Anda di halaman 1dari 6

ODONTOLOGI FORENSIK Menurut Pederson, odontologi forensik adalah suatu cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari cara

penanganan dan pemeriksaan benda bukti gigi serta cara evaluasi dan presentasi temuan gigi tersebut untuk kepentingan peradilan. Sebagai suatu metode identifikasi pemeriksaan gigi memiliki a. Gigi dan restorasinya merupakan jaringan keras yang resisten terhadap pembusukan dan pengaruh lingkungan yang ekstrem. b. Karakteristik individual yang unik dalam hal susunan gigi geligi dan restorasi gigi menyebabkan dimungkinkannya identifikasi dengan ketepatan yang tinggi (1:1050). c. Kemungkinan tersedianya data antemortem gigi dalam bentuk catatan medis gigi (dental record) dan data radiologis. PERANAN DOKTER GIGI FORENSIK Sebagaimana telah diterangkan diatas, benda bukti gigi sudah sejak lama disadari mempunyai peran yang besar dalam identifikasi personal dan pengungkapan kasus kejahatan. Bagi para aparat penegak hukum dan pengadilan, pembuktian melalui gigi merupakan metode yang valid dan terpercaya (reliable), sebanding dengan nilai pembuktian sidikjari dan penentuan golongan darah. Seorang dokter gigi forensik harus memiliki beberapa kualifikasi sbb : a. Kualifikasi sebagai dokter gigi umum. Kualifikasi terpenting yang harus dimiliki oleh seorang dokter gigi forensik adalah latar belakang kedokteran gigi umum yang luas, meliputi semua spesialisasi kedokteran gigi. Sebagai seorang dokter gigi umum, kadang-kadang ia perlu memanggil dokter gigi spesialis untuk membantunya memecahkan kasus. b. Pengetahuan tentang bidang forensik terkait. Seorang dokter gigi forensik harus mengerti sedikit banyak tentang kualifikasi dan bidang keahlian forensik lainnya yang berkaitan dengan tugasnya, keunggulan sbb :

seperti penguasaan akan konsep peran dokter spesialis forensik, cara otopsi, dsb. c. Pengetahuan tentang hukum.Seorang dokter gigi forensik harus memiliki pengetahuan tentang aspek legal dari odontologi forensik, karena ia akan banyak berhubungan dengan para petugas penegak hukum, dokter forensik dan juga pengadilan. Dalam hal kasus kriminal ia juga harus paham mengenai tata cara penanganan benda bukti yang merupakan hal yang amat menentukan untuk dapat diterima atau tidaknya suatu bukti di pengadilan RUANG LINGKUP ODONTOLOGI FORENSIK Ruang lingkup odontologi forensik sangat luas meliputi semua bidang keahlian kedokteran gigi. Secara garis besar odontologi forensik membahas beberapa topik sbb: a. Identifikasi Forensik Odontologi Ketika tidak ada yang dapat diidentifikasi, gigi dapat membantu untuk membedakan usia seseorang, jenis kelamin,dan ras. Hal ini dapat membantu untuk membatasi korban yang sedang dicari atau untuk membenarkan/memperkuat identitas korban.6 b. Penentuan Usia Perkembangan gigi secara regular terjadi sampai usia 15 tahun. Identifikasi melalui pertumbuhan gigi ini memberikan hasil yang yang lebih baik daripada pemeriksaan antropologi lainnya pada masa pertumbuhan. Pertumbuhan gigi desidua diawali pada minggu ke 6 intra uteri. Mineralisasi gigi dimulai saat 12 16 minggu dan berlanjut setelah bayi lahir. Trauma pada bayi dapat merangsang stress metabolik yang mempengaruhi pembentukan sel gigi. Kelainan sel ini akan mengakibatkan garis tipis yang memisahkan enamel dan dentin di sebut sebagai neonatal line. Neonatal line ini akan tetap ada walaupun seluruh enamel dan dentin telah dibentuk. Ketika ditemukan mayat bayi, dan ditemukan garis ini menunjukkan bahwa

mayat sudah pernah dilahirkan sebelumnya. Pembentukan enamel dan dentin ini umumnya secara kasar berdasarkan teori dapat digunakan dengan melihat ketebalan dari struktur di atas neonatal line. Pertumbuhan gigi permanen diikuti dengan penyerapan kalsium, dimulai dari gigi molar pertama dan dilanjutkan sampai akar dan gigi molar kedua yang menjadi lengkap pada usia 14 16 tahun. Ini bukan referensi standar yang dapat digunakan untuk menentukan umur, penentuan secara klinis dan radiografi juga dapat digunakan untuk penentuan perkembangan gigi.

Gambar 26 Gambar 2 memperlihatkan gambaran panoramic X ray pada anak-anak (a) gambaran yang menunjukkan suatu pola pertumbuhan gigi dan perkembangan pada usia 9 tahun (pada usia 6 tahun terjadi erupsi dari akar

gigi molar atau gigi 6 tapi belum tumbuh secara utuh). Dibandingkan dengan diagram yang diambil dari Schour dan Massler (b) menunjukkan pertumbuhan gigi pada anak usia 9 tahun. Penentuan usia antara 15 dan 22 tahun tergantung dari perkembangan gigi molar tiga yang pertumbuhannya bervariasi. Setelah melebihi usia 22 tahun, terjadi degenerasi dan perubahan pada gigi melalui terjadinya proses patologis yang lambat dan hal seperti ini dapat digunakan untuk aplikasi forensic c. Penentuan Jenis Kelamin Ukuran dan bentuk gigi juga digunakan untuk penentuan jenis kelamin. Gigi geligi menunjukkan jenis kelamin berdasarkan kaninus mandibulanya. Anderson mencatat bahwa pada 75% kasus, mesio distal pada wanita berdiameter kurang dari 6,7 mm, sedangkan pada pria lebih dari 7 mm. Saat ini sering dilakukan pemeriksaan DNA dari gigi untuk membedakan jenis kelamin. d. Penentuan Ras Gambaran gigi untuk ras mongoloid adalah sebagai berikut a) Insisivus berbentuk sekop. Insisivus pada maksila menunjukkan nyata berbentuk sekop pada 85-99% ras mongoloid. 2 sampai 9 % ras kaukasoid dan 12 % ras negroid memperlihatkan adanya bentuk seperti sekop walaupun tidak terlalu jelas. b) Dens evaginatus. Aksesoris berbentuk tuberkel pada permukaan oklusal premolar bawah pada 1-4% ras mongoloid. c) Akar distal tambahan pada molar 1 mandibula ditemukan pada 20% mongoloid. d) Lengkungan palatum berbentuk elips. e) Batas bagian bawah mandibula berbentuk lurus.

Gambar 3 Gambaran gigi untuk Ras kaukasoid adalah sebagai berikut 1. 2. 3. 4. 5. Cusp carabelli, yakni berupa tonjolan pada molar 1. Pendataran daerah sisi bucco-lingual pada gigi premolar Maloklusi pada gigi anterior. Palatum sempit, mengalami elongasi, berbentuk lengkungan Dagu menonjol.

kedua dari mandibula.

parabola.

Gambar 4 Gambaran gigi untuk ras negroid adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Pada gigi premolar 1 dari mandibula terdapat dua sampai Sering terdapat open bite. Palatum berbentuk lebar. tiga tonjolan.

4.

Protrusi bimaksila.

Di bawah ini merupakan contoh gambar open bite:

Gambar 5

posted by AtmadjaDS,dr.SpF,SH,PhD,DFM

DAFTAR PUSTAKA
1. Standish SM, Stimson PG. The scope of Forensic Dentistry. The Dental Clinics of North Amerika 1997; 21(1) : 3-5. 2. Luntz LL. History of Forensic Dentistry. The Dental Clinics of North America 1997; 21(1): 7-18. 3. Harvey W. Dental Identification and Forensic Odontology. First ed. London: Henry Kimpton Pub 1976: 1-6. 4. Brown KA. Dental Identification of Unknown Bodies. Proceedings of the First Asian Pacific Congress on Legal Medicine and Forensic Sciences. Singapore 1983: 136-40