Anda di halaman 1dari 10

A.

PERHITUNGAN PPh 21 TERUTANG UNTUK SUATU MASA PAJAK ATAS


KARYAWAN TETAP
KASUS 1
ILUSTRASI PERHITUNGAN PPh 21(I)
NAMA KARYAWAN : HAMBALI
PERUSAHAAN
: PT. X
STATUS
: K/2
MULAI BEKERJA
: MEI 2005
PENANGGUNG PPh 21
: PERUSAHAAN
MASA PAJAK
: JANUARI 2009
KETERANGAN LAIN
:
1. Premi Jamsostek : JKK = 0.24% dari gaji pokok, JKm = 0.3%, JHT sebesar 2%
ditanggung sendiri oleh karyawan
2. Iuran pensiun dipotong dari penghasilan karyawan sebesar 5% dari gaji pokok
PENGHASILAN BRUTO :
GAJI POKOK
: 2.000.000
TUNJANGAN MAKAN
: 500.000
TUNJANGAN TRANSP
: 500.000
UANG LEMBUR
: 1.000.000
IURAN JKK
:
4.800
IURAN JKm
:
6.000
TOTAL PENGHASILAN BRUTO
DIKURANGI :
BIAYA JABATAN
IURAN JHT
IURAN PENSIUN
TOTAL PENGURANGAN

:
:
:

4.010.800

200.540
40.000
100.000
340.540

PENGHASILAN NETTO SEBULAN


PENGHASILAN NETTO SETAHUN
PTKP

3.670.260
44.043.120 (netto sebulan x 12)
19.800.000

PKP
ROUNDING/PEMBULATAN

24.243.120
24.243.000

PPh 21 TERUTANG
5% X 24.243.000

1.212.150

TOTAL PPh 21 TERUTANG SETAHUN

1.212.150

PPh 21 TERUTANG SEBULAN

101.013 (PPh 21 seth : 12)

KASUS 2
ILUSTRASI PERHITUNGAN PPh 21 (II)
NAMA KARYAWAN : HAMBALI
PERUSAHAAN
: PT. X
STATUS
: K/2
PENANGGUNG PPh 21
: PERUSAHAAN
MASA PAJAK
: JULI 2009
KETERANGAN LAIN
:
1. Masa kerja mulai pada awal April 2009
2. Hal lain sama dengan kasus 1
PENGHASILAN BRUTO :
GAJI POKOK
: 3.000.000
TUNJANGAN MAKAN
: 500.000
TUNJANGAN TRANSP
: 500.000
UANG LEMBUR
: 1.000.000
IURAN JKK
:
7.200
IURAN JKm
:
9.000
TOTAL PENGHASILAN BRUTO
DIKURANGI :
BIAYA JABATAN
IURAN JHT
IURAN PENSIUN
TOTAL PENGURANGAN

:
:
:

5.016.200

250.810
60.000
150.000
460.810

PENGHASILAN NETTO SEBULAN


PENGHASILAN NETTO SETAHUN

4.555.390
40.998.510 (netto sebln x 9)

PTKP

19.800.000

PKP
ROUNDING/PEMBULATAN

21.198.510
21.198.000

PPh 21 TERUTANG
5% X 21.198.000

1.059.900

PPh 21 TERUTANG SETAHUN

1.059.900

PPh 21 TERUTANG SEBULAN


KASUS 3
ILUSTRASI PERHITUNGAN PPh 21(I)
NAMA KARYAWAN : HAMBALI
PERUSAHAAN
: PT. X
STATUS
: K/2
MULAI BEKERJA
: MEI 2005
PENANGGUNG PPh 21
: PERUSAHAAN

117.767 (PPh 21 sth : 9)

MASA PAJAK
: JUNI 2009
KETERANGAN LAIN
:
1. Premi Jamsostek : JKK = 0.24% dari gaji pokok, JKm = 0.3%, JHT sebesar 2%
ditanggung oleh perusahaan
2. Hal lain sama dengan kasus 1
PENGHASILAN BRUTO :
GAJI POKOK
: 2.000.000
TUNJANGAN MAKAN
: 500.000
TUNJANGAN TRANSP
: 500.000
UANG LEMBUR
: 1.000.000
IURAN JKK
:
4.800
IURAN JKm
:
6.000
IURAN JHT
:
40.000
TOTAL PENGHASILAN BRUTO
DIKURANGI :
BIAYA JABATAN
IURAN JHT
IURAN PENSIUN
TOTAL PENGURANGAN

:
:
:

4.050.800

202.540
40.000
100.000
342.540

PENGHASILAN NETTO SEBULAN


PENGHASILAN NETTO SETAHUN
PTKP

3.708.260
44.499.120 (netto sebulan x 12)
19.800.000

PKP
ROUNDING/PEMBULATAN

24.699.120
24.699.000

PPh 21 TERUTANG
5% X 24.699.000

1.234.950

TOTAL PPh 21 TERUTANG SETAHUN

1.234.950

PPh 21 TERUTANG SEBULAN

102.913 (PPh 21 seth : 12)

KASUS 4
ILUSTRASI PERHITUNGAN PPh 21(I)
NAMA KARYAWAN : HAMBALI
PERUSAHAAN
: PT. X
STATUS
: K/2
MULAI BEKERJA
: MEI 2005
PENANGGUNG PPh 21
: PERUSAHAAN
MASA PAJAK
: JULI 2009
KETERANGAN LAIN
:
1. Perusahaan memberikan bonus pada bulan Juli 2009 sebesar Rp 5.000.000
2. Keterangan lain sama dengan kasus 1

PENGHASILAN BRUTO :
GAJI POKOK
: 2.000.000
TUNJANGAN MAKAN
: 500.000
TUNJANGAN TRANSP
: 500.000
UANG LEMBUR
: 1.000.000
IURAN JKK
:
4.800
IURAN JKm
:
6.000
TOTAL PENGHASILAN BRUTO
DIKURANGI :
BIAYA JABATAN
IURAN JHT
IURAN PENSIUN
TOTAL PENGURANGAN

:
:
:

4.010.800

200.540
40.000
100.000
340.540

PENGHASILAN NETTO SEBULAN


PENGHASILAN NETTO SETAHUN
BONUS
TOTAL PHS NETTO + BONUS
PTKP

3.670.260
44.043.120 (netto sebulan x 12)
5.000.000
49.043.120
19.800.000

PKP
ROUNDING/PEMBULATAN

29.243.120
29.243.000

PPh 21 TERUTANG
5% X 29.243.000
1.462.150
PPh 21 terutang total phs bruto + bonus
1.462.150
PPh 21 terutang setahun tanpa bonus (lihat kasus 1) 1.212.150 PPh 21 terutang atas bonus
250.000
PPh 21 terutang sebulan (lihat kasus 1)
101.013
Total PPh 21 terutang sebulan

351.007

KASUS 5
ILUSTRASI PERHITUNGAN PPh 21(I)
NAMA KARYAWAN : HAMBALI
PERUSAHAAN
: PT. X
STATUS
: K/2
MULAI BEKERJA
: MEI 2005
PENANGGUNG PPh 21
: PERUSAHAAN
MASA PAJAK
: JULI 2009
KETERANGAN LAIN
:
1. PPh 21 ditunjang sepenuhnya oleh perusahaan
2. Keterangan lain sama dengan kasus 1
PENGHASILAN BRUTO :
GAJI POKOK
: 2.000.000
TUNJANGAN PPh
: 146.792
TUNJANGAN MAKAN
: 500.000

.(1)
.(2)
..(3)

(4)

TUNJANGAN TRANSP
: 500.000
UANG LEMBUR
: 1.000.000
IURAN JKK
:
4.800
IURAN JKm
:
6.000
TOTAL PENGHASILAN BRUTO
DIKURANGI :
BIAYA JABATAN
IURAN JHT
IURAN PENSIUN
TOTAL PENGURANGAN

:
:
:

4.157.592

108.000
40.000
100.000
248.000

PENGHASILAN NETTO SEBULAN


PENGHASILAN NETTO SETAHUN
PTKP

3.909.592
46.915.104 (netto sebulan x 12)
16.800.000

PKP
ROUNDING/PEMBULATAN

30.115.104
30.115.000

PPh 21 TERUTANG
5% X 25.000.000
10% X 5.115.000
TOTAL PPh 21 TERUTANG SETAHUN
PPh 21 TERUTANG SEBULAN

1.250.000
511.500
1.761.500
146.792 (PPh 21 seth : 12)

KASUS 6
ILUSTRASI PERHITUNGAN PPh 21(I)
NAMA KARYAWAN : HAMBALI
PERUSAHAAN
: PT. X
STATUS
: K/2
MULAI BEKERJA
: MEI 2005
PENANGGUNG PPh 21
: PERUSAHAAN
MASA PAJAK
: JULI 2007
KETERANGAN LAIN
:
3. PPh 21 ditunjang sebagian oleh perusahaan
4. Keterangan lain sama dengan kasus 1
PENGHASILAN BRUTO :
GAJI POKOK
: 2.000.000
TUNJANGAN PPh
: 100.000
TUNJANGAN MAKAN
: 500.000
TUNJANGAN TRANSP
: 500.000
UANG LEMBUR
: 1.000.000
IURAN JKK
:
4.800
IURAN JKm
:
6.000
TOTAL PENGHASILAN BRUTO
DIKURANGI :

4.110.800

BIAYA JABATAN
IURAN JHT
IURAN PENSIUN
TOTAL PENGURANGAN

:
:
:

108.000
40.000
100.000
248.000

PENGHASILAN NETTO SEBULAN


PENGHASILAN NETTO SETAHUN
PTKP

3.862.800
46.353.600 (netto sebulan x 12)
16.800.000

PKP
ROUNDING/PEMBULATAN

29.553.600
29.553.000

PPh 21 TERUTANG
5% X 25.000.000
10% X 4.553.000
TOTAL PPh 21 TERUTANG SETAHUN

1.250.000
455.300
1.705.300

PPh 21 TERUTANG SEBULAN


TUNJANGAN PPh 21 DARI PERUSAHAAN
PPh 21 DITANGGUNG KARYAWAN

142.108 (PPh 21 seth : 12)


100.000 42.000

KASUS 7
Tuan HAMBALI (TK/0) MENERIMA UPAH HARIAN SEBESAR Rp 200.000 PER
HARI, SELAMA 9 HARI KERJA.
UPAH HARIAN DIPERLAKUKAN PTKP HARIAN (Rp 110.000 PER HARI),
BERLAKU PTKP AKTUAL JIKA UPAH LEBIH DARI Rp 1.100.000 DALAM SUATU
MASA PAJAK.
HARI KE-1 S.D. KE 5,
UPAH
PTKP
PKP
PPh 21 TERUTANG (5% X 90.000)

Rp 200.000
110.000
90.000
4.500

HARI KE-6
UPAH 6 HARI KERJA
PTKP (AKTUAL)
13.200.000 X 6/360
PKP
PPh 21 TERUTANG 5% X 980.000
PPh 21 YANG TELAH DIPOTONG
5 X 4.500
PPh 21 YANG KURANG DIPOTONG
HARI KE-7, 8, 9

Rp 1.200.000
219.999 980.000
49.000
22.500 26.500

UPAH
PTKP
PKP
PPh 21 TERUTANG 5% X 163.333
PPh 21 TERUTANG UNTUK 3 HARI
TOTAL PPh 21 TERUTANG 9 HARI

Rp 200.000
36.667 163.333
Rp 8.167 PER HARI
Rp 24.501
Rp 73.501

HITUNG SECARA TOTAL 9 HARI KERJA :


UPAH HARIAN SELAMA 9 HARI KERJA
PTKP AKTUAL (13.200.000 X 9/360)
PKP
PPh 21 TERUTANG
5% X 1.470.000
KASUS 8
Nama Karyawan Tidak Tetap
Status
Masa Kerja

1.800.000
330.000
1.470.000
73.500

: Hambali
: K/2
: Januari Desember 2009

PPh 21 Terutang :
Gaji per bulan
Gaji Setahun
PTKP
PKP
PPh 21 Terutang Setahun
PPh 21 Terutang Sebulan

: 2.000.000
: 24.000.000 (sebulan x 12)
: 16.800.000
: 7.200.000
: 5% x 7.200.000 = 360.000
: 30.000 (setahun : 12)

KASUS 9
Nama Karyawan Tidak Tetap
Status
Masa Kerja

: Hambali
: K/2
: Agustus Desember 2009

PPh 21 Terutang :
Gaji per bulan
Gaji Setahun
PTKP
PKP

: 2.000.000
: 10.000.000 (sebulan x 5)
: 13.200.000
: NIHIL

KASUS 9
Nama Penerima Honorarium
Status
Masa Kerja
PPh 21 Terutang :

: Hambali
: K/2
: Januari Agustus 2007

Gross Method
Honor
PPh 21 Terutang

: 2.000.000
: 5% x 2.000.000 = 100.000

Gross Up Method
2.000.000 x 100/95 x 5% = 105.263
KASUS 10
Nama Komisaris Pasif
Status
Masa Penghasilan

: Hambali
: K/2
: Juli 2007

PPh 21 Terutang :
Honor per Bulan
Honor per Tahun
PPh 21 terutang

: 10.000.000
: 60.000.000 (6 x 10.000.000)
: 5% x 25.000.000 = 1.250.000
10% x 25.000.000 = 2.500.000
15% x 10.000.000 = 1.500.000 +
5.250.000

KASUS 11
Nama Sales MLM
Status
Masa Penghasilan

: Hambali
: K/2
: Juli 2007

Komisi
PTKP
PKP
PPh 21 Terutang

: 3.000.000
: 1.400.000 (PTKP setahun : 12)
: 1.600.000
: 5% x 1.600.000 = 80.000

KASUS 12
Nama Tenaga Ahli

: Daniel, SH

Gross Method :
Legal fee
PPh 21 Terutang

: 20.000.000
: 7.5% x 20.000.000 = 1.500.000

Gross Up Method :
Legal Fee
Gross Up
PPh 21 Terutang

: 20.000.000
: 100/92.5 x 20.000.000 = 21.621.622
: 21.621.622 x 7.5% = 1.621.622

KASUS 13

PESANGON
: 110.000.000
PPh 21 TERUTANG :
25.000.000 X 0%
=0
25.000.000 X 5%
= 1.250.000
50.000.000 X 10% = 5.000.000
10.000.000 X 15% = 1.500.000
Rp 7.750.000
KASUS 14
George Bush menerima consultant fee dari PT. X di Indonesia sebesar USD 5000.
PPh 26 Terutang : USD 5.000 x 20% x kurs KMK

HAMBALI, DIPERKERJAKAN OLEH PT. A DENGAN UPAH HARIAN Rp 200.000


SELAMA 10 HARI KERJA. STATUS K/2
PPh 21 TERUTANG : 200.000+250.000+300.000+350.000+400.000
HARI KE-1 S.D. 5
UPAH HARIAN
PTKP HARIAN
PKP
PPh 21 TERUTANG 5% X 90.000

200.000
110.000
90.000
4.500

HARI KE-6
UPAH HARIAN 6 HR
1.200.000
PTKP (6/360 X 16.800.000)
280.000
PKP
920.000
PPh 21 TERUTANG (5% X 920.000)
46.000
PPh 21 YANG TELAH DISETOR
22.500
PPh 21 YANG MASIH HARUS DISETOR
23.500
HARI KE-7 S.D. 10
UPAH HARIAN
200.000
PTKP (1/360 X 16.800.00)
46.667
PKP
153.333
PPh 21 TERUTANG 5% X 153.333 7.667
UPAH 10 HR KERJA
PTKP (10/360 X 16.800.000)
PKP
PPh 21 TERUTANG

2.000.000
466.667
1.533.333
76.667

HARI KE-1 S.D. 6


HARI KE-7 S.D. 10
TOTAL

46.000
30.667
76.667