1.Deklarasi Djuanda 3 desember 1957 2.

Deklarasi Bunaken 26 September 1998, yang bertolak ukur pada visi pembangunan dan persatuan nasional diarahkan berorientasi ke laut; TBI (Tahun Bahari Internasional) 1998 merupakan program UNESCO sebagai Tahun Bahari Internasional; pencanagan upaya PBB dan bangsa Indonesia menyadarkan umat manusia akan arti penting dari laut dan lingkungan kelautan sebgai warisan umat manusia; membangun kesadaran Indonesia akan geografi wilayahnya, dan kemanuan Indonesia dalam membangun kelautan. 3.Seruan Sunda Kelapa 27 Desember 2001, berisi 5 pilar program pembangunan menuju negara maritim, yaitu: membangun kembali wawasan bahari; kedaulatan dilaut; industri dan jasa maritim; mengelola kawasan pesisir, laut, pulau-pulau kecil; dan mengembangkan hukum nasional di bidang kelautan. 4.Gerbang Mina bahari 2003, yang bertujuan agar seluruh kegiatan pembangunan kelautan dan perikanan yang telah dilaksanakan secara sektoral dapat dilaksanakan dengan terintegrasi dan terkoordinasi; terfokusnya 3 bidang, yaitu di industri perikanan, industri pelayaran, dan wisata bahari. 5.dicangkannya pembangunan kelautan Indonesia Tahun 2006 (Sumatera Barat), yaitu : pembangunan kelautan menyeimbangkan antar land base development dengan ocean base development; perlunya pengaturan dalam pengelolaan dan pemanfaatan bidang kelautan. 6.Kesepahaman dan dukungan bersama antar menteri Tahun 2007 dengan 3 pilar fokus percepatan pembangunan kelautan, yaitu pada sektor pelayaran, sektor perikanan, dan sektor pariwisata bahari. 7.Terselenggaranya World Ocean Conference (WOC) Tahun 2009 di Manado, yang menghasilkan kesepakatan untuk mengkombinasikan antara substansi kelautan dengan perubahan iklim, karena secara timbal balik keduanya saling mempengaruhi dampak perubahan iklim terhadap laut dan dampak laut terhadap perubahan iklim. 8.Pasal 25 A UUD 1945, yang menyebutkan Indonesia sebagai negara kepulauan bercirikan nusantara.

Deklarasi Djuanda
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Konvensi Hukum Laut██ menyetujui██ menandatangani, tetapi belum menyetujui

Sebelum deklarasi Djuanda. di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI. Berdasarkan perhitungan 196 garis batas lurus (straight baselines) dari titik pulau terluar ( kecuali Irian Jaya ).8 mil laut[1]. Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI.027.[rujukan?] Penetapan hari ini dipertegas dengan terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 126 Tahun 2001.087 km² menjadi 5. Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State) yang pada saat itu mendapat pertentangan besar dari beberapa negara. dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia dari deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan : a. wilayah negara Republik Indonesia mengacu pada Ordonansi Hindia Belanda 1939. Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2. sesuai dengan azas negara Kepulauan . untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat b. Setelah melalui perjuangan yang penjang. pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai. Djuanda Kartawidjaja.5 kali lipat dari 2. sehingga tanggal 13 Desember resmi menjadi hari perayaan nasional.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan menjadi UU No.250 km² dengan pengecualian Irian Jaya yang walaupun wilayah Indonesia tapi waktu itu belum diakui secara internasional. Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi. terciptalah garis maya batas mengelilingi RI sepanjang 8. Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri 2.193. Dalam peraturan zaman Hindia Belanda ini. deklarasi ini pada tahun 1982 akhirnya dapat diterima dan ditetapkan dalam konvensi hukum laut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Convention On The Law of The Sea/UNCLOS 1982).Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada saat itu. 13 Desember 1957 : 1. Selanjutnya delarasi ini dipertegas kembali dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesia adalah negara kepulauan. yaitu Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939). sehingga laut-laut antarpulau pun merupakan wilayah Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas. Presiden Soeharto mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Pada tahun 1999.069. Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan 3. Isi dari Deklarasi Juanda. Ini berarti kapal asing boleh dengan bebas melayari laut yang memisahkan pulau-pulau tersebut. adalah deklarasi yang menyatakan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar.

2. ttd. Semua jajaran pemerintah dan masyrakat hendaknya juga memberikan perhatian untuk pengembangan. Maka dengan ini. pemanfaatan. 26 September 1998 Presiden Republik Indonesia. 7. 5. dan pemeliharaan potensi kelautan Indonesia.kesatuan dan pembangunan bangsa Indonesia. Laut adalah peluang. 3. tantangan dan harapan untuk masa depan persatuan. pelihara dan lestarikan lingkungannya. Laut yang mengandung kekayaan alam beraneka ragam merupakan potensi yang harus dimanfaatkan se-optimal mungkin untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia. Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI DEKLARASI BUNAKEN Menyadari bahwa: 1. saya menyatakan bahwa: 6. 4. Mulai saat ini Visi Pembangunan dan persatuan nasional Indonesia harus juga berorientasi kelaut. Bunaken. Laut Nusantara bersama darat dan udara diatasnya merupakan ruang dan wadah kesatuan dan persatuan bangsa yang harus kita bela dan pertahankan keutuhannya.c. Laut adalah karunia Tuhan yang harus kita lindungi. atas nama seluruh bangsa Indonesia. Bacharuddin Jusuf Habibie .

upaya pengembangan industri perikanan tangkap terpadu yang akan dikonsentrasikan di Sabang-Aceh. Jawa Timur. Kalimantan Barat dan Gorontalo). · Wisata bahari. akan dikembangkan pula industri sosis patin di DKI Jakarta. · Pelayaran nasional melalui penerapan asas cabotage. dan penegakan hukum di laut.Seruan SUNDA KELAPA 27 Desember 2001 Dengan kesadaran penuh bahwa bangsa Indonesia hidup di negara kepulauan terbesar di dunia. Jawa Tengah. Sulawesi Selatan. dan · Partisipasi masyarakat. Jawa Barat. Kalimantan Selatan. Lampung. melalui : · Pendidikan Nasional. saya. Mengelola kawasan-kawasan pesisir. dan Kalimantan Selatan. Batam-Riau. konstruksi dan bangunan laut serta pantai. dengan lebih mengintensifkan eksplorasi dan eksploitasi dasar laut termasuk di landas kontinen. . antara lain : · Perikanan. Sumatera Selatan. pengembangan industri tambak udang terpadu di 7 provinsi (Jawa Barat. 27 Desember 2001 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEGAWATI SOEKARNOPUTRI Gerakan mina bahari Pertama. Kelima. penangkapan secara terkendali. pengembangan pabrik kerang di Sumatera Utara. Mengembangkan industri dan jasa maritim secara optimal dan lestari bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ketiga. Lampung dan Papua. Jambi. Kamis tanggal 27 Desember 2001. yang meliputi budidaya. maka pada hari ini. Menegakkan kedaulatan secara nyata di laut. Jawa Timur. Sumatera Selatan. · Energi dan sumber daya mineral. dan pemberdayaan pelayaran rakyat. keamanan. upaya pengembangan lima pabrik industri rumput laut yang dipusatkan di 5 provinsi. di Pelabuhan Pelayaran Rakyat Sunda Kelapa. Jarakta. · Perencanaan pembangunan yang seimbang antara matra darat dan laut. Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Kedua. dengan alam maritim yang kaya akan berbagai sumberdaya alam. yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mengembangkan hukum nasional di bidang maritim. · Industri perkapalan. laut dan pulau-pulau kecil untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi secara serasi dan berkelanjutan. Presiden Republik Indonesia menyerukan dan mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk bersama-sama membangun kekuatan maritim dengan : Membangun kembali wawasan bahari. dan pengolahan hasil-hasil perikanan. melalui : · Peningkatan kemampuan pertahanan. dan · Pengembangan dan upaya-upaya lain untuk memasyarakatkan nilai-nilai budaya bahari. Nias-Sumatera Barat. Keempat. pembangunan armada.

Menteri Pendidikan Nasional RI 8. Menteri Luar Negeri RI 3.181 km). Dan keenam. Menteri Negara Riset dan Teknologi RI 14. dimulai dengan Deklarasi Djoeanda tanggal 13 Desember 1957. dan pulau terbanyak (17. Disamping itu. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI 10. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara RI Mensyukuri: Kesatu Bahwa dengan perjuangan yang panjang. tahun dua ribu tujuh. Nusa Tenggara Barat. GMB ini diproyeksikan untuk bergandeng dan bahu membahu dengan berbagai program lainnya baik yang terdapat di lingkup DKP maupun instansi lainnya. kami yang bersepakat di bawah ini: 1. Menteri Negara Lingkungan Hidup RI 15. Menteri Pertahanan RI 4. Selasa. Menteri Perhubungan RI 7. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS RI 13. tanggal empat Desember.Bangka-Belitung. sehingga Indonesia menjadi negara kepulauan Nusantara terbesar di dunia yang memiliki luas laut 5. Menteri Keuangan RI 5. Kedua Bahwa UUD 1945 (perubahan Pasal 25A) “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan” mempertegas jatidiri Indonesia sebagai negara kepulauan dan bahari yang menjadi potensi utama pembangunan nasional. yang berada . Menteri Negara BUMN RI 16. Bitung-Sumawesi Utara. Menteri Dalam Negeri RI 2. Menteri Kelautan dan Perikanan RI 6. Menteri Perindustrian RI 11. akhirnya bangsa-bangsa di dunia mengakui usul Republik Indonesia mengenai prinsip-prinsip negara kepulauan Nusantara (Archipelagic Principles) menjadi bagian penting dalam Hukum Laut Internasional sebagaimana ditetapkan dalam United Nation Convention On The Law of The Sea (UNCLOS) 1982. Menteri Perdagangan RI 12. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral RI 9. 12 Keempat Bahwa Indonesia menempati posisi geografis yang sangat strategis. pantai terpanjang ke empat (95. Ketiga Bahwa dengan ditetapkannya UNCLOS 1982. Pengembangan usaha budidaya kerapu di Bali Barat. dan Gorontalo.480 pulau) di dunia. upaya pemberdayaan masyarakat pesisir akan dikembangkan di tidak kurang 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Indonesia telah memiliki wilayah yang utuh dan tidak lagi terdapat laut bebas (high seas) di antara pulau-pulaunya.8 juta km2. KESEPAHAMAN DAN DUKUNGAN BERSAMA ANTAR MENTERI TENTANG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KELAUTAN INDONESIA Pada hari ini.

illegal unreported and unregulated fishing yang belum teratasi. Indonesia juga memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Kelima Bahwa UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional memuat misi pembangunan jangka panjang “menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan yang maju kuat dan sejahtera” memberikan arah yang lebih jelas bagi pembangunan nasional berbasis kelautan. Kedua Bahwa pembangunan kelautan Indonesia telah dicanangkan oleh beberapa pemimpin antara lain melalui Konsep Benua Maritim tahun 1996 dan Deklarasi Bunaken tahun 1998 oleh Presiden BJ Habibie. Pariwisata bahari belum berkembang sesuai dengan potensi yang tersedia di bumi Indonesia. b.di jalur penting perdagangan dunia. Seruan Sunda Kelapa tahun 2001 dan Gerbang Mina Bahari tahun 2003 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri. dibentuknya Departemen Kelautan dan Perikanan. lima puluh tahun setelah Deklarasi Djoeanda dan dua puluh lima tahun setelah UNCLOS 1982. d. pelabuhan di Indonesia masih 13 belum berdaya saing. Ketiga Bahwa dalam kenyataannya. Abdurrachman Wahid. Memahami: Kesatu Bahwa potensi dan kekayaan yang sedemikian besar itu merupakan amanah terutama bagi para pemimpin bangsa untuk mengelolanya secara arif. bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat secara adil dan berkelanjutan. dan konsep pembangunan yang seimbang antara land based dengan ocean based pada tahun 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. c. pembangunan kelautan Indonesia belum menjadi Mainstream untuk memanfaatkan laut secara optimal. yang keseluruhannya merupakan potensi bagi kejayaan bangsa. Pelayaran masih didominasi oleh penggunaan kapal-kapal berbendera asing. produk pendidikan kepelautan menjadi tertinggal dibanding negara tetangga dan pelayaran rakyat yang belum optimal. Kelima . industri galangan kapal belum berkembang. Perikanan belum memberikan peranan penting dalam pendapatan nasional. nelayan dan pembudidaya ikan merupakan kelompok masyarakat termiskin. RIPTEK Kelautan dan Perikanan belum dilaksanakan secara optimal guna mendukung ekonomi bangsa. yang berperanan penting terhadap keberlanjutan ekosistem laut kawasan Samudera Pasifik dan Hindia. Keempat Bahwa kondisi ekonomi kelautan Indonesia masih memprihatinkan dan belum dikembangkan dengan baik antara lain: a. Keenam Bahwa dinamika perairan laut Indonesia merupakan bagian dari dinamika massa air Samudera di dunia yang memberikan dampak terhadap variabilitas iklim global sehingga memberikan peluang penting bagi Indonesia untuk berperan dalam kerja sama internasional dalam pengendalian iklim global. dan Dewan Maritim Indonesia pada tahun 1999 oleh Presiden KH. Selain itu.

menjadi salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi maritim yang diharapkan pada tahun 2025 akan mampu mewujudkan kondisi sebagai berikut: 1) Terbangunnya armada pelayaran nasional yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan di dalam negeri dan berdaya saing internasional sehingga dapat berperan fair share. dan evaluasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan di laut. 2) Pelayaran rakyat mendapat peranan penting dalam pelayaran nusantara. dan sangat kurang berorientasi ke kelautan (ocean based) sehingga baik masyarakat umum maupun para pemimpin kurang menyadari pentingnya laut dan pembangunan kelautan sehingga belum terjadi pengarusutamaan (mainstreaming) kelautan dalam kebijakan pembangunan nasional. pelaksanaan. Untuk itu diperlukan lembaga yang mampu mengkoordinasikan perencanaan. Indonesia harus menghadapi kompetisi dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara dan di kawasan Asia Pasifik yang tampak lebih cepat dan bersungguh-sungguh. Kesembilan Bahwa kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kelautan telah terbagi kepelbagai kementerian dan lembaga pemerintah. pemantauan. 4) Terbangun pelabuhan hub-internasional sesuai dengan kondisi geografis daerah.Bahwa lingkungan laut Indonesia mengalami degradasi sebagai akibat dari pemanfaatan sumberdaya yang tidak memenuhi kaidah pembangunan berkelanjutan. serta pemerintah daerah. 3) Terbangunnya pelabuhan di Indonesia sesuai dengan hierarki dan fungsi berdasarkan tatanan kepelabuhanan nasional yang mendapatkan prioritas dalam penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelayaran. . hub-internasional yang didukung oleh sub-sub sistem pelabuhan di dalam tatanan kepelabuhanan nasional yang berdaya saing. Batam-Bintan-Karimun dan Bitung. Kedelapan Bahwa pembangunan kelautan meliputi banyak sektor yang saling terkait. Cilegon. Menyepakati: Kesatu Percepatan pembangunan kelautan Indonesia. Keenam Bahwa kondisi sosial budaya Indonesia masih didominasi nilai-nilai dan perilaku yang berorientasi ke daratan (land based). sehingga diperlukan kerja sama dan dukungan dari setiap sektor dan semua pemangku kepentingan di laut. dalam upaya pemberdayaan ekonomi rakyat. Ketujuh Bahwa dalam pembangunan kelautan. Kedua Pembangunan ekonomi kelautan yang meliputi: 14 a. 6) Terbangun sekurang-kurangnya 4 (empat) kawasan khusus industri perkapalan atau galangan kapal utama nasional yaitu di Lamongan. 5) Terbangunnya Sekolah Tinggi Pelayaran yang merupakan center of excellences berstandar internasional yang tersebar di wilayah Indonesia.

7) Terkuasainya teknologi rancang bangun dan rekayasa bidang perkapalan melalui perkuatan pusat desain dan rekayasa kapal nasional. optimalisasi pelabuhan perikanan. Sulawesi Bagian . 2) Perlunya penataan ruang wilayah pesisir agar pembangunan di wilayah pesisir dapat dilakukan secara terencana. Nusa Tenggara. Teluk Tomini. serta komitmen bersama dan tindakan tegas terhadap para pelaku illegal-unreportedunregulated (IUU) fishing. pengembangan industri perikanan terpadu 15 yang berbasiskan pengembangan armada penangkapan nasional. dan Selat Makasar. dan Maluku Utara. perbankan dan fiskal untuk memberikan insentif dan kemudahan lainnya dalam upaya pemberdayaan industri pelayaran nasional. 6) Terbangunnya kawasan budidaya perikanan (marikultur. Maluku Utara dan Papua Utara. 9) Optimalisasi peran pelabuhan untuk melaksanakan fungsi pelayanan yang memenuhi standar baik nasional maupun internasional termasuk kemampuan pelabuhan untuk menegakkan aturan “Port State Measure”. perlu didukung peremajaan kapal-kapal ikan yang sudah tua yang masih beroperasi saat ini secara bertahap dengan tetap memperhatikan ketersediaan sumberdaya ikan dan kondisi sosial ekonomi nelayan dalam kaitannya dengan pemanfaatan sumberdaya ikan. Teluk Tomini. 7) Terjangkaunya program pemberdayaan masyarakat pesisir dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan melalui pengembangan mata pencaharian alternatif (alternative livehood) di seluruh wilayah pesisir Indonesia. 8) Terbangunnya kawasan industri (cluster) pengolahan ikan terpadu dengan pusat-pusat distribusi dan pemasaran pada kawasan-kawasan pesisir atau perairan Barat Sumatera. peremajaan kapal nasional.000 Ha yang tersebar di pesisir Timur Sumatera. 8) Perlunya dukungan dari sektor lain. Utara Jawa. Selat Karimata. Sangihe. Nusa Tenggara. perbaikan sarana dan prasarana budidaya. sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi kelautan diharapkan pada tahun 2025 akan mampu mewujudkan kondisi sebagai berikut: 1) Meningkatnya kesejahteraan nelayan. Utara Jawa. Maluku dan Papua Selatan. pembudidaya ikan. 5) Terlaksananya pengendalian penangkapan ikan melalui sertifikasi dan pengukuran kapal perikanan. Selatan Jawa. Maluku dan Papua. 4) Peningkatan industri perikanan dalam negeri melalui pengembangan industri perikanan terpadu dan peningkatan mutu hasil perikanan agar mampu bersaing menghadapi globalisasi. dan masyarakat pesisir. dan kemudahan akses permodalan dalam kegiatan budidaya perikanan. dan berkelanjutan. 3) Menempatkan Indonesia sebagai negara produsen ikan terbesar di dunia dengan mendorong pengembangan budidaya perikanan melalui pengembangan kawasan budidaya. Selat Karimata. Selat Karimata. penutupan sementara kawasan penangkapan ikan untuk pemulihan sumber daya. terintegrasi. Nusa Tenggara. b. khususnya di bidang perpajakan. dan pesisir Timur Sumatera. payau dan air tawar) baru seluas 100. Perikanan. Talaud.

10) Pengembangan dan penguatan penelitian perikanan di kawasan industri pengolahan ikan dalam rangka meningkatkan jaminan mutu dan keamanan industri. ekonomi. Kupang. serta dapat memberi dukungan pada produksi pangan. Moyo. Maluku dan Papua Selatan. harus dilestarikan dan dikelola dengan baik. dan darat. Lembata. rekreasi dan turisme. serta memberikan perlindungan bagi berbagai biota dan biota langka yang merupakan kekayaan keanekaragaman hayati laut kita. antara lain: Pulau Weh. Derawan. antara lain: Pulau Nias. dan Mapia. 5) Peningkatan aksesibilitas kawasan tujuan wisata melalui udara. Banda. termasuk kesehatan. 16 Ketiga Pembangunan lingkungan hidup yang meliputi: a. Bali. yaitu kondisi lingkungan laut yang dapat memberikan daya dukung optimum dan berkelanjutan pada pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat. sehingga pada tahun 2025 Indonesia mampu mewujudkan sebagai berikut: 1) Peningkatan daya saing kawasan pariwisata bahari andalan. Teluk Tomini. Natuna. Lombok.Utara. c. Komodo. Kepulauan Bangka Belitung. Pembangunan lingkungan hidup yang optimum untuk suatu negara kepulauan tropis. 3) Peningkatan regulasi lintas sektor dan law enforcement dalam pengembangan pariwisata bahari. Siparamanita. c. kenyamanan dan kemajuan sosial ekonomi masyarakat. Maluku Utara dan Papua Utara. Togean. sebagai sumber obat-obatan alami. Mentawai. dan pertahanan keamanan (poleksosbudhankam). Amerika dan Jepang) untuk melakukan penetrasi pasar ke negara lain. dan Selat Makasar. sehat. b. Sangihe. Banggai. dikembangkan untuk berperan serta dalam mendukung pembangunan politik. Bintan. 4) Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata bahari. sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian. 2) Peningkatan kapasitas pertumbuhan kawasan pariwisata bahari potensial. Oleh karena itu lingkungan hidup Indonesia. Pariwisata Bahari. Wakatobi. Bunaken. Alor. Ternate. Kondisi lingkungan hidup di daratan pulau-pulau. Anambas. karena merupakan wujud kekayaan alam bagi umat manusia. Peningkatan komitmen para pengambil keputusan dalam pembangunan . transportasi laut. Pulau Enggano. Pulau Rupat. dan meningkatnya kerjasama (bilateral dan multilateral) serta terbentuknya atase perikanan di tiga Negara (Uni Eropa. Pulau Banyak. 9) Tersedianya standarisasi pengujian mutu nasional. Takabonerate. Talaud. Biak. dan dikelola dengan baik. dan Raja Ampat. Pembangunan lingkungan laut yang bersih. dijauhkan dari perusakan lingkungan dan sumberdaya. di wilayah pesisir dan laut saling berkaitan dan memberikan dampak pada kualitas kehidupan. Roti. meningkatnya sarana dan prasarana laboratorium mutu. sosial budaya. Riung. Batam. energi dan mineral. termasuk kondisi lingkungan laut. laut. seperti Indonesia.

17 l. (c) pengembangan perencanaan nasional tanggap darurat tumpahan minyak di laut. Pengelolaan perikanan berdasarkan pendekatan ekosistem. jalinan kerjasama formal antar pemerintah di kawasan Coral Triangle dalam hal pengelolaan sumberdaya laut dan keanekaragaman hayati. g. j. Sekarang ini telah terbentuk 70 MPA (Marine Protected Areas) yang meliputi luasan 8 juta hektar. 2) Pengembangan budaya politik dan rasional birokrasi yang berorientasi pada . hidrosphere. seperti: (a) pengembangan sistem mitigasi bencana. Perumusan dan pelaksanaan langkah-langkah strategis dan rencana aksi untuk mengurangi beban pencemaran yang masuk kelaut baik yang berasal dari kegiatan di darat (land-based pollution) dan di laut (sea-based pollution) sesuai dengan dengan baku mutu lingkungan. introduksi spesies asing. regional dan internasional. Keempat Pembangunan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang meliputi: a. i. h. Pengembangan dan penguatan wawasan dan budaya bahari yang unggul dengan mempertimbangkan kearifan lokal sebagai modal dasar utama untuk pembangunan nasional sebagai berikut: 1) Peningkatan pemahaman tentang ekosistem laut secara merata dan minat generasi muda untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan kelautan serta berusaha di sektor kelautan. e. Pelaksanaaan program pemulihan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut diprioritaskan pada daya dukung lingkungan. Pengembangan perumusan kebijakan resiko lingkungan dan bencana lingkungan di laut. dan lithosphere. Pembentukan dan/atau pengembangan peraturan perundang-undangan berkaitan dengan pencegahan pencemaran laut. (b) pengembangan early warning system. d. Pengembangan wilayah perlindungan atau konservasi laut pada berbagai tingkatan. f. yaitu mengkaitkan peraturan mengenai perikanan dengan terlaksananya fungsi dan stabilitas ekosistem laut secara memadai.kelautan melalui tata kelola laut yang baik (good ocean governance) dan berbasis ekosistem (ecosystem approach). Pembangunan jejaring (network) pengelola MPA di kawasan Coral Triangle. serta (e) pengendalian dampak sisa-sisa bangunan dan aktivitas di laut. k. Perumusan cara pandang terhadap lingkungan hidup yang berwawasan etika lingkungan perlu didorong melakukan internalisasi dari eksternalitas ke dalam kegiatan produksi dan konsumsi. Peningkatan riset kelautan yang berkaitan dengan dinamika laut dan pengaruhnya terhadap iklim. m. dan menjadi 20 juta hektar pada tahun 2020. (d) pengembangan sistem pengendalian hama laut. bencana serta riset kelautan yang berkaitan dengan interaksi biosphere. Pengembangan kerja sama di bidang lingkungan laut tingkat nasional. dan organisme laut yang menempel pada dinding kapal. Sampai dengan tahun 2010. Indonesia bermaksud untuk menambah luasan MPA menjadi 10 juta hektar.

GAPINDO. yaitu: a) Kelompok Kerja Ekonomi Kelautan yang terdiri dari: i) Pelayaran yang anggotanya terdiri dari: Departemen Perdagangan. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Kelima Penguatan kelembagaan kelautan dan mendukung perumusan kebijakan umum bidang kelautan yang meliputi: 18 a. untuk terwujudnya komitmen politik berkelanjutan. Perbankan. Departemen Keuangan. 3) Peningkatan jumlah hak paten RIPTEK ilmuwan Indonesia dalam bidang kelautan tropis. Departemen Pertahanan. 4) Terciptanya kualitas sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yang unggul dan kompetitif dalam upaya memenuhi standar internasional melalui kegiatan pendidikan. HNSI. Departemen Perhubungan. b. 3). sosial. 2) Peningkatan penelitian. KADIN. Departemen Perindustrian. Departemen Perhubungan. Dewan Kelautan Indonesia yang bertanggung jawab kepada Presiden dalam hal perumusan kebijakan umum bidang kelautan. yaitu: 1) Pembangunan pusat-pusat riset kelautan tropis yang merupakan Center of Excelences dunia. Mengakomodasi kepedulian dunia mengenai keanekaragaman hayati dan perubahan iklim global. dan pemetaan kelautan yang mencakup tentang batas landas kontinen dan batas negara. Departemen Keuangan. memerlukan mitra strategis agar mampu memberikan keluaran konsep kebijakan yang terbaik: 1). PELRA. penyuluhan. Kementerian Negara Lingkungan Hidup. ilmu pengetahuan dan teknologi (RIPTEK) kelautan tropis terkemuka di dunia. pelatihan. Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS. 3) Pengakuan peran dan prestasi anak bangsa Indonesia di berbagai kegiatan penting dunia dalam bidang kelautan. Berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutahir dan visioner. survey. Departemen Pendidikan Nasional. dan Asosiasi (MPN. Perbankan. 2). Departemen Kelautan dan Perikanan. Departemen Pertahanan. early warning system). mineral bawah laut dan farmasetika/bioteknologi kelautan dan energi serta sumberdaya hayati yang berpotensi bagi ketahanan pangan dan obat-obatan. Pengembangan pusat riset. dan Ikatan Nelayan . ii) Perikanan yang anggotanya terdiri dari: Departemen Perdagangan. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Perindustrian. dan Asosiasi (INSA. GAPEKSI dan KPI ). Untuk mempercepat pembangunan ekonomi. Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS. Departemen Pendidikan Nasional. 4) Peningkatan riset yang berkaitan dengan bencana lingkungan laut dan dampaknya (tsunami. dan penguatan kurikulum lokal bidang kelautan dan perikanan kepada masyarakat.bidang kelautan. Pembentukan kelompok kerja yang terpadu dan sinergis. Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara. Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara. dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. b.

Tradisional Indonesia). keamanan. dan PHRI). Badan Tenaga Atom Nasional. iii) Lembaga Pendidikan (perguruan tinggi. Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Pengembangan sistem keselamatan. d. lembaga riset departemen terkait). Badan Koordinasi Keamanan Laut. Asosiasi Profesi. dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan). dan Asosiasi (GAHAWISRI. Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional. Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Departemen 19 Perhubungan. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Keuangan. ii) Lembaga-lembaga Riset dan Instansi pemerintah yang mempunyai badan atau lembaga pengembangan kelautan (antara lain: Kementerian Negara Riset dan Teknologi. ii) Lembaga pemanfaat lingkungan (Lembaga/Instansi pemerintah terkait dan pemerintah daerah serta Asosiasi pengusaha). Departemen Kelautan dan Perikanan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jawatan Hidro-Oseanografi. Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS. Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. b) Kelompok Kerja Lingkungan Hidup yang anggotanya terdiri dari: i) Lembaga pembina lingkungan (Kementerian Negara Lingkungan Hidup. iii) Pariwisata Bahari yang anggotanya terdiri dari: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Departemen Luar Negeri. pendidikan kejuruan dan lainlain). Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. dan Lembaga Administrasi Negara. ASITA. Departemen Pertahanan. Jakarta. dan kelompok sektor usaha). Perbankan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dan penegakan hukum di laut yang terintegrasi. Departemen Hukum dan HAM. Departemen Pertahanan. c) Kelompok Kerja Sumber Daya Manusia dan IPTEK Kelautan yang anggotanya terdiri dari: i) Departemen Pendidikan Nasional. iii) Lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan hidup (LSM Lingkungan. c. Departemen Dalam Negeri. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Penentuan lembaga clearing house di bidang kelautan. 4 Desember 2007 Mengetahui Menteri Kelautan dan Perikanan Selaku Ketua Harian Dewan Kelautan Indonesia Freddy Numberi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful