P. 1
1877_CHAPTER_V

1877_CHAPTER_V

|Views: 21|Likes:
Dipublikasikan oleh Muslim Laily

More info:

Published by: Muslim Laily on Jul 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2012

pdf

text

original

BAB V ANALISA DATA

5.1. ANALISIS DAERAH LAYANAN
Langkah awal analisis adalah inventarisasi daerah layanan air bersih. Inventarisasi daerah layanan air bersih dilakukan berdasarkan data sekunder yang diperoleh. Wilayah Kabupaten Kendal yang teridentifikasi sebagai daerah layanan air bersih antara lain : sebagian wilayah Kecamatan Plantungan, Sukorejo, Patean, Singorojo, Kangkung, Limbangan, Boja, Rowosari, Ngampel, dan Brangsong. Untuk lebih lengkapnya dilihat pada tabel 5.1 dibawah ini : Tabel 5.1. Inventarisasi Daerah Layanan Air Bersih
No.
1

Kecamatan
Plantungan

Desa
Manggungmanggu Karanganyar Kediten Jati Wadas Jurangagung

Jumlah Penduduk (jiwa)
2.650 1.720 1.305 1.108 3.179 2.571 4.725 7.232 1.526 3.207 2.662 4.376 1.821 1.630 785 1.937 2.466 1.502 2.866 1.229 2.944 1.981 3.431 4.629 3.938 11.743 3.072 2.127

Jumlah Penduduk yg Belum Terlayani (jiwa)
2.350 1.720 288 1.108 2.094 258 3.875 2.966 870 3.207 1.692 788 784 743 785 1.937 1.628 1.292 1.176 1.050 1.531 1.684 1.956 278 3.938 1.683 735 2.127

Keterangan
Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Air berbau Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Air keruh Sarana tdk memenuhi syarat Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Air berwarna/ asin Air asin/ payau Sulit air bersih Air jernih/ berbau

2

Patean

Gedong Sidokumpul Selo

3

Singorojo

Cening Kedungsari Singorojo Pesaren Peron Cacaban

4 5

Sukorejo Kangkung

Damarjati Sukodadi Laban Karangmalang Wetan Pakis Peron Pagerwojo

6

Limbangan

7 8

Boja Rowosari

Kaligading Ngabean Bulak Gempolsewu

9 10

Ngampel Brangsong

Jatirejo Blorok

Sumber Bappeda Kabupaten Kendal 2005.

62

5.2. ANALISIS SUMBER AIR BAKU
Inventarisasi sumber air baku dimaksudkan untuk mendeskripsikan sumber air yang memungkinkan dikembangkan untuk keperluan penyediaan air baku di Kabupaten Kendal. Inventarisasi sumber air baku yang dilaksanakan meliput air permukaan, air bawah permukaan dan mata air. 1. Air Permukaan Air permukaan yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai sumber air baku adalah air sungai, waduk, telaga, rawa, dan sumber air permukaan lainnya. Pada wilayah perencanaan tidak ditemui waduk/telaga/rawa yang telah digunakan sebagai sumber air baku. Upaya pemanfaatan waduk sebagai sumber air baku di wilayah Kabupaten Kendal, baru sampai taraf studi pendahuluan, yaitu melalui rencana pembuatan Waduk Kedungsuren, di Desa Tunggulsari Kecamatan Brangsong dan Desa Jatirejo Kecamatan Pegandon. Menurut hasil survey dan penyelidikan geoteknik/rencana pendahuluan, Waduk Kedungsuren direncanakan untuk mempunyai volume efektif sebesar 4,817.711 m3, yang akan digunakan untuk keperluan irigasi, perikanan dan air baku. Tahapan rencana pembangunan baru sampai survey dan penyelidikan geoteknik, untuk dapat mewujudkan Waduk Kedungsuren masih memerlukan beberapa tahapan lanjutan antara lain AMDAL/UKL dan UPL, Studi Kelayakan, Detail Design dan Pelaksanaan Konstruksi. Berdasarkan inventarisasi sungai di wilayah Kabupaten Kendal, dengan mempertimbangkan debit minimum musim kemarau, aliran sungai yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai sumber air baku antara lain Kali Bodri, Kali Kuto dan Kali Blorong. Tabel 5.2. Inventarisasi Potensi Air Sungai Sebagai Sumber Air Baku
No. 1 2 3 4 Sungai Kali Blorong Kali Bodri Kali Blukar Kali Kuto Luas DAS (km2) 206,35 599,90 150,7 340,74 Panjang sungai (km) 51,00 87,00 55,00 52,00 Debit Musim Kemarau (m3/dt) 0,50 – 4,00 3,00 – 15,50 0,20 – 6,00 2,00 – 20,00

Sumber : diolah berdasarkan data Balai Besar Pemali-Juana dan Dinas PU Kab Kendal

63

2. Air Bawah Permukaan Berdasarkan data yang diperoleh, wilayah Kabupaten Kendal bagian utara yang meliputi wilayah Kecamatan Kendal, sebagian Patebon dan Brangsong, merupakan wilayah akuifer dengan produktivitas tinggi dan persebaran luas. Pada wilayah tersebut memiliki potensi air tanah dangkal dengan kedalaman muka air tanah kurang dari 2 meter dengan debit sumur umumnya lebih dari 10 lt/dt. Wilayah Rowosari, Kangkung, Cepiring, sebagian wilayah Kecamatan Pageruyung, Ringinanom, Brongsong, dan Kaliwungu, merupakan wilayah akuifer dengan produktivitas sedang dan persebaran luas. Potensi air tanah dangkal dengan kedalaman muka air tanah 4 – 10 meter dengan debit sumur umumnya 5 – 10 lt/dt. Sedangkan sebagian wilayah Kecamatan Limbangan, Singorojo, Patean, dan Boja merupakan wilayah yang langka air tanah. 3. Mata Air Berdasarkan inventarisasi mata air oleh Bappeda Kabupaten Kendal serta Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kendal, telah terinventarisasi sebanyak 183 buah potensi mata air di wilayah Kabupaten Kendal. Data inventarisasi mata air meliputi nama mata air, lokasi, dan potensi debit. Dari sebanyak 183 mata air yang terdata, disusun distribusi jumlah mata air menurut debit sebagaimana Tabel 5.3. Untuk memudahkan maka dilakukan inventarisasi mata air dengan debit di atas sama dengan 10 lt/dt dapat dilihat pada Tabel 5.3. Tabel 5.3. Distribusi Jumlah Mata Air Menurut Debit
Debit Mata Air (lt/dt) < 10 10 < debit mata air < 15 15 < debit mata air < 20 20 < debit mata air < 25 25 < debit mata air < 30 30 < debit mata air < 35 35 < debit mata air < 40 40 < debit mata air < 100 > 100
Sumber : diolah berdasarkan data Bappeda Kabupaten kendal

Jumlah 119 26 13 4 5 5 4 6 4

64

Tabel 5.4. Inventarisasi Mata Air Dengan Debit > 10 lt/dt
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 Nama Mata Air Larangan Truko Samar Mardiko Soaka Juweh Bendo Lorong Setua Gedong Longok Mentasan Ketro Adam Doplang Winong Bantangan Doro Grebeg Cabe Tumpah Suruh 2 Kudo Sejamban Gintungan Perto Werok Parikesit Mudal Bendo/ Gunung Pring Wedus Ngubalan Legok Gleyah Wareng Ploso Sipancur Nam-nam Siasem Secapit Makam Dowo Glagah Angklik Tlogo Brebes KG Jengkol Kesrun Kalisat Debit (lt/det) 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0 10,0 10,5 11,0 11,0 11,0 12,0 12,0 12,0 12,0 12,5 13,0 13,0 13,0 14,0 14,0 14,0 14,5 15,0 15,0 15,0 15,0 15,0 16,0 16,0 17,0 17,0 17,5 18,0 19,0 19,0 20,0 20,0 23,0 24,0 27,0 27,0 27,0 27,0 Desa Blimbing Getas Getas Getas Sukodadi Sidomukti Jurang Agung Wadas Bendosari Sidodadi Tlogo Payung Peron Singorojo Kertosari Sukodadi Kertosari Darupono Sidokumpul Pageruyung Getas Sidomukti Sidomukti Meteseh Getas Tambakrejo Kebon Gembong Pageruyung Damarjati Ngadiwarno Gedong Kalibareng Leban Sukodadi Gebangan Pageruyung Kebon Gembong Banjarejo Meteseh Kertosari Tamanrejo Kali Lumpang Cening Pagerwojo Tamanrejo Kedung Boto Kali Putih Cening Kecamatan Boja Singorojo Singorojo Singorojo Singorojo Weleri Plantungan Plantungan Plantungan Patean Plantungan Limbangan Singorojo Singorojo Singorojo Singorojo Kaliwungu Patean Pageruyung Singorojo Weleri Weleri Boja Singorojo Pageruyung Pageruyung Pageruyung Plantungan Sukorejo Patean Patean Boja Singorojo Pageruyung Pageruyung Pageruyung Boja Boja Singorojo Limbangan Patean Singorojo Limbangan Limbangan Limbangan Singorojo Singorojo Jarak Mata Air – Daerah Layanan (km) 6 3,2 5,2 2,6 2,7 3,4 6,3 5,7 5,5 2,9 1,8 6,3 4,5 7,3 6,7 7,9 2,7 4,8 3,7 2,5 2,7 2,6 3,1 6,4 7,2 7,3 4,4 1,7 2,2 1,5 3,4 5,0 5,0 6,0 6,5 7,5 4,0 5,5 7,0 4,5 3,2 2,7 5,6 2,4 3,0 4,75 5,0

65

48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61

Tuk Dandang II Putih Mangli Brebes Pucang Banger Tuk Dandang I Jongjang Sipayung Wadas Pecah Sido/ Wuni Setu B. Mudal Tlogo Mili

28,0 30,0 32,0 32,0 34,0 36,0 38,0 39,0 41,0 42,0 45,0 47,0 49,0 53,0

Limbangan Kali Putih Limbangan Pesarean Kertosari Cening Singorojo Meteseh Kebon Gembong Bendosari Tamanrejo Mojo Agung Jurang Agung Tlogo Payung

Limbangan Singorojo Limbangan Sukorejo Singorojo Singorojo Singorojo Boja Pageruyung Plantungan Sukorejo Plantungan Plantungan Plantungan

1,5 8,0 9,0 7,5 4,0 4,6 2,0 2,6 6,0 1,8 5,3 6,7 7,8 5,6

Sumber : Diolah dari Inventarisasi Bappeda dan DISBUNHUT Kabupaten Kendal Tahun 2006

5.3. SISTEM PENYEDIAAN AIR BAKU EKSISTING
Penyediaan air baku eksisting pada wilayah perencanaan dapat dikategorikan sebagai penyediaan air baku secara mandiri dan sistem penyediaan air melalui jaringan perpipaan. Yang dimaksud dengan sistem penyediaan air secara mandiri adalah pengambilan air oleh penduduk yang berasal dari sumur dangkal, sumur dalam, maupun mata air yang dimanfaatkan secara langsung oleh penduduk. Sedangkan sistem penyediaan air perpipaan adalah penyediaan air yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kendal. Sumber air baku PDAM Kabupaten Kendal sebagian besar berasal dari sumur dalam dan sebagian lainnya bersumber dari mata air. Pelayanan PDAM Kabupaten Kendal menjangkau 10 (sepuluh) dari 19 (sembilan belas) wilayah kecamatan di Kabupaten kendal. Wilayah kota dan kota kecamatan yang sudah terlayani PDAM, antara lain Kota Kendal, Kecamatan Kaliwungu, Cepiring, Weleri, Sukorejo dan Boja. Jumlah air minum yang telah diproduksi oleh PDAM Kabupaten Kendal adalah sebanyak 5.761.532m³ tiap tahunnya. Persentase penggunaan terbanyak adalah untuk rumah tangga sebesar 92 persen, sosial khusus (tempat ibadah, sekolah, panti-panti, dsb) 3,07 persen, dan sisanya untuk niaga, sosial umum, dan instansi pemerintah. Tabel 5.5. memperlihatkan sumber air baku, kapasitas terpasang, dan pemanfaatan PDAM Kabupaten Kendal. Tabel 5.6 memperlihatkan distribusi produksi air bersih oleh PDAM Kabupaten Kendal. Sedangkan Tabel 5.7. memperlihatkan prosentase jumlah penduduk di Kabupaten kendal yang telah terlayani oleh PDAM Kabupaten Kendal.

66

Tabel 5.5 Sumber Air Baku PDAM Kabupaten Kendal
No. 1 2 3 4 5 6 7 Lokasi Kecamatan SD. Sebatang Kendal SD. Kalibuntu Kendal SD. Sijeruk Kendal SD. Jotang Kendal SD. Candiroto Kendal SD. Ngilir Kendal SD. Tosari Brangsong Jumlah 1-7 8 SD. Sekopek Kaliwungu 9 SD. Sukomulyo Kaliwungu 10 SD. Sidorejo Kaliwungu 11 SD. Protomulyo Kaliwungu 12 SD. Sawahjati Kaliwungu 13 SD. Nolokerto Kaliwungu Jumlah 8-13 14 SD. Botomulyo Cepiring 15 SD. Donosari I Patebon 16 SD. Donosari II Patebon Jumlah 14-16 17 SD. Tlahap Gemuh 18 SD. Karangsuno Cepiring 19 SD. Gondang Cepiring 20 SD. Kendayaan Weleri Jumlah 17-20 21 M.A. Tlogomili Plantungan 22 M.A. Suroloyo Patehan 23 M.A. Tuk Kenci Pageruyung 24 M.A. Medini Limbangan Jumlah 21-24 Jumlah total Jumlah SD. Jumlah M.A. Sumber PDAM Kabupaten Kendal Jenis Sumber Air Baku Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Sumur Dalam Mata Air Mata Air Mata Air Mata Air Daerah Layanan Kendal Kendal Kendal Kendal Kendal Kendal Brangsong Kaliwungu Kaliwungu Kaliwungu Kaliwungu Kaliwungu Kaliwungu Cepiring Pegandon Patebon Weleri Weleri Weleri Weleri Sukorejo Patehan Pageruyung Boja 2002 (lt/det) Pasang Manfaat 30 20 22 20 25 20 10 10 20 15 20 15 127 100 15 10 14 10 20 10 7.5 5 20 15 76.5 50 15 10 13 10 20 15 48 35 20 10 24 10 25 10 69 30 40 20 1 1 10 10 8.5 8.5 59.5 39.5 380 254.5 320.5 215 59.5 39.5 2003 (lt/det) Pasang Manfaat 30 20 22 20 25 20 10 10 20 15 20 15 127 100 15 10 14 10 20 10 7.5 5 20 15 76.5 50 15 10 13 10 20 15 48 35 20 10 24 10 25 15 69 35 40 20 1 1 10 10 8.5 8.5 59.5 39.5 380 259.5 320.5 220 59.5 39.5 2004 (lt/det) Pasang Manfaat 30 20 22 20 25 20 10 10 20 15 60 15 20 15 187 115 15 10 14 10 20 10 7.5 5 20 15 7.5 7.5 84 57.5 15 10 13 10 20 20 48 40 20 10 24 10 25 15 69 35 40 20 1 1 10 10 8.5 8.5 59.5 39.5 447.5 287 388 247.5 59.5 39.5 2005 (lt/det) Pasang Manfaat 30 20 22 20 25 20 10 10 20 15 60 15 25 25 192 125 15 10 14 10 20 10 7.5 5 25 25 7.5 5 89 65 15 15 15 15 20 20 50 50 20 15 25 15 25 15 10 10 80 55 40 40 1 1 10 10 8.5 8.5 59.5 59.5 470.5 354.5 411 295 59.5 59.5

67

Tabel 5.6 Distribusi Produksi Air Baku Kabupaten Kendal
No. I 1 2 II 1 2 III 1 2 IV 1 2 Tempat Penyaluran NON NIAGA Rumah Tangga Instansi Pemerintah SOSIAL Sosial Umum Sosial Khusus NIAGA Niaga Kecil Niaga Besar INDUSTRI Industri Kecil Industri Besar Kendal (m3) Daerah Layanan/ Service Area Kaliwungu Cepiring Weleri Sukorejo (m3) (m3) (m3) (m3) Boja (m3)

1.983.489 63.717 26.947 44.990 44.556 475 0 0

1.126.221 1.796 16.710 27.944 5.112 0 0 0

719.391 10.572 8.293 19.627 8.847 0 0 0

471.231 6.419 0 12.491 19.162 0 0 0

720.125 4.586 23.609 65.643 17.127 0 0 0

288.248 2.348 0 16.870 3.428 658 0 0

Sumber : Kabupaten Kendal Dalam Angka Tahun 2004

Tabel 5.7 Jumlah Penduduk Yang Terlayani PDAM Kendal
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kecamatan Kendal Kaliwungu Brangsong Patebon Pegandon & Gemuh Cepiring Weleri Sukorejo Patehan Pageruyung Boja Jumlah Penduduk 43.956 33.450 11.235 9.985 9.145 9.405 15.380 14.880 3.245 7.670 8.460 Kepadatan 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 Persen (%) 87,2 52,17 40,16 30,62 27,45 36,29 37,92 6,20 14,7 40,8 24,45

Sumber PDAM Kabupaten Kendal Tahun 2006

Dari tabel diatas terlihat bahwa masih banyak kecamatan di Kabupaten Kendal yang masih membutuhkan supply air baku/air bersih, terutama wilayah Kecamatan Plantungan, Sukorejo, Patean, Singorojo, Kangkung, Limbangan, Rowosari dan Ngampel. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal telah memiliki rencana penyediaan air baku antara lain melalui: 1) Bappeda Kabupaten Kendal yang berupa usulan Pembangunan

Prasarana Air Bersih Berbasis Masyarakat Kabupaten Kendal TA. 2006

68

2) Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Kendal yang berupa rencana Pengembangan Pelayanan PDAM Kabupaten Kendal Tahun 2006. Usulan Pembangunan Prasarana Air Baku/Air Bersih Berbasis Masyarakat ini dapat dilihat pada tabel 5.8 dibawah ini : Tabel 5.8 Rencana Pembangunan Prasarana Air Bersih Kabupaten Kendal
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kecamatan Plantungan Rowosari Patean Singorojo Patean Ngampel Rowosari Brangsong Palantungan Boja Sukorejo Plantungan Singorojo Limbangan Kangkung Limbangan Kangkung Kangkung Plantungan Patean Singorojo Singorojo Sukorejo Plantungan Boja Plantungan Limbangan Sukorejo Desa Manggungmanggu Bulak Gedong Cening Sidokumpul Jatirejo Gempolsewu Blorok Wadas Kaligading Damarjati Karanganyar Kedungsari Pagerwojo Sukodadi Peron Laban Karangmalang Wetan Jati Selo Singorojo Cacaban Pesaren Kediten Ngabean Jurangagung Pakis Peron Jumlah Penduduk 2.650 3.938 4.725 3.207 7.232 3.072 11.743 2.127 3.179 3.431 1.937 1.720 2.662 1.981 2.466 2.944 1.502 2.866 1.108 1.526 4.376 785 1.821 1.305 4.629 2.571 1.229 1.630 Jumlah Penduduk Yg Membutuhkan 2.350 3.938 3.875 3.207 2.966 735 1.683 2.127 2.094 1.956 1.937 1.720 1.692 1.684 1.628 1.531 1.292 1.176 1.108 870 788 785 784 288 278 258 1.050 743 Solusi Jenis Prasarana SA SA SA PP SA SA SA SA PP SA PP PMA SA SA SA SA PP SA PP SA HU SA PP PP SA PP PP PP Biaya dlm ribuan (Rp) 193.500 193.500 193.500 100.000 193.500 150.000 193.500 150.000 100.000 150.000 100.000 100.000 193.500 193.500 150.000 193.500 100.000 150.000 100.000 193.500 125.000 193.500 100.000 100.000 193.500 100.000 100.000 100.000 Keterangan Sulit air bersih Air berwarna/ asin Sulit air bersih Air berbau Sulit air bersih Sulit air bersih Air asin/ payau Air jernih/ berbau Sulit air bersih Sulit air bersih Sarana tdk memenuhi syarat Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Air keruh Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih Sulit air bersih

Sumber : Bappeda Kabupaten Kendal tahun 2005

Tabel 5.9 Rencana Pengembangan Pelayanan PDAM Kab. Kendal
No. 1 2 3 4 5 Kangkung, Kab. Kendal Pengembangan Sistem Pelayanan PDAM Wilayah Desa Kalirejo, Kec. Kangkung, Kab. Kendal Pengembangan Sistem Pelayanan PDAM Wilayah Desa Tanjungmojo, Kec. Kangkung, Kab. Kendal Pengembangan Sistem Pelayanan Air Bersih Wilayah Desa Pidodo Kulon, Kec. Cepiring, Kab. Kendal Pengembangan Sistem Pelayanan Air Bersih Wilayah Desa Sumberejo, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal Kegiatan Pengembangan Sistem Pelayanan PDAM Wilayah Desa Rejosari, Kec. Volume 1 1 1 1 1 Satuan Unit Unit Unit Unit Unit

Sumber : Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Kendal tahun 2006

5.4. PEMILIHAN LOKASI PENYEDIAAN AIR BAKU
Berdasarkan hasil inventarisasi sumber air baku dan daerah yang memerlukan tambahan supply air baku di Kabupaten Kendal, diperoleh alternatif

69

potensi sumber air baku yang memungkinkan dikembangkan adalah mata air yang berada didaerah yang kekurangan supply air baku. Dari 183 mata air yang ada di Kabupaten Kendal, tidak semuanya bisa dimanfaatkan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan apakah mata air itu bisa dimanfaatkan atau tidak. Berdasarkan Data yang diperoleh dari Bappeda dan DISBUNHUT Kabupaten Kendal, Terdapat 61 Mata Air yang memiliki debit diatas 10 liter/detik. Dari 62 mata air ini akan dilakukan pembobotan sesuai dengan kriteria – kriteria pembobotan yang telah disebutkan pada Bab III laporan Tugas Akhir ini. Hasil analisis pembobotan tersebut disajikan dalam tabel 5.10 dibawah ini :

70

Tabel 5.10 Kriteria Kelayakan dan Pembobotan Analisis Penentuan Prioritas Perencanaan Air Baku
MATA AIR No 1 1.1 2 2.1 Deskripsi Hidrologi Kuantitas Air (lt/dtk) Aksesibilitas Jarak MA ke pengguna >5 2,5 – 5 <2,5 Berat (pegunungan) Sedang (jalan setapak) Mudah (jalan lebar) 1 3 5 1 3 5 1 3 5 ta 8 ta 10 ta 8 ta 10 ta 10 ta 10 ta 10 ta 8 ta 10 ta 12 ta 18 Berat 5 Berat 5 Berat 5 Berat 5 Berat 5 Berat 5 Sedang 5 Berat 5 Sedang 5 Sedang 5 Mudah 5 1 6,0 1 3 3,2 1 1 5,2 1 3 2,6 1 3 2,7 1 3 3,4 1 1 6,0 3 1 5,7 1 1 5,5 3 3 2,9 3 5 1,7 5 5 – 10 11 – 15 > 15 1 3 5 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 1 10 3 10,5 Klasifikasi Rangking Bobot Larangan Truko Samar Mardiko Soaka Jumeh Bendo Lorong Setua Gedong Longok Mentasan

2.2

Akses jalan menuju mata air

3

Sudah Mencukupi (sm) Sistem Penyedia Kurang Air Baku Mencukupi eksisting (km) Tidak Ada (ta) JUMLAH

Sumber: Hasil Analisis

71

Tabel 5.10 Kriteria Kelayakan dan Pembobotan Analisis Penentuan Prioritas Perencanaan Air Baku (lanjutan)
No 1 1.1 2 2.1 Deskripsi Hidrologi Kuantitas Air (lt/dtk) Aksesibilitas Jarak MA ke pengguna >5 2,5 – 5 <2,5 Berat (pegunungan) Sedang (jalan setapak) Mudah (jalan lebar) Sudah Mencukupi (sm) Kurang Mencukupi (km) Tidak Ada (ta) JUMLAH
Sumber: Hasil Analisis

Klasifikasi Rangking

MATA AIR Bobot Ketro 3 11 1 6,3 1 Adam 3 11 3 4,5 3 Domplang 3 11 1 7,2 3 Winong 3 12 1 6,7 3 Bantangan 3 12 1 7,9 1 Doro 3 12 3 2,7 1 Grebeg 3 12 3 4,8 1 Cabe 3 12,5 3 3,7 1 Tumpah 3 13 3 2.5 1 Suruh 3 13 3 2,7 1

5 – 10 11 – 15 > 15

1 3 5 1 3 5 1 3 5 1 3 5

2.2

Akses jalan menuju mata air

Berat 5

Sedang 5

Sedang 5

Sedang 5

Berat 5

Berat 5

Berat 5

Berat 5

Berat 5

Berat 5

3

Sistem Penyedia Air Baku eksisting

ta 10

ta 14

ta 12

ta 12

ta 10

ta 12

ta 12

ta 12

ta 12

ta 12

72

Tabel 5.10 Kriteria Kelayakan dan Pembobotan Analisis Penentuan Prioritas Perencanaan Air Baku (lanjutan)
No 1 1.1 2 2.1 Deskripsi Hidrologi Kuantitas Air (lt/dtk) Aksesibilitas Jarak MA ke pengguna >5 2,5 – 5 <2,5 Berat (pegunungan) Sedang (jalan setapak) Mudah (jalan lebar) Sudah Mencukupi (sm) Kurang Mencukupi (km) Tidak Ada (ta) JUMLAH
Sumber: Hasil Analisis

Klasifikasi Rangking

MATA AIR Bobot Kudo 3 13 3 2,6 1 Sejamban 3 14 3 3,1 1 Gintungan 3 14 1 6,4 1 Perto 3 14 1 7,2 3 Werok 3 14,5 1 7,3 3 Perikesit 3 15 3 4,4 3 Mudal 3 15 5 1,8 3 Bendo 3 15 5 2,2 1 P. Wedus 3 15 5 1,5 3 Ngubalan 3 15 3 3,4 3

5 – 10 11 – 15 > 15

1 3 5 1 3 5 1 3 5 1 3 5

2.2

Akses jalan menuju mata air

Berat 5

Berat 5

Berat 5

Sedang 5

Sedang 5

Sedang 5

Mudah 5

Mudah 5

Sedang 5

Sedang 5

3

Sistem Penyedia Air Baku eksisting

ta 12

ta 12

ta 12

ta 12

ta 12

ta 14

ta 14

ta 14

ta 16

ta 14

73

Tabel 5.10 Kriteria Kelayakan dan Pembobotan Analisis Penentuan Prioritas Perencanaan Air Baku (lanjutan)
MATA AIR No 1 1.1 2 2.1 Deskripsi Hidrologi Kuantitas Air (lt/dtk) Aksesibilitas Jarak MA ke pengguna >5 2,5 – 5 <2,5 Berat (pegunungan) Sedang (jalan setapak) Mudah (jalan lebar) Sudah Mencukupi (sm) Kurang Mencukupi (km) Tidak Ada (ta) JUMLAH
Sumber: Hasil Analisis

Klasifikasi Rangking 5 – 10 11 – 15 > 15

Bobot

Legok 5 16 3 5,0 1

Gleyeh 5 16 3 5,0 1

Wareng 5 17 1 6,0 1

Ploso 5 17 1 6,5 3

Sipancur 5 17,5 1 7,5 3

Namnam 5 18 3 4,0 1

Siasem 5 19 1 5,5 3

Secapit 5 19 1 7,0 3

Makam Dowo 5 20 3 4,5 3

Glagah 5 20 3 3,21 3

Angklik 5 23 3 2,7 1

Tlogo 5 24 1 5,6 3

Brbes KG 5 18,4 5 2,4 5

1 3 5 1 3 5 1 3 5 1 3 5

2.2

Akses jalan menuju mata air

Berat 5

Berat 5

Berat 5

Berat 5

Sedang 5

Berat 5

Sedang 5

Sedang 3

Sedang 3

Sedang 5

Berat 5

Sedang 3

Mudah 5

3

Sistem Penyedia Air Baku eksisting

Ta 14

ta 14

ta 12

ta 14

ta 14

ta 14

Ta 14

km 12

km 14

ta 16

ta 14

km 12

ta 20

74

Tabel 5.10 Kriteria Kelayakan dan Pembobotan Analisis Penentuan Prioritas Perencanaan Air Baku (lanjutan)
MATA AIR No 1 1.1 2 2.1 Deskripsi Hidrologi Kuantitas Air (lt/dtk) Aksesibilitas Jarak MA ke pengguna >5 2,5 – 5 <2,5 Berat (pegunungan) Sedang (jalan setapak) Mudah (jalan lebar) Sudah Mencukupi (sm) Kurang Mencukupi (km) Tidak Ada (ta) JUMLAH
Sumber: Hasil Analisis

Klasifikasi Rangking 5 – 10 11 – 15 > 15

Bobot

Jeng kol

Kesrun

kalisat

Tuk Dandang
II

Putih

Mangli

Brebes

Pucang

Banger

Tuk Dandang I 5 22,5 5 2,0 3

Jongjang

1 3 5 1 3 5 1 3 5 1 3 5

5 27 3 3,0 1

5 27 3 4,7 3

5 27 3 5,0 3

5 15,2 5 2,5 5

5 30 1 8,0 1

5 32 1 9,0 1

5 32 1 7,5 1

5 34 3 4,0 3

5 36 3 4,6 3

5 39 3 2,6 1

2.2

Akses jalan menuju mata air

Berat 3

Sedang 3

Sedang 5

Mudah 5

Berat 3

Berat 3

Berat 5

Sedang 3

Sedang 5

Sedang 5

Berat 3

3

Sistem Penyedia Air Baku eksisting

km 12

km 14

ta 16

ta 20

km 10

km 12

ta 14

km 14

ta 16

ta 18

km 12

75

Tabel 5.10 Kriteria Kelayakan dan Pembobotan Analisis Penentuan Prioritas Perencanaan Air Baku (lanjutan)
MATA AIR No 1 1.1 2 2.1 Deskripsi Hidrologi Kuantitas Air (lt/dtk) Aksesibilitas Jarak MA ke pengguna >5 2,5 – 5 <2,5 Berat (pegunungan) Sedang (jalan setapak) Mudah (jalan lebar) Sudah Mencukupi (sm) Kurang Mencukupi (km) Tidak Ada (ta) JUMLAH
Sumber: Hasil Analisis

Klasifikasi Rangking 5 – 10 11 – 15 > 15

Bobot

Sipayung 5 41 1 6,0 1

Wadas Pecah 5 28,72 5 1,8 3

Sido / Muni 5 45 1 5,3 3

Setu B 5 47 1 6,7 1

Mudal 5 49 1 7,8 1

Tlogo muli 5 53 1 5,6 3

1 3 5 1 3 5 1 3 5 1 3 5

2.2

Akses jalan menuju mata air

Berat 5

Sedang 5

Sedang 1

Berat 1

Berat 1

Sedang 1

3

Sistem Penyedia Air Baku eksisting

ta 12

ta 18

sm 10

sm 8

sm 8

sm 10

76

Dari hasil pembobotan tersebut ternyata ada 2 mata air dengan bobot tertinggi, sehingga perlu analisis lebih lanjut untuk mendapatkan mata air yang akan direncanakan bangunan teknisnya, mata air tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 5.11 Mata Air dengan Bobot Tertinggi
No. Prioritas 1 2 Nama Sumber Brebes KG Tuk Dandang II Kecamatan Sukorejo Limbangan Desa Damarjati Peron Dusun Genting Manggung Debit (lt/det) 18,42 15,25 Rencana Daerah Pelayanan Dusun Kalidamar Jaten Genting Sanggar Desa Damarjati Ngadiwarno Getas Getas Kecamata n Sukorejo Sukorejo Singorojo Singorojo Ele-vasi (m) 708.00 666.07 470 400

Sumber: Hasil Analisis

77

5.5. ANALISIS KEBUTUHAN AIR
Dalam menghitung jumlah kebutuhan air perlu mengetahui jumlah penduduk daerah rencana minimal lima tahun terakhir sehingga dapat ditentukan jumlah penduduk untuk tiap tahunnya derdasarkan metode regresi.

5.5.1. Analisa Jumlah Penduduk Daerah Layanan
Untuk mengetahui jumlah kebutuhan air penduduk yang akan dilayani, maka perlu dihitung proyeksi jumlah penduduk hingga umur rencana proyek Dalam Perencanaan Pemenuhan Air baku ini direncanakan untuk 20 tahun. Dalam perhitungan proyeksi jumlah penduduk, diperlukan data – data jumlah penduduk pada tahun – tahun sebelumnya. Berdasakan hasil pembobotan yang dilakukan, daerah perencanaan dari Tugas Akhir ini berada di wilayah Kecamatan Sukorejo dan Kecamatan Singorojo. Tabel 5.12. menyajikan jumlah penduduk Kecamatan Sukorejo, dan Kecamatan Singorojo dari tahun 1999 hingga tahun 2006. Tabel 5.12 Data Jumlah Penduduk Daerah Layanan
Mata Air Brebes KG Tuk Dandang II Daerah Layanan Desa Damarjati Desa Ngadiwarno Getas Kecamatan 1999 1844 Sukorejo 3604 Singorojo 6108 3637 6196 3650 6198 3655 6200 3650 6194 3651 6201 3683 6247 3705 6276 2000 1974 Jumlah Penduduk (jiwa) 2001 2002 2003 2004 1973 1960 1958 1974

2005 1977

2006 1952

Sumber : Kendal Dalam Angka 2006

Berdasarkan Data pada tabel 5.12 diatas, maka jumlah penduduk diproyeksikan untuk 20 tahun kedepan. Proyeksi penduduk ini menggunakan Metode Regresi. Daerah Layanan MA. Brebes KG Desa Damarjati : Proyeksi penduduk Desa Damarjati menggunakan Regresi Logaritma dimana persamaanya Y = 1893,25 + 43,92 ln X dengan koefisien korelasi r2 = 0,49 Sehinnga Proyeksi jumlah penduduk untuk 20 tahun kedepan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

78

Tabel 5.13 Proyeksi Jumlah Pendudk Desa Damarjati
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027
Sumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2007

Jumlah Penduduk (jiwa) 1990 1994 1999 2002 2006 2009 2012 2015 2018 2020 2023 2025 2027 2029 2031 2033 2035 2036 2038 2040 2041

Proyeksi penduduk Desa Dam arjati
2045

Jumlah Penduduk (jiwa)

2035

2025

2015

2005

1995

1985
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027

Tahun

Gambar 5.1 Proyeksi Jumlah Pendudk Desa Damarjati
Sumber : Hasil perhitungan penulis, 2007

79

Desa Ngadiwarno Berdasarkan tabel 5.12 diatas, maka proyeksi penduduk Desa Ngadiwarno menggunakan Regresi Eksponensial dimana persamaanya dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 5.14 Proyeksi Jumlah Pendudk DesaNgadiwarno
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 Jumlah Penduduk (jiwa) 3703 3714 3725 3737 3748 3759 3770 3782 3793 3805 3816 3827 3839 3850 3862 3874 3885 3897 3909 3920 3932

Y = 3604,54 ebX

dengan koefisien korelasi r2 = 0,83 sehinnga proyeksi untuk 20 tahun kedepan

Sumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2007

Desa Ngadiwarno
3950

Jumlah Penduduk (jiwa)

3900 3850 3800 3750 3700
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027

Tahun

Gambar 5.2. Proyeksi Jumlah Pendudk Desa Ngadiwarno
Sumber : Hasil perhitungan penulis, 2007

80

Berdasarkan Tabel 5.13 dan tabel 5.14, maka jumlah penduduk total layanan MA. Brebes KG dapat dilihat pada tabel 5.15 dibawah ini : Tabel 5.15 Proyeksi Jumlah Pendudk Layanan MA. Brebes KG
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027
Sumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2007

Jmlh Penduduk (jiwa) 5694 5710 5725 5740 5755 5769 5783 5797 5811 5825 5838 5852 5865 5878 5891 5904 5917 5930 5943 5956 5968

Daerah Layanan MA. Tuk Dandang II Desa Getas Berdasarkan data pada tabel 5.12, maka diperoleh persamaan regresi pertumbuhan penduduk Desa Getas : Proyeksi penduduk Desa Getas menggunakan Regresi Logaritma dimana persamaanya Y = 6122,14 + 60,60 ln X dengan korelari r2 = 0,775 Sehingga Proyeksi untuk 20 tahun kedepan dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 5.16 Proyeksi Jumlah Pendudk Layanan MA. Tuk Dandang II
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Jumlah Penduduk (jiwa) 6255 6262 6267 6273 6278 6282 6286 6290

81

2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027
Sumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2007

6294 6297 6301 6304 6307 6309 6312 6315 6317 6320 6322 6324 6326

Desa Getas
6340 6330 6320 6310 6300 6290 6280 6270 6260 6250 6240

Jumlah Penduduk

Tahun

Gambar 5.3. Proyeksi Jumlah Pendudk Desa Getas
Sumber : Hasil perhitungan penulis, 2007

5.5.2. Analisis Kebutuhan Air Daerah Layanan Mata Air
Dalam menghitung jumlah kebutuhan air untuk tiap daerah layanan, disamping harus mengetahui jumlah penduduk untuk daerah perencanaan, harus diketahui juga fasilitas – fasilitas umum yang ada disetiap daerah layanan. Fasilitas – fasilitas umum yang ada didaerah layanan mata air disajikan pada tabel 5.17 dibawah ini : No 1 Tabel 5.17 Fasilitas Umum yang ada di Daerah layanan Mata Air Mata Air Daerah Layanan Fasilitas Umum Brebes KG Desa Damarjati Desa Ngadiwarno 1 TK 1 SD 1 MI 1 MTs 1 SMA

82

2

Tuk Dandang II

Desa Getas

1 Puskesmas 1 Mesjid 1 TK 1 SD 1 Rumah Bersalin 1 Mesjid 1 Musholla

Sumber: Data Desa 2006

Untuk masing – masing fasilitas ini mempunyai standar kebutuhan air yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. Berikut perhitungan kebutuhan air untuk MA. Brebes KG dan MA.Tuk Dandang II Tabel 5.18 Proyeksi kebutuhan Air daerah layanan Mata Air Brebes KG
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 Jmlh Penduduk (jiwa) 5693 5709 5724 5739 5754 5768 5783 5797 5811 5825 5839 5852 5866 5879 5893 5906 5920 5933 5947 5960 5973 Keb. Air Penduduk (m3/hari) 455,44 456,70 457,92 459,12 460,30 461,46 462,61 463,74 464,87 465,98 467,08 468,18 469,27 470,36 471,44 472,52 473,59 474,66 475,73 476,80 477,87 Keb.Air Penduduk + Fasilitas Sosial (m3/hari) 478,21 479,53 480,82 482,08 483,32 484,54 485,74 486,93 488,11 489,28 490,44 491,59 492,74 493,88 495,01 496,14 497,27 498,40 499,52 500,64 501,76 Keb.Air Penduduk + Fasilitas Sosial + Kehilangan Air (m3/hari) 621,67 623,39 625,07 626,70 628,31 629,90 631,46 633,01 634,54 636,06 637,57 639,07 640,56 642,04 643,52 644,99 646,45 647,92 649,38 650,83 652,29

Sumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2007

Tabel 5.19 Proyeksi kebutuhan Air daerah layanan Mata Tuk Dandang II
Tahun 2007 2008 2009 2010 Jmlh Penduduk (jiwa) 6255 6262 6267 6273 Keb. Air Penduduk (m3/hari) 500,42 500,93 501,40 501,82 Keb.Air Penduduk + Fasilitas Sosial (m3/hari) 525,44 525,98 526,47 526,91 Keb.Air Penduduk + Fasilitas Sosial + Kehilangan Air (m3/hari) 683,08 683,78 684,41 684,98

83

2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027

6278 6282 6286 6290 6294 6297 6301 6304 6307 6309 6312 6315 6317 6320 6322 6324 6326

502,21 502,57 502,90 503,21 503,51 503,78 504,05 504,29 504,53 504,76 504,97 505,18 505,38 505,57 505,75 505,93 506,10

527,32 527,69 528,04 528,37 528,68 528,97 529,25 529,51 529,76 529,99 530,22 530,44 530,65 530,84 531,04 531,22 531,40

685,51 686,00 686,46 686,89 687,29 687,66 688,02 688,36 688,68 688,99 689,29 689,57 689,84 690,10 690,35 690,59 690,82

Sumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2007

Berdasarkan hasil perhitungan jumlah kebutuhan air penduduk layanan 2 mata air disajikan dalam tabel 5.20 dibawah ini : Tabel 5.20 Rekapitulasi Proyeksi Kebutuhan Air Daerah layanan Mata Air
No Nama Sumber Mata Air Kebutuhan air Rata-rata ( m /hari )
3

Kebutuhan air Rata-rata ( liter/dt )

1 2

Brebes KG Tuk Dandang II

652,29 690,82

7,55 7,99

Sumber : Hasil Perhitungan Penulis, 2007

5.6.

ANALISIS SUPPLY MATA AIR

5.6.1 Analisis Debit Mata Air
Analisis debit adalah analisis banyaknya air dari mata air yang tersedia yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air penduduk didaerah layanan. Pengukuran debit ini dilakukan secara berkala dan dalam waktu yang lama minimal 1 tahun pengukuran sehingga diperoleh data debit mata air untuk tiap bulannya. Pengukuran debit mata air langsung dilakukan dilapangan dengan menggunakan Alat Ukur Debit Thomson/V – Notch. Hasil pengukuran Debit Mata Aiir yang dilakukan Balai Besar Pamali Juwana disajikan didalam tabel 5.21 dibawah ini :

84

Tabel 5.21 Hasil pengukuran Debit Mata Air Tahun 2006 No Bulan Debit Mata Air (liter/detik) Brebes KG Tuk Dandang II 19,58 18,65 21,31 19,15 21,50 18,53 19,54 19,63 19,32 19,12 20,91 17,58 18,61 15,25 18,42 17,23 19,32 16,56 21,42 17,21 20,45 19,86 20,21 18,24 20,05 18,08 21,50 19,86 18,42 15,25

1 Januari 2 Februari 3 Maret 4 April 5 Mei 6 Juni 7 Juli 8 Agustus 9 September 10 Oktober 11 November 12 Desember Qrata-rata Qmax Qmin/kritis

Sumber : Balai Besar Pemali - Juwana

Grafik pengukuran Debit
24,00 20,00 16,00 12,00
Tuk Dandang 2

Debit (liter/detik)

8,00 4,00 0,00

Brebes KG

Bulan

Gambar 5.4 Grafik Fluktuasi Debit Mata Air Brebes KG dan Mata Airb Tuk Dandang II
Sumber : Hasil pengukuran Balai Besar Pamali Juana

Ju li Ag us tu s Se pt em be r O kt ob er N ov em be r D es em be r

Ja nu ar i Fe br ua ri

M ar et

Ap ri l

Ju ni

M ei

85

Dari grafik bisa dilihat bahwa debit air yang keluar dari mata air tidak sama tiap bulannya. Hal ini disebabkan oleh faktor ketelitian orang yang ditugaskan untuk melakukan pengukuran langsung ke lapangan.

5.6.2 Analisis Kualitas Air dari Mata Air Rencana
Analisis kualitas ini digunakan untuk mengetahui apakah air yang bersumber dari mata air rencana ini layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan air penduduk. Air diuji secara secara kimia, apabila suatu zat kandungan air melebihi kandungan maksimum dalam air maka diperlukan pengolahan air sebelum disalurkan ke penduduk. Standar kualitas air yang digunakan sesuai harus sesuai dengan standar yang dikeluarkan Dinas Kesehatan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 907/MENKES/SK/VII/2002, tanggal 29 Juli 2002, tentang Syarat-syarat dan Pengawas Kualitas Air Minum. Parameter-parameter yang konsentrasinya tidak sesuai dengan standar yang ada berarti memerlukan penyesuaian konsentrasi. Hasil pengujian laboratorium 2 mata air rencana terpilih disajikan dalam tabel 5.22 – 5.23 dibawah ini : Tabel 5.22 Hasil Pengujian MA.Brebes KG
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Parameter Satuan Batas Maksimum Tidak berbau 1,500 25 1.0 1.5 500 600 0.5 10 1 6,5 - 9,0 400 0.5 10 0,2 - 0,5 Hasil Pemeriksaan Tidak berbau 134 0 0.14 0.1 47.29 5.49 0.01 0.01 0.00 6.42 7.48 0.00 1.16 0.00

FISIKA
Bau Zat Padat Terlarut (TDS) Kekeruhan mg/L NTU mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L

KIMIA ANORGANIK
Besi Flourida Kalsium sebagai CaCO3 Klorida Mangan Nitrat, sebagai N Nitrit, sebagai N pH Sulfat KIMIA ORGANIK Detergent Zat Organik (KMnO4) Sisa Klor

Sumber : Data Balai Besar Pamali Juana, 2007

86

Tabel 5.23 Hasil Pengujian MA.Tuk Dandang II
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Parameter Satuan Batas Maksimum Tidak berbau 1,500 25 1.0 1.5 500 600 0.5 10 1 6,5 - 9,0 400 0.5 10 0,2 - 0,5 Hasil Pemeriksaan Tidak berbau 80 11 0.26 0.07 24.17 5.99 0.02 0.01 0.00 6.45 8.69 0.00 1.47 0.00

FISIKA
Bau Zat Padat Terlarut (TDS) Kekeruhan mg/L NTU mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L mg/L

KIMIA ANORGANIK
Besi Flourida Kalsium sebagai CaCO3 Klorida Mangan Nitrat, sebagai N Nitrit, sebagai N pH Sulfat Detergent Zat Organik (KMnO4) Sisa Klor

Sumber : Data Balai Besar Pamali Juana, 2007

5.7. IMBANGAN PENYEDIAAN AIR BAKU
Berdasarkan analisis kebutuhan air baku diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa debit dari mata air yang digunakan sebagai sumber air baku dalam sistem penyedia air baku mencukupi, bahkan masih melebihi untuk memenuhi kebutuhan air baku dari desa-desa layanan sampai akhir tahun rencana. Sisa air dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penambahan kapasitas penyaluran air bersih dari mata air tersebut di masa mendatang, terutama untuk mengantisipasi pertambahan penduduk. Tabel 5.24 Rekapitulasi Analisis Imbangan Air Baku Mata Air rencana Proyesi kebutuhan Air 2027 No. 1 4 Mata Air Brebes KG Tuk Dandang II Ketersediaan air (lt/dt) 18,42 15,25 Proyeksi Kebutuhan Air 2027 (lt/dt) 7,55 7,99

Sumber :Hasil perhitungan dan Analisa, 2007

Untuk perancangan Detail Design hanya diambil satu mata air yaitu Mata Air Brebes KG dengan pertimbangan : 1) Jarak MA ke daerah layanan rencana mata air Brebes KG lebih dekat dari pada daerah layanan untuk mata air Tuk Dandang II

87

2) Ketersediaan air pada Mata Air Brebes KG lebih besar dibandingkan dengan Mata Air Tuk Dandang II.

88

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->