P. 1
Materi 4 Monera Protista Fungi

Materi 4 Monera Protista Fungi

|Views: 182|Likes:
Dipublikasikan oleh Cindhy Ade Hapsari

More info:

Published by: Cindhy Ade Hapsari on Jul 27, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2014

pdf

text

original

MONERA, PROTISTA DAN FUNGI

Biologi Laut (ITK 221)

HUBUNGAN EVOLUSIONER

KINGDOM MONERA, PROTISTA & FUNGI
MONERA
Kelompok I (Bakteri saprobik) Kelompok II (Bakteri autotrof) Kelompok III (Bakteri patogenik)

PROTISTA

FUNGI

• Pyrrophyta

(Dinoflagellata)

• Ascomycota (ragi
& kapang)

• Bakteri aerobik • Jenis – jenis
heterotrof, misalnya Pseudomonas, mampu mengikat nitrogen cyanobacteria

• Bakteri hijau
– ungu sulfur

• Bakteri
kemoautotrof

• Bakteri
anaerobik heterotrof, mampu berfermentasi menghasilkan gas metan dan asam laktat

• Beberapa (Coccolithopor (cendawan & bakteri e, jamur) asosiatif Silicoflagellates • Deuteromycota oportunnis , diatomae) tik dari • Sarcodina kelompok (Radiolaria, Gram (+) Foraminifera) dan Gram (-) • Cilliophora (tintinnidae)

• Chrysophyta

• Basidiomycota

• Chlorophyta
(Alga hijau)

• Phaeophyta

(Alga coklat) (Alga merah)

• Rhodophyta

ALGA
ALGA
• Alga memiliki banyak variasi reproduksi dalam siklus
hidupnya, mulai dari cara vegetatif, aseksual dan seksual

• Alga memiliki banyak keanekaragaman morfologi pada tiap
– tiap jenis yang berbeda

Vegetatif
• Formasi tanaman baru
merupakan pemisahan bagian tubuh tanaman induk, tanpa melibatkan formasi struktur reproduktif yang khas

Reproduksi Aseksual • Formasi tanaman
baru terbentuk langsung dari perkembangan sel – sel reproduksi tanpa melalui fusi seksual

Morfologi Seksual
• Formasi
tanaman baru terbentuk dari suatu proses fusi seksual

• • • •

Sel tunggal Berkoloni Filamen Parenchymatous thalli

• Contoh : patahan
filamen yang kemudian membentuk tanaman baru

Lihat slide berikutnya …

T INGKATAN ORGANISASI UNISELULAR
Tipe
Flagellata (monadal)

Deskripsi

Keterangan

Contoh

• berflagelum/(a) : 1, 2, 4, n Flagelasi : • Memiliki bintik mata (eye • Isokont spot/stigma) • heterokont • Memiliki vakuola kontraktil
(Chlamydomonas)

Rhizopodial

• Memiliki kaki semu

(rhizopodium) dan bersifat amoeboid) • Dinding sel sangat lentur

Fagotrof

Coccoid
(protococcoid)

• Memiliki dinding sel (yang
kaku)

• Non motile

(Clorococcum)

T INGKATAN ORGANISASI UNISELULAR
Tipe
Organisasi kolonial : Coenobia

Deskripsi

Keterangan
Colonial - coenobia

Contoh

• Jumlah sel (dalam sebuah
koloni) tetap

• Reproduksi aseksual • Koloni baru terdiri dari
sejumlah sel parental (sel terdahulu)

(Eudorina) Organisasi kolonial : Colony

• Sel vegetatif dan generatif
berdiferensiasi

• Memiliki plasmodesmata

(Volvox)

T INGKATAN ORGANISASI FILAMENTOUS
Filamentous algae termasuk multiseluler, artinya, fungsi fisiologis masing – masing sel
pada alga saling berkaitan dan ketergantungan satu sama lain

Tipe
Filamentous

Deskripsi

Keterangan

Contoh

• Memiliki filamen
sederhana atau bercabang

• Berdiferensiasi • Memiliki sel
rhizoid

• Pola pertumbuhan apical,
basal dan intercalar

Siphonocladous • Sel – sel dipisahkan oleh
sekat – sekat dinding transversal

• Multinukleat

T INGKATAN ORGANISASI FILAMENTOUS
Tipe
Siphonus (coenocytyc)

Deskripsi

Keterangan

Contoh

• Multinukleat tanpa
sekat dinding transversal

• Hanya dari jenis
Chlorophyceae dan Xanthophyceae

Thallus : Parenchymatous

• Jaringan kaku • Memiliki meristem • Pola pertumbuhan
apical dan intercalar

• Sel – sel pada
filamen utama terpisah dari segala arah

Thallus : Pseudoparenchymatous

• Memiliki parenkim
palsu (pseudo) yang terbentuk karena interweaving pada pertumbuhan filamen contiguous

MORFOLOGI ALGA

REPRODUKSI ALGA
(Seksual VS Aseksual)
REPRODUKSI SEKSUAL/GENERATIF REPRODUKSI ASEKSUAL

• Formasi Gamet
Gametangium

• Formasi Spora
Sporangium

Gamet

Spore (mitospore)

Aplanogamet (Non-flagella)

Planogamet (flagella) Contoh : Zoogamet, spermatozoid

Aplanospore (Non-flagella)

Planospore (flagella) Contoh : Zoospora

Contoh :
Sel telur, spermatium

Reproduksi Seksual VS Aseksual
REPRODUKSI SEKSUAL/GENERATIF
• Syngamy (fusi gamet)
Dua tingkatan proses : Plasmogami (fusi sitoplasmik)

REPRODUKSI ASEKSUAL
Aplanospore (Non-flagella)

a) Autospore : spora nonKaryogami (Penyatuan nuklei)

flagella yang merupakan miniatur sel induk (Chlorella)

b) Hypnospore (Cystospore) :
Zigot/Planozigot spora dorman berdinding tebal

• Tiga tipe syngamy : 1. Isogamy, ukuran gamet sama 2. Anisogamy, terdiri dari mikrogamet dan
makrogamet (jantan – betina)

3. Oogamy, terdiri dari spermatozoid (jantan) dan sel
telur (betina) yang non-mobile

Reproduksi Seksual VS Aseksual
REPRODUKSI SEKSUAL/GENERATIF REPRODUKSI ASEKSUAL

• Reproduksi seksual : proses reproduktif yang
melibatkan fusi gamet (syngamy) dari haploid (n) menjadi diploid (2n) berupa zigot, kemudian berkembang menjadi tumbuhan baru atau menjadi sel berformasi reproduksi aseksual setelah mengalami meiosis

• Siklus hidup : Perubahan fase dari bentuk gametofit
(haploid) menjadi sporofit (diploid).
Gametofit : generasi tumbuhan yang menghasilkan gamet (haploid) Sporofit : generasi tumbuhan yang menghasilkan spora (diploid)

PLANKTOLOGI
 Sekilas tentang plankton  Fitoplankton dan kelompok fitoplankton utama  Distribusi fitoplankton  Fitoplankton dan aliran energi di lautan  Peran fitoplankton dalam “biological pump”  Fitoplankton dan fenomena “algal bloom”

DEFINISI PLANKTON
a)

• Istilah Plankton berasal dari bahasa
Yunani yang berarti “pengembara”

atau “hanyut” (Omori, M. & Ikeda, T., 1992)

• Studi tentang plankton disebut
“planktologi”

• Setiap individu plankton disebut
b)

“plankters”
Keterangan gambar :

a) Beberapa jenis plankton dari kelompok fitoplankton
dan zooplankton (Omori, M. & Ikeda, T. 1992)

b) Contoh fitoplankter, Ceratium sp.
(http://en.wikipedia.org//wiki//Plankton, 2005)

PENGELOMPOKKAN PLANKTON
Berdasarkan :
Siklus hidup Ukuran Fungsi rantai makanan

• Holoplankton

• Megaplankton (20 – 200 cm)

• Fitoplankton • Zooplankton

• Meroplankton • Makroplankton (2 – 20 cm) • Mikroplankton (20 – 200 μm) • Nanoplankton (2 – 20 μm) • Pikoplankton (0,2 – 2 μm) • Femtoplankton (<0,2 μm)

• Mesoplankton (0,2 mm – 2 cm) • Bakterioplankton

FITOPLANKTON
Definisi fitoplankton :

• Phyto = tumbuhan • Plankton = pengembara/hanyut

KELOMPOK UTAMA FITOPLANKTON :
Fitoplankton

Diatom

Cyanobacteria

Dinoflagellata

Coccolithopore

DIATOM
Ciri Diatom
• Alga eukariotik
• Umumnya berbentuk
uniseluler

Contoh Genera
• Skeletonema
• Rhizosolenia • Gyrosigma • Biddulphia

Contoh Spesies

• Memiliki dinding silikat
yang terdiri dari dua katup terpisah (frustule)

• Bacteriastrum
• Coscinodiscus • Chaetoceros • Nitzschia • Thalassiotrix • Dytilum • Eucampia
Nitzschia frigida Biddulphia sp. Chaetoceros sp.

• Perkembangbiakan
dengan membelah diri

DIATOM

Tahap pembelahan sel diatom; Surirella capronii (A – E), Coscinodiscus jonesianus (F – G), Biddulphia pulchella (H – J), Dytilum (K – M). Dilaporkan oleh Zhong (1989)

DIATOM
Bacillariophyceae (1)
Karakteristik : • Pigmen • Kloroplas
• Produk akhir • Penutupan sel
: klorofil A, C, β-karoten, fukoxanthin, diatoxanthin, diadinoxanthin : diselimuti oleh sampul kloroplas bermembran ganda dan ribosom berlapis kloroplas ER (CER); dengan manset tilakoid (thylakoid girdle) : chrysolaminaran (β-1,3-glukan) dan minyak/lemak : silika dan materi organik lainnya berupa frustule dengan dua katup yang terhubung oleh manset (girdle), hypovalve atau hypotheca dan epivalve atau epitheca

• Non Flagella • Lokomosi
• Reproduksi

: uniselular atau berkoloni, seringkali ditemukan berantai
: bentuk pennate, bergerak dengan mengeluarkan sekresi mucilage melalui organ raphe : Aseksual, dengan pembelahan sel, hypotheca baru dibentuk sebagian dengan valve dari frustule induk dalam batasan – batasan tertentu Seksual, diatom merupakan diploid, terjadi meiosis dan pembentukan gamet, fusi gamet menghasilkan auxospore

DIATOM
Bacillariophyceae (2)
Struktur Frustule, berdasarkan bentuk kesimetrian frustule dibagi menjadi :

• Centrales (Biddulphiales), simetri-sentris terhadap suatu titik • Pennales, simetris terhadap suatu garis

a) Bacillariophyceae : spesies yang memiliki organ raphe (bersifat motil) b) Fragillariophyceae : spesies tanpa organ raphe (non-motil)

Frag. : Fragilaria Centric : Stephanodiscus Bac. : Didymosphenia

DIATOM
Struktur Frustule :

Bacillariophyceae (3)
(Pinnularia)

(Stephanodiscus)

DIATOM
Bacillariophyceae (4)
Struktur Frustule :

CYANOBACTERIA
Ciri - ciri cyanobacteria :

• Umumnya berbentuk uniseluler

• • • •

Berkoloni dan membentuk filamen
Memiliki dinding sel tebal dan berbentuk gel Dikenal sebagai alga hijau biru (Blue – green algae) Memiliki kemampuan fotosintesis meskipun tidak memiliki kloroplas

Contoh Ordo

Contoh Genera

• Chroococcales • Nostocales • Oscillatoriales

• Halospirulina • Planktothricoides • Prochlorococcus

• Pleurocapsales • Prochloron • Stigonematales • Prochlorothrix

CYANOBACTERIA
Fakta mengenai cyanobacteria :
• Beberapa jenis cyanobacteria diperjualbelikan karena bernilai gizi
tinggi, seperti Aphanizomenon flos-aquae (E3-live) atau Spirulina

• Sedikitnya satu metabolit sekunder cyanobacteria, yaitu cyanovirin,
menunjukkan kemampuan untuk melakukan aktivitas anti-HIV

• Terkadang suatu massa reproduksi cyanobacteria terbentuk saat
terjadi “algal blooming”

Keterangan gambar :
Ledakan Cyanobacteria di laut Baltik Timur, Swedia, 2 Agustus 1999 (http://en.wikipedia.org//wiki//cyanobacterial,2005)

DINOFLAGELLATA
Ciri Dinoflagellata Contoh Genera Contoh Spesies

• Kelompok alga
eukariotik terbesar

• Gonyaulax • Cerathium • Noctiluca • Dinophysis • Peridinium

setelah diatom

• Uniseluler • Berflagella • Berkembang biak
dengan membelah diri

• Prorocentrum
• Gymnodinium

Gonyaulax sp.

Noctiluca sp.

Ceratium sp.

DINOFLAGELLATA

Pembelahan sel Dinoflagellata; Peridinium conicum (A), Dinophysis (B), Prococentrum micans (C, D), Ceratium tripos (F, G). Dilaporkan oleh Zhong (1989)

DINOFLAGELLATA
Dinophyta (1)
Karakteristik : • Pigmen • Kloroplas
• Produk akhir • Penutupan sel
: klorofil A, C, β-karoten, peridinin, dinoxanthin, diadinoxanthin : diselimuti oleh sampul kloroplas bermembran 3 (tiga), membran

kedua dan ketiga merupakan tilakoid
: pati (starch) dan minyak/lemak : theca (amphiesma, beberapa lapis membran) atau telanjang, dilengkapi bentuk piringan selulosa di dalam vesikel theca, yang berpola spesifik pada tiap spesies, alur manset memisahkan sel menjadi 2 (dua) bagian, yaitu epicone dan hypocone

• Flagella • Nukleus

: dua buah transverse flagellum mengelilingi sel pada alur manset,

longitudinal flagellum mengarah ke posterior
: Besar, kromosom memadat secara permanen (dinokaryon)

• Trichocysts

: Organ penyemprot pada membran, berbentuk benang – benang
(fibril) yang memanjang

DINOFLAGELLATA
Dinophyta (2)
a) b) c)

d)

Keterangan gambar :

a) Struktur tubuh Dinoflagellata

b) Gonyaulax c) Ceratium
d) Fenomena heterotrophy

DINOFLAGELLATA
Nilai Ekologis :

Dinophyta (3)
a) Red Tides

• Dinoflagellata merupakan produsen primer
terbesar setelah diatom

• Beberapa spesies merupakan endosymbion :
Zooxanthellae, hidup di dalam avertebrata laut, utamanya hewan – hewan terumbu karang (coral dan kerang)

• Dinoflagellata merupakan penyebab ledakan
besar “red tides”, yang dapat membahayakan makhluk hdup di sekitarnya akibat racun yang ditimbulkan, misalnya : PSP (Paralytic shellfish poisoning)

b) Bioluminescence

• Beberapa spesies Dinoflagellata memiliki
kemampuan bioluminescence, yaitu Noctiluca dan Gymnodinium

COCCOLITHOPORE
Gambaran Umum Habitat Peran Lingkungan

• Uniseluler
• Memiliki sisik mikroskopik
yang terbuat dari kalsium karbonat, disebut coccolith

• Menyukai hidup di
permukaan yang miskin nutrien

• Di saat suatu area miskin
akan nutrien, fitoplankton lain sangat langka. Maka, coccolithopore justru akan menjadi sumber nutrien bagi biota laut lainnya

• Tumbuh subur di
area yang mana kompetitornya justru sedang kelaparan

• Sisik (scales) berbentuk
seperti dop roda (hubcaps) dengan diameter tiga perseribu milimeter

• Untuk jangka panjang,
keberadaan Coccolithopore baik untuk lingkungan, melalui perannya dalam proses “biological pump”

• Umumnya hidup di
daerah subpolar

• Tiap Coccolithopore
tunggal dilapisi ≥30 sisik

COCCOLITHOPORE
Gambaran Umum Habitat Peran Lingkungan

• Diperkirakan organisme
tersebut membuang >1,5 juta ton/tahun (1,5 milyar kg/tahun) zat kapur, menjadikan Coccolithopore sebagai produsen kalsit terbesar di samudera

• Di beberapa daerah
terjadi blooming Coccolithopore secara berkala, seperti di perairan utara Australia dan perairan sekitar Islandia

• Untuk jangka pendek,
masih terdapat pro & kontra apakah keberadaan Coccolithopore meningkatkan pemanasan bumi melalui efek rumah kaca atau sebaliknya, malah mampu meredam pemanasan bumi

• Contoh Coccolithopore
yang memiliki peran penting secara lobal, yaitu

Emiliania huxleyi

COCCOLITHOPORE
Prymnesiophyta (1)
Karakteristik : • Pigmen • Kloroplas
• Produk akhir • Penutupan sel • Flagella • Haptonema
: klorofil A, C, β-karoten, fucoxanthin, diadinoxanthin : satu atau dua plastid tanpa manset tilakoid, dua membran sampul

kloroplas disertai dua lapis ribosome-coated chloroplast ER (CER)
: chrysolaminaran (β-1,3-glukan) : sisik organik, sisik yang mengandung kalsit dalam jumlah besar (coccolith) : dua buah flagel equal atau sub-equal, halus dan licin (kecuali

Pavlovales)
: perpanjangan sel yang menyerupai benang flagella, memiliki struktur khusus (jaringan dari 6 – 7 microtubules jika dibandingkan dengan flagella sebenarnya yang hanya 9 + 2 pola flagella), berfungsi sebagai

organ penempel

COCCOLITHOPORE
Prymnesiophyta (2) Formasi Coccolith :

COCCOLITHOPORE
Prymnesiophyta (3)
Emiliania huxleyi

Tropical coccolithophorids

COCCOLITHOPORE
Asumsi Coccolithopore sebagai penyebab pemanasan bumi Coccolithopore
Reaksi pembentukan

Coccolith

menghasilkan
Reaksi kimia sampingan

Gas Karbondioksida (CO2)

!

Gas CO2 merupakan salah satu gas penyebab efek rumah kaca yang potensial bagi pemanasan bumi

COCCOLITHOPORE
Asumsi Coccolithopore sebagai peredam pemanasan bumi Coccolithopore
Adaptasi terhadap UV
menghasilkan

Zat DMSP

DMSP terurai di air

Senyawa DMS
Merupakan inti kondensasi awan (Clouds Condensation Nuclei)

menghasilkan Lepas ke atmosfir

Sulfat

Dikonversi menjadi

Reaksi pembentukan

Awan

menghasilkan

FITOPLANKTON & DMS
Pemantulan radiasi matahari oleh awan dan sulfat haze yang berasal dari pelepasan DMS oleh fitoplankton (NOAA RITS Programme & NOAA Office of Global Programme, 2005)

Peran fitoplankton dalam menghasikan DMS untuk pembentukan awan (NOAA RITS Programme & NOAA Office of Global Programme, 2005)

DISTRIBUSI FITOPLANKTON
• Fitoplankton ditemukan di seluruh sungai, danau, laut dan samudera • Secara lokal kelimpahan fitoplankton bervariasi secara horizontal dan
vertikal, bervariasi menurut waktu setiap tahunnya

• Kelimpahan dan distribusi sangat bergantung pada faktor cahaya matahari,
konsentrasi nutrien dan parameter fisik kolom air

April - Juni

Juli - September

FITOPLANKTON & ALIRAN ENERGI DI LAUT
Rantai Makanan (Food Chain)
Fitoplankton  copepod  ikan  cumi-cumi  anjing laut  Orca (Paus pembunuh)

Jejaring Makanan (Food Web)

Contoh jejaring makanan di Laut Arktik (http://en.wikipedia.org/wiki/food_chain/2005

FITOPLANKTON & EKOSISTEM

Peran fitoplankton dalam pembentukan material organik terlarut dengan organisme lain (California Institute of Technology, 1998)

Kedudukan fitoplankton dalam struktur ekosistem (Dr. C’s Remarkable Ocean World, 2005)

FENOMENA BIOLOGICAL PUMP
Biological Pump adalah proses transportasi senyawa
karbon secara biologis dari zona eufotik permukaan ke lapisan dalam lautan. Karbon diangkut terutama melalui proses tenggelamnya (sinking) material-material partikulat, seperti jasad organisme yang telah mati (termasuk fitoplankton) atau kotoran organisme (faeces) (Raven dan Falkowski, 1999).
Gambar kiri : Proses Biological Pump (Spokes Lucinda, 2003)

Karbon yang mencapai laut dalam, diantaranya karbon inorganik partikulat seperti Kalsium Karbonat (CaCo3). Senyawa ini merupakan komponen utama dari organisme berkapur (calcifying organisms), seperti Coccolithophore, Foraminifera atau Pteropoda.
Kerangka Kalsium Karbonat pada Emiliania Huxleyi, jenis fitoplankton dari kelompok Coccolithophore, dilihat dengan micrograph electron (Spokes Lucinda, 2003)

FENOMENA ALGAL BLOOM
 Blooming alga (algal bloom) adalah suatu proses peningkatan populasi alga plankton (fitoplankton) secara cepat di dalam suatu perairan.

Ciri khas dari fenomena ini adalah hanya satu atau sedikit spesies yang mengalami blooming (ledakan populasi) yang pada akhirnya mengakibatkan terjadinya perubahan warna perairan (discoloration) sebagai hasil dari peningkatan densitas pigmen warna alga plankton penyebab blooming).

FENOMENA ALGAL BLOOM
 Black water (perairan hitam) adalah suatu fenomena perubahan warna air laut menjadi hitam atau gelap.  Fenomena ini “ditemukan” pertamakali di Perairan Teluk Florida pada bulan

Januari 2002.
 Walaupun para nelayan di daerah Florida mengkomplain dan meminta "pemerintah U.S untuk melakukan sesuatu” terhadap fenomena ini, namun para ilmuwannya mengatakan bahwa fenomena Black water ini diakibatkan oleh

blooming alga non-toxic (tidak beracun), yang diduga adalah DIATOM, sehingga
dianggap tidak berbahaya bagi organisme perairan maupun manusia.  Diatom ini berasal dari Florida Keys menuju Selat Florida selama beberapa bulan dengan bantuan angin dan gelombang.
Sumber: Http://en.wikipedia.org/wiki/Algal Bloom,2005

FENOMENA ALGAL BLOOM

Pyrodinium

Gymnodinium

Trichodesmium

Peristiwa Red Tide di Pantai Lajolla, California (Http://en.wikipedia.org/wiki/Algal Bloom,2005)

Gambierdiscus

Gambar atas – bawah kiri : beberapa genera Dinoflagellata beracun yang dapat menimbulkan Red Tide

Bagaimana dengan Teluk Jakarta ???

(Program Kerjasama ASEAN-Kanada Sains Laut, 2004)

“Every other breath you take is thanks to phytoplankton.” We always say “Save the Whales”, but wonder where the “Save the Phytoplankton”,

Dr. Barney Balch (Senior research scientist at the Bigelow Laboratory for Ocean Sciences in Boothbay Harbor, Maine)

DAFTAR PUSTAKA
 California Institute of Technology. 1998. Phytoplankton; Microbial Loop dalam http:// Ocean Planet.htm, 2005  Dr. C’s Remarkable Ocean World. 2005. Oh, What a Tangled Web We Weave dalam Http:// Oceanic Food Webs.htm, 2005  Http//en.wikipedia//wiki. 2005. Algal Bloom  Http//en.wikipedia.org//wiki. 2005. Cyanobacterial  Http://en.wikipedia.org/wiki. 2005. Food Chain  Http//en.wikipedia.org//wiki. 2005. Plankton  NOAA RITS Program and NOAA Office of Global Programs. 2005. Oceanic Dimethylsulfide (DMS) and Climate dalam Http/NOAA, 2005  Omori, M. and Ikeda, T. (1992). Methods in Marine Zooplankton Ecology, Krieger Publishing Company, Malabar, USA.  Program Kerjasama ASEAN-Kanada Sains Laut-Fasa II, 2004. Red Tide: Ledakan Alga Beracun. Poster.  Raven, J. A. and P. G. Falkowski (1999). Oceanic sinks for atmospheric CO2. Plant Cell Environ. 22, 741755.  Spokes Lucinda, 2003. How oceans take up carbon dioxide. Environmental Sciences, University of East Anglia, Norwich - U.K dalam  Zhong, Z. 1989. Marine Planktology. China Ocean Press (Beijing). China.

1.
2. 3. 4. 5. 6.

- Kenapa monera dipecah menjadi arkea dan bakteri - Apa perlunya dipecah menjadi 2 kingdom tersebut
Apa peran fungi di perairan laut terutama dalam jejaring makanan Uraikan potensi protista secara ekonomis dan ekologis Buatlah contoh jejaring makanan dan aliran energi dari monera sampai konsumen paling tinggi Diskusikan biological pump oksigen di perairan laut Uraikan/diskusikan kenapa terjadi blooming alga di suatu perairan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->