Anda di halaman 1dari 14

Konjugasi adalah peristiwa transfer bahan genetik (yaitu plasmid F+ pada bakteri dan mikronukleus pada Protozoa)) dari

satu individu kepada individu lainnya. Mekanisme pertukaran bahan genetik ini terjadi pada bakteri dan beberapa Protozoa. Penyatuan gamet terjadi pada salah satu individu. Secara morfologi tidak diketahui jenis kelaminnya, karena itu individu yang terlibat disebut sebagai individu positif (+) dan negatif (-). Proses konjugasi diawali dari pembentukan berkas-berkas yang bergerak saling berdekatan dari kedua individu. Sel (biologi)Sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. Kedua plasma melebur, disebut plasmogami. Pada bakteri selanjutnya terjadi transfer plasmid dari satu bakteri kepada bakteri partner. Pada protozoa, seperti Paramecium, terjadi transfer mikronukleus dua arah (saling bertukar).

Reaksi konjugasi dan detoksifikasi


1 Votes

Mekanisme detoksifikasi dalam tubuh terdiri dari dua tahap utama yaitu : Transformasi tahap I, terjadi proses oksidasi yang hasilnya dilanjutkan Transformasi tahap II, yaitu proses konjugasi Fungsi utama dari reaksi tahap satu dan dua adalah mengoksidasi senyawa xenobiotik dan melanjutkan dengan reaksi konjugasi untuk membuat senyawa xenobiotik menjadi bersifat polar dan mudah disekresikan melalui urin. Masalah yang dapat timbul adalah dihasilkannya produk oksidasi yang reaktif dan mempunyai afinitas yang tinggi pada DNA dan protein sehingga menyebabkan kerusakan DNA atau protein sel. Konjugasi pada DNA dan protein sel merupakan awal dari proses keracunan kronis yang diketahui dapat termanifestasi dalam bentuk berbagai penyakit degeneratif. Tranformasi tahap II ini memberikan beberapa jalur konjugasi yang memperantarai racun yang bersifat minyak mudah larut dalam air, sehingga dapat dibuang melalui urin, empedu, tinja dan keringat. Reaksi konjugasi ini termasuk : Konjugasi Glukuronidasi (Glucuronidation Conjugation) Konjugasi Sulfasi (Sulfation Conjugation) Konjugasi Glutation (N-acetyl cysteine, dimana asam amino cysteine dan methionin adalah bahan awal) Konjugasi Acetylasi Konjugasi Metilasi (Methylation Conjugation) Konjugasi Asam Amino (Konjugasi glycine, taurine, glutamine, ornithin dan arginin)

Selama proses detoksifikasi, apabila proses tranformasi tahap I terlalu cepat, tetapi tahap dua terlambat, maka akan kelebihan bahan perantara yang sangat beracun, menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih luas, sehingga memerlukan perlindungan antioksidan vitamin A-beta carotene, vitamin C, vitamin E, flavonoid, proantocyanin yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Konjugasi Glukuronidasi (Glucuronidation Conjugation) Konjugasi dengan asam glukuronat ini adalah bentuk transformasi tahap II yang paling umum. Gugusan glukuronat dapat dipindahkan ke beberapa group fungsional termasuk : Alkohol, asam karbosilat, amine, thiols dan beberapa methylene group yang aktif. Proses ini memerlukan enzim UDP-glukuronosyltransferase dan cosubstrat Uridine-5diphospho-alpha-glukuronic acid (UDPGA) sebagai sumber asam glukuronat. Konjugasi Sulfasi (Sulfation Conjugation) Merupakan transformasi tahap II yang menambah gugusan sulfat ke alcohol dan amine, menjadi bentuk sulfate atau sulfonamide, dibantu oleh enzim Sulfotransferase dan cosubstrat 3phosphoadenosine-5-phosphosulphate (PAPS) sebagai sumber group sulfate. Konjugasi Glutation N-acetyl cysteine, dimana asam amino cysteine dan methionin adalah bahan awal. Sangat penting dalam konjugasi tahap II pada hewan dan tumbuh-tumbuhan. Dibawah pengaruh enzim glutathione S-transferase, glutation dapat bereaksi dengan serangkaian substrat termasuk epoxide, aryl dan alkyl halide dan bahan majemuk elektrofilik lainnya . Glutation S-transferase terdapat pada fraksi sitosol kebanyakan sel dan organ tubuh seperti hati, ginjal, paru, dan usus halus (Commandeur et al., 1995).Glutation (GSH) adalah tripeptida (-Lglutamil-L-sisteinil-glisin) yang memainkan peran utama dalam biotransformasi dan ekskresi xenobiotika dan pertahanan sel terhadap oxidative stress (Josephy, 1997). Glutation S-transferase (GST) merupakan keluarga enzim yang mengkatalisis reaksi konjugasi glutation dengan sejumlah besar xenobiotika elektrofilik endogen maupun eksogen. GST melindungi sel tubuh terhadap serangan senyawa elektrofil yang sering bersifat sitostatik, mutagenik, dan karsinogenik, dengan jalan mengkatalisis reaksi konjugasi antara gugus tiol (SH) pada glutation (GSH) dengan pusat elektrofilik senyawa elektrofil. Reaksi ini akan menghasilkan produk konjugat glutation yang selanjutnya akan ditranspor ke ginjal dan dimetabolisme lebih lanjut menjadi asam merkapturat (Josephy, 1997). Konjugasi Acetylasi Tranformasi ini tidak menghasilkan racun-racun yang larut air. Alcohol dan amine dapat diacetylasi dengan acetyl CoA, dibawah pengaruh enzim acetyl transferase. Konjugasi Metilasi (Methylation Conjugation) Transformasi ini kurang penting dibanding transformasi tahap II lainnya. Pada umumnya hanya dipakai untuk mentranformasi beberapa jenis thiols, phenol dan amines yang dihasilkan dalam tubuh saja dengan perantara S-Adenosyl methionine (SAM) dan dikatalisasi oleh beberapa jenis enzim methyl transferase. Contoh : Metabolisme epineprin oleh SAM dan catechol O-methyl transferase (COMT) .

Konjugasi Asam Amino Konjugasi glycine, taurine, glutamine, ornithin dan arginin. Konjugasi asam amino adalah konjugasi glycine dengan asam salisilat menjadi asam salicyluric . ~ by filzahazny on March 18, 2009.

Sistem konjugasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari

Struktur kimia fenol

Sistem konjugasi terjadi dalam senyawa organik yang atom-atomnya secara kovalen berikatan tunggal dan ganda secara bergantian (C=C-C=C-C) dan mempengaruhi satu sama lainnya membentuk daerah delokalisasi elektron. Elektron-elektron pada daerah delokalisasi ini bukanlah milik salah satu atom, melainkan milik keseluruhan sistem konjugasi ini. Contohnya, fenol (C6H5OH memiliki sistem 6 elektron di atas dan di bawah cincin planarnya sekaligus di sekitar gugus hidroksil. Sistem konjugasi secara umumnya akan menyebabkan delokalisasi elektron di sepanjang orbital p yang paralel satu dengan sama lainnya. Hal ini akan meningkatkan stabilitas dan menurunkan energi molekul secara keseluruhan[1].

[sunting] Latar belakang

Konjugasi dapat terjadi dengan keberadaan gugus pendonor orbital p yang berbeda. Furan dianggap memiliki sistem konjugasi oleh karenanya.

Selain ikatan tunggal dan ganda yang bergantian, sistem konjugasi dapat juga terbentuk oleh keberadaan atom yang memiliki orbital-p secara paralel. Sebagai contohnya, furan adalah cincin beranggota lima dengan dua ikatan ganda yang bergantian dan satu atom oksigen pada posisi 1. Oksigen memiliki satu pasangan menyendiri elektron yang terisi pada orbital p, sehingga berkonjugasi dengan orbital p karbon dan membentuk konjugasi cincin beranggota lima. Keberadaan nitrogen pada cincin ataupun gugus pada cincin seperti gugus karbonil, gugus imina, gugus vinil, dan anion pula dapat menjadi sumber orbital p yang akan membentuk konjugasi. Sistem konjugasi memiliki sifat-sifat khas yang menyebabkan molekul tersebut memiliki warna. Banyak pigmen memiliki sistem elektron berkonjugasi. Contohnya adalah beta karoten yang memiliki rantai hidrokarbon berkonjugasi, mengakibatkan warna molekul ini berwarna oranye cerah. Ketika satu elektron dalam sistem tersebut menyerap foton pada panjang gelombang yang tepat, ia dapat dipromosikan ke aras energi yang lebih tinggi. Kebanyakan transisi elektron ini terjadi pada elektron orbital p ke orbital anti-ikat p ( ke *), tetapi elektron non-ikat juga dapat dipromosikan (n ke *). Sistem konjugasi dengan ikatan ganda berkonjugasi yang kurang dari delapan hanya dapat menyerap gelombang di sekitar daaerah ultraviolt, sehingga ia akan tampak tak berwarna. Dengan penambahan ikatan ganda, sistem tersebut akan menyerap foton dari gelombang yang lebih panjang, sehingga warna senyawa akan tampak kuning sampai dengan merah. Senyawa yang berwarna biru ataupun hijau umumnya tidak hanya bergantung pada sistem konjugasi untuk menampilkan warna tersebut. Penyerapan cahaya pada spektrum ultraviolet dan cahaya tampak dapat dikuantifikasi menggunakan spektroskopi sinar tampak dan sinar ultraviolet. Ini merupakan dasar dari keseluruhan bidang fotokimia.

Struktur kimia beta karoten. Sebelas ikatan ganda yang berkonjugasi ditampakkand dengan warna merah.

Konformasi siklooktatetraena. Ikatan ganda yang bersebelahan tidaklah planar, sehingga tidak ada konjugasi yang cukup kuat di antara mereka.

Konjugasi pada struktur siklik menyebabkan aromatisitas senyawa tersebut. Adalah penting untuk diperhatikan bahwa kepemilikan ikatan ganda yang berselingan bukanlah satu-satunya kondisi yang diperlukan agar sistem konjugasi dapat cukup kuat terbentuk. Beberapa hidrokarbon siklik seperti siklooktatetraena memiliki ikatan ganda dan tunggal yang berselang-seling, namun karena molekul tersebut tidak memiliki orbital p yang paralel satu sama lainnya, elektron tidak dapat berdelokalisasi dengan mudah. Senyawa tersebut masih dapat dianggap berkonjugasi, namun ia tidaklah termasuk antiaromatik ataupun aromatik. Siklooktatetraena tidak dianggap sebagai antiaromatik karena ia tidaklah planar.

[sunting] Lihat pula

Konjugasi adalah peristiwa transfer bahan genetik dari satu individu kepada individu lainnya. Mekanisme pertukaran bahan genetik ini terjadi pada bakteri dan beberapa protozoa. Penyatuan gamet terjadi pada salah satu individu. Secara morfologi tidak diketahui jenis kelaminnya, karena itu individu yang terlibat disebut sebagai individu positif (+) dan negatif (-). Maksud yang lain yaitu sistem perubahan bentuk verba yang berhubungan dengan jumlah, jenis kelamin, modus, dan waktu.

[4] Pertukaran Materi Genetik By bayu_fitria Leave a Comment Categories: [4] Reproduksi

Bakteri dan Arkhaea tidak melakukan reproduksi seksual seperti pada eukariot. Jika pada sel eukariot terjadi penyatuan inti sel, maka antara sel Arkhaea dan bakteri hanya terjadi perpindahan materi genetik. Ada dua macam materi genetiknya : kromosom (nukleoid) dan plasmid (DNA di luar kromosom). Fungsi : untuk menambah keanekaragaman genetik dalam suatu populasi sel Arkhaea dan bakteri Cara perpindahan materi genetik :

1. Transformasi

kata kunci : tanpa kontak langsung antara 2 sel fragmen atau dapat masuk secara langsung tanpa jembatan sitoplasma awalnya diteliti oleh Frederick Griffith (Inggris, 1928) pada Streptococcus pneumoniae terjadi pada : Haemophilus, Neiseria, Rhizobium, dan Bacillus. Bakteri jenis tertentu seperti Escherechia coli tidak dapat melakukan transformasi sebab sel donor tidak mampu menembus sel resipien (penerima)

Animasi. Transformasi

2. Transduksi

kata kunci : dibantu oleh bakteriofag (faga/virus bakteri)

bakteriofag membawa plasmid atau fragmen dari suatu bakteri ke bakteri lain saat menginfeksi bakteri (ingat fase litik dan lisogenik) awalnya diteliti oleh J. Lederbergh dan Norton Zinder (1952) terjadi pada : Escherechia coli, Salmonella, Shigella, Proteus, Pseudomonas, Staphylococcus, Bacillus, dan Corynobacterium

Animasi. Transduksi

3. Konjugasi

kata kunci : jembatan sitoplasma pemindahan secara langsung materi genetik (DNA) antara dua bakteri melalui jembatan sitoplasma yang terbentuk dari pilus seks (pilus F) awalnya diteliti J. Lederberg dan Edward L. Tatum (1946) salah satunya terjadi pada : Escherechia coli pada konjugasi mungkin dipindahkan fragmen (potongan yang tersusu dari beberapa gen) yang lebih besar, sedangkan pada transduksi dan transformasi hanya fragmen-fragmen kecil

Animasi. Konjugasi
Limbah rumah sakit, umumnya berasal pasien. Limbah itu mengandung mikroba dan salah satunya bakteri patogen. Limbah perlu diolah lebih lanjut agar tidak berbahaya. Seandainya limbah tidak diolah dan hanya dibuang begitu saja, apakah ada kemungkinan sifat patogensi bakteri menular pada bakteri lain yang tidak berbahaya? Apakah hal itu mungkin terjadi dan cara perpindahan mana yang mungkin digunakan? Bagaimana menurut kalian??

Coba Pikirkan!

Transkonjugasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari

Proses konjugasi pada bakteri yang merupakan bagian dari transposisi.

Transkonjugasi adalah suatu proses transfer materi genetik secara horizontal yang terdiri dari konjugasi dan transposisi[1]. Konjugasi merupakan proses transfer materi genetik (DNA) antarsel dengan memanfaatkan kontak antarsel berupa pilus yang akan menghubungan sel donor dan sel resipien[2]. Adanya peristiwa konjugasi diselidiki pertama kali oleh Lederburg dan Tatum (1946) pada Escherichia coli[2]. Proses ini umunya hanya melibatkan dua tetua (diparental mating) yaitu sel donor dan sel resipien, namun juga dapat dilakukan oleh tiga tetua (triparental mating)[2]. Pada sistem dua tetua, biasanya plasmid yang ditransfer merupakan selftransmissible plasmid, salah satunya adalah F plasmid[2]. Sedangkan transposisi adalah perpindahan elemen loncat (transposon) ke kromosom suatu bakteri[3]. Transposon adalah sekuens DNA yang dapat berpindah-pindah secara acak, baik pada kromosom sel yang sama maupun antarkromosom[3]. Transposon dapat melompat ke genom karena adanya gen tnp penyandi transposase yang menyebabkan terjadinya perpindahan secara autonom[3]. Penemuan adanya elemen lompat ini dilakukan pertama kali oleh Barbara McClintock (1930) melalui penelitiannya terhadap genetika warna jagung[3].

[sunting] Mekanisme
Dalam proses transkonjugasi, sel yang memberikan materi genetiknya disebut sel donor sedangkan sel yang menerimanya disebut sel resipien[1]. Transkonjugasi memerlukan terdapat

tiga gen utama yang berperan, yaitu gen tra, oriT, dan tnp[4]. Gen Origin of transfer (oriT) merupakan gen yang bersifat cis-acting[4][4][4]. Elemen cis-acting adalah sekuens DNA pada gen struktural yang diperlukan untuk ekspresi gen. Elemen ini memiliki beberapa kriteria tertentu, di antaranya adalah terdiri dari sekuens konsensus pendek, bisa terletak pada promoter atau enhancer, dan satu elemen tunggal cukup untuk regulasi respon gen[4]. Sementara itu, gen tra yang bersifat trans-acting, terdiri dari dua komponen yaitu DNA transfer and replication (Dtr) dan Mating pair formation (Mpf). Komponen Dtr terdiri dari enzim relaksase, helikase, dan primase[4]. sistem Mpf berfungsi untuk membentuk pilus sebagai jembatan transfer DNA antarsel bakteri[4]. Saat jembatan pilus terbentuk, enzim nuklease akan membuat nick pada utas tunggal DNA yang akan ditransfer (berupa DNA plasmid) di titik oriT sehingga DNA tersebut menjadi utas tunggal [4]. Ujung utas tunggal 5 akan dibawa oleh relaksase ke dalam sel resipien, sementara itu enzim Helikase bekerja untuk menjaga utas tunggal DNA yang ditransfer supaya tidak membentuk utas ganda kembali[5]. Begitu sampai di dalam sel resipien, enzim primase akan menginisiasi terjadinya rolling circle replication sehingga DNA plasmid yang sudah ditransfer menjadi utas ganda kembali[4]. Di dalam DNA plasmid yang ditransfer, terdapat gen tnp yang merupakan gen penyandi transposase untuk memindahkan transposon ke kromosom sel lain[3]. Setelah transposon melompat, plasmid pembawanya dapat didegradasi oleh nuklease[4]. Pada bakteri, transposon biasanya membawa gen struktural penyandi resistensi antibiotik tertentu yang diapit oleh ujung inverted repeat[3]. Sekuens inverted repeat ini membuat transposase dapat mengenali bagian DNA yang akan dipindahkan ke kromosom sel[3].

Salah satu contoh transposon bakteri.

[sunting] Aplikasi
Proses transkonjugasi sudah banyak dimanfaatkan untuk rekayasa genetika[6]. Salah satunya adalah dalam memproduksi teicoplanin, suatu senyawa antibiotik untuk mencegah dan menyembuhkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif, seperti Staphylococcus aureus dan Enterococcus faecalis[6]. Secara alami, teicoplanin dihasilkan oleh Actinoplanes teichomyceticus[6]. Dengan memanfaatkan proses transkonjugasi, gen penyandi teicoplanin dari A. teichomyceticus dapat dipindahkan ke bakteri lain, seperti E. coli[6]. Selain itu, transkonjugasi juga dimanfaatkan untuk pemeliharaan tanaman dan ekosistem[7]. Siklus nitrogen di bumi memerlukan bakteri pengikat nitrogen, seperti Rhizobium leguminosarum yang umumnya bersimbiosis dengan akar tanaman[7]. Melalui transkonjugasi, Rhizobium leguminosarum dapat mentransfer gen pembentuk nodul dan nitragenase ke bakteri Rhizobium lain yang tidak memiliki kemampuan tersebut[7].

[sunting] Referensi

Bakteri Horizontal Gene Transfer

Transformation, Transduction, Conjugation of Bacterial HGT Transformasi, Transduksi, Konjugasi dari HGT Bakteri
Share Article | Berbagi Artikel |

Jun 14, 2008 Tami Port Jun 14, 2008 Tami Port
Although bacterial reproduction results in the generation of clones, prokaryotes can undergo genetic recombination through transformation, transduction, and conjugation. Meskipun hasil reproduksi bakteri dalam generasi klon, prokariota dapat mengalami rekombinasi genetik melalui transformasi, transduksi, dan konjugasi.

Vertical and horizontal gene transfer and two ways in which bacteria can move around and mix up prokaryotic genetic material. Vertikal dan transfer gen horizontal dan dua cara bakteri bisa bergerak dan mencampur bahan genetik prokariotik.
Vertical Gene Transfer (VGT) Vertikal Gene Transfer (VGT)

Bacteria reproduce through binary fission, a process of asexual reproduction in which the bacterium divides, producing an exact copy. Bakteri bereproduksi melalui pembelahan biner, proses reproduksi aseksual di mana bakteri membagi, memproduksi salinan persis. When organisms replicate their genomes and provide copies to descendants (future generations), this is

considered vertical gene transfer. Ketika organisme replikasi genom mereka dan memberikan tembusan kepada keturunan (generasi mendatang), ini dianggap transfer gen vertikal. Horizontal Gene Transfer ( HGT ) Horizontal Gene Transfer (HGT) HGT is a process in which a prokaryotic cell can acquire genes from other microbes of the same generation, which, in some cases, can be a different species, or even a different genus than the donor. HGT adalah sebuah proses di mana sel prokariotik dapat memperoleh gen dari mikroba lainnya dari generasi yang sama, yang, dalam beberapa kasus, bisa menjadi spesies yang berbeda, atau bahkan suatu genus yang berbeda dari donor. There are three types of horizontal gene transfer. Ada tiga jenis transfer gen horizontal.

Transformation Transformasi Transduction Transduksi Conjugation Konjugasi

Transformation Transformasi

This is the process in which a recipient cell takes up DNA from the environment (such as DNA released from a dead organism). Ini adalah proses di mana sel penerima mengambil DNA dari lingkungan (seperti DNA dibebaskan dari organisme yang mati).

Ads by Google

Buy Cell Culture Media Maximize Result Reliability: Specialized Media For Muscle Cells
www.CookMyosite.com/Myotonic

CRITERION Dehydrated Culture Media Supplies for the Media Maker


www.HardyDiagnostics.com

Griffith s Experiments Griffith 's Percobaan In 1928, Frederick Griffith discovered transformation while trying to develop a vaccine for pneumonia caused by Streptococcus pneumoniae. Griffith was working with two strains of Strep . Pada tahun 1928, Frederick Griffith menemukan transformasi ketika mencoba untuk mengembangkan vaksin untuk pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Griffith bekerja dengan dua galur Strep. Colonies of the first strain appeared shiny and smooth (strain S) because the bacteria had a protective capsule, and this strain caused deadly pneumonia when injected into mice. Koloni ketegangan pertama muncul mengkilap dan halus (galur S)

karena bakteri memiliki kapsul pelindung, dan jenis virus ini menyebabkan radang paru-paru mematikan saat disuntikkan ke tikus. Colonies of the second strain had a rough appearance (strain R) because they were mutants that could not make the protective capsule. Koloni galur kedua memiliki penampilan kasar (galur R) karena mereka mutan yang tidak dapat membuat kapsul protektif. This strain did not cause deadly disease because the white blood cells of the mice could easily destroy these unprotected bacteria. galur ini tidak menyebabkan penyakit mematikan karena sel darah putih mencit dengan mudah dapat menghancurkan bakteri ini tidak dilindungi. Griffith did a number of experiments in which he demonstrated that the live R strain cells could acquire the smooth, virulent feature when exposed to dead S strain cells. Griffith melakukan sejumlah percobaan di mana ia menunjukkan bahwa sel hidup galur R bisa mendapatkan fitur, mulus virulen saat berhubungan dengan sel-sel galur S mati. His experiments indicated that the R strain was taking up genetic material of the dead, broken down S strain bacteria. percobaan-Nya menunjukkan bahwa strain R mengambil materi genetik orang mati, rusak bakteri galur S.
Bacterial Transduction Bakteri Transduksi

Another method of horizontal gene transfer is called transduction. Metode lain transfer gen horizontal disebut transduksi. This process involves the transfer of DNA from one cell to another via a replicating virus. Proses ini melibatkan pengalihan DNA dari satu sel ke sel lain melalui virus bereplikasi. Transduction can occur between prokaryotic cells or between eukaryotic cells. Transduksi dapat terjadi antara sel prokariotik atau antara sel-sel eukariotik. The following is an example of transduction in bacterial cells by bacteriophage (phage) virus. Berikut ini adalah contoh dari transduksi dalam sel bakteri dengan bakteriofag (fag) virus. When a phage is being replicated inside a host cell, the new viruses self-assemble from proteins and viral nucleic acid (genetic material) that the host cell has produced. Ketika seorang fag sedang direplikasi dalam sel inang, virus baru merakit diri dari protein dan asam nukleat virus (materi genetik) bahwa sel inang telah dihasilkan. Sometimes some of the DNA of the host, which had been chopped up during the lytic replication process, gets inside a new virus during viral self-assembly. Kadang-kadang beberapa DNA dari tuan rumah, yang telah cincang sampai selama litik replikasi proses, mendapat virus baru di dalam diri selama perakitan virus. When that phage then infects another cell, the new host may incorporate the donated DNA into its chromosome by recombination. Ketika fag yang kemudian menginfeksi sel lain, tuan rumah baru mungkin menggabungkan DNA disumbangkan ke kromosom dengan rekombinasi.
Conjugation Konjugasi

The third method of gene transfer in prokaryotes is called conjugation. Metode transfer gen ketiga di prokariota disebut konjugasi. Unlike the processes of transformation and transduction, the donor cell is not killed during this type of gene transfer. Berbeda dengan proses transformasi dan transduksi, sel donor tidak terbunuh selama jenis transfer gen. This process involves one

bacterium making a copy of a portion of DNA , called a plasmid, and transferring that copy to another bacterium. Proses ini melibatkan satu bakteri membuat salinan sebagian DNA , plasmid disebut, dan memindahkan salinan yang ke bakteri lain. What Is a Plasmid? Apakah sebuah plasmid? A plasmid is a small, circular molecule of DNA that replicates independently of the bacterial chromosome. plasmid adalah molekul, lingkaran kecil DNA yang mereplikasi secara independen dari kromosom bakteri. Plasmids carry information required for their own replication, and often for one or more cellular traits which are not essential for normal bacterial metabolism, growth, or reproduction, but confer survival advantages to the bacteria that possess plasmids. Plasmid membawa informasi yang diperlukan untuk replikasi mereka sendiri, dan sering untuk satu atau lebih ciri-ciri seluler yang tidak penting untuk metabolisme bakteri normal, pertumbuhan, atau reproduksi, tetapi memberi keuntungan survival terhadap bakteri yang memiliki plasmid. Plasmid Transfer Plasmid Transfer Plasmid copies can be transferred during the process of conjugation, during which the donor bacterium extends a rod-like conjugation pilus that connects with the recipient bacteria. salinan plasmid dapat ditransfer selama proses konjugasi, di mana bakteri donor pilus konjugasi mengulurkan tongkat-seperti yang menghubungkan dengan bakteri penerima. The plasmid is transferred via this extension. plasmid ditransfer melalui ekstensi ini. After conjugation, the bacteria separate. Setelah konjugasi, bakteri yang terpisah. This process is about as close as bacteria can get to having sex. Proses ini adalah sedekat bakteri bisa berhubungan seks.
More Information on Microbes Informasi Lebih Mikroba

See the science education websites SPO's Virtual Microbiology Classroom or Adopt a Microbe for more microbiology information. Lihat pendidikan ilmu website SPO's Virtual Mikrobiologi Kelas atau Adopsi Mikroba untuk informasi lebih mikrobiologi.
Sources Sumber

Bauman, R. (2005) Microbiology . Bauman, R. (2005) Mikrobiologi. Park Talaro, K. (2008) Foundations in Microbiology . Taman Talaro, K. (2008) Yayasan di Mikrobiologi.

Read more at Suite101: Bakteri Horizontal Gene Transfer: Transformasi, Transduksi, Konjugasi dari HGT Bakteri http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://bacteriology.su ite101.com/article.cfm/bacteria_horizontal_gene_transfer&rurl=translate.google.co.id&usg=ALkJrhiDfz N1P7ubh-ngMb1JBd7UfJPW3g#ixzz0mTbU6QOI

Konjugasi pada bakteri adalah transfer materi genetik dari sel F + F an - sel. Genetic material is passed through a thin tube-like structure carried on the surface of the F + cell, called the F pilus . Bahan genetik dilewatkan melalui struktur tabung tipis dilakukan seperti pada permukaan sel + F, yang disebut pilus F. F + cells are referred to as having an F factor , the fertility plasmid that allows the donor cell to conjugate with the recipient via the F pilus. M + sel yang disebut sebagai memiliki faktor F, plasmid kesuburan yang memungkinkan sel donor untuk menghubungkan dengan penerima melalui pilus F.