Anda di halaman 1dari 10

TUGAS INDIVIDU

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL BIDANG E-COMMERCE

Oleh: YUDITHA ICHSANI G651100321

Dosen: Dr. Yani Nurhadriyani, S,Si, MT

DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

TUGAS REVIEW JURNAL INTERNASIONAL BIDANG E-COMMERCE

Nama Artikel

: The Application of E-Commerce among Malaysian Small Medium Enterprises

Penulis Nama Jurnal

: Norudin Mansor dan Ahmad Faisal Amri Abidin : European Journal of Scientific Research ISSN 1450-216X Vol.41 No.4 (2010), pp.590-604

Sumber

: www.eurojournals.com/ejsr_41_4_11.pdf

HASIL REVIEW
Pendahuluan Penemuan World Wide Web (WWW) atau yang lebih dikenal dengan Internet oleh Tim Berners Lee pada tahun 1991 telah turut mengembangkan transaksi jual beli barang dan jasa menggunakan Internet yang disebut dengan Ecommerce. E-commerce telah memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan transaksi kapan saja (anytime), dimana saja (anywhere), tanpa kertas (paperless), tidak terlalu repot mengisi formulir pemesanan dan lain-lain. Jenis bisnis yang dapat memanfaatkan kelebihan E-commerce meliputi perusahaan besar, menengah, maupun kecil tidak terkecuali Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Adapun karakteristik UKM yang diacu pada artikel ini ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik UKM menurut SMIDEC - Small and Medium Development Corporation (2005) DEFINISI SEKTOR KATEGORI PENERIMAAN PER TAHUN (RM) < 250.000 250.000 - < 10 juta 10 juta 25 juta < 200.000 200.000 - < 1 juta 1 juta 5 juta JUMLAH KARYAWAN (ORANG) <5 5 50 51 - 150 <5 5 19 20 - 50

MANUFAKTUR

MIKRO KECIL MENENGAH MIKRO KECIL MENENGAH

JASA

Pada jurnal ini, peneliti berupaya menghubungkan antara lima variabel independen terhadap penggunaan aplikasi E-commerce (variabel dependen). Kelima variabel independen tersebut adalah Pemasaran, Logistik, Procurement, Keamanan dan Kebijakan Pemerintah. Menurut Fatimah (1999), tujuan pemasaran untuk memperoleh target/konsumen yang lebih baik, dengan pesan pemasaran yang tepat pada waktu yang tepat pula. Logistik berkaitan dengan perpindahan barang dari produsen ke konsumen melewati distributor perantara (Farhoomand & Lovelock 2001). Procurement dalam kaitannya dengan E-commerce merupakan fasilitas dalam mengakuisisi barang-barang, baik oleh perusahaan komersil atau organisasi pemerintah melalui Internet namun tetap menggunakan metode tender. Procurement yang demikian disebut dengan E-Procurement. Menurut Mukti (2000) berdasarkan survey ketertarikan perusahaan Malaysia dalam hal E-Business, 70% responden menganggap bahwa keamanan penting bagi perkembangan E-commerce. Dalam hal kebijakan pemerintah, UKM di Malaysia masih bergantung kepada insentif/bantuan dari pemerintah dalam hal infrastruktur yang cukup untuk melakukan bisnis secara elektronik.

Tujuan Penelitian 1. Menginvestigasi kekuatan hubungan aplikasi e-commerce dengan pemasaran, logistik, procurement, keamanan dan kebijakan pemerintah. 2. Mengeksplorasi profil demografis UKM dalam aplikasi IT. 3. Mengeksplorasi sejauh mana variabel yang dipilih menjelaskan aplikasi ecommerce. 4. Memberikan saran berdasarkan temuan untuk memperkuat budaya aplikasi di kalangan UKM.

Metodologi I. II. III. Memasukkan gagasan utama yang dipelajari secara empiris atau menyebutkan literatur terdahulu. Menunjukkan interelasi di antara gagasan-gagasan tersebut. Berusaha mengembangkan kerangka kerja ringkas yang menangkap kekayaan gagasan dalam konteks aplikasi e-commerce pada UKM

Kerangka Teoritis Kerangka teoritis yang dibangun pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Prosedur Sampling Ukuran Populasi yang digunakan adalah sebanyak 120.000 jenis bisnis berdasarkan Suruhanjaya Syarikat Malaysia (SSM), dimana 1.700 di antaranya adalah UKM Bumiputera. Ukuran sampel yang ditetapkan adalah sebesar 340 responden. Setelah proses screening data diperoleh sebanyak 302 responden. Teknik Sampling yang digunakan adalah Convenient Sampling Technique yaitu teknik sampling yang dilakukan berdasarkan kemudahan peneliti. Pengumpulan Data dan Instrumentasi Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diberikan langsung dan dipantau untuk memotivasi responden agar mengisi secara benar. Data dikumpulkan selama 6 bulan dan hanya pemilik atau manajer UKM yang menjawab kuesioner. Kuesioner terstruktur dibagi menjadi tujuh (7) bagian dalam bentuk pertanyaan tertutup dan didesain untuk mengumpulkan data dari responden. Bagian A berisi pertanyaan demografis yang didesain untuk mendapatkan informasi mengenai gender, usia, suku, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jenis kepemilikan, sector bisnis, investasi modal, dan jumlah pegawai. Instrumentasi tersebut berbentuk kategorikal dan pilihan ganda dengan sebagian besar data berbentuk nominal dan ordinal. Bagian B mengukur variabel independen dan dependen dimana setiap variabel diukur oleh sebelas (11) item untuk penggunaan E-Commerce, sepuluh (10) item untuk variabel pemasaran, sementara lima (5) item masing-masing untuk logistik, procurement, dan keamanan. Sisanya sebanyak tujuh (7) pertanyaan mengenai peran pemerintah dan badan lain dalam mempromosikan ECommerce. Seluruh pengukuran menggunakan format skala Likert.

Hipotesis Penelitian 1. Ada hubungan yang signifikan antara pemasaran/logistik/procurement/keamanan/kebijakan pemerintah dengan penggunaan e-commerce pada UKM. 2. Ada hubungan signifikan antara variabel independen (pemasaran, logistik, procurement, keamanan, kebijakan pemerintah) dan penggunaan ecommerce. 3. Ada perbedaan signifikan antara latar belakang pendidikan pemilik UKM dengan penggunaan aplikasi e-commerce. 4. Ada perbedaan signifikan antara status kepemilikan UKM dengan penggunaan aplikasi e-commerce.

Hasil dan Pembahasan Peneliti menampilkan beberapa profil responden dalam jurnalnya. Beberapa di antaranya adalah Status Kepemilikan UKM, Gender/Jenis Kelamin Pemilik UKM, Tingkat Penggunaan E-Commerce dan Jenis Utilisasi ECommerce, yang secara jelas ditampilkan pada grafik pie berikut ini.

STATUS KEPEMILIKAN UKM


Kelompok Persekutuan 11% Perusahaan Swasta Terbatas 30%

Pemilik tunggal 59%

GENDER
Wanita 19%

Pria 81%

Penggunaan Tinggi 6%

TINGKAT PENGGUNAAN E-COMMERCE


Penggunaan Menengah 15% Penggunaan Maksimum 1% Tidak Pernah Menggunakan 57%

Penggunaan Minimum 21%

JENIS UTILISASI E-COMMERCE


Tidak menggunakan E-Commerce 34% Lainnya E3% booking/order Penawaran E-banking 7% pekerjaan/kon E-katalog 3% 7% trak/tender 4% E-mail 19%

Banner 15% Website 8%

Uji Statistika 1. TABULASI SILANG: pandangan umum mengenai relevansi e-commerce pada operasi bisnis. 2. UJI ANOVA: analisis keragaman (Analysis of Variance) 3. UJI KORELASI: menentukan kuat lemahnya hubungan kedua variabel 4. UJI REGRESI BERGANDA: prediksi variabel dependen berdasarkan dua atau lebih variabel independen.

Tabulasi Silang Pada tabel-tabel berikut ditampilkan hasil tabulasi silang antara jenis sektor bisnis dan penggunaan e-commerce, dan hasil tabulasi silang antara latar belakang pendidikan pemilik UKM dan penggunaan e-commerce. Pada kedua tabel tersebut, peneliti menyajikan jumlah dan persentase responden yang menyatakan sangat setuju dan setuju dengan penggunaan e-commerce. Tabel 2. Hasil Tabulasi Silang Jenis Sektor Bisnis dan Penggunaan E-commerce Jenis Sektor Bisnis Makanan Pertanian Perhotelan Responden 35 7 3 Setuju 13 3 1 0 0 0 Sangat Setuju Persentase 37.1% 42.9% 33.3%

Industri Perkayuan Batik/Kerajinan Tangan/Tekstil Bangunan dan Konstruksi Engineering

8 22 36 12

3 7 17 3

0 0 0 0

37.5% 31.8% 47.2% 25.0%

Lainnya 179 91 7 54.7% Kesimpulan Peneliti: E-commerce tidak memiliki pijakan yang kuat dan kegunaannya terhadap pertumbuhan UKM kurang diinginkan.

Tabel 3. Tabulasi Silang Latar Belakang Pendidikan dan Penggunaan E-commerce Latar Belakang Pendidikan SRP (setara SMP) SPM (setara SMA) DIPLOMA/STPM Sangat Setuju 0 0 4

Responden 30 136 68

Setuju 13 44 37

Persentase 43.3% 32.3% 60.2%

DEGREE 68 44 3 69.1% Kesimpulan Peneliti: Latar belakang pendidikan setara Diploma ke atas sebagian besar menyetujui dan menggunakan aplikasi E-commerce.

Uji ANOVA Artikel tersebut mengemukakan hasil uji Analysis of Variance (ANOVA) yang dapat disimpulkan sebagai berikut: a) ANOVA antara Status Kepemilikan dan Penggunaan E-Commerce Pada tingkat kepercayaan 95%, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara status kepemilikan dengan penggunaan e-commerce. b) ANOVA antara Latar Belakang Pendidikan dan Penggunaan E-Commerce Pada tingkat kepercayaan 95%, terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan e-commerce dan latar belakang pendidikan.

Uji Korelasi Tabel 4 mengemukakan hasil dari uji korelasi Pearson yang dilakukan pada variabel-variabel penelitian. Tabel 4. Hasil Uji Korelasi VARIABEL Penggunaan E-Commerce Logistik Keamanan Pemerintah/agent Pemasaran Procurement KORELASI PEARSON 1.000 0.822 (**) 0.419 (**) 0.650 (**) 0.797 (**) LEVEL SIGNIFIKANSI 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000

0.000 0.736 (**) Catatan: (**) korelasi signifikan pada tingkat kepercayaan 99% Kesimpulan Peneliti: Variabel Logistik, Pemasaran dan Procurement memiliki korelasi yang kuat dengan Variabel Penggunaan E-Commerce.

Uji Regresi Berganda Tabel 5. Hasil Uji Regresi Berganda R 8.55(a) R SQUARE 0.732 ADJUSTED R SQUARE 0.727 SIG. F CHANGE 0.0

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara prediktor dan variabel dependen dengan P-value 0.000. Melalui kolom Adjusted R Square yang merupakan Koefisien Determinan uji regresi tersebut, dapat diketahui bahwa sebesar 72.7% variasi penggunaan E-Commerce dapat dijelaskan oleh seluruh variabel independen yang digunakan, sementara sisanya 27.3% tidak dapat dijelaskan dengan variabel independen yang digunakan.

Persamaan Regresi Linier Berganda yang diperoleh: Y = 0.628 + 0.410x1 + 0.109x2 + 0.242x3

Keterangan: Y = Variabel Dependen (Aplikasi E-commerce) x1 = Variabel Independen (Logistik) x2 = Variabel Independen (Keamanan) x3 = Variabel Independen (Pemasaran)

Kesimpulan Faktor terkuat berdasarkan Analisis Regresi => Logistik, karena mampu menghilangkan distributor penghubung, lokasi fleksibel, mereduksi biaya, dll. Faktor Procurement => korelasi kuat, tetapi analisis regresi lemah => faktor penting ini menjadi tidak diinginkan pada saat faktor lain terlibat dalam transaksi bisnis. Faktor Pemasaran dan Keamanan cukup penting dan signifikan bagi ecommerce, sehingga perlu ditingkatkan. Faktor Kebijakan Pemerintah=> kurang berpengaruh berdasarkan analisis regresi. Faktor Status Kepemilikan tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan aplikasi E-commerce Faktor Latar Belakang Pendidikan memiliki perbedaan yang signifikan terhadap penggunaan aplikasi E-commerce

Saran Seminar dan konferensi E-commerce yang terjangkau Program mentor-mentee oleh perusahaan besar Kampanye kesadaran dan motivasi oleh Ministry of Entrepreneur and Cooperative Development Program kerjasama/partnership yang strategis