SALINAN

F1RF.SIDE.I'-1 )~ EFI U 131_11-; 1H D 01\1 E S 1A

:I

PERATURAN PEMERINTAH

REPUBLIK

INDONESIA

NOMOR 40 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ATAS 1994 PEGAWAI NEGERI SIPIL

NOMOR 16 TAHUN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

a.

bahwa

penetapan memiliki Sipil

Instansi peran yang

Pembina penting dan menduduki

Jabatan dalam jabatan kompetensi

Fungsional pengembangan

profesionalisme

Pegawai Negeri fungsional;

b, bahwa sesuai dengan dinamika perkembangan pernbinaan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional, maka perlu mengubah ketentuan mengenai Fungsional Pemerintah Fungsional c. penetapan Instansi Pembina
Jabatan

sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Pegawai Negeri Sipil;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peru bah an Atas Peraturan Peraturan Pemerintah Pemerintah Fungsional Dasar tentang Nornor 16 Pegawai Negara

Tahun 1994 ten tang Jabatan Negeri Sipi1; Mengingat
1.

Pasal

5 ayat

(2) Undang-Undang

Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang ...

. dan 'Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). Pemindahan. Peraturan Wewenang Pengangkatan.PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA -2 2. Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Lembaran Negara Republik 4. Tambahan Lernbaran Negara Republik Indonesia Nemer Peraturan tentang 4263) sebagaimana Atas telah 63 diubah Tahun dengan 2009 Pemerintah Perubahan Nomor Peraturan Pemerintah Nemer 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Pemindahan.. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 164). Undang-Undang Pokok-Pokok Nornor 8 Tahun 1974 Kepegawaian (Lembaran tentang Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55) Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. MEMUTUSKAN: Menetapkan PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 1994 TENTANG NEGERI SIPIL. 3. JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI Pasal I . Tarnbahan Indonesia Nomor 3547). .

. sehingga berbunyi upasa15 .fi!anP're'.T~ menetapkan f\.":j~hatani '"ftJ:'fi~~rtJfttHl atas usul Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara..n j.. Judul Bab III diubah. ANGKA PENETAPAN JABATAN JABATAN RUMPUN FUNGSIONAL. Peneta pan':ttfh'fpuHii\rj~::f.:ftihg'§iofial'r sebagaimana dimaksud pada d engan ?e!ftH!l[f. Ketentuan Pasal sebagai beriku t: 5 diubah.. berikut: WEWENANG FUNGSIONAL.len.in1ptWl\. Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) diubah se bagai beriku t: sehingga berbunyi sebagai 1.II' IhIDOI'\lESIA -3 - Pasal I Beberapa ketentuan dalarn Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsicnal Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22.·J~lliata...r-'RESID[N f~I:::PUBl. . . Ketentuan Pasal 4 diubah. sehingga berbunyi sebagai berikut: "Pasal4 (l)ijJFEfs'i:d.t II (2) ayat (1) diatur 3. JABATAN DAN SERTA FUNGSIONAL FUNGSIONAL" KREDIT INSTANSI PEMBINA JABATAN 2.sfd¢'n.

..'ih:.:~~ng( :.~.'l"li~gal:1:1 menetapkan . jabatan sebagaimana dengan yang mengacu diatur pertimbangan Kepegawaian pada oleh rumpun Presiden dimaksud dalam Pasal 4.j~b~ta:rl £ifW~~m~'f:Il~1 dan :a1fi~Rat"\JHJ:er~~it' a~:1j!=tta.· .il. ini mulai berlaku pacta tanggal Agar . . Ketentuan Pasal sebagai berikut: 11 diubah .' al'aira:~r.-tttU Sad i''tCf}'( @~'fflefin:tafi)~n di bidang peneiKYiigunaa.\. U oleh Pasal II Peraturan Pernerintah diundangkan.:':I.'~rn. sehingga berbunyi "Pasal 11 Pembinaan jabatan fungsional dilakukan instansi pembina jabatan fungsional.:j:.t5~tfi t .'f'tlRg7~1rlWl se rta i'~'tir&tgi¥~~~J'.t. (2) Penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara berdasarkan usul pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah mendapat tertulis dad Kepala Badan Negara.PRESI(JeN RErJUBl_IK INDONESIA -4- "Pasa15 ( 1) M@l¥t'c!!~iH)~n.ti '.:mn.." 4.rrga1ii..]ltb atarr o Jj ift:a\ ':liliH~§i6t'ilil.

DR.H. PATRIALIS AKBAR LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 51 . . ttd. ttd.PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA -5Agar setiap orang mengetahuinya. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 12 Maret 2010 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya Indonesia. dalam Lembaran Negara Republik Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Maret 2010 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

dibutuhkan adanya dan kompetensi dalam melaksanakan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki profesionalisme yang mernadai. profesionalisme. r f( 1. :) I LJ L I'J REP tJ 8 L.P F~E. telah Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil untuk mengatur pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional yang didalamnya an tara lain memuat ketentuan tentang wewenang penetapan rumpun jabatan fungsional. dan kompetensi. serta instansi pembina jabatan fungsional. Sebagai bagi Pegawai Negeri Sipil untuk menduduki ditetapkan penjabaran dari Undang-Undang dimaksud.'\1 D () N E S I A PENJELASAN ATAS PERATUAAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 1994 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL I. Penetapan Instansi Pembina Jabatan dalam rangka melakukan penetapan dan Fungsional diperlukan pengendalian terhadap standar profesi yang antara lain: a. UMUM Dalam rangka mencapai tujuan nasional. tugas urnum pemerintahan dan berhasilguna dan pembangunan. penyusunan pedoman formasi Jabatan Fungsional. jabatan fungsional dan angka kredit. diatur tentang kemungkinan jabatan fungsional. . Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pckok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 menyatakan bahwa dalam rangka pengembangan karier. berdayaguna.

dalam rangka efisiensi dan efektifitas dalam pembinaan Jabatan Fungsional maka perietapan Instansi Pembina Jabatan Fungsional dilakukan sekaligus dalam penetapan jabatan fungsional dan angka kreditnya oleh Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang pendayagunaan aparatur negara.. sosialisasi Jabatan Fungsional serta petunjuk pelaksanaannya.. Angka 3 Pasal5 Ayat (1) Instansi pembina jabatan fungsional merupakan instansi yang menggunakan jabatan fungsionaI yang mempunyai bidang kegiatan sesuai dengan tugas pokok instansi tersebut atau instansi yang apabila dikaitkan dengan bidang tugasnya dianggap mampu untuk ditetapkan jabatan fungsional. penetapan c. dan sistem informasi Jabatan Fungsional.PRESIDEN REPU8LIK INDONESIA ·2b. pengusulan e. . d. Angka 2 Pasa14 Cukup jelas. PASAL DEMI PASAL Pasall Angka 1 Cukup jelas . penyusunan f. kurikulum pelaksanaan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional. Sehubungan dengan hal tersebut. pengembangan standar kornpetensi Jabatan Jabatan dan Fungsional. sebagai pembina Contoh: . II. tunjangan Fungsional.

. '.' -..:.~ _.'.. Angka 4 Pasal 11 Yang dimaksud dengan "pembinaan" adalah penetapan dan pengendalian terhadap standar profesi yang meliputik~w:erlQngan:j. Instansi Departernen Kesehatan sebagai Pembina Jabatan Fungsional Badan Pusat Statistik sebagai Pembina Jabatan Fungsional Pranata Komputer.• _ '..:.• Dalam pembinaan tersebut termasuk didalamnya penetapan petunjuk teknis yang diperlukan. TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLlK INDONESIA NOMOR 5121 .._ . Ayat (2) Cukup jelas. Pasal II Cukup jelas. :1:'" I' '.' .•.PRESJDEN REPlJBLIK INDONESIA -3 Contoh: Instansi Dokter.penanganan..' . prosedur pelaksanaan tugas dan metcdcloginya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful