Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NN.

A DENGAN GANGGUAN HEMATOLOGI : ANEMIA DI RUANG KENANGA KAMAR B1 RSUD KEBUMEN

Azhar Taufik Akbar 0801162

Anemia
A. Pengertian Anemia adalah suatu kondisi di mana terjadi penurunan kuantitas dan kualitas dari konsentrasi hemoglobin, jumlah sel darah merah dan hematokrit di bawah dan batas normal (kurang dan 10 gr/dl).

EtioIogi
Akibat dari produksi sel darah merah tidak mencukupi dan sebagian lagi akibat sel darah merah prematur atau penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Faktor penyebab yang lain yaitu: Perdarahan/ kehilangan darah Kekurangan nutrisi Faktor keturunan Penyakit kronis

Manifestasi Klinik

1. 2. 3. 4. 5.

Pusing Anoreksia Nyeri Kepala. Gangguan pencernaan Mengalami sinitop.

6. Mual-muntah 7. Tinitus. 8. Sulit tidur/berkonsentrasi 9. Vertigo. 10.Gelisah 11.Pucat.

Penatalaksanaan
Mengaatasi penyebab anemia misal perdarahan dengan pemeberian antemintik yang sesuai Pemberian preparat Fe : seperti feros sulfat 3 x 25 mg dalam keadaan perut kosong Di berikan rumatan cairan dan pemberian transfuse sesuai dengan kondisi usia dan keseimbangan cairan yang dibutuhkan.

Pemeriksaaan Penunjang Pada kasus anemia, pemeriksaan penunjang di lakukan dengan menggunakan pemeriksaan laboratorium yang akan di dapatkan data : Terjadi penurunan jumlah Hb (hemoglobin) dari ambang batas normal yaitu 12- 16 gr% Terjadi penuruhan Hb (haematokrit) dan ambang batas normal yaitu 37-41 Di dapatkan sel darah merab yang mikrositik hipokrom dan terkadang makrositik. Terdapat penurunan kadar serum (fe) kurang dari 30 mg/L.

1. 2. 3. 4.

Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada hari Senin tanggal 20 juni 2011 pukul 11.00 WIB oleh Azhar Taufik Akbar diruang kenanga RSUD Kebumen. 1. Identitas Pasien Pasien bernama Nn. A berumur 17 tahun dengan jenis kelamin perempuan, beragama Islam, dan berpendidikan SMA, status perkawinan bulum kawin, suku bangsa Jawa/Indonesia, alamat jalan mangga No 53 Kebumen, Diagnosa medis: anemia, tanggal masuk 19 juni 2011, No RM 829180.

Pasien datang

ke IGD RSUD Kebumenpada

tanggal 19 juni 2011 diantar keluarga dengan

keluhan lemas, pusing, kadang berputar putar,


sering cape. Kemudian di IGD dilakukan tindakan

pengukuran tanda-tanda vital dengan hasil 80/60


mmHg, nadi 72 x/menit, suhu 36OC, RR 20

x/menit, mendapatkan therapy Infus RL 20 tpm


Injeksi Ketorolac 2x l0mg. Rantin 2 x 50mg.

Pengkajian Fokus

pola gerak dan keseimbangan, saat dikaji klien mengatakan lemas, pusing kadang berputar-putar. pola tidur dan istirahat, klien mengatakan tidak dapat tidur karena bising. pola rasa aman dan nyaman, saat dikaji : klien merasa tidak nyaman berada di rumah sakit karena suasana yang ramai pola kebutuhan belajar, saat dikaji : klien mengatakan belum mengerti tentang penyakitnya

Pada tanggal 19Juni 2011 dilakukan pemeriksaan laboratorium , HGB 7,8 gr/dl. ANALISA DATA data subjektif : klien mengatakan nyeri perut pada bagian bawah sebelah kiri (disminore) seperti di tusuk tusuk, nyeri dirasakan hilang timbul, nyeri tidak menyebar hanya pada daerah perut, skala nyeri 4. Data obyektif keadaan umum lemah, tekanan darah 80/60 mmHg, nadi 72 x/menit, suhu 36OC, RR 20 x/menit. Nyeri akut (dismenore) berhubungan dengan agen cidera biologis.

Data subyektif: klien mengatakan pusing, kadang berputarputar, terasa lemes, sering cape jika untuk beraktivitas. Data obyektif Hb 7,8 g/dl, tekanan darah 80/60 mmHg, nadi 72 x/menit, suhu 36OC, RR 20 x/menit. perubahan perfusi jaringan selebral berhubungan dengan penurunan O2 dalam darah Data subyektif klien mengatakan belum mengerti tentang penyakit, dan bertanya tentang cara pengobatannya. Data obyektif klien tampak bertanyatentang penyakitnya kepada perawat. Kurang pengetahuan tentang penyakit dan pengobatannya berhubungan dengan kurang informasi.

INTERVENSI, IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


1. Nyeri akut (dismenore) berhubungan dengan agen cidera biologis. a. Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi. b. Mengajarkan tentang teknik non farmakologi (distraksi relaxasi). c. Memonitor tanda-tanda vital d. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgetik untuk mengurangi nyeri.

Evaluasi hasil dari tindakan yang telah dilakukan oleh penulis setelah memberikan asuhan keperawatan pada tanggal 22 Juni 2011 dalam mengatasi masalah nyeri akut teratasi, dengan melihat kriteria hasil yaitu pasien mengatakan nyeri berkurang dengan skala 2, klien tampak lebih rileks. .2. Perubahan perfusijaringan berhubungan dengan penurunan konsentrasi O2 dalam darah. a. Mengobservasi tanda-tanda vital b. Mengkaji pengisian kapiler c. Memberikan transfusi darah.

Evaluasi hasil dari tindakan yang telah dilakukan


oleh penulis setelah memberikan asuhan keperawatan pada tanggal 22 Juni 2011 dalam mengatasi masalah gangguan perfsui jaringan serebral teratasi, dengan melihat kriteria hasil yaitu pasien mengatakan sudah tidak pusing saat bangun tidur, tidak lemes,

pengisian kapiler 2 detik, Hb 10,8 gr/%, tekanan

darah 110/90 mmHg, nadi 76 kali/menit, suhu 365OC,


respirasi 22 kali/menit.

3.

Kurang pengetahuan tentang penyakit dan


pengobatannya informasi. a. Mengkaji tingkat pengetahuan tentang anemia dan diitnya. b. Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga pasien tentang nutrisi bagi penderita anemia serta perawatannya. berhubungan dengan kurang

Evaluasi hasil dari tindakan yang telah dilakukan


oleh penulis setelah memberikan asuhan keperawatan pada tanggal 22 Juni 2011 dalam mengatasi masalah kurang pengetahuan adalah teratasi dengan ditandai pasien dan keluarga mengatakan tidak cemas, dapat menyebutkan kembali hasil penyuluhan, pasien dan keluarga kooperatif dalam program pengobatan.

Diagnosa yang tidak muncul dari konsep keperawatan.

1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplay oksigen. Masalah ini tidak muncul karena tidak terjadi ketidakseimbangan antara suplay O2dengan kebutuhan, klien dapat beraktivitas tanpa adanya peningkatan tekanan darah, nadi, dan suhu. 2. Resiko infeksi berhubungan dengan adanya pintu masuk mikroorganisme. Karena pada saat pengkajian tidak ada tanda-tanda infeksi tetapi diagnose resiko tinggi infeksi seharusnya muncul dalam kasus ini karena terpasang selang infuse.

3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan O2 ke jaringan perifer Penulis tidak memunculkan diagnose kerusakan intergritas kulit karena pada saat pengkajian tidak ada tanda-tanda kerusakan intergritas kulit.Masalah ini tidak muncul karena tidak ada gangguan pada permukaan kulit yang lecet akibat dari insisi pembedahan.

4. Gangguan eliminasi kontipasi berhubungan dengan pemasukan makanan diet, perubahan proses pencernaan dan efek samping terpi obat. Masalah ini tidak muncul karena tidak ada gangguan pada elminasi, gangguan konstipasi penurunan frekuensi defekasi dengan diikuti kesulitan atau pengeluaran veses kering dan keras 5. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan anoreksia. Masalah ini tidak muncul karena tidak ada mual muntah, napsu makan baik, pasien menghabiskan porsi dari rumah sakit.