P. 1
Buku Tajwid FUSI FT

Buku Tajwid FUSI FT

1.0

|Views: 537|Likes:
Dipublikasikan oleh Insani Mukhlisa

More info:

Published by: Insani Mukhlisa on Jul 30, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Sections

  • MUQODDIMAH
  • DAFTAR ISI
  • SEPUTAR AL QUR’AN
  • (10 PRINSIP ILMU TAJWID)
  • KIAT SUKSES BELAJAR AL QUR’AN
  • ISTI’ADZAH DAN BASMALAH
  • CARA MENYAMBUNG DUA SURAT
  • Tingkat Kecepatan Membaca Al Qur’an
  • MENYEMPURNAKAN HAROKAT
  • MAKHORIJUL HURUF
  • SIFAT-SIFAT HURUF
  • HUKUM NUN MATI ATAU TANWIN
  • HUKUM MIM MATI
  • HUKUM MAD (BACAAN PANJANG)
  • WAQOF
  • ISTILAH-ISTILAH DALAM AL QUR’AN
  • DAFTAR PUSTAKA
  • SANAD MATAN AL JAZARI PENULIS

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 0

ArhambinAhmadYasin,Lc.,MH.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 1

MUQODDIMAH



Alhamdulillahilladzi anzalal qur’an hudan linnasi wa bayyinaatin minal huda wal furqon.
Wash sholatu was salamu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in.
Allah swt berfirman : “Alif laam miim. Kitab ( Al Qur'an ) ini tidak ada keraguan
padanya, pentunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”(QS. 2: 1-2)
“Dialah (Allah) yang menurunkan Kitab ( Al Qur'an ) kepadamu (Muhammad).
Diantaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok kitab ( Al Qur'an) dan yang lain
mutasyabihat. Adapun orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti
yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak
ada yang mengetahui ta’wilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam
berkata :kami beriman kepadanya( Al Qur'an), semuanya dari sisi Tuhan kami. Tidak ada yang
dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal”(QS.3 :7)
“Sungguh Al Qur'an ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus dan memberi kabar
gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat
pahala yang besar.(QS.17 :9)
“Dan Kami turunkan dari Al Qur'an ( sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang dholim ( Al Qur'an itu ) hanya akan
menambah kerugian” (QS.17 :82)
”Haa miim. ( Al Qur'an ini) diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha
Penyayang. Kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan, bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang
mengetahui. Yang membawa berita gembira dan peringatan, tetapi kebanyakan mereka
berpaling (darinya serta tidak mendengarkan)”(QS. 41:1-4)
“ Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana
mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya,
mereka itulah orang-orang yang rugi.(QS. 2:121)
“Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu ( dalam membaca Al Qur'an)
kerena ingin cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya kami yang akan mengumpulkannya ( di
dadamu) dan membacakannya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah
bacaan ini. Kemudian sesungguhnya kami yang akan menjelaskannya.(QS.7516-19)
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 2

“Dan sungguh telah kami mudahkan Al Qur'an untuk peringatan, maka adakah yang
mau mengambil perlajaran”(QS. 54: 15/22/32/40)
Itulah Ayat-ayat Allah mengenai Al Qur'an. Dan masih banyak ayat-ayat yang lain yang
menjelaskan fungsi dan keutamaan Al Qur'an, dan bagaimana seharusnya kita bersikap atau
berinteraksi dengan Al Qur'an. Sehingga kita tidak menjadi orang yang dikhawatirkan oleh
Rasulullah saw. Sebagimana tersebut dalam firman Allah swt.: “Dan Rasul ( Muhaammad)
berkata : Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Qur'an ini
diabaikan”(QS.25:30).
Banyak ummat Islam yang sangat asing dengan Al Qur'an, baik secara bacaan,
pemahaman dan pengamalan. Keasingan terhadap Al Qur'an tersebut disebabkan mereka enggan
untuk mempelajarinya. Banyak faktor yang menjadikan ummat Islam enggan untuk mempelajari
Al Qur'an. Diantaranya adalah tidak merasakan atau memahami urgensi mempelajari Al Qur'an.
Seolah-olah belajar Al Qur'an bukanlah sebuah hal yang penting atau prinsip, bukan kewajiban,
tidak menarik, membosankan, tidak menguntungkan, dsb, na’udzubillah. Atau juga disebabkan
karena faktor malas, gengsi, malu, merasa sudah mampu, tidak mau repot atau susah payah,
sudah terlanjur, merasa sudah cukup, dsb “Sekali-kali tidak, sungguh ,manusia itu benar-benar
melampaui batas. Apabila melihat dirinya serba cukup”(QS. 96:6-7).
Alhamdulillah suatu fenomena yang patut kita syukuri, saat ini telah banyak lembaga-
lembaga bimbingan Al Qur’an dengan metode-metode dan buku-buku yang sangat bagus dan
semakin memudahkan untuk belajar Al Qur’an. Tinggal apakah kita mampu dan mau
memanfaatkan dengan sebaik-baiknya nikmat Allah ini.
Buku yang sederhana ini sifatnya hanya melengkapi buku-buku yang telah ada tersebut.
Dengan susunan yang sedikit berbeda. Pada bab Makhorijul Huruf langsung penulis tambahkan
sifat-sifat huruf yang paling menonjol, dan lebih detailnya dijelaskan tersendiri dalam bab sifat-
sifat huruf, dan tambahan catatan kesalahan-kesalahan umum yang terjadi saat membaca suatu
huruf atau suatu hukum tajwid agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan tersebut. Dan
permasalahan atau pengecualian yang terkait dengan suatu huruf atau suatu hukum tajwid tidak
dimasukkan dalam satu bab tersendiri, akan tetapi langsung dibahas di bab tersebut disertai
latihan-latihan langsung. Meskipun terdapat keterangan-keterangan diatas, untuk penerapannya
secara benar dalam praktek, tetap harus melalui proses talaqqi (berhadap-hadapan langsung
guru dengan murid), dan tidak bisa dilakukan secara otodidak. Rujukan utama secara praktek
adalah dari talaqqi dari para Asatidz dan Masayikh penulis dengan bacaan riwayat Imam Hafsh
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 3

dari ‘Ashim, dan secara teroritis berdasarkan kitab-kitab Ulumul Qur’an yang muktabar yang
disusun oleh para pakar dibidangnya.
Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi kita semua, dan dapat membantu proses
belajar maupun mengajar Al Qur’an, serta menjadi amal sholeh bagi penulis, kedua orang tua,
para Asatidz dan Masayikh penulis.

ﹰﺔﻤﺣﺭﻭ ﻯﺪﻫﻭ ﺍﺭﻮﻧﻭ ﺎﻣﺎﻣﹺﺇ ﺎﻨﹶﻟ ﻪﹾﻠﻌﺟﺍﻭ ﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺎﹺﺑ ﺎﻨﻤﺣﺭﺍ ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ
ﹾﻃﹶﺃﻭ ﹺﻞﻴﱠﻠﻟﺍ َﺀﺎﻧﺁ ﻪﺗﻭﹶﻼﺗ ﺎﻨﹾﻗﺯﺭﺍﻭ ﺎﻨﹾﻠﹺﻬﺟ ﺎﻣ ﻪﻨﻣ ﺎﻨﻤّﻠﻋﻭ ﺎﻨﻴِّﺴﻧ ﺎﻣ ﻪﻨﻣ ﺎﻧﺮّﻛﹶﺫ ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ ﺮ ﹺﺭﺎ ﻬﻨﻟﺍ ﻑﺍ
ﻦﻴﻤﹶﻟﺎﻌﹾﻟﺍ ﺏﺭ ﺎﻳ ﹰﺔﺠﺣ ﺎﻨﹶﻟ ﻪﹾﻠﻌﺟﺍﻭ
Ya Allah, kasihanilah kami dengan Al Qur'an, dan jadikan Al Qur'an bagi kami sebagai
pemimpin, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah kami apa yang kami lupa darinya(Al
Qur'an ), dan ajarkankan kami apa yang kami tidak tahu darinya, dan karuniakan pada kami
untuk membacanya siang dan malam. Dan jadikanlah Al Qur'an hujah bagi kami wahai
Robb semesta alam.
َﻧ ﻚﹸﻟﹶﺄﺴ ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ ﱢﻞﹸﻜﹺﺑ ﹴﻢﺳﺍ ﻮﻫ ﻚﹶﻟ ﺖﻴﻤﺳ ﻪﹺﺑ ﻚﺴﹾﻔﻧ ﻭﹶﺃ ﺰﻧﹶﺃ ﻪﺘﹾﻟ ﻲﻓ ﻚﹺﺑﺎﺘﻛ ﻭﹶﺃ ﻪﺘﻤﱠﻠﻋ ﺍﺪﺣﹶﺃ ﻦﻣ ﻚﻘﹾﻠﺧ
ﻭﹶﺃ ﺕﺮﹶﺛﹾﺄﺘﺳﺍ ﻪﹺﺑ ﻲﻓ ﹺﻢﹾﻠﻋ ﹺﺐﻴﻐﹾﻟﺍ ﻙﺪﻨﻋ ﹾﻥﹶﺃ ﹶﻞﻌﺠﺗ ﹶﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﻢﻴﻈﻌﹾﻟﺍ ﻊﻴﹺﺑﺭ ﹸﻗ ﹸﻠ ﻮ ﹺﺑ ﺎﻨ ﺭﻮﻧﻭ ﺻ ﺪ ﻭ ﹺﺭ ﺎﻧ َﺀﺎﹶﻠﹺﺟﻭ
ﺣﹶﺃ ﺎﻨﹺﻧﺍﺰ ﺏﺎﻫﹶﺫﻭ ﺎﻨﻣﻮﻤﹸﻏﻭ ﺎﻨﻣﻮﻤﻫ
Kami memohon kepadamu Ya Allah dengan segala nama milikMu, yang Engkau namakan
dengannya diriMu, atau yang Engkau turunkan dalam KitabMu, atau yang telah Engkau
ajarkan kepada salah seorang hambaMu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghoib
disisiMU, jadikanlah Al Qur'an yang Agung ini sebagai penyejuk hati kami, cahaya dada
kami, pelipur kesedihan kami, dan penghilang kesusahan dan kesempitan kami.
ﺎﻨﻳﹺﺮﹶﻗ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ ﻲﻓ ﺎﻨﹶﻟ ﹶﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﹺﻞﻌﺟﺍ ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ ، ﺎﺴﹺﻧﺆﻣ ﹺﺮﺒﹶﻘﹾﻟﺍ ﻲﻓﻭ ، ﺎﻌﻴﻔﺷ ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ ﹺﻡﻮﻳ ﻲﻓﻭ ، ﻰﹶﻠﻋﻭ
ﺍﺭﻮﻧ ﻁﺍﺮّﺼﻟﺍ ، ﺎﹰﻘﻴﻓﺭ ﺔﻨﺠﹾﻟﺍ ﻰﹶﻟﹺﺇﻭ ، ﺍﺭﺎﺘﺳﻭ ﺎﺑﺎﺠﺣ ﹺﺭﺎﻨﻟﺍ ﻦﻣﹺﻭ
Ya Allah, jadikanlah Al Qur'an bagi kami di dunia sebagai teman, di dalam kubur sebagai
pendamping, di hari kiamat sebagai penolong, di atas shirot sebagai cahaya, ke surga sebagai
pengantar, dan dari neraka sebagai hijab dan penghalang
´_.>¯,. ,¸,´¸ ¸,´¸ ¸:¸¸-l¦ !´.- _¡±¸., ، '¡.l.´¸ _ls _,¸l.¯¸.l¦ ،
..>'¦´¸ ¸< ¸,´¸ _,¸.l.-l¦ .

ﻢﯾﺮﻜﻟا نآﺮﻘﻟا مدﺎﺧ
ﻦﯿﺳﺎﯾ ﺪﻤﺣأ ﻦﺑ مﺎﺣرأ

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 4

DAFTAR ISI


MUQODDIMAH ........................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI ................................................................................................................................... 4
SEPUTAR AL QUR’AN .............................................................................................................. 5
10 PRINSIP ILMU TAJWID ......................................................................................................... 6
TARGET TAHSIN TILAWAH .................................................................................................. 11
KIAT SUKSES BELAJAR AL QUR’AN .................................................................................. 12
ISTI’ADZAH DAN BASMALAH ............................................................................................. 13
CARA MENYAMBUNG DUA SURAT ................................................................................... 14
TINGKAT KECEPATAN MEMBACA AL QUR’AN ............................................................. 14
MENYEMPURNAKAN HAROKAT ....................................................................................... 15
MAKHORIJUL HURUF ............................................................................................................. 17
SIFAT-SIFAT HURUF ................................................................................................................ 29
HUKUM NUN MATI ATAU TANWIN.................................................................................... 33
HUKUM MIM MATI ................................................................................................................. 36
HUKUM MAD (BACAAN PANJANG) .................................................................................... 37
MACAM-MACAN IDGHOM .................................................................................................... 42
WAQOF ........................................................................................................................................ 45
ISTILAH-ISTILAH DALAM AL QUR’AN .............................................................................. 52
EXTRA : 20 KIAT PRAKTIS MENGHAFAL AL QUR’AN ................................................. 57
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................. 59
SANAD MATAN AL JAZARI PENULIS ................................................................................. 60



Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 5

SEPUTAR AL QUR’AN

Pengertian Al Qur’an
• Kalamulloh yang Mu’jiz, yang diturunkan kepada Penutup Para nabi dan Rosul, dengan
perantara Malaikat Jibril a.s., yang tertulis dalam Mushaf, yang sampai kepada kita
dengan mutawattir, yang tilawahnya bernilai ibadah, yang dimulai dari surat Al Fatihah,
dan ditutup dengan surat An Nas
1
.
Nuzulul Qur’an
• Gelombang Pertama :turunnya Al Qur’an secara utuh dari Al lauhil Mahfudz ke langit
dunia.
• Gelombang Kedua :turunnya Al qur’an secara berangsur-angsur kepada Nabi
Muhammad saw. Melalui perantaraan malaikat jibril selama kurang lebih 23 tahun,
diawali dari surat Al Alaq ayat 1-5 dan diakhiri surat Al Baqarah ayat 281.
2

Makkiyah dan Madaniyyah
• Ayat Makkiyyah adalah ayat yang turun sebelum Rasulullah saw hijrah ke Madinah.
• Ayat Madaniyyah adalah ayat yang turun sesudah Rasulullah saw hijrah ke Madinah.
3


KEWAJIBAN KITA TERHADAP AL QUR’AN (ﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﻮﺤﻧ ﺎﻨﺗﺎﺒﹺﺟﺍﻭ)
• ﺘﻟﺍ ﺼ ﺪ ﻳ ﻖ / ِﻹﺍ ﻳ ﻤ ﹸﻥﺎ ﹺﺑ ﻪ (mengimani seluruh isinya)
(QS. 2:4;85, 4:136;150, )
• ﺘﻟﺍ ﺤ ِﺴ ﻴ ﻦ / ّﺘﻟﺍ ﹶﻼ ﻭ ﹸﺓ ( Tilawah dengan baik)
(QS. 2:121, 29;45, 35;29)
• ﺘﻟﺍ ﹾﻔ ِﺴ ﻴ ﺮ / ﺘﻟﺍ ﺪ ﺑ ﺮ (mentadabburi dan memahami)
(QS. 39;29, 4;82, 47;24)
• ﺘﻟﺍ ﹾﻄ ﹺﺒ ﻴ ﻖ / ﺍ ﹾﻟ ﻌ ﻤ ﹸﻞ ﹺﺑ ﻪ (mengamalkan dan menerapkan dalam kehidupan)
(QS. 2;2, 8;2, 25;73, 31;7)
• ﺘﻟﺍ ﺒ ﻠ ﻴ ﹸﻎ / ﺪﻟﺍ ﻋ ﻮ ﹸﺓ ﹺﺇ ﹶﻟ ﻴ ﻪ (menda’wahkan/menyampaikan/ mengajarkan kepada orang
lain) (QS. 2;159, 25;52, 13;30, 19;97, 36;70)
• ﺘﻟﺍ ﺤ ﻔ ﻴ ﹸﻆ (menghafal)
(QS. 15;9, 29;29,) Sabda Rasulullah saw:
ﹺﻦﻋ ﹺﻦﺑﺍ ﹴﺱﺎﺒﻋ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﱠﻥﹺﺇ ﹶﻞﺟﺮﻟﺍ ﻱﺬﱠﻟﺍ ﺲﻴﹶﻟ ﻲﻓ ﻪﻓﻮﺟ
ٌﺀﻲﺷ ﻦﻣ ﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﺖﻴﺒﹾﻟﺎﹶﻛ ﹺﺏﹺﺮﺨﹾﻟﺍ , ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ ,
”sesunggguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat sebagian ayat dari Al
Qur’an bagaikan rumah yang tidak ada penghuninya”(HR. Turmudzi )

1
Muhammad Ali Ash Shobuni.At Tibyan fi ‘Ulumil Qur’an, Beirut : ‘Alamul Kutub, 1985 , hal . 8
2
Ibid. hal. 15, 30
3
Ibid.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 6

ﹶﳌﺍ ﺒ ﺩﺎ ﺉ ﹾﻟﺍ ﻌ ﺸ ﺮ ﹸﺓ
ﻟ ﻌ ﹾﻠ ﹺﻢ ﺘﻟﺍ ﺠ ﹺﻮ ﻳ ﺪ
(10 PRINSIP ILMU TAJWID)


1. ﺣ ﺪ ﻩ (PENGERTIANNYA)
Secara bahasa : tajwid berarti tahsin atau memperbagus
Secara istilah : tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang pemberian setiap huruf
haknya dan mustahaqnya
4
secara makhraj, sifat, waqaf, ibtida’, tanpa berlebihan dan dibuat-
buat, sesuai yang dicontohkan dari Rasulullah saw.

2. ﻪﻋﻮﺿﻮﻣ (BAHASANNYA)
• KALIMAT / AYAT- AYAT AL QUR’AN


3. ﻪﺗﺮ ﻤﹶﺛ ( BUAH/ HASILNYA)
Selamatnya lisan dari kesalahan saat membaca Al Qur’anul Karim


4. ﹶﻓ ﻀ ﺋﺎ ﹸﻠ ﻪ (KEUTAMAANNYA)
• Merupakan Amal yang terbaik
ﻦﻋ ﹶﻥﺎﻤﹾﺜﻋ ﻲﺿﺭ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻪﻨﻋ ﻦﻋ `ﻲﹺﺒﻨﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻢﹸﻛﺮﻴﺧ ﻦﻣ ﻢﱠﻠﻌﺗ ﹶﻥﺁ ﺮﹸﻘﹾﻟﺍ
ﻪﻤﱠﻠﻋﻭ , ﻱﺭﺎﺨﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ ,
Dari Utsman bin ‘Affan, Rasulullah saw bersabda:“sebaik-baik kalian adalah orang yang
belajar Al Qur’an dan mengajarkanya”(HR. Bukhari)


• Memberi Syafaat pada hari kiamat
ﻦﻋ ﺑﹶﺃ ﻲ ﹶﺔﻣﺎﻣﹸﺃ ﻰﻠﻫﺎﺒﹾﻟﺍ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﺖﻌﻤﺳ ﹶﻝﻮﺳﺭ ﻪﱠﻠﻟﺍ - ﻰﻠﺻ ﷲﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ - ﹸﻝﻮﹸﻘﻳ » ﺍﻭُﺀﺮﹾﻗﺍ
ﹶﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﻪﻧﹺﺈﹶﻓ ﻰﺗﹾﺄﻳ ﻡﻮﻳ ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ ﺎﻌﻴﻔﺷ ﻪﹺﺑﺎﺤﺻَﻷ , ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭﺭ ,

4
Mustahaq huruf adalah konsekwensi atau hasil yang timbul dari suatu hak huruf, misalnya sifat isti’la’
konsekwensinya adalah tafkhim/ tebal (lihat bab sifat huruf)
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 7

Dari Abi Umamah:saya mendengar Rasulullah saw bersabda : bacalah Al Qur’an,
sesungguhnya ia akan datang pada hari qiyamat sebagai penolong bagi pembacanya”(HR.
Muslim)

• Mendapat derajat yang tinggi
ﹶﻝﺎﹶﻗ ﺮﻤﻋ ﺎﻣﹶﺃ ﱠﻥﹺﺇ ﻢﹸﻜﻴﹺﺒﻧ - ﻰﻠﺻ ﷲﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ - ﺪﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ » ﱠﻥﹺﺇ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻊﹶﻓﺮﻳ ﺍﹶﺬﻬﹺﺑ
ﹾﻟﺍ ﹺﺏﺎﺘﻜ ﺎﻣﺍﻮﹾﻗﹶﺃ ﻊﻀﻳﻭ ﻪﹺﺑ ﻦﻳﹺﺮﺧﺁ « . , ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭﺭ ,

Dari Umar bin Al Khatthab, bahwa Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya Allah
dengan Kitab ( Al Qur’an) ini mengangkat(derajat) suatu kaum, dan dengannya(pula)
Allah merendahkan yang lainnya”(HR. Muslim)
ﺪﺒﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹺﻦﺑ ﻭﹴﺮﻤﻋ ﻰﺿﺭ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﺎﻤﻬﻨﻋ ﹺﻦﻋ `ﻰﹺﺒﻨﻟﺍ - ﻰﻠﺻ ﷲﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ - ﹶﻝﺎﹶﻗ · » ﹸﻝﺎﹶﻘﻳ
ﹺﺐﺣﺎﺼﻟ ﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ ﻩﹾﺃﺮﹾﻗﺍ ﻪﹶﻗﺭﺍﻭ ﹾﻞ`ﺗﺭﻭ ﺎﻤﹶﻛ ﺖﻨﹸﻛ ﹸﻞ`ﺗﺮﺗ ﻰﻓ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ ، ﱠﻥﹺﺈﹶﻓ ﻚﹶﻟﹺﺰﻨﻣ ﺪﻨﻋ
ﺮﺧﺁ ¸ﺔﻳﺁ ﺎﻫﺅﺮﹾﻘﺗ « , ﻪﺟﺎﻣ ﻦﺑﺍﻭ ﻲﻘﻬﻴﺒﻟﺍ ﻭ ﺪﲪﺃ ﻭ ﺩﻭﺍﺩ ﻮﺑﺃ ﻭ ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ ,
Dari ‘Abdillah ibnu ‘Amr ra dari Rasulullah saw bersabda: Dikatakan kepada shohibul Al
Qur’an : bacalah, dan naiklah, dan tartilkanlah sebagaimana engkau mentartilkan di dunia
. Maka sesungguhnya kedudukanmu adalah diakhir ayat yang engkau baca.(HR. HR At
Turmudzi, Abu Dawud, Ahmad, Al Baihaqi, dan Ibnu Majah)

ﻦﻋ ﻲﹺﺑﹶﺃ ﹶﺓﺮﻳﺮﻫ ﻦﻋ `ﻲﹺﺒﻨﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﹶﻝﺎﹶﻗ ُﺀﻲﹺﺠﻳ ﹸﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﻡﻮﻳ ﺔﻣﺎﻴﻘﹾﻟﺍ ﻮﹸﻘﻴﹶﻓ ﹸﻝ
ﺎﻳ `ﺏﺭ ﻪﱢﻠﺣ ﺲﺒﹾﻠﻴﹶﻓ ﺝﺎﺗ ﺔﻣﺍﺮﹶﻜﹾﻟﺍ ﻢﹸﺛ ﹸﻝﻮﹸﻘﻳ ﺎﻳ `ﺏﺭ ﻩﺩﹺﺯ ﺲﺒﹾﻠﻴﹶﻓ ﹶﺔﱠﻠﺣ ﺔﻣﺍﺮﹶﻜﹾﻟﺍ ﻢﹸﺛ ﹸﻝﻮﹸﻘﻳ
ﺎﻳ `ﺏﺭ ﺽﺭﺍ ﻪﻨﻋ ﻰﺿﺮﻴﹶﻓ ﻪﻨﻋ ﹸﻝﺎﹶﻘﻴﹶﻓ ﻪﹶﻟ ﹾﺃﺮﹾﻗﺍ ﻕﺭﺍﻭ ﺩﺍﺰﺗﻭ ﱢﻞﹸﻜﹺﺑ ¸ﺔﻳﺁ ﹰﺔﻨﺴﺣ , ﻩﺍﻭﺭ
ﺚﻳﺪﺣ ﻝﺎﻗﻭ ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍ ﺢﻴﺤﺻ ﻦﺴﺣ ، ﻢﻛﺎﳊﺍﻭ ,
Dari Abi Hurairah ra dari Rasulullah saw bersabda: Qur’an datang dihari Qiyamat, dan
berkata: Ya Robb, berilah ia perhiasan! Maka dipakaikan mahkota kemuliaan. Kemudian
berkata lagi : Ya Robb, tambahkan! Maka dipakaikan hiasan kemuliaan. Kemudian berkata
: Ya Robb, ridloilah dia. Maka dikatakan kepadanya : bacalah dan naiklah! Dan setiap
ayat menambah kebaikan (HR. At Turmudzi dan berkata: hadits hasan shohih, dan Al
Hakim)

• Mendapat ketenangan, rahmat, & dibanggakan Allah
ﻦﻋ ﻰﹺﺑﹶﺃ ﻫ ﹶﺓﺮﻳﺮ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﻪﱠﻠﻟﺍ - ﻰﻠﺻ ﷲﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ - ﺎﻣﻭ ﻊﻤﺘﺟﺍ `ﻡﻮﹶﻗ ﻰﻓ ¸ﺖﻴﺑ ﻦﻣ
ﺕﻮﻴﺑ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹶﻥﻮﹸﻠﺘﻳ ﺏﺎﺘﻛ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻪﻧﻮﺳﺭﺍﺪﺘﻳﻭ ﻢﻬﻨﻴﺑ ﱠﻻﹺﺇ ﺖﹶﻟﺰﻧ ﻢﹺﻬﻴﹶﻠﻋ ﹸﺔﻨﻴﻜﺴﻟﺍ ﻢﻬﺘﻴﺸﹶﻏﻭ ﹸﺔﻤﺣﺮﻟﺍ
ﻢﻬﺘﱠﻔﺣﻭ ﹶﻼﻤﹾﻟﺍ ﹸﺔﹶﻜﺋ ﻢﻫﺮﹶﻛﹶﺫﻭ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻦﻤﻴﻓ ﻩﺪﻨﻋ , ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭﺭ ,
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 8

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka
membaca Al Qur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, diliputi
dengan rahmat, melaikat menaungi mereka, dan Allah sebut dihadapan (malaikat )
disisiNya”(HR. Muslim)

• Pahala yang berlipat
ﺪﺒﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻦﺑ ¸ﺩﻮﻌﺴﻣ ﹸﻝﻮﹸﻘﻳ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻢﱠﻠ ﺳﻭ ﻦﻣ ﹶﺃﺮﹶﻗ ﺎﹰﻓﺮﺣ ﻦﻣ ﹺﺏﺎﺘﻛ ﻪﱠﻠﻟﺍ
ﻪﹶﻠﹶﻓ ﻪﹺﺑ ﹲﺔﻨﺴﺣ ﹾﻟﺍﻭ ﹸﺔﻨﺴﺤ ﹺﺮﺸﻌﹺﺑ ﺎﻬﻟﺎﹶﺜﻣﹶﺃ , ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ ,
Dari Ibnu Mas’ud Rasulullah saw bersabda: barang siapa yang membaca satu huruf dari Al
Qur’an, maka baginya satu kebaikan, dan tiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali
lipat”(HR. Turmudzi)


• Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah
ﻦﻋ ﹴﺲﻧﹶﺃ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻪﻴﹶﻠﻋ ﻢﱠﻠﺳﻭ ﱠﻥﹺﺇ ﻪﱠﻠﻟ ﺰﻋ ﱠﻞﺟﻭ ﲔﻠﻫﹶﺃ ﻦﻣ ﹺﺱﺎﻨﻟﺍ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻞﻴﻗ
ﻦﻣ ﻢﻫ ﺎﻳ ﹶﻝﻮﺳﺭ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹸﻞﻫﹶﺃ ﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﻢﻫ ﹸﻞﻫﹶﺃ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻪﺘﺻﺎﺧﻭ , ﻭ ﺪﲪﺃ ﻩﺍﻭﺭ ﻪﺟﺎﻣ ﻦﺑﺍ ,
Dari Anas ra : Rasulullah saw. bersabda: sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari
manusia. Sahabat bertanya : ya Rasulullah siapakah mereka? Rasulullah menjawab : Ahlul
Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang spesialNya (HR. Ahmad dan Ibnu
Majah)


• Sebaik-baik kesibukan dan anugerah
ﻦﻋ ﰊﺃ ﺪﻴﻌﺳ ﻝﺎﻗ · ﻝﺎﻗ ﻝﻮﺳﺭ ﷲﺍ ﻰﻠﺻ ﷲﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻭ ﻢﻠﺳ ﻝﻮﻘﻳ ﺏﺮﻟﺍ ﺰﻋ ﻭ ﻞﺟ ﻣ ﻦ
ﺷ ﻐ ﹶﻠ ﻪ ﹾﻟﺍ ﹸﻘ ﺮ ﹶﻥﺁ ﻭ ﺫ ﹾﻛ ﹺﺮ ﻱ ﻋ ﻦ ﻣ ﺴ ﹶﺄ ﹶﻟ ﺘ ﻲ ﹶﺃ ﻋ ﹶﻄ ﻴ ﺘ ﻪ ﹶﺃ ﹾﻓ ﻀ ﹶﻞ ﻣ ﺎ ﹸﺃ ﻋ ﻄ ﻲ ﺴﻟﺍ ﺋﺎ ﻠ ﻴ ﻦ ﻭ ﹶﻓ ﻀ ﹸﻞ ﹶﻛ ﹶﻠ ﹺﻡﺎ ِﷲﺍ
ﻋ ﹶﻠ ﻰ ﺳ ﺋﺎ ﺮ ﹾﻟﺍ ﹶﻜ ﹶﻼ ﹺﻡ ﹶﻛ ﹶﻔ ﻀ ﹺﻞ ِﷲﺍ ﻋ ﻰﻠ ﺧ ﹾﻠ ﻘ ﻪ , ﻭ ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ ﻝﺎﻗ ﺍﺬﻫ ﺚﻳﺪﺣ ﻦﺴﺣ
ﺐﻳﺮﻏ ، ﻭ ﻝﺎﻗ ﺦﻴﺸﻟﺍ ﱐﺎﺒﻟﻷﺍ · ﻒﻴﻌﺿ ,
Allah berfirman dalam hadits Qudsi :” barangsiapa yang disibukkan oleh Al Qur’an dan
berdzikir kepadaKu dari meminta kepadaKu, niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih
utama daripada apa yang telah aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan
keutamaan kalam Allah atas seluruh kalam yang lain, adalah seperti keutamaan Allah atas
makhluqNya” (HR. Turmudzi)

5. ﹺﻧ ﺴ ﻪﺘﺒ (KEDUDUKANNYA TERHADAP ILMU LAIN)
• Merupakan salah satu dari Ilmu Syar’i yang independen dan benar-benar berbeda dengan
ilmu yang lainnya, karena tidak mungkin seseorang menguasainya dengan sendirinya
tanpa seorang pengajar yang mutqin.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 9

6. ﻪﻌﺿﺍﻭ ( PELETAKNYA)
• Secara praktek bersumber dari wahyu yang disampaikan oleh Allah SWT kepada Nabi
Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril as.
• Secara teori : tajwid disusun oleh para imam qiro’ah dan pakar dalam bidang ini. Adapun
yang pertama kali menyusunnya ada yang mengatakan Abu Abdil Qosim bin Sallam
(wafat tahun 224 H), ada pula yang mengatakan selainnya.

7. ﻪﻤﺳﺍ ( NAMANYA)
• ِﺪْﯾِﻮْﺠَﺘﻟا ُﻢْﻠِﻋ
• ِﻞْﯿِﺗْﺮﱠﺘﻟا ﱡﻦَﻓ
• ِةَوَﻼِّﺘﻟا ﱡﻖَﺣ


8. ﻩﺩﺍﺪﻤﺘﺳﺍ (PERKEMBANGANNYA)
• Dari bacaan Al Qur’anul Karim yang disampaikan oleh Allah SWT kepada Nabi
Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril as. Kemudian Rasulullah
mengajarkannya kepapa para Shahabat, kemudian para Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, para
Imam Qiro’ah hingga sampai kepada kita dengan sanad mutawattir.

9. ﻪﻤﹾﻜﺣ (Hukum Mempelajarinya)
• Secara Teori : Fardlu Kifayah (9;122)
• Secara Praktek : Fardlu ‘Ain
QS. 75;16-119, 73;4
Sabda Rasulullah saw:
ﺍ ﹾﻗ ﺮ ﺅ ﺍ ﹾﻟﺍ ﹸﻘ ﺮ ﹶﻥﺁ ﹺﺑ ﹸﻠ ﺤ ﻮ ﻥ ﹾﻟﺍ ﻌ ﺮ ﹺﺏ ﻭ ﹶﺃ ﺻ ﻮ ﺗﺍ ﻬ ﺎ ﻭ ﹺﺇ ﻳ ﹸﻛﺎ ﻢ ﻭ ﹸﻟ ﺤ ﻮ ﻥ ﹶﺃ ﻫ ﹺﻞ ﹾﻟﺍ ﻔ ﺴ ﹺﻖ ﻭ ﹶﺃ ﻫ ﹺﻞ ﹾﻟﺍ ﻜ ﺘ ﺑﺎ ﻴ ﻦ ﹶﻓ ﹺﺈ ﻧ ﻪ
ﺳ ﻴ ﹺﺠ ﻲ ُﺀ ﻣ ﻦ ﺑ ﻌ ﺪ ﹺﻱ ﹶﻗ ﻮ `ﻡ ﻳ ﺮ ﹺﺟ ﻌ ﻮ ﹶﻥ ﹺﺑ ﹾﻟﺎ ﹸﻘ ﺮ ﹶﻥﺁ ﺗ ﺮ ﹺﺟ ﻴ ﻊ ﹾﻟﺍ ﻐ ﻨ ِﺀﺎ ﻭ ﺮﻟﺍ ﻫ ﺒ ﹺﻧﺎ ﻴ ﺔ ﻭ ﻨﻟﺍ ﻮ ﹺﺡ ﹶﻻ ﻳ ﺠ ﹺﻭﺎ ﺯ
ﺣ ﻨ ﹺﺟﺎ ﺮ ﻫ ﻢ ﻣ ﹾﻔ ﺘ ﻮ ﻧ ﹲﺔ ﹸﻗ ﹸﻠ ﻮ ﺑ ﻬ ﻢ ﻭ ﹸﻗ ﹸﻠ ﻮ ﺏ ﻣ ﻦ ﻳ ﻌ ﹺﺠ ﺒ ﻬ ﻢ ﺷ ﹾﺄ ﻧ ﻬ ﻢ , ﻲﻘﻬﻴﺒﻟﺍﻭ ﱐﺍﱪﻄﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ ,
“Bacalah Al qur’an sesuai dengan cara dan suara orang Arab. Dan jauhilah olehmu
cara baca orang-orang fasik dan ahlul kitab. Maka sesungguhnya akan datang beberapa
kaum setelah aku melagukan Al Qur’an seperti nyanyian rahbaniyah dan ratapan, suara
mereka tidak dapat melewati tenggorokan mereka, hati mereka dan orang-orang yang
mengagumi mereka telah terfitnah” (HR. Al Baihaqi & Ath Thabrani)
Imam Ibnu Al jazari berkata:
ﹸﺬﺧَﻷﺍﻭ ﺪﻳﹺﻮﺠﺘﻟﺎﹺﺑ `ﻢﺘﺣ ﻡﹺﺯﹶﻻ ﻦﻣ ﻢﹶﻟ ﹺﺢ`ﺤﺼﻳ ﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﺍ ﹶﻥ ﻢﺛﺁ ﻪﻧَﻷ ﻪﹺﺑ ﻪﹶﻟِﻹﺍ ﹶﻻﺰﻧﹶﺃ ﺍﹶﺬﹶﻜﻫﻭ ﻪﻨﻣ ﺎﻨﻴﹶﻟﹺﺇ
ﹶﻼﺻﻭ
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 10

“ membaca (Al Qur’an) dengan tajwid hukumnya wajib, barang siapa tidak
membacanya dengan tajwid ia berdosa, karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al
Qur’an, dan demikianlah Al Qur’an sampai kepada kita darinya”
5


Beliau juga berkata :
ﻭ ﹶﻻ ﺷ ﻚ ﹶﺃ ﱠﻥ ﻫ ﺬ ﻩ ﹾﺍ ُﻷ ﻣ ﹶﺔ ﹶﻛ ﻤ ﻫ ﺎ ﻢ ﻣ ﺘ ﻌ ﺪﺒ ﻭ ﹶﻥ ﹺﺑ ﹶﻔ ﻬ ﹺﻢ ﻣ ﻌ ﹺﻧﺎ ﹾﻟﺍ ﻲ ﹸﻘ ﺮ ﻥﺁ ﻭ ﹺﺇ ﹶﻗ ﻣﺎ ﺔ ﺣ ﺪ ﻭ ﺩ ﻩ ﻣ ﺘ ﻌ ﺪﺒ ﻭ ﹶﻥ
ﹺﺑ ﺘ ﺼ ﺤ ﻴ ﹺﺢ ﹶﺃ ﹾﻟ ﹶﻔ ﻇﺎ ﻪ ﻭ ﹺﺇ ﹶﻗ ﻣﺎ ﺔ ﺣ ﺮ ﻭ ﻓ ﻪ ﻋ ﹶﻠ ّﺼﻟﺍ ﻰ ﹶﻔ ﺔ ﹾﻟﺍ ﻤ ﺘ ﹶﻠ ﱠﻘ ﺓﺎ ﻣ ﻦ ﹶﺃ ﺋ ﻤ ﺔ ﹾﻟﺍ ﻘ ﺮ َﺀﺍ ﺓ ﹾﻟﺍ ﻤ ﺘ ﺼ ﹶﻠ ﺔ ﹺﺑ ﹾﻟﺎ ﺤ ﻀ ﺮ ﺓ
ﻨﻟﺍ ﺒ ﹺﻮ ﻳ ﺔ ﹾﺍ َﻷ ﹾﻓ ﺼ ﺤ ﻴ ﺔ ﹾﻟﺍ ﻌ ﺮ ﹺﺑ ﻴ ﺔ ﱠﻟﺍ ﺘ ﹶﻻ ﻲ ﺗ ﺠ ﻮ ﺯ ﻣ ﺨ ﹶﻟﺎ ﹶﻔ ﺘ ﻬ ﻭ ﺎ ﹶﻻ ﹾﻟﺍ ﻌ ﺪ ﻭ ﹸﻝ ﻋ ﻨ ﻬ ﹺﺇ ﺎ ﹶﻟ ﻰ ﹶﻏ ﻴ ﹺﺮ ﻫ ﺎ ' ـﻫﺃ

“Tidak diragukan bahwasannya Ummat ini sebagaimana mereka diperintahkan
memahami Al Qur’an dan menegakkan hukum-hukumnya, juga diperintahkan
membetulkan lafadz-lafadznya dan menegakkan huruf-hurufnya dengan sifat yang
dicontohkan dari para imam qiro’ah yang bersambung pada Nabi Muhammad saw
dengan arab yang fasih, yang tidak boleh menyelisihinya dan berpaling kepada
selainnya.”
6


Syeikh Nashiruddin Ath Thablawi berkata :
ﻭ ﹶﻗ ﺪ ﹶﺃ ﺟ ﻤ ﻊ ﹾﻟﺍ ﹸﻔ ﹶﻘ ﻬ ُﺀﺎ ﻭ ﹾﺍ ُﻷ ﺻ ﻮ ﻟ ﻴ ﻮ ﹶﻥ ﻋ ﹶﻠ ﹶﺃ ﻰ ﻧ ﻪ ﹶﻻ ﺗ ﺠ ﻮ ﺯ ﹾﻟﺍ ﻘ ﺮ َﺀﺍ ﹸﺓ ﹺﺑ ﺸﻟﺎ ﺫﺎ ﻣ ﻊ ﻭ ﺭ ﻭ ﺩ ﻩ ﻓ ﹾﻟﺍ ﻲ ﺠ ﻤ ﹶﻠ ﺔ ﹶﻓ ، ﻤ ﺎ
ﺑ ﹸﻟﺎ ﻚ ﹺﺑ ﻘ ﺮ َﺀﺍ ﺓ ﻣ ﹶﻟ ﺎ ﻢ ﻳ ﹺﺮ ﺩ ﹶﺃ ﺻ ﹰﻼ .

“Para Ulama’ Fiqih dan Ushul telah sepakat bahwa tidak boleh membaca (Al Qur’an)
dengan riwayat yang syadz (ahad/tidak mutawattir) walaupun ada riwayatnya. Lalu
bagaimana dengan yang tidak ada riwayatnya sama sekali!! “
7


10. ﻪﹸﻠﺋﺎﺴﻣ (Permasalahannya)
Kaidah-kaidah ilmu tajwid seperti : makhorijul dan sifat-sifat huruf, hukum nun mati dan
tanwin, hukum mim mati, idghom, mad dan qoshr, waqof, washol dan ibtida’, dsb.

5
Imam Ibnu Al Jazari, Al Muqoddimah Fiimaa ‘Ala Qor’ il Qur’ani An Ya’lamah,.
6
Imam Ibnu Al Jazari, An Nasyr fil qiro’atil ‘asyr, Beirut, Darul kutub
7
Abdul Fattah As Sayyid ‘Ajmi, Hidayatul Qori’ ila Tajwidi Kalamil Bari, Madinah: Darul Fajr Al Islamiyyah,
2001, hal 56

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 11

Target Tahsin Tilawah
(Tilawah yang ideal)

Lancar

Benar

Frekwensi
tilawah

Talaqqi
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 12

KIAT SUKSES BELAJAR AL QUR’AN

- Niat Ikhlash (QS. 98;5).
- Sungguh-sungguh/mujahadah (QS.29;6&69)
- Sabar dan istiqomah (QS.47:31, 3;142, 46;13)
- Yakin bahwa belajar Al Qur’an adalah mudah ( QS. 54;15/22/32/40)
- Memperhatikan ada-adab membaca Al Qur’an
- Tidak tergesa-gesa/membaca dengan tartil (QS.73;4, 75;16, 20;114)
- Talaqqi kepada orang yang menguasai ilmu tajwid (QS.75;18)
- Banyak praktek dan mengulang hingga bisa terucap secara refleks dari mulut
dengan benar
- Setiap hari harus ada waktu wajib khusus Al Qur’an
- Disiplin dalam menerapkan setiap hukum-hukum tajwid ( karena hukum-hukum
tajwid bersifat eksak/pasti)
- Dengan suara yang lantang dan berusaha membaguskan suaranya (dengan suara
yang terbaik)
- Menggunakan mushaf yang standart ( ‘Utsmani)
- Senantiasa berdoa agar dimudahkan dalam mempelajari AL Qur’an (QS.20;114)
- Ber’azam untuk mengajarkan kembali



Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 13

ISTI’ADZAH DAN BASMALAH

Lafadz Isti’adzah
ﹶﺃ ﻋ ﹸﺫﻮ ¸<!¸, ´_¸. ¸_.L,:l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦
atau
ﹶﺃ ﻋ ﹸﺫﻮ ¸<!¸, ﺴﻟﺍ ﻤ ﻴ ﹺﻊ ﹾﻟﺍ ﻌ ﻠ ﻴ ﹺﻢ ´_¸. ¸_.L,:l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦

Disunnahkan membaca Isti’adzah setiap memulai membaca Al Qur’an. Dan jika tilawah
dilakukan secara bergantian dan berurutan, maka yang membaca Isti’adzah bisa yang pertama
saja.

¦:¸|· ,¦¸· ¿¦´,¯¸1l¦ .¸-.`.!· ¸<!¸, ´_¸. ¸_.L,:l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦
Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari
syaitan yang terkutuk.(QS. An Nahl :98)


Lafadz Basmalah
¸¸`.¸, ¸<¦ ¸_.´.-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦
Basmalah dibaca disetiap memulai awal surat kecuali surat At Taubah. Adapun jika memulai
dari tengah surat, Basmalah boleh dibaca boleh tidak.

Cara membaca Isti’adzah, basmalah, dan awal surat
1. Dipisah semua:

ﹶﺃ ﻋ ﹸﺫﻮ ¸<!¸, ´_¸. ¸_.L,:l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ . ¸¸`.¸, ¸<¦ ¸_.´.-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ . ¯_· ´¡> ´<¦ .>¦

2. Disambung semua :
ﹶﺃ ﻋ ﹸﺫﻮ ¸<!¸, ´_¸. ¸_.L,:l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ ¸¸`.¸, ¸<¦ ¸_.´.-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ ¯_· ´¡> ´<¦ .>¦

3. Menyambung Isti’adzah dengan Basmalah, dan memisah Basmalah dengan awal surat :
ﹶﺃ ﻋ ﹸﺫﻮ ¸<!¸, ´_¸. ¸_.L,:l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ ¸¸`.¸, ¸<¦ ¸_.´.-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ . ¯_· ´¡> ´<¦ .>¦
4. Memisah Isti’adzah dengan Basmalah, dan menyambung Basmalah dengan awal surat :

ﹶﺃ ﻋ ﹸﺫﻮ ¸<!¸, ´_¸. ¸_.L,:l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ . ¸¸`.¸, ¸<¦ ¸_.´.-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ ¯_· ´¡> ´<¦ .>¦

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 14

CARA MENYAMBUNG DUA SURAT


1. Dipisah semua :
_¸· !>¸.,¸> _¯,> _¸. _... . ¸¸`.¸, ¸<¦ ¸_.´.-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ . ¯_· ´¡> ´<¦ .>¦
2. Disambung semua:

_¸· !>¸.,¸> _¯,> _¸. _... ¸¸`.¸, ¸<¦ ¸_.´.-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ ¯_· ´¡> ´<¦ .>¦

3. Menyambung Basmalah dengan awal Surat :
_¸· !>¸.,¸> _¯,> _¸. _... . ¸¸`.¸, ¸<¦ ¸_.´.-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ ¯_· ´¡> ´<¦ .>¦

Yang tidak boleh adalah menyambung akhir surat sebelumnya dengan Basmalah, dan
memisah Basmalah dengan surat sesudahnya.


Tingkat Kecepatan Membaca Al Qur’an

1. ﺭﺪﹶﳊﺍ : Membaca dengan cepat (lebih cepat dari hadr, sudah tidak ideal)
2. ﹸﻞﻴﺗﺮﺘﻟﺍ : Membaca dengan lambat
3. ﺮﻳﻭﺪﺘﻟﺍ : Membaca antara tartil dan hadr
4. ﻖﻴﻘﺤ ﺘﻟﺍ : Membaca dengan sangat lambat


Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 15

MENYEMPURNAKAN HAROKAT

Salah satu bagian penting dari kesempurnaan bacaan Al Qur’an adalah menyempurnakan
harokat. Maksudnya adalah pengucapan vokal a, i, u dengan sempurna.
- Setiap Huruf yang berharokat fathah (َ ) atau yang berbunyi “a” harus dibaca dengan
membuka bibir secara sempurna, sehingga terucap ‘a” secara sempurna, dan tidak boleh
miring ke “e” atau “o”, atau pada huruf-huruf yang tebal (tafkhim) tidak boleh miring ke
“a”
- Setiap Huruf yang berharokat kasroh ( ِ ) atau yang berbunyi “i” harus dibaca dengan
merendahkan bibir bagian bawah, sehingga terucap “i” secara sempurna, dan tidak boleh
miring ke “e”
- Setiap Huruf yang berharokat dlommah (ُ ) atau yang berbunyi “u” harus dibaca dengan
memonyongkan (membulatkan) bibir secara sempurna, sehingga terucap “u” secara
sempurna, dan tidak boleh miring ke “o”
ﻝﺎﻗ ﺔﻣﻼﻌﻟﺍ ﱯﻴﱢﻄﻟﺍ ﰲ ﻪﺘﻣﻮﻈﻨﻣ ' · ﺪﻴﻔﳌﺍ ﰲ ﻢﻠﻋ ﺪﻳﻮﺠﺘﻟﺍ ·'
ﱡﻞﹸﻛﻭ ﹴﻡﻮ`ﻤ`ﻀﻣ `ﻦﹶﻠﹶﻓ ﺎ`ﻤﺘﻳ ﱠ ﻻﹺﺇ `ﻢﻀﹺﺑ ﹺﻦ`ﻴﺘﹶﻔ`ﺸﻟﺍ ﺎ`ﻤﺿ
ﻭﹸﺫﻭ ﹴﺽﺎﹶﻔﺨ`ﻧﺍ ﹴﺽﺎﹶﻔﺨ`ﻧﺎﹺﺑ ﹺﻢﹶﻔﹾﻠﻟ ،'ﻢﺘﻳ `ﺡﻮ`ﺘﹾﻔﻤﹾﻟﺍﻭ ﹺﺢ`ﺘﹶﻔﹾﻟﺎﹺﺑ ﹺﻢﻬﹾﻓﺍ
ﺫﹺﺇ ` ﻑﻭ`ﺮ`ﺤﹾﻟﺍ ﹺﺇ ﹾﻥ `ﻦﹸﻜﺗ `ﻪﹶﻛ`ﺮﺤ` ﻣ ﺎﻬﹸﻛﺮ`ﺸﻳ ` ﺝﺮ`ﺨﻣ ﹺﻞ`ﺻﹶﺃ `ﻪﹶﻛﺮﺤﹾﻟﺍ
`ﻱﹶﺃ `ﺝﺮ`ﺨﻣ ﹺﻭﺍﻮﹾﻟﺍ ` ﺝﺮ`ﺨﻣﻭ `ﻒﻟَﻷﺍ ﻭ ُ ﺀﺎﻴﹾﻟﺍ ﻲﻓ ﺎﻬﹺﺟﺮ`ﺨﻣ ﻱﺬﱠ ﻟﺍ `ﻑﹺﺮ`ﻋ
ﹾﻥﹺﺈﹶﻓ ﺮﺗ ﺉﹺﺭﺎﹶﻘﹾﻟﺍ `ﻦﹶﻟ ﺎﹶﻘﹺﺒﹶﻄ`ﻨﺗ `ﻪ` ﻫﺎﹶﻔﺷ `ﻢ`ﻀﻟﺎﹺﺑ `ﻦﹸﻛ ﺎﹶﻘﱢﻘﺤ`ﻣ
`ﻪ`ﻧﹶﺄﹺﺑ `ﺺﻘﺘ`ﻨ`ﻣ ﺎﻣ ﺿ ﺎ`ﻤ ` ﺐﹺﺟﺍﻮﹾﻟﺍﻭ `ﻖﹾﻄ'ﻨﻟﺍ ﻪﹺﺑ ﺎ`ﻤﺘ`ﻣ
ﻙﺍﹶﺬﹶﻛ ﻭﹸﺫ ﹴﺢ`ﺘﹶﻓ ﻭﹸﺫﻭ ﹴﺮ`ﺴﹶﻛ `ﺐﹺﺠﻳ ` ﻡﺎﻤ`ﺗﹺﺇ ﱟﻞﹸ ﻛ ﺎﻤ` ﻬ`ﻨﻣ ` ﻪ`ﻤﻬﹾﻓﺍ `ﺐﺼ` ﺗ
Imam Ahmad Ath Thibii rohimahullah menyatakan :
“Dan setiap huruf yang berdlommah tidak akan sempurna kecuali dengan membulatkan
(memonyongkan) bibir secara sempurna.
Dan yang berkasroh dengan merendahkan bibir, maka ia menjadi sempurna. Dan yang
berfathah dengan membuka bibir, maka fahamilah.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 16

Ketika suatu huruf berharokat, maka makhroj asli harokah tergabung dengannya.
Yaitu makhroj wawu (و ) , makhroj alif (ا ) , dan ya’ (ي ) di makhrojnya yang sudah
diketahui.
Jika engkau melihat seorang qori’ tidak membulatkan bibirnya (pada huruf berdlommah),
maka pastikan
bahwa ia mengurangi yang berdlommah. Sedangkan seharusnya mengucapkan dengan
sempurna.
Demikian pula yang berkasroh dan berfathah, wajib menyempurnakan keduannya,
fahamilah, maka engkau akan benar.
8


Contoh-contoh perubahan arti jika salah harokat
• Kalimat ﻮ`ﺳﺭﻭ ﲔﻛﹺﺮ`ﺸ`ﻤﹾﻟﺍ ﻦﻣ ٌﺀﻱﹺﺮﺑ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﱠﻥﹶﺃ ﹸﻟ `ﻪ “bahwa Allah dan RasulNya berlepas diri dari
orang-orang musyrik” , jika dibaca ﻮ`ﺳﺭﻭ ﲔﻛﹺﺮ` ﺸ`ﻤﹾﻟﺍ ﻦﻣ ٌﺀﻱﹺﺮﺑ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﱠﻥﹶﺃ ﻟ `ﻪ , artinya menjadi “bahwa
Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan RasulNya ”
• kalimat ﹶﻜﺋﺎﹶﻠﻤﹾﻟﺍ ﺍﻭ`ﺮﹶﻔﹶﻛ ﻦﻳﺬﱠﻟﺍ ﻰﱠﻓﻮﺘﻳ ﹾﺫﹺﺇ ﹸﺔ “ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir
“ jika ِdibaca ﹶﻜﺋﺎﹶﻠﻤﹾﻟﺍ ﺍﻭ`ﺮﹶﻔﹶﻛ ﻦﻳﺬﱠﻟﺍ ﻰﱠﻓﻮﺘﻳ ﹾ ﺫﹺﺇ ﹶﺔ artinya menjadi “ketika orang-orang kafir mencabut
nyawa para malaikat “
Contoh-contoh perubahan arti jika salah panjang pendek
• Kalimat ﹺﺇ ﺎﻬ`ﺟﺍﺰﻣ ﹶﻥﺎﹶﻛ ﹴﺱﹾﺄﹶﻛ `ﻦﻣ ﹶﻥﻮ`ﺑﺮ` ﺸﻳ ﺭﺍﺮ` ﺑﹶﺄﹾ ﻟﺍ ﱠﻥ ﺎﹶﻛ ﺍﺭﻮﹸﻓ “sungguh orang-orang yang berbuat
kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air
kafur”. Jika dibaca ﻬ`ﺟﺍﺰﻣ ﹶﻥﺎﹶﻛ ﹴﺱﹾﺄﹶﻛ `ﻦﻣ ﹶﻥﻮ`ﺑﺮ`ﺸﻳ ﺭﺍﺮ` ﺑﹶﺄﹾ ﻟﺍ ﱠﻥﹺﺇ ﺎ ﹶﻛ ﺍﺭﻮﹸﻔ artinya menjadi “sungguh
orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang
campurannya adalah orang kafir”
• Kalimat `ﻢ`ﺗ`ﺮﹶﻜﺷ `ﻦﺌﹶﻟ ﹶﻟ `ﻢﹸﻜ`ﻧﺪﻳﹺﺯﹶﺄ “sungguh jika kalian bersyukur, sungguh Aku akan menambah
(nikmat) kepada kalian”. Jika dibaca `ﻢ`ﺗ` ﺮﹶﻜﺷ `ﻦﺌﹶﻟ ﹶﻻ ` ﻢﹸﻜ`ﻧﺪﻳﹺﺯﹶﺃ artinya menjadi “sungguh jika
kalian bersyukur, Aku tidak menambah (nikmat) kepada kalian”

8
Shofwat Mahmud Salim , Fathu Robbil Bariyyah Syarhul Muqoddimatul Jazariyyah, Jeddah: Daru Nurul
Maktabat, 1424 H, Hal. 117
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 17

MAKHORIJUL HURUF

Makhorij jama’ dari makhroj artinya tempat keluar . Makhorijul Huruf artinya tempat
keluarnya huruf. Pengucapan huruf sesuai makhrojnya merupakan hal yang sangat penting dalam
membaca Al Qur’an. Kesalahan pada makhorijul huruf dapat menyebabkan peruabahan arti kata.

Contoh-contoh perubahan arti jika salah makhroj
• kalimat ﻥﹺﺈﹶﻟ ﺷ ﻢ`ﺗ`ﺮﹶﻜ yang berarti “jika kalian bersyukur”, kalau dibaca : ﻝ ﻥﹺﺇَ ﺳ ﻢ`ﺗ`ﺮﹶﻜ
maka artinya menjadi “jika kalian mabuk”,
• kalimat ﺗ `ﻌ ﹶﻥ`ﻮ`ﻤﹶﻠ yang berarti “kalian mengetahui, jika dibaca ﺗ ْﹾﺄ ﹶﻥ`ﻮ`ﻤﹶﻟ maka artinya
menjadi “ kalian menderita kesakitan”,
• Kalimat ﺎﹰﻟ`ﻮﹶﻗ ﺍﻮﹸﻟﻮﹸﻗﻭ ﺳ ﺪﻳﺪ ﺍ yang berarti “dan berkatalah perkataan yang benar”, jika dibaca
ﺎﹰﻟ`ﻮﹶﻗ ﺍﻮﹸﻟﻮﹸﻗﻭ ﺷ ﺍﺪﻳﺪ , maka artinya menjadi “dan berkatalah perkataan yang keras”
• Kalimat ﹾﻟﺍ ﺤ ﻪﱠﻠﻟ `ﺪ`ﻤ “Segala puji bagi Allah” jika dibaca ﹾﻟﺍ ﻬ ﻪﱠﻠﻟ `ﺪ`ﻤ artinya menjadi
“kematian bagi Allah”

Setiap huruf hijaiyyah memiliki makhroj sendiri-sendiri yang berbeda dengan huruf latin.
Apabila huruf tersebut dikeluarkan dari makhroj yang benar, maka akan keluar suara dengan
benar pula. Secara global makhorijul huruf ada lima :
1. Rongga Mulut dan tenggorokan ( `ﻑ` ﻮﺠﹾﻟﺍ )
2. Tenggorokan (`ﻖﹾﻠﺤﹾﻟﺍ )
3. Lidah ( ﹸﻥﺎﺴّﻠﻟﺍ )
4. Bibir ( ﹶﻔ`ﺸﻟﺍ ﺔ )ُ
5. Rongga Hidung ( `ﻡ`ﻮ`ﺸ`ﻴﺨﹾﻟﺍ )
Namun jika dirinci Jumlah keseluruhan makhorijul huruf ada tujuh belas makhroj.

1- Rongga Mulut dan tenggorokan ( ﻑﻮﺠﹾﻟﺍ )
1. Yang keluar dari al jauf adalah huruf-huruf mad (panjang) yaitu ﻭُ ﻱِ ﺍَ atau biasa
disingkat ﺎﻬ`ﻴﺣ`ﻮ`ﻧ . setiap huruf mad harus benar-benar keluar dari al jauf secara bersih
dan tidak boleh ada suara hidung.

2. Tenggorokan (ﻖﹾﻠﺤﹾﻟﺍ )
2. Pangkal tenggorokan, keluar huruf ء - ـھ
ﹺﺇ ﺍَﺀ ﹾﺄﺑ ﻭﹸﺃ ﻱ ﹸﺃ ﺍًﺀ ﻥﹶﺃ ﺎﹰﺌﻴﺌﻣ ﻥﺆﻤﹾﻟﺍ َﻦﻣ ﹶﻥﹾﺃﹶﺃ ﻥﹶﺃ ًﺀ ﻭ
ﺅﹸ ﺃ ﺉﹺﺇ ﹾﺃﹶﺃ ﺅﹸﺃ ّﹺﺉﹺﺇ ﱠﺃﹶﺃ
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 18

ﻫ ﺎ ﻫ ﻲ ﻫ ﺑ ﻮ ﻪ ﻫ ﻮ ﻫ ﺎ ﻫ ﹺﻦ ﻫ ﻦﻣ ﻦﻬ ﻤﹾﻟﺍ ﻬ ﻣ ﹺﻦ ﹺﻬ ﻴ ﻬ ﺎ ﻫ ﹺﻦ ﻫ ﺎ
ﻩﹸﺃ ﻩﹺﺇ ﻩﹶﺃ ﻩﹸﺃ ّﻩﹺﺇ ﻩﹶﺃ
¦¡`..¦´, . ¯¡¸.¯¸..¦´, . ¿¡`.¸.¡`, . ¿¡.l!. . .:.>!. . `¸¸¸,¸.,¦ . ¸,`_:¸, .
.::¡:, ´¸,¸l¦ . ,¸¸.l`¸¦ . :´¡>¸| . ´_.¸, . _é!, . ¿¸| ¯_>.¸é¦ .
_,¸:¸..>
!.¸.>¦ . ¯¡¸¸,ls . ¸«,¸· . _.> . ¯¡¸¸¸,¯¸ . ¯¡¸l´¸ . ¯¡¸.±.¦ . !¸.l.
¸¸!¸.l¦´¸ . «.¸. . `¸>´¸ !´.l . ´,!>´¡l¦ . !¸.´.>l>¦ . `¸¸.´¡s: . !¸,¸·
1¸,>!· . ,.¸>
3. Tengah tenggorokan, keluar huruf ﻉ - ﺡ
ﻋ ﺎ ﻋ ﻲ ﻋ ﺑ ﻮ ﻊ ﻋ ﻮ ﻋ ﺎ ﻋ ﹺﻦ ﻋ ﻦﻣ ﻦﻌ ﻤﹾﻟﺍ ﻌ ﻣ ﹺﻦ ﻌ ﻴ ﻌ ﺎ ﻋ ﹺﻦ ﻋ ﺎ
ﻉﹸﺃ ﻉﹺﺇ ﻉﹶﺃ ﻉﹸﺃ ّﹺﻉﹺﺇ ﻉﹶﺃ
ﺣ ﺎ ﺣ ﻲ ﺣ ﺑ ﻮ ﺢ ﺣ ﻮ ﺣ ﺎ ﺣ ﹺﻦ ﺣ ﻦﻣ ﻦﺤ ﻤﹾﻟﺍ ﺤ ﻣ ﹺﻦ ﺤ ﻴ ﺤ ﺎ ﺣ ﹺﻦ ﺣ ﺎ
ﺡﹸﺃ ﺡﹺﺇ ﺡﹶﺃ ﺡﹸﺃ ّﹺﺡﹺﺇ ﺡﹶﺃ
«-.´¸ . _·´¸ . ..¸s . `¸l¸-l¦ . ¦¡`-.. . ´.s¦ . ¦´:¡`-·´¸ . .-¯., .
!´-,¸.- ´¸:-.., . _...`.¦ . '¸,¸l. . ¸s¯¡L· . ,¸>s¦ . ¿¯¡-`.,´¸ .
´,¦.s '¸,¸Ls . ¦¡.l.!·
_.´.-¯¸l¦ . ¸¸,¸>¯¸l¦ . :¡´,>l¦ . _,.>´ . ¿¡`>¸±, . ¿¡',¸>´¸ .
¿¦ ¦¸..>´ . _¸¸>`¸¸ . ´_: .¸«¸.±. . _¡>¸l±.l¦ . ¸_.>¦ . ¡>¯,¸.!>`,
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 19


4. Ujung Tenggorokan, keluar huruf ﻍ - ﺥ , dibaca dengan tafkhim(tebal)
9

ﹶﻏ ﺎ ﻏ ﻲ ﹸﻏ ﺑ ﻮ ﹾﻎ ﹸﻏ ﻮ ﹰﻏ ﺎ ﹶﻏ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﻐﹶﻏ ﻤﹾﻟﺍ ﻐ ﻣ ﹺﻦ ﻐ ﻴ ﻐ ﺎ ﹶﻏ ﹺﻦ ﹰﻏ ﺎ
ﹾﻍﹸﺃ ﹾﻍﹺﺇ ﹾﻍﹶﺃ ﱡ ﻍﹸﺃ ّﹺﻍﹺﺇ ﱠﻍﹶﺃ
ﺧ ﺎ ﺧ ﻲ ﺧ ﺑ ﻮ ﺦ ﺧ ﻮ ﺧ ﺎ ﺧ ﹺﻦ ﺧ ﻦﻣ ﻦﺨ ﻤﹾﻟﺍ ﺨ ﻣ ﹺﻦ ﺨ ﻴ ﺨ ﺎ ﺧ ﹺﻦ ﺧ ﺎ
ﹺﺇ ﺥﹶﺃ ﺥﹸﺃ ﺥ ﺥﹸﺃ ّﹺﺥﹺﺇ ﺥﹶﺃ
¸¸¯,s ¸¸¡.-.l¦ . `¸¸±-´,· . :´¡.:¸s . ¸ _¸¸. !.,¡l· . _:-, . !.·¸s¦
¸´¸ ¡÷.¯¸-, ¸<!¸, '¸¸`¸-l¦ . '_,¸-. . `¸¸l.s ¸¸,-l¦ . _.> ¦¸¸¸,-`, . ¯¡¸¸¸..´,-L
´¡.> . _¡`s¸..>´ . _¡`s.>´ . ¦¯¡l> . :¡±>. . ¸· ¯¡>¯¡:>´
¸¿¯¡:>¦´¸ . ¸«.´,>: . ¸´¸ _¸.¸>`.`. ¸¿¦.>¦ . _¸· ¸:¸¸>¸¦ ´_¸. ´_,¸¸¸..>'¦ .
¸ ¦¡.¡>´ . _¡l>., . _l> . _:>´ . ¯¡´¯¸>¡`,´¸ . ¸ `¸>¡`,
Praktek Surat Al Fatihah dan Al A'la

3. Lidah ( ﹸﻥﺎﺴّﻠﻟﺍ )
5.Pangkal lidah dengan langit-langit, keluar huruf ق , dibaca dengan tafkhim (tebal) tanpa
disertai keluarnya nafas. Jika mati, huruf qof harus dibaca memantul (qolqolah)
10

ﹶﻗ ﺎ ﻗ ﻲ ﹸﻗ ﺑ ﻮ ﻖ ﹸﻗ ﻮ ﹰﻗ ﺎ ﹶﻗ ﹺﻦ ﹶﻗ ﻦﻣ ﻦﹾﻘ ﻤﹾﻟﺍ ﹾﻘ ﻣ ﹺﻦ ﻘ ﻴ ﹰﻘ ﺎ ﹶﻗ ﹺﻦ ﹰﻗ ﺎ
ﻕﹸﺃ ﻕﹺﺇ ﻕﹶﺃ ﻕﹸﺃ ّﹺﻕﹺﺇ ﻕﹶﺃ
¯_· :¡`s¦ ¸,¸¸, ¸_l±l¦ . !.¸.!· . ¸,¸¸1.`.¯. . ¸¯¡, ¸«..´,¸1l¦ . ¿¡l.1, .

9
Tafkhim secara bahasa berarti menebalkan. Secara istilah berarti sifat tebal yang melekat pada huruf sehingga
gemanya memenuhi rongga mulut.
10
Kesalahan umum yang terjadi pada pengucapan huruf Qof adalah mengeluarkan huruf Qof terlalu dalam dari
tenggorokan. Yang benar adalah dari pangkal lidah.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 20

¿¸|´¸ `¸.¯,·l. ¦¡,¸·!-· ¸_:¸.¸, !. ¸.¯,¸·¡`s .¸«¸, . ¸_,. . ¸´_>l!¸, .
_¡l¡1, . _,¸1`..l¸l . _¯¡1l`,´¸ . ¦´¸1.`.`. !´.!1`.´¸ . `_,1,
6. Pangkal lidah dengan langit-langit sedikit dibawah makhroj qof, keluar huruf ك ,
dibaca disertai keluarnya nafas.
ﹶﻛ ﺎ ﻛ ﻲ ﹸﻛ ﺑ ﻮ ﻚ ﹸﻛ ﻮ ﹰﻛ ﺎ ﹶﻛ ﹺﻦ ﻦﹾﻜﹶﻛ ﻦﻣ ﻤﹾﻟﺍ ﹾﻜ ﻣ ﹺﻦ ﻜ ﻴ ﹰﻜ ﺎ ﹶﻛ ﹺﻦ ًﹰﻛ ﺎ
ﻙﹸﺃ ﻙﹺﺇ ﻙﹶﺃ ﻙﹸﺃ ّﻙﹺﺇ ﻙﹶﺃ
¯¡>,ls . ¸..¸>l¦ . ¿¡,.>, . ¸,.é . ¿¡,¸.>, . ¦¡.l´
.«>l`.· . ,¸¸>. . :¡.>..,1`.!· . ¯¡>.¸. . ,¸¸>>
Praktek Surat Al Anfal Ayat 29-32, Al Balad, dan Al Alaq

7. Tengah lidah dengan langit-langit, keluar huruf ج - ش – ي , Jika huruf jim (ج)
mati harus dibaca memantul (qolqolah)
ﺟ ﺎ ﹺﺟ ﻲ ﺟ ﺑ ﻮ ﺞ ﺟ ﻮ ﺟ ﺎ ﺟ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﺠﺟ ﻤﹾﻟﺍ ﺠ ﹺﻦ ﻣ ﹺﺠ ﻴ ﺠ ﺎ ﺟ ﹺﻦ ﺟ ﺎ
ﺝﹸﺃ ﺝﹺﺇ ﺝﹶﺃ ﺝﹸﺃ ّﹺﺝﹺﺇ ﺝﹶﺃ
ﺷ ﺎ ﺷ ﻲ ﺷ ﺑ ﻮ ﺶ ﺷ ﻮ ﺷ ﺎ ﺷ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﺸﺷ ﻤﹾﻟﺍ ﺸ ﻣ ﹺﻦ ﺸ ﻴ ﺸ ﺎ ﹺﻦﺷ ﺷ ﺎ
ﺵﹸﺃ ﺵﹺﺇ ﺵﹶﺃ ﺵﹸﺃ ّﹺﺵﹺﺇ ﺵﹶﺃ
ﻳ ﺎ ﹺﻳ ﻲ ﻳ ﺑ ﻮ ﻲ ﻳ ﻮ ﻳ ﺎ ﻳ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﻴﻳ ﻤﹾﻟﺍ ﻴ ﻣ ﹺﻦ ﹺﻴ ﻴ ﻴ ﺎ ﻳ ﹺﻦ ﻳ ﺎ
ﻱﹸﺃ ﻱﹶﺃ ﻱﹸﺃ ّﹺﻱﹺﺇ ﻱﹶﺃ
.>´¸ . ,¦¸> . _->´ . _¡`>!, _¡`>!.´¸ . .`«¦-> . ,.¡l¸>-.`.¸´¸ .
_>¦ . ,¸,,> . .::¡`.`> . ´_¸. ¸´_¸>l¦
¸_.:l¦ . ¦´.,¸¸: . ,!¸¸:¸, ٍ . 츸:´,. . !:,: . ¦¸:, . ´_¸. ¸_.L,:l¦
¿¸`¸>:. . ¦¡:.`, . ¿¯¡:>´ ´_!.l¦ ¸«´,:>´ ¸<¦ ¸¦ ´.:¦ «´,:>
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 21

¦¸.¸ . ¸¯,> . _¡`.¸.¡`, . ´¸.,¦´, ¸..¸¸, . `¸¸¸¸±>, . ¡'¸.¸¸.!´,l´ . !¸¯,!.,
´_.¸]´¸ . !`,¸¸é¸., . ´_ls _¸,> . _´¸`>´,., . ¡´.`,¦´¸ . _¸,`¸´¸ .
`_¯,>´ . :.¯,:¯.
١١
Praktek Surat An Naba’ ayat 1- 30

7. Sisi lidah kiri atau kanan bertemu dengan gigi geraham atas, keluar huruf ض , dibaca
dengan tafkhim (tebal).
12

ﺿ ﺎ ﺿ ﻲ ﺿ ﺑ ﻮ ﺾ ﺿ ﻮ ﺿ ﺎ ﺿ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﻀﺿ ﻤﹾﻟﺍ ﻀ ﻣ ﹺﻦ ﻀ ﻴ ﻀ ﺎ ﺿ ﹺﻦ ًﺿ ﺎ
ﺽﹺﺇ ﺽﹶﺃ ﺽﹸﺃ ّﹺﺽﹺﺇ ﺽﹶﺃ ﺽﹸﺃ
¸¸¯,s ¸¸¡.-.l¦ `¸¸¸,l. ¸´¸ _,¸l!.l¦ . '_¸,1, . ¸¯¡,´¸ ¯_-, `¡¸l!Ll¦ .
_. ¦: _¸.]¦ `_¸¸1`, ´<¦ !´.¯¸· !´..> .«±¸-..`,· .`«] !·!-.¦ :´¸,¸.é
Praktek surat Thoha 83 – 97, surat Adl Dluha

8. Ujung sisi lidah bertemu dengan ujung langit-langit, keluar huruf ل , dalam lafadz
( ﷲا)
13
jika huruf sebelumnya berharokat fathah atau dlommah, maka dibaca tebal
(tafkhim). Selain tempat tersebut huruf lam harus dibaca tipis (tarqiq) termasuk lafadz
(ﷲا) jika sebelumnya kasroh.
14


11
Kesalahan umum saat membaca huruf ya’ yang bertasydid adalah menahan lama tasydid atau dibaca seperti
idghom bighunnah. Secara umum tidak boleh menahan (mamanjangkan) tasydid. Huruf bertasydid hanya ditekan
secara biasa. Kesalahan mamanjangkan tasydid oleh ulama’ disebut tamthithusy syaddi ) ّﺪﺸﻟﺍ ﹸﻂﻴﻄﻤﺗ , . Kecuali pada
huruf mim dan nun tasydid, ghunnah pada mim dan nun tasydid wajib ditahan. Jadi yang menyebabkan ditahan
adalah ghunnah, termasuk pada idghom bighunnah.
12
kesalahan umum yang sering terjadi adalah mengeluarkan huruf ض dari ujung lidah bertemu dengan gigi depan,
atau dengan geraham, atau dengan pipi, sedangkan yang tepat adalah sisi lidah dengan geraham. Sehingga lidah atau
bibir tidak perlu miring ke kiri atau ke kanan. Kesalahan umum yang lain adalah mengucapkan َض dengan
memonyongkan bibir. Sedangkan memonyongkan bibir hanya pada huruf و dan huruf berdlommah saja, dan tidak
ada hubungannya dengan tafkhim (tebal)nya huruf.
13
Dalam mushhaf timur tengah lafadz ´<¦ harokatnya fathah biasa (pendek), namun tetap harus dibaca 2 harokat.
14
Kesalahan umum pada pengucapan huruf yang berharokat fathah sebelum lafadz (ﷲا) , adalah membacanya
miring ke “o”, misalnya kalimat (ﷲا) dibaca olloh, harusnya tetap Alloh, dan kalimat (ﷲا َو) dibaca wolloh,
harusnya tetap Walloh, termasuk kalimat _,¸l!.l¦ ¸´¸ dibaca walodl dloollin, harusnya tetap waladl dloollin.
Dsb.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 22

ﹶﻻ ﻟ ﻲ ﹸ ﻟ ﺑ ﻮ ﹾﻞ ﹸﻟ ﻮ ﹰﻻ ﹶﻟ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﹾﻠﹶﻟ ﻤﹾﻟﺍ ﹾﻠ ﻣ ﹺﻦ ﻠ ﻴ ﹰﻼ ﹶﻟ ﹺﻦ ﹰﻻ
ﹾﻝﹸﺃ ﹾﻝﹺﺇ ﹾﻝﹶﺃ ﱡ ﻝﹸﺃ ّﹺﻝﹺﺇ ﱠﻝﹶﺃ
¸¸`.¸, ¸<¦ . ..>l¦ ¸< . ¸,¸l.. . ¯¡¸¸,ls . ¸´¸ _,¸l!.l¦ .
,¸l.é´¸ . ¦¡l!· !´.:¸,l . _|¸| ¸«.,¸..l¦ . ¸Ll.´,l´¸ . _ls´¸ ¸<¦ ¦¡l´´¡.·
¯_· ´¡> ´<¦ .>¦ ¸¸¸ ´<¦ ..¯.l¦ ¸_¸ ¯¡l .¸¦, ¯¡l´¸ .l¡`, ¸_¸ ¯¡l´¸ _>, .`«]
¦´¡±é ´.>¦ ¸_¸
Praktek Surat Al Hasyr : 18 – 24

9. Ujung lidah bertemu dengan langit-langit dibawah makhroj lam, keluar huruf ن , jika
huruf nun bertasydid (ّن ) maka dengung (ghunnah)nya harus ditahan sekitar dua
harokat.
15
Kesalahan umum yang terjadi saat pengucapan nun yang bertasydid (ّن )
adalah ghunnah (dengung) tidak ditahan, atau menahan ghunnah terlalu lama (berlebihan)
dan menggelombang-gelombangkannya yang disebut oleh ulama tajwid sebagai
tathniinul ghunnaat ) ﺕﺎﻨﻐﻟﺍ ﲔﹺﻨﹾﻄﺗ , .
ﻧ ﺎ ﹺﻧ ﻲ ﻧ ﺑ ﻮ ﻦ ﻧ ﻮ ﻧ ﺎ ﻧ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﻨﻧ ﻤﹾﻟﺍ ﻨ ﻣ ﹺﻦ ﹺﻨ ﻴ ﻨ ﺎ ﻧ ﹺﻦ ﻧ ﺎ
ﹾﻥﹸﺃ ﹾﻥﹺﺇ ﹾﻥﹶﺃ ﱡﻥﹸﺃ ّﻥﺇ ﱠﻥﹶﺃ
¿¡`.¸.¡.l¦´¸ . _L ¸,¯¡´.l¦ . ´_¸| ´_-, ¸´_Ll¦ '¸.¸| !..¦´, . . ¿¸| ´<¦ .
!¸¸!., '_!.l¦ !.¸| _>..1l> . !..¸| . ¿¡.., . ¸ ¦¡... . ¸´¸ .«.¯¡...,
Praktek Surat An Nas, Al Hujurot 13-18

10. Ujung lidah bertemu dengan langit-langit dengan memasukkan sedikit permukaan lidah,
keluar huruf ر, huruf ro’ memiliki tiga kondisi : (1) harus dibaca tebal (tafkhim), (2)
harus dibaca tipis (tarqiq), dan (3) boleh dibaca tafkhim atau tarqiq.

1. Harus dibaca tebal (tafkhim)
1. berharokat fathah / dlommah : ﺮﺗ ﻢﹶﻟﹶﺃ ، ﺎﻨﹾﻗﹺﺯﺭ

15
Ada pula yang menyebutkan sekitar tiga harokat, Disebut “sekitar” karena ghunnah bukan harokat, ukuran pasti
lamanya menahan ghunnah adalah pada talaqqi.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 23

2. Mati setelah fathah/ dlommah : ﻢﻳﺮﻣ ، ﺍﺪﺷﺮﻣ
3. Mati setelah hamzah washol
16
: _¸-¸>¯¸¦ ، _ ..¯¸¦ ¸_.¸l , ¦¡,!.¯¸¦ ¸¸¦
4. Mati setelah kasroh sesudahnya terdapat huruf isti’la’
17
yang tidak berharokat
kasroh dalam satu kata : ¸:!.¯¸¸.l!¸, l , ¸_!L¯¸¸· , ¦´:! .¯¸¸|´¸ , ¸«·¯¸¸· ,
¦´:!.`¸¸.
5. Mati karena waqof (berhenti) setelah alif atau wawu sukun: ¸¡>: ´¸!¸.l¦´¸
6. Mati karena waqof (berhenti) setelah huruf mati yang sebelumnya huruf yang
berharokat fathah / dlommah "¸±. ¸¸>±l¦´¸
2. Harus dibaca tipis (tarqiq)
1. Berharokat kasroh : ﻯﹺﺮﺠﺗ
2. Mati sesudah kasroh : ﹶﻥﻮﻋﺮﻓ
3. Mati karena waqof setelah huruf Ya’ sukun : ¸,¸,> ¸¯,>
4. Mati karena waqof setelah huruf mati (bukan isti’la’) yang sebelumnya huruf
yang berharokat kasroh : ¸¸>¸¬

16
Hamzah washol adalah hamzah yang tidak dibaca ketika di pertengahan kalimat, dan dibaca jika di awal kalimat
(lawan dari hamzah qotho’/asli, yang tetap dibaca diawal, ditengah, atau diakhir). Dalam mushhaf timur tengah
biasanya ditulis dengan alif diatasnya ada huruf shod kecil (¦ ),cara menentukan harokat hamzah washol (¦ )
adalah :
1. Pada alif lam ( لا ) hamzah washol harus dibaca fathah . misal ( ¸,¯¡´.l¦ , ..>l¦),
2. Pada kalimat ( ﹴﻦ`ﺑﺍ ، ، ﺔﻨ`ﺑﺍ ٍﺀﻯﹺﺮ`ﻣﺍ ﹺﻦ`ﻴﻨﹾﺛﺍ ، ، ¸ﺓﺃﺮ`ﻣﺍ ، ﹴﻢ`ﺳﺍ ، ﹺﻦ`ﻴﺘﻨﹾﺛﺍ ) hamzah washol harus dibaca
kasroh.
3. Selain dua bentuk diatas, untuk menentukan harokat hamzah washol dilihat harokat huruf ketiganya. Jika huruf
ketiga fathah atau kasroh, maka hamzah washol harus dibaca kasroh, misal : _¸-¸>¯¸¦ , ¦ ¸·¦ . ¦¡`-¸,.¦, ¦¡1.¦
(karena huruf ﺕ berdatsdid (dobel), maka huruf kedua dan ketiga adalah huruf ﺕ )
Dan jika huruf ketiga dlommah, maka hamzah washol harus dibaca dlommah, misal: ¦¡l>:¦ , ,l`.¦ .

17
Lihat di bab sifat-sifat huruf
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 24

3. Boleh tebal atau tipis
1. Mati setelah kasroh sesudahnya ada huruf isti’la’ berharokat kasroh : ﹴﻕ ﺮﻓ
2. Mati karena waqof setelah huruf isti’la’ yang mati yang sebelumnya huruf
yang berharokat kasroh : ﺮﺼﻣ
3. Mati karena waqof setelahnya ada huruf Ya’ yang dibuang
18
: ¸ ¸¸.¸ ¦:¸|
¸¸..´¸ _¸¸¦.s

ﺭ ﺍ ﹺﺭ ﻱ ﺭ ﺑ ﻭ ﺮ ﺭ ﻭ ﺭ ﺍ ﺭ ﻥ ﻦﻣ ﹶﻥﺭﺭ ﻤﹾﻟﺍ ﺮ ﻣ ﻥ ﹺﺮ ﻳ ﺮ ﺍ ﺭ ﻥ ﺭ ﺍ
ﺭﹸﺃ ﺭﹺﺇ ﺭﹶﺃ ﺭﹸﺃ ّﹺﺭﹺﺇ ﺭﹶﺃ
Praktek surat Al Muddatstsir, Al Fajr, dan Al Qomar
19


11. Ujung lidah bertemu dengan gusi bagian atas (pangkal gigi seri atas), keluar huruf ط –
د – ت , pengucapan huruf ت disertai dengan keluarnya nafas
20
. Pengucapan huruf ط &
د tanpa disertai keluarnya nafas. Huruf ط harus dibaca tafkhim (tebal), dan jika mati
huruf ط ، د harus dibaca qolqolah (mamantul).
21

ﺩ ﺍ ﺩ ﻱ ﺩ ﺑ ﻭ ﺪ ﺩ ﻭ ﺩ ﺍ ﺩ ﻥ ﻣ ﹶﻥﺩﺩ ﻦ ﻤﹾﻟﺍ ﺪ ﻣ ﻥ ﺪ ﻳ ﺪ ﺍ ﺩ ﻥ ﺩ ﺍ
ﺩﹸﺃ ﺩﹺﺇ ﺩﹶﺃ ﺩﹸﺃ ّﺩﺇ ﺩﹶﺃ
ﺗ ﺎ ﺗ ﻲ ﺗ ﺑ ﻮ ﺖ ﺗ ﻮ ﺗ ﺎ ﺗ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﺘﺗ ﻤﹾﻟﺍ ﺘ ﻣ ﹺﻦ ﺘ ﻴ ﺘ ﺎ ﺗ ﹺﻦ ﺗ ﺎ
ﺕﹸﺃ ﺕﹺﺇ ﺕﹶﺃ ﺕﹸﺃ ّﺕﹺﺇ ﺕﹶﺃ
ﹶﻃ ﺎ ﻃ ﻲ ﹸﻃ ﺑ ﻮ ﹾﻂ ﹸﻃ ﻮ ﹰﻃ ﺎ ﹶﻃ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﹾﻄﹶﻃ ﻤﹾﻟﺍ ﹾﻄ ﻣ ﹺﻦ ﻄ ﻴ ﹰﻄ ﺎ ﹶﻃ ﹺﻦ ًﹰﻃ ﺎ
ﹾﻁﹸﺃ ﹾﻁﹺﺇ ﹾﻁﹶﺃ ﱡ ﻁﹸﺃ ّﻁﹺﺇ ﱠﻁﹶﺃ

18
Dapat diketahui dari konteks ayat atau asal kalimat.
19
Kesalahan umum yang terjadi saat membaca huruf ro’ yang bertasydid seperti dalam lafadz basmalah adalah ro’
dibaca lemah seolah tanpa tasydid. Atau ro’ tasydid dibaca dengan menghentakkan suara sehingga seolah suaranya
terputus atau tersendat (ada jeda), kesalahan ini disebut oleh ulama’ sebagai ( ﺼﺣ ﹸﺔﻣﺮ ﺕﺍَﺀﺍﺮﻟﺍ ).
20
Kesalahan umum yang terjadi pada pengucapan huruf ت د ط adalah lidah keluar menyentuh ujung gigi.
21
Kesalahan umum yang terjadi pada pengucapan huruf ط adalah dengan memonyongkan bibir. Sedangkan
memonyongkan bibir hanya pada huruf و dan huruf berdlommah saja, dan tidak ada hubungannya dengan tafkhim
(tebal)nya huruf.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 25

¿¸´.´., . ¸.´.· ¯¡¸¸,¸.,¦ . !.:´¸¦ . ¦¸.,-´,l· . `¡>:¦¸· .
¸ ¦¸.¸.±. . ,=´..,´¸ . ¦¸.,s¦ . _.´,l· .«,¸:!. . _.,l¦´¸
,.s¸.´.. . !,¦¯¡. . ¿¡1`.. . ¦¡1.!· . ,´.¸s¦ . ¸¸..> _¸¸>´ _¸. !¸¸.>´
¸¸,,l!¸, ¸_,¸.-l¦ . ¸¸..`¸`> ¸<¦ . ¸l¸>¦´¸ `¡÷l . _ l.`, .
¸l¸>´¸ ¯¡¸,¡l· . ¸,>´¸ !¸',¡`.`>
!.¸.>¦ 1´¸¸´.l¦ . ¸¸.-L¦ . _.L,:l¦ . ¸¸¡Ll¦´¸ . :¸´¸L¯.
´_-L´,l . ¸«.¸Ll> . ¸ «-¸L. . ¦¡·¯¡L´,l´¸ . ¦¡.¸-L¦´¸
Praktek Surat At Takwir, At Takatsur, dan Al 'Adiyat, Ar Ra’d 25-29

12. Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri atas (lidah sedikit keluar), keluar huruf ظ –
ذ - ث , huruf ظ harus dibaca tafkhim (tebal).
ﹶﺛ ﺎ ﺛ ﻲ ﹸﺛ ﺑ ﻮ ﹾﺚ ﹸﺛ ﻮ ﹰﺛ ﺎ ﹶﺛ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﹾﺜﹶﺛ ﻤﹾﻟﺍ ﹾﺜ ﻣ ﹺﻦ ﺜ ﻴ ﹰﺜ ﺎ ﹶﺛ ﹺﻦ ًﹰﺛ ﺎ
ﹾﺙﹸﺃ ﹾﺙﹺﺇ ﹾﺙﹶﺃ ﱡﺙﹸﺃ ّﺙﹺﺇ ﱠﺙﹶﺃ
ﹶﺫ ﺍ ﺫ ﻱ ﹸﺫ ﺑ ﻭ ﹾﺬ ﹸﺫ ﻭ ﹰﺫ ﺍ ﹶﺫ ﻥ ﻦﻣ ﹶﻥﹾﺫﹶﺫ ﻤﹾﻟﺍ ﹾﺬ ﻣ ﻥ ﺬ ﻳ ﹰﺬ ﺍ ﹶﺫ ﻥ ًﹰﺫ ﺍ
ﹾﺫﹸﺃ ﹾﺫﹺﺇ ﹾﺫﹶﺃ ﱡ ﺫﹸﺃ ّﺫﹺﺇ ﱠﺫﹶﺃ
ﹶﻇ ﺎ ﻇ ﻲ ﹸﻇ ﺑ ﻮ ﹾﻆ ﹸﻇ ﻮ ﹰﻇ ﺎ ﹶﻇ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﹾﻈﹶﻇ ﻤﹾﻟﺍ ﹾﻈ ﻣ ﹺﻦ ﻈ ﻴ ﹰﻈ ﺎ ﹶﻇ ﹺﻦ ًﹰﻇ ﺎ
ﹾﻅﹸﺃ ﹾ ﻅﹺﺇ ﹾﻅﹶﺃ ﱡ ﻅﹸﺃ ّﻅﹺﺇ ﱠﻅﹶﺃ
«,¡:.l . !¸¸l.¸. . ¯¡:· . _¸. ¸,> . ¦¸,¸.´ . _... ¸.l.´¸
¸>¸.´¦ . :´¸,¸:´ . :¡.. . !¸l!1.¦ . ,¸´.>· . ,¸´.>´
.,. . ,¦.s '¸,¸l¦ . ¦:¸|´¸ . !´.¸',.. . ¿¸`¸´., . _¸`¸´.,
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 26

. ¸¸´¸: ¸<¦ . _¸¸.]¦´¸ . «...>´¯¸ . .¸.1. . :¸¡`>.`.. . :¸..> .
¸: ¸_.±l¦ ¸¸,¸L-l¦ . `¡lL¦ . ´,¦ .s ,¸¸Ls . ´_¸. _,¸.¸¹.Ll¦ ¸
!..¹L . `¿!:.Ll¦ . !..L¸s´¸ . :¸¸L!.· . ¸´L..

Praktek Surat Al Baqarah :275-281, Al Zalzalah


13. Ujung lidah diantara gigi atas dan gigi bawah, namun lebih dekat ke bawah, keluar huruf
ص – س – ز , huruf ص dibaca tafkhim (tebal),
22

ﺳ ﺎ ﺳ ﻲ ﺳ ﺑ ﻮ ﺲ ﺳ ﻮ ﺳ ﺎ ﺳ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﺴﺳ ﻤﹾﻟﺍ ﺴ ﻣ ﹺﻦ ِﺴ ﻴ ﺴ ﺎ ﺳ ﹺﻦ ﺳ ﺎ
ﺱﹸﺃ ﺱﹺﺇ ﺱﹶﺃ ﺱﹸﺃ ّﹺﺱﹺﺇ ﺱﹶﺃ
ﺯ ﺍ ﹺﺯ ﻱ ﺯ ﺑ ﻭ ﺰ ﺯ ﻭ ﺯ ﺍ ﺯ ﻥ ﻦﻣ ﹶﻥﺯﺯ ﻤﹾﻟﺍ ﺰ ﻣ ﻥ ﹺﺰ ﻳ ﺰ ﺍ ﺯ ﻥ ﺯ ﺍ
ﺯﹸﺃ ﺯﹺﺇ ﺯﹶﺃ ﺯﹸﺃ ّﹺﺯﹺﺇ ﺯﹶﺃ
ﺻ ﺎ ﺻ ﻲ ﺻ ﺑ ﻮ ﺺ ﺻ ﻮ ﺻ ﺎ ﺻ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﺼﺻ ﻤﹾﻟﺍ ﺼ ﻣ ﹺﻦ ﺼ ﻴ ﺼ ﺎ ﺻ ﹺﻦ ﺻ ﺎ
ﺹﹸﺃ ﺹﹺﺇ ﺹﹶﺃ ﺹﹸﺃ ّﹺﺹﹺﺇ ﺹﹶﺃ
_>,¸1`.· . !.l.¯¸ ¦ . .l`.!· . ¸¸¡L ´,!´.,. . ¸¡.´¸ . «¦¸.¯¸`. ¸ .
¦:¸|· ¸,´¡.`.¦ . ¿¡l.¯¸.l¦ . ´_..,l. . _,¸.¸l`.`. . ¦´¸¸1.`.`. .
.¸«¸.±´.¸l . «.,¸.> . ¸.l`.¦´¸
!´.l¸.¦ . _,>¸¸ . _¸.l¸¸.¦ ¸´¸.`. . `¸>:¸¸, . ¦:¸| ¸¸l¸¸l`¸ `_¯¸¸¦ !>¦¸l¸¸
_`¸¯¸, . ¸«>l>`¸ . ¸«.¡.,¸ . !¸.,¸ . `¡·¸´¸¸¸>´,¸l ´<¦ . ¡>.,¸¸,´¸ .


22
Kesalahan umum yang terjadi pada pengucapan huruf ص adalah dengan memonyongkan bibir. Sedangkan
memonyongkan bibir hanya pada huruf و dan huruf berdlommah saja, dan tidak ada hubungannya dengan tafkhim
(tebal)nya huruf
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 27

¸¿¦ ¸_..¦ . ¸_¯,¸.´¸ . ¦¡´.`,´¸.· . ¸,´¸ _¸.¸´.·¦ . _>¸,`.`,l . !>´..´¸ .
_¸. . !´>¸l.. . ¦¸¯¸.¦´¸ . !´.¯.>´ . _!,`.¸. . _!.¸¦´¸ ¸ .
¸:¡l¯.l¦ . ¸..¯,¸¦´¸ . _¸´.`>´¸ !. _¸· ¸¸¸.¯.l¦
٢٣

Praktek Surat Al Qori’ah, Al Zalzalah, & Nuh


4. Bibir (ﹸﺔﹶﻔﺸﻟﺍ )ِ
15. Bibir bawah bagian dalam bertemu dengan ujung gigi seri atas, keluar huruf ف
ﹶﻓ ﺎ ﻓ ﻲ ﹸﻓ ﺑ ﻮ ﻒ ﹸﻓ ﻮ ﹰﻓ ﺎ ﹶﻓ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﹾﻔﹶﻓ ﻤﹾﻟﺍ ﹾﻔ ﻣ ﹺﻦ ﻔ ﻴ ﹰﻔ ﺎ ﹶﻓ ﹺﻦ ًﹰﻓ ﺎ
ﻑﹸﺃ ّﻑﹺﺇ ﻑﹶﺃ ﻑﹸﺃ ﻑﹺﺇ ﻑﹶﺃ
`¡> _¡>¸l±.l¦ . ¸ ¦¸.¸.±. _¸· ¸_¯¸¸¦ . ¦:¸|· _¸±. _¸· ¸¸¡¯.l¦ .
¯¡¸·¯¡· . ¸ _.>´ `¸>.¸. «´,¸·l> . ¸.±l`.¦ ¸ . ´_±´..

16. Dua bibir
- tertutup , keluar huruf ب – م , jika huruf ba’ mati maka harus dibaca
mantul (qolqolah). Jika huruf mim bertasydid (ّم) maka dengung
(ghunnah)nya harus ditahan sekitar dua harokat. Kesalahan umum yang
terjadi saat pengucapan mim yang bertasydid (ّم) adalah ghunnah (dengung)
tidak ditahan, atau menahan ghunnah terlalu lama (berlebihan) dan
menggelombang-gelombangkannya yang disebut oleh ulama tajwid sebagai
ﺕﺎﻨﻐﻟﺍ ﲔﹺﻨﹾﻄﺗ (tathniinul ghunnaat).
- membulatkan bibir, keluar huruf و

23
Boleh dibaca Shod, boleh dibaca sin :
¿¸`¸¸L,¸..l¦ (Ath Thur : 37) 1´.¯,,´¸ (Al Baqarah : 245)
«L´., ( Al A’rof: 69)
Jika huruf sin diatas huruf shod maka lebih utama (masyhur) dibaca sin. Dan jika huruf sin dibawah huruf shod,
maka lebih utama (masyhur) dibaca shod.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 28

ﺑ ﺎ ﹺﺑ ﻲ ﺑ ﺑ ﻮ ﺐ ﺑ ﻮ ﺑ ﺎ ﺑ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﺒﺑ ﻤﹾﻟﺍ ﺒ ﻣ ﹺﻦ ﹺﺒ ﻴ ﺒ ﺎ ﺑ ﹺﻦ ﺑ ﺎ
ﺏﹸﺃ ّﹺﺏﹺﺇ ﺏﹶﺃ ﺏﹸﺃ ﺏﹺﺇ ﺏﹶﺃ
ﻣ ﺎ ﻣ ﻲ ﻣ ﺑ ﻮ ﻢ ﻣ ﻮ ﻣ ﺎ ﻣ ﹺﻦ ﻦﻣ ﻦﻤﻣ ﻤﹾﻟﺍ ﻤ ﻣ ﹺﻦ ﻤ ﻴ ﻤ ﺎ ﻣ ﹺﻦ ﻣ ﺎ
ﻡﹸﺃ ﻡﺇ ﻡﹶﺃ ﻡﹸﺃ ّﹺﻡﺇ ﻡﹶﺃ
ﻭ ﺍ ﹺﻭ ﻱ ﻭ ﺑ ﻭ ﻮ ﻭ ﻭ ﻭ ﺍ ﻭ ﻥ ﻦﻣ ﹶﻥﻭﻭ ﻤﹾﻟﺍ ﻮ ﻣ ﻥ ﹺﻮ ﻳ ﻮ ﺍ ﻭ ﻥ ﻭ ﺍ
ﻭﹺﺇ ﻭﹶﺃ ﻭًﹸﺃ ّﹺﻭﹺﺇ ﻭﹶﺃ
´¸..¸÷l¦ . _¸. ,¸l¯,· . ¯¡¸¸¸,¡l· . _¯¸,´¸ . ,t-¸,..¦ . ¯¡>¸..¯,¦
_¯,> . ¸´,. ¦., _¸¸¦ ¸¸¸l ´¸.´¸ . _,¸,! , ¦
´_,¸1`..l¸l . ¿¡`.¸.¡`, ¸¸,-l!¸, . !.·´¸ ¯¡¸.´.·¸´¸ . !.!· . ¯¡s . ¯¸.
. ',¦´¡. `¸¸¸,l. ¯¡¸.¯¸..¦´, ¸¦ ¯¡l ¯¡>¯¸¸... ¸ ¿¡`.¸.¡`, .
¸¯¡1l¦ . :.¸>´¸ . ´¡¸· . ¯¡l´¸ _¯¡1. !.,ls ´_-, ¸_,¸¸!·¸¦
٢٤
.
«.¸. _,¸.´¡l¦ . ´_`¸´¸.l
Praktek Surat Yusuf ayat 43 – 49, At Takatsur

5. Rongga Hidung ( ﻡﻮﺸﻴﺨﹾﻟﺍ )
17. Yang keluar dari Rongga hidung adalah ghunnah ( dengung) yang ada pada huruf mim
dan nun. Seluruh huruf selain dari huruf mim dan nun, tidak boleh ada suara hidung,
termasuk pada mad. Ada tidaknya suara hidung dapat dicek dengan memencet atau
menutup kedua lubang hidung saat pengucapan huruf.

24
Kesalahan umum saat membaca huruf wawu yang bertasydid adalah menahan lama tasydid atau dibaca seperti
idghom bighunnah. (lihat catatan kaki nomor 11)
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 29

SIFAT-SIFAT HURUF

Huruf-huruf hija’iyyah memiliki sifat-sifat yang khusus yang harus diberikan. Dengan sifat-
sifat tersebut kita dapat :
1. Membedakan antara satu huruf dengan huruf yang lain, terutama yang sama makhrojnya.
2. Memperbagus pengucapan huruf secara tepat.
3. Mengetahui huruf yang mempunyai sifat yang kuat dan sifat yang lemah, yang hal ini
berpengaruh dalam masalah Idghom.
4. Membedakan antara huruf-huruf arab (hija’iyyah) dengan selain huruf hija’iyyah.
Misalnya antara huruf “t” dalam bahasa indonesia berbeda dengan sifat huruf “ ت “
dalam bahasa arab, antara huruf “K” berbeda dengan sifat huruf “ ك “, huruf “s” berbeda
dengan sifat huruf “ س ، ش ، ص ، ث “ dsb. Lebih-lebih huruf yang tidak memiliki padanan
dalam bahasa kita seperti huruf “ ض ، ظ ، غ “ . Sehingga kita tidak membaca Al Qur’an
dengan logat kita masing-masing, akan tetapi membaca Al Qur’an dengan logat arab
sebagaimana sabda Rasulullah saw:
ﺍ ﹾﻗ ﺮ ﺅ ﺍ ﹾﻟﺍ ﹸﻘ ﺮ ﹶﻥﺁ ﹺﺑ ﹸﻠ ﺤ ﻮ ﻥ ﹾﻟﺍ ﻌ ﺮ ﹺﺏ ﻭ ﹶﺃ ﺻ ﻮ ﺗﺍ ﻬ ﺎ , ﻲﻘﻬﻴﺒﻟﺍﻭ ﱐﺍﱪﻄﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ ,
“Bacalah Al qur’an sesuai dengan logat dan suara orang Arab. (HR. Al Baihaqi &
Ath Thabrani)

Dari segi keterikatan dengah huruf, sifat huruf dibagi dua :
1. Sifat Ashliyyah atau sifat lazimah, yaitu sifat asli yang dimiliki oleh suatu huruf yang
tidak dapat terpisahkan dari huruf tersebut dalam kondisi apapun (berharokat fathah,
kasroh, dlommah, maupun sukun).
2. Sifat ‘Arodliyyah atau sifat ‘aridloh, yaitu sifat yang ada pada suatu huruf dalam satu
kondisi, dan tidak ada dalam kondisi yang lain, seperti sifat tafkhim (tebal) ataau tarqiq
(tipis) pada huruf ro’, idhar atau ikhfa’ pada huruf nun mati, dsb.
Sifat Ashliyyah atau Sifat Lazimah sebagaimana disebut di atas, adalah suatu hak huruf yang
harus selalu diberikan dalam pengucapan suatu huruf. Sifat Ashliyyah atau Sifat Lazimah secara
keseluruhan ada tujuh belas. Dan dari tujuh belas sifat tersebut, setiap huruf minimal memiliki
lima sifat dan maksimal tujuh sifat. Secara global tujuh belas sifat tersebut dibagai menjadi dua
kategori : 1. Sifat yang memiliki lawan., dan 2. Sifat yang tidak memiliki lawan.

1. Sifat yang memiliki lawan :
1. ُﺲْﻤَﮭﻟا : Keluar nafas : hurufnya adalah ﻪﹼﺜﺤﹶﻓ `ﺺﺨﺷ ﺖﹶﻜﺳ
ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ : Tidak keluar nafas : hurufnya adalah selain dari huruf Al Hams
2. ﺪّﺸﻟﺍ ﹸﺓ : Suara tertahan : hurufnya adalah ﹶﺃ ﺪﹺﺟ ¸ﻂﹶﻗ ﺖﹶﻜﺑ .
,antara sifat syiddah dan sifat Ar Rikhowah ada huruf yang memiiki
sifat pertengahan ( ﺘﻟﺍ ﹸﻂﺳﻮ ) hurufnya adalah ; ﻦﻟ ﺮﻤﻋ
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 30

ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ : Suara terlepas : hurufnya adalah selain huruf Asy Syiddah dan At
tawassuth
25


3. ُﺀﹶﻼﻌﺘﺳﻻﺍ : Lidah naik ke langit-langit
26
: hurufnya adalah : ﺺﺧ ¸ﻂﻐﺿ ﹾﻆﻗ
ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ : Lidah turun
27
: hurufnya adalah selain huruf isti’la’
4. ﻕﺎﺒﹾﻃِﻹﺍ : Lidah lengket dengan langit langit: hurufnya adalah: ﺹ ، ﺽ ، ﻁ ، ﻅ
ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ : Lidah terpisah dari langit-langit: hurufnya adalah selaih huruf al ithbaq
5. ﻕﹶﻻﹾﺫِﻹﺍ : Mengeluarkan huruf dengan cepat dan mudah: hurufnya adalah
ﺮﹶﻓ ﻦﻣ `ﺐﹸﻟ
ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ : Mengeluarkan huruf dengan tertahan /berat : hurufnya adalah selain
dari huruf al idzlaq.
28



2. Sifat yang tidak memiliki lawan :
1. ﺮﻴﻔﺼﻟﺍ : Keluar suara tambahan menyerupai desis burung; hurufnya adalah
ص ، س ، ز
2. ﹸﺔﹶﻠﹶﻘﹾﻠﹶﻘﹾﻟﺍ : Suara memantul ketika mati
29
: hurufnya ﺐﹾﻄﹸﻗ `ﺪﺟ
¬. ﻦﻴﱢﻠﻟﺍ : Mengeluarkan suara dengan lembut : hurufnya adalah huruf َ¸ ﻭ َ¸ ، ﻱ
(wawu dan ya’ sukun sebelumnya huruf berharokat fathah)

4. ﻑﺍﺮﺤﻧﻻﺍ : Miring dari makrojnya
30
.: hurufnya adalah ﻝ ، ﺭ

25
Sifat Syiddah, Tawassuth, dan Rikhowah sangat berpengaruh pada tempo huruf.
26
Yang dimaksud naik ke langit-langit adalah lidah bagian belakang terangkat ke langit-langit. Konsekwensi dari
huruf yang memiliki sifat isti’la’ adalah harus selalu dibaca tafkhim (tebal) dalam segala kondisi (berharokat fathah,
kasroh, dlommah, maupun sukun), -keterangan tentang tafkhim lihat catatan kaki nomor 9-. Sifat isti’la’ tidak ada
hubungannnya dengan bibir, tetapi hubungannya dengan lidah. Sehingga tidak ada kaitan antara isti’la’ dengan
gerakan/bentuk bibir, misalnya dengan memonyongkan bibir. Memonyongkan bibir hanya pada huruf wawu dan
huruf yang berharokat dlommah.
27
Huruf yang memilki sifat istifal harus selalu dibaca tarqiq(tipis).
28
Kedua sifat ini (idzlaq dan ishmat) tidak ada hubungan atau pengaruh dalam pengucapan suatu huruf. Akan tetapi
hubungannya adalah dengan bahasa. Jika ada kata yang terdiri dari empat atau lima huruf yang tidak satupun dari
huruf-huruf tersebut merupakan huruf idzlaq, maka kata tersebut bukan dari bahasa arab. Misal kalimat : ﺪﺠ`ﺴﻋ
(emas)
29
Qolqolah dibagi dua: (1) qolqolah sughro (jika mati ditengah ayat), dan (2) qolqolah kubro (jika mati/dimatikan di
akhir ayat). Pengucapan qolqolah tidak seolah-olah berakhiran hamzah seperti ْﺀ`ﺩ (de’). Akan tetapi dipantulkan
secara wajar : ْد (de)
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 31

5. ﺍ ﺮﻳﹺﺮﹾﻜﺘﻟ : Ujung lidah bergetar
31
. Hurufnya adalah ﺭ
6. ﻲّ ﺸﹶﻔﺘﻟﺍ : Angin menyebar di mulut : hurufnya adalah ﺵ
7. ﹸﺔﹶﻟﺎﹶﻄﺘﺳﻻﺍ : Suara dan makhroj memanjang
32
: hurufnya adalah ﺽ

Dari keterangan diatas, maka jika sifat-sifat masing-masing huruf diuraikan adalah sebagai
berikut:
ﺃ ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﺪّﺸﻟﺍ ﹸﺓ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﺏ – ﹾ ﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ، ﺪّﺸﻟﺍ ﹸﺓ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﻕﹶﻻﹾﺫِﻹﺍ ، ﹸﺔﹶﻠﹶﻘﹾﻠﹶﻘﹾﻟﺍ
ﺕ – ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ّﺸﻟﺍ ﺪ ﹸﺓ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﺙ - ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﺝ - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ، ﺪّﺸﻟﺍ ﹸﺓ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ ، ﹸﺔﹶﻠﹶﻘﹾﻠﹶﻘﹾﻟﺍ
ﺡ - ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﺥ - ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ُﺀﹶﻼﻌﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﺩ - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ، ﺪّﺸﻟﺍ ﹸﺓ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﻤﺻِﻹﺍ ﺕﺎ ، ﹸﺔﹶﻠﹶﻘﹾﻠﹶﻘﹾﻟﺍ
ﺫ – ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﺭ – ﺍ ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﻂﺳﻮﺘﻟﺍ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﻕﹶﻻﹾﺫِﻹﺍ ، ﻑﺍﺮﺤﻧﻻﺍ ، ﺮﻳﹺﺮﹾﻜﺘﻟﺍ
٣٣
ﺯ - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ ، ﺮﻴﻔﺼﻟﺍ
ﺱ - ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ ، ﺮﻴﻔﺼﻟﺍ
ﺵ - ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺍ ﺡﺎﺘﻔﻧﻻ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ ، ﻲّﺸﹶﻔﺘﻟﺍ
ﺹ - ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ُﺀﹶﻼﻌﺘﺳﻻﺍ ، ﻕﺎﺒﹾﻃِﻹﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ ، ﺮﻴﻔﺼﻟﺍ
ﺽ - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ُﺀﹶﻼﻌﺘﺳﻻﺍ ، ﻕﺎﺒﹾﻃِﻹﺍ ، ﺕﺎ ﻤﺻِﻹﺍ ، ﹸﺔﹶﻟﺎﹶﻄﺘﺳﻻﺍ
ﻁ - - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﺪّﺸﻟﺍ ﹸﺓ ، ُﺀﹶﻼﻌﺘﺳﻻﺍ ، ﻕﺎﺒﹾﻃِﻹﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ ، ﹸﺔﹶﻠﹶﻘﹾﻠﹶﻘﹾﻟﺍ

30
Maksudnya adalah miringnya huruf setelah keluar dari makhrojnya hingga menyentuh makroj huruf lain. Huruf
lam miring hingga ke ujung lidah, sedangkan huruf ro’ miring ke bagian permukaan lidah.
31
Harus dihindari bergetarnya ujung lidah berlebihan sehingga seolah menimbulkan lebih dari satu huruf ro’
32
Memanjang diseluruh sisi lidah dengan gigi geraham(5 gigi belakang). Pengaruh dari sifat ititholah pada huruf ض
adalah pada tempo suara huruf ض yang lebih, terutama saat sukun atau bertasydid.
33
Hanya huruf ro’ saja yang memiliki 7 sifat.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 32

ﻅ - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ُﺀﹶﻼﻌﺘﺳﻻﺍ ، ﻕﺎﺒﹾﻃِﻹﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﻉ - ﹾ ﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﻂﺳﻮﺘﻟﺍ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ِﻹﺍ ﺕﺎﻤﺻ
ﻍ - - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ُﺀﹶﻼﻌﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﻑ - ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﻕﹶﻻﹾﺫِﻹﺍ
ﻕ - ﹾ ﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﺪّﺸﻟﺍ ﹸﺓ ، ُﺀﹶﻼﻌﺘﺳﻻﺍ ، ﺘﻔﻧﻻﺍ ﺡﺎ ، ﺕﺎ ﻤﺻِﻹﺍ ، ﹸﺔﹶﻠﹶﻘﹾﻠﹶﻘﹾﻟﺍ
ﻙ – ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ﺪّﺸﻟﺍ ﹸﺓ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﻝ - ﺍ ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﻂﺳﻮﺘﻟﺍ ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﻕﹶﻻﹾﺫِﻹﺍ ، ﻑﺍﺮﺤﻧﻻﺍ
ﻡ – ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﻂﺳﻮﺘﻟﺍ ، ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﻕﹶﻻﹾﺫِﻹﺍ
ﻥ - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﻂﺳﻮﺘﻟﺍ ، ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﻕﹶﻻﹾﺫِﻹﺍ
ﻭ - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ـﻫ ¸ ُﺲْﻤَﮭﻟا ، ﺧّﹺﺮﻟﺍ ﹸﺓﻭﺎ ، ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ
ﻱ - ﹾﻟﺍ ﺮﻬﺠ ، ﹸﺓﻭﺎﺧّﹺﺮﻟﺍ ، ، ﹸﻝﺎﹶﻔﺘﺳﻻﺍ ، ﺡﺎﺘﻔﻧﻻﺍ ، ﺕﺎﻤﺻِﻹﺍ




Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 33

HUKUM NUN MATI ATAU TANWIN
, ﹾﻥ / - ً - ٍ - ٌ ,

1. `ﺭﺎﻬﹾﻇﹺﺇ : Jelas/ terang. Nun mati atau tanwin dibaca jelas tanpa menahan
ghunnah ketika bertemu dengan huruf ﺥ ﻍ ﺡ ﻉ ـﻫ ﺃ
misal :
´_¦ ¸,`_: ¸¸´¦ «¸¸l¦´, _¸>¦ _.´¸ `¸lL¦ !,¸.´ ¸¦ ´,.´ _¯¡:.,´¸ _. ´_.¦´,
¡·¸.s ¡·¸.¸.´¸ ¿¸| ¦ ..> ¯¡>´¸ ¿¯¡¸. , «.s !.· .«l _¸. ¸:!>
¸,`_: ¸¯_- _¸. ¸,> ¿¡.¸>..´¸ _¸. ¸«´..> «-.±: «´..> _ls ¸_´ ¸,`_: !´,,¸.>
_¸. ¸_>s :..¸: .:..¸s ¸_¸±.-¸, !´.s '¸.l . `¡>,l. ¦.s´¸ ¸«,ls
,´¡. ¦ ¸¯,s ¸,!´,>¦ ¿¡.¸-.`¸.· _¸. ¸¸¯,s _¸. ¸_¸s ¯,´¸´¸ "¸¡±s
_. _l> ¸_é¦ ¸1. - «1¸.>..l¦´¸ :¯¸´ :´¸¸.l> _. .l>
2. ﹺﺇ ¸ﺔﻨﻐﹺﺑ `ﻡﺎﹶﻏﺩ : Masuk disertai ghunnah (dengung). Nun mati atau tanwin dimasukkan
(melebur) kedalam huruf berikutnya disertai menahan ghunnah sekitar
dua harokat
34
ketika bertemu huruf ﻭ ﻡ ﻥ ﻱ
35
misal :
«.l¸| .¸>´¸ _s `¡¸¸¸>¡`>`¸ ´,!´,¸.´¸ ¦´¸´¸:´¸ !1> ´_¸>.l´¸ _¸. ¸¯_¸|´¸ ¸´¸ ¸¸,¸..
",_¸¸, !.· !±1. !L¡±>: ¸_.`¸¸, _¸. .¸l¯,· «>±. _¸. ¸¯¡· _¡·¸¸`.¯.
_. _¸..`.¸ ¿¦ :¡¸1±, ¿¸|´¸ ¦¸¸, ¿¸|´¸ ¿¡>¸l¸`, _¸· ¸,l· ¿¡>,`.¸ _. ¡é¡l>,
¸,`_: _>´ _¸. _¸¸¸¸... ¿¦ _¡1. !..L¸s
٣٦
:¸¸>´

34
Lihat catatan kaki nomor 15
35
Kesalahan umum yang terjadi saat pengucapan idghom bighunnah adalah ghunnah tidak ditahan, atau menahan
suara ي atau و tanpa ada ghunnah, atau menahan ghunnah terlalu lama (berlebihan) dan menggelombang-
gelombangkannya yang disebut oleh ulama tajwid sebagai ﺕﺎﻨﻐﻟﺍ ﲔﹺﻨﹾﻄﺗ.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 34


Praktek surat Al Insan 19 - 31

3. ﹺﺇ ¸ﺔﻨﹸﻏ ﹶﻼﹺﺑ `ﻡﺎﹶﻏﺩ : Masuk tanpa ghunnah. Nun mati atau tanwin dimasukkan /melebur ke
huruf berikutnya tanpa adanya ghunnah ketika bertemu huruf ﺭ ﻝ ,
misal :
_é ¸«,¦´, ¸ ¦¡`.¸.¡`, !¸¸, ¸,. ¯¡¸l-l ¦´¸´¸:´¸ _,¸1`.`,l¸l «.¸l`.¯. ,l _´¡:. _¸¸¸¸±.>l¸l
"¸¡±s '¸,¸>¯¸ _¸. ¯¡¸¸¸,¯¸ ¸:¸.. !·¸¸¯¸ _¸¸l !.->¯¸ ¸«:,¸s ¸«´,¸.¦¯¸

4. `ﺏﹶﻼﹾﻗﹺﺇ : Membalik/merubah. Nun mati atau tanwin dirubah seperti mim disertai
menahan ghunnah sekitar dua harokat ketika bertemu dengan huruf ﺏ
37

_.´¸ _ l , ´¸,¸l. !.¸, _¸. ¸.-, .«.¡L¸,..`.¸ ´¸,¸l. ¸,¦ .¸, ¸¸¸.¯.l¦ __.:¸, ¸_>´

¿. ,.`,l _¸· ¸«.L>'¦ !.¦´¸ _. _¸>´ _.-.`.¦´¸ ¸:¸| ¸-,.¦ !¸.1:¦ !-±`.. l ¸«´,¸.!.l!¸,
Praktek Surat Al Humazah dan Ali ‘Imran : 18-22
5. ٌﺀﺎﹶﻔﺧﹺﺇ : Menyamarkan. Nun mati atau tanwin dibaca samar (antara idzhar dan
idghom)
38
disertai menahan ghunnah sekitar dua harokat ketika bertemu
selain huruf-huruf yang diatas. Yaitu : ﺹ ﺵ ﺱ ﺯ ﺫ ﺩ ﺝ ﺙ ﺕ
ﻙ ﻕ ﻑ ﻅ ﻁ ﺽ

36
Pengecualian dari Idghom bighunnah dalam kalimat : ﻟﺍ ﺎﻴﻧﺪ "_.´ ,., ¿¦´¡.¸. ¿¦´¡.¸· ,
nun mati harus dibaca Idzhar, tidak dibaca idghom bighunnah.

37
Cara pengucapannya adalah menempelkan/menutup kedua bibir dengan lembut, tidak ditekan sebagaimana
pengucapan pada mim yang bertasydid. Sehingga suara mim terdengar agak samar. Ada pula yang menyatakan
pengucapannya adalah dengan sedikit merenggangkan kedua bibir (bibir tidak menempel) atau menyentuhkan gigi
seri atas dengan bibir bawah. Akan tetapi – wallohu a’lam - yang lebih kuat menurut para ulama adalah kedua bibir
tetap menempel/tertutup akan tetapi menempel dengan lembut (tidak ditekan). Kesalahan umum yang terjadi adalah
ghunnah tidak ditahan.
38
Cara pengucapannya adalah nun mati atau tanwin disamarkan, namun posisi bibir atau lidah sudah siap masuk ke
huruf berikutnya dengan menahan ghunnahnya. Sehingga cara pengucapan ikhfa’ berbeda-berbeda tergantung
makroj huruf berikutnya. Jika sesudahnya adalah huruf isti’la’ (ق ظ ط ض ص ) maka ikhfa’ juga harus dibaca tafkhim
(tebal), dan jika sesudahnya adalah huruf istifal ( ك ش س ز ذ د ج ث ت ) maka ikhfa’ juga harus dibaca tarqiq (tipis).
Kesalahan umum yang terjadi adalah ghunnah tidak ditahan.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 35


¿¦ .,¸.. ¯¡..´ ¸.¦ ¸..¦´¸ ,...¦´, _¸. ! ¸¸.>´ ¿¦´ ¦¡.¸.1.`..
¸,¸l· ¯¡. _¸. ¸:¸.. !´-,¸.> ¯¡. _¸. ¸_.l. ¸_,l¦ ´,!. l´>!>´ ¸.¸¸.¯¡ , «´,¸.. . ·
«. .,>. !· _. ´,l> ¿¸| `¸´´,l> _¸. ¸¸.. > ¸¯¸.· _,¸.- _,s «,¸¸l>
_¸. .¸«¸.¸: ..¸s ¯¡¸¸¸¯,´¸ _¸. ¯¡>¸.,¸: _¸. ¸¿¸: ¦´:¦..¦ !´.l´´¸ !·!>¸:
¡´´¸¸..¸¸ ´_´ ¸_±. «1¸¸¦: ¸,¯¡.l¦ _s ¸¸é¸: ¸¸¸¸,´¸ _¸'¸..`, _¸.´¸ !´.¸.`,¸¯¸:
«. .l¸.¦ _¸¸.¦ _´¸., `¡>'´¸ ¸¸,¸¸.¸>'¦ _¸.¦´¸ .· _l·¦ _. !¸.´¸
l´>! >¸· ¸,. _¸l>´¸ _...¸¸¦ _¸¸]´¸ ¸¸.l! . _¸. ¸«.¸¯,. «-.±: «.¸¯,. ¿¦ `¿¡>´,.
_±. !:,: !,¦ .s ¦´.,¸.: ¸¸!´,. ¸¸¡>: _¸. ¸ì¸¸. !´-¯,. ¦´:¦.¸:
_¸¸..`, ¿¦ ¯¡é¸´. . `¸..!· ! .¯¸´..!· ¸.s !´>¸l. .
_s ¸¸,. _.´¸ _. ¸:¡... !.l>. !1¸¯,. ´_,l ¯¡> ¸!-L ¸¸| _¸. ¸_,¸¸.
:.¦, «,¸¯, L ¦´.,¸-. !´,¸¯,L _. _-L ¿¸|´¸ ¸¿!.±¸¸!L ¦¡lé _¸. ¸¸. ,¸¯,L
¯¸´L.¦ _s `¸¸>¸¸¡¸L ¿¸`¸L.`, ¿¸`¸´L., _¸· :¸¸¸.L _¸. ¸¸,¸¸L
¯¡·¸.±.¦ `¸l _>. ¯¡'¸...¸· !1.´¸ !.¸. .1.±· ¨_´ _¸· «s!L ¦:¸|· _.¸, _¸· ¸,´¡..´.l¦
¿¦ ¦¡l!· _¸. `_¯,· !¸´.1.. «.¦ .· ¸l > _¸. .¸«¸.¯¡· _¸. ¸¸.¸. ¸_,¸l·
¿¸| `¸..é ¿¸|´¸ _lé ¿¸`¸¸>.`. _.´ ¸ ¸±´ _´.¸. ´¸.´ !±.l¸.>¦ ¦¸,¸.é

Praktek Surat Al Muzzammil

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 36

HUKUM MIM MATI


1. ﹺﻦﻴﹶﻠﹾﺜ ﻣ ﻡﺎﹶﻏﺩﹺﺇ ( ﻲﻤﻴﻣ ﻡﺎﹶﻏﺩﹺﺇ) : Mim mati bertemu dengan huruf ﻡ . Mim mati
langsung dimasukkan kedalam huruf mim berikutnya
disertai manahan ghunnah sekitar dua harokat (sama
persis dengan cara pengucapan huruf mim yang
bertasydid), misal :
¡·¸.s !. ¦¡.l´ ¡·¸.¸.´¸ _. ,> !. ¦¡.l´ _s ¸¸é¸: ¸¸¸¸,´¸ _¡.¸¸-¯.


2. ﻱﹺﻮﹶﻔ ﺷ ٌﺀﺎﹶﻔﺧﹺﺇ : Mim mati bertemu dengan huruf ﺏ . Cara
pengucapannya sama persis dengan pengucapan iqlab
(lihat catatan kaki nomor 3٧).
39

¡´´¸¸..¸¸ .¸«¸, ¡´¡l¯,.´¸ ¸¯¸:l!¸, ¸¸¯,>'¦´¸ ¡>´¸ ¸¸é¸.¸, ¸_.´ .-¯¸l¦ _. ¡é¡l> , ¸_,l!¸,
¡¸¸,¸.¯¸. ¸:´¸!>¸>´ ¿¸| ¡·¸,´¸ ¯¡¸¸¸, ¸.¸¸.¯¡ , ´¸,¸, >l ¸...· `¸¸¸, l. ¸¸,´¸ ¯¡¸¸¸,. .¸, !¸.¯¡.·


3. `ﺭﺎﻬﹾﻇﹺﺇ ﻱﹺﻮﹶﻔ ﺷ : Mim mati bertemu dengan seluruh huruf selain ﺏ
dan ﻡ . Mim mati dibaca jelas tanpa menahan ghunnah.
40


¯¡·¸.±.¦ `¸¸· ¯¡>¸:>´ !´-,¸.- `¸l _>. _ls ¯¡¸¸¸,¡l· «.¸´¦ ¯¡> !¸,¸· ¿¸.¸¦. >
_ , ¡¸¸,¸.!. «.-, ¯¡·¸.¸¯,.· ¸· _¡`-,¸L.`.¸ !>:´¸ ¸´¸ ¯¡> ¿¸`¸L.`,

Praktek Surat Al Fiil , Al Isro’ : 68- 71 , Al Mu’minun : 51 -76


39
Kesalahan umum saat membaca ikhfa’ syafawi adalah tidak menahan ghunnahnya.
40
. Kesalahan yang umum terjadi adalah ketika huruf mim mati bertemu dengan huruf ف sering dibaca samar atau
dengan menahan ghunnah.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 37

HUKUM MAD (BACAAN PANJANG)

Secara global hukum mad dibagi menjadi dua : (1) Mad Asli, dan (2) Mad Far’i (cabang).

1. Mad Asli. Panjangnya dua harokat(tidak boleh lebih atau kurang), yang termasuk mad asli
adalah
41
:
1. Mad Thobi’i : Apabila ada alif setelah huruf berfathah, ya’ sukun setelah huruf
berkasroh, atau wawu sukun setelah huruf berdlommah
42
: - ﺍَ ، - ﻱِ ، - ﻭُ . misal :
ﺎﻬﻴﺣﻮﻧ
2. Mad Badal : Yaitu hamzah yang dibaca mad : misal ¸:¦´, , !´...,¸|
3. Mad ‘Iwadl : Berhenti pada huruf berharokat fathah tanwin selain huruf ﺓ . cara
membacanya adalah dengan menghilangkan tanwin, dan membaca huruf tersebut dua
harokat
43
. Misal : !.,¸>> !.,¸ls
4. Mad Tamkin : Yaitu jika ada ya’ yang bertasydid bertemu dengan ya’ sukun. Panjangnya
2 harokat : misal : ´_.¸¯,¸,.l¦ ´_¸.
5. Mad Shilah Qoshiroh (sughro) : Adalah huruf ha’ (ﻩ ) dlomir (kata ganti ketiga
tunggal)
44
, yang sebelumnya dalah huruf hidup. Misal .«.¸| , .¸«¸, .
45


41
Banyak pula ulama yang menggolongkan mad asli hanya mad thobi’i, dan menggolongkan mad badal, mad
‘iwadl, mad tamkin, dan mad shilah qoshiroh dalam mad far’i (cabang), tidak dalam mad asli. Namun intinya tetap
dibaca 2 harokat.
42
Di dalam mushaf timur tengah tidak ada fathah/kasroh/dlommah yang berdiri.
43
Kesalahan umum yang terjadi ketika membaca mad ‘iwadl adalah membacanya lebih dari dua harokat dengan
anggapan setiap akhir ayat dapat dipanjangkan lebih dari dua harokat, terutama jika di akhir surat, atau seorang
imam sholat yang mengakhiri bacaannya pada mad ‘iwadl ketika mau ruku’.
44
Ha’ dlomir (kata ganti ketiga tunggal) selalu dibaca panjang jika sebelumnya adalah huruf hidup, dan selalu
dibaca pendek jika sebelumnya huruf sukun atau huruf mad. Pengecualian pada kalimat –kalimat :
!.!¸`. .¸«,¸· .¦>´´¸ (QS. Al Furqon : 69) : ha’ dlomir ( ه ) dibaca panjang.
¯¡>l «.¯¸, ( QS. Az Zumar : 7). : ha’ dlomir ( ه ) dibaca pendek.
«¸>¯¸¦ (QS. Al A’rof : 111), dan «¸1l!· (QS. An Naml : 28) : ha’ dlomir ( ه ) dibaca sukun.
45
Dalam mushaf cetakan Indonesia, mad shilah biasanya ditandai dengan dlommah atau kasroh yang berdiri.
Namun dalam mushaf timur tengah, dlommah dan kasroh tetap seperti biasa, tapi setelah dlommah terdapat huruf
wawu kecil, dan setelah kasroh terdapat huruf ya’ yang berbentuk seperti sudut ( .)
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 38

Praktek Surat Al Furqon 1- 11

2. Mad Far’i (cabang). Suluruh mad, panjang aslinya adalah dua harokat. Panjang mad
menjadi lebih dari dua harokat jika ada sebab. Dan jika sebab tersebut tidak ada, maka tidak
boleh sama sekali memanjangkan mad lebih dari dua harokat. Sebab tersebut secara global
dibagi dua yaitu :

1. Sebab Hamzah :
1. Mad Wajib muttasil: Yaitu jika setelah mad asli ada hamzah dalam satu
kalimat(kata). Panjangnya 4 atau 5 harokat. misal : ¸,!´,´.l¦´¸ , ´,! > , ´,!.¸·´¸ ,
¿¡l´,!.. , ´,_l¸>´¸ , ¦¡`..l Praktek Surat Al Baqarah ayat 13 - 24
2. Mad Jaiz Munfashil : Yaitu jika setelah mad asli ada hamzah di lain kalimat.
Panjangnya 2, 4, atau 5 harokat. Misal : «. .l¸.¦ !.¸| ,.´¸:¦ !.´¸ . Praktek
Surat Al Kafirun.

3. Mad Shilah Thowilah (kubro) : Yaitu jika setelah mad shilah qoshiroh (sughro)
ada huruf hamzah. Panjangnya 2, 4, atau 5 harokat.
46
misal :

.:.¦>¦ .`«]!. , .:`¸>¦ .`«¦· , Praktek Ayat Kursi ( QS. Al Baqarah : 255)
2. Sebab Sukun
1. Mad ‘Aridl lissukun : Yaitu jika setelah mad asli ada huruf yang
diwaqofkan(dimatikan). Panjangnya adalah 2, 4, 6 harokat
47
. Misal.
..>l¦ ¸< ¸´¸´¸ _,¸. l.-l¦ ¸_¸ ¸_.´.-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ ¸_¸ ¸,¸l.. ¸,¯¡, ¸_¸¸.]¦ ¸_¸
٤٨


46
Bacaan yang umum kita gunakan adalah bacaan dengan riwayat Hafsh dari ‘Ashim dengan Jalur (thoriqoh)
Syathibiyyah. Dalam jalur syathibiyyah, mad jaiz munfashil dan mad shilah thowilah hanya boleh dibaca 4 atau 5
harokat (tidak boleh 2 harokat). Sedangkan mad jaiz munfasil dan mad shilah thowilah yang boleh dibaca 2 harokat,
adalah jalur (thoriqoh) Thoyyibatun Nasyr, yang jika kita menggunakannya (membaca mad jaiz munfasil dan mad
shilah thowilah 2 harokat) terdapat konsekwensi-konsekwensi perubahan dalam beberapa hukum tajwid yang lain.
Jika kita tidak memahami konsekwensi-konsekwensi tersebut, maka lebih baik tetap membaca mad jaiz munfasil
dan mad shilah thowilah 4 atau 5 harokat.( Abdul Fattah As Sayyid ‘Ajmi, Hidayatul Qori’ ila Tajwidi Kalamil
Bari, Madinah: Darul Fajr Al Islamiyyah, 2001, 1/ 296-298)
47
Banyak orang yang beranggapan setiap akhir ayat dapat dipanjangkan lebih dari dua harokat, terutama jika di
akhir surat, atau seorang imam sholat yang mengakhiri bacaannya ketika mau ruku’. Sedangkan yang dapat
dipanjangkan hingga 6 harokat hanyalah jika setelah mad asli ada huruf yang diwaqofkan(dimatikan). Jika tidak
maka tetap harus dibaca mad asli . misal mad thobi’i ¸¸_¸_.¡`.´¸ ,¸¸>¸¯,¸| :¸¸>´ , atau mad ‘iwadl, misal :
¸_¸ !,¦¯¡. ¿lé.«.¸| .
48
Jika yang dimatikan adalah mad wajib muttashil, maka dibaca 5 atau 6 harokat misal : . ¸,!´,´.l¦
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 39

Praktek Surat At Tiin.

2. Mad Lin : Yaitu jika wawu atau ya’ sukun setelah huruf yang berharokat fathah, dan
sesudahnya ada huruf yang diwaqofkan(dimatikan). Panjangnya 2, 4, atau 6 harokat.
Misal : ¸¸¸,l¦ ¦..> . _.¯¡ > _¸. . Praktek Surat Quraisy.
3. Mad Farq : Yaitu mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid. Panjangnya 6
harokat. Di dalam Al qur’an hanya ada empat pada empat tempat, yaitu kalimat
¸_¸¸é.]¦´, (QS. Al An’am ayat 143, dan 144), dan kalimat ´<¦´, (QS. Yunus ayat
59 dan An Naml ayat 59)

4. Mad lazim : Mad lazim dibagi empat macam , seluruhnya wajib dibaca 6 harokat.
Mad lazim Mutsaqqol Kalimi ;Yaitu mad asli bertemu huruf yang bertasydid
49
.
Misal
¸´¸ _,¸l!.l¦ ، ¦:¸|· ¸,´,l> «.!Ll¦ _´¸¯¸>l¦
¦:¸|· ¸,´,l> «>!¯.l¦ ، _l >´¸ ¿!>l¦ _¸. ¸_¸¸!. _¸. ¸¸!.
Praktek surat Al An’am : 76-80

Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi : Yaitu mad badal bertemu huruf sukun. Di dalam
Al Qur’an hanya ada pada 2 tempat (QS. Yunus ayat
51 dan 91 dengan kalimat yang sama yaitu : ´_.:l¦´ ,
Mad Lazim Mutsaqqol Harfi :Yaitu huruf ﻢﹸﻜﹸﻠﺴﻋ ﺺﹶﻘﻧ di awal-awal surat yang
diidghomkan. Cara bacanya adalah dengan
membaca abjadnya dan dipanjangkan 6 harokat
kemudian diidghomkan pada huruf berikutnya.
Misal: ¸l¦
Mad Lazim Mukhoffaf Harfi : yaitu huruf ﻢﹸﻜﹸﻠﺴﻋ ﺺﹶﻘﻧ di awal-awal surat yang
tidak diidghomkan. Misal _ , _ , _
Secara keseluruhan huruf-huruf yang dipakai sebagai pembuka surat ada 14 huruf,
yang dapat dirangkai menjadi ﺼﻨﻟﺍ ﻚﻌﻤﺳ ﻕﺮﹶﻃ ﻴ ﻪﺤ atau ﻪﹶﻟ `ﻊﻃﺎﹶﻗ `ﻢﻴﻜﺣ ¯ﺺﻧ ¯ﺮﺳ

49
Kesalahan umum saat membaca Mad lazim mutsaqqol kalimi adalah huruf yang bertasydid setelah bacaan mad
tersebut dibaca lemah seolah tanpa tasydid. Atau langsung masuk ke tasydid dan tidak memanjangkan mad 6
harokat.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 40

Huruf-huruf tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kategori, yaitu :
1- Huruf-huruf yang dibaca abjad hijaiyyahnya dan dipanjangkan 6 harokat, ada
8 huruf dirangkai menjadi ﻢﹸﻜﹸﻠﺴﻋ ﺺﹶﻘﻧ
2- Huruf-huruf yang dibaca mad thobi’i (2 harokat) dan tidak dibaca abjad
hijaiyyahnya, ada 5 huruf dirangkai menjadi : ﺮﻬﹶﻃ ¯ﻲﺣ
50
,
Misal :«L dibaca : ﺎﻫﺎﹶﻃ
3- Huruf yang dibaca abjad hijaiyyahnya dan tidak dipanjangkan sama sekali,
yaitu huruf alif (ا )

Secara praktek, ketika menyambung huruf-huruf tersebut dalam satu
rangkaian bacaan, berlaku hukum nun mati dan mim mati. Misalnya huruf ﻝ (`ﻡﹶﻻ )
bertemu dengan huruf ﻡ (`ﻢﻴﻣ ), maka berlaku hukum Idghom Miimi. Dan Jika huruf
ﻝ (`ﻡﹶﻻ ) bertemu dengan huruf ﺭ , maka berlaku hukum Idhar Syafawi (lihat
bahasan Mim Mati). Demikian juga jika huruf ﻉ (`ﲔﻋ) bertemu dengan huruf ﺹ
(`ﺩﺎﺻ), maka berlaku hukum Ikhfa’. Dan jika huruf ﺱ (` ﲔﺳ ) bertemu dengan huruf ﻡ
(`ﻢﻴﻣ ), maka berlaku hukum Idghom Bighunnah (lihat bahasan nun mati ). Dst.

¸l¦ _.l¦ ¸l¦ ¸.l¦ _-,¸é «L _L Praktek

¸.L _, _ ¸> _.s  _
Catatan :
Tanda ( ~ ) bukanlah tanda baca, bukan pula sebab mad menjadi panjang. Akan tetapi
sebabnya adalah yang telah disebutkan diatas. Misal dalam kalimat :
s , _´ ¸´ . ¡´ | _´ ¸ ¸ ¸ ¦ ¿ > l ,´ : ¦ ¸ s . _ ¸ _ ¸
Dalam kalimat ´_|´¡.´¸ ada tanda ( ~ ) karena ada hamzah (أ) pada ayat berikutnya. Jadi jika
berhenti pada kalimat ´_|´¡.´¸ , tetap harus dibaca mad asli (2 harokat), karena sebabnya ada pada
ayat berikutnya . Namun jika disambung (washol) dengan ayat berikutnya, maka dibaca mad jaiz
munfasil karena ada sebab hamzah. Tanda ( ~ ) sifatnya hanya membantu, bukan patokan.
Demikian pula misalnya pada kalimat :

50
Para ulama juga menggolongkannya pada mad asli. Kesalahan umum saat membaca huruf-huruf ini (ﺮ`ﻬﹶﻃ ¯ﻲﺣ )
adalah dibaca abjad hijaiyyahnya, atau dibaca lebih panjang dari dua harokat.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 41

¦ l > . . <¸ ¸´ ¸´¸ ¦ l - . l .¸ , _ ¸ _ ¸ ¦ l ¸¯ - . ´ . _¸ ¦ l ¸¯ >¸ , ¸¸ ¸ _ ¸
Jika berhenti (waqof) pada kalimat _,¸.l.-l¦ , maka dibaca mad ‘aridl lissukun (2- 6 harokat),
karena ada sebab setelah mad ada huruf yang dimatikan. Namun jika _,¸.l.-l¦ disambung
(washol) dengan ayat berikutnya , maka harus dibaca mad asli (2 harokat), karena sebab mad
dapat lebih panjang dari dua harokat tidak ada.
Jadi untuk memastikan suatu mad dapat lebih panjang dari dua harokat atau tidak,
adalah dengan memastikan ada tidaknya sebab-sebab yang telah diuraikan diatas.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 42

MACAM-MACAM IDGHOM


1. Idghom Mutamatsilain ( ﻤﺘﻣ ﻡﺎﹶﻏﺩﹺﺇ ﺎ ﹺﻦ ﻴﹶﻠﺛ ) Yaitu mengidghomkan huruf kedalam huruf
yang sama makroj dan sifatnya (huruf yang sama), yang sebelumnya sukun , dan yang
berikutnya berharokat(hidup) sehingga seolah-olah menjadi satu huruf bertasydid .
Misal :
!.· ¸>´´¸ ¯¡¸.¸.>¸´ ، `¡>´¸¸.`, ´,¯¡.l¦ ، _ , ¸ _¡·!>´
,¸¸.¦ .!.-¸, ، .·´¸ ¦¡l>:
Huruf dal dan ba’ tidak boleh dibaca qolqolah, tetapi langsung masuk pada huruf
berikutnya

¦¡l´¡. l ¡>¸ ، ¯¡. ¦¡1.¦ ¦¡`..¦´,¸ ¯¡. ¦¡1.¦ ¦¡`..>¦¸ ¦¡. s ¦¡.l´¸
Huruf wawu tidak boleh ditahan seperti idhgom bighunnah, akan tetapi cukup ditekan
secara wajar.

Jika huruf wawu atau ya’ merupakan huruf mad, maka tidak dapat diidghomkan pada huruf
berikutnya.
Misal :
¦¸¸¸¸.¦ ¦¸`¸¸,! .´¸ ¦¡L¸,¦´¸´¸ ¦¡1.¦´¸ ´<¦ ¯¡>l-l _¡>¸l±. ، ¦¡l!· ¦¡l ,·¦´¸
_¸.]¦ '_¸¡`.´¡`, _¸· ¸,¯¡, ¸_>´


2. Idghom Mutajanisain ( ﹶﻏﺩﹺﺇ ﺘﻣ ﻡﺎ ﹺﲔﺴﹺﻧﺎﺠ ) Yaitu mengidghomkan huruf kedalam huruf
yang sama makrojnya namun berlainan sifatnya.
Misal :

ذ --- ظ :¸| `¸..lL :¸| ¦¡.lL
د --- ت .· _,,. .·´¸ _¡.l-. ,...> !. ,·., s ¿¸|´¸ `¡.:´¸¦
ت --- د !´.l· ¸ l1.¦ ¦´¡s: ´<¦ !.¸`,´¸ _!· . · ¸ ,,¸>¦ !.÷.´¡s:
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 43

ت -- ط ¸´..! :· «±¸¸!L _¸. _¸., _,¸,´ ¸`.¸| ,¸±´´¸ «±¸¸!L
ث -- ذ ¸ ¸l, ,¸l:
ب – م ¸é¯¸¦ !.-.
Huruf yang pertama langsung dimasukkan pada huruf berikutnya, atau huruf pertama
seolah-olah dihilangkan dan huruf berikutnya ditasydid sehingga dinamakan idghom
taam/sempurna.

ط – ت ¸L >¦ ، _¸¸ l ¸L., ، `¸.L¯¸·
Huruf tho’ tidak gugur seratus persen. Qolqolah pada huruf tho’ tidak dibaca, namun sifat
Ithbaq atau sifat tebal(tafkhim) tho’ masih ada, sehingga dinamakan Idhgom Naqish /tidak
sempurna.

3. Idghom Mutaqoribain ( ﺘﻣ ﻡﺎﹶﻏﺩﹺﺇ ﹺﻦﻴﺑﹺﺭﺎﹶﻘ ) Yaitu mengidghomkan huruf kedalam huruf
yang berdekatan makroj dan sifatnya.
Misal :
ل – ر
٥١
_, ¯_>,¯¸ _ , «-·¯¸ ´<¦ ¸«,l¸| _·´ ¸ ¸,¯¸ _¸.l¸¸.¦ ¸´¸.`. l´´¸!,¯.
ﻕ – ﻙ `¸l¦ _>1l>´
Huruf yang pertama langsung dimasukkan pada huruf berikutnya, atau huruf pertama
seolah-olah dihilangkan dan huruf berikutnya ditasydid sehingga juga termasuk idghom
taam/sempurna.
52



Catatan :
Ada suatu kesalahan yang rawan terjadi yaitu membaca idghom pada huruf-huruf yang harus
dibaca idhar/ jelas :
Misal :

ﺫ – ﺕ |¸ : . ! .¸ , ¸¸ ¸` ، ﺫ – ﺝ ¸´ |¸ : > - l .´ ! ، ﺫ – ﺩ |¸ : : > l ¡ ¦
ﺫ – ﺯ :¸|´¸ ´_`,¸ ، ﺫ – ﺱ :¸| :¡`,.-¸.- ، ﺫ – ﺹ :¸|´¸ !.·´ ¸.

51
Sebagian Ulama ada yang menggolongkannya pada Idghom Mutajanisain.
52
Dalam Mushaf Timur tengah, jika idghom taam (sempurna ), maka huruf yang diidghomi ditandai dengan tasydid.
Dan jika idghom naqish (tidak sempurna), maka tidak diberi tasydid.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 44

ﺕ – ﺙ ´ . , ¸ . . ¡ : ، ﺕ – ﺝ ` ~ > ¸ >` l ¡ : > ¡ ، ﺕ – ﺯ > , ¸ ¸¸ : . . ¸ ¸`
ﺕ – ﺱ ¸.l>· !,¦´ ¸ . ، ﺕ – ﺹ ¸ .¸´.> _¸.´¡ . ، ﺕ – ﻅ ¸.l´ «.¸l!L
ﺩ – ﺝ l 1 . > l ,´ é ¡¯ ، ﺩ – ﺫ ¸´ l 1 . : ¸´ ¦ . ! ، ﺩ - ﺯ ¸´ l 1 . ¸ ,` . !
ﺩ – ﺱ .· _¸.. ، ﺩ – ﺵ .· !¸±-: ، ﺩ – ﺹ .1l´¸ !.·¯¸ .
ﺩ – ﺽ · . . l ¡ ¦ ، ﺩ – ﻅ l 1 . L l . , ، ﺽ - ﻁ · . _¸ ¦ . L ¸¯

Huruf-huruf dalam bacaan diatas ( ﺫ ، ﺕ ، ﺩ ، ﺽ ) tetap harus dibaca idhar (jelas), dan tidak boleh
dibaca idghom. Dan pada huruf (ﺩ ) tetap harus dibaca qolqolah.
53


53
‘Abdul Fattah As Sayyid ‘Ajmi, Op. Cit. 1/ 245-247. Kalimat-kalimat yang digaris bawah adalah kalimat-kalimat
yang paling rawan terjadi kesalahan.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 45

WAQOF

Waqof artinya berhenti, lawannya adalah washol yang artinya sambung(terus). Masalah
waqof dan washol merupakan hal yang sangat penting dalam tilawah Al Qur’an. Karena waqof
dan washol sangat terkait dengan makna ayat. Jika tidak tepat dalam waqof dan washol, maka
boleh jadi akan merubah makna. Bahkan Ali bin Abi Tholib ra. ketika ditanya tentang makna
firman Allah swt.
¸_¸.´¸´¸ ¿¦´,¯¸1l¦ ¸,¸.¯¸.
٥٤

beliau menjawab : ﻑﻮﹸﻗﻮﹾﻟﺍ ﹸﺔﹶﻓﹺﺮﻌﻣ ﻭ ﻑﻭﺮﺤﹾﻟﺍ ﺪﻳﹺﻮﺠﺗ (membaca huruf dengan tajwid dan
mengetahui waqof.)
55


Sehingga berdasarkan pernyataan Ali bin Abi Tholib ra. tersebut, seseorang belum dapat
dikatakan membaca Al Qur’an dengan tartil jika tidak menguasai masalah waqof.
Dari segi makna ayat, waqof dibagi 4 macam, yaitu :
1. ﻡﺎﺘﻟﺍ ﻒﹾﻗﻮﹾﻟﺍ : Yaitu berhenti pada ayat yang telah sempurna ma’nanya dan tidak
terkait dengan ayat berikutnya baik lafadz maupun maknanya. Misal :
¦ ¸` l . ¸¸ , s l _ > . _ .¸ _ ¸¯ , ¸ ¸¸ ¡¯ ¸´ ¦ ¸` l . ¸¸ , > ¡` ¦ l . ± l¸ > ¡ _ ¸ _ ¸ |¸ ¿ ¦ ] .¸ ¸ _ ´ ± ¸` ¸ ¦ . ¡´ ¦ ,' . l , ¸¸ ¸`
¯¡¸.¯¸..¦´, ¸¦ ¯¡l ¯¡>¯¸¸... ¸ ¿¡`.¸.¡`, ¸_¸

2. ﹾﻟﺍ ﻒﹾﻗﻮﹾﻟﺍ ﻲﻓﺎﹶﻜ : Yaitu berhenti pada ayat yang telah sempurnya maknanya namun
secara lafadz ayat tersebut berkaitan dengan ayat berikutnya. Misal :
|¸ ¿ ¦ ] .¸ ¸ _ ´ ± ¸` ¸ ¦ . ¡´ ¦ ,' . l , ¸¸ ¸` ,´ ¦ . . ¸¯ . ¸ ¡¯ ¦ ¸ l ¡¯ . . .¸ ¸¯ > ¡¯ ¸ ,` ¡ .¸ .` ¡ ¿ ¸ _ ¸ > . ¡´ ¦ <´ s l _
¯¡¸¸¸,¡l· _ls´¸ ¯¡¸¸¸-..

3. ﻒﹾﻗﻮﹾﻟﺍ ﻦﺴﺤﹾﻟﺍ : yaitu berhenti pada ayat yang telah sempurna ma’nanya namun
ma’na dan lafadz ayat tersebut berkaitan dengan ayat berikutnya. Oleh karena itu
dianjurkan untuk memulai dari kalimat sebelumnya. Kecuali jika di akhir ayat. Misal :
_¸¸.]¦ ¿¡`.¸.¡`, ¸¸,-l!¸, ¿¡`,,¸1`,´¸ … :¡l¯.l¦ !.·´¸ ¯¡¸.´.·¸´¸ ¿¡1¸±.`, ¸_¸

54
QS. Al Muzzammil ayat 4
55
Ibnul Jazariy , An Nasyr fil qiro’atil ‘asyr, Beirut, Darul kutub; Juz 1 hal 254
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 46

ج


ط

4. ﻒﹾﻗﻮﹾﻟﺍ ﺦﻴﹺﺒﹶﻘﹾﻟﺍ : Yaitu berhenti pada ayat yang belum sempurna maknanya, yang jika
dilakukan akan memberikan makna yang tidak bagus atau bahkan merubah arti. Misal ::
.. ¸,¸l.. ¸,¯¡, ¸_¸¸.]¦ ¸_¸
Waqof ini jika dilakukan dengan sengaja maka hukumnya tercela, kecuali jika berhenti
karena darurat, seperti nafas habis, batuk, bersin, atau menguap, maka wajib mengulang.
Untuk mengetahui kaidah waqof-waqof diatas, tentu saja sangat diperlukan pemahaman
terhadap makna ayat-ayat Al Qur’an dan tata bahasa arab. Namun agar waqof tilawah kita
tepat dan terhindar dari kesalahan arti (terutama bagi yang tidak menguasai tata bahasa arab),
maka dalam mushaf Al Qur’an diberikan tanda-tanda waqof yang disesuaikan dengan makna
ayat. Dan bagi yang memiliki kemampuan pemahaman terhadap ayat-ayat Al Qur’an dan tata
bahasa arab, maka ia tidak terikat dengan tanda-tanda tersebut. Karena tanda-tanda tersebut
sifatnya tidak mutlak. Sebagaimana diungkapkan oleh Imam Al Jazari :

ﺲﻴﹶﻟﻭ ﰲ ﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﻦﻣ ¸ﻒﹾﻗﻭ ﺐﺟﻭ ... ﹶﻻﻭ `ﻡﺍﺮﺣ ﺮﻴﹶﻏ ﻪﹶﻟﺎﻣ ﺐﺒﺳ
“Di dalam Al Qur’an tidak ada waqof yang sifatnya wajib atau haram kecuali karena suatu
sebab.
56


Bahkan boleh jadi kita dapati satu cetakan mushaf yang satu dengan yang lainnya, dalam satu
ayat yang sama memiliki tanda waqof yang berbeda.

Tanda-tanda waqof tersebut adalah :

1. : harus waqof
2. : lebih utama waqof
3. : lebih utama waqof
4. : boleh waqof boleh wasol
5. : lebih utama washol
6. : berhenti pada salah satu tanda
7. : tidak boleh waqof
57






56
Imam Ibnu Al Jazari., Al Muqoddimah Fiimaa ‘Ala Qor’ il Qur’ani An Ya’lamah
57
Berhenti diakhir ayat tetap boleh walaupun terdapat tanda (ﻻ) di akhir ayat, namun harus melanjutkan ayat
berikutnya (tidak berhenti tilawah). Misalnya :
_,´¡· _¸¸¦..l¸l ¸_¸ _¸¸.]¦ ¯¡> _s ¯¡¸¸¸:¸. ¿¡>!. ¸_¸


Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 47

Catatan :
Ketika waqof, huruf terakhir harus mati atau dimatikan. Tidak boleh waqof dalam kondisi
huruf hidup, baik waqof ditengah ayat maupun di akhir ayat. Imam Al Jazari menyatakan :
ﹺﺭﺫﺎﺣﻭ ﻒﹾﻗﻮﹾﻟﺍ ﱢﻞﹸﻜﹺﺑ ﻪﹶﻛﺮﹶﳊﺍ
“Hindari waqof dengan harokat (huruf hidup)”
58


Jika huruf terakhir adalah huruf mati, maka dibaca apa adanya : misal
¸_,:l¦´¸ !¸.>´´¸ ¸¸¸ (huruf yang terakhir adalah alif)
¸_· ´<¦ .,s¦ !´.¸l>: .`«] _¸.,¸: ¸¸_¸
_¸¸.]¦ ¦¸`¸±´ ¦¸´..´¸ _s ¸_,¸, . ¸<¦ _. ¦ ¯¡¸l.´.- ¦ ¸¸¸
¿¸|· ¦¡`..¦´, ¸_:¸.¸, !. ,...¦´, .¸«¸, ¸.1· ¦¸..>¦
Jika huruf terakhir adalah huruf hidup, maka harus dimatikan
59
(termasuk jika huruf
sebelum akhir juga huruf mati), misal :
¸¸`.¸, ¸<¦ ¸_.´ .-¯¸l¦ ¸¸,¸>¯¸l¦ ¸¸¸
¦¡`.¸.¦´,´¸ !.¸, ¸l¸.¦ !·¸´. .`. !.¸l ¯¡>-. ¸´¸ ¦¡.¡>. _¸¦ _¸¸·l´ .¸«¸,
¸´¸ _±.. «-.±:l¦ .:..¸s ¸¸| _.¸l _¸:¦ .«l
٦٠


58
, Imam Ibnu Al Jazari. Loc. Cit.
59
Pengecualian jika berhenti (waqof) pada lafadz ´.¸_..¦´, !.· (QS. An Naml ; 36), maka boleh mematikan pada
huruf ya’, sehingga dibaca famaa aataanii. Atau boleh juga mematikan pada huruf nun dan huruf ya’ tidak dibaca,
sehingga dibaca famaa aataan.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 48

¦¡l!· _:¦ !´.l ,`,´¸ _¸,,`, !´.l !. ´_¸>
¸´ ¦:¸| ¸¸-l , ´_¸¦´ ¸.l¦ ¸__¸
!´.l· `¡·¸: .>¦ «±>¯¸l¦ _!· ¸,´¸ ¯¡l ¸:¸: ¸¸.>l>¦ _¸. `_¯,· ´_.`,¸|´¸
!.´¸ `¸l-, :¡`.`> ,¸,´¸ ¸¸| ´¡>
¿¸|· ¦¯¡l´¡. ¯_1· _¸,`.> ´<¦ ¸ «.l¸| ¸¸| ´¡>
¦:¸| ´,!> `¸`.. ¸<¦ _.±l¦´¸ ¸¸¸
_¸,.· ¸..>´ ,¸,´¸ :¯¸¸±-.`.¦´¸
¿¸|· ¯¡.¸¸.>¦ !.· ´¸.,.`.¦ ´_¸. ¸_.>¦
!.¸| «. .l¸.¦ _¸· ¸«¦,l ¸¸.1l¦ ¸¸¸ !.´¸ ,.´¸:¦ !. «¦,l ¸¸.1l¦ ¸_¸
¸¸`.-l¦´¸ ¸¸¸ ¿¸| ´_..·¸¸¦ _¸.l ¸¸.> ¸_¸ ¸¸| _¸¸.]¦ ¦¡`..¦´, ¦¡l¸.s´¸ ¸¸.>¸l.¯.l¦ ¦¯¡.¦´¡.´¸
¸´_>l!¸, ¦¯¡ .¦´¡.´¸ ¸¸¯¸¯.l!¸, ¸_¸
٦١

60
Jika mati pada mad shilah, huruf ه (ha’ dlomir) tetap harus dimatikan.
61
Kesalahan umum saat waqof pada kondisi huruf sebelum akhir berharokat sukun(mati), adalah berhenti pada
huruf sebelum akhir tersebut dan menghilangkan (tidak membaca) huruf yang terakhir sesudahnya. Atau kesalahan
yang lain adalah dengan menghidupkan huruf yang terakhir. Yang tepat adalah huruf yang terakhir tetap dibaca
(tidak hilang), namun hurus dimatikan. Sehingga huruf terakhir dan sebelum akhir sama-sama mati.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 49

Jika huruf terakhir adalah ta’ marbuthoh (ﺓ ), maka ketika mati menjadi huruf ﻩ ,
misal :
¯_> ,..¦ ¸,¸. > ¸«´,¸:.-l¦ ¸¸¸ :¡`>`¸ ¸.¸¸.¯¡, «-¸:. > ¸_¸ «¦¸.l. «,¸.!. ¸_¸ _l`.. ¦´¸!.
«´,¸.l> ¸_¸ _.`.· _¸. ¸_,s ¸«´,¸.¦´, ¸_¸
´,l>´¸ `¿¯¡s¯¸¸· _.´¸ .`«¦¯,· ¸.>¸±.¡.l¦´¸ ¸«:¸L!>'!¸, ¸_¸ ¦¯¡ .-· _¡.´¸ ¯¡¸¸¸¯,´¸ ¯¡>.> !·
:.>¦ «´,¸,¦¯¸ ¸¸¸¸ !.¸| !´.l !-L ',!.l¦ ¯_>..l´ .- _¸· ¸«,¸¸!>'¦ ¸¸¸¸ !¸ l->´.¸l ¯_>l :¸¸´.. !¸´,¸-.´¸
¿:¦ «´,¸s´¸ ¸¸_¸ ¦:¸|· _¸±. _¸· ¸¸¡¯.l¦ «>±. :.¸>´¸ ¸¸_¸ ¸¸l¸.-´¸ `_¯¸¸¦ `_!,¸>'¦´¸ !.´.·
«´: :.¸>´¸ ¸¸_¸ ¸.¸¸ .¯¡´,· ¸¸-·´¸ «-¸·¦´¡l¦ ¸¸_¸ ¸¸1:.¦´¸ ',!.´.l¦ ´_¸a· ¸.¸¸.¯¡, «´,¸>¦´¸ ¸¸_¸
Jika huruf terakhir berharokat fathatain (ً ), maka ketika mati dibaca mad iwadl (lihat
bab mad)
62
, kecuali pada huruf ﺓ tetap dibaca seperti kaidah mati pada ﺓ diatas. Misal:
¸¸. ,¸..-l¦´¸ !>,. ¸¸¸ ¸¸. ,¸¸¡.l!· l>.· ¸_¸ ¸,´¸,¸-.!· !>,. ¸_¸ ¿¯¸.!· .¸«¸, !-1. ¸_¸
´_L.´¡· .¸«¸, !-.- ¸_¸
!¸¸ !. , '_!.l¦ ¦¡1.¦ `¡>`,´¸ _¸.]¦ _>1l> _¸. ¸_±. ¸:.¸>´¸ _l >´¸ !¸.¸. !¸>¸¸ ´¸ ,´¸ !´,·¸.¸.
¸l>¸¸ ¦¸,¸.´ ´,!.¸·´¸ ¦¡1.¦´¸ ´<¦ _¸.]¦ ¿¡l´,!.. .¸«¸, ¸l>¯¸¸¦´¸ ¿¸| ´<¦ ¿l´ ¯¡>,l. !´,,¸·´¸

62
Termasuk pada hamzah yang berharokat fathatain (ًء ) walaupun sesudahnya tidak ada huruf alif.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 50

`_:.´¸ _¸¸.]¦ ¦¸`¸±é ¸_:.´ _¸.]¦ _¸-., !.¸· ¸ _.`., ¸¸| ´,!s: ´,¦ .¸.´¸
!.¸| ´_¸..!:·¦ ´,!:·¸| ¸__¸
Jika huruf terakhir yang dimatikan bertasydid, ada beberapa kondisi :
- Jika mematikan huruf mim dan nun yang bertasydid, maka huruf mim atau nun
dimatikan dengan menahan ghunnahnya sekitar dua harokat , misal :
- ´_> _! ,¸l ¯¡>l ¯¡..¦´¸ _!,¸l ´_¸l
- !¸¸ !. , _¸¸.]¦ ¦¡`..¦´, ¦:¸| `¡é´,l> ¸. .¸.¡.l¦ ¸,¸¸>.¸`. ´_>¡`.¸>..!· ´<¦ `¡l.¦ ´_¸¸¸...,¸|¸,
- ¸.¸¸.¯¡´,· ¸ `_:`.¸ _s .¸«¸,.: _.¸| ¸´¸ ´¿!> ¸__¸
- !´.¯,>.`.!· .«l «. .,>´´¸ ´_¸. ¸´¸-l¦ .¸l.´´¸ _¸>.. _,¸.¸.¡.l¦ ¸__¸
- Jika mematikan huruf qolqolah ( ب ، ج ، ق ) yang bertasydid, maka huruf tersebut tidak
langsung diqolqolahkan, tetapi ditahan sejenak baru diqolqolahkan (dipantulkan)
63
. Misal
:
- ¤ ..¡l:`. ¸ ¸_s ¸«¦¸>¸¦ ¯_· ´_¸> ¸,¸·´¡. ¸_!.l¸l ¸´_>l¦´¸
- ¸´¸ ¦¡l.1. ´_±.l¦ _¸.l¦ ¸¯¸> ´<¦ ¸¸| ¸´_>l!¸,
- ,¸l: `¸¯¡´,l¦ ´_>'¦
- ¸´,. ¦. , _¸¸¦ ¸¸¸l ´¸.´¸ ¸¸¸
- ¦¡1¸±.¦´¸ _¸. !. ¡>. .·¸´¸ _¸. ¸_¯,· ¿¦ _¸.!, `¡´.> ¦ ,¯¡.l¦ _¡1´,· ¸,´¸
- Jika mematikan huruf bertasydid selain pada dua kondisi diatas, maka dibaca mati
dengan sidikit ditekan. Misal :


63
Kesalahan umum dalam masalah ini adalah misalnya dalam kalimat ¸´_>l!¸, , adalah dengan sedikit
memanjangkan huruf (ح). Yang tepat adalah menahan sejenak qolqolahnya baru dikeluarkan, bukan
memanjangkan huruf sebelumnya, huruf sebelumnya tetap harus dibaca 1 harokat.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 51

- ¿¸|´¸ ¦¸¸, «,¦´, ¦¡.¸¸-`, ¦¡l¡1,´¸ "¸`>¸. ¨¸¸..`.¯. ¸_¸
- `_¡1, _...¸¸¦ ¸.¸¸.¯¡, _¸¦ ´¸±.¦ ¸¸¸¸
- ¿¡l¡1, _¸¸ l ! .->¯¸ _|¸| ¸«.,¸..l¦ _>¸¸>`,l ¸s¸¦ !¸.¸. _:¸¦
- ¿¸|· ¯¡l !¸¯,¸.`, _¸,¦´¸ ¨_L·
- ¿¸| ´<¦ .«.÷¸¸.l .´¸ ¿¡l.`, _ls ¸¯_¸,.l¦
- _.,l¦´¸ !¸. .l-> _>l _¸. ¸¸¸¸.-: ¸<¦ ¯_>l !¸,¸· ¸¯,> ¦¸`¸´:!· ´¡`.¦ ¸<¦ !¸¯,l. .¦´¡ .
- _¸¸.]¦ ¿¡lé! , ¦¡ ,¸¯¸l¦ ¸ ¿¡`.¡1, ¸¸| !.´ `¸¡1, _¸.]¦ «L´,>. , _.L,:l¦ ´_¸.
¸_.l¦
- ¿¸| ´_.L,:l¦ ¯_>l ´¸.s .
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 52

ISTILAH-ISTILAH DALAM AL QUR’AN

1. ﺔﺘﹾﻜﺳ : berhenti sejenak tanpa bernafas pada ayat :
l>´¡¸s !.¸¯,·
٦٤
!.¸.·¯¸. ¦..>
٦٥
_,¸·´¸ _. ¸_¦´¸
٦٦
¸´ ¯_ , ¿¦´¸
٦٧

٦٨


2. ﻡﺎﻤﺷﹺﺇ : Memonyongkan (membulatkan) bibir ketika menahan ghunnah nun
tasydid sebagai isyarat dlommah yang terbuang pada ayat
69
: !.´.!. ¸
3. ﺔﹶﻟﺎﻣﹺ ﺇ : fathah dibaca miring ke kasroh(re’) pada ayat
70
:
!¸. .¯¸`.´¸ ! ¸.¸¸>: ¸<¦ ¸`.¸,
4. ﹲﻞﻴﹺﻬﺴﺗ : yaitu hamzah kedua dibaca pertengahan antara hamzah dan alif pada ayat
:
71
¨_¸.>°¦´,
72


64
QS. Al Kahfi : 1-2
65
QS. Yasin : 52
66
QS. Al Qiyamah : 27
67
QS. Al Muthoffifin : 14
68
Selain empat ayat tersebut, pada QS. Al Haqqoh : 28-29
!. _.s¦ _¸¯.s «´,¸l!. ¸__¸ ,l> _¸¯.s «´,¸..Ll. ¸__¸
ketika washol dapat dibaca ﺔﺘﹾﻜﺳ atau idghom.

69
QS. Yusuf : 11
70
QS. Hud : 41
71
QS. Fushilat :44
72
Selain ayat tersebut, ﹲﻞﻴﹺﻬﺴﺗ juga dapat diterapkan pada Mad Farq yaitu kalimat : ´<¦´, dan _¸ ¸é.]¦´,
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 53

5. ﹲﻞﻳﺪﺒﺗ : yaitu mengganti hamzah yang berharokat sukun dengan huruf ya’ sukun
pada ayat
73
: _¸.¡..¦ sehingga membacanya adalah iituunii,
74
bukan
I’tuunii, juga bukan u’tuunii.
75

6. ﹲﻞﹾﻘﻧ : yaitu dengan memindahkan harokat hamzah washol ke huruf lam pada
ayat
76
: `,-¸¸¦ ´_.¸,
77

5. ﺔﻳﺎﹶﻗﹺﻮﹾﻟﺍ ﹸﻥﻮﻧ ِ : Wiqoyah artinya menjaga. Nun Wiqoyah yaitu nun yang dibaca kasroh
yang dimunculkan untuk menjaga agar tanwin tidak hilang, dibaca ketika ada
tanwin bertemu dengan hamzah washol
78
, cara bacanya adalah tanwin
dihilangkan, dan diganti dengan huruf nun kasroh (ni) misal
79
:

73
QS. Al Ahqof : 4
74
Hamzah washolnya dibaca kasroh (i) karena harokat asli huruf ketiganya (ت) adalah kasroh, huruf (ت) tersebut
menjadi dlommah karena menyesuaikan dengan huruf (و) jama’ sesudahnya. (Keterangan tentang hamzah washol
lihat catatan kaki nomor 16.)
75
Sebenarnya tabdil adalah kaidah umum yang berlaku untuk setiap hamzah washol yang bertemu dengan hamzah
asli yang sukun. Cara bacanya yaitu dengan mengganti hamzah asli yang sukun dengan huruf mad yang sesuai
dengan harokat hamzah washol. Misal dalam surat Al Baqarah 283 jika kita memulai pada bacaan ´_¸..¸¦ maka
harus kita baca uutumina, bukan u’tumina.

76
QS. Al Hujurat : 11
77
Aslinya adalah bi’sal ismu, dipindah harokatnya menjadi bi’salismu
78
Keterangan tentang hamzah washol lihat catatan kaki nomor 16.
79
Pada mushaf cetakan Indonesia biasanya sudah ditandai dengan huruf nun kecil dibawah, dan tanwinnya sudah
dihilangkan. Pada mushaf timur tengah tidak ada nun kecil tersebut, namun tanwin tetap ditulis, dan hamzah washol
ditandai dengan huruf alif diatasnya ada huruf shod kecil (¦ ),. Walaupun nun wiqoyah tidak tertulis, ketika ada
tanwin bertemu dengan hamzah washol (¦), nun wiqoyah tetap harus dibaca. Kesalahan umum yang terjadi adalah
tanwin dihilangkan begitu saja tanpa membaca nun wiqoyah, dan langsung masuk ke huruf berikutnya.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 54

¦¡´.±.¦ ¦´¡> .« .¯,¦ _¡. _¸.]¦ !´-,¸.- ´<¦!´.¯¡·
,¦´¡. ¸¸>.-l¦ ¸«,¸· ¸:!,l¦´¸ ¯_· ´¡> ´<¦ .>¦ ´<¦ ..¯.l¦ ¸_¸
_,´¸ ¸_÷¸l ¸:¸.> ¸:¸.l _¸.]¦ _´.- ¸! . .::´.s´¸ ¸_¸
`_:.´¸ ¸«.¸l´ ¸«.¸¸, > ¸:¸>:´ ¸«:¸¸, > ¸:.>¦ _¸. ¸_¯¡· ¸_¯¸¸¦ !. !¸l _¸. ¸¸¦¸· ¸__¸

6. ﺓﺪﺠﺴﻟﺍ ﹸﺔﻳﺍَﺀ : Yaitu ayat-ayat yang jika kita membacanya disyari’atkan untuk
melakukan sujud tilawah
80
. Jumhur ‘Ulama’ menyatakan hukum sujud
tilawah adalah Sunnah Muakkadah.
ﻦﻋ ﻰﹺﺑﹶﺃ ﹶﺓﺮﻳﺮﻫ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﻪﱠﻠﻟﺍ - ﻰﻠﺻ ﷲﺍ ﻪﻴﻠﻋ ﻢﻠﺳﻭ - » ﺍﹶﺫﹺﺇ ﹶﺃﺮﹶﻗ ﻦﺑﺍ ﻡﺩﺁ ﹶﺓﺪﺠﺴﻟﺍ ﺪﺠﺴﹶﻓ
ﹶﻝﺰﺘﻋﺍ ﹸﻥﺎﹶﻄﻴﺸﻟﺍ ﻜﺒﻳ ﻰ ﹸﻝﻮﹸﻘﻳ ﺎﻳ ﻪﹶﻠﻳﻭ : ﺮﻣﹸﺃ ﻦﺑﺍ ﻡﺩﺁ ﺩﻮﺠﺴﻟﺎﹺﺑ ﺪﺠﺴﹶﻓ ﻪﹶﻠﹶﻓ ﹸﺔﻨﺠﹾﻟﺍ ﺕﺮﻣﹸﺃﻭ ﺩﻮﺠﺴﻟﺎﹺﺑ
ﺖﻴﺑﹶﺄﹶﻓ ﻰﻠﹶﻓ ﺭﺎﻨﻟﺍ « . ﻪﺟﺎﻣ ﻦﺑﺍﻭ ﻢﻠﺴﻣ ﻩﺍﻭﺭ
“dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw. Bersabda: Apabila anak adam membaca ayat
sajdah kemudian sujud, maka menyingkirlah syetan dan menangis seraya berkata : celakalah
diriku, anak adam disuruh sujud dan ia pun ber sujud, maka baginya surga. Dan aku disuruh
sujud namun aku enggan, maka bagiku neraka. (HR. Muslim dan Ibnu Majah).
Sujud tilawah disunnahkah bagi yang membaca maupun yang menyimak, baik diluar
sholat maupun didalam sholat. Disyaratkan untuk sahnya sujud tilawah seperti syarat sahnya
sholat yaitu : dalam kondisi suci dari hadats kecil dan besar, suci dari najis, menutup aurat, dan
menghadap kiblat
81
. Caranya: diawali takbir, kemudian sujud, lalu bangkit lagi dengan
mengucapkan takbir. Bacaan sujud tilawah
82
, bisa sebagaimana bacaan sujud sholat,
ﹶﻥﺎﺤﺒﺳ ﻲ`ﺑﺭ ﻰﹶﻠﻋَﻷﺍ tiga kali
atau membaca :

80
Ayat-ayatnya ada lima belas tempat yaitu : QS. Al A’rof : 206, Ar Ra’d:15, An Nahl : 50, Al Isro’ : 109, Maryam:
58, Al Hajj : 18 dan 77, Al Furqon: 60, An Naml :26, As Sajdah : 15, Shod : 24, Fushilat : 37, An Najm : 62, Al
Insyiqoq : 21, dan Al Alaq: 19.
81
DR. Wahbah Zuhaili , Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu ,Suriyah: Darul Fikr, 1985. 2/114, Imam Nawawi At
Tibyan Fii Adab Hamalatil Qur’an hal. 111
82
DR. Wahbah Zuhaili , Ibid 2/118, Imam Nawawi, Ibid hal 118, Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan,
Al Mulakhosul Fiqhi, Riyadl : Darul ‘Ashimah, 2002, 1/182, dari Hadits Riwayat Al Bukhori, Muslim, Al Baihaqi,
At Turmudzi, Abu Dawud, An Nasa’i, dan Ahmad.
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 55

ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ ﻚﹶﻟ ﺕﺪﺠﺳ ، ﻚﹺﺑﻭ ﺖﻨﻣﺁ ، ﻚﹶﻟﻭ ﺖﻤﹶﻠﺳﹶﺃ ﺪﺠﺳ ﻲﹺ ﻬﺟﻭ ﻱﺬﱠﻠﻟ ﻪﹶﻘﹶﻠﺧ ﻩﺭﻮﺻﻭ ﻖﺸﹶﻓ ﻪﻌﻤﺳ
ﻩﺮﺼﺑﻭ ﻙﺭﺎﺒﺗ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﻦﺴﺣﹶﺃ ﲔﻘﻟﺎﺨﹾﻟﺍ
“ Ya Allah untukMu aku sujud, kepadaMu aku beriman, dan kepadaMu aku berserah diri. Telah
sujud wajahku kepada Yang Menciptakannya, membentuknya, dan membelah pendengarannya
dan penglihatannya, Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. ”
Atau membaca ;
ﺪﺠﺳ ﻲﹺﻬﺟﻭ ﻱﺬﱠﻠﻟ ﻪﹶﻘﹶﻠﺧ ﻩﺭﻮﺻﻭ ، ﻖﺷﻭ ﻪﻌﻤﺳ ﻩﺮﺼﺑﻭ ، ﻪﻟﻮﺤﹺﺑ ﻪﺗﻮﹸﻗﻭ .
“Telah sujud wajahku kepada Yang Menciptakannya, membentuknya, dan membelah
pendengarannya dan penglihatannya dengan daya dan kekuatanNya”

Atau bisa ditambah dengan membaca doa:
، ﺍﺮﺟﹶﺃ ﺎﻬﹺﺑ ﻲﻟ ﺐﺘﹾﻛﺍ ﻢﻬﱠﻠﻟﺍ ، ﺍﺭﺯﹺﻭ ﺎﻬﹺﺑ ﻲّﹺﻨﻋ ﻊﺿﻭ ، ﻋ ﻲﻟ ﺎﻬﹾﻠﻌﺟﺍﻭ ﺍﺮﺧﹸﺫ ﻙﺪﻨ ، ﺎﻬﹶﻠﺒﹶﻘﺗﻭ
ﺩﻭﺍﺩ ﻙﺪﺒﻋ ﻦﻣ ﺎﻬﺘﹾﻠﺒﹶﻘﺗ ﺎﻤﹶﻛ ﻲّﹺﻨﻣ .
“ Ya Allah tuliskanlan untukku di sisiMu dengan tilawah ini suatu pahala, dan ampunilah
dosaku dengan tilawah ini, dan jadikanlah untukku di sisiMu suatu simpanan, dan terimalah
dariku sebagaimana Engkau menerima dari hambaMu Dawud”

7. ﺮ ﻳﺪﺘﺴﻤﹾﻟﺍ ﺮﹾﻔّﺼﻟﺍ : yaitu bulatan sempurna ( ﻩ ) diatas suatu huruf. Tanda ini biasanya
terdapat di mushaf timur tengah. Tanda tersebut diletakkan diatas suatu huruf yang
menunjukkan bahwa huruf tersebut tidak dibaca (dianggap tidak ada) baik ketika waqof
maupun washol.
|¸ . ! ¦ s . . . ! l ¸ l > . ±¸ ¸¸ ¸ _ . l . .¸ ¸ ¸´ ¦ s l . ¸ ¸´ . -¸ , ¸´ ¦
· ¡´ ¦ ¸¸ , ¸ ¦ .¸ _ ·¸ . «¸ · .´ ¸' ¸ > ! . 1 . ¸ , ¸ ¦
¦ ¸ |¸ ¿ . . ¡ : ¦ é ± ¸` ¸ ¦ ¸´ , ¸· ¡¯
¦ ¸` l . ¸¸ , s l _ > . _ .¸ _ ¸¯ , ¸ ¸¸ ¡¯ ¸´ ¦ ¸` l . ¸¸ , > ¡` ¦ l . ± l¸ > ¡ _
´ . l¸ , ¦ ¸¯ . l . . , ·¸ _ ¦ . «¸ · . > l ¸ .¸ _ · , ¯ l¸ ¸ ! ¦ . ¡" l¸ . . l ¡´ ¦ s l ,¯ ¸¸ ¡` ¦ ] .¸ _ ¦ ¸ > , .´ ! |¸ l , , ¸´ > ¡¯
¿¸`¸±>, ¸_.´ .-¯¸l!¸,
¸´ ¸´ , L . ! s l _ · l ¡ , ¸ ¸¸ ¸` |¸ : · ! .` ¡ ¦ · 1 ! l ¡ ¦ ¸´ , .´ ! ¸´ ,´ ¦ l .´ . . ¡´ ,¸ ¸´ ¦ ¸ ¸¯ _¸ l _ . . s` ¡´ ¦ .¸ _ : ¸ .¸ «¸ . |¸ l . ¸´ !
.1l !.l· ¦:¸| !LL:
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 56

|¸ | _ ·¸ ¸¯ s ¡¯ _ ¸´ . ¸ ¸ ,` «¸ . · ! . , -` ¡ ¦ ¦ .¯ ¸´ ·¸ ¸¯ s ¡¯ ¿ ¸´ . ! ¦ .¯ ¸' ·¸ ¸¯ s ¡¯ _ , ¸ ¸ :¸ , .¸ ¸ _ _ ¸

8. ﺘﺴﻤﹾﻟﺍ ﺮﹾﻔّﺼﻟﺍ ﹸﻞﻴﻄ : yaitu bulatan lonjong diatas suatu huruf. Tanda tersebut diletakkan
diatas suatu huruf yang menunjukkan bahwa huruf tersebut tidak dibaca (dianggap tidak ada)
ketika washol, dan dibaca (dianggap ada) ketika waqof
83
.
¸´ ¸ ¦ . ! . l ,¸ . . ! s , . · ,
|¸ . .¸ _ ¦ . ! ¦ <´ ¸ |¸ l . « |¸ ¸ ¦ . ! · ! s , . .¸ _ ¸´ ¦ ·¸ ¸¸ ¦ l .¯ l ¡ : ]¸ .¸ é ¸¸ _
l . >¸ . ! > ¡´ ¦ <´ ¸´ ¸¸ _ ¸´ ¸ ¦ . ¸¸ ì ,¸ ¸ ¸¸ _ ¦ > .´ ¦
:¸| ¡´¸',!> _¸. ¯¡>¸·¯¡· _¸.´¸ _±`.¦ ¯¡>.¸. :¸|´¸ ¸¸s¦¸ `¸..¯,¸¦ ¸¸-l ,´¸ ¸¡l1l¦ ¸¸>!. >l¦
¸´ . L´ .´ ¡ ¿ , ¸ ! <¸ ¦ l L .` ¡ . ! ¸ ¸ ¸ ¸
, ¡¯ ¸ . 1 l ¸´ ¸` >` ¡ > ¸ ¡¯ ·¸ _ ¦ l . ! ¸¸ , 1 ¡ l ¡ ¿ , . l , . .´ ! ¦ L - . ! ¦ <´ ¸´ ¦ L - .´ ! ¦ l ¸¯ . ¡ ¸ ¸ _ _ ¸ ¸´ · ! l ¡ ¦ ¸´ , ` . ! |¸ . !
¦ L - .´ ! . ! : . .´ ! ¸´ ´ ¸ ¸´ ¦ ,´ . ! · ! . l ¡ . ! ¦ l .´ , ¸ , ¸ ¸ _ _ ¸
¸´ , ` L ! . s l ,¯ ¸¸ ¡ , ¸ : ! .¸ ,´ «¸ .¸ _ ·¸ . «¸ ¸´ ¦ ´ ¡´ ¦ ,¸ ´ l . ¸ · ¡ ´ ¦ ¸¸ , ¸ ¦ ¸ _ ¸ ¸
٨٤









83
Misalnya pada lafadz !.¦ jika washol (terus), maka harus dibaca pendek. Dan jika waqof pada lafadz
tersebut, maka harus dibaca panjang (2 harokat).
84
Sering muncul pertanyaan : kalau tidak dibaca kenapa ditulis? Padahal ini adalah hal yang biasa dalam bahasa
apapun, seperti pada kata “student” dalam bahasa Inggris, kenapa huruf “t” harus ditulis, walaupun tidak dibaca?
Jawabnya karena itu sudah merupakan kaidah penulisannya. Ada huruf yang harus ditulis walaupun tidak dibaca.
Demikian juga dalam bahasa Arab. Lebih-lebih dalam Al Qur’an yang setiap hurufnya bernilai sepuluh kebaikan
(lihat bahasan keutamaan membaca Al Qur’an, halaman 10).
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 57




20 KIAT PRAKTIS MENGHAFAL AL QUR’AN

1- Niat Ikhlash (QS. 98;5), dan memahami keutamaan menghafal Al Qur’an.. Keikhlasan
akan memunculkan semangat dan ketahanan seorang muslim dalam menjalankan setiap
perintah Allah dengan maksimal.
2- Sungguh-sungguh/mujahadah & memiliki tekad (kemauan) yang kuat
(QS.29;6&69)
3- Sabar dan istiqomah (QS.47:31, 3;142, 46;13)
4- Yakin bahwa menghafal Al Qur’an adalah mudah ( QS. 54;15/22/32/40),
5- Memperhatikan ada-adab membaca Al Qur’an (Membaca dengan tadabbur (berusaha
memahami isinya) dan khusu’, Membaguskan bacaan (bacaan yang ideal dan sesuai
tajwid), Menjaga kesucian dan kebersihan, dll)
6- Setiap hari harus ada waktu wajib khusus Al Qur’an. Dan konsisten terhadap waktu yang
sudah kita tetapkan. Jika terpaksa dilanggar, maka maktu yang dilanggar harus dihitung
hutang.
7- Menetapkan target secara eksak sesuai kampuan maksimal masing-masing yang
memungkinkan untuk dicapai, baik dari segi jumlah yang mau dihafal maupun batas
waktunya (harian, mingguan, bulanan, atau tahunan).misal : dalam waktu sekian harus
dapat sekian (kalau perlu ditulis). Target tidak boleh abstrak ( misal : secukupnya,
sedapatnya, seselesai-selesainya, sebanyak-banyaknya, sekena-kenanya, sesempatnya,
dsb)
8- Menghafal persurat atau perhalaman. Jika langsung per-ayat, umumnya akan mengalami
kesulitan saat menyambung antar ayat.
9- Halaman/surat yang hendak dihafal, dibaca berulang-ulang sampai akrab dan memiliki
gambaran utuh dengan halaman/surat tersebut, dengan konsentrasi penuh dan pandangan
fokus. Jangan sampai teralihkan pada pikiran dan pandangan yang lain.
10- Membaca dengan tartil & Tidak tergesa-gesa (QS.73;4, 75;16, 20;114). Membaca dengan
cepat (tergesa-gesa) akan menjadikan hafalan mudah kacau.
11- Dengan suara yang lantang dan berusaha membaca dengan suara yang terbaik, karena
akan lebih berkesan dan membekas di pikiran. Menghafal dengan suara yang pelan akan
sulit memastikan benarnya bacaan, dan akan muncul keraguan saat dibaca dengan
keras.
12- Setelah melakukan proses pada poin ke-9, 10, dan 11, baru kemudian menghafal satu
ayat sampai lancar, kemudian lanjut ke ayat berikutnya. Kemudian diulang dari awal,
lanjut lagi ke ayat berikutnya, dan seterusnya hingga selesai satu surat atau satu halaman
yang menjadi target. (Tetap dengan tartil dan suara lantang. Walaupun sudah hafal, tidak
boleh semakin cepat )
13- Mengulang surat atau hafalan yang baru dihafal minimal sepuluh kali dihari tersebut.
Pastikan yang baru dihafal dipagi hari, sore masih hafal, atau sebaliknya.
14- Talaqqi dan memperdengarkan hafalannya kepada orang yang menguasai ilmu tajwid
(QS.75;18), lebih utama jika orang tersebut juga hafal.
15- Banyak mengulang (muroja’ah) hafalan, dan tidak menambah hafalan baru sampai
hafalan yang lama kuat. Rasulullah saw bersbada :´Jagalah Al Qur’an ini, demi Dzat
yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, sengguh ia(hafalan Qur’an) lebih cepat
lepasnya dari unta yang ditambatkan” (Muttafaqun ‘Alaih)
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 58

16- Menggunakan satu mushaf yang standart (mushhaf ‘Utsmani), karena saat menghafal,
secara otomatis mata dan pikiran akan merekam letak ayat. Dan mengingat letak ayat,
sangat membantu mengingat ayat.
17- Disiplin dalam memanfaatkan setiap waktu luang. Bagi penghafal Al Qur’an,
”menunggu adalah waktu yang sangat menyenangkan” , dan kalahkan rasa bosan
dan jenuh dengan mencari suasana yang baru dan berbeda untuk menambah atau
mengulang hafalan.
18- Menjauhi segala hal-hal yang sia-sia ( banyak ngobrol, banyak melamun, mendengar atau
melihat hal yang sia-sia, dsb), lebih-lebih yang haram.(QS. 23:3, 25;72, 28;55).
Rasulullah saw bersabda:” janganlah kalian banyak bicara tanpa dzikrullah, karena
sensungguhnya banyak bicara tanpa dzikrullah ada dapat menjadikan kerasnya hati.
Dan sejauh-jauh hamba dari Allah adalah yang hatinya keras. (HR. At Turmudzi, dan
Al Baihaqi)
19- Senantiasa berdoa agar dimudahkan dalam menghafal AL Qur’an (QS.20;114). Setiap
selesai sholat fardhu, sholat sunnah, sebelum dan sesudah membaca Al Qur’an, dan
sesering mungkin. Karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (seizin) Allah
Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.(QS. 75;17)
20- Ber’azam :sekali hafal tidak boleh lupa selamanya (seumur hidup). Jangan sampai
dikemudian hari kita menjadi mantan hafidz qur’an, atau kita mengatakan : dulu saya
hafal surat ini dan itu, dulu saya hafal sekian juz, dulu saya rajin muroja’ah, atau dulu
hafalan Qur’an saya banyak, dsb. na’udzubillah.




ﹺﺏﺎﺘﻜﻟﺍ ﺮﺧﺁ
..>l¦ ¸< ¸´´¸ _,¸.l.-l¦
Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 59

DAFTAR PUSTAKA


Abdul Aziz Abdur Rouf, Pedoman Dauroh Al Qur’an,
Abdul Fattah As Sayyid ‘Ajmi, Hidayatul Qori’ ila Tajwidi Kalamil Bari, Madinah: Darul Fajr
Al Islamiyyah, 2001
Aiman Rusydi Suwaid, Durus Tajwid, /www.youtube.com/
Anas Karzum, Warottilil Qur’ana Tartila, Al Hai’atul ‘Alamiyyah Litahfidzil Qur’anil Karim (
Badan Tahfidz Al Qur’an Internasional), 2007
Efendi Anwar, Bmbingan Tahsin dan Tajwid Al Qur’an Utsmani 2 & 3, Jakarta: Pustaka Al
Utsmani.
Hisamuddin Salim Al Kilani, Al Bayan Fii Ahkami Tajwidil Qur’an, Saudi Arabia, 1999
Imam An Nawawi , At Tibyan Fii Adab Hamalatil Qur’an
Imam Ibnu Al Jazari, Al Muqoddimah Fiimaa ‘Ala Qor’ il Qur’ani An Ya’lamah(Matan Al
Jazari), Tahqiq DR. Aiman Rusydi Suwaid.
________________ , An Nasyr fil qiro’atil ‘asyr, Beirut, Darul kutub
Muhammad Ahmad M, Al Mulakhoshul Mufid Fii ‘Ilmit Tajwid, Madinah: Darus Salam.
Muhammad Ali Ash Shobuni, At Tibyan fi ‘Ulumil Qur’an, Beirut : ‘Alamul Kutub, 1985
Muhammad Ash Shodiq Qomhawi, Al Burhan fii Tajwidil Qur’an, Beirut: Al Maktabah Ats
Tsaqofah.
Muhammad ‘Ishom Muflihul Qudloh, Al Wadlih Fii Ahkamit Tajwid, Yordania: Darun Nafa’is.
Rihab Muhammad Mufid Syaqoqi, Hilyatut Tilawah Fii Tajwidil Qur’an, Al Hai’atul
‘Alamiyyah Litahfidzil Qur’anil Karim ( Badan Tahfidz Al Qur’an
Internasional), 2008.
Shofwat Mahmud Salim , Fathu Robbil Bariyyah Syarhul Muqoddimatul Jazariyyah, Jeddah:
Daru Nuril Maktabat, 1424 H
Sholih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan, Al Mulakhosul Fiqhi, Riyadl : Darul ‘Ashimah,
2002
Wahbah Az Zuhaili , Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu ,Suriyah: Darul Fikr, 1985.
Yahya Abdur Rozzaq Ghoutsani, ‘Ilmut Tajwid: Ahkam Nadhoriyyah Wa Mulahadhot
‘Amaliyyah thathbiqiyyah, Beirut : ‘Alamul Kutub, 1996.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 60

SANAD MATAN AL JAZARI PENULIS
(Sanad Ilmu Tajwid Penulis Dari Syaikh Abdul Qowiy Bin Abdul Karim Al Arjali dari
Yaman)























MUQODDIMAH
Alhamdulillahilladzi anzalal qur’an hudan linnasi wa bayyinaatin minal huda wal furqon. Wash sholatu was salamu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in. Allah swt berfirman : “Alif laam miim. Kitab ( Al Qur'an ) ini tidak ada keraguan padanya, pentunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”(QS. 2: 1-2) “Dialah (Allah) yang menurunkan Kitab ( Al Qur'an ) kepadamu (Muhammad). Diantaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok kitab ( Al Qur'an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata :kami beriman kepadanya( Al Qur'an), semuanya dari sisi Tuhan kami. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal”(QS.3 :7) “Sungguh Al Qur'an ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar.(QS.17 :9) “Dan Kami turunkan dari Al Qur'an ( sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang dholim ( Al Qur'an itu ) hanya akan menambah kerugian” (QS.17 :82) ”Haa miim. ( Al Qur'an ini) diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan, bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui. Yang membawa berita gembira dan peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (darinya serta tidak mendengarkan)”(QS. 41:1-4) “ Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.(QS. 2:121) “Janganlah engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu ( dalam membaca Al Qur'an) kerena ingin cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya kami yang akan mengumpulkannya ( di dadamu) dan membacakannya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaan ini. Kemudian sesungguhnya kami yang akan menjelaskannya.(QS.7516-19)

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 1

“Dan sungguh telah kami mudahkan Al Qur'an untuk peringatan, maka adakah yang mau mengambil perlajaran”(QS. 54: 15/22/32/40) Itulah Ayat-ayat Allah mengenai Al Qur'an. Dan masih banyak ayat-ayat yang lain yang menjelaskan fungsi dan keutamaan Al Qur'an, dan bagaimana seharusnya kita bersikap atau berinteraksi dengan Al Qur'an. Sehingga kita tidak menjadi orang yang dikhawatirkan oleh Rasulullah saw. Sebagimana tersebut dalam firman Allah swt.: “Dan Rasul ( Muhaammad) berkata : Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Qur'an ini

diabaikan”(QS.25:30). Banyak ummat Islam yang sangat asing dengan Al Qur'an, baik secara bacaan, pemahaman dan pengamalan. Keasingan terhadap Al Qur'an tersebut disebabkan mereka enggan untuk mempelajarinya. Banyak faktor yang menjadikan ummat Islam enggan untuk mempelajari Al Qur'an. Diantaranya adalah tidak merasakan atau memahami urgensi mempelajari Al Qur'an. Seolah-olah belajar Al Qur'an bukanlah sebuah hal yang penting atau prinsip, bukan kewajiban, tidak menarik, membosankan, tidak menguntungkan, dsb, na’udzubillah. Atau juga disebabkan karena faktor malas, gengsi, malu, merasa sudah mampu, tidak mau repot atau susah payah, sudah terlanjur, merasa sudah cukup, dsb “Sekali-kali tidak, sungguh ,manusia itu benar-benar melampaui batas. Apabila melihat dirinya serba cukup”(QS. 96:6-7). Alhamdulillah suatu fenomena yang patut kita syukuri, saat ini telah banyak lembagalembaga bimbingan Al Qur’an dengan metode-metode dan buku-buku yang sangat bagus dan semakin memudahkan untuk belajar Al Qur’an. Tinggal apakah kita mampu dan mau memanfaatkan dengan sebaik-baiknya nikmat Allah ini. Buku yang sederhana ini sifatnya hanya melengkapi buku-buku yang telah ada tersebut. Dengan susunan yang sedikit berbeda. Pada bab Makhorijul Huruf langsung penulis tambahkan sifat-sifat huruf yang paling menonjol, dan lebih detailnya dijelaskan tersendiri dalam bab sifatsifat huruf, dan tambahan catatan kesalahan-kesalahan umum yang terjadi saat membaca suatu huruf atau suatu hukum tajwid agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan tersebut. Dan permasalahan atau pengecualian yang terkait dengan suatu huruf atau suatu hukum tajwid tidak dimasukkan dalam satu bab tersendiri, akan tetapi langsung dibahas di bab tersebut disertai latihan-latihan langsung. Meskipun terdapat keterangan-keterangan diatas, untuk penerapannya secara benar dalam praktek, tetap harus melalui proses talaqqi (berhadap-hadapan langsung

guru dengan murid), dan tidak bisa dilakukan secara otodidak. Rujukan utama secara praktek adalah dari talaqqi dari para Asatidz dan Masayikh penulis dengan bacaan riwayat Imam Hafsh Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 2

atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghoib disisiMU. yang Engkau namakan dengannya diriMu. di dalam kubur sebagai pendamping. atau yang Engkau turunkan dalam KitabMu. di atas shirot sebagai cahaya. ‫ﺔﹰ‬‫ﻤ‬‫ﺣ‬‫ﺭ‬‫ﻯ ﻭ‬‫ﺪ‬ ‫ﺍ ﻭ‬‫ﺭ‬‫ﻮ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﺎﻣ‬‫ﺎ ﺇﹺﻣ‬‫ ﻟﹶﻨ‬ ‫ﻠﹾ‬‫ﻌ‬‫ﺍﺟ‬‫ ﻭ‬‫ﺁﻥ‬‫ﺎ ﺑﹺﺎﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ﻨ‬‫ﻤ‬‫ﺣ‬‫ ﺍﺭ‬  ‫ﺍﻟ ﱠ‬ ‫ﻫ‬ ‫ﻧ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﻘ‬ ‫ﻠﻬﻢ‬ ‫ﻚ‬‫ﻠﹾﻘ‬‫ ﺧ‬‫ﻦ‬‫ﺍ ﻣ‬‫ﺪ‬‫ ﺃﹶﺣ‬ ‫ﺘ‬‫ ﱠﻤ‬‫ ﻋ‬‫ ﺃﹶﻭ‬‫ﺎﺑﹺﻚ‬‫ﺘ‬‫ﻲ ﻛ‬‫ ﻓ‬ ‫ﻟﹾﺘ‬‫ﺰ‬‫ ﺃﹶﻧ‬‫ ﺃﹶﻭ‬‫ﻚ‬‫ﻔﹾﺴ‬‫ ﻧ‬‫ ﺑﹺﻪ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬ ‫ ﺳ‬‫ ﻟﹶﻚ‬‫ﻮ‬ ‫ﻢﹴ‬‫ ﺑﹺ ﹸ ﱢ ﺍﺳ‬  ‫ ﺍﻟﱠ‬‫ﺄﹶﹸﻚ‬‫َﺴ‬‫ﻧ‬ ‫ﻠ ﻪ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻫ‬ ‫ﻟ ﻠ ﻬﻢ ﻜﻞ‬ َ‫ﺟﹺﻠﹶﺎﺀ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﺭﹺﻧ‬‫ﻭ‬  ‫ﻮﺭ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﺑﹺﻨ‬‫ ﹸ ﹸﻮ‬‫ﺑﹺﻴﻊ‬‫ ﺭ‬‫ﻢ‬‫ﻴ‬‫ﻈ‬‫ﺁﻥﹶ ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﻞﹶ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ﻌ‬‫ﺠ‬‫ ﺃﹶﻥﹾ ﺗ‬‫ﻙ‬‫ﺪ‬‫ﻨ‬‫ﺐﹺ ﻋ‬‫ﻴ‬‫ﻠﹾﻢﹺ ﺍﻟﹾﻐ‬‫ﻲ ﻋ‬‫ ﻓ‬‫ ﺑﹺﻪ‬‫ﺕ‬‫ﺄﹾﺛﹶﺮ‬‫ﺘ‬‫ ﺍﺳ‬‫ﺃﹶﻭ‬ ‫ﻧ ﺻﺪ‬ ‫ﻗﻠ‬ ‫ﻘ‬ ‫ﺎ‬‫ﻨ‬‫ﻣ‬‫ﻮ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﻨ‬‫ﻣ‬‫ﻮ‬  ‫ﺎﺏ‬‫ﺫﹶﻫ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﺍﻧﹺﻨ‬‫ﺰ‬‫ﺃﹶﺣ‬ ‫ﻏﻤ‬ ‫ﻫﻤ‬ Kami memohon kepadamu Ya Allah dengan segala nama milikMu.     ‫ﺧﺎدم اﻟﻘﺮآن اﻟﻜﺮﯾﻢ‬ ‫أرﺣﺎم ﺑﻦ أﺣﻤﺪ ﯾﺎﺳﯿﻦ‬ Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 3 . dan dari neraka sebagai hijab dan penghalang ،    ،       . Ya Allah. ke surga sebagai pengantar. serta menjadi amal sholeh bagi penulis. para Asatidz dan Masayikh penulis.dari ‘Ashim. dan dapat membantu proses belajar maupun mengajar Al Qur’an. ingatkanlah kami apa yang kami lupa darinya(Al Qur'an ). Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi kita semua. dan karuniakan pada kami untuk membacanya siang dan malam. ‫ﻠﹶﻰ‬‫ﻋ‬‫ﺎ ، ﻭ‬‫ﻌ‬‫ﻴ‬‫ﻔ‬‫ ﺷ‬‫ﺔ‬‫ﺎﻣ‬‫ﻴ‬‫ﻡﹺ ﺍﻟﹾﻘ‬‫ﻮ‬‫ﻲ ﻳ‬‫ﻓ‬‫ﺎ ، ﻭ‬‫ﻧﹺﺴ‬‫ﺆ‬ ‫ﺮﹺ‬‫ﻲ ﺍﻟﹾﻘﹶﺒ‬‫ﻓ‬‫ﺎ ، ﻭ‬‫ﻨ‬‫ﺎ ﻗﹶﺮﹺﻳ‬‫ﻴ‬‫ﻧ‬ ‫ﻲ ﺍﻟ‬‫ﺎ ﻓ‬‫ﺁﻥﹶ ﻟﹶﻨ‬‫ﻞﹺ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ﻌ‬‫ ﺍﺟ‬  ‫ﺍﻟ ﱠ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﻘ‬ ‫ﻠﻬﻢ‬ ‫ﺍ‬‫ﺎﺭ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﺎﺑ‬‫ﺠ‬‫ﺎﺭﹺ ﺣ‬‫ ﺍﻟ‬‫ﻦ‬‫ﻘﹰﺎ ، ﻭﹺﻣ‬‫ﻴ‬‫ﻓ‬‫ ﺭ‬‫ﺔ‬‫ﺇﹺﻟﹶﻰ ﺍﻟﹾﺠ‬‫ﺍ ، ﻭ‬‫ﺭ‬‫ﻮ‬ ‫ﺍﻁ‬‫ﺍﻟ ّﺮ‬ ‫ﻨ‬ ‫ﻨ‬ ‫ ﻧ‬‫ﺼ‬ Ya Allah. jadikanlah Al Qur'an bagi kami di dunia sebagai teman. cahaya dada kami. Dan jadikanlah Al Qur'an hujah bagi kami wahai Robb semesta alam. jadikanlah Al Qur'an yang Agung ini sebagai penyejuk hati kami. dan jadikan Al Qur'an bagi kami sebagai pemimpin. dan rahmat. petunjuk. di hari kiamat sebagai penolong. dan ajarkankan kami apa yang kami tidak tahu darinya. ‫ﺎﺭﹺ‬‫ﻬ‬‫ ﺍﻟ‬‫ﺍﻑ‬‫ﺃﹶﻃﹾﺮ‬‫ﻞﹺ ﻭ‬‫ﺎﺀَ ﺍﻟ ﱠﻴ‬‫ ﺁﻧ‬ ‫ﺗ‬‫ﻼﻭ‬‫ﺎ ﺗ‬‫ﻗﹾﻨ‬ ‫ﺍﺭ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﻬﹺﻠﹾﻨ‬‫ﺎ ﺟ‬‫ ﻣ‬ ‫ﻨ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﻨ‬‫ ّﻤ‬‫ﻋ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﻨ‬‫ ّﻴ‬ ‫ﺎ‬‫ ﻣ‬ ‫ﻨ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﻧ‬‫ ﺫﹶ ّﺮ‬  ‫ﺍﻟﻠ‬ ‫ﻨ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﺯ ﹶ ﻪ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﻠ‬ ِ‫ﻪ ﻧﺴ‬ ‫ﱠﻬﻢ ﻛ‬ ‫ﻦ‬‫ﻴ‬‫ﺎﻟﹶﻤ‬‫ ﺍﻟﹾﻌ‬ ‫ﺎ ﺭ‬‫ﺔﹰ ﻳ‬  ‫ﺎ‬‫ ﻟﹶﻨ‬ ‫ﻠﹾ‬‫ﻌ‬‫ﺍﺟ‬‫ﻭ‬ ‫ﺏ‬ ‫ﻪ ﺣﺠ‬ Ya Allah. pelipur kesedihan kami. kasihanilah kami dengan Al Qur'an. dan secara teroritis berdasarkan kitab-kitab Ulumul Qur’an yang muktabar yang disusun oleh para pakar dibidangnya. dan penghilang kesusahan dan kesempitan kami. atau yang telah Engkau ajarkan kepada salah seorang hambaMu. kedua orang tua.

........................................................................................................................................................29 HUKUM NUN MATI ATAU TANWIN..............................37 MACAM-MACAN IDGHOM ..........................................15 MAKHORIJUL HURUF .....60 Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 4 ........DAFTAR ISI MUQODDIMAH .................................................................................................................................................................................................36 HUKUM MAD (BACAAN PANJANG).......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................52 EXTRA : 20 KIAT PRAKTIS MENGHAFAL AL QUR’AN ........................................57 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................12 ISTI’ADZAH DAN BASMALAH .......................................5 10 PRINSIP ILMU TAJWID .............................13 CARA MENYAMBUNG DUA SURAT ............................................................................................................6 TARGET TAHSIN TILAWAH .............................................11 KIAT SUKSES BELAJAR AL QUR’AN ...................................33 HUKUM MIM MATI .......45 ISTILAH-ISTILAH DALAM AL QUR’AN ...................................................42 WAQOF ..............1 DAFTAR ISI ........................................................................................................14 TINGKAT KECEPATAN MEMBACA AL QUR’AN ..................................................................................................................................................................................14 MENYEMPURNAKAN HAROKAT .........4 SEPUTAR AL QUR’AN .......................................................................................17 SIFAT-SIFAT HURUF ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................59 SANAD MATAN AL JAZARI PENULIS ....

52..3 KEWAJIBAN KITA TERHADAP AL QUR’AN • (‫ﺁﻥ‬‫ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ﻮ‬‫ﺤ‬‫ﺎ ﻧ‬‫ﻨ‬‫ﺎ‬‫ﺍﺟﹺﺒ‬‫)ﻭ‬ ‫ﻘ‬ ‫ﺗ‬ ‫ﺎ ﹸ ﺑﹺﻪ‬‫ﻤ‬‫/ ﺍﻹِﻳ‬ ‫ﻳ‬‫ﺪ‬‫ﺼ‬‫( ﺍﻟ‬mengimani seluruh isinya) ‫ﻥ‬ ‫ﺘ ﻖ‬ (QS. dan ditutup dengan surat An Nas1. 35. 2. hal . 2:4. 29. • Ayat Madaniyyah adalah ayat yang turun sesudah Rasulullah saw hijrah ke Madinah. yang tertulis dalam Mushaf. 25. 29. 30 3 Ibid. Nuzulul Qur’an • Gelombang Pertama :turunnya Al Qur’an secara utuh dari Al lauhil Mahfudz ke langit dunia.2 Makkiyah dan Madaniyyah • Ayat Makkiyyah adalah ayat yang turun sebelum Rasulullah saw hijrah ke Madinah.82.30. Beirut : ‘Alamul Kutub. 15. 2. 8 Ibid. yang sampai kepada kita dengan mutawattir. dengan perantara Malaikat Jibril a. 4:136.97. yang diturunkan kepada Penutup Para nabi dan Rosul.45. 1985 . • Gelombang Kedua :turunnya Al qur’an secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw.73.29. 47. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 5 .2. yang tilawahnya bernilai ibadah. 4. 39. 2:121. 36. 15.SEPUTAR AL QUR’AN Pengertian Al Qur’an • Kalamulloh yang Mu’jiz.) Sabda Rasulullah saw: ‫ﻪ‬‫ﻓ‬‫ﻮ‬‫ﻲ ﺟ‬‫ ﻓ‬‫ﺲ‬‫ﻱ ﻟﹶﻴ‬‫ﻞﹶ ﺍﱠﺬ‬  ‫ ﺇﹺ ﱠ ﺍﻟ‬‫ﱠﻢ‬‫ﺳ‬‫ ﻭ‬‫ﻪ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬ ‫ ﱠﻰ ﺍﻟﱠ‬‫ ﺻ‬‫ﻮ ﹸ ﺍﻟ ﱠﻪ‬ ‫ﺎﺱﹴ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺭ‬‫ﻦﹺ ﻋ‬‫ﻦﹺ ﺍﺑ‬‫ﻋ‬ ‫ﻠ ﻥ ﺮﺟ ﻟ‬ ‫ﺳ ﻝ ﻠ ﻠ ﻠﻪ‬ ‫ﺒ‬ (‫ﺮﹺﺏﹺ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ‬‫ ﺍﻟﹾﺨ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ ﻛﹶﺎﻟﹾﺒ‬‫ﺁﻥ‬‫ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ﻦ‬‫ ٌ ﻣ‬‫ﻲ‬‫ﺷ‬ ‫ﻘ‬ ‫ﺀ‬ ”sesunggguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat sebagian ayat dari Al Qur’an bagaikan rumah yang tidak ada penghuninya”(HR.7) • ‫ﻪ‬‫ ﹸ ﺇﹺﻟﹶﻴ‬‫ﻮ‬‫ﻋ‬ ‫ ﹸ / ﺍﻟ‬‫ﻴ‬‫ﻠ‬‫ﺒ‬‫ﺍﻟ‬ ‫ﺘ ﻎ ﺪ ﺓ‬ (menda’wahkan/menyampaikan/ mengajarkan kepada orang lain) (QS. Turmudzi ) 1 2 Muhammad Ali Ash Shobuni. hal. Melalui perantaraan malaikat jibril selama kurang lebih 23 tahun.24) (QS.70) • ‫ﺘ ﻆ‬ ‫ ﹸ‬‫ﻴ‬‫ﻔ‬‫ﺤ‬‫( ﺍﻟ‬menghafal) (QS. diawali dari surat Al Alaq ayat 1-5 dan diakhiri surat Al Baqarah ayat 281.150. ) • ‫ ﺓ‬‫ﺘ ﻦ ﺘ‬ ‫ ﹸ‬‫ / ﺍﻟّﻼﹶﻭ‬ ‫ﺴِﻴ‬‫ﺤ‬‫ ( ﺍﻟ‬Tilawah dengan baik) ‫ﺘ ﺮ ﺘ ﺑﺮ‬  ‫ﺪ‬‫ / ﺍﻟ‬ ‫ﻔﹾﺴِﻴ‬‫( ﺍﻟ‬mentadabburi dan memahami) (QS.85.s. 25.9.159. 19.29.2. 8. 13. yang dimulai dari surat Al Fatihah.At Tibyan fi ‘Ulumil Qur’an. 31.29) • • ‫ ﹸ ﺑﹺﻪ‬‫ﻤ‬‫ / ﺍﻟﹾﻌ‬ ‫ﻄﹾﺒﹺﻴ‬‫(ﺍﻟ‬mengamalkan dan menerapkan dalam kehidupan) ‫ﻞ‬ ‫ﺘ ﻖ‬ (QS.

ﻳ‬‫ﻮﻝﹶ ﺍﻟ ﱠﻪ‬ ‫ ﺭ‬ ‫ﻌ‬‫ﻤ‬‫ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺳ‬ ‫ﻠ‬‫ﺎﻫ‬‫ﺔﹶ ﺍﻟﹾﺒ‬‫ﺎﻣ‬‫ﻲ ﹸﻣ‬‫ﻋﻦ ﺃﹶ‬ ‫ﺀ‬ ‫ﻘﻝ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﺖ ﺳ‬ ‫ﻰ‬ ‫ﺑ ﺃ‬ (‫ )ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ‬‫ﺎﺑﹺﻪ‬‫ﺤ‬‫ﺎ ﻷَﺻ‬‫ﻴﻌ‬‫ﻔ‬‫ ﺷ‬‫ﺔ‬‫ﺎﻣ‬‫ﻴ‬‫ ﺍﻟﹾﻘ‬‫ﻡ‬‫ﻮ‬‫ﻰ ﻳ‬‫ﺄﹾﺗ‬‫ ﻳ‬ ‫ﺁﻥﹶ ﻓﹶﺈﹺ‬‫ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬ ‫ﻧﻪ‬ ‫ﻘ‬ 4 Mustahaq huruf adalah konsekwensi atau hasil yang timbul dari suatu hak huruf. ibtida’.  ‫ﺛﹶﻤﺮ‬ ‫ ﺗﻪ‬ ( BUAH/ HASILNYA) Selamatnya lisan dari kesalahan saat membaca Al Qur’anul Karim 4. ‫ﺪﻩ‬   ‫( ﺣ‬PENGERTIANNYA) Secara bahasa : tajwid berarti tahsin atau memperbagus Secara istilah : tajwid adalah ilmu yang mempelajari tentang pemberian setiap huruf haknya dan mustahaqnya4 secara makhraj.  ‫ ﹸ‬‫ﻓﹶﻀﺎﺋ‬ ‫ ﻠﻪ‬ • (KEUTAMAANNYA) ‫ﺁﻥﹶ‬‫ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ ﱠﻢ‬‫ﻌ‬‫ ﺗ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ ﹸﻢ‬ ‫ﻴ‬‫ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺧ‬‫ﱠﻢ‬‫ﺳ‬‫ ﻭ‬‫ﻪ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬ ‫ ﱠﻰ ﺍﻟ ﱠ‬‫ ﺻ‬ ‫ﺒﹺ‬‫ ﺍﻟ‬‫ﻦ‬‫ ﻋ‬ ‫ﻨ‬‫ ﻋ‬ ‫ ﺍﻟ ﱠ‬‫ﻲ‬‫ﺿ‬‫ﺎﻥﹶ ﺭ‬‫ﺜﹾﻤ‬ ‫ﻦ‬‫ﻋ‬ ‫ﻠ ﻘ‬ ‫ﺮﻛ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻨ ﻲ ﻠ ﻠﻪ‬ ‫ﻠﻪ ﻪ‬ ‫ﻋ‬ (‫ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ‬ ‫ﱠﻤ‬‫ﻋ‬‫ﻭ‬ ‫ﻠ ﻪ‬ Dari Utsman bin ‘Affan.   ‫ﻮ‬ ‫ﻮ‬‫ﻣ‬ ‫ﺿ ﻋﻪ‬ • (BAHASANNYA) KALIMAT / AYAT. waqaf. tanpa berlebihan dan dibuatbuat. sesuai yang dicontohkan dari Rasulullah saw. Rasulullah saw bersabda:“sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkanya”(HR. sifat.AYAT AL QUR’AN 3. Bukhari) Merupakan Amal yang terbaik • Memberi Syafaat pada hari kiamat ‫ ُﻭﺍ‬‫ ﹸﻮ ﹸ » ﺍﻗﹾﺮ‬‫ -ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ.‫ﺓ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ ﺍﻟﹾﻌ‬ ‫ﺎﺩ‬‫ﺍﳌﹶﺒ‬ ‫ﺉ‬ ‫ﺪ‬‫ﻮﹺﻳ‬‫ﺠ‬‫ﻠﹾﻢﹺ ﺍﻟ‬‫ﻌ‬‫ﻟ‬ ‫ﺘ‬ (10 PRINSIP ILMU TAJWID) 1. misalnya sifat isti’la’ konsekwensinya adalah tafkhim/ tebal (lihat bab sifat huruf) Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 6 . 2.

berilah ia perhiasan! Maka dipakaikan mahkota kemuliaan. rahmat. & dibanggakan Allah ‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﺖ‬‫ﻴ‬‫ﻰ ﺑ‬‫ ﻓ‬ ‫ ﻗﹶﻮ‬‫ﻊ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ﺎ ﺍﺟ‬‫ﻣ‬‫ -ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ. Kemudian berkata lagi : Ya Robb. sesungguhnya ia akan datang pada hari qiyamat sebagai penolong bagi pembacanya”(HR. bahwa Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya Allah dengan Kitab ( Al Qur’an) ini mengangkat(derajat) suatu kaum. dan tartilkanlah sebagaimana engkau mentartilkan di dunia .ﻭ‬‫ﻮ ﹸ ﺍﻟ ﱠﻪ‬ ‫ﺓﹶ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺭ‬‫ﺮ‬‫ﻳ‬‫ﺮ‬ ‫ ﺃﹶﺑﹺﻰ‬‫ﻦ‬‫ﻋ‬ ‫ﻡ‬ ‫ﺳﻝ ﻠ‬ ‫ﻫ‬ ‫ﻬﻢ ﺮ ﺔ‬ ‫ ﹸ‬‫ﻤ‬‫ﺣ‬ ‫ ﺍﻟ‬  ‫ﺘ‬‫ﻴ‬‫ﻏﹶﺸ‬‫ ﹸ ﻭ‬‫ﻴﻨ‬‫ﻜ‬ ‫ ﺍﻟ‬ ‫ﻬﹺ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬‫ﻟﹶﺖ‬‫ﺰ‬‫ ﺇﹺ ﱠ ﻧ‬‫ﻢ‬ ‫ﻨ‬‫ﻴ‬‫ ﺑ‬ ‫ﻮﻧ‬ ‫ﺍﺭ‬‫ﺪ‬‫ﺘ‬‫ﻳ‬‫ ﻭ‬‫ ﺍﻟ ﱠﻪ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺘ‬‫ ﹸﻮﻥﹶ ﻛ‬‫ﺘ‬‫ ﻳ‬‫ ﺍﻟﱠﻪ‬‫ﻮﺕ‬ ‫ﻢ ﺴ ﺔ‬ ‫ﺳ ﻪ ﻬ ﻻ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻠ ﻠ‬ ‫ﺑﻴ‬ (‫ )ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ‬ ‫ﺪ‬‫ﻨ‬‫ ﻋ‬‫ﻦ‬‫ﻴﻤ‬‫ ﻓ‬ ‫ ﺍﻟﱠ‬  ‫ﺫﹶﻛﹶﺮ‬‫ﻜﹶ ﹸ ﻭ‬‫ﻼﹶﺋ‬‫ ﺍﻟﹾﻤ‬  ‫ ﱠﺘ‬‫ﺣ‬‫ﻭ‬ ‫ﻩ‬ ‫ﻫﻢ ﻠ ﻪ‬ ‫ﺔ‬ ‫ﻔ ﻬﻢ‬ Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 7 .Dari Abi Umamah:saya mendengar Rasulullah saw bersabda : bacalah Al Qur’an. dan Ibnu Majah) ‫ﻘﻝ‬ ‫ ﹸﻮ ﹸ‬‫ ﻓﹶﻴ‬‫ﺔ‬‫ﺎﻣ‬‫ﻴ‬‫ ﺍﻟﹾﻘ‬‫ﻡ‬‫ﻮ‬‫ﺁ ﹸ ﻳ‬‫ﺠﹺﻲ ُ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﻳ‬‫ ﱠﻢ‬‫ﺳ‬‫ ﻭ‬‫ﻪ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬ ‫ ﱠﻰ ﺍﻟ ﱠ‬‫ ﺻ‬ ‫ﺒﹺ‬‫ﻦ ﺍﻟ‬‫ﺓﹶ ﻋ‬‫ﺮ‬‫ﻳ‬‫ﺮ‬ ‫ﻦ ﺃﹶﺑﹺﻲ‬‫ﻋ‬ ‫ﺀ ﻘ ﻥ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻨ ﻲ ﻠ ﻠﻪ‬ ‫ﻫ‬ ‫ﺛﻢ ﻘ ﻝ‬ ‫ ﹸﻮ ﹸ‬‫ ﻳ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺔ‬‫ﺍﻣ‬‫ﱠﺔﹶ ﺍﻟﹾﻜﹶﺮ‬  ‫ﻠﹾﺒ‬‫ ﻓﹶ‬ ‫ ﺯﹺﺩ‬ ‫ﺎ ﺭ‬‫ ﹸﻮ ﹸ ﻳ‬‫ ﻳ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺔ‬‫ﺍﻣ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺮ‬‫ﺎﺝ‬‫ ﺗ‬ ‫ﻠﹾﺒ‬‫ ﻓﹶ‬‫ ﱢﻪ‬‫ ﺣ‬ ‫ﺎ ﺭ‬‫ﻳ‬ ‫ﺛﻢ ﻘ ﻝ ﺏ ﻩ ﻴ ﺲ ﺣﻠ‬ ‫ﺏ ﻠ ﻴ ﺲ‬ ‫ﺔﹰ )ﺭﻭﺍﻩ‬‫ﻨ‬‫ﺴ‬‫ ﺣ‬‫ﺔ‬‫ ﺑﹺ ﹸ ﱢ ﺁﻳ‬ ‫ﺍ‬‫ﺰ‬‫ ﻭ‬‫ﻕ‬‫ﺍﺭ‬‫ﺃﹾ ﻭ‬‫ ﺍﻗﹾﺮ‬ ‫ﻘﹶﺎ ﹸ ﻟﹶ‬‫ ﻓﹶ‬ ‫ﻨ‬‫ﻰ ﻋ‬‫ﺿ‬‫ﺮ‬‫ ﻓﹶﻴ‬ ‫ﻨ‬‫ ﻋ‬‫ﺽ‬‫ ﺍﺭ‬ ‫ﺎ ﺭ‬‫ﻳ‬ ‫ﺗ ﺩ ﻜﻞ‬ ‫ﻪ ﻴ ﻝ ﻪ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﺏ‬ ( ‫ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﻗﺎﻝ ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ ﺻﺤﻴﺢ، ﻭﺍﳊﺎﻛﻢ‬ Dari Abi Hurairah ra dari Rasulullah saw bersabda: Qur’an datang dihari Qiyamat.(HR. At Turmudzi dan berkata: hadits hasan shohih. tambahkan! Maka dipakaikan hiasan kemuliaan. Maka dikatakan kepadanya : bacalah dan naiklah! Dan setiap ayat menambah kebaikan (HR. Maka sesungguhnya kedudukanmu adalah diakhir ayat yang engkau baca. ridloilah dia. Ahmad. dan Al Hakim) • Mendapat ketenangan. dan dengannya(pula) Allah merendahkan yang lainnya”(HR. dan berkata: Ya Robb.ﻗﹶﺎﻝﹶ‬ ‫ﺒﹺ‬‫ﻦﹺ ﺍﻟ‬‫ﺎ ﻋ‬‫ﻤ‬ ‫ﻨ‬‫ ﻋ‬ ‫ ﺍﻟ ﱠ‬‫ﻰ‬‫ﺿ‬‫ﺮﹴﻭ ﺭ‬‫ﻤ‬‫ﻦﹺ ﻋ‬‫ ﺑ‬‫ ﺍﻟﱠﻪ‬ ‫ﺒ‬ ‫ﻨﻰ‬ ‫ﻠﻪ ﻬ‬ ‫ﻋﺪ ﻠ‬ ‫ﺪ‬‫ﻨ‬‫ ﻋ‬‫ﺰﹺﻟﹶﻚ‬‫ﻨ‬‫ﺎ ، ﻓﹶﺈﹺ ﱠ ﻣ‬‫ﻴ‬‫ﻧ‬ ‫ﻰ ﺍﻟ‬‫ ﹸ ﻓ‬‫ﺮ‬ ‫ﺖ‬‫ﺎ ﹸﻨ‬‫ﻞﹾ ﻛﹶﻤ‬‫ﺭ‬‫ ﻭ‬‫ﻗﹶﻪ‬‫ﺍﺭ‬‫ ﻭ‬ ‫ﺃﹾ‬‫ ﺍﻗﹾﺮ‬‫ﺔ‬‫ﺎﻣ‬‫ﻴ‬‫ ﺍﻟﹾﻘ‬‫ﻡ‬‫ﻮ‬‫ ﻳ‬‫ﺁﻥ‬‫ﺐﹺ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ﺎﺣ‬‫ﺼ‬‫ﻟ‬ ‫ﻥ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﻛ ﺗ ﺗﻞ‬ ‫ﺗ‬ ‫ﻩ‬ ‫ﻘ‬ ( ‫ﺎ «) ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭ ﺃﲪﺪ ﻭ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻭﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ‬‫ﻫ‬‫ﺅ‬‫ﻘﹾﺮ‬‫ ﺗ‬‫ﺔ‬‫ ﺁﻳ‬‫ﺮ‬‫ﺁﺧ‬ Dari ‘Abdillah ibnu ‘Amr ra dari Rasulullah saw bersabda: Dikatakan kepada shohibul Al Qur’an : bacalah. dan naiklah. Muslim) • Mendapat derajat yang tinggi ‫ﺬﹶﺍ‬‫ ﺑﹺﻬ‬ ‫ﻓﹶ‬‫ﺮ‬‫ ﻳ‬‫ ﻗﹶﺎﻝﹶ » ﺇﹺ ﱠ ﺍﻟ ﱠﻪ‬‫ -ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ. Muslim) ‫ﻳ ﻝ‬ ‫ﻘﹶﺎ ﹸ‬ »: ‫ -ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ. Kemudian berkata : Ya Robb. Al Baihaqi. HR At Turmudzi. Abu Dawud.ﻗﹶﺪ‬‫ ﹸﻢ‬‫ﺒﹺ‬‫ﺎ ﺇﹺ ﱠ ﻧ‬‫ ﺃﹶﻣ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻗﹶﺎﻝﹶ‬ ‫ﻥ ﻠ ﻊ‬ ‫ﻥ ﻴﻜ‬ ‫ﻋﺮ‬ (‫ «.)ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ‬‫ﺮﹺﻳﻦ‬‫ ﺁﺧ‬‫ ﺑﹺﻪ‬ ‫ﻀ‬‫ﻳ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﺍﻣ‬‫ﺎﺏﹺ ﺃﹶﻗﹾﻮ‬‫ﺘ‬‫ﺍﻟﹾﻜ‬ ‫ﻊ‬ Dari Umar bin Al Khatthab.

Dan keutamaan kalam Allah atas seluruh kalam yang lain. Muslim) • Pahala yang berlipat ‫ﺎﺏﹺ ﺍﻟ ﱠﻪ‬‫ﺘ‬‫ ﻛ‬‫ﻦ‬‫ﻓﹰﺎ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺃﹶ ﺣ‬‫ ﻗﹶﺮ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﺳ ﱠﻢ‬‫ ﻭ‬‫ﻪ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬ ‫ﱠﻰ ﺍﻟ ﱠ‬‫ ﺻ‬‫ﻮ ﹸ ﺍﻟﱠﻪ‬ ‫ ﹸﻮ ﹸ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺭ‬‫ ﻳ‬‫ﻮﺩ‬ ‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ ﺑ‬‫ ﺍﻟﱠﻪ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﻋ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﺳ ﻝ ﻠ ﻠ ﻠﻪ‬ ‫ﻌ ﻘﻝ‬ ‫ﻠ‬ (‫ﺎ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ‬‫ﻬ‬‫ﺜﹶﺎﻟ‬‫ﺮﹺ ﺃﹶﻣ‬‫ﺸ‬‫ ﹸ ﺑﹺﻌ‬‫ﻨ‬‫ﺴ‬‫ﺍﻟﹾﺤ‬‫ ﹲ ﻭ‬‫ﻨ‬‫ﺴ‬‫ ﺣ‬‫ ﺑﹺﻪ‬ ‫ﻓﹶﻠﹶ‬ ‫ﺔ‬ ‫ﺔ‬ ‫ﻪ‬ Dari Ibnu Mas’ud Rasulullah saw bersabda: barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 8 . karena tidak mungkin seseorang menguasainya dengan sendirinya tanpa seorang pengajar yang mutqin. niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. ‫ﻪ‬‫ﺒ‬‫ﻧﹺﺴ‬ ‫ﺘ‬ • (KEDUDUKANNYA TERHADAP ILMU LAIN) Merupakan salah satu dari Ilmu Syar’i yang independen dan benar-benar berbeda dengan ilmu yang lainnya. dan Allah sebut dihadapan (malaikat ) disisiNya”(HR. Turmudzi) 5. dan tiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat”(HR. mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang spesialNya (HR. adalah seperti keutamaan Allah atas makhluqNya” (HR. mereka membaca Al Qur’an dan mempelajarinya. diliputi dengan rahmat. maka baginya satu kebaikan. Ahmad dan Ibnu Majah) • Sebaik-baik kesibukan dan anugerah ‫ﻦ‬‫ﻋﻦ ﺃﰊ ﺳﻌﻴﺪ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﺮﺏ ﻋﺰ ﻭ ﺟﻞ ﻣ‬ ِ‫ ﹸ ﻛﹶﻠﹶﺎﻡﹺ ﺍﷲ‬‫ﻓﹶﻀ‬‫ ﻭ‬‫ﻦ‬‫ﻴ‬‫ﻠ‬‫ﺎﺋ‬ ‫ ﺍﻟ‬‫ﻲ‬‫ﻄ‬‫ﺎ ﹸﻋ‬‫ﻞﹶ ﻣ‬‫ ﺃﹶﻓﹾﻀ‬ ‫ﻄﹶﻴ‬‫ﻲ ﺃﹶﻋ‬‫ﺄﹶﻟﹶﺘ‬‫ﺴ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﻛﹾﺮﹺﻱ ﻋ‬‫ﺫ‬‫ﺁﻥﹶ ﻭ‬‫ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬ ‫ﻠﹶ‬‫ﻐ‬‫ﺷ‬ ‫ﻞ‬ ‫ﺴ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺘﻪ‬ ‫ﻪ ﻘ‬ ‫ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﻗﺎﻝ ﻫﺬﺍ ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ‬‫ﻪ‬‫ﻠﹾﻘ‬‫ ﺧ‬‫ﻠﻰ‬‫ﻞﹺ ﺍﷲِ ﻋ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﻼﹶﻡﹺ ﻛﹶﻔﹶﻀ‬‫ﺮ‬‫ﺎﺋ‬‫ﻠﹶﻰ ﺳ‬‫ﻋ‬ (‫ﻏﺮﻳﺐ، ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻷﻟﺒﺎﱐ : ﺿﻌﻴﻒ‬ Allah berfirman dalam hadits Qudsi :” barangsiapa yang disibukkan oleh Al Qur’an dan berdzikir kepadaKu dari meminta kepadaKu. Sahabat bertanya : ya Rasulullah siapakah mereka? Rasulullah menjawab : Ahlul Qur’an. Turmudzi) • Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah ‫ﻴﻞﹶ‬‫ﺎﺱﹺ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﻗ‬‫ ﺍﻟ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﲔ‬‫ﻠ‬‫ ﱠ ﺃﹶﻫ‬‫ﺟ‬‫ﺰ ﻭ‬‫ ﻋ‬‫ ﱠﻪ‬‫ ﺇﹺ ﱠ ﻟ‬‫ ﱠﻢ‬‫ﺳ‬‫ ﻭ‬‫ﻪ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ ﻋ‬ ‫ﱠﻰ ﺍﻟ ﱠ‬‫ ﺻ‬‫ﻮ ﹸ ﺍﻟﱠﻪ‬ ‫ﺲﹴ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺭ‬‫ ﺃﹶﻧ‬‫ﻦ‬‫ﻋ‬ ‫ﻨ‬ ‫ ﻞ‬ ‫ﻠ ﻥ ﻠ‬ ‫ﺳ ﻝ ﻠ ﻠ ﻠﻪ‬ (‫ )ﺭﻭﺍﻩ ﺃﲪﺪ ﻭﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ‬  ‫ﺎ‬‫ﺧ‬‫ ﻭ‬‫ ﹸ ﺍﻟﱠﻪ‬‫ ﺃﹶﻫ‬‫ﻢ‬ ‫ﺁﻥ‬‫ ﹸ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺃﹶﻫ‬‫ﻮﻝﹶ ﺍﻟ ﱠﻪ‬ ‫ﺎ ﺭ‬‫ ﻳ‬‫ﻢ‬ ‫ﻦ‬‫ﻣ‬ ‫ﺻﺘﻪ‬ ‫ﻞ ﻘ ﻫ ﻞ ﻠ‬ ‫ﺳ ﻠ‬ ‫ﻫ‬ Dari Anas ra : Rasulullah saw. kecuali turun kepada mereka ketenangan.“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah. melaikat menaungi mereka. bersabda: sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari manusia.

  ‫ﺍ‬‫ﺪ‬‫ﻤ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍ‬ ‫ﺩﻩ‬ • (PERKEMBANGANNYA) Dari bacaan Al Qur’anul Karim yang disampaikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril as.   ‫ﻜﹾ‬ ‫ﺣ ﻤﻪ‬ • • (Hukum Mempelajarinya) Secara Teori : Fardlu Kifayah (9. 75. 7. Kemudian Rasulullah mengajarkannya kepapa para Shahabat.   ‫ﺍﺿ‬‫ﻭ‬ ‫ﻌﻪ‬ • • ( PELETAKNYA) Secara praktek bersumber dari wahyu yang disampaikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril as. 73. ada pula yang mengatakan selainnya. suara mereka tidak dapat melewati tenggorokan mereka.6. Tabi’ut Tabi’in. kemudian para Tabi’in.122) Secara Praktek : Fardlu ‘Ain QS. Dan jauhilah olehmu cara baca orang-orang fasik dan ahlul kitab.16-119. 9. Maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum setelah aku melagukan Al Qur’an seperti nyanyian rahbaniyah dan ratapan. Adapun yang pertama kali menyusunnya ada yang mengatakan Abu Abdil Qosim bin Sallam (wafat tahun 224 H). Secara teori : tajwid disusun oleh para imam qiro’ah dan pakar dalam bidang ini.4 Sabda Rasulullah saw: ‫ﻧﻪ‬  ‫ﻦ ﻓﹶﺈﹺ‬‫ﻴ‬‫ﺎﺑ‬‫ﺘ‬‫ﻞﹺ ﺍﻟﹾﻜ‬‫ ﺃﹶﻫ‬‫ﻖﹺ ﻭ‬‫ﺴ‬‫ﻞﹺ ﺍﻟﹾﻔ‬‫ ﺃﹶﻫ‬‫ﻥ‬‫ﻮ‬ ‫ ﹸ‬‫ ﻭ‬‫ﺎ ﹸﻢ‬‫ ﺇﹺﻳ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﻬ‬‫ﺍﺗ‬‫ﻮ‬‫ ﺃﹶﺻ‬‫ﺏﹺ ﻭ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﻥ‬‫ﻮ‬ ‫ﺁﻥﹶ ﺑﹺ ﹸ‬‫ﺍ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬ ‫ﺍﻗﹾﺮ‬ ‫ﻛ ﻟﺤ‬ ‫ﻠﺤ‬ ‫ﺅ ﻘ‬ ‫ﻳ ﺯ‬  ‫ﺎﻭﹺ‬‫ﺠ‬ ‫ﺡﹺ ﻻﹶ‬‫ﻮ‬‫ ﺍﻟ‬‫ ﻭ‬‫ﺔ‬‫ﺎﻧﹺ‬‫ﺒ‬‫ﻫ‬ ‫ ﺍﻟ‬‫ﺎﺀِ ﻭ‬‫ﻨ‬‫ ﺍﻟﹾﻐ‬‫ﻊ‬‫ﺟﹺﻴ‬‫ﺮ‬‫ﺁﻥﹶ ﺗ‬‫ﻥﹶ ﺑﹺﺎﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ﻮ‬ ‫ﺟﹺ‬‫ﺮ‬‫ ﻳ‬  ‫ﻱﹺ ﻗﹶ‬‫ﺪ‬‫ﻌ‬‫ ﺑ‬‫ﻦ‬‫ ُ ﻣ‬‫ﺠﹺﻲ‬‫ﻴ‬‫ﺳ‬ ‫ﻨ‬ ‫ﺮ ﻴ‬ ‫ﻘ‬ ‫ﻮﻡ ﻌ‬ ‫ﺀ‬ (‫ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﻄﱪﺍﱐ ﻭﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ‬‫ﻢ‬ ‫ﺄﹾ‬‫ ﺷ‬‫ﻢ‬ ‫ﺠﹺ‬‫ﻌ‬ ‫ﻦ‬‫ ﻣ‬ ‫ ﹸ ﹸﻮ‬‫ ﻭ‬‫ﻢ‬ ‫ ﹲ ﹸ ﹸﻮ‬‫ﻧ‬‫ﻮ‬‫ﻔﹾ‬‫ ﻣ‬‫ﻢ‬ ‫ﺎﺟﹺﺮ‬‫ﻨ‬‫ﺣ‬ ‫ﻫ ﺘ ﺔ ﻗﻠ ﺑﻬ ﻗﻠ ﺏ ﻳ ﺒﻬ ﻧﻬ‬ “Bacalah Al qur’an sesuai dengan cara dan suara orang Arab. Al Baihaqi & Ath Thabrani) Imam Ibnu Al jazari berkata: ‫ﺎ‬‫ﻨ‬‫ ﺇﹺﻟﹶﻴ‬ ‫ﻨ‬‫ﻜﹶﺬﹶﺍ ﻣ‬‫ﻫ‬‫ﻻﹶ ﻭ‬‫ﺰ‬‫ ﺃﹶﻧ‬ ‫ ﺍﻹِﻟﹶ‬‫ ﺑﹺﻪ‬ َ‫ ﻷ‬ ‫ﺍﻥﹶ ﺁﺛ‬‫ﺢﹺ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬ ‫ﺼ‬ ‫ ﻟﹶﻢ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬ ‫ ﻻﹶﺯﹺ‬ ‫ﺘ‬‫ ﺣ‬‫ﻮﹺﻳﺪ‬‫ﺠ‬‫ ﹸ ﺑﹺﺎﻟ‬‫ﺍﻷَﺧ‬‫ﻭ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﻢ ﻧﻪ‬ ‫ﻳ ﺤ ﻘ‬ ‫ﻢ ﻡ‬ ‫ﺬ ﺘ‬ ‫ﻼﹶ‬‫ﺻ‬‫ﻭ‬ Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 9 . para Imam Qiro’ah hingga sampai kepada kita dengan sanad mutawattir.   ‫ﺳ‬‫ ( ﺍ‬NAMANYA) ‫ﻤﻪ‬ • ِ ْ‫ِﻠْ ُ اﻟ َﺠْ ِﯾ‬ ‫ﻋﻢ ﺘ ﻮﺪ‬ • ِ ْ‫َ ﱡ اﻟ ﱠﺮْ ِﯿ‬ ‫ﻓﻦ ﺘ ﺗ ﻞ‬ • ِ َ َ ّ ‫َ ﱡ اﻟ‬ ‫ﺣﻖ ِﻼوة‬ ‫ﺘ‬ 8. hati mereka dan orang-orang yang mengagumi mereka telah terfitnah” (HR.

Hidayatul Qori’ ila Tajwidi Kalamil Bari. hal 56 Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 10 . Beirut. yang tidak boleh menyelisihinya dan berpaling kepada selainnya. Madinah: Darul Fajr Al Islamiyyah. Al Muqoddimah Fiimaa ‘Ala Qor’ il Qur’ani An Ya’lamah. juga diperintahkan membetulkan lafadz-lafadznya dan menegakkan huruf-hurufnya dengan sifat yang dicontohkan dari para imam qiro’ah yang bersambung pada Nabi Muhammad saw dengan arab yang fasih. hukum nun mati dan tanwin. Darul kutub 7 Abdul Fattah As Sayyid ‘Ajmi.“ membaca (Al Qur’an) dengan tajwid hukumnya wajib. barang siapa tidak membacanya dengan tajwid ia berdosa. karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Al Qur’an. 2001. mad dan qoshr. dsb. Imam Ibnu Al Jazari. washol dan ibtida’. 5 6 Imam Ibnu Al Jazari. dan demikianlah Al Qur’an sampai kepada kita darinya”5 Beliau juga berkata : ‫ﻥ‬‫ﻭ‬ ‫ﻌ‬‫ﺘ‬ ‫ﻩ‬‫ﺩ‬‫ﻭ‬  ‫ﺔ‬‫ﺇﹺﻗﹶﺎﻣ‬‫ ﻭ‬‫ﺁﻥ‬‫ﺎﻧﹺﻲ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ﻌ‬‫ﻢﹺ ﻣ‬‫ﻥﹶ ﺑﹺﻔﹶﻬ‬‫ﻭ‬ ‫ﻌ‬‫ﺘ‬ ‫ﻢ‬ ‫ﺎ‬‫ﺔﹶ ﻛﹶﻤ‬ ُ ‫ ﺍﹾ‬‫ﻩ‬‫ﺬ‬‫ ﺃﹶ ﱠ ﻫ‬ ‫ﻻﹶ ﺷ‬‫ﻭ‬ ‫ﺣﺪ ﻣ ﺒﺪ ﹶ‬ ‫ﻘ‬ ‫ﻫ ﻣ ﺒﺪ‬ ‫ﻷﻣ‬ ‫ﻚ ﻥ‬ ‫ﺓ‬‫ﺮ‬‫ﻀ‬‫ ﺑﹺﺎﻟﹾﺤ‬‫ﻠﹶﺔ‬‫ﺼ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﺍﺀَﺓ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻘ‬‫ﺔ‬ ‫ ﺃﹶﺋ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻠﹶ ﱠﺎﺓ‬‫ﺘ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻠﹶﻰ ﺍﻟ ّﻔﹶﺔ‬‫ ﻋ‬‫ﻪ‬‫ﻓ‬‫ﻭ‬  ‫ﺔ‬‫ﺇﹺﻗﹶﺎﻣ‬‫ ﻭ‬‫ﻪ‬‫ﺢﹺ ﺃﹶﻟﹾﻔﹶﺎﻇ‬‫ﻴ‬‫ﺤ‬‫ﺼ‬‫ﺑﹺﺘ‬  ‫ﻤﺘ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﻤ ﻘ‬‫ﺼ‬ ‫ﺣﺮ‬ ‫ﺎ" ﺃﻫـ‬‫ﺮﹺﻫ‬‫ﺎ ﺇﹺﻟﹶﻰ ﻏﹶﻴ‬‫ﻬ‬‫ﻨ‬‫ ﹸ ﻋ‬‫ﻭ‬  ‫ﻻﹶ ﺍﻟﹾ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ﻬ‬‫ﺎﻟﹶﻔﹶ‬‫ﺨ‬  ‫ﻮ‬ ‫ﻲ ﻻﹶ ﺗ‬‫ ﺍﱠﺘ‬‫ﺔ‬‫ﺑﹺ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﺔ‬‫ﺤ‬‫ ﺍﹾﻷَﻓﹾﺼ‬‫ﺔ‬‫ﻮﹺ‬‫ﺒ‬‫ﺍﻟ‬ ‫ﻌﺪ ﻝ‬ ‫ﺠ ﺯﻣ ﺘ‬ ‫ﻴ ﻟ‬ ‫ﻴ‬ ‫ﻨ ﻳ‬ “Tidak diragukan bahwasannya Ummat ini sebagaimana mereka diperintahkan memahami Al Qur’an dan menegakkan hukum-hukumnya. An Nasyr fil qiro’atil ‘asyr. hukum mim mati. ‫ﻼﹰ‬‫ ﺃﹶﺻ‬‫ﺮﹺﺩ‬‫ ﻳ‬‫ﺎ ﻟﹶﻢ‬‫ ﻣ‬‫ﺍﺀَﺓ‬‫ﺮ‬‫ ﺑﹺﻘ‬‫ﺎﹸﻚ‬‫ﺑ‬ ‫ﻟ‬ 10. waqof. Lalu bagaimana dengan yang tidak ada riwayatnya sama sekali!! “7 .”6 Syeikh Nashiruddin Ath Thablawi berkata : ‫ﺎ‬‫، ﻓﹶﻤ‬‫ﻠﹶﺔ‬‫ﻤ‬ ‫ﻲ ﺍﻟﹾ‬‫ ﻓ‬‫ﻩ‬‫ﺩ‬‫ﻭ‬  ‫ﻊ‬‫ ﻣ‬‫ﺎﺫ‬ ‫ﺍﺀَ ﹸ ﺑﹺﺎﻟ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻘ‬ ‫ﻮ‬ ‫ ﻻﹶ ﺗ‬ ‫ﻠﹶﻰ ﺃﹶ‬‫ﻥﹶ ﻋ‬‫ﻮ‬‫ﻟ‬‫ﻮ‬ ُ ‫ﺍﹾ‬‫ﺎ ُ ﻭ‬‫ ﺍﻟﹾ ﹸﻘﹶﻬ‬‫ﻊ‬‫ﻤ‬‫ ﺃﹶﺟ‬‫ﻗﹶﺪ‬‫ﻭ‬ ‫ﺠ‬ ‫ﻭﺭ‬ ‫ﺓ ﺸ‬ ‫ﻧﻪ ﺠ ﺯ‬ ‫ﻔ ﺀ ﻷﺻ ﻴ‬ “Para Ulama’ Fiqih dan Ushul telah sepakat bahwa tidak boleh membaca (Al Qur’an) dengan riwayat yang syadz (ahad/tidak mutawattir) walaupun ada riwayatnya. idghom.  ‫ ﹸ‬‫ﺎﺋ‬‫ﺴ‬‫( ﻣ‬Permasalahannya) ‫ﻠﻪ‬ Kaidah-kaidah ilmu tajwid seperti : makhorijul dan sifat-sifat huruf..

Target Tahsin Tilawah (Tilawah yang ideal) Lancar Benar Frekwensi tilawah Talaqqi Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 11 .

Sungguh-sungguh/mujahadah (QS.4.75. 75.15/22/32/40) Memperhatikan ada-adab membaca Al Qur’an Tidak tergesa-gesa/membaca dengan tartil (QS.18) Banyak praktek dan mengulang hingga bisa terucap secara refleks dari mulut dengan benar Setiap hari harus ada waktu wajib khusus Al Qur’an Disiplin dalam menerapkan setiap hukum-hukum tajwid ( karena hukum-hukum tajwid bersifat eksak/pasti) Dengan suara yang lantang dan berusaha membaguskan suaranya (dengan suara yang terbaik) Menggunakan mushaf yang standart ( ‘Utsmani) Senantiasa berdoa agar dimudahkan dalam mempelajari AL Qur’an (QS.142.KIAT SUKSES BELAJAR AL QUR’AN Niat Ikhlash (QS.5). 3. 46. 98. 54.13) Yakin bahwa belajar Al Qur’an adalah mudah ( QS.16.6&69) Sabar dan istiqomah (QS.47:31. 20.114) Ber’azam untuk mengajarkan kembali Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 12 .73.114) Talaqqi kepada orang yang menguasai ilmu tajwid (QS.20.29.

dan memisah Basmalah dengan awal surat :     . Disambung semua : . Cara membaca Isti’adzah. dan awal surat 1. Dan jika tilawah dilakukan secara bergantian dan berurutan.     Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 13 . An Nahl :98) Lafadz Basmalah     Basmalah dibaca disetiap memulai awal surat kecuali surat At Taubah.     . maka yang membaca Isti’adzah bisa yang pertama saja.(QS. Basmalah boleh dibaca boleh tidak. Menyambung Isti’adzah dengan Basmalah. dan menyambung Basmalah dengan awal surat :         . Memisah Isti’adzah dengan Basmalah.ISTI’ADZAH DAN BASMALAH Lafadz Isti’adzah        ‫ﻋﺫ‬ ‫ﻮ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ atau ‫ﻢﹺ‬‫ﻴ‬‫ﻠ‬‫ﻊﹺ ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﻴ‬‫ﻤ‬ ‫ﺍﻟ‬ ‫ﺴ‬  ‫ﻋﺫ‬ ‫ﻮ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ Disunnahkan membaca Isti’adzah setiap memulai membaca Al Qur’an. Dipisah semua:     2. Adapun jika memulai dari tengah surat.         4.          Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. basmalah.     ‫ﻋﺫ‬ ‫ﻮ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﻋﺫ‬ ‫ﻮ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﻋﺫ‬ ‫ﻮ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﻋﺫ‬ ‫ﻮ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬             3.

    ‫ﺍﻟﺘ‬ ‫ﺤﻘﻴﻖ‬ : Membaca dengan sangat lambat Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 14 .                   3. Disambung semua:     . : Membaca dengan lambat 3.      Yang tidak boleh adalah menyambung akhir surat sebelumnya dengan Basmalah. Tingkat Kecepatan Membaca Al Qur’an 1. dan memisah Basmalah dengan surat sesudahnya. 2.CARA MENYAMBUNG DUA SURAT 1. sudah tidak ideal) 2. Dipisah semua :     . : Membaca antara tartil dan hadr 4. ‫ﺭ‬  ‫ﺍﳊﹶﺪ‬ ‫ ﻞ‬ ‫ ﹸ‬‫ﻴ‬‫ﺗ‬‫ﺍﻟﺘﺮ‬ ‫ﺮ‬  ‫ﻭﻳ‬‫ﺪ‬‫ﺍﻟﺘ‬ : Membaca dengan cepat (lebih cepat dari hadr. Menyambung Basmalah dengan awal Surat :         .

dan tidak boleh miring ke “e” atau “o”. maka ia menjadi sempurna. dan tidak boleh miring ke “e” - Setiap Huruf yang berharokat dlommah (ُ ) atau yang berbunyi “u” harus dibaca dengan memonyongkan (membulatkan) bibir secara sempurna. i. sehingga terucap “u” secara sempurna. sehingga terucap ‘a” secara sempurna. sehingga terucap “i” secara sempurna. Dan yang berfathah dengan membuka bibir. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 15 ‫ﻒ‬‫ﺝ ﺍﻷَﻟ‬‫ﺮ‬‫ﺨ‬‫ﻣ‬‫ﺍﻭﹺ ﻭ‬‫ ﺍﻟﹾﻮ‬ ‫ﺮ‬‫ﺨ‬‫ ﻣ‬‫ﺃﹶﻱ‬  ‫ﺝ‬ ‫ﻄﹶﺒﹺﻘﹶﺎ‬‫ﻨ‬‫ ﺗ‬‫ ﻟﹶﻦ‬‫ ﺍﻟﹾﻘﹶﺎﺭﹺﺉ‬‫ﺮ‬‫ﻓﹶﺈﹺﻥﹾ ﺗ‬ ‫ﺎ‬ ‫ﺎ ﺿ‬‫ ﻣ‬ ‫ﻘ‬‫ﺘ‬‫ﻨ‬  ‫ﺑﹺﺄﹶ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻧﻪ ﻣ ﺺ‬ ‫ﺠﹺﺐ‬‫ﺮﹴ ﻳ‬‫ ﹸﻭ ﻛﹶﺴ‬‫ﺢﹴ ﻭ‬‫ ﹸﻭ ﻓﹶﺘ‬‫ﻛﹶﺬﹶﺍﻙ‬ ‫ﺫ‬ ‫ﺫ‬ . maka fahamilah. Maksudnya adalah pengucapan vokal a. Setiap Huruf yang berharokat fathah (َ ) atau yang berbunyi “a” harus dibaca dengan membuka bibir secara sempurna.MENYEMPURNAKAN HAROKAT Salah satu bagian penting dari kesempurnaan bacaan Al Qur’an adalah menyempurnakan harokat. Dan yang berkasroh dengan merendahkan bibir. atau pada huruf-huruf yang tebal (tafkhim) tidak boleh miring ke “a” - Setiap Huruf yang berharokat kasroh ( ِ ) atau yang berbunyi “i” harus dibaca dengan merendahkan bibir bagian bawah. dan tidak boleh miring ke “o” :"‫ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟ ﱢﻴﱯ ﰲ ﻣﻨﻈﻮﻣﺘﻪ: "ﺍﳌﻔﻴﺪ ﰲ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﺘﺠﻮﻳﺪ‬ ‫ﻄ‬ ‫ﺎ‬ ‫ﻦﹺ ﺿ‬‫ﻴ‬‫ﻔﹶﺘ‬ ‫ ﺍﻟ‬ ‫ﺇﹺﻻ ﺑﹺﻀ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﱠ ﻢ ﺸ‬ ‫ﺎ‬ ‫ﺘ‬‫ ﻳ‬‫ﻮﻡﹴ ﻓﹶﻠﹶﻦ‬ ‫ﻀ‬‫ ﹸ ﱡ ﻣ‬‫ﻭ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻛﻞ ﻤ‬ ‫ﻢﹺ‬‫ﺢﹺ ﺍﻓﹾﻬ‬‫ ﺑﹺﺎﻟﹾﻔﹶﺘ‬ ‫ﻮ‬‫ﻔﹾ‬‫ﺍﻟﹾﻤ‬‫، ﻭ‬ ‫ﺘ‬‫ﻳ‬ ‫ﺘﺡ‬ ‫ﻢ‬ ‫ﻠﹾﻔﹶﻢﹺ‬‫ﻔﹶﺎﺽﹴ ﻟ‬‫ﺨ‬‫ﻔﹶﺎﺽﹴ ﺑﹺﺎﻧ‬‫ﺨ‬‫ ﹸﻭ ﺍﻧ‬‫ﻭ‬ ‫ﺫ‬ ‫ﻛﹶﻪ‬‫ﺮ‬‫ﻞﹺ ﺍﻟﹾﺤ‬‫ﺝ ﺃﹶﺻ‬‫ﺮ‬‫ﺨ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ ﹸﻬ‬‫ﺮ‬‫ﺸ‬‫ﻳ‬  ‫ﻛ‬ ‫ﻛﹶﻪ‬ ‫ ﻣﺤ‬‫ ﹸﻦ‬‫ﻭﻑ ﺇﹺﻥﹾ ﺗ‬  ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﺇﹺﺫ‬ ‫ ﺮ‬ ‫ ﻜ‬ ‫ﺤﺮ‬ ‫ﺮﹺﻑ‬ ‫ﻱ‬‫ﺎ ﺍﱠﻟﺬ‬‫ﺟﹺﻬ‬‫ﺮ‬‫ﺨ‬‫ﻲ ﻣ‬‫ﺎﺀ ﻓ‬‫ ﺍﻟﹾﻴ‬‫ﻭ‬ ‫ﻋ‬ ُ ‫ ﱢﻘﹶﺎ‬‫ﺤ‬ ‫ ﹸﻦ‬  ‫ ﺑﹺﺎﻟ‬ ‫ﻔﹶﺎﻫ‬‫ﺷ‬ ‫ ﻪ ﻀﻢ ﻛ ﻣ ﻘ‬ ‫ﺎ‬ ‫ﺘ‬ ‫ ﺑﹺﻪ‬ ‫ﻄﹾ‬‫ﺍﺟﹺﺐ ﺍﻟ‬‫ﺍﻟﹾﻮ‬‫ﻭ‬ ‫ ﻨ ﻖ ﻣﻤ‬ ‫ﺐ‬‫ﺗﺼ‬ ‫ﻪ‬‫ﻤ‬‫ﺎ ﺍﻓﹾﻬ‬‫ﻬﻤ‬‫ﻨ‬‫ﺎﻡ ﻛ ﱟ ﻣ‬‫ﻤ‬‫ﺇﹺﺗ‬   ‫ ﹸﻞ‬ Imam Ahmad Ath Thibii rohimahullah menyatakan : “Dan setiap huruf yang berdlommah tidak akan sempurna kecuali dengan membulatkan (memonyongkan) bibir secara sempurna. u dengan sempurna.

fahamilah. ) ا‬dan ya’ (‫ ) ي‬di makhrojnya yang sudah diketahui. wajib menyempurnakan keduannya. Fathu Robbil Bariyyah Syarhul Muqoddimatul Jazariyyah. maka pastikan bahwa ia mengurangi yang berdlommah.8 Contoh-contoh perubahan arti jika salah harokat • Kalimat ‫ﺳ ﻟﻪ‬  ‫ﻮﹸ‬ ‫ﺭ‬‫ ﻭ‬‫ﲔ‬‫ﺮﹺﻛ‬‫ﺸ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ﺮﹺﻱ ٌ ﻣ‬‫ ﺑ‬‫“ ﺃﹶ ﱠ ﺍﻟﱠﻪ‬bahwa Allah dan RasulNya berlepas diri dari ‫ﻤ‬ ‫ﺀ‬ ‫ﻥ ﻠ‬ orang-orang musyrik” . ) و‬makhroj alif (‫ . sungguh Aku akan menambah ‫ﻧﻜ‬ ‫ﺗ‬ (nikmat) kepada kalian”. Jika engkau melihat seorang qori’ tidak membulatkan bibirnya (pada huruf berdlommah). 117 Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 16 . Hal. jika dibaca  ‫ﻮ‬     ‫ﺸ ﹺ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬  ٌ ‫ ﹺﻱ‬  ‫ . 1424 H. Jika dibaca ‫ﺍ‬ ‫ﺎ ﹶ ﹸﻮ‬  ‫ﺍ‬  ‫ ﹶﺄﹾ ﹴ ﹶﺎ ﹶ‬‫ﻦ‬ ‫ﻮ ﹶ‬ ‫ﺸ‬  ‫ﺍ‬ ‫ ﹺ ﱠ ﺍﹾﻟﹶﺑ‬artinya menjadi “sungguh ‫ﺮ ﺭ ﻳ ﺮﺑ ﻥ ﻣ ﻛ ﺱ ﻛ ﻥ ﻣﺰ ﺟﻬ ﻛﻔ ﺭ‬‫ﺇﻥ ﺄ‬ orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah orang kafir” • Kalimat ‫ ﹸﻢ‬‫ ﻟﹶﺄﹶﺯﹺﻳﺪ‬‫ﻢ‬‫ﻜﹶﺮ‬‫ ﺷ‬‫ﻦ‬‫“ ﻟﹶﺌ‬sungguh jika kalian bersyukur. Jika dibaca ‫ ﹸﻢ‬ ‫ ﹶ ﹶ ﹺﻳ‬‫ﻢ‬‫ ﹶﺮ‬ ‫ﻦ‬‫ ﹶ‬artinya menjadi “sungguh jika  ‫ﺗ ﻻ ﺃﺯ ﺪﻧﻜ‬ ‫ﻟﺌ ﺷﻜ‬ kalian bersyukur. Demikian pula yang berkasroh dan berfathah. Sedangkan seharusnya mengucapkan dengan sempurna. Jeddah: Daru Nurul Maktabat. maka makhroj asli harokah tergabung dengannya.Ketika suatu huruf berharokat. Aku tidak menambah (nikmat) kepada kalian” 8 Shofwat Mahmud Salim . maka engkau akan benar. ﹶ ﱠ ﺍﻟﱠ‬artinya menjadi “bahwa ‫ﺮﻛﲔ ﻭﺭﺳ ﻟﻪ‬ ‫ﺃﻥ ﻠﻪ ﺑﺮ ﺀ ﻣﻦ ﻤ‬ Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan RasulNya ” • kalimat ‫ ﹶ ﹸ‬‫ﹶﺎ‬ ‫ﻭﺍ ﺍﻟﹾ‬ ‫ ﹶ ﹶ‬ ‫ﻳ‬ ‫ﱠﻰ ﺍﱠ‬  ‫“ ﹺﺫﹾ‬ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang kafir ‫ﺇ ﻳﺘﻮﻓ ﻟﺬ ﻦ ﻛﻔﺮ ﻤﻠ ﺋﻜﺔ‬ “ jika ِ ibaca ‫ﹶﺎﺋ ﹶ ﹶ‬ ‫ﻭﺍ ﺍﻟﹾ‬ ‫ ﹶ ﹶ‬ ‫ﻳ‬ ‫ ﱠﻰ ﺍﱠ‬  ‫ ﹺﺫ‬artinya menjadi “ketika orang-orang kafir mencabut d ‫ﺇ ﹾ ﻳﺘﻮﻓ ﻟﺬ ﻦ ﻛﻔﺮ ﻤﻠ ﻜﺔ‬ nyawa para malaikat “ Contoh-contoh perubahan arti jika salah panjang pendek • Kalimat ‫ﺍ‬ ‫ﺎ ﹶﺎﹸﻮ‬  ‫ﺍ‬  ‫ ﹶﺄﹾ ﹴ ﹶﺎ ﹶ‬‫ﻦ‬ ‫ﻮ ﹶ‬ ‫ﺸ‬  ‫ﺍ‬ ‫“ ﹺ ﱠ ﺍﹾﻟﹶﺑ‬sungguh orang-orang yang berbuat ‫ﺮﺑ ﻥ ﻣ ﻛ ﺱ ﻛ ﻥ ﻣﺰ ﺟﻬ ﻛ ﻓ ﺭ‬ ‫ﺮ ﺭ ﻳ‬‫ﺇﻥ ﺄ‬ kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur”. Yaitu makhroj wawu (‫ .

Rongga Mulut dan tenggorokan (  ‫ﻮ‬ ‫) ﺍﻟﹾ‬ ‫ﻑ‬ ‫ﺠ‬ 2. 2. Secara global makhorijul huruf ada lima : 1. Pengucapan huruf sesuai makhrojnya merupakan hal yang sangat penting dalam membaca Al Qur’an. jika dibaca ‫ﻭﻗ ﻟ ﻗ ﻟ ﺳﺪ ﺪ‬ ‫ﺍ‬‫ﻳﺪ‬‫ﺪ‬‫ﻟﹰﺎ ﺷ‬‫ﹸﻮﹸﻮﺍ ﻗﹶﻮ‬‫ . Lidah ( ‫ﺎ ﹸ‬ ّ‫) ﺍﻟ‬ ‫ﺴ ﻥ‬‫ﻠ‬ 4. • Kalimat ‫ﺍ‬ ‫ﻳ‬  ‫ﹰﺎ‬‫ﹸﻮﹸﻮﺍ ﹶﻮ‬ yang berarti “dan berkatalah perkataan yang benar”. ‫ﻧ‬ ‫َﺍ ِﻱ ُﻭ‬ atau biasa setiap huruf mad harus benar-benar keluar dari al jauf secara bersih dan tidak boleh ada suara hidung. 1. Pangkal tenggorokan. Yang keluar dari al jauf adalah huruf-huruf mad (panjang) yaitu disingkat ‫ﺎ‬‫ﻬ‬‫ﻴ‬‫ﺣ‬‫ﻮ‬ . keluar huruf ‫ء . Apabila huruf tersebut dikeluarkan dari makhroj yang benar.Rongga Mulut dan tenggorokan (  ‫ﻮ‬ ‫) ﺍﻟﹾ‬ ‫ﺠﻑ‬ 1. Rongga Hidung (  ‫ﻮ‬ ‫ﻴ‬ ‫) ﺍﻟﹾ‬ ‫ﺨﺸ ﻡ‬ Namun jika dirinci Jumlah keseluruhan makhorijul huruf ada tujuh belas makhroj. • kalimat ‫ ﹶ‬‫ﻮ‬ ‫ﹶ‬‫ﻌ‬ ‫ﺗ ﻠﻤ ﻥ‬ yang berarti “kalian mengetahui. Tenggorokan ( ‫ﻠﹾ‬ ‫) ﺍﻟﹾ‬ ‫ﺤﻖ‬ 2. Makhorijul Huruf artinya tempat keluarnya huruf. Kesalahan pada makhorijul huruf dapat menyebabkan peruabahan arti kata. Bibir ( ‫ ﹶﺔ‬ ‫ُ)ﺍﻟ‬ ‫ﺸﻔ‬ 5. maka akan keluar suara dengan benar pula.ھـ‬ ‫ ﺀًﺍ‬‫ﺌﹰﺎ ﺃﹶﻥ‬‫ﻴ‬‫ﺌ‬‫ ﻣ‬‫ﻥ‬‫ﺆ‬ ‫َ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﺃﹶﺃﹾﻥﹶ ﻣ‬‫ ﺀً ﺃﹶﻥ‬‫ﺄﹾ ﹸﻭ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻭ‬‫ﺀَﺍ ﺇﹺﻱ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺃ ﺉﹺ ﺃﺅ‬  ‫ﺃﹶﱠ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 17 ‫ ﹸﺃﺅ‬‫ﺃﹶﺃﹾ ﺇﹺﺉ‬ . ﻭ‬maka artinya menjadi “dan berkatalah perkataan yang keras” ‫ﻗﻟ‬ • Kalimat  ‫ﱠ‬  ‫ﻤ‬ ‫“ ﺍﻟﹾ‬Segala puji bagi Allah” jika dibaca ‫ﺤ ﺪ ﻟﻠﻪ‬ ‫ﱠﻪ‬‫ ﻟ‬ ‫ﻤ‬‫ ﺍﻟﹾﻬ‬artinya menjadi ‫ﺪ ﻠ‬ “kematian bagi Allah” Setiap huruf hijaiyyah memiliki makhroj sendiri-sendiri yang berbeda dengan huruf latin. Tenggorokan ( ‫ﻠﹾ‬ ‫) ﺍﻟﹾ‬ ‫ﺤﻖ‬ 3. ‫ﻟﺈ ﺷﻜ ﺗ‬ kalau dibaca : ‫ﻢ‬‫ ﹶﺮ‬ ‫َﹺﻥ‬ ‫ﻝﺇ ﺳﻜ ﺗ‬ maka artinya menjadi “jika kalian mabuk”. jika dibaca ‫ ﹶ‬‫ﻮ‬ ‫ﺄﹾْﹶ‬ maka artinya ‫ﺗ ﻟﻤ ﻥ‬ menjadi “ kalian menderita kesakitan”.MAKHORIJUL HURUF Makhorij jama’ dari makhroj artinya tempat keluar . Contoh-contoh perubahan arti jika salah makhroj • kalimat ‫ﻢ‬‫ ﹶﺮ‬ ‫ ﹶﹺﻥ‬yang berarti “jika kalian bersyukur”.

‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﻫ‬‫ﺎ ﻫ‬‫ﻬ‬‫ﻬﹺﻴ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﻬ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﻬ‬‫ﻦﹺ ﻫ‬‫ﺎ ﻫ‬‫ ﻫ‬‫ﻮ‬ ‫ﻪ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﻫ‬‫ﻫ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻫ‬ ‫ﻫ‬ ‫ ﺃﻩ‬‫ﻩ ﻩ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ . Tengah tenggorokan.  .  .  .  .   Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 18 .  .    .  .  .  .   .  .   .  .  .    .  ‫ ﹸﻩ‬‫ ﺇﹺﻩ‬‫ﺃﹶﻩ‬ ‫ﺃ‬   .   .  .  .  3.   .  .  .  .  .  .  .  .   .  .  .  .  .  .   .  . keluar huruf ‫ﻉ -ﺡ‬ ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﻋ‬‫ﺎ ﻋ‬‫ﻌ‬‫ﻴ‬‫ﻌ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﻌ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﻌ‬‫ﻦﹺ ﻋ‬‫ﺎ ﻋ‬‫ ﻋ‬‫ﻮ‬ ‫ﻊ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﻋ‬‫ﻋ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻋ‬ ‫ﻋ‬ ‫ﻉ ﻉﹺ ﺃﻉ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﺡ ﺡﹺ ﺃﺡ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ ﹸﻉ‬‫ ﺇﹺﻉ‬‫ﺃﹶﻉ‬ ‫ﺃ‬ ‫ ﺇﹺﺡ ﹸﺡ‬‫ﺃﹶﺡ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﺣ‬‫ﺎ ﺣ‬‫ﺤ‬‫ﻴ‬‫ﺤ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺤ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺤ‬‫ﻦﹺ ﺣ‬‫ﺎ ﺣ‬‫ ﺣ‬‫ﻮ‬ ‫ﺢ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﺣ‬‫ﺣ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺣ‬ ‫ﺣ‬ .  .  .  .  .  .  .  .  .  .  .   .  .  .  .  .  .

 .  .  .       . Ujung Tenggorokan.  .    .  . Secara istilah berarti sifat tebal yang melekat pada huruf sehingga gemanya memenuhi rongga mulut.    . Jika mati.  .  .4.   .  . Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 19 .   ‫ ﹸﻕ‬‫ ﺇﹺﻕ‬‫ﺃﹶﻕ‬ ‫ﺃ‬ . 10 Kesalahan umum yang terjadi pada pengucapan huruf Qof adalah mengeluarkan huruf Qof terlalu dalam dari tenggorokan.     .   .  .  . keluar huruf ‫ .  .  .  .   Praktek Surat Al Fatihah dan Al A'la 3.     .  . Lidah ( ‫ﺎ ﹸ‬ ّ ‫) ﺍﻟ‬ ‫ﺴ ﻥ‬‫ﻠ‬ 5.    . ق‬dibaca dengan tafkhim (tebal) tanpa disertai keluarnya nafas.Pangkal lidah dengan langit-langit.     9 Tafkhim secara bahasa berarti menebalkan. Yang benar adalah dari pangkal lidah. huruf qof harus dibaca memantul (qolqolah)10 ‫ﻘﹰﺎ ﻗﹶﻦﹺ ﻗﹰﺎ‬‫ﻴ‬‫ﻘ‬‫ﻘﹾﻦﹺ ﻣ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ ﻗﹰﺎ ﻗﹶﻦﹺ ﻗﹶﻘﹾﻦ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻖ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻗﹶﺎ ﻗﻲ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻗ‬ ‫ ﻗ‬ ‫ﻕ ﻕﹺ ﺃﻕ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ .   . keluar huruf ‫ﺥ‬ -‫ﻍ‬ .  .  . dibaca dengan tafkhim(tebal)9 ‫ﺎ ﻏﹶﻦﹺ ﻏﹰﺎ‬‫ﻐ‬‫ﻴ‬‫ﻐ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﻐ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ ﻏﹰﺎ ﻏﹶﻦﹺ ﻏﹶﻐ‬‫ﻎﹾ ﹸﻮ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻲ‬‫ﻏﹶﺎ ﻏ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻏ‬ ‫ﻏ‬ ‫ﺃﹶ ﱠ ﺇﹺ ّ ﹸﻍ‬ ‫ﻍ ﻍﹺ ﺃ ﱡ‬ ‫ﺥ ﺥﹺ ﺃﺥ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﺃﹶﻍﹾ ﺇﹺﻍﹾ ﹸﻍﹾ‬ ‫ﺃ‬ ‫ ﺇﹺﺥ ﹸﺥ‬‫ﺃﹶﺥ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﺧ‬‫ﺎ ﺧ‬‫ﺨ‬‫ﻴ‬‫ﺨ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺨ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺨ‬‫ﻦﹺ ﺧ‬‫ﺎ ﺧ‬‫ ﺧ‬‫ﻮ‬ ‫ﺦ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﺧ‬‫ﺧ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺧ‬ ‫ﺧ‬  .

        . Tengah lidah dengan langit-langit.  .   .  .  . Al Balad.  .         . ‫.  ‫ ﹸﻙ‬‫ ﺇﹺﻙ‬‫ﺃﹶﻙ‬ ‫ﺃ‬  .  6.  . keluar huruf mati harus dibaca memantul (qolqolah) ‫ .  .  .ش – ي‬Jika huruf jim (‫)ج‬ ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﺟ‬‫ﺎ ﺟ‬‫ﺠ‬‫ﺠﹺﻴ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺠ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺠ‬‫ﻦﹺ ﺟ‬‫ﺎ ﺟ‬‫ ﺟ‬‫ﻮ‬ ‫ﺞ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﺎ ﺟﹺﻲ‬‫ﺟ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺟ‬ ‫ﺟ‬ ‫ﺝ ﺝﹺ ﺃﺝ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﺵ ﺵﹺ ﺃﺵ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﻱ ﻱﹺ ﺃﻱ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬   .  .  .  Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 20 .  . ج . dan Al Alaq 7.  .ك‬ ‫ﻜﹰﺎ ﻛﹶﻦﹺ ﻛﹰًﺎ‬‫ﻴ‬‫ﻜ‬‫ﻜﹾﻦﹺ ﻣ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ ﻛﹰﺎ ﻛﹶﻦﹺ ﻛﹶﻜﹾﻦ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻚ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻲ‬‫ﻛﹶﺎ ﻛ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻛ‬ ‫ﻛ‬ ‫ ﺃﻙ‬‫ﻙ ﻙ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬  .  . ‫ ﺇﹺﺝ ﹸﺝ‬‫ﺃﹶﺝ‬ ‫ﺃ‬ ‫ ﹸﺵ‬‫ ﺇﹺﺵ‬‫ﺃﹶﺵ‬ ‫ﺃ‬ ‫ ﹸﻱ‬‫ﺃﹶﻱ‬ ‫ﺃ‬  ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﺷ‬‫ﺎ ﺷ‬‫ﺸ‬‫ﻴ‬‫ﺸ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺸ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺸ‬‫ﻦﹺ ﺷ‬‫ﺎ ﺷ‬‫ ﺷ‬‫ﻮ‬ ‫ﺶ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﺷ‬‫ﺷ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺷ‬ ‫ﺷ‬ ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﻳ‬‫ﺎ ﻳ‬‫ﻴ‬‫ﻴﹺﻴ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﻴ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﻴ‬‫ﻦﹺ ﻳ‬‫ﺎ ﻳ‬‫ ﻳ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﺎ ﻳﹺﻲ‬‫ﻳ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻳ‬ ‫ﻳ‬ .  .  Praktek Surat Al Anfal Ayat 29-32.  .  .  . Pangkal lidah dengan langit-langit sedikit dibawah makhroj qof.   ..  .   .  .  . ٍ  .    .  .  . keluar huruf dibaca disertai keluarnya nafas.

termasuk kalimat Dsb.  ١١  Praktek Surat An Naba’ ayat 1. harusnya tetap Alloh.  .  .   dibaca walodl dloollin. Sisi lidah kiri atau kanan bertemu dengan gigi geraham atas. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 21 .  . 12 kesalahan umum yang sering terjadi adalah mengeluarkan huruf ‫ ض‬dari ujung lidah bertemu dengan gigi depan. Kesalahan umum pada pengucapan huruf yang berharokat fathah sebelum lafadz (‫ . Sedangkan memonyongkan bibir hanya pada huruf ‫ و‬dan huruf berdlommah saja. termasuk pada idghom bighunnah. Huruf bertasydid hanya ditekan secara biasa. 7. ghunnah pada mim dan nun tasydid wajib ditahan. dan tidak ada hubungannya dengan tafkhim (tebal)nya huruf. Selain tempat tersebut huruf lam harus dibaca tipis (tarqiq) termasuk lafadz (‫ )اﷲ‬jika sebelumnya kasroh. keluar huruf ‫ . atau dengan pipi.  .   . ل‬dalam lafadz ( ‫ 31)اﷲ‬jika huruf sebelumnya berharokat fathah atau dlommah.12 ‫ .) ﺗ‬Kecuali pada huruf mim dan nun tasydid. misalnya kalimat (‫ )اﷲ‬dibaca olloh. atau dengan geraham. Sehingga lidah atau bibir tidak perlu miring ke kiri atau ke kanan. )اﷲ‬adalah membacanya miring ke “o”.30 .  .  .  ‫ ﹸﺽ‬‫ ﺇﹺﺽ‬‫ﺃﹶﺽ‬ ‫ﺃ‬    . surat Adl Dluha 8. sedangkan yang tepat adalah sisi lidah dengan geraham. maka dibaca tebal (tafkhim).                 Praktek surat Thoha 83 – 97. harusnya tetap waladl dloollin.    .  . Ujung sisi lidah bertemu dengan ujung langit-langit. Jadi yang menyebabkan ditahan adalah ghunnah. 13 14 Dalam mushhaf timur tengah lafadz harokatnya fathah biasa (pendek).  . 14 11 Kesalahan umum saat membaca huruf ya’ yang bertasydid adalah menahan lama tasydid atau dibaca seperti idghom bighunnah. ض‬dibaca ‫ًﺎ‬‫ﻦﹺ ﺿ‬‫ﺎ ﺿ‬‫ﻀ‬‫ﻴ‬‫ﻀ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﻀ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﻀ‬‫ﻦﹺ ﺿ‬‫ﺎ ﺿ‬‫ ﺿ‬‫ﻮ‬ ‫ﺾ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﺿ‬‫ﺿ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺿ‬ ‫ﺿ‬ ‫ﺽ ﺽﹺ ﺃﺽ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ . dan kalimat (‫ ) َ اﷲ‬dibaca wolloh. keluar huruf dengan tafkhim (tebal).  . ‫و‬ harusnya tetap Walloh. namun tetap harus dibaca 2 harokat.  . Secara umum tidak boleh menahan (mamanjangkan) tasydid. Kesalahan mamanjangkan tasydid oleh ulama’ disebut tamthithusy syaddi(ّ  ‫ﺍﻟ‬ ‫ﺸﺪ‬ ‫ﻂ‬ ‫ﻴ ﹸ‬‫ﻄ‬‫ﻤ‬‫ . Kesalahan umum yang lain adalah mengucapkan َ dengan ‫ض‬ memonyongkan bibir. .

keluar huruf ‫ .   . Al Hujurot 13-18 10. ukuran pasti lamanya menahan ghunnah adalah pada talaqqi.  .    .  .   . keluar huruf ‫ .   .  .  . dan (3) boleh dibaca tafkhim atau tarqiq. ‫ﺗ ﻨﲔ ﻐﻨ ﺕ‬ ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﻧ‬‫ﺎ ﻧ‬‫ﻨ‬‫ﻨﹺﻴ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﻨ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﻨ‬‫ﻦﹺ ﻧ‬‫ﺎ ﻧ‬‫ ﻧ‬‫ﻮ‬ ‫ﻦ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﺎ ﻧﹺﻲ‬‫ﻧ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻧ‬ ‫ﻧ‬ ‫ ﺃﻥ‬‫ﻥ ﻥ‬ ‫ﺃﹶ ﱠ ﺇ ّ ﹸ ﱡ‬  ‫ﺃﹶﻥﹾ ﺇﹺﻥﹾ ﹸﻥﹾ‬ ‫ﺃ‬ . ‫ﺃﹶﻝﹾ ﺇﹺﻝﹾ ﹸﻝﹾ‬ ‫ﺃ‬      .                     Praktek Surat Al Hasyr : 18 – 24 9.  .   .ر‬huruf ro’ memiliki tiga kondisi : (1) harus dibaca tebal (tafkhim). Kesalahan umum yang terjadi saat pengucapan nun yang bertasydid (ّ ) ‫ن‬ adalah ghunnah (dengung) tidak ditahan. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 22 .‫ﻼﹰ ﻟﹶﻦﹺ ﻻﹰ‬‫ﻴ‬‫ﻠ‬‫ﻠﹾﻦﹺ ﻣ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ ﻻﹰ ﻟﹶﻦﹺ ﻟﹶﻠﹾﻦ‬‫ﻞﹾ ﹸﻮ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻟﻮ‬‫ﻲ‬‫ﻻﹶ ﻟ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻟ‬ ‫ﺃﹶ ﱠ ﺇﹺ ّ ﹸﻝ‬ ‫ﻝ ﻝﹺ ﺃ ﱡ‬ . Harus dibaca tebal (tafkhim) 1.  . berharokat fathah / dlommah : 15 ‫ﺎ‬‫ﺯﹺﻗﹾﻨ‬ ، ‫ﺮ‬‫ ﺗ‬‫ﺃﹶﻟﹶﻢ‬ ‫ﺭ‬ Ada pula yang menyebutkan sekitar tiga harokat.   . Disebut “sekitar” karena ghunnah bukan harokat. Ujung lidah bertemu dengan langit-langit dibawah makhroj lam. Ujung lidah bertemu dengan langit-langit dengan memasukkan sedikit permukaan lidah. atau menahan ghunnah terlalu lama (berlebihan) dan menggelombang-gelombangkannya yang disebut oleh ulama tajwid sebagai tathniinul ghunnaat( ‫ﺎ‬ ‫ ﺍﻟ‬ ‫ﻄﹾﹺ‬ ).    .   . (2) harus dibaca tipis (tarqiq).     Praktek Surat An Nas. ن‬jika huruf nun bertasydid (ّ ‫ن‬ ) maka dengung (ghunnah)nya harus ditahan sekitar dua 15 harokat. 1.     .

Mati setelah kasroh sesudahnya terdapat huruf isti’la’17 yang tidak berharokat kasroh dalam satu kata :    . .  . Dalam mushhaf timur tengah biasanya ditulis dengan alif diatasnya ada huruf shod kecil ( ). 3. Jika huruf ketiga fathah atau kasroh. Mati sesudah kasroh : 3.   4. Berharokat kasroh : ‫ﺮﹺﻯ‬‫ﺠ‬‫ﺗ‬ ‫ﻥﹶ‬‫ﻮ‬‫ﻋ‬‫ﺮ‬‫ﻓ‬ 2.  (karena huruf ‫ ﺕ‬berdatsdid (dobel). dan dibaca jika di awal kalimat (lawan dari hamzah qotho’/asli. untuk menentukan harokat hamzah washol dilihat harokat huruf ketiganya.   . misal : . Mati setelah hamzah washol16 : ،  . Mati karena waqof setelah huruf mati (bukan isti’la’) yang sebelumnya huruf yang berharokat kasroh :    16 Hamzah washol adalah hamzah yang tidak dibaca ketika di pertengahan kalimat. 2. misal: 17   . Lihat di bab sifat-sifat huruf Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 23 . Pada alif lam ( ‫ ) ال‬hamzah washol harus dibaca fathah . Mati setelah fathah/ dlommah : ‫ﺍ‬    ‫ﻣﺮﺷﺪ‬ ، ‫ﻢ‬‫ﻳ‬‫ﺮ‬‫ﻣ‬ 3. Pada kalimat ( ). Mati karena waqof (berhenti) setelah huruf mati yang sebelumnya huruf yang berharokat fathah / dlommah   2. Mati karena waqof setelah huruf Ya’ sukun :        4.  . misal (  . Selain dua bentuk diatas.   . maka huruf kedua dan ketiga adalah huruf ‫) ﺕ‬ Dan jika huruf ketiga dlommah.   .   5. yang tetap dibaca diawal. maka hamzah washol harus dibaca kasroh. ‫ﻦﹴ‬‫ ، ﺍﺑ‬‫ﺔ‬‫ﻨ‬‫ﺮﹺﻯﺀٍ ، ﺍﺑ‬‫ﻦﹺ ، ﺍﻣ‬‫ﻴ‬‫ ، ﺍﺛﹾﻨ‬‫ﺃﺓ‬‫ﺮ‬‫ﻢﹴ ، ﺍﻣ‬‫ﻦﹺ ، ﺍﺳ‬‫ﻴ‬‫ﺘ‬‫ ) ﺍﺛﹾﻨ‬hamzah washol harus dibaca kasroh. Harus dibaca tipis (tarqiq) 1.2. Mati karena waqof (berhenti) setelah alif atau wawu sukun:    6. maka hamzah washol harus dibaca dlommah. atau diakhir).cara menentukan harokat hamzah washol ( ) adalah : 1. ditengah.

3. dan jika mati huruf ‫ ط ،د‬harus dibaca qolqolah (mamantul). Al Fajr. keluar huruf ‫ . Atau ro’ tasydid dibaca dengan menghentakkan suara sehingga seolah suaranya terputus atau tersendat (ada jeda). Mati setelah kasroh sesudahnya ada huruf isti’la’ berharokat kasroh : ‫ﺮ ﹴ‬ ‫ﻕ‬ ‫ﻓ‬ 2. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 24 . Huruf ‫ ط‬harus dibaca tafkhim (tebal). د – ت‬pengucapan huruf ‫ ت‬disertai dengan keluarnya nafas20. Kesalahan umum yang terjadi saat membaca huruf ro’ yang bertasydid seperti dalam lafadz basmalah adalah ro’ dibaca lemah seolah tanpa tasydid. Sedangkan memonyongkan bibir hanya pada huruf ‫ و‬dan huruf berdlommah saja. Boleh tebal atau tipis 1. Mati karena waqof setelahnya ada huruf Ya’ yang dibuang18 :      ‫ﺍ‬‫ ﺭ‬‫ﻥ‬‫ﺍ ﺭ‬‫ﺮ‬‫ﺮﹺﻳ‬‫ ﻣ‬‫ﻥ‬‫ﺮ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﺭ‬‫ ﺭ‬‫ﻥ‬‫ﺍ ﺭ‬‫ ﺭ‬‫ﻭ‬ ‫ﺮ‬‫ ﺑ‬‫ﻭ‬ ‫ﺍ ﺭﹺﻱ‬‫ﺭ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺭ‬ ‫ﺭ‬ Praktek surat Al Muddatstsir. Ujung lidah bertemu dengan gusi bagian atas (pangkal gigi seri atas). dan tidak ada hubungannya dengan tafkhim (tebal)nya huruf.) ﺣ‬ Kesalahan umum yang terjadi pada pengucapan huruf ‫ ط د ت‬adalah lidah keluar menyentuh ujung gigi. Mati karena waqof setelah huruf isti’la’ yang mati yang sebelumnya huruf yang berharokat kasroh : ‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﻣ‬ 3. kesalahan ini disebut oleh ulama’ sebagai (  ‫ﺍ َﺍ‬ ‫ﺍﻟ‬ ‫ﺮﺀﺕ‬ 20 21 ‫ﺔ‬ ‫ ﹸ‬‫ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫. Kesalahan umum yang terjadi pada pengucapan huruf ‫ ط‬adalah dengan memonyongkan bibir. Pengucapan huruf ‫& ط‬ ‫ د‬tanpa disertai keluarnya nafas.21 ‫ﺍ‬‫ ﺩ‬‫ﻥ‬‫ﺍ ﺩ‬‫ﺪ‬‫ﻳ‬‫ﺪ‬‫ ﻣ‬‫ﻥ‬‫ﺪ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﺩ‬‫ ﺩ‬‫ﻥ‬‫ﺍ ﺩ‬‫ ﺩ‬‫ﻭ‬ ‫ﺪ‬‫ ﺑ‬‫ﻭ‬ ‫ﻱ‬‫ﺍ ﺩ‬‫ﺩ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺩ‬ ‫ﺩ‬ ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﺗ‬‫ﺎ ﺗ‬‫ﺘ‬‫ﻴ‬‫ﺘ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺘ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺘ‬‫ﻦﹺ ﺗ‬‫ﺎ ﺗ‬‫ ﺗ‬‫ﻮ‬ ‫ﺖ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﺗ‬‫ﺗ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺗ‬ ‫ﺗ‬ ‫ ﺃﺕ‬‫ﺕ ﺕ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﺃﹶ ﱠ ﺇﹺ ّ ﹸﻁ‬ ‫ ﺃ ﱡ‬‫ﻁ ﻁ‬ ‫ ﹸﺕ‬‫ ﺇﹺﺕ‬‫ﺃﹶﺕ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺃﹶﻁﹾ ﺇﹺﻁ ﹸﻁﹾ‬ ‫ﹾﺃ‬ ‫ﻄﹰﺎ ﻃﹶﻦﹺ ﻃﹰًﺎ‬‫ﻴ‬‫ﻄ‬‫ﻄﹾﻦﹺ ﻣ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ ﻃﹰﺎ ﻃﹶﻦﹺ ﻃﹶﻄﹾﻦ‬‫ﻂﹾ ﹸﻮ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻲ‬‫ﻃﹶﺎ ﻃ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻃ‬ ‫ﻃ‬ ‫ ﺃﺩ‬‫ﺩ ﺩ‬  ‫ ﺇ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ ﹸﺩ‬‫ ﺇﹺﺩ‬‫ﺃﹶﺩ‬ ‫ﺃ‬ 18 19 Dapat diketahui dari konteks ayat atau asal kalimat. dan Al Qomar19 ‫ﺭ ﺭﹺ ﺃﺭ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ ﹸﺭ‬‫ ﺇﹺﺭ‬‫ﺃﹶﺭ‬ ‫ﺃ‬ –‫ط‬ 11.

 .  .   .   .  .  .   .  .  .   .   .   .   .  .  .  . ‫ﺜﹰﺎ ﺛﹶﻦﹺ ﺛﹰًﺎ‬‫ﻴ‬‫ﺜ‬‫ﺜﹾﻦﹺ ﻣ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ ﺛﹰﺎ ﺛﹶﻦﹺ ﺛﹶﺜﹾﻦ‬‫ﺚﹾ ﹸﻮ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻲ‬‫ﺛﹶﺎ ﺛ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺛ‬ ‫ﺛ‬ ‫ ﺫﹰًﺍ‬‫ﺬﹰﺍ ﺫﹶﻥ‬‫ﻳ‬‫ﺬ‬‫ ﻣ‬‫ﺬﹾﻥ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﺫﹶﺫﹾﻥﹶ ﻣ‬‫ ﺫﹰﺍ ﺫﹶﻥ‬‫ﺬﹾ ﹸﻭ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻭ‬‫ﻱ‬‫ﺫﹶﺍ ﺫ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺫ‬ ‫ﺫ‬ ‫ﺃﹶ ﱠ ﺇﹺ ّ ﹸﺫ‬ ‫ ﺃ ﱡ‬‫ﺫ ﺫ‬ ‫ﺃﹶ ﱠ ﺇﹺ ّ ﹸﻅ‬ ‫ ﺃ ﱡ‬‫ﻅ ﻅ‬   .   .      .  .    .  . ‫ ﺃﺙ‬‫ﺙ ﺙ‬ ‫ﺃﹶﺙﹾ ﺇﹺﺙﹾ ﹸﺙﹾ ﺃﹶ ﱠ ﺇﹺ ّ ﹸ ﱡ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺃﹶﺫﹾ ﺇﹺﺫﹾ ﹸﺫﹾ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺃﹶﻅﹾ ﺇﹺﻅ ﹸﻅﹾ‬ ‫ﹾﺃ‬  ‫ﻈﹰﺎ ﻇﹶﻦﹺ ﻇﹰًﺎ‬‫ﻴ‬‫ﻈ‬‫ﻈﹾﻦﹺ ﻣ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ ﻇﹰﺎ ﻇﹶﻦﹺ ﻇﹶﻈﹾﻦ‬‫ﻆﹾ ﹸﻮ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻲ‬‫ﻇﹶﺎ ﻇ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻇ‬ ‫ﻇ‬  .  . At Takatsur.ث‬huruf ‫ ظ‬harus dibaca tafkhim (tebal).  .    .  .   . dan Al 'Adiyat.   . . Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri atas (lidah sedikit keluar). keluar huruf –‫ظ‬ ‫ . Ar Ra’d 25-29 12.   .   .   Praktek Surat At Takwir.   .     . ذ .  .  .    .  Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 25 .  .  .       .  .  .

Al Zalzalah 13.   . Ujung lidah diantara gigi atas dan gigi bawah.  .  .  ..  . dan tidak ada hubungannya dengan tafkhim (tebal)nya huruf Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 26 .    .  .  .  .    .  . ص – س – ز‬huruf ‫ ص‬dibaca tafkhim (tebal).  .  .   .  .  .  .  Praktek Surat Al Baqarah :275-281. .  . namun lebih dekat ke bawah. keluar huruf ‫ .      .  .  .  .  .  .  .   .22 ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﺳ‬‫ﺎ ﺳ‬‫ﺴ‬‫ﺴِﻴ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺴ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺴ‬‫ﻦﹺ ﺳ‬‫ﺎ ﺳ‬‫ ﺳ‬‫ﻮ‬ ‫ﺲ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﺳ‬‫ﺳ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺳ‬ ‫ﺳ‬ ‫ﺱ ﺱﹺ ﺃﺱ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﺯ ﺯﹺ ﺃﺯ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ ﹸﺱ‬‫ ﺇﹺﺱ‬‫ﺃﹶﺱ‬ ‫ﺃ‬ ‫ ﹸﺯ‬‫ ﺇﹺﺯ‬‫ﺃﹶﺯ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺍ‬‫ ﺯ‬‫ﻥ‬‫ﺍ ﺯ‬‫ﺰ‬‫ﺰﹺﻳ‬‫ ﻣ‬‫ﻥ‬‫ﺰ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﺯ‬‫ ﺯ‬‫ﻥ‬‫ﺍ ﺯ‬‫ ﺯ‬‫ﻭ‬ ‫ﺰ‬‫ ﺑ‬‫ﻭ‬ ‫ﺍ ﺯﹺﻱ‬‫ﺯ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺯ‬ ‫ﺯ‬ ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﺻ‬‫ﺎ ﺻ‬‫ﺼ‬‫ﻴ‬‫ﺼ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺼ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺼ‬‫ﻦﹺ ﺻ‬‫ﺎ ﺻ‬‫ ﺻ‬‫ﻮ‬ ‫ﺺ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﺻ‬‫ﺻ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺻ‬ ‫ﺻ‬ ‫ﺹ ﺹﹺ ﺃﺹ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ .  22 Kesalahan umum yang terjadi pada pengucapan huruf ‫ ص‬adalah dengan memonyongkan bibir.  .     .  .   . .  ‫ ﹸﺹ‬‫ ﺇﹺﺹ‬‫ﺃﹶﺹ‬ ‫ﺃ‬      . Sedangkan memonyongkan bibir hanya pada huruf ‫ و‬dan huruf berdlommah saja.  .  .

     . & Nuh 4. Kesalahan umum yang terjadi saat pengucapan mim yang bertasydid (ّ ) adalah ghunnah (dengung) ‫م‬ tidak ditahan. ب – م‬jika huruf ba’ mati maka harus dibaca mantul (qolqolah).membulatkan bibir.      16. atau menahan ghunnah terlalu lama (berlebihan) dan menggelombang-gelombangkannya yang disebut oleh ulama tajwid sebagai ‫ﺎﺕ‬ ‫ ﺍﻟ‬ ‫ﻄﹾﻨﹺ‬‫( ﺗ‬tathniinul ghunnaat). Jika huruf mim bertasydid (ّ ) maka dengung ‫م‬ (ghunnah)nya harus ditahan sekitar dua harokat.   .       .   . Dan jika huruf sin dibawah huruf shod. Al Zalzalah..   . Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 27 . ‫ﲔ ﻐﻨ‬ .  . ٢٣ . boleh dibaca sin :    (Al Baqarah : 245)   (Ath Thur : 37)   ( Al A’rof: 69)  Jika huruf sin diatas huruf shod maka lebih utama (masyhur) dibaca sin. Dua bibir .      . keluar huruf ‫و‬ .  . keluar huruf ‫ . Bibir (‫ ﹶ ﹸ‬ ‫ِ) ﺍﻟ‬ ‫ﺸﻔﺔ‬ 15. Bibir bawah bagian dalam bertemu dengan ujung gigi seri atas.   .tertutup . keluar huruf ‫ف‬ ‫ﻔﹰﺎ ﻓﹶﻦﹺ ﻓﹰًﺎ‬‫ﻴ‬‫ﻔ‬‫ﻔﹾﻦﹺ ﻣ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ ﻓﹰﺎ ﻓﹶﻦﹺ ﻓﹶﻔﹾﻦ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻒ‬‫ ﺑ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﻲ‬‫ﻓﹶﺎ ﻓ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻓ‬ ‫ﻓ‬ ‫ ﺃﻑ‬‫ﻑ ﻑ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ ﺃﹶ‬‫ ﹸﻑ‬‫ ﺇﹺﻑ‬‫ﺃﹶﻑ‬ ‫ﺃ‬ . maka lebih utama (masyhur) dibaca shod.  .  .  .  .   .  23 Boleh dibaca Shod.  Praktek Surat Al Qori’ah.  .  .

 .  . (lihat catatan kaki nomor 11) Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 28 .         . . Yang keluar dari Rongga hidung adalah ghunnah ( dengung) yang ada pada huruf mim dan nun. termasuk pada mad.   . .   .‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﺑ‬‫ﺎ ﺑ‬‫ﺒ‬‫ﺒﹺﻴ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺒ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﺒ‬‫ﻦﹺ ﺑ‬‫ﺎ ﺑ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﺐ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﺎ ﺑﹺﻲ‬‫ﺑ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺏ ﺏﹺ ﺃﺏ‬  ‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ ﺃﹶ‬‫ ﹸﺏ‬‫ ﺇﹺﺏ‬‫ﺃﹶﺏ‬ ‫ﺃ‬ ‫ﺎ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﻤ‬‫ﻴ‬‫ﻤ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﻤ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻦ‬‫ﻤ‬‫ﻦﹺ ﻣ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ ﻣ‬‫ﻮ‬ ‫ﻢ‬‫ ﺑ‬‫ﻮ‬ ‫ﻲ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﻣ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﻡ ﻡﹺ ﺃﻡ‬  ‫ ﺇ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬ ‫ﻭ ﻭﹺ ﺃﻭ‬  ً‫ ﺇﹺ ّ ﹸ‬ ‫ﺃﹶ‬  .  . . Seluruh huruf selain dari huruf mim dan nun.   Praktek Surat Yusuf ayat 43 – 49. ٢٤      .  .      .   . Ada tidaknya suara hidung dapat dicek dengan memencet atau menutup kedua lubang hidung saat pengucapan huruf. tidak boleh ada suara hidung.   24 Kesalahan umum saat membaca huruf wawu yang bertasydid adalah menahan lama tasydid atau dibaca seperti idghom bighunnah.   . ‫ ﹸﻡ‬‫ ﺇﻡ‬‫ﺃﹶﻡ‬ ‫ﺃ‬ ‫ ﺇﹺﻭ‬‫ﺃﹶﻭ‬ ‫ ﻭﺍ‬‫ﻥ‬‫ﺍ ﻭ‬‫ﻮ‬‫ﻮﹺﻳ‬‫ ﻣ‬‫ﻥ‬‫ﻮ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬‫ﻦ‬‫ﻥﹶ ﻣ‬‫ﻭ‬‫ ﻭ‬‫ﻥ‬‫ﺍ ﻭ‬‫ ﻭ‬‫ﻭ‬ ‫ﻮ‬‫ ﺑ‬‫ﻭ‬ ‫ﺍ ﻭﹺﻱ‬‫ﻭ‬  ‫ﻤ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﻭ‬  .    .  . At Takatsur 5. Rongga Hidung (  ‫ﻮ‬ ‫ﻴ‬ ‫) ﺍﻟﹾ‬ ‫ﺨﺸ ﻡ‬ 17.   .

‫ﮭﺲ‬ ُ ْ‫اﻟ َﻤ‬ : Keluar nafas : hurufnya adalah ‫ﻜﹶﺖ‬‫ ﺳ‬ ‫ﺨ‬‫ ﺷ‬ ‫ﹼ‬‫ﻓﹶﺤ‬ ‫ﺜﻪ ﺺ‬ ‫ﻜﹶﺖ‬‫ ﺑ‬‫ ﻗﹶﻂ‬‫. adalah suatu hak huruf yang harus selalu diberikan dalam pengucapan suatu huruf. Dengan sifatsifat tersebut kita dapat : 1. dlommah. “ ض ، ظ ، غ‬Sehingga kita tidak membaca Al Qur’an dengan logat kita masing-masing. sifat huruf dibagi dua : 1. ﺃﹶﺟﹺﺪ‬ ‫ﺮ‬  ‫ﻬ‬‫ﺍﻟﹾﺠ‬ 2. Sifat Ashliyyah atau Sifat Lazimah sebagaimana disebut di atas. Mengetahui huruf yang mempunyai sifat yang kuat dan sifat yang lemah. dan tidak ada dalam kondisi yang lain. dan 2. Membedakan antara huruf-huruf arab (hija’iyyah) dengan selain huruf hija’iyyah. Lebih-lebih huruf yang tidak memiliki padanan dalam bahasa kita seperti huruf “ ‫ . yaitu sifat asli yang dimiliki oleh suatu huruf yang tidak dapat terpisahkan dari huruf tersebut dalam kondisi apapun (berharokat fathah. : Tidak keluar nafas : hurufnya adalah selain dari huruf Al Hams ‫ﺓ‬ ‫ﺸ‬ ‫ﺍﻟ ّﺪ ﹸ‬ : Suara tertahan : hurufnya adalah (antara sifat syiddah dan sifat Ar Rikhowah ada huruf yang memiiki sifat pertengahan ( ‫ ﹸ‬  ‫ )ﺍﻟ‬hurufnya adalah . Dan dari tujuh belas sifat tersebut. Sifat yang memiliki lawan : 1. Sifat Ashliyyah atau sifat lazimah. yaitu sifat yang ada pada suatu huruf dalam satu kondisi. 2. Memperbagus pengucapan huruf secara tepat. maupun sukun). 4.“ ك‬huruf “s” berbeda dengan sifat huruf “ ‫ “ س ، ش ، ص، ث‬dsb.    ‫ﺘﻮﺳﻂ‬ ‫ﻋﻤﺮ‬ ‫ﻦ‬‫ﻟ‬ Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 29 . 2. kasroh. Sifat yang tidak memiliki lawan. Sifat Ashliyyah atau Sifat Lazimah secara keseluruhan ada tujuh belas. dsb. Misalnya antara huruf “t” dalam bahasa indonesia berbeda dengan sifat huruf “ ‫“ ت‬ dalam bahasa arab. Secara global tujuh belas sifat tersebut dibagai menjadi dua kategori : 1. Membedakan antara satu huruf dengan huruf yang lain. 1. Al Baihaqi & Dari segi keterikatan dengah huruf..SIFAT-SIFAT HURUF Huruf-huruf hija’iyyah memiliki sifat-sifat yang khusus yang harus diberikan. yang hal ini berpengaruh dalam masalah Idghom. antara huruf “K” berbeda dengan sifat huruf “‫ . akan tetapi membaca Al Qur’an dengan logat arab sebagaimana sabda Rasulullah saw: (‫ﺎ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﻄﱪﺍﱐ ﻭﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ‬‫ﻬ‬‫ﺍﺗ‬‫ﻮ‬‫ ﺃﹶﺻ‬‫ﺏﹺ ﻭ‬‫ﺮ‬‫ ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﻥ‬‫ﻮ‬ ‫ﺁﻥﹶ ﺑﹺ ﹸ‬‫ﺍ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬ ‫ﺍﻗﹾﺮ‬ ‫ﻠﺤ‬ ‫ﺅ ﻘ‬ “Bacalah Al qur’an sesuai dengan logat dan suara orang Arab. terutama yang sama makhrojnya. idhar atau ikhfa’ pada huruf nun mati. seperti sifat tafkhim (tebal) ataau tarqiq (tipis) pada huruf ro’. Sifat yang memiliki lawan. 3. Sifat ‘Arodliyyah atau sifat ‘aridloh. Ath Thabrani) (HR. setiap huruf minimal memiliki lima sifat dan maksimal tujuh sifat.

maupun sukun). ‫ﺼ ﺮ‬  ‫ﻴ‬‫ﻔ‬ ‫ﺍﻟ‬ ‫ﻠﻦ‬  ‫ﺍﻟﱢﻴ‬ ‫ﻑ‬  ‫ﺍ‬‫ﺮ‬‫ﺤ‬‫ﻧ‬‫ﺍﻻ‬ : Keluar suara tambahan menyerupai desis burung. kasroh.28 2. Akan tetapi dipantulkan Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 30 . Konsekwensi dari huruf yang memiliki sifat isti’la’ adalah harus selalu dibaca tafkhim (tebal) dalam segala kondisi (berharokat fathah. Sifat isti’la’ tidak ada hubungannnya dengan bibir. ‫ﺍﹾ ﹶ ﹾ ﹶ ﹶ ﹸ‬ ‫ﻟﻘﻠﻘﻠﺔ‬ 3. hurufnya adalah ‫ص، س، ز‬ 2. misalnya dengan memonyongkan bibir. Memonyongkan bibir hanya pada huruf wawu dan huruf yang berharokat dlommah.: hurufnya adalah ‫ﻝ،ﺭ‬ Sifat Syiddah. dan (2) qolqolah kubro (jika mati/dimatikan di akhir ayat).‫ ﹸ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ 3. -keterangan tentang tafkhim lihat catatan kaki nomor 9-. 28 Kedua sifat ini (idzlaq dan ishmat) tidak ada hubungan atau pengaruh dalam pengucapan suatu huruf. Akan tetapi hubungannya adalah dengan bahasa.  ‫ﺎ‬‫ﺍ ِ ﹾ‬ ‫ﻹﻃﺒ ﻕ‬ ‫ﺡ‬  ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﺍﻻ‬ 5. Jika ada kata yang terdiri dari empat atau lima huruf yang tidak satupun dari huruf-huruf tersebut merupakan huruf idzlaq. Misal kalimat : ‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫ﺴ‬‫ﻋ‬ (emas) 29 Qolqolah dibagi dua: (1) qolqolah sughro (jika mati ditengah ayat). dan Rikhowah sangat berpengaruh pada tempo huruf.  ‫ﺍ ِ ﹾ ﹶ‬ ‫ﻹﺫﻻﻕ‬ : Lidah terpisah dari langit-langit: hurufnya adalah selaih huruf al ithbaq : Mengeluarkan huruf dengan cepat dan mudah: hurufnya adalah ‫ﺮ ﻟﺐ‬  ‫ ﹸ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬ ‫ﻓﹶ‬ ‫ﺕ‬  ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ﺍﻹِﺻ‬ : Mengeluarkan huruf dengan tertahan /berat : hurufnya adalah selain dari huruf al idzlaq. Sifat yang tidak memiliki lawan : 1. maka kata tersebut bukan dari bahasa arab. Tawassuth. Pengucapan qolqolah tidak seolah-olah berakhiran hamzah seperti secara wajar : ْ‫( د‬de) ْ‫ﺀ‬‫ﺩ‬ (de’). Sehingga tidak ada kaitan antara isti’la’ dengan gerakan/bentuk bibir. tetapi hubungannya dengan lidah. Yang dimaksud naik ke langit-langit adalah lidah bagian belakang terangkat ke langit-langit. ُ ‫ ﹶ‬   ‫ﺍ‬ ‫ﻻﺳﺘﻌﻼﺀ‬ : Suara terlepas : tawassuth 25 hurufnya adalah selain huruf Asy Syiddah dan At : Lidah naik ke langit-langit26 : hurufnya adalah : ‫ﻗ ﹾ‬ ‫ﻆ‬ : Lidah turun27 : hurufnya adalah selain huruf isti’la’ : Lidah lengket dengan langit langit: hurufnya adalah: ‫ﻂ‬‫ﻐ‬‫ ﺿ‬  ‫ﺧﺺ‬ ‫ﺹ، ﺽ، ﻁ، ﻅ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﻔﹶﺎ ﹸ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ 4. 25 26 : Miring dari makrojnya30. : Suara memantul ketika mati29 : hurufnya   ‫ﺟﺪ‬ ‫ﻗ ﺐ‬  ‫ﹸﻄﹾ‬ ‫ ، _َﻱ‬‫_َﻭ‬ : Mengeluarkan suara dengan lembut : hurufnya adalah huruf (wawu dan ya’ sukun sebelumnya huruf berharokat fathah) 4. 27 Huruf yang memilki sifat istifal harus selalu dibaca tarqiq(tipis). dlommah.

Huruf lam miring hingga ke ujung lidah. 31 Harus dihindari bergetarnya ujung lidah berlebihan sehingga seolah menimbulkan lebih dari satu huruf ro’ 32 Memanjang diseluruh sisi lidah dengan gigi geraham(5 gigi belakang). sedangkan huruf ro’ miring ke bagian permukaan lidah.ﺍﻟﹾﺠ‬ ‫ﺮ‬ ، ، ‫ﺀ‬ ُ ‫ﻼﹶ‬‫ﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ، ‫ﺔ‬ ‫ﺎﺕ ، ﺍﻟﹾﻘﹶﻠﹾﻘﹶﻠﹶ ﹸ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬  ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ٣٣ ‫ ﺓ‬‫ﺸ‬ ‫ ﹸ‬‫ ، ، ﺍﻟ ّﺪ‬ ‫ﻬ‬‫ﺩ . Pengaruh dari sifat ititholah pada huruf ‫ض‬ adalah pada tempo suara huruf ‫ ض‬yang lebih. maka jika sifat-sifat masing-masing huruf diuraikan adalah sebagai berikut: ‫ﺕ‬  ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺔ‬ ‫ ، ﺍﻟﹾﻘﹶﻠﹾﻘﹶﻠﹶ ﹸ‬ ‫ ، ﺍﻹِﺫﹾﻻﹶ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺡ‬ ، ، ، ، ‫ ﺓ‬‫ﺸ‬ ‫ ﹸ‬‫ ، ﺍﻟ ّﺪ‬ ‫ﻬ‬‫ﺍﻟﹾﺠ‬ ‫ﺮ‬ - ‫ﺃ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﻔﹶﺎ ﹸ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ، ‫ ﺓ‬‫ﺸ‬ ‫ ﹸ‬‫ ، ، ﺍﻟ ّﺪ‬ ‫ﻬ‬‫ﺏ – ﺍ ﹾﻟﺠ‬ ‫ﺮ‬ ‫ ﺓ‬‫ﺸ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺕ – اﻟﮭَﻤْﺲُ ، ﺍﻟ ّﺪ‬ ، ‫ﺕ‬  ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺕ‬  ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺔ‬ ‫ ، ﺍﻟﹾﻘﹶﻠﹾﻘﹶﻠﹶ ﹸ‬ ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺕ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﺕ‬  ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺡ‬ ، ، ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ، ‫ﮭ ﺲ‬ ُ ْ‫ﺙ . Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 31 ..ﺍﻟﹾﺠ‬ ‫ﺮ‬  ‫ﻬ‬‫ﻁ .اﻟ َﻤ‬ ‫ﮭ ﺲ‬ ُ ْ‫ﺥ . terutama saat sukun atau bertasydid. 33 Hanya huruf ro’ saja yang memiliki 7 sifat.  ‫ ﹾ ﹺ‬‫ﺍﻟ‬ ‫ﺘﻜﺮﻳﺮ‬ 6.   ‫ ﹶ‬‫ﺍﻟ‬ ‫ﺘﻔﺸﻲ‬ ّ 7. Hurufnya adalah ‫ﺭ‬ : Angin menyebar di mulut : hurufnya adalah ‫ﺵ‬ : Suara dan makhroj memanjang32 : hurufnya adalah ‫ﺽ‬ ‫ﺔ‬ ‫ﻄﹶﺎﻟﹶ ﹸ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ Dari keterangan diatas.اﻟ َﻤ‬ ، ‫ﺕ‬  ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﻔﹶﺎ ﹸ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ، ، ‫ ﹸ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ، ، ‫ ﺓ‬‫ﺸ‬ ‫ ﹸ‬‫ ، ، ﺍﻟ ّﺪ‬ ‫ﻬ‬‫ﺝ .ﺍﻟﹾﺠ‬ ‫ﻑ ﺘ ﺮ‬  ‫ﻜﹾﺮﹺﻳ‬‫ ، ﺍﻟ‬ ‫ﺍ‬‫ﺮ‬‫ﺤ‬‫ﻧ‬‫ ، ﺍﻻ‬ ‫ ، ﺍﻹِﺫﹾﻻﹶ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ ﹸ ، ﺍﻻ‬ ‫ﻮ‬‫ ، ﺍﻟ‬ ‫ﻬ‬‫ﺭ – ﺍ ﺍﻟﹾﺠ‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺮ ﺘ ﺳﻂ‬ ‫ﺕ‬  ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺡ‬ ، ، ، ‫ِ ﺕ‬  ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ، ‫ ﹸ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ، ‫ ﹸ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ﮭ ﺲ‬ ُ ْ‫ﺱ .اﻟ َﻤ‬ ‫ﮭ ﺲ‬ ُ ْ‫ﺹ . : Ujung lidah bergetar31.5.ﺍﻟﹾﺠ‬ Maksudnya adalah miringnya huruf setelah keluar dari makhrojnya hingga menyentuh makroj huruf lain.اﻟ َﻤ‬ ‫ﮭ ﺲ‬ ُ ْ‫ﺵ .ﺍﻟﹾﺠ‬ ‫ﺮ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ، ، ، ، ، ‫ﺕ‬  ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﺼ ﺮ‬  ‫ﻴ‬‫ﻔ‬ ‫ﺍﻟ‬ ‫ﺼ ﺮ‬  ‫ﻴ‬‫ﻔ‬ ‫ﺍﻟ‬ ، ، ‫ﻝ‬ ‫ﻔﹶﺎ ﹸ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﻔﹶﺎ ﹸ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ، ، ‫ﺮ‬  ‫ﻬ‬‫ﺫ – ﺍﻟﹾﺠ‬ ‫ﺮ‬  ‫ﻬ‬‫ﺯ .اﻟ َﻤ‬ ‫ﮭ ﺲ‬ ُ ْ‫ﺡ .اﻟ َﻤ‬ ‫ﻲ‬‫ِ ﺕ ﺘ ﺸ‬  ّ ‫ﻔﹶ‬‫ ، ﺍﻟ‬ ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﺘ‬‫ﻔ‬‫ﻧ‬‫ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ﺍﻻ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺕ ﺼ ﺮ‬  ‫ﻴ‬‫ﻔ‬ ‫ ، ﺍﻟ‬ ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﻼﹶ ُ ، ﺍﻹِﻃﹾﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺀ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ﺔ‬ ‫ﻄﹶﺎﻟﹶ ﹸ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ ، ﺍﻻ‬ ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﻼﹶ ُ ، ﺍﻹِﻃﹾﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺎﻭ‬‫ﺍﻟ ّﺧ‬ ‫ﺕ‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺀ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ﺔ‬ ‫ ، ﺍﻟﹾﻘﹶﻠﹾﻘﹶﻠﹶ ﹸ‬ ‫ﺎ‬‫ﻤ‬‫ ، ﺍﻹِﺻ‬ ‫ﺎ‬‫ﻼﹶ ُ ، ﺍﻹِﻃﹾﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺘ‬‫ﺳ‬‫ ﹸ ، ﺍﻻ‬‫ﺍﻟ ّﺪ‬ ‫ﺕ‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺀ‬ ‫ ﺓ‬‫ﺸ‬ 30 ‫ﺮ‬  ‫ﻬ‬‫ﺽ .

‫ﺕ‬ ‫ﺍﻟ ّﺧ‪‬ﺎﻭ‪ ‬ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻌ‪‬ﻼﹶ ُ ، ﺍﻹِﻃﹾﺒ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺻ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪‬‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺀ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ﺕ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺻ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪‬‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺫﹾﻻﹶ ‪‬‬ ‫ﺡ‬ ‫،‬ ‫،‬ ‫،‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻅ .ﺍﻟﹾﺠ‪‬ﻬ‪ ،  ‬ﺍﻟ‪‬ﻮ‪  ‬ﹸ ،‬ ‫ﺮ ﺘ ﺳﻂ‬ ‫،‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻔﹶﺎ ﹸ‬ ‫،‬ ‫،‬ ‫ﺍﻟ ّﺧ‪‬ﺎﻭ‪ ‬ﹸ ،‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫،‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻭ .ﺍﹾﻟﺠ‪‬ﻬ‪ ‬‬ ‫ﺕ‬ ‫ﻙ – اﻟﮭَﻤْﺲُ ، ﺍﻟ ّﺪ‪ ‬ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺻ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪‬‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺸ‪ ‬ﺓ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﻝ .ﺍﻟﹾﺠ‪‬ﻬ‪ ‬‬ ‫ﺕ‬ ‫ﻉ .ﺍﻟﹾﺠ‪‬ﻬ‪ ‬‬ ‫ﺕ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺻ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪‬‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺕ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺻ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪‬‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺍﻟ ّﺧ‪‬ﺎﻭ‪ ‬ﹸ ،‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ﺍﻟ ّﺧ‪‬ﺎﻭ‪ ‬ﹸ ،‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ﮭ ﺲ‬ ‫ﻫـ _ اﻟ َﻤْ ُ‬ ‫،‬ ‫23 ‪Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an‬‬ ..ﺍﻟﹾﺠ‪‬ﻬ‪ ‬‬ ‫ﮭ ﺲ‬ ‫ﻑ .ﺍ ﺍﻟﹾﺠ‪‬ﻬ‪ ،  ‬ﺍﻟ‪‬ﻮ‪  ‬ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻔﹶﺎ ﹸ‬ ‫ﺮ ﺘ ﺳﻂ‬ ‫،‬ ‫،‬ ‫،‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺫﹾﻻﹶ ‪‬‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺫﹾﻻﹶ ‪‬‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺕ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺻ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪‬‬ ‫ﺡ‬ ‫،‬ ‫ﻡ – ﺍﻟﹾﺠ‪‬ﻬ‪ ،  ‬ﺍﻟ‪‬ﻮ‪  ‬ﹸ ،‬ ‫ﺮ ﺘ ﺳﻂ‬ ‫ﻥ .ﺍﹾﻟﺠ‪‬ﻬ‪ ،  ‬ﺍﻟ‪‬ﻮ‪  ‬ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻔﹶﺎ ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺻ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪‬‬ ‫ﺡ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺮ ﺘ ﺳﻂ‬ ‫ﺀ‬ ‫ﺍﻟ ّﺧ‪‬ﺎﻭ‪ ‬ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻌ‪‬ﻼﹶ ُ‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫،‬ ‫،‬ ‫،‬ ‫،‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻍ .ﺍﻟﹾﺠ‪‬ﻬ‪ ‬‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻱ .اﻟ َﻤْ ُ‬ ‫ﻝ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻔﹶﺎ ﹸ‬ ‫ﺍﻟ ّﺧ‪‬ﺎﻭ‪ ‬ﹸ ،‬ ‫ﺮﹺ ﺓ‬ ‫ﺔ‬ ‫ﺍﻟ ّﺪ‪ ‬ﹸ ، ﺍﻻ‪‬ﺳ‪‬ﺘ‪‬ﻌ‪‬ﻼﹶ ُ ، ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺻ‪‬ﻤ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻟﹾﻘﹶﻠﹾﻘﹶﻠﹶ ﹸ‬ ‫ﺕ‬ ‫ﺡ‬ ‫ﺀ‬ ‫ﺸ‪ ‬ﺓ‬ ‫ﻑ‬ ‫ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﻔ‪‬ﺘ‪‬ﺎ ‪ ، ‬ﺍﻹِﺫﹾﻻﹶ ‪ ، ‬ﺍﻻ‪‬ﻧ‪‬ﺤ‪‬ﺮ‪‬ﺍ ‪‬‬ ‫ﻕ‬ ‫ﺡ‬ ‫،‬ ‫ﺮ‬ ‫ﻕ .

                             ‫ﺔ‬ ‫ ﺑﹺ‬ ‫ﻏﹶﺎ‬‫ﺇﹺﺩ‬ ‫ﻡ ﻐﻨ‬ : Masuk disertai ghunnah (dengung). Nun mati atau tanwin dibaca jelas tanpa menahan ghunnah ketika bertemu dengan huruf misal : ‫ﺃ ﻫـ ﻉ ﺡ ﻍ ﺥ‬                                        2. atau menahan ghunnah terlalu lama (berlebihan) dan menggelombang35 gelombangkannya yang disebut oleh ulama tajwid sebagai ‫ﺎﺕ‬ ‫ ﺍﻟ‬ ‫ﻄﹾﻨﹺ‬‫.HUKUM NUN MATI ATAU TANWIN ( .ﺗ‬ ‫ﲔ ﻐﻨ‬ Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 33 . Nun mati atau tanwin dimasukkan (melebur) kedalam huruf berikutnya disertai menahan ghunnah sekitar dua harokat34 ketika bertemu huruf ‫ﻱ ﻥ ﻡ ﻭ‬ 35 misal :                                         ٣٦       34 Lihat catatan kaki nomor 15 Kesalahan umum yang terjadi saat pengucapan idghom bighunnah adalah ghunnah tidak ditahan../ ‫) ﻥﹾ‬ ٌ ٍ ً 1. ‫ﺭ‬  ‫ﺎ‬‫ﺇﹺﻇﹾﻬ‬ : Jelas/ terang. atau menahan suara ‫ ي‬atau ‫ و‬tanpa ada ghunnah..

Nun mati atau tanwin dibaca samar (antara idzhar dan idghom)38 disertai menahan ghunnah sekitar dua harokat ketika bertemu selain huruf-huruf yang diatas. nun mati harus dibaca Idzhar. Sehingga cara pengucapan ikhfa’ berbeda-berbeda tergantung makroj huruf berikutnya.yang lebih kuat menurut para ulama adalah kedua bibir tetap menempel/tertutup akan tetapi menempel dengan lembut (tidak ditekan). 37 Cara pengucapannya adalah menempelkan/menutup kedua bibir dengan lembut. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 34 . dan jika sesudahnya adalah huruf istifal ( ‫ ) ت ث ج د ذ ز س ش ك‬maka ikhfa’ juga harus dibaca tarqiq (tipis).ﻝ ﺭ‬                         4. tidak ditekan sebagaimana pengucapan pada mim yang bertasydid. Kesalahan umum yang terjadi adalah ghunnah tidak ditahan. Jika sesudahnya adalah huruf isti’la’ (‫ ) ص ض ط ظ ق‬maka ikhfa’ juga harus dibaca tafkhim (tebal). Nun mati atau tanwin dirubah seperti mim disertai menahan ghunnah sekitar dua harokat ketika bertemu dengan huruf ‫ﺏ‬ 37     5. tidak dibaca idghom bighunnah. Akan tetapi – wallohu a’lam . namun posisi bibir atau lidah sudah siap masuk ke huruf berikutnya dengan menahan ghunnahnya. ‫ﺏ‬  ‫ﺇﹺﻗﹾﻼﹶ‬ : Membalik/merubah. ٌ ‫ ﹶﺎ‬ ‫ﹺ‬ ‫ﺇﺧﻔ ﺀ‬                     Praktek Surat Al Humazah dan Ali ‘Imran : 18-22 : Menyamarkan.Praktek surat Al Insan 19 .31 3. ‫ﺔ‬‫ ﺑﹺﻼﹶ ﹸ‬ ‫ﻏﹶﺎ‬‫ﺇﹺﺩ‬ ‫ﻡ ﻏﻨ‬ : Masuk tanpa ghunnah. Kesalahan umum yang terjadi adalah ghunnah tidak ditahan. 38 Cara pengucapannya adalah nun mati atau tanwin disamarkan. Nun mati atau tanwin dimasukkan /melebur ke huruf berikutnya tanpa adanya ghunnah ketika bertemu huruf misal : ‫. Yaitu : ‫ﺕ ﺙ ﺝ ﺩ ﺫ ﺯ ﺱ ﺵ ﺹ‬ ‫ﺽ ﻁ ﻅ ﻑ ﻕ ﻙ‬ 36 Pengecualian dari Idghom bighunnah dalam kalimat : ‫ﻴﺎ‬‫ﻧ‬ ‫ﺍﻟ‬ ‫ﺪ‬      . Sehingga suara mim terdengar agak samar. Ada pula yang menyatakan pengucapannya adalah dengan sedikit merenggangkan kedua bibir (bibir tidak menempel) atau menyentuhkan gigi seri atas dengan bibir bawah.

                                                                                                                                                                                 Praktek Surat Al Muzzammil Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 35 .

‫ ﺷﻔﹶﻮﹺﻱ‬ ‫ﺎ‬‫ﺇﹺﻇﹾﻬ‬  ‫ﺭ‬ : Mim mati bertemu dengan seluruh huruf selain ‫ﺏ‬ dan ‫ .39                         3. misal :                2. Cara pengucapannya sama persis dengan pengucapan iqlab (lihat catatan kaki nomor 3٧). ﻡ‬Mim mati dibaca jelas tanpa menahan ghunnah. Mim mati langsung dimasukkan kedalam huruf mim berikutnya disertai manahan ghunnah sekitar dua harokat (sama persis dengan cara pengucapan huruf mim yang bertasydid). . ‫ﻔﹶﺎ ٌ ﺷﻔﹶﻮﹺﻱ‬‫ﺇﹺﺧ‬  ‫ﺀ‬ : Mim mati bertemu dengan huruf ‫ﺏ‬ . Kesalahan yang umum terjadi adalah ketika huruf mim mati bertemu dengan huruf ‫ ف‬sering dibaca samar atau dengan menahan ghunnah. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 36 . Al Mu’minun : 51 -76 39 40 Kesalahan umum saat membaca ikhfa’ syafawi adalah tidak menahan ghunnahnya.HUKUM MIM MATI 1. ‫ﻦﹺ‬‫ ﻣﺜﹾﻠﹶﻴ‬ ‫ﻏﹶﺎ‬‫ﻲ ( ﺇﹺﺩ‬‫ﻤ‬‫ﻴ‬‫ ﻣ‬ ‫ﻏﹶﺎ‬‫)ﺇﹺﺩ‬ ‫ﻡ‬ ‫ﻡ‬ : Mim mati bertemu dengan huruf ‫ﻡ‬ .40                         Praktek Surat Al Fiil . Al Isro’ : 68.71 .

yang termasuk mad asli adalah 41: 1. Misal :     4. ‫ ) ه‬dibaca pendek. Mad Badal 3. Mad Asli. 45 41 Banyak pula ulama yang menggolongkan mad asli hanya mad thobi’i.HUKUM MAD (BACAAN PANJANG) Secara global hukum mad dibagi menjadi dua : (1) Mad Asli. Namun dalam mushaf timur tengah. mad tamkin. Mad ‘Iwadl : Yaitu hamzah yang dibaca mad : misal  . dan    45 (QS. ﺓ‬ cara membacanya adalah dengan menghilangkan tanwin. Panjangnya 2 harokat : misal :    5. Al Furqon : 69) : ha’ dlomir ( ‫ه‬   ( QS. dan menggolongkan mad badal. dan setelah kasroh terdapat huruf ya’ yang berbentuk seperti sudut (  ) Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 37 . mad ‘iwadl. 44 Ha’ dlomir (kata ganti ketiga tunggal) selalu dibaca panjang jika sebelumnya adalah huruf hidup. Al A’rof : 111).  (QS. 42 Di dalam mushaf timur tengah tidak ada fathah/kasroh/dlommah yang berdiri. ya’ sukun setelah huruf berkasroh. Pengecualian pada kalimat –kalimat :   (QS. misal : ‫ﺎ‬‫ﻬ‬‫ﻴ‬‫ﺣ‬‫ﻮ‬ ‫ﻧ‬ 2. dan mad shilah qoshiroh dalam mad far’i (cabang). dan membaca huruf tersebut dua harokat43. tapi setelah dlommah terdapat huruf wawu kecil. Panjangnya dua harokat(tidak boleh lebih atau kurang). Mad Thobi’i : Apabila ada alif setelah huruf berfathah. terutama jika di akhir surat. atau wawu sukun setelah huruf berdlommah42 : ‫َﺍ ، ِﻱ ، ُﻭ‬- . dlommah dan kasroh tetap seperti biasa. Mad Shilah Qoshiroh (sughro) : Adalah huruf ha’ (‫ ) ﻩ‬dlomir (kata ganti ketiga tunggal)44. mad shilah biasanya ditandai dengan dlommah atau kasroh yang berdiri. 1.  : Berhenti pada huruf berharokat fathah tanwin selain huruf ‫. dan selalu dibaca pendek jika sebelumnya huruf sukun atau huruf mad. yang sebelumnya dalah huruf hidup. Namun intinya tetap dibaca 2 harokat. dan (2) Mad Far’i (cabang). An Naml : 28) : ha’ dlomir ( Dalam mushaf cetakan Indonesia. tidak dalam mad asli. ‫ ) ه‬dibaca sukun. : ha’ dlomir ( ) dibaca panjang. 43 Kesalahan umum yang terjadi ketika membaca mad ‘iwadl adalah membacanya lebih dari dua harokat dengan anggapan setiap akhir ayat dapat dipanjangkan lebih dari dua harokat. Mad Tamkin : Yaitu jika ada ya’ yang bertasydid bertemu dengan ya’ sukun.   . atau seorang imam sholat yang mengakhiri bacaannya pada mad ‘iwadl ketika mau ruku’. Misal   . Az Zumar : 7).

Praktek Surat Al Furqon 1- 11 2. Mad Far’i (cabang). Suluruh mad, panjang aslinya adalah dua harokat. Panjang mad menjadi lebih dari dua harokat jika ada sebab. Dan jika sebab tersebut tidak ada, maka tidak boleh sama sekali memanjangkan mad lebih dari dua harokat. Sebab tersebut secara global dibagi dua yaitu : 1. Sebab Hamzah : 1. Mad Wajib muttasil: Yaitu jika setelah mad asli ada hamzah dalam satu kalimat(kata). Panjangnya 4 atau 5 harokat. misal :  ,  ,    ,

 ,  ,     Praktek Surat Al Baqarah ayat 13 - 24
2. Mad Jaiz Munfashil : Yaitu jika setelah mad asli ada hamzah di lain kalimat. Panjangnya 2, 4, atau 5 harokat. Misal :   Surat Al Kafirun. 3. Mad Shilah Thowilah (kubro) : Yaitu jika setelah mad shilah qoshiroh (sughro) ada huruf hamzah. Panjangnya 2, 4, atau 5 harokat. 46misal :

  . Praktek

 ,   , Praktek Ayat Kursi ( QS. Al Baqarah : 255)
2. Sebab Sukun 1. Mad ‘Aridl lissukun : Yaitu jika setelah mad asli ada huruf yang diwaqofkan(dimatikan). Panjangnya adalah 2, 4, 6 harokat47. Misal.
٤٨

           

46

Bacaan yang umum kita gunakan adalah bacaan dengan riwayat Hafsh dari ‘Ashim dengan Jalur (thoriqoh) Syathibiyyah. Dalam jalur syathibiyyah, mad jaiz munfashil dan mad shilah thowilah hanya boleh dibaca 4 atau 5 harokat (tidak boleh 2 harokat). Sedangkan mad jaiz munfasil dan mad shilah thowilah yang boleh dibaca 2 harokat, adalah jalur (thoriqoh) Thoyyibatun Nasyr, yang jika kita menggunakannya (membaca mad jaiz munfasil dan mad shilah thowilah 2 harokat) terdapat konsekwensi-konsekwensi perubahan dalam beberapa hukum tajwid yang lain. Jika kita tidak memahami konsekwensi-konsekwensi tersebut, maka lebih baik tetap membaca mad jaiz munfasil dan mad shilah thowilah 4 atau 5 harokat.( Abdul Fattah As Sayyid ‘Ajmi, Hidayatul Qori’ ila Tajwidi Kalamil Bari, Madinah: Darul Fajr Al Islamiyyah, 2001, 1/ 296-298) 47 Banyak orang yang beranggapan setiap akhir ayat dapat dipanjangkan lebih dari dua harokat, terutama jika di akhir surat, atau seorang imam sholat yang mengakhiri bacaannya ketika mau ruku’. Sedangkan yang dapat dipanjangkan hingga 6 harokat hanyalah jika setelah mad asli ada huruf yang diwaqofkan(dimatikan). Jika tidak maka tetap harus dibaca mad asli . misal mad thobi’i    :

, atau mad ‘iwadl, misal :

   .
48

Jika yang dimatikan adalah mad wajib muttashil, maka dibaca 5 atau 6 harokat misal : . 

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 38

Praktek Surat At Tiin. 2. Mad Lin : Yaitu jika wawu atau ya’ sukun setelah huruf yang berharokat fathah, dan sesudahnya ada huruf yang diwaqofkan(dimatikan). Panjangnya 2, 4, atau 6 harokat. Misal :  

. . Praktek Surat Quraisy.

3. Mad Farq : Yaitu mad badal bertemu dengan huruf yang bertasydid. Panjangnya 6 harokat. Di dalam Al qur’an hanya ada empat pada empat tempat, yaitu kalimat 

 (QS. Al An’am ayat 143, dan 144), dan kalimat   (QS. Yunus ayat
59 dan An Naml ayat 59) 4. Mad lazim : Mad lazim dibagi empat macam , seluruhnya wajib dibaca 6 harokat. Mad lazim Mutsaqqol Kalimi ;Yaitu mad asli bertemu huruf yang bertasydid49. Misal

    ،          
،

  

Praktek surat Al An’am : 76-80 Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi : Yaitu mad badal bertemu huruf sukun. Di dalam Al Qur’an hanya ada pada 2 tempat (QS. Yunus ayat 51 dan 91 dengan kalimat yang sama yaitu :   Mad Lazim Mutsaqqol Harfi :Yaitu huruf

‫ ﹸ ﹸﻢ‬‫ﺴ‬‫ ﻋ‬‫ﻘﹶﺺ‬‫ ﻧ‬di awal-awal surat yang ‫ﻠﻜ‬

diidghomkan. Cara bacanya adalah dengan membaca abjadnya dan dipanjangkan 6 harokat kemudian diidghomkan pada huruf berikutnya. Misal:   Mad Lazim Mukhoffaf Harfi : yaitu huruf

‫ ﹸ ﹸﻢ‬‫ﺴ‬‫ ﻋ‬‫ﻘﹶﺺ‬‫ ﻧ‬di awal-awal surat yang ‫ﻠﻜ‬

tidak diidghomkan. Misal  , ,  Secara keseluruhan huruf-huruf yang dipakai sebagai pembuka surat ada 14 huruf, yang dapat dirangkai menjadi

‫ﻨ ﻪ‬  ‫ﺤ‬‫ﻴ‬‫ﺼ‬‫ ﺍﻟ‬‫ﻚ‬‫ﻌ‬‫ﻤ‬‫ ﺳ‬‫ﻕ‬‫ ﻃﹶﺮ‬atau  ‫ ﺳ‬‫ ﻟﹶﻪ‬ ‫ ﻗﹶﺎﻃ‬ ‫ﻴ‬‫ﻜ‬‫ ﺣ‬ ‫ﻧ‬ ‫ﺺ ﻢ ﻊ ﺮ‬

49

Kesalahan umum saat membaca Mad lazim mutsaqqol kalimi adalah huruf yang bertasydid setelah bacaan mad tersebut dibaca lemah seolah tanpa tasydid. Atau langsung masuk ke tasydid dan tidak memanjangkan mad 6 harokat.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 39

Huruf-huruf tersebut kemudian dibagi menjadi tiga kategori, yaitu : 1- Huruf-huruf yang dibaca abjad hijaiyyahnya dan dipanjangkan 6 harokat, ada 8 huruf dirangkai menjadi

‫ ﹸ ﹸﻢ‬‫ﺴ‬‫ ﻋ‬‫ﻘﹶﺺ‬‫ﻧ‬ ‫ﻠﻜ‬
(2 harokat) dan tidak dibaca abjad

2- Huruf-huruf yang dibaca mad thobi’i

hijaiyyahnya, ada 5 huruf dirangkai menjadi :   ‫ﹶ‬ ‫ﻃﻬﺮ‬ Misal : dibaca :

‫ﻲ‬  ‫, 05 ﺣ‬

‫ﺎ‬‫ﻃﹶﺎﻫ‬

3- Huruf yang dibaca abjad hijaiyyahnya dan tidak dipanjangkan sama sekali, yaitu huruf alif (‫) ا‬ Secara praktek, ketika menyambung huruf-huruf tersebut dalam satu rangkaian bacaan, berlaku hukum nun mati dan mim mati. Misalnya huruf ‫( ﻝ‬‫) ﹶﻡ‬ ‫ﻻ‬ bertemu dengan huruf ‫( ﻡ‬‫ﻴﻢ‬ ), maka berlaku hukum Idghom Miimi. Dan Jika huruf ‫ﻣ‬

‫( ﻝ‬‫ ) ﻻﹶﻡ‬bertemu dengan huruf

‫ , ﺭ‬maka berlaku hukum Idhar Syafawi (lihat

bahasan Mim Mati). Demikian juga jika huruf ‫( ﻉ‬‫ﲔ‬ ) bertemu dengan huruf ‫ﺹ‬ ‫ﻋ‬

(‫ﺎﺩ‬‫ ,)ﺻ‬maka berlaku hukum Ikhfa’. Dan jika huruf ‫( ﺱ‬‫ﲔ‬‫ ) ﺳ‬bertemu dengan huruf ‫ﻡ‬ (‫ﻴ ﻢ‬‫ ,) ﻣ‬maka berlaku hukum Idghom Bighunnah (lihat bahasan nun mati ). Dst.
Praktek

  

 

  

 

 

    

Catatan :
Tanda ( ~ ) bukanlah tanda baca, bukan pula sebab mad menjadi panjang. Akan tetapi sebabnya adalah yang telah disebutkan diatas. Misal dalam kalimat :

                    
Dalam kalimat  ada tanda (

~ ) karena ada

hamzah (‫ )أ‬pada ayat berikutnya. Jadi jika

berhenti pada kalimat  , tetap harus dibaca mad asli (2 harokat), karena sebabnya ada pada ayat berikutnya . Namun jika disambung (washol) dengan ayat berikutnya, maka dibaca mad jaiz munfasil karena ada sebab hamzah. Tanda ( ~ ) sifatnya hanya membantu, bukan patokan. Demikian pula misalnya pada kalimat :

50

Para ulama juga menggolongkannya pada mad asli. Kesalahan umum saat membaca huruf-huruf ini ( ‫ﺮ‬ ‫ﹶ‬ ‫ﻃﻬ‬

‫ﻲ‬  ‫ﺣ‬

)

adalah dibaca abjad hijaiyyahnya, atau dibaca lebih panjang dari dua harokat.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 40

karena sebab mad dapat lebih panjang dari dua harokat tidak ada. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 41 . maka harus dibaca mad asli (2 harokat). adalah dengan memastikan ada tidaknya sebab-sebab yang telah diuraikan diatas. karena ada sebab setelah mad ada huruf yang dimatikan. Namun jika  disambung (washol) dengan ayat berikutnya . maka dibaca mad ‘aridl lissukun (2.6 harokat). Jadi untuk memastikan suatu mad dapat lebih panjang dari dua harokat atau tidak.                         Jika berhenti (waqof) pada kalimat  .

yang sebelumnya sukun . Idghom Mutajanisain (‫ ﹺ‬ ‫ﺎﹺ‬  ‫ﻣﺘﺠ ﻧﺴﲔ‬ ‫ﻏﹶﺎﻡ‬‫) ﺇﹺﺩ‬ Yaitu mengidghomkan huruf kedalam huruf yang sama makrojnya namun berlainan sifatnya. dan yang berikutnya berharokat(hidup) sehingga seolah-olah menjadi satu huruf bertasydid . maka tidak dapat diidghomkan pada huruf berikutnya.د‬ Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 42 . Idghom Mutamatsilain (‫ ﹶﻴ ﹺ‬‫ﺎ‬  ‫ﻦ‬ ‫ﻣﺘﻤ ﺛﻠ‬ ‫ﻏﹶﺎﻡ‬‫) ﺇﹺﺩ‬ Yaitu mengidghomkan huruf kedalam huruf yang sama makroj dan sifatnya (huruf yang sama). Misal :   ،              2. Misal :    ،    ،         ، Huruf dal dan ba’ tidak boleh dibaca qolqolah. akan tetapi cukup ditekan secara wajar. tetapi langsung masuk pada huruf berikutnya          ،    Huruf wawu tidak boleh ditahan seperti idhgom bighunnah. Jika huruf wawu atau ya’ merupakan huruf mad.MACAM-MACAM IDGHOM 1.ت‬          ‫ت --.ظ‬ ‫د --. Misal :              ‫ذ --.

jika idghom taam (sempurna ). atau huruf pertama seolah-olah dihilangkan dan huruf berikutnya ditasydid sehingga dinamakan idghom taam/sempurna. maka tidak diberi tasydid.        ‫ت -.  ،   ،  ‫ط– ت‬ Huruf tho’ tidak gugur seratus persen. namun sifat Ithbaq atau sifat tebal(tafkhim) tho’ masih ada. Idghom Mutaqoribain (‫ ﹺ‬ ‫ ﹶﺎ ﹺ‬ ‫ﻣﺘﻘ ﺭﺑﻴﻦ‬ ‫ﻏﹶﺎﻡ‬‫) ﺇﹺﺩ‬ Yaitu mengidghomkan huruf kedalam huruf yang berdekatan makroj dan sifatnya. 3. Dan jika idghom naqish (tidak sempurna). Misal :               ٥١ ‫ل –ر‬ ‫ﻕ–ﻙ‬ Huruf yang pertama langsung dimasukkan pada huruf berikutnya.ط‬     ‫ث -. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 43 .ذ‬ ‫ب –م‬ Huruf yang pertama langsung dimasukkan pada huruf berikutnya. sehingga dinamakan Idhgom Naqish /tidak sempurna. Dalam Mushaf Timur tengah. atau huruf pertama seolah-olah dihilangkan dan huruf berikutnya ditasydid sehingga juga termasuk idghom taam/sempurna. Qolqolah pada huruf tho’ tidak dibaca.52 Catatan : Ada suatu kesalahan yang rawan terjadi yaitu membaca idghom pada huruf-huruf yang harus dibaca idhar/ jelas : Misal :          ‫ﺫ–ﺩ‬ ،          ‫ﺫ–ﺝ‬ ‫ﺫ–ﺱ‬ ، ،           ‫ﺫ–ﺕ‬ ‫ﺫ–ﺯ‬ ‫، ﺫ –ﺹ‬ 51 52 Sebagian Ulama ada yang menggolongkannya pada Idghom Mutajanisain. maka huruf yang diidghomi ditandai dengan tasydid.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 44 . Cit. dan tidak boleh 53 ‘Abdul Fattah As Sayyid ‘Ajmi.53 ،‫ ) ﺫ، ﺕ‬tetap harus dibaca idhar (jelas). Kalimat-kalimat yang digaris bawah adalah kalimat-kalimat yang paling rawan terjadi kesalahan. Op.                ‫، ﺕ–ﺯ‬ ‫، ﺕ–ﻅ‬ ‫، ﺩ -ﺯ‬ ‫، ﺩ–ﺹ‬ ‫، ﺽ. 1/ 245-247.ﻁ‬          ‫، ﺕ –ﺝ‬ ‫، ﺕ–ﺹ‬ ‫، ﺩ–ﺫ‬ ‫، ﺩ–ﺵ‬ ‫، ﺩ–ﻅ‬                   ‫ﺕ–ﺙ‬ ‫ﺕ–ﺱ‬ ‫ﺩ–ﺝ‬ ‫ﺩ–ﺱ‬ ‫ﺩ–ﺽ‬                                     Huruf-huruf dalam bacaan diatas (‫ﺩ،ﺽ‬ dibaca idghom. Dan pada huruf (‫ ) ﺩ‬tetap harus dibaca qolqolah.

‫ﻒ ﺘﻡ‬  ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟ‬ ‫ﻗﹾ‬‫ﺍﻟﹾﻮ‬ : Yaitu berhenti pada ayat yang telah sempurna ma’nanya dan tidak terkait dengan ayat berikutnya baik lafadz maupun maknanya. Misal :                                                              3. Masalah waqof dan washol merupakan hal yang sangat penting dalam tilawah Al Qur’an. Dari segi makna ayat. ketika ditanya tentang makna firman Allah swt. ‫ﻲ‬‫ ﺍﻟﹾﻜﹶﺎﻓ‬ ‫ﻗﹾ‬‫ﺍﻟﹾﻮ‬ ‫ﻒ‬ : Yaitu berhenti pada ayat yang telah sempurnya maknanya namun secara lafadz ayat tersebut berkaitan dengan ayat berikutnya. waqof dibagi 4 macam. tersebut.) 55 ‫ﻑ‬‫ﹸﻮ‬ ‫ﺮﹺﻓﹶ ﹸ ﺍﻟﹾ‬‫ﻌ‬‫ ﻭﻣ‬‫ﻑ‬‫ﻭ‬  ‫ ﺍﻟﹾ‬ ‫ﻮﹺﻳ‬‫ﺠ‬‫ﺗ‬ ‫ ﺔ ﻮﻗ‬ ‫ﺪ ﺤﺮ‬ (membaca huruf dengan tajwid dan Sehingga berdasarkan pernyataan Ali bin Abi Tholib ra. Al Muzzammil ayat 4 Ibnul Jazariy . Misal :                                                                 2. Karena waqof dan washol sangat terkait dengan makna ayat. yaitu : 1. Beirut. Juz 1 hal 254 Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 45 . Darul kutub. Misal :     …      54 55 QS. An Nasyr fil qiro’atil ‘asyr. seseorang belum dapat dikatakan membaca Al Qur’an dengan tartil jika tidak menguasai masalah waqof. Kecuali jika di akhir ayat. ٥٤    beliau menjawab : mengetahui waqof. maka boleh jadi akan merubah makna. ‫ﻦ‬  ‫ﺴ‬‫ ﺍﻟﹾﺤ‬ ‫ﻗﹾ‬‫: ﺍﻟﹾﻮ‬ ‫ﻒ‬ yaitu berhenti pada ayat yang telah sempurna ma’nanya namun ma’na dan lafadz ayat tersebut berkaitan dengan ayat berikutnya. Oleh karena itu dianjurkan untuk memulai dari kalimat sebelumnya. lawannya adalah washol yang artinya sambung(terus). Jika tidak tepat dalam waqof dan washol. Bahkan Ali bin Abi Tholib ra.WAQOF Waqof artinya berhenti.

56 Bahkan boleh jadi kita dapati satu cetakan mushaf yang satu dengan yang lainnya. yang jika    . 7. Dan bagi yang memiliki kemampuan pemahaman terhadap ayat-ayat Al Qur’an dan tata bahasa arab.4. bersin.. seperti nafas habis. Al Muqoddimah Fiimaa ‘Ala Qor’ il Qur’ani An Ya’lamah Berhenti diakhir ayat tetap boleh walaupun terdapat tanda (‫ )ﻻ‬di akhir ayat. maka ia tidak terikat dengan tanda-tanda tersebut. tentu saja sangat diperlukan pemahaman terhadap makna ayat-ayat Al Qur’an dan tata bahasa arab. 4. Namun agar waqof tilawah kita tepat dan terhindar dari kesalahan arti (terutama bagi yang tidak menguasai tata bahasa arab). Tanda-tanda waqof tersebut adalah : 1. Misal :: Waqof ini jika dilakukan dengan sengaja maka hukumnya tercela. 6. Karena tanda-tanda tersebut sifatnya tidak mutlak.. maka dalam mushaf Al Qur’an diberikan tanda-tanda waqof yang disesuaikan dengan makna ayat. 2.. kecuali jika berhenti karena darurat. 5. 3. Misalnya : ‫ﻻ‬          Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 46 . namun harus melanjutkan ayat berikutnya (tidak berhenti tilawah). Untuk mengetahui kaidah waqof-waqof diatas. maka wajib mengulang. dalam satu ayat yang sama memiliki tanda waqof yang berbeda. Sebagaimana diungkapkan oleh Imam Al Jazari : ‫ﺐ‬‫ﺒ‬‫ ﺳ‬ ‫ﺎﻟﹶ‬‫ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ ﻏﹶﻴ‬ ‫ﺍ‬‫ﺮ‬‫ﻻﹶ ﺣ‬‫ . atau menguap. ﻭ‬‫ﺐ‬‫ﺟ‬‫ ﻭ‬‫ﻗﹾﻒ‬‫ ﻭ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﺁﻥ‬‫ ﰲ ﺍﻟﹾ ﹸﺮ‬‫ﻟﹶﻴﺲ‬‫ﻭ‬  ‫ﻪ‬ ‫ﻡ‬ ‫ﻘ‬ “Di dalam Al Qur’an tidak ada waqof yang sifatnya wajib atau haram kecuali karena suatu sebab.   ‫ﺍ ﹾ ﹶﹺ‬ ‫ﻟﻘﺒﻴﺦ‬ ‫ﻒ‬  ‫ﻗﹾ‬‫ﺍﻟﹾﻮ‬ : Yaitu berhenti pada ayat yang belum sempurna maknanya. dilakukan akan memberikan makna yang tidak bagus atau bahkan merubah arti. batuk. : harus waqof  ‫ط‬  ‫ج‬    ‫ﻻ‬ : lebih utama waqof : lebih utama waqof : boleh waqof boleh wasol : lebih utama washol : berhenti pada salah satu tanda : tidak boleh waqof57 56 57 Imam Ibnu Al Jazari..

sehingga dibaca famaa aataanii. Loc. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 47 . maka harus dimatikan 59(termasuk jika huruf sebelum akhir juga huruf mati). sehingga dibaca famaa aataan. huruf terakhir harus mati atau dimatikan. maka boleh mematikan pada huruf ya’.Catatan : Ketika waqof. Pengecualian jika berhenti (waqof) pada lafadz 59  (QS. Atau boleh juga mematikan pada huruf nun dan huruf ya’ tidak dibaca. An Naml . Imam Ibnu Al Jazari. maka dibaca apa adanya : misal  (huruf yang terakhir adalah alif)    -         -           -           - Jika huruf terakhir adalah huruf hidup. Imam Al Jazari menyatakan : ‫ﻛﹶﻪ‬‫ ﺑﹺ ﹸ ﱢ ﺍﳊﹶﺮ‬‫ﻗﹾﻒ‬‫ﺭﹺ ﺍﻟﹾﻮ‬‫ﺎﺫ‬‫ﺣ‬‫ﻭ‬ ‫ﻜﻞ‬ “Hindari waqof dengan harokat (huruf hidup)”58 Jika huruf terakhir adalah huruf mati. baik waqof ditengah ayat maupun di akhir ayat. Cit. 36). Tidak boleh waqof dalam kondisi huruf hidup. misal :      -             - ٦٠           - 58 .

Kesalahan umum saat waqof pada kondisi huruf sebelum akhir berharokat sukun(mati). Yang tepat adalah huruf yang terakhir tetap dibaca (tidak hilang). adalah berhenti pada huruf sebelum akhir tersebut dan menghilangkan (tidak membaca) huruf yang terakhir sesudahnya. Sehingga huruf terakhir dan sebelum akhir sama-sama mati. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 48 . Atau kesalahan yang lain adalah dengan menghidupkan huruf yang terakhir. namun hurus dimatikan.         -      -              -        -           -       -      -        -             -              - ٦١     60 61 Jika mati pada mad shilah. huruf ‫( ه‬ha’ dlomir) tetap harus dimatikan.

Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 49 .Jika huruf terakhir adalah ta’ marbuthoh (‫ . kecuali pada huruf ‫ ﺓ‬tetap dibaca seperti kaidah mati pada ‫ ﺓ‬diatas. maka ketika mati dibaca mad iwadl (lihat bab mad)62. ﻩ‬ misal :                                                                           Jika huruf terakhir berharokat fathatain (ً ).) ﺓ‬maka ketika mati menjadi huruf ‫. Misal:                                                62 Termasuk pada hamzah yang berharokat fathatain ( ً ‫ء‬ ) walaupun sesudahnya tidak ada huruf alif.

maka huruf tersebut tidak langsung diqolqolahkan.)ح‬Yang tepat adalah menahan sejenak qolqolahnya baru dikeluarkan. ada beberapa kondisi : . adalah dengan sedikit memanjangkan huruf (‫ . Misal :                                            - - Jika mematikan huruf bertasydid selain pada dua kondisi diatas.Jika mematikan huruf mim dan nun yang bertasydid.                 Jika huruf terakhir yang dimatikan bertasydid. bukan memanjangkan huruf sebelumnya. huruf sebelumnya tetap harus dibaca 1 harokat. misal :                                          - - Jika mematikan huruf qolqolah ( ‫ ) ب، ج، ق‬yang bertasydid. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 50 . maka huruf mim atau nun dimatikan dengan menahan ghunnahnya sekitar dua harokat . maka dibaca mati dengan sidikit ditekan. tetapi ditahan sejenak baru diqolqolahkan (dipantulkan)63. Misal : 63 Kesalahan umum dalam masalah ini adalah misalnya dalam kalimat  .

    - - Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 51 .                                                                   .

‫ﺎﻡ‬‫ﺇﹺﺷﻤ‬  : Memonyongkan (membulatkan) bibir ketika menahan ghunnah nun tasydid sebagai isyarat dlommah yang terbuang pada ayat69 :  3. Al Kahfi : 1-2 QS. Al Qiyamah : 27 67 QS. Al Haqqoh : 28-29          ketika washol dapat dibaca 69 70 ‫ﺔ‬‫ﻜﹾﺘ‬‫ ﺳ‬atau idghom.ISTILAH-ISTILAH DALAM AL QUR’AN 1. ‫ﻞ‬ ‫ ﹲ‬‫ﻬﹺﻴ‬‫ﺴ‬‫ ﺗ‬juga dapat diterapkan pada Mad Farq yaitu kalimat : dan  Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 52 . Yasin : 52 66 QS. ‫ﺔ‬‫ﻜﹾﺘ‬‫ﺳ‬ ٦٨ : berhenti sejenak tanpa bernafas pada ayat : ٦٧     ٦٦     ٦٥    ٦٤   2. Fushilat :44 72 Selain ayat tersebut. ‫ﺎﻟﹶﺔ‬‫ﹺﺇﻣ‬ : fathah dibaca miring ke kasroh(re’) pada ayat    70 : 4. QS. Al Muthoffifin : 14 68 Selain empat ayat tersebut. Hud : 41 71 QS. ‫ ﹲ‬ ‫ ﹺ‬  ‫ﺗﺴﻬﻴﻞ‬ : yaitu hamzah kedua dibaca pertengahan antara hamzah dan alif pada ayat :71   72 64 65 QS. pada QS. Yusuf : 11 QS.

namun tanwin tetap ditulis. Cara bacanya yaitu dengan mengganti hamzah asli yang sukun dengan huruf mad yang sesuai dengan harokat hamzah washol.. Kesalahan umum yang terjadi adalah tanwin dihilangkan begitu saja tanpa membaca nun wiqoyah. 76 77    maka QS. cara bacanya adalah tanwin dihilangkan. ‫ﻞ‬ ‫ ﹲ‬‫ﻳ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ﺗ‬ : yaitu mengganti hamzah yang berharokat sukun dengan huruf ya’ sukun pada ayat 73 :     sehingga membacanya adalah iituunii. dan diganti dengan huruf nun kasroh (ni) misal79 :  73 74 QS. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 53 . dan hamzah washol ditandai dengan huruf alif diatasnya ada huruf shod kecil (). Nun Wiqoyah yaitu nun yang dibaca kasroh ‫ﻧﻥ‬ yang dimunculkan untuk menjaga agar tanwin tidak hilang. dan tanwinnya sudah dihilangkan. 79 Pada mushaf cetakan Indonesia biasanya sudah ditandai dengan huruf nun kecil dibawah. juga bukan u’tuunii. Al Hujurat : 11 Aslinya adalah bi’sal ismu. Al Ahqof : 4 Hamzah washolnya dibaca kasroh (i) karena harokat asli huruf ketiganya (‫ )ت‬adalah kasroh. nun wiqoyah tetap harus dibaca. bukan u’tumina. (Keterangan tentang hamzah washol lihat catatan kaki nomor 16. huruf (‫ )ت‬tersebut menjadi dlommah karena menyesuaikan dengan huruf (‫ )و‬jama’ sesudahnya. Walaupun nun wiqoyah tidak tertulis. dan langsung masuk ke huruf berikutnya. Pada mushaf timur tengah tidak ada nun kecil tersebut. dibaca ketika ada tanwin bertemu dengan hamzah washol78. ketika ada tanwin bertemu dengan hamzah washol ().) 75 Sebenarnya tabdil adalah kaidah umum yang berlaku untuk setiap hamzah washol yang bertemu dengan hamzah asli yang sukun. ِ ‫ﺔ‬‫ ﹸ ﺍﻟﹾﻮﹺﻗﹶﺎﻳ‬‫ﻮ‬ : Wiqoyah artinya menjaga.74 bukan I’tuunii. ‫ﻞ‬ ‫ﻘﹾ ﹲ‬‫ﻧ‬ : yaitu dengan memindahkan harokat hamzah washol ke huruf lam pada 77 ayat76 :    5. dipindah harokatnya menjadi bi’salismu 78 Keterangan tentang hamzah washol lihat catatan kaki nomor 16.75 6. Misal dalam surat Al Baqarah 283 jika kita memulai pada bacaan harus kita baca uutumina.5.

dan Al Alaq: 19. At Turmudzi. An Najm : 62. Disyaratkan untuk sahnya sujud tilawah seperti syarat sahnya sholat yaitu : dalam kondisi suci dari hadats kecil dan besar. maka bagiku neraka. Ibid 2/118. Al Hajj : 18 dan 77. As Sajdah : 15. anak adam disuruh sujud dan ia pun ber sujud. dan Ahmad. dan menghadap kiblat81. lalu bangkit lagi dengan mengucapkan takbir. Riyadl : Darul ‘Ashimah. An Nasa’i. Jumhur ‘Ulama’ menyatakan hukum sujud tilawah adalah Sunnah Muakkadah. Fushilat : 37. Sujud tilawah disunnahkah bagi yang membaca maupun yang menyimak. An Nahl : 50. Abu Dawud. dari Hadits Riwayat Al Bukhori. Ar Ra’d:15. Caranya: diawali takbir. 111 82 DR. Al Baihaqi. 81 DR. Al Insyiqoq : 21. Muslim. Maryam: 58. Wahbah Zuhaili . ‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫ﺓﹶ ﻓﹶﺴ‬‫ﺪ‬‫ﺠ‬ ‫ ﺍﻟ‬‫ﻡ‬‫ ﺁﺩ‬ ‫ﺃﹶ ﺍﺑ‬‫ -ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ.ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻭﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ‬ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟ‬‫ﻰ‬‫ ﻓﹶﻠ‬ ‫ﻴ‬‫ﻓﹶﺄﹶﺑ‬ ‫ﻨﺭ‬ ‫ﺖ‬ “dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw. Al Furqon: 60. Dr. kemudian sujud. bisa sebagaimana bacaan sujud sholat. (HR. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan. suci dari najis. tiga kali atau membaca : ‫ﻠﹶﻰ‬‫ﻲ ﺍﻷَﻋ‬‫ﺎﻥﹶ ﺭ‬‫ﺤ‬‫ﺒ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺳ‬ 80 Ayat-ayatnya ada lima belas tempat yaitu : QS. Al Isro’ : 109. maka baginya surga. An Naml :26.Suriyah: Darul Fikr. 1985. menutup aurat. Muslim dan Ibnu Majah). ‫ﺓ‬‫ﺪ‬‫ﺠ‬ ‫ ﹸ ﺍﻟ‬‫ﺀَﺍﻳ‬ ‫ﺔ ﺴ‬ : Yaitu ayat-ayat yang jika kita membacanya disyari’atkan untuk melakukan sujud tilawah80. Imam Nawawi At Tibyan Fii Adab Hamalatil Qur’an hal. 1/182. 2002. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 54 . Al A’rof : 206. baik diluar sholat maupun didalam sholat.                                            6. Ibid hal 118. Bersabda: Apabila anak adam membaca ayat sajdah kemudian sujud. Wahbah Zuhaili . Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu . Al Mulakhosul Fiqhi. Bacaan sujud tilawah82. 2/114.» ﺇﹺﺫﹶﺍ ﻗﹶﺮ‬‫ﻮ ﹸ ﺍﻟ ﱠﻪ‬ ‫ﺓﹶ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺭ‬‫ﺮ‬‫ﻳ‬‫ﺮ‬ ‫ ﺃﹶﺑﹺﻰ‬‫ﻦ‬‫ﻋ‬ ‫ﺴ‬ ‫ﻦ‬ ‫ﺳﻝ ﻠ‬ ‫ﻫ‬ ‫ﻮﺩ‬  ‫ ﺑﹺﺎﻟ‬ ‫ﺮ‬‫ﹸﻣ‬‫ ﹸ ﻭ‬‫ ﺍﻟﹾﺠ‬ ‫ ﻓﹶﻠﹶ‬‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫ ﻓﹶﺴ‬‫ﻮﺩ‬  ‫ ﺑﹺﺎﻟ‬‫ﻡ‬‫ ﺁﺩ‬ ‫ ﺍﺑ‬‫ﺮ‬‫ ! ﹸﻣ‬ ‫ﻠﹶ‬‫ﻳ‬‫ﺎ ﻭ‬‫ ﹸﻮ ﹸ ﻳ‬‫ﻰ ﻳ‬‫ﻜ‬‫ﺒ‬‫ﻄﹶﺎ ﹸ ﻳ‬‫ﻴ‬ ‫ﻝﹶ ﺍﻟ‬‫ﺰ‬‫ﺘ‬‫ﺍﻋ‬ ‫ﻪ ﻨﺔ ﺃ ﺕ ﺴﺠ‬ ‫ﺴﺠ‬ ‫ﻪ ﺃ ﻦ‬ ‫ﻘﻝ‬ ‫ﺸ ﻥ‬ ‫ «. Shod : 24. Dan aku disuruh sujud namun aku enggan. maka menyingkirlah syetan dan menangis seraya berkata : celakalah diriku. Imam Nawawi.

‫ ﺮ ﻤ ﺮ‬‫ﺼ‬  ‫ﻳ‬‫ﺪ‬‫ﺘ‬‫ﺴ‬ ‫ ﺍﻟﹾ‬ ‫: ﺍﻟ ّﻔﹾ‬ yaitu bulatan sempurna ( ‫ ) ﻩ‬diatas suatu huruf. kepadaMu aku beriman. membentuknya. dan jadikanlah untukku di sisiMu suatu simpanan. ” Atau membaca .‫ﻪ‬‫ﺗ‬‫ﻗﹸﻮ‬‫ ﻭ‬‫ﻪ‬‫ﻟ‬‫ﻮ‬‫ ، ﺑﹺﺤ‬‫ﻩ‬‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﺑ‬‫ ﻭ‬‫ﻪ‬‫ﻌ‬‫ﻤ‬‫ ﺳ‬‫ﻖ‬‫ﺷ‬‫ ، ﻭ‬‫ﻩ‬‫ﺭ‬‫ﻮ‬‫ﺻ‬‫ ﻭ‬‫ﻠﹶﻘﹶﻪ‬‫ﻱ ﺧ‬‫ﻠﱠﺬ‬‫ﻬﹺﻲ ﻟ‬‫ﺟ‬‫ ﻭ‬‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫ﺳ‬ “Telah sujud wajahku kepada Yang Menciptakannya. dan membelah pendengarannya dan penglihatannya. Tanda ini biasanya terdapat di mushaf timur tengah. dan membelah pendengarannya dan penglihatannya dengan daya dan kekuatanNya” Atau bisa ditambah dengan membaca doa: ‫ﺎ‬‫ﻠﹶﻬ‬‫ﻘﹶ‬‫ﺗ‬‫ﺍ ، ﻭ‬‫ﺮ‬‫ ﹸﺧ‬‫ﻙ‬‫ﺪ‬‫ﻨ‬‫ﻲ ﻋ‬‫ﺎ ﻟ‬‫ﻠﹾﻬ‬‫ﻌ‬‫ﺍﺟ‬‫ﺍ ، ﻭ‬‫ﺭ‬‫ﺎ ﻭﹺﺯ‬‫ّﻲ ﺑﹺﻬ‬‫ ﻋ‬‫ﻊ‬‫ﺿ‬‫ﺍ ، ﻭ‬‫ﺮ‬‫ﺎ ﺃﹶﺟ‬‫ﻲ ﺑﹺﻬ‬‫ ﻟ‬‫ﺐ‬‫ﻢ ﺍﻛﹾ‬ ‫، ﺍﻟ ﱠ‬ ‫ﺒ‬ ‫ﺫ‬ ‫ﻨﹺ‬ ‫ ﺘ‬ ‫ﻠﻬ‬ . dan terimalah dariku sebagaimana Engkau menerima dari hambaMu Dawud” 7.                                                                                                                                                                                                                                        Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 55 . ‫ﺩ‬ ‫ﺍ‬‫ ﺩ‬‫ﻙ‬‫ﺪ‬‫ﺒ‬‫ ﻋ‬‫ﻦ‬‫ﺎ ﻣ‬‫ﻬ‬‫ﻠﹾﺘ‬‫ﻘﹶ‬‫ﺎ ﺗ‬‫ّﻲ ﻛﹶﻤ‬‫ﻣ‬ ‫ﻭ‬ ‫ﺒ‬ ‫ﻨﹺ‬ “ Ya Allah tuliskanlan untukku di sisiMu dengan tilawah ini suatu pahala. Tanda tersebut diletakkan diatas suatu huruf yang menunjukkan bahwa huruf tersebut tidak dibaca (dianggap tidak ada) baik ketika waqof maupun washol. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. . dan ampunilah dosaku dengan tilawah ini. Telah sujud wajahku kepada Yang Menciptakannya. dan kepadaMu aku berserah diri. membentuknya.‫ﻪ ﻮﻩ ﻖ ﻪ‬  ‫ﻌ‬‫ﻤ‬‫ ﺳ‬ ‫ ﻓﹶﺸ‬ ‫ﺭ‬ ‫ﺻ‬‫ ﻭ‬ ‫ﻠﹶﻘﹶ‬‫ﻱ ﺧ‬‫ ﱠﺬ‬‫ﻬﹺﻲ ﻟ‬‫ﺟ‬‫ ﻭ‬‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫ ﺳ‬ ‫ﻠﹶﻤ‬‫ ﺃﹶﺳ‬‫ﻟﹶﻚ‬‫ ، ﻭ‬ ‫ﻨ‬‫ ﺁﻣ‬‫ﺑﹺﻚ‬‫ ، ﻭ‬ ‫ﺪ‬‫ﺠ‬‫ ﺳ‬‫ ﻟﹶﻚ‬  ‫ﺍﻟ ﱠ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﺖ‬ ‫ﺖ‬ ‫ﺕ‬ ‫ﻠﻬﻢ‬ ‫ﲔ‬‫ﻘ‬‫ﺎﻟ‬‫ ﺍﻟﹾﺨ‬ ‫ﺴ‬‫ ﺃﹶﺣ‬ ‫ ﺍﻟ ﱠ‬‫ﻙ‬‫ﺎﺭ‬‫ﺒ‬‫ ﺗ‬ ‫ﺮ‬‫ﺼ‬‫ﺑ‬‫ﻭ‬ ‫ﻠﻪ ﻦ‬ ‫ﻩ‬ “ Ya Allah untukMu aku sujud.

dan dibaca (dianggap ada) ketika waqof83. ‫ ﹸ‬    ‫ﺍ ﹾ‬ ‫ﻟﻤﺴﺘﻄﻴﻞ‬ ‫ ﺮ‬‫ﺼ‬  ‫ﺍﻟ ّﻔﹾ‬ : yaitu bulatan lonjong diatas suatu huruf.                                                                                                                                                                                                 ٨٤                                     83 Misalnya pada lafadz jika washol (terus). Dan jika waqof pada lafadz tersebut. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 56 . kenapa huruf “t” harus ditulis. Tanda tersebut diletakkan diatas suatu huruf yang menunjukkan bahwa huruf tersebut tidak dibaca (dianggap tidak ada) ketika washol. maka harus dibaca panjang (2 harokat). Ada huruf yang harus ditulis walaupun tidak dibaca. halaman 10). Lebih-lebih dalam Al Qur’an yang setiap hurufnya bernilai sepuluh kebaikan (lihat bahasan keutamaan membaca Al Qur’an. Demikian juga dalam bahasa Arab. 84 Sering muncul pertanyaan : kalau tidak dibaca kenapa ditulis? Padahal ini adalah hal yang biasa dalam bahasa apapun. seperti pada kata “student” dalam bahasa Inggris. walaupun tidak dibaca? Jawabnya karena itu sudah merupakan kaidah penulisannya. maka harus dibaca pendek.                                              8.

Menetapkan target secara eksak sesuai kampuan maksimal masing-masing yang memungkinkan untuk dicapai. 3. dan akan muncul keraguan saat dibaca dengan keras. dan seterusnya hingga selesai satu surat atau satu halaman yang menjadi target. demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya. Pastikan yang baru dihafal dipagi hari.Membaca dengan tartil & Tidak tergesa-gesa (QS.29. baik dari segi jumlah yang mau dihafal maupun batas waktunya (harian. dan tidak menambah hafalan baru sampai hafalan yang lama kuat. 12. Kemudian diulang dari awal. lebih utama jika orang tersebut juga hafal.18). Keikhlasan akan memunculkan semangat dan ketahanan seorang muslim dalam menjalankan setiap perintah Allah dengan maksimal. mingguan. karena akan lebih berkesan dan membekas di pikiran. dsb) 8. 46.Mengulang surat atau hafalan yang baru dihafal minimal sepuluh kali dihari tersebut. bulanan. dengan konsentrasi penuh dan pandangan fokus.Banyak mengulang (muroja’ah) hafalan.Memperhatikan ada-adab membaca Al Qur’an (Membaca dengan tadabbur (berusaha memahami isinya) dan khusu’. atau tahunan). 2. umumnya akan mengalami kesulitan saat menyambung antar ayat. 98. dan 11.Setiap hari harus ada waktu wajib khusus Al Qur’an. sekena-kenanya. maka maktu yang dilanggar harus dihitung hutang. sore masih hafal. 15.20 KIAT PRAKTIS MENGHAFAL AL QUR’AN 1. sebanyak-banyaknya.75. seselesai-selesainya. Jika langsung per-ayat.Yakin bahwa menghafal Al Qur’an adalah mudah ( QS.47:31. Target tidak boleh abstrak ( misal : secukupnya. Membaca dengan cepat (tergesa-gesa) akan menjadikan hafalan mudah kacau. 10. 11. Jangan sampai teralihkan pada pikiran dan pandangan yang lain. dan memahami keutamaan menghafal Al Qur’an. 20. 75. dll) 6.misal : dalam waktu sekian harus dapat sekian (kalau perlu ditulis). lanjut lagi ke ayat berikutnya.Setelah melakukan proses pada poin ke-9.15/22/32/40).114).Dengan suara yang lantang dan berusaha membaca dengan suara yang terbaik.6&69) 3.16.Talaqqi dan memperdengarkan hafalannya kepada orang yang menguasai ilmu tajwid (QS. sengguh ia(hafalan Qur’an) lebih cepat lepasnya dari unta yang ditambatkan” (Muttafaqun ‘Alaih) Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 57 . Menjaga kesucian dan kebersihan.Sabar dan istiqomah (QS.4.. 9. Membaguskan bacaan (bacaan yang ideal dan sesuai tajwid). 7.Menghafal persurat atau perhalaman. baru kemudian menghafal satu ayat sampai lancar. 5. (Tetap dengan tartil dan suara lantang. sesempatnya. Rasulullah saw bersbada :´Jagalah Al Qur’an ini. Dan konsisten terhadap waktu yang sudah kita tetapkan. Walaupun sudah hafal.5). 14. atau sebaliknya. 54. dibaca berulang-ulang sampai akrab dan memiliki gambaran utuh dengan halaman/surat tersebut.Niat Ikhlash (QS. Jika terpaksa dilanggar. sedapatnya.13) 4.Halaman/surat yang hendak dihafal. kemudian lanjut ke ayat berikutnya. Menghafal dengan suara yang pelan akan sulit memastikan benarnya bacaan.Sungguh-sungguh/mujahadah & memiliki tekad (kemauan) yang kuat (QS. 10.142. tidak boleh semakin cepat ) 13.73.

”menunggu adalah waktu yang sangat menyenangkan” .Menjauhi segala hal-hal yang sia-sia ( banyak ngobrol. karena sensungguhnya banyak bicara tanpa dzikrullah ada dapat menjadikan kerasnya hati.Senantiasa berdoa agar dimudahkan dalam menghafal AL Qur’an (QS. mendengar atau melihat hal yang sia-sia. dulu saya hafal sekian juz. sholat sunnah. banyak melamun.(QS. sangat membantu mengingat ayat. atau kita mengatakan : dulu saya hafal surat ini dan itu. na’udzubillah. dsb.Ber’azam :sekali hafal tidak boleh lupa selamanya (seumur hidup). 18. dsb). 28. dan Al Baihaqi) 19. dan kalahkan rasa bosan dan jenuh dengan mencari suasana yang baru dan berbeda untuk menambah atau mengulang hafalan. Dan sejauh-jauh hamba dari Allah adalah yang hatinya keras. secara otomatis mata dan pikiran akan merekam letak ayat. Rasulullah saw bersabda:” janganlah kalian banyak bicara tanpa dzikrullah.17) 20. 23:3.16. dulu saya rajin muroja’ah. Karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (seizin) Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. lebih-lebih yang haram. Jangan sampai dikemudian hari kita menjadi mantan hafidz qur’an. dan sesering mungkin. (HR. 75.20. Dan mengingat letak ayat. atau dulu hafalan Qur’an saya banyak. Bagi penghafal Al Qur’an.Disiplin dalam memanfaatkan setiap waktu luang. Setiap selesai sholat fardhu.114).55). 25. karena saat menghafal. ‫ﺎﺏﹺ‬‫ﺘ‬‫ ﺍﻟﻜ‬ ‫ﺁﺧ‬ ‫ﺮ‬     Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 58 . 17.Menggunakan satu mushaf yang standart (mushhaf ‘Utsmani).(QS. sebelum dan sesudah membaca Al Qur’an.72. At Turmudzi.

Al Hai’atul ‘Alamiyyah Litahfidzil Qur’anil Karim ( Badan Tahfidz Al Qur’an Internasional). ________________ . Hilyatut Tilawah Fii Tajwidil Qur’an. Madinah: Darus Salam. An Nasyr fil qiro’atil ‘asyr.Suriyah: Darul Fikr. Saudi Arabia.DAFTAR PUSTAKA Abdul Aziz Abdur Rouf. Al Bayan Fii Ahkami Tajwidil Qur’an. Al Hai’atul ‘Alamiyyah Litahfidzil Qur’anil Karim ( Badan Tahfidz Al Qur’an Internasional). Pedoman Dauroh Al Qur’an. Tahqiq DR. Yordania: Darun Nafa’is.youtube. 2008. /www. Fathu Robbil Bariyyah Syarhul Muqoddimatul Jazariyyah. At Tibyan Fii Adab Hamalatil Qur’an Imam Ibnu Al Jazari. Beirut : ‘Alamul Kutub. 2001 Aiman Rusydi Suwaid. Aiman Rusydi Suwaid. 1985. 2007 Efendi Anwar. Riyadl : Darul ‘Ashimah. Hisamuddin Salim Al Kilani. 1999 Imam An Nawawi . Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu . 1985 Muhammad Ash Shodiq Qomhawi. Beirut. Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 59 .com/ Anas Karzum. Jakarta: Pustaka Al Utsmani. Shofwat Mahmud Salim . 1996. Al Wadlih Fii Ahkamit Tajwid. Darul kutub Muhammad Ahmad M. ‘Ilmut Tajwid: Ahkam Nadhoriyyah Wa Mulahadhot ‘Amaliyyah thathbiqiyyah. Abdul Fattah As Sayyid ‘Ajmi. Muhammad Ali Ash Shobuni. Al Mulakhoshul Mufid Fii ‘Ilmit Tajwid. Al Mulakhosul Fiqhi. Warottilil Qur’ana Tartila. Yahya Abdur Rozzaq Ghoutsani. Madinah: Darul Fajr Al Islamiyyah. Bmbingan Tahsin dan Tajwid Al Qur’an Utsmani 2 & 3. 1424 H Sholih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan. Muhammad ‘Ishom Muflihul Qudloh. Al Muqoddimah Fiimaa ‘Ala Qor’ il Qur’ani An Ya’lamah(Matan Al Jazari). Jeddah: Daru Nuril Maktabat. Hidayatul Qori’ ila Tajwidi Kalamil Bari. Beirut: Al Maktabah Ats Tsaqofah. Rihab Muhammad Mufid Syaqoqi. 2002 Wahbah Az Zuhaili . Al Burhan fii Tajwidil Qur’an. At Tibyan fi ‘Ulumil Qur’an. Beirut : ‘Alamul Kutub. Durus Tajwid.

SANAD MATAN AL JAZARI PENULIS (Sanad Ilmu Tajwid Penulis Dari Syaikh Abdul Qowiy Bin Abdul Karim Al Arjali dari Yaman) Panduan Tahsin Tilawah Al Qur’an 60 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->