Anda di halaman 1dari 12

KECENDRUNGAN KEMBALI KE ALAM (back to nature) MEMBAWA PENINGKATAN PADA PENGOBATAN TRADISIONAL

1. Keadaan Terapi Pengobatan di Indonesia Kesehatan merupakan barang yang mahal harganya. Orang orang rela mengeluarkan biaya yang mahal untuk mendapatkannya. Untuk

mendapatkannya bisa dengan menjaga pola makan ataupun berolah raga. Hal tersebut adalah termasuk tindakan pencegahan dan perawatan agar badan tetap sehat dan bugar. Tetapi tubuh pun kadang sesekali menjadi sakit dan untuk itu dibutuhkan perawatan dan pengobatan. Hal yang umum dilakukan untuk pengobatan ketika sakit adalah pergi ke dokter atau ke tempat pelayanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit. Di Indonesia ada banyak metoda pengobatan salah satunya pengobatan tradisional. Sekalipun pelayanan kesehatan modern telah berkembang di Indonesia, namun jumlah masyarakat yang memanfaatkan pengobatan

tradisional tetap tinggi. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional, 2001 ditemukan sekitar 57,7% penduduk Indonesia melakukan pengobatan sendiri, sekitar 31,7% menggunakan obat tradisional serta sekitar 9,8% menggunakan cara pengobatan. Adapun yang dimaksud dengan pengobatan tradisional disini adalah cara pengobatan atau perawatan yang diselenggarakan dengan cara lain diluar ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan yang lazim dikenal, mengacu kepada pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh secara turun temurun, atau berguru melalui pendidikan, baik asli maupun yang berasal

dari luar Indonesia, dan diterapkan sesuai norma yang berlaku dalam masyarakat (UU No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan). Jika di telusuri lebih dalam, maka kehadiran pengobatan modern pun berawal dari pengobatan tradisional. Dengan penilitian dan pengujian menjadikan pengobatan modern menjadi lebih terstandar. Ada banyak faktor yang menyebabkan masyarakat Indonesia masih tinggi tingkat dalam penggunaannya pengobatan tradisional. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: a. Pengobatan tradisional merupakan bagian dari sosial budaya masyarakat. b. Tingkat pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan latar belakang budaya masyarakat menguntungkan pengobatan tradisional. c. Terbatasnya akses dan keterjangkauan pelayanan kesehatan modern. d. Keterbatasan dan kegagalan pengobatan modern dalam mengatasi

beberapa penyakit tertentu. e. Meningkatnya minat masyarakat terhadap pemanfaatan bahan-bahan (obat) yang berasal dari alam (back to nature). f. Meningkatnya minat profesi kesehatan mempelajari pengobatan tradisional. g. Meningkatnya modernisasi pengobatan tradisional. h. Meningkatnya publikasi dan promosi pengobatan tradisional. i. j. Meningkatnya globalisasi pelayanan kesehatan tradisional. Meningkatnya minat mendirikan sarana dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional.

Jika dilihat dari faktor faktor diatas, maka tidak dapat dipungkiri tentu saja diiringi dengan peningkatan binis yang berhubungan dengan pengobatan tradisional. Tentu saja hal ini membawa banyak dampak posistif, seperti

peningkatan ekonomi, peningkatan pelayanan kesehatan yang terjangkau, terjadinya peningkatan dan kebutuhan manusia untuk kembali kepada alam atau back to nature. Pengobatan alternatif atau tradisional adalah cara pengobatan atau perawatan yang diselenggarakan dengan cara lain di luar ilmu kedokteran dan atau ilmu keperawatan yang lazim dikenal, mengacu kepada pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh secara turun-temurun atau berguru melalui pendidikan, baik asli maupun dari luar Indonesia. Pengobatan alternatif atau tradisional bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obat tradisional, yaitu bahan atau ramuan bahan yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Pengobatan tradisional merupakan bentuk pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern (pelayanan kedoteran standar) dan digunakan sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut. Berbagai istilah telah digunakan untuk cara pengobatan yang berkembang di tengah masyarakat. WHO (1974) menyebut sebagai traditional medicine atau pengobatan tradisional. Para ilmuwan lebih menyukai traditional healing. Adapula yang menyebutkan alternatif medicine. Ada juga yang menyebutkan dengan folk medicine, ethno medicine, indigenous medicine (Agoes, 1992;59). Di Indonesia pengobatan alternatif atau tradisional lebih dikenal dengan sebuatan pengobatan dukun. Untuk memudahkan penyebutan maka dalam hal ini lebih baik digunakan istilah pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional, karena dengan istilah ini apat

ditarik garis tegas perbedaan antara pengobatan modern dengan pengobatan di luarnya dan juga dapat merangkum sistem-sistem pengobatan oriental (timur) seperti pengobatan tradisional atau sistem penyembuhan yang berakar dari budaya turun temurun yang khas satu etnis (etno medicine). Pengobatan alternatif sendiri mencakup seluruh pengobatan tradisional dan pengobatan alternatif adalah pengobatan tradisional yang telah diakui oleh pemerintah. Pengobatan yang banyak dijumpai adalah pengobatan alternatif yang berlatar belakang akar budaya tradisi suku bangsa maupun agama. Pengobat (curer) ataupun penyembuh (healer) dari jasa pengobatan maupun penyembuhan tersebut sering disebut tabib atau dukun. Pengobatan maupun diagnosa yang dilakukan tabib atau dukun tersebut selalu identik dengan campur tangan kekuatan gaib ataupun yang memadukan antara kekuata rasio dan batin. Salah satu ciri pengobatan alternatif adalah penggunaan doa ataupun bacaan-bacaan. Doa atau bacaan dapat menjadi unsure penyembuh utama ketika dijadikan terapi tunggal dalam penyembuhan.Selain doa ada juga ciri yang lain yaitu adanya pantanganpantangan. Pantangan berarti suatu aturan-aturan yang harus dijalankan oleh pasien. Pantangan-pantangan tersebut harus dipatuhi demi kelancaran proses

pengobatan, agar penyembuhan dapat selesai dengan cepat. Dimana pantanganpantangan tersebut sesuai dengan penyakit yang diderita pasien. Seperti misalnya penyakit patah tulang maupun terkilir, biasanya dilarang unutk mengkonsumsi minum es dan kacang-kacangan. Makanan-makanan tersebut menurutnya dapat mengganggu aliran syaraf-syaraf yang akan disembuhkan.

2. Pengelompokan Terapi Pengobatan Tradisional Sistem medis tradisional merupakan metode pengobatan yang menggunakan pendekatan diluar medis, yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern. Dalam pengobatan tradisional, segala metode

dimungkinkan, dari penggunaan obat-obat tradiosional seperti jamu-jamuan, rempah, yang sudah dikenal seperti jahe, kunyit dan sebagainya. Pendekatan lain seperti menggunakan energi tertentu yang mampu mempercepat proses penyembuhan. Pada mulanya kalangan kedokteran bersikap sangat sinis dan menganggap pengobatan tradisional tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak didukung riset medis yang memadai. Tetapi semakin banyaknya fakta-fakta keberhasilan membuat mereka tergoda untuk melakukan riset. Dan pada akhirnya semakin lama semakin banyak teknik pengobatan tradisional yang diakui, bahkan digunakan para dokter sebagai terapi komplementer untuk mendapatkan tingkat kesembuhan yang lebih baik. Pengelompokan pengobatan tradisional dibagi menjadi 4 (empat) jenis yaitu : a. Pengobatan tradisional dengan ramuan obat, yaitu pengobatan tradisional dengan menggunakan ramuan asli Indonesia, pengobatan tradisional dengan ramuan obat Cina, pengobatan dengan ramuan obat India. b. Pengobatan tradisional spiritual/kebatinan, yaitu pengobatan yang dilakukan atas dasar kepercayaan agama, dan dengan dasar getaran magnetis yaitu orang itu bisa memakai pengaruh dari luar dunia manusia untuk membantu orang sakit. c. Pengobatan tradisional dengan memakai peralatan/perangsangan yaitu seperti akupuntur, pengobatan atas dasar ilmu pengobatan tradisional Cina yang menggunakan penusukan jarum dan penghangatan moxa (daun

arthamesia vulgaris yang dikeringkan) termasuk juga pengobatan urut pijat, pengobatan patah tulang, pengobatan patah tulang, pengobatan dengan peralatan (tajam/keras), dan benda tumpul. d. Pengobatan tradisional yang telah mendapatkan pengarahan dan

pengaturan pemerintah yaitu, seperti dukun beranak, tukang gigi tradisional.

Jumlah dan ragam pengobat tradisional (battra) yang tercatat di Indonesia sangat banyak. Data Departemen Kesehatan RI tahun 1997 mencatat jumlah pengobat tradisional sebanyak 280.000, yang dibedakan atas 4 katagori dan 30 jenis keahlian atau spesialisasi. Adapun keempat kategori pengobat tradisional yang ditemukan di Indonesia, yakni yang menunjuk pada metoda pengobatan utama yang dipergunakan pada waktu menyelenggarakan praktik pengobatan tradisional, masing-masing adalah pertama, pengobatan tradisional

keterampilan, kedua, pengobatan tradisional ramuan obat, ketiga, pengobatan tradisional tenaga dalam serta keempat, pengobatan tradisional supra natural atau ajaran agama. Sedangkan keahlian atau spesiliasi pengobat tradisional yang ditemukan di Indonesia, jika dirinci menurut kategori serta asal pengobatan tradisional tersebut, secara sederhana sebagai berikut:

Tabel 1 Pengobatan Tradisional Ramuan Obat Asli Pengobatan tradisional Asing Homoeopati dengan Aroma terapis Spa Terapis

ramuan Indonesia

Pengobatan Tradisional Ramuan Obat Asli Tabib Sinshe dengan Tabib Sinshe Asing

ramuan Indonesia dengan

ramuan Indonesia

Tabel 2 Pengobatan Tradisional Keterampilan Asli Asing Pijat spesifik daerah / Pijat Refleksi etnik: jawa, madura, Akupresuris bali, dayak dan Piat Shiatsu / Tuina Pijat Qigong Pijat Ala Thai Touch for Health Akupunkturis Kiropraktor Alexander Teknik Osteopatis Hidroterapist Spa terapis

sebagainya. Pijat tuna netra Patah tulang Sunat Dukun bayi Tukang gigi

Tabel 3 Pengobatan Tradisional Tenaga Dalam Asli Satria Nusantara Kalimasada Merpati Putih Nampon Trirasa Sinar Putih Prana Sakti Asing Meditasi prana Pranic healing Yoga (India) Reiky Master (Tibet / Jepang) Touch Healing

Tabel 4 Pengobatan Tradisional Ramuan Obat Asli Parewangan Petungan Primbon Mahkluk Halus Kebatinan Jampi Doa Asing Ayat / smbol agama Islam Ayat / smbol agama Katolik Ayat / smbol agama Budha Ayat / smbol agama Hindu

3. Perbandingan dan Keuntungan Pengobatan Tradisional Penggunaan obat tradisional telah diketahui banyak masyarakat luas di Indonesia. Dan penggunaannya pun untuk beragam keperluan pengobatan penyakit. Banyak keuntungan dan manfaat yang diambil dari pengobatan tradisional ini. Berikut ini adalah perbandingan penggunaan pengobatan tradisional dan pengobatan modern berbasis kimiawi. Obat Tradisional Harganya terjangkau / relatif murah Obat Kimia Harga relatif lebih mahal karena faktor impor Efek samping kecil atau bahkan tidak Efek samping pengobatan cenderung menimbulkan efek samping jika lebih sering terjadi

digunakan dan diramu oleh herbalis profesional Reaksi lambat Reaksi cepat

Memperbaiki keseluruhan sistem tubuh Hanya memperbaiki beberapa sistem tubuh Efektif untuk penyakit kronis yang sulit Relatif kurang efektif untuk penyakit diatasi dengan obat kimia Terapi sampingan: diet kronis terhadap Terpi sampingan: diet terhadap

Obat Tradisional makanan tertentu makanan

Obat Kimia tertentu dan perlakuan

tertentu pada tubuh seperti bedah atau operasi dan manajemen stress. Diarahkan pada sumber penyaki dan Lebih diarahkan untuk menghilangkan perbaikan fungsi serta oragan oragan gejala gejala penyakit saja. yang rusak atau sakit. Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki Bersifat organ, jaringan atau sel sel yang rusak. Bersifat kuratif artinya benar benar Bersifat paliatif artinya penyebuhan menyebuhkan karena pengobatannya bersifat spekulatif, bila tepat penyakit pada sumber penyebab penyakit akan sembuh, bila tidak endapan obat akan menjadi racun yang berbahaya. Lebih diutamakan untuk mencegah Lebih diutamakan untuk penyakit yang penyakit, pemulihan penyakit bersifat akut (butuh pertolongan sympthomatis yang hanya

organ dan membangun kembali organ untuk mengurangi penderitaan saja.

penyakit komplikasi menahun serta segera) seperti asma akut, diare akut, jenis penyakit yang memerlukan patah tulang, infeksi akut dan lain lain.

pengobatan lama.

Penggunaannya yang meluas menyebabkan banyak para ahli tertarik untuk meneliti dan meninjau lebih jauh agar dapat diketahui bagaimana khasiat dari pengobatan tradisional tersebut. Bahkan beberapa Industri jamu telah membuat ramuan herbal yang telah terstandarisasi dan dikemas secara modern. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat masih sangat menerima produk tradisional dan mempercayai khasiatnya. Pertumbuhan secara ekonomi juga terlihat sangat pesat sesuai dengan keterangan sebelumnya. Faktor ekonomi juga menjadi isu penting dalam terjadinya peningkatan tiap tahun penggunaan atau pemanfaatan masyarakat luas terhadap pengobatan tradisional. Hal ini dikarenakan hak untuk

hidup sehat adalah hak setiap masyarakat sementara disisi lain pelayanan medis modern masih belum mampu untuk menyentuh pada lini lapisan masyarkat bawah. Dan tak bisa dipungkiri lagi bahwa pengobatan tradisional menjadi opsi yang sangat di pertimbangkan sebagai salah satu jala pelayanan kesehatan masyarakat.

4. Hubungannya dengan Perbaikan Lingkungan Isu lingkungan yang menganjurkan kita untuk kembali ke alam tidak hanya sebatas dalam penggunaan sumber daya alam saja. Tetapi juga untuk semua aspek. Kita semua memahami bahwa kerusakan yang terjadi adalah karena kita selalu mengabaikan faktor lingkungan atau alam dalam memanfaatkan semua hasil alam. Sehingga terjadi berbagai macam kerusakan baik itu fisik maupun kerusakan hayati. Isu untuk kembali ke alam (back to nature) telah memberikan kesempatan bagi lingkungan untuk mengalami self purification hal ini disebabkan oleh berkurangnya limbah penggunaan bahan kimia dalam pemrosesan bahan bahan obat yang berbasis kimia. Penggunaan pengobatan tradisional yang berbasis lingkungan juga memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang baik bagi masyarakat itu sendiri.

5. Modernisasi Pengobatan Tradisional Dari berbagai kategori pengobat dan pengobatan tradisional yang dikenal di Indonesia, tampak pengobatan tradisional yang mempergunakan ramuan obat mengalami perkembangan yang cukup pesat. Mudah dipahami karena alam Indonesia kaya dengan pelbagai tamanan yang dinilai mempunyai khasiat

pengobatan, dan karena itu dipergunakan sebagai bagian dalam racikan ramuan obat. Dari data yang ada diperkirakan di Indonesia ditemukan sekitar 30.000 jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat. Sekitar 940 jenis tanaman obat telah diketahui khasiatnya, dan sekitar 180 jenis tanaman obat telah digunakan oleh industri obat. Tercatat jumlah perusahaan industri obat yang memproduksi obat tradisional di Indonesia sebanyak 1012 industri, terdiri dari 105 merupakan industri besar, sedangkan sisanya sebanyak 907 merupakan industri menengah atau kecil. Sedangkan jumlah obat tradisional (jamu) yang telah diproduksi di Indonesia ditemukan sebanyak 9.737 merek, terdiri dari 8.698 merek jamu merupakan produksi dalam negeri, serta 1.039 merek jamu merupakan produksi luar negeri (import). Nilai penjualan obat tradisional ternyata juga cukup menjanjikan. Pada tingkat global, nilai penjualan obat modern sekitar US $ 310 M, sedangkan nilai penjualan obat tradisional sebesar US $ 50 M. Keadaan yang sama juga ditemukan di Indonesia. Nilai penjualan obat modern sebesar Rp 17 trilyun, sedangkan nilai penjualan obat tradisional sebesar Rp. 2 trilyun. Peningkatan penjualanan juga cukup menggembirakan. Sementara peningkatan penjualanan obat modern hanya 12% per tahun, peningkatan penjualanan obat tradisional sebesar 20% per tahun, dengan market share pada tahun 2002 untuk obat modern sebesar 89,5% berbanding dengan 10,5% untuk obat tradisional. Dan pada tahun 2010, market share penjualanan obat tradisional meningkat menjadi sekitar 16% berbanding dengan 84% untuk obat modern. Peningkatan ini dikarenakan modernisasi yang terus dilakukan pada pengobatan tradisional. Kini obat obat seperti obat herbal dikemas dengan baik dengan alat alat yang canggih dan dengan dosis yang telah terstandarisasi. Penilitian

lanjutan juga terus dilakukan sehingga kualitas dan mutu obat obat tradisional terus terjamin. Hal inilah yang semakin terus meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan metode pengobatan tradisional. Juga faktor terpenting adalah faktor ekonomi, mengingat pengobatan tradisional relatif murah dan terjangkau oleh masyarakat awam dibandingkan dengan pengobatan modern yang relartif lebih mahal.

6. Kesimpulan Terapi pengobatan tradisional Indonesia telah mempunyai tempat tersendiri di masyarakat. Sebagai metode pengobatan alternatif yang terjangkau bagi masyarakat sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat masih tetap dapat dilakukan. Tidak hanya itu saja, pengobatan tradisional ini menjadi bisnis yang juga cukup menggiurkan terbukti banyak perusahaan besar yang tekun menggeluti usaha bidang herbal dan pengobatan tradisional. Ramuan ramuan tradisional yang dikemas secara modern dan dapat didapatkan secara mudah di toko toko. Share produk untuk produk pengobatan tradisional pun semakin tahun semakin meningkat. Dan bertahap pengobatan tradisional mulai masuk ke dalam bisnis pengobatan modern. Beberapa klinik modern bahkan ikut menawarkan pengobatan tradisional seperti terapi pijat dan juga herbal di klinik klinik modern atau ada juga yang mengkhususkan terapi tradisional dan herbal saja. Penelitian juga terus dilakukan untuk mengetahui khasiat dan kadar masing masing ramuan sehingga dapat diformulasikan khusus dan dapat diproduksi secara massal.