P. 1
PENGARUH LINGKUNGAN BISNIS, STRATEGI OPERASI DAN ADOPSI TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PADA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI MANDING BANTUL YOGYAKARTA

PENGARUH LINGKUNGAN BISNIS, STRATEGI OPERASI DAN ADOPSI TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PADA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI MANDING BANTUL YOGYAKARTA

|Views: 241|Likes:
Dipublikasikan oleh KARYAGATA MANDIRI

More info:

Published by: KARYAGATA MANDIRI on Jul 30, 2012
Hak Cipta:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/16/2015

PENGARUH LINGKUNGAN BISNIS, STRATEGI OPERASI DAN ADOPSI TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PADA

SENTRA INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI MANDING BANTUL YOGYAKARTA

SKRIPSI

Disusun Oleh : NAMA : NEDI NUGROHO NIM : 141060067

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA 2011

   

PENGARUH LINGKUNGAN BISNIS, STRATEGI OPERASI DAN ADOPSI TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PADA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI MANDING BANTUL YOGYAKARTA

SKRIPSI

Disusun Oleh : NAMA : NEDI NUGROHO NIM : 141060067

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA 2011

i
 

ii
 

PERSEMBAHAN     Skripsi ini Saya persembahkan untuk :  My Jesus sebagai Sang Juru Selamat ku.  Keluargaku (Alm. Bapak ku Sudiharjo, Ibuku Ny. Supadmi,  Kakakku Sigit Purtono, S.Si) yang selalu memberikan cinta  kasihnya dan dukungannya.  My Honey “Isdarini” atas cintanya yang tulus dan dan setia serta  dukungannya.  Karyawan‐karyawan ku FC. Nugroho (Nur & Windi) dan Waroeng  Internet Nugdotnet (Eko & Shodiq) serta Namo & Heri yang sudah  banyak membantu.  Yang tak terlupakan  Almamaterku  Universitas Pembangunan  Nasional “Veteran” Yogyakarta. 

iii
 

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, September 2011 Penulis

NEDI NUGROHO

iv
 

ABSTRAK

PENGARUH LINGKUNGAN BISNIS, STRATEGI OPERASI DAN ADOPSI TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PADA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI MANDING BANTUL YOGYAKARTA Nedi Nugroho Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta 2011 Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui dan menganalisa peran strategi operasi terhadap kinerja operasional, 2) untuk mengetahui dan menganalisa peran adopsi teknologi dalam memperkuat pengaruh antara strategi operasi terhadap kinerja operasional, dan 3) untuk mengetahui dan menganalisa peran adopsi teknologi dalam memperkuat pengaruh antara strategi operasi terhadap kinerja operasional. Penelitian ini dilakasanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2011 di Sentra Industri Kerajinan Kulit di Manding, Bantul, Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif asosiatif yang bersifat klausal. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 33 home industry dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh/sensus. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Multivariate Multiple Regression Analysis (MMRA) untuk mengetahui apakah lingkungan bisnis berpengaruh signifikan terhadap strategi operasi dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk mengetahui pengaruh strategi operasi terhadap kinerja operasional serta mengetahui peran adopsi teknologi (soft technology) yang memperkuat pengaruh strategi operasi terhadap kinerja operasional. Dari hasil analisis data maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Ada pengaruh signifikan lingkungan bisnis terhadap dimensi strategi operasi yang meliputi : biaya rendah, strategi fleksibilitas, dan strategi pengiriman. Namun tidak ada pengaruh signifikan lingkungan bisnis dengan dimensi kualitas. 2. Ada pengaruh signifikan dimensi strategi operasi dengan kinerja operasional yang dimoderasi oleh variabel adopsi teknologi (soft technology) sebagai variabel bebas maupun variabel moderator yang memperkuat kinerja operasional.

v
 

ABSTRACT

ENVIRONMENTAL EFFECT OF BUSINESS, OPERATIONS STRATEGY AND ADOPTION OF TECHNOLOGY AS A VARIABLE PEMODERASI OPERATING PERFORMANCE IN LEATHER CRAFT CENTER INDUSTRY IN YOGYAKARTA MANDING BANTUL

Nedi Nugroho Pembangunan Nasional University "Veteran" Yogyakarta 2011

The purpose of this study are: 1) to determine and analyze the role of operating strategy on operational performance, 2) to assess and analyze the role of technology adoption in strengthening the influence of the operating strategy of operational performance, and 3) to determine and analyze the role of technology adoption in strengthening the influence of between the operating strategy of operational performance. This implementation of the study in July to October 2011 in the Center of Leather Industry in Manding, Bantul, Yogyakarta. This type of study is a descriptive clause that is associative. The population in this study amounted to 33 home industry with the sampling technique using saturated sampling / census. Methods of data collection using questionnaires. Analysis of the data used is the Multivariate Multiple Regression Analysis (MMRA) to determine whether significant effect on the business environment and operations strategy Moderated Regression Analysis (MRA) to determine the effect of operating strategy on the operational performance and to know the role of technology adoption (soft technology) which strengthens the influence of strategy operation of operational performance. From the analysis of data it can be concluded as follows: 1. There was a significant influence on the business environment that includes dimensions of operations strategy: low cost, flexibility strategies, and delivery strategies. But there is no significant influence with the dimensions of quality business environment. 2. There was a significant influence dimensions of operations strategy with operational performance is moderated by variable adoption of technology (soft technology) as independent variables and moderator variables that strengthen operational performance. vi
 

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Sang Juru Selamat “Tuhan Yesus Kristus” yang telah melimpahkan berkatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH LINGKUNGAN BISNIS, STRATEGI OPERASI DAN ADOPSI TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PADA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI MANDING BANTUL

YOGYAKARTA”. Skripsi ini disusun untuk melengkapi persyaratan kurikulum dalam rangka menempuh ujian tingkat akhir guna memperoleh gelar sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Penulisan skripsi ini tidak akan dapat terselesaikan tanpa dukungan dari banyak pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Dr. Heru Tri Sutiono, M.Si selaku Ketua Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen 2. Dra. Yekti Utami, M. Si selaku dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan petunjuk dalam penulisan skripsi ini. 3. Drs. Tugiyo, MM selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan petunjuk dalam penulisan skripsi ini.

vii
 

4. Titik Kusmantini, SE, M.Si selaku dosen penguji I yang telah banyak memberikan saran dan masukan dalam penulisan skripsi ini. 5. Widhy Tri Astuti, SE, M.Si selaku dosen penguji II yang telah banyak memberikan saran dan masukan dalam penulisan skripsi ini. 6. Bapak Hadi Surame (Ketua Kampung Manding), Bapak Suyono (Koordinator Seksi Pengembangan Wisata dan Industri), Bapak Jumakir (Ketua Pokdarwis Lintas Manding), Bapak RT 04 s/d RT 08, yang telah bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan dan sekaligus memberi ijin untuk mengadakan penelitian di Sentra Industri Kerajian Kulit di Manding sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini. 7. Keluargaku (Alm. Bapak ku Sudihardjo, Ibu ku Ny. Supadmi, Kakakku Sigit Purtono, S. Si) dan keluarga besar ku yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah memberikan cinta kasihnya dan dukungan penuh baik moril maupun materil. 8. My Honey “Isdarini” dan keluargannya yang telah banyak membantu dan selalu memberikan cintanya serta dukungan penuh sampai terselesaikannya skripsi ini. 9. Karyawan-karyawan ku (Eko, Sdohiq, Nur, Windy) yang sudah banyak membantu sampai terselesaikannya skripsi ini. 10. Teman-teman ku (Arman, Hesti, Sari, Patrick, Devi, Tyo, Gilang, Andre, Kuma, Johan, Adi, Yusmanto, Anna, Angle, Puput, Endah, Diah, Wella, Evi, Julfikar, Arlim, Ricky, Rendy, Nopel, Angga, Andi, Bagas, Ketut, Kadek, Panji, Maiz, Bayu, Arie/Cumi2, Rudy, Ulin, Herdin, Diana, Endang, Pandu,

viii
 

Tari, Leny, Arif, Farid, Eko, Agus, Marwan, Henry, Sabar, Amy, Uut, Dhiding, Abiemanyu, Nandha, Gika, Dodok, Ragil, Deby, Dimas, Sandy, Handy, Hendri, Astrat, Deny, Yudi, dll) serta tidak ketinggalan sahabatsahabat dijurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah mendukung, membantu, dan menemani penulis sehingga penulisan ini dapat terselesaikan. 11. Teman-Teman ku (Yuda, Yeyen, Arif, Arie, Dida, Erwin, Ucok, Rian, LuckySonny, Toyib, Taufik, Eko, Miko, Hany, Fatar, Iwan, Dion, Namo, Nila, Debby, Zhu, Deska-Fadjar, Dika, Robin, Cahyo, Pugut, teman-teman KOMPANA GKJ Patalan, dll) serta yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah mendukung, membantu, dan menemani penulis sehingga penulisan ini dapat terselesaikan. 12. Semua pihak yang mendoakan dan mendukung penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik dan lancar. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan sehingga masih perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan serta pihak-pihak yang membutuhkan.

Yogyakarta, 23 September 2011 Penulis

ix
 

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ..................................................................................... HALAMAN PRASYARAT GELAR ........................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... ABSTRAK ....................................................................................................... ABSTRACT .................................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................. DAFTAR TABEL ......................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. i ii iii iv v vi vii x xiii xiv

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... A. Latar Belakang Masalah .................................................................. B. Rumusan Masalah ........................................................................... C. Tujuan Penelitian ............................................................................. D. Manfaat Penelitian .........................................................................

1 1 3 3 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... A. Landasan Teori ................................................................................ 1. Lingkungan Bisnis ....................................................................

5 5 5

x
 

2. Hubungan Lingkungan Bisnis dan Strategi Operasi................ 3. Strategi Operasi .......................................................................... 4. Hubungan Strategi Operasi dan Adopsi Teknologi ................... 5. Adopsi Teknologi ...................................................................... 6. Adopsi Teknologi Sebagai Pemoderasi Hubungan Strategi Operasi dan Kinerja Operasional ................................. 7. Kinerja Operasional .................................................................. 8. Hubungan Lingkungan Bisnis, Strategi Operasi, dan Kinerja Operasional ............................................................ B. Penelitian Terdahulu …………………………………………….. C. Kerangka Konseptual ......................................................................

7 8 11 14

16 17

18 20 21

D. Hipotesis …………………………………………………………… 22

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... A. Jenis Penelitian ................................................................................ B. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel ..................................... C. Variabel Penelitian .......................................................................... 1. Jenis Variabel ............................................................................. 2. Definisi Operasional Variabel ................................................... D. Metode Pengumpulan Data ............................................................ E. Skala Pengukuran Variabel ............................................................. F. Instrumen Alat Ukur ....................................................................... 1. Uji Validitas ...............................................................................

23 23 23 24 25 25 30 30 32 32

xi
 

2. Uji Reliabilitas .......................................................................... G. Teknik Analisis Data .......................................................................

35 36

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.............................. A. Karakteristik responden................................................................... B. Analisis Hasil ................................................................................. C. Pembahasan ....................................................................................

38 38 39 44

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... A. Kesimpulan ..................................................................................... B. Saran ................................................................................................

48 48 49

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... LAMPIRAN
                   

50

xii
 

DAFTAR TABEL

Tabel III.1 Hasil Uji Validitas Variabel Lingkungan Bisnis ..................................... 33 Tabel III.2 Hasil Uji Validitas Variabel Strategi Operasi ......................................... 34 Tabel III.3 Hasil Uji Validitas Variabel Adopsi Teknologi ...................................... 34 Tabel III.4 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Operasional ................................... 35 Tabel III.5 Hasil Uji Reliabilitas ............................................................................... 36 Tabel IV.1 Profil Perusahaan Home Industri ............................................................ 38 Tabel IV.2 Hasil Pengujian Pengaruh Lingkungan Bisnis Terhadap Strategi Operasi ........................................................................ 40 Tabel IV.3 Hasil Pengujian Pengaruh Strategi Operasi Terhadap Kinerja Operasional ............................................................................................. 42 Tabel IV.4 Hasil Pengujian Peran Adopsi Teknologi (Soft Technology) Memoderasi Antara Strategi Operasi Dengan Kinerja Operasional . ...... 43
                   

xiii
 

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Kota Yogyakarta merupakan kota yang kompleks, selain terkenal sebagai kota pelajar, kota ini juga terkenal sebagai kota wisata. Banyak wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut tidak untuk sekedar berlibur atau juga untuk studi banding, tetapi juga mempelajari daerah-daerah wisata yang menyimpan banyak cerita didalamnya. Salah satu berkah yang muncul dengan adanya wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bantul adalah adanya lapangan pekerjaan baru sebagai penjaja kerajinan-kerajinan daerah setempat. Banyak kerajinan yang ada di wilayah Kabupaten Bantul, salah satunya yang terkenal adalah Sentra Industri Kerajinan Kulit yang ada di Manding, Bantul, Yogyakarta. Bagi para wisatawan yang hendak memiliki kenang-kenangan maka tempat ini cocok untuk di kunjungi. Banyak produk yang berbahan baku kulit dijual di sentra industri ini. Beberapa produk yang dijual, antara lain ; sepatu kulit, tas kulit, ikat pinggang kulit, topi, sarung tangan, jaket kulit, koper, dll. Pangsa pasar yang semakin menjanjikan inilah yang kemudian membulatkan niat Sentra Industri Kerajinan Kulit di Manding untuk dapat semakin bersaing dan dipilih oleh konsumen. Oleh karena itu, perusahaan ini dituntut untuk semakin ketat dalam menjaga kualitas produknya serta kualitas layanan yang


 

2
 

baik. Selain mencari laba, sentra industri kerajinan kulit ini juga mempunyai tujuan lain, yaitu : menciptakan lapangan pekerjaan, menyediakan kebutuhan konsumen, dan menampung produk sejenis dari para pengusaha Sentra industri kerajinan kulit ini secara konsisten mengembangkan produknya dengan memfokuskan diri pada peningkatan pelayanan kepada pelanggan serta peningkatan kinerja operasional perusahaan guna tercapainya bisnis perusahaan secara keseluruhan. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjaga reabilitas pelayanan kepada pelanggan. Beberapa cara untuk menjaga komitmen perusahaan dapat dilakukan dengan mengimplementasikan strategi operasi yang baik, penyerapan teknologi modern, dan pertimbangan tentang lingkungan bisnis untuk mencapai kesuksesan dalam persaingan. Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasional yang ada dalam penelitian ini adalah lingkungan bisnis, strategi operasi, dan adopsi teknologi. Dengan mengimplementasikan strategi operasi yang baik, penyerapan teknologi modern, dan pertimbangan tentang lingkungan bisnis maka diharapkan sentra industri kerajinan kulit ini dapat bersaing dan tetap menjadi pilihan bagi konsumen. Dengan adanya hal tersebut, maka dapat semakin membuka lapangan pekerjaan baik bagi masyarakat sekitar atau pun di luar wilayah. Dengan demikian, maka semakin banyak penyerapan tenaga kerja. Selain itu, sentra industri kerajinan kulit yang ada di Manding ini juga dapat memberikan sumbangsihnya dalam meningkatkan pendapatan daerah

   

3
 

Kabupaten Bantul. Dalam penelitian ini, salah satu permasalahan yang dialami perusahaan adalah pada aspek pemasaran dan modal. Berdasarkan latar belakang di atas dan pentingnya sebuah perusahaan dalam menjaga kinerja operasionalnya, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai “Pengaruh Lingkungan Bisnis, Strategi Operasi Dan Adopsi Teknologi Sebagai Variabel Pemoderasi Terhadap Kinerja Operasional Pada Sentra Industri Kerajinan Kulit Di Manding Bantul Yogyakarta”.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1. Apakah ada pengaruh signifikan lingkungan bisnis terhadap strategi operasi ? 2. Apakah ada pengaruh signifikan strategi operasi terhadap kinerja operasional ? 3. Apakah ada peran adopsi teknologi dalam memperkuat pengaruh strategi operasi terhadap kinerja operasional ?

C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui dan menganalisa peran lingkungan bisnis terhadap strategi operasi. 2. Untuk mengetahui dan menganalisa peran strategi operasi terhadap kinerja operasional.

   

4
 

3. Untuk mengetahui dan menganalisa peran adopsi teknologi dalam memperkuat pengaruh antara strategi operasi terhadap kinerja operasional.

D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat : 1. Bagi Sentra Industri Kerajinan Kulit Manding Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan bahan pertimbangan guna meningkatkan kinerja operasional perusahaan sehingga dapat semakin berkembang. 2. Bagi Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN” Yogyakarta Sebagai bahan referensi bagi para pembaca yang mengadakan penelitian sejenis dan menambah kepustakaan khususnya bagi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen.

   

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori 1. Lingkungan Bisnis a. Pengertian Lingkungan Bisnis Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Dalam penelitian ini dimensi lingkungan bisnis yaitu biaya bisnis, ketersediaan tenaga kerja, tingkat persaingan, dan dinamisme pasar. b. Dimensi-Dimensi Lingkungan Bisnis Lingkungan organisasi merupakan variabel yang sangat penting dalam menentukan strategi bisnis perusahaan dan dipandang sebagai trend perubahan yang dapat menciptakan kesempatan dan tantangan bagi organisasi (Swamidass & Newell, 1987). Lingkungan bisnis menjadi elemen kausal dalam hubungan strategi operasi dan kinerja bisnis perusahaan sehingga organisasi perlu melakukan "scanning environment" secara berkesinambungan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. Literatur konseptual tentang lingkungan bisnis telah

dikembangkan dalam literatur manajemen (Dess & Beard, 1984; Sharfanan & Dean, 1991 dikutip dalam Badri et al., 2000). Dimensidimensi tersebut meliputi environmental munificence, environmental


 

6
 

dynamism, dan environmental complexity. Environmental munificence merupakan tingkat dukungan lingkungan terhadap pertumbuhan

organisasi yang ada di dalamnya dan diukur melalui tiga hal yaitu biaya bisnis, ketersediaan tenaga kerja, dan tingkat persaingan. Biaya bisnis mewakiIi semua biaya produksi yang dibutuhkan perusahaan dalam kegiatan operasional. Ketersediaan tenaga kerja mewakili fokus pada pengurangan teknisi, clerical, dan pekerja produksi. Tingkat persaingan mencakup fokus pada penurunan permintaan baik dalam pasar lokal maupun pasar asing dan fokus pada profit margin yang rendah dan standar kualitas permintaan. Dinamisme lingkungan menunjukkan kondisi perubahan lingkungan yang tidak dapat diprediksi (Dens & Beard, 1984 dikutip dalam Ward et al, 1995). Kondisi ini mengukur tingkat produk dan jasa dalam proses, dan tingkat perubahan selera, serta preferensi konsumen. Lingkungan yang dinamis mengindikasikan suatu

lingkungan yang berubah cepat dan diskontinu dalam hal permintaan, pesaing, teknologi, dan peraturan seperti informasi yang tidak akurat, tidak tersedia, dan ketinggalan jaman. Kompleksitas lingkungan mewakili heterogenitas dalam aktivitas organisasi. Bourgeouis (1980) mengemukakan bahwa kompleksitas lingkungan merupakan fokus yang lebih relevan untuk strategi perusahaan dari pada pada level analisis unit bisnis. Penyebab ketidakpastian dan turbulensi lingkungan bisnis terkait dengan kebutuhan, selera konsumen, peningkatan

   

7
 

kompetisi, perubahan teknologi, dan isu sosial ekonomi (Braglia & Petroni, 2000). 2. Hubungan Lingkungan Bisnis dan Strategi Operasi Beberapa peneliti telah memberikan bukti empiris atas pendapat yang menyatakan tentang adanya hubungan kausal antara lingkungan yang dipersepsikan oleh manajer dan strategi operasi. Lingkungan diperlakukan sebagai variabel penentu (precursor variable) yang mempengaruhi pilihan prioritas kompetitif (biaya, kualitas, fleksibilitas, dan pengiriman) perusahaan (Swammidass & Newell, 1987: Ward et al., 1995; Badri, 2000). Perusahaan mengembangkan strategi operasi yang berbeda-beda untuk menghadapi tantangan lingkungan yang dihadapi dalam aktivitas perusahaan, karena strategi operasi merupakan perencanaan perusahaan untuk mengalolasikan sumber daya yang dimiiki dan menggunakan

kekuatan manufaktur untuk mencapai peningkatan kinerja perusahaan. Perusahaan diharapkan mampu mengembangkan strategi yang memungkinkan proses minimalisasi pengaruh lingkungan bisnis pada produksi dan biaya bisnis (Amoako & Gyampah, 2003). Perbaikan kualitas akan mempengaruhi peningkatan kinerja bisnis perusahaan (Badri et al., 2000). Perbaikan kualitas juga akan mengurangi biaya karena

dengan melakukan sesuatu yang benar pada saat pertama kali akan dapat mengeliminasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Fleksibilitas manufaktur merupakan kemampuan beradaptasi secara cepat dengan

perubahan yang ada dalam lingkngan bisnis. Braglia & Petroni (2000)

   

8
 

mengemukakakan bahwa akar kinerja manufaktur dalam perusahaan terletak pada kapasitas perusahaan dalam merespon perubahan lingkungan yang diindikasikan dengan ketidakpastian dan turbulensi. Oleh karena itu, diharapkan bahwa dalam suatu lingkungan perusahaan manufaktur akan mencakup fleksibilitas sebagai suatu pilihan strategi untuk merespon perubahan lingkungan yang terjadi. Pengetahuan yang handal dan cepat merupakan komponen penting untuk menciptakan loyalitas konsumen dan dapat dijadikan sebagai senjata kompetitif perusahaan dalam persaingan bisnis. Dalam kondisi lingkungan yang diindikasikan dengan peningkatan kompetisi dan tantangan, perusahaan perlu mempertimbangkan strategi pengiriman untuk membangun loyalitas konsumen yang sangat diperlukan untuk mewujudkan kesuksesan perusahaan (Amoako & Gyampah, 2003). 3. Strategi Operasi a. Pengertian Strategi Operasi Strategi Operasi adalah suatu visi fungsi operasi yang menetapkan keseluruhan arah atau daya dorong untuk pengambilan keputusan. Strategi operasional adalah seperangkat sasaran, rencana, dan kebijakan yang menjabarkan bagaimana fungsi operasi menunjang strategi bisnis organisasi. Beberapa definisi strategi operasi telah diberikan dalam kepustakaan yang membantu menjelaskan dan mengembangkan definisi dari strategi operasi diatas, meliputi: Schroeder, Anderson, dan Cleveland (1986) mendefinisikan bahwa strategi operasi terdiri dari empat komponen : misi (mission), tujuan

   

9
 

(objectives),

keunggulan

khusus

(djstinctive competence),

dan

kebijakan (policies). Keempat komponen ini membantu menegaskan tujuan apa yang akan dicapai dan bagaimana akan mencapai tujuan itu. Hasil strategi akan membantu mengarahkan dalam pengambilan keputusan pada seluruh tahap operasi. Definisi lain telah diberikan oleh Hayes dan Wheelwright (1984) yang mendefinisikan strategi operasi sebagai suatu pola yang konsisten dalam keputusan operasi. Makin konsisten keputusan itu dan makin besar tingkatan strategi operasi menujang strategi bisnis, maka akan makin baik. Mereka lebih lanjut menegaskan bagaimana keputusan utama dalam operasi dibaut dan dipadukan satu dengan yang lain. Wickham skinner (1985) menegaskan strategi operasi berkenaan dengan hubungan antara keputusan dalam operasi dan strategi korporasi. b. Dimensi- Dimensi Strategi Operasi Strategi operasi dipandang sebagai kekuatan manufaktur yang efektif yang merupakan senjata kompetitif untuk mendapai tujuan bisnis dan perusahaan. Strategi operasi mempengaruhi tujuan dan strategi bisnis yang memungkinkan fungsi-fungsi manufaktur untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang (Hayes & Wheelright, 1985 dikutip dalam

Ward & Duray, 2000) . Heizer & Render (2004) mengemukakan bahwa strategi operasi yang sukses tidak hanya harus konsisten

   

10
 

dengan permintaan konsumen, melainkan juga siklus hidup produk. Menurut beberapa peneliti, strategi operasi mewakili prioritas kompetitif yang meliputi biaya, kualitas, fleksibilitas, dan pengiriman (Wheelrwright, 1984; Leong et al. 1990; Rothn & Van de Valde, 1991, Burgess et al, 1998). Stonebraker dan Leong, 1994 (dikutip dalam Badri et al.,

2000) mendefinisikan strategi biaya sebagai produksi dan distribusi produk dengan biaya terendah dan sumber daya tersisa yang minimum. Harga yang rendah dapat meningkatkan permintaan produk atau jasa tapi juga mengurangi keuntngan perusahaan jika produk atau jasa tidak dapat diproduksi pada harga yang lebih memadai. Untuk dapat bersaing dalam lingkngan bisnis dengan berbasis pasar biaya, seorang manajer manufacturer perlu menawarkan produk dan jasa pada biaya per unit yang rendah baik biaya tenaga kerja, material, scrap, maupun biaya overhead lainnya. Strategi kualitas didefinisikan sebagai

aktivitas perusahaan untuk memproduksi produk yang sesuai dengan spesifikasi atau memenuhi kebutuhan konsumen. Strategi kualitas memfokuskan pada pentingnya memproduksi produk dan jasa yang dpat memuaskan spesifikasi dan kebutuhan konsumen. Perusahaan perlu memperhatikan perbaikan kualitas sehingga dapta mengurangi biaya produksi, karena dengan melakukan seuatu dengan benar saat pertama kali barang dan jasa diproduksi dapat mengeliminasi “waste”.

   

11
 

Perbaikan kualitas merupakan salah satu cara bagi organisasi untuk memperbaiki kinerja bisnis (Ward et al., 1995). Strategi pengiriman meliputi kemampuan dalam merespon pemesanan konsumen. Leong et al. (1990) mendefinisikan strategi pengiriman sebagai kemampuan pengiriman (dengan memenuhi jadwal pengiriman maupun janji pengiriman) dan kecepatan

pengiriman (bertindak cepat atas pemesanan konsumen). Pengukuran kinerja pengiriman menekankan pada aktivitas yang memfokuskan pada peningkatan reliabilitas pengiriman misalnya pengiriman yang tepat waktu, akurasi dalam status persediaan dan waktu tunggu pengiriman. Strategi fleksibilitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk merespon perubahan cepat dalam produk, jasa dan proses.

Fleksibilitas mencakup mesin, proses, produk, volume, dan lay out (Braglia & Petroni, 2000). Fleksibilitas manufaktur didefinisikan sebagai kemapuan perusahaan manufaktur untuk mengalokasikan dan mengalokasikan kembali sumber daya yang dimiliki secara efektif dalam merespon perubahan lingkungan dan kondisi internal (Gerwin, 1993). 4. Hubungan Strategi Operasi dan Adopsi Teknologi Literatur konseptual maupun empiris yang membahas tentang hubungan antara strategi operasi dan teknologi telah ada sejak lama (Skinner, 1974; Boyer & Pegell, 2000 ; Banerjee, 2000). Skinner (1974) mengemukakan variasi prioritas strategik termasuk biaya, kualitas produk,

   

12
 

reliabilitas pengiriman, fleksibilitas dalam memproduksi produk baru secara cepat dan fleksibilitas untuk merespon perubahan volume yang dapat dicapai dengan menggunakan teknologi manufaktur. Efektivitas

strategi operasi perusahaan dapat diukur dengan menilai keterkaitan atau konsistensi antara prioritas kompetitif yang menekankan dan merespon perubahan lingkungan berdasarkan struktur dan infrastruktur operasi (Boyer & Pregell, 2000). Tujuan utama dalam arsitektur strategi adalah memberikan pedoman bagi strategi fungsional untuk mengembangkan road map terkait dengan identifikasi kompetensi inti dan teknologi yang diperlukan dalam memuaskan kebutuhan bisnis (Benerjee, 2000). Beberapa studi empiris yang mengkaji tentang adanya hubungan strategi operasi dan teknologi juga telah dilakukan beberapa peneliti (Burgess et al., 1984; Cagliano dan Spina, 2000; Gordon & Sohal, 2000). Burgess et al. (1998) mengeksplorasi aspek-aspek kunci perusahaan yang mencakup prioritas kompetitif (strategi operasi), proses inovasi (adopsi teknologi), dan kinerja perusahaan. Prioritas kompetitif mengindikasikan area proses mana yang harus ditekankan untuk mencapai kinerja yang sukses. Cagliano dan Spina (2000) mengeksplorasi basis empiris keselarasan strategik pilihan strategi operasi yang merupakan prioritas kompetitif perusahaan dalam menentukan pilihan program perbaikan. Tujuan manufaktur dapat dicapai jika program perbaikan (sekelompok keputusan structural dan infrastructural yang diturunkan dari pengalaman beberapa leading companies yang telah dibuktikan kesuksesannya)

   

13
 

didasarkan pada prioritas kompetitif. Survei pada perusahaan manufaktur di Australia dan Canada yang dilakukan oleh Gordon & Sohal (2000) memfokuskan pada isu terkait dengan prioritas kompetitif perusahaan, adopsi teknologi dan 22 dimensi kinerja. Hasil penelitian menemukan bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai jika perusahaan menetapkan prioritas teknologi. Chase et. al. (2001) mengemukakan beberapa alasan perlunya mengadopsi teknologi untuk mencapai tujuan perusahaan yang terkait dengan prioritas kompetitif, yaitu: Pertama, alasan biaya. Aplikasi teknologi dalam perusahaan dapat menurunkan biaya dengan cara menurunkan biaya material, tenaga kerja, biaya distribusi. Alasan kedua, kualitas, aplikasi teknologi dapat meningkatkan kualitas produk dan inovasi dengan cara meminimalkan tingkat kerusakan produk dan mengeliminasi sumber daya terbuang. Alasan ketiga, fleksibilitas, aplikasi teknologi bermanfaat untuk meningkatkan variasi produk dan pencapaian extensive customization. Untuk memperoleh peningkatan pangsa pasar dalam lingkungan kompetitif, perusahaan harus lebih fleksibel dalam operasi dan memuaskan segmen pasar, sehingga aplikasi teknologi sangat diperlukan untk mendukung pencapaian tujuan fleksibilitas perusahaan. Alasan keempat, pengiriman, teknologi mendukung terciptanya kecepatan pengiriman yang diukur melalui lead time (waktu tunggu) yang diperlukan. Misalnya, aplikasi EDI (electronic data interchange) dan kompetitif dan mengadopsi serta mengimplementasikan

   

14
 

mesin fax secara otomatis dapt menurunkan waktu yang diperlukan untk mengirimkan informasi dari satu lokasi ke lokasi yang lain dan menurunkan waktu tunggu untuk pelayanan maupun operasi. Penelitian Sulaiman et al (2003) dilakukan dengan berdasarkan kerangka contingency untuk membuktikan bahwa teknologi dan

lingkungan memoderasi hubungan antara strategi bisnis dan kinerja perusahaan. Dari perspektif kontingensi, teknologi dipandang sebagai

moderating variable. Teknologi memberikan kesempatan bati perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Tetapi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif, perusahaan perlu menyelaraskan teknologi dengan manufacturing task untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Hasil studi menunjukan bahwa teknologi dan lingkungan memoderasi hubungan antara strategi bisnis dan kinerja perusahaan. Model penelitian Sulaiman et al (2003) dikembangkan berdasarkan pendekatan contingency yang

menetapkan bahwa kesuksesan kinerja perusahaan dipengaruhi oleh kapabilitas perusahaan terkait dengan contingency variable seperti teknologi dan lingkungan. 5. Adopsi Teknologi Teknologi didefinisikan sebagai kemampuan mengenali masalahmasalah teknis dan mengeksploitasi konsep-konsep yang dapat atau moderating

memecahkan masalah teknis yang ada. Teknologi merupakan peralatan atau perangkat, seperti equipment, software, dan hardware yang

   

15
 

digunakan untuk memecahkan masalah operasional secara efektif dalam suatu organisasi (Autioe & Leimanen, 1995). Kompetisi bisnis saat ini menuntut perusahaan untuk mengambil tindakan penting, yaitu ; memilih satu atau lebih soft technology yang ada yaitu JIT (Just In Time), TQM (Material Requirement (Total Quality Management), MRP dan TPM (Total Productive

Planning),

Maintenance). TQM adalah optimasi kinerja pada semua bagian dan fungsi operasi, prosedur, system, pengendalian, struktur, dan kultur

organisasi (Warnock, 1996). TQM merupakan program perbaikan terus menerus yang dilakukan secara bertahap dan tidak pernah berakhir (Sohal & Terziovsky, 2000). JIT merupakan seperangkat metode atau teknik yang diaplikasikan pada sitem pembelian fungsi pabrikasi dan fungsi pengiriman . Filosofi JIT yaitu mengeliminasi semua aktivitas yang tidak penting dan tidak memberikan nilai tambah dimanapun aktivitas itu berada (Yasin & Wafa, 1997). MRP merupakan teknik permintaan dependen yang menggunakan bill of material, persediaan , expected received, dan MPS (master production schedule) untk menentukan kebutuhan material (Heizer & Render, 2004). Sedangkan TPM adalah pendekatan inovatif untuk perawatan peralatan (hardware atau software) dan mesin pabrik. Implementasi TPM memerikan kontribusi dalam mengurangi work in progress, meningkatkan kualitas produk, mengurangi waktu siklus

produks, dan sangat efektif untuk optimasi mesin dan peralatan (Tsang & Chan, 2000).

   

16
 

6. Adopsi Teknologi Sebagai Pemoderasi Hubungan Strategi Operasi dan Kinerja Operasional Beberapa isu manufaktur yang menjadi tantangan perusahaan selama ini adalah bagaimana mengurangi lead time untuk memuaskan konsumen, pengenalan produk baru yang lebih cepat ke pasar, fleksibilitas dalam beradaptasi dengan perubahan dalam pasar, memperbaiki kualitas produk dan pelayanan konsumen (Sun, 2000). Penggunaan teknologi menawarkan dikembangkan cara untk memperbaiki produk yang di desain,

dan dijual pada pasar industrial. Teknologi menjadi bagi perusahaan untk menghadapi peningkatan

senjata yang bernilai

tantangan dalam industry manufaktur (Hunt, 1989; Noori, 1990 dikutip dalam Lagace & Bourgault, 2003). Melalui aplikasi teknologi, perusahaan dapat mengurangi aktivitas yang tidak menghasilkan nilai tambah yang cenderung menjadi beban biaya produksi pada setiap aktivitas produksi. Selain itu melalui aplikasi teknologi, proses fleksibel yang memungkinkan perusahaan untuk menawarkan range produk dan melakukan perbaikan efisiensi dapat ditingkatkan (Lagace & Baourgault, 2003). Sulaiman et. al. (2003) juga mengemukakan perlunya

menyelaraskan teknologi dengan strategi perusahaan. Perusahaan yang melakukan adopsi teknologi dengan strategi akan dapat memperbaiki

kinerja perusahaan. Teknologi dipandang sebagai variabel pemoderasi yang penting dalam mempengaruhi hubungan strategi bisnis dengan kinerja perusahaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa adopsi teknologi

   

17
 

memoderasi hubungan strategi perusahaan dengan kinerja perusahaan. 7. Kinerja Operasional Kinerja operasional adalah kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari operasi internal perusahaan pada kondisi atau memenuhi persyaratan dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman barang kepada pelanggan, kualitas, fleksibilitas dan kualitas proses produk/jasa (Brah dan Lim, 2006). Kinerja perusahaan sangat terkait erat dengan sistem pengendalian manajemen perusahaan yang bersangkutan. Ketepatan ukuran kinerja yang digunakan dalam suatu penelitian tergantung pada situasi dan keunikan kondisi dalam suatu studi. Sangat sulit untuk menetapkan ukuran tunggal kesuksesan bisnis. Oleh karena itu, keteerkaitan antara manufaktur dengan semua ukuran yang tersedia dan diterima secara umum perlu dianalisa (Demeter, 2003). Dalam penelitian ini kinerja operasional diukur melalui biaya produk per unit, kualitas proses, kualitas produk, kemampuan menangani perubahan jumlah permintaan, kemampuan memenuhi perubahan selera pelanggan,

pengiriman tepat pada waktunya, kemampuan pengiriman sebelum waktu yang ditentukan (Leong et al., 1990).

   

18
 

8. Hubungan Lingkungan Bisnis, Strategi Operasi dan Kinerja Operasional Ward & Duray (2000) mengemukakan bahwa penelitian di bidang manajemen operasi yang memfokuskan pada strategi operasi dan faktorfaktor yang mempengaruhinya, seperti lingkungan bisnis, dengan menggunakan metode empiris mengalami peningkatan pada kinerja operasional. Dalam berbagai penelitian tersebut, variabel lingkungan diperlakukan sebagai precursor variable atau variabel penentu yang mempengaruhi pilihan prioritas kompetitif perusahaan (Swammidas & Newell, 1987; Ward et al., 1995; Badri et al. 2000; Ward & Duray, 2000). Beberapa studi yang memfokuskan pada strategi operasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti ketidakpastian lingkungan dilakukan oleh Swamidass & Newell (1987), Ward et al. (1995), Badri et al. (2000), Amoako & Gyampah (2003). Swamidass& Newell (1987) meneliti hubungan kausal antara ketidakpastian lingkungan dan strategi operasi (secara spesifik pada strategi fleksibilitas) dan peran manajer

operasional dalam pengambilan keputusan strategik . Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja perusahaan menurun seiring dengan

peningkatan ketidakpastian lingkungan. Ward et al. (1995) dan Badri et al. (2000) menguji hubungan faktor-faktor lingkungan dan pilihan strategi operasi diantara perusahaanperusahaan di Singapura dan Uni Emirat Arab. Secara spesifik penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan antara faktor-faktor lingkungan

   

19
 

(biaya bisnis, ketersediaan tenaga kerja, tingkat persaingan, dan dinamisme pasar) dan pilihan strategi operasi yang meliputi pilihan strategi biaya rendah, kualitas, fleksibilitas, dan pengiriman. Hasil

penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara faktorfaktor lingkungan terhadap pilihan strategi operasi (Ward et al., 1995). Hasil penelitian Badri et al. (2000) menunjukkan bahwa pemisahaan dengan kinerja tinggi akan menyesuaikan kompleksitas lingkungan eksternal dengan menggunakan variabel lingkungan sebagai sumber pengendalian yang efektf dalam organisasi. Amoako & Gyampah (2003) menguji model keterkaitan faktorfaktor lingkungan dengan pilihan strategi operasi untuk memberikan bukti empiris bahwa model tersebut dapat diaplikasikan dalam kondisi lingkungan yang berbeda pada negara sedang berkembang. Studi dilakukan pada perusahaan manufaktur di Ghana, dan menguji pengaruh faktor ukuran perusahaan dan kepemilikan modal terhadap keputusan pilihan strategi operasi dalam lingkungan bisnis tersebut. Hasil studi menunjukan bahwa faktor-faktor lingkungan bisnis mempengaruhi pilihan strategi operasi. Pengaruh faktor-faktor lingkungan tergantung pada ukuran perusahaan dan juga kepemilikan modal oleh perusahaan asing. Berikut ini akan di bahas masing-masing variabel penelitian yang menguji keterkaitan antara lingkungan bisnis, strategi operasi, adopsi teknologi dan kinerja operasional.

   

20
 

B. Penelitian Terdahulu Dalam penelitian sebelumnya yang diteliti oleh Lena Ellitan dan Lina Anatan mengenai kinerja operasional perusahaan adalah “Pengaruh Lingkungan Bisnis, Strategi operasi, Dan Teknologi Sebagai Variabel Pemoderasi Terhadap Kinerja Operasional Perusahaan: Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di Indonesia” (Manajemen Strategi Operasi: Teori dan Riset di Indonesia, 2000). Metode ini menggunakan deskriptif asosiatif yang bersifat kausal (sebab-akibat) dengan alat uji Multivariate Multiple Regression Analysis (MMRA) dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil dari penelitian ini menunjukkan pertimbangan lingkungan memainkan peran yang signifikan dalam menentukan strategi operasi dan variabel adopsi teknologi (hard technology) memoderasi hubungan srategi operasi dengan kinerja operasional, sedangkan adopsi teknologi (soft technology) bukan merupakan variabel moderator, melainkan sebagai variabel independent terhadap kinerja operasional. a. Persamaan : 1. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif asosiatif yang bersifat kausal (sebab-akibat). 2. Metode Pengumpulan data menggunakan kuesioner. 3. Skala pengukuran variabel menggunakan skala likert. 4. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. 5. Uji Hipotesis menggunakan Multivariate Multiple Regression Analysis dan Moderated Regression Analysis (MRA).

   

21
 

b. Perbedaan 1. Populasinya adalah Sentra Industri Kerajinan Kulit di Manding Bantul Yogyakarta yang berjumlah 33 home industri. 2. Teknik pengambilan sampel menggunakan sensus/sampel jenuh. 3. Variabel penelitian yang digunakan adalah lingkungan bisnis, strategi operasi, adopsi teknologi (soft techonlogy), dan kinerja operasional. 4. Uji validitas menggunakan Pearson Correlation dikarenakkan pada penelitian sebelumnya menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) yang mengharuskan sampel berjumlah 100-200.

C. Kerangaka Konseptual
VARIABEL LINGKUNGAN BIAYA BISNIS KETERSEDIAAN TENAKER TINGKAT PERAINGAN DINAMISME PASAR STRATEGI OPERASI BIAYA KUALITAS FLEKSIBILI TAS PENGIRIMAN ADOPSI TEKNOLOGI SOFT TECHNOLOGY KINERJA OPERASIONAL

Gambar II.1 Kerangka Konseptual

   

22
 

D. Hipotesis Beberapa peneliti telah memberikan bukti empiris atas pendapat yang menyatakan tentang adanya hubungan kausal antara lingkungan yang dipersepsikan oleh manajer dan strategi operasi (Swammidass & Newell, 1987: Ward et al., 1995; Badri, 2000). Mengacu pada landasan teoritis ini, maka dapat dikembangkan hipotesis bahwa : Hipotesis 1 : Lingkungan bisnis berpengaruh signifikan terhadap strategi operasi. Mengacu penelitian sebelumnya di bidang manajemen operasi yang memfokuskan pada strategi operasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti lingkungan bisnis, dengan menggunakan metode empiris mengalami peningkatan pada kinerja operasional (Ward & Duray, 2000). Mengacu pada landasan teoritis ini, maka dapat dikembangkan hipotesis bahwa : Hipotesis 2 : Strategi operasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional. Perlunya menyelaraskan teknologi dengan strategi perusahaan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa adopsi teknologi memoderasi hubungan strategi perusahaan dengan kinerja perusahaan (Sulaiman et. al, 2003). Mengacu pada landasan teoritis ini, maka dapat dikembangkan hipotesis bahwa : Hipotesis 3 : Peran adopsi teknologi dalam memperkuat pengaruh strategi operasi terhadap kinerja operasional.

   

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif asosiatif yang bersifat kausal. Metode penelitian ini adalah merupakan jenis penelitian dimana hubungannya bersifat sebab akibat antara variabel independen dengan variabel dependen. Penelitian deskriptif merupakan suatu rumusan masalah dimana berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel/lebih (variabel mandiri adalah variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, karena kalau variabel independen selalu dipasangkan dengan variabel dependen). Penelitian asosiatif adalah suatu pertanyaan penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel/lebih (Sugiyono, 2009).

B. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2009). Dalam penelitian ini populasinya adalah Sentra Industri Kerajinan Kulit di Manding Bantul Yogyakarta yang berjumlah 33 home industri. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling

23

24
 

jenuh/sensus. Sampling jenuh/sensus adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau peneliti yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel (Sugiyono, 2009). Jadi, dalam penelitian ini seluruh populasi sebanyak 33 home industri digunakan sebagai sampel.

C. Variabel Penelitian 1. Jenis Variabel Variabel yang digunakan dalam penelitan ini adalah : a. Lingkungan bisnis sebagai variabel independen/variabel bebas (X1). b. Strategi operasi sebagai variabel dependen/variabel terikat (Y1) dan sebagai variabel independen/variabel bebas (X2). Strategi operasi dapat dikatakan sebagai variabel dependen/variabel terikat ketika variabel ini di uji dengan lingkungan bisnis sebagai variabel independen/variabel bebas (X1) dalam pengujian hipotesis pertama menggunakan Multivariate Multiple Regression (MMRA). Strategi operasi dikatakan independen/variabel bebas (X2), ketika variabel ini di uji dengan adopsi teknologi sebagai variabel moderator (M) dan kinerja operasional sebagai variabel dependen/variabel terikat (Y2) dalam pengujian hipotesis kedua menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA).

25
 

c. Adopsi teknologi sebagai variabel moderator (M). d. Kinerja operasional sebagai variabel dependen/variabel terikat (Y2). 2. Definisi Operasional Variabel a. Lingkungan bisnis Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Dalam penelitian ini dimensi lingkungan bisnis, terdiri dari : biaya bisnis, ketersediaan tenaga kerja, tingkat persaingan, dan dinamisme pasar. Indikator-indikator lingkungan bisnis dalam penelitian ini adalah : 1) Biaya bisnis, meliputi : a) Peningkatan biaya tenaga kerja b) Peningkatan biaya material c) Peningkatan biaya pengangkutan bahan mentah dan barang jadi d) Peningkatan biaya telekomunikasi e) Peningkatan biaya kegunaan f) Peningkatan biaya penyewaan gedung g) Peningkatan biaya perawatan kesehatan 2) Ketersediaan tenaga kerja, meliputi : a) Pengurangan staf manajerial dan administrasi b) Pengurangan teknisi c) Pengurangan clerical dan pekerjaan yang terkait d) Pengurangan karyawan yang terlatih

26
 

e) Pengurangan staf produksi 3) Tingkat persaingan, meliputi : a) Tajamnya persaingan dalam pasar lokal b) Margin profit yang rendah c) Penurunan permintaan pada pasar luar negeri d) Produksi untuk memenuhi standar kualitas 4) Dimensi pasar, meliputi : a) Tingkat produk dan jasa menjadi ketinggalan dibanding pesaing b) Tingkat inovasi produk baru c) Tingkat inovasi proses produksi baru d) Tingkat perubahan selera dan pilihan pelanggan Masing-masing pertanyaan diukur dengan mengunakan skala likert 5 point untuk mengukur tingkat konsentrasi perusahaan terhadap dinamisme lingkungan bisnis. Dalapan pertanyaan digunakan untuk mengukur biaya bisnis, enam pertanyaan digunakan untuk mengukur ketersediaan tenaga kerja, tujuh pernyataan digunakan untuk mengukur tajamnya persaingan, dan empat pernyataan digunakan untuk mengukur dinamisme pasar. Skor 1 mengindikasikan sangat rendah sampai dengan skor 5 mengindikasikan sangat tinggi. b. Strategi operasi Strategi operasi adalah seperangkat sasaran, rencana, dan kebijakan yang menjabarkan bagaimana fungsi operasi menunjang

27
 

strategi bisnis organisasi. Dalam penelitian ini dimensi strategi operasi, terdiri dari: biaya, kualitas, fleksibilitas, dan pengiriman. Indikatorindikator strategi operasi dalam penelitian ini adalah : 1) Strategi biaya rendah, meliputi : a) Menurunkan biaya per unit b) Menurunkan biaya material/bahan c) Menurunkan biaya overhead d) Menurunkan biaya persediaan 2) Strategi kualitas, meliputi : a) Menurunkan tingkat kerusakan b) Memperbaiki kinerja dan keandalan produk c) Memperbaiki kualitas pemasok/vendor d) Memperoleh sertifikasi kualitas tingkat internasional e) Memperoleh sertifikasi kualitas tingkat lokal 3) Strategi Fleksibilitas, meliputi : a) Menurunkan tenggang waktu pabrikasi b) Menurunkan tenggang waktu perolehan bahan mentah dan penerimaan c) Menurunkan waktu pengembangan produk baru d) Menurunkan waktu set up/change-over (waktu untuk

menyiapkan suatu mesin atau proses untuk produksi) e) Meningkatkan model dan variasi produk

28
 

4) Strategi pengiriman, meliputi : a) Meningkatkan keandalan pengiriman b) Meningkatkan kecepatan pengiriman c) Memperbaiki layanan sebelum penjualan dan pendukung yang bersifat teknis d) Memperbaiki bantuan pelayanan teknis kepada pelanggan e) Memperbaiki pelayanan setelah penjualan Masing-masing pertanyaan diukur dengan mengunakan skala likert 5 point untuk mengukur tingkat mencerminkan tingkat penekanan strategi pabrikasi perubahan. Empat pertanyaan digunakan untuk mengukur strategi biaya, enam pertanyaan digunakan untuk mengukur strategi kualitas, lima pertanyaan digunakan untuk mengukur fleksibilitas, dan lima pertanyaan digunakan untuk mengukur strategi pengiriman. Skor 1 mengindikasikan sangat tidak penting sampai dengan skor 5 mengindikasikan sangat penting. c. Adopsi teknologi Teknologi didefinisikan sebagai kemampuan mengenali

masalah-masalah teknis dan mengeksploitasi konsep-konsep yang dapat memecahkan masalah teknis yang ada. Teknologi merupakan peralatan atau perangkat seperti ; equipment, software, dan hardware, yang digunakan untuk memecahkan masalah operasional secara efektif dalam suatu organisasi (Autioe & Leimanen, 1995). Dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil satu dimensi dari adopsi teknologi,

29
 

yakni; soft technology dikarenakan perusahaan yang diteliti hanya mengadopsi soft technology dan tidak mengadopsi hard technology. Indikator dalam soft technology, meliputi : 1) JIT (Just In Time) 2) TQM (Total Quality Management) 3) MRP (Material Requirements Planning) 4) TPM (Total Productive Manintanance). Masing-masing pertanyaan diukur dengan mengunakan skala likert 5 point yang digunakan untuk mengukur tingkat adopsi teknologi. Skor 1 mengindikasikan sangat tidak mengadopsi sampai dengan skor 5 mengindikasikan sangat tinggi. d. Kinerja operasional Ketepatan ukuran kinerja yang digunakan dalam suatu penelitian tergantung pada situasi dan keunikan kondisi dalam suatu studi. Sangat sulit untuk menetapkan ukuran tunggal kesuksesan bisnis. Oleh karena itu, keterkaitan antara manufaktur dengan semua ukuran yang tersedia dan diterima secara umum perlu dianalisa (Demeter, 2003). Kinerja operasional sangat terkait erat dengan sistem pengendalian menajemen perusahaan yang bersangkutan. Dalam penelitian ini indikator-indikator dalam kinerja operasional perusahaan dapat diukur melalui : 1) Produktifitas 2) Biaya

30
 

3) Kualitas 4) Fleksibilitas 5) Kemampuan pengiriman Masing-masing pertanyaan diukur dengan mengunakan skala likert 5 point yang digunakan untuk mengukur kinerja operasional. Skor 1 mengindikasikan sangat tidak penting sampai dengan skor 5 mengindikasikan sangat penting.

D. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini, sifat kuesioner bersifat tertutup sehingga pertanyaan/pernyataan beserta jawabannya sudah disediakan oleh peneliti. Sasaran kuesioner ditujukan oleh 33 pemilik home industri.

E. Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono, 2005). Sesuai dengan hipotesis dalam penelitian ini, maka ada 4 komponen utama dalam penelitian ini, yaitu :

31
 

variabel lingkungan, strategi operasi, adopsi teknologi, dan kinerja operasional. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono, 2009). Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradiasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Dengan skala likert ini diharapkan dapat memudahkan peneliti dalam penyusunan daftar pertanyaan atau pernyataan kuesioner dengan terstruktur. Skala Likert yang digunakan untuk mengukur dalam penelitian ini adalah: a. Lingkungan bisnis 1. Sangat Rendah 2. Rendah 3. Sedang 4. Tinggi 5. Sangat Tinggi b. Strategi Operasi 1. Sangat Tidak Penting 2. Tidak Penting 3. Netral (STP) skor 1 (TP) (N) skor 2 skor 3 (SR) (R) (S) (T) (ST) skor 1 skor 2 skor 3 skor 4 skor 5

32
 

4. Penting 5. Sangat Penting c. Adopsi Teknologi 1. Tidak Mengadopsi 2. 3. Mengadopsi Netral

(P) (SP)

skor 4 skor 5

(TM) skor 1 (M) (N) (T) skor 2 skor 3 skor 4

4. Tinggi 5. Sangat Tinggi Mengadopsi d. Kinerja Operasional 1. Sangat Tidak Penting 2. Tidak Penting 3. Netral 4. Penting 5. Sangat Penting

(STM) skor 5

(STP) skor 1 (TP) (N) (P) (SP) skor 2 skor 3 skor 4 skor 5

F. Instrumen Alat Ukur 1. Uji Validitas Uji validitas adalah instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2000). Validitas digunakan untuk mengetahui kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti, sehingga dapat diperoleh data yang valid. Instrumen dikatakan valid jika mampu

33
 

mengukur apa yang seharusnya diukur dan mampu mengungkap data yang diteliti secara tepat. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan Pearson

Correlation, dihitung dengan menggunakan bantuan komputer pada program SPSS for windows 16.0. Item pertanyaan dinyatakan valid apabila memiliki nilai probabilitas tingkat signifikansi <5% (0,05). Hasil pengujian validitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel III.1 Hasil Uji Validitas Variabel Lingkungan Bisnis Lingkungan Person Correlation Sign r hitung Bisnis BB1 0.588 0.000 BB2 0.685 0.000 BB3 0.512 0.002 BB4 0.757 0.000 BB5 0.616 0.000 BB6 0.751 0.000 KTK1 0.838 0.000 KTK2 0.955 0.000 KTK3 0.917 0.000 KTK4 0.710 0.000 KTK5 0.716 0.000 TP1 0.832 0.000 TP2 0.609 0.000 TP3 0.415 0.016 TP4 0.748 0.000 TP5 0.617 0.000 DP1 0.436 0.011 DP2 0.824 0.000 DP3 0.894 0.000 DP4 0.865 0.000 Sumber : Data primer yang diolah, 2011. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

34
 

Tabel III.2 Hasil Uji Validitas Variabel Strategi Operasi Strategi Person Correlation Sign r hitung Operasi SBR1 0.962 0.000 SBR2 0.931 0.000 SBR3 0.949 0.000 SBR4 0.931 0.000 SK1 0.691 0.000 SK2 0.769 0.000 SK3 0.720 0.000 SK4 0.859 0.000 SK5 0.835 0.000 SF1 0.761 0.000 SF2 0.833 0.000 SF3 0.791 0.000 SF4 0.668 0.000 SF5 0.404 0.020 SP1 0.781 0.000 SP2 0.718 0.000 SP3 0.828 0.000 SP4 0.810 0.000 SP5 0.718 0.000 Sumber : Data primer yang diolah, 2011. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Tabel III.3 Hasil Uji Validitas Variabel Adopsi Teknologi Adopsi Person Correlation Sign r hitung Teknologi AT1 0.756 0.000 AT2 0.640 0.000 AT3 0.660 0.000 AT4 0.665 0.000 Sumber : Data primer yang diolah, 2011. Keterangan Valid Valid Valid Valid

35
 

Tabel III.4 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Operasional Kinerja Person Correlation Sign r hitung Operasional KOP1 0.746 0.000 KOP2 0.686 0.000 KOP3 0.441 0.010 KOP4 0.742 0.000 KOP5 0.829 0.000 Sumber : Data primer yang diolah, 2011. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid

2. Uji Relibilitas Uji reliabilitas adalah tingkat kestabilan dari suatu alat ukur dalam mengukur suatu gejala. Uji ini dilakukan untuk mengetahui tingkat konsistensi hasil pengukuran bila dilakukan pengukuran data dua kali atau lebih gejala yang sama. Hasilnya ditunjukan oleh sebuah indeks yang menunjukan seberapa jauh suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Uji ini juga diterapkan untuk mengetahui apakah responden telah menjawab pertanyaan-pertanyaan secara konsisten atau tidak, sehingga kesungguhan jawabannya dapat dipercaya. Semakin tinggi koefisien reliabilitas semakin reliabel jawaban yang diperoleh dari responden. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan Cronbach’s Alpha, dihitung dengan menggunakan bantuan komputer pada program SPSS for windows 16.0. Pengujian reliabilitas ini dilakukan dengan menghitung besarnya nilai Cronbach’s Alpha instrumen dari masingmasing variabel yang diuji. Apabila nilai Coefficient Cronbach ' s Alpha

36
 

lebih besar dari 0,6, maka jawaban dari para responden pada kuesioner sebagai alat pengukur dinilai dinyatakan reliabel. Jika nilai Coefficient Cronbach’s Alpha lebih kecil 0,6 maka jawaban dari para responden pada kuesioner sebagai alat pengukur dinilai dinyatakan tidak reliabel. Hasil pengujian reabilitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel III.5 Hasil Uji Reliabilitas Item Variabel Koefisien Alpha Biaya Bisnis (BB) 0.709 Ketersediaan Tenaga Kerja (KTK) 0.881 Tingkat Persaingan (TP) 0.633 Dinamisme Pasar (DP) 0.748 Strategi Biaya Rendah (SBR) 0.958 Strategi Kulitas (SK) 0.828 Strategi Fleksibilitas (SF) 0.688 Strategi Pengiriman (SP) 0.628 Adopsi Teknologi (AT) 0.611 Kinerja Operasional Perusahaan (KOP) 0.728 Sumber : Data primer yang diolah, 2011. Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel

G. Teknik Analisis Data 1. Hipotesis pertama, Lingkungan bisnis berpengaruh signifikan terhadap strategi operasi. Untuk menguji hipotesis pertama mengenai lingkungan bisnis berpengaruh signifikan terhadap strategi operasi digunakan metode Multivariate Multiple Regression Analysis (MMRA) dikerjakan melalui SPSS for windows 16.0.

37
 

2. Hipotesis kedua, Strategi operasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional Untuk menguji hipotesis kedua mengenai
strategi operasi

berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional digunakan metode

Moderated Regression Analysis (MRA) dikerjakan melalui SPSS for windows 16.0. 3. Hipotesis ketiga, Peran adopsi teknologi yang memperkuat pengaruh strategi operasi terhadap kinerja operasional. Pengujian hipotesis ketiga dilakukan untuk melihat peran pemoderasian pada adopsi teknologi terhadap hubungan strategi operasi dan kinerja operasional. Pengujian hipotesis ketiga dilakukan untuk membuktikan adanya pengaruh pemoderasian soft technology terhadap hubungan antara strategi operasi dan kinerja operasional. Untuk menguji hipotesis tersebut menggunakan SPSS for windows 16.0 dengan metode Moderated Regression Analysis (MRA).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Karakteristik Responden Untuk memperoleh gambaran tentang karakteristik responden yang akan diteliti maka dilakukan pengolahan terhadap data kasar melalui perhitungan statistik deskriptif dengan frekuensi tabel. Karakteristik responden dalam penelitian ini, meliputi: umur perusahaan dan jumlah tenaga kerja perusahaan secara umum. Dengan demikian, akan didapatkan suatu gambaran tentang sampel perusahaan dalam penelitian ini. Berikut gambaran deskriptif dari perusahaan yang terdiri dari 33 home industri manufaktur adalah sebagai berikut :   Tabel IV.1 Profil Perusahaan Home Industri Dimensi Umur Perusahaan Jumlah < 10 tenaga kerja Tenaga Kerja > 10-20 tenaga kerja > 20 tenaga kerja Jumlah Sumber : Data primer yang diolah, 2011. Kategori < 10 tahun > 10-20 tahun > 20-30 tahun > 30-40 tahun Jumlah Home Industri 3 10 13 7 33 29 3 1 33 Persentase (%) 9.09 30.3 39.4 21.2 100 87.9 9.09 3.0 100

38

39
 

Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah sebanyak 33 responden. Jumlah kuesioner yang dibagikan sebanyak 33 kuesioner dan disebar secara langsung oleh peneliti sehingga tingkat pengembalian kuesioner (respon rate) sebesar 100%. Kriteria umur perusahaan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang sudah berumur minimal 2 tahun. Berdasarkan umur perusahaan, responden dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu kategori <10 tahun sebanyak 9.09%, kategori >10-20 tahun sebanyak 30.3%, kategori >2030 tahun sebanyak 39.4%, dan kategori >30-40 tahun sebanyak 21.2%. Dari keempat ketegori ini, responden yang paling banyak adalah kategori >20-30 tahun. Berdasarkan jumlah tenaga kerja, responden dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu kategori <10 tenaga kerja sebanyak 87.9%, kategori >10-20 tenaga kerja sebanyak 9.09%, dan kategori >20 tenaga kerja sebanyak 3.0%. Dari keempat ketegori ini, responden yang paling banyak adalah pada kategori <10 tenaga kerja.

B. Analisis Hasil 1. Hipotesis Pertama, Lingkungan bisnis berpengaruh signifikan terhadap strategi operasi. Untuk mengetahui apakah lingkungan bisnis mempengaruhi strategi operasi, digunakan metode Multivariate Multiple Regression Analysis (MMRA) dikerjakan melalui regresi linear berganda dengan menggunakan alat bantu SPSS 16.0 for windows dengan hasil pengujian sebagai berikut :

40
 

Tabel IV.2 Hasil Pengujian Pengaruh Lingkungan Bisnis Terhadap Strategi Operasi Dependen Variable Tot_SBR Parameter B SE t test T Sign 1.081 0.289 2.556 0.016 0.370 0.714 1.414 0.168 -1.043 0.306 3.200 0.003 0.149 0.882 0.849 0.403 1.236 0.227 1.200 0.240 1.452 0.158 1.251 0.221 0.939 0.356 0.924 0.364 1.536 0.136 1.624 0.116 0.564 0.557 0.931 0.360 2.742 0.011 1.014 0.319 F test F Sign 3.088 0.032 Adj R2 0.207

Constant 4.788 4.428 Tot_BB 0.528 0.206 Tot_KTK 0.060 0.161 Tot_TP 0.291 0.206 Tot_DP -0.214 0.205 Tot_SK Constant 13.043 4.076 Tot_BB 0.028 0.190 Tot_KTK 0.126 0.148 Tot_TP 0.234 0.189 Tot_DP 0.227 0.189 Tot_SF Constant 5.760 3.967 Tot_BB 0.231 0.185 Tot_KTK 0.136 0.144 Tot_TP 0.170 0.184 Tot_DP 0.282 0.184 Tot_SP Constant 6.429 3.958 Tot_BB 0.104 0.185 Tot_KTK 0.134 0.144 Tot_TP 0.504 0.184 Tot_DP 0.186 0.183 Sumber : Data primer yang diolah, 2011.

1.811

0.155

0.092

2.810

0.044

0.185

4.976

0.004

0.332

Dari tabel di atas, dapat di lihat bahwa keempat model regresi yang telah diuji dengan dimensi strategi biaya rendah, strategi kualitas, strategi fleksibilitas, dan strategi pengiriman sebagai variabel terikat (dependen variable), masing-masing memiliki nilai F test dengan tingkat signifikansi sebesar 0.032 ; 0.155 ; 0.044 dan 0.004. Suatu variabel dikatakan berpengaruh signifikan apabila memiliki nilai probabilitas tingkat signifikansi <5% (0,05). Pada variabel pertama dapat dilihat dari nilai Adj R2 sebesar 20.7% yang menunjukkan bahwa besarnya pengaruh

41
 

lingkungan bisnis terhadap dimensi strategi biaya rendah sebesar 20.7%, sedangkan sisanya sebesar 79.3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model. Pada variabel kedua, nilai Adj R2 sebesar 9.2% dapat menjelaskan bahwa besarnya pengaruh lingkungan bisnis terhadap dimensi strategi kualitas sebesar 9.2 %, sedangkan 90.8 % dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model. Pada variabel ketiga, nilai Adj R2 sebesar 18.5% dapat menjelaskan bahwa besarnya pengaruh lingkungan bisnis terhadap dimensi strategi fleksibilitas sebesar 18.5%, sedangkan 81.5 % dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model. Pada variabel keempat, nilai Adj R2 sebesar 33.2% dapat menjelaskan bahwa besarnya pengaruh lingkungan bisnis terhadap dimensi strategi pengiriman sebesar 33.2%, sedangkan 66.9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model. Dari hasil pengujian hipotesis pertama di atas, dapat dijelaskan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan bisnis dengan dimensi strategi biaya rendah, strategi fleksibilitas, dan strategi pengiriman. Namun tidak ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan bisnis dengan dimensi strategi kualitas. 2. Hipotesis kedua, Strategi operasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional Untuk menguji hipotesis kedua mengenai strategi operasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja operasional digunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA) dikerjakan melalui alat bantu SPSS 16.0 for windows dengan hasil pengujian sebagai berikut :

42
 

Tabel IV.3 Hasil Pengujian Pengaruh Strategi Operasi Terhadap Kinerja Operasional Model Standardized Coeffisien B Uji t Sign 0.002 0.674 0.911 0.175 0.000 R2 0.555 Adj R2 0.491 ∆F 8.719 Sign 0.000

T 1 Constant 3.471 TOT_SBR 0.056 0.426 TOT_SK -0.015 -0.112 TOT_SF 0.181 1.391 TOT_SP 0.666 4.634 Sumber : Data primer yang diolah, 2011.

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada model 1 nilai R2 sebesar 0.555 dan Adj R2 sebesar 0.491 serta ∆ F sebesar 8.719. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh dimensi strategi biaya rendah, strategi kualitas, strategi fleksibilitas, dan strategi pengiriman terhadap kinerja operasional perusahaan sebesar 49.1%, sedangkan sisanya sebesar 50.9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model. 3. Hipotesis ketiga, Peran adopsi teknologi yang memperkuat pengaruh strategi operasi terhadap kinerja operasional. Hipotesis kedua dalam penelitian ini digunakan untuk menguji apakah ada pengaruh variabel adopsi teknologi (soft technology) memoderasi hubungan antara strategi operasi dengan kinerja operasional perusahaan. Untuk menguji hipotesis ini, digunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA) yang menggunakan alat bantu SPSS for windows 16.0 dengan hasil pengujian sebagai berikut :

43
 

Tabel IV.4 Hasil Pengujian Peran Adopsi Teknologi (Soft Technology) Memoderasi Antara Strategi Operasi Dengan Kinerja Operasional Model Standardized Coeffisien B Uji t Sign 0.290 0.310 0.941 0.353 0.020 0.634 0.230 0.969 0.224 0.189 R2 0.636 Adj R2 0.494 ∆F 4.474 Sign 0.002

T 2 Constant 1.083 TOT_SBR -0.653 -1.038 TOT_SK 0.071 0.075 TOT_SF -0.773 -0.947 TOT_SP 1.359 2.509 TOT_AT -0.933 -0.483 SBR vs AT 1.423 1.233 SK vs AT -0.084 -0.039 SF vs AT 1.881 1.250 SP vs AT -1.959 -1.355 Sumber : Data primer yang diolah, 2011.

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada model 2 ketika variabel interaksi dimasukkan maka R2 meningkat sebesar 0.079 sehingga menjadi 0.636 dan Adj R2 meningkat sebesar 0.494 serta ∆ F turun menjadi 4.474. Dari model 2 dapat dijelaskan bahwa sebesar 49.4% variasi variabel kinerja operasional dapat dijelaskan oleh variabel strategi operasi dan adopsi teknologi (soft technology), sedangkan sisanya sebesar 50.6% dapat menjelaskan oleh faktor lain diluar model. Peningkatan tersebut signifikan karena semua nilai signifikasinya lebih kecil dari 5% (sign <0.05).

44
 

C. Pembahasan 1. Lingkungan bisnis berpengaruh signifikan terhadap strategi operasi. Hasil pengujian pertama menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan bisnis dengan dimensi strategi biaya rendah, strategi fleksibilitas, dan strategi pengiriman. Namun tidak ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan bisnis dengan dimensi strategi kualitas. Dalam hal pengujian antara dimensi strategi biaya rendah dengan lingkungan bisnis terdapat pengaruh yang signifikan karena sebagian besar perusahaan/home biaya per unit, industri menganggap biaya

pentingnya

menurunkan

menurunkan

material/bahan, menurunkan biaya overhead, dan menurunkan biaya persediaan. Dari hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa lingkungan bisnis memainkan peran dalam hal menentukan pilihan kompetitif strategi operasi. Namun dalam hal ini, khususnya pada Sentra Industri Kerajinan Kulit di Manding untuk dimensi strategi kualitas tidak memiliki peran yang signifikan terhadap lingkungan bisnis

dikarenakan perusahaan sudah dianggap mampu untuk menerapkan standar kualitas yang diinginkan konsumen. Sehingga dalam hal menurunkan tingkat kerusakan, memperbaiki kinerja dan kehandalan produk, memperbaiki kualitas pemasok/vendor, memperoleh seftifikat kualitas tingkat internasional serta memperoleh sertifikat kualitas

45
 

tingkat lokal dianggap tidak terlalu penting. Jadi, produk yang dihasilkan perusahaan/home industri memiliki tingkat kehandalan yang tinggi. Faktor lingkungan bisnis juga tidak memberi pengaruh dalam hal perolehan sertifikat baik lokal maupun internasional karena para pengrajin beranggapan bahwa sertifikat tersebut tidak terlalu dianggap penting. Hal ini dikarenakan mereka menjual barang hasil produksi tidak menggunakan merk. Berbeda dengan dimensi strategi kualitas, lingkungan bisnis juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dimensi strategi fleksibilitas dan dimensi strategi pengiriman. Perusahaan dituntut untuk semakin cekatan dalam mengirimkan barang kepada konsumen dengan waktu tunggu yang pendek. Selain itu, perusahaan harus lebih jeli dalam hal berkompetisi dengan perusahaan/home industri sejenis sehingga dalam kondisi yang seperti ini, perusahaan/home industri harus mengembangkan produk baru yang lebih inovatif sehingga dapat bertahan dalam persaingan. Secara umum perusahaan/home industri harus memperhatikan tingkat persaingan yang ada. Hal ini terbukti dari hasil yang diperoleh bahwa tingkat persaingan bisnis memiliki pengaruh langsung yang signifikan pada dimensi strategi biaya rendah, strategi flesibilitas dan strategi pengiriman.

46
 

2. Strategi

operasi

berpengaruh

signifikan

terhadap

kinerja

operasional Hasil pengujian data kedua ini dapat dijelaskan bahwa ada pengaruh signifikan antara variabel adopsi teknologi (soft technology) yang memoderasi hubungan antara strategi operasi dengan kinerja operasional perusahaan. Hasil penelitian untuk perusahaan manufaktur menunjukan bahwa pengembangan dan implementasi strategi operasi dengan dukungan soft technology akan berpengaruh signifikan pada kinerja operasional. Hal ini dikarenakan aplikasi soft technology memberikan kesempatan baru bagi perusahaan/home industri untuk lebih mengembangkan inovasi-inovasi baru dalam memperbaiki mutu dari hasil produksi. Aplikasi soft technology dalam menjalankan usaha di bidang Kerajinan Kulit di Manding memberi manfaat bagi home industri/perusahaan untuk dapat memperbaiki kualitas, flekibilitas, kapabilitas pengiriman bahkan pencapaian biaya produksi yang rendah dengan menurunkan biaya overhead. 3. Peran adopsi teknologi yang memperkuat pengaruh strategi operasi terhadap kinerja operasional. Berdasarkan kriteria MRA, maka variabel adopsi teknologi (soft technology) merupakan quase moderator. Baik sebagai variabel bebas maupun variabel pemoderasi, variabel adopsi teknologi (soft technology) secara signifikan mempengaruhi kinerja operasional sebagai variabel terikat (dependen variable). Dengan demikian, dapat

47
 

dijelaskan bahwa hipotesis kedua yang menyatakan variabel adopsi teknologi (soft technology) memoderasi hubungan antara strategi operasi dengan kinerja operasional terbukti. Dengan kata lain, ada pengaruh antara strategi operasi dengan kinerja operasional yang dimoderasi oleh variabel adopsi teknologi (soft technology). Jika dikaitkan dengan hasil analisis pengaruh lingkungan bisnis pada keputusan dimensi strategi operasi (strategi biaya rendah, strategi fleksibilitas dan strategi pengiriman) dapat dijelaskan bahwa dalam menghadapi kondisi lingkungan bisnis dengan tingkat persaingan yang ada, perubahan kondisi pasar dan tuntutan konsumen dengan waktu pengiriman dan waktu tunggu yang singkat. Aplikasi soft technology jika diselaraskan dengan dimensi strategi operasi (strategi biaya rendah, strategi fleksibilitas dan strategi pengiriman) yang tepat, maka akan dapat memperbaiki kinerja operasional/home industri tersebut.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan terhadap 33 home industry pada Sentra Industri Kerajinan Kulit di Manding Bantul Yogyakarta, maka Penulis mengambil kesimpulan mengenai pengaruh lingkungan bisnis, strategi operasi dan adopsi teknologi sebagai variabel pemoderasi terhadap kinerja perasional perusahaan sebagai berikut : 1. Ada pengaruh signifikan lingkungan bisnis terhadap dimensi strategi operasi yang meliputi : biaya rendah, strategi fleksibilitas, dan strategi pengiriman. Namun tidak ada pengaruh signifikan lingkungan bisnis dengan dimensi kualitas. 2. Ada pengaruh signifikan dimensi strategi operasi dengan kinerja operasional yang dimoderasi oleh variabel adopsi teknologi (soft technology) sebagai variabel bebas maupun variabel moderator yang memperkuat kinerja operasional.

48
 

49
 

B. SARAN Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan diatas, maka penulis dapat memberikan saran-saran sebagai berikut : 1. Perusahaan harus mampu mengelola biaya-biaya bisnis dengan efektif dan efisien, tidak perlu adanya pengurangan beberapa staff, perlu adanya inovasi-inovasi baru agar mampu bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis, mampu menjaga kualitas dengan baik, tingkat pengiriman harus selalu diperhatikan untuk mempertahankan pelanggan. 2. Dalam penelitian selanjutnya, peneliti perlu menambahkan variabel adopsi teknologi (hard technology) sebagai variabel moderasi agar dapat di lihat apakah variabel ini berperan sebagai variabel yang

memperkuat/memperlemah variabel lain.

DAFTAR PUSTAKA

Amoako, K. Gyampah, 2003. The Relationship among selected business environment factors and operational strategy: insights from an emerging economy. Omega, 31, 287-301.

Autioe, A., & Lemanen, T. (1995). Measurement and evaluation of technology transfer. International Journal of Technology Management, 10, 643-664.

Badrie, M. A., Davis, D. & Davis, D. 2000. Operation strategy, environment uncertainty, and performance: a path analytic model of industries in developing country, Omega, International Journal of Management Science, 28, 155-173.

Bourgeois, L. J., 1980. Strategy and environment: a conceptual integration. Academy of Management Review, 5 (1), 25-39.

Braglia, M., Petroni, A., 2000. Toward a taxonomy of search pattern of manufacturing flexibility in small and medium sized firm. Omega. 28, 195213.

Cagliano, R & Spina, G., 2000. How improvement programs of manufacturing are selected: the role of strategic priorities and past experience. International Journal of Production and Operation Management, 20 (7), 772-791.

Demeter, K., 2003. Operational strategy and competitiveness. International Journal of Production Economics, 81, 205-213.

Gerwin, D., 1993. Manufacturing flexibility: a strategic perspective. Management science, 39, 395-410.

Gordon, J., Sohal., 2000. Manufacturing practice and competitive capability: an Australian study. Technovation, 19, 295-304.

50
 

51
 

Heizer, J., & Render, B., 2004. Operation Management. Seventh Edition Pearson Education International.

Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, Oktober 2006.

Lagace, G. K., Bourgault, M., 2003. Linking manufacturing improvement programs to competitive priorities of Canadian SMEs. Technovation 23, 705-715.

Lena Ellitan & Lina Anatan, Manajemen Strategi Operasi: Teori Dan Riset Di Indonesia. Alfa Beta, Bandung, 2008, 147-180.

Sohal, A.S. & Terziovsky, M 2000. TQM in Australia manufacturing: factor critical to success. International Journal of Quality and Reability Management, vol. 17 (2). pp. 158-167.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Bisnis. Alfa Beta, Bandung.

Swamidass, PM., Newell, W.T., 1987. Operational strategy, environmental uncertainty and performance: a path analytic model. Manegement Science, 33 (4), 509-524.

Tony Wijaya, Analisis Data Penelitian menggunakan SPSS. Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, 2009.

Warnock. I., 1996. Manufacturing and Business Excellence : Stretegies, Techniques, and Technologies Prentiece Hall Europe.

Ward, P.T., Duray, R., 2000. Operational strategy in cuontex: envirnment, competitive strategy, and operational strategy. Journal of Operation Management, 18, 123-138.

http://reycca.wordpress.com/2009/11/08/pengertian-lingkungan-bisnis/

LAMPIRAN 1 KUISIONER

52 
 

KUISIONER

PENGARUH LINGKUNGAN BISNIS, STRATEGI OPERASI DAN TEKNOLOGI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PADA SENTRA INDUSTRI KERAJINAN KULIT DI MANDING BANTUL YOGYAKARTA

I. IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama Perusahaan 2. Tahun Berdiri 3. Nama Pemilik : …………………………………………………….. : …………………………………………………….. : …………………………..… (jika tidak keberatan)

4. Jumlah Tenaga Kerja : …………………………………………………….. II. PETUNJUK 1. Anda (pemilik perusahaan) di minta menjawab pertanyaan bagian : A. Lingkungan Bisnis 1. Sangat Rendah (SR) skor 1 2. Rendah (R) skor 2 3. Sedang (S) skor 3 4. Tinggi (T) skor 4 5. Sangat Tinggi (ST) skor 5 B. Strategi Operasi 1. Sangat Tidak Penting (STP) skor 1 2. Tidak Penting (TP) skor 2 3. Netral (N) skor 3 4. Penting (P) skor 4 5. Sangat Penting (SP) skor 5 C. Adopsi Teknologi 1. Tidak Mengadopsi (TM) skor 1 2. Mengadopsi (M) skor 2 3. Netral (N) skor 3 4. Tinggi (T) skor 4 5. Sangat Tinggi Mengadopsi (STM) skor 5 D. Kinerja Operasional 1. Sangat Tidak Penting (STP) skor 1 2. Tidak Penting (TP) skor 2 3. Netral (N) skor 3 4. Penting (P) skor 4 5. Sangat Penting (SP) skor 5 2. Berilah tanda (√) untuk setiap jawaban yang anda anggap sesuai.

Bagian A Lingkungan Bisnis No Variabel Lingkungan Bisnis 1 Biaya Bisnis a. Peningkatkan biaya tenaga kerja. b. Peningkatkan biaya material. c. Peningkatkan biaya pengangkutan bahan mentah dan barang jadi. d. Peningkatkan biaya telekomunikasi. e. Peningkatkan biaya penyewaan gedung. f. Peningkatkan biaya perawatan kesehatan karyawan. Ketersediaan Tenaga Kerja a. Pengurangan staf manajerial dan administrasi. b. Pengurangan teknisi. c. Pengurangan clerical dan pekerjaan terkait. d. Pengurangan karyawan yang terlatih. e. Pengurangan staf produksi. Tingkat Persaingan a. Tajamnya persaingan dalam pasar lokal. b. Margin profit yang rendah. c. Penurunan permintaan dalam pasar dalam negeri. d. Penurunan permintaan pada pasar luar negeri. e. Produksi untuk memenuhi standar kualitas. Dinamisme Pasar a. Tingkat produk dan jasa menjadi ketinggalan dibandingkan pesaing. b. Tingkat inovasi produk baru. c. Tingkat inovasi proses produksi baru. d. Tingkat perubahan selera dan pilihan pelanggan.

SR 1

R 2

S 3

T 4

ST 5

2

3

4

Bagian B Strategi Operasi No Variabel Strategi Operasi 1 Strategi Biaya Rendah a. Menurunan biaya per unit. b. Menurunkan biaya material/bahan. c. Menurunkan biaya overhead. d. Menurunkan biaya persediaan. Strategi Kualitas a. Menurunkan tingkat kerusakan. b. Memperbaiki kinerja dan kehandalan produk. c. Memperbaiki kulitas pemasok/vendor. d. Memperolah sertifikasi kualitas tingkat internasional. e. Memperolah sertifikasi kualitas tingkat lokal. Strategi Fleksibilitas a. Menurunkan tenggang waktu pabrikasi. b. Menurunkan tenggang waktu perolehan bahan mentah dan penerimaan. c. Menurunkan waktu pengembangan produk baru. d. Menurunkan waktu set up/change-over (waktu untuk menyiapkan suatu mesin atau proses untuk produksi). e. Meningkatkan model dan variasi produk. Strategi Pengiriman a. Meningkatkan kehandalan pengiriman. b. Meningkatkan kecepatan pengiriman. c. Memperbaiki layanan sebelum penjualan dan pendukung yang bersifat teknis. d. Memperbaiki bantuan pelayanan teknis kepada pelanggan. e. Memperbaiki pelayanan setelah penjualan.

STP TP 1 2

N 3

P 4

SP 5

2

3

4

Bagian C Adopsi Teknologi (Soft Technology) Keterangan : 1. JIT (Just In Time) adalah seperangkat metode atau teknik yang diaplikasikan pada system pembelian, fungsi pabrikasi, dan dan fungsi pengiriman. Filosofi JIT yaitu mengeliminasi semua aktivitas yang tidak penting dan tidak memberikan nilai tambah dimanapun aktivitas itu berada. 2. TQM (Total Quality Management) merupakan program perbaikan terus menerus yang dilakukan secara bertahap dan tidak pernah berakhir. 3. MRP (Material Requirement Planning) merupakan teknik permintaan dependen yang menggunakan bill of material, persediaan, expected received, MPS (Master Production Schedule) untuk menentukan kebutuhan material. 4. TPM (Total Productive Maintenance) adalah pendekatan inovatif untuk perawatan peralatan (hardware dan software) dan mesin pabrik. Implementasi TPM memberikan kontribusi dalam mengurangi work in progress, meningkatkan kualitas produk, mengurangi waktu siklus produksi, dan sangat efektif untuk optimasi mesin dan peralatan. No 1 2 3 4 Variabel Adopsi Teknologi (Soft Technology) meliputi : JIT (Just In Time). TQM (Total Quality Management). MRP (Material Requirement Planning). TPM (Total Productive Maintenance). TM 1 M 2 N 3 T 4 STM 5

Bagian D Kinerja Operasional Perusahaan Keterangan : 1. Produktivitas merupakan kegiatan untuk menghasilkan sesuatu (barang atau jasa) yang lebih tinggi atau lebih banyak. 2. Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. 3. Kualitas merupakan kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, sumber daya manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. 4. Fleksibilitas manufaktur merupakan kemampuan perusahaan untuk merespon secara efektif perubahan yang terjadi, baik yang terjadi di internal (operasi) perusahaan maupun di eksternal lingkungan perusahaan. 5. Kemampuan pengiriman merupakan segala upaya yang dilakukan secara sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memeberikan pelayanan jasa berupa pengiriman barang. No 1 2 3 4 5 Peningkatan Kinerja Operasional Perusahaan melalui : Produktifitas. Biaya. Kualitas. Fleksibilitas. Kemampuan pengiriman. STP TP 1 2 N 3 P 4 SP 5

LAMPIRAN 2 Data penelitian

58 
 

DATA PENELITIAN 1 LINGKUNGAN BISNIS Ketersediaan Tenaga Kerja Tingkat Persaingan KTK2 KTK3 KTK4 KTK5 TOT_KTK TP1 TP2 TP3 TP4 TP5 1 1 1 1 5 2 3 2 1 4 2 2 5 1 12 1 2 1 1 3 1 1 1 1 5 3 3 3 4 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 4 1 1 1 1 5 1 2 4 1 3 1 1 1 1 5 5 3 3 3 5 1 1 1 1 5 2 3 2 2 5 1 1 2 2 7 5 3 4 3 4 1 1 2 1 7 3 3 3 3 4 1 1 1 1 6 3 3 3 3 3 2 2 3 2 12 3 3 3 3 4 1 1 1 1 5 5 3 4 4 5 1 1 1 1 5 5 3 4 4 5 1 1 1 1 5 5 3 4 4 5 1 1 1 1 5 3 2 4 1 3 1 1 1 1 6 3 3 2 2 4 1 1 1 1 5 5 3 5 1 4 3 3 3 3 15 1 3 3 3 3 1 1 1 1 5 5 3 4 4 5 1 1 1 1 5 4 3 2 2 5 1 1 1 1 5 3 3 2 2 5 1 1 1 1 5 3 3 4 1 3 1 1 1 1 5 5 5 4 3 3 1 1 1 1 5 5 3 4 1 4 1 1 1 1 5 2 2 5 1 3 2 2 2 2 10 1 3 4 4 5 1 1 1 1 5 5 4 5 5 5 3 4 1 1 13 5 3 2 5 5 3 3 2 3 13 3 3 3 4 4 3 3 3 1 11 5 3 3 3 3 1 1 1 1 5 4 3 1 3 4 3 4 1 1 13 5 3 2 5 5 2 3 2 2 11 3 3 3 3 3

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

BB1 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 4 5 4 3 3 3 3 3 3

BB2 5 5 4 4 5 5 5 3 4 4 4 5 5 5 3 4 2 3 5 5 3 5 5 5 5 3 5 5 4 3 4 5 3

Biaya Bisnis BB3 BB4 BB5 2 3 1 3 3 1 3 4 3 3 3 1 3 3 1 3 3 1 1 4 4 3 3 1 3 3 1 3 3 1 3 3 1 4 3 1 4 3 1 4 3 1 3 1 1 3 3 1 2 2 1 3 3 1 3 3 3 3 3 1 3 3 1 3 3 1 3 4 1 4 3 3 4 4 3 3 3 1 4 4 4 4 5 2 3 3 2 5 3 3 3 3 3 4 5 2 3 3 3

BB6 TOT_LB KTK1 3 17 1 3 18 2 4 21 1 3 17 3 3 18 1 3 18 1 4 22 1 3 16 1 3 17 2 3 17 2 3 17 3 4 21 1 4 21 1 4 21 1 3 14 1 3 17 2 2 11 1 3 16 3 3 20 1 3 18 1 3 16 1 3 18 1 3 20 1 3 22 1 4 24 1 3 18 2 4 25 1 4 23 4 1 16 2 3 20 1 3 19 1 4 23 4 3 18 2

TOT_TP 12 8 16 16 11 19 14 19 16 15 16 21 21 21 13 14 18 13 21 16 15 14 20 17 13 17 24 20 17 17 15 20 15

DP1 3 3 4 2 3 5 3 2 2 2 2 2 2 2 4 2 5 3 5 2 3 1 3 3 4 3 5 2 2 4 3 2 3

Dinamisme Pasar DP2 DP3 DP4 2 3 3 3 1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 3 3 3 5 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 4 4 4 5 5 5 4 4 2 2 5 5 5 5 5 5 5 5 1 1 1 5 5 5 4 4 5 4 5 4 3 3 3 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 2 2 4 5 5 5 4 4 4

TOT_DP 11 11 15 14 16 20 15 11 17 14 17 17 17 17 13 14 20 13 17 17 18 4 18 16 17 12 20 17 15 16 11 17 15

DATA PENELITIAN 2 STRATEGI OPERASI NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 SBR1 4 5 4 3 4 5 4 5 4 4 4 5 5 5 1 4 2 4 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 3 Strategi Biaya Rendah SBR2 SBR3 SBR4 TOT_SBR 4 4 4 16 5 5 5 20 4 4 3 15 2 3 3 11 5 4 4 17 5 5 4 19 4 4 4 16 5 5 5 20 4 4 4 16 4 4 4 16 4 4 4 16 5 5 5 20 5 5 5 20 5 5 5 20 1 1 1 4 4 4 4 16 2 2 2 8 5 4 4 17 5 5 5 20 4 4 4 16 4 4 5 18 5 4 4 17 5 5 5 20 5 3 3 16 4 4 4 16 5 5 5 20 5 4 5 19 4 4 5 18 5 4 4 18 5 5 4 19 4 4 4 16 4 4 5 18 3 3 3 12 SK1 5 5 4 4 2 5 4 4 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 5 5 4 5 4 5 4 Strategi Kualitas SK2 SK3 SK4 SK5 4 4 3 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 5 3 3 2 2 5 5 5 4 4 4 3 3 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 3 3 4 4 1 1 5 5 4 4 5 4 5 4 5 4 5 4 3 3 3 3 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 TOT_SK 20 24 21 23 12 24 18 22 25 25 25 22 23 23 21 25 20 15 23 23 23 15 23 23 23 25 23 24 21 22 20 24 20 SF1 4 4 2 3 4 5 4 4 3 3 3 5 5 5 4 3 5 3 5 3 3 3 5 5 4 4 5 5 4 5 2 5 4 Strategi Fleksibilitas SF2 SF3 SF4 SF5 TOT_SF 4 3 1 4 16 4 4 3 4 19 4 4 3 4 17 3 3 1 3 13 4 4 1 5 18 5 4 1 5 20 4 4 4 4 20 4 4 4 4 20 3 3 1 5 15 3 3 3 5 17 3 3 3 5 17 4 4 3 3 19 4 4 3 3 19 4 4 3 3 19 4 4 3 5 20 3 3 1 3 13 5 4 3 5 22 3 3 1 4 14 5 5 1 4 20 3 3 1 3 13 4 3 1 5 16 3 3 1 5 15 5 5 1 5 21 4 3 1 5 18 4 4 4 5 21 4 3 1 4 16 5 3 3 4 20 5 5 5 5 25 5 3 3 5 20 4 4 4 3 20 2 3 3 3 13 5 5 5 5 25 4 4 4 4 20 SP1 3 2 4 4 5 5 2 5 4 4 4 5 5 5 4 4 3 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 3 5 4 Strategi Pengiriman SP2 SP3 SP4 SP5 TOT_SP 3 2 2 3 13 3 3 3 3 14 4 5 5 5 23 5 5 5 2 21 4 4 4 5 22 4 5 4 4 22 2 2 2 2 10 5 5 4 4 23 5 5 4 4 22 5 5 4 4 22 5 5 4 4 22 4 5 4 5 23 4 5 4 5 23 4 5 4 5 23 4 4 4 2 18 4 5 5 5 23 3 3 3 5 17 2 3 4 4 18 5 3 5 4 22 4 4 3 4 19 5 3 3 3 19 4 3 3 3 18 4 5 5 5 24 4 5 3 5 22 5 4 4 5 23 4 4 4 4 20 5 5 5 5 25 4 4 5 5 23 5 4 5 5 23 5 4 4 4 22 3 3 3 3 15 4 4 5 5 23 4 4 4 4 20

DATA PENELITIAN 3 ADOPSI TEKNOLOGI No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 JIT AT1 2 1 2 4 5 4 2 5 3 3 3 5 5 5 1 4 5 5 4 1 1 5 5 5 2 4 4 5 1 2 4 5 3 TQM AT2 2 2 5 4 5 5 2 5 4 4 4 3 3 3 2 4 5 5 5 3 4 4 4 4 2 3 5 5 4 5 4 5 4 MRP AT3 2 2 4 4 2 4 2 1 4 4 4 4 4 4 2 3 2 2 4 4 3 3 5 5 2 5 5 5 4 5 4 5 3 TPM AT4 4 1 4 4 1 5 2 2 4 4 4 5 5 5 5 4 2 4 5 4 3 3 5 4 2 1 3 5 1 2 3 5 4 Tot_AT 10 6 15 16 13 18 8 13 15 15 15 17 17 17 10 15 14 16 18 12 11 15 19 18 8 13 17 20 10 14 15 20 14 KINERJA OPERASIONAL KOP1 KOP2 4 4 4 3 4 3 5 4 4 3 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 3 4 5 5 4 4 PERUSAHAAN KOP3 KOP4 KOP5 4 4 3 5 1 3 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 4 4 4 3 2 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 5 3 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 3 5 5 5 4 4 4 DAFTAR NAMA PENGERAJIN KULIT Tot_KOP DI MANDING 19 Bp. Suratman 16 Bp. Subandri 20 Bp. Joko Sudibyo 23 Bp. Supoyo 20 Bp. Purwadi 23 Bp. Wajiman 17 Bp. Haryanto 23 Bp. Sumardi 20 Bp. Wajiyo 20 Bp. Narofik 20 Bp. Rohadi 23 Ibu Adi Wikarto 23 Ibu Suprih 23 Ibu Hartini 21 Bp. Suyono 22 Bp. Isrohadi 20 Ibu Surtini 21 Bp. Ekwanto 22 Bp. Subardi 21 Bp. Jawadi 24 Bp. Poniman 23 Bp. Supriyanto 25 Bp. Subandiyono 23 Bp. Ponidjo 25 Bp. Suwandi 23 Bp. Sarjimin 23 Bp. Mujino 25 Ibu Siti Galwati 24 Bp. Subandi 22 Bp. Satidjan 17 Bp. Rusmanto 25 Bp. Rusli 20 Bp. Danang

Multivariate Multiple Regression Analysis (MMRA) Lingkungan Bisnis Total BB Total KTK Total TP 17 5 12 18 12 8 21 5 16 17 15 16 18 5 11 18 5 19 22 5 14 16 7 19 17 7 16 17 6 15 17 12 16 21 5 21 21 5 21 21 5 21 14 5 13 17 6 14 11 5 18 16 15 13 20 5 21 18 5 16 16 5 15 18 5 14 20 5 20 22 5 17 24 5 13 18 10 17 25 5 24 23 13 20 16 13 17 20 11 17 19 5 15 23 13 20 18 11 15 Strategi Operasi Total SK Total SF 20 16 24 19 21 17 23 13 12 18 24 20 18 20 22 20 25 15 25 17 25 17 22 19 23 19 23 19 21 20 25 13 20 22 15 14 23 20 23 13 23 16 15 15 23 21 23 18 23 21 25 16 23 20 24 25 21 20 22 20 20 13 24 25 20 20

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Total DP 11 11 15 14 16 20 15 11 17 14 17 17 17 17 13 14 20 13 17 17 18 4 18 16 17 12 20 17 15 16 11 17 15

Total SBR 16 20 15 11 17 19 16 20 16 16 16 20 20 20 4 16 8 17 20 16 18 17 20 16 16 20 19 18 18 19 16 18 12

Total SP 13 14 23 21 22 22 10 23 22 22 22 23 23 23 18 23 17 18 22 19 19 18 24 22 23 20 25 23 23 22 15 23 20

Moderated Regression Analysis (MRA) Strategi Operasi Total SK Total SF 20 16 24 19 21 17 23 13 12 18 24 20 18 20 22 20 25 15 25 17 25 17 22 19 23 19 23 19 21 20 25 13 20 22 15 14 23 20 23 13 23 16 15 15 23 21 23 18 23 21 25 16 23 20 24 25 21 20 22 20 20 13 24 25 20 20 Total Total AT KOP SBR vs AT 10 19 160 6 16 120 15 20 225 16 23 176 13 20 221 18 23 342 8 17 128 13 23 260 15 20 240 15 20 240 15 20 240 17 23 340 17 23 340 17 23 340 10 21 40 15 22 240 14 20 112 16 21 272 18 22 360 12 21 192 11 24 198 15 23 255 19 25 380 18 23 288 8 25 128 13 23 260 17 23 323 20 25 360 10 24 180 14 22 266 15 17 240 20 25 360 14 20 168 Moderator SK vs AT SF vs AT 200 160 144 114 315 255 368 208 156 234 432 360 144 160 286 260 375 225 375 255 375 255 374 323 391 323 391 323 210 200 375 195 280 308 240 224 414 360 276 156 253 176 225 225 437 399 414 324 184 168 325 208 391 340 480 500 210 200 308 280 300 195 480 500 280 280

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Total SBR 16 20 15 11 17 19 16 20 16 16 16 20 20 20 4 16 8 17 20 16 18 17 20 16 16 20 19 18 18 19 16 18 12

Total SP 13 14 23 21 22 22 10 23 22 22 22 23 23 23 18 23 17 18 22 19 19 18 24 22 23 20 25 23 23 22 15 23 20

SP vs AT 130 84 345 336 286 396 80 299 330 330 330 391 391 391 180 345 238 288 396 228 209 270 456 396 184 260 425 460 230 308 225 460 280

LAMPIRAN 3 Uji validitas & uji reliabilitas

64 
 

CORRELATIONS /VARIABLES=BB1 BB2 BB3 BB4 BB5 BB6 TOT_BB /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean BB1 BB2 BB3 BB4 BB5 BB6 TOT_BB 3.2727 4.2424 3.1818 3.1818 1.6970 3.1818 18.7576 Std. Deviation .57406 .90244 .72692 .72692 1.01504 .63514 2.97941 N 33 33 33 33 33 33 33

Correlations BB1 BB1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N BB2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N BB3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N BB4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N BB5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N BB6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_BB Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .351
*

BB2 1 .351
*

BB3 .252 .157 33 .169 .347 33 33 1

BB4 .252 .157 33 .502
**

BB5 .200 .265 33 .151 .402 33 .119 .508 33 .416
*

BB6 .460
**

TOT_BB .588** .000 33 .685
**

.045 33 1

.007 33 .466
**

.045 33 .252 .157 33 .252 .157 33 .200 .265 33 .460** .007 33 .588** .000 33 .169 .347 33 .502
**

.003 33 .231 .196

.006 33 .332 .059 33 .535
**

.000 33 .512
**

.002 33 .757
**

33 .231 .196 33 .119 .508 33 .332 .059 33 .512** .002 33

33 1

.003 33 .151 .402 33 .466** .006 33 .685** .000 33

.016 33 .416* .016 33 .535** .001 33 .757** .000 33 33 .282 .112 33 .616** .000 33 33 1

.001 33 .282 .112 33 1

.000 33 .616** .000 33 .751** .000

33 .751** .000 33

33 1

33

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

CORRELATIONS /VARIABLES=KTK1 KTK2 KTK3 KTK4 KTK5 TOT_KTK /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean KTK1 KTK2 KTK3 KTK4 KTK5 TOT_KTK 1.5758 1.4848 1.5758 1.5152 1.3030 7.4545 Std. Deviation .90244 .79535 .96922 .93946 .63663 3.52749 N 33 33 33 33 33 33

Correlations KTK1 KTK1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KTK2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KTK3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KTK4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KTK5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_KTK Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .774
**

KTK2 1 .774
**

KTK3 .824
**

KTK4 .376
*

KTK5 .448
**

TOT_KTK .838
**

.000 33 1

.000 33 .964
**

.031 33 .575
**

.009 33 .627
**

.000 33 .955
**

.000 33 .824
**

.000 33 .964
**

.000 33 .453
**

.000 33 .519
**

.000 33 .917
**

33 1

.000 33 .376* .031 33 .448** .009 33 .838
**

.000 33 .575** .000 33 .627** .000 33 .955
**

.008 33 .453** .008 33 .519** .002 33 .917
**

.002 33 .515** .002

.000 33 .710** .000 33 .716** .000

33 1

33 .515** .002 33 .710
**

33 1

33 .716
**

33 1

.000 33

.000 33

.000 33

.000 33

.000 33 33

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

CORRELATIONS /VARIABLES=TP1 TP2 TP3 TP4 TP5 TOT_TP /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean TP1 TP2 TP3 TP4 TP5 TOT_TP 3.5152 2.9697 3.1818 2.7879 4.0303 16.4848 Std. Deviation 1.41689 .52944 1.07397 1.29319 .84723 3.43803 N 33 33 33 33 33 33

Correlations TP1 TP1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TP2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TP3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TP4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TP5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_TP Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .480
**

TP2 1 .480
**

TP3 .245 .170 33 .120 .506 33 33 1

TP4 .437
*

TP5 .429
*

TOT_TP .832
**

.005 33 1

.011 33 .447
**

.013 33 .211 .238 33 -.075 .679 33 .491
**

.000 33 .609
**

.005 33 .245 .170 33 .437
*

.009 33 .006 .973

.000 33 .415
*

.120 .506 33 .447
**

.016 33 .748
**

33 .006 .973 33 -.075 .679 33 .415* .016 33

33 1

.011 33 .429* .013 33 .832** .000 33

.009 33 .211 .238 33 .609** .000 33

.004 33 .491** .004 33 .748** .000 33 33 .617** .000 33 33 1

.000 33 .617** .000 33 1

33

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

CORRELATIONS /VARIABLES=DP1 DP2 DP3 DP4 TOT_DP /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean DP1 DP2 DP3 DP4 TOT_DP 2.9091 4.0303 4.0606 4.2121 15.2121 Std. Deviation 1.07132 1.10354 1.14399 .99240 3.25728 N 33 33 33 33 33

Correlations DP1 DP1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N DP2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N DP3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N DP4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_DP Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 -.024 .894 33 .158 .381 33 .195 .277 33 .436* .011 33 33 .791
**

DP2 1 -.024 .894 33 1

DP3 .158 .381 33 .791
**

DP4 .195 .277 33 .707
**

TOT_DP .436
*

.011 33 .824
**

.000 33 1

.000 33 .732
**

.000 33 .894
**

.000 33 .707** .000 33 .824** .000 33 33 .732** .000 33 .894** .000 33

.000 33 1

.000 33 .865** .000

33 .865** .000 33

33 1

33

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

CORRELATIONS /VARIABLES=SBR1 SBR2 SBR3 SBR4 TOT_SBR /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean SBR1 SBR2 SBR3 SBR4 TOT_SBR 4.2727 4.2424 4.0606 4.0909 16.6667 Std. Deviation .94448 1.00095 .89928 .94748 3.57654 N 33 33 33 33 33

Correlations SBR1 SBR1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SBR2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SBR3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SBR4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_SBR Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .886
**

SBR2 1 .886
**

SBR3 .863
**

SBR4 .879
**

TOT_SBR .962
**

.000 33 1

.000 33 .851
**

.000 33 .767
**

.000 33 .931
**

.000 33 .863
**

.000 33 .851
**

.000 33 .874
**

.000 33 .949
**

33 1

.000 33 .879** .000 33 .962** .000 33

.000 33 .767** .000 33 .931** .000 33 33 .874** .000 33 .949** .000 33

.000 33 1

.000 33 .931** .000

33 .931** .000 33

33 1

33

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

CORRELATIONS /VARIABLES=SK1 SK2 SK3 SK4 SK5 TOT_SK /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean SK1 SK2 SK3 SK4 SK5 TOT_SK 4.5455 4.4545 4.4545 4.1818 4.1818 21.8182 Std. Deviation .75378 .61699 .61699 .98281 .95048 3.07667 N 33 33 33 33 33 33

Correlations SK1 SK1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SK2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SK3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SK4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SK5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_SK Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .660
**

SK2 1 .660
**

SK3 .593
**

SK4 .284 .110 33 .581
**

SK5 .337 .055 33 .388
*

TOT_SK .691
**

.000 33 1

.000 33 .507
**

.000 33 .769
**

.000 33 .593
**

.003 33 .507
**

.000 33 .426
*

.026 33 .441
*

.000 33 .720
**

33 1

.000 33 .284 .110 33 .337 .055 33 .691** .000 33

.003 33 .581
**

.013 33 .426
*

.010 33 .867
**

.000 33 .859
**

33 1

.000 33 .388* .026 33 .769** .000 33

.013 33 .441* .010 33 .720** .000 33 33 .867** .000 33 .859** .000 33

.000 33 1

.000 33 .835** .000

33 .835** .000 33

33 1

33

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

CORRELATIONS /VARIABLES=SF1 SF2 SF3 SF4 SF5 TOT_SF /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean SF1 SF2 SF3 SF4 SF5 TOT_SF 3.9697 3.9394 3.6667 2.4242 4.2121 18.2121 Std. Deviation .95147 .78817 .69222 1.34699 .81997 3.15988 N 33 33 33 33 33 33

Correlations SF1 SF1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SF2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SF3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SF4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SF5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_SF Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .789
**

SF2 1 .789
**

SF3 .601
**

SF4 .254 .153 33 .260 .143 33 .458
**

SF5 .089 .624 33 .359
*

TOT_SF .761
**

.000 33 1

.000 33 .649
**

.000 33 .833
**

.000 33 .601
**

.000 33 .649
**

.040 33 .128 .476 33 .001 .996

.000 33 .791
**

33 1

.000 33 .254 .153 33 .089 .624 33 .761** .000 33

.000 33 .260 .143 33 .359* .040 33 .833** .000 33 33 .458
**

.007 33 1

.000 33 .668
**

.007 33 .128 .476 33 .791** .000 33 33 .001 .996 33 .668** .000 33

.000 33 .404* .020

33 1

33 .404* .020 33

33 1

33

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

CORRELATIONS /VARIABLES=SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 TOT_SP /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 TOT_SP 4.3030 4.0909 4.0909 3.9394 4.0909 20.5152 Std. Deviation .88335 .84275 .94748 .86384 .97991 3.48318 N 33 33 33 33 33 33

Correlations SP1 SP1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SP2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SP3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SP4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N SP5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_SP Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .508
**

SP2 1 .508
**

SP3 .489
**

SP4 .516
**

SP5 .509
**

TOT_SP .781
**

.003 33 1

.004 33 .576
**

.002 33 .523
**

.003 33 .217 .226 33 .496
**

.000 33 .718** .000 33 .828** .000 33 .810** .000 33 .718
**

.003 33 .489
**

.000 33 .576
**

.002 33 .618
**

33 1

.004 33 .516** .002 33 .509
**

.000 33 .523** .002 33 .217 .226 33 .718
**

.000 33 .618** .000 33 .496
**

.003 33 .487** .004

33 1

33 .487
**

33 1

.003 33 .781
**

.003 33 .828
**

.004 33 .810
**

.000 33 .718
**

33 1

.000 33

.000 33

.000 33

.000 33

.000 33 33

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

CORRELATIONS /VARIABLES=AT1 AT2 AT3 AT4 TOT_AT /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean AT1 AT2 AT3 AT4 TOT_AT 3.4848 3.8788 3.5152 3.4848 14.3636 Std. Deviation 1.50252 1.05349 1.17583 1.37207 3.49838 N 33 33 33 33 33

Correlations AT1 AT1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N AT2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N AT3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N AT4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_AT Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .473
**

AT2 1 .473
**

AT3 .208 .245 33 .304 .085 33 33 1

AT4 .292 .100 33 .085 .637 33 .363
*

TOT_AT .756
**

.005 33 1

.000 33 .640
**

.005 33 .208 .245 33 .292 .100 33 .756** .000 33 .304 .085 33 .085 .637 33 .640** .000 33

.000 33 .660
**

.038 33 .363* .038 33 .660** .000 33 33 .665** .000 33 33 1

.000 33 .665** .000 33 1

33

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

CORRELATIONS /VARIABLES=KOP1 KOP2 KOP3 KOP4 KOP5 TOT_KOP /PRINT=TWOTAIL NOSIG /STATISTICS DESCRIPTIVES /MISSING=PAIRWISE.

Correlations
Descriptive Statistics Mean KOP1 KOP2 KOP3 KOP4 KOP5 TOT_KOP 4.3333 4.3333 4.4848 4.2424 4.3030 21.6970 Std. Deviation .54006 .64550 .50752 .86712 .76994 2.35166 N 33 33 33 33 33 33

Correlations KOP1 KOP1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KOP2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KOP3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KOP4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N KOP5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N TOT_KOP Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N 33 .478
**

KOP2 1 .478
**

KOP3 .532
**

KOP4 .289 .103 33 .354
*

KOP5 .501
**

TOT_KOP .746
**

.005 33 1

.001 33 .064 .725

.003 33 .482
**

.000 33 .686
**

.005 33 .532
**

.044 33 .080 .660

.004 33 .172 .338 33 .589
**

.000 33 .441
*

33 .064 .725 33 .354
*

33 1

.001 33 .289 .103 33 .501** .003 33 .746** .000 33

.010 33 .742
**

33 .080 .660 33 .172 .338 33 .441* .010 33

33 1

.044 33 .482** .004 33 .686** .000 33

.000 33 .589** .000 33 .742** .000 33 33 .829** .000 33 33 1

.000 33 .829** .000 33 1

33

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

 

RELIABILITY /VARIABLES=BB1 BB2 BB3 BB4 BB5 BB6 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .709 N of Items 6

Item Statistics Mean BB1 BB2 BB3 BB4 BB5 BB6 3.2727 4.2424 3.1818 3.1818 1.6970 3.1818 Std. Deviation .57406 .90244 .72692 .72692 1.01504 .63514 N 33 33 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted BB1 BB2 BB3 BB4 BB5 BB6 15.4848 14.5152 15.5758 15.5758 17.0606 15.5758 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 7.195 6.008 7.189 6.127 6.184 6.439 .439 .465 .297 .617 .329 .631 .676 .663 .710 .616 .724 .623

Scale Statistics Mean 18.7576 Variance 8.877 Std. Deviation 2.97941 N of Items 6

RELIABILITY /VARIABLES=KTK1 KTK2 KTK3 KTK4 KTK5 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .881 N of Items 5

Item Statistics Mean KTK1 KTK2 KTK3 KTK4 KTK5 1.5758 1.4848 1.5758 1.5152 1.3030 Std. Deviation .90244 .79535 .96922 .93946 .63663 N 33 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted KTK1 KTK2 KTK3 KTK4 KTK5 5.8788 5.9697 5.8788 5.9394 6.1515 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 7.922 7.718 7.110 8.621 9.633 .730 .926 .850 .533 .609 .852 .808 .820 .902 .881

Scale Statistics Mean 7.4545 Variance 12.443 Std. Deviation 3.52749 N of Items 5

RELIABILITY /VARIABLES=TP1 TP2 TP3 TP4 TP5 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .633 N of Items 5

Item Statistics Mean TP1 TP2 TP3 TP4 TP5 3.5152 2.9697 3.1818 2.7879 4.0303 Std. Deviation 1.41689 .52944 1.07397 1.29319 .84723 N 33 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted TP1 TP2 TP3 TP4 TP5 12.9697 13.5152 13.3030 13.6970 12.4545 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 5.718 9.883 9.905 6.843 8.943 .604 .498 .113 .488 .426 .442 .584 .704 .523 .571

Scale Statistics Mean 16.4848 Variance 11.820 Std. Deviation 3.43803 N of Items 5

RELIABILITY /VARIABLES=DP1 DP2 DP3 DP4 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .748 N of Items 4

Item Statistics Mean DP1 DP2 DP3 DP4 2.9091 4.0303 4.0606 4.2121 Std. Deviation 1.07132 1.10354 1.14399 .99240 N 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted DP1 DP2 DP3 DP4 12.3030 11.1818 11.1515 11.0000 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 8.718 5.903 5.258 6.000 .118 .651 .771 .746 .896 .626 .544 .581

Scale Statistics Mean 15.2121 Variance 10.610 Std. Deviation 3.25728 N of Items 4

RELIABILITY /VARIABLES=SBR1 SBR2 SBR3 SBR4 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .958 N of Items 4

Item Statistics Mean SBR1 SBR2 SBR3 SBR4 4.2727 4.2424 4.0606 4.0909 Std. Deviation .94448 1.00095 .89928 .94748 N 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted SBR1 SBR2 SBR3 SBR4 12.3939 12.4242 12.6061 12.5758 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 7.184 7.127 7.496 7.377 .931 .872 .911 .878 .934 .953 .941 .950

Scale Statistics Mean 16.6667 Variance 12.792 Std. Deviation 3.57654 N of Items 4

RELIABILITY /VARIABLES=SK1 SK2 SK3 SK4 SK5 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .828 N of Items 5

Item Statistics Mean SK1 SK2 SK3 SK4 SK5 4.5455 4.4545 4.4545 4.1818 4.1818 Std. Deviation .75378 .61699 .61699 .98281 .95048 N 33 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted SK1 SK2 SK3 SK4 SK5 17.2727 17.3636 17.3636 17.6364 17.6364 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 6.830 6.926 7.114 5.239 5.489 .525 .665 .599 .725 .690 .820 .791 .805 .765 .776

Scale Statistics Mean 21.8182 Variance 9.466 Std. Deviation 3.07667 N of Items 5

RELIABILITY /VARIABLES=SF1 SF2 SF3 SF4 SF5 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .688 N of Items 5

Item Statistics Mean SF1 SF2 SF3 SF4 SF5 3.9697 3.9394 3.6667 2.4242 4.2121 Std. Deviation .95147 .78817 .69222 1.34699 .81997 N 33 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted SF1 SF2 SF3 SF4 SF5 14.2424 14.2727 14.5455 15.7879 14.0000 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 6.314 6.455 7.006 6.110 8.562 .578 .726 .682 .309 .156 .576 .534 .570 .749 .738

Scale Statistics Mean 18.2121 Variance 9.985 Std. Deviation 3.15988 N of Items 5

RELIABILITY /VARIABLES=SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .828 N of Items 5

Item Statistics Mean SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 4.3030 4.0909 4.0909 3.9394 4.0909 Std. Deviation .88335 .84275 .94748 .86384 .97991 N 33 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 16.2121 16.4242 16.4242 16.5758 16.4242 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 8.110 8.627 7.564 8.002 8.189 .644 .565 .704 .693 .532 .788 .810 .770 .775 .823

Scale Statistics Mean 20.5152 Variance 12.133 Std. Deviation 3.48318 N of Items 5

RELIABILITY /VARIABLES=AT1 AT2 AT3 AT4 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .611 N of Items 4

Item Statistics Mean AT1 AT2 AT3 AT4 3.4848 3.8788 3.5152 3.4848 Std. Deviation 1.50252 1.05349 1.17583 1.37207 N 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted AT1 AT2 AT3 AT4 10.8788 10.4848 10.8485 10.8788 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 6.547 8.633 8.195 7.735 .447 .403 .395 .343 .498 .540 .539 .579

Scale Statistics Mean 14.3636 Variance 12.239 Std. Deviation 3.49838 N of Items 4

RELIABILITY /VARIABLES=KOP1 KOP2 KOP3 KOP4 KOP5 /SCALE('ALL VARIABLES') ALL /MODEL=ALPHA /STATISTICS=DESCRIPTIVE SCALE /SUMMARY=TOTAL.

Reliability Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary N Cases Valid Excluded Total
a

% 33 0 33 100.0 .0 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics Cronbach's Alpha .728 N of Items 5

Item Statistics Mean KOP1 KOP2 KOP3 KOP4 KOP5 4.3333 4.3333 4.4848 4.2424 4.3030 Std. Deviation .54006 .64550 .50752 .86712 .76994 N 33 33 33 33 33

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted KOP1 KOP2 KOP3 KOP4 KOP5 17.3636 17.3636 17.2121 17.4545 17.3939 Scale Statistics Mean 21.6970 Variance 5.530 Std. Deviation 2.35166 N of Items 5 Scale Variance if Corrected Item- Cronbach's Alpha Item Deleted Total Correlation if Item Deleted 3.926 3.864 4.735 3.256 3.121 .613 .493 .244 .487 .668 .648 .680 .755 .695 .600

 

LAMPIRAN 4 Analisis data

85 
 

MMRA VARIABEL 1
REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN /DEPENDENT TOT_SBR /METHOD=ENTER TOT_BB TOT_KTK TOT_TP TOT_DP.

Regression
Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TPa Variables Removed Method

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: TOT_SBR Model Summary Model 1 R .553a R Square .306 Adjusted R Square .207 Std. Error of the Estimate 3.18493

a. Predictors: (Constant), TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TP ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 125.308 284.025 409.333 df 4 28 32
b

Mean Square 31.327 10.144

F 3.088

Sig. .032
a

a. Predictors: (Constant), TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TP b. Dependent Variable: TOT_SBR Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) TOT_BB TOT_KTK TOT_TP TOT_DP a. Dependent Variable: TOT_SBR B 4.788 .528 .060 .291 -.214 Std. Error 4.428 .206 .161 .206 .205 .439 .059 .279 -.195
a

Standardized Coefficients Beta t 1.081 2.556 .370 1.414 -1.043 Sig. .289 .016 .714 .168 .306

MMRA VARIABEL 2
REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN /DEPENDENT TOT_SK /METHOD=ENTER TOT_BB TOT_KTK TOT_TP TOT_DP.

Regression
Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TPa Variables Removed Method

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: TOT_SK Model Summary Model 1 R .453a R Square .206 Adjusted R Square .092 Std. Error of the Estimate 2.93158

a. Predictors: (Constant), TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TP ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 62.273 240.636 302.909 df 4 28 32
b

Mean Square 15.568 8.594

F 1.811

Sig. .155
a

a. Predictors: (Constant), TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TP b. Dependent Variable: TOT_SK Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) TOT_BB TOT_KTK TOT_TP TOT_DP a. Dependent Variable: TOT_SK B 13.043 .028 .126 .234 .227 Std. Error 4.076 .190 .148 .189 .189 .027 .145 .261 .240
a

Standardized Coefficients Beta t 3.200 .149 .849 1.236 1.200 Sig. .003 .882 .403 .227 .240

 

MMRA VARIABEL 3
REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN /DEPENDENT TOT_SF /METHOD=ENTER TOT_BB TOT_KTK TOT_TP TOT_DP.

Regression
Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TPa Variables Removed Method

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: TOT_SF Model Summary Model 1 R .535a R Square .286 Adjusted R Square .185 Std. Error of the Estimate 2.85352

a. Predictors: (Constant), TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TP ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 91.522 227.993 319.515 df 4 28 32
b

Mean Square 22.881 8.143

F 2.810

Sig. .044
a

a. Predictors: (Constant), TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TP b. Dependent Variable: TOT_SF Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) TOT_BB TOT_KTK TOT_TP TOT_DP a. Dependent Variable: TOT_SF B 5.760 .231 .136 .170 .282 Std. Error 3.967 .185 .144 .184 .184 .218 .151 .185 .291
a

Standardized Coefficients Beta t 1.452 1.251 .939 .924 1.536 Sig. .158 .221 .356 .364 .136

 

MMRA VARIABEL 4
REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN /DEPENDENT TOT_SP /METHOD=ENTER TOT_BB TOT_KTK TOT_TP TOT_DP.

Regression
Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TPa Variables Removed Method

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: TOT_SP Model Summary Model 1 R .645a R Square .416 Adjusted R Square .332 Std. Error of the Estimate 2.84683

a. Predictors: (Constant), TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TP

ANOVAb Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 161.317 226.925 388.242 df 4 28 32 Mean Square 40.329 8.104 F 4.976 Sig. .004
a

a. Predictors: (Constant), TOT_DP, TOT_KTK, TOT_BB, TOT_TP b. Dependent Variable: TOT_SP Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) TOT_BB TOT_KTK TOT_TP TOT_DP a. Dependent Variable: TOT_SP B 6.429 .104 .134 .504 .186 Std. Error 3.958 .185 .144 .184 .183 .089 .136 .497 .174 Standardized Coefficients Beta t 1.624 .564 .931 2.742 1.014 Sig. .116 .577 .360 .011 .319

MRA MODEL 1
REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN /DEPENDENT TOT_KOP /METHOD=ENTER TOT_SBR TOT_SK TOT_SF TOT_SP.

Regression
Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered TOT_SP, TOT_SF, TOT_SBR, TOT_SKa Variables Removed Method

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: TOT_KOP Model Summary Model 1 R .745a R Square .555 Adjusted R Square .491 Std. Error of the Estimate 1.67765

a. Predictors: (Constant), TOT_SP, TOT_SF, TOT_SBR, TOT_SK ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 98.163 78.806 176.970 df 4 28 32
b

Mean Square 24.541 2.815

F 8.719

Sig. .000
a

a. Predictors: (Constant), TOT_SP, TOT_SF, TOT_SBR, TOT_SK b. Dependent Variable: TOT_KOP Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) TOT_SBR TOT_SK TOT_SF TOT_SP a. Dependent Variable: TOT_KOP B 9.657 .037 -.012 .135 .449 Std. Error 2.782 .087 .104 .097 .097 .056 -.015 .181 .666
a

Standardized Coefficients Beta t 3.471 .426 -.112 1.391 4.634 Sig. .002 .674 .911 .175 .000

MRA MODEL 2
REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN /DEPENDENT TOT_KOP /METHOD=ENTER TOT_SBR TOT_SK TOT_SF TOT_SP TOT_AT.

Regression
Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered TOT_AT, TOT_SF, TOT_SK, TOT_SBR, TOT_SPa Variables Removed Method

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: TOT_KOP Model Summary Model 1 R .747a R Square .557 Adjusted R Square .476 Std. Error of the Estimate 1.70306

a. Predictors: (Constant), TOT_AT, TOT_SF, TOT_SK, TOT_SBR, TOT_SP ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 98.659 78.311 176.970 df 5 27 32
b

Mean Square 19.732 2.900

F 6.803

Sig. .000
a

a. Predictors: (Constant), TOT_AT, TOT_SF, TOT_SK, TOT_SBR, TOT_SP b. Dependent Variable: TOT_KOP Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) TOT_SBR TOT_SK TOT_SF TOT_SP TOT_AT a. Dependent Variable: TOT_KOP B 9.578 .034 -.009 .134 .423 .045 Std. Error 2.831 .089 .106 .098 .117 .108 .052 -.012 .180 .627 .066
a

Standardized Coefficients Beta t 3.384 .385 -.089 1.357 3.610 .413 Sig. .002 .703 .930 .186 .001 .683

MRA MODEL 3
REGRESSION /MISSING LISTWISE /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10) /NOORIGIN /DEPENDENT TOT_KOP /METHOD=ENTER TOT_SBR TOT_SK TOT_SF TOT_SP TOT_AT M.SBR_AT M.SK_AT M.SF _AT M.SP_AT.

Regression
Variables Entered/Removedb Model 1 Variables Entered M.SP_AT, TOT_SF, TOT_SK, TOT_SBR, TOT_SP, M.SBR_AT, M.SF_AT, TOT_AT, a M.SK_AT Variables Removed Method

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: TOT_KOP Model Summary Model 1 R .798a R Square .636 Adjusted R Square .494 Std. Error of the Estimate 1.67249

a. Predictors: (Constant), M.SP_AT, TOT_SF, TOT_SK, TOT_SBR, TOT_SP, M.SBR_AT, M.SF_AT, TOT_AT, M.SK_AT ANOVA Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares 112.633 64.336 176.970 df 9 23 32
b

Mean Square 12.515 2.797

F 4.474

Sig. .002a

a. Predictors: (Constant), M.SP_AT, TOT_SF, TOT_SK, TOT_SBR, TOT_SP, M.SBR_AT, M.SF_AT, TOT_AT, M.SK_AT b. Dependent Variable: TOT_KOP

Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) TOT_SBR TOT_SK TOT_SF TOT_SP TOT_AT M.SBR_AT M.SK_AT M.SF_AT M.SP_AT a. Dependent Variable: TOT_KOP B 20.486 -.429 .054 -.575 .918 -.627 .039 -.002 .048 -.045 Std. Error

a

Standardized Coefficients Beta t 1.083 -.653 .071 -.773 1.359 -.933 1.423 -.084 1.881 -1.959 -1.038 .075 -.947 2.509 -.483 1.233 -.039 1.250 -1.355 Sig. .290 .310 .941 .353 .020 .634 .230 .969 .224 .189

18.917 .414 .721 .607 .366 1.299 .032 .052 .038 .033

 

LAMPIRAN 5 Surat penelitian
                   

94 
 

95 
 

 

   

96 
 

 

   

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->