Anda di halaman 1dari 24

Pre Inspection

Tips Menjaga Suhu Udara Di Dalam Mobil Agar Tidak Menjadi Panas

Setelah anda memarkir mobil lebih dari 1 jam di bawah terik matahari, lalu anda masuk ke dalam mobil tersebut, pastilah panasnya begitu terasa. Berikut adalah tips-tips untuk meminimalkan suhu di dalam mobil sekalipun anda telah memarkirnya di tempat yang panas.

Gunakan kaca film berkualitas

Pilih kaca film dengan daya tolak panas yang sangat tinggi (40%-90%). Harganya memang lebih mahal, tapi selain umur pemakaiannya lebih panjang, juga akan meningkatkan keamanan anda saat di dalam mobil.

Hindari tempat duduk kulit

Tempat duduk kulit memang terlihat lebih mewah dan nyaman, namun kenyamanannya itu akan berkurang saat tempat duduk tersebut terkena terik matahari, karena sifat kulit yang menyerap panas.

Usahakan parkir di tempat yang dingin

Tidak ada yang lebih nyaman dari mobil anda selain diparkir di bawah pohon yang rindang, atau di gedung parkir yang tidak terkena sinar panas. Jika memungkinkan sebaiknya anda memarkir kendaraan di tempat parkir umum yang tertutup.

Pakailah screen sunshade

Sebaiknya anda selalu menyediakan screen sunshade untuk melindungi matahari yang masuk dari kaca mobil anda. Biasanya ini digunakan di bagian kaca depan mobil anda saat mobil diparkir untuk memblokir sinar matahari.

Mengecek Kampas Rem

Kita sering melupakan pentingnya akan kampas rem, padahal kampas rem adalah peranti penjamin keselamatan nyawa kita ketika berkendara, yang jika aus fungsi rem kurang optimal. Jika sampai tidak diketahui, rem bisa blong dan berakibat fatal. Untuk mendeteksinya bisa dilakukan dengan gampang tanpa harus membongkar teromol atau kaliper terlebih dahulu. Bagaimana cara mengetahui tanda-tandanya ?

Berikut adalah cara-cara untuk pengecekan :

1. Saat kaki menginjak pedal untuk melakukan pengereman, apabila terdengar bunyi-bunyian dan terasa aneh sebaiknya segera diperiksa.

2. Kalau pedal diinjak makin dalam tandanya kampas sudah menipis, apalagi bila diinjak sampai mentok baru ada reaksi pengereman.

3. Bila pedal diinjak diikuti dengan bunyi berdecit secara terus-menerus selama pedal rem diinjak, bisa dipastikan kampas rem harus diganti.

4. Bila roda depan dan belakang ikut bergetar saat pengereman biasanya paku klem yang berfungsi mengikat kampas, dipastikan sudah menyentuh teromol.

5. Jika dipastikan tanda-tanda tersebut di atas terjadi pada mobil anda, segera bawa mobil anda ke bengkel untuk mengganti kampas remnya agar anda terhindar dari kecelakaan mobil karena rem yang bermasalah.

Kecil Tapi Efektif

Kita sering tidak memperhatikan hal-hal kecil dalam berkendara yang ternyata memiliki dampak yang berarti dalam menghemat BBM. Berikut adalah contoh dari beberapa hal sepele tersebut:

1. Membiasakan untuk menutup tutup tangki bensin dengan rapat sehabis mengisi bensin. Hal ini dapat mencegah penguapan bensin, mengingat bensin merupakan zat yang sangat mudah menguap.

2. Mengecek kondisi kaki-kaki kendaraan. Kondisi kaki-kaki yang sudah kurang prima dapat menyebabkan tenaga mesin tidak tersalurkan dengan efisien. Perhatikan kondisi dari bearing (klaher roda), ball joint, dan tierod. Selain untuk menghemat BBM tetapi juga untuk keselamatan kita.

3. Biasakan untuk memeriksa tekanan angin pada keempat roda sebelum berkendara. Karena tekanan angin yang kurang dapat menghambat putaran ban ke permukaan jalan, walhasil tenaga yang dikeluarkan harus lebih besar lagi. Selain itu juga dapat membahayakan pengendara karena dapat membuat pecah ban.

Bukan hanya hemat yang kita dapat, tetapi harus diingat safety first Selamat mencoba.

Perhatikan Oli Mesin Anda

Mesin dan oli, ibarat ikan dan air. Kelangsungan proses kerja mesin sangat ditentukan oleh keberadaan oli. Bila oli kurang, komponen mesin akan cepat aus akibat gesekan.

Kondisi yang cukup berat untuk medan seperti kota besar dengan jarak yang cukup jauh dan seringnya terjadi kemacetan membuat kerja mesin semakin keras juga. Untuk itu, anda perlu memperhatikan penggantian oli mesin anda secara berkala, paling tidak setiap kelipatan 5.000 km.

Namun, saat ini banyak sekali beredar merek-merek oli, baik keluaran dari dalam maupun luar negeri. Anda perlu berhati-hati saat membeli, agar tidak tertipu dengan oli oplosan. Beberapa ciri oli oplosan adalah : lengket saat dipegang, mengeluarkan asap dari knalpot dengan bau yang tidak enak dan pedih di mata.

Selain itu, beberapa akibat yang ditimbulkan oleh oli palsu adalah :

Oli palsu umumnya memiliki tingkat oksidasi tinggi, sehingga menyebabkan piranti mesin cepat aus karena banyaknya formula dalam oli tersebut.

Dapat menyebabkan mesin jadi kasar bahkan bantalan tie rod berbunyi.

Merusak sistem injektor, akibat proses pengabutan yang berlangsung tidak normal. Sisa-sisa pembakaran akan membentuk kerak di piranti-piranti sistem injektor dan sistem pengabutan.

Pilihlah oli yang telah direkomendasikan oleh pabrikan agar kendaraan anda lebih awet, dan anda perlu memperhatikan grade-nya untuk menentukan kecocokan pemakaian oli tersebut berdasarkan tahun kendaraan anda. [sp]

Driving

Atasi AC Mati dengan Cairan Shampoo

Ini memang bukan tips tentang mengatasi kabin mobil yang panas ketika AC (air conditioned) tidak berfungsi dengan

baik. Lebih penting lagi, isinya sangat berkaitan erat dengan situasi AC mati dan kenyamanan serta keamanan berkendara, terutama ketika kita tengah berkendara di saat turun hujan. Sebab, jika AC mobil mati ketika kita tengah berkendara di bawah guyuran hujan, biasanya kita akan terganggu oleh kemunculan embun di kaca-kaca. Sudah pasti, situasi ini sangat berbahaya karena pandangan kita menjadi tidak maksimal.

Di sinilah arti penting cairan shampoo. Kemunculan embun pada kaca-kaca mobil dapat kita cegah cukup dengan

shampo rambut. Caranya mudah. Siapkan lap atau kain yang bersih. Kemudian tuangkan sedikit shampoo jenis apa saja ke kain atau lap tersebut, lalu olesi secara merata dan tipis saja ke kaca depan serta area-area yang kita gunakan untuk memantau kondisi jalan. Embun tak akan muncul karena cairan shampoo mengandung unsur kimia yang dapat menghalau uap air.

Jangan lupa untuk segera membersihkan kaca-kaca kembali. Jika tidak, kaca yang telah kita beri shampo ini mengundang debu untuk menempel dan menumpuk. Lama kelamaan akan membuat kaca-kaca mobil kusam, bahkan berjamur.

Sebenarnya, embun-embun yang muncul di kaca pada saat turun hujan karena terjadi perbedaan temperatur antara

di dalam kabin mobil dan di luar. Karena AC mati sementara hujan tengah mengguyur, berarti temperatur di dalam

kabin lebih panas ketimbang di luar. Itu sebabnya, maka muncul embun di sisi dalam kaca-kaca.

Ada juga kasus munculnya embun pada sisi luar kaca. Hal ini terjadi jika temperatur di luar justru lebih tinggi dari pada di dalam. Berbeda dengan kasus di atas, kemunculan embun-embun seperti ini justru terjadi pada saat AC berfungsi normal. Biasanya, temperatur AC terlalu rendah sehingga suhu kabin jauh lebih dingin dibandingkan temperatur di luar. Solusinya, cukup dengan menaikkan temperatur AC.

Kontrol Kecepatan kendaraan Anda

Pedal rem termasuk perangkat penting yang pasti kita gunakan tiap kali berkendara. Meskipun sangat akrab dan kita perlukan untuk mengontrol kecepatan kendaraan, ternyata penggunaannya tidak cukup sekadar asal injak pedal rem. Ada teknik-teknik pengereman yang sebaiknya kita kuasai.

Di samping sebagai pengemudi kita harus mengatur jarak aman agar terhindar dari tabrakan atau benturan di jalan,

ada tiga poin yang harus kita perhatikan saat melakukan pengereman.

1. Injaklah pedal rem secara halus, bukan mendadak dan sekali tekan. Penginjakan yang mendadak memungkinkan rem mengunci ban. Ini sangat berbahaya karena akan menyulitkan pengemudi dalam mengontrol arah mobil. Bagi pengendara yang mobilnya sudah dilengkapi dengan ABS (anti-lock braking system), ban terkunci akibat pengereman tidak akan terjadi bila kondisi ABS dalam keadaan normal. Meskipun telah dilengkapi ABS, sebaiknya menginjak pedal rem memang tidak secara mendadak. Kecuali,

objek di sekitar kita memang muncul secara tiba-tiba sehingga kita harus secara drastis segera mengurangi laju mobil.

2. Jangan menekan pedal kopling secara penuh saat menginjak pedal rem. Mirip dengan poin satu, jika pedal kopling diinjak secara penuh, kita juga akan kesulitan mengendalikan laju kendaraan dan efek engine braking menjadi tidak ada.

3. Bantu pengereman dengan menggunakan engine brake. Caranya, selain menginjak pedal rem, setelah kecepatan kendaraan turun lakukan juga penurunan perseneling ke gigi yang lebih rendah. Engine brake membantu kita lebih menghemat kanvas rem.

Seperti disebutkan pada poin ketiga, selain terkait dengan masalah keselamatan, teknik mengerem ini juga perlu kita lakukan dalam rangka lebih memperpanjang usia komponen pada sistem pengereman, terutama kanvas rem. Dan yang tidak kalah penting, usahakan tetap mengontrol diri saat melakukan pengereman. Karena, pengereman akan sangat optimal bila Anda tidak panik.

Hal-hal Penting Dalam Menjalankan Kendaraan Baru

Memiliki mobil baru tentu anda ingin segera mengemudikannya. Namun jangan karena terlalu semangat anda melupakan beberapa hal penting yang harus anda perhatikan dalam menjalankan kendaraan baru. Jika anda menjalankan kendaraan yang masih baru dengan hati-hati dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pabrik pembuatnya maka kendaraan anda akan berada dalam kondisi yang sebaik-baiknya tentu saja diikuti oleh perawatan berkala secara rutin. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kendaraan baru :

1. Untuk 3.000 km pertama kendaraan harus dijalankan dengan cara-cara yang khusus atau biasa disebut running-in.

2. Bacalah dengan seksama buku petunjuk menjalankan kendaraan yang diberikan oleh pabrik pembuatnya dan laksanakan saat menjalankan kendaraan.

3. Sebelum menjalankan kendaraan, panaskanlah mesin terlebih dahulu, jangan menjalankan kendaraan dengan tiba-tiba, jangan mengadakan akselerasi dan jangan mengerem dengan tiba-tiba.

4. Janganlah bekerja pada putaran mesin yang terlampau tinggi. Sebaiknya diusahakan agar putaran mesin selalu lebih rendah dari 60% putaran mesin maksimum.

5. Sesudah kendaraan menjalani 1.000 km pertama, gantilah minyak pelumas mesin, minyak pelumas persneling dan roda gigi diferensial.

6. Sesudah kendaraan menjalani 3.000 km, ada kemungkinan baut-bautnya menjadi kendor. Maka bawalah kendaraan ke bengkel untuk diperiksa dan dikokohkan baut-baut dan sekrupnya. Periksa juga celah bebas katupnya.

7. Kenalilah kendaraan anda dengan baik sebelum anda menjalankan kendaraan anda dengan kecepatan tinggi karena setiap kendaraan memiliki ciri-ciri yang khas terutama ditinjau dari segi keamanan dan keselamatan dalam perjalanan.

Trik Mengemudi di Musim Hujan

Jika kita tidak bisa menyiasati situasi jalanan maka bisa mengundang kecelakaan.

Saat hujan mengguyur jalanan, banyak resiko buruk yang bisa terjadi oleh para pengemudi jika tak berhati-hati. Karena saat hujan, biasanya di barengi dengan lampu mati, jalanan becek, macet dan banjir. Jika kita tak bisa menyiasati situasi jalanan maka bisa mengundang kecelakaan. Ikuti trik berikut ini supaya anda bisa melaju dengan tenang di tengah jalanan yang tersiram hujan lebat.

1. Menghadapi hujan lebih baik nyalakan lampu kecil. Bila kurang yakin bahwa pengendara di belakang tak dapat menangkap sinar lantaran curahnya cukup lebat, pakai saja lampu utama. Atau gunakan lampu kabut (fog lamp).

2. Perhatikan penghapus kaca anda, pastikan berfungsi dengan baik.

3. Perhatikan kembang keempat ban. Apalagi yang menggunakan radial. Risikonya bila menerjang genangan air dengan kecepatan tinggi, roda tidak menapak pada permukaan jalan alias melayang. Tindakan paling tepat sebelumnya kurangi kecepatan dan turunkan gigi persneling. Bila perlu yang paling rendah.

4. Pastikan roda depan sudah lurus. Tahan setir, jaga putaran mesin dengan konstan. Pedal gas jangan diangkat karena bila ketinggian air melebihi pipa gas buang, air akan masuk ke knalpot.

rem dan kopling secara halus. Jangan menekan pedal kopling terlalu lama karena mobil akan meluncur cepat. Bila kopling langsung dilepas akan menimbulkan gejala selip lantaran roda memperoleh traksi secara mendadak.

6. Perlakukan setir dengan lembut dan pemutarannya diurut secara teratur. Posisi tangan kala mobil lurus berada di jarum jam 3 dan 9. Jika ingin menikung ke kiri, jangan sekali-sekali telapak tangan kanan menggenggam bagian dalam setir dengan posisi siap menarik. Bahanya jika mobil selip, reaksi setir jadi lambat.

7. Saat hujan ikuti deretan kendaraan di depan. Bila ingin pindah jalur, minimal 25 meter sebelumnya nyalakan lampu sein sambil mengamati kendaraan dari belakang spion luar atau dalam tak lebih dari 5 detik.

8. Saat menikung pada jarak 50 meter sudah mengurangi kecepatan dibarengi pasang sein dan sambil menurunkan persneling satu per satu untuk membantu fungsi pengereman.

9. Sebelum membelok, perhatikan kendaraan yang di belakang dan di depan.

Tips Mengemudi di Jalan Tol

Berikut ini beberapa tips mengemudi di jalan tol :

1. Menjaga jarak adalah hal yang sangat penting, terutama saat mendadak ada kendaraan melaju didepan, kita bisa melakukan pengereman pada jarak minimal. Misalnya pada kecepatan 100 km/jam kita harus mengambil jarak minimal 50 m.

2. Saat hendak membelok, beri tanda dengan lampu sign kemudian lihat spion tengah baru spion samping kiri atau kanan.

3. Menyusul mobil harus dari kanan jalan. Perlu diingat, bahu jalan digunakan hanya oleh ambulans atau mobil rescue, keadaan darurat (saat ban pecah misalnya).

4. Bila ban pecah, menepilah ke kiri. Untuk mengganti ban mobil sebelah kanan, parkir separuh badan mobil di sebelah kanan, dengan posisi parkir separuh badan mobil di rumput dan setengahnya lagi di aspal.

5. Bila mengganti ban kiri maka semua badan mobil berada di rumput dan ban kanan persis batas aspal.

6. Jika mobil berhenti di tengah jalan karena keadaan darurat, jangan lupa pasang segitiga pengaman berjarak 10 m dan nyalakan lampu hazard.

7. Bila ban pecah saat mobil berada di jalur kanan, tepikan mobil ke rumput di sebelah kanan. Tinggalkan mobil disana sementara penumpang harus keluar dari mobil dan menunggu menyeberang ke bahu kiri.

8. Jika terpaksa mobil diperbaiki di jalan, penumpang harus keluar dari mobil dan menunggu di rumput. Hal ini untuk mengantisipasi kendaraan lain yang terpaksa membuang mobil ke jalur luar.

9. Perhatikan garis yang ada di jalan. Bila terdapat garis kuning panjang tidak terputus, berarti jalan terdiri dari dua arah. Jangan melewati garis itu untuk melewati kendaraan. Setelah menemukan garis putih dan terputus-putus maka kita boleh menyusul kendaraan.

10. Manfaat Tachometer Untuk Menghemat Bahan Bakar

11. Tachometer atau penunjuk rotation per minutes RPM, tentu bukan sekedar penghias dashboard. Namun bermanfaat bagi pengemudi karena dapat menjadi penuntun untuk mengoperasikan mobil dengan hemat.

12. Ini dikarenakan melalui tachometer, pengemudi akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengganti posisi gigi. Selain itu, menjalankan kendaraan pada putaran statis sesuai dengan petunjuk masing-masing pabrikan, dapat lebih menghamat konsumsi bahan bakar.

13. Penggantian gigi yang tepat dilakukan pada saat mesin mencapai torsi maksimum (momen maksimum).

14. Perhatikan data teknis mobil dan lihat keterangan mengenai Torsi Maksimum (torque maximum). Manual book memuat keterangan mengenai data ini. Biasanya, tertulis dengan satuan feet/lbs, feet-pounds, atau Newton meter (Nm). Masing-masing mesin memiliki torsi maksimum yang berbeda. Biasanya, angka torsi (momen) selalu dikaitkan dengan angka putaran mesin (RPM).

15. Contoh, data teknis pada manual book tertulis torque maximum: 200 Nm/3.750 rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 200 Nm terjadi pada saat mesin berputar sebanyak 3.750 per menit.

16. Pada contoh ini, berarti sebaiknya melakukan perpindahan gigi ketika rpm menunjukkan kisaran angka

3.750.

17. Angka RPM di tachometer juga penting diperhatikan tidak hanya saat pergantian gigi ke posisi yang lebih tinggi. Untuk mengefektifkan konsumsi BBM, saat melaju di jalan pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maksimum tersebut. Karena, pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan output yang dihasilkan mesin dan tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil.

Emergency

Mobil Terbalik, Jangan Panik!

Kecelakaan lalu lintas adalah sesuatu yang sangat tidak diharapkan oleh para pengemudi dan pengguna jalan yang lainnya. Namun demikian, walau diri kita telah berhati-hati saat mengemudi di jalan, ternyata masih saja tertimpa musibah. Namanya saja musibah, tiap orang tentu tak mengharapkannya bukan?

Suatu ketika, kita sudah berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan, namun karena kelalaian dari pengguna jalan yang lain, musibah datang tak terelakkan. Nah, selain kita tetap perlu memulai sikap disiplin dalam mengemudi di jalan, ada baiknya pula kita mempersiapkan diri kita untuk hal terburuk yang bakal terjadi di jalan.

Bukannya berharap bahwa kita akan menemui hal yang sangat tidak mengenakkan tersebut. But, who knows? Toh, hal ini juga memberi masukkan yang positif bagi kita juga, agar kita bisa melakukan tindakan penyelamatan pertama, untuk menghindari terjadinya hal yang lebih buruk lagi.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan, jika suatu saat Anda mengalami suatu keadaan, sehingga menyebabkan mobil yang Anda kendarai terbalik. Pentingnya langkah awal ini, untuk membantu Anda dalam menyelamatkan diri Anda, sambil menunggu bantuan datang dari pihak yang lain.

1. Tetap tenang dan jangan panik. Buatlah diri Anda untuk tetap sadar, semampu Anda, walau bagaimanapun kondisinya. Hal ini sangat penting untuk menghindari tindakan yang lebih gegabah. Selanjutnya, jika Anda mampu, cobalah untuk berteriak meminta tolong atau segera meraih telepon mobil atau telepon selular anda, dan menghubungi pihak yang berwajib.

2. Jika mobil dalam kondisi terbalik, bisa saja body mobil dan atap akan remuk serta menjepit diri anda. Jika demikian keadannya, usahakan untuk tidak melakukan gerakan sedikitpun, untuk mengantisipasi adanya bagian dari tubuh Anda, yang secara tidak Anda sadari, terjepit dan mengalami patah tulang. Sebab, tulang yang patah bisa menyebabkan kerusakan pada bagian syaraf. Jadi, sekali lagi, tetaplah tenang.

3. Jika kaca jendela atau kaca depan mobil retak dan nyaris pecah, mungkin karena tertahan oleh lapisan kaca 'film', janganlah anda mencoba menyingkirkannya. Kondisi kaca yang telah rapuh bisa menyebabkan kaca tersebut berantakan dan akhirnya melukai tubuh Anda. Ingat, mata Anda adalah bagian tubuh yang sangat lembut dan mudah terluka. Alihkan saja pandangan Anda dari depan kaca yang menggantung itu, dan berusahalah untuk tidak menyenggol bagian tersebut.

4. Kenakanlah selalu sabuk pengaman, saat Anda mengemudikan mobil Anda. Perangkat penyelamat ini sangat vital dan berfungsi sebagai pengikat tubuh, agar saat terjadi benturan keras, badan pengemudi atau penumpang tidak terpental. Pemakaian sabuk pengaman di saat mobil terbalik, memungkinkan tubuh Anda berada tak jauh dari posisi duduk semula. Hal ini lebih baik, daripada terpental keluar, atau kemudian terjepit oleh body mobil yang remuk.

5. Jika dalam kejadian tersebut, Anda mencium bau bahan bakar yang sangat tajam, segera ambil tindakan. Namun, sekali lagi, jangan panik. Coba gerakkan bagian-bagian tubuh Anda, terutama tangan dan kaki. Jika Anda merasa mampu, usahakan sekuat tenaga dan secepat mungkin untuk mengeluarkan tubuh Anda dari dalam mobil, dari celah yang ada dan memungkinkan, yakni bagian jendela mobil atau kaca depan. Sebab nyawa Anda yang lebih utama, bukan? Pastikan bahwa tak ada kaca mobil yang masih menggantung. Dan setelah berhasil keluar, segera menjauh dari mobil, untuk menghindari kemungkinan mobil akan terbakar dan segeralah mencari pertolongan.

Sebagai tindakan preventif atau pencegahan, periksalah kondisi mobil Anda, sebelum Anda mengendarainya. Kelalaian dalam memeriksa kelayakan mobil sebelum berkendara, terutama kondisi ban dan rem, diperkirakan menjadi penyebab kecelakaan mobil yang sangat fatal, hingga menyebabkan mobil terbalik.

Selain itu, hindari gaya mengemudi yang 'ugal-ugalan', terlalu percaya diri dan 'egois' alias tidak mempedulikan kepentingan pengguna jalan yang lainnya. Kondisi tubuh juga perlu diperhatikan, sehingga jangan sampai Anda mengemudikan mobil dalam kondisi tubuh yang lelah dan mengantuk. Carilah tempat untuk beristirahat, hingga tubuh Anda kembali segar dan siap melanjutkan perjalanan.

Bila Mendadak Terjadi Overheat

Terkadang dalam kita berkendara, ada hal-hal yang tidak kita kehendaki terjadi, seperti misalnya overheat. Bagaimana menanganinya kalau tidak ada orang yang bisa diminta bantuan?

Lakukanlah hal-hal berikut :

1. Hentikan kendaraan, nyalakan lampu darurat, pindahkan transmisi ke posisi "P" (otomatis) atau ke posisi netral (manual) dan tarik tuas rem parkir, matikan AC bila mesin masih hidup.

2. Bila air pendingin atau uap terlihat keluar dari radiator atau tangki reservoir, matikan mesin, tunggu sampai uap keluar sebelum membuka kap mesin. Bila air tidak mendidih atau keluar uap, biarkan agar mesin tetap hidup.

3. Jangan mencoba membuka tutup radiator pada saat mesin dan radiator masih panas, karena dapat menimbulkan luka yang serius akibat pancaran air dan uap yang panas dari radiator bertekanan tinggi.

4. Periksa apakah ada kebocoran air pendingin dari radiator, selang, dan bagian kolong kendaraan. Ingat bahwa air yang keluar dari AC adalah gejala normal setelah pemakaian.

5. Periksa secara visual apakah drive belt mesin kendor atau putus. Bila ternyata drive belt mesin masih oke dan tidak dijumpai adanya kebocoran air pendingin, maka mesin dapat didinginkan dengan lebih cepat, dengan membiarkannya tetap hidup pada kira-kira 1500 rpm selama beberapa menit dengan sedikit menekan pedal akselerasi. Bila drive belt mesin putus atau air pendingin bocor, matikan mesin dengan segera, dan hubungi bengkel resmi Toyota terdekat.

6. Periksa tangki reservoir, bila kosong tambahkan air kedalam reservoir sambil membiarkan mesin tetap hidup, tambahkan kira-kira setengah penuh. Setelah temperatur pendingin mesin menjadi normal kembali, cek kembali permukaan air di dalam tangki reservoir. Bila perlu, tambahkan lagi hingga setengah penuh. Berkurangnya air yang serius menunjukkan adanya kebocoran dalam sistem, oleh karena itu segera hubungi bengkel resmi terdekat.

Bila Ban Anda Kempes

Kurangi kecepatan laju kendaraan anda secara bertahap.

Jagalah kendaraan anda tetap lurus, sambil secara perlahan bergerak ke bahu jalan yang aman.

Parkirlah di tempat yang rata dan berlandasan kuat

Matikan mesin dan nyalakan lampu darurat jika diperlukan

Tarik tuas rem parkir, dan pindahkan tuas transmisi ke posisi 'P' (untuk transmisi otomatis) atau posisi 'R' (untuk transmisi manual)

Persilakan seluruh penumpang untuk turun

Anda perlu mengetahui hal-hal berikut untuk menghindari kemungkinan terjadinya cedera diri :

Jangan sekali-kali masuk ke kolong kendaraan yang hanya ditopang dengan dongkrak saja. Sebaiknya anda gunakan alat pengaman tambahan.

Jangan menghidupkan mesin selama kendaraan anda ditopang dengan dongkrak

Ganjal roda bagian sisi melintang diagonal dari roda yang diangkat.

Pastikan untuk meletakkan posisi dongkrak dengan tepat, untuk menghindari kerusakan bagian kendaraan anda.

Jangan mulai mendongkrak, jika masih ada orang di dalam kendaraan anda.

Angkat kendaraan hanya secukupnya, kira-kira cukup untuk penggantian ban saja

1-Ambillah peralatan yang dibutuhkan beserta ban cadangannya :

1. Dongkrak

2. Kantong peralatan

3. Sambungan tangkai pemutar dongkrak di bawah jok tengah

4. Ban cadangan

Dongkrak ditempatkan khusus, untuk menghindari kemungkinan terlempar pada saat terjadi kecelakaan.

Putar persambungan dongkrak dengan tangan. Untuk melepaskan : putar berlawanan dengan arah jarum jam.

Untuk menyimpan : putar persambungan dongkrak pada arah 2 sampai dongkrak terikat dengan aman untuk untuk mencegahnya terlempar ke depan pada saat terjadi tabrakan atau pengereman mendadak.

Untuk melepaskan ban cadangan : masukkan ujung sambungan handle dongkrak ke dalam sekrup penurun ban dan putarlah berlawanan putaran jarum jam

2-Setelah ban turun dengan sempurna di atas tanah, lepaskanlah braket pengikatnya

Saat Anda menyimpannya kembali, letakkan ban cadangan dengan bagian luar menghadap ke atas . Saat ditarik ke atas, posisi ban harus lurus ke atas tanpa tersangkut komponen lain, agar ban tidak terlempar saat terjadi kecelakaan.

Ganjal roda pada arah diagonal dari ban yang kempes, untuk menghindari kendaraan menggelinding saat didongkrak.

Pada saat mengganjal ban, letakkan ganjal dari depan untuk roda depan, atau dari belakang untuk roda belakang.

3- Melepas ornamen roda

Ungkit dengan menggunakan ujung yang pipih pada alat pembuka ornamen (ujung yang berlawanan dengan kunci roda). Jangan mencoba menarik ornamen dengan tangan, karena dapat mengakibatkan luka pada diri anda.

4- Kendorkan semua mur roda

Sebelum mendongkrak kendaraan, kendorkan seluruh mur roda, dengan memutar mur berlawanan dengan arah jarum jam.

Untuk mendapat tekanan yang maksimal, letakkan handle di sebelah kanan. Peganglah kunci di dekat ujung handle dan tariklah handel ke atas. Berhati-hatilah agar kunci tidak terlepas dari mur.

Kendorkan mur dengan satu setengah putaran, dan biarkan mur menempel pada tempatnya.

5- Tempatkan dongkrak pada titik pendongkrakan

Perhatikan posisi alat dongkrak. Titik pendongkrakan belakang berada di bawah rumah axle belakang (di dekat gantungan pegas daun). Pastikan bahwa dongkrak bertumpu pada tempat yang datar dan keras, untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan

6- Setelah memastikan tidak ada lagi penumpang yang berada dalam kendaraan, angkatlah kendaraan secukupnya sehingga ban cadangan dapat dipasang

Posisi memasang ban cadangan, anda perlu mengangkat lebih tinggi dibandingkan dengan saat anda melepas ban yang kempes.Untuk mengangkat kendaraan, masukkan sambungan handel dongkrak ke dalam dongkrak, kemudian putar searah jarum jam dengan handel. Saat dongkrak menyentuh kendaraan dan mulai mengangkatnya, periksa kembali apakah posisinya sudah benar.

PERHATIAN

Jangan sesekali masuk ke kolong kendaraan, jika kendaraan hanya ditopang dengan dongkrak saja.

7- Lepas Mur Roda dan Ganti Ban

Angkat ban yang kempes lurus ke atas dan tariklah menyamping.

Gelindingkan roda cadangan ke posisinya dan tepatkan lubang pada roda dengan baut-baut roda. Angkat roda dan masukkan sekurang-kurangnya baut yang paling atas terlebih dahulu. Gerakkan roda dan tekan terhadap baut yang lainnya.

Sebelum memasang roda, bersihkan karat yang menempel pada permukaan pemasangan dengan sikat kawat atau sejenisnya. Pemasangan roda tanpa kontak metal dengan metal secara baik di permukaan pemasangannya dapat berakibat mengendurnya mur roda dan bahkan dapat menyebabkan roda terlepas pada saat kendaraan sedang meluncur.

Untuk itu setelah jarak tempuh sekitar 1.600 km pertama, cek kembali bahwa mur roda kencang.

Keselamatan

Mengatur Barang Bawaan Juga Penting Bagi Keselamatan

Konsentrasi menjadi persyaratan penting yang turut menentukan kesigapan, kelincahan dan kecermatan kita mengendarai mobil. Jangan sampai melamun atau terlalu membagi pikiran kita ke masalah-masalah lain yang berpotensi mengalihkan konsentrasi kita dari kondisi jalan. Risikonya sangat fatal, bisa mengakibatkan kecelakaan.

Di antara sekian banyak masalah yang berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara adalah barang bawaan. Coba saja ingat-ingat, Anda mungkin sering mengalami keadaan seperti ini: saat mau berangkat kerja atau hendak menuju ke suatu tempat, otak kita sibuk memikirkan apakah barang bawaan kita sudah lengkap, pikiran tersebut terus mengganggu kita sepanjang perjalanan sehingga konsentrasi kita mudah terganggu. Bisa juga sebuah kecelakaan terjadi hanya gara-gara alat komunikasi kita berdering dan jatuh ketika kita berusaha mengambilnya.

Karena itu, terkait dengan barang bawaan, ada beberapa poin yang harus kita perhatikan:

1. Sebelum masuk ke dalam mobil, periksa lagi barang bawaan satu persatu. Pastikan tidak ada yang ketinggalan. Jika perlu, buka lagi saku tas agar benar-benar yakin bahwa seluruh peralatan, dokumen dsb yang diperlukan telah terbawa semua.

2. Sambil menunggu mesin mobil panas, letakkan barang-barang yang mungkin diperlukan di tengah perjalanan. Misalnya, SIM, STNK, kartu parkir, uang receh, kaca mata, air minum, makanan kecil, hand phone atau alat komunikasi lainnya. Letakkan seluruhnya di tempat yang mudah dijangkau. Jangan sampai kita kerepotan ketika barang-barang itu tiba-tiba kita perlukan.

3. Bagi para pengendara wanita, gunakan kesempatan menunggu mesin panas untuk berkaca dan berdandan. Jika sedang mengendarai mobil, jangan biasakan merias diri ketika mobil sedang berhenti di lampu merah.

4. Khusus barang-barang yang sangat bernilai (misalnya laptop) letakkan di tempat yang tidak mudah dilihat dari luar. Ini sangat berguna dalam mencegah tindak kriminal di perjalanan.

5. Terkait dengan dering alat komunikasi, jangan paksakan untuk menjawab panggilan jika kondisi tidak memungkinkan. Sangat baik juga bila menggunakan hands free atau blue tooth jika memang harus berkomunikasi dalam perjalanan.

6. Setelah sampai di lokasi, jangan langsung mematikan mesin. Rapikan dulu barang-barang bawaan, baru putar kunci kontak ke posisi "OFF". Selain memberi waktu untuk mendinginkan mesin, langkah ini juga berguna dalam mencegah kemungkinan kunci tertinggal di dalam mobil akibat kita terlalu konsentrasi terhadap barang bawaan.

Kendaraan Bergetar Saat Kecepatan Tinggi

Hati-hati bila mobil terasa bergetar kencang pada saat sedang berkendara dalam kecepatan tinggi. Pemilik mobil- mobil lama harus lebih teliti dan peka terhadap kondisi mobilnya. Karena mobil-mobil lama biasanya mempunyai masalah kerusakan yang kompleks. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah terjadinya getaran yang kencang pada seluruh bagian kendaraan pada saat kendaraan sedang melaju apalagi jika dalam kecepatan tinggi. Jika dibiarkan hal itu sangat berbahaya. Berikut ini tindakan apa yang harus Anda lakukan dan penyebab hal itu bisa terjadi :

1. Jalankan kendaraan pada kecepatan dimana getaran-getaran tadi tidak timbul. Jangan paksakan melaju dengan kecepatan tinggi. Lebih baik lambat asal selamat.

2. Segera bawa kendaraan ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan dan perbaikan lebih.

3. Penyebab terjadinya getaran tersebut karena beberapa hal :

o

poros propeller melengkung sehingga tidak seimbang.

o

keausan pada bantalan dari sambungan universal.

o

baut-baut penyambung poros propeller longgar

10 Penyebab Mobil Terbakar

Inilah malapetaka yang paling ditakuti pemilik mobil. Bayangkan, hanya dalam 10 menit, kendaraan sudah bisa menjadi kerangka. Di Jakarta sendiri telah terjadi 10 kasus mobil terbakar.

Terbakarnya sebuah mobil dikarenakan oleh dua faktor. Pertama : adanya pemantik dan kedua : bersentuhan dengan bahan bakar. Selain itu, konsleting pada kabel juga bisa memercik api dengan mudah.

Berikut adalah 10 penyulut kebakaran pada kendaraan :

1. Kabel terkelupas. Bisa jadi masalah timbulnya api berasal dari sini. Kondisi mobil yang tidak stabil membuat kabel yang sudah rapuh saling bergesekan, sehingga menimbulkan sobekan pada kabel, bila kabel yang terkelupas saling bergesekan maka akan menimbulkan percikan api. Ciri khas bila kabel yang terkelupas memercikkan api adalah ada aroma bau sangit. Bila sudah tercium, segera pinggirkan kendaraan.

2. Kabel paralel bertumpuk pada aki. Biasanya kabel paralel pada aki terkadang tidak kencang pengikatannya (baut), sehingga korsleting kerap terjadi. Agar aman, soket kabel atau baut pada aki sering diperiksa.

3. Besar kabel tidak sesuai. Kabel sangat riskan jika tidak menggunakan tipe yang tepat. Karena setrum kabel mempunyai daya yang berbeda. Akibat salah mengaplikasi, kabel bisa memuai dan api dapat menjalar ke seluruh bagian mobil.

4. Selang bensin bocor. Terutama untuk mobil yang sudah berumur. Selang bensin cuma bermaterial serat kain, jadi gampang rapuh atau robek.

5. Karburator. Untuk mobil yang masih menggunakan karburator, jangan menggunakan air filternya yang terbuka. Hawa bensin terkadang tembus melewati celah-celah kecil dari boks air filter. Bahayanya, ada kabel yang lecet dan bergesekan lalu terkena hawa bensin.

6. Pipa knalpot yang bocor. Terutama yang melewati di bawah tangki bensin. Karena terkena hawa panas, bensin akan ikut menguap. Secara tidak langsung dapat pula menyebabkan terbakar, walau membutuhkan waktu lama.

7. Oli bocor. Mobil yang telah mengalami modifikasi mesin, penggunaan wraping (pembungkus antipanas) pada header memang wajib. Tetapi teliti dahulu apakah ada cipratan oli dari blok mesin atau bagian lain yang dekat dengan header atau knalpot.

8. Mesin mobil yang sudah di modifikasi. Mobil yang mesinnya sudah dimodifikasi, disarankan memakai selang bensin yang berkualitas. Apalagi bahan bakar mobil yang dipakai adalah bensinl, sebaiknya pakai selang yang bermerk dengan serat karbon atau baja.

9. O-Ring injektor. Karet atau selang o-ring injektor harus fleksibel. Jika sudah keras, cepat ganti untuk mencegah kebocoran.

Jangan Bertelepon Saat Sedang Mengemudi

Walaupun peringatan jangan bertelpon saat sedang mengemudi sering dilakukan, ternyata masih banyak saja orang yang menganggap sepele peringatan ini.

Seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh penggunaan HP ketika mengemudi meningkatkan resiko kecelakaan hingga empat kali.

Oleh karena itu sejumlah negara telah melarang menggunakan HP ketika mengemudi. Meskipun penggunaan hands free masih diijinkan. Namun demikian, ada beberapa tips dalam menggunakan HP ketika mengemudi, antara lain :

o

Manfaatkan fitur-fitur seperti automatic redial dan memory dial pada HP anda. Pelajari juga penggunaan keypad untuk memanfaatkan speed dial tanpa perlu mengalihkan perhatian dari jalan.

o

Gunakan hands free kit atau letakkan HP dalam jangkauan tangan, sehingga tidak perlu mengalihkan pandangan dari jalan hanya untuk memungutnya. Bila kondisi tidak memungkinkan anda untuk menjawab telepon acuhkan saja dan biarkan voice mail menjawabnya. Baru setelah kondisi jalan aman, anda menelpon kembali.

o

Segera hentikan pembicaraan bila berada pada situasi lalu lintas yang berbahaya. Hujan deras atau lalu lintas yang padat dan beresiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas dan yang pasti akan memecah kosentrasi mengemudi.

o

Akan lebih baik lagi jika anda menepi sesaat utuk bertelepon dengan lawan bicara atau lakukan ketika lampu lalu lintas sedang merah. Tapi ingat, lakukan hal ini di tempat yang aman dan tidak tergolong dalam area dengan kriminalitas tinggi.

o

Untuk membicarakan pembicaraan bisnis yang berat dan serius, jangan pernah dilakukan saat anda sedang mengemudi karena hal ini cenderung mengganggu kosentrasi dalam mengemudi.

Tips Memarkir Mundur Mobil Bertransmisi Otomatik

Kasus mobil jatuh dari gedung parkir sudah beberapa kali terjadi di Jakarta dan sekitarnya, selama tahun 2007 ada tiga kejadian, sedangkan tahun 2008 ada satu kejadian. Kebanyakan mobil yang mengalami kecelakaan adalah mobil yang bertransmisi otomatis, karena itu diperlukan kehati-hatian saat memarkir mundur kendaraan jenis ini.

Berikut ini adalah tips memarkir mundur mobil bertransmisi otomatis :

1. Jangan menginjak pedal gas terlalu dalam, karena mobil bisa bergerak mundur sekalipun pedal gas tidak diinjak, apalagi di lahan parkir yang datar. Perlu diketahui pula, torsi untuk gigi mundur (R) lebih besar dari pada torsi gigi satu. Artinya daya dorong pada saat mundur lebih besar daripada daya dorong pada saat persneling ada pada posisi gigi satu.

2. Selalu letakkan satu kaki pada pedal rem dan sesekali injak rem.

3. Ketika memundurkan mobil, pusatkan perhatian pada kendaraan dan area parkir. Hindari mengemudi sambil melakukan kegiatan lain, misalnya menyalakan radio atau menggunakan ponsel.

4. Bahaya Kaleng Bertekanan pada Mobil

5. Kita sering melupakan hal sepele, tetapi sebenarnya hal ini sangat berbahaya. Hal ini ialah, kita sering meletakkan benda-benda atau kaleng yang memiliki tekanan di mobil kita. Contohnya seperti pewangi ruangan, deodorant, pembasmi seranga, dan lainnya. Sebagian besar dari kita masih belum mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan dari kecerobohan tersebut. Kaleng-kaleng tersebut mengandung gas bertekanan atau yang dikenal dengan istilah aerosol, yang dapat meledak ketika berada pada suhu tinggi. Sedangkan suhu kabin kendaraan kita ketika sedang parkir dan berada dibawah terik matahari dapat mencapai 40 derajat celcius bahkan lebih. Ledakan dari kaleng ber aerosol ini dapat memecahkan kaca kendaraan, bayangkan jika Anda sedang berada di dalam kendaraan ketika hal itu berlangsung, tentunya sangat membahayakan bukan?

6. Oleh karena itu, segera singkirkan barang-barang yang memiliki tekanan gas dari dalam kabin kendaraan Anda, termasuk korek gas bagi para perokok.

8.

7.
7.

Aman Berkendara Aman Berkendara Saat Banjir

A. Sebelum Berkendara Di Musim Hujan

Periksalah item-item sebagai berikut:

Jumlah Bahan Bakar

Kondisi Ban

Kerja lampu dan indikator pada kombinasi meter

Kerja sistem pembersih kaca

Kerja sistem rem

Jika memungkinkan berikan grease [gemuk] pada plug busi dan distributor / sistem pengapian

B. Saat Melalui Jalan Yang Terendam Banjir

Pastikan bahwa ketinggian air tidak melebihi muffler atau knalpot

Pastikan bahwa ketinggian air tidak melebihi air cleaner atau saringan udara

Jika ketinggian air melebihi kedua hal tersebut lebih baik hindari

Hindari gelombang air

Jalankan kendaraan dengan rpm tinggi dan posisi gigi rendah 1 atau 2 [rpm 2000 - 3000] dan jangan diayun atau diturunkan

Jika kendaraan tiba-tiba mati, periksa apakah knalpot terendam air dan air cleaner basah atau tidak. Jika terdapat air lebih baik jangan dihidupkan

Bawalah kendaraan anda ke bengkel dengan cara ditarik atau hubungi bengkel terdekat

C. Apabila Kendaraan Terpaksa Ditinggal Saat Banjir

Pastikan bahwa battery sudah dilepas dari mobil

Pastikan bahwa knalpot dan saluran saringan udara sudah tertutup dengan rapat

Pastikan bahwa kendaraan tidak bergeser saat terjadi banjir

Pastikan pintu tertutup dengan rapat

D. Tindakan Pasca Banjir

» Pasca Banjir Ringan

Periksa kondisi bearing-bearing roda

Periksa kondisi sistem rem

Periksa kerja sistem ABS

Periksa kondisi tie rod dan ball joint

Bawa kendaraan anda ke bengkel

» Pasca Banjir Sedang

Periksa kondisi oli mesin dan transmisi, jika tercampur air [putih kecoklatan dan berbusa] ganti dengan yang baru

Buka knalpot dan saringan udara, jika ada air bersihkan dan keringkan

Pastikan mesin dapat berputar dengan cara memutar pully dengan kunci

Segera bawa kendaraan anda ke bengkel untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut

Periksa silinder dengan membuka busi, jika ada air bersihkan dengan cara start engine dengan kondisi busi terbuka semua

Periksa kelengkapan kelistrikan mesin [starter, alternator, dan ECU] jika terdapat air bersihkan dan keringkan

» Pasca Banjir Berat*

Periksa komponen-komponen sesuai pada kategori kebanjiran ringan dan sedang serta periksa komponen yang ada di dalam kabin

Periksa semua ECU, combination meter, tape, relay, dan fuse serta semua konektor yang ada di dalam kabin dari air, kemudian bersihkan dan keringkan dengan menggunakan blower atau hair dryer

*) Hubungi bengkel untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut

E. Ketinggian Banjir

Komponen

Fortuner/Innova

 

Altis/vios/Yaris

Avanza/Rush

Ketinggian Air intake

100/80 cm

65/55/50 cm

80/90 cm

Ketinggian Alternator

75/70 cm

60

cm

55

cm

Posisi ECU

Dalam kabin

Ruang mesin

Dalam Kabin

Ketinggian ECU

80

cm

70

cm

40/70 cm

Ketinggian Kabin

40

cm

30

cm

40

cm

Ground Clearence

     

Ban

70/60 cm

55

cm

55

cm

F. Komponen Yang Tidak Boleh Terkena Air

 

Water proof

Sensor

O

Konektor

O

Lampu

O

Batere

X

Komponen Kabin

X

Alternator

O

Motor starter

O

Ignition

O

Sumber: Toyota-Astra Motor

Tips Berkendara Aman dari Tangan-Tangan Jahil

Situasi Jakarta yang semakin tidak aman membuat para pengemudi harus ekstra hati-hati saat berkendara. Sebab, tidak jarang terjadi aksi penodongan atau perampasan yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab terhadap para pengendara yang lengah, dan hebatnya kerap dilakukan di tempat-tempat ramai. Oleh karena itu, ada baiknya Anda yang sering berkendara saat menuju ke suatu tempat memperhatikan tips-tips berikut :

Sebelum meninggalkan mobil di tempat parkir,pastikan pintu mobil terkunci semua dan jendela tertutup rapat. Dan jangan lupa, meski telah dikunci, periksa lagi kendaraan Anda.

Hal kedua adalah jangan pernah membuka kaca mobil kecuali laju kendaraan Anda cukup kencang. Sebab kaca mobil yang terbuka kerap mendorong orang yang berniat jahat untuk melakukan penodongan.

Jangan meninggalkan barang berharga dalam mobil saat keluar, ataupun menaruh barang tersebut di tempat-tempat yang bisa terlihat dari luar mobil. Hal ini harus diperhatikan terutama untuk kalangan ibu-ibu, yang kerap menaruh HP atau tas berisi uang di atas jok ataupun dashboard. Hal ini termasuk penggunaan HP saat berkendara, terutama saat mobil berhenti di lampu merah. Selain dapat membahayakan pengendara lainnya (terutama saat melaju), HP adalah barang yang paling menarik bagi penodong untuk melancarkan aksinya.

Yang terakhir, jangan lupa untuk membawa alat-alat pengaman yang bisa digunakan dalam keadaan darurat. Benda-benda seperti kunci roda, tang, kunci inggris, tongkat baseball dapat berguna untuk membela diri Anda seandainya suatu saat Anda terpaksa harus mempertahankan diri dari penodong. Saat berhenti di perempatan yang sering kali rawan, usahakan untuk menjaga jarak dengan kendaraan depan. Dengan demikian, saat dikepung oleh penjahat, Anda tinggal tancap gas dan meninggalkan tempat tersebut. Dan bila dikuntit orang, jangan pernah berhenti di tempat sepi karena hal itu hanya akan membahayakan keselamatan Anda sendiri.

Tips Saat Rem Blong Atau Macet

Terkadang saat kita berkendara, ada hal-hal yang tidak kita kehendaki seperti rem kendaraan kita mengalami macet atau blong. Bila hal itu terjadi akan membahayaka diri kita sendiri maupun pengendara lain.

Berikut ini adalah tips yang bisa dilakukan saat mengalami rem macet atau blong :

1. Turunkan kecepatan kendaraan dengan memindahkan gigi perseneling yang lebih rendah secara bertahap (5-4, 4-3, 3-2, 2-1).

2. Setelah kecepatan kendaraan berkurang, lakukan pengereman dengan menggunakan rem tangan.

3. Apabila pada bahu jalan terdapat rumput, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk membantu menghentikan kendaraan.

Mengemudi Aman di Musim Hujan

Hati-hati mengemudi di kala hujan, karena curah hujan yang turun banyak sekali, para pengemudi kendaraan harus ekstra hati-hati dan siap menghadapi genangan air atau banjir sekalipun. Yang perlu anda ingat adalah kendaraan anda bukanlah mobil amphibi yang sanggup menerjang genangan air setinggi apapun. Tetapi anda juga tak perlu takut jika terpaksa melewati genangan air sampai sebatas lutut orang dewasa.

Di bawah ini beberapa kiat mengemudi dimusim hujan yang perlu dicermati :

Perangkat Rem

Apabila perangkat rem kendaraan masih menggunakan sistem tromol, selepas banjir, Anda jangan lupa menginjak pedal rem berulang-ulang agar perangkat rem tromol kembali kering

hingga tak mengurangi daya kerjanya. Sebab ketika kendaraan menerjang banjir, komponen rem tersebut adalah bagian yang terendam air. Kalau tromol rem itu basah maka daya kerjanya menjadi berkurang atau tidak ada sama sekali. Karena itu tromol rem haruslah senantiasa dalam keadaan kering.

Perhatikan kabel busi dan distributor.

Jangan sampai keduanya terkena air. Namun apabila kecipratan air juga, Anda keringkan saja dengan cara mengelapnya. Yang justru harus dijaga, jangan sampai air masuk atau terhisap oleh intake manifold. Kalau hal ini terjadi, mesin bisa jebol dan Anda harus mengeluarkan banyak biaya untuk memperbaikinya.

Memang tak banyak pengemudi yang memperhatikan karet-karet penutup dek ini. Karet yang terpasang di bawah karpet itu berfungsi sebagai penghalang agar air tak membasahi lantai mobil, Tak ada salahnya Anda perhatikan kembali satu per satu. Kalau ada yang sudah rusak atau lepas, ya cepat-cepat saja diganti. Tampaknya sepele tapi kalau air sudah masuk ke kabin, yang repot Anda juga.

Periksa kembali sistem kelistrikan di semua sudut kendaraan Anda. Maksudnya adalah, Anda harus mengecek seluruh sambungan kabel yang terkelupas. Konektor yang longgar atau terbuka, cepat disolder kembali. Siapa tahu setelah memperbaiki sistem audio, Anda lupa merapikan sambungan kabel-kabelnya. Kalau sampai air yang merembes ke dalam kabin mengenai sambungan kabel tersebut, dapat menyebabkan timbulnya hubungan pendek (korsluiting) yang memutuskan sekring. Memeriksa sistem kelistrikan dapat Anda kerjakan sendiri di waktu luang. Mumpung hujan belum turun terus menerus, jadi tidak ada salahnya dikerjakan dari sekarang.

Untuk melewati jalan yang tergenang air, Anda harus yakin dan percaya diri. Masukkan gigi persneling ke posisi satu lalu tekan gas perlahan-lahan sampai jarum putaran mesin menunjuk angka 3.000 rpm. Jangan Anda injak gas berulang-ulang. Hal itu hanya akan menyebabkan kipas mesin menyedot air dalam jumlah banyak. Kalau sampai kipas menyedot air, efeknya akan membahayakan bagi mesin. Anda juga tak perlu khawatir jika saluran pembuangan (knalpot) kemasukkan air. Toh kalau kita menghidupkan mesin, airnya akan menyemprot keluar terdorong oleh gas buang.

Aman Berkendara

Pastikan kondisi kendaraan Anda dalam kondisi aman untuk melakukan perjalanan. Anda ingin tahu beberapa tip untuk melakukan pemeriksaan kendaraan? Silakan merujuk pedoman pemeriksaan kendaraan berikut.

Setelah kendaraan diparkir beberapa saat, cek bagian kolong terhadap kebocoran bahan bakar, oli, air, atau fluida (tetesan air AC setelah penggunaan adalah normal).

Pastikan bahwa tidak ada mur roda yang hilang atau kendor, dan pastikan Anda memiliki sekring cadangan yang harus mencakup untuk seluruh tingkat ampere sebagaimana yang ditentukan pada tutup kotak sekring.

Pastikan pedal rem memiliki celah yang cukup dan jangan lupa pastikan minyak rem masih mencukupi.

Pastikan indicator peringatan servis, anti kabut, lampu besar, lampu rem, lampu belakang, lampu tanda belok, dan semua lampu lainnya bekerja dengan baik, termasuk arah sinar lampu besar.

Pastikan bahwa permukaan air pendingin benar dan cukup, dan segera isi kembali bila air radiator sudah habis untuk menghindari overheat.

Semua set accu harus terisi elektrolit sampai pada permukaan yang benar, lihat terjadinya karat atau terminal yang longgar dan keretakan pada kotak accu, cek kabel apakah kondisi dan hubungannya dalam keadaan yang baik.

Jaga tekanan ban selalu benar, karena tekanan ban yang kurang tepat mengakibatkan terjadinya keausan ban dan pemborosan bahan bakar.

Jangan tunggu sampai bahan bakar habis sama sekali untuk mengisi ulang, karena akan mengakibatkan kerusakan mesin.

Perlengkapan pertukangan seperti dongkrak dan kunci mur roda harus ada untuk mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul selama berkendara. Setelah semua penumpang masuk, pastikan pintu terkunci dengan benar.

Jangan lupa hidupkan fungsi Child Lock Protector untuk mencegah anak-anak terjatuh karena terbukanya pintu.

Kunci power window dari kendali pengemudi untuk mencegah anak-anak bermain buka tutup kaca, yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

Pastikan telepon genggam sudah dinonaktifkan sebelum Anda berkendara, karena akan mengganggu konsentrasi mengemudi Anda.

Jangan menggunakan telepon genggam selama berada pada tempat pengisian bahan bakar, karena radiasinya dapat menimbulkan kebakaran.

Jangan menggunakan sandal untuk mengendarai mobil, pakailah sepatu atau tidak sama sekali (telanjang kaki).

Berbahaya: Mengantuk Saat Anda Mengemudi di Jalan Tol

Kecepatan tinggi merupakan salah satu ciri situasi di jalan tol. Mengantuk merupakan salah satu sebab tingginya angka kecelakaan di jalan tol.

Jika anda merasa kantuk yang sangat, lakukan hal-hal berikut untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak kita inginkan.

Segera kurangi laju kecepatan kendaraan anda hingga mencapai batas aman, sekitar 60 km/jam.

Ambillah lajur 1, lajur paling kiri, bukan di bahu jalan.

Mengulum permen, untuk mengurangi kejenuhan anda.

Jika memungkinkan, carilah tempat istirahat terdekat yang tersedia di sepanjang jalan tol, dan beristirahat beberapa menit untuk menghilangkan kepenatan.

Mesin Penurunan Akselerasi Pada Mobil Solar

Penurunan akselerasi pada mesin berbahan bakar solar bisa disebabkan karena solar bercampur air dan kotoran. Akibatnya, pembakaran tidak sempurna sehingga mobil tersendat-sendat.

Endapan air dan kotoran yang terjadi di dalam saringan solar harus diperhatikan. Karena bila endapan sudah terlalu banyak dapat terbawa masuk ke sistem saluran bahan bakar sehingga pompa dan nosel injector mudah berkarat serta aus. Untuk mengatasinya sangat mudah, yaitu dengan membuang kandungan air yang sudah mencapai ambang batas melalui water sedimenter. Perhatikan caranya:

1. Lakukan pemeriksaan rutin kandungan air, sebaiknya dilakukan setiap 5.000 km. Jika kurang dari batas itu, indikator sedimenter pada dasbor akan menyala.

2. Cara membuangnya kendurkan baut plastik di sebelah pompa tangan atau tepatnya disamping atas mesin. Buka baut plastik tadi seperlunya sampai cairan solar bercampur air menetes keluar.

3. Tekan pompa pembuangan dengan tangan ke atas dan ke bawah. Sambil memompa perhatikan cairan yang keluar dari sedimen, pertama kotoran lalu air.

4. Tadahlah buangan solar di baki penampung supaya tidak tercecer ke mobil. Karena jika tumpah, solar bisa membuat karet-karet atau bushing jadi melar dan mengeras.

5. Setelah isi water sedimenter habis, putar tuas pompa melawan arah jarum jam untuk membuka kancing pompa agar kandungan air yang tersisa bisa keluar semua.

6. Kemudian tarik tuas pompa dan lakukan pemompaan secara teratur untuk membuang solar dan kotoran. Lakukan beberapa kali sampai benar-benar habis. Jika sudah yakin endapan telah habis semua kembalikan pompa ke posisi semula dan kunci kembali dengan memutar searah jarum jam

Penyebab Kopling Menggesek

Meskipun pedal kopling sudah diinjak penuh tetapi persneling tak dapat dipindahkan. Sementara itu terdengar bunyi geretak roda gigi di dalam bak persneling. Gejala tersebut menyatakan bahwa kopling tidak dapat dilepaskan dengan sempurna. Kopling yang menggesek (tidak dapat terlepas penuh) dapat diketahui dengan mengukur jarak antara pedal kopling dan lantai pada waktu kopling sudah terlepas (pedal kopling dipijak penuh). Biasanya jarak tersebut kira-kira 20% dari jarak antara pedal kopling dan lantai, pada waktu kopling tidak dipijak. Berikut ini beberapa penyebab kopling menggesek :

1. Jarak antara kopling dengan lantai terlalu pendek.

2. Untuk kopling yang digerakkan dengan perantaraan tekanan hidrolik, besar kemungkinan terjadi kerusakan pada sistem hidroliknya karena : a. Kekurangan atau kebocoran minyak kopling sama dengan minyak rem. b. Kerusakan pada torak silinder utama atau silinder pelepas kopling. c. Terdapat udara atau uap di dalam sistem hidroliknya.

3. Kerusakan dari permukaan kopling atau pelat kopling.

4. Keausan pada silinder pelepas atau bantalan pelepas kopling.

Jangan Tergesa-gesa Mematikan Mesin

Salah satu kebiasaan buruk pengemudi adalah terburu-buru mematikan mesin kendaraan pada saat memarkir kendaraan. Padahal kebiasaan buruk ini membawa dampak negatif di masa mendatang. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan oleh pengemudi :

1. Saat mematikan mesin jangan langsung memutar kontak ke posisi off dan menggeber-geber gas. Hal ini sangat berpengaruh pada pelumasan mesin. Saat putaran tinggi mesin memerlukan pelumasan yang lebih baik. Tapi karena langsung dimatikan meskipun masih ada sisa oli pada dinding boring (rumah silinder), pelumasan menjadi berkurang. Jika sering dilakukan mesin akan aus atau jebol.

2. Mesin yang langsung dimatikan setelah digeber pada kecepatan tinggi adalah cara yang kurang tepat. Karena saat itu dapur pacu baru saja bekerja keras dari menempuh perjalanan. Dalam keadaan mesin bertemperatur tinggi, tentu komponen di dalamnya masih mengembang, jika tiba-tiba dimatikan hal itu akan merusak dinding silinder. Disamping itu mesin yang dituntut melakukan putaran tinggi secara terus menerus pasti mengalami stress. Kondisi ini membuat keadaan mesin tidak stabil.

3. Kebiasaan mematikan mesin tiba-tiba sehabis melaju pada kecepatan tinggi dapat menyebabkan ring piston cepat aus. Selanjutnya merembet pada penurunan kompresi sehingga tenaga menjadi berkurang.

4. Untuk itu saat mematikan mesin diamkan putaran iddling beberapa saat sampai mesin benar benar dalam keadaan stationer. Setelah itu putar kunci kontak ke posisi off.

Gas Buang Kendaraan Jadi Hitam

Gas buang yang keluar dari knalpot bila berwarna hitam memang menyebalkan, selain meningkatkan polusi udara juga akan menimbulkan gangguan di sekelilingnya. Biasanya hal itu diikuti oleh keadaan mesin yang tidak baik, kalau pedal gas dipijak, putaran mesin akan naik dan sementara itu tercium bau bensin. Sebab utamanya adalah karena campuran bahan bakar dan udara yang terlalu kaya, sehingga tidak dapat terbakar sempurna. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan keadaan tersebut :

1. Saringan udara tersumbat. Pada waktu mesin bekerja bukalah saringan udara atau elemennya saja. Apabila dengan jalan tersebut putaran mesin bertambah tinggi, sementara gas buang tidak lagi berwarna hitam, maka hal tersebut menunjukkan bahwa sebab terjadinya gas buang yang hitam adalah karena saringan udaranya atau elemennya tersumbat.

2. Katup udara tertutup. Apabila katup udara tidak terbuka penuh pada waktu mesin sudah panas, maka akan terjadi campuran bahan bakar-udara kaya. Untuk memeriksa hal tersebut, bukalah saringan udara dan lihatlah karburator dari sebelah atas. Apabila katup udara tidak terbuka penuh, perbaikilah kedudukannya.

3. Karburator rusak. Apabila karburator rusak, maka bahan bakar akan mengalir ke dalam silinder dalam jumlah yang terlampau banyak. Karburator yang banjir juga menyebabkan gas buang berwarna hitam. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya bawalah kendaraan anda ke bengkel untuk diperbaiki.

Kiat Merawat Paru-Paru Mesin Kendaraan Anda

Saringan udara atau yang dikenal dengan sebutan Air Filter merupakan paru-paru mesin kendaraan Anda, saringan udara ini berfungsi menyaring dan membuang debu dari udara yang masuk dan mengalirkan udara yang bersih ke mesin, karena saringan udara merupakan suatu bagian yang sangat penting, maka perlu dibersihkan dan diganti secara teratur untuk menjaga kondisi yang prima pada kendaraan Anda.

Pada umumnya, dalam mobil terdapat dua jenis saringan udara yang berfungsi menyaring udara untuk keperluan optimasi sistem pembakaran dan satu lagi yang berfungsi dalam rangkaian sistem pendingin kabin (AC).

Saringan udara yang terletak pada bagian atas karburator (atau ujung sistem injeksi) fungsi utamanya adalah untuk menghilangkan debu dan kotoran yang terdapat pada udara yang masuk ke karburator/injeksi atau silinder mesin.

Sedang saringan udara pada rangkaian sistem blower AC diperlukan untuk menyaring udara luar yang akan masuk ke kabin untuk sirkulasi udara dan menggantinya dengan udara dingin. Saringan udara yang berkaitan dengan sistem pengapian memiliki tiga fungsi penting lain, yaitu:

1. Membersihkan udara yang masuk ke mesin dengan saluran keluar penyaring dan partikel lain yang dapat merusakkan komponen dalam mesin.

2. Mencegah nyala api dari mesin atau pada saat terjadi proses penyalaan kembali.

3. Mengurangi kebisingan dari udara yang masuk ke karburator atau saluran isap.

Karena pentingnya fungsi saringan udara, maka perawatan terhadap komponen ini menjadi keharusan yang tak bisa dihindari. Meskipun dibersihkan secara rutin, saringan udara memiliki batas ambang pemakaian sehingga penggantian dalam waktu tertentu tetap harus dilakukan. Berikut adalah cara merawat saringan udara mobil Anda :

1.

Periksalah elemen saringan udara secara rutin untuk mengetahui apakah ada kerusakan atau kondisinya amat kotor, sehingga harus diganti. Pemeriksaan mudah dilakukan dengan hanya membuka penutup dan cabut saringannya perlahan. Umumnya saringan udara untuk AC terletak pada tempat tersembunyi dan pencopotannya harus dilakukan lebih hati-hati.

2. Bersihkan saringan udara dengan menyemprotkan angin kompresi dengan tekanan rendah dan ditiupkan dari arah dalam ke luar. Ulangi beberapa kali hingga tak lagi keluar debu dari bagian ini. Bila terlampau kotor, komponen itu bisa saja dicuci dengan larutan pembersih dan keringkan, sampai benar-benar kering, sebelum dipasang kembali.

3. Setelah itu, periksa tutup saringan udara dan rumah saringannya dari kemungkinan adanya perubahan bentuk atau kerusakan. Wadah saringan udara juga umumnya mengalami penumpukan debu atau basah karena sisa minyak pelumas. Bersihkan bagian ini hingga benar-benar bersih dan kering.

4. Setelah membersihkan, bila perlu memperbaiki bentuk penutup saringan udara dan membersihkan wadah komponen tersebut, pekerjaan terakhir adalah kembali memasangnya secara benar. Pasangkan saringan udara seperti posisi semula. Jangan pernah terbalik karena akan berarti membuat komponen tersebut tidak berfungsi sebagai penyaring.

5. Gantilah saringan udara setiap 20.000 km.

1. Pengecekan Bagian Luar Mobil

Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.

bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan. Pengecekan Ban Cek tekanan angin dan kondisi

Pengecekan Ban Cek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil digunakan. Periksa tekanan angin dengan menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan standar.

Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan pada telapak ban.

Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda.

Pengecekan Mesin Lakukan pengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan.

2. Pengecekan Dalam Mobil

Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis.

Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.

3.

Posisi Duduk

Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu:

a. Komunikasi Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil.

b. Kenyamanan Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh.

c. Kontrol Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.

keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya. Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur

Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal:

Sabuk Pengaman Gunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama. Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya.

Penggunaan sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul. Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar memudahkan mendapatkan posisi duduk yang tepat.

Jarak Kursi Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling.

Sandaran Kursi Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai.

Jarak Tubuh & Kemudi Jarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi.

tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi. Posisi Penahan Kepala Tempatkan sandaran kepala sejajar

Posisi Penahan Kepala Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala.

Ketinggian Kemudi Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.

Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini:

Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini: Pengecekan Instrumen Dashboard Cek semua indikator di

Pengecekan Instrumen Dashboard Cek semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan ABS dan SRS Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator tersebut mati.

Pengaturan Kaca Spion Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil.

Pengecekan Lampu-lampu Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.

Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik. 4. Olah Kemudi Posisi dasar tangan yang paling tepat saat

4. Olah Kemudi

Posisi dasar tangan yang paling tepat saat mengemudi yaitu tangan kiri di posisi jam 9 dan tangan kanan di posisi jam 3. Posisi ibu jari harus tegak di atas setir dan tidak masuk ke lingkaran setir.

Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera bahkan kematian.

Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:

1. Tarik-Dorong Merupakan teknik olah kemudi yang paling dasar dan aman digunakan di berbagai situasi, baik mengemudi pada kecepatan rendah ataupun tinggi.

2. Silang Teknik ini dapat digunakan saat kecepatan rendah tapi membutuhkan radius putar yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah.

yang cukup luas, seperti saat parkir atau berbalik arah. 5. Teknik Pengereman Salah satu fitur yang

5. Teknik Pengereman

Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake System (ABS), Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).

ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman. Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman.

EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan menikung.

Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak. Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil dapat berhenti dengan cepat.

6.

Scanning

Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek- objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan saat mengemudi.

menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok

menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok

7.

Blind Spot

Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan

Anda.

8.

Safe Following Distance

Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya:

Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan. Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’. Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal.

9.

Safe Stopping Distance

Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan.

yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan. 10. Parkir Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami

10. Parkir

Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan menggunakan patokan- patokan yang ada pada mobil. Seperti terlihat pada gambar berikut:

Tips Efisiensi Bahan Bakar Saat Mengemudi:

Pastikan kondisi mesin selalu prima.

Jaga putaran mesin tetap rendah.

Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan.

Gunakan pengereman dengan mesin.

Tekanan udara ban selalu normal.

Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat.

Matikan AC jika tidak diperlukan.