Anda di halaman 1dari 11

PEMICU Seorang anak laki laki, mahasiswa 18 tahun, datang dengan keluhan timbul bintil bintil berisi air

ir hampir pada seluruh badan 1 hari sebelum datang ke dokter. 3 hari sebelumnya, os merasa tidak enak badan dan demam. Apa yang terjadi pada mahasiswa tersebut? MORE INFO I Pada pemeriksaan fisik dijumpai : Ruam : macula eritematosa, vesikula (+), pustule (+) Lokasi : tersebar pada badan. Bagaimana pendapat Anda tentang mahasiswa ini? MORE INFO II Pada pemeriksaan laboratorium dijumpai leukosit 10.000 l, trombosit 250.000 l. Hb 13gr%, hitung jenis leukosit 1/0/4/55//36/4. Tes Tzanck Smear : sel dafia berinti banyak (+). Bagaimana pendapat anda tentang mahasiswa ini? MASALAH Terdapat bintil bintil berisi air pada seluruh badan anak laki laki Learning Issue 1. Gambaran ruam kulit dan pathofisiologi 2. Defenisi, etiologi, gejala klinis, dan pathogenesis Varicella 3. Factor predisposisi 4. Diffrensial diagnose 5. Pemeriksaan penunjang dan Hasil intrepetasi pemeriksaan darah 6. Penatalaksanaan 7. Komplikasi dan prognosis

Gambaran ruam kulit dan pathofisiologi Macula Eritematosa

Vesikula

Pustule

Krusta Vasikel,Pustul Pecah Mengering

Defenisi, etiologi, gejala klinis dan pathofisiologi Definisi Infeksi akut primer oleh virus varisela-zoster yang menyerang kulit dan mukosa Sinonim : cacar air, chicken pox Etiologi Varicella Zoster Virus

Tanda dan Gejala


4

Gejala prodromal (2-3 hr) demam yang tidak terlalu tinggi Malaise nyeri kepala Stadium Erupsi Papula eritematosa vesikel( tear drops) pustul krusta Gambaran polimorfi FAKTOR PREDISPOSISI 1. 2. 3. 4. Usia Kontak langsung dengan penderita Factor imunitas Factor sanitasi Differensial diagnose Etiologi Varicella Zoster Virus (VZV) Subjektif Demam, malaise, sefagia, pegal, batuk, gatal (+/-) Objektif Macula eritematosa, vesikel, pustule, krusta Lokasi Mata, badan, wajah, ekstremitas, dan kulit kepala

Differential diagnosa

varicella

skabies

Tungau Sarcoptes Skabies

Pruritis nokturna, menemukan tungau

Sela jari tangan, ketiak, Terjadi bagian secara dalam berkelompok, bokong, papula, perut burroe bag.bawah, pergelangan tangan volar, siku luar
5

impetigo

Streptococcus hemoliticus & Staphylococcus aureus

Demam, malaise

Wajah, Macula leher, eritematosa, tangan, vesikel/bula, ketiak, dada, krusta punggung ekstremitas Macula eritematosa, papul, vesikel, pustule timbul umbilicus, krusta

Variola/ small pox

Fox Virus Varicella

Nyeri kepala, sefalgia, demam tinggi, lemas dan muntah

Muka dan ekstremitas, telapak tangan dan telapak kaki

Herpes zoster

Varicella Zoster Virus (VZV)

Eritema, vesikel Demam, berkelompok pusing, Torakal, diatas dasar malaise, lumbosakral, kulit yang gatal, servikal, eritem, panas/rasa fasial edema, terbakar/nyeri pustule, dan krusta Papula papula yang Muka, dada, berumbilikasi lengan dan berkelompok genitalia atau sendiri

Moloskum kontangiosum

Human Pox Virus

Pemeriksaan penunjang dan intrepetasi darah Ukuran Eritrosit (sel darah merah) Satuan Juta/l Nilai Rujukan 4,0 5,0 (P) 4,5 5,5 (L) 12,0 14,0 (P) 13,0 16,0 (L) 40 50 (P) 45 55 (L) 0,0 - `1,0 1,0 3,0 2,0 6,0 50,0 70,0 20,0 40,0 2,0 8,0 < 15 (P) < 10 (L) 5,0 10,0 27 31 32 36 80 96 150 - 400

Hemoglobin (Hb) g/dL

Hematokrit Hitung Jenis Basofil Eosinofil Batang Segmen Limfosit Monosit Laju Endap Darah (LED) Leukosit (sel darah putih) MCH/HER MCHC/KHR MCV/VER Trombosit

% % % % % % mm/jam 103/l Pg g/dL Fl 103/l

Untuk pemeriksaan virus varicella Zoster dapat dilakukan beberapa test yaitu : Tzanck Smear Preparat diambil dari discraping dasar vesikel yang masih baru, kemudian diwarnai dengan pewarnaan yaitu hematoxylin-eosin, Giemsas, Wrights, toluidine blue ataupun Papanicolaous. dengan
7

menggunakan mikroskop cahaya akan dijumpai muclinucleated giant cells. Direct fluorescent assay (DFA) Preparat diambil dari scraping dasar vesikel tetapi apabila sudah berbentuk krusta pemeriksaan dengan DFA kurang sensitif. Hasil pemeriksaan cepat Membutuhkan mikroskop fluorescence Test ini dapat menemukan antigen virus varicella zoster Pemeriksaan ini dapat membedakan antara VZV dengan herpes simpleks virus Polymerase chain reaction (PCR) Pemeriksaan dengan metode ini sangat cepat dan sangat sensitif Dengan metode ini dapat digunakan berbagai jenis preparat seperti scraning dasar vesikel dan apabila sudah berbentuk krusta dapat digunakan sebagai preparat Sensifitasnya berkisar 97 100 % Test ini dapat menemukan nucleic acid dari virus varicella zoster Biopsi kulit Hasil pemeriksaan histopatologis : tampak vesikel intraepidermal dengan degenerasi sel epidermal.

Penatalaksanaan Pengobatan Pengobatan inf. sekunder (pencegahan) > Mandi PK + sabun > Antibiotik sistemik Obat antivirus (hambat replikasi virus) >Asiklovir: Dewasa: 5 x 800mg / hr selama 7 hr > Vidarabin 1. Istirahat 2. Simtomatis * demam antipiretik, jgn salisilat ok timbul sindrom Reye (ggn. SSP, ggn. hati, edema serebral) * gatal antihistamin
8

* infeksi sekunder antibiotik Topikal - bedak salisil 2% vesikel belum pecah - salap antibiotik bila sdh pecah/krusta 3. Antivirus - efektif < 24 jam setelah erupsi - Asiklovir : bayi/anak : 4x20 mg/kgBB (5-7 hr) dewasa : 5x800 mg/hr (5-7 hr) - Valasiklovir : 3x1000 mg/hr (7 hr) - Famsiklovir : 3x250 mg/hr (7 hr) Pencegahan 1. Isolasi. 2. Pemberian VZIG (Varicella-zoster Immune Globulin). 3. Pemberian vaksinasi.

Komplikasi dan prognosis komplikasi


9

Komplikasi pada anak umumnya jarang timbul Pada orang dewasa sering terjadi berupa ensefalitis, pneumonia, glomerulonefritis, karditis, hepatitis, keratitis, konjungtivitis, otitis, arteritis, dan kelainan darah Prognosis Dengan perawatan yang teliti dan memperhatikan higiene memberi prognosis yang baik dan jaringan partu yang timbul sanngat sedikit.

KESIMPULAN DAN DIAGNOSIS ANAK LAKI LAKI MENDERITA VARICELLA

10

Daftar pustaka 1. Bonner M.W, Benson P.M, James W.D. Topical Antiboiotics. In: Wolff K et all (eds). Fitzpatricks Dermatology in General Medicine. Vol 2. 7th Ed. New York: McGraw Hill. 2008. p.2113-15. 2. Ilmu Penyakit Kulit Kelamin, edisi 4, penerbit FK-UI Jakarta 3. Luiz Carlo junqueira & Jose Carneiro, edisi 10, penerbit EGC, Jakarta 4. Sherwood,Lauralee:Fisiologi manusia dari sel ke system.2nd Ed.EGC Jakarta.2001 5. Lewinson w, Jawetz. E: Medical Microbiologi & Immunologi

11

Beri Nilai