Anda di halaman 1dari 16

DATA UMUM

1. Mesin

Tabel 1 Data Umum Mesin

Nama Mesin Harga Mesin
Mesin Potong Rp. 15.000.000,00
Mesin Drill Rp. 10.000.000,00
Mesin Grinding Rp. 5.000.000,00

a. Penghematan pertahun : 22% dari Harga Mesin
b. Nilai Sisa : 14% dari Harga Mesin
c. Umur Pakai : 20 Tahun
d. Tingkat bunga : 13%

2. Pajak dan Aliran Kas

Tabel 2 Data Tingkat Pajak
Pendapatan Tingkat Pajak
0 S/D 5 Juta 13%
5 Juta - 25 Juta 21%
25 Juta – 100 Juta 27%
>> 100 Juta 48%

a. Harga Jual Produk : Rp.40.000,- / unit
b. Biaya Listrik : Rp. 512 / kwh

Data untuk menghitung pay back period dan pengaruh pajak pada aliran
kas setelah pajak.
a. Harga Mesin Total : Rp.30.000.000,00
b. Pendapatan Pertahun : Rp.156.000.000,00
c. Kenaikan Pendapatan Pertahun : 8% Pertahun

d. Metode Depresiasi : DB . Kenaikan Pengeluaran Pertahun : 4% Pertahun f. Tingkat Bunga : 13% e. Pengeluaran Pertahun : 80% Pertahun e. Nilai Sisa : 12 % dari Harga Mesin Total f.

788. i.000.000 20 13 Rp.100. 1.10. i.000.200.000.000.000 Rp.5. 700.00 Contoh perhitungan Present Worth Analysis (PWA) pada Mesin Potong : Diketahui : Harga mesin = Rp15.000.400. Pengolahan Data dan Analisa 3.000.100.000.000.000 Rp. 2.780.15.576.000.260.00 = Rp3.364.00 2 Mesin Drill Rp. 5.000. n) + nilai sisa (P/F.520.000 Rp.00 Nilai sisa = 14% dari harga mesin = 14% x Rp15.000 Rp.00 A = Rp3.100. 8.729.000.000 20 Rp.000.300. n) – Harga Mesin .000.1 Penghitungan NPW Penghematan Nilai Sisa Umur Pakai i No Nama Mesin Harga Mesin NPW Pertahun (22%) (14%) (Tahun) (%) 1 Mesin Potong Rp.000 Rp.00 Total Rp.000.560.2.000 20 Rp.00 = Rp2. ANALISA 3.3.100.00 Umur pakai (n) = 25 tahun Tingkat bunga (i) = 13% Penghematan pertahun = 22% dari harga mesin = 22% x Rp15.300.00 1 2 3 4 5 6 20 P = Rp15.2.000 Rp.000.00 NPW = Penghematan pertahun (P/A.16.300.1 Present Worth Analysis (NPW) Tabel 3.00 Perhitungan : F= Rp2. 1.00 3 Mesin Grinding Rp.

didapat bahwa besar nilai Net Present Worth (NPW) dari semua mesin menunjukkan hasil positif.381.00 Perhitungan : A =.. 3.000.000.400.00 .3.190.780.. 3.685.00 x (7..00 Total Rp.00 Umur pakai (n) = 25 tahun Tingkat bunga (i) = 13% Penghematan pertahun = 22% dari harga mesin = 22% x Rp15.000 Rp..100.000.000 Rp.100.00 = Rp3.00 Nilai sisa = 14% dari harga mesin = 14% x Rp15. 793.2.000.00 x (0.15.. 1.100.370.000.10.00 Dari perhitungan.000 20 13 Rp.00 3 Mesin Grinding Rp.000.000.364.300.00 Contoh perhitungan Equivalent Uniform Annual Benefit pada Mesin Potong : Diketahui : Harga mesin = Rp15.000 Rp.2.00 2 Mesin Drill Rp.200.025) + Rp. 8.? A = ……. Hal ini berarti semua mesin memberikan benefit yang lebih besar dari pada cost yang dikeluarkan jika dilihat berdasarkan nilai pada saat ini (present worth).2 Equivalent Uniform Annual Benefit (EUAB) Penghematan Nilai Sisa Umur Pakai i No Nama Mesin Harga Mesin EUAB Pertahun (22%) (14%) (Tahun) (%) 1 Mesin Potong Rp.000. = Rp.000. 1.300. 700.000 Rp.00 = Rp.000.000.895.000.000.1.000 20 Rp.000. 396.300.790.? F = Rp 600.0868) -Rp. 2.000.000 20 Rp.000 Rp.. 5.000.100.000 Rp.15.2.00 = Rp2.

64.32.00 x (0. 700.000 Rp.00 x (0.000.200.100.00 + Rp.n) – Harga Mesin (A/P. 1. 2.i.000 Rp.000.i.10.685.00 Total Rp.300.600.000.000.3 Perhitungan FWA N Penghematan Nilai Sisa Umur Pakai i Nama Mesin Harga Mesin FWA o Pertahun (22%) (14%) (Tahun) (%) 1 Mesin Potong Rp.000.000 20 Rp.3.400.15.000.Rp.00 Umur pakai (n) = 25 tahun Tingkat bunga (i) = 13% Penghematan pertahun = 22% dari harga mesin = 22% x Rp15.190. didapat bahwa besar nilai Equivalent Uniform Annual Benefit (EUAB) dari semua mesin menunjukkan hasil positif. 1 2 3 4 5 6 20 P = Rp 15. 2.100.00 Contoh perhitungan Future Worth Analysis (FWA) pada mesin mixer 1 : Diketahui : Harga mesin = Rp15.000.100. Hal ini berarti semua mesin memberikan benefit yang lebih besar dari pada cost yang dikeluarkan jika dilihat berdasarkan nilai keseragaman tiap tahun (annual ).000.000 20 Rp.00 Dari hasil perhitungan. 3.126.000.252.757.14235) = Rp.000 Rp.000.378. 1.000 Rp.192.000 20 13 Rp.00 EUAB = Penghematan pertahun + nilai sisa (A/F.300.000 Rp.2.300.000.00 2 Mesin Drill Rp.400. 3.200. 15.96.1.000 Rp.00 3 Mesin Grinding Rp.000.200.3 Future Worth Analysis (FWA) Tabel 3.00 = Rp3.01235) .00 .000.n) = Rp. 5.000.

.i.300.000.000. i.378. didapat bahwa besar nilai Future Worth Analysis (FWA) dari semua mesin menunjukkan hasil positif.5231) = Rp.00 Dari hasil perhitungan.300.000.? A = Rp.00 FWA = Penghematan pertahun (F/A. Hal ini berarti semua mesin memberikan benefit yang lebih besar dari pada cost yang dikeluarkan jika dilihat berdasarkan nilai keseragaman tiap tahun (annual ).100.00 = Rp2.96..000..2.. 3.15.. jika tingkat suku bunga : 14% N Penghematan Nilai Sisa Umur Pakai i Nama Mesin Harga Mesin NPW o Pertahun (22%) (14%) (Tahun) (%) .100.000.3.00 x (80.00 x (11.600.000. 3.000.4 Rate of Return (ROR) Trial and error.n) = Rp.000.00 Perhitungan : F = .947) + Rp.00 1 2 3 4 5 6 20 P = Rp 15. n) + nilai sisa – Harga Mesin (F/P. Nilai sisa = 14% dari harga mesin = 14% x Rp15.00 – Rp.000.000.

00 2 Mesin Drill Rp.980.00 3 Mesin Grinding Rp.000 Rp.300.000 20 14 Rp. 5.520.576.000 20 Rp.2. 1.19.000.000.780.00 Total Rp.00 (0.008.200.000 Rp.00 Contoh perhitungan : Mesin Raw Mill a. 3.000.260.200.000.017.10.3.470.300.4.00 Jika nilai trial and error untuk tingkat suku bunga 12% N Penghematan Nilai Sisa Umur Pakai i Nama Mesin Harga Mesin NPW o Pertahun (22%) (14%) (Tahun) (%) 1 Mesin Potong Rp.000 Rp.000 20 Rp.2.000 Rp.000 20 Rp. Nilai Sisa (42%) = Harga mesin x 42% c. 1. 700.672.000 Rp. n) – Harga Mesin = Rp. Penghematan pertahun (61%) = Harga mesin x 61% b.000 Rp.000.7. i.10. 1.000. 2.000 Rp.15.1 Mesin Potong Rp.100. 1.000.15.000 Rp.000 Rp.00 2 Mesin Drill Rp.2.490. 6.288.300.0728) – Rp.100.00 = Rp.14. n) + nilai sisa (P/F.000 Rp.000 Rp.865. 5. i.623) + Rp.00 3 Mesin Grinding Rp.3.00 Total Rp.000.000.7. NPW = Penghematan pertahun (P/A.15.2.3.400.000 Rp.000.100.000 20 Rp.560.400.940.336.000 20 12 Rp. 700. 2.00 .780.730.100.9.00 (6.008.100.

n) + nilai sisa (P/F. maka diperoleh nilai suku bunga 14% N Penghematan Nilai Sisa Umur Pakai i Nama Mesin Harga Mesin ROR (%) o Pertahun (22%) (14%) (Tahun) (%) 1 Mesin Potong Rp.000.1037) – Rp.300.15. i.15.000 Rp. 1.470.100.000 Rp.000 Rp.00 .000.3. 1.00 Dengan cara interpolasi.9.000 Rp. Penghematan pertahun (22%) = Harga mesin x 22% e.100.000.000 25 19 2 Mesin Drill Rp.008.000 25 13 19 3 Mesin Grinding Rp. 700.400.00 (0.865. 2. Contoh perhitungan : Mesin Raw Mill d.00 (7. 5.000 15 19 Total Contoh perhitungan interpolasi NPW untuk i = 14% = Rp.9.865.000.00 NPW untuk i = x % NPW untuk i = 12% = Rp.469) + Rp.10.000. NPW = Penghematan pertahun (P/A.2.3.100.000.000 Rp.300.00 = Rp.780.000 Rp. i.7. n) – Harga Mesin = Rp.200.2.470.000. Nilai Sisa (31%) = Harga mesin x 31% f.

189 x = 18.45 0.9.620.02 . .049 x = 0.Rp.7.7.00 ) 0.00 − ( Rp.14 − x = −0.008. didapat bahwa besar nilai rate of return (ROR) dari tiap mesin yang diinvestasikan adalah seragam.780.856. Maka investasi layak.02 0.14 − x Rp.2.865.00 0.x = 14% − 12% Rp.00 .00 = 0. 14% − x Rp.008.14 − x = −2.9% x ≈ 19% Dari hasil perhitungan.008. yaitu 9% .780.049 x = 0.470. Jika dibandingkan dengan besarnya nilai minimum attractive rate of return (MARR) yang hanya sebesar 13%.780.7.14 + 0. nilai ROR lebih besar dari pada nilai MARR.

000.000. Dari perhitungan.100.00 Rp.000.200.300.56 Dari perhitungan Benefit Cost Ratio.600.000.00 Total Rp.00 Rp.000.00 x (7.560.000. 4.000.000.100. 5. karena besar nilai dari Benefit Cost Rationya > 1. 46.560.729.200.000. 6. 1. i.56. .200. 46.000.000. 15. 30.000.000.000.00 B PW Benefit • ratio = C PW Cost Rp.000.56 3 Oven Rotasi Rp.600.00 = 1.000.00 = Rp.00 Rp.5 Benefit Cost Ratio (BCR) Penghematan Umur pakai i B/C No Nama Mesin Harga Mesin pertahun (22%) Nilai sisa (14%) (Tahun) ratio 1 Mixer 1 Rp.00 Rp.00 Rp.00 2 Mixer 2 Rp.00 Rp.4.00 Rp. 3. Besar nilai Benefit Cost Ratio mengindikasikan perbandingan / persentase benefit yang dihasilkan terhadap Cost yang ditimbulkan untuk investasi.000.729.00 20 13% 1.00 x (0. 10. yaitu 1. 2. 700. n) + Total Nilai Sisa (P/F.0868) = Rp.400.000.00 Rp.000. i. 30. n) = Rp. didapat hasil bahwa besar nilai Benefit Cost Ratio dari kelima mesin yang diinvestasikan adalah sama. 1. 6.000. 3. dapat dilihat bahwa investasi terhadap kelima mesin tersebut merupakan investasi yang baik . 2.00 Contoh perhitungan: Mesin Raw Mill • Penghematan pertahun (22%) = Harga Mesin x 22% • Nilai Sisa (31%) = Harga Mesin x 31% • PW Cost = Total Harga Kelima Mesin • PW Benefit = Total Penghematan Pertahun (P/A.025) + Rp.

000.337.000.000.000.000.637.125.00 Rp316.400. 3.00 Rp377.200.00 = Rp.00 Rp219.454.608.00 Rp268.600.417.304.00 Rp568.00 .00 Rp374.00 Rp419.000.00 Rp790.00 Rp93.6 Pay Back Period (PbP) Akumulatif Tahun Pendapatan Pengeluaran Pendapatan Bersih Pendapatan Bersih 0 Rp0.00 Rp1.00 Rp156.485.00 Rp122.900.276.00 Rp2.628.00 Rp450.040.000.000.00 4 Rp358.000.000.000.780.400.000.328.000.000.00 o Jumlah produksi pertahun = 25 x 6 x 52 = 7.190.999.840.800.200.000.12 x 30.800.00 17 Rp621.150.353.000.000.209.912.000.468.00 12 Rp502.680.000.395.00 Rp485.640.00 Rp912.00 8 Rp424.00 20 Rp704.816.00 Rp306.999.00 Rp363.000.00 18 Rp647.00 Rp114.920.280.760.581.00 Rp74.000.992.920.00 Rp138.931.00 -Rp30.600.00 Rp435.00 Rp196.400.000.00 Contoh perhitungan: o 1 tahun = 52 Minggu kerja o 1 minggu = 6 hari kerja o 1 hari = 8 jam Kerja o Output 1 hari produksi = 360 roti o Jumlah hari kerja dalam 1 tahun = 312 hari o Total harga seluruh mesin = Rp.954.600.00 Rp1.800.00 Rp249.00 6 Rp390.00 Rp186.00 13 Rp524.000.720.00 Rp2.160.464.000.00 Rp175.00 Rp2.600.200.00 Rp390.00 Rp277.667.00 Rp165.200.000.600.00 19 Rp675.590.00 Rp207.080.00 Rp107.00 Rp675.000.00 Rp205.651.476.000.360.224.00 Rp287.464.00 Rp1.000.447.000.00 3 Rp343.800.760.200.885.000.00 Rp468.596.712.320.800.558.00 Rp258.885.160.312.351.000.00 1 Rp312.000.00 Rp62.00 10 Rp461.000.456.400.417.00 9 Rp443.872.800 buah o Nilai sisa mesin = 0.000. 42.000.998.00 Rp287.263.00 Rp30.00 Rp131.160.00 Rp62.558.00 Rp328.00 Rp2.040.792.000.991.00 Rp81.600.600.000.880.000.329.176.133.00 Rp1.00 Rp1.400.360.935.089. 3.000.040.00 Rp339.000.696.040.00 Rp130.043.000.00 Rp100.320.670.827.00 Rp467.543.00 Rp147.000.000.949.800.223.000.934.000.118.400.000.00 Rp68.00 2 Rp327.00 15 Rp570.960.00 Rp351.00 16 Rp594.895.00 14 Rp546.00 Rp1.000.000.00 Rp296.880.400.834.000.013.451.914.000.00 5 Rp374.000.00 7 Rp407.000.000.181.000.000.359.540.00 11 Rp482.00 Rp404.000.000.120.00 Rp87.00 Rp0.000.

00 = Rp.600.00 o Pengeluaran = 0.000.640.000.000.000.040. 249.000.05) = Rp 327.00 = Rp. 312.8 x Rp.000. 312.00 x (1+0. 258.640.000.00 o Pendapatan Bersih = Pendapatan Kotor – Pengeluaran = Rp 68.000.600.000.00 Tahun kedua o Pendapatan kotor = Rp.000.40.800 x Rp.00 = Rp 131.000.000.000.960.600.00 o Pengeluaran = Rp. 312.400.400.000.00 o Akumulatif pendapatan bersih = Rp 62.Tahun pertama o Pendapatan kotor = 7.00 + Rp 68.00 + (Rp.000.000.00 o Pendapatan Bersih = Pendapatan Kotor – Pengeluaran = Rp 62.03) = Rp. 312.000.000 x 0.00 . 249.

00 ∑A4 = Rp287.920.000 = 4 − 3 Rp287. Ini berarti bahwa.040.040.000.00 − Rp205.00 ∑AX = Rp.000.00 ∑A3 = Rp205.Perhitungan Pay back Period (PbP) Cost investasi mesin = Total Harga Mesin – Nilai Sisa Mesin = Rp.000.25.000. 4. . sedangkan umur pakai mesin adalah 20 tahun.22 X = 4 – 3. CV ini akan mengalami keuntungan dengan melakukan investasi terhadap mesin tersebut.78 Dari perhitungan Pay Back Period (PbP)..78 tahun atau sekitar 1 tahun 8 bulan. 30.000.040..00 − Rp.000.200.800. PbP menunjukkan hasil bahwa lamanya pengembalian investasi adalah 1.00 = Rp 25.? 4−x Rp287.000. 25.000.800.00 X = . terlihat bahwa pay back period lebih cepat atau kurang dari umur pakai mesin.000.000.00 4 – X = 3.00 – Rp.800.22 = 1.920.

40 11 Rp493.00 Rp8.00 Rp368.442.00 Rp138.980.00 -Rp30.00 Rp87.00 Rp20.00 -Rp30.00 Rp99.7 Pengaruh Pajak % Th Pendapatan Pengeluaran BTCF D BVt TI Pajak ATCF Pajak 0 Rp0.27 Rp15.000.00 Rp6.00 7 Rp416.511.200.000.638.00 Rp441.000.431.00 Rp62.000.08 12 Rp514.270.00 5 Rp383.684.00 Rp30.277.634.035.00 Rp343.912.000.40 0.712.080.960.64 15 Rp584.429.000.080.00 2 Rp336.00 Rp73.000.548.901.600.617.869.57 19 Rp692.48 Rp79.363.560.00 0.394.00 Rp115.600.840.000.26 0.942.000.490.855.042.00 Rp8.613.236.240.00 Rp81.000.494.048.384.200.00 Rp66.00 3 Rp352.529.00 Rp18.577.130.14 Rp183.00 -Rp36.326.440.00 Rp74.504.720.298.40 Rp165.00 Rp12.000.340.00 Rp145.840.560.480.265.800.160.48 Rp84.00 Rp155.077.163.60 Rp164.000.10 Rp217.560.00 0.00 Rp83.000.929.455.690.632.561.00 0.000.320.699.60 Rp73.68 Rp194.763.00 -Rp30.75 Rp104.180.00 Rp113.48 Rp63.00 Rp14.160.412.27 Rp18.161.80 Rp22.94 16 Rp609.840.543.000.12 0.27 Rp22.32 20 Rp721.777.000.000.59 Rp110.067.880.00 Rp457.150.480.324.000. 3.80 Rp146.27 Rp25.48 Rp55.400.120.80 9 Rp453.131.899.400.00 Rp0.41 18 Rp663.00 Rp109.177.20 Rp156.261.516.763.003.653.00 Rp332.00 Rp102.232.120.000.946.186.635.200.381.168.00 Rp271.254.310.000.800.48 Rp88.435.803.489.800.00 0.50 Rp475.00 Rp382.00 Rp320.00 Rp15.36 Rp93.387.775.00 Rp13.756.222.400.00 Rp17.00 Rp194.136.000.280.718.000.000.438.988.00 Rp84.00 Rp93.192.496.124.008.360.962.304.349.20 Rp228.00 Rp262.768.440.40 Rp21.373.597.742.908.000.200.000.193.520.721.537.228.491.547.00 Rp10.560.48 Rp98.72 Rp205.360.415.032.796.06 .328.641.92 Rp78.689.864.00 Rp47.960.891.00 Rp101.992.00 Rp30.00 0.00 Rp129.240.520.000.250.337.962.038.24 Rp82.068.000.27 Rp21.688.00 0.00 Rp89.575.160.00 Rp130.60 Rp155.00 0.916.860.000.840.292.20 14 Rp560.400.988.060.937.480.578.448.078.48 Rp66.000.000.616.736.780.00 Rp56.000.760.856.00 Rp395.240.836.457.601.308.48 Rp70.376.974.00 Rp492.600.878.361.00 Rp9.00 0.688.00 Rp95.00 Rp139.175.984.840.744.007.001.00 Rp61.00 Rp183.00 Rp78.00 Rp356.40 0.673.80 10 Rp472.294.86 Rp195.08 Rp123.256.00 Rp123.160.640.160.000.00 Rp78.00 6 Rp399.00 Rp123.00 0.952.00 0.400.000.706.00 0.00 Rp11.071.00 0.00 1 Rp312.905.396.160.00 Rp410.27 Rp27.761.669.20 Rp86.000.462.804.000.400.00 Rp19.25 17 Rp636.48 Rp75.096.603.00 Rp9.781.375.565.712.00 Rp16.74 Rp129.467.600.000.00 Rp116.841.544.800.40 Rp184.000.27 Rp24.000.000.972.76 13 Rp537.00 Rp290.480.000.000.000.832.00 Rp121.088.826.880.43 Rp116.320.60 Rp174.48 Rp59.322.000.698.840.00 Rp72.813.666.00 0.000.00 Rp75.27 Rp19.392.000.625.767.455.00 Rp106.00 Rp137.078.00 Rp7.390.00 Rp67.000.538.354.208.854.362.773.000.088.520.48 Rp93.40 0.760.00 0.000.20 0.000.00 Rp249.652.064.00 Rp66.360.390.488.000.112.294.887.000.820.704.00 Rp174.407.00 Rp56.00 Rp205.418.00 Rp425.40 8 Rp434.332.906.48 Rp52.00 Rp12.600.000.200.763.20 Rp69.912.40 Rp175.163.800.120.724.00 Rp164.880.00 Rp147.60 Rp80.876.00 Rp280.00 0 Rp0.00 4 Rp368.00 Rp96.616.00 Rp89.204.202.195.00 Rp310.00 Rp54.00 Rp70.624.000.00 Rp131.800.80 Rp88.00 Rp108.06 Rp98.240.00 Rp299.

56.00 = Rp.000.00 o Pengeluaran = 0.00 o Pajak = TI x % Pajak = Rp.00 o TI = BTCF – Depresiasi = Rp.000.240.312.00 = Rp.236. 249.000.160.400.00x 0. 15.Pajak = Rp.163.36.BVt-1 BVt = BVt-1 – Dt d = 2/N = 2/20 = 10% Aliran Kas Tahun Pertama o Pendapatan kotor = 7.000.Perhitungan Depresiasi DB: Dt = d.200.000.000.00 o ATCF = BTCF . 62.800 x Rp.40.00 o Depresiasi (D) = Rp6.00 = Rp.56.8 x Rp.27 = Rp. 62.312.163.240.600.000.00 o Book Value = -Rp.800.200.00 – Rp.00 o BTCF = Pendapatan Kotor – Pengeluaran = Rp.000.000.400. 15.000.160.000.00 . 47.000.

besarnya depresiasi menyebabkan nilai pendapatan kena pajak menjadi kecil di beberapa tahun pertama.21. 112. .00 Begitu pun dengan ATCF atau aliran kas setelah pajak terus mengalami peningkatan. Dari hasil perhitungan nilai buku pada tabel sebelumnya terlihat bahwa nilai BTCF terus meningkat dari tahun pertama hingga akhir umur pakai mesin di tahun keenam. Metode depresiasi yang dipakai adalah metode Sum of The Years Digit (SOYD). 862. Oleh karena itu.14 (kurang dari dua puluh lima juta rupiah) maka pajak yang dikenakan hanya 21% atau 0. Besarnya BTCF pada tahun pertama sebesar Rp 7. ini berarti besarnya nilai depresiasi pada tahun pertama merupakan nilai depresiasi tertinggi.877. Hal ini dikarenakan ATCF diperoleh dari nilai BTCF dikurangi dengan nilai pajak. kemudian semakin lama. BTCF merupakan indikator keuntungan tanpa mempertimbangkan besarnya depresiasi.000. Dari hasil perhitungan nilai buku sebelumnya terlihat bahwa nilai ATCF di tahun pertama nilainya sama dengan nilai BTCF. Karena besarnya pendapatan di tahun kedua hanya Rp.488. Pendapatan baru akan dikenakan pajak di tahun kedua dengan besarnya tingkat pajak ditentukan oleh besarnya pendapatan.174. Sehingga besarnya pajak penghasilan di tahun ke sebelas adalah sebesar Rp. nilai depresiasi semakin menurun. Hal ini disebabkan karena besarnya TI atau pendapatan kena pajak di tahun pertama bernilai negatif sehingga tidak dikenakan pajak (biaya pajak nol rupiah).03 dan terus mengalami peningkatan sampai di akhir tahun keenam belas seiring dengan terus meningkatnya pendapatan kotor perusahaan. Pajak baru dibebankan setelah tahun kedua hingga akhir umur pakai mesin.