Pendemo dari Neraka

Diadaptasi dari cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis

Tokoh: Pemuda Kakek Haji Saleh Istri Pemuda Istri Ajo SIdi Tuhan Malaikat Orang Neraka 1 Orang Neraka 2 Orang Neraka 3 Orang Neraka 4 Orang Neraka 5 .

:Kenapa? : Mudah-mudahan pisau cukur ini (mengangkat pisau yang sedang diasah). seorang kakek sedang mengasah pisau. ibadatku rusak karenanya. punya keluarga seperti orang-orang lain. Sudah begitu lama aku menyerahkan diriku kepada-Nya. Pemuda Kakek Pemuda Kakek : Bagaimana katanya. kalau aku masih muda. bukan? Kau tahu apa yang kulakukan semua. Kek? Kakek Pemuda Kakek Pemuda Kakek : Siapa? : Ajo Sidi. kuserahkan kepada Allah Subhanahu . Sudah lama aku tak marah-marah lagi. tapi aku sudah tua.Disebuah surau. bukan? Sedari kecil aku sudah di sini. lahir batin. tahu? Tak kupikirkan hidupku sendiri. : Ajo Sidi? (berusaha mengingat) Apa ceritanya. Kek? : Ajo Sidi. Sedari mudaku. : Kurang ajar dia. Pemuda Kakek : Kakek marah? : Marah? Ya. bukan? Terkutukkah perbuatanku? Dikutuki Tuhankah semua pekerjaanku? Pemuda Kakek : (diam) : Sedari mudaku aku di sini. Dan Tuhan akan mengasihi orang yang sabar dan tawakal. Takut aku kalau imanku rusak karenanya. Orang tua menahan ragam. bikin rumah. bertawakal kepada Tuhan. Kek? : (diam) : kek. Segala kehidupanku. datang seorang pemuda Pemuda Kakek Pemuda : Pisau siapa. Sudah begitu lama aku berbuat baik. menggoroh tenggoroknya. yang kuasah tajam-tajam ini. bukan? Tak kuingat punya istri. punya anak. Aku tak ingin cari kaya. beribadat. bagaimana katanya? : Kau kenal padaku.

Sambil tersenyum bangga ia menyembah Tuhan. Kek? : Ia tak mengatakan aku terkutuk. Tuhanku. Tak pernah aku menyusahkan orang lain. Dan Tuhan memeriksa dengan segala sifat-Nya. kataku bila aku kagum. Lalat seekor enggan aku membunuhnya. Bagai tak habis-habisnya orang yang berantri begitu panjangnya.wata'ala. Di tangan mereka tergenggam daftar dosa dan pahala manusia. Tapi begitulah kira-kiranya. Lalu Tuhan mengajukan pertanyaan pertama. karena ia sudah begitu yakin akan dimasukkan ke surga. Tapi karena aku sudah ke Mekah. Ketika dilihatnya orang-orang yang masuk neraka. : Apa kerjamu di dunia? : Engkau? : Aku Saleh. (berlinang) : (mengutuki Ajo Sidi) : Pada suatu waktu. : Aku tidak tanya nama. Akhirnya sampailah giliran Haji Saleh. Maklumlah di mana-mana ada perang. Nama bagiku tak perlu. Aku sembahyang setiap waktu. Nama hanya buat engkau di . Susut di muka. Aku baca Kitab-Nya. Apalah salahnya pekerjaanku itu? Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. Haji Saleh namaku. Dan ketika ia melihat orang yang masuk surga. Tuhan H. Pemuda Kakek Pemuda Kakek : Ia katakan Kakek begitu. Masya-Allah. Aku bangun pagi-pagi. Alhamdulillah kataku bila aku menerima karunia-Nya. Umpan neraka. ia melambaikan tangannya. Haji Saleh itu tersenyum-senyum saja. sangkamu? Akan dikutukinya aku kalau selama hidupku aku mengabdi kepadaNya? Tak Kupikirkan hari esokku. Aku puji-puji Dia. Dan di antara orang-orang yang diperiksa itu ada seorang yang di dunia dinamai Haji Saleh. Saleh Tuhan : Ya. Aku bersuci. H. Tapi kini aku dikatakan manusia terkutuk. Begitu banyaknya orang yang diperiksa. seolah hendak mengatakan “selamat ketemu nanti”. Para malaikat bertugas di samping-Nya. supaya bersujud kepada-Nya. Aku pukul beduk membangunkan manusia dari tidurnya. bibirnya menyunggingkan senyum ejekan. Marahkah Tuhan kalau itu yang kulakukan. di akhirat. Kedua tangannya ditopangkan di pinggang sambil membusungkan dada dan menekurkan kepala ke kuduk. karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih penyayang kepada umat-Nya yang tawakal. Saleh Tuhan dunia. Astagfirullah kataku bila aku terkejut. Tuhan Allah memeriksa orangorang yang sudah berpulang. bertambah yang di belakang.

Saleh : Aku menyembah Engkau selalu. : lain? : Setiap hari. o. : Sungguh tidak ada lagi yang kaukerjakan di dunia selain yang kauceritakan Malaikat membawa Haji Saleh masuk neraka. Saleh : Lain? : (diam) : Lain lagi? : Sudah hamba-Mu ceritakan semuanya. Saleh Tuhan H. ketika aku sakit. Tuhanku. bahkan setiap masa aku menyebut-nyebut nama- : lain? : Segala tegah-Mu. Tak pernah aku berbuat jahat. Bahkan dalam kasih-Mu. Saleh : Bagaimana Tuhan kita ini? Bukankah kita disuruh-Nya taat beribadat. Saleh : lain? : Ya. H. Saleh : Tak ada lagi? : (mengingat) O. oh Tuhan yang Mahabesar. Tuhanku. Tuhanku. menolak untuk dibawa. lagi Pengasih dan Penyayang. Di neraka. aku pun bersyukur karena Engkaulah yang Mahatahu. nama-Mu menjadi buah bibirku juga. itulah semuanya. Tapi kalau ada yang aku lupa mengatakannya. ooo. Aku selalu membaca Kitab-Mu. Saleh mengumpulkan seluruh penghuni neraka dan memprovokasi mereka semua. H. walaupun dunia seluruhnya penuh oleh dosa-dosa yang dihumbalangkan iblis laknat itu.H. Tuhanku. Dan aku selalu berdoa. kuhentikan. setiap malam. Tuhan H. Saleh Mu. Tuhan H. Saleh Tuhan H. Tuhan tadi? H. Tuhanku. anu Tuhanku. : Lain? : Sudah kuceritakan semuanya. . tak ada pekerjaanku selain daripada beribadat menyembah- Mu. Haji Saleh meronta-ronta. Tapi kini kita dimasukkanNya ke neraka. menyebut-nyebut nama-Mu. o. Saleh Tuhan H. : Masuk kamu. Adil dan Mahatahu. Tuhan H. Saleh Tuhan : Ya. Tuhan H. mendoakan kemurahan hati-Mu untuk menginsafkan umat-Mu. teguh beriman? Dan itu semua sudah kita kerjakan selama hidup kita.

Tengoklah itu orang-orang se-negeri dengan kita semua. Engkau masukkan kami ke neraka. Saleh : Kalau begitu. Tuhanku yang Mahakuasa. Orang Neraka5: Cocok sekali. Yang penting sekarang. Benar Orang Neraka3: Kalau Tuhan tak mau mengakui kesilapan-Nya. dan tak kurang ketaatannya beribadat. memuji-muji kebesaran-Mu. Saleh Tuhan H. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat- Mu yang paling taat beribadat. benarlah itu. Tuhan H. setelah kami Engkau panggil kemari. atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu. kalau-kalau Ia silap memasukkan kita ke neraka ini. Tuhanku. Di dunia dulu dengan demontrasi saja banyak yang kita peroleh Koor : Setuju. Kita resolusikan Orang Neraka4: Apa kita revolusikan juga? H. maka di sini. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. yang paling taat menyembah-Mu. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini. H. Kita harus mengingatkan Tuhan. : O. . Saleh : Kalian mau apa? : O. Saleh : Kalian di dunia tinggal dimana? : Kami ini adalah umat-Mu yang tinggal di Indonesia. Saleh : Kita protes. Setuju. kami juga heran. kami menuntut agar hukuman yang Kaujatuhkan kepada kami ditinjau kembali dan memasukkan kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan dalam Kitab-Mu. Tuhanku. kita harus minta kesaksian atas kesalahan kita. Mereka beramai-ramai datang menemui tuhan. mempropagandakan keadilan-Mu. Akan tetapi. Tuhan kami yang Mahabesar. Saleh : Ini sungguh tidak adil! Orang neraka1&2: Memang tidak adil H. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu. dan lainlainnya. di negeri yang tanahnya subur itu? : ya. Saleh : Itu tergantung pada keadaan. Benar. bagaimana? H.Orang neraka1: Ya. Koor : Benar. Tuhan H. Setuju Seluruh penghuni neraka berdemo kepada tuhan. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala kami. mari kita berdemontrasi menghadap Tuhan.

di mana tanahnya begitu subur. saling menipu. Tuhanku. Benar. karena beribadat tidak mengeluarkan peluh. bukan? Orang neraka3: Benar. Aku beri kau negeri yang kaya-raya. Tuhanku. penuh oleh logam. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri. Tuhanku : Kalau ada. Kitab-Mu mereka hafal di luar kepala. Kau lebih suka beribadat saja. teraniaya semua. Itulah dia negeri kami. hingga . Tuhan : Karena kerelaanmu itu. Ya. hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi. Tuhanku. tapi mereka semua pintar mengaji. Tuhanku. Itulah negeri kami. anak cucumu tetap juga melarat. hingga tanaman tumbuh tanpa Orang neraka1: Ya. Tuhan kami. Ya. Benar. Tuhan : Dan hasil tanahmu. bukan? Orang neraka5: Sungguhpun anak cucu kami itu melarat. : Di negeri.Tuhan : Tanahnya yang mahakaya-raya. Sungguh laknat mereka itu Tuhan : Di negeri yang selalu kacau itu. Sedang harta bendamu kaubiarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Sungguh laknat penjajah itu. Hingga kami tak mendapat apa-apa lagi. bukan? Orang neraka2: Benar. : Negeri yang lama diperbudak orang lain? : Benar. Itulah negeri kami. mabuk disembah saja. minyak dan berbagai bahan tambang lainnya bukan? Koor Tuhan ditanam? Koor Tuhan : Benar. Tuhan bukan? Orang-orang neraka terdiam. kenapa engkau biarkan dirimu melarat. Benar. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Tuhanku. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat. hingga anak cucumu : Tapi seperti kamu juga. Yang penting bagi kami ialah menyembah dan memuji Engkau Tuhan : Engkau rela tetap melarat. Ya. Saleh Tuhan : Ada. apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya. dan diangkutnya ke negerinya. Engkau kira aku ini suka pujian. sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya. Benar. H. mereka yang mengeruknya. saling memeras. tidak membanting tulang. Kami rela sekali. bukan? Orang neraka4: Benar. Tapi bagi kami soal harta benda itu kami tak mau tahu. tapi kau malas.

Kamu semua mesti masuk neraka. Ajo Sidi punya gara-gara Dirumah Ajo Sidi. karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Keeseokan paginya..kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Kesalahan engkau. Pemuda : Astaga. Inilah kesalahanmu yang terbesar. Letakkan di keraknya. Pemuda dan istrinya sedang menikmati pagi di pelataran rumahnya. Kau takut masuk neraka. Saleh Malaikat : Salahkah menurut pendapatmu. ke mana dia? : Kerja : Kerja? : Ya. Istri Pemuda Istri Pemuda Istri : Apakah kamu tidak datang melayat? (sambil membawa secangkir kopi) : siapa yang meninggal? (meminum kopi yang diberikan istrinya) : Kakek : Kakek? (kaget) : Ya. dia sudah pergi. Pemuda datang menghampiri Istri Ajo Sidi Pemuda Istri Ajo Sidi Pemuda Istri Ajo Sidi tujuh lapis. sehingga mereka itu kucar-kacir selamanya. karena itu kau taat bersembahyang. Padahal engkau di dunia berkaum. Dan dia meninggalkan pesan agar dibelikan kain kafan untuk Kakek . Ada apa? : tidakkah ia tahu bahwa kakek meninggal? : Dia tahu. bersaudara semuanya. Tidak. tapi engkau tak memperdulikan mereka sedikit pun. Dia pergi kerja : Ajo sidi sudah pergi? : Ya. dirumah pemuda. melupakan kehidupan anak istrimu sendiri. Hai. Tadi subuh Kakek kedapatan mati di suraunya dalam keadaan yang mengerikan sekali. kalau kami menyembah Tuhan di dunia? : Tidak. halaulah mereka ini kembali ke neraka. Orang-orang neraka : (ketakutan) H. terlalu egoistis. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri. Ia menggoroh lehernya dengan pisau cukur. dan sekarang. Istri Ajo Sidi sedang menyapu halaman rumahnya. Pemuda Istri Ajo Sidi Pemuda Istri Ajo Sidi : Dan sekarang…. Malaikat.