Anda di halaman 1dari 2

MODALNYA SYUKUR DAN SABAR

PENGALAMAN ROHANI HAMDHANI S.IP. (Anggota DPD RI Utusan Kalteng)

Dalam salah satu hadisnya Rasulullah menyatakan, “Aku iri kepada


orang-orang mukmin. Bila mendapatkan kenikmatan mereka
bersyukur. Bila menerima cobaan, mereka bersabar.”

Prinsip hidup ini agaknya dipegang betul Hamdhani. Lelaki


yang kini menjadi Anggota (DPD RI) Dewan Perwakilan Daerah
Republik Indonesia Utusan Kalimantan Tengah menggantikan H. Abi
Kusno Nahran (Alm.) berhasil meniti suka-duka dan riak gelombang
kehidupan dengan bermodalkan sabar dan syukur.
Sabar kata lelaki kelahiran Desa Sulung Kenambui, Kecamatan
Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, 19 September 1964 itu,
merupakan modal hidup yang amat penting “Dengan sabar, kita jadi
lebih tenang menghadapi gejolak kehidupan, kita tidak gampang
panik.
Pasangan sabar, kata suami dari Eny. S itu adalah syukur.
Syukur membuat seorang hamba senantiasa ingat akan segala yang
telah diterimanya dari Yang Maha Kuasa.
Syukur juga mendorong manusia agar meningkatkan kebaikan
kepada sesama manusia dan ketakwaan kepada Allah. Kebaikan itu
misalnya menolong orang yang kesusahan dan butuh pertolongan.
Juga menyisihkan sebagian rezeki untuk membangun fasilitas yang
dibutuhkan publik seperti membangun masjid, mushola, sekolah,
pondok pesantren, rumah sakit.
Allah menyuruh kita shalat dan mengeluarkan zakat. Itu
artinya kita tidak cukup hanya melaksanakan ibadah ritual, tapi juga
ibadah sosial dalam bentuk zakat, infak dan sedekah. Bukankah
cara terbaik untuk bersyukur itu tak hanya sekedar diucapkan, tapi
ditunjukan dengan amal perbuatan ? tutur Wakil Ketua PKALP
(Panitia Kerjasama Antara Lembaga Perlemen) dan Ketua RUU SDA
PAH II DPD RI ini
Hamdhani mengaku sangat yakin bahwa syukur itu akan
membuat hidup lebih berkah dan tenang. Tak hanya itu, syukur juga
mendatangkan rezeki lebih banyak lagi. Allah berjanji, “Jika kamu
bersyukur, niscaya Aku tambah nikmat-Ku untukmu. Namun jika
kamu ingkar akan nikmatKu, ketahuilah sesungguhnya azhabKu
sangat pedih.” Ini adalah janji Allah, dan janji Allah pasti benar,”
kata lelaki yang pernah melakukan 4 (empat) kali umroh dan
berkunjung Mesir, Palestina, Yordania, Dan sebagai salah satu
delegasi Indonesia dari Kalimantan Tengah di DPD RI dalam sidang
IPU (Inter Parliamentry Union) Pertemuan Anggota-Anggota
Parlemen Se-dunia di Nusa Dua Bali dan Jenewa Swiss.
Ada satu ayat Al-Qur’an yang selalu dijadikan moto hidup oleh
Hamdhani, yakni Surat: Al-Insyirah ayat: 5-6, yang artinya,
“Sesungguhnya dibalik setiap kesukaran pasti ada kemudahan.
Sungguh dibalik setiap kesukaran, pasti ada kemudahan.”
Ayat Al-Qur’an tersebut, kata lelaki yang telah mengikuti ESQ
(Emotional Spiritual Quatient) angkatan ke-63 dan akan ditunjuk
oleh sahabatnya Ari Ginanjar Agustian sebagai salah satu Pembina

1
ESQ di Kalimantan Tengah sungguh luar biasa “Ayat itu betul-betul
membangkitkan semangat perjuangan hidup bagi setiap umat
Muhammad SAW dalam menghadapi kehidupan dunia ini. Tiap kali
saya membaca ayat tersebut saya seperti mendapatkan energi dan
kekuatan baru untuk menempuh dan berusaha menyampaikannya
kepada siapa saja yang memahami perintah dan larangan Allah
SWT.

Selain itu, yang juga selalu menjadi pegangan hidup


Hamdhani adalah hadis Nabi yang berbunyi, ”Sebaik-baik kamu
adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia.” Saya pun
berharap meraih khusnul khatimah (akhir kehidupan yang baik).
Saya berharap dapat menerapkan nilai-nilai Islam sampai akhir
hayat. Saya sering berdoa kepada Allah dengan do’a sebagai
berikut, “Yaa Allah tetapkanlah saya dalam Islam dan taat”. Papar
Alumni Universitas Nasional Jakarta ini.
Untuk menjaga kebersihan hati dan ketenangan batin,
Hamdhani berusaha untuk puasa sunah Senin-Kamis. “Puasa
merupakan salah satu ibadah utama yang tidak hanya merupakan
ibadah tapi juga mengandung manfaat kesehatan.”
Sebagai Anggota DPD RI mewakili Provinsi Kalimantan Tengah
ditingkat Nasional, Hamdhani dalam setiap kunjungan kerjanya ke
daerah banyak bertemu dan mendengarkan aspirasi dari
masyarakat- masyarakat pedalaman dan pesisir pantai yang
kemudian aspirasi ini disampaikan kepada paripurna DPD RI untuk
disampaikan dengan Menteri dan Departemen-Departemen terkait
bersama-bersama DPR RI untuk dibahas kemudian dicari solusi
bagaimana permasalahan daerah ini dapat ditindaklanjuti.
Kalteng memang patut kita syukuri, karena potensi kekayaan
alam dan luas wilayahnya nomor 3 (tiga) setelah Papua dan Kaltim
namun ditengah-tengah potensi yang besar itu, masih banyak
problem yang masih membelit.
Menurut Hamdhani dia sangat sedih sekali melihat keadaan
masyarakat di pedalaman DAS Arut, Lamandau, Barito dan Kapuas
yang hidup termarjinalkan tinggal digubuk-gubuk yang berdinding
kulit kayu sarana seadanya pekerjaan sehari-harinya adalah
mencari ikan dan memantung.
Masalah lain RTRWP Kalteng yang masih belum disyahkan oleh
Menteri Kehutanan, pembagian hasil tambang yang banyak
menguntungkan pemerintah Pusat dan belum teresialisasinya Inpres
No.2/2007 tentang percepatan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan
pengembangan lahan gambut 1 Juta Ha di Kabupaten Kapuas,
terhadap transmigrasi sebanyak 8500 KK dari jumlah awal 15.600
KK yang saat ini hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.
Salah satu sebab ketertinggalan pembangunan Kalteng adalah
minimnya alokasi anggaran dari Pusat. Bahkan selama ini bagi hasil
pertambangan dan perkebunan yang diperoleh Kalteng relative
sangat kecil, dan berbanding terbalik terhadap perimbangan
keuangan Pusat dan daerah yang semestinya daerahlah sebagai
penghasil mendapatkan porsi yang lebih besar.