Anda di halaman 1dari 3

Krisis Palestina bukan Konflik Agama?

Oleh: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Termasuk kebatilan-kebatilan Al Qaradhawi (yang dimaksud adalah Yusuf bin Abdillah


Al Qaradhawi, sekarang mufti Qatar) -yang karenanya hampir saja bumi terbelah dan
dunia menjadi gelap- yaitu ucapannya “Kami tidaklah memerangi Israel karena Islam.
Tapi kami perangi karena pendudukan (mereka terhadap Palestina –ed). “

Maka aku katakan, “Barangkali orang ini telah menjadi seorang perusak. Bahkan pada
dirinya terdapat berbagai tipu daya yang menunjukkan keburukannya. Jika tidak
demikian, dahulu kita pernah mengatakan barangkali orang ini telah menjadi pikun Dan
ada orang yang menulis dengan mempergunakan lisannya (Al-Qaradhawi). Ini adalah
perkara yang mungkin terjadi. Karena hal ini adalah ucapan yang tidak dikatakan oleh
orang awam sekalipun.

Kaum muslimin memerangi musuh-musuh Allah agar mereka masuk ke dalam Islam.
Allah ta’ala berfirman:

َْ‫ ََْ دِ
ً اْ ِم َ ْ َ
َ َْ ِ َو‬
َ َ ُْ
َُِْ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima
(agama itu) darinya” (Ali Imran: 85)

َْ‫ َو‬
ُ َْ‫َ"ْ! َأ‬# ْ$%ِ َ&‫ِ ِإ(َ' َد‬$(‫ ا‬
َ ِ%َ&‫َ(ِ*ً َو‬+ ‫ل‬
َ َ#‫ َو‬-ِ$.‫ ِإ‬
َ ِ 
َ ِ%ُِْ%ْ(‫ا‬

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,
mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang
muslim (yang berserah diri)?” (Al-Fushilat: 33).

َْ(‫َ' َو‬/ْ َ0 1
َ َْ& ‫ُ" ُد‬2َ ْ(‫َرَى وَ! ا‬5$(‫' ا‬$َ 6َ ِ $َ0 ْ7ُ2َ$ِ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu
mengikuti agama mereka.” (Al-Baqarah: 120)

Bukan hingga engkau memberikan tanah-tanahmu!!! Tapi hingga engkau mengikuti


agama mereka.

Kalau seandainya engkau memberi mereka segala apa yang engkau bisa berikan kepada
mereka, sedangkan engkau tidak mengikuti agama mereka, maka sesungguhnya mereka
tidak akan mencintaimu. Yang demikian ini dinilai sebagai salah satu dosa besar dari
dosa-dosa besar. Bahkan ini adalah kejahatan dan kesesatan yang nyata.

Rabb Yang Maha Perkasa telah berfirman dalam kitabnya yang mulia,

1

َ28
‫ َأ‬
َ
ِ9$(‫َُ"ا ا‬: ‫ُوا ال‬9ِ;$َ0 ‫ُ" َد‬2َ ْ(‫َرَى ا‬5$(‫ْ َأوْ(ِ َ َء وَا‬7ُ2ُ=ْ>َ? ‫ َأوْ(ِ َ ُء‬A
ٍ ْ>َ? َْ‫ْ َو‬7ُ2$("َ ََ
ْ7ُBِْ ُ$.Cَِ ْ7ُ2ِْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan
Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi
sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin,
maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (Al-Maidah: 51)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Al-Quranul Karim,

‫ ال‬9ِ ِ;$َ
‫ن‬ َ "ُِْEُ%ْ(‫ ا‬ َ
ِ َِBْ(‫ن ِْ َأوْ(ِ َ َء ا‬
ِ ‫ دُو‬
َ ِِْEُ%ْ(‫ْ>َْ َوَْ ا‬Fَ
1
َ ِ(‫ َذ‬H
َ ْ ََ 
َ ِ ِ$(‫ ا‬-ِ ‫ْ ٍء‬-َI !ِ‫ُ"ا َأنْ إ‬$َ0 ْ7ُ2ِْ ‫َُ ًة‬0
7ُ ُ‫ ُرآ‬9ِّ َ*ُ
‫ُ َو‬$(‫َُْ ا‬Fَ.

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan


meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia
dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti
dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.” (Ali Imran:
28)

Maka masalah memerangi orang kafir, sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

1
َ $.‫ ِإ‬-ِ0ْMَ0 ًْ"َ# ِْ 
ِ ْ‫ب َأه‬
ِ َِBْ(‫ُْ ا‬Bَ َْ ‫ل‬
ُ ‫و‬$ ‫ْ َ َأ‬7ُ‫ْ&ُ"ْاه‬Pَ0  َ(‫َ َد ِة ِإ‬2َI ْ‫! َأن‬
َ َ(ِ‫! إ‬
$ ‫ُ ِإ‬$(‫ن ا‬
َ$ ‫ًا وَأ‬P$%َ*ُ ‫ل‬
ُ ْ"ُ‫ِ َر‬$(‫ا‬

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi sebuah kaum dari kalangan ahli kitab. Maka
hendaknya apa yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka adalah persaksian
bahwa tidak ada sesembahan haq melainkan Allah, dan bahwasanya Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam adalah utusan Allah.”

Perkara yang pertama adalah persaksian Lailaha illallah (tidak ada sesembahan yang haq
melainkan Allah). Bukanlah yang pertama berperang karena membela tanah air.

ُْ# ْ‫ن ِإن‬


َ َ‫ْ آ‬7ُ‫?َ ُؤآ‬: ْ7ُ‫ْ َوَأ?َْ ُؤآ‬7ُBُ.‫ْ"َا‬R‫ْ َوِإ‬7ُBُS‫ْ َوَأزْوَا‬7ُBُ0 َ ِUَ&‫ُ"هَ َوَأْ"َالٌ َو‬%ُْ َ َْ#‫َ َرةٌ ا‬Wِ0‫ن َو‬
َ ْ"َUْ;َ0 َ‫ آََ َده‬
ُ ِ‫َوََآ‬
َ2َ.ْ"َ/ْ َ0 X
$ َ‫ْ َأ‬7ُBْ َ(‫ ِإ‬
َ ِ ِ$(‫َ ٍد َو َرُ"(ِِ ا‬2ِS‫ َو‬-ِ ِِ ِ َ ‫ُ"ا‬5$? َ ََ '$َ - َ ِ0ْMَ
ُ$(‫ ا‬Yِ ِ ْMَِ?

“Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak, anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum


keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri
kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah
dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, Maka tunggulah sampai Allah
mendatangkan keputusan’.” (At-Taubah: 24)

Peperangan adalah supaya mereka (orang-orang kafir) masuk ke dalam Islam.

‫ت‬
ُ ْ ِ‫ أنْ ُأ‬ َ ِ0َ#‫س ُأ‬
َ $(‫' ا‬$َ ‫ُوا‬Pَ2ْUَ
ْ‫! أن‬
َ َ(‫! إ‬$ ‫للا إ‬Y ، ‫ن‬ $ ‫ًا وَأ‬P$%َ*ُ ‫للا َرُ"ل‬Y ، ‫ُ"ا‬% ُ
‫ َة َو‬$5(‫ ا‬، ‫ُ"ا‬0Eُ
‫]آَ َة َو‬$ (‫ ا‬،
‫ذَا‬Cَِ ‫ َ>َُ"ا‬1
َ ِ(‫ُ"ا ذ‬%َ5َ& -^ِ ْ7ُ‫ْ ِدَءه‬7ُ2َ(‫! وَأْ"َا‬
$‫_إ‬^ َ*? ‫مِلا‬
َ ْ‫ إ‬، ْ7ُ2ُ?َِ‫للا &ََ' َو‬Y 'َ(َ>َ0

2
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada
sesembahan yang haq melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah.
Dan mereka menegakkan shalat sertamembayar zakat. Apabila mereka melakukannya
maka darah dan harta mereka terjaga dariku, kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan
terhadap mereka kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala”

Dan di dalam dua shahih (Al Bukhari dan Muslim) dari hadits Ibnu Umar dan hadits
Buraidah dalam Shahih Muslim, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
kepadanya:

“Ajaklah mereka ke pada Islam. Apabila mereka enggan maka membayar upeti. Bila
mereka masih enggan maka berperanglah”

Dan juga hadits Ali bin Abi Thalib di dalam dua shahih, ketika Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam memberinya bendera, beliau bersabda,

“Berjalanlah perlahan, kemudian ajaklah ke dalam Islam, jika enggan serulah kepada
peperangan”

Atau yang semakna dengan ini.

Haruslah berdakwah itu karena Islam dan memperbaiki mereka. Tidaklah kita perangi
mereka karena harta-harta mereka. Memang boleh seorang muslim berperang untuk
mempertahankan tanah miliknya, tapi karena tujuan Islamlah yang lebih diutamakan.

Maka orang ini adalah seorang yang buta mata hatinya. Dan sesungguhnya kita insya
Allah, akan mengintai tokoh-tokoh Al-Ikhwanul Muslimin satu persatu. Tidaklah kita
akan pergi kepada mereka yang ibarat buih itu, walaupun mereka telah menulis di koran-
koran, (mereka tetaplah) buih-buih. Kita tidak akan memperdulikan mereka dan tidak
pula menoleh kepada mereka.

Mencelaku seorang budak bani Misma’


maka aku menjaga diri dan kehormatan dari padanya
Aku tidak menjawabnya karena aku ingin menghinakannya
Siapakah yang ingin menggigit anjing bila anjing itu menggigitnya

(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani dari Kitab Isykat Kalbil
‘Awi, Yusuf bin Abdillah Al Qaradhawi. Dari URL:
www.ulamasunnah.wordpress.com)