P. 1
FISIKA TANAH

FISIKA TANAH

|Views: 38|Likes:
Dipublikasikan oleh Faisal Ardiansyah

More info:

Published by: Faisal Ardiansyah on Jul 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2012

pdf

text

original

FISIKA TANAH

PENGERTIAN TANAH

TANAH

PERTANIAN

KERAMIK

ADA 2 VARIABEL YG MEMBEDAKAN
• • • UKURAN PARTIKEL KEDALAMAN TANAH TANAH : BAGIAN ATAS KULIT BUMI YANG TELAH MENGALAMI PELAPUKAN & TERDAPAT AKTIVITAS BIOLOGI

TANAH SEBAGAI BENDA ALAM

. GAYA RUNTUH DSB. • BIDANG TEKNIK : DAYA DUKUNG TANAH DITENTUKAN OLEH KEKUATAN TANAH. KEKUATAN TANAH DSB. PERMEABILITAS. STRUKTUR.CONTOH • BIDANG PERTANIAN : PERTUMBUHAN TANAMAN DIBATASI OLEH TEKSTUR. DAYA GESER.

SIFAT FISIKA TANAH : RELATIF TETAP • CONTOH : TEKSTUR TANAH TIDAK AKAN BERUBAH DLM. WAKTU YANG LAMA .

SIFAT FISIK SULIT DIRUBAH/DIPERBAIKI • CONTOH : TEKSTUR PASIR SULIT DIRUBAH MENJADI LEMPUNG ATAU TEKSTUR LIAT SULIT DIRUBAH MENJADI PASIR .

MULAI TAHUN 1894 TAPI SAMPAI SEKARANG BELUM MAMPU MENGELOLA ATAU MENGEVALUASI STRUKTUR TANAH DENGAN TEPAT.PENGELOLAAN S. KURANG ATAU SUDAH BERLEBIHAN .FISIK : TERBATAS • CONTOH : STRUKTUR TANAH. KACANG DSB SUDAH TEPAT. • JADI SAMPAI SEKARANG KITA BELUM MENGETAHUI APAKAH PENGOLAHAN TANAH (MEMBAJAK) YANG SELAMA INI UTK TANAMAN JAGUNG.

KERUSAKAN SIFAT FISIK TANAH SULIT DIKENAL KERUSAKAN DAPAT DIKENAL/DIKETAHUI SETELAH TERJADI KERUSAKAN LANJUT. SHG SULIT/TIDAK DAPAT DIPERBAIKI • BIDANG PERTANIAN : KEKUATAN TANAH KERUSAKAN AKAN DIKENAL SETELAH TANAMAN KURUS/MATI BIDANG TEKNIK : KEKUATAN TANAH KERUSAKAN SIFAT FISIK DIKENAL SETELAH BANGUNAN ROBOH • .

• PERBAIKAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK ATAU KAPUR.PERBAIKAN SIFAT FISIK : LAMA CONTOH : AERASI BURUK KARENA STRUKTUR KURANG BAIK/PADAT. TETAPI HASILNYA BARU TERLIHAT PADA WAKTU PENANAMAN KE 2 .

PERBAIKKAN TIDAK BERMANFAAT • BERDASARKAN HAL-HAL TERSEBUT DI ATAS MAKA ORANG MEMPUNYAI ANGGAPAN BAHWA PERBAIKAN SIFAT FISIK TANAH TIDAK BERMANFAAT. SEHINGGA ORANG MENJADI FRUSTASI UTK MENGEMBANGKAN FISIKA TANAH .

SEDIMENTOLOGI. DRAINASE.TUGAS FISIKA TANAH • FISIKA TANAH SEBAGAI SALAH SATU CABANG ILMU TANAH DAPAT DIPANDANG SEBAGAI ILMU DASAR SEKALIGUS ILMU TERAPAN DENGAN MELIBATKAN BERBAGAI CABANG ILMU YANG LAIN SEPERTI : HIDROLOGI. EKOLOGI. KONSERVASI TANAH & AIR DAN KONSTRUKSI BANGUNAN . AERASI. GEOLOGI. KLIMATOLOGI. AGRONOMI. • PEMAHAMAN FISIKA TANAH DAN SEBAGAI HASIL AKAL BUDI MANUSIA DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR UNTUK MENGELOLA SUMBERDAYA TANAH DAN AIR. SEPERTI KEGIATAN IRIGASI.

.

II. PERINCIAN TANAH SECARA FISIK • TANAH MERUPAKAN SISTEM DISPERSI 3 FASE YANG SELALU DALAM KESEIMBANGAN DINAMIS .

CAIRAN & GAS) • DINAMIS : KOMPOSISI KE 3 BAHAN TERSEBUT SELALU BERUBAH. TETAPI SELALU DALAM KEADAAN KESEIMBANGAN .TANAH MERUPAKAN SISTEM DISPERSI 3 FASE YANG SELALU DALAM KESEIMBANGAN DINAMIS • SISTEM DISPERSI : TANAH TERDIRI ATAS UNITUNIT YANG KECIL. KEMUDIAN BERGABUNG MENJADI YANG LEBIH BESAR • 3 FASE : TANAH TERDIRI ATAS 3 BAHAN YANG BENTUKNYA BERBEDA (PADATAN.

HUBUNGAN ANTARA PENYUSUN TANAH Mu Vu Udara/Gas Vr Mt Mc Cairan Vc Vt Mp Padatan Vp .

1. maka MC & MU = 0 MP JADI b = Vt . BERAT VOLUME TANAH MP + MC + MU = Mt b= VP + VC + VU = (Vt) b = Kering.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH b • • • STRUKTUR TANAH TEKSTUR KADAR BAHAN ORGANIK .

CARA MENENTUKAN BERAT VOLUME TANAH
• • •
• •

RING SAMPEL CLOD AUGER/BORING
BV TANAH = 0,8 – 1,7 BV TANAH PERTANIAN = 1,1 – 1,6

KEGUNAAN BERAT VOLUME TANAH
• INDIKATOR MENENTUKAN TANAH DAPAT/TIDAK DIJADIKAN LAHAN PERTANIAN MENGHITUNG BERAT TANAH PER SATUAN LUAS

BERAT PARTIKEL DENSITY ( p)
• PERBANDINGAN BERAT TANAH (MP) DENGAN VOLUME TANAH (VP)
MP

– p=
VP

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH :

• BAHAN ORGANIK • JENIS MINERAL • P TNH PERTANIAN = 2,6 – 2,70

( X G) TIMBANG TANAH KERING MUTLAK . LABU – VOL. MISALNYA BERAT Z G Z = BERAT (TANAH + AIR + LABU) BERAT AIR = Z – (TANAH + LABU) • BERAT AIR = VOLUME AIR (KRN BV AIR = 1) • VOLUME TANAH = VOL. AIR (y CM3) • p = 50/y .CARA PENENTUKAN p • • • • • • • TIMBANG LABU PIKNOMETER/ERLEMEYER. MISALNYA 50 G TAMBAHKAN AIR SAMPAI SETELAH ISI PIKNOMETER DIDIHKAN SAMBIL MENGGOYANG SECARA HATI-HATI TAMBAHKAN AIR BEKAS MENDIDIK SAMPAI BATAS UKURAN TIMBANG.

VOLUME YANG DITEMPATI RUANG POROSITAS ( η ) DAN RASIO PORI ( e ) • η = PERBANDINGAN ANTARA VOLUME RUANG DENGAN VOLUME TOTAL Vr • η = = Vc + Vu Vt • η Vp + Vc + Vu = TANAH PERTANIAN BERKISAR ANTARA 40 S.D 60 % • η DIPENGARUHI : STRUKTUR UKURAN PARTIKEL .

0 .3 – 2.RASIO PORI ( e ) • e = PERBANDINGAN ANTARA VOLUME RUANG DENGAN VOLUME PADATAN Vr • e= Vp • e = TANAH PERTANIAN 0.

HUBUNGAN ANTARA POROSITAS. BV. BJP b η = 1x 100 % p .

η) .HUBUNGAN ANTARA POROSITAS DAN RASIO RUANG DAPAT DINYATAKAN RUMUS : e • η = (1+e) η atau e = ( 1 .

KANDUNGAN AIR VOLUME (VOLUMETRIC CONTENT) = Ө W = PERBANDINGAN ANTARA MASSA CAIRAN DENGAN MASSA PADATAN KERING Mc W= Mp Ө = PERBANDINGAN ANTARA VOLUME CAIRAN DENGAN VOLUME PADATAN X 100 % Vc Ө= Vt x 100% θ = w .BAGIAN CAIRAN A. ρb / ρc . B. KANDUNGAN AIR MASSA (GRAMEMETRI WATER CONTENT) = W.

VOLUME RUANG DITEMPATI CAIRAN (S) DAN UDARA (ηa) Vc • S = Vr Vu x 100 % • ηa = X 100 % Vr • Hubungan antara porositas. derajat kejenuhan. dan pori terisi udara adalah sebagai berikut : • η = θ/s • ηa = 1 – S . kadar air volume.

JIKA BERAT JENIS PARTIKEL 2. SELANJUTNYA DITIMBANG BERATNYA 423 GRAM. 2. . TINGGI = 7 CM) MEMPUNYAI BERAT 508 GRAM. 4. 7. 5. (24 JAM). 3. HITUNG : BERAT VOLUME TANAH POROSITAS KADAR AIR MASSA KADAR AIR VOLUME DERAJAT KEJENUHAN RASIO PORI JUMLAH AIR (LITER) YANG DIPERLUKAN UNTUK MENJENUHI TANAH SELUAS 1 HEKTAR PADA KEDALAMAN 20 CM.SOAL CONTOH TANAH DIAMBIL PADA KEDALAMAN 0 – 20 CM DENGAN RING SAMPEL (UKURAN DIAMETER = 8 CM. 6.65 GRAM/CM3 1. KEMUDIAN DIOVEN PADA 1050 C.

.

BAHAN PENYUSUN TANAH BENTUK DAN SUSUNAN BAHAN ANORGANIK TANAH DIBEDAKAN MENJADI : 1. 2 DAN 3 BERUKURAN < 2 UM . BAHAN YANG BERBENTUK KRISTAL ATAU LEMPENGAN. OKSIDA BESI DAN ALUMINIUM BAHAN GOL. BAHAN BERBENTUK BUTIRAN DAN TIDAK BERSIFAT KOLOID : PASIR & DEBU 2. BERSIFAT KOLOID : MINERAL LIAT. ALUMINIUM SILIKAT 3. BAHAN YANG TIDAK BERBENTUK (AMORF).III. BERSIFAT KOLOID : MINERAL LIAT ALLOPHANE.

UKURAN BANYAK UKURAN DI ALAM SATU KELOMPOK UKURAN :FRAKSI PASIR DEBU LIAT .

FRAKSI PASIR DAN DEBU DIBEDAKAN UKURANNYA BERDASARKAN LEMBAGANYA .

ANALISIS MEKANIK TUJUAN : MENGETAHUI DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL CARANYA : • DISPERSI PADA CAIRAN DGN PENAMBAHAN H2O2 DAN HCL • DEFLOKULASI DGN PENAMBAHAN NATRIUM METAFOSFAT (CALGON) • PEMISAHAN PARTIKEL .

CARA PEMISAHAN • UKURAN > 0.05 MM PENGAYAKAN • UKURAN < 0.05 MM SEDIMENTASI PEMISAHAN INI DIDASARKAN HUKUM STOKE .

ANALISIS TEKSTUR TANAH .

CARA PEMISAHAN PARTIKEL .

METODE ANALISIS TEKSTUR INI BERDASARKAN ASUMSI • • • • • • DISPERSI PARTIKEL HARUS SEMPURNA SUSPENSI TANAH DLM. SEHINGGA TERHINDAR TUBRUKAN SESAMA PARTIKEL PARTIKEL BULAN DENGAN PERMUKAAN YANG KERAS DAN LICIN SEMUA PARTIKEL MEMPUNYAI BERAT JENIS YANG SAMA TEMPERATUR SELAMA PROSES KONSTAN DINDING SILINDER TIDAK DIPENGARUHI SETTLING PARTIKEL DI DALAM SUSPENSI HASIL ANALISIS TEKSTUR INI DITETAPKAN KELAS TEKSTUR TANAH PADA SEGITIGA TEKSTUR . CAIRAN HARUS ENCER.

SEGITIGA TEKSTUR .

PERASAAN .

Kemampuan menahan air & hara rendah .Kandungan pasir > 70 % .TEKSTUR UTAMA 1.Aerasi baik .Kekuatan tanah berasal dari gesekan .Drainase baik & cepat .Tidak mengembang/mengempis . Tekstur pasir : .

Kandungan liat > 35 % .Mempunyai sifat mengembang/ mengempis .Kohesi besar .2. Tekstur Liat .Kemampuan menahan air & hara tinggi .Sulit diolah .

. Tekstur lempung : Merupakan tekstur peralihan Kemampuan menahan air & hara sedang Pergerakan air & hara cukup baik Kohesi sedang Mudah diolah.3.

Liat . 6. 5. 2. Liat berpasir 9. Pasir Pasir berlempung Lempung berpasir Lempung Lempung berdebu Lemp. 3. Debu 12. Lemp. Lempung berliat 8. Liat berdebu 10. Liat berpasir 11. 4.12 Kelas Tekstur (USDA) 1. liat berdebu 7.

Berukuran Liat : Semua bahan penyusun tanah yg. Terdiri atas : Aluminium Silikat dgn.Mineral Liat • Perbedaan Mineral Liat & berukuran Liat . Beberapa logam diantaranya.berukuran < 2 um . . benbentuk kristal yg.Mineral Liat : kumpulan mineral yg.

Bahan Berukuran Liat terdiri atas : • Bahan yg. Berbentuk kristal (Mineral liat) terdiri atas : Susunan Silika tetra hedral & Al-oktahedral. beberapa logam (Mg. tidak berbentuk Misalnya : Hasil pelapukan batuan Oksida besi & Aluminium Bahan Organik . Ca. Na) di antaranya • Bahan yg.

Aluminium Oktahedral Contoh : Kaolinit. Halloysit dan dickite • Mineral Liat tipe 2 : 1 artinya 2 lap. Aluminium oktahedral Contoh : Monmorillonit & Ilit .TIPE MINERAL LIAT • Mineral liat tipe 1 : 1 artinya 1 lapisan Silika Tetrahedral 1 lap. Silika tetrahedral 1 lap.

Skhema Tipe Mineral liat .

Telah mengalami pelapukan intensif (CH ) • Merupakan mineral dominan pada tanah Latosol • Daya simpan air & hara relatif rendah • Batas plastis & cairnya rendah .Mineral Liat Kaolinit • Terdapat pada tanah yg.

terdapat air • Luas permukaan besar • Kemampuan menyimpan air tinggi • Mengembang jika basah.Mineral Liat Monmorillonit • Terbentuk dari abu volkan • Drainase jelek • Tersusun atas dua kisi Si-tetrahedral yg. mengkerut jika kering • Batas plastis dan cair tinggi . Mengikat satu kisi Al-oktahedral • Mempunyai 2 permukaan dalam dan luar • Diantara susunan tsb.

Menghambat sifat menembang dan mengempis • Sifatnya antara kaolinit & monmorilonit . shg.Mineral Liat Illit (Tipe 2 : 1) • Terbentuk pada batuan sidemen di daerah beriklim temperate dan kering • Adanya ion K diantara 2 susunan.

LUAS PERMUKAAN • Jumlah luas permukaan menentukan aktivitas semua proses terjadi pada permukaan • Luas permukaan dinyatakan dgn. Jumlah luas permukaan dengan berat.5. Jml. Permukaan jenis (Specific Surface) yaitu perband. Luas Permukaan (m2) S= Berat .3.

Butiran dengan Ø “d” atau jari2 r dan berat jenis partikel p • Persamaan menjadi : 4πr2 S= 4/3π2 p Jika partikel tanah berbentuk kubus dengan sisi “s” 6 s2 S= s3 p = 6/s p .Tanah berbtk.

Lempengan dgn. Panjang l & tebal r. maka s = 2/r p • Ini berarti Permukaan jenis dgn makin kecilnya ukuran partikel .• Jika partikel berbtk. maka : Karena r sangat tipis maka r dianggap nol.

maka : 2l  4lr s 2 l rp 2 Karena r sangat tipis maka r dianggap nol.• Jika partikel berbtk. Lempengan dgn. maka s = 2/r p • Ini berarti Permukaan jenis dgn makin kecilnya ukuran partikel . Panjang l & tebal r.

Permukaan luar. Permukaan jenis 60 m2/g. juga dipengaruhi oleh permukaan dalam • Mineral Kaolinit (r = 50 Ao) dan hanya memp.Contoh: • Pasir berdiameter 1 mm dgn. Permukaan jenis disamping dipengaruhi ukuran partikel. permukaan jenis S = 19 m2/g. sedangkan debu diameter 0. . Permukaan jenis S = 733 m2/g.02 mm dan permukaan jenis 300 m2/g. sedangkan monmorilonit r = 2 Ao dan memp.

6. Mengelilingi permuk. . Adsorbsi Air dan Ion • Adsorbsi Air Air yg. Air ini mempengaruhi :.Pemadatan & pergerakan air dalam tanah % liat dlm. Banyaknya air teradsorbsi. Tanah berpengaruh besar thd.3.plastisitas tanah .Berikatannya partikel . Liat disebut air teradsorbsi.

Lap.Berat jenis > (1.4 g/cm3) dan menurun jika lebih jauh dr. Liat 100 x > dari air bebas. Mol.• Air teradsorbsi memp. . Air I pada permuk. permuk liat .Lebih kental (Viskositasnya >) . Sifat : .

maka muatan Θ dinetralisir oleh kation2 (H+. Berikatan pada muka liat • Selain liat. Ca++. Ciri : adanya kation yg. Mengand. B. shg.O juga bermuatan Θ • Muatan Θ berasal dari ionisasi H pada gugusan karbosil/penolik • Jika tanah bermuatan Θ dimasukkan kedalam larutan yg. disebut Kation terjerat . Mg++ dll) • Jadi kation tsb.• Muatan Listrik • Permukaan liat bermuatan negatif. diadsorbsi oleh muka liat. kation. dgn.

K+. Mg++. Θ disebut Kapasitas Tukar Kation (KTK) satuannya me/100 g • Jadi pada kompleks jerapan. KTK disebut % Kejenuhan Basa (KB) . Terjerat Ca++.• Jml. kation2 yg. Na+ & H+ • Nisbah jml. Basa terjerat thd. Kation yg. Dijerat oleh tanah = jml.

Mg = 20 %. KTK = 20 me/100 g dan KB = 80 % dengan perincian Ca = 30 %.Ca = 6 me/100 g = 6 x 40/2 = 120 mg . K = 20 % & Na = 10 %.Mg = 4 me/100 g = 4 x 24/2 = 48 mg .Contoh : • Tanah memp.Na = 2 me/100 g = 2 x 39 = 76 mg . Terdapat per 100 g tanah adalah .K = 4 me/100 g = 4 x 23 = 92 mg . maka kation yg.

Tabel beberapa sifat mineral liat Mineral liat Tabel A susunan dasar tanah 70 -20 mineral S (m2/g) KTK Kaolinit 400-500 5-20 5-15 illit 10 50-80 100-200 20-40 Montmorilonit 1 5-10 700-800 80-90 Allopan 40-70 .

Kation yang berada pd komplek jerapan Dapat ditukar dengan kation yang berada dalam larutan Disebut reaksi pertukaran kation .

Konsentrasi kation pd larutan ion bervalensi tinggi dpt dg mudah mengganti ion bervalensi .Jika liat mengabsopsi • Jika liat mengabsorpsi K+ ke dlm lar CaCl2 Liat : K+ + CaCl2 Ca+ + 2KCL • Proses pertukaran kation dipengaruhi oleh .Sifat mineral terhadap kation .Ukuran kation .Valensi kation .

contoh • Ca++ dapat dengan mudah mengganti K+ Jika valensi sama => makin besar ukuran kation. => besar kemampuan menukar kation terjerap • Untuk lebih mudah proses pertukaran kation dikenal deret : • Li+<Na+<H+<K+<NH4+<Mg++<Ca++<Al+++ • Ion Al+++ paling kuat terjerap dibanding Ca++ dst .

Hub kation terjerap dg yang terlarut • Pers : mt+m =k Nt+n Nl+n m = valensi t = dpt ditukar l = kation pada larutan k = bil konst Ml+m .

02 Na = 0. jika illit KTK 40 me/100 g liat.4 x 0.02M NaCl.7 x 40 me/100 g = 228 me/100 g .Contoh soal • Jika illit dg k=0.057 Ca t 0.7 % Na = 5.4 (l/mole) ditempatkan kedalam larutan yang mengandung 0.057 x 100% = 5.02 M CaCl2 & 0. Hitung nisbah Na dpt ditukar terhadap Ca dpt ditukar. berapa Ca & Na yang ada pd permukaan jerapan Jawaban Na t 0.002 = = 0.

LAP LISTRIK GANDA • Adanya muatan – liat & muatan + kation kation tertarik kepermukaan. Liat => ttp energi termal + tsb menyebabkan menjauhi dr permukaan liat • Adanya gaya keseimbangan dari gaya tarik coloumb & gaya tolak yang berasal dr energi termal kation => terb lap ion baur • Adanya permukaan bermuatan yang berada dalam satuan larutan => lap listrik ganda (Von Helmholts). .

Penyusunan • Jika 2 mineral liat berada pd jarak 15 A0 => kation dapat ditukar tersebar merata => gaya tarik menarik • Pada jarak 15 A0 => membtk lap baur => gaya tolak menolak • Akibat adanya gaya tarik menarik & tolak menolak => gejala flokulasi & dispersi • Jika hasil akhir dari interaksi adalah : gaya tarik menarik => partikel liat mengalami flokulasi • Dan sebaliknya terjadi gaya tolak menolak => dispersi . • Karena adanya muatan listrik => partikel liat saling tarik menarik dengan gaya tolak menolak => mempengaruhi .Pengaturan . .Interaksi antara mineral liat • Partikel liat saling mengadakan interaksi mll air terabsorpsi. lap baur & pd bbp mll kontak langsung.

tdk plastik.8 Sifat IFAT (RHEOLOGI) • Perilaku rheologi tanah terutama tanah yang mengandung liat => selalu berubah dg perubahan kand air • Pd kand air => tanah berupa suspensi (sifat seperti benda cair) • Jika kandungan air tanah berangsur2 => tanah spt pasta • Pe – air berikutnya => tanah lekat/plastik => dpt dibtk • Pe – lagi => tanah keras. • Konsistensi dipengaruhi oleh gaya tarik menarik diantara partikel / agregat • Konsistensi dlm keadaan kering diukur dr kekerasan • Konsistensi dlm keadaan basah diukur dr plastisitas & kegemburan . sukar dibtk & memp sifat benda padat • Sifat fisik tanah pd kandungan air +++ => konsistensi adl : daya tahan/ketahanan tanah terhadap pengaruh luar yang akan mengubah keadaanya.3.

perub kekuatan tnh mengg kekuatan gesit & mengg kekuatan penetrasi . cth: batas plastis montmorilonit 2 – 3 x >> dr koalinit • Kand air tanah diatas batas cair => tnh memp sifat Rheotrophy yaitu : tanah berubah mjd lebih cair jika diaduk & kembali menjadi agak padat jika dibiarkan / istirahat atau disb Thixotrophy • Thixotrophy => gel – sol – gel • Adanya Thixotrophy => perub viskositas.PLASTISITAS • Hanya partikel liat yg mamp sifat plastis • Kand air tertinggi disebut batas cair • Pd kandungan air yg dibawah batas plastis jika dikerjakan. tanah menggumpal & pecah • Diatas batas cair => tanah bersifat spt benda cair • Penentuan batas cair plastis dipelopori oleh A++berg krn itu dis : angka pembatas A++berg • Selisih kandungan antr batas air & batas plastis disbt : indeks plastisitas • Batas plastis >> dg >> nilai permk jenis.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->