Anda di halaman 1dari 4

KALIMAT EFEKTIF

1112008
KALIMAT EFEKTIF
Definisi Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya. 2. mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya. Ciri-ciri Kalimat Efektif Kalimat efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Memiliki kesatuan gagasan Kesatuan gagasan suatu kalimat bisa terganggu karena berbagai faktor, diantaranya: a. subjek/predikatnya tidak jelas tidak efektif: Berhubung itu mengemukakannya juga minat baca kaum remaja makin menurun. efektif : Sehubungan dengan itu, ia juga mengemukakan bahwa minat baca kaum remaja makin menurun. b. fungsi keterangan yang salah letak tidak efektif: Tahun ini SPP mahasiswa baru saja dinaikkan. efektif : SPP mahasiswa tahun ini baru saja dinaikkan. c. gagasannya bertumpuk-tumpuk tidak efektif: Kita semua mengemban amanat penderitaan rakyat harus selalu mengupayakan kesejahte-raan bangsa kita, baik jasmani maupun rohani. efektif : Karena kita semua mengemban amanat penderitaan rakyat, kita harus selalu mengupayakan kesejahteraan rohani dan jasmani bangsa kita. 2. Memiliki kepaduan yang baik dan kompak

Kepaduan suatu kalimat akan terganggu apabila terdapat: a. kata ganti yang salah tidak efektif: Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. efektif : Atas perhatian saudara, saya ucapkan terima kasih. b. kata depan yang tidak tepat tidak efektif: Pengarang itu menceritakan tentang pengalaman masa kecilnya. efektif : Pengarang itu menceritakan pengalaman masa kecilnya c. kata penghubung yang tidak jelas tidak efektif: Yanto mengotori kaca jendela itu; ia membersihkannya. efektif : Yanto mengotori kaca jendela itu kemudian ia membersihkannya. 3. Mengungkapkan gagasan yang logis atau masuk akal Penggunaan kalimat ini cukup banyak, karena itu ketidaklo-gisannya menjadi tidak tampak. tidak efektif : Di sekolah kami dipelajarkan berbagai kepandaian wanita. efektif : Di sekolah kami dipelajari berbagai kepandaian wanita 4. Menggunakan kata-kata secara hemat Upaya untuk mengefektifkan sebuah kalimat, dapat dilakukan dengan cara-cara berikut. a. menghilangkan subjek yang tidak diperlukan tidak efektif : Para pegawai perusahaan itu bekerja dengan produktif karena mereka merasa dihargai pimpinannya. efektif : Para pegawai perusahaan itu bekerja dengan produktif karena merasa dihargai pimpinannya. b. menghindarkan penggunaan hipernim dan hiponimnya secara bersamaan

tidak efektif : Bunga-bunga mawar, anyelir, dan gradiol sangat disukainya. efektif : Mawar, anyelir, dan gradiol sangat disukainya. c. menjauhkan pemakaian kata depan dari dan daripada yang tidak perlu tidak efektif : Sejarah daripada perjuangan bangsa kita, ikut memberi dasar dan arah daripada politik kita yang bebas dan aktif. efektif : Sejarah perjuangan bangsa kita, ikut memberi dasar dan arah politik kita yang bebas dan aktif. d. menghindarkan pemakaian kata yang tidak perlu tidak efektif : Di kantor tempat mendaftarkan tanah diketemukan sebuah peti tempat menyimpan uang dan sebuah kopor yang terbuat dari kulit. efektif : Di dekat kantor pendaftaran tanah ditemukan sebuah peti uang dan sebuah kopor kulit. e. menghindarkan bentuk klausa yang ber-bahwa bila bentuk frasenya sudah memadai tidak efektif : Bahwa mereka orang jujur dan setia tidak dapat disangsikan lagi. Efektif : Kejujuran dan kesetiaan mereka tidak dapat disangsikan lagi f. menghilangkan pleonasme tidak efektif : Ia mempunyai koleksi buku-buku langka. efektif : Ia mempunyai koleksi buku langka. 5. Menggunakan penekanan secara tepat dan variatif Penekanan unsur-unsur kalimat dapat dilakukan sebagai berikut. a. mengubah posisi kalimat, unsur-unsur yang dianggap penting diletakkan di depan kalimat Contoh: Kita dapat membicarakan soal ini pada kesempatan lain. b. menggunakan partikel lah, -pun, dan kah Contoh:

Kami pun akan turut serta dalam kegiatan tersebut. c. menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang bagian kalimat yang dianggap penting Contoh: Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid,antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komuikasi dan sikap saling memahami antara yang satudengan yang lainnya. d. menggunakan pertentangan, yakni dengan menggunakan kata yang bertentangan atau berlawan maksudnya pada bagian kata yang ingin ditekankan Contoh: Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.