Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ILMU KEALAMAN DASAR PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENTING

DI SUSUN OLEH : KELOMPOK 6

1. 2. 3. 4. 5.

DILLA OKTANTIA FANNY RAHMATINA RAHIM ULFA WIDIYA KASIH HERNI WIRANDY RETMON

16032/2010 16030/2010 16295/2010 16055/2010 16292/2010

PEMBIMBING : Drs. Ardi, M.Si

UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011


KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan judul PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENTING dan TEKNOLOGI KEARIFAN LOKAL. Shalawat beriring salam penulis kirimkan untuk junjungan besar umat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah membawakan umat manusia dari alam kebodohaan menuju alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Kealaman Dasar. Dalam penulisan makalah ini, penulis banyak banyak menerima informasi dari orang lain, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritikkan yang membangun dari semua pihak. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Padang , mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI.. BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang.. 1 B. Rumusan Masalah..... 1 C. Tujuan 1 BAB II : PEMBAHASAN A. Informasi Teknologi Kearifan Lokal................ 2 B. Klasifikasi Daerah-daerah Unggulan........... 6 C. Kajian Bidang IPTEK Setiap Daerah-daerah Unggulan ..................... 7 D. Bioteknologi............. 2 E. Teknologi Informasi......... 6 BAB III : PENUTUP A. Kesimpulan 9 B. Saran. 9 DAFTAR PUSTAKA. 10 ii

BAB 1 PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Rekayasa peradaban manusia tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ilmu pengetahuan akan memberikan wawasan keilmuan, sosial dan budaya yang membentuk peradaban manusia. Semakin modern kehidupan manusia, arus informasi menjadi semakin majemuk dan global sifatnya. Manusia tidak dapat melakukan seleksi informasi dengan baik, apabila tidak di barengi dengan motivasi yang tepat, sehingga pada gilirannya akan merubah peradaban manusia yang di bentuk oleh wawasan keilmuannya serta wawasan sosial dan budayanya.

B.RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini di bahas beberapa aspek mengenai: 1. Teknologi Kearifan Lokal 2. Klasifikasi Daerah-daerah Unggulan 3. Kajian Bidang IPTEK Setiap Daerah Unggulan 4. Bioteknologi 5. Teknologi Informasi

C.TUJUAN PENULISAN
Makalah ini dibuat dengan tujuan: 1. Untuk memenuhi tugas kelompok ilmu kealaman dasar 2. Sebagai bahan belajar tentang perkembangan teknologi penting 3. Agar dapat di pergunakan sebagai bahan bacaan untuk menambah ilmu pengetahuan

BAB 2 PEMBAHASAN
A. INFORMASI TEKNOLOGI KEARIFAN LOKAL
kearifan (wisdom) dan lokal (local). Dalam Kamus Inggris Indonesia John M. Echols dan Hassan Syadily, local berarti setempat, sedangkan wisdom (kearifan) sama dengan kebijaksanaan. Secara umum maka local wisdom (kearifan setempat) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Local Genius sebagai Local Wisdom Dalam disiplin antropologi dikenal istilah local genius. Local genius ini merupakan istilah yang mula pertama dikenalkan oleh Quaritch Wales. Para antropolog membahas secara panjang lebar pengertian local genius ini (lihat Ayatrohaedi, 1986). Antara lain Haryati Soebadio mengatakan bahwa local genius adalah juga cultural identity, identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri (Ayatrohaedi, 1986:18-19). Sementara Moendardjito (dalam Ayatrohaedi, 1986:4041) mengatakan bahwa unsur budaya daerah potensial sebagai local genius karena telah teruji kemampuannya untuk bertahan sampai sekarang. I Ketut Gobyah dalam Berpijak pada Kearifan Lokal dalam http://www.Balipos .co.id, didownload 17/9/2003, mengatakan bahwa kearifan lokal (local genius) adalah kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah. Kearifan lokal merupakan perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan local merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal. S. Swarsi Geriya dalam Menggali Kearifan Lokal untuk Ajeg Bali dalam Iun, http://www.balipos.co.id mengatakan bahwa secara konseptual, kearifan lokal dan keunggulan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara dan perilaku yang melembaga secara tradisional. Kearifan lokal adalah nilai

yang dianggap baik dan benar sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama dan bahkan melembaga. Dalam penjelasan tentang urf, Pikiran Rakyat terbitan 6 Maret 2003 menjelaskan bahwa tentang kearifan berarti ada yang memiliki kearifan (al-addah al-marifah), yang dilawankan dengan al-addah al-jahiliyyah. Kearifan adat dipahami sebagai segala sesuatu yang didasari pengetahuan dan diakui akal serta dianggap baik oleh ketentuan agama. Adat kebiasaan pada dasarnya teruji secara alamiah dan niscaya bernilai baik, karena kebiasaan tersebut merupakan tindakan sosial yang berulang-ulang dan mengalami penguatan (reinforcement). Apabila suatu tindakan tidak dianggap baik oleh masyarakat maka ia tidak akan mengalami penguatan secara terus-menerus. Pergerakan secara alamiah terjadi secara sukarela karena dianggap baik atau mengandung kebaikan. Adat yang tidak baik akan hanya terjadi apabila terjadi pemaksaan oleh penguasa. Bila demikian maka ia tidak tumbuh secara alamiah tetapi dipaksakan.

B. KLASIFIKASI DAERAH-DAERAH UNGGULAN


Penyusunan rencana pembangunan jangka panjang memerlukan satu filosofi pembangunan yang memiliki cakrawala yang luas dan mampu menjadi pedoman bagi daerah untuk menentukan visi, misi, dan arah pembangunan. Kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah di seluruh Indonesia. Dan menjadikan seluruh daerah di Indonesia menuju masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera. Visi dan misi pembangunan daerah di Indonesia harus terukur untuk dapat mengetahui tingkat keberhasilannya dalam rangka menjadikan Masyarakat di Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera. Maju adalah suatu proses yang dilakukan oleh masyarakat untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik, sesuai dengan tujuan yang dikehendaki bersama. Kemajuan yang diharapkan meliputi kemajuan dibidang ekonomi dan sosial budaya melalui pemberdayaan sumber daya pembangunan yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah dan lestari. Kemajuan dibidang ekonomi antara lain ditunjukkan dengan meningkatnya kemakmuran masyarakat, meningkatnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya pendapatan regional, dan meningkatnya distribusi pendapatan. Kemajuan dibidang sosial budaya ditunjukkan dengan semakin membaiknya indikator kependudukan, meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, meningkatnya kualitas sumber daya manusia, dan meningkatnya

partisipasi politik masyarakat. Pola pemanfaatan sumber kekuatan daerah yang dilakukan harus mempertimbangkan keberlanjutan bagi generasi yang akan datang, sehingga proses pembangunan akan tetap lestari sampai akhir jaman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Visi dari masyarakat yang mandiri yaitu Mewujudkan masyarakat yang maju melalui penerapan prinsip-prinsip good governance dan re-inventing government; memantapkan kelembagaan demokrasi yang lebih kokoh; memperkuat peranan masyarakat sipil; meningkatkan kualitas otonomi daerah dan desentralisasi fiskal; menjamin pengembangan dan kebebasan media komunikasi untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat; melakukan pembenahan struktur kelembagaan pemerintah daerah; memperbaiki kualitas layanan publik; meningkatkan budaya tertib hukum; menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban secara adil dan memihak pada rakyat kecil. Mandiri adalah kondisi yang mampu mengembangkan potensi diri dan sumber daya yang ada, serta mampu menyediakan yang belum ada untuk dirinya dan daerahnya. Masyarakat Indonesia diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan mereka sendiri serta dapat saling mengisi di dalam memperbaiki taraf hidup mereka pada tataran pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar. Aspek penting yang dapat diukur adalah kemampuan pemenuhan kebutuhan dasar di seluruh lapisan masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupannya tanpa harus tergantung pada pihak luar. Pada tataran masyarakat, yang dimaksudkan dengan masyarakat mandiri adalah masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dengan layak. Pada tataran pemerintah daerah, mandiri adalah mampu membiayai pembangunan daerah dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan daerahnya tanpa harus tergantung pada pihak luar. Misi untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri melalui pengembangan kemandirian dan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan pembangunan; peningkatan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat; peningkatan ketersediaan energi untuk masyarakat dan dunia usaha; peningkatan jumlah dan kualitas moda transportasi darat, laut, dan udara; peningkatan kemandirian keuangan daerah. peningkatan penghayatan dan pengamalan nilainilai luhur keagamaan; peningkatan kualitas kesehatan masyarakat; meningkatkan kualitas lingkungan hidup; meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan penguasaan Iptek; pengoptimalan pemeliharaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati; mempersiapkan sektor-sektor berbasis sumberdaya yang dapat diperbarui (renewable resources) sebagai

sumber pendorong pertumbuhan ekonomi; mengoptimalkan pemanfaatan SDA dan lingkungan hidup yang berkesinambungan. Sejahtera adalah mewujudkan suatu keadaan masyarakat yang maju dan tercukupi kebutuhan lahiriah dan batiniah. Ditandai dengan semakin meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat, dengan menjamin terpenuhinya kebutuhan ekonomi, sosial, dan religius bagi seluruh warga masyarakat. Aspek penting yang harus mendapat perhatian adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan meningkatnya distribusi pendapatan. Dalam pembangunan kewilayahan harus diperhatikan pemerataan hasil-hasil pembangunan di seluruh wilayah. Peningkatan pertumbuhan ekonomi dan semakin baiknya distribusi pendapatan diharapkan akan mengurangi tingkat kemiskinan.

C. KAJIAN BIDANG IPTEK SETIAP DAERAH UNGGULAN


Beberapa teknologi kearifan local untuk daerah Sumatera Barat adalah IPTEK yang berkaitan dengan bidang-bidang : 1. Perikanan a. Perikanan Darat Meliputi seluruh daerah kabupaten dan kota seluruh Sumatera Barat, Untuk memajukan perikanan darat perlu dikembangkan IPTEK untuk perikanan darat,diantaranya : IPTEK perikanan perairan danau perlu iptek tentang penyebaran bibit. IPTEK perikanan air deras di sungai, perlu iptek membuat keramba,bibit, makanan, masa panen. IPTEK perikanan kolam (tambak), perlu iptek membuat tambak, pengaturan perairan,bibit, makanan, dan masa panen. b. Perikanan Laut IPTEK penangkapan dengan kapal, sehingga hasil penangkapan lebih efisien. IPTEK pengolahan penangkapan untuk keperluan local dan untuk keperluan ekspor. IPTEK untuk kemasan ekspor,heginis, menarik, efisien, aman.

2. Pertanian dan Perkebunan IPTEK tentang pengolahan lahan

IPTEK tentang pembibitan IPTEK tentang pemeliharaan IPTEK tentang panen dan pengolahan

3. Kehutanan IPTEK pengolahan hutan lindung IPTEK pengolahan hutan produksi, tebang pilih IPTEK reboisasi IPTEK pengolahan hasil tambang

4. Pertambangan IPTEK observasi lahan dan kandungan lahan tentang lahan tambang IPTEK eksplorasi IPTEK pengolahan,pabrik IPTEK pemasaran

5. Petrokimia Teknologi kearifan local untuk petrokimia di Sumatera Barat belum terdeteksi dan belum diolah,karena dugaan sementara kandungannya tidak banyak.

6. Agroindustri IPTEK pengolahan industri IPTEK pemodalan IPTEK tentang manajemen

7. Teknologi Tepat Guna Teknologi kearifan local untuk meliputi semua bidang sesuai dengan daerahdaerah unggulannya akan lebih berhasil jika menggunakan IPTEK yang berlandaskan teknologi tepat guna. Untuk memajukan usaha teknologi kearifan local dan efisiensinya teknologi, diperlukan usaha menggunakan teknologi tepat guna untuk mencapainya diperlukan penelitian terapan IPA dan teknologi.

D. BIOTEKNOLOGI
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietasvarietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal. Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakitpenyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.

Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan. Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Aplikasi teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau merekayasa gen pada organisme tersebut. Perubahan sifat Biologis melalui rekayasa genetika tersebut menyebabkan "lahirnya organisme baru" produk bioteknologi dengan sifat - sifat yang menguntungkan bagi manusia. Produk bioteknologi, antara lain:

Jagung resisten hama serangga Kapas resisten hama serangga Pepaya resisten virus Enzim pemacu produksi susu pada sapi Padi mengandung vitamin A Pisang mengandung vaksin hepatitis

Aplikasi bioteknologi Berdasar pengertian bioteknologi di atas, maka kegiatan atau sektor industri / jasa yang dapat dimasuki oleh bioteknologi menjadi sangat banyak jenis dan ragamnya, seperti kedokteran, farmasi, pertanian, industri pangan, kimia, energi, dan lingkungan. Aplikasi bioteknologi secara jelas dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Sektor aktivitas bioteknologi dan produk utamanya Sektor Kedokteran-Farmasi Produk utama Antibiotika, vaksin, vitamin, steroid, hormon, antibodi, interferon, pereaksi untuk diagnostik, inhibitor enzim Minuman beralkohol, produk susu, bahan penguat rasa, protein sel tunggal, asam amino, asam organik, enzim, nukleotida, zat pemanis,

Industri Pangan

zat pewarna, aroma, antioksidan Pertanian Biopestisida, pakan ternak, silase, pupuk, bakteri penambat N, tanaman unggul, produksi embrio Etanol, asetaldehida, aseton, butanol, butadien, asam organik, biopolimer, gliserol, furfural, surfaktan, parfum Etanol, aseton, butanol, metana, hidrogen, biomassa Penanganan air, penanganan limbah, pendayagunaan limbah dan Lingkungan residu organik, akumulasi dan pengambilan metal, defosfatisasi dan denitrifikasi, detoksifikasi Berdasar dari tingkatan teknologi & nilai ekonominya dapat dibedakan sesuai dengan sektor industri dan jenis produk yang dihasilkan, seperti dalam tabel 2. Tabel 2. Sektor aktivitas bioindustri, nilai produk yang dihasilkan, dan tingkat teknologi. Sektor Kedokteran & Farmasi Asam amino, enzim, Kimia & Industri Pangan Lingkungan & Energi biomassa, organik, food additive Metana, etanol, aseton, penanganan Rendah ( sederhana ) Rendah asam polimer, Sedang Sedang Produk Interveron, hormon, Tinggi ( canggih ) Tinggi Tingkat Teknologi Nilai ekonomi

Kimia Energi

antibiotika, vaksin

limbah, pakan hewan Walaupun manfaat dari perkembangan bioteknologi sudah sangat jelas, banyak orang

mengkhawatirkannya. Kemungkinan digunakannya pengetahuan ini untuk bioterorisme atau untuk mengklon manusia yang dianggap melanggar norma kehidupan manusia. Bioteknologi memberikan harapan bagi kesejahteraan umat manusia, mulai dari prosesproses bio yang paling sederhana sampai kepada tingkat yang paling canggih. Karenanya, manusia yang menggelutinya ditantang untuk memanfaatkan peluangpeluang itu demi kesejahteraannya. Tetapi, bagaimanapun canggihnya teknologi sudah barang tentu

dapat memunculkan dampak dalam penerapannya. Maka dengan mengacu pada pengalaman pengalaman penerapan teknologi pendahulunya, dapatlah digunakan bioteknologi ini secara proporsional dengan memasukkan normanorma etik secara moral. Etika diperlukan untuk menentukan arah perkembangan bioteknologi, serta penerapannya secara teknis, sehingga tujuan yang menyimpang dan destruktif bagi kemanusiaan dapat dihindarkan. Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumberdaya alam, dengan hasil pertanian yang melimpah, tentunya mempunyai potensi besar sebagai pusat aplikasi dari bioteknologi dalam skala industri. Perkembangan industri bioteknologi di Indonesia masih belum diaplikasikan sebagai salah satu industri yang dapat menghasilkan produk penghasil devisa yang cukup besar. Dengan tantangan perubahan iklim global dan makin menipisnya sumber minyak bumi, hendaknya pemerintah dan lembaga penelitian mampu mengambil peluang ini dengan memanfaatkan bioteknologi dalam penyediaan pangan dan penghasil energi.

E. TEKNOLOGI INFORMASI
Teknologi Informasi adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel). Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan

kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya. Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

DAFTAR PUSTAKA
Tim mata kuliah Ilmu kealaman dasar.2007.Hand Out Mata Kuliah Ilmu Kealaman Dasar.Padang: UNP www.google.com

Anda mungkin juga menyukai