Anda di halaman 1dari 5

Hari, tanggal : Senin, 12 Maret 2012 Asisten Praktikum : 1. Ella Rahmadani 2. Irvan Raditya P 3. Khafit Pratama 4.

Novi Shelvia 5. Afin Arie A 6. M. Afif Aziz Rekan Kerja : 1. Fahman Haqqi G64090013 G74080027 G74080019 G74080054 G74080058 G74080021 G74080059

ELEKTROLISER

WULANDARI G64090112

DEPARTEMEN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

TUJUAN Mempelajari prinsip pemisahan air menjadi gas hidrogen dan oksigen dengan teknik elektrolisis, menentukan tara kimia listrik dari gas letup dengan voltameter gas letup (Hoffman Cell) dan menentukan karakteristik serta efisiensi konversi energi pada sistem elektrolisis. PERALATAN 1. Hoffmans Voltameter 2. Power supply, 15 V, regulated 3. Voltmeter, range 30 V 4. Amperemeter, range 10 A TEORI Hoffman voltmeter adalah sebuah set yang terdiri dari tiga tabung kaca yang berdiri secara vertikal dan ketiga tabung tersebut terhubung, sehingga air yang terisi pada tabung yang terletak ditengah akan mengisi kedua tabung yang lainnya. Hoffman voltmeter digunakan untuk mengelektrolisis air menjadi oksigen dan hidrogen. Elektrolisis merupakan salah satu jenis dari sel elektrokimia (selain sel volta). Dalam sel elektrolisis, digunakan listrik searah (DC) untuk melangsungkan reaksi redoks tidak spontan. Jadi, sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta yang dimana terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Sel elektrolisis tidak memerlukan jembatan garam, seperti pada sel volta. Komponen utamanya adalah sebuah wadah, elektroda, larutan elektrolit, dan sumber arus searah. Prinsip Kerja Sel Elektrolisis yaitu elektron (listrik) memasuki larutan melalui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam larutan menyerap elektron dan katoda dan mengalami reduksi. Sementara itu spesi lain melepas elektron di anoda dan mengalami oksidasi. Reaksi kimia terjadi di dalam elektrolisis bergantung kepada jenis ion dalam larutanya dan jenis elektrodanya. Selama elektrolisis berlangsung akan terjadi reaksi redoks yang terjadi di elektroda-elektroda: Anoda (+) tempat terjadinya reaksi oksidasi. Katoda ( - ) tempat terjadinya reaksi reduksi.

PROSEDUR 1. Rangkai set-up percobaan seperti gambar 1. Rangkaikan secara seri Sel Hoffman dengan sebuah power supply, amperemeter, dan potensiometer (atau resistor). 2. Isi wadah dengan 1M H2SO4 (kira kira 95 gram) asam yang dilarutkan hingga 1 liter air destilasi. Catat ketinggian cairan dan tentukan volume bagian kosong di atas cairan. 3. Hidupkan power supply, set tegangan (U0) pada 30 VDC. Elektrolisis dibiarkan berlangsung selama 7 menit untuk merubah cairan menjadi gas. Catat pembacaan arus listrik pada amperemeter. 4. 5. 6. Matikan power supply. Catat perubahan volume gas hidrogen pada tabung katoda. Lanjutkan percobaan yang sama (poin 2 5) hingga 5 kali.

DATA Tegangan (v) 4.6 4.3 4 3.7 3.4 Arus (mA) 51.5 44.4 32.5 30.7 21 Volume awal O2 4.4 5.8 5 6.2 7 H2 4.8 7.8 4 6.2 8 Volume akhir O2 5.8 7 6.2 7 7.6 H2 7.8 10.4 6.2 8 9.2 Perubahan volume O2 1.4 1.2 1.2 0.8 0.6 H2 3 2.6 2.2 1.8 1.2

PENGOLAHAN DATA

Grafik Volume H2 dan O2


3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 1 2 3 data ke4 5 Volume (m)

perubahan volume O2 perubahan volume H2

PEMBAHASAN Hoffman voltmeter adalah sebuah set yang terdiri dari tiga tabung kaca yang berdiri secara vertikal dan ketiga tabung tersebut terhubung, sehingga air yang terisi pada tabung yang terletak ditengah akan mengisi kedua tabung yang lainnya. Hoffman voltmeter digunakan untuk mengelektrolisis air menjadi oksigen dan hidrogen. Elektrolisis merupakan salah satu jenis dari sel elektrokimia (selain sel volta). Dalam sel elektrolisis, digunakan listrik searah (DC) untuk melangsungkan reaksi redoks tidak spontan. Jadi, sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta yang dimana terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Sel elektrolisis tidak memerlukan jembatan garam, seperti pada sel volta. Komponen utamanya adalah sebuah wadah, elektroda, larutan elektrolit, dan sumber arus searah. Prinsip Kerja Sel Elektrolisis yaitu elektron (listrik) memasuki larutan melalui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam larutan menyerap elektron dan katoda dan mengalami reduksi. Sementara itu spesi lain melepas elektron di anoda dan mengalami oksidasi. Reaksi kimia terjadi di dalam elektrolisis bergantung kepada jenis ion dalam larutanya dan jenis elektrodanya. Selama elektrolisis berlangsung akan terjadi reaksi redoks yang terjadi di elektroda-elektroda: Anoda (+) tempat terjadinya reaksi oksidasi. Katoda ( - ) tempat terjadinya reaksi reduksi. Pada katoda, muatan negatif akan diberikan sehingga akan ada tekanan elektrik yang menekan elektron pada air. Kemudian anoda akan menyerap elektron. Namun, karena air bukan merupakan konduktor yang baik, sehingga diperlukan katalis untuk menghantarkan elektron. H2SO4 berfungsi untuk menghantarkan listrik dari anoda ke katoda. Hal ini terjadi karena H2SO4 merupakan jenis asam. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan perbandingan jumlah hidrogen dan oksigen yang dihasilkan. Jumlah gas hidrogen dua kali lebih banyak daripada jumlah gas oksigen yang dihasilkan. Hal ini karena pada saat elektrolisis berlangsung, mol hidrogen dua kali dari mol oksigen. Elektrolisis telah banyak diterapkan dalam berbagai bidang, contohnya adalah pemurnian tembaga, produksi zat, penyepuhan, maupun untuk teknologi ramah lingkungan, misalnya mobil yang menggunakan hasil elektrolisis, H2, yang digunakan sebagai bahan bakar utama.

Pemurnian tembaga menggunakan reaksi elektrolisis untuk mendapatkan tembaga murni, yaitu dengan cara menggunakan Cu yang belum murni pada anoda. Katoda terbuat dari Cu kemurnian tinggi. Proses elektrolisis dilakukan dengan pengaturan tegangan dimana hanya Cu dan logam yang lebih aktif seperti Fe dan Zn yang teroksidasi. Logam Ag, Au dan Pt tidak larut tetapi jatuh dan mengendap pada dasar sel elektrolisis. Pada katoda hanya Cu2+ yang tereduksi sehingga terbentuk deposit Cu.

KESIMPULAN Elektrolisis merupakan proses pemisahan air menjadi oksigen dan hidrogen dengan bantuan energi listrik. Pada anoda, hidrogen akan dioksidasi menjadi ion hidrogen dan menghasilkan elektron dan gas oksigen. Sementara pada katoda akan berlangsung reaksi reduksi asam dan menghasilkan ion hidrogen yang kemudian akan bergabung dengan ion hidrogen yang dihasilkan pada anoda dan membentuk gas hidrogen. Jumlah gas hidrogen yang dihasilkan pada percobaan ini dua kali lebih banyak dari pada jumlah gas oksigen. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2010. Sel Elektrokimia. [terhubung berkala]. http://imc.kimia.undip.ac.id.( 17 Maret 2012) Anonim.2010. Sel elektrolisa dalam industri. [Terhubung berkala]. www.chem-is-try.org. (17 Maret 2012) Anonim. 2007. Hoffman voltmeter. [Terhubung berkala]. www.iecpl.com.au. (17 Maret 2012)