Anda di halaman 1dari 29

BAB I Latar Belakang Penyusunan Business Plan

Dunia agribisnis menjadi sektor yang sangat dinamis karena terdiri atas berbagai aspek baik yang berhubungan dengan barang atau produk maupun dengan jasa jasa yang terkait didalamnya. Produktivitas, kualitas, kontinuitas, dan layanan terhadap konsumen merupakan faktor utama agar suatu usaha agribisnis dapat berhasil dan mampu berperan di pasar. Selain itu, pihak perusahaan harus mampu meningkatkan nilai tambah melalui produk produk yang lebih kreatif dan inovatif. Salah satu tujuan dalam pengembangan sektor agribisnis pada saat ini adalah memenuhi kebutuhan akan protein hewani. Protein hewani ini dapat berasal dari ternak, seperti ayam, bebek, sapi dan lain sejenisnya. Di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan protein hewani yang berasal dari hasil ternak ini dapat berasal dari hasi produksi dalam negeri atau yang berasal dari luar negeri (impor). Agribisnis ternak di Indonesia diharapkan dapat memenuhi seluruh permintaan yang berasal dari dalam negeri, sehingga kita dapat mengurangi ketergantungan impor. Standar angka kecukupan protein atau target kecukupan protein hewani yang dapat dipenuhi oleh industri agribisnis ternak sesuai dengan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi pada tahun 1999 adalah sebesar 46,2 gram per kapita per hari. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dari daging, telur atau susu. Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk pengembangan usaha di sektor agribisnis ternak ini. Salah satu untuk memenuhi kebutuhan protein hewani ini adalah berasal dari daging dan telur bebek. Pada saat ini pangsa pasar bebek mengalami peningkatan yng sangat besar. Dapat dikatakan daging dan telur bebek merupakan alternatif selain daging dan telur ayam untuk memenuhi sumber kebutuhan akan protein hewani. Pangsa pasar bebek saat ini cukup potensial untuk dikembangkan karena pertambahan jumlah penduduk yang diikuti dengan peningkatan pendapatan masyarakat, dan kesadaran penduduk terhadap perbaikan gizi, hal ini merupakan peluang mengembangkan industri bebek sebagai salah satu alternatif sumber protein.

Page | 1

BAB II Profil Singkat Tentang Komoditas Bebek


Itik dikenal dengan nama lain yaitu bebek (bahasa Jawa). Menurut silsilah nenek moyang bebek ini berasal dari Amerika Utara yang merupakan itik liar yang disebut Anas Moscha atau Wild Mallard. Kemudian setelah terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang dipelihara seperti sekarang ini (Anas Domesticus). Secara Internasional ternak bebek terpusat di negara negara Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang mempunyai musim tropis dan subtropis). Di Indonesia ternak bebek terpusat di daerah Pulau Jawa (daerah sekitar Utara dan Selatan Pulau Jawa), Kalimantan (daerah Alabio, Kalimantan Selatan), Bali dan sekitar Lombok. Pada umumnya jenis bebek dikelompokkan menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu : 1. Bebek Petelur, contohnya adalah Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA. 2. Bebek Pedaging, contohnya adalah Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga. 3. Bebek Ornamental (untuk hobby), contohnya East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested dan Wood.

Gambar 1. Contoh Itik Alabio

Page | 2

Manfaat yang bisa diperoleh dari agribisnis bebek adalah sebagai berikut : 1. Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri. 2. Untuk mendapatkan telur bebek konsumsi, daging konsumsi dan pembibitan ternak bebek. 3. Kotoran yang dihasilkan bisa untuk pupuk tanaman pangan atau palawija.

Page | 3

BAB III Keunggulan Agribisnis Bebek


Sebagai bahan pembanding untuk faktor yang dianggap menguntungkan dalam beternak bebek adalah usaha peternakan ayam karena masih sama-sama jenis unggas adalah sebagai berikut : 1. Dari segi laju pertumbuhannya, ternak bebek dapat tumbuh lebih cepat dari ternak ayam, apalagi bebek yang tergolong tipe pedaging seperti bebek peking. Pada umur satu bulan berat bebek peking sudah mencapai 1,5 kg dan pada umur 2 bulan beratnya sudah bisa mencapai 3 kg, sedangkan untuk ayam potong (broiler) pada umur yang sama hanya bisa mencapai berat antara 1 kg dan 2 kg. 2. Ternak bebek diyakini jauh lebih tahan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ternak ayam. Sekalipun penyakit-penyakit yang menyerang ternak ayam pada umumnya juga menyerang bebek, namun akibat yang diderita oleh bebek tidak terlalu parah. Hal ini terkecuali hanya pada kepekaannya terhadap aflatoxin di mana bebek amat peka terhadap aflatoxin yaitu jamur pada biji-bijian. 3. Dalam bentuk usaha peternakan rakyat, peternakan bebek dapat diusahakan dengan memanfaatkan peralatan yang amat sangat sederhana, misalnya perkandangannya antara alat-alat yang digunakan dalam kandang. Bahkan bebek dapat bertahan hidup di alam terbuka dengan model kandang seperti kemahnya anak pramuka. 4. Dalam usaha peternakan bebek yang diusahakan secara ekstensif dapat memanfaatkan alam antara di mana banyak terdapat sumber-sumber karbohidrat dan protein yang tersedia cuma-cuma seperti sisa-sisa panen padi di sawah, cacing, ikan-ikan kecil di sungai-sungai, dan lain sebagainya. Di samping itu, karena bebek memiliki insting berkelompok (flocking instinct) yang amat kuat, maka ini sangat membantu dalam hal pengendalian terutama untuk model pemeliharaan yang bersifat ekstensif (digembalakan). 5. Kulit telur bebek pada umumnya lebih tebal dibandingkan dengan kulit telur ayam. Ini mempunyai arti penting dalam hal mengurangi resiko pecah atau retak terutama dalam penanganan (product handling) dan transportasi. Terlebih untuk usaha penetasan telur dan pembuatan telur asin. 6. Saat bertelur pada bebek biasanya terjadi antara waktu pada pagi hari yaitu sebelum matahari terbit, sehingga pengambilan telur dalam kandang bisa dilakukan dengan satu kali saja. Hal ini terjadi suatu penghematan tenaga kerja yang cukup berarti. Sedangkan untuk pengambilan telur ayam bisa sampai 2-3 kali dalam satu hari. Page | 4

7. Pada umumnya unggas air seperti ternak bebek dan yang lainnya jarang bahkan bisa dikatakan tidak memiliki sifat kanibal dan agonistic (berkelahi) 8. Sisi lain pemanfaatan limbah terutama bulu, selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan kasur, bantal, atau pakaian, maka untuk bulu bebek jenis tertentu seperti entok dan yang lainnya dapat dipergunakan sebagai bahan shuttle cock. Ini berarti ada nilai lebih dari limbah yang berasal dari ternak bebek. 9. Jika dibandingkan dengan telur ayam ras maka telur bebek terkesan lebih dihargai karena telur bebek dijual dengan satuan butir/biji sedangkan untuk telur ayam ras dijual dengan satuan kilogram (kg). 10. Secara umum harga produk ternak bebek baik untuk komoditi telur atau daging terasa lebih stabil jika dibandingkan dengan produk ternak ayam.

Page | 5

BAB IV Kelemahan Agribisnis Bebek


Berbagai permasalahan yang biasanya ada dan dianggap sebagai faktor penghambat untuk usaha pengembangan ternak bebek, antara lain sebagai berikut : 1. Di beberapa wilayah Indonesia, untuk mendapatkan bibit bebek yang kualitasnya baik untuk diternakkan masih merupakan persoalan yang sulit. Hal ini terjadi baik untuk bibit bebek petelur atau bebek pedaging. Sedangkan pada usaha ternak ayam untuk mendapatkan bibit praktis lebih mudah karena sudah banyak breeder besar yang khusus menangani hal itu. 2. Dalam kondisi tempat antara lokasi yang terbatas, mengusahakan ternak ayam nampaknya masih lebih mungkin jika dibandingkan dengan ternak bebek. Hal ini menyangkut sifat-sifatnya sebagai unggas air yang mengakibatkan tempat atau lingkungannya menjadi agak lembab atau bahkan basah dan becek. Keadaan semacam ini tidak disukai apabila terlalu dekat dengan permukinan manusia karena polusi yang ditimbulkan akan lebih tinggi. 3. Ternak bebek memerlukan pakan dalam jumlah yang sedikit lebih banyak jika dibandingkan dengan ayam, kira-kira mencapai 1,5 sampai 1,75 kalinya. Hal ini besar pengaruhnya dipandang dari segi biaya produksi untuk ransum.

Page | 6

BAB V Peluang Usaha Agribisnis Bebek


Membicarakan peluang usaha atau bisnis dari ternak bebek untuk saat sekarang ini ibarat membicarakan sebuah sumber air yang terus mengalirkan airnya. Hal ini dikarenakan, bebek yang dulu dikenal hanya sebagai ternak penghasil telur saja sekarang sudah mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai ternak penyuplai daging juga. Maka tak salah peternak mengelompokkan ternak bebek menjadi bebek petelur dan bebek pedaging atau potong dan ternak bebek begitu banyak membawa dampak perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi kemasyarakatan. Usaha yang berkembang dari ternak bebek diantaranya : 1. Pemeliharaan bebek yang telah mengalami rontok bulu (moulting) pertama kali. Banyak di antara peternak bebek yang menjual bebeknya ketika telah mengalami rontok bulu untuk kali pertama. Beberapa alasan mereka diantaranya : a. Ketika bebek mengalami rontok bulu produksi sangat rendah bahkan bisa 0% tapi peternak tetap mengeluarkan biaya untuk pakan, b. Produktivitas bebek akan menurun pada periode peneluran kedua (setelah rontok bulu pertama) hingga 40%, ketidaktahuan peternak akan bebek yang masih akan berproduksi tinggi atau rendah pada periode peneluran kedua atau setelahnya. c. Alasan lain yang kadang muncul antara lain : kebutuhan biaya mendesak, ganti usaha, peremajaan lagi (pemeliharaan dari DOD) tapi kekurangan modal, dan alasan-alasan lainnya. 2. Mengusahakan bebek persilangan Contohnya adalah bebek persilangan seperti bebek Mojosari dengan Alabio, lalu persilangan antara itik dengan mentok dan lain sebagainya. Banyak sudah model orientasi bisnis yang muncul akhir-akhir ini salah satunya adalah menciptakan strain baru untuk unggas air. Persilangan antara bebek Mojosari dan Alabio diyakini orang sebagai bebek yang mempunyai kemampuan produksi (bertelur) tinggi dari induk tetuanya yaitu mojosari dan alabio. Telur yang dihasilkan juga berukuran lebih besar dan warna kerabang juga masih menarik. Sedangkan untuk tujuan daging sudah ada yang menciptakan persilangan itik dengan mentok yaitu strain baru dari hasil persilangan bebek betina dengan mentok jantan. Hasilnya juga sudah terbukti nyata yaitu laju pertumbuhan yang cepat dengan kualitas karkas yang cukup baik. Page | 7

3. Memelihara bebek yang sudah berumur 1 bulan untuk penggemukan (fattening) Lama waktu untuk penggemukan cukup 3-4 minggu sehingga waktu usaha bisa lebih pendek dan perputaran modal bisa lebih cepat. Dengan memanfaatkan fase pembentukan lemak dari periode pertumbuhan dan juga compensatory growth (menggenjot laju pertumbuhan ternak yang semula mendapat pakan kurang bagus tapi ternak mempunyai potensi untuk bisa gemuk dengan perlakuan (treatment) pakan yang bagus pula). Tapi ada juga sisi kelemahannya yaitu ternak yang awalnya dipelihara dengan pakan seadanya biasanya laju pertumbuhannya standard. Disamping itu ada bebek yang sudah berumur tua tapi badannya masih kecil sehingga apabila tidak pandai memilih atau kenal peternak yang jujur juga akan mengalami kesulitan. Tapi sebaliknya yang sudah terjun di dalamnya dan menguasai permasalahan maka tidak mustahil keuntungan yang berlipat dengan waktu yang singkat yang akan dapat. 4. Supplyer pakan ternak Jarang dijumpai di toko pakan ayam (yang popular dengan nama poultry shop) bahan pakan seperti nasi kering (karak, aking), dedak, kulit kerang, bekicot, ikan segar (sortiran) dan sebagainya. Kita ketahui bersama bahwa bebek termasuk ternak yang konsumsi pakannya cukup banyak. Untuk bebek yang sudah bertelur saja konsumsi pakannya dalam sehari rata-rata 150 gram dan bisa dibayangkan seorang peternak mempunyai 500 ekor akan menghabiskan pakan sebanyak 75 kg/hari. Dan bisa mengantongi keuntungan dari pakan Rp 200,-/kg maka keuntungan adalah Rp 15.000,- per hari untuk satu orang peternak. 5. Supplyer Daging Bebek Semakin merebaknya warung, restoran atau rumah makan yang menyediakan menu masakan daging bebek seperti bebek goreng, bebek presto, bebek panggang atau menu lainnya membuka peluang usaha untuk terjun di dalamnya sebagai suplyer daging bebek. Daging bebek yang dibutuhkan biasanya daging bebek muda (umur 2-3 bulan) dan daging bebek afkir. Memang butuh modal besar dan bisa 2-3 kali lipat untuk mengantisipasi kecurangan rekan bisnis. Keuntungan memang tidak banyak tapi kontinyuitas usaha bisa dijadikan pegangan. Untuk satu ekor bebek bisa untung antara Rp 2.000 - Rp 3.000. 6. Supplyer Telur Bebek Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi seperti untuk tukang jamu, tukang martabak, industri roti, produsen telur asin atau untuk kebutuhan penetasan. Peluang untuk terjun di dalamnya masih sangat terbuka luas. Berdasarkan pengamatan di tempat kami juga, telur bebek selalu habis oleh pasar baik pasar lokal atau pasar luar daerah. Page | 8

Anda juga bisa sedikit kreatif dengan menjadi penyedia telur bebek dari pemeliharaan non intensif, artinya telur bebek yang dihasilkan dari hasil penggembalaan. Telur ini biasanya diburu oleh orang yang mempunyai alergi terhadap telur bebek.

Page | 9

BAB VI Implementasi Budidaya Bebek


6.1. Kandang Lokasi peternakan bebek memiliki jarak yang cukup jauh dengan daerah keramaian atau pemukiman penduduk. Hal ini dikarenakan dapat menimbulkan masalah dalam hal pembuangan limbah. Selain itu hal ini berguna untuk menghindari pencemaran sumber mata air yang digunakan oleh penduduk. Selain itu letak kandang yang mudah dijangkau oleh transportasi juga penting. Hal ini dimaksudkan untuk keperluan distribusi hasil ternak dan keperluan untuk supply pakan untuk kebutuhan bebek. Kondisi kandang juga harus memiliki iklim yang kondusif bagi kegiatan produksi dan produktivitas ternak. Kandang bebek digunakan untuk beristirahat pada malam hari dan bertelur di pagi hari, sedangkan pada siang hari, bebek berada di halaman kandang yang tidak memiliki atap dan hanya dibatasi oleh pagar. Lantai kandang, baik di dalam atau di halaman dapat dibuat dari tanah dan dari semen. Pemasangan lantai tambahan dari potongan bambu di sekitar tempat minum akan sangat membantu mengurangi penyebaran air pada saat minum.

Gambar 2. Contoh Bentuk Kandang Bebek

Page | 10

Atap kandang dapat dibuat dari bahan yang sederhana seperti genting dan rumbia. Bentuk atap kandang dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) yaitu atap dua muka dengan lubang angin, dua muka tanpa lubang angin, satu muka dengan lubang angin dan satu muka tanpa lubang angin. Persyaratan dari kandang antara lain adalah sebagai berikut : 1. Temperatur kandang 39oC 2. Kelembaban kandang berkisar 60 hingga 65 persen 3. Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata letak kandang sesuai dengan fungsi bagian bagian kandang 4. Model kandang menurut umur bebek yaitu : a. Kandang untuk anak bebek yang disebut day old duck (DOD) pada masa awal atau starter bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran sekitar 1 m2 yang mampu menampung 50 ekor DOD. b. Kandang grower untuk bebek remaja disebut pula dengan kandang ren atau kandang kelompok dengan kepadatan kandang 6 hingga 9 ekor per m2. c. Kandang layer untuk bebek masa bertelur, modelnya dapat berupa kandang baterai (hanya untuk satu atau dua ekor dalam satu kotak). Alternatif lainnya adalah kandang kelompok dengan ukuran 4 sampai 5 ekor bebek dewasa. 5. Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana, asalkan tahan lama (kuat). Untuk perlengkapan yang dibutuhkan berupa tempat makan, tempat minum dan perlengkapan tambahan lain yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya harus tahan lama (awet) dan disesuaikan dengan umur dari bebek tersebut. 6.2. Pembibitan Ternak bebek yang dipelihara harus benar benar merupakan ternak unggul yang telah dilakukan uji coba keunggulannya dalam hal produktivitas hasil ternak yang diharapkan. Langkah langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Pemilihan bibit dan calon induk Pemilihan bibit bebek yang baik ini ada 3 (tiga) cara, yaitu sebagai berikut : a. Membeli telur tetas dari induk bebek yang sudah terjamin keunggulannya. b. Memelihara induk bebek yaitu pejantan + betina bebek unggul untuk mendapatkan telur tetas.

Page | 11

c. Membeli DOD dari pembibitan yang sudah dikenal mutu maupun telah mendapatkan rekomendasi dari dinas peternakan setempat. Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dan memiliki warna bulu kuning yang mengkilap. 2. Perawatan bibit dan calon induk a. Perawatan bibit dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut yaitu bibit diterima dan ditempatkan pada kandang indukan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Temperatur dalam kandang ini harus tersebar secara merata, kapasitas kandang setiap 1 m 2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan minum sesuai dengan ketentuan umur dan jenis pakan dan minumnya juga harus menyesuaikan umur DOD. b. Perawatan calon induk dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perbedaan antara 2 (dua) jenis induk ini adalah jika pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 hingga 6 ekor betina. 3. Reproduksi dan perkawinan Reproduksi disebut juga perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil atau terbuahi dengan baik oleh bebek jantan. Sedangkan untuk sistem perkawinan dikenal dengan 2 (dua) macam yaitu bebek hand mating yang diatur oleh manusia atau nature mating yang merupakan perkawinan alami. 6.3. Pemeliharaan Pada bagian pemeliharaan ini hal hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut : 1. Sanitasi dan Tindakan Preventif Sanitasi kandang sangat mutlak untuk diperlukan dalam pemeliharaan bebek dan tindakan pencegahan penyakit (preventif) perlu diperhatikan sejak awal untuk mewaspadai munculnya penyakit. 2. Pengontrol Penyakit Dilakukan secara rutin setiap saat secara hati hati dan menyeluruh. Cacat dan penyakit yang terjadi pada bebek harus ditangani secara serius. 3. Pemberian Pakan Pemberian pakan ini dibedakan menjadi tiga tahap atau fase, yaitu : a. Fase starter (umur 0 8 minggu) b. Fase grower (umur 8 18 minggu) c. Fase layer (umur 18 27 minggu) Page | 12

Untuk lebih praktis, dapat diberikan pakan jadi yang berasal dari pabrik sesuai dengan umur dari bebek tersebut. Cara dalam memberikan pakan tersebut terbagi ke dalam 4 (empat) kelompok, yaitu : a. Umur 0 16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder) b. Umur 16 21 hari diberikan pada tempat pakan datar dan dengan sebaran di lantai c. Umur 21 hari hingga 18 minggu disebar di lantai d. Umur 18 minggu hingga 72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan bebek dilakukan secara terus menerus. Umur 0 7 hari, untuk 3 hari pertama air minum ditambah dengan vitamin dan mineral, tempatnya bersifat asam untuk anak ayam. Umur 7 28 hari, tempat minum di pinggir kandang dan air minum diberikan secara terus menerus. Umur 28 hari hingga masa afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan contoh ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200 300 ekor dan tiap hari dibersihkan. 4. Pemeliharaan Kandang Kandang yang dipergunakan hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada. 6.4. Kebutuhan Gizi dan Pakan Pada bebek kebutuhan gizi dan pakan untuk bebek petelur dan pedaging sedikit berbeda. Pembagian tersebut dapat dibedakan menjadi sebagai berikut : 1. Bebek Petelur a. Kebutuhan gizi bebek petelur Tabel 1. Kebutuhan Gizi Bebek Petelur Gizi Protein kasar (%) Energi (kkal EMlkg) Metionin (%) Lisin (%) Ca (%) Usia 0-8 minggu (starter) 17-20 3,100 0,37 1,05 0,6-1,0 Usia 9-20 minggu (grower) 15-18 2,700 0,29 0,74 0,6-1,0 Usia >20 minggu (layer) 17-19 2,700 0,37 1,05 2,90-3,25 Page | 13

P tersedia (%)

0,6

0,6

0,6

Sumber : Dr. Pius Ketaren 2011 b. Contoh formula pakan bebek petelur Tabel 2. Contoh Formula Pakan Bebek Petelur Bahan Pakan Dedak Padi Padi Jagung Sagu Konsentrat (protein kasar = 37 %) Ikan Kering BP-24 Mineral Komplit untuk Bebek Petelur Grit Ganggang Total Protein Kasar (bahan kering) Energi (kkal EM/kg) 11,08 0,44 17,73 19,20 1,11 1,11 8,86 100,00 20,20 2,250 100,00 16,20 2,125 20,00 Tipe 1 35,30 5,17 40,00 Tipe 2 40,00

Sumber : Dr. Pius Ketaren 2011 2. Bebek Pedaging a. Kebutuhan gizi bebek pedaging Tabel 3. Kebutuhan Gizi Bebek Pedaging Gizi Protein kasar (%) Energi (kkal EMlkg) Metionin (%) Lisin (%) Ca (%) P tersedia (%) Usia 0-8 minggu (starter) 22 2,900 0,4 0,90 0,65 0,40 Usia 9-20 minggu (grower) 16 3,000 0,30 0,65 0,60 0,30 Usia >20 minggu (layer) 15 2,900 0,27 0,60 2,75

Sumber : Dr. Pius Ketaren 2011

Page | 14

b. Contoh formula pakan bebek pedaging Tabel 4. Contoh Formula Pakan Bebek Pedaging Bahan Pakan Dedak Padi Padi Jagung Sagu Bungkil Kelapa Konsentrat (protein kasar = 37 %) Ikan Kering Keong BP-24 Grit Total Protein Kasar (bahan kering) Energi (kkal EM/kg) 5,17 0,44 8,86 17,73 19,20 1,11 100,00 20,20 2,250 100,00 16,20 2,125 20,00 11,08 40,00 Tipe 1 35,30 40,00 Tipe 2

Mineral Komplit untuk Bebek Pedaging 1,11

Sumber : Dr. Pius Ketaren 2011 6.5. Hama dan Penyakit Secara garis besar penyakit bebek ini dikelompokkan ke dalam dua hal, yaitu : 1. Disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa, contoh penyakitnya adalah sebagai berikut : a. Duck Cholera Penyebab bakteri Pasteurela Avicida Gejala mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan Pengendalian sanitasi kandang, suntik penisilin pada urat dada dengan dosis yang sesuai b. Salmonellosis Penyebab bakteri Typhi Murium Gejala pernapasan sesak, mencret

Page | 15

Pengendalian sanitasi yang baik, menggunakan obat furazolidone dicampur pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan obat sulfadimidin yang dicampur dengan air minum, dosis disesuaikan dengan label obat. c. Avian Influenza Penyebab virus H5N1 Gejala keluar air mata, keluar cairan dari hidung dan pembengkakan pada daerah di bawah mata yang mengandung mucus dan menyebabkan kotoran pada mata. Pengendalian vaksinasi terbatas walaupun belum teruji pasti, selain itu dikubur atau dibakar menjadi alternatif lainnya. 2. Disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat a. Aflatoksicosis Penyebab jamur Aspergillus Flavus Gejala fungsi hati rusak Pengendalian menjaga kebersihan bahan pakan yang berasal dari bungkil kacang tanah, jagung, bungkil kelapa dan lain lain. b. Botulism Penyebab kuman Clastridium Botulinum Gejala lumpuh di bagian sayap, kaki dan leher Pengendalian menjaga makan yang dikonsumsi oleh bebek. c. Stress Penyebab perubahan cuaca, makanan, suara gaduh dan lain lain Gejala Produktivitas telur menurun secara drastis dan tiba tiba Pengendalian Menjaga lingkungan sekitar bebek menjadi lebih nyaman untuk tempat tinggal bebek. 6.6. Panen Panen ternak bebek ini dibedakan menjadi 2 (dua) jenis bebek yang dipelihara yaitu : a. Telur untuk industri makanan (bebek petelur) b. Daging untuk industri makanan (bebek petelur dan bebek pedaging) c. Bulu untuk industri alat olahraga (bebek petelur dan bebek pedaging) d. Kotoran untuk pertanian (bebek petelur dan bebek pedaging)

Page | 16

BAB VII Bisnis Bebek Yang Dapat Dijadikan Pilihan


Beternak bebek bagi sebagian orang terasa lebih menjanjikan dari pada beternak unggas jenis lainnya. Pertama, produk yang dihasilkan yaitu telur terasa lebih dihargai sebab penjualannya dihitung per butir bukan per kilogram sebagaimana halnya telur ayam ras. Kedua, cara pemeliharaan dan perawatan yang relatif mudah dan lebih tahan terhadap penyakit. Ketiga jumlah permintaan telur yang terus naik dari tahun ke tahun. Dan keempat yaitu permintaan akan daging konsumsi juga tinggi. Ada beberapa pilihan dalam menentukan langkah memulai usaha : 1. Mengkhususkan usaha untuk menghasilkan telur tetas Untuk menghasilkan telur tetas yang baik ratio jantan dan betina adalah 3-5 pejantan untuk 50-100 ekor bebek betina. Di sarankan terdapat kolam di dalam kandang untuk aktifitas berenang bebek agar terjadi proses kawin secara alami. Telur bebek yang sudah terkumpul ditetaskan dengan bantuan mesin penetas karena naluri mengeram bebek sangat rendah atau bahkan tidak ada. Bisa juga dengan bantuan jasa mentok, akan tetapi hal ini akan menambah biaya lagi untuk pemeliharannya. Lama penetasan baik dengan mesin penetas atau menthok 28 hari. Lama penyimpanan telur tetas yang baik adalah kurang dari 7 hari. 2. Usaha penetasan Bisnis utama dari kegiatan ini adalah menetaskan telur bebek menjadi DOD (Day Old Duck). Dikarenakan lama penetasan yang lebih panjang daripada telur ayam maka perlu pertimbangan lagi untuk memulai usaha ini. Ada dua hal yang penting dalam memulai usaha ini yaitu bagaimana cara mendapatkan telur tetas yang baik dan memilih mesin penetas. Keuntungan dalam usaha ini akan berlipat apabila begitu DOD menetas langsung dapat terjual, tidak maka perlu biaya tambahan untuk memelihara DOD. 3. Pembesaran DOD untuk dijadikan pedaging Beberapa tahun terakhir usaha ini sudah banyak mendapat perhatian dari para investor. Pada umumnya DOD yang dijadikan sebagai pedaging adalah DOD jantan. Hal ini dikarenakan harga bibitnya lebih murah juga kelebihan tingkat pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang lebih cepat jika dibandingkan dengan betina. Masa pemeliharaan yang relatif singkat yaitu antara 2-3 bulan juga menjadi daya tarik tersendiri.

Page | 17

4. Usaha pembesaran DOD sampai menjelang bertelur (bayah) Bayah adalah sebutan bebek betina siap bertelur yang berumur kira-kira 4-5 bulan. Biasanya sistem pemeliharaan bayah lebih banyak digembalakan karena di samping untuk lebih menekan biaya pakan juga untuk memberi kesempatan bebek untuk berburu pakan alami kesenangannya seperti cacing, ikan-ikan kecil dan juga sebagai sarana bermain agar tubuh tidak kegemukan sehingga dapat menghambat produksi nantinya. Setelah bebek sudah menandakan tanda-tanda akan bertelur maka bebek bisa ditawarkan kepada calon pembeli. 5. Usaha beternak bebek untuk diambil telur konsumsi Usaha ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Peternak bisa memeliharanya dari semenjak DOD atau langsung membeli bebek siap bertelur (bayah). Keuntungan memelihara sejak DOD adalah tahu tingkah laku ternak yang diperlihara sehingga lebih paham akan kondisi ternak. Akan tetapi ada juga sisi kelemahannya yaitu butuh kesabaran waktu dan modal karena terus mengeluarkan biaya sejak DOD sampai bebek-bebek tersebut mulai bertelur. Adapun sisi kelebihan membeli langsung dari bayah adalah akan langsung dapat memetik hasilnya dalam waktu dekat. Sisi kelemahannya yaitu butuh modal yang besar, dan juga kesiapan mental untuk menghadapi stress yang tinggi karena perpindahan lokasi dan juga perbedaan penanganan ternak.

Page | 18

BAB VIII Analisa Usaha Agribisnis Bebek


8.1. Analisis Usaha Peternakan Bebek Petelur Asumsi yang dapat digunakan untuk usaha peternakan bebek petelur adalah sebagai berikut : a. Skala Usaha b. Mortalitas c. Tingkat Produksi Telur d. Siklus Produksi e. Kebutuhan Pakan f. Harga Pakan g. Harga Bibit h. Harga Jual Telur i. j. Harga Jual Itik Afkir Ukuran Kandang : 1000 ekor :3% : 70 % : 12 bulan : 160 gram per ekor per hari : Rp. 3,000 per kg : Rp. 55,000 per ekor : Rp. 1,500 per butir : Rp. 38,000 per ekor : 3 ekor per m2 : kandang Rp. 7,800,000 Rp. 383,250,000 Rp. 36,860,000 Total Estimasi pengeluaran yang dapat dihitung adalah sebagai berikut : a. Bibit Bebek b. Pakan c. Air dan Listrik d. Obat, Vitamin dan Sekam e. Peralatan f. Kandang g. Tenaga Kerja h. Biaya Sosial : 1000 ekor x Rp. 55,000 : Rp. 1,500,000 : Rp. 3,000,000 : Rp. 500,000 (untuk periode selanjutnya bernilai 0) : Rp. 7,800,000 (untuk periode selanjutnya bernilai 0) : 2 Orang x Rp. 1,000,000 x 13 bulan : 12 bulan x Rp. 1,000,000 Total Estimasi keuntungan yang dapat dihitung adalah sebagai berikut : Rp. 420,110,000 Rp. 281,000,000 Rp. 139,110,000 Page | 19 Rp. 26,000,000 Rp. 12,000,000 Rp. 281,000,000 Rp. 55,000,000 : 160 gr x 1000 ekor x 365 hr x Rp. 3,000 Rp. 175,200,000 Rp. 420,110,000

k. Modal Awal Yang Diperlukan a. Telur b. Bebek Afkir

Estimasi pendapatan yang dapat dihitung adalah sebagai berikut : : 365 hari x Rp. 1,500 x 70 % x 1000 ekor : 97 % x 1000 ekor x Rp. 38,000

8.2.

Analisis Usaha Peternakan Bebek Pedaging Asumsi yang bisa digunakan untuk usaha peternakan bebek pedaging adalah sebagai berikut : a. Skala Usaha b. Mortalitas c. Siklus Produksi d. Kebutuhan Pakan Rata - rata e. Harga Pakan f. Harga Bibit g. Harga Jual Bebek Pedaging h. Ukuran Kandang i. Modal Awal Yang Diperlukan : 1000 ekor :3% : 70 hari (10 minggu) : 85 gram per ekor per hari : Rp. 3,000 per kg : Rp. 4,800 per ekor : Rp. 40,000 per ekor : 3 ekor per m2 : kandang Rp. 7,800,000 Rp. 38,800,000 Rp. 4,800,000 Rp. 17,850,000

Estimasi pendapatan yang dapat dihitung adalah sebagai berikut : Bebek Pedaging a. Bibit Bebek b. Pakan c. Air dan Listrik d. Obat, Vitamin dan Sekam e. Peralatan f. Kandang g. Tenaga Kerja : 97 % x 1000 ekor x Rp. 40,000 : 1000 ekor x Rp. 4,800 : 85 gr x 1000 ekor x 70 hr x Rp. 3,000 : Rp. 300,000 : Rp. 630,000 : Rp. 500,000 (untuk periode selanjutnya bernilai 0) : Rp. 7,800,000 (untuk periode selanjutnya bernilai 0) : 2 Orang x Rp. 1,000,000 x 3 bulan Total Estimasi keuntungan yang dapat dihitung adalah sebagai berikut : Rp. 38,800,000 Rp. 37,880,000 Rp. 920,000 Rp. 6,000,000 Rp. 37,880,000 Estimasi pengeluaran yang dapat dihitung adalah sebagai berikut :

Sumber harga-harga diambil dari website http://www.peternakandody.com. Untuk usaha bebek ini depresiasi kandang dapat dilakukan hingga 3 tahun. Perhitungan keuntungan dapat semakin besar pada periode selanjutnya, karena biaya kandang sudah dihitung pada awal periode usaha.

Page | 20

BAB IX Strategi Pemasaran Produk dan Pengembangan


Telur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negara pengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanji untuk dikembangkan secara intensif. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memasarkan bebek jantan siap potong, diantaranya melakukan penetrasi dengan mendatangi langsung warung-warung penyedia menu daging bebek baik warung-warung pinggir jalan, rumah makan lesehan (resto), restoran atau bahkan supermarket. Tawarkan kepada mereka bahwa kita bisa mensuplai bebek jantan siap potong secara kontinyu dan produk yang kita tawarkan mempunyai spesifikasi dan keunggulan tertentu seperti: daging bebek muda, lebih gurih, berat seragam, daging lebih tebal dan keunggulan-keunggulan lainnya. Cara lain adalah carilah pengepul bebek yang bisa menampung bebek panenan anda, memang ada selisih harga menjual bebek kepada pengepul, akan tetapi itu setidaknya bisa membantu penjualan bebek untuk sementara waktu. Rumah makan besar atau restoran biasanya mempunyai pengepul tetap yang berfungsi menjaga stabilitas ketersediaan barang. Untuk restoran semacam ini memang tidak bisa masuk kecuali lewat pengepul tetap yang dipercaya oleh pihak rumah makan atau restoran tersebut. Untuk mensiasatinya adalah dengan mencari informasi di mana keberadaan pengepul tetap tersebut. Mintalah info kepada juru atau tukang masak rumah makan tersebut karena biasanya mereka saling mengenal. Bisnis telur bebek adalah bisnis yang tak pernah kering. Pangsa pasar dalam bidang ini sangat menjanjikan. Bebek yang dipelihara akan bertelur setiap harinya minimal 70% dari jumlah telur dan bebek pedaging akan siap panen sekitar 8 minggu sekali. Karakter telur yang sehat dan daging bebek yang segar serta harga yang terjangkau, membuat produk ini selalu dicari orang. Telur bebek banyak dicari pengusaha pengusaha kecil seperti pengusaha martabak, jamu, telur asin dan lain lain. Selain itu kami juga mendistribusikannya ke pasar untuk dijual. Daging bebek banyak dipasarkan ke warung kaki lima hingga level restoran mewah. Untuk memasarkan produk tersebut, kita dapat memberi informasi kepada masyarakat dari mulut ke mulut baik menyangkut produk, manajemen dan Page | 21

sebagainya, yang akan membuat citra (image) baik terhadap perusahaan. Selain itu kami juga melakukan survei harga dipasaran dan menetapkan harga dibawah harga pasar agar konsumen dapat beralih ke perusahaan kami. Strategi yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha ini di masa mendatang yaitu dengan menambah modal untuk terus memperbaiki proses produksi dan pendistribusian produk bebek ini. Memperbaiki atau meningkatkan kualitas kandang dan menambah bibit bibit yang akan dipelihara dan membeli bibit bibit unggul agar output yang dihasilkan juga berkualitas unggul. Selain itu kami juga akan memperbaiki kondisi manajemen dan menambah jumlah pegawai agar dapat bekerja lebih efektif lagi sesuai dengan bagiannya masing masing dengan strategi yang demikian, diharapkan usaha kami akan tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.

Page | 22

BAB X Inovasi Yang Dapat Dilakukan Pada Usaha Agribisnis Bebek


Makanan kalengan merupakan salah satu bentuk inovasi yang dapat dilakukan untuk usaha bebek ini. Salah satu caranya adalah membuat kornet dengan bahan campuran daging bebek. Untuk lebih mendalam dapat dilihat pada bahasan berikut ini. 10.1. Sejarah Singkat Kornet Nama kornet berasal dari bahasa Inggris corned, dari kata corn yang artinya butiran, yaitu bentuk dari partikel garam kasar yang digunakan untuk mengolah kornet. Cara pengolahan daging sapi menjadi kornet, diperkirakan muncul pertama kali pada abad 12 di Irlandia. Data ini didasarkan pada baris puisi The Vision of MacConglinne, yang menyebut daging olahan lezat semacam kornet. Di Irlandia, pada abad 12, kegiatan potong sapi dilakukan ketika ternak tidak lagi menghasilkan susu sapi, atau jika sapi pedaging tidak mampu lagi bekerja. Jadi dapat dikatakan kornet yang berasal dari daging sapi adalah hidangan langka dan sangat berharga. Di Amerika Serikat dan Kanada, kornet biasanya dipasarkan di delicatessens (took makanan) dalam 2 bentuk yaitu : potongan daging sapi (biasanya jenis sandung lamur, kadang-kadang jenis round atau silverside) yang diawetkan, atau daging sapi yang direndam dalam air garam dan ditempatkan dalam kaleng (setengah matang). Kornet ini berbeda dengan kornet yang diimpor dari Amerika Selatan, dimana daging sapinya dicincang terlebih dahulu. 10.2. Teknologi Dalam Membuat Kornet

10.2.1. Alat Peralatan yang diperlukan adalah (1) chopper untuk menggiling daging, sehingga dihasilkan daging cincang, (2) mixer untuk mencampur adonan, sehingga menjadi homogen, (3) alat pengukus untuk memasak adonan daging, (4) exhauster untuk menyedot dan menghampakan udara di dalam kaleng, (5) mesin penutup kaleng untuk menutup kaleng secara hermetis (kedap udara), (6) retort untuk memanaskan kaleng dan isinya, sehingga tercipta kondisi yang steril.

Page | 23

10.2.2. Bahan Bahan dasar menggunakan daging sapi yang dicampur dengan daging bebek yang digiling, dengan perbandingan 1:1. Bahan tambahan yang diperlukan adalah garam dapur, nitrit, alkali fosfat, bahan pengisi, air, lemak, gula, dan bumbu. Untuk lebih jelasnya bahan bahan untuk membuat kornet adalah sebagai berikut : 1. Daging Daging ini terdiri dari daging sapi dan daging bebek yang terdiri dari perbandingan 1:1. Daging ini kaya akan protein yang mempunyai kemampuan untuk mengikat air dan membentuk emulsi yang baik. 2. Garam dapur (NaCl) Garam dapur (NaCI) merupakan bahan penolong dalam proses pembentukan emulsi daging kornet. Garam mampu memperbaiki sifat-sifat fungsional produk daging dengan cara mengekstrak protein miofibriler dari serabut daging selama proses penggilingan dan pelunakan daging. Garam berinteraksi dengan protein daging selama pemanasan, sehingga protein membentuk massa yang kuat, dapat menahan air, dan membentuk tekstur yang baik. Selain itu, garam memberi cita rasa asin pada produk, serta bersama-sama senyawa fosfat, berperan dalam meningkatkan daya menahan air dan meningkatkan kelarutan protein serabut daging. Garam juga bersifat bakteriostatik dan bakteriosidal, sehingga mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroba pembusuk lainnya. 3. Nitrit Fungsi nitrit adalah menstabilkan warna merah daging, membentuk rasa yang khas, menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk dan beracun, serta memperlambat terjadinya ketengikan. Jumlah nitrit yang diizinkan tersisa pada produk akhir adalah 50 ppm (mg/kg). 4. Alkali Fosfat Penambahan senyawa alkali fosfat pada daging akan meningkatkan daya ikat air dan protein daging dan mengurangi pengerutan kornet yang dihasilkan. Alkali fosfat akan meningkatkan pH dan menyebabkan terbukanya ikatan-ikatan antar gugus protein daging yang akan memudahkan pengikatan air. Bersama-sama dengan asam askorbat, senyawa fosfat dapat menghambat proses ketengikan oksidatif, dan bisa memperbaiki tekstur. Fosfat dapat meningkatkan keempukan dan juiciness daging kornet, meningkatkan daya

Page | 24

terima 5. Air

warna,

keseragaman

dan

stabilitas

produk,

serta

melindungi

dari

kemungkinan pembusukan dini selama penyimpanan. Air yang ditambahkan ke dalam massa daging berfungsi untuk membantu melarutkan garam-garam yang ada, sehingga dapat tersebar dan terserap dengan baik dalam massa produk. Selain itu, air juga dapat memperbaiki sifat fluiditas emulsi dan meningkatkan tekstur (kekenyalan) produk akhir. 6. Bahan Pengisi Penambahan bahan pengisi dan pengikat pada produk daging adalah untuk meningkatkan stabilitas, daya ikat air, flavor dan karakteristik irisan produk, serta untuk mengurangi pengerutan selama pemasakan dan mengurangi biaya formulasi. Bahan pengisi yang dapat ditambahkan adalah tepung tapioka, terigu, atau susu skim. Penambahan bahan pengisi pada produk daging harus tidak melebihi 3,5% dari produk. 7. Lemak Penambahan lemak pada pembuatan daging kornet berfungsi untuk membentuk produk yang kompak dan empuk, serta memperbaiki rasa dan aroma. Bertambahnya kadar air dan lemak di dalam kornet akan menambah juiciness dan keempukannya. 8. Gula dan bumbu Fungsi utama gula dalam pembuatan kornet adalah untuk memodifikasi rasa, menurunkan kadar air, dan sebagai pengawet. Bumbu merupakan bahan aromatik yang diperoleh dari tumbuhan atau diproduksi secara sintetis. Bumbu memberikan cita rasa enak yang diinginkan dalam kornet. 10.2.3. Proses Pembuatan Daging sapi dan daging bebek digiling dengan chopper pada suhu rendah sehingga selama penggilingan, suhu dapat dipertahankan tetap di bawah 16C. Hal tersebut dilakukan dengan menambahkan es batu atau air dingin. Hasil gilingan berupa daging cincang yang masih kasar. Setelah dicincang, daging dimasukkan ke dalam mixer untuk mencampur daging, bumbu, dan bahan lainnya menjadi adonan yang homogen. Agar emulsi tetap terjaga stabilitasnya, pencampuran harus dilakukan pada suhu rendah (10-16C). Emulsi daging yang telah terbentuk selanjutnya diisikan ke dalam kaleng yang sebelumnya telah disterilkan dengan panas. Pengisian dilakukan dengan menyisakan sedikit ruang kosong di dalam Page | 25

kaleng, disebut head space. Kaleng yang telah diisi, kemudian divakum (exhausting) dengan cara melewatkannya melalui ban berjalan kedalam exhauster box bersuhu 90-95C selama 15 menit. Setelah keluar dari exhauster box, kaleng dalam keadaan panas langsung ditutup dengan mesin penutup kaleng. Setelah ditutup, kaleng beserta isinya disterilisasi dengan cara memasukkan kaleng kedalam retort dan dimasak pada suhu 120C dan tekanan 0,55 kg/cm2, selama 15 menit. Agar daging tidak mengalami pemanasan yang berlebihan, kaleng yang telah disterilkan harus segera didinginkan di dalam bak pendingin yang berisi air selama 20-25 menit. Setelah permukaan kaleng dibersihkan dengan lap hingga kering, produk siap untuk diberi label dan dikemas. 10.3. Analisa Dasar Usaha Kornet Bebek Pada usaha kornet bebek ini memerlukan modal investasi yang cukup besar. Modal utama yang dibutuhkan adalah investasi pada mesin pengalengan. Menurut data yang kami peroleh tipe mesin untuk pengalengan ini dibedakan berdasarkan kapasitas produksinya. Kami mengambil contoh dari PT. Kelola Mina Laut yang bergerak di industri makanan pengalengan. Mereka memiliki 3 jenis mesin pengalengan mulai dari kapasitas 1000 kaleng per menit, 3000 kaleng per menit hingga 5000 kaleng per menit. Dengan harga per unit bervariasi mulai dari 1,2 Miliar untuk kapasitas 1000 kaleng per menit, 2,75 Miliar untuk kapasitas 3000 kaleng per menit dan 4 Miliar untuk kapasitas 5000 kaleng per menit.

Gambar 3. Contoh Canning Machine Ukuran kaleng sendiri terdiri dari banyak macamnya. Namun yang paling sering dijumpai di masyarakat adalah ukuran kaleng 225 gram dengan harga per buah adalah Rp. 315 untuk pembelian Page | 26

minimal 10,000 kaleng. Selain itu juga ada ukuran 350 gram dengan harga per buah adalah Rp. 420 untuk pembelian minimal 10,000 kaleng. Alat-alat lain yang dibutuhkan untuk usaha ini adalah sebagai berikut : 1. Freezing facility, fasilitas pendingin dengan luas areal 2500 M2 yang digunakan untuk menyimpan produk jadi 2. Contact plate freezer, lemari pendingin berlapir yang diperuntukan bagi penyimpanan daging olahan yang akan dikemas, harga satuan USD 250.000 300.000 3. Air blast freezer, mesin pendingin dengan system yang bekerja memancarkan udara dingin dengan sufu minus 10 derajat ke dalam ruangan yang berisi produk setengah jadi, harga satuan USD 150.000 4. Individual quick freezer, mesin pendingin dengan ukuran lebih kecil (4x4 m) namun dengan kecepatan pendinginan yang maksimum, dapat membekukan produk daging sapi dan daging bebek setengah jadi dalam waktu 5-10 menit, harga satuan USD 75.000 5. Cool room with centralized refrigeneration system, dua ruang besar dengan system pendingin yang tersentralisasi, biaya pembangunan sekitar IDR 3,5 Miliar 6. Metal detector, digunakan untuk mendeteksi terdapatnya serpihan logam pada produk kemasan, harga satuan sekitar IDR 750 juta

Page | 27

BAB XI Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil mengenai agribisnis bebek ini adalah sebagai berikut : 1. Bebek merupakan alternatif untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani 2. Tingkat risiko yang dimiliki agribisnis bebek ini lebih rendah dibandingkan agribisnis bebek lainnya. 3. Telur dan daging bebek memiliki pasar yang semakin besar 4. Agrobisnis bebek memiliki prospek yang sangat cerah. 5. Alternatif untuk membuat produk jadi dari bahan baku bebek perlu untuk dipertimbangkan.

Page | 28

DAFTAR PUSTAKA
Bambang Suharno, Ir. dan Khairul Amri. 1998. Beternak itik secara intensif. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. Fathoni, Subkhan, 2009. Panduan Praktis Budidaya Itik Potong Bagi KSM, Edisi 1, Penerbit PNPM Mandiri, Jepara. Redaksi Trubus. 1999. Beternak Itik. Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta. Suretno, Nandari Dyah, Akhmad Prabowo, Marsudin Silalahi, 2008. Teknologi Budidaya Itik, Edisi Pertama, Penerbit Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitia dan Pengembangan Pertanian, Jakarta. Astawan, Made. Kornet. http://kulinerkita.multiply.com/reviews/item/116 diakses tanggal 11 April 2011. Palupi, W.D.E. 2011 Tinjauan Literatur Pengolahan Daging. Jakarta: Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI.

Page | 29