Anda di halaman 1dari 65

BALAI PENGEMBANGAN

LABORATORIUM KESEHATAN
DINAS KESEHATAN
PROVINSI JAWA BARAT Akreditasi No. LP-334-IDN

Jl. SEDERHANA NO 3- 5 BANDUNG 40161 INDONESIA
TELP: 62 22 2033517 FACS: 62 22 2033717

BIO DATA
NAMA : SURYA RIDWANNA 
ALAMAT: Jl. CIJERAH II Gang APEL No. 87
CIMAHI, BANDUNG 40534
 PENDIDIKAN :
1. AKADEMI ANALIS KESEHATAN BANDUNG 1989
2. POST GRADUATE DIPLOMA IN SCIENCE
UNIVERSITY OF QUEENSLAND, AUSTRALIA, 1998
 
PEKERJAAN:  
1.MANAJER TEKNIK Lab Kimia kesehatan dan Lingkungan
2.MANAJER MUTU BPLK JAWA BARAT
2.KETUA PELAKSANA UJI PROFISIENSI BIDANG
KLINIS JAWA BARAT
3.BIDANG MUTU LSP TELAPI
3.ASESOR KOMPETENSI LSP TELAPI
4.ASESOR LISINSE (ISO 17024)

MANAJEMEN MUTU DAN
SISTEM AKREDITASI
DI LABORATORIUM
KESEHATAN

AKREDITASI LABKES .

AKREDITASI LABORATORIUM Akreditasi laboratorium adalah PENGAKUAN FORMAL terhadap suatu laboratorium untuk melakukan pengujian atau kalibrasi tertentu sesuai dengan metode standar tertentu dengan manajemen mutu dan cara berlaboratorium yang baik. Laboratorium adalah instansi/ lembaga yang melaksanakan kalibrasi dan atau pengujian Oleh badan independent yang diakui Manfaat:  Meningkatkan kepercayaan  Punya nilai jual .

or.Manfaat akreditasi Lab yang terakreditasi berhak untuk menggunakan logo KAN sesuai dengan Pedoman BSN No. instansi serta badan Akreditasi negara lain. ( http://www. 12 tahun 1999 Lab akan dimasukan dalam direktori yang disebarluaskan kepada masyarakat pengguna.bsn.id) Lab akan digunakan dalam kerjasama Mutual Recognition Arragement (MRA) atau Multirateral Agreement (MLA) .

Bab IV pasal 1 (akreditasi oleh BSN sesuai ISO 17025) . tentang Laboratorium Kesehatan (Psl 16---wajib akreditasi Nasional atau Internasional) Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor: 113 tahun 2000. (Psl 28—wajib akreditasi) Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 364/Menkes/SK/III/200. tentang Laboratorium Kesehatan Swasta.Latar Belakang Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 04/Menkes/SK/I/2002.

Permenkes Nomor: 364/Menkes/SK/III/2003 tentang laboratorium kesehatan. kondisi kesehatan atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat. penyebab penyakit. Pasal 1: Ayat 1: Laboratorium Kesehatan adalah sarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran. penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari MANUSIA ATAU BAHAN BUKAN BERASAL DARI MANUSIA untuk penentuan jenis penyakit. .

kimia klinik.Ayat 2: Lab Klinik Laboratorium Klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang hematologi. parasitologi klinik. imunologi klinik. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan . mikrobiologi klinik. patologi anatomi dan atau bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit.

kimia dan atau bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan terutama untuk menunjang upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat. .Ayat 3: Labkesmas Laboratorium Kesehatan Masyarakat adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang mikrobiologi. fisika.

Laboratorium Lingkungan adalah laboratorium yang dapat berdiri sendiri sebagai suatu instansi maupun merupakan suatu bagian dari laboratorium yang mempunyai kemampuan dan kewenangan melaksanakan pengujian parameter kualitas lingkungan (fisika/kimia/biologi) .Kep Kepala Bapedal Nomor: 113 tahun 2000.

Testing and Quality (MSTQ)”. diberikan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN-BSN) sebagai satu-satunya badan akreditasi di bidang “Metrologi. 13 Tahun 1997. KAN akan melaksanakan kegiatan akreditasi Laboratorium Penguji/Kalibrasi berdasarkan ISO/IEC Guide 58 yang diadopsi menjadi Pedoman BSN No.Skema Akreditasi Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 943/Menkes/SK/VIII/2002 tentang Akreditasi Laboratorium Kesehatan ---------(KOMITE AKREDITASI LAB KES / KALK) Nasional Sesuai dengan KEPPRES No. 117 Internasional . Standar.

30 Pedoman ISO/IEC 17025 (15 persyaratan Manajemen.8 persyaratan Teknis.Standar Akreditasi KALK (Komite Akreditasi Laboratorium Kesehatan) 7 standar. LIS dan ETIK) .10 persyaratan Teknis) ISO 15189 (15 persyaratan Manajemen.

KAN-BSN BSN mewakili Indonesia dalam ISO. IEC dan CAC (Codex Alimentarius Commission) BSN aktif dalam kegiatan standardisasi dan metrologi seperti  ACCSQ(ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality)  APEC standards and Conformance Sub Committee  PASC (Pasific Area Standard Congress)  APMP ( Asia Pasific Metrology Programe)  APLAC (Asia Pasific Laboratory AccreditationCooperation)  PAC (Pasific Accreditation Cooperation)  ILAC (international Laboratory Accreditation Cooperation) .

SISTIM MUTU .

Perkembangan Sistem Mutu Dimulai dari industri dengan “Inspection and testing on floor shop” awal abad 19 Berkembang menjadi Quality control secara statistic dalam industri masal (1930) Dikembangkan menjadi prosedur manajemen/ Quality Assurance (1950) untuk produk atau jasa---TQM/GKM Quality Management System mulai dikenal dan diterapkan juga dalam pengelolaan laboratorium (1970) .

. WHO dan negara lain. 1972---NZ testing laboratory act • Denmark .144 • Amerika(FDA-USA).Perkembangan Standar Sistim Mutu Lab • GLP • New Zaeland. OECD (organization for economic co-operation and development). 1978---Food and drug administration non-clinical laboratory-GLP regulation Final Rule • Diikuti US-EPA. 1973---Danish National Testing Board Act. No.

INTERNATIONAL STANDARD  International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) didirikan tahun 1977. memenuhi juga ISO 9001 dan atau 9002) . Perkembangan Standar Sistim Mutu 1. mengusulkan standar untuk akreditasi ke International Organization for Standardization (ISO)  Dihasilkan ISO guide 25: 1978-2000---testing and calibration laboratory  Direvisi bersama The International Electrotechnical Commission (IEC) menjadi ISO/IEC Guide 25: 1982  ILAC mengusulkan revisi disetujui IEC dan diterbitkan menjadi ISO/IEC Guide 25: 1990---fokus pada GLP dari OECD serta ISO seri 9000 tentang jaminan mutu (mengadopsi filosofi elemen mutu namun mempertahankan spesifikasi kriteria teknis.

1989---General Criteria for the operation of testing laboratories Disusun berdasar pada berbagai ISO/IEC Guide 25: 1982 Direvisi agar sesuai dokumen ISO/IEC Guide 25: 1990 .Perkembangan Standar Sistim Mutu 1. STANDAR EROPA EN 45001.

Perkembangan Standar Sistim Mutu 1. . ISO/IEC 17025:2005 Standar ISO/IEC Guide 25 : 1990 dan EN 45001: 1989 disempurnakan menjadi ISO/IEC 17025: 2005 “General Requirements for the Competence of Testing and Calibration Laboratories” Versi 2005 format sudah sesuai dengan ISO 15189 2003 Lab yang terakreditasi dengan ini berarti memenuhi juga ISO seri 9000 ? Sedangkan bila terakreditasi ISO 9000 tidak berarti dapat mendemonstrasikan kemampuan dalam menghasilkan data yang valid secara teknis.

ISO/IEC 15189 Merupakan hasil diskusi WG 1 di London pada 15-17 November 1999 yang dipersiapkan oleh TC 212(Clinical laboratory testing and in vitro diagnostic test systems) Disusun saat ISO 17025 dan ISO 9000 disusun sehingga tidak bisa menyesuaikan dengan format keduanya Resmi menjadi ISO 15189. Medical laboratories- Particular requirement for Quality and competence. First edition 2003-02-15 . Perkembangan Standar Sistim Mutu 1.

Standar Sistim Manajemen Mutu ISO 9000  QUALITY MANAGEMENT SYSTEM ISO 17025  QUALITY MANAGEMENT SYSTEM  TECHNICAL AND ANALYTICAL COMPETENCY ISO 15189  QUALITY MANAGEMENT SYSTEM  TECHNICAL AND ANALYTICAL COMPETENCY  MEDICAL COMPETENCY .

Prinsip Manajemen Mutu Fokus pada pelanggan Kepemimpinan Keterlibatan Personil Pendekatan Proses Pendekatan sistem untuk pengelolaan Peningkatan berkesinambungan Pembuatan keputusan berdasar fakta Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok .

Elemen-elemen Quality Management System ISO 17025-ISO 15189 .

memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu  menetapkan struktur organisasi  memiliki manajemen teknis  menunjuk seorang manajer mutu .Organisasi dan manajemen  secara legal dapat dipertanggung jawabkan  personel terhindar dari pertentangan kepentingan  mendisain. menerapkan.

program. reagensia dan sistem analisis . proses.Sistem manajemen mutu  Kebijakan. prosedur dan instruksi harus didokumentasikan  Sistem manajemen mutu harus mencakup pengendalian mutu internal dan partisipasi dalam perbandingan antar laboratorium  Kebijakan dan sasaran sistem manajemen mutu harus didefinisikan dalam pernyataan kebijakan mutu  Memiliki quality manual yang menguraikan sistem manajemen mutu dan struktur dokumentasi yang digunakan  Menyusun dan menerapkan program monitoring dan kalibrasi instrumen.

penarikan dst  Semua dokumen diberi identifikasi secara unik . persetujuan. perubahan.Pengendalian dokumen  Memiliki prosedur pengendalian dokumen  Dokumen berasal dari luar atau yang dibuat oleh lab  Pengendalian : penyusunan. penerbitan.

Kaji ulang kontrak  Kontrak : persetujuan pemeriksaan  Memiliki prosedur kaji ulang kontrak  Kaji ulang termasuk pemeriksaan yang dirujuk ke laboratorium rujukan atau lab sub kontrak  Klien diberi informasi apabila ada penyimpangan dari kontrak .

kecuali konsumen atau otoritas menunjuk lab subkontraktor .Pemeriksaan oleh laboratorium rujukan-lab sub kontrak  Memiliki prosedur untuk mengevaluasi dan memilih laboratorium rujukan/ sub kontrak yang kompeten  Kontrak dengan laboratorium rujukan dikajiulang secara periodik  Memelihara daftar semua laboratorium rujukan/ sub kontrakyang digunakan  lab bertanggung jawab kepada konsumen untuk pekerjaan yang dikontrakan.

Jasa dan pasokan eksternal  Memiliki prosedur untuk pemilihan dan penggunaan jasa dan pasokan eksternal  Mengevaluasi pemasok jasa dan pasokan yang kritis  Lab harus menjamin perbekalan yang dibeli tidak digunakan sebelum diperiksa atau diverifikasi .

pengepakan dan pengiriman untuk tujuan verifikasi . Umpan balik harus digunakan dan dianalisa untuk peningkatan Pelayanan termasuk:  menyediakan ases bagi konsumen terhadap area lab untuk menyaksikan pengujian atau kalibrasi yang diminta  persiapan.Pelayanan kepada konsumen -konsultasi laboratorium harus menyediakan konsultasi mengenai pemilihan pemeriksaan dan pelayanan jasa menjamin bahwa lab menjaga kerahasian terhadap konsumen lainnya laboratorium harus melihat umpan balik positif atau negatif dari konsumen.

Penyelesaian keluhan Memiliki kebijakan dan prosedur untuk penyelesaian keluhan atau umpan balik lainnya Rekaman semua pengaduan. investigai dan tindakan perbaikan harus dipelihara. .

Identifikasi dan pengendalian ketidaksesuaian Memiliki kebijakan dan prosedur untuk menangani pemeriksaan yang menyimpang dari prosedur yang telah ada Ketika evaluasi menunjukan bahwa ketidaksesuaian pekerjaan dapat timbul kembali atau ada keragu-raguan antar pelaksanaan dan kebijakan atau prosedur. harus dilakukan tindakan perbaikan .

Tindakan perbaikan  Prosedur tindakan perbaikan harus mencakup proses investigasi untuk mengetahui akar masalah  Lab harus memonitor hasil untuk menjamin bahwa tindakan perbaikan yang dilaksanakan efektif  Jika timbul keraguan atas kesesuaian terhadap kebijakan dan prosedur laboratorium. laboratorium harus memastikan segera dilakukannya audit .

Tindakan pencegahan  Tindakan pencegahan dikembangkan. diterapkan dan dimonitor untuk mengurangi terjadinya ketidaksesuaian yang telah dan mungkin akan terjadi  Prosedur tindakan pencegahan harus mencakup perencanaan dan penerapan pengendalian untuk memastikan efektivitasnya .

didokumentasikan dan diterapkan sebagaimana mestinya Laboratorium harus mengimplementasikan indikator mutu untuk memantau secara sistematik dan mengevaluasi kontribusi laboratorium kepada pelayanan pasien . perbaikan. tujuan kualitas. analisis data. pencegahan dan kaji ulang manajemen Rencana tindakan peningkatan harus dikembangkan. hasil audit.Continual Improvement Laboratorium secara terus menerus harus meningkatkan efektifitas sistim manajemen mutu melalui kebijakan mutu.

pengindekan. data yang diperoleh dan informasi untuk audit. kesalahan cukup disilang bukan dihapus . rekaman kalibrasi. pemeliharaan dan pemusnahan rekaman mutu dan teknis Semua rekaman harus tersedia dan disimpan sedemikian sehingga mudah diperoleh kembali Jangka waktu penyimpanan rekaman harus ditetapkan Jika kesalahan terjadi dalam rekaman. penyimpanan. Memiliki dan menerapkan prosedur untuk identifikasi.Rekaman mutu dan rekaman teknis Lab harus menyimpan rekaman pengamatan asli. pengumpulan. rekaman personil dan kopi laporan hasil pengujian atau kalibrasi dalam waktu tertentu. pengaksesan.

diorganisasikan dan dilaksanakan oleh manajer mutu atau personel yang ditunjuk yang independen dari bidang yang diaudit Dilakukan sebagai kegiatan memotret keadaan untuk perningkatan bukan untuk mencari kesalahan Lingkup audit. temuan audit dan tindakan perbaikan hasil audit harus diirekam Tindak lanjut hasil audit harus diverifikasi. pelaksanaan dan efektifitas tindakan perbaikan direkam .Audit internal Melaksanakan audit internal secara periodik untuk memverifikasi bahwa pengoperasian laboratorium memenuhi persyaratan sistem manajemen mutu Audit internal direncanakan.

dan untuk mengetahui perubahan yang diperlukan untuk peningkatan  kesesuaian kebijakan dan prosedur  laporan dari manajemen dan penyelia  hasil internal audit terakhir dan asesmen oleh fihak luar  tindakan perbaikan dan pencegahan  hasil uji banding antar lab (uji profisiensi)  perubahan beban dan tipe kerja  umpan balik konsumen dan pengaduan  rekomendasi peningkatan  faktor relevan lainnya. QC. sumber daya dan pelatihan staf .Kaji ulang manajemen Manajemen harus melakukan kaji ulang sistem manajemen mutu dan kegiatan pemeriksaan untuk memastikan kesinambungan kecocokan dan efektivitasnya.

Personel Manajemen memiliki rencana pengorganisasian. Efektifitas pelatihan yang dialukan harus dievaluasi . administratif dan pendidikan Sumberdaya staf harus mencukupi dan KOMPETEN untuk melaksanakan kegiatan laboratorium Lab harus punya kebijakan dan prosedur untuk mengidentifikasi pelatihan yang dibutuhkan dan menyelenggarakannya. konsultatif. ilmiah. pelatihan dan pengalaman dan kompetensi seluruh personel Laboratorium harus dipimpin oleh seorang (atau beberapa orang) yang mempunyai tanggung jawab eksekutif Kualifikasi direktur laboratorium atau yang ditunjuk harus mencakup hal-hal yang terkait profesional. kebijakan personel dan job deskripsi Memelihara rekaman personel yang mencakup pendidikan dan kualifikasi profesional.

Akses dan penggunaan ruangan yang mempengaruhi mutu pemeriksaan harus dikendalikan Tempat dan kondisi penyimpanan sampel harus dapat menjaga integritas sampel. .Kondisi akomodasi dan lingkungan Memiliki ruangan yang cukup untuk melakukan pekerjaan dengan tanpa mengkompromikan kualitas pemeriksaan Lingkungan tempat pengambilan sampel primer dan dilakukannya pemeriksaan harus tidak membuat hasil tidak valid. Pengujian dan kalibrasi harus dihentikan bila kondisi lingkungan merusak hasil pengujian/ kalibrasi. mengendalikan dan merekam kondisi lingkungan seperti yang dipersyaratkan oleh spesifikasi. Lab harus memantau.

Peralatan laboratorium  Laboratorium dilengkapi dengan seluruh peralatan yang diperlukan sesuai dengan lingkup kegiatannya  Peralatan yang digunakan harus mampu menghasilkan akurasi yang diperlukan dan harus sesuai dengan spesifikasi yang relevan  Memiliki program untuk memonitor secara reguler mengenai kalibrasi dan fungsi instrumen. reagensia dan sistem analisis  Memelihara rekaman untuk setiap peralatan dan piranti lunaknya yang signifikan pada pemeriksaan  Dioperasikan oleh personel yang berwenang dengan instruksi yang mutakhir  Peralatan yang memerlukan kalibrasi atau verifikasi harus dilabel untuk mengetahui status kalibrasi atau verifikasi dan tanggal re-kalibrasi atau re-verifikasi .

Metode lebih baik standar yang dipublikasikan secara internasional. Bila konsumen tdk mengkususkan metode yang digunakan. lab harus memilih metode standar.Metode dan Validasi Lab harus menggunakan metode pengujian/ kalibrasi. Metode yang dikembangkan dapat digunakan jika sudah divalidasi. yang memenuhi keinginan konsumen dan sesuai dengan pengujian/kalibrasi yang dilakukan. regional atau nasional. . termasuk pengambilan sampel. Lab harus memberitahu konsumen bila metode yang diajukan oleh konsumen tidak sesuai atau sudah kadaluarsa.

Validation methods Validasi adalah konfirmasi melalui pengujian dan pengadaan bukti yang objektif bahwa persyaratan tertentu untuk suatu maksud khusus dipenuhi Validasi Metode :  Proses penentuan karakteristik dan batasan- batasan kinerja suatu metode serta identifikasi pengaruh yang dapat merubah karakteristik tersebut  Proses verifikasi bahwa suatu metode dapat memenuhi tujuan penggunaannya .

Ketidakpastian Laboratorium kalibrasi atau lab penguji yang melakukan kalibrasi sendiri. Lab pengujian harus juga mempunyai dan menerapkan prosedur untuk mengestimasikan Ketidakpastian Saat mengestimasi ketidakpastian pengukuran. semua komponen ketidakpastian yang penting dalam situasi yang ada harus diperhitungkan dengan menggunakan metode analisi yang sesuai . harus mempunyai dan menerapkan prosedur untuk mengestimasi ketidakpastian pengukuran untuk semua kalibrasi dan jenis kalibrasi.

penambahan. atau pengecualian dari prosedur.Sampling Lab harus mempunyai rencana pengambilan sampel dan prosedur untuk pengambilan sampel Bila pelanggan menghendaki penyimpangan. Lab harus mempunyai prosedur untuk merekam data dan kegiatan yang relevan yang berhubungan dengan pengambilan sampel yang membentuk bagian dari pengujian atau kalibrasi yang dilakukan . hal tersebut harus direkam dan harus dicakup dalam semua dokumen yang berisikan hasil pengujian/kalibrasi.

penerimaan. Pada penerimaan barang yang akan diuji/kalibrasi. penanganan dan penyiapan . retensi dan/atau pemusnahan barang yang diuji/kalibrasi. penyimpanan. termasuk semua upaya yang diperlukan untuk perlindungan kepentingan lab dan konsumen Lab harus punya sistem untuk mengidentifikasi barang yang diuji/kalibrasi. abnormalitas atau penyimpangan harus direkam Lab harus punya prosedur dan fasilitas yang sesuai untuk menghindari deteriorasi. penanganan.Penanganan Sampel Lab harus punya prosedur untuk transportasi. kehilangan atau kerusakan pada barang yang diuji/kalibrasi selama penyimpanan. perlindungan.

Prosedur pra pemeriksaan Formulir permintaan harus berisi informasi yang cukup untuk mengidentifikasi pasien dan pemohon Instruksi spesifik untuk pengambilan dan penanganan sampel primer harus ada dan diterapkan laboratorium Cuplikan sampel harus tertelusur ke sampel primernya Sampel primer harus tertelusur ke masing-masing pasien Harus ada kriteria penerimaan atau penolakan sampel primer Data lapangan harus jelas dan benar .

Pengendalian tersebut harus direncanakan dan dikaji serta mencakup. tapi tidak terbatas pada:  Partisipasi dalam uji banding antar lab atau uji profisiensi (ISO Guide 43)  Replika pengujian atau kalibrasi menggunakan metode yang sama atau berbeda  Pengkajian ulang atau kalibrasi ulang pada barang yang masih ada  Korelasi hasil untuk karakteristik yang berbeda dari suatu barang  Pengendalian Mutu Internal  Laboratorium harus menetapkan ketidakpastian hasil (apabila relevan dan memungkinkan) .Jaminan Mutu Laboratorium harus mempunyai prosedur pengendalian mutu untuk memantau keabsahan pengujian dan kalibrasi yang dilakukan.

Ketertelusuran

Semua peralatan yang digunakan untuk
pengujian/kalibrasi, termasuk peralatan untuk
pengukuran subsider (seperti kondisi lingkungan) yang
mempunyai pengaruh signifikan pada akurasi atau
kaabsahan hasil pengujian, kalibrasi, atau pengambilan
sampel harus dikalibrasi sebelum mulai digunakan.

 Program kalibrasi sistem pengukuran harus dilakukan
untuk memastikan ketertelusuran ke SI unit

LAB KALIBRASI
Program kalibrasi peralatan harus dirancang dan
dioperasikan sedemikian untuk memastikan kalibrasi dan
pengukuran yang dilakukan lab tertelusur ke Sistem
Satuan Internasional (SI) (International System of Units)
melalui rantai yang tidak terputus
Dalam kasus kalibrasi tertentu yang tidak dapat
sepenuhnya dilaksanakan dalam satuan-satuan SI,
kalibrasi harus memberikan kepercayaan pada
pengukuran dengan menetapkan ketertelusuran ke
standar-standar pengukuran yang sesuai, seperti:
 Penggunaan bahan acuan bersertifikat yang
disediakan oleh pemasok yang kompeten
 Penggunaan metode dan/atau standar konsensus
tertentu yang secara jelas diuraikan dan disepakati
oleh semua fihak yang berkepentingan

LAB PENGUJIAN
Persyaratan yang diberikan pada Lab Kalibrasi
berlaku untuk peralatan ukur dan pengujian
dengan fungsi-fungsi pengukuran yang
digunakan,
Bila ketertelusuran pengukuran ke satuan SI
tidak mungkin dan/atau tidak relevan,
persyaratan yang sama untuk ketertelusuran ke,
misalnya, bahan acuan bersertifikat, metode
dan/atau standar konsensus yang disepakati,
diperlukan sebagaimana halnya untuk lab
kalibrasi

Reference materials (bahan acuan)  Bahan acuan harus.  harus digunakan hanya untuk kalibrasi saja dan tidak untuk keperluan lainnya.  Standar acuan harus dikalibrasi sebelum dan sesudah setiap penyetelan. bila mungkin. tertelusur ke satuan pengukuran SI atau ke bahan acuan bersertifikat.  Bahan acuan internal harus dicek secara teknis dan ekonomis sejauh memungkinkan .Reference standards (standar acuan)  harus dikalibrasi oleh suatu badan yang dapat memberikan ketertelusuran.

standar pengalih atau standar kerja dan bahan acuan harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan jadwal tertentu. penyimpanan. dan penggunaan standar acuan dan bahan acuan dengan aman untuk mencegah kontaminasi dan deteriorasi serta untuk melindungi keutuhannya . Transport and storage Lab harus mempunyai prosedur untuk pananganan. transportasi. standar primer.Intermediate checks Pengecekan yang diperlukan untuk memelihara kepercayaan pada status kalibrasi dari standar acuan.

Prosedur pasca pemeriksaan Personel yang berwenang harus mengkajiulang hasil pemeriksaan. mengevaluasi kesesuaiannya dengan informasi klinik dan mengesahkan hasil untuk direlease Penyimpanan sampel primer harus sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan Pemusnahan sampel yang sudah tidak digunakan untuk pemeriksaan harus sesuai dengan regulasi lokal atau rekomendasi manajemen limbah .

atau serangkaian pengujian/kalibrasi yang dilakukan oleh lab harus dilaporkan secara akurat. dan sesuai dengan setiap instruksi spesifik dalam metode uji/kalibrasi Hasil harus dilaporkan. dan harus mencakup semua informasi yang diminta konsumen dan diperlukan untuk interpretasi hasil pengujian/kalibrasi dan semua informasi yang dipersyaratkan Informasi yang tidak dilaporkan harus tersedia di lab yang menguji/kalibrasi .Pelaporan Hasil Hasil setiap pengujian. biasanya dalam satu laporan pengujian atau sertifikat kalibrasi. jelas. kalibrasi. tidak meragukan. dan objektif.

…. Identifikasi unik dari laporan pengujian/ sertifikat kalibrasi (semacam nomor seri) dan diidentifikasikan pada setiap halaman dan identifikasi yang jelas menyatakan akhir dari laporan pengujian/ sertifikat d. Continued Setiap laporan pengujian atau sertifikat kalibrasi harus mencakup sekurang-kurangnya informasi berikut ini. kecuali bila lab mempunyai alasan yang syah untuk tidak melakukan yang demikian: a. Nama dan alamat lab. . Nama dan alamat konsumenidentitas dari metode yang digunakan e. dan lokasi dilakukannya pengiujia/ kalibrasi jika berbeda dari alamat lab c. Judul b.

bila diperlukan untuk interpretasi hasil pengujian mencakup: • Deviasi dari. . pendapat dan interpretasi • Informasi tambahan yang mungkin diperlukan oleh metode. penambahan pada. atau pengecualian dari metode pengujian. konsumen. pernyataan estimasi ketidakpastian pengukuran.. pernyataan kesesuaian/ ketidaksesuaian dengan persyaratan dan/atau spesifikasi • Bila memungkinkan. • Bila sesuai dan dibutuhkan. dan informasi tentang kondisi spesifik pengujian seperti kondisi lingkungan • Bila relevan.Sebagai tambahan pada persyaratan yang diuraikan dalam laporan pengujian harus. atau kelompok konsumen tertentu.

dan penyimpangan . bila diperlukan untuk interpretasi hasil pengujian – Tanggal pengambilan sampel – Identifikasi yang tidak meragukan dari substansi. termasuk diagram. atau produk yang dijadikan sampel (termasuk nama manufaktur. sketsa. tipe atau model penandaan dan nomor seri sebagaimana layaknya) – Lokasi pengambilan sampel. bahan. penambahan pada atau pengecualian dari spesifikasi yang dimaksud .Laporan pengujian yang berisikan hasil pengambilan sampel harus mencakup hal-hal berikut. atau foto apapun – Suatu acuan pada rencana pengambilan sampel dan prosedur yang digunakan – Rincian dari kondisi lingkungan selama pengambilan sampel yang dapat mempengaruhi interpretasi hasil pengujian – Standar dan spesifikasi lainnya untuk metode atau prosedur pengambilan sampel.

lab harus mendokumentasikan dasar yang digunakan untuk membuat pendapat dan interpretasi tersebut.Opinion and interpretations Bila pendapat dan interpretasi tercakup. Pendapat dan interpretasi harus secara jelas ditandai seperti halnya dalam laporan pengujian .

hasil tersebut harus diberi identitas yang jelas. Bila kalibrasi telah disubkontrakan. faksimili atau perangkat elektronik lainnya.Bila laporan pengujian berisi hasil pengujian yang dilakukan oleh subkontraktor. persyaratan Standar ini harus dipenuhi (Lihat LIS) . lab yang melakukan pekerjaan kalibrasi harus menerbitkkan sertifikat kalibrasi bagi lab yang memberikan pekerjaan Dalam hal hasil pengujian atau kalibrasi ditransmisikan melalui telepon. Subkontraktor harus melaporkan hasil secara tertulis atau elektronik. teleks.

atau pengalihan data.. (atau menurut identitas lainnya).Format harus dirancang untuk mengakomodasikan setiap jenis pengujian/ kalibrasi yang dilaksanakan dan untuk meminimalkan kemungkinan kesalahan pengertian atau kesalahan penggunaan Bahan amandemen untuk suatu laporan pengujian atau kalibrasi setelah diterbitkan harus dibuat hanya dalam bentuk dokumen susulan. .. yang mencakup pernyataan: “ Suplemen untuk Laporan Pengujian (atau Sertifikat Kalibrasi). nomor seri …. atau bentuk kalimat yang ekivalen.

KUA.STANDAR KOMPETENSI Sistim Mutu (SKKNI) AKA.026.B: Memelihara sistem mutu dan peningkatan mutu berkelanjutan .025.KUA.009.B: Menerapkan sistem kualitas dan proses perbaikan berkelanjutan AKA.A: Melakukan kontrol kualitas pada pemeriksaan AKA.KUA.

KOMPETENSI Sistem Mutu Labops-IAPSD KUAL 601: Melaksanakan sistem Audit Internal KUAL 600: Memelihara sistem mutu dan proses peningkatan mutu yangberkelanjutan KUAL 401: Menerapkan sistem kualitas dan proses perbaikan yang berkelanjutan KUAL 302: Memahami GLP KUAL 300: Membuat kontribusi untuk mencapai tujuan kualitas .

TERIMA KASIH .