Anda di halaman 1dari 100

Materi Pokok I

BIOLOGI UMUM

Pengantar
Matakuliah biologi umum mempunyai bobot 3 SKS, di bahas dalam dua
jam kuliah tatap muka, 3 jam praktikum dalam satu minggu selama satu semester.
Hal-hal yang dibahas dalam Biologi Umum mencakup konsep-konsep tentang
biologi dalam metode ilmiah.
Materi yang dibahas dalam modul ini disusun sedemikian rupa sehingga
mahasiswa dapat belajar mandiri dan mengembangkannya dengan membaca
buku-buku sumber yang dianjurkan oleh dosen. Metode penyampaian yang
digunakan dalam modul ini mencakup informasi pokok-pokok kajian, diskusi,
eksperimen dan pengamatan (praktikum), dan penugasan.

Kegiatan I
Tujuan Instruksional Umum
Dengan penyajian atau pembahasan dalam perkuliahan dan bahan bacaan
mahasiswa dapat memahami konsep-konsep dasar biologi sebagai ilmu.

Tujuan Instruksional Khusus


Setelah pembahasan atau penyajian materi dalam perkuliahan dan bahan
bacaan diharapkan mahasiswa mampu :
1. Menyatukan dengan kata-kata sendiri pengertian biologi atau konsep biologi
2. Menjelaskan kembali mengenai ruang lingkup biologi
3. Menunjukkan keterkaitan biologi dengan ilmu-ilmu yang lain dalam bidang
MIPA (matematika, Fisika, Kimia, Biologi)
4. Membuat skema keterkaitan biologi dengan ilmu-ilmu lain dalam MIPA
5. Menjelaskan objek-objek biologi
6. Menjelaskan kembali cabang-cabang biologi
7. Menyatakan dengan kata-kata sendiri ilmu pengetahuan alam (Sains)
8. Menunjukkan kedudukan biologi sebagai bagian dari IPA serta hubungannya
dengan ilmu-ilmu lain dalam IPA
9. Menjelaskan kembali dari ciri-ciri sains
10. Menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah biologi
11. Menjelaskan kembali konsep-konsep tentang hidup
12. Menjelaskan kembali konsep abiogenesis mengenai teori tentang asal-usul
kehidupan
13. Menjelaskan kembali konsep biogenesis mengenai teori tentang asal-usul
kehidupan
14. Menjelaskan kembali teori-teori tentang asal-usul kehidupan
15. Menunjukkan penerapan biologi untuk menuju kesejahteraan hidup manusia
16. Menunjukkan penerapan biologi dalam bidang kesehatan, pertanian,
peternakan, perikanan, dsb.

Uraian dan Contoh


Biologi ialah ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu mengenai
makhluk hidup. Biologi adalah salah satu ilmu, yang menjadi objek dari ilmu ini
ialah makhluk hidup dan yang menjadi subjeknya tentulah manusia. Dalam
kehidupan sehari-hari manusia menjalani fenomena-fenomena atau gejala-gejala
kehidupan yang kemudian melekat dihatinya, difikirannya, diingat dalam
ingatannya. Dengan demikian terbentuklah apa yang dinamakan “pengetahuan
arena pengalaman”.
Pengetahuan tentang kehidupan mulai dibicarakan sejak manusia banyak
menghadapi masalah, salah satu diantaranya adalah penyakit. Manusia pada
waktu itu berpendapat, bahwa masalah penyakit itu disebabkan oleh hal-hal yang
berhubungan dengan dunia mistik (metafisik). Pewarisan pengetahuan yang
diberikan kepada orang-orang kepercayaan saja (pewarisan tertutup), sehingga
perkembangan pengetahuan sangat terbatas dan lamban. Penemuan-penemuan
baru lebih berdasarkan pada faktor coba-coba dan kebetulan. Yang mendapatkan
pewarisan tertutup pada waktu itu masih terbatas di kalangan para dukun, pendeta
dan tabib.
Dengan berkembangnya pengetahuan ini, maka sudah ada sekelompok
anggota masyarakat secara diam-diam meneliti asal-usul penyakit atas dasar
pandangan objektif (akal sehat), dan pertama kali dipelopori oleh hipoerates (760-
370 SM).

Pengertian Biologi
Istilah biologi lahir pada zaman peradaban Yunani. Berasal dari kata bios
yang artinya hidup dan logos dengan arti ilmu, jadi pengertian biologi pada waktu
itu merupakan bidang studi yang khusus mempelajari makhluk-makhluk hidup
saja. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1801 yang dikemukakan oleh
Lamarck dan Treviranus, sedangkan Ariseles (384-322 SM) dipandang sebagai
tokoh perintis perkembangan ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup.
Pengertian biologi dapat kita katakan suatu ilmu tentang seluk beluk
makhluk hidup dan kehidupan. Sekarang mengapa kita mempelajari biologi? Satu
alasan yang menonjol atas yang lain ialah untuk mengetahui banyak tentang diri
kita sendiri dan bumi yang kita huni. Kita adalah hewan, dalam banyak hal kita
hanyalah berbeda sedikit dengan hewan-hewan lain. Dalam beberapa hal kita
berlainan benar sehingga kita menempati posisi yang unik di dunia ini. Salah satu
yang membedakan manusia dengan hewan adalah sifat kemelitan (keingintahuan).
Homo Sapien adalah “orang yang mengetahui”. Keinginan untuk mengetahui
merupakan tonggak perwujudan manusia. Jadi kita mempelajari biologi karena
alasan yang sama mengapa kita mempelajari fisika, kimia, matematika, sejarah,
kesusastraan dan budaya. Untuk memperoleh pengetahuan segi lain tentang
kehidupan kita dan bumi kita.
Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan tentang biologi sangat
bermanfaat bagi kehidupan, seperti membantu bidang pertanian, peternakan,
kedokteran, industri makanan, pemeliharaan lingkungan hidup dan lain-lainnya.
Pengetahuan ini berasal dari telah tentang sejarah, agama, falsafah, kesusasteraan
dan budaya, atau istilahnya bersifat humaniora. Untuk menentukan keputusan
yang efektif tidak saja diperlukan pemahaman yang jelas tentang nilai-nilai yang
patut dilindungi atau dikembangkan di masyarakat, tetapi juga pengetahuan
tentang asas-asas fisika dan biologi yang mendasari kehidupan kita. Untuk itu
diperlukan pengetahuan yang bermula dari telah sains biologi ilmu tentang
kehidupan merupakan satu diantara ilmu-ilmu sains.

Keterkaitan biologi dengan ilmu-ilmu lain dalam IPA


Biologi merupakan ilmu tentang kehidupan, karena itu biologi memiliki
hubungan dengan berbagai pengetahuan yang ada di bumi ini. Sebelum kita
melihat keterkaitan biologi dengan ilmu-ilmu lain dalam MIPA kita lihat dulu
kedudukan biologi diantara ilmu pengetahuan lain.
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) merupakan ilmu dasar
atau basic science. Ilmu pengetahuan dasar ini terdiri dari matematika, fisika, dan
biologi. Matematika dapat dikatakan juga sebagai bahasa yang paling penting
untuk mengkomunikasikan science itu sendiri. MIPA dikatakan sebagai ilmu
dasar, karena pengetahuan MIPA merupakan dasar untuk teknologi. Tingkat
kedasaran dari MIPA ini berbeda-beda, tingkat yang paling dasar adalah
matematika, diikuti fisika, kimia dan biologi. Dengan demikian untuk menjadi
seorang biologi (ahli biologi) kita harus mengetahui dan memahami ilmu dasar
yang mendahuluinya.
Kaitan biologi dengan ilmu-ilmu lain dalam MIPA dapat kita lihat dalam
kajian ilmuya. Dalam ilmu dasar, matematika merupakan ilmu paling dasar
sebelum beralih kepada IPA. Matematika berperan sebagai alat untuk menjelaskan
segala fenomena yang terjadi di dalam. IPA itu sendiri menjadi objek energi dan
materi yang berhubungan dengan perubahan efek atau akibatnya. Kajian materi
dapat dibedakan menjadi makhluk hidup dan benda tak hidup.

Objek Biologi
Biologi dapat dibedakan berdasarkan objeknya (the nature organisme) dan
pendekatan atau metode mempelajarinya. Berdasarkan objek, biologi dibedakan
atas botani, yaitu ilmu yang mempelajari seluk beluk mengenai tumbuhan,
zoologi, ilmu yang mempelajari seluk beluk hewan. Mikrobiologi, mempelajari
seluk beluk mikroorganisme, yaitu makhluk hidup yang tidak tampak dilihat
dengan mata telanjang, karena ukurannya yang sangat halus. Termasuk dalam
kelompok mikroorganisme ini ialah golongan protista dan monera, tidak termasuk
dalam kajian botani atau zoologi.
Berdasarkan pendekatan atau metode mempelajarinya dapat dibedakan
menjadu dua, yaitu secara kelompok. Pendekatan individu meliputi morfologi,
anatomi, histology, sitologi, fisiologi dan mebriologi. Pendekatan kelompok atau
grup diantaranya taksonomi, ekologi, phitogeografi, zoogeografi, bereditas dan
evolusi.

Cabang-Cabang Biologi
Biologi sampai saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi telah memperkaya cabang-cabang biologi.
Berikut ini diantara contoh cabang-cabang biologi yang didasarkan kepada
pendekatan yang digunakan seperti diatas dan didasarkan pada penerapannya
antara lain anatomi, anastesi, botani, bakteriologi, ekologi, embriologi,
entomologi, evolusi, tarmakologi, fitopatologi, fisiologi, genetika, ginekologi,
geologi, histology, hygiene, hilminthologi, ichthyologi, kilimatologi, kinekologi,
lomnologi, mikologi, mikrobiologi, morfologi, malakologi, organologi,
ormitologi, patologi, parasitologi, palaentologi, sitologi, sanitasi, taksonomi,
teratology, dan zoologi (cari pengertian atau materi yang dipelajari dalam materi-
materi di atas).

Biologi sebagai bagian dari IPA (science)


Biologi merupakan salah satu ilmu dasar yang tidak dapat berdiri sendiri
dalam memecahkan suatu masalah. IPA dan matematika saling menunjang,
mengembangkan dan membutuhkan. Dalam hal ini semua ilmu tersebut berkaitan
satu sama lain.
Dalam MIPA ada konsep yang menyatukan semua ilmu dasar tersebut,
semuanya dapat dikatakan sebagai science (sains), dimana dalam pemecahan
masalah menggunakan apa yang kita sebut dengan metode ilmiah.
Pengertian sains
Sains merupakan salah satu cara memperhatikan atau mempelajari tentang
kehidupan. Sains memiliki banyak cabang ilmu pengetahuan, termasuk di
dalamnya biologi. Sains berdasarkan fenomena yang dapat diamati baik di dalam
(alamiah) maupun yang dibuat sendiri (artificial) fenomena tersebut dapat
diobservasikan dengan menggunakan alat indra atau perpanjangan indera, seperti
mikroskop, teleskop, teropong, lup dan lian-lain. Fenomena penginderaan oleh
seseorang dapat pula diketahui atau diamati oleh orang lain. Jika hanya dialami
oleh diri sendiri itu bukanlah sains, contohnya mimpi.
Pengetahuan adalah hasil “tahu” dari apa yang diketahui. Ilmu
pengetahuan adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode
ilmiah. Metode ilmiah ialah cara-cara untuk memecahkan suatu masalah dengan
langkah-langkah tertentu, sistematis, logis dan empiris.
Apabila pengetahuan yang kita miliki diperoleh dengan menggunakan
metode tertentu, menggunakan sistematika tertentu, menggunakan logika,
menggunakan penalaran deduktif induktif, maka pengetahuan itu disebut ilmu
pengetahuan atau disingkat “ilmu” saja atau dengan science (sains).
Ada beberapa sifat atau ciri-ciri dari ilmu yang perlu kita ketahui ialah
sebagai berikut :
1. Sesuatu ilmu didasarkan kepada pemikiran yang sehat, atau pemikiran ilmiah.
2. Sesuatu ilmu adalah sistematis, artinya tidak acak-acakan, kesistematisan
mutlak bagi kemajuan ilmu (sains)
3. Suatu ilmu pengetahuan adalah logos, artinya berdasarkan logika, yaitu suatu
cara dan kemampuan berfikir menurut beberapa aksioma dan dalil-dalil atau
kaidah yang benar
4. Suatu ilmu pengetahuan haruslah cukup dibuktikan kebenarannya oleh lebih
dari satu pengalaman
5. Suatu ilmu haruslah objektif, artinya berdasarkan nilai-nilai keilmiahan dan
kebenaran, tidak memihak, dasar yang pokok yaitu fenomena.
6. Suatu sains haruslah kritis, untuk kemajuan sains itu sendiri sifat kritis harus
dimiliki oleh ilmuwan, yaitu selalu mempertanyakan konsep, dan tidak
menerima sesuatu begitu saja.
Langkah-langkah yang ditempuh seorang ilmuwan atau saintist dalam
menggunakan suatu masalah pada umumnya dilakukan dengan metode ilmiah.
Semua karya ilmiah dimulai dengan pengamatan fakta dalam alam. Usaha
untuk menerangkan mengapa fakta-fakta itu sebagaimana adanya dinamakan
hipotesis. Suatu hipotesis adalah keterangan sementara yang dapat diuji dalam
situasi yang baru. Pengujian acap kali melibatkan perancangan dan pelaksanaan
percobaan. Setiap percobaan harus dirancang dengan kontrol yang dipilih secara
hati-hati. Bila dihasilkan data kualitatif maka harus dikenakan analisis statistik
agar dapat diduga probabilitasnya, sehingga hasilnya bukan karena peluang
belaka.
Jika hasil uji tadi tidak sebagaimana yang diramalkan hipotesis, maka
hipotesis itu ditunjukkan tisak sahih. Jika hasil-hasil pengujiannya sesuai dengan
yang diramalkan hipotesis, maka kepercayaan terhadap keabsahan hipotesisnya
meningkat. Kemudian dapat dilanjutkan mengacu kepada hipotesis tersebut
sebagai suatu teori atau bahkan sebagai suatu “hukum”. Namun hukum dalam
ilmu selalu terkena perbaikan lebih lanjut. Oleh sebab itu sementara suatu
keterangan ilmiah dapat dibuktikan tidak sah (palsu), tidak pernah ditunjukkan
benar secara mutlak.
Sebelum pengamatan dan hipotesis baru dapat menjadi bagian dari sains,
haruslah di komunikasikan dulu, hal ini acap kali dilakukan dengan menulis
makalah ilmiah. Suatu makalah ilmiah haruslah mencakup informasi yang
diperlukan peneliti-peneliti lain di laboratorium lain agar dapat mendapatkan
penelitian yang dilaporkan.
Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah merumuskan masalah,
observasi dan orientasi dari lapangan atau bahan bacaan, membuat hipotesis,
pengumpulan data, pengujian hipotesis, dapat dengan percobaan atau eksperimen,
dan menarik kesimpulan.
Konsep tentang hidup
Objek biologi adalah makhluk hidup, jadi materi atau benda hidup. Orang
tidak dapat membuat atau mengatakan defenisi tentang hidup. Makhluk hidup
hanya dapat dikenal dari gejala, sifat-sifat atau ciri-cirinya. Semua benda akan
dikatakan makhluk hidup kalau mempunyai sifat-sifat tersebut. Sifat-sifat benda
atau makhluk hidup ialah:
1. Semua makhluk hidup memerlukan atau melakukan nutrisi, yaitu masukkan
materi lain dari lingkungannya yang diperlukan untuk kegiatan hidup.
2. Semua makhluk hidup melakukan metabolisme, yaitu mengubah berbagai
materi yang masuk ke dalam tubuh untuk mendapat energi yang akan
digunakan untuk kegiatan hidup.
3. Semua makhluk hidup tumbuh dan berkembang, yaitu melakukan perubahan
ukuran dari kecil menjadi besar, dari sederhana menjadi kompleks, misalnya
dari kanak-kanak jadi dewasa. Perubahan yang disebut perkembangan adalah
perubahan yang irreversible.
4. Semua makhluk hidup berkembang biak atau reproduksi, untuk melestarikan
jenis, yaitu menghasilkan individu atau aturan yang sama atau sejenis dengan
induknya
5. Semua organisme melakukan pengaturan segala proses yang ada dalam
tubuhnya yang disebut regulasi.

Konsep abiogenesis dan biogenesis


Pertanyaan “apakah hidup?” dari manakah asal kehidupan? Merupakan
masalah dari abad ke abad. Pada permulaan sekali dipercaya bahwa organisme
hidup terjadi dari zat tak hidup secara spontan, teori ini dikenal dengan nama teori
abiogenesis atau generatio spontaneae. Teori ini dikemukanan oleh Aristoteles
(384-322 SM).
Teori generatio spontanea diperkuat oleh penemuan leeuwenhock (1632-
1723), bahwa dari rendaman jerami dapat dilihat berbagai macam
mikroorganisme dengan mikroskop. Penemuan leeowenhoek ini menimbulkan
beberapa tafsiran orang terhadap asal kehidupan. Karena benda-benda aneh yang
ditemukannya itu berasal dari air yang digunakan untuk merendam jerami, maka
timbullah pandangan bahwa makhluk hidup dapat berkembang dari benda-benda
mati.
Apakah makhluk hidup timbul dari benda-benda yang sedang membusuk
atau pembusukan itu ditimbulkan oleh adanya makhluk-makhluk hidup?
Persoalan semacam itu menjadi teka-teki dan ramai dibicarakan dan
dipertentangkan orang. Francesco Redi. Spalanzani dan Pasteur adalah para ahli
yang menunjukkan ketidakbenaran teori generatio spontance.
Pasteur membuktikan ketidakbenaran teori generatio spontanea dengan
percobaan sebagai berikut. Bila air dibiarkan terbuka saja, mikroorganisme
berkembang dengan cepat di dalamnya. Pasteur telah menemukan, jika leher botol
yang berisi air kaldu ditarik keluar hingga membentuk pipa seperti S dan air kaldu
kemudian dididihkan, mikroorganisme tidak berkembang. Tetapi jika pipa S
dipatahkan, mikroorganisme muncul dengan cepat.
Menurut Pasteur mikroorganisme dalam udara telah memasuki botol. Pada
botol berpipa S mikroorganisme itu tertangkap di dinding pipa S dan tak sampai
ke air kaldu. Dari pembuktian itu timbul gagasan bahwa semua yang hidup
berasal dari yang hidup. Ungkapan ini juga dikenal dengan “omne vivum ex ovo,
omne ovum ex vivo”.

Biologi untuk kesejahteraan manusia


Sebagai ilmu, biologi mengkaji atau mempelajari tentang makhluk hidup.
Ilmu pengetahuan hanya ada pada manusia (merupakan salah satu kesempurnaan
manusia dibanding makhluk hidup lain). Semua ilmu itu tujuan utamanya adalah
kesejahteraan manusia. Biologi mempelajari manusia dengan segala
permasalahannya, diantaranya bagaimana agar manusia tetap sehat, terpenuhi
kebutuhannya.
Dalam bidang kedokteran umpamanya manusia berusaha memelihara
kesehatan, memenuhi kebutuhan gizinya, untuk keperluan itu perlu pengetahuan
biologi. Untuk memenuhi kebutuhannya manusia terutama sekali memerlukan
organisme lain. Sebagai sumber makanan, perlindungan (pakaian, perumahan) dan
lain-lain. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu adanya pertanian,
peternakan, dan teknologinya. Semua cabang ini utama sekali sangat memerlukan
pengetahuan biologi.

Rangkuman
Biologi ialah ilmu yang mempelajari segala sesuatu mengenai makhluk
hirup. Objek yang dipelajari dalam biologi adalah semua jenis makhluk hidup
yang meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia serta mikroorganisme. Pengetahuan
tentang kehidupan mulai dibicarakan sejak manusia banyak menghadapi masalah,
seperti makanan, penyakit, perlindungan. Salah satu diantaranya ialah penyakit,
manusia pada waktu itu berpendapat bahwa masalah penyakit disebabkan oleh
hal-hal yang berhubungan dengan mistik, hingga perkembangan pengetahuan
biologi sangat terbatas dan lamban. Istilah biologis lahir pada zaman Yunani.
Pengertian biologi dapat kita katakan sebagai suatu ilmu tentang seluk beluk
makhluk hidup. Dalam kehidupan sehari-hari pengetahuan tentang biologi sangat
bermanfaat bagi kehidupan, seperti membantu bidang pertanian, peternakan,
kedokteran, industri makanan, pemeliharaan lingkungan hidup dan lain-lainnya.
Untuk pemecahan masalah biologi diperlukan pengetahuan yang bermula dari
telah sains. biologi memiliki hubungan yang erat dengan berbagai ilmu
pengetahuan yang ada di bumi ini. Keterkaitan ini terutama sangat erat dengan
bidang MIPA (matematika, fisika, kimia). Kajian dalam MIPA ialah materi dan
energi, di dalam biologi (kajian tentang makhluk hidup), kimia dan fisika sangat
terkait. Objek biologi ialah makhluk hidup secara garis besar dikelompokkan
dalam tumbuhan, hewan dan manusia serta mikroorganisme. Kesemua objek ini
dapat dikaji dalam berbagai cabang biologi seperti botany, zoology, mikrobiologi.
Menurut pendekatan kajiannya terdapat berbagai cabang lagi diantaranya :
anatomi, bakteriologi, ekologi, genetika dan lain-lain. Biologi merupakan salah
satu ilmu dasar yang mempunyai konsep-konsep yang dipecahkan melalui atau
menggunakan metode ilmiah. Biologi yang termasuk dalam IPA atau sains
diperoleh dengan menggunakan metode tertentu, menggunakan sistematika
tertentu, logika tertentu, menggunakan penalaran deduktif dan induktif. Konsep
tentang hidup dapat dikaji melalui ciri-ciri makhluk hidup itu sendiri. Mula-mula
orang sangat sukar mengemukakan apa konsep hidup itu dan menganut paham
yang disebut “abiogenesis” yang menyatakan bahwa makhluk hidup itu berasal
dari benda tak hidup, kemudian dengan perkembangan pengetahuan ilmu
pengetahuan abiogenesis berangsur ditolak dan tidak dapat dibuktikan
kebenarannya, maka berkembang hidup itu berasal dari makhluk hidup
sebelumnya. Biologi sebagai ilmu dasar sangat besar manfaatnya dalam
pemecahan pemenuhan kesejahteraan manusia.

Tes formatif
1. Jelaskan tentang pengertian biologi atau konsep biologi
2. Jelaskan tentang ruang lingkup biologi
3. Jelaskan keterkaitan biologi dengan ilmu-ilmu yang lain dalam bidan MIPA
(matematika, fisika, kimia, biologi)
4. Jelaskan skema keterkaitan biologi dengan ilmu-ilmu lain dalam MIPA
5. Jelaskan tentang objek-objek biologi
6. Jelaskan tentang cabang-cabang biologi
7. Jelaskan pengertian ilmu pengetahuan alam (sains)
8. Jelaskan kedudukan biologi sebagai bagian dari IPA, serta hubungannya
dengan ilmu-ilmu lain dalam IPA
9. Jelaskan ciri-ciri sains
10. Jelaskan pentingnya metode ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah
biologi
11. Jelaskan tentang konsep-konsep hidup
12. Jelaskan tentang konsep abiogenesis
13. Jelaskan tentang konsep biogenesis
14. Jelaskan teori-teori tentang asal usul kehidupan
15. Jelaskan tentang penerapan biologi dalam bidang kesehatan, pertanian,
peternakan dan perikanan
Materi Pokok II
SEL SEBAGAI UNIT STRUKTURAL DAN UNIT FUNGSIONAL
DALAM ORGANISEM

Pengantar
Sel merupakan unit dasar dari kehidupan. Setiap makhluk hidup oleh sel.
Ada organisme yang hanya terdiri dari satu sel ada pula yang banyak sel.
Memahami struktur dan fungsi biologi seperti fisiologi, genetika, mikrobiologi
dan lain-lain. Dengan mengetahui bagaimana sel berkomunikasi dengan
lingkungan, dengan sel di sampingnya serta bagaimana sel bisa mengenal benda
asing akan memudahkan kita memahami prinsip-prinsip dalam transplantasi atau
donor darah misalnya.
Berbagai penyakit disebabkan oleh malfungsi (kelainan fungsi) sel.
Tumbuh manusia dibangun oleh milyaran sel dengan 200 tipe sel yang berbeda.
Sel tersebut berinteraksi, menyampaikan, menerima dan melakukan respon
terhadap informasi. Kesalahan informasi pada sel bisa menimbulkan kelainan
metabolisme. Kesalahan karena adanya toksin yang dihasilkan oleh mikroba di
dalam tubuh. Karena itu memahami struktur dan fungsi sel sangat penting. Pada
biologi umum akan dibahas berbagai konsep penting tentang sel yang harus
dikuasai oleh mahasiswa MIPA. Bagi yang ingin mendalami lebih lanjut dapat
membacanya pada buku-buku biologisel.

Kegiatan 2 dan 3
Tujuan Instruksional Khusus
Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan dapat memahami struktur dan
fungsi sel.

Tujuan Instruksional Khusus


Setelah perkuliahan mahasiswa diharapkan mampu :
1. Menjelaskan maksud sel sebagai satuan dasar (minimum) kehidupan
2. Menjelaskan perbedaan sel prokariotik dengan sel cukariotik
3. Menjelaskan perbedaan sel hewan dengan sel tumbuhan
4. Menjelaskan dengan gambaran struktur membran sel
5. Menyebutkan organel-organel yang terdapat di dalam sel eukariotik
6. Menjelaskan secara ringkas fungsi organel yang terdapat di dalam sel
7. Menjelaskan 4 senyawa organik utama pembangun sel
8. Menjelaskan dengan contoh molekul atau senyawa yang dapat melintasi
membran dengan difusi sederhana
9. Menjelaskan dengan ringkas alasan suatu molekul/senyawa atau ion diangkut
dengan transpor aktif
10. Menjelaskan cara pengangkut ke luar ataupun ke dalam sel bagi molekul
berukuran besar
11. Membedakan dengan gambar antara eksositosis dengan pertunasan
12. Membedakan difusi dengan osmosis

Uraian dan Contoh


1. Sejarah penemuan, pengertian, dan metode pengamatan sel
Penemuan sel terjadi setelah ada mikroskop pada tahun 1665 Robert
Hooke, berkebangsaan Inggris melaporkan pengamatannya dibawah
mikroskop terhadap irisan gabus botol, ia melihat bahwa gabus tersebut
mempunyai struktur seperti lebah. Hooke menyebut ruangan kecil itu “sel”
berasal dari bahasa latin “cullula’ yang berarti bilik kecil.
Lebih kurang 200 tahun kemudian Mathias sehleiden dan theodor
schwan menegaskan pemuan hooke. Sehleiden menyatakan bahwa tumbuhan
tersusun oleh sel-sel. Dari penemuan schleiden dan schwan inilah muncul
konsep dasar teori sel yaitu sel merupakan satuan unit terkecil dari kehidupan.
Ditahun 1835 durjadin menyatakan bahwa di dalam sel terdapat suatu
zat yang kental. Zat inilah yang sekarang disebut protoplasma. Sebelumnya
Robert brown juga menemukan inti sel. Di pertengahan abad ke 19 itulah
tercetus konsep yang menyatakan sel berasal dari sel yang terlah ada seperti
yang dikemukakan virchow omnis cellula. Menjelang abad ke 20 banyak
pakar menemukan berbagai jenis struktur di dalam sel. Misalnya benda
menemukan mitokondria. Golgi menemukan diktiosoma, boun menemukan
ergastoplasma.
Dengan kemajuan teknologi dan ditemukannya alat-alat canggih, saat
ini diketahui bahwa struktur dan kegiatan sel tidak sesederhana yang diduga
semula.

Konsep Tentang Sel


Secara singkat dinyatakan bahwa sel merupakan satuan minimum
kehidupan. Ciri kehidupan baru terlihat pada tingkat sel, sedangkan pada
tingkat yang lebih kecil seperti organel atau molekul ciri kehidupan belum
ada. Semua organisme, tumbuhan, hewan dan mikrobia, terdiri dari sel. Sel
hanya berasal dari sel yang ada sebelumnya, setiap sel memiliki kehidupan
sendiri di samping peran gabungan di dalam organisme multisel. Pada
organisme multisel. Pada organisem multisel, sel mempunyai tugas khusus
tergantung di jaringan mana sel itu berada, dan setiap sel bergantung pada sel-
sel untuk melakukan fungsi yang tidak bisa dilakukan sendiri.

Bagaimana Mempelajari Sel?


Sel merupakan bentukan yang kecil dan rumit. Sulit untuk melihat
struktur dan menemukan komposisi molekulernya, lebih sulit lagi untuk
memahami kerja setiap komponennya. Mempelajari sel sangat tergantung
pada alat yang digunakan.
Untuk mengamati struktur sel digunakan mikroskop. Sampai saat ini
dikenal dua jenis mikroskop yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop cahaya ada beberapa jenis seperti : mikroskop fuoresen, fase
kontras, kontras interferensi, lapang-gelap dan lapang terang. Mikroskop-
mikroskop fase kontras, kontras interferensi, dan lapang gelap digunakan
untuk mengamati dan mempelajari sel-sel yang hidup. Mikroskop fluoresen
digunakan untuk mengetahui tempat molekul-molekul tertentu di dalam sel
hidup maupun yang sudah dimatikan. Zat-zat yang akan dilihat ditandai
dengan fluorokrom, suatu senyawa berpendar. Cahaya yang digunakan adalah
sinar ultraviolet.
Mikroskop elektron ada dua jenis yaitu mikroskop elektron transmisi
dan mikroskop elektron payar (scaning). Mikroskop elektron transmisi
memberikan bayangan dua dimensi dan digunakan untuk mempelajari struktur
halus sel dan komponen-komponennya. Sedangkan mikroskop elektron payar
memberikan bayangan tiga dimensi, digunakan untuk mempelajari bentuk
permukaan seperti mikrovil, stereosilia, dan organisme uni sel.
Selain dengan mikroskop mempelajari sel bisa dengan teknik
fraksinasi yang digunakan untuk mengisolasi komponen sel, teknik kultur sel,
teknik isolasi DNA dan lain-lain.

2. Kandungan dan sifat sel


Unsur utama yang menyusun jasad hidup adalah karbon ( C ) dan
hidrogen (H). karbon mempunyai sifat istimewa, diantaranya karbon bisa
mengikat karbon lain sehingga membentuk rantai panjang. Selain itu karbon
bisa mengikat empat atom lain. Kedua sifat istimewa karbon ini
memungkinkannya menjadi tulang punggung untuk membentuk berbagai
senyawa organik kompleks yang menyusun tubuh makhluk hidup.
Senyawa-senyawa kimia pembangun sel dapat dikelompokkan atas
senyawa organik (air dan garam mineral) dan senyawa organik (protein,
karbohidrat, lipid, dan asam nukleat). Secara umum sel hewan maupun sel
tumbuhan mengandung 75% air, 10-20% protein, 2-3% lipid, 1 % karbohidrat
dan 1% senyawa organik.
Air merupakan komponen utama sel. Air beberapa sangat penting
untuk sel maupun organisme hidup. Air merupakan pelarut dan pengangkut
senyawa yang diperlukan sel, maupun limbah yang harus dibuang. Air juga
merupakan agensia reaksi-reaski enzimatis.
Di dalam sel air dikelompokkan atas tiga golongan yaitu air intra
molekul, yaitu air yang merupakan bagian dari molekul-molekul protein. Air
terikat, yaitu molekul-molekul air yang terikat pada protoplasma. Air bebas
merupakan air yang terdapat dalam vakuola.
Di dalam air bebas, terlarut berbagai senyawa kimia. Senyawa yang
pertama adalah garam-garam mineral terutama yang mengandung K, Na, Ca,
Mg, Fe, dan lain-lain. Senyawa kedua adalah senyawa-senyawa organik
terlarut. Senyawa ketiga adalah gas-gas terlarut seperti : O2, CO2, N2.
Protein, merupakan kompenen sel yang amat penting selain air.
Molekul-molekul protein berperan sebagai katalisator berbagai reaksi kimia di
dalam maupun diluar sel. Protein memberikan kekakuan struktural, mengatur
permeabilitas membran sel dan mengatur metabolit yang diperlukan. Selain itu
protein juga berperan dalam gerakan sel dan mengatur kegiatan gen. Protein
disusun oleh asam amino yang digabungkan oleh ikatan peptida.
Berdasarkan susunan molekulnya protein diklasifikasikan sebagai
berikut : protein fibrosa, seperti pada kolagen, fibrin aktin dan myosin. Jenis
yang kedua adalah protein globuler, seperti pada enzim, hormon, pigmen dara
(haemoglobin).
Lipid, merupakan senyawa yang sulit larut dalam air dan sangat larut
dalam pelarut organik seperti aseton, benzen, kloroform dan lain-lain. Lipid
sebagai komponen struktural sel terutama ditemukan pada membran sel. Lipid
juga terdapat dalam sel sebagai cadangan energi.
Lipid yang paling umum ditemukan adalah asam-asam lemak, lemak-
lemak netral, fosfolipid, glikolipid, terpen dan steroid.
Karbohidrat, terdiri dari molekul-molekul gula yang disebut
monosakarida, sehingga karbohidrat disebut juga sakharida. Dua buah
monosakarida saling berikatan disebut disakarida, beberapa buah disakarida
atau trisakarida yang saling berikatan membentuk oligosakarida. Beberapa
olisakarida berikatan membentuk polisakarida.
Polisakarida pada sel berperan sebagai polisakarida struktural dan
polisakarida nutrien. Polisakarida struktural seperti selulosa terdapat pada
dinding sel tumbuhan, mannan pada dinding sel kamir, kitin pada dinding sel
jamur dan lain-lain. Polisakarida nutrien contohnya adalah amilum yang
terdapat pada sel tumbuhan dan bakteri, glikogen pada sel hewan.
Asam nukleat, disusun oleh nukleotida-nukleotida. Nukleotida ada
yang berperan sebagai pembawa energi seperti ATP. Selain itu asam nukleat
berperan sebagai pembawa sifat menurun yaitu oleh DNA. Asam nukleat yang
lain tak kalah pentingnya adalah RNA.

Sifat sel
Sel mempunyai sifat semi otonom artinya dapat diambil dan hidup
diluar organisme yang bersangkutan. Sifat ini yang memungkinkan
dilakukannya kultur sel dan jaringan. Selain itu sifat organisme multi sel
ternyata merupakan reflesi sifat-sifat sel-sel yang menyusun. Organisme
mengambil makanan, mencernakannya, melepaskan bahan yang tidak
dibutuhkan. Organisme mengambil oksigen dan melepaskan karbondioksida.
Organisme tumbuh dan berkembang biak, menggunakan energi untuk aktivitas
dan mewariskan sifat-sifat genetik pada keturunannya. Semua sifat diatas
merupakan sifat-sifat yang juga dimiliki oleh sel.

3. Bentuk dan Ukuran Sel


Bentuk dan ukuran sel bervariasi tergantung jenis dan fungsi sel
tersebut. Sel bakteri memiliki bentuk yang sederhana yaitu bulat, seperti
batang atau seperti spiral. Sel darah merah berbentuk bokonkaf yang bertujuan
untuk memperluas permukaan sel dan mempermudah pergantian antara O2 dan
CO2. sel epitel berbentuk datar sesuai dengan fungsinya sebagai penutup. Sel
otot memanjang dan berbentuk gelondong yang memungkinkan adanya
kontraksi. Sel saraf mempunyai perpanjang yang memungkinkan mengirim
informasi jarak jauh. Berbagai macam bentuk sel dapat dilihat pada gambar.

Bentuk sel tumbuhan juga bermacam-macam. Ada yang seperti


peluru, kubus, prisma, memanjang, serabut, atau seperti ular. Keanekaragaman
bentuk ini juga berkaitan erat dengan fungsinya masing-masing.
Ukuran sel juga bervariasi, baik pada bakteri, tumbuhan maupun
hewan. Contohnya bakteri punya ukuran berkisar antara 0,001 um sampai 3,0
um. Sel-sel tumbuhan mempunyai ukuran lebih besar yaitu 10-100 um. Tetapi
ada pula sel-sel yang berukuran lebih dari 1 mm sehingga dapat dilihat dengan
mata biasa, seperti sel-sel empelur batang, sel-sel daging buah, sel-sel serabut
yang panjangnya mencapai beberapa ratus mm, dan sel telur pada bangsa
burung.

4. Jenis-jenis Sel
Berdasarkan ada tidaknya selubung inti, maka sel dibagi atas sel
prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik memiliki ciri-ciri sebagai
berikut : (1) tidak ada membran yang memisahkan nucleus 9inti sel) dari
sitoplasma. Juga tidak ada membran yang membatasi organel sel. (2)
pembelahan sel secara sederhana tanpa melalui tahap-tahap seperti mitosis. (3)
dinding sel mengandung semacam molekul kompleks yang disebut
mukopeptida, yang memberikan kekuatan pada struktur selnya. Sel prokriotik
contohnya adalah sel bakteri.
Sel eukariotik lebih rumit dari sel prokariotik dengan ciri-ciri sebagai
berikut : (1) memiliki membran yang memisahkan sitoplasma dengan inti sel
sehingga inti terlihat jelas. Selain itu juga ada membran yang melingkupi
sitoplasma dan membentuk organel sel. (2) pembelahan inti sel melalui tahap-
tahap yang dikenal dengan motosis.
Sel hewan dan sel tumbuhan juga memiliki perbedaan yang mendasar.
Perbedaan itu meliputi : (1) sel tumbuhan memiliki dinding sel, (2) sel
tumbuhan memiliki kloroplas, (3) pada sel tumbuhan terdapat plasmodesmata
yang berfungsi untuk menghubungkan satu sel dengan sel yang lain
didekatnya, (4) sel tumbuhan memiliki vakuola yang tidak dimiliki oleh sel
hewan kecuali vakuola berdenyut pada hewan uniseluler. Adanya vakuola
pada sel hewan menandakan terjadi kelainan. Perbedaan antara sel hewan
dengan sel tumbuhan dapat dilihat pada gambar 2.
5. Struktur dan Fungsinya
Struktur sel tumbuhan secara umum adalah sebagai berikut : bagian
terluar dilindungi oleh dinging sel. Di sebelah dalam dinding sel dijumpai
bahan atau senyawa kimia yang memiliki tanda-tanda hidup. Bahan ini disebut
protoplasma.. protoplasma merupakan senyawa heterogen mencakup
sitoplasma yang bagian tepinya terdiferensiasi menjadi selaput tipis yang
disebut membran plasma dan nukleoplasma. Sitoplasma terdiri dari matrik
sitoplasmik atau sitosol yang merupakan cairan bening dan ruangan-ruangan
yang dikelilingi selaput. Ruangan beserta selaput disebut organel. Organel
yang terdapat di dalam sel antara lain adalah retikulum endoplasma (RE),
kompleks golgi, lisosoma, badan mikro, mitokondria, kloroplas dan nucleus.
Selain itu di dalam sitoplasma juga dijumpai hasi metabolisme yang ditimbun
dan tidak terlibat langsung dalam proses metabolisme sel. Hasil metabolisme
yang ditimbun ini disebut paraplasma, seperti : glokogen, selulosa, dan lain-
lain. Nukleoplasma serta selubungnya, disebut nucleus. Di dalam
nukleoplasma terdapat anyaman kromatin yang terlihat pada sel dalam
stadium interfase, atau kromosom yang terlihat disaat sel mengalami mitosis.
Struktur organisasi sel hewan mirip dengan sel tumbuhan, dengan catatan
bahwa pada sel hewan tidak dijumpai plastida (kloroplas) maupun dinding sel.
a. Membran plasma
Mebran plasma berfungsi sebagai pembatas antara sel dengan
lingkungan luar, dan pembatas antara organel dengan bahan sel lainnya.
Selain sebagai pembatas membran plasma berfungsi : (1) mengatur lalu
lintas senyawa-senyawa atau ion-ion yang masuk dan keluar sel atau
organel (2) sebagai reseptor (pengenal) molekul-molekul khusus (hormon)
metabolit dll dan agensia khas seperti bakteri dan virus (3) tempat
berlangsunya berbgai reaksi kimia seperti pada membran motokondria,
kloroplas, retikulum endoplasma dan lain-lain, (4) membran plasma juga
berfungsi sebagai reseptor perubahan lingkungan sel, seperti perubahan
suhu, intensitas cahaya dan lain-lain.
Bukan berkembangnya peralatan dan teknik pengamatan sel yang
semakin canggih, maka teori tentang struktur membran plasma yang
dianut saat ini adalah teori mozaik cair (fluid mozaik). Berdasarkan teori
ini dinyatakan bahwa membran plasma mempunyai struktur dwilapis
(bilayers) sipid, diantara molekul-molekul lipid ini terdapat molekul-
molekul protein. Dwilapis lipid mempunyai permukaan luar yang bersifat
hidrofobik. Satu sisi permukaan hidrofilik menghadap ke daerah sitosolik
dan sisi yang lain menghadap ke permukaan ekstrasitosolik. Molekul
protein berinteraksi dengan molekul-molekul lipid dengan cara yang
berbeda-beda. Protein ada yang menempel pada permukaan luar lipid,
protein ini disebut protein perifer. Selain itu ada molekul protein yang
terbenam dalam lapisan lipid, protein ini disebut protein integral. Protein
integral terbagi atas dua kelompok yaitu protein yang terentang disebut
mulai dari permukaan dalam sampai ke permukaan luar dwilapis lipid,
protein ini disebut protein transmembran. Protein integral yang lain
sebagian molekulnya terbenam dalam dwilapis lipid dan sebagian yang
lain muncul dipermukaan. Membran plasma yang sebagian besar disusun
oleh lipid ini menyebabkan membran plasma tidak kaku dan bersifat
fleksibel. Struktur membran plasma modle mozaik cair ini dikemukakan
oleh Singer dan Nicolson.

Selain lipid dan protein membran plasma juga mengandung


karbohidrat. Karbohidrat menempel pada protein integral, perifer, dan
pada molekul lipid. Jenis karbohidrat yang menempel pada membran
plasma tergantung pada fungsi membran plasma tersebut. Dengan kata lain
karbohidrat yang terdapat pada membran sel akan berbeda dengan
karbohidrat yang terdapat pada membran mitokondia maupun membran
retikulum endoplasma. Demikian juga karbohidrat pada membran sel
hewan akan berbeda dengan karbohidrat pada membran sel bakteri. Model
struktur membran sel mozaik cair dapat dilihat pada gambar 3.
b. Dinding sel
Dinding sel terletak disebelah luar membran sel tumbuhan yang
merupakan bahan mati dari sel. Dinding sel merupakan bahan ekstrasel
yang rumit dan melindungi setiap sel pada tumbuhan. Walaupun sel
tumbuhan dikurung oleh dinding sel yang tebal namun tetap ada hubungan
dengan sel-sel disekitarnya melalui plasmodesmata. Dinding sel terdiri
dari serabut selulosa, masing-masing serabut dihubungkan oleh
glokoprotein, hemiselulosa dan pectin. Dinding sel pada bakteri terutama
disusun oleh petidoglikan, sedangkan dinding sel fungsi terutama disusun
oleh kitin. Fungsi dinding sel pada tumbuhan adalah untuk memperkokoh
sel sebagaimana sel tulang pada hewan.

c. Sitoplasma dan nukleoplasma


Sitoplasma terdiri dari sitosol yang merupakan cairan being pengisi
sel, dan ruangan-tuangan yang dikelilingi membran yang disebut organela.
Bagian pinggir sitoplasma terdiferensiasi menjadi selaput tipis yang
disebut membran plasma.
Sitosol mengandung protein-protein terlarut berupa enzim, serta
protein berbentuk filamen yang disebut sitoskelet. Banyak sekali jenis
enzim yang terlarut di dalam sitosol atau hialoplasma. Selain enzim dan
protein berbentuk filamen halus, di dalam sitosol juga terdapat ribuan
ribosom yang aktif mensintesa protein.
Sitoplasma berfungsi memberi bentuk sel, tempat berlangsunya
berbagai reaksi kimia sel. Selain itu adanya sitoskelet dalam sitoplasma,
berperan untuk mengatur dan menimbulkan perakan sitoplasma serta
mengatur berbagai reaksi enzimatik.
Nukleoplasma merupakan cairan yang terdapat dalam inti sel
(nucleus). Nukleoplama dan sitoplasma dipisahkan oleh membran plasma
rangkap yang disebut membran nuclear. Lembaran membran yang
menghadap ke dalam disebut membran nukleoplasmik, sedangkan
lembaran membran yang menghadap ke sitoplasma disebut sitosolik.
Nukleoplasma berisi materi yang sangat penting yaitu benang-
benang kromatin yang pada saat terjadi pembelahan inti sel (mitosis dan
miosis) berupa kromosom. Fungsi utama nukleoplasma adalah :replikasi
(penggandaan) DNA, transkipsi (penyalinan) DNA menjadi m RNA, yang
semuanya berikatan dengan penerusan materi genetik. Di dalam
nukleoplasma terdapat daerah yang kaya akan senyawa-senyawa prazat
ribosom, daerah ini terlihat gelap dalam mikroskop elektron. Daerah ini
disebut dengan nucleolus 9anak inti). Nucleolus hanya terlihat pada masa
interfase. Fungsi nucleolus adalah tempat perakitan ribosom.

d. Organel sel
Pada pembahasan sebelumnya telah disinggung bahwa didalam
sitoplasma terdapat ruangan-ruangan yang dibatasi oleh membran.
Ruangan-ruangan itu disebut organel. Organel sel tersebut adalah :
retikulum endoplasma mitokondia, badan golgi, kloroplas, nucleus,
lisosom, peroksisom, vakuola. Disamping organel yang dibungkus
membran ada pula organel yagn tidak dibatasi membran seperti ribosom.
Berikut akan kita bahas sekilas tentang fungsi dari masing-masing organel
tersebut tersebut
1. Retikulum endoplasma
Ertikulum endoplasma (RE) merupakan sistem membran yang sangat
luas yang terdapat di dalam sitoplasma 50% dari semua membran yang
terdapat pada sebuah sel adalah membran (RE). Membran RE berlipat,
membentuk suatu ruangan yang disebut lumen RE atau sisterna RE
yang terbentuk labirin. Terdapat dua daerah RE yang berbeda secara
fungsional yaitu daerah RE yang permukaan sitoplasma membrannya
ditempeli ribosom, disebut retikulum endoplasma granular (REG).
Daerah yang kedua tidak dapat ribosom pada permukaan sitosolik
membran RE, disebut retikulum endoplasma agranular (REA).
Retikulum endoplasma memiliki banyak fungsi diantaranya adalah (1)
tempat biosintesis protein. Protein disintesis pada REG (2) tempat
penambahan molekul karbohidrat. Molekul karbohidrat ditambahkan
pada rantai protein yang telah disintesis RE sebelum dibawa ke badan
golgi, lisosom, membran sel atau ke ruang antar sel. Penambahan ini
terjadi di lumen RE. (3) tempat biosinteis fospolipid dan kolesterol.
Membran RE berfungsi untuk membentuk semua lipid yang diperlukan
untuk membentuk atau memperbaiki membran plasma, termasuk
fospolipid dan kolesterol. (4) tempat detoksifikasi, proses ini
berlangsung pada REA sel-sel usus, ginjal, kulit, dan terutama di hari.
Senyawa-senyawa yang berbahaya dan bersifat racun, diubah menjadi
tidak berbahaya.
2. Badan Golgi
Badan golgi terdiri dari beberapa buah ruangan dengan berabagai
bentuk. Setiap ruangan dikelilingi oleh membran yang strukturnya
sama dengan membran plasma pada umumnya. Berdasarkan nama ahli
yang menemukan pertama kali dan mengingat organel ini terdiri dari
beberapa bentukan, maka disebut juga kompleks golgi.
Kompleks golgi terdiri dari setumpuk kantong pipih (sisterna) yang
masing-masingnya mempunyai membran agranular. Tumpukan
kantong pipih ini disebut diktiosom, setiap kantong pipih itu disebut
juga sakulus. Disekitar diktiosom terdapat dua kelompok vesikuli
(bola-bola kecil) yaitu vesikuli peralihan dan vesikuli sekretoris.
Kompleks golgi berfungsi sebagai (1) tempat glikosilasi protein dan
lipid, yaitu proses perakitan protein dan lipid berkarbohidrat tinggi. (2)
berperan dalam pemulihan membran sel (3) berperan dalam
mencekresikan bahan tertentu yang dibutuhkan di luar sel. Bahan yang
akan disekresikan terlebih dahulu dikemas dalam vesikuli sekretoris
atau granula sekretoris. (4) pada sel tumbuhan kompleks golgi juga
berperan dalam perakitan dinding sel.
3. Lisosom dan peroksisom
Lisosom merupakan organel yang memiliki bentuk dan ukuran yang
bervariasi, namun ada satu penanda yang dipakai sebagai penunjuka
lososom yaitu enzim osfatase asam. Enzim ini dimiliki oleh setiap
lisosom. Lisosom dijumpai pada setiap sel eukariota. Dari segi
fisiologis dijumpai dua kategori lisosom yaitu lisosom primer dan
lisosom sekunder. Lisosom primer hanya berisi enzim enzim hidrolase,
sedangkan lisosom sekunder berisi enzim-enzim hidrolase dan juga
substrat yang sedang dicerna. Lisosom berfungsi sebagai alat
penceranaan dalam sel, selain itu lisosom juga berfungsi sebagai alat
penghancur bahan-bahan yang tidak diperlukan oleh sel. Sebagai
contoh pada waktu berudu berubah menjadi katak, ekornya secara
bertahap diserap sel-sel ekor yang kaya lisosom. Peroksisom juga
merupakan orgela yang berbentuk vesikuli, dan terdapat pada semua
sel eukariota. Lumen peroksisom berisi enzim-einzim katalase.
Organel ini penting untuk melindungi sel dari penimbunan H2O2. pada
biji yang sedang tumbuh perosisom berperan dalam perimbakan asam
lemak yang tersimpan dalam biji menjadi gula yang diperlukan untuk
tubuh.
4. Mitokondria
Bentuk ukuran dan jumlah mitokondria dalam sel bervariasi tergantung
pada jaringan dan fungsi sel yang bersangkutan. Mitokondria diliputi
oleh membran rangkap seperti halnya nucleus, yaitu membran luar dan
membran dalam. Membran ini membagi ruangan mitokondria menjadi
matriks yang berisi cairan seperti gel dan dibatasi membran dalam,
serta ruangan antar membran yang berisi cairan encer. Membran luar,
membran dalam dan ruang antar membran mengandung bermacam-
macam enzim matriks mengandung enzim-enzim siklus krebs (siklus
asam trikarboksida).
Membran luar dan membran dalam berbeda struktur dan fungsinya.
Membran dalam mempunyai lekukan dan lipatan-lipatan masuk ke
dalam matriks. Tonjolan ini disebut krista. Bentuk krista bermacam-
macam, pada krista menempel banyak zarah berbentuk bola. Bola-bola
ini disebut oksisoma. Sedangkan membran luar lebih halus dan elastis.
Mitokondria mempunyai banyak fungsi metabolik, terutama untuk
menghasilkan energi pada metabolisme karbohidrat dan lemak (disebut
juga respirasi), sintesis ATP dan lain-lain. Jumlah mitokondria dalam
sel tidak sama tergantung pada aktivitas sel. Sel-sel yang aktif seperti
sel pada jaringan otot mempunyai banyak mitokondria.
5. Kloroplas
Kloroplas adalah plastida berwarna hijau yang terdapat pada sel
tumbuhan secara umum suatu sel mesofil daun mengandung 30-500
butir kloroplas yang berbentuk cakram atau geledong. Bentuk
kloroplas yang beraneka ragam ditemukan pada algae (ganggang).
Kloroplas berbentuk jala ditemukan pada cladophora, berbentuk pita
spiral pada spirogyra, sedangkan berbentuk bintang pada zygenema.
Fungsi kloroplas adalah tempat fotosintesis dan sintesis ATP pada sel
tumbuhan
Selain kloroplas pada rumbuhan juga terdapat plastida lain yaitu
kromoplas yang mengandung pigmen kuning dan leukolas yang tidak
mengandung pigmen
6. Sentrosoma
Sentrosoma merupakan argenel yang bentuknya agak bulat dan terletak
dekat ini. Pada sentrosoma terdapat dua sentriol yang tersusun tegak
lurus satu dengan yang lain. Sentrosoma berperan dalam pembelahan
sel.
7. Ribosom
Mmerupakan struktur terkecil yang terdapat dalam sel, dan merupakan
tempat berlangsungnya sintesis. Ukuran ribosom pada sel eukariota
berbeda dengan sel prokariota. Pada sel yang aktif melakukan sintesis
protein, ribosoma dapat mencapai 25% dari bobor kering sel.
8. Vakuola
Vakuola merupakan organel yang berisi cairan, dan dibatasi oleh
membran plasma, vakuola umumnya terdapat pada sel tumbuhan. Pada
sel tumbuhan yang muda terdapat banyak vakuola-vakuola kecil, tetapi
dengan bertambahnya umur sel, maka terbentuk vakuola tengah yang
besar. Vakuola berfungsi untuk menyimpan sementara bahan makan
terlarut dan sia-sia metabolisme.

6. Transpor Materi Intra dan Antar Sel


Salah satu fungsi membran sel adalah tempat lalu lalangnya materi
yang dibutuhkan, yang tidak dibutuhkan atau materi yang dibutuhkan ruang
antar sel. Sistem pemasukan dan pengeluaran materi ini disebut sistem
transpor. Dilihat dari materi yang memasuki sel, ada dua kelompok yaitu
makro molekul dan mikro molekul. Membran plasma merupakan saringan
pemilihan materi yang akan memasuki sel. Dwilapis lipid bersifat
impermeable bagi molekul-molekul terlarut dalam air dan molekuk
bermuatan.
a. Pengangkutan mikromolekul lewat membran sel
Ada tiga mekanisme pengangkuran mikromolekul, yaitu : difusi
sederhana, difusi dipermudah, dan pengangkutan aktif. Difusi sederhana
dan dipermudah merupakan transport materi dari daerah konsentrasi
tinggi, ke daerah konsentrasi rendah. Pengangkutan ini tidak menggunakan
ATP, karena searah dengan gradien konsentrasi, sehingga juga transpor
pasif. Transpor materi dari daerah konsentrasi rendah ke daerah
konsentrasi tinggi memerlukan ATP, karena berlawanan dengan gradien
konsentrasi sehingga disebut juga transport aktif.
1) Difusi sederhana
Molekul-molekul yang dapat melewati membran plasma dengan jalan
difusi sederhana sangat terbatas jumlahnya. Mikromolekul yang
bersifat hidrofobik dapat melewati membran plasma dengan mudah.
Sedangkan makromolekul atau molekul yang terion sulit melewati
membran plasma. Kemampuan membran plasma untuk memilih
molekul yang akan melewatinya disebabkan adanya porus pada
membran tersebut. Porus tersebut ada yang menembus molekul protein
integral (transmembran), atau terbentuk secara acak pada dwilapis
lipid. Porus pada dwilapis lipid terbentuk karena gerakan molekul lipid
tersebut.
2) Difusi dipermudah
Senyawa yang melewati selaput plasma dengan jalan difusi
dipermudah, tidak memerlukan ATP. Namun gerakan senyawa dari luar
ke dalam atau sebaliknya bisa lebih cepat dari pada difusi sederhana.
Hal ini karena ada protein pembawa (carier) yang mampu
mempercepat pengangkutan. Molekul protein pembawa setelah
mengikat senyawa yang akan dibawa, segera memindahkan senyawa
tersebut dari luar ke dalam atau sebaliknya, dengan jalan rotasi
berdifusi atau dengan membentuk porus.
3) Transport
Pengankutan senyawa melewati membran plasma dengan melawan
gradien, berlangsung sangat rumit. Mekanisme paling sederhana sama
dengan difusi dipermudah, namun memerlukan ATP. Salah satu contoh
transport aktif adalah pemompaan ion Na+ dan Ka+ di dalam sel
dipertahankan selalu lebih tinggi dari pada di luar sel. Sebaliknya
konsentrasi ion Na+ di dalam sel dipertahankan selalu lebih rendah dari
pada luar sel. Untuk itu ion Na+ dan Ka+ dipompa melawan gradien
konsentrasi. Pemompaan dapat berlangsung bila ada ATP.
b. Pengangkutan makromolekul lewat membran sel
Makromolekul bisa berupa protein, polinukleotidak, polisakarida
atau mikroorganisme. Bahan-bahan ini tidak dapat lewat membran sel
dengan cara difusi ataupun transport aktif, namun sel tetap dapat
memasukkan dan mengeluarkan makromolekul-makromolekul tersebut.
Pengangkutan makromolekul ini sangat berbeda dengan pengangkutan
mikromolekul. Pengangkatan makromolekul membutuhkan visikuli. Ada
tiga cara pengangkutan makromolekul yaitu endositosis, eksositosis,
pertunasan (budding).
1) Endositosis
Endositosis yaitu pengangkutan makromolekul ke dalam sel, dengan
cara pelekukan ke dalam (invaginasi) membran sel. Setelah terjadi
pelakukan membran sel akan menggenting dan akhirnya terputus
sehingga terbentuk vesikuli (endosom) yang berisi makromolekul yang
akan diangkut. Endosotosis terbagi dua yaitu pinositosis, bila materi
yang diangkut kental (solid).
2) Eksositosis
Ekositosis yaitu pengangkutan makromolekul ke luar sel ada dua cara
eksositosis yaitu melalui pelekukan ke luar (evaginasi) membran
plasma sehingga akhirnya membran plasma mengenting dan putus dan
bahan yang diangkut berada dalam visikuli. Cara yang kedua vesikuli
yang ada dalam sel (atau organel) melbur dengan membran plasma dan
bahan yang diangkut dilepaskan setelah membran vesikuli terbuka.
3) Pertunasan
Pertunasan hampir sama dengan eksositosis yang membentuk vesikuli,
hanya istilah ini dipakai untuk tingkat organel saja. Contohnya pada
pembentukan lisosom.
RANGKUMAN
Sel merupakan unit minimum kehidupan. Sel memiliki berbagai macam bentuk
ukuran dan fungsi. Berdasarkan ada tidaknya membran nucleus sel dibedakan atau
sel prokarotik dan sel eukariotik. Sel eukariotik dibedakan atas sel hewan dalam
sel tumbuhan. Komponen pembangun sel terutama adalah air, protein, lipid,
karbohidrat, asam nukleat serta senyawa anorganik.
Setiap sel memiliki membran plasma, sitoplasma dan asam nukleat. Selain itu sel
juga dilengkapi dengan organel yang merupakan tempat berbagi reaksi kimia di
dalam sel. Organel tersebut adalah retikulum endoplasma, komleks golgi, lisosom,
nucleus mitokondria, kloroplas (pada sel tumbuhan), badan mikro, vakuola dan
ribosim. Dalam aktivitasnya sel membutuhkan danmengeluarkan berbagai zat atau
molekul. Zat yang diperlukan maupun yang akan dikeluarkan dari sel diangkut
melewati membran sel baik itu membran plasma maupun membran organel.
Pengankutan melewati membran dilakukan dengan berbagai cara. Untuk molekul
yang berukuran kecil pengangkutan dengan cara difusi sederhana, difusi
dipermudah atau transport aktif. Sedangkan molekul yang berukuran besar
diangkut dengan vesikel melalui endositosis atau pertunasan.

LATIHAN
Untuk lebih memahami konsep yang ada dalam kegiatan belajar 1, lakukan latihan
berikut ini !.
1. Gambar model struktur membran mozaik cair dan beri keterangan masing-
masing baginya!
2. Gambarkan sebuah sel lengkap dengan organel yang ada di dalamnya beri
keterangan masing-masing bagian sel dan jelaskan fungsi organel yang
digambarkan tersebut!
3. Buatlah sketsa macam-macam kemungkinan transpor molekul pada membran
sel jangan lupa membuatkan arah gradien konsentrasinya.
Bila anda mendapat kesulitan dengan latihan di atas maka sebaiknya anda
membaca kembali padas materi mengenai membran plasma, organel sel dan
transpor antar sel.

TES FORMATIF
1. Mengapa sel dikatakan sebagai satuan dasar (minimum) kehidupan ? Jelaskan
jawaban anda!
2. Jelaskan perbedaan antara sel prokariotik dengan sel eukariotik
3. Jelaskan perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan
4. Tuliskan organel yang terdapat di dalam gambar sel berikut dan jelaskan
fungsi masing-masing organel tersebut
5. Ada 4 senyawa organik utama yang membangun sel, sebutkan senyawa
tersebut dan komponen sel apa yang dibangun oleh senyawa tersebut!
6. Perhatikan gambar berikut ! Jelaskan mekanisme transport apa yang bisa
dilakukan untuk mengangkut molekul dari permukaan membran a ke b dan
sebaliknya dari permukaan membran b ke a jelaskan jawaban anda!
7. Jelaskan bagaimana cara molekul berukuran besar bisa diangkut melewati
membran sel
8. Jelaskan dengan gambar perbedaan antara eksositosis dengan pertunasan
9. Jelaskan perbedaan difusi dengan osmosis.

Sumber Bacaan
Kimball, John W. 1990. Biologi. Jilid I (Terjemahan Siti Soetarmi) hal. 59-108.
Jakarta : Erlangga.
Issoegianti. 1993. Biologi Sel. Jakarta : Depdikbud.
Materi pokok III
STRUKTUR DAN ORGANISASI TUBUH HEWAN
DAN TUMBUHAN

Pengantar
Hewan adalah organisme yang (1) tidak mempunyai klorofil, (2) mampu
bergerak atau, setidak-tidaknya menggerakkan tubuh dengan cara mengerutkan
serabut, dan (3) multiselular. Beberapa organisem tak memenuhi kriteria tetapi
memperlihatkan persamaan dengan sifat tersebut, sehingga kita dapat
mengenalnya sebagai hewan.
Dunia hewan umumnya dibagi menjadi kurang lebih 25-30 filum yang
berbeda. Tiga dari filum-filum hewan tergolong makhluk dengan pola organisasi
tubuh yang agak sederhana. Kita anggap bahwa hewan-hewan ini primitif, atau
merupakan keturunan dari bentuk yang paling awal dari kehidupan. Hewan
tersebut adalah spons, knidaria dan cacing pipih.
Hewan tingkat tinggi mempunyai struktur dan organisasi tubuh yang
komplit (lengkap) dan kompleks (rumit). Pembahasan mengenai sub pokok
bahasan ini masih bersifat umum dan difokuskan hanya pada jaringan dasar dan
sistem organ.
Struktur tubuh tumbuhan tingkat rendah masih sangat sederhana,
sebagaian masih berupa talus dan terdiri dari satu sel yang belum terdifferensiasi.
Tubuh tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari kumplulan sel, yang
mempunyai asal, fungsi serta struktur yang sama, disebut jaringan. Merupakan
tumbuhan yang sudah mempunyai tubuh yang lebih sempurna dari pada tumbuhan
tingkat rendah, dibangun oleh jaringan-jaringan yang membentuk organ, maka
struktur tumbuhan tingkat tinggi disebut tingkat organ. Tumbuhan tingkat tinggi
mempunyai organ vegetatif (akar, batang, dan daun) yang disebut juga organ
pokok, serta organ generatif (bunga, buah, dan biji).
Kegiatan 4
STRUKTUR DAN ORGANISASI TUBUH HEWAN TINGKAT RENDAH
Tujuan Instruksional Umum
Mahasiswa dapat memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep struktur
dan organisasi tubuh hewan dan tumbuhan.

Tujuan Instruksional Khusus


Setelah perkuliahan anda diharapkan dapat :
1. Menjelaskan prinsip-prinsip porifera
2. Mahasiswa dapat menjelaskan 3 kela filum knidaria
3. Mahasiswa dapat menjelaskan 2 kelas cacing pipih yang parisit
4. Mahasiswa dapat menjelaskan 5 kelas dari filum echinodermata

Uraian dan contoh


SPONS (FILUM PORIFERA)
Hewan ini sederhana yang selama ini hidupnya menetap pada karang atau
permukaan benda yang keras lainnya di dasar air. Kira-kira 5000 spesies telah
diketahui, beberapa hidup di air tawar, tetapi sebagian besar hidup di laut. Filum
ini diberi nama demikian karena adanya lubang-lubang kecil atau pori-pori yang
menembus badannya. Hewan ini makan dengan cara menarik air masuk ke dalam
tubuh melalui pori-pori tersebut dan menyaring partikel-partikel kecil makanan
yang mungkin ada.
Tubuh spons dipertahankan oleh dua lapis sel dengan selapis bahan seperti
jeli mesoglea yang terdapat di antara kedua lapisan tersebut. Sel-sel dari lapisan
dalam mempunyai flagella yang menyebabkan adanya arus air. Sel-sel ini dapat
memakan partikel-partikel makanan yang telah disaring.
Bentuk spons dipertahankan oleh kerangka yang terdiri dari spikula yang
dibentuk oleh sel-sel yang terbesar di dalam mesoglea. Spikula tersebut cukup
keras, yang tersusun dari silica ataupun zat kapur (kalsium karbonat). Beberapa
spons tidak mempunyai spikula tetapi didukung oleh anyaman serabut yang kuat,
lentur. Spons-spons ini terdapat di perairan daerah tropis yang dangkal.
Organisme yang menetap di suatu tempat mempunyai beberapa cara untuk
menyebarkan keturunannya ke tempat-tempat baru. Spons mengatasi dengan
menghasilkan larva-larva kecil yang berenang bebas. Larva-larva ini berenang
menjauhi induknya dan setelah menemukan suatu permukaan baru yang sesuai,
maka mereka melekat padanya dan berkembang menjadi spons dewasa.
Sisa-sisa fosil menunjukkan bahwa spons adalah salah satu dari bentuk-
bentuk yang paling awal dari dunia hewan di bumi ini. Akan tetapi, bahwa hewan
lainya berasal dari spons. Spons tampaknya menduduki suatu tempat yang agak
untuk dalam dunia hewan dan sebenarnya oleh beberapa taksonomiwan
dimasukkan dalam sub dunia tersendiri yaitu protozoa.

KNIDARIA (FILUM CNINARIA)


Semua anggota filum ini mempunyai sel jelatang khusus yang disebut
knidoblas sesuai dengan nama yang diberikan pada filum ini. Setiap knidoblas
mengandung benang berduri berisi racun yang disebut nematosis. Setiap
knidoblas mengandung benang berduri berisi racun yang disebut nematosis. Bila
picu knidolas disentuh, nematosis ditembakkan. Ini digunakan untuk menjerit dan
melumpuhkan mangsa, juga untuk mempertahankan diri terhadap musuh-
musuhnya.
Tubuh semua hewan filum ini terdiri dari dua lapis sel dengan mesoglea
seperti jeli di antara kedua lapisan tersebut. Akan tetapi, mesoglea mempunyai
sel-sel yang terbesar dan oleh beberapa ahli biologi mesoglea dianggap sebagai
lapisan sel yang ketiga. Tubuh berbentuk seperti silinder berongga dengan satu
lubang di satu ujung. Makanan masuk melalui lubang ini (mulut) dan ke rongga
dalam yang disebut rongga gastrovaskular. Rongga ini juga disebut selenteron,
dan selam bertahun-tahun nama filum ini adalh coelenterata. Suatu kelompok
lainnya (ubur-ubur sisir), kemudian tercakup dalam filum ini karena mereka juga
mempunyai selenteron. Akan tetapi, mereka tidak mempunyai knidoblas, dan
tidak lagi dianggap berkerabat dekat dengan hewan-hewan yang sedang kita bahas
ini.
Kira-kira 9000 spesies dari filum cnidaria telah dikenal. Sebagian besar
dari hewan ini terdapat di samudra, meskipun beberapa spesies, seperti hydra,
terdapat di air tawar. Filum ini dibagi menjadi 3 kelas.

CACING PIPIH (FILUM PLATYHELMINTHES)


Filum ini terdiri atas 9000 spesies. Pemberian nama pada organisme ini
adalah sangat tepat. Sejumlah besar hewan ini berbentuk hampir menyerupai pita.
Hewan ini simetris bilateral dengan sisi kiri dan kanan, permukaan dorsal dan
ventral dan juga anterior dan posterior. Kenis simetri ini tampaknya berkaitan
dengan lokomosi yang aktif. Banyak cacing pipih air tawar yang lazim disebut
planaria dapat bergerak sangat cepat. Bila melekat pada suatu permukaan di
bawah air, hewan ini mengeluarkan lapisan lendir yang licin di bawah tubuhnya
dan kemudian menggerakkan tubuh mereka dengan cepat ke depan diatas lendir
tersebut dengan cara menggerak-gerakkan sejumlah besar silia yang ada
dipermukaan ventral. Bila terapung bebas dalam air, planaria berenang dengan
gerakan tubuh yang mengombak. Lokomosi planaria yang efesien ini
memungkinkan mereka untuk mencari makan secara aktif, sedangkan knidaria
yang simetri radial tidak demikian.
Simetri bilateral juga ada kaitannya dengan konsentrasi alat indera di
bagian anterior hewan. Planaria mempunyai reseptor-reseptor cahaya, peraba dan
getaran di ujung anterior, yaitu ujung yang pertama-tama mengetahui perubahan
keadaan lingkungan. Konsentrasi alat indera di kepala seperti itu disebut
sefalisasi.
Makanan planaria masuk ke dalam mulut di permukaan ventral dan
menuju ke rongga gastrovaskular. Meskipun rongga ini bentuknya jauh lebih
rumit dari pada yang terdapat pada hidra, rongga terbentuk berdasarkan pola
kantung yang sama. Seperti pada hidra, zat-zat yang tidak tercerna harus
dikeluarkan melalui mulut.
Dua kelas cacing pipih yang tergolong parasit. Cacing hari dewasa (kelas
trematoda) melekat pada inangnya dengan alat penghisap yang terdapat di
permukaan ventral. Banyak yang menhasilkan larva yang juga merupakan parasit
tetapi pada inang yang berbeda, biasanya beberapa spesies siput. Cacing paru-paru
dan caing hari merupakan parasit yang berbahaya bagi hewan dan manusia. Tetapi
dewasa ini cacing hati darah merupakan bahaya paling besar bagi manusia.
Beberapa spesies dari genus schistosoma menulari manusia, yang menyebabkan
schistosomiasis. Penyakit ini mungkin merupakan masalah yang serius di daerah
tropis sejak zaman purbakala. Tetapi pembuatan sistem irigasi baru-baru ini di
daerah yang dahulu merupakan gurun (misalnya, di mesir persediaan air tampung
oleh bendungan aswan telah memperluas habitat yang diperlukan cacing hati
darah untuk menyelesaikan daur hidupnya. Akibatnya, schistosomiasis sekarang
telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar.
Cacing pita (kelas cestoda), seperti halnya cacing hati, merupakan parasit.
Hewan dewasa hidup dalam usus inangnya dan menyerap zat makanan dari
sekelilingnya. Hewan ini membentuk koloni seperti pita yang terdiri atas ploglotid
yang secara relatif tidak saling tergantung. Pada beberapa spesies, pita ini dapat
mencapai 20 m atau lebih. Sebagian besar cacing pita membutuhkan dua atau
lebih inang untuk menyelesaikan daur hidupnya. Manusia dapat ditulari cacing
pita karena makan ikan, daging sapi dan babi yang tidak matang.

CACING GILIG (FILUM NEMATODA)


Cacing gilig, atau nematoda, adalah hewan berbentuk silinder yang
memanjang. Hewan-hewan ini mempunyai dua sifat yang berkembang lebih maju
secara evolusi dibanding dengan cacing pipih (yang mungkin merupakan
moyangnya). Hewan-hewan ini mempunyai saluran pencernaan satu arah yang
menjulur dari mulut di bagian muka sampai anus di bagian belakang. Sistem
pencernaan satu arah ini menguntungkan karena meniadakan percampuran
makanan yang masuk dengan limbah yang keluar. Setelah makanan masuk ke
dalam mulut, maka makanan dapat diproses tahap demi tahap pada waktu melalui
satu bagian seluruh pencernaan di bagian lain. Akhirnya, sisa yang tidak tercerna
dikeluarkan melalui anus. Nematoda juga mempunyai suatu rongga antara saluran
pencernaan dan dinding tubuh. rongga ini berkembang dari rongga blastocoel
selam perkembangan embrio dan karena itu tidak ada kaitannya dengan selom,
yang sebagaimana anda ketahui berkembang seluruhnya dikelilingi oleh
mesoderm. Karena itu rongga tersebut sering disebut pseudocoel. Di dalamnya
terdapat berbagai alat-alat internal, termasuk alat reproduksi. Adanya suatu rongga
tubuh yang jelas dan bukannya suatu massa mesoderm yang padat memungkinkan
pergerakan bebas yang lebih besar, meskipun gerakan mirip pecut yang menjadi
ciri khas nematoda tapi tampaknya ia tidak memanfaatkan hal ini.
Mayoritas nematode berukuran sangat kecil. Beberapa diantaranya,
seperti ascaris, dapat mencapai panjang satu kaki (30,48 cm) dan serkor cacing
raksasa yang merupakan parasit pada ikan paus, mencapai 30 kaki (915 cm)
panjangnya. Akan tetapi sebagian besar nematoda tidak lebih besar dari pada
potongan-potongan benang kecil. Meskipun demikian cacing ini mudah dikenal
dari gerakan yakni seperti pecut yang mendera. Tanah yang subur penuh dengan
organisme kecil ini.
Sampai sekarang telah didefenisikan 100.000 spesies nematoda, tetapi
daftar ini masih jauh dari sempurna. Nematoda hidup dimana saja. Mereka dapat
ditemukan di air tawar, air asin dan juga dalam tanah. Sebagian parasit, hewan ini
hidup dalam tubuh hewan lain dan tumbuhan. Dikatakan bahwa jika semua zat di
bumi kita musnah kecuali nematoda, maka kita masih dapat mengenal semua
makhluk yang pernah ada benda mati ataupun organisme hidup dengan jenis
nematoda yang dikandungnya.
Sebagian nematoda hidup bebas. Akan tetapi bentuk parasitlah yang sangat
menarik untuk kita. Salah satu parasit yang paling berbahaya di daerah panas
adalah cacing tambang. Organisme ini hidup melekat pada dinding usus dan
menghisap darah dan cairan jaringan darinya. Infeksi yang berat menyebabkan
kelemahan dan kelesuan yang amat sangat. Penyakit ini didapat karena berjalan
dengan kaki telanjang di atas tanah yang terkontaminasi dengan kotoran manusia.
Pernah terjadi lebih dari 2 juta orang bagian Tenggara Amerika Serikat terserang
oleh cacing tambang Amerika. Kini sanitasi yang patut dan bersepatu telah
mengurangi insiden infeksi.
SUBFILUM MANDIBULATA
Artropoda dari kelompok ini mempunyai mandibula yaitu sepasang bagian
mulut yang digunakan untuk makan. Mereka juga mempunyai antena. Dalam
subfilum ini terdapat empat kelas besar.

FILUM ONYCHOPHORA
Catatan fosil memberi kita sedikit gambaran mengenai evolusioner
milipeda, sentipeda dan insekta. Meskipun demikian seekor hewan yang kini
masih hidup yaitu perispatus memperkuat pendapat bahwa hewan tersebut
berevolusi dari cacing primitif yang bersegmen. Peripatus mempunyai segmentasi
internal pasangan organ ekskresi seperti nefridium pada setiap segmen, dan
dinding tubuh yang terdiri dari otot polos, semuan meningkatkan kita pada
anelida, dan struktur saluran pencernaan, sistim saraf pusat, dan kaki sama dengan
anelida. Sebaliknya kaki beripatus mempunyai cakar seperti insekta, dan
kurtikulunya terbuat dari kitin, secara periodik di tanggalkan secara utuh seperti
pada antropoda. Sistem peredarannya terbuka dengan darah mengalir melalaui
suatu hemosoel yang luas. Selain itu hewan-hewan kecil itu bernafas dengan
trakea dan perkembangan embrio dari telur-telurnya seperti yang pada artropoda.
Pripatus tentu bukan moyang milipada, sentipeda dan insekta. Walaupun
demikian anatominya yang aneh memberi kesan bahwa pripatus itu mungkin
merupakan keturunan yang mengalami perubahan bentuk yang relatif kecil yang
juga menurunkan artropoda. Anggota dari filum ini telah di temukan
berdampingan dengan fosil tribilobia, krustasca dan anelida, kenyataan bahwa
pripartus di tenukan di daerah-daerah terpencil dalam rimba amerika serikat dan
tengah, Afrika, asia, dan Australia menandakan bahwa ia mungkin merupakan sisa
terakhir yang masih hidup dari suatu kelompok yang ada pada suatu waktu pernah
berkembang dengan baik.

HEWAN BERKULIT DURI (FILUM ECHINODERMATA)


Filum ini terdiri atas lebih kurang 6.000 species, semuanya hidup di laut.
Ciri-ciri yang menonjol adalah kulit yang berduri dan simetri radia. Boleh jadi
yang paling menarik adalah sistem pembulu air. Air laut di masukkan kedalam
sistem saluran dan di gunakan untuk menjulurkan kaki tabung yang berjumlah
banyak. Struktur kaki tabung ini mempunyai penghisap di ujungnya dan
membantu hewan melekat di permukaan yang keras. Filum ini di bagi dalam lima
kelas.
Sesuai dengan namanya lili laut (kelas crinoidea) lebih menyerupai
tumbuhan. Banyak di antaranya bersifat sesil, yaitu mereka hidup terpaut kuat
dengan tangkai pada beberapa benda di bawah air. Mungkin cara hidup inilah
yang menyebabkan mereka simetri radial dan bukan suatu hubungan evolusi
dengan hewan simeteri radial lannya, yaitu filum cridaria. Sebagai mana kita
ketahui, simetri bilateral berhubungan dengan lokomosi yang cepat. Sedangkan
simetri bradial lebih cocok untuk hewan sesil yang harus memperhatikan semua
arah. Akan tetapi, ekinodermata menghasilkan larva yang berenang bebas dan
bentuknya simetri bilateral. Hal ini dapat diartikan bahwa ekinodermata
berkembang dari moyang yang simetri bilateral.
Tubuh bintang laut terdiri atas cawan sentral yang berisi mulut dan di
kelilingi oleh lima lengan. Bintang ular (Kelas Asteroidea) mampu bergerak
Kemana-mana dengan bantuan kaki tabungnya tetapi sangat perlahan. Dari semua
ekinodermata, bintang laut ini merupakan satu-satunya yang mempunyai arti
praktis penting bagi manusia. Hal ini di sebabkan kebiasaan mereka untuk
memangsa bivalva yang secara komersial berharga seperti tiram. Bintang laut
(kelas ophiuroidea) berbeda dengan bintang laut mempunyai lengan yang kurus
dan panjang yang jelas berbeda dari cawan sentral dan dapat bergerak sangat
cepat (bagi sektor ekinodermata). Gambar-gambar dari dasar laut kadag-kadang
memperlihatkan sejumlah besar organisme ini hidaup berdampingan.
Bulu babi dan dolar pasir (kelas echinoidea) mempunyai kerangka
berongga yang kaku mirip kotak. Pada kerangka ini terpaut duri-duri, yang ada
beberapa bulu babi sangant panjang. Deretan-deretan luabang pada kerangka iatu
memungkingkan kak-kaki tabung yang tipis, panjang menjulur keluar. Duri dan
kaki tabung ini memungkinkan bulu babi bergerak secara berlahan-lahan. Di
beberapa bagian dunia bulu babi ini kadang-kadang di makan orang.
Ketimun laut (Kelas Holothuroidea) mempunyai kulit keras (bukan
berduri) tidak berlengan dan hampir tidak ada kerangka. Meskipun pada umunya
bentuk dan tngkah lakuna tidak menarik perhatian, respon mereka terhadap
pemangsa sangat mengejutkan. Bila di ganggu, mereka mengerutkan otot dinding
tubuhnya sampai tekanan di dalamnya menjadi sangat besar sehingga dinding
tubuh itu pecah. Dengan ini, organ internal mereka bersama dengan satu zat
gelatin yang lengket keluar ke dalam air. Sering pada waktu pemangsa itu sibuk
dengan bahan ini, sisa ketimun itu menjauh dan mulai dengan proses
pembentukan kembali organ yang hilang tadi.

RANGKUMAN
1. Spon (Filum Porifra)
2. Cridaria (Filum Kridaria)
3. Cacing Pipih (Filum Platyhelminthes)
4. Cacing Giling (Filum Nematoda)
5. Cacing Bersegmen (Filum Annelida)
6. Hewan Beruas-Ruas (Filum Arthropoda)
7. Filum Onyhophora
8. Hewan Berkulit Duri (Filum Echinodermata)

Tes Formatif
1. Jelaskan prinsip-prinsip porifera
2. Jelaskan 3 kelas filum knidaria
3. Jelaskan 2 kelas cacing pipih yang parasit
4. Jelaskan 5 kelas dari filum echinodermata
Kegiatan 5.
STRUKTUR DAN ORAGANISASI TUBUH HEWAN TINGKAT TINGGI
Tujuan Instruksional Khusus
1. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip jaringan dasar
2. Mahasiswa dapat menjelaskan macam-macam
3. Mahasiswa dapat menjelaskan macam-macam jaringan penyambung
4. Mahasiswa dapat menjelaskan macam-macam jaringan otot
5. Mahasiswa dapat menjelaskan jaringan saraf

Urain Dan Contoh


1. Jaringan Dasar
Sel-sel semasa embrio mengalami perubahan (diferensiasi). Sel-sel
yang sudah mengalami deferensi ini menyusun diri membentuk jaringan.
Dengan demikian, jaringan adalah struktur yang di bentuk oleh kumpulan sel-
sel yang mempunyai susuan, sifat dan fungsi yang sama. Meskipun sangat
kompleks, tubuh hewan hanya terdiri dari 4 jaringan utama atau jaringan
dasar, yaitu jaringan : epitel, penyambung (ikat), otot dan saraf. Berikut ini
akan di bahas masing-masing jaringan tersebut.
a. Jaringan Epitel
1. Pengertian Dan Ciri-Ciri
Jaringan epitel merupakan jaringan yang di bangun dari sel-sel
ketiga lapisan lembaga (ectoderm, mesoderm dan endoderm).
Beberapa ciri jaringan epitel adalah : (1) mempunyai bentuk dan
ukuran sel yang bervariasi. (2) terdapat suatu lapisan dasar (Lamina
Basalis) yang berhubungan dengan jaringan penyambung di bawahnya,
dan (3) kohesi diantara sel-sel relatif kuat. Di samping itu, sel-sel
epitel tersusun sangat rapat, sehingga hanya sedikit mengundang zat
inter sel dan pelekatan di antara sel-sel sangat kuat. Jaringan epitel
terdapat pada seluruh permukaan tubuh dan seluruh permukaan rongga
yang ada dalam tubuh, seperti rongga saluaran pencernaan, saluran
pernafasan dan saluran reproduksi.
2. Macam Jaringan Epitel
Berdasarkan bentuk sel yang menyusun, epitel di bedakan atas :
(1) epitel pipih, (2) epitel kubus, (3) epitel silindris, (4) epitel bersila.
Berdasarkan jumlah lapisan sel yang membangun, epitel di bedakan
atas : (1) epitel selapis dan (2) epitel berlapis banyak. Berdasarkan
fungsinya, epitel di bedakan atas : (1) epitel pelindung (melindungi
permukaan tubuh), (2)epitel kelenjar (penghasil kelenjar), dan (3)
epitel sensoris (penerimaan rangsangan).
3. Fungsi Jaringan Epitel
Jaringan epitel mempunyai fungsi yang berbeda-beda
tergantung pada struktur dan tempat. Fungsi jaringan epital tersebut
secara umum adalah sebagai berikut : menutupi lapisan kulit, absorpsi
(misalnya pada usus), sekresi (misalnya pada sel epitel kelenjar).
Sensoris (misalnya pada neuroepitel), dan kontraktil (misalnya pada
sel mioepitel).

b. Jaringan Penyambung
1. Pengertian
Jaringan penyambung (pengikat) merupakan jaringan yang
berfungsi menghubungkan dan mengikat sel dan organ sehingga
memberikan sokongan terhadap tubuh. jaringan ini mempunyai
konsistensi lunak, fleksibel, dan tidak resisten terhadap stress. Unsur
utama jaringan penyambung adalah sel-sel dan matriks ekstrasel ini
terdiri dari jaringan. Di dalam matriks ekstrasel inilah terdapat sel-sel
khusus. Jaringan penyambung terdapat hampir di semua bagian lendir,
otot, saraf, kulit dan semua organ di bagian dalam tubuh.
2. Macam Jaringan Penyambung
Ada tiga kelompok besar macam jaringan penyambung yaitu ;
a) Jaringan penyambung biasa
Jaringan ini ada yang longgar dan ada yang padat. Jaringan
yang padat ada yang teratur dan ada pula yang tidak teratur.
Jaringan penyambung longgar disebut juga jaringan areolar,
lebih banyak dari jaringan penyambung padat. Jaringan
penyambung longgar terutama ditemukan di dalam lapisan papil
dermis, di dalam hypodermis di alam lapisan serosa kavum
perotonium dan pleura dan di dalam kelenjer serta membrana
mukosa yang menyokong sel epitel.
Jaringan penyambung longgar terdiri dari semua komponen
utama jaringan penyambung. Dalam jaringan ini juga terdapat
serabut kolagen, elastik dan retikulum.
Jaringan penyambung padat mempunyai komponen yang
sama dengan jaringan penyambung longgar, tetapi di sini jumlah
serbut kolagen jauh lebih banyak dan mempunyai jumlah sel lebih
sedikit daripada jaringan penyambung longgar. Jaringan ini kurang
fleksibel tetapi jauh lebih resisten terhadap stress. Jaringan
penyambung padat ada yang teratur dan ada pula yang tidak
teratur. Yang teratur artinya serabut kolegan jaringan ini tersusun
teratur menurut suatu pola tertentu, contohnya : ditemukan dalam
dermis kulit lapisan sub mukosa saluran pencernaan, dan di dalam
kapsul jaringan penyambung di sekitar organ-organ seperti lien,
dan ganglion. Sebaliknya, tidak teratur artinya serabut kolagen
tersusun tanpa arah tertentu, contohnya tendo otot.
b) Jaringan penyambung dengan sifat khusus
Yang termasuk kepada kelompok jaringan ini adalah :
jaringan adipose, jaringan elastik, jaringan retikulum, dan jaringan
mukosa.
Jaringan adipose (jaringan lemak) merupakan suatu
jaringan khusus yang jumlah sel-sel lemaknya lebih menonjol.
Jaringan ini sangat penting sebagai tempat penyimpanan energi.
Jaringan elastik terdiri dari berkas serabut elastik yang tebal
sejajar. Banyaknya serabut elastik di dalam jaringan ini
memperlihatkan sifat khas, yaitu mempunyai warna kuning dan
elastisitas tinggi. Jaringan ini jarang ditemukan, biasanya terdapat
di dalam ligamen kuning kolumna vertebralis dan di dalam
ligamen suspensorium penis.
Jaringan retikulum (jaringan hemotopoietik) terdiri dari sel
retikulum dan serabut retikulum. Jaringan ini dijumpai di dalam
organ yang menghasilkan darah (organ hematopoletik). Sel
retikulum mempunyai juluran sitoplasma yang panjang, nucleus
besar.
Jaringan mukosa mempunyai zat dasar yang tidak
berbentuk (amorf). Jaringan ini mengandung serabut kolagen dan
sedikit serabut elastik atau retikulum. Sel utama dalam jaringan ini
adalah fibroblas. Jaringan ini merupakan komponen utama tali
pusat dan disebut wharton’s jelly. Jaringan ini juga di temukan di
dalam pulpa gigi muda.
c) Jaringan penyambung penyokong
Jaringan penyambung penyokong terdiri atas : jaringan
tulang rawan dan tulang.
(a) Jaringan tulang rawan
Tulang rawan merupakan jaringan penyambung dengan
bahan interselnya keras, namun resiten terhadap tekanan bila
dibandingkan dengan tulang keras. Seperti jaringan
penyambung lainnya, tulang rawan banyak mengandung bahan
intersel yang dikenal dengan matriks tulang rawan. Matriks
tulang rawan mempunyai rongga-rongga (lakuna) yang
mengandung sel tulang rawan (kondrisit). Tulang rawan
dikelompokkan atas tiga jenis yaitu (1) tulang rawan hitam, (2)
tulang rawan fibrosa, dan (3) tulang rawan elastik.
Tulang rawan hialin berfungsi sebagai rangka sementara
pada embrio sampai tulang rawan ini digantikan secara
berangsur-angsur oleh tulang. Contohnya ditemukan diantara
diafisis dan epifisis tulang panjang yang sedang tumbuh.
Tulang rawan hialin ini juga ditemukan di dalam dinding
saluran pernafasan (hidung sampai bronkus) pada ujung ventral
iga, dan pada permukaan tulang di dalam persendian kartilago
artikularis).
Tulang rawan fibrosa adalah jaringan dengan sifat
pertengahan di antara sifat jaringan penyambung padat dan
tulang rawan hialin. Tulang rawan ini ditemukan dalam diskus
intervertebralis, pada perlekatan ligmen tertentu ke tulang, dan
di dalam simfisis pubis. Jaringan ini selalu berhubungan
dengan jaringan penyambung padat.
Tulang rawan elastis pada dasarnya identik dengan
tulang rawan hialin, kecuali di samping mempunyai serabut
kolagen jaringan ini juga banyak mengandung serabut elastis.
Jaringan ini ditemukan di dalam daun telinga, dinding kanalis
auditorius eksternum, tuba auditorius (eustakii) dan epiglottis,
dan di dalam beberapa tulang rawan larinks.
Untuk memperjelas bahasan jaringan penyambung ini,
terutama mengenai jenis jaringan, karakteristik dan lokasi dan
fungsinya supaya diperhatikan tabel dan gambar pada lampiran.
(b) Jaringan tulang
Tulang merupakan salah satu jaringan terkeras didalam
tubuh manusia. Fungsi tulang adalah : penyokong tubuh.
melindungi organ vital, tempat pembuatan sel-sel darah. Tulang
terdiri dari: (1) bahan intersel yang mengalami klasifikasi. (2)
matriks tulan, dan (3) berbagai jenis sel, seperti osteosit.
Osteoblas dan osteoklas.
Osteosit adalah sel yang matang ditemukan dalam
ronggan (lakuna) pada matriks tulang yang telah mengalami
mineralisasi. Sel-sel ini aktif dalam pemeliharaan tulang.
Kematian oseosit diikuti dengan resorpsi matriks. Penyelitikan
histokimia memperlihatkan bahwa ostiosit dan osteoblas
mengandung kalsium fosfat yang berikatan dengan protein atau
glikoprotein. Sebagai akibatnya sel-sel tulang dapat
menghimpun kalsium fosfat di dalam sitoplasmanya.
Osteoblas bertanggung jawab mesintesis komponen
organik matriks tulang (kologen dan glikoprotein). Sel-sel ini
terletak pada permukaan jaringan tulang secara berdampingan
yang menyerupai epitel sederhana. Bila osteoblas telah berada
dalam matriks yang baru disintesis dia dikenal sebagai osteosit.
Osteoklas adalah sel raksasa berinti banyak, bersifat
motil (dapat bergerak) dan bercabang banyak, diperlukan
dalam resorpsi perubahan bentuk jaringan tulang. Sel-sel ini
mensekresikan kolagenese dan enzim proteolitik.
3. Sel-sel dalam jaringan penyambung
Yang termasuk sel-sel khusus itu serta fungsinya adalah (1)
fibroplas (mesintesis serabut dan zat amort intersel). (2) makrofag
untuk pinositosis dan fagositosis), (3) mast cell (berperan penting
dalam semua reaksi alergi, (4) sel plasma (mesintesis antibody), (5) sel
adipose (untuk menyimpan lemak netral), dan (6) leukosit (untuk
pertahanan tubuh), yang terdiri dari : eosinofil, basofil dan limfosit.
Struktur masing-masing sel itu dapat dilihat pada gambar terlampir.
4. Serabut jaringan penyambung
Ada tiga jenis serabut di dalam jaringan penyambung, yaitu :
serabut kolagen, serabut elastik, dan serabut retikulum.
Serabut kolagen merupakan serabut yang paling banyak di
dalam jaringan penyambung dan bersifat tidak elastik, tersusun paralel.
Serabut kolagen segar seperti benang-benang yang tidak berwarna,
tetapi bila terdapat dalam jumlah besar menyebabkan jaringan
berwarna putih.
Serabut elastik dapat diregang menjadi satu setengah panjang
semula, tetapi dapat kembali seperti semula, karena sifat elastisitasnya.
Adanya serabut ini di dalam pembuluh darah dapat memperbesar
efisiensi peredaran darah.
Serabut reikulum berukuran sangat kecil, dengan diameter
dapat disamakan dengan fibril kolagen. Serabut retikulum terdiri dari
protein kolagen dan banyak terdapat dalam kerangka organ
hematopoietik (misalnya lien, nodus limafatikus, sumsum tulang
merah) dan menyusun jaringan disekitar sel-sel epitel organ (misalnya
hati, ginjal, dan kelenjer endokrin)
c. Jaringan Otot
Jaringan otot bertanggung jawab untuk gerakan tubuh. Pada
mamalia jaringan otot dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu : (1) otot
polos, (2) otot rangka dan (3) otot jantung otot polos terdiri dari sel seperti
kumparan panjang (30-200jmm). Setiap sel mempunyai satu nucleus pipih,
terletak di bagian tengah pada otot polos terdapat saraf simpatis dan
parasimpatis dari sistem otonom. Pada umumnya otot polos terdapat pada
dinding saluran pencernaan uterus dan ureter. Otot polos mempunyai
aktivitas secara spontan, tidak dipengaruhi oleh sistem saraf pusat.
Otot rangka bergaris Melintang, terdiri dari berkas-berkas sel
silindris yang panjang (sampai 4 cm) berinti banyak dengan diameter 10-
100 cm dan disebut otot. Inti sel berbentuk bujur telur biasanya ditemukan
di pinggir sel.
Otot jantung memperlihatkan pola sel bergaris Melintang otot
rangka. Beda strukturnya dengan otot rangka adalah setiap sel mempunyai
satu atau dua nucleus yang terletak di tengah. Kegiatan otot jantung sama
dengan otot polos, tanpa dipengaruhi sistem saraf pusat.
d. Jaringan Saraf
Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf yang disebut dengan netron.
Jaringan saraf terdistribusi diseluruh tubuh sebagai suatu jaringan
komunikasi terpadu. Sel-sel saraf memperlihatkan banyak jaluran panjang
dan beberapa jenis sel glia atau neorglia. Neuron biasanya menerima
informasi dari dendrit dan badan sel dan mengantarkannya melalui akson.
Struktur neutron ini dapat dilihat pada gambar terlampir.
Neuron terdiri dari badan sel, benang akson (neurit), dan dendrit.
Berdasarkan fungsinya, neuron konektor dan neuron ajustor. Dendrit dari
neuron sensorik mempunyai hubungan dengan reseptor, sedangkan
aksonya berhubungan dengan akson lainnya. Neuron sensorik mengantar
rangsangan dari reseptor ke pusat susunan saraf. Neuron sensorik motorik
mempunyai dendrit yang menghubungkan neuron lain, dan aksonnya
dihubungkan dengan efektor. Neuron motorik ini mengantarkan tanggapan
rangsangan dari pusat susunan saraf ke efektor. Neuron konektor
mempunyai dendrit dan akson yang dihubungkan dengan neuron lain.
Neuron ajustor terdapat di otak dan sumsum belakang, menghubungkan
neuron-neuron motorik dan sensorik.
Ujung-ujung saraf bertemu dalam bentuk sinapsis. Bila suatu
implus sudah sampai ke ujung neuron, maka timbullah suatu zat yang
disebut neuron humor yang dapat menghantarkan implus tersebut
menyeberang sinapsis menuju ke neuron berikutnya.
Untuk memperjelas bahasan mengenai jaringan dasar ini
diharapkan mahasiswa memperhatikan tabel dan gambar yang disajikan
pada bagian belakang.
2. Sistem Organ
Organ merupakan kumpulan beberapa jaringan untuk melakukan
fungsi tertentu di dalam tubuh. Misalnya, kulit yang menutupi permukaan luar
tubuh adalah organ yang terdiri dari jaringan penyambung, jaringan epitel,
jaringan otot, jaringan pembuluh darah dan jaringan saraf. Semua jaringan ini
secara bersama-sama berfungsi sehingga kulit dapat melindungi tubuh dari
kekeringan, perubahan temperatur, cahaya matahari, terkena infeksi, terkena
zat-zat kimia dan tekanan mekanik. Di samping melindungi tubuh, kulit juga
merupakan organ yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil-hasil metabolisme
yang tidak berguna lagi bagi tubuh, sebagai tempat penyimpanan cadangan
makanan dan tempat penyimpanan cadangan makanan dan tempat indera
peraba.
Sistem organ adalah kumpulan beberapa organ yang bekerja sama
untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Dengan demikian untuk memahami
sistem organ perlu diketahui organ-organ yang terlibat dalam sistem itu
beserta fungsinya dan zat-zat yang dihasilkan organ-organ tersebut beserta
fungsinya dan mekanisme kerjanya. Untuk memahami mekanisme kerja suatu
sistem organ sangat dianjurkan belajar dengan menggunakan gambar atau
sket. Kurang sempurna kiranya kalau hanya membaca teks atau uraian saja.
Berikut ini adalah sebuah contoh sistem organ, yaitu sistem
pencernaan. Organ-organ yang terlihat dalam sistem pencernaan ini adalah
mulut ( didalamnya terdapat : lidah, kelenjar ludah, gigi) faring, esophagus,
lambung, usus, hati, kantung empedu dan pancreas. Untuk memahami
masing-masing sitem organ mestilah dibaca teks secara keseluruhan, tidak
mungkin dapat dapat dipaham kalau hanya belajar dari ringkasan ini saja.
Sistem organ yang dikemukakan di sini meliputi : (1) sistem pencernaan, (2)
sistem pernafasan, (3) sistem ekresi, (4) sistem transportasi (5) sistem rangka,
(6) sistem otot, (7) sistem endokrin, (8) sistem saraf dan (9) sistem reproduksi.

RANGKUMAN
Struktur dan organisasi tubuh hewan tingkat tinggi terdiri dari :
1. Jaringan dasar, meliputi :
a. Jaringan epitel
b. Jaringan penyambung
c. Jaringan penyambung penyokong
 Jaringan tulang rawan
 Jaringan tulang
d. Jaringan otot
e. Jaringan saraf
2. Sistem organ
TES FORMATIF
1. Jelaskan prinsip jaringan dasar
2. Jelaskan macam-macam jaringan epitel
3. Jelaskan macam-macam jaringan penyambung
4. Jelaskan macam-macam jaringan otot
5. Jelaskan jaringan saraf

Kegiatan 6
STRUKTUR DAN ORGANISASI TUBUH TUMBUHAN
Tujuan Instruksional Khusus
Kemampuan-kemampuan yang anda peroleh dari pelajaran ini adalah
dapat :
a. Menjelaskan struktur dan organisasi tumbuhan tingkat rendah
b. Menjelaskan jaringan-jaringan tumbuhan (jaringan meristem dan dewasa)
c. Menjelaskan organ-organ tumbuhan (akar, batang, daun, bunga, buah, dan
biji)

Uraian dan Contoh


A. Struktur dan Organisasi Tumbuhan Tingkat Rendah
Tumbuhan tingkat rendah merupakan tumbuhan yang struktur
tubuhnya dan alat reproduksinya masih sangat sederhana. Dilihat dari segi
bentuk dan susunan tubuhnya dapat ditemukan hal-hal sebagai berikut :
1. Tingkat Protoplasma, tubuh sebagai sebagai talus, terdiri dari satu sel
yang belum terdifernsiasi. Misalnya tumbuhan belah (schizophyta).
Contoh sebagian schizomycetes (jamur belah) dan bakteri.
2. Tingkat Selular, tubuh berupa talus, ada yang masih uniselular,
kebanyakan multiselular, dari luar telah memperlihatkan diferensiasi
sehingga bentuk dan susunannya mirip kormus tumbuhan tinggi. Misalnya
tumbuhan talus (thallophyta). Contoh ; lessonia, dan marcrocystis.
3. Tingkat Jaringan, tubuhnya berbentuk talus, tetapi sebagian telah
memperlihatkan adanya sumbu yang merupakan seperti batang beserta
bagian-bagian yang menyerupai daun. Akar kelamin jantan (antheridium)
dan alat kelamin betina (archegonium). Misalnya tumbuhan lumut
(bryophyta). Contoh : marchantia sp dan anthoceros sp.
4. Tingkat Organ, tumbuh telah berupa kormus denganakar, batang dan
daun-daun yang jelas. Bunga belum ada, tetapi mempunyai kumpulan
sporofil pada ujung-ujung batang dan cabang. Misalnya tumbuhan paku-
pakuan (ptreridophyta). Contoh asplenium sp dan adiantum sp.

B. Jaringan-jaringan tumbuhan
Tubuh tumbuhan terdiri atas kumpulan sel-sel. Kumpulan sel-sel ini
mempunyai struktur dan fungsi yang sama, disebut dengan jaringan. Pada
tumbuhan tingkat tinggi, jaringan ini dibedakan atas dua golongan yaitu :
jaringan meristem dan jaringan dewasa.
a. Jaringan Meristem
Jaringan meristem (yang disebut juga jaringan embrionik) adalah
jaringan yang mempunyai kemampuan untuk membelah. Pembelahan
selain terjadi pada jaringan meristem, dapat pula terjadi pada jaringan
korteks batang, atau pada jaringan pengangkut yang masih muda.
Sifat-sifat jaringan adalah sebagai berikut : sel-selnya mempunyai
dinding yang tipis, berbentuk sel isodiametris dengan inti yang besar, kaya
protoplasma, biasanya protoplas tidak mengandung makanan cadangan
dan kristal-kristal, dan vakuola sel kecil-kecil.

Kasifikasi jaringan meristem


Jaringan meristem digolongkan berdasarkan letaknya pada tubuh
tumbuhan dan asal jaringan tersebut dihasilkan. Menurut letaknya pada
tubuh tumbuhan, meritem dibedakan menjadi :
1) Meristem apical, terdapat pada ujung batang dan ujung akar
2) Meristem interkalar, terdapat diantara jaringan dewasa seperti misalnya
di pangkal ruas batang rumput-rumputan.
3) Meristem leteral, terdapat sejajar dengan keliling organ tempat
jaringan ini ditemukan, misalnya kambium pembuluh dan kambium
gabus.
Berdasarkan asalnya, meristem ada 2 macam yaitu :
1) Meristem primer, yaitu meristem-meristem yang terdiri atas sel-sel
yang berasal dari sel-sel embrionik
2) Meritem sekunder, adalah meristem yang berasal dari jaringan dewasa
yang berubah menjadi embrional kembali, misalnya kambium dan
kambium gabus.

b. Jaringan Dewasa
Sel-sel yang menyusun jaringan dewasa merupakan pertumbuhan
dan perkembangan sel-sel meristem. Sel-sel meristem setelah membelah
mengalami pendewasaan yaitu membesar dan mengalami diferensiasi
menjadi sel dewasa, kemudian membentuk kelompok menurut struktur
dan fungsinya.
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan dewasa dibedakan
menjadi jaringan sederhana dan jaringan komplek. Jaringan sederhana
dibedakan atas :
1) Jaringan perenkim (jar. Dasar)
2) Jaringan mekanik (jari. Penguat)
3) Jaringan epidermis (jar. Pelindung)
4) Sedangkan jaringan kompleks adalah jaringan pengangkut atau
jaringan pembuluh

1) Jaringan Perenkim
Perenkim sering disebut jaringan dasar, terdapat pada semua
bagian organ tumbuhan seperti empulus, korteks akar dan batang,
mesofil daun, endosperm biji, buag berdaging, jari-jari empulur, dan
juga terdapat pada elemen xilem dan floem, baik primer maupun
skunder.
Perenkim merupakan sel yang hidup, dinding tipis, bentuk sel
bermacam-macam, antara lain isodimetris, bulan, seperti tiang, seperti
bunga karang dan seperti bintang. Sel-sel perenkim mempunyai
aktivitas yang fungsional, antara lain untuk fotosintesis, bernafas,
menyimpan cadangan makanan, sekresi dan lain-lain. Perenkim yang
mengandung kloroplas disebut klorenkim. Klirenkim tidak hanya
terdapat pada daging daun, tetapi juga pada permukaan batang yang
masih muda.
2) Jaringan mekanik
Untuk memperkokoh tubuhnya, tumbuhan memerlukan
jaringan penguat yang disebut jaringan mekanik. Ada 2 macam
jaringan mekanik yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu kolenkim dan
sklerenkim.
a. Kolenkim
Sel-sel kolenkim bersifat hidup, dinding mengandung
selulosa. Dengan adanya dinding semacam ini, kolenkim
merupakan sel yang dapat merenggangkan dengan tingkat
plastistas, dan berfungsi sebagai jaringan penyokong pada organ
yang sedang tumbuh.
Kolenkim pada umumnya terletak di bagian perifer batang,
tangkai daun, tangkai bunga dan jarang dijumpai pada akar.
Kolenkim dibedakan dengan perenkim karena penebalan
dindingnya, meskipun secara fisiologis keduanya mempunyai
persamaan. Sel-sel kolenkim biasanya memanjang sejajar dengan
poros organ dimana kolenkim itu terdapat.
b. Sklerenkim
Sel sklerenkim dindingnya sangat tebal, biasanya sangat
kuat dan mengandung lignin. Dinding sel mempunyai penebalan
yang bersifat sekunder dan pada waktu dewasa selnya bersifat
mati. Kalau kolenkim terdapat pada organ tumbuhan yang sedang
aktif, maka seklerenkim terdapat pada bagian tumbuhan yang
dewasa.
Sel sklerenkim menunjukkan variasi dalam bentuk, struktur,
asal dan perkembangan. Sel sklerenkim dibedakan menjadi
sklereid dan serat (serabut) serat biasanya lebih panjang dari
sklereid.
3) Jaringan epidermis
Epidermis merupakan lapisan sel terluar daun, bagian bunga,
buah dan biji serta batang dan akar yang belum mengalami
pertumbuhan sekunder. Secara fungsional, sel-sel epidermis tidak
seragam. Pada sel-sel tersebut terdapat berbagai tipe rambut, sel-sel
penutup stomata dan sel-sel lain yang khusus. Asal epidermis akar dan
pucuk berbeda. Epidermis akar berasal dari dematogen, sedang
epidermis pucuk berasal dari protodem.
Sel epidermis memiliki protolas hidup dan dapat menyimpan
berbagai hasil metabolisme. Sel mengandung plastid yang memiliki
grana sedikit saja, sehingga tidak membentuk klorofil. Bentuk ukuran
serta susunan sel-sel epidermis sangat bervariasi. Meskipun demikian
epidermis merupakan suatu lapisan sel yang kompak, dinding tipis
tanpa ruang interselular.
4) Jaringan pengangkut
Sistem pengangkutan pada tanaman terdiri dari xilem yang
merupakan jaringan pengangkut air dan floem yang merupakan
jaringan pengangkut makanan. Sistem pengangkutan ini sangat penting
bagi tumbuhan, karena air dan makanan sangat penting bagi
pertumbuhan. Xilem dan floem merupakan jaringan yang kompleks,
selalu berdampingan dan sama-sama menyusun pembuluh atau sistem
pengangkutan yang meluas ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
C. Struktur Anatomi Organ Tumbuhan
1. Akar
Semua tumbuhan berpembuluh mempunyai akar. Fungsi utama
akar adalah untuk menyerap air dan garam-garam dari dalam tanah,
menambatkan tanaman ke dalam tanah dan merupakan organ penyimpan
cadangan makanan. Akar tersusun oleh 3 sistem jaringan pokok, yaitu
epidermis, korteks dan silinder pembuluh (stele) pada struktur akar primer
dapat ditemukan :
a. Tudung akar, yang terdiri dari sel-sel parenkimatis. Secara fisiologis
tudung akar mempunyai fungsi penting, yaitu menentukan arah
grafitasi terhadap pertumbuhan akar.
b. Epidermis
Pada kebanyakan akar, rambut akar berkembang dari sel epidermis
yang khusus, mempunyai ukuran yang berbeda dengan sel epidermis,
disebut dengan trikhoblas.
c. Korteks
Pada kebanyakan akar, korteks terdiri dari atas sel-sel perenkimatis.
Lapisan keluar dari korteks mungkin terdifermsiasi menjadi
eksodermis, semacam hypodermis yang dindingnya mengandung
suberin.
d. Endodermis, merupakan lapisan terdalam dari korteks yang terdiri dari
selapis sel
e. Perisikel, merupakan lapisan tunggal yang terdapat disebelah dalam
endodermis, terdiri atas sel-sel perenkimatis, berbatasan dengan
jaringan pengangkut, berfungsi untuk menghasilkan primordial akar
leteral.
f. Sistem pembuluh, yang terdiri atas unsur trakeal yang berlignin dan
diselingi oleh floem yang berdinding tipis tersusun radial. Dibagian
tengah terdapat empulur, yang terdiri atas sel-sel parenkimatis dan
sklrenkimatis.
2. Batang
Jaringan yang menyusun batang adalah :
a. Epidermis, merupakan lapisan tunggal yang menyelubungi batang
seringkali ditutupi oleh kutikula
b. Hypodermis, merupakan lapisan yang terdapat di sebelah dalam
epidermis, yang berada strukturnya dengan sel-sel korteks lapisan
tersebut berasal dari epidermis.
c. Korteks, merupakan jaringan yang terdapat di sebelah dalam
hypodermis. Pada kebanyakan batang, koenkin terdapat di bagian
terluar dari korteks.
d. Sitem pembuluh
Disebelah dalam korter terdapat sistem pembuluh. Pada
gymnospermae dan kebanyakan monokotiledon, sistem pembuluh
terdiri dari suatu lingkaran yang tertutup atau terputus yang
menyelubungi bagian pusat batang yaitu empulur. Did alam silinder ini
dapat dibedakan floem yang terletak di sebelah luar dan xilem
disebelah dalam. Pada lingkaran yang terputus, masing-masing
kelompok dinamakan ikatan pembuluh. Pada tanaman monokotiledo,
ikatan pembuluh ini tersebar pada korteks.
3. Daun
Daun tersusun atas tiga sistem jaringan, jaringan epidermis.
Jaringan dasar dan jaringan pembuluh.
a. Jaringan epidermis, pada daun berkemungkinan mengandung tikoma,
sel-sel kipas, stomata pada kedua permukaan atau hanya pada
permukaan bahwa saja, sel silica dan sel gabus. Dibawah epidermis
mungkin juga dijumpai jaringan hypodermis (multiple epidermis).
b. Jaringan dasar, disebut juga mesofil, terletak di antara kedua epidermis
yang merupakan daerah photosynthesis yang utama. Pada kebanyakan
daun dikotiledon, mesofil terdiferentesis menjadi palisade parenkim
dan spon perenkim. Sel-sel palisade bentuknya memanjang,
megnandung banyak klorofil, menempati ½ - 2/3 mesofil. Spon
parenkim bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih
sedikit kloroplas. Pada rumput-rumput dan padi-padian, mesofil hanya
terdiri dari sel-sel parnkimatis yang kompak susunannya.
c. Jaringan pembuluh, mempunyai susunan seperti pada batangnya,
walaupun tidak seluas yang terdapat pada batang. Semakin menuju ke
tulang daun yang kecil-kecil, jaringan pembuluh susunannya semakin
sederhana.

D. Struktur dan Organisasi Tubuh Tumbuhan Tingkat Tinggi


Tumbuhan tingkat tinggi merupakan tumbuhan yang sudah
mempunyai struktur tubuh yang sempurna dari tumbuhan tingkat rendah.
Struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi sudah dibangun oleh jaringan-jaringan
yang membentuk organ, maka struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi disebut
tingkat organ.
Tumbuhan tingkat tinggi mempunyai organ vegetatif (akar, batang, dan
daun) disebut juga organ pokok, dan organ generatif (bunga, buah dan biji).

Organ Tumbuhan
1. Daun
Daun merupakan organ pembuat makanan, berbentuk pipih lebar,
bewarna hijau yang berfungsi untuk photosynthesis. Daun dapat dibedakan
atas daun lengkap (yang terdiri dari pelepah, tangkai dan helaian) dan daun
tidak lengkap (tangkai dan helaian, helaian saja, pelepah dan helaian).
Helaian daun dipotong oleh rangka daun yang disusun oleh tulang daun.
Sistem pertulangan daun ada 4 yaitu pertulangan sejajar, pertulangan
melengkung keduanya ditemukan pada tumbuhan monokotil, dan
pertulangan menjari, pertulangan menyirip dijumpai pada tumbuhan
dikotil.
Bilamana satu helaian daun pada satu tangkai, daun ini disebut
daun tunggal seperti daun jambu, daun nangka dan lain-lain. Bilamana
lebih dari satu helai daun pada satu tangkai disebut daun majemuk. Dilihat
dari susunan anak daun pada daun majemuk dibedakan daun majemuk
menjari dan daun majemuk menyirip.
Banyak tumbuhan yang daun mengalami modifikasi sehingga
bentuk dan fungsinya berubah seperti ;
1. Sulur, pada daun kantong semar dan kembang sunsang yang berguna
untuk memanjat.
2. Piala pada daun kantong semar di ujung daunnya terdapat kantong
3. Duri, contoh pada daun kektus opentia
4. Kuncup, pada pinggir daun cocor bebek
5. Penyimpan air, seperti pada lidah buaya
6. Umbi lapis, pada bawang merah / putih

2. Batang (Caulis)
Batang berfungsi untuk membentuk dan menyangga daun. Batang
mempunyai pertumbuhan tidak terbatas, sedangkan daun pertumbuhannya
terbatas dan akhirnya gugur. Daerah pada batang tempat keluarnya daun
disebut buku (nodus) sedangkan antara dua nodus disebut ruas
(internodusi). Buku dan ruas jelas sekali terlihat pada tumbuhan gramineae
(rumput-rumputan).
Filotaksis (tata letak daun pada batang), jika pada buku terdapat
satu helai daun disebut tersebar, jika dua helai berseberangan disebut
berhadapan, dan bila lebih dari dua disebut berkarang.
Batang kerap kali juga mengalami metamorfosis sesuai dengan
fungsinya yang berubah, misalnya. :
a. Duri batang dan duri cabang berasal dari metamorfisis batang, yaitu
duru yang terdapat di ketiak daun misalnya ditemui pada tanaman
bougainvillea.
b. Sulur batang juga keluar dari ketiak daun misalnya pada anggur (vitis
vinifera)
c. Phyllocladium dan cladodium, batang atau cabang yang mengambil
alih fungsi daun karena bentuknya pipih dan lebar serta berwarna
hijau. Misalnya ditemukan pada opuntia (kaktus) dan asparagus.
d. Stolon adalah cabang yang ramping dan panjang di atas tanah atau di
dalam tanah, tumbuh kesamping. Contohnya pada rumput teki.
e. Tuber atau umbi batang adalah cabang yang tumbuh di bawah tanah,
menggelembung besar yang fungsinya sebagai cadangan makanan.
Misalnya pada kentang
f. Rizom atau rimpang, batang yang tumbuh horizintal di dalam tanah
dengan ruas yang pendek-pendek dan daun yang berubah jadi sisik.
Misalnya pada jahe.

3. Akar (Radix)
Akar tidak berfungsi mendukung daun jadi akar tidak beruas atau
berbuku. Fungsi akar adalah untuk menegakkan berdirinya tumbuhan dan
untuk menghisap air beserta garam-garam dari tanah, dan menyalurkannya
ke batang.
Oleh karena akar harus menerobos tanah dengan partikel-partikel
yang keras, maka ujung kara yang lunak itu dilindungi oleh tudung akar
(calyptra). Pada waktu waktu menerobos tanah sel-sel calyptra yang
paling rusak dan dibentuk lagi dari dalam.
Sewaktu tumbuhan masih dalam bentuk lembaga di dalam biji,
calon akar itu sudah ada dan disebut akar lembaga (radicula). Berdasarkan
perkembangan selanjutnya dari biji yang berkecambah sampai tumbuh
dewasa, akar lembaga menunjukkan perkembangan yang berbeda antara
tumbuhan monokotil dengan tumbuhan dikotil, hingga dikenal dua sistem
parakaran pada tumbuhan yaitu :
a. Sistem akar tunggang (radix primaria), jika akar lembaga tumbuh terus
menjadi akar pokok yang bercabang dan selalu bertambah besar.
Misalnya pada tumbuhan dikotil.
b. Sistem akar serabut (radik adventicia) jika akar lembaga dalam
perkembangan selanjutnya mati, kemudian tubuh sejumlah akar yang
hampir sama panjang dan sama besar kaluar dari pangkal batang.
Misalnya ditemui pada tumbuhan monokotil.
Akar kerap kali berubah wujudnya berhubung dengan perubahan
fungsinya seperti :
a. Duri, terdapat pada berbagai jenis palem
b. Sulur akar terdapat pada tumbuhan vanile, yaitu akar udara yang
belum menyentuh sesuatu.
c. Umbi akar, biasanya terdapat pada tumbuhan herba yang perennial.
Ada yang berasal dari akar tunggang seperti pada bengkuang dan
wortel dan ada yang berasal dari cabang akar contohnya ubi jalar, ubi
kayu dan dahlia
d. Akar tunjang, akar yang keluar dari batang menuju dan masuk ke
dalam tanah berfungsi sebagai penunjang berdirinya batang. Misalnya
pada pandan dan jagung
e. Akar isap (haustorium), terdapat pada tumbuha parasit seperti tali putri
dan benalu.
f. Akar nafas (pnurmatophora), berfungsi menyalurkan udara dalam
tumbuhan yang hidup di lumpur seperti mangrove. Dijumpai pada
pohon api-api (avicennia officinalis) dan bidara (sonneratia
cascolaris).
g. Akar reproduksi, yang mengeluarkan kuncup-kuncup yang akan
menjadi tumbuhan baru. Contoh pada ceri, jambu biji, sukun, dan
cemara laut.

4. Bunga (Flos)
Bunga merupakan organ generatif pada tumbuhan. Menurut
letaknya ada pada ujung batang (terminalis) dan diketiak daun (axilaris).
Jika dalam satu tangkai terdapat satu kuntum bunga disebut bunga tunggal
misalnya bunga kembang sepatu, dan jika lebih dari satu kuntum bunga
disebut bunga majemuk misalnya bunga ros, bunga asoka dan lain-lain.
Bunga mempunyai bagian-bagian dari luar ke dalam seperti
tangkai bunga, dasar bunga, daun kelopak, daun mahkota, benang sari dan
putik. Bunga yang mempunyai semua bagian-bagian tersebut disebut
bunga lengkap dan apabila salah satunya tidak ada disebut bunga tidak
lengkap.
Berdasarkan alat kelamin yang dipunyai bunga dapat dibedakan :
a. Bunga banci (hermaprodituis), terdapat benang sari dan putik dalam
satu kuntuk bunga misalnya kembang sepatu.
b. Bunga berkelamin satu (unisezualis), jika pada bunga terdapat satu alat
kelamin seperti bunga jantan hanya punya benang sari saja dan bunga
betina hanya punya putik saja. Contoh ditemukan pada bunga labu.
Jika pada satu individu tumbuhan terdapat bunga jantan dan betina
maka tumbuhan ini disebut monoccus (berumah satu) seperti pada jagung.
Bila bunga jantan dan bunga betina terdapat pada individu yang berbeda
maka tumbuhan tersebut disebut doecus (berumah dua) seperti pada
tumbuhan salak. Jika pada satu individu terdapat bunga jantan, betina dan
banci disebut poligam (poligamus) misalnya pada pepaya

5. Buah (Fractus)
Jika penyerbukan sudah terjadi dan dilanjutkan pembuahan maka
bakal buah (putik) akan berkembang menjadi buah dan biji akan jadi biji.
Buah dapat dibedakan atas
a. Buah semu atau buah tertutup, jika ada bagian bunga yang ikut
berkembang membentuk buah dan menutupi buah yang sebenarnya.
Buah ini ada yang disebut semu tunggal contohnya buah jambu
monyet dan buah semu majemuk contohnya buah nangka.
b. Buah sejati, buah sungguh atau buah telanjang. Jika yang membentuk
buah ini dominan dari putik itu sendiri walaupun ada bagian lain yang
ikut berkembang tetapi tidak menutupi buah tersebut. Buah ini juga
ada yang tunggal, contohnya buah jambu, mangga dan lain-lain dan
buah sejati majemuk seperti buah mengkudu.

6. Biji (Semen)
Biji merupakan alat perkembangan generatif tumbuhan. Tempat
meletakkan biji pada buah disebut tembuni (plasenta) yang dihubungkan
oleh tali pusat (funiculuis). Di dalam biji terdapat embrio yang sudah ada
bagian calon pucuk, calon batang dan calon akar. Biji mempunyai bagian
seperti kulit, biji, tali pusat dan inti biji.

LATIHAN
1. Jelaskan tingkat struktur dan organisasi dari tumbuhan tingkat rendah
2. Tuliskan dua golongan jaringan tumbuhan tingkat tinggi
3. Jelaskan sifat-sifat dari jaringan meristem
4. Jelaskan klasifikasi jaringan meristem berdasarkan letaknya pada tumbuhan
5. Jelaskan klasifikasi jaringan meristem berdasarkan asalnya
6. Tuliskan pembagian dari jaringan dewasa dan jelaskan fungsinya
7. Jelaskan fungsi dari daun bagi tumbuhan
8. Sebutkan 4 modifikasi daun dan fungsinya
9. Jelaskan fungsi batang bagi tumbuhan
10. Jelaskan perbedaan sistem akar tunggang akar serabut
11. Apa fungsi bunga bagi tumbuhan dan sebutkan letak bunga pada tumbuhan

RANGKUMAN
Struktur tumbuhan tingkat rendah mempunyai susunan yang masih sangat
sederhana dan mempunyai tingkatan-tingkatan sebagai berikut : tingkatan
protoplasma, tingkat selular, tingkat jaringan dan tingkat organ.
Jaringan yang menyusun tumbuhan dibedakan atas jaringan meristem
(embrional) dan jaringan dewasa. Jaringan meristem dibedakan lagi berdasarkan
letaknya pada tumbuhan dan asalnya. Berdasarkan letaknya pada tumbuhan,
jaringan meristem terdiri dari jaringan meristem apical, meristem interkalar, dan
meristem lateral. Berdasarkan asalnya jaringan meristem terdiri dari meristem
primer dan meristem sekunder.
Jaringan dewasa pada tumbuhan dibedakan berdasarkan struktur dan
fungsinya, yang terdiri dari 1) jaringan perenkim, berfungsi antara lain untuk
fotosintesis, bernafas, menyimpan cadangan makakan dan sekresi, 2) jaringan
mekanik yang terdiri dari kelenkim dan sklerenkim, berfungsi untuk
memperkokoh tubuh tumbuhan, 3) jaringan epidermis yang berfungsi untuk
menutup dan melindungi jaringan yang ada di dalamnya, dan 4) jaringan
pengangkut yang berfungsi untuk pengangkutan air dan zat-zat makanan.
Struktur anatomi akar terdiri dari tudung akar, epidermis, korteks,
endodermis, periskel dan sistem pembuluh. Struktur anatomi batang terdiri dari
hypodermis, korteks, dan sistem pembuluh. Struktur anatomi daun terdiri dari
jaringan epidermis, jaringan dasar (mesofil) dan jaringan pembuluh.
Struktur dan organisasi tubuh tumbuhan tingkat tinggi sudah termasuk
tingkat organ. Organ-organ tumbuhan tingkat tinggi dapat dikelompokkan
menjadi dua yaitu : organ vegetatif (daun, batang dan akar) dan organ generatif
(bunga, buah dan biji).
Daun bagi tumbuhan berfungsi sebagai pengambilan zat-zat makanan
(resorbsi) pengolahan zat-zat makanan (asimilasi) penguapan air (transpirasi) dan
pernafasan (respirasi).
Batang berfungsi untuk mendukung bagian-bagian tumbuhan yang ada
diatas tanah (daun, bunga dan buah), memperluas bidang asimilasi, jalan
pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan jalan pengangkutan
makanan dari atas ke bawah, serta tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan.

TES FORMATIF
1. Marchantia sp. Dan Anthoceros sp. Merupakan tumbuhan lumut. Tumbuhan
berbentuk takus, tetapi sebagaian telah memperlihatkan adanya sumbu yang
merupakan seperti batang beserta bagian-bagiannya yang menyerupai daun.
Tingkat struktur dan organisasi tumbuhan ini adalah :
a. Tingkat protoplasma
b. Tingkat selular
c. Tingkat jaringan
d. Tingkat organ
2. Jaringan meristem yang terdapat di pangkal ruas batang rumput-rumput
adalah:
a. Meristem apical
b. Meristem interkalar
c. Meristem lateral
d. Meristem apical dan leteral
3. Jaringan kolenkim berfungsi sebagai :
a. Penyimpanan cadangan makanan
b. Sekresi
c. Memperkokoh tubuh tumbuhan
d. Melindungi tumbuhan
4. Tempat keluarnya primordian akar adalah :
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Perisikel
5. Jaringan yang merupakan daerah fotosintesis pada daun adalah :
a. Epidermis
b. Mesofil
c. Pembuluh
d. Endodermis
6. Coba jelaskan struktur organisasi tubuh tumbuhan thallophyta
7. Paku sudah mempunyai tubuh tingkat organ, tetapi digolongkan pada
tumbuhan tingkat rendah, kenapa demikian? Jelaskan alasannya
8. Apa perbedaan akar dengan batang ?
9. Coba anda jelaskan begaimana sistem perakaran pada jambu yang dicangkok
10. Coba anda jelaskan kenapa rimpang lengkuas termasuk batang
11. Sebutkan bagian-bagian bunga lengkap!
Materi pokok IV
METABOLISME SEL DAN MEMAKNISME FUNGSI ORGAN
DAN SISTEM ORGAN

Pengantar
Akhir abad kedelapan belas perkembangan ilmu kimia sebagai ilmu
pengetahuan menimbulkan pertanyaan untuk mengetahui mengenai ciri-ciri
kehidupan yang khas dan apa yang membedakan senyawa organik dengan
senyawa anorganik.
Fisiologi Jerman mempublikasikan perbedaan ini sebagai “lebenkrati” atau
kekuatan vital. Para pendukung pendapat ini percaya bahwa dalam alam
kehidupan dibandingkan denganalam benda mati unsur-unsur yang
membangunnya sangat berbeda.
Agar dapat tetap hidup, organisme membutuhkan materi dan energi yagn
tetap dari lingkungannya. Tahapan metabolisme dimana terbentuknya molekul
besar berenergi tinggi berasal dari molekul sederhana berenergi rendah disebut
anabolisme. Tahapan metabolisme yang merombak molekul komplek kaya energi
menjadi molekul sederhana miskin energi disebut katabolisme.
Setiap makhluk hidup melakukan metabolisme dalam tubuhnya untuk
menghasilkan energi. Upaya ini dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan dalam
tubuh baik melalui kegiatan pencernaan, pernafasan, peredaran, pengeluaran
maupun pengaturan dan reproduksi.
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari modul ini. Anda diharapkan dapat memahami dan
mengerti tentang ciri-ciri makhluk hidup sebagai manifestasi biologis, proses
metabolisme sel. Dan mekanisme fungsi sistem organ.
Kegiatan 7 dan 8
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP SEBAGAI MANIFESTASI BIOLOGIS,
CARA ORGANISME MENDAPATKAN MATERI DARI
LINGKUNGANNYA, DAN METABOLISME SEL.
Tujuan Instruksi Khusus
Setelah perkuliahan anda dapat :
1. Menyebutkan ciri-ciri makhluk hidup
2. menjelaskan komposisi kimia makhluk hidup dan komposisi kimia benda
mati.
3. membedakan unsur-unsur kimia yang terdapat pada makhluk hidup dan unsur-
unsur kimia yang ada pada benda mati.
4. menjelaskan macam-macam cara pembiakan pada makhluk hidup.
5. menjelaskan pada makhluk hidup terjadi proses metabolisme
6. menjelaskan bahwa pada makhluk hidup terjadi evolusi
7. mejelaskan tentang perbedaan antara endositosis dan eksositosis
8. mahasiswa dapat menjelaskan tentang anabolisme
9. mahasiswa dapat menjelaskan terjadinya fotosintesis
10. mahasiswa dapat menjelaskan tentang katabolisme
11. Mahasiswa dapat menjelaskan reaksi-reaksi penting pada respirasi sel.

Uraian dan Contoh


A. Ciri-ciri makhluk hidup sebagai manifestasi Biologis.
1. Ciri-ciri makhluk hidup
Kehidupan lebih mudah dikenal dari pada didefenisikan. Kita
mudah tahu bahwa anjing itu hidup, kucing itu hidup dan cecak juga
hidup, tetapi bagaimanakah dengan batu? Batu adalah benda mati. Lalu
sifat-sifat apakah pada anjing yang membedakannya dengan batu?
Pada tahun 1976 tanggal 20 Juli dan pada tanggal 3 September
terjadi pendaratan dari dua pesawat yaitu Viking 1 dan Viking 2 dengan
mulus dipermukaan planet mars. Dalam setiap pesawat dipasang sejumlah
alat percobaan yang dirancang untuk dapat mengetahui keadaan di planet
tersebut. Lima dari percobaan itu dirancang untuk mendapatkan jawaban
dari pertanyaan “adakah kehidupan di planet mars?
Percobaan yang paling mendekati masalah ini secara langsung
ialah kamera televisi. Jika mata kamera itu bertemu dengan mata seorang
makhluk mars melihat keadaannya, maka terjawablah pertanyaan itu. Akan
tetapi hal itu tidak terjadi. Kamera itu juga tidak menangkap tanda-tanda
apapun mengenai kegiatan makhluk hidup. Hanya batua-batuan yang ada
disana. Jadi kesimpulannya tidak ada tanda-tanda kehidupan di planet
Mars.
2. Organisasi kehidupan yang rumit
Dalam batu hanya terdapat bermacam-macam mineral yang
berserakan, walaupun demikian organisasinya sangat sederhana bila
dibandingkan dengan organisasi pada makhluk hidup manapun. Jika
diperiksa bagian-bagian tubuh dari seekor hewan dengan mikroskop, maka
akan ditemukan bahwa bagian-bagian tersebut atas sel-sel. Sel-sel ini
tersusun menjadi jaringan yang akhirnya membentuk organ-organ seperti
lambung, usus, hari ginjal bekerjasama sebagai suatu sistem. Sekarang
perkembangan biologi telah lebih baik, sehingga para biologiwan bekerja
dengan alat dan teknik yang lebih modern untuk menemukan bagian-
bagian yang paling rumit sekalipun dari benda-benda hidup itu dapat
dilaksanakan. Salah satu ciri yang paling khas pada organisme hidup pada
planet kita adalah ciri tersebut dibangun oleh molekul yang mengandung
atom karbon.
Organisasi atom dan molekul dalam organisme hidup jauh lebih
dinamik dari pada yang terdapat pada benda mati seperti batuan
3. Metabolisme
Makhluk hidup untuk melakukan aktivitas memerlukan tenaga
(energi) yang didapatnya dari makanan yang dikonsumsinya. Pada
akhirnya energi ini digunakan untuk aktivitas dan sisanya ada yang
dikembalikan ke alam. Pertukaran bahan yang secara terus menerus yang
terjadi pada makhluk hidup ini disebut metabolisme.
Tiga dari percobaan-percobaan yang tercakup pada pendaratan
Viking itu direncanakan untuk mencari bukti adanya metabolisme pada
contoh tanah mars.
4. Pembiakan
Intisari pembiakan pada organisme ialah duplikasi terkendali pada
struktur yang khas bagiannya. Hal ini terjadi apabila organisme tersebut
dari lingkungannya mengambil bahan lebih banyak dari pada yang
kembali kepadanya dan mengatur bahan-bahan itu menjadi strukturnya
sendiri. Pembiakan seperti itu dinamakan pertumbuhan.
Kebanyakan organisme melakukan perbanyakan secara seksual.
Pembiakan seksual mensyaratkan adanya dua induk yang menyumbang
terbentuknya individu baru. Setiap induk menyumbangkan gen-gennya
secara kebetulan. Sebenarnya yang menjadi tujuan utama pembiakan itu
ialah bangkitnya keragaman diantara keturunannya.
Pada pembiakan seksual hanya yang terlibat satu induk saja, pada
umumnya turunan ini sangat identik dengan induknya.
5. Ketanggapan
Semua makhluk hidup mampu tanggap terhadap perubahan
tertentu (stimuli) disekitarnya. Perubahan terhadap alam sekitar seperti
cahaya, panas, gravitasi, bunyi, kontak mekanik dan bahan-bahan kimia
disekelilingnya merupakan stimuli umum dimana organisme harus bersifat
tanggap. Agar tanggap terhadap stimuli organisme harus memiliki suatu
cara untuk mendeteksinya.
Mata, telinga dan hidung seekor anjing merupakan alat detector
stimuli yang efektif karena yang tahu pada hewan ini dapat mengujinya.
Bila seekor anjing diisyaratkan untuk makan, beberapa ototnya akan
berkontraksi dan kelenjer pencernaan mulai berfungsi, sistem saraf dan
sistem hormon mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang harus dilakukan.
Tindakan yang dilakukan suatu organisme sebagai respon terhadap stimuli
dilaksanakan oleh kelenjer untuk mensintesis enzim-enzim pada
pencernaan diperlukan energi di dapat dari makanan.
6. Evolusi
Ketika organisme memperbanyak diri, pola di kopi dengan
kecermatan luar biasa. Ciri-ciri khusus akan muncul kembali dari generasi
dalam suatu garis keluarga karena informasi yang terdapat dalam gen-gen
yang diteruskan kepada setiap generasi berikutnya.
Perubahan evolusioner yang terjadi di dalam garis menurun
acapkali adaptif maksudnya perubahan-perubahan itu memungkinkan
keturunannya hidup dalam lingkungan yang lebih efisien dibandingkan
dengan moyangnya.

Keadaan Lingkungan Sel


Lingkungan suatu sel organisme hidup selalu berupa cairan. Sebagai
contoh sel-sel badan kita terdapat di dalam cairan interstisium yang berasal dari
darah. Lain halnya dengan sel-sel kulit yang paling luar adalah sel-sel mati,
dibawah lapisan sel-sel mati inilah terdapat sel-sel hidup yang seperti sel-sel
hidup lainnya selalu berada di alam suatu cairan.
Pada sel-sel hidup yang terdapat langsung berhubungan dengan dunia luar
seperti pada epitel yang melapisi saluran pernafasan dan kornea mata, ada sel
kelenjer yang selalu menjaga agar permukaan tersebut tetap basah. Ciran yagn
mengelilingi sel-sel itu disebut cairan ekstra sel (CES).
Tiap molekul atau ion yang diperlukan suatu sel diperoleh dari cairan
ekstra sel dan hasil atau limbah dari sel itu ditampung dalam cairan tersebut.

Komposisi cairan ektra sel (CES)


Komponen utama dari CES adalah air. Di dalam pelarut terdapat molekul-
molekul dan ion-ion yang diperlukan sel-sel dalam melaksanakan fungsinya yaitu:
a. Gas, yang paling penting adalah O2 dan CO2
b. Berbagai ion anorganik diantaranya Na2+, CI-, K-, Ca2+, HCO3, dan PO4-3 dalam
jumlah yang berarti. Sejumlah ion lainnya terdapat dalam jumlah yang sangat
kecil diantaranya : CU2+, Zn2+, Mn2+ dan Co2+, yang di sebut unsur-unsur runut
di perlukan dalam aktivitas enzim-enzim tertentu, iodium terdapat dalam
hormon droksin. Ion flour (F) di perlukan dalam jumlah kecil untuk
memperkuat bagian yang mengandung mineral dari gigi dan tulang, serta
mutlak di butuhkan dalam proses pertumbuhan tikus.
c. Zat- zat organik, seperti makan dan vitamin. Makanan adalah zat organik yang
merupakan sumber energi dan bahan yang di perlukan untuk pertumbuhan dan
perbaikan sel. Vitamin adalah molekul organik kecil yang tidak dapat di buat
dari makanan oleh organisme dan di perlukan dalam jumlah sedikit. Vitamin
bukan merupakan sumber energi atau pembuat sel. Tetapi ,meleksanakan tugas
metabolik khusus dari sel.
Selain tiga jenis komponen tersebut cairan ekstra sel juga mengandung
hormon yang di hasilkan oleh sel-sel yang berpengaruh terhadap aktivitas
metabolisme sel-sel lain. Cairan ekstra sel juga berfungsi mengangkut limbah dari
sel. Pada hewan limbah yang utama adalah limbah metabolisme protein dan asam
nukleat. Limbah yang mengandung nitrogen seperti amonia dan urea, merupakan
zat yang toxis dan kadarnya di dalam CES tidak boleh melebihi takaran tertentu.
Konsentrasi ion hidrogen (pH) dari CES dan suhunya juga merupakan
faktor penting bagi kesehatan sel. Mekanisme pertukaran zat antara sel dengan
CES dapat terjadi melalui proses difusi, osmosfis, transport, aktif, endositosis dan
eksositosis.

B. Cara organisme mendapatkan materi dari lingkungannya


1. Difusi
Ambil sebuah gelas atau bejana, bagi dua ruangannya dengan
menggunakan selembar selopan atau kertas saring. Isilah ruang I dengan
cairan glukosa atau molekul atau ion yang konsentrasinya dapat di ukur.
Isi ruang II dengan air murni, kemudian selang beberapa menit ambillah
contoh cairan dari tiap-tiap ruang lalau di ukur konsentrasi glukosa dari
masing-masing contoh itu. Konsentrasi pada ruang satu akan turun secara
berangsur-angsur dan konsentrasi pada ruang II akan berangsur-angsur
naik dan akhirnya pada suatu saat konsentrasi pada kedua ruang jadi sama
dan selanjutnya tetap sama seperti pada gambar di bawah ini.
Difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinyu sebagai ciri khas
semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Tiap molekul
bergerak secara lurus sampai bertabrakan dengan molekul lainnya.
Pada contoh di atas molekul glukosa bertabrakan dengan molekul
gula lain dan dengan molekul air atau molekul selulosa yang terdapat
dalam selopan. Waktu ruang itu mula-mula diisi, gerakan acak molekul-
molekul glukosa itu menyebabkan banyak terjadi tabrakan dengan
membran selopan. Karena membran selopan tersebut mempunyai pori
yang cukup besar, sehingga molekul-molekul glukosa dari ruang I dapat
menembusnya dan masuk kedalam ruang II. Jika konsentrasi ruang II naik
melebihi konsentrasi glukosa di ruang I, dapat di duga bahwa molekul
glukosa itu akan kembali ke ruang I. Hal ini memang akan terjadi terus
selama masih terdapat perbedaan konsentrasi larutan atau gradien
konsentrasi antara ruang I dan ruang II.
Bila konsentrasi larutan pada ruang I dan ruang II sudah sama
berarti konsentrasi larutan antara ruang I dan ruang II sudah seimbang.
Pada saat sudah tercapai keseimbangan konsentrasi ini perpindahan
molekul glukosa dari ruang I ke ruang II tidak akan terjadi lagi.
Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya tergantung
pada gradien konsentrasi tetapi juga pada muatan dan daya larut dalam
lipid dari partikel-partikel tersebut. Pada umumnya zat-zat yang larut
dalam lipid yaitu molekul hidrofobik lebih mudah berdifusi melalui
membran dari pada molekul hidrofilik.
Difusi terbantu (facilitated diffucion)
Perbedaan membran sel dan selopan ialah bahwa permeabilitas
membran sel bersifat variabel atau berbeda-beda menurut jenisnya,
misalnya bakteri yang terdapat dalam usus yaitu escherechia coli (ecoli)
dipindahkan kemudian yang mengandung loktosa, maka metabolismenya
langsung menurun. Salah satu sebabnya ialah bahwa membran selnya
biasanya tidak dapat ditembus oleh laktosa atau sifat tersebut
impermeable.
Tetapi beberapa menit kemudian karena terbentuknya suatu enzim
di dalam membran sel yang disebut enzim permease yaitu suatu protein
membran sel yang membantu membuatkan jalan bagi laktosa agar dapat
melintasi dua lapisan lipid hidrofobik dari membran sel. Difusi yang
tergantung pada suatu mekanisme transport khusus dari membran sel
seperti permease disebut difusi terbantu. Difusi ADP ke dalam dan keluar
dari mitokondria juga memerlukan difusi terbantu. Dalam semua proses
difusi terbantu, molekul bergerak ke arah gradien konsentrasi. Tetapi
membran sel juga mampu untuk memompa zat berlawanan dengan gradien
konsentrasi difusi terbantu ini disebut transport aktif.
2. Osmosis
Sebenarnya osmosis adalah suatu proses difusi dimana tiap pelarut
melalui suatu selaput pemeabel secara diferensial. Membaran sel yang
meloloskan molekul tertentu tetapi menghalangi molekul lain disebut
permeable secara diferensial.
Pada proses osmosis pelarut universal adalah air. Secara sederhana
dikatakan bahwa osmosis difusi air melalui selaput permeable secara
diferensial dari suatu larutan berkonsentrasi tinggi ke dalam larugan
berkonsentrasi rendah. Perlu ditekankan bahwa konsentrasi disini adalah
konsentrasi pelarutnya yaitu air dan bukan konsentrasi dari zat yanglarut
(molekul, ion) dalam air itu. Pertukaran air antara sel dan lingkungannya
adalah suatu faktor penting yang disebut dengan nama osmosis.
Percobaan di bawah ini menunjukkan proses osmosis yaitu ke
dalam suatu bejana atau gelas piala yang berisi air suting (air murni)
dimasukkan suatu gelas berupa corong yang berisi larugan air gula pekat
dimana lubang bawahnya ditutup dengan selopan yang berfungsi sebagai
membran permeable secara diferensial, yang meloloskan molekul air
secara cepat dan menghalangi molekul yang lebih besar. Konsentrasi air
dalam gelas piala adalah 100% sedangkan konsentrasi dalam tabung
kurang dari 100%, karena dalam suatu larutan gula pekat kandungan
airnya sedikit. Karena itu terjadi suatu gerakan air melalui selaput selopan
ke dalam tabung. Karena molekul air masuk ke dalam tabung maka
volume cairan di dalam tabung bertambah dan cairan di dalam tabung
terdesak ke atas akibat tekanan yang terjadi karena difusi air dalam tabung.
Tekanan ini disebut tekanan osmosis.
3. Endositisis
Endosistosis adalah suatu mekanisme yang menyangkut bahan dari
CES (cairan ekstra sel) ke dalam sel dengan cara melakukan sebagian dari
membran sel ke arah sitoplasma sehingga bahan yang hendak ditelan
semakin dilingkupi dan akhirnya terbentuk gelembung yang dibatasi oleh
membran yang akan dilepaskan dari membran sel.
Endositosis dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu pinositosi
(minum) apabila yang dimasukkan adalah larutan dalam gelembung-
gelembung kecil, dan fagositosis (makan) apabila yang dimasukkan adalah
partikel-partikel dalam gelembung besar.
4. Eksositosis
Eksositosis adalah kebalikan dari endositosis. Protein yang
dikeluarkan oleh sel-sel berkumpul di dalam sebuah kantong yang dilapisi
membran di dalam badan golgi, yang kemudian bergerak ke permukaan sel
dimana membrannya lalu melekat pada membran sel dan mengosongkan
isinya ke luar. Misalnya sel-sel yang melapisi usus, mensintesis butir-butir
lemak dan mengeluarkannya dengan eksositosis.

C. Metabolisme Sel
Agar dapat tetap hidup organisme membutuhkan materi dan energi
yang tetap dari lingkungannya. Materi dan energi yang dibutuhkan oleh
sebagian besar organisasi berasal dari molekul organik yang dimakanya.
Sebelum dapat dimanfaatkan oleh sel, bahan makanan yang padat terlebih
dahulu dorombak menjadi molekul yang relatif kecil dan mudah larut.
Molekul-molekul ini mengandung 2-4 atom karbon yang dalam proses
selanjutnya menghadapi dua pilihan. Pilihan pertama adalah fungsinya
molekul ini sebagai bahan baku pembuatan gula, asam lemak, gliserol, dan
asam amino. Senyawa-senyawa yang terbentuk ini selanjutnya menjadi
komponen makromolekul dari sel, seperti : polisakarida, lipid, protein, dan
asam nukleat. Tahapan metabolisme dimana terbentuknya molekul besar
berenergi tinggi berasal dari molekul rendah berenergi rendah disebut
anabolisme. Pilihan kedua adalah molekul yang mengandung 2-4 atom karbon
ini dirobek menjadi molekul anorganik yang sederhana seperti CO2, HO2 dan
NH3. tahapan metabolisme yang merombak molekul kompleks kaya energi
menjadi molekul sederhana miskin energi disebut katabolisme.
1. Anabolisme
Organisasi dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan
energi yang tak henti-hentinya. Organisme heterotrofik hidup dan tumbuh
dengan memasukkan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya.
Molekul-molekul organik ini menjadi sumber energi bebas bagi sel dan
juga sebagai komponen struktural untuk membangun makromolekul-
makromolekulnya.
Molekul-molekul organik menjadi sumber energi bagi organisme
heterotrofik ini berasal dari fotosintesis. Organisasi autotrof mampu
menangkap energi matahari untuk sintesis molekul-molekul organik kaya
energi dari senyawa anorganik H2O dan CO2.
Dimakakah proses fotosintesis itu berlangsung ? diseluruh sel atau
pada tempat-tempat tertentu dalam sel? Dalam percobaan-percobaannya.
Ingerhousz (1778. seorang dokter bangsa Belanda) memeperagakan bahwa
hanya bagian-bagian hijau tumbuhan yang melepaskan oksigen selama
fotosintesis. Sedangkan struktur tumbuhan yang tidak hijau menggunakan
oksigen dalam proses respirasi. Sehingga sampai saat ini diyakini bahwa
fotosintesis hanya dapat terus berlangsung jika ada pigmen hijau yaitu
klorofil.
Pada saat ini diketahui ada 4 macam klorofil yaitu klorofil a, b, c,
dan d kllorofil a diguda dapat dalam hampir semua tumbuhan
berfotosintesis. Dalam ganggang hijau, eryophyta dan traceophyta terdapat
juga sedikit klorofil b pada distomae dan ganggang perang terdapat
klorofil c sedangkan dalam ganggang merah ditemukan klorofil d.
Meskipun rumus bangun klorofil sudah diketahui (misalnya
klorofil a C55H72O5N4Mg), masih sedikit diketahui bagaimana organisme
membuatnya. Tetapi diketahui bahwa klorofil dibuat di dalam kloroplas,
dan pembentukannya akan terhambat bila tidak ada cahaya.
Lazimnya peristiwa fotosintesis dinyatakan dengan persamaan
reaksi kimia sebagai berikut :
6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2
peristiwa ini hanya berlangsung jika ada klorofil dan cukup cahaya. Jika
persamaan reaksi ini dibalik, yaitu dengan arah anak panah ke kiri, maka
kita akan mendapatkan persamaan reaksi untuk proses respirasi sel.
Persamaan-persamaan reaksi demikian itu hanya menunjukkan
permulaand an akhir suatu prose. Kini telah diketahui bahwa banyak dari
tahap-tahap antara dari fotosintesis dan respirasi tidaklah sama.
Dalam proses fotosintesis reaksi-reaksi kimia berlangsung sangat
cepat. Dari hasil penelitian para ahli tahun 1905 dapat dibuktikan bahwa
pada proses fotosintesis terjadi dua reaksi yaitu reaksi cahaya dan reaksi
gelap. Cahaya dalam proses fotosintesis dibutuhkan untuk memecahkan
air, pemecahan air ini disebut fotolisis. Fotolisis mengakibatkan molekul
air pecah menjadi hidrogen dan oksigen, peristiwanya dapat dituliskan
sebagai berikut,
2H2O → 2H2 + O2
H2 yang terlepas ditampung oleh koenzim NADP sehingga menjadi
NADPH2, sedangkan O2 tetap dalam keadaan bebas. Sehingga dapat
dikatakan bahwa O2 yang terbentuk dalam proses fotosintesis berasal dari
pemecahan molekul air, bukan dari CO2. fotolisis ini lah yang merupakan
pendahuluan dalam proses fotosntesis.
Selanjutnya terjadi fikasasi (penambatan) CO2 pada NADPH2 yang
mengakibatkan CO2 tereduksi menjadi CH2O. peristiwa ini dikenal sebagai
reaksi gelap, yaitu suatu reaksi yang tidak memerlukan cahaya.
2. Katabolisme
Kalau fotosintesis itu merupakan proses penyusunan (anabolisme)
dimana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat
kimia, maka peroses respirasi itu suatu proses yang sebaliknya, yaitu suatu
proses pembongkaran (katabolisme), dimana energi yang tersimpan tadi
digunakan untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan.
Proses pembebasan energi di dalam sel disebut respirasi. Pada
respirasi sel, energi kimia dalam makanan diubah menjadi gerak. Peristiwa
ini terlihat pada kontraksi otot dan pergerakan molekul-molekul atau ion-
ion pada pengangkutan aktif. Disamping itu energi ini juga dapat
digunakan untuk reaksi-reaksi yang membentuk senyawa kimia baru,
ataupun dibebaskan sebagai panas.
1. Jelaskan tentang endositosis
2. Jelaskan tentang eksositosis
3. Jelaskan tentang peristiwa anabolisme
4. Jelaskan tempat terjadinya fotosintesis
5. Jelaskan tentang respirasi sel
6. Jelaskan reaksi-reaksi yang terjadi selam respirasi sel

Kegiatan 9 dan 10
MEKANISME FUNGSI SISTEM ORGAN
Tujuan Instruksional Khusus
1. Menyebut guna makakan
2. Menerangkan alat pencernaan beserta fungsinya
3. Menerangkan tentang alat-alat pernafasan
4. Menerangkan tentang alat peredaran
5. Menerangkan tentang sistem koordinasi
6. Menerangkan tentang alat reproduksi
7. Menerangkan tentang sistem pernafasan
1. Pencernaan (Digesti)
Dalam mengubah makanan bagian yang dapat dimanfaatkan langsung
oleh tubuh, makanan tersebut melalui beberapa tahap yaitu tahap makan
(ingestion) tahap pencernaan (digestion), tahap penyerapan absorption dan
tahap pembuangan (agestion). Untuk pengubahan makanan tersebut
diperlukan sistem pencernaan makanan yang berupa saluran pencernaan
makanan yang terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus
besar, dan anus.
a. Makan (ingestion)
Keperluan makan diatur oleh sistem saraf dengan melibatkan
bagian dati otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus merupakan pusat
(center) yang mengatur proses makan yang terdiri atas pusat lapar dan
pusat kenyang. Pusat-pusat ini dapat teransang oleh kadar glukosa dalam
darah. Bila kadar glukosa dalam darah naik, pusat saraf pengendali rasa
kenyang akan teransang sehingga mengakibatkan kita berhenti makan dan
sebaliknya.
b. Pencernaan (digestion)
Pencernaan makanan yang terjadi dalam saluran pencernaan
dilakukan dengan dua macam yaitu :
1) Pencernaan secara mekanik atau fisik yang melibatkan kegiatan (1)
mengunyah, dengan pertolongan gigi, (2) menggiling dilakunan dalam
lambung (3) mengaduk, dilakukan lidah di dalam mulut dan dengan
gerakan peristaltic dalam lambung (4) menelan, melewatkan makanan
melalui tekak dan (5) melumatkan, di dalam lambung dan usus.
2) Pencernaan secara kimiawi/kemis, pencernaan makanan secara
molekule dengan pertolongan enzim yang dihasilkan oleh dinding
saluran pencernaan dan oleh kelenjar-kelenjar yang terletak di luar
saluran pencernaan (organ aksesoris/accessory organ of digestion)
berupa tiga pasang kelenjar ludah (dibawah telinga, rahang bawah dan
lidah pangkreas, hati dan kantung empedu.
Perubahan makanan dengan bantuan enzim di lakukan pada mulut
lambung dan usus. Mulut akan menghasilkan kelenjar ludah, lambung
akan menghasilkan getah lambung dan usus dan menghasilkan getahusus.
Enzim pencernaan yang terdapat pada getah pencernaan terdiri atas
kelompok karbohidrase (berpengaruh terhadap karbohidrat), lipase
(berpengaruh terhadap lemak) dan proteinase (berpengaruh terhadap
protein). Selain mengandung enzim, getah pencernaan juga mengandung
zat kimia yang berfungsi membantu pencernaan makanan seperti asam
klorida (HCI) yang dihasilkan getah lambung berfungsi dalam melunakkan
makanan dan menciptakan suasana asam agar enzim pepsin dan rennin
dapat bekerja optimal.
Di dalam pencernaan secara kimiawi karbohidrat diubah menjadi
monosakarida (glukosa dan fruktosa), protein diubah menjadi asam amino
sedangkan lemak diubah menjadi asam lemak dan gliserol. Kesemua zat
yang sudah sederhana tersebut nantinya akan diabsorbsi. Makanan yang
tidak dapat dicerna akan dibuang melalui anus.
Tebl 1. ikhtisar pencernaan dapat digambarkan sebagai berikut :
Tempat Enzim Sumber Lingkungan Zat yang Hasil
activator dipengaruhi
Mulut Prialin Kel. Ludah Netral Tepung Disakarida
Lambung HCI Kel lambung Asam Pepsinogen Pepsin/rennin
Lambung Pepsin Kel. Asam Asam Protein Protease
lambung pepton
Lambung Renuin Kel. Lambung Asam Protein susu Gumpalan
protein
Usus 12 Empedu Hati Basa Lemak Emulsi lemak
jari
Usus 12 NaHO3 Kel. Pangkreas Basa Tripsinogen Tripsin
jari enterokonase usus
Usus 12 Tripsin Kel. Pangkreas Basa Protein Pepton
jari pepton albumosa
Usus 12 Steapsin Kel. Pangkreas Basa Emulasi As. Lemak,
jari lemak gliserol
Usus 12 Diastase Kel. Pancreas Basa Tepung Disakarida
jari
Usus Enterokinasa Kel pancreas Basa Erepsinogen Erepsin
halus
Usus Erepsin Kel. Usus Basa Pepton Asam amino
halus albumisa
Usus Maltasa Kel. Usus Basa Maltosa Glukosa
halus
Usus Lektasa Kel. Usus Basa Saklarosa Glukosa
halus fruktosa
Usus Lapasa usus Kel. Usus Basa Emulasi Emulasi
halus lemak lemak
gloserol

c. Penyerapan (absorbtion)
Hasil pencernaan makanan seperti yang digambarkan pada tabel 1
di atas diserap dalam bentuk larutan. Larutan ini selalu dalam keadaan
teraduk sebagai akibat dari gerakan peristaltic dari usus dan pergerakan
tonjolan dinding usus. Penyerapan diperbanyak karena permukaan dinding
usus yang sangat luas (dinding usus berjonjot) dan sel absorbsi dilengkapi
dengan mikrovili.
Penyerapan sebagian besar terjadi di usus halus meskipun ada juga
beberapa yang dapat diserap di lambung. Monosakarida, asam amino dan
gliserol diserap pembuluh darah kapiler sedangkan asam lemak diserap
oleh pembuluh lakteral, bagian dari saluran limf.
d. Pembuangan (egestion)
Air dan sisa makanan yang tidak diabsorbsi akan diteruskan ke
usus besar (kolon) akibat adanya gerakan peristaltic dari usus halus.
Sebagian besar air akan diserap di usus besar tersebut sedangkan sisa
makanan yang tidak dicerna akan dibuang keluar melalui anus.

2. Pernafasan (Respirasi)
Respirasi atau pernapasan merupakan proses pengambilan oksigen
pengeluaran karbondioksida dan sintesis energi melalui reaksi enzim di dalam
sel-sel tubuh dengan menggunakan oksigen. Respirasi berlangsung dalam dua
tingkat yaitu respirasi luar (eksternal) dan respirasi dalam (internal ). Pada
respirasi luar berlangsung difusi gas O2 dari luar masuk ke dalam aliran darah
pada organ respirasi. Pada respirasi dalam berlangsung pertukaran gas dari
aliran darah ke sel-sel tubuh.
a. Pertukaran oksigen dan karbondioksida
Setelah menembus selaput alveolus, oksigen akan diteruskan ke
dalam setiap sel tubuh oleh darah. Plasma darah melarutkan 2-3% seluruh
keperluan oksigen. Oksigen tersebut sebagian besar diangkut oleh
hemoglobin yang ada dalam eritrosit.
Karbondioksida dapat larut membentuk asam karbonat. Asam
karbonat ini dapat merubah pH darah menjadi 4,5 . Keadaan ini akan
dinetralkan oleh ion natrium dan kalium. Dari jaringan karbondioksida
dikeluarkan dan masuk ke dalam darah kemudian ke paru-paru. Proses ini
terjadi karena perbedaan tekanan. Proses pengangkutan terjadi bolak balik
dengan pengubahan dari karbondioksida menjadi asam karbonat dan
sebaliknya. Setelah gar pernafasan berdifusi ke kapiler, pengangkutan
berlangsung.
b. Energi dan pernafasan
ATP (adenosin trifosfat) merupakan senyawa utama yang
mengandung energi. Untuk mendapatkan energi, ATP diubah menjadi
ADP. ATP tidak beredar dari sel ke sel, melainkan tetap ada di dalam sel
yang sama. Jadi energi yang diperlukan untuk kontraksi otot tidak
diperoleh langsung dari energi yang ada pada sari makanan, tetapi energi
dari sari makanan diubah dulu menjadi ATP.
Energi yang dikandung sari makanan digunakan untuk
pembentukan senyawa-senyawa yang berenergi tinggi seperti ATP dan
kreatif fosfat. Karbohidrat (glukosa) pada proses glikolisis akan
menghasilkan asam piruvat. Apabila asam piruvat dioksidasi (pada daur
krebs) maka akan dibebaskan energi, H2O dan CO2.
Secara sederhana reaksi pada pernafasan dapat dituliskan sebagai
berikut :
C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + energi (ATP)
c. Mekanisme pernafasan
Pernafasan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pernafasan dada
dan pernafasan perut. Pada pernafasan dada sewaktu menarik nafas otot-
otot antara rusuk dan otot-otot pengikat rusak berkontraksi. Hal ini
menyebabkan tulang-tulang rusuk terangkat ke atas dan kedudukan tulang
rusuk lebih mendatar, sehingga tulang dada ikut terangkat keatas,
ujungnya agak kemuka. Akibatnya rongga dada membesar, paru-paru ikut
membesar, tekanan udara dalam paru-paru mengecil sehingga udara
masuk. Pada pernafasan dada sewaktu menghembuskan nafas otot-otot
antara rusuk dan tulang dada turun lagi, kembali pada kedudukan semula.
Akibatnya rongga dada mengecil, tekanan udara daam paru-paru
membesar sehingga udara dari paru-paru.
Pada permafasan perut sewaktu menarik nafas otot-otot diafragma
berkontraksi sehingga letaknuya agak mendatar, turun mendesak isi
rongga perut ke bawah dan kemuka. hal ini menyebabkan rongga dada
membesar. Akibatnya paru-paru mengikuti gerak diafragma, volumenya
membesar, tekanan udara dalam paru-paru mengecil sehingga udara dari
luar mauk. Pada pernafasan perut sewaktu menghembuskan nafas otot
diafragma melemas, kembali pada kedudukan semula, sehingga isi rongga
dada mengecil. Hal ini menyebabkan tekanan udara dalam paru-paru
membesar sehingga udara keluar dari paru-paru.
d. Pertukaran udara paru-paru
Pada waktu bernafas biasa jumlah udara yang masuk ke dalam
paru-paru + 0,5 liter, udara keluar juga + 0,5 liter. Udara yang masuk dan
keluar ini dinamakan udara pernafasan. Jika kita menarik napas sekuat-
kuatnya, selain 0,5 liter udara pernafasan juga ikut 1,5 liter udara. Udara
disebut udara komplementer.
Jika kita menghembuskan sekuat-kuatnya, selain 0,5 liter udara
pernafasan juga ikut keluar + 2 – 2,5 liter udara. Udara ini dinamakan
udara cadangan. Udara yang ada didalam paru-paru (1 liter), disebut udara
residu. Jadi maksimum udara yang dapat keluar masuk ke dalam paru-paru
+ 0,5 liter + 2 liter + 2,5 liter = 5 liter. Kemampuan paru-paru menampung
udara itu dinamakan kapasitas vital paru-paru.

3. Peredaran (Sirkulasi)
Transportasi sari makanan dalam tubuh manusia dilakukan oleh cairan
tubuh yang terdiri dari :
1) Cairan intravaskuler, terdapat dalam pembuluh darah, yaitu yang biasa
disebut darah.
2) Cairan ekstravaskuler, terdapat dalam pembuluh darah, berupa cairan
intraseluler, terdapat di dalam sel, dan cairan intersisial, seperti cairan
pleura, cairan pericardium, cairan peritoneal.
a. Darah
1) Fungsi darah
Secara umum darah berfungsi untuk (1), mengangkut O2
dari paru-paru ke saluran bagian tubuh, (2) mengangkut O2 dari
seluruh bagian tubuh ke paru-paru, (3) mengangkut sari makanan
ke seluruh bagian tubuh, (4) mengangkut zat-zat sisa ke ginjal dan
kulit, (5) mengangkut hormon, (6) menutup luka, (7)
membinasakan bibit penyakit, (8) mengatur keseimbangan asam
dan basa, dan (9) menjaga agar suhu tubuh tetap.
2) Susunan darah
Darah terdiri atas darah (cairan darah) dan sel-sel darah.
(1) Plasma darah
Plasma darah meliputi 60% dari keseluruhan darah.
Hampir 90% dari plasma darah terdiri dari air. Dalam plasma
darah terlarut bermacam-macam substansi seperti :
 Protein seperti albunin, globulin, dan fibrinogen
 Garam-garam anorganik seperti klorida, karbonat,
bikarbonat, sulfat, dan fosfat dari Na, K, Ca, Mg, dan Fe
 Zat organik seperti urea, asam amino, keratin, kreatinin dan
garam-garam ammonium.
 Gas-gas yang terlarut dalam plasma seperti O2, CO2, N2
gas-gas yang dihasilkan oleh intestin
 Zat-zat seperti hormon dan antobodi
(2) Sel-sel darah
Pada manusia terdapat 3 macam sel-sel darah yaitu sel-
sel darah merah (erotrosit0 sel darah putih (leukosit) dan sel
pembeku (trombosit).
a) Sel darah merah (erotrosit)
Sel darah merah berbentuk bulat, bikonkaf dan tidak
berinti. Jumlah sel darah merah wanita + 4,5 juta/mm3.
pada laki-laki + 5 juta/mm3 dan pada bayi yang baru lahir +
6 juta/mm3. Pada bayi sel darah merah dibuat di hati dan
sumsum tulang merah, sedangkan pada orang dewasa
dibuat di sumsum merah tulang pipih dan tulang panjang
seperti tulang paha, tulang lengan dan tulang rusuk.
Warna merah pada sel darah merah disebabkan
karena adanya zat warna hemoglobin di dalamnya yang
berguna untuk mengangkut oksigen ke seluruh bagian
tubuh. Penghancuran butir darah yang telah tua dilakukan
di hati. Umur sel darah merah + 120 hari.
b) Sel darah putih (leukosit)
Bentuk sel darah putih tidak tetap dan mempunyai
inti. Leukosit dapat melakukan gerak amoeboid menerobos
dinding pembuluh kapiler ke jaringan (diapedesis). Ukuran
leukosit 4-13 mikron. Jumlah sel darah putih + 6-9
ribu/mm3 sel darah putih dibuat di limfa, sumsum rulang
merah dan dalam kalenjar limfa.
Sel darah putih terdiri dari 3 jenis yaitu limfosit,
granulosit dan monosit. Limfosit merupakan plasma yang
tidak berbutir-butir, intinya realtif besar, bentuknya bulat,
dibuat di jaringan limfoid dan kelenjar limfa. Granulosit
merupakan plasma berbutir, cepat mati seperti halnya sel
darah merah. Menurut sifat kimiawinya terdiri dari 3
macam yaitu granulosit eosinofil yang bersifat adam,
granulosit basofil yang bersifat basa dan granulosit netrofil
yang bersifat netral. Monosit merupakan leukosit, intinya
bulat panjang di buat di limfa dan sumsum tulang.
c) Sel pembeku (trombosit)
Sel pembeku miliki bentuk yang tidak menentu dan
tidak berinti. Besarnya + 1-2 mikron, jumlahnya + 200-300
ribu/mm3. sel pembeku ini tidak berwarna, berperan dalam
proses pembekuan darah karena adanya enzim
trombokinase/troboplastin yang mampu mengubah
protrombin menjadi trombin. Proses pembekuan darah
dapat diurutkan sebagai berikut:
1. Trombosit yang pecah → tromboplastin
Tromboplastin
2. Protrombin trombin
ion Ca
trombin
3. fibrinogen fibrin

3) Peredaran darah dan alat peredaran darah


Di dalam tubuh darah akan mengalir dari jantung melalui
pembuluh darah (aorta, pembuluh nadi, arteriol, kapiler, venul,
vena/pembuluh baik, dan vena cafa). Jantung terletak di atas
diafragma, dibungkus oleh selaput jantung (pericardium) yang
berlapis dua, diantara kedua lapisan terdapat cairan limfe,
penahanan gesekan. Jantung manusia terdiri dari dua serambi
(ventrikel) dan 2 bilik (atrium). Dinding bilik lebih tebal dari pada
dinding serambi. Dinding bilik kiri 3-4 kali lebih tebal dari dinding
bilik kanan.
Diantara serambi kiri dan bilik jantung kiri terdapat katup
berdaun dua (valvula bikuspidalis) yang dijaga oleh urat korda
tendinae, sehingga darah dari bilik tidak kembali ke serambi. Pada
pangkal aorta terdapat katup berdaun tiga berbentuk bulan sabit
(valvula semilunarie) menjaga agar darah dalam aorta tidak
kembali ke jantung. Jantung mendapat persyaratan dari cabang-
cabang nervus vagus (memperlambat kerja jantung) dan nervus
akselerans (mempercepat kerja jantung). Cabang-cabang saraf
tersebut berhenti di dalam dinding serambi terdapat simpul yang
bercabang ke otot serambi jantung dan keluar dari suatu berkas
(disebut berkas his), yang menuju ke sekat antara dua bilik disini
berkas tersebut bercabang-cabang ke seluruh bilik.
Jantung bekerja secara terus menerus memompa ke seluruh
tubuh. Jika serambi jantung mengembang, jantung megnisarp sarah
drai pembuluh balik vena cava atas (superior) dan vena cava barah
(inferior) masuk ke dalam serambi kanan dan dari vena pulmonalis
masuk menuju serambi kiri. Jika serambi jantung menguncup,
balik jantung mengembang, darah mengalir dari serambi ke bilik.
Pada waktu itu otot bilik mengendor maksimum, sehingga ruang
bilik mengembang maksimum. Peristiwa ini disebut diatolis.
Setelah darah masuk ke bilik, rangsang melalui berka his terputus
sebentar (1/10 detik) dan otot jantung beristirahat. Kemudian otot
jantung menguncup, darah di dalam bilik dipompakan ke
pembuluh nadi (aorta dan arteri pulmonalis). Peristiwa ini disebut
sistolis.
Darah keluar dari jantung berasal dari bilik jantung dn
darah dari pembuluh balik masuk ke serambi jantung. Ke dalam
serambi kiri masuk darah pembuluh balik paru-paru (vena
pulmonalis) dan diteruskan ke bilik kiri. Dari bilik kiri darah keluar
menuju pembuluh nadi (aorta). Ke dalam serambi kanan masuk
darah dari batan gpembuluh balik atas dan bawah (vena cava
superior dan inferior) dan diteruskan ke bilik kanan. Dari bilik
kakan darah keluar menuju pembuluh nadi paru-paru. Jadi aliran
darah secara umum adalah darah dari serambi kiri menuju bilik
kiri, masuk ke jaringan tubuh kembali ke serambi kanan lalu ke
bilik kanan keluar menuju paru-paru, masuk ke serambi kiri dan
seterusnya.
4) Golongan Darah
Menurut landsteiner (1910) tiap-tiap orang mempunyai
golongan daray yang berbeda-beda. Penggolongan darah ini
didasarkan adanya aglutinogen di dalam eritrosit yang dapat
digumpalkan oleh agglutinin yang terdapat di dalam serum.
Berdasarkan kondisi agglutinin dan aglutinogennya, maka
golongan darah dibagi 4 macam seperti di gambarkan pada tabel
berikut:
Golongan darah Aglutinogen dalam Agglutinin dalam
eritrosit serum
A A β
B B α
AB AB -
O - αβ

Pasti tranfusi darah dikenal adanya penerima darah atau


resipien dan pemberi darah atau donor. Dalam hal ini golongan
darah A dapat memberi darah pada A dan AB, dapat menerima dari
golongan darah A dan O. golongan darah AB dapat memberi darah
pada AB, dapat menerima dari semua golongan (A, B, AB dan O).
Golongan B dapat memberi pada B dan AB, dapat menerima dari
golongan B dan O. sementara golongan O dapat memberi darah
pada A, B, AB dan O, tetapi hanya dapat menerima darah dari
golongan O sehingga golongan darah O disebut sebagai donor
universal dan golongan darah AB disebut resipien universal.
Walaupun ada golongan darah yang bersifat donor dan resipien
universal, sebaiknya tranfusi darah dilakukan dengan golongan
darah yang sama dan hanya dalam keadaan terpaksa dapa diberikan
darah donor universal.
b. Limfe (cairan getah bening)
Limfe atau cairan getah bening memiliki susunan yang sama
dengan darah, hanya saja tidak mengandung eritrosit. Kadar protein
limfe 3 % sedangkan darah 8% cairan limfe berwarna kekuning-
kuningan.
Limfe berasal dari plasma darah yang keluar menembus
dinding kapiler menuju sela-sela jaringan dengan melepaskan leukosit
dan trombosit. Cairan tersebut berkumpul menuju pembuluh limfe,
sehingga disebut cairan limfe (cairan getah bening).
Pembuluh limfe bersifat terbuka, berhubungan dengan sel
jaringan. Pembuluh-pembuluh kapilernya berkumpul menjadi dua
pembuluh yaitu pembuluh dada dan pembuluh limfe kanan. Kedua
pembuluh ini bermuara di pembuluh balik dada di tulang selangka.
Pembuluh limfe tidak berdenyut, seluruh pembuluh dilengkapi klep.
Aliran limfe disebabkan karena tekanan otot di sekitarnya.
Pembuluh dada (dectus thoracicus) dan pembuluh getah bening
kiri menerima limfe dari pembuluh-pembuluh limfe di tubuh bagian
atas sebelah kiri dan di tubuh sebelah bawah lalu bermuara ke dalam
pembuluh balik di bawah tulang selangka kiri. Pembuluh limfe kanan
(ductus lymphaticus dexer) menerima limfe di tubuh bagian atas
sebelah kanan lalu bermuara ke dalam pembuluh balik di bawah tulang
selangka kanan.
Karena limfe berasal dari seluruh bagian tubh, maka ada
kemungkinan di dalamnya terkandung bibit penyakit, sehingga
sepanjang pembuluh terdapat kelenjar limfe yang merupakan
penyaring bibit penyakit. Bila ada infeksi pada suatu luka, bibit
penyakit tersebut diusahakan untuk dibinasakan sebelum masuk ke
dalam peredaran darah, maka terjadilah radang di pembuluh limfe itu
sendiri.
4. Pengaturan (Koordinasi)
Kegiatan tubuh kita diatur oleh sistem saraf dansistem endokrin
(hormon). Perbedaan pokok antara sistem sarah dengan sistem endokrin
adalah bahwa sistem saraf dapat dengan cepat mempengaruhi alat tubuh untuk
mengambil sikap terhadap adanya perubahan-perubahan keadaan lingkungan
yang merangsang dan pengaturan oleh saraf dihubungkan oleh serabut-serabut
saraf. Pada sistem endokrin (hormon) pengaturan sikap terhadap perubahan
keadaan lingkungan jauh lebih lambat, tetapi teratur dan berurutan dalam
jangka waktu yang lama dan pengakuan serta penyebaran hormon ke organ
target dilakukan oleh pembuluh darah.
a. Saraf
Jaringan saraf terdiri atas neuron. Neuron terdiri dari dendrit
(pembawa rangsang dari bagian lain ke dalam sel), badan sel saraf
(perikarion) yang berisi plasma sel dan inti sel, neurit atau akson
(pembawa rangsang dari badan sel ke bagian lain), percabangan nurit dan
noda ranvier. Serabut saraf atau neuron ini sambung menyambung, dimana
ujung jneurit bertemu dengan ujung dendrit. Antara kedua ujung tersebut
masih terdapat jarak, pertemuan kedua ujung tersebut dinamakan sinapsis.
Berdasarkan fungsinya neuron terdiri atas ;
1) Neuron sensorik, neuron yang menghantarkan rangsang dari respon ke
pusat susunan saraf, dendritnya berhubungan dengan reseptor,
aksonnya berhubungan dengan neuron lainnya.
2) Neuron motorik, neuron yang menghantarkan tanggapan terhadap
rangsangan dari pusat susunan saraf ke efektor. Dentritnya
berhubungan dengan neuron lain, aksonnya berhubungan dengan
efektor.
3) Neuron konektor, neuron yang dendrit maupun aksonya berhubungan
dengan neuron-neuron lain
4) Neuron ajustor, neuron yang menghubungkan neuron-neuron motorik
dan sensorik. Neuron ini terdapat di otak dan sumsum tulang belakang.
Dalam menyampaikan rangsangan, rangsang yang diterima oleh
reseptor (pada indra serta alat-alat tubuh) diteruskan ke pusat susunan
saraf oleh banang-benang saraf. Dalam pusat susunan saraf, rangsang
tersebut diartikan sehingga kita mendapatkan kesan tentang rangsang-
rangsang tersebut. Sebaliknya dari pusat susunan saraf juga timbul
rangsang-rangsang yang kemudian dikirimkan ke efektor (otot-otot dan
kelenjer) melalui saraf. Dengan demikian saraf berfungsi mengatur
penerimaan, penghantaran dan pemberian tanggapan terhadap rangsang,
baik yang datang dari dalam maupun luar tubuh. Saraf yang membawa
rangsang dari susunan saraf pusat ke perifer disebut saraf penggerak atau
saraf motorik (saraf eferen) sedangkan yang membawa rangsangan dari
perifer (panca indera) menuju ke pusat disebut saraf perasa atau sensorik
(saraf eferen)
Susunan saraf manusia terdiri atas susunan saraf sadara dan
susunan saraf tak sadar atau saraf otonom. Secara ringkas susunan saraf
manusia dapat digambarkan sebagai berikut :

struktur

1) Saraf sadar
Saraf sadar merupakan saraf yang mengatur semua kegiatan
menurut kemauan kita. Susunan saraf sadar terdiri atas otak dan
sumsum tulang belakang. Otak terletak di depan sumsum tulang
belakang, di dalam tulang tengkorak. Otak dilindungi oleh selaput otak
yang disebut meninges, peradangan pada selaput tersebut dinamakan
meningitis. Selaput otak terdiri atas 3 lapis yaitu (1) durameter, selaput
keras melekat pada tulang tengkorak, (2) piameter, selaput lnak,
melekat pada permukaan otak dan (3) arochnoid, terletak diantara
durameter dan piameter, berbentuk sarang laba-laba. Otak dibagi
menjadi otak besar, otak kecil dan sumsum lanjutan. Semuanya
terlindung dalam rongga tengkorak dan saluran sumsum tulang
belakang.
a) Otak besar (cerebrum)
Cerebrum merupakan bagian terbesar dari otak. Volume
otak besar orang dewasa + 15000 cm3. permukaan otak ini
berlipat-lipat sehingga dapat memuat jutaan neuron. Otak ini
seperti halnya sumsum tulang belakang diliputi oleh tiga selaput
yaitu selaput keras, selaput jaring-jaring dan selaput halus, antara
selaput jaring dan selaput halus terdapat cairan limfa, selaput halus
berisi pembuluh darah.
Kegiatan fisiologi cerebrum meliputi kecerdasan, ingatan,
kemauan, ingatan, kesadaran dan pandangan. Cerebrum bagian
belakang merupakan pusat penglihatan, sedangkan bagian samping
merupakan pusat pendengaran. Bila bagian samping kiri kanan
rusak maka menimbulkan ketulian, tetapi bila salah satu bagian
yang rusak, maka akan menimbulkan pengurangan pendengaran.
b) Otak kecil (cerebellum)
Cerebellum terletak di sebelah belakang bahwa otak besar.
Terdiri dari dua belahan kiri kanan yang dihubungkan oleh
jembatan varol yang berfungsi menghantar impuls dari kedua
bagian cerebellum. Cerebellum merupakan pusat koordinasi alat-
alat tubuh (pusat keseimbangan). Kerusakan pada bagian ini
mengakibatkan semua gerak otot tidak dapat dikoordinasikan lagi.
Hal ini disebut ataxi
c) Sumsum lanjutan (medula oblongata)
Medulla oblongata merupakan bagian paling belakang dari
otak, perpanjangan dari sumsum tulang belakang. Di sini terdapat
ganglion-ganglion otak yang mengatur gerak reflek fisiologi,
seperti pernafasan, denyut jantung, pelebaran dan penyempitan
pembuluh darah.
d) Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Medulla spinalis terdapat di dalam rongga rulang belakang,
memiliki 31 pasang saraf masing-masing pasangan bersifat
simetris menuju ke reseptor dan efektor masing-masing. Neuron
yang terdapat pada bagian ini merupakan gabungan saraf sensorik
dan motorik. Saraf sensorik masuk ke sumsum belakang melalui
akar dorsal. Saraf motorik keluar dari sumsum belakang melalui
akar ventral.
Medulla spinalis berfungsi sebagai penghubung implus dari
dan ke otak serta memberi kemungkinan jalan terpendek pada
gerak refleks. Gerak refleks berbeda dengan gerak biasa.
Perbedaan tersebut dapat dilihat pada skema berikut ini :
(1) Gerak refleks
Rangsang → saraf sensorik → neuron perantara → saraf
motorik → gerakan
Contoh : gerakan menarik tangan bila menyentuh panas
(2) Gerak biasa
Rangsang → saraf sensorik → otak → saraf motorik
→ gerakan
2) Saraf tak sadar
Saraf otonom berpusat di beberapa bagian otak dan sumsum
tulang belakang. Saraf otonom mempengaruhi sistem pencernaan,
sistem pernafasan, sistem peredaran darah, ginjal, dengan saluran serta
kandung kencing, hati, limpa, pancreas, dan alat-alat dalam lainnya.
Susunan saraf otonom terbagi atas dua bagian yaitu saraf
simpatik dan saraf para simpatik yang bekerja secara antoganis
terhadap organ yang sama. Saraf simpatik berfungsi mempercepat
denyut jantung, memperlebar pembuluh darah, mempertinggi tekanan
darah mempercepat pernafasan dan lain sebagainya yang bersifat
mengaktifkan alat-alat tubuh, sementara saraf para simpatik bekerja
sebaliknya.
b. Hormon
Hormon merupakan suatu getah yang dihasilkan oleh kelenjer
buntu (endokrin) yang bekerja menghambat atau menggiatkan/merangsang
aktivitas metabolisme di dalam tubuh. Setiap hormon dihasilkan oleh
kelenjar yang berbeda
1) Kelenjar hiposifis pada lobus depan (anterior) menghasilkan hormon a)
adenotropik yang mempengaruhi pekerjaan kelenjar anak ginjal, b)
tirotropik, mempengaruhi pekerjaan kelenjar gondok, c) prolaktin atau
laktogen, mempengaruhi pekerjaan kelenjar kelamin (gonad). Pada
lobus belakang lobus posterior), menghasilkan hormon a) pituitrin,
membantu proses kelahiran bila ada gangguan tertentu, b)
pitresin/vasopresin, mempertinggi tekanan darah dan c) antidiuretik,
merangsang reabsorbs air di dalam pembuluh ginjal.
2) Kelenjar gondok/troid, menghasilkan hormon tiroksin yang
berpengaruh dalam basal metabolisme tubuh. Apabila kekeluargaan
hormon ini akan mengakibatkan hipermetabolisme (morbus basedowi),
dintandai dengan kegugupan, nadi cepat, mulut ternganga dan mata
lebar (eksoftalmus)
3) Kelenjar kacang/timus, merupakan penimbun hormon somatotropik
atau hormon pertumbuhan. Hormon ini berfungsi hanya pada waktu
pertumbuhan. Hormon ini berfungsi hanya pada waktu pertumbuhan,
setelah dewasa tidak berfungsi lagi. Apabila dalam masa pertumbuhan
terjadi kekuarangan hormon ini maka akan menyebabkan pertumbuhan
badan terhenti (gejala kreatinisme/kekerdilan). Bila kelebihan hormon
ini maka akan menimbulkan pertumbuhan raksasa (gigantisme).
Sedangkan apabila pada masa dewasa hormon ini masih berfungsi,
maka akan menyebabkan akromegali (pertumbuhan ujung-ujung
tulang pipa kearah samping).
4) Kelenjar anak gondok (paratiroid), menghasilkan parathormon yang
berfungsi untuk mengatur kadar kalsium di dalam darah, mengatur
metabolisme kalsium dalamjaringan dan menaikan kadar kalsium serta
menurunkan kadar P dalam darah.
5) Kelenjar anak ginjal (adrenalbagian kortek menghasilkan hormon
kartison (kortison dan deoksikertison) yang berfungsi untuk mencegah
penyakit kortison (kulit menjadi merah) yang selalu menyebabkan
kematian. Kelenjar anaqka ginjal bagian mendula menghasilkan
hormon adrenalin yang bekerja antagonis dengan hormon insulin.
Dalam hal ini hormon adrenalin berfungsi untuk menimbulkan
semangat, menaikan tekanan darah, mempercepat denyut jantung.
Sehingga di namakan juga hormon kerja atau hormon semangat.
6) Kelenjar-kelenjar usus dan lambung (gastroin testinal mucosa)
menghasilkan .(a) hormon gastrin yang berfungsi merangsang sekreksi
getah lambung, (b) hormon skretin yang merangsang skresi dari getah
pancreas dan empedu, dan (c) hormon kolesitokinin, yang
mempengaruhi kontraksi dan mengosongkan kantung empedu.
7) Pulau-pulau langerhans (di pankreas), menghasilkan hormon insulin
yang bekerja antagonis dengan hormon adrenalin di hati. Dalam hal ini
hormon insulin bekerja mengatur kadar gula dalam darah ,%. Bila
kekurangan insulin maka kadar glukosa dalam darah akan tinggi
sehingga menyebabkab penyakit diabetes melitus.
8) Kelenjar kelamin, pada pria (pada testes) akan menghasilkan hormon
restosteron yang mempengaruhi pematangan sel sel kelaminjantan
(sperma) dan timbulnya sifat kelamin sekunder pada laki-laki.
Sedangkan pada wanita (pada varium) akan menghasilkan hormon (a)
estradiol, mempengaruhi masaknya sel telur dan pertumbuhan alat
kelamin (bekerja sebelum ovulasi), (b) progesterone, bersama dengan
esttradiol mempengaruhi pertumbuhan uterus dan merangsang
pembentukan air susu ibu, dan (c) relaksin, mempengaruhi pengedaran
otot peranakan untuk mempermudah kelahiran.
5. Reproduksi
Untuk melanjutkan keturunan, suatu mekanisme di perlukan untuk
pembentukan sel-sel benih pada kedua jenis kelamin (pria dan wanita). Sel-sel
benih pria di transfer ke wanita untuk memungkinkan terjadinya fertilitasi dan
perkembangan embrio selanjutnya dalam lingkungan yang terlindung dalam
tubuh wanita.
a) Sistem Reproduksi Pria
Organ seks primer pada pria adalah dua buah testis. Kedua buah
testis tersebut terletak di skrotum di luar rongga tubuh tempat keduanya di
pertahankan agar tetap dingin agar dapat berfungsi dengan baik. Setiap
testis terbentuk dari sekitar 200 tubulus seminifrus yang saling melilit
dengan sangat erat.
Sel-sel seks pria yaitu sepermatozoa di bentuk di dalam tuulus
seminiferus yang di lapisi epitelium germinalis. Pembentukan spermatozoa
ini melalui tiga tahapan yaitu sepermatositogenesis (perbanyakan), meiosis
dan speriogenesis, pada tahap spermatocytogenesis sel-sel spermatogonia
yang terdapat pada lapisan yang terdalam dari dinding tubulus seminiferus
secara konstan memperbanyak diri dengan pembelahan mitosis sehingga
menjadi spermatogonia yang siap mengalami meiosis. Hasil dari
perbanyakan ini akan menghasilkan spermatosit I (primer)
Pada tahap meiosis, sel-sel spermatosit primer kemudian
mengalami meiosis I dan II, dimana pada fase ini semua sel ganda
kromosan (diploid) yang di temukan pada sel-sel tubuh direduksi menjadi
sel tunggal kromosan (haploid). Sel-sel hasil ,eiosis di namakan
spermatosit skunder yang berkembang menjadi spermartid pada
pembelahan meiosis II.
Pada tahap spermiogenesis, spermatid menjalani modifikasi yang
komplek untuk menjadi spermatozoa. Tahap-tahap yang di lalui meliputi
fase golgi, fase tudung (tutup), fase akrokon dan fase pematangan
spermatozoa yang di bentuk di keluarkan ke dalam kuktus utamanya yang
di sebut vas deverens setelah melewati duktus epididimis yang panjang
dan melilit.
Vas deverens membawa spermatozoa dari testis melaui kanalis
inguinalis di atas tulang pubis dan mengelilingi dinding samping pelvis
sampai kebelakang kendung kemih. Disini spermatozoa dapat memasuki
ureta melalui duktus ejakulatorius yang sempit.
b) Sistem Reproduksi Wanita
Organ seks primer wanita adalah ovarium. Ovarium mengsekresi
hormon progesterone dan estrogen serta menghasilkan sel-sel seks wanita
yaitu ova. Masing-masing ovarium mengandung sekitar 18.000 qosit di
dalamnya. Setiap qosit di kelilingi oleh kelompok sel-sel kecil yang
terbentuk pipih, membentuk folikel primordial. Semua folikel primerdial
telah mengalami perkembangan di dalam ovarium sejak kelahiran, tidak
ada lagi yang di bentuk di kemudian hari.
Setiap bulan satu folikel matang untuk membentuk folikel grafian ,
suatu masa dari sel-sel mengelilingi cairan, dengan ovum di dalam
dindingnya. Folikel grafian secara aktif membentuk estrogen. Folekul ini
membesar sampai diameternya mencapai 1 cm dan kemudian membuka
untuk mengeluarkan ovum (peristiwa pengeluaran ovum di sebut ovulasi),
yang di kelilingi oleh sel-sel folikel, kedalam rongga abdomen. Ovum di
tangkap oleh fembrial tuba uterin yang terletak melipat pada sisi uterus.
Ovum dapat di buahi oleh spermatozoa dalam tuba uterin.
c) Proses Pembuatan
Sel telur dalam tuba uterin (oveduk) mungkin di buahi oleh sebuah
benih pria (spermatozoa) yang berkembang dalam testis seorang pria.
Ratusan juta spermatozoa di tumpuk pada bagian atas vagina selama
hubungan seksual. Spermatozoa berenang melalui leher rahim. Melewati
rongga uterus dan kedalam tuba uterin.
Jika terjadi fertilisasi. Telur yang telah di buahi masuk kedalam
cavum uteri untuk di tanamkan kedalam lapisan tebal yang telah di
persiapkan untuk itu. Sebuah embrio berkembang di dalam uterus yang
membesar untuk menampung embrio tersebut. Bayi yang berkembang di
keluarkan oleh kontraksi otot polos yang sangat kuat dari dinding uterus
sekitar 38 minggu setelah fertilitas.
Jika tidak terjadi fertilisasi, lapisan dinding uterus akan rontok
setelah 14 hari setelah ovulasi. Perontikan inn di sebut periode menstruasi.
Dalam hal ini endometrium menjalani siklus reguler, setiap siklus
berlangsung sekitar 28 hari dan di tandai dengan keluarnya darah dari
uterus. Perubahan tersebut berada dalam kontrol hormon-hormon ovarium
dan menjamin bahwa endometrium selalu siap untuk menerima ovum
yang telah di buahi pada kira-kira ke-21 dari siklus tersebut.

6. Pengeluaran (Ekskresi)
a. Jenis Perngeluaran
Proses pengeluaran zat sisa dari sel tubuh dapat di bedakan atas 3
bagian yaitu :
1) Defekasi, proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan yang di keluarkan
melalui anus. Zat yang di keluarkan di sebut feses (buka zat sisa
metabolisme)
2) Ekskresi, proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak di pakai
lagi oleh sel dan darah. Zatnya dapat berupa urine, keringat, udara
pernafasan.
3) Sekresi, proses pengeluaran zat oleh sel dan kelenjar, zatnya dapat
berupa getah yang masih di gunakan oleh tubuh. Getah tersebut di
namakan enzim dan hormon.

b. Alat-Alat Dan Proses Ekskresi


1) Paru-Paru
Hasil ekskresi yang di keluarkan paru-paru berupa uap air
(H2O) dan karbondioksida (CO2). CO2 dari jaringan tubuh di angkat ke
paru-paru dalam bentuk HCO3- dalam plasma darah dan HbCO2 di
dalam sel darah merah.
a) Jaringan Tubuh
HbO2  Hb + O2
C6H12O6 + 6O2  6CO2 + 6H2O + energi
CO2 + H2O  H2CO3  H+ + HCO 3-
H+ di ikat oleh hemoglobin, HCO3- keluar dari sel darah merah
masuk kedalam plasma darah (di dalam vena) kemudian di angkut
ke paru-paru, kedudukan HCO3- digantioleh ion kalorid (CI-).
Proses tersebut di namakan pertukaran klorida.
b) Di Dalam Paru-Paru
H+ HCO3-  H2CO3  H2O + CO2
Hb + O2  HbO2 (CI keluar dari sel darah merah, HCO3- kembali
masuk). CO2 di kerluarkan dari paru-paru; H2O di keluarkan dalam
bentuk uap air, hemoglobin mengikat oksigen.

2) Hati (Hepar)
Hati merupakan kelenjar yang terbesar dalam tubuh kita. Hati
mendapat darah dari aorta melalui arteria hevatika dan vena yang
membawa sari makanan dari usus (vena porta hepatika). Di dalam
jaringan ini terdapat pembuluh-pembuluh dara dan pembulu-pembelu
empedu yang keduanya di satukan oleh selaput jaringan ikat, kapsula
glison.
Selain berperan dalam pengeluaran zat warna bilirubin dan
urobilin (memberi warna urine dan fases), hati juga berperan dalam
pembentukan dan perombakan sel darah merah. Eritrosit yang terlah
tua dan rusak di binasakan dalam hati dalam hal ini homoglobinnya di
lepaskan, zat besi di ambil, di simpan di dalam hati dan di kembalikan
ke sumsum tulang. Globin di pakai lagi dalam metabolisme protein
dan pembentukan hemoglobin baru. Hemin di ubah menjadi zat warna
empedu (bilirubun dan biliverdin), bilirubun (hijau biru) dioksidir lagi
menjadi urobilin (kuning coklat), untuk memberi warna pada urine dan
fases pada umumnya.
3) Kulit (kutan)
Kulit terditi atas dua lapisan yaitu lapisan luar (epidermis) dan
lapisan dalam (dermis). Lapisan epidermis terdiri atas a) stratum
korneum yang bersifat mati dan selalu mengelupas b) stratum lasudum,
pengganti stratum korneum, c) stratum granulosum, mengandung
pigmen dan d) stratum germinativum, bersifat hidup dan sel-selnya
selalu membelah ke arah luar. Lapisan bahwa kulit (sub kutan)
merupakan lapisan lemak yang menjaga pengaruh suhu dari luar.
Dermis bersifat hidup dan mengandung kelenjar keringat, kelenjar
minyak, pembuluh darah dan saraf.
Selain berperan sebagai pelindung terhadap kerusakan-
kerusakan fisik akibat gesekan, penyinaran, kuman penyakit, panas
serta zat kimia, kulit juga berperan dalam mengatur suhu tubuh,
sebagai alat peraba/penerima rangsangan dari luar, penyimpan
cadangan makanan (lemak), mencegah penguapan air serta sebagaialat
pengeluaran keringat.
Pengeluaran keringat berkaitan erat dengan pengaturan
kestabilan suhu tubuh. Pengeluaran keringat dirangsang oleh
perubahan susu di dalam pembuluh darah. Rangsangan akan
disampaikan ke susunan saraf pusat yaitu pusat pengaturan sush di
hipotalamus otak. Hal ini akan mengakibatkan kelenjar keringat
dirangsang menghasilkan keringat melalui pembuluh ke permukaan
kulit, akibatnya suhu badan tetap. Kuantitas dan kepekatan keringat
selalu berubah. Keringat terdiri atas air, garam-garam antara lain
NaC1, zat-zat sampah, sisa-isa oksidasi (H2O dan CO2).
4) Ginjal (ren)
Ginjal merupakan alat pengeluaran yang paling utama dalam
tubuh manusia. Ginjal terletak di sebelah belakang rongga perut, di kiri
kanan tulang belakang. Ginjal berbentuk seperti biji kacang, teridi atas
dua lapisan yaitu lapisan luar (korteks renalis) dan lapisan dalam
(medulla renalis/sumsum ginjal). Korteks renalis terdiri atas badan
malphigi yang berisi kapsula bowman dan glomerulus. Sementara
medulla ranalis mengandung tubula kolekta (pembuluh pengumpul
hasil ekskresi) yang bermula pada tonjolan (pelvis renalis)
Dalam proses pengeluaran pada ginjal terjadi beberapa tahap
yaitu :
a) Filtrasi (penyaringan)
Pada proses ini daray yeng mengandung air, gula, garam,
urea dan lain-lain kecuali protein dan sel-sel darah disaring oleh
badan malphigi. Hasil saringan ini dinamakan filtrat glomerulus
(urine primer). Hasil saringan ini masuk ke kaplsula bowman.
b) Reabsorbsi (penyerapan kembali)
Pada kapsula bowman (pada tubulus kotorti proksimal),
zat-zat yang masih berguna bagi tubuh (glukosa, garam-garam dan
lain-lain) diserap, kembali dari urine primer (filtrat glomerulus).
Hasil penyerapan ini dinamakan urine sekunder (filtrat tubulus).
Hasil saring ini masuk ke tubulus kontorti distal.
c) Augmentasi penambahan zat yang tidak digunakan oleh tubuh)
Pada tubulus kontorti distal, terjadi penambahan zat-zat
yang tidak berguna oleh pembuluh darah dan penyerapan kelebihan
air terhadap urine sekunder (filtrat tubulus). Hasil augmentasi ini
dinamakan urine yang kemudian dialirkan ke tubula kolekta dan
akhirnya menuju pelvis renalis

LATIHAN DAN KUNCI JAWABAN


Untuk lebih memahami konsep-konsep yang ada dalam kegiatan belajar
IV, kerjakanlah latihan berikut :
1. Apakah yang menyebabkan terjadinya konstipasi atau sembelit
2. Jelaskan bagaimana terjadinya pengangkutan karbondioksida dalam tubuh
3. Apakah perbedaan antara darah yang keluar dari bilik kiri dengan darah yang
keluar dari bilik kanan.
4. Jelaskan perbedaan pengaturan oleh saraf dengan pengaturan yang dilakukan
oleh hormon
5. Jalaskan proses terjadinya kehamilan
6. Apakah yang terjadi bila cairan darah terlalu banyak

Apakah anda mengalami kesulitan dalam menjawab soal latihan gunakan


petunjuk berikut :
1. Ingatlah bahwa konstipasi terjadi akibat di dalam kolon, sedangkan colon
merupakan lanjutan dari usus halus.
2. Pemahaman bahwa karbondioksida dapat berubah menjadi asam karbonat dan
sebaliknya
3. Ingatlah bahwa darah yang keluar dari bilik kanan adalah darah yang akan
dialirkan ke paru-paru.
4. Pahamilah bahwa pengaturan oleh sistem saraf dihubungkan dengan benag
saraf, sedangkan pengaturan oleh hormon berkaitan dengan sistem endokrim
5. Ingatlah bahwa proses kehamilan didahului oleh proses pembuahan
6. Ingatlah bahwa kadar larutan dan tekanan osmosis di dalam darah harus tetap
bila ada kelebihan di dalam darah harus dikeluarkan melalui alat ekskresi.

RANGKUMAN
Setiap makhluk hidup melakukan metabolisme di dalam tubuhnya yang
berguna untuk sintesis zat-zat yang diperlukan bagi pertumbuhan dan penghasil
energi. Upaya ini dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan dalam tubuh baik
melalui kegiatan pencernaan, pernafasan, peredaran, pengeluaran maupun
pengaturan dan reproduksi.
Pencernaan makanan merupakan kegiatan mengelola makanan dari bahan
kasar menjadi bagian yang dapat diserap oleh tubuh untuk dijadikan energi bagi
pembangunan tubuh dan aktivitas lainnya. Proses perencanaan makanan melewati
serangkaian proses yang panjang baik mekanis maupun kimiawi yang
kesemuanya dapat dilakukan dengan bantuan alat-alat pencernaan makanan dan
enzim-enzim pencernaan.
Proses pernapasan merupakan proses pengambilan oksigen, pengeluaran
karbondioksida dan penggunaan energi atau reaksi enzim diaman sel-sel tubuh
dapat menggunakan oksigen. Respirasi berlangsung dalam dua tingkatan yaitu
respirasi luar dan respirasi dalam. Pada respirasi luar berlangsung difusi gas dari
luar masuk ke dalam aliran darah. Pada respirasi dalam berlangsung pertukaran
gas dari aliran darah ke sel-sel tubuh. Sistem pernafasan bertanggung jawab untuk
memasukkan oksigen ke dalam darah yang membawanya ke dalam jaringan dan
untuk membuang karbondioksida dari darah.
Sel-sel tubuh memerlukan pasokan konstan bahan-bahan vital seperti
glukosa, asam amino dan oksigen. Selain itu produksi sampah metabolisme
(senyawa nitrogen, asam-asam, karbondioksida, dll) juga secara konstan harus
dibuang dari dalam sel. Untuk melakukan ini maka sistem transportasi baik yang
dilakukan oleh darah maupun cairan-cairan tubuh lainnya (limfe) sangat
diperlukan. Proses transportasi terjadi baik secara terbuka secara tertutup.
Untuk keseluruhan aktivitas tubuh seperti pertumbuhan, metabolosme,
keseimbangan air, garam reproduksi dan sebagainya yang tidak menuntut
perubahan-perubahan cepat, koordinasi keseluruhan dipengaruhi oleh hormon.
Sementara untuk aktivitas yang menurut perubahan yang cepat dilakukan oleh
saraf. Keseluruhan aktivitas hormon ini diatur oleh kelenjar endokrin sementara
aktivitas saraf diatur oleh susunan saraf pusat.
Sistem reproduksi merupakan upaya untuk melanjutkan keturunan baik
oleh pria maupun wanita. Proses reproduksi melibatkan organ-organ reproduksi
baik pria maupun wanita, dengan melibatkan hormon-hormon kelamin dari kesua
belah pihak.
Zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dikeluarkan melalui sistem
ekskresi yang dilakukan oleh paru-paru, hati, kulit dan ginjal yang masing-masing
bekerja sedemikian rupa sehingga di dalam terjadi keseimbangan.