.27/HK. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.001/MKP-2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

SH. ZAINI BUSTAMAN. 19590617 198803 1 005 203 .BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 196 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM. MM NIP.

001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF WAKIL MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF STAF AHLI 204 INSPEKTORAT JENDERAL DITJEN PEMASARAN PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA PUSAT DATA DAN INFORMASI SEKRETARIAT JENDERAL DITJEN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DITJEN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. DESAIN. DAN IPTEK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF NOMOR : PM.07/HK.

SEKRETARIAT JENDERAL 205 BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BIRO KEUANGAN BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BIRO UMUM PUSAT DATA DAN INFORMASI PUSAT DIKLAT PEGAWAI PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK .

BIRO PERENCANAAN DAN ORGANISASI BAGIAN RENCANA PROGRAM BAGIAN PENGANGGARAN BAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN BAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA 206 SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM I SUBBAGIAN PENGANGGARAN I SUBBAGIAN PEMANTAUAN DAN EVALUASI PROGRAM SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM II SUBBAGIAN PENGANGGARAN II SUBBAGIAN PELAPORAN KEMENTERIAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM III SUBBAGIAN ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PENGANGGARAN III DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PENYIAPAN BAHAN PIMPINAN SUBBAGIAN FASILITASI REFORMASI BIROKRASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO HUKUM DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI BAGIAN MUTASI PEGAWAI 207 SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN KEPARIWISATAAN SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM SUBBAGIAN PERENCANAAN PEGAWAI SUBBAGIAN PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN SUBBAGIAN PERATURAN PER-UNDANG-2AN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN PERJANJIAN DAN RATIFIKASI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN MUTASI DAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI HUKUM SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BIRO KEUANGAN BAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI BAGIAN VERIFIKASI ANGGARAN 208 SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN I SUBBAGIAN TATA KELOLA PERBENDAHARAAN SUBBAGIAN AKUNTANSI I SUBBAGIAN VERIFIKASI PENDAPATAN DAN BELANJA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN II SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN KEUANGAN DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN PEMANTAUAN ANGGARAN DAN PNBP SUBBAGIAN AKUNTANSI II SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN KEUANGAN SUBBAGIAN REKONSILIASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

TIMTENG. DAN TATA USAHA BIRO SUBBAGIAN KAWASAN PERTUMBUHAN SUBBAGIAN MITRA WICARA ASEAN SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN I SUBBAGIAN KERJA SAMA EKONOMI KREATIF SUBBAGIAN ANTAR KAWASAN II SUBBAGIAN WTO DAN OI LAINNYA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .BIRO KERJA SAMA LUAR NEGERI BAGIAN KERJA SAMA BILATERAL BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL ASEAN BAGIAN KERJA SAMA REGIONAL NON ASEAN BAGIAN KERJA SAMA MULTILATERAL 209 SUBBAGIAN ASIA PASIFIK SUBBAGIAN ASEAN SUBBAGIAN INTRA KAWASAN SUBBAGIAN UNWTO SUBBAGIAN AMERIKA DAN EROPA SUBBAGIAN AFRIKA.

BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN PERLENGKAPAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN LAYANAN PENGADAAN 210 SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BMN SUBBAGIAN TATA USAHA WAMEN SUBBAGIAN PEMELIHARAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKJEN SUBBAGIAN TATA USAHA STAF AHLI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ANALISIS KEBUTUHAN SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PELAKSANAAN PENGADAAN SUBBAGIAN PENGAMANAN SUBBAGIAN BIMBINGAN TEKNIS SUBBAGIAN TATA PERSURATAN .

DIREKTORAT JENDERAL PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 211 DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS. KONVENSI. DAN EVENT . INSENTIF.

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 212 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. EVALUASI. KEPEGAWAIAN.

I SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL.DIREKTORAT PERANCANGAN DESTINASI DAN INVESTASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN ZONA KREATIF SUBDIREKTORAT KAWASAN PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA SUBDIREKTORAT INVESTASI PARIWISATA 213 SEKSI PERANCANGAN DESTINASI WIL. II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL. I SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKSI PENGEMBANGAN POTENSI INVESTASI SEKSI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA WIL. DAN IPTEK SEKSI PROMOSI INVESTASI . DESAIN. II SEKSI ZONA KREATIF BERBASIS MEDIA.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH II SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH III SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN DTW WILAYAH IV 214 SEKSI WILAYAH BALI SEKSI WILAYAH NTB DAN NTT KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH JAWA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA SEKSI WILAYAH SUMATERA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH PAPUA. DAN PAPUA BARAT .

A SEKSI JASA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH I.DIREKTORAT INDUSTRI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT SARANA PARIWISATA SUBDIREKTORAT JASA PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN PRODUK DAN PELAYANAN WILAYAH II 215 SEKSI JASA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH I.B .B KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI SARANA PARIWISATA I SEKSI WILAYAH II.A SEKSI SARANA PARIWISATA II SEKSI WILAYAH II.

DIREKTORAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESTINASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN DAN PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SUBDIREKTORAT PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA SUBDIREKTORAT KEMITRAAN DAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT SUBDIREKTORAT DOKUMENTASI DAN KOMUNIKASI 216 SEKSI WILAYAH I SEKSI WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PERANCANGAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KEMITRAAN MASYARAKAT SEKSI DOKUMENTASI SEKSI PEMANTAUAN PEMBERDAYAAN PARIWISATA SEKSI KELEMBAGAAN MASYARAKAT SEKSI KOMUNIKASI .

DAN EVENT 217 SEKSI PENGEMBANGAN WISATA SPA DAN KESEHATAN SEKSI PENGEMBANGAN WISATA OLAH RAGA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PENGEMBANGAN WISATA KULINER SEKSI PENGEMBANGAN WISATA ALAM SEKSI FASILITASI WISATA KONVENSI. INSENTIF. INSENTIF. INSENTIF. INSENTIF.DIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA MINAT KHUSUS KONVENSI. DAN EVENT . DAN EVENT SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BELANJA SEKSI PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA SEKSI SARANA DAN PRASARANA WISATA KONVENSI. DAN EVENT SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KULINER DAN BELANJA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA ALAM DAN BUDAYA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN REKREASI DAN HIBURAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN WISATA KONVENSI.

EVENT.DIREKTORAT JENDERAL PEMASARAN PARIWISATA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 218 DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. DAN MINAT KHUSUS DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFOMASI PARIWISATA . INSENTIF.

EVALUASI. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 219 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. KEPEGAWAIAN.SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN PASAR DAN INFORMASI PARIWISATA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR DALAM NEGERI SUBDIREKTORAT INFORMASI PASAR LUAR NEGERI SUBDIREKTORAT HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA DAN WIDYA WISATA SUBDIREKTORAT PERANCANGAN PEMASARAN PARIWISATA 220 SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI HUBUNGAN LEMBAGA PARIWISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA DALAM NEGERI SEKSI DISEMINASI INFORMASI PASAR PARIWISATA LUAR NEGERI SEKSI WIDYA WISATA SEKSI PERANCANGAN PEMASARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT WILAYAH ASEAN SUBDIREKTORAT WILAYAH ASIA SUBDIREKTORAT WILAYAH TIMUR TENGAH DAN AFRIKA SUBDIREKTORAT WILAYAH AMERIKA DAN PASIFIK SUBDIREKTORAT WILAYAH EROPA 221 SEKSI WILAYAH ASIA SELATAN DAN BARAT SEKSI WILAYAH TIMUR TENGAH SEKSI WILAYAH ASIA TIMUR SEKSI WILAYAH AFRIKA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ASEAN I SEKSI WILAYAH AMERIKA SEKSI WILAYAH EROPA BARAT SEKSI WILAYAH ASEAN II SEKSI WILAYAH PASIFIK SEKSI WILAYAH EROPA TENGAH DAN TIMUR .

DAN D. SUMSEL. BANTEN. & BANGKA BELITUNG . BENGKULU. SUMUT. DAN DKI JAKARTA SEKSI WILAYAH SULAWESI SEKSI WILAYAH BALI DAN NTB SEKSI WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI WILAYAH ACEH.I.RIAU SEKSI WILAYAH SUMBAR.YOGYAKARTA SEKSI WILAYAH KALIMANTAN SEKSI WILAYAH JAWA TIMUR DAN NTT SEKSI WILAYAH PAPUA DAN PAPUA BARAT SEKSI WILAYAH LAMPUNG. JAWA TENGAH. JAMBI. RIAU DAN KEP.DIREKTORAT PROMOSI PARIWISATA DALAM NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH I SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH II SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH III SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH IV SUBDIREKTORAT PROMOSI WISATA WILAYAH V 222 SEKSI WILAYAH JAWA BARAT.

DIREKTORAT PENCITRAAN INDONESIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT STRATEGI PENCITRAAN INDONESIA SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA CETAK SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI MEDIA RUANG SUBDIREKTORAT KERJA SAMA DAN KEMITRAAN 223 SEKSI PROMOSI MEDIA CETAK SEKSI PROMOSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA CETAK SEKSI PERENCANAAN PENCITRAAN INDONESIA SEKSI PROMOSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SEKSI PEMANTAUAN DAN EVALUASI PENCITRAAN INDONESIA SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA ELEKTRONIK DAN DIGITAL SEKSI SARANA DAN DISTRIBUSI MEDIA RUANG SEKSI KERJA SAMA DAN KEMITRAAN ANTAR LEMBAGA NON-PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT PROMOSI KONVENSI. EVENT. DAN MINAT KHUSUS SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE KORPORASI SUBDIREKTORAT PROMOSI KIE PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH SUBDIREKTORAT PROMOSI MINAT KHUSUS 224 SEKSI KORPORASI DALAM NEGERI SEKSI PEMERINTAH SEKSI WISATA BAHARI SEKSI KORPORASI LUAR NEGERI SEKSI NON PEMERINTAH SEKSI WISATA NON BAHARI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . INSENTIF.

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 225 DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA .

EVALUASI. KEPEGAWAIAN. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 226 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI .SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI PERFILMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT FASILITASI INDUSTRI PERFILMAN SUBDIREKTORAT FESTIVAL DAN EKSIBISI FILM SUBDIREKTORAT SUBDIREKTORAT PRODUKSI FILM PRODUKSI SUBDIREKTORAT PEMASARAN FILM 227 SEKSI FESTIVAL FILM SEKSI PENGEMBANGAN KONTEN DAN LOKASI FILM SEKSI EKSIBISI FILM SEKSI PELAYANAN PRODUKSI FILM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FASILITASI USAHA PERFILMAN SEKSI DISTRIBUSI FILM SEKSI FASILITASI KEGIATAN PERFILMAN SEKSI PERTUNJUKAN FILM .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK SUBDIREKTORAT INFRASTRUKTUR DAN DOKUMENTASI SENI PERTUNJUKAN DAN INDUSTRI MUSIK 228 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI MUSIK SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN INDUSTRI MUSIK SEKSI PEMASARAN INDUSTRI MUSIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUK SENI PERTUNJUKAN SEKSI PEMASARAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PERTUNJUKAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN SEKSI DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI .

DIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SUBDIREKTORAT PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN APRESIASI 229 SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA TERAPAN SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA MURNI SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN SENI RUPA TERAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA SENI RUPA MURNI SEKSI KREASI DAN PRODUKSI KARYA FOTOGRAFI SEKSI DISTRIBUSI DAN KOMERSIALISASI KARYA SENI RUPA SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN FOTOGRAFI SEKSI APRESIASI KARYA SENI RUPA .

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA. DESAIN. DAN IPTEK SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL 230 DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI .

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. KEPEGAWAIAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI . EVALUASI. DAN ORGANISASI BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 231 SUBBAGIAN HUKUM SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KERJA SAMA SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.

DIREKTORAT PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS MEDIA SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN FILM ANIMASI DAN KOMIK SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN TULISAN FIKSI DAN NON FIKSI SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF AUDIO DAN VIDEO SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN KARYA KREATIF PERIKLANAN 232 SEKSI TULISAN FIKSI SEKSI KARYA KREATIF AUDIO SEKSI KOMIK SEKSI TULISAN NON FIKSI SEKSI KARYA KREATIF VIDEO KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI FILM ANIMASI SEKSI IKLAN CETAK SEKSI IKLAN ELEKTRONIK .

DIREKTORAT DESAIN DAN ARSITEKTUR SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT ARSITEKTUR DAN DESAIN INTERIOR SUBDIREKTORAT KOMUNIKASI VISUAL SUBDIREKTORAT DESAIN PRODUK DAN KEMASAN SUBDIREKTORAT MODE 233 SEKSI ARSITEKTUR SEKSI DESAIN GRAFIS SEKSI KOMUNIKASI VISUAL SEKSI DESAIN PRODUK SEKSI DESAIN BUSANA SEKSI DESAIN INTERIOR SEKSI DESAIN KEMASAN SEKSI DESAIN NON BUSANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DIREKTORAT KERJA SAMA DAN FASILITASI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT LISENSI TEKNOLOGI SUBDIREKTORAT SENTRA INOVASI DAN INKUBATOR BISNIS SUBDIREKTORAT SENTRA KREATIF SUBDIREKTORAT AKSES PEMBIAYAAN 234 SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA INOVASI SEKSI PENGEMBANGAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN BANK SEKSI PENGEMBANGAN INKUBATOR BISNIS SEKSI PENGELOLAAN SENTRA KREATIF SEKSI AKSES PEMBIAYAAN NON BANK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI LISENSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SEKSI LISENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI .

INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL 235 INSPEKTORAT II INSPEKTORAT I INSPEKTORAT III .

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL BAGIAN PERENCANAAN DAN EVALUASI BAGIAN ANALISIS DAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. ORGANISASI. DAN TATA LAKSANA BAGIAN UMUM 236 SUBBAGIAN ANALISIS HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN TINDAK LANJUT HASIL PENGAWASAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KEUANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PERENCANAAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN .

INSPEKTORAT I SUBBAGIAN TATA USAHA 237 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT II SUBBAGIAN TATA USAHA 238 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

INSPEKTORAT III SUBBAGIAN TATA USAHA 239 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR .

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PARIWISATA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 240 PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF .

DAN INFORMASI SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI SUBBAGIAN PERBENDAHARAAN DAN GAJI SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN MUTASI PEGAWAI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN VERIFIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA PROGRAM DAN PENGANGGARAN SUBBAGIAN PEMANTAUAN.SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PERENCANAAN DAN KERJA SAMA BAGIAN KEUANGAN BAGIAN HUKUM. DAN KEPEGAWAIAN BAGIAN UMUM DAN INFORMASI 241 SUBBAGIAN HUKUM. DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA PERSURATAN. DAN PELAPORAN SUBBAGIAN KERJA SAMA . EVALUASI. ORGANISASI. ORGANISASI. DATA.

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KEPARIWISATAAN 242 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN EKONOMI KREATIF 243 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI BIDANG DATA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG DATA SUBBIDANG EVALUASI SUBBIDANG PUBLIKASI .

PUSAT PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 244 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG PENGEMBANGAN SDM KEPARIWISATAAN BIDANG PENGEMBANGAN SDM EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PROGRAM DAN EVALUASI SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA SUBBIDANG PENYELENGGARAAN DAN KERJA SAMA .

PUSAT KOMPETENSI KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF 245 KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL BIDANG KOMPETENSI KEPARIWISATAAN BIDANG KOMPETENSI EKONOMI KREATIF SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG PROGRAM SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA SUBBIDANG EVALUASI DAN KERJA SAMA .

PUSAT DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PENGELOLAAN DATA BIDANG PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI 246 SUBBIDANG PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG PENYIMPANAN DAN PELAYANAN DATA SUBBIDANG SISTEM APLIKASI SUBBIDANG JARINGAN DAN INFRASTRUKTUR .

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM 247 BIDANG PENYELENGGARAAN SUBBIDANG PROGRAM KELOMPOK JABATAN FUNGSI ONAL SUBBIDANG DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL SUBBIDANG KERJA SAMA SUBBIDANG DIKLAT STRUKTURAL BIDANG PROGRAM DAN KERJA SAMA .

ttd MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA. MM NIP. SH. 19590617 198803 1 005 MARI ELKA PANGESTU . ttd ZAINI BUSTAMAN.PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PUBLIKASI DAN ANILISIS BERITA BIDANG INFORMASI PUBLIK BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA 248 SUBBIDANG PUBLIKASI DAN PEMBERITAAN SUBBIDANG PELAYANAN INFORMASI SUBBIDANG ANALISIS BERITA SUBBIDANG PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH SUBBIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA NON PEMERINTAH Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN DAN HUKUM.

249 .

250 .

251 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful