Anda di halaman 1dari 18

ISLAM DAN HAK ASASI MANUSIA

Luqman Junaidi M.Hum Gajah Tunggal, 8-11-2011

SEJARAH HAM DALAM ISLAM

Deklarasi HAM dalam Islam sebenarnya sudah ada sejak 14 abad yang silam, jauh sebelum Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang ditandatangani pada 10 Desember 1948. Konsep HAM dalam Islam sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. melalui Piagam Madinah yang disepakati oleh semua penduduk Madinah yang heterogen di masa-masa awal Islam. Dalam Piagam Madinah (Mtsq al-Madnah) terdapat penegasan dan pengakuan bahwa semua kelompok di kota Madinahbaik umat Islam, Yahudi, dan Nasraniadalah satu bangsa. Secara kelembagaan, organisasi umat Islam internasional (OKI) juga pernah mendeklarasikan HAM dengan spektrum yang Islami di Kairo pada tanggal 5 Agustus 1990.

PIAGAM MADINAH SEBAGAI EMBRIO HAM DALAM ISLAM

5 Pokok Piagam Madinah adalah: [1] Interaksi secara baik dengan sesama, baik pemeluk Islam maupun non-Muslim. [2] Saling membantu dalam menghadapi musuh bersama. [3] Membela orang yang teraniaya. [4] Saling menasihati. [5] Menghormati kebebasan beragama. Jika dicermari, kelima pokok Piagam Madinah ini sudah merangkum 3 prinsip utama dalam pandangan normatif HAM; yaitu: [1] Berlaku universal. [2] Bersifat non-diskriminatif (sesuai dengan dasar kesetaraan). [3] Bernuansa imparsial (adil dan tidak memihak). Isi piagam Madinah ini dipraktikkan dengan baik oleh Rasulullah Saw. Sebagai contoh, beliau melakukan transaksi utang-piutang dengan tetangganya yang beragama Yahudi. Umar bin Khaththab juga mengingatkan keluarganya jika memberikan makanan, hendaknya mendahulukan tetangga yang terdekat, walaupun berbeda agama.

DEKLARASI KAIRO

Cairo Declaration yang dirumuskan oleh OKI sejatinya

mencoba untuk merumuskan konsep HAM dengan landasan Al-Quran dan Sunah. Dengan kata lain, memberikan landasan teologis-spiritual atas konsep HAM itu sendiri. Deklarasi ini membuktikan kepada kita bahwa konsep HAM dalam Islam bersifat universal. Islam tidak membedakan budaya, ras, suku, strata sosial, bahkan agama. Ini sesuai dengan semangat Islam yang rahmatan lil lamn (penebar kasih sayang bagi seluruh alam). Deklarasi Kairo ini menghasilkan 14 butir HAM sebagai berikut:

1. Hak Persamaan dan Kebebasan

Dan sungguh, telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di darat dan di laut, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al-Isra [17]: 70) Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruhmu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sungguh, Allah memberi pengajaran yang terbaik kepadamu. (QS An Nisa [4]: 58) Sungguh, Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat (QS An Nisa [4]:
105)

Dan kamu jangan berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak suka orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa. (QS An Nisa [4]: 107) Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan sejati, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kerabatmu. jika ia kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sungguh, Allah Maha mengetahui segala yang kamu kerjakan. (QS An Nisa [4]: 135)

2. Hak Hidup

Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (Taurat) bahwa jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka (pun) ada kisasnya. Siapa yang melepaskan (hak kisas)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS Al-Maidah [5]: 45) Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), tanpa suatu (alasan) yang benar. Barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sungguh Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi ahli waris itu jangan melampaui batas dalam membunuh. (QS
Al-Isra [17]: 33)

3. Hak Perlindungan Diri

Tahukah kamu apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir, dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (QS Al-Balad [90]: 12-17)

4. Hak Kehormatan Pribadi

Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkan ia ke tempat yang aman. demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS AtTaubah [9]: 6)

5. Hak Keluarga

Kamu jangan menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. kamu jangan menikahkan pria-pria musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sungguh, budak yang mukmin lebih baik dari pria musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS.
Al-Baqarah [2]: 221)

Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan Dia jadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS Ar-Rum [30]: 21) Wahai manusia sekalian, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah mengembangbiakkan pria dan wanita yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sungguh, Allah selalu menjaga dan mengawasimu. (QS An-Nisa [4]: 1) Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS At-Tahrim
[66]: 6)

6. Hak Keseteraan Wanita dan Pria

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) 3 kali quru'. Mereka tidak boleh menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma'ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS Al-Baqarah [2]: 228) Wahai manusia, sungguh Kami menciptakanmu dari seorang pria dan seorang wanita dan menjadikanmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal. Sungguh, orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sungguh, Allah Mahatahu lagi Maha Mengenal. (QS Al-Hujurat [49]: 13)

7. Hak Anak dari Orangtua

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama 2 tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum 2 tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Jika kamu ingin anakmu disusui oleh orang lain, tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberi pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (QS AlBaqarah [2]: 233)

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan baik. Jika salah seorang atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali kamu jangan berkata ah kepada keduanya. Janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkan dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkan, "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil." (QS Al-Isra [17]: 23-24)

8. Hak Mendapatkan Pendidikan

Tidak sepatutnya bagi kaum mukmin pergi semua (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari setiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
(QS At-Taubah [9]: 122)

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benarbenar melampaui batas. (QS Al-Alaq [96]: 1-5)

9. Hak Kebebasan Beragama

Katakan, "Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS Al-Kafirun [109]: 1-6) Katakan (wahai orang-orang mukmin), "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." (QS Al-Baqarah [2]: 136) Katakan, "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." Sungguh, Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS Al Kahfi [18]: 29)

10. Hak Kebebasan Mencari Suaka

Sungguh, orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?" Mereka menjawab, "Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)" Para Malaikat berkata, "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?" orangorang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu tempat kembali yang terburuk. (QS. An-Nisa [4]: 97) Sungguh, Allah hanya melarangmu menjadikan sebagai kawan orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusirmu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS Al Mumtahanah
[60]: 9)

11. Hak Memperoleh Pekerjaan

Katakan, "Bekerjalah kamu, Allah, Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. AtTaubah [9]: 105)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, jangan Engkau hukum kami jika kami lupa atau tersalah. Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami beban berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul. Maafkanlah; ampunilah; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS Al-Baqarah [2]:
286)

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS Al-Mulk [67]:
15)

12. Hak Memperoleh Perlakuan yang Sama

Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu berhenti (mengambil riba), baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak suka setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat: mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (QS Al-Baqarah [2]: 275-278) Disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka siksa yang pedih. (QS An-Nisa [4]: 161) Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda, dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS Al-Imran [3]: 130)

13. Hak Kepemilikan

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah [2]: 29) Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berasaskan suka sama-suka di antara kamu. Janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu. (QS An-Nisa [4]: 29)

14. Hak Tahanan

Allah tidak melarangmu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orangorang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS AlMumahanah [60]: 8)