Anda di halaman 1dari 392

LATIHAN MATERI PILIHAN GANDA UJIAN PROFESI ADVOKAT

HUKUM ACARA PIDANA

1. Salah satu hak terdakwa dalam hukum acara pidana adalah mengajukan eksepsi, yang diajukan terhadap …

A. Surat dakwaan jaksa kabur

B. Surat tuntutan Jaksa

C. Berita Acara Pemeriksaan di Kepolisian

D. Replik Jaksa

PEMBAHASAN : A PASAL 156 AYAT (1) KUHAP : Dalam hal Terdakwa atau penasihat hukum mengajukan keberatan bahwa pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya atau dakwaan tidak dapat diterima atau surat dakwaan harus dibatalkan, maka setelah diberi

1

kesempatan kepada penuntut umum untuk menyatakan keberatan tersebut untuk selanjutnya mengambil keputusan.

2. Permohonan kasasi demi kepentingan hukum disampaikan oleh

A. Jaksa Penuntut Umum

B. Majelis Hakim

C. Jaksa Agung

D. Terdakwa

PEMBAHASAN : C PASAL 259 AYAT (1) KUHAP : Demi kepentingan hukum terhadap semua putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dari pengadilan lain selain daripada Mahkamah Agung, dapat

diajukan satu kali permohonanan kasasi oleh Jaksa

Agung.

2

3. Penasihat Hukum berhak menghubungi tersangka

sejak saat ditangkap atau ditahan. Dalam Pasal berapa hal ini diatur KUHAP …

A. Pasal 20 KUHAP

B. Pasal 69 KUHAP

C. Pasal 197 KUHAP

D. Pasal 244 KUHAP

PEMBAHASAN : B PASAL 69 KUHAP : Penasihat hukum berhak menghubungi tersangka Sejak saat ditangkap atau ditahan pada semua tingkat pemeriksaan menurut tatacara yang ditentukan dalam undang-undang ini.

4. Surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut

Umum harus memenuhi dua syarat yaitu syarat formil dan materiil. Apabila syarat formil tidak

3

terpenuhi maka surat dakwaan tersebut …

A. Batal demi hukum

B. Dapat dibatalkan

C. Batal saja

D. Harus diperbaiki oleh Penuntut Umum

PEMBAHASAN : B SYARAT FORMIL 143 AYAT (2) HURUF A KUHAP :

Penuntut Umum membuat surat dakwaan yang diberi tanggal dan ditandatangani serta berisi : nama lengkap, tempat lahir, umur atau tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan, tempat tinggal, agama dan pekerjaan tersangka.

5. Surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum berisi/memuat …

A. Tempat tindak pidana dilakukan

4

B. Waktu tindak pidana dilakukan

C. Unsur-unsur tindak pidana yang dilakukan

D. Jawaban A, B dan C benar

PEMBAHASAN : D PASAL 143 AYAT (2) huruf B KUHAP : Uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan (unsur-unsur tindak pidana) dengan menyebutkan waktu dan tempat tindak pidana itu dilakukan.

6. Keterangan saksi adalah apa yang saksi nyatakan disidang pengadilan mengenai hal ……

A. Yang dilihat sendiri oleh Terdakwa

B. Yang dialami sendiri oleh Saksi

C. Yang didengar sendiri oleh Terdakwa

D. Yang diketahui sendiri oleh Penyidik

5

PEMBAHASAN : B PASAL 1 ANGKA 27 KUHAP : Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari pengetahuannya itu.

7. Undang-undang yang mengatur Hukum Acara Pidana adalah …

A. UU No. 18 Tahun 1981

B. UU No. 15 Tahun 1991

C. UU No. 8 Tahun 1981

D. UU No. 5 Tahun 1985

PEMBAHASAN : C Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Undang-undang Hukum Acara Pidana, diundangkan

6

dan ditetapkan di Jakarta, tanggal 31 Desember 1981, Tambahan Lembaran Negara RI No. 3209.

8. Yang dapat dijadikan alasan penangguhan

penahanan, kecuali ……

A. Tidak akan menghilangkan barang bukti

B. Tidak akan melarikan diri

C. Tidak akan mengulangi lagi tindak pidana

D. Atas permintaan keluarga Terdakwa

PEMBAHASAN: D

9. KUHAP menetapkan beberapa jenis penahanan,

kecuali ……

A. Penahanan rumah tahanan negara

B. Penahanan penjara

C. Penahanan kota

7

D.

Penahanan rumah

PEMBAHASAN : B PASAL 22 AYAT (1) KUHAP : Jenis penahanan dapat berupa : Penahanan rumah tahanan negara ; Penahanan Rumah dan Penahanan Kota.

10. Penyidik dapat menahan Tersangka tanpa perpanjangan paling lama ……

A. 20 hari

B. 30 hari

C. 60 hari

D. 90 hari

PEMBAHASAN : A Pasal 24 ayat (1) KUHAP : Perintah penahanan yang diberikan oleh penyidik, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20, hanya berlaku paling lama dua

8

puluh hari.

11. Berapa lama waktu diperlukan bagi penyidik,

untuk menentukan sikap apakah seorang Tersangka yang ditangkap, akan diteruskan dengan penahanan

atau tidak ……

A. 2 hari

B. 1 hari

C. 1 minggu

D. 2 minggu

PEMBAHASAN : B PASAL 19 AYAT (1) KUHAP : Penangkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, dapat dilakukan untuk paling lama satu hari.

12. Peran Penasehat Hukum, mendampingi

Tersangka pada pemeriksaan Penyidikan adalah …

9

A. Ikut menentukan jalannya pemeriksaan

B. Bekerjasama dengan Penyidik

C. Melihat dan mendengar jalannya pemeriksaan

D. Memberikan jawaban kepada Penyidik

PEMBAHASAN : C PASAL 115 AYAT (1) KUHAP : Dalam hal penyidik sedang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, penasihat hukum dapat mengikuti jalannya pemeriksaan dengan cara melihat serta mendengar

pemeriksaan.

13. Penyidik telah selesai menyidik suatu perkara, selanjutnya berkas perkara diserahkan kepada …

A. Pengadilan Negeri

B. Tersangka

C. Kejaksaan/Penuntut Umum

10

D.

Menunggu keputusan pengadilan

PEMBAHASAN : C PASAL 110 AYAT (1) KUHAP : Dalam hal penyidik telah selesai melakukan penyidikan, penyidik wajib segera menyerahkan berkas perkara itu lepada penuntut umum.m

14. Berkas perkara yang dipelajari/diteliti oleh Penuntut Umum (PU), ternyata belum lengkap. Untuk itu tindakan Penuntut Umum ……

A. Melimpahkan berkas perkara tersebut ke

Pengadilan Negeri untuk disidangkan

B. Membuat surat dakwaan

C. Mengembalikan berkas perkara kepada Penyidik,

disertai petunjuk

D. Menyidangkan perkara tersebut ke Pengadilan

Negeri

11

PEMBAHASAN : C PASAL 110 AYAT (2) KUHAP : Dalam hal penuntut umum berpendapat bahwa hasil penyidikan tersebut ternyata masih kurang lengkap, penuntut umum segera mengembalikan berkas perkara itu kepada penyidik disertai petunjuk untuk dilengkapi.

15. Dalam hal penyidikan sudah dianggap selesai penyidik menyerahkan …

A. Tersangka

B. Tanggung jawab tersangka dan barang bukti

kepada Kejaksaan/Penuntut Umum

C. Barang bukti

D. Menunggu keputusan Jaksa Penuntut Umum

PEMBAHASAN : B PASAL 110 AYAT (1) KUHAP : Dalam hal penyidik

12

telah selesai melakukan penyidikan, penyidik wajib segera menyerahkan berkas perkara itu lepada penuntut umum.

16. Berapa lama proses pemeriksaan pra peradilan,

sampai dengan dijatuhkan putusan oleh Hakim …

A. 3 hari

B. 7 hari

C. 1 minggu

D. 10 hari

PEMBAHASAN : B PASAL 82 AYAT (1) Huruf c : Pemeriksaan tersebut dilakukan secara cepat dan selambat-lambatnya tujuh hari hakim harus sudah menjatuhkan

putusannya.

17. Sebagai Pengganti visum et repertum dalam

13

kasus pidana, Majelis Hakim dapat juga mendengarkan keterangan yang diperoleh dari …

A. Saksi a de charge

B. Saksi mahkota

C. Bukti-bukti tertulis yang dimiliki korban

D. Saksi Ahli

PEMBAHASAN : D PASAL 179 AYAT (1) KUHAP : Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan.

18. Permohonan kasasi harus dinyatakan tidak dapat diterima, apabila …

A. Diajukan lewat waktu 14 hari setelah putusan

diterima

14

B. Tidak diajukan memori/risalah kasasi

C. Dikirim langsung tanpa melalui Pengadilan

tingkat pertama

D. Semua pernyataan (a,b dan c) benar

PEMBAHASAN: D

19. Menurut KUHAP, proses persidangan setelah pembacaan dakwaan oleh Penuntut Umum adalah

A.

Pledoii

B.

Tuntutan

C.

Eksepsi

D.

Pemeriksaan Terdakwa

PEMBAHASAN: C

20. Dalam hal seorang Terdakwa terbukti bersalah telah melakukan perbuatan pidana, tetapi Terdakwa

15

tidak mempunyai kemampuan untuk bertanggungjawab (idiot, sakit jiwa) maka putusan/vonis yang sesuai adalah …

A. Pembelaan

B. Pelepasan

C. Kurungan

D. Denda

PEMBAHASAN: B

21. Pemberitahuan yang disampaikan oleh seorang karena hak dan kewajiban berdasarkan undang- undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana disebut

A. Laporan

B. Kesaksian

16

C.

Pengaduan

D. Pengakuan

PEMBAHASAN : A PASAL 1 ANGKA 24 KUHAP : Pemberitahuan yang disampaikan oleh seorang karena hak dan kewajiban berdasarkan undang-undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana.

22. Umumnya penangkapan harus disertai dengan surat perintah penangkapan, Namun penangkapan dapat dilakukan tanpa surat perintah, yaitu dalam hal : …

A. Terdapat bukti permulaan yang cukup

B. Jika tersangka tidak mau bekerja sama dengan

penyidik

C. Tersangka tertangkap tangan

17

D.

Terdapat upaya tersangka untuk menghilangkan

barang bukti

PEMBAHASAN : C PASAL 18 AYAT (2) KUHAP : Dalam hal tertangkap tangan penangkapan dilakukan tanpa surat perintah, dengan ketentuan bahwa penangkap harus segera menyerahkan tertangkap beserta barang bukti yang ada kepada penyidik atau penyidik pembantu yang

terdekat.

23. Di bawah ini terdapat beberapa alasan dilakukannya penahanan terhadap tersangka atau terdakwa, kecuali : …

A. Tersangka atau terdakwa diduga akan melarikan

diri

B. Tersangka atau terdakwa dikhawatirkan akan

menghilangkan barang bukti

18

C.

Tersangka atau terdakwa melakukan tindak

pidana yang diancam dengan pidana penjara kurang

dari lima tahun

D. Tersangka atau terdakwa diduga akan

mengulangi tindak pidana

PEMBAHASAN : C PASAL 21 AYAT (1) KUHAP : Perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

24. Jaksa Penuntut Umum dapat mengajukan saksi yang memberatkan, saksi ini disebut sebagai saksi

19

……

A. Saksi a Charge

B. Saksi a De Charge

C. Saksi Testimoniumde auditu

D. Saksi Mahkota

PEMBAHASAN: A

25. Yang dimaksud dengan istilah tertangkap tangan (opheerterdaad) menurut KUHAP adalah :

A. Tertangkapnya seseorang pada waktu sedang

melakukan kejahatan

B. Tertangkapnya seseorang beberapa saat sesudah

ia melakukan kejahatan C. Jawaban A dan B benar

D. Jawaban A dan B salah

20

PEMBAHASAN : C PASAL 1 ANGKA 19 KUHAP : Tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu.

26. Yang dimaksud dengan putusan lepas dari segala tuntutan hukum adalah

A. Berdasarkan hasil pemeriksaan di pengadilan hakim berpendapat bahwa kesalahan terdakwa atas perbuatan yg didakwakan kepadanya tdk terbukti

21

secara sah & meyakinkan.

B. Berdasarkan hasil pembuktian di pengadilan

hakim berpendapat bahwa perbuatan yg didakwakan kepada terdakwa terbukti secara sah & meyakinkan, namun perbuatan terdakwa tersebut

menurut hakim ternyata bukan termasuk sebagai perbuatan pidana

C. Jawaban a dan b benar

D. Jawaban a dan b salah

PEMBAHASAN : B PASAL 191 AYAT (2) KUHAP : Jika pengadilan berpendapat bahwa perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa terbukti, tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana, maka terdakwa diputus lepas dari segala tuntutan hukum.

HUKUM ACARA PERDATA

22

27. Gugatan pada dasarnya diajukan pada

Pengadilan Negeri ditempat tinggalnya Tergugat, gugatan terhadap benda tak bergerak diajukan pada

A.

Pengadilan Negeri tempat tinggal Penggugat

B.

Pengadilan Negeri tempat tinggal yang dipilih

C.

Pengadilan Negeri dimana benda bergerak itu

berada/terletak

D. Pengadilan Negeri yang berwenang

PEMBAHASAN : C PASAL 118 AYAT (3) HIR : Bilamana tempat diam dari Tergugat tidak dikenal, lagi pula tempat tinggal sebetulnya tidak diketahui, atau jika Tergugat tidak dikenal, maka surat gugatan itu dimasukkan kepada Ketua Pengadilan Negeri di tempat tinggal Penggugat atau salah seorang dari pada Penggugat,

23

atau jika surat gugat itu tentang tentang barang gelap, maka surat gugat itu dimasukkan kepada Ketua Pengadilan Negeri didaerah hukum siapa terletak barang itu. (FORUM REI SITAE)

28. Gugatan dinyatakan gugur apabila …

A. Para pihak tidak hadir

B. Tergugat tidak hadir

C. Penggugat tidak hadir

D. Penggugat dan Tergugat tidak hadir

PEMBAHASAN : C PASAL 124 HIR : Jika Penggugat tidak datang menghadap pengadilan negeri pada hari yang ditentukan itu, meskipun ia dipanggil dengan patut, atau tidak pula menyuruh orang lain menghadap mewakilinya, maka surat gugatnya dianggap gugur dan Penggugat dihukum biaya perkara ; akan tetapi

24

Penggugat berhak memasukkan gugatannya sekali lagi, sesudah membayar lebih dahulu biaya perkara yang tersebut tadi.

29. Gugatan diputus verstek apabila …

A. Penggugat tidak hadir

B. Para pihak tidak hadir

C. Tergugat tidak hadir

D. Pihak-pihak hadir

PEMBAHASAN : C PASAL 125 AYAT (1) HIR : Jika Tergugat tidak datang pada hari perkara itu akan diperiksa, atau tidak pula menyuruh orang lain menghadap mewakilinya, meskipun ia dipanggil dengan patut, maka gugatan itu diterima dengan tak hadir (verstek), kecuali kalau nyata kepada pengadilan negeri, bahwa pendakwaan itu melawan hak atau

25

tidak beralasan.

30. Campur tangan pihak ketiga dalam suatu perkara yang sedang berlangsung dan tidak memihak disebut

A. Intervensi

B. Voeging

C. Tussenkomst

D. Vridjwaring

PEMBAHASAN : C PASAL 279 282 RV (Reglement op de Burgelijke Rechtsvordering) dikenal dua macam Interventia, yaitu :

Menengahi (Tussenkomst) adalah dimana pihak yang berkepentingan sebagai pihak ketiga dalam perkara perdata yang sedang berlangsung dan membela kepentingannya sendiri dan oleh karena

26

itu melawan kepentingan kedua belah pihak yang sedang berperkara. Menyertai (Voeging) adalah suatu aksi hukum oleh pihak yang berkepentingan dengan jalan memasuki perkara perdata yang sedang berlangsung antara Penggugat dan Tergugat untuk bersama-sama Tergugat dalam menghadapi Penggugat.

31. Upaya hukum terhadap putusan verstek disebut

A.

Banding

B.

Kasasi

C. Verzet

D. Peninjauan Kembali

27

PEMBAHASAN : C PASAL 129 AYAT (1) HIR : Tergugat yang dihukum sedang ia tak hadir (verstek) dan tidak menerima putusan itu, dapat memajukan perlawanan (Verzet) atas keputusan itu.

32. Gugatan atas dasar adanya cacat tersembunyi

adalah

A. Actio in personam

B. Actio quanti minoris

C. Actio pauliana

D. Actio des aveu

PEMBAHASAN: B

33. Didalam pemeriksaan perkara perdata yang

dicari adalah kebenaran formil, yang artinya …

28

A. Kebenaran mutlak

B. Kebenaran relatif

C. Kebenaran yang didasarkan pada bukti-bukti

formil

D. Kebenaran semu

PEMBAHASAN: C

34. Eksepsi adalah bantahan …

A. Terhadap pokok perkara

B. Terhadap gugatan yang tidak menyangkut pokok

perkara

C. Bantahan terhadap putusan

D. Bantahan terhadap penetapan

PEMBAHASAN: B

35. Teori yang mengajarkan bahwa fundamentum

29

petendi harus pula menjelaskan/menyebutkan peristiwa konkret yang menjadi sebab timbulnya peristiwa hukum yang menjadi alasan gugatan adalah …

A. Substantierings theorie

B. Individualserings theorie

C. Subjectiefrechtelijke theorie

D. Objectiefrechtelijke theorie

PEMBAHASAN: A

36. Eksepsi terhadap kewenangan mengadili diajukan bersama-sama dalam …

A. Pokok perkara

B. Jawaban

C. Pembuktian

D. Gugatan

30

PEMBAHASAN: B

37. Gugatan akan ditolak oleh hakim jika gugatan

dalam keadaan …

A. Kabur

B. Kurang Pihak

C. Tidak berdasarkan hukum

D. Telah lewat waktu

PEMBAHASAN: C

38. Putusan insidentiil adalah …

A. Putusan akhir

B. Putusan yang mendahului putusan akhir

C. Putusan pokok perkara

D. Putusan deklatoir

31

PEMBAHASAN: B

39. Agenda acara pada hari sidang pertama dalam hukum acara perdata yang dihadiri oleh kedua belah pihak, yaitu

A. Hakim mewajibkan para pihak agar menempuh

mediasi

B. Hakim menjelaskan prosedur mediasi

C. Hakim menunda sidang untuk proses mediasi

D. Jawaban a, b dan c benar

PEMBAHASAN: D

40. Kapan gugatan rekonvensi itu harus diajukan …

A. Pada saat mengajukan jawaban

B. Sesudah mengajukan jawaban

32

C.

Sebelum putusan pokok perkara

D. Jawaban a, b dan c adalah benar

PEMBAHASAN: A

41.

KUHPerdata mengatur hubungan hukum antara

….

A.

Privat-privat

B.

Privat-publik

C.

Publik-publik

D.

Notaris-Jaksa

PEMBAHASAN: A

42.

Menurut hukum acara perdata, Tergugat adalah

A.

Orang atau badan hukum yang menurut hukum

33

diduga melakukan pelanggaran terhadap hak orang lain atau melakukan pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang

B. Orang atau badan hukum yang menurut hukum

diduga melakukan pelanggaran terhadap hak orang

lain saja

C. Orang atau badan hukum yang menururt hukum

diduga melakukan pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang saja

D. Semua Jawaban salah

PEMBAHASAN: A

43. Hukum acara perdata memberikan peluang untuk dicabutnya suatu gugatan, dengan syarat bahwa pencabutan tersebut dilakukan oleh …

A. Dilakukan oleh Penggugat secara sepihak, asalkan

Tergugat belum menyampaikan Jawaban

34

B. Dilakukan oleh Penggugat secara sepihak,

meskipun Tergugat telah menyampaikan Jawaban

C. Dilakukan oleh Penggugat atas persetujuan

Tergugat, meskipun Tergugat belum menyampaikan

Jawaban

D. Dapat dilakukan oleh Penggugat ataupun

Tergugat, meskipun perkara yang bersangkutan sedang dalam proses pemeriksaan

PEMBAHASAN : A Di dalam HIR atau Rbg tidak mengatur baik masalah perubahan gugatan dan pencabutan gugatan. Menurut ketentuan RV. Pencabutan gugatan yang telah diajukan di Pengadilan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Sebelum gugatan di periksa di persidangan, dalam kondisi seperti ini penggugat tidak perlu meminta ijin kepada tergugat karena tergugat belum mengetahui (Pasal 271 Rv).

35

2.

Sebelum tergugat memberikan jawaban. Hal ini

juga tidak perlu meminta ijin kepada tergugat.

3. Sesudah tergugat memberikan jawaban, dalam

keadaan ini kalau penggugat akan mencabut gugatannya, maka harus seijin daari tergugat.

Apabila tergugat menyetujui, penggugat dapat

mencabut gugatannya dan apabila tergugat tidak menyetujui maka gugatan akan terus dilanjutkan. Hal ini dikarenakan tergugat sudah merasa diserang

kepentinganya.

44. Eksepsi mengenai tidak berwenangnya Pengadilan Negeri untuk mengadili suatu perkara perdata berkaitan dengan wilayah pengadilan disebut …

A. Eksepsi kewenangan absolut

B. Eksepsi dilatoir

C. Eksepsi kompetensi relatif

36

D. Eksepsi peremptoir

PEMBAHASAN : C Kewenangan Relatif Adalah mengatur pembagian kekuasaan mengadili antar Pengadilan yang serupa, tergantung dari tempat tinggal tergugat. Pasal 118 HIR menyangkut kekuasaan relatif. Asas yang yang menyangkut wewenang ini adalah ”Actor Sequitur Forum Rei” terhadap asas Actor Sequitur Forum Rei terdapat beberapa pengecualian, misalnya yang terdapat dalam Pasal 118 HIR itu sendiri :

a. Gugatan diajukan pada Pengadilan Negeri

setempat kediaman tergugat, apabila tempat tinggal tergugat tidak diketahui.

b. Apabila tergugat terdiri dari dua orang atau lebih,

gugatan diajukan pada tempat tinggal salah satu tergugat, terserah pilihan dari penggugat, jadi

penggugat yang menentukan di mana ia akan mengajukan gugatannya.

37

c.

Akan tetapi dalam ad. 2 tadi, apabila pihak

tergugat ada dua orang, yaitu yang seorang misalnya

adalah berhutang dan yang lain penjaminnya, maka gugatan harus diajukan kepada Pengadilan Negeri pihak yang berhutang. Sehubungan dengan hal ini perlu dikemukakan, bahwa secara analogis dengan

ketentuan yang termuat dalam Pasal 118 ayat (2) bagian akhir ini, apabila tempat tinggal tergugat dan turut tergugat berbeda, gugatan harus diajukan di tempat tinggal tergugat. d. Apabila tempat tinggal dan tempat tergugat tidak dikenal, gugatan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri tempat tinggal penggugat atau salah satu dari penggugat

e. Dalam ad. 4 apabila gugatan adalah mengenai

barang tetap, dapat juga diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri di mana barang tetap itu terletak.

f. Apabila ada tempat tinggal yang dipilih dengan suatu akta gugatan diajukan kepada Ketua

38

Pengadilan Negeri tempat tinggal yang dipilih oleh akte tersebut.

45. Sita Revindicatoir (revindicatoir beslag) dapat dimintakan terhadap

A. Barang tidak bergerak milik pihak ketiga yang

dikuasai Tergugat

B. Barang tidak bergerak milik Penggugat yang

dikuasai oleh Tergugat

C. Barang bergerak milik Penggugat yang dikuasai

oleh Tergugat

D. Barang bergerak milik pihak ketiga yang dikuasai

Tergugat

PEMBAHASAN : C Pasal 226 HIR/260 RBg, Ketentuan Pasal 226 HIR tersebut dapat diketahui bahwa untuk dapat diletakkan sita revindicatoir ini adalah :

39

a. Harus berupa barang bergerak.

b. Barang bergerak tersebut adalah merupakan

barang milik penggugat yang berada ditangan

tergugat.

c. Permintaannya harus diajukan kepada Ketua

Pengadilan Negeri.

d. Permintaan mana dapat diajukan secara lisan dan

tertulis.

e. Barang tersebut harus diterangkan dengan

seksama dan terperinci, misalnya sebuah mobil sedan merek holden tahun 1974 Pol.No.D II-AA, warna biru.

46. Dalam praktek sering dijumpai bahwa penyitaan telah dilakukan terhadap harta kekayaan milik pihak ketiga. Upaya hukum yang dapat dilakukan pihak ketiga untuk mempertahankan hak dan kepentingan tersebut adalah

40

A. Perlawanan

B. Gugatan

C. Derden Verzet

D. Verzet

PEMBAHASAN : C Dasar hukum mengenai verzet tidak diatur dalam HIR tapi dalam Pasal 378 dan 379 RV. Derden Verzet adalah suatu perlawanan terhadap putusan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak ada sangkut pautnya dengan perkara akan tetapi karena merugikan pihaknya. Dalam melakukan perlawanan jenis ini yang perlu diperhatikan adalah kemampuan untuk membuktikan bahwa barang yang disita itu adalah milik dari pelawan.

47. Apabila Hakim memutus perkara perdata dan ternyata di dapati bahwa surat kuasa penggugat tidak Sempurna, maka putusan perkara seperti ini

41

dapat …

A. Ditolak

B. Diterima

C. Tidak dapat diterima

D. Ketiganya salah

PEMBAHASAN : C Pasal 123 HIR/143 Rbg, menentukan bahwa surat kuasa yang dapat digunakan untuk beracara di pengadilan, baik untuk mewakili kepentingan pihak penggugat maupun pihak tergugat, harus merupakan surat kuasa khusus atau istimewa. Hal demikian diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 1959, tanggal 19 Januari 1959 Jo. Nomor 6 Tahun 1994, tanggal 14 Oktober 1994, yang menentukan bahwa surat kuasa khusus adalah surat kuasa yang khusus tentang subjeknya, objeknya, materi perkaranya, pengadilannya serta

42

tingkat proses perkaranya, yaitu tingkat pengadilan negeri, banding (pengadilan tinggi) dan kasasi (mahkamah agung).

48. Untuk mewakili klien beracara di pengadilan disyaratkan menggunakan surat kuasa yang bersifat

A. Umum dan khusus

B. Umum

C. Khusus

D. Semua benar

PEMBAHASAN : C Berdasarkan Hukum Acara Perdata dan Yurisprudensi tetap Mahkamah Agung No. 116 K/Aip/1973 tertanggal 16 September 1973 menyatakan bahwa hanya surat kuasa khusus saja yang dapat digunakan dalam beracara di depan

43

pengadilan. Surat kuasa Khusus hanya dapat digunakan dalam beracara dalam satu perkara saja, tidak bisa digunakan keperluan lain diluar perkara tersebut. Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung RI No. 31/P/169/M/1959 tanggal 19 Januari 1959 yang perlu dimuat dalam surat kuasa Khusus adalah :

Identitas pemberi dan penerima kuasa, yaitu nama lengkap, pekerjaan, alamat atau tempat tinggal. Nama pengadilan tempat beracara, misalnya pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pengadilan negeri Jakarta Barat. Apa yang menjadi sengketa pokok perkara, hal ini untuk menunjukan kekhususan perkara, misal tentang jual beli tanah. Penelaah isi kuasa yang diberikan, di sini menjelaskan hal ihwal apa saja yang boleh dilakukan oleh penerima kuasa. Jadi di luar apa yang disebutkan dalam isi surat kuasa tidak boleh

44

dilakukan oleh penerima kuasa. Memuat hak Subtitusi, di sini untuk mengantisipasi apabila penerima kuasa berhalangan sehingga dapat dialihkan kepada orang lain.

49. Secara umum, Pasal 118 HIR menentukan asas

“Actor Sequitor Forum Rei”. Yang maksudnya adalah

A.

Gugatan harus diajukan kepengadilan yang

yurisdiksinya melingkupi tempat tinggal Tergugat

B. Gugatan harus diajukan kepengadilan yang

yurisdiksinya melingkupi tempat tinggal Penggugat

C. Gugatan harus diajukan kepengadilan yang

yurisdiksinya melingkupi tempat tinggal saksi dan barang bukti

D. Gugatan harus diajukan kepengadilan yang

yurisdiksinya melingkupi tempat tinggal Penggugat dan Turut Tergugat

45

PEMBAHASAN : A Pasal 118 HIR menyangkut kekuasaan relatif. Asas yang yang menyangkut wewenang ini adalah ”Actor Sequitur Forum Rei” terhadap asas Actor Sequitur Forum Rei terdapat beberapa pengecualian, misalnya yang terdapat dalam Pasal 118 HIR itu sendiri :

a. Gugatan diajukan pada Pengadilan Negeri

setempat kediaman tergugat, apabila tempat tinggal tergugat tidak diketahui.

b. Apabila tergugat terdiri dari dua orang atau lebih,

gugatan diajukan pada tempat tinggal salah satu tergugat, terserah pilihan dari penggugat, jadi penggugat yang menentukan di mana ia akan mengajukan gugatannya. c. Akan tetapi dalam ad. 2 tadi, apabila pihak tergugat ada dua orang, yaitu yang seorang misalnya adalah berhutang dan yang lain penjaminnya, maka

46

gugatan harus diajukan kepada Pengadilan Negeri pihak yang berhutang. Sehubungan dengan hal ini perlu dikemukakan, bahwa secara analogis dengan ketentuan yang termuat dalam Pasal 118 ayat (2) bagian akhir ini, apabila tempat tinggal tergugat dan turut tergugat berbeda, gugatan harus diajukan di tempat tinggal tergugat.

d. Apabila tempat tinggal dan tempat tergugat tidak

dikenal, gugatan diajukan kepada Ketua Pengadilan

Negeri tempat tinggal penggugat atau salah satu dari penggugat

e. Dalam ad. 4 apabila gugatan adalah mengenai

barang tetap, dapat juga diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri di mana barang tetap itu terletak.

f. Apabila ada tempat tinggal yang dipilih dengan suatu akta gugatan diajukan kepada Ketua Pengadilan Negeri tempat tinggal yang dipilih oleh akte tersebut.

47

50.

Unsur-unsur surat gugatan adalah ….

A. Identitas para pihak, Fundamentum Petendi, dan

Petitum

B. Identitas para pihak, gugatan dan tuntutan

C. Uraian tentang gugatan dan tuntutan

D. Uraian lengkap posita dan petitum

PEMBAHASAN: A

51. Sita jaminan (conservatoir beslag) dapat

dimintakan terhadap : …

A. Barang bergerak maupun barang tidak bergerak

milik Tergugat

B. Barang bergerak maupun barang tidak bergerak

milik Penggugat yang dikuasai Tergugat

C. Barang bergerak milik Penggugat yang dikuasai

Tergugat

D. Barang tidak bergerak milik Penggugat yang

48

dikuasai Tergugat

PEMBAHASAN : A Pasal 227 HIR/261 RBg, Mengenai Sita Conservatoir (Conservatoir Beslag) diatur dalam Pasal 227 ayat (1) HIR yang intinya mengatur hal-hal :

1. Harus ada sangka yang beralasan, bahwa tergugat

sebelum putusan dijatuhkan atau dilaksanakan mencari akal akan mengelapkan atau melarikan

barang-barangnya.

2. Barang yang disita itu merupakan barang

kepunyaan orang yang kena sita artinya bukan milik

penggugat.

3. Permohonan diajukan kepada Ketua Pengadilan

Negeri yang memeriksa perkara yang bersangkutan.

4. Permohonan harus diajukan dengan surat tertulis.

5. Sita Conservatoir (Conservatoir Beslag) dapat

dilakukan atau diletakan baik terhadap barang yang bergerak dan yang tidak bergerak.

49

52. Permohonan peninjauan kembali putusan

perkara perdata dapat diajukan berdasarkan alasan

A. Ditemukan surat-surat bukti yang bersifat

menentukan

B. Melanggar hukum yang berlaku

C. Tidak berwenang atau melampaui batas

wewenang

D. Semua benar

PEMBAHASAN: D

PERAN DAN FUNGSI ORGANISASI ADVOKAT

53. Saat ini ketentuan mengenai Advokat diatur

dalam Undang-undang Nomor

50

A. Undang-undang Nomor 8 Tahun 2002

B. Undang-undang Nomor 8 Tahun 2003

C. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2002

D. Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003

PEMBAHASAN : D Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat, ditetapkan di Jakarta tanggal 05 April 2003, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 49.

54. Di bawah ini adalah beberapa organisasi profesi Advokat yang terhimpun dalam PERADI, kecuali …

A. Asosiasi Advokat Indonesia (AAI)

B. Serikat Pengacara Indonesia (SPI)

C. Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN)

D. Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN)

51

PEMBAHASAN : D PASAL 32 AYAT (3) tentang Ketentuan Peralihan UU No. 18 Tahun 2003 : untuk sementara tugas dan wewenang Organisasi Advokat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang ini, dijalankan bersama oleh : IKADIN, AAI, IPHI, HAPI, SPI, AKHI, HKHPM dan APSI.

55. Tugas seorang Advokat adalah memberikan jasa hukum, antara lain meliputi hal-hal di bawah ini, kecuali …

A. Memberikan Konsultasi Hukum

B. Memberikan Bantuan Hukum

C. Memberikan Pendidikan Hukum

D. Membela Kepentingan Hukum Klien

PEMBAHASAN : C

52

PASAL 1 ANGKA 2 UU No. 18 Tahun 2003 : Jasa Hukum adalah jasa yang diberikan Advokat berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien.

56. Induk Organisasi Advokat yang dibentuk oleh delapan organisasi profesi advokat untuk memenuhi syarat Undang-undang Advokat adalah …

A. FKAI

B. PERADI

C. PERADIN

D. PUSBADHI

PEMBAHASAN : B

Deklarasi Advokat Indonesia, Jakarta 21 Desember

2004.

53

57. Wilayah kerja Advokat sesuai dengan Pasal 5

ayat (2) UU No. 18 Tahun 2003 adalah

A. Domisili Advokat tersebut

B. Domisili klien yang dibelanya

C. Domisili Advokat dan klien yang dibelanya

D. Seluruh wilayah Republik Indonesia

PEMBAHASAN : D PASAL 5 AYAT (2) UU Nomor 18 Tahun 2003 :

Wilayah kerja Advokat meliputi seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.

58. Sebelum lahirnya organisasi Advokat yang

dibentuk oleh delapan organisasi, maka delapan organisasi tersebut bersama-sama melakukan kegiatan verifikasi / herregistrasi advokat dengan menggunakan nama …

54

A. IPHI (Ikatan Pengacara Hukum Indonesia)

B. AAI (Asosiasi Advokat Indonesia)

C. FKAI (Forum Komunikasi Advokat Indonesia)

D. KKAI (Komite Kerja Advokat Indonesia)

PEMBAHASAN: D

59. Istilah PERADI, Perhimpunan Advokat Indonesia dapat dilihat

Di dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003

Deklarasi Advokat Indonesia, Jakarta 21 Desember

2004

Jawaban A, B, C, salah

PEMBAHASAN: C

55

60. Eksistensi seorang Advokat setelah keluarnya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 sudah diakui statusnya sebagai …

A. Institusi Hukum

B. Kuasa Hukum

C. Penegak Hukum

D. Pendekar Hukum

PEMBAHASAN : C PASAL 5 AYAT (1) UU No. 18 Tahun 2003 : Advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan

perundang-undangan.

61. Beberapa pasal dari Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat telah dilakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi dan telah mendapat keputusan, Pasal-pasal tersebut adalah

56

……

Pasal 12 tentang pengawasan dan Pasal 31 tentang ketentuan pidana Pasal 12 tentang pengawasan dan Pasal 23 tentang Advokat Asing Pasal 32 tentang ketentuan peralihan Jawaban B dan C adalah benar

PEMBAHASAN : A Putusan MKRI No. 006/PUU-II/2004 Tanggal 13 Desember 2004.

62. Pengertian Advokat sebagaimana disebut dalam Undang-undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat adalah

A. Orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi

57

persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-undang ini

B. Orang yang telah diangkat oleh Organisasi

Advokat yang bertugas memberi jasa hukum, baik di

dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-undang

C. Orang yang berprofesi memberi pelayanan hukum

yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-undang

D. Jawaban A, B, C adalah benar

PEMBAHASAN : A PASAL 1 ANGKA 1 UU No. 18 Tahun 2003 : Advokat adalah Orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-undang ini.

63. Berdasarkan Pasal 28 ayat (3) UU Advokat,

58

Pimpinan Organisasi Advokat tidak dapat dirangkap jabatan sebagai

A. Pimpinan Dewan Kehormatan

B. Pimpinan Partai Politik

C. Pimpinan DPR/MPR

D. Pimpinan Organisasi Terlarang

PEMBAHASAN : B PASAL 28 AYAT (3) UU No. 18 Tahun 2003 :

Pimpinan Organisasi Advokat tidak dapat dirangkap dengan pimpinan partai politik, baik ditingkat pusat maupun di tingkat daerah.

64. Setiap orang yang dengan sengaja menjalankan pekerjaan profesi Advokat dan bertindak seolah- olah sebagai Advokat, tetapi bukan Advokat sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, dipidana dengan pidana penjara …

59

A. Paling lama 5 tahun

B. Paling lama 7 tahun

C. 3 tahun

D. 2 tahun

PEMBAHASAN : A PASAL 31 UU No. 18 Tahun 2003 : Setiap orang yang dengan sengaja menjalankan pekerjaan profesi Advokat dan bertindak seolah-olah sebagai Advokat, tetapi bukan Advokat sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000 ,- (lima puluh juta) rupiah. Pasal ini sudah tidak mempunyai kekuatan mengikat karena sudah di Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi berdasarkan Putusan MKRI No. 006/PUU-II/2004 Tanggal 13 Desember 2004.

60

65. Dalam Undang-undang Advokat diatur mengenai hak Immunitas Advokat, yaitu :

A. Hak Advokat untuk memperoleh informasi atau

data dari instansi pemerintah guna kepentingan

suatu perkara

B. Hak Advokat untuk menolak suatu perkara jika

diyakini tidak ada dasar hukumnya

C. Hak Advokat untuk dilindungi dari tuntutan

pidana atau perdata ketika ia menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan

D. Jawaban A dan B benar

PEMBAHASAN : C PASAL 16 UU No. 18 Tahun 2003 : Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam

61

sidang pengadilan. Jo. Pasal 7 huruf g Kode Etik :

Advokat bebas mengeluarkan pernyataan- pernyataan atau pendapat yang dikemukakan dalam sidang pengadilan dalam mengatur ketentuan tentang Hak Immunitas bagi seorang Advokat.

66. Hakim, Jaksa, Kepolisian, Avokat sebagai penegak hukum selain diatur oleh Undang-undang, mempunyai fungsi masing-masing

A. Hakim mewakili kepentingan negara, Jaksa dan

Kepolisian mewakili kepentingan Pemerintah,

Advokat mewakili kepentingan masyarakat

B. Hakim mewakili kepentingan pemerintah, Jaksa

dan Kepolisian mewakili kepentingan negara, Advokat mewakili kepentingan masyarakat

C. Hakim mewakili kepentingan negara, Jaksa,

Kepolisian dan Advokat mewakili kepentingan masyarakat

62

D.

Hakim, Jaksa, Kepolisian dan Advokat mewakili

kepentingan penegakkan hukum, mendapat keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum

PEMBAHASAN: A

KODE ETIK PROFESI ADVOKAT

67. Profesi Advokat adalah profesi terhormat dan

menjadi salah satu pilar dalam menegakkan supremasi hukum dan hak asasi manusia. Dikenal dengan istilah apakah “profesi terhormat” tersebut

A.

Honour profession

B.

Officium Juris

C.

Officium Nobile

D.

Respected Profession

63

PEMBAHASAN : C PASAL 3 HURUF g Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Advokat harus senantiasa menjunjung tinggi profesi Advokat sebagai profesi terhormat (Officium nobile).

68. Besarnya honorarium Advokat yang diterima dari kliennya ditentukan berdasarkan …

A. Jumlah yang ditetapkan oleh Advokat dengan

mempertimbangkan unsur senioritas dan

popularitas Advokat

B. Kemampuan Klien

C. Kesepakatan Advokat dengan Klien

D. Jenis perkara yang ia tangani dan kebutuhan

dalam menangani perkara itu

PEMBAHASAN : C PASAL 1 ANGKA 7 UU No. 18 Tahun 2003 Jo. Pasal 1

64

huruf f Kode Etik Advokat Indonesia : Honorarium adalah Imbalan atas jasa hukum yang diterima oleh Advokat berdasarkan kesepakatan dengan klien.

69. Bagaimanakah status Hukum Kode Etik yang ditetapkan pada tanggal 23 Mei 2002 setelah lahirnya UU Advokat

A. Tidak berlaku karena terdapat Kode Etik yang

baru setelah lahirnya UU Advokat

B. Berkekuatan hukum secara mutatis mutandis

berdasarkan Pasal 33 UU Advokat

C. Wajib disempurnakan sesuai dengan Pasal 33 UU

Advokat

D. Hanya mengikat bagi Advokat yang diangkat

sebelum lahirnya UU Advokat

PEMBAHASAN : B PASAL 33 tentang Ketentuan Peralihan UU No. 18

65

Nomor 2003 : Kode etik dan ketentuan tentang Dewan Kehormatan Profesi Advokat yang telah ditetapkan oleh IKADIN, AAI, IPHI, HAPI, SPI, AKHI, dan HKHPM, pada tanggal 23 Mei 2002 dinyatakan mempunyai kekuatan hukum secara mutatis mutandis menurut Undang-undang ini sampai ada ketentuan yang baru yang dibuat oleh Organisasi

Advokat.

70. Pasal 16 UU Advokat Jo. Pasal 7 huruf g Kode Etik mengatur ketentuan tentang Hak Immunitas bagi seorang Advokat dalam lingkup

A. Pidana

B. Perdata

C. Perdata dan Pidana

D. Tata Usaha Negara

PEMBAHASAN : C

66

PASAL 16 UU No. 18 Tahun 2003 : Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan. Jo. Pasal 7 huruf g Kode Etik :

Advokat bebas mengeluarkan pernyataan- pernyataan atau pendapat yang dikemukakan dalam sidang pengadilan dalam mengatur ketentuan tentang Hak Immunitas bagi seorang Advokat.

71. Profesi Advokat adalah profesi yang mulia dan terhormat (officium nobile) dan karenanya dalam menjalankan profesi selaku penegak hukum di pengadilan sejajar dengan

A. Polisi

B. Pemerintah

C. Jaksa dan Hakim

D. Semua Benar

67

PEMBAHASAN : C PASAL 8 HURUF a Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Profesi Advokat adalah profesi yang mulia dan terhormat (officium nobile) dan karenanya dalam menjalankan profesi selaku penegak hukum di pengadilan sejajar dengan Jaksa dan Hakim, yang dalam melaksanakan profesinya berada dibawah perlindungan hukum Undang-undang dan Kode Etik

ini.

72. Kode Etik Advokat ditetapkan di Jakarta pada tanggal

A. 23 Mei 2003

B. 23 Juni 2002

C. 23 Mei 2002

D. 23 Mei 2001

68

PEMBAHASAN : C PASAL 24 Bab XII Ketentuan Penutup Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Kode etik advokat ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, yaitu sejak tanggal 23 Mei 2002.

73. Surat koresponden yang diberi tanda “Sans Prejudice“ maksudnya adalah …

A. Surat tersebut dibuat tanpa adanya prasangka

B. Surat tersebut bersifat rahasia

C. Surat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai alat

bukti di muka pengadilan

D. Surat tersebut harus ditunjukkan kepada hakim

yang memeriksa perkara

PEMBAHASAN : C PASAL 7 HURUF a Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Surat-surat ini yang dikirim oleh Advokat

69

kepada teman sejawatnya dalam suatu perkara dapat ditunjukkan kepada Hakim apabila dianggap perlu kecuali surat-surat yang bersangkutan dibuat dengan membubuhi catatan “Sans Prejudice”.

74. Bolehkah seorang Advokat menolak calon kliennya …

A. Boleh, dengan pertimbangan tidak sesuai dengan

keahliannya dan bertentangan dengan hati nuraninya

B. Tidak boleh, karena agama atau partai calon

kliennya, lain dari yang dimiliki oleh Advokat tersebut

C. Tidak boleh, karena Advokat adalah sebagai

pemegang profesi bebas

D. Boleh, karena ada klien berarti ada rezeki

PEMBAHASAN : A

70

PASAL 3 HURUF a Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI): Advokat dapat menolak untuk memberi nasihat dan bantuan hukum kepada setiap orang yang memerlukan jasa dan atau hukum kepada setiap orang yang memerlukan jasa dan atau bantuan hukum dengan pertimbangan oleh karena tidak sesuai dengan keahliannya dan bertentangan dengan hati nuraninya, tetapi tidak dapat menolak dengan alasan karena perbedaan agama, kepercayaan, suku, keturunan, jenis kelamin, keyakinan politik atau kedudukan sosialnya.

75. Jika seorang Advokat dijatuhi sanksi berupa pemberhentian sementara untuk waktu tertentu, maka

A. Advokat tersebut hanya dapat menjalankan

profesinya diluar sidang

B. Advokat tersebut hanya dapat memberikan

71

konsultasi hukum

C. Advokat tersebut masih dapat menjalankan

profesinya, baik di dalam atau diluar sidang

D. Advokat tersebut tidak dapat menjalankan

profesinya, baik di dalam atau diluar sidang

PEMBAHASAN : D PASAL 16 ANGKA 3 Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Pemberian sanksi Pemberhentian sementara untuk waktu tertentu harus diikuti larangan untuk menjalankan profesi advokat diluar maupun dimuka pengadilan.

76. Sifat bantuan hukum yang diberikan Advokat pada teman sejawatnya yang sedang didakwa dalam perkara pidana adalah

A. Wajib atas permintaan Advokat yang didakwa itu

atau jika ditunjuk oleh organisasi profesi

72

B. Boleh kalau Advokat yang didakwa bisa

memenuhi honorarium yang ia minta

C. Tidak Boleh karena Advokat adalah penegak

hukum, maka ia tidak seharusnya melanggar hukum

D. Wajib diminta ataupun tidak diminta oleh

Advokat yang didakwa itu

PEMBAHASAN : A PASAL 3 HURUF e Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Advokat wajib memberikan bantuan dan pembelaan hukum kepada teman sejawat yang diduga atau didakwa dalam suatu perkara pidana atas permintaannya atau karena penunjukkan organisasi profesi.

77. Berdasarkan Kode Etik Advokat, apakah mantan Hakim dibenarkan untuk beralih profesi menjadi Advokat

73

A. Tidak dapat dibenarkan karena Advokat adalah

profesi yang bebas dan mandiri

B. Tidak dapat dibenarkan karena dapat

menimbulkan conflict of interest atau pertentangan

kepentingan

C. Dapat, karena sama halnya dengan Advokat,

hakim juga berkedudukan sebagai penegak hukum

D. Dapat, namun dalam jangka waktu 3 tahun ia

tidak dapat menangani perkara yang ditanganinya di

Pengadilan tempatnya terakhir dia bekerja

PEMBAHASAN : D PASAL 8 HURUF h Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Advokat yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Hakim atau Panitera dari suatu lembaga peradilan, tidak dibenarkan untuk memegang atau menangani perkara yang diperiksa pengadilan tempatnya terakhir bekerja selama 3 (tiga) tahun semenjak ia berhenti dari pengadilan tersebut.

74

78. Apabila teradu telah dipanggil sampai 2 (dua) kali tidak hadir dalam pemeriksaan tanpa alasan yang sah, maka sidang dugaan pelanggaran kode etik

A. Dihentikan sampai pengadu bisa menghadirkan

teradu

B. Dihentikan dan dipanggil untuk ketiga kalinya

C. Diteruskan tanpa kehadiran teradu

D. Diteruskan dengan acara memutuskan pengaduan

tidak dapat diteruskan

PEMBAHASAN : C PASAL 13 ANGKA 9 huruf c Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Apabila teradu telah dipanggil sampai 2 (dua) kali tidak datang tanpa alasan yang sah, pemeriksaan diteruskan tanpa hadirnya teradu.

75

79. Sanksi atas pelanggaran Kode Etik Advokat Indonesia berupa

A. Teguran, peringatan keras atau pemecatan

keanggotaan dari organisasi profesi

B. Peringatan biasa, peringatan keras, pemecatan

sementara untuk waktu tertentu atau pemecatan dari keanggotaan organisasi profesi

C. Teguran, skorsing atau pemecatan dari

keanggotaan organisasi profesi

D. Teguran lisan, teguran tertulis, pemecatan

sementara untuk waktu tertentu atau pemecatan

dari keanggotaan organisasi

PEMBAHASAN : B PASAL 7 UU NO. 18 TAHUN 2003 tentang Advokat Jo. PASAL 16 ANGKA 1 Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Hukuman yang diberikan dalam keputusan dapat berupa : Peringatan biasa, peringatan keras,

76

pemecatan sementara untuk waktu tertentu atau pemecatan dari keanggotaan organisasi profesi.

80. Dalam sidang pemeriksaan perkara pelanggaran Kode Etik Advokat, baik pengadu maupun pihak yang teradu

A. Harus hadir secara pribadi, namun jika

dikehendaki dapat diwakili oleh penasehat

B. Harus hadir secara pribadi dan jika dikehendaki

dapat didampingi oleh penasehat

C. Tidak perlu hadir secara pribadi karena dapat

memberikan kuasa kepada Advokat

D. Tidak perlu hadir secara pribadi karena dapat

memberikan kuasa kepada orang lain

PEMBAHASAN : B PASAL 13 ANGKA 7 HURUF a Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Pengadu dan Teradu harus hadir

77

secara pribadi dan tidak dapat menguasakan kepada orang lain, yang jika dikehendaki masing-masing dapat didampingi oleh penasihat.

81. Seorang Advokat dapat diberhentikan dari profesinya sebagai Advokat berdasarkan keputusan

A. Keputusan Ketua Pengadilan Tinggi setempat

berdasarkan pertimbangan Organisasi Advokat

B. Keputusan Ketua Mahkamah Agung

C. Keputusan Organisasi Advokat

D. Keputusan Ketua Pengadilan Tinggi

PEMBAHASAN : C PASAL 9 AYAT (1) UU No. 18 Tahun 2003, tentang Advokat : Advokat dapat berhenti atau diberhentikan dari profesinya oleh Organisasi

Advokat.

78

82. Keputusan Majelis Dewan Kehormatan Cabang/Daerah mengenai pelanggaran Kode Etik yang dilakukan seorang Advokat adalah bersifat …

A. Final dan tidak dapat diajukan upaya banding

B. Belum final dan dapat diajukan upaya banding

C. Mengikat dan mempunyai kekuatan hukum tetap

sejak diucapkan dalam sidang terbuka

D. Mempunyai kekuatan hukum tetap sejak

diberitahukan kepada para pihak

PEMBAHASAN : B PASAL 18 ANGKA 1 Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI): Apabila pengadu atau teradu tidak puas dengan keputusan Dewan Kehormatan Cabang/Daerah, ia berhak mengajukan permohonan banding atas keputusan tersebut kepada Dewan Kehormatan Pusat.

79

83. Keputusan Majelis Dewan Kehormatan Pusat mengenai pelanggaran Kode Etik yang dilakukan seorang Advokat adalah bersifat

A. Final dan tidak dapat diajukan upaya banding

B. Belum final dan dapat diajukan upaya banding

C. Mengikat dan mempunyai kekuatan hukum tetap

sejak diucapkan dalam sidang terbuka

D. Mempunyai kekuatan hukum tetap sejak

diberitahukan kepada para pihak

PEMBAHASAN : C PASAL 19 ANGKA 2 dan 3 Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) : Keputusan Dewan Kehormatan Pusat mempunyai kekuatan tetap sejak diucapkan dalam sidang terbuka dengan atau tanpa dihadiri para pihak dimana hari, tanggal dan waktunya telah diberitahukan sebelumnya kepada pihak-pihak yang

80

bersangkutan ; Keputusan Dewan Kehormatan Pusat adalah final dan mengikat yang tidak dapat diganggu gugat dalam forum manapun, termasuk dalam MUNAS.

84. Apa yang dilakukan oleh seorang Advokat terlebih dahulu jika menerima berkas perkara dari kliennya

Menyiapkan surat kuasa untuk segera ditandatangani Meminta klien untuk membayar uang untuk menangani perkaranya Langsung mempelajari berkas perkaranya Menanyakan apakah berkas perkaranya pernah dikuasakan kepada Kuasa Hukum atau orang lain

PEMBAHASAN : D PASAL 5 HURUF d dan f Kode Etik Advokat

81

Indonesia (KEAI) : d. Advokat tidak diperkenankan menarik atau merebut seorang klien dari teman sejawatnya ; f. Apabila suatu perkara kemudian diserahkan oleh klien terhadap Advokat yang baru, maka Advokat semula wajib memberikan kepadanya semua surat dan keterangan yang penting untuk mengurus perkara itu, dengan memperhatikan hak retensi Advokat terhadap Klien tersebut.

HUKUM ACARA TATA USAHA NEGARA

85. Peradilan Tata Usaha Negara dibentuk dan diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan berupa ……

A. UU No. 5 Tahun 1960 direvisi dengan UU No. 8

Tahun 2004

B. UU No. 5 Tahun 1986 direvisi dengan UU No. 9

Tahun 2004

82

C.

UU No. 5 Tahun 1988 direvisi dengan UU No. 9

Tahun 2004

D. UU No. 15 Tahun 1986 direvisi dengan UU No. 9

Tahun 2004

PEMBAHASAN : B UU NO. 5 TAHUN 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, ditetapkan di Jakarta, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 77 sebagaimana telah diubah dengan UU NO. 9 TAHUN 2004 tentang Perubahan Atas UU NO. 5 TAHUN 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, ditetapkan di Jakarta tanggal 29 Maret 2004, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 35.

86. Pada hakekatnya PTUN berkedudukan di …

A. Di ibukota Kabupaten dan Propinsi

83

B. Di ibukota Kabupaten dan Pemerintah Kota

C. Di ibukota Propinsi dan Pemerintahan

D. Semuanya benar

PEMBAHASAN : A PASAL 6 AYAT (1) UU NO. 5 TAHUN 1986 :

Pengadilan Tata Usaha Negara berkedudukan dikotamadya atau ibukota kabupaten, dan daerah hukumnya meliputi wilayah kotamadya atau

kabupaten.

87. Tenggang waktu bagi pencari keadilan untuk dapat mengajukan gugatan atas Keputusan TUN di Peradilan TUN …

A. 40 hari setelah Keputusan TUN diterima atau

diketahui

B. 30 hari setelah Keputusan TUN diterima atau

diketahui

84

C.

60 hari setelah Keputusan TUN diterima atau

diketahui

D. 90 hari setelah Keputusan TUN diterima atau

diketahui

PEMBAHASAN : D PASAL 55 UU NO. 5 TAHUN 1986 : Gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkan Pejabat Tata Usaha Negara.

88. Apa yang dipersiapkan pada saat anda melakukan gugatan di Peradilan TUN …

A. Gugatan sedapat mungkin disertai Surat

Keputusan TUN yang disengketakan

B. Gugatan tidak dapat dikuasakan oleh seorang

Advokat

C. Gugatan tidak perlu ditandatangani

85

D.

Semua pihak yang terlibat harus digugat

sebagaimana gugatan melalui peradilan umum

PEMBAHASAN: A

89. Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara

mengenal istilah berikut ini, kecuali …

A. Dismissal Process

B. Perlawanan

C. Verstek

D. Putusan Pendahuluan/Sela

PEMBAHASAN: B

90. Dalam pemeriksaan persiapan, Hakim

berwenang untuk …

A. Mengajukan pertanyaan pada saksi Ahli

86

B. Menerima eksepsi dan jawaban Tergugat

C. Memanggil Saksi Ahli

D. Meminta Penggugat melengkapi alat bukti

PEMBAHASAN : D PASAL 63 AYAT (2) HURUF a UU No. 5 Tahun 1986 :

Dalam pemeriksaan persiapan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Hakim : wajib memberi nasihat kepada penggugat untuk memperbaiki gugatan dan melengkapinya dengan data yang diperlukan dalam jangka waktu tiga puluh hari.

91. Yang merupakan Objek Gugatan Peradilan Tata Usaha Negara dibawah ini adalah ….

A. Keputusan Komisi Pemilihan Umum

B. Keputusan yang bersifat umum

C. Keputusan yang merupakan perbuatan hukum

perdata

87

D. Keputusan pemberhentian pegawai negeri sipil

PEMBAHASAN : D PASAL 2 UU NO. 5 TAHUN 1986 Jo. UU NO. 9 TAHUN 2004, Tidak termasuk dalam pengertian Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang-undang ini:

1. Keputusan TUN yang merupakan perbuatan

hukum.

2. Keputusan TUN yang merupakan pengaturan yang

bersifat umum.

3. Keputusan TUN yang mesih memerlukan

persetujuan.

4. Keputusan TUN yang dikeluarkan berdasarkan

ketentuan KUHP dan KUHAP atau peraturan

Perundang-undangan lain yang bersifat hukum pidana.

5. Keputusan TUN yang dikeluarkan atas dasar hasil

pemeriksaan badan peradilan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

88

6.

Keputusan TUN mengenai Tata Usaha Tentara

Nasional Indonesia.

7. Keputusan Komisi Pemilihan Umum baik dipusat

maupun didaerah mengenai hasil pemilihan umum.

92. Didalam Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara dikenal Asas ”Presumption Justae Causa” yang artinya adalah

A. Prinsip praduga tak bersalah

B. Keputusan Tergugat haruslah dianggap salah

sampai ada putusan pengadilan yang syah

C. Keputusan Tergugat haruslah dianggap benar

sampai ada putusan pengadilan yang syah

D. Gugatan Penggugat haruslah dianggap benar

sampai dengan adanya putusan yang syah

PEMBAHASAN: C

89

93.

Berikut ini adalah alasan untuk mengajukan

Gugatan terhadap keputusan Pejabat Tata Usaha

Negara

A. Keputusan Pejabat TUN tidak sesuai dengan

kehendak Penggugat

B. Keputusan Pejabat TUN bersifat umum

C. Keputusan Pejabat TUN didasarkan atas bukti dan

pertimbangan yang cukup

D. Keputusan Pejabat TUN bertentangan dengan

asas-asas umum pemerintahan yang baik

PEMBAHASAN: D

94. Yang dimaksud dengan keputusan tata usaha

negara adalah

A. Penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh

badan/pejabat tata usaha negara

90

B. Penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh

badan/pejabat tata usaha negara dan menimbulkan

akibat hukum bagi seseorang

C. Penetapan tertulis yang dikeluarkan

badan/pejabat tata usaha negara yang bersifat final,

individual dan kongkrit

D. Penetapan tertulis yang dikeluarkan

badan/pejabat tata usaha negara yang berdasarkan perundang-undangan yang berlaku serta

menimbulkan akibat hukum, bersifat final, individual dan kongkrit

PEMBAHASAN: D

HUKUM ACARA PERADILAN AGAMA

95. Apabila yang dipanggil tidak diketahui tempat tinggalnya atau tidak jelas, atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap, maka dalam

91

perceraian, panggilan dilakukan …

A. Lewat Bupati tempat tinggal Penggugat

B. Lewat Bupati tempat tinggal Tergugat

C. Menempelkan gugatan/permohonan atau surat

panggilan pada papan pengumuman Pengadilan

Agama, dan mengumumkannya satu atau beberapa surat kabar atau mass media lain

D. Semuanya Benar

PEMBAHASAN : D PASAL 390 AYAT (3) HIR : Tentang orang-orang yang tidak diketahui tempat diam atau tinggalnya dan tentang orang-orang yang tidak dikenal maka surat jurusita itu disampaikan pada Bupati, yang dalam daerahnya terletak tempat tinggal Penggugat dan dalam perkara pidana, yang dalam daerahnya hakim yang berhak berkedudukan ; Bupati itu memaklumkan surat jurusita itu dengan

92

menempelkannya pada pintu umum kamar persidangan dari hakim yang berhak itu.

96. Suatu perkawinan dapat putus disebabkan

karena …

A. Kematian

B. Perceraian

C. Atas Putusan Pengadilan

D. Semuanya benar

PEMBAHASAN : D PASAL 38 UU NO. 1 TAHUN 1974 : Perkawinan dapat putus karena : Kematian ; Perceraian dan ; Atas keputusan Pengadilan.

97.

Peradilan Agama diatur dalam Undang-undang

93

A. UU No. 7 Tahun 1989 Juncto 8 Tahun 2006

B. UU No. 7 Tahun 1989 Juncto 3 Tahun 2006

C. UU No. 2 Tahun 1989 Juncto 3 Tahun 2006

D. UU No. 5 Tahun 1986 Juncto 5 Tahun 2004

PEMBAHASAN : B UU NO. 7 TAHUN 1989 Tentang Peradilan Agama, ditetapkan di Jakarta tanggal 29 Desember 1989, sebagaimana telah diubah dengan UU NO. 3 TAHUN 2006 tentang Perubahan Atas UU NO. 7 TAHUN 1989 tentang Peradilan Agama, ditetapkan di Jakarta tanggal 20 Maret 2006, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 22.

98. Dibawah ini adalah bidang-bidang sengketa orang beragama Islam yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama, kecuali …

A. Perkawinan dan Perceraian

94

B. Kewarisan, Wasiat dan Hibah

C. Waqaf dan Shadaqah

D. Baitul Maal, Zakat dan Infaq

PEMBAHASAN : D PASAL 49 AYAT (1) UU NO. 7 TAHUN 1989 :

Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara- perkara ditingkat pertama antara orang-orang yang beragana Islam dibidang Perkawinan, Perceraian, Kewarisan, Wasiat, Hibah yang dilakukan berdasarkan hukum islam, Wakaf dan Shadaqah.

99. Dalam putusan permohonan talak yang telah berkekuatan hukum tetap dan telah ditetapkan sidang penyaksian ikrar talak, maka tenggang waktu yang diberikan kepada Pemohon untuk mengikrarkan talaknya adalah …… bulan

95

A. Tiga

B. Satu

C. Enam

D. Dua belas

PEMBAHASAN : C PASAL 131 AYAT (4) Kompilasi Hukum Islam (KHI) :

“Bila suami tidak mengucapkan ikrar talak dalam tempo 6 (enam) bulan terhitung sejak putusan Pengadilan Agama tentang izin ikrar talak baginya mempunyai kekuatan hukum yang tetap, maka hak suami untuk mengikrarkan talak gugur dan ikatan perkawinan tetap utuh”.

100. Suatu perceraian dianggap telah terjadi beserta akibat hukumnya apabila …

A. Diucapkan ikrar talaknya oleh sisuami dihadapan

dua orang saksi

96

B. Sejak putusan pengadilan mempunyai kekuatan

hukum yang tetap C. Apabila amar putusan Pengadilan mengabulkan seluruh tuntutan hak dari salah satu pihak yang berperkara

D. Apabila disaksikan dan disetujui oleh wali hakim

PEMBAHASAN : B PASAL 34 AYAT (2) PP RI NO. 9 TAHUN 1975 : Suatu perceraian dianggap terjadi beserta segala akibat- akibatnya terhitung sejak saat pendaftarannya pada daftar pencatatan kantor pencatatan oleh Pegawai Pencatat, kecuali bagi mereka yang beragama Islam terhitung sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

101. Waktu tunggu bagi seorang janda apabila

perkawinan putus karena kematian, waktu tunggu

ditetapkan selama …

Hari

97

A. Seratus Dua Puluh

B. Seratus Dua Puluh Lima

C. Seratus Tiga Puluh

D. Seratus Tiga Puluh Lima

PEMBAHASAN : C PASAL 153 AYAT (2) HURUF a Kompilasi Hukum Islam (KHI) : “Waktu tunggu bagi seorang janda

ditentukan sebagai berikut : apabila perkawinan putus karena kematian walaupun qobla al dukhul, waktu tunggu ditetapkan 130 (seratus tiga puluh)

hari.

102. Biaya perkara dalam bidang perkawinan dibebankan kepada …

A. Pihak Penggugat

B. Pihak yang Kalah

98

C.

Pihak Tergugat

D. Pihak Penggugat dan Tergugat

PEMBAHASAN : A PASAL 89 AYAT (1) UU NO. 7 TAHUN 1989 : Biaya perkara dalam bidang-bidang Hukum Perkawinan dibebankan kepada Penggugat/Pemohon.

103. Dalam Hukum Acara Peradilan Agama dikenal dengan Talak Ba’in Kubraa. Apa arti dari Talak Bain Kubraa tersebut …

A. Talak Kesatu

B. Talak kesatu dan Kedua

C. Talak yang terjadi untuk ketiga kalinya

D. Jawaban A dan B adalah Benar

PEMBAHASAN : C PASAL 120 Kompilasi Hukum Islam (KHI) : Talak

99

Ba’in Kubraa adalah talak yang terjadi untuk ketiga kalinya. Talak jenis ini tidak dapat dirujuk dan tidak dapat dinikahkan kembali, kecuali apabila pernikahan itu dilakukan setelah bekas istri menikah dengan orang lain dan kemudian terjadi perceraian ba’da al dukhul dan habis masa iddahnya.

104. Perjanjian yang diucapkan calon mempelai pria setelah akad nikah yang dicantumkan dalam Akta Nikah berupa janji talak yang digantungkan kepada suatu keadaan tertentu yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang disebut …

A. Khuluk

B. Talak Bain Kubraa

C. Taklik talak

D. Mut’ah

PEMBAHASAN : C

100

PASAL 1 HURUF e Kompilasi Hukum Islam (KHI) :

Taklik talak ialah Perjanjian yang diucapkan calon mempelai pria setelah akad nikah yang dicantumkan dalam Akta Nikah berupa janji talak yang digantungkan kepada suatu keadaan tertentu yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang.

105. Dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan akta nikah maka pihak yang berkepentingan dapat mengajukan perkara ke Pengadilan Agama yaitu perkara …

A. Cerai Talak

B. Cerai Gugat

C. Itsbat Nikah

D. Rujuk

PEMBAHASAN : C PASAL 7 AYAT (2) Kompilasi Hukum Islam (KHI) :

101

Dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan akta nikah, dapat diajukan istbat nikahnya ke Pengadilan Agama

106. Itsbat nikah yang dapat diajukan ke Pengadilan Agama terbatas mengenai hal-hal yang berkenaan

A.

Adanya perkawinan dalam rangka penyelesaian

perceraian

B. Hilangnya Akta Nikah

C. Adanya keraguan tentang sah atau tidaknya salah

satu syarat perkawinan

D. Jawaban A, B dan C adalah benar

PEMBAHASAN : D PASAL 7 AYAT (3) Kompilasi Hukum Islam (KHI) :

Itsbat nikah yang dapat diajukan ke Pengadilan Agama terbatas mengenai hal-hal yang berkenaan

102

Adanya perkawinan dalam rangka penyelesaian perceraian ; Hilangnya Akta Nikah ; Adanya keraguan tentang sah atau tidaknya salah satu syarat perkawinan ; Adanya perkawinan yang terjadi sebelum berlakunya UU No. 1 Tahun 1974 dan Perkawinan yang dilakukan oleh mereka yang tidak mempunyai halangan perkawinan menurut undang-undang No. 1 Tahun 1974.

107. Jika upaya perdamaian terhadap pasangan suami isteri tidak tercapai, maka perceraian hanya dapat dilakukan di ….

A. Dikantor KUA Setempat

B. Didepan Penghulu

C. Didepan sidang Pengadilan Agama

D. Didepan kedua orang tua

PEMBAHASAN : C

103

PASAL 115 Kompilasi Hukum Islam (KHI) :

Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama setelah Pengadilan Agama tersebut berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.

108. Berikut ini yang tidak merupakan alasan perceraian adalah

A. Salah satu pihak zina

B. Salah satu pihak meninggalkan pihak lainnya

selama 2 tahun berturut-turut

C. Salah satu pihak melakukan kekejaman

D. Salah satu pihak tidak mempunyai pekerjaan

tetap

PEMBAHASAN : D PASAL 39 AYAT (2) UU NO. 1 TAHUN 1974 Jo. PASAL 19 PP NO. 9 TAHUN 1975 Jo. PASAL 116

104

Kompilasi Hukum Islam : Perceraian dapat terjadi karena alasan-alasan : Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan ; salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di laur kemampuannya ; salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung ; salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak yang lain ; salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami atau isteri ; antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga ; suami melanggar taklik talak ; peralihan agama atau murtad yang menyebabkan

105

terjadinya ketidakrukunan dalam rumah tangga.

109. Yang menyebabkan putusanya perkawinan

antara suami isteri untuk selamanya disebut

A.

Li’an

B.

Khuluk

C.

Talak Ba’in Kubraa

D.

Talak Sunny

PEMBAHASAN : A PASAL 125 Kompilasi Hukum Islam (KHI) : Li’an menyebabkan putusanya perkawinan antara suami isteri untuk selama-lamanya.

110. Peradilan dilakukan Demi Keadilan

Berdasarkan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Berdasarkan ketentuan tersebut maka setiap penetapan dan diputuskan oleh Pengadilan Agama

haruslah dimulai dengan

106

A. Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang

Maha Esa

B. Bismillahirrahmanirrahim diikuti dengan Demi

Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

C. Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Demi

Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

D. Bismillahirrahmanirrahim, Dengan Rahmat Tuhan

diikuti dengan Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

PEMBAHASAN : B PASAL 57 AYAT (2) UU NO. 7 Tahun 1989 : Tiap penetapan dan putusan dimulai dengan kalimat BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM diikuti dengan DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

HUKUM ACARA PERADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

107

111. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial merupakan hukum formil dari Undang-undang …

A. UU No. 12 Tahun 1964 tentang Pemutusan

Hubungan Kerja di Perusahaan Swasta

B. UU No. 22 Tahun 1957 tentang Penyelesaian

Perselisihan Perburuhan

C. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

D. UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-

ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja

PEMBAHASAN : C CUKUP JELAS ; UU NO. 13 TAHUN 2003 tentang Ketenagakerjaan merupakan hukum Materiil, sedangkan penyelesaiannya diperiksa berdasarkan UU NO. 2 TAHUN 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial sebagai hukum

108

Formil.

112. Sebelum pengadilan hubungan industrial terbentuk, instansi manakah yang berwenang menangani penyelesaian perselisihan hubungan industrial

A. Pengadilan Negeri

B. Pengadilan Tata Usaha Negara

C. Arbitrase

D. P4D/P4P

PEMBAHASAN : D PASAL 124 AYAT (1) UU NO. 2 TAHUN 2004 :

Sebelum terbentuk Pengadilan Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah dan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat tetap melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai

109

dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

113. Perselisihan yang timbul karena tidak dipenuhinya hak akibat adanya perbedaan pelaksanaan atau peraturan terhadap ketentuan perundang-undangan, Perjanjian kerja, Peraturan perusahaan atau Perjanjian kerja sama disebut perselisihan

A. Kepentingan

B. Hak

C. PHK

D. Antar Serikat Pekerja atau Serikat Buruh

PEMBAHASAN : B PASAL 1 ANGKA 2 UU NO. 2 TAHUN 2004 :

Perselisihan Hak adalah Perselisihan yang timbul karena tidak dipenuhinya hak akibat adanya

110

perbedaan pelaksanaan atau peraturan terhadap ketentuan perundang-undangan, Perjanjian kerja, Peraturan perusahaan atau Perjanjian kerja sama

114. Sebelum berlakunya Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 Perkara yang menyangkut perselisihan Perburuhan di Perusahaan Swasta diperiksa berdasarkan Undang-undang Nomor

A. UU No. 12 Tahun 1964 tentang Pemutusan

Hubungan Kerja di Perusahaan Swasta

B. UU No. 22 Tahun 1957 tentang Penyelesaian

Perselisihan Perburuhan

C. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

D. UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-

ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja

PEMBAHASAN : B CUKUP JELAS ; UU NO. 12 TAHUN 1964 tentang

111

Pemutusan Hubungan Kerja di Perusahaan Swasta merupakan hukum Materiil, sedangkan penyelesaiannya diperiksa berdasarkan UU NO. 22 TAHUN 1957 tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan sebagai hukum Formil.

115. Setelah pengadilan hubungan industrial telah terbentuk, terhadap perselisihan hubungan industrial atau PHK yang diselesaikan P4P atau lembaga lain yang setingkat dan belum diputus, maka yang berwenang menyelesaikan adalah Pengadilan

A. P4P

B. Pengadilan Tata Usaha Negara

C. Pengadilan Hubungan Industrial

D. Mahkamah Agung

PEMBAHASAN : C

112

PASAL 124 AYAT (2) HURUF a : Dengan terbentuknya Pengadilan Hubungan Industrial berdasarkan undang-undang ini, perselisihan hubungan industrial dan pemutusan hubungan kerja yang telah diajukan kepada Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah atau lembaga- lembaga lain yang setingkat yang menyelesaikan perselisihan hubungan industrial atau pemutusan hubungan kerja dan belum diputus, maka diselesaikan oleh Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri setempat.

116. Perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh salah satu pihak disebut perselisihan

A. Kepentingan

B. PHK

113

C.

Hak

D. Antar Serikat Pekerja atau Serikat Buruh

PEMBAHASAN : B PASAL 1 ANGKA 4 UU NO. 2 TAHUN 2004 :

Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja adalah

Perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh salah satu

pihak.

117. Pengadilan Hubungan Industrial sebagai Hukum Formil, saat ini diatur dalam Undang-undang

A. UU No. 13 Tahun 2003

B. UU No. 18 Tahun 2003

C. UU No. 2 Tahun 2004

D. UU No. 32 Tahun 2004

114

PEMBAHASAN : C Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ditetapkan di Jakarta pada tanggal 14 Januari 2004, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 6.

118. Apa istilahnya perundingan antara pekerja/buruh atau Serikat Pekerja/Serikat Buruh dengan Pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial

A. Bipartit

B. Musyawarah mufakat

C. Tripartit

D. Musyawarah

PEMBAHASAN : A

115

PASAL 1 ANGKA 10 UU NO. 2 Tahun 2004 :

Perundingan Bipartit adalah Perundingan antara pekerja/buruh atau Serikat Pekerja/Serikat Buruh dengan pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial.

119. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk berunding sebagai pengusaha dan pekerja dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial

A. 10 hari

B. 20 hari

C. 30 hari

D. 60 hari

PEMBAHASAN : C PASAL 3 AYAT (2) UU NO. 2 TAHUN 2004 :

Penyelesaian perselisihan melalui bipartit sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), harus

116

diselesaikan paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak tanggal dimulainya perundingan.

120. Penyelesaian perselisihan kepentingan, perselisihan PHK atau perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh, hanya dalam satu perusahaan melalui musyawarah disebut

A. Konsiliasi

B. Mediasi

C. Arbitrase

D. Advokasi

PEMBAHASAN : A PASAL 1 ANGKA 13 UU NO. 2 TAHUN 2004 :

Konsiliasi Hubungan Indutrial yang selanjutnya disebut konsiliasi adalah penyelesaian perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja atau perselisihan antar serikat pekerja/serikat

117

buruh hanya dalam satu perusahaan melalui musyawarah yang ditengahi oleh seorang atau lebih konsiliator yang netral.

MATERI UNDANG-UNDANG ADVOKAT NO SOAL PEMBAHASAN 1 Didalam pasal 32 (3) diatur profesi advokat yang terhimpun dalam Peradi berjumlah

a. 6 organisasi advokat

b. 7 organisasi advokat

c. 8 organisasi advokat

d. 9 organisasai advokat

Jawaban C

118

Pasal 32 (3) Untuk sementara tugas dan wewenang Organisasi Advokat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang ini, dijalankan bersama oleh Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Serikat Pengacara Indonesia (SPI), Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI), Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI)

2 Yang tidak terhimpun dalam organisasi advokat

a. Asosiasi pengacara syariah indonesia

b. Serikat pengacara indonesia

c. Himpunan advokat dan pengacara indonesia

d. Peradin

119

Jawaban D Pasal 32 (3) Untuk sementara tugas dan wewenang Organisasi Advokat sebagaimana dimaksud dalam Undang- undang ini, dijalankan bersama oleh Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Serikat Pengacara Indonesia (SPI), Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI), Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI)

3. Undang undang advokat 18 tahun 2003 berlaku tanggal

a. 5 april 2003

b. 5 april 2004

c. 5 april 2001

d. 5 april 2002

120

Jawaban A Pasal 36 Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan 5 April 2003

4. Menurut Pasal 13 organisasi advokat diminta

untuk membentuk pengawasan berupa

a. Lembaga Pengawas

b. Komisi pengawas

c. Dewan pengawas

d. Komisi advokat

Jawaban B Pasal 13 Pelaksanaan Pengawasan sehari-hari dilakukan oleh

Komisi Pengawas yang dibentuk oleh Organisasi Advokat

5. Kewajiban memberikan bantuan hukum secara

Cuma-Cuma diatur dalam

a. Pasal 22

121

b.

Pasal 23

c. Pasal 21

d. Pasal 25

Jawaban A Pasal 22 Advokat wajib memberikan bantuan hukum secara

Cuma-Cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu

6 Advokat yang menjalankan tugas dalam sidang pengadilan dalam menangani perkara pidana wajib mengenakan atribut diatur dalam

a. Pasal 22

b. Pasal 23

c. Pasal 21

d. Pasal 25

Jawaban D Pasal 25 Advokat yang menjalankan tugas dalam sidang

122

pengadilan dalam menangani perkara pidana wajib mengenakan atribut sesuai dengan peraturan perundang-undangan 7 Advokat asing dilarang beracara disidang pengadilan, berpraktik dan/atau membuka kantor jasa hukum atau perwakilannya di Indonesia

a. Pasal 22

b. Pasal 23

c. Pasal 21

d. Pasal 25

Jawaban B Pasal 23 Advokat asing dilarang beracara disidang pengadilan, berpraktik dan/atau membuka kantor jasa hokum atau perwakilannya di Indonesia 8 Advokat berhak menerima honorarium atas jasa

hukum yang telah diberikan kepada kliennya

a. Pasal 22

123

b.

Pasal 23

c. Pasal 21

d. Pasal 25

Jawaban C Pasal 21 Advokat berhak menerima honorarium atas jasa

hukum yang telah diberikan 9 Wilayah kerja advokat meliputi seluruh wilayah negara republic Indonesia

a. Pasal 5

b. Pasal 7

c. Pasal 21

d. Pasal 25

Jawaban A Pasal 5(2) Wilayah kerja Advokat meliputi seluruh wilayah negara Republik Indonesia 10 Sebelum menjalankan profesinya advokat wajib bersumpah di siding terbuka Pengadilan Tinggi

124

wilayah domisili hukumnya

a. Pasal 5

b. Pasal 6

c. Pasal 7

d. Pasal 4

Jawaban D

Pasal 4 Sebelum menjalankan profesinya, advokat wajib bersumpah menurut agamanya atau berjanji dengan sungguh-sungguh di sidang terbuka Pengadilan Tinggi di wilayah domisili hukumnya 11 Advokat yang telah diangkat dapat mengkhususkan diri pada bidang tertentu dengan persyaratan yang ditentukan

a. Pasal 5

b. Pasal 6

c. Pasal 3

d. Pasal 4

Jawaban C

125

Pasal 3(2) Advokat yang telah diangkat berdasarkan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menjalankan praktiknya dengan mengkhususkan diri pada bidang tertentu sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh peraturan

perundang-undangan.

12 Yang dapat diangkat sebagai advokat adalah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi

hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus profesi advokat yang dilaksanakan oleh organisasi advokat

a. Pasal 5

b. Pasal 3

c. Pasal 2

d. Pasal 4

Jawaban C Pasal 2 Yang dapat diangkat sebagai advokat adalah sarjana

126

yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus profesi advokat yang dilaksanakan oleh organisasi advokat 13 Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan undang undang ini

a. Pasal 4

b. Pasal 2

c. Pasal 1

d. Pasal 3

Jawaban C Pasal 1(1) Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik didalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan undang-undang ini. 14 Advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan

127

peraturan perundang-undangan

a. Pasal 5

b. Pasal 6

c. Pasal 7

d. Pasal 4

Jawaban A

Pasal 5(1) Advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan. 15 Pasal 29 mengatur buku daftar anggota yang wajib dilaporkan kepada Mahkamah Agung dan menteri setiap

a. Satu tahun

b. Perubahan

c. Pergantian pengurus

d. Satu bulan

Jawaban A Pasal 29(4)

128

Setiap 1(satu) Organisasi Advokat melaporkan pertambahan dan atau perubahan jumlah

anggotanya kepada Mahkamah Agung dan Menteri. 16 Ketentuan organisasi advokat diatur dalam

a. Pasal 28

b. Pasal 29

c. Pasal 30

d. Semua benar

Jawaban D BAB X Organisasi Advokat Pasal 28-30 17 Ketentuan pasal 23 (4) mengenai persyaratan dan tata cara mempekerjakan advokat asing serta kewajiban memberikan jasa hokum secara Cuma-

Cuma kepada dunia pendidikan diatur dalam

a. Peraturan Pemerintah

b. Undang-undang

c. Organisasi advokat

d. Keputusan menteri

129

Jawaban D Pasal 23(4) Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara mempekerjakan advokat asing serta kewajiban memberikan jasa hukum secara Cuma-Cuma kepada dunia pendidikan dan penelitian hokum diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri 18 Pasal 22 mengatur ketentuan bantuan hukum yang diatur lebih lanjut dalam

a. Peraturan Pemerintah

b. Undang-undang

c. Organisasi advokat

d. Keputusan menteri

Jawaban A Pasal 22(2) Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara pemebrian bantuan hokum secara Cuma-Cuma

sebagaiman dimaksud pada ayat 1 diatur lebih dengan Peraturan Pemerintah

130

19 Pasal 21 mengatur besarnya honorarium berdasarkan

a. Peraturan Pemerintah

b. Undang-undang

c. Organisasi advokat

d. Persetujuan kedua belah pihak

Jawaban D Pasal 21(2) Besarnya honorarium atas Jasa hokum sebagaiman dimaksud pada ayat(1) ditetapkan secara wajar berdasarkan persetujuan kedua belah pihak. 20 Advokat berhenti atau dapat diberhentikan dari

profesinya secara tetap karena alasan menurut pasal

10

a. Permohonan sendiri

b. Dijatuhi pidana yang telah berkekuatan hukum

tetap, karena melakukan tindak pidana yang

diancam dengan hukuman 4 tahun

c. Berdasarkan keputusan organisasi advokat

131

d.

Semua benar

Jawaban D Pasal 10 Advokat berhenti atau dapat diberhentikan dari profesinya secara tetap karena alasan:

a. permohonan sendiri;

b. dijatuhi pidana yang telah mempunyai kekuatan

hokum tetap, karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan hukuman 4 (empat)

tahun atau berlebih; atau

c. berdasarkan keputusan organisasi advokat

21 Menurut pasal 12 pengawasan terhadap advokat

dilakukan oleh

a. Organisasi advokat

b. Menteri

c. Mahkamah agung

d. Komisi pengawas

Jawaban A Pasal 12 (1)

132

Pengawasan terhadap advokat dilakukan oleh organisasi advokat

22 Penindakan terhadap advokat dengan jenis tindakan dalam pasal 7 dilakukan oleh

a. Organisasi advokat

b. Dewan kehormatan

c. Mahkamah agung

d. Komisi pengawas

Jawaban B Pasal 12 (2) Ketentuan tentang jenis dan tingkat perbuatan yang dapat dikenakan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan keputusan dewan kehormatan organisasi advokat

23 Jasa hukum adalah jasa hukum yang diberikan advokat berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien diatur

133

dalam

a. Pasal 1 (1)

b. Pasal 1 (2)

c. Pasal 1 (3)

d. Pasal 1 (4)

Jawaban B

Pasal 1(2) Jasa hukum adalah jasa yang diberikan advokat berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hokum klien. 24 Klien adalah orang, badan hokum atau lembaga lain yang menerima jasa hukum dari advokat

a. Pasal 1 (1)

b. Pasal 1 (2)

c. Pasal 1 (3)

d. Pasal 1 (4)

Jawaban C

134

Pasal 1(3) Klien adalah orang, badan hukum, atau lembaga lain yang menerima jasa hukum dari advokat. 25 Advokat asing adalah advokat berkewarganegaraan asing yang menjalankan profesinya diwilayah negara republik Indonesia berdasarkan ketentuan peraturan perundang- undangan

a. Pasal 1 (5)

b. Pasal 1 (6)

c. Pasal 1 (7)

d. Pasal 1 (8)

Jawaban D Pasal 1(8) Advokat asing adalah advokat berkewargananegaraan asing yang menjalankan profesinya diwilayah negara Republik Indonesia

berdasarkan persyaratan ketentuan peraturan

perundang-undangan.

135

26 Kantor advokat dapat mempekerjakan advokat asing sebagai karyawan atau tenaga ahli dalam

bidang hokum asing atas izin pemerintah dengan rekomendasi organisasi advokat

a. Pasal 23 (1)

b. Pasal 23 (2)

c. Pasal 23 (3)

d. Pasal 23 (4)

Jawaban B Pasal 23(2) Kantor Advokat dapat mempekerjakan advokat asing sebagai karyawan atau tenaga ahli dalam bidang hukum asing atas izin pemerintah dengan rekomendasi organisasi advokat. 27 Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan

pembelaan klien dalam sidang pengadilan

136

a.

Pasal 16

b. Pasal 15

c. Pasal 18

d. Pasal 19

Jawaban A Pasal 16 Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan

pembelaan klien dalam siding pengadilan. 28 Advokat tidak dapat diidentikan dengan kliennya dalam membela perkara klien oleh pihak yang berwenang dan atau masyarakat

a. Pasal 16

b. Pasal 15

c. Pasal 18

d. Pasal 19

Jawaban C Pasal 18(2)

137

Advokat tidak dapat diidentikan dengan kliennya dalam membela perkara klien oleh pihak yang berwenang dan/atau masyarakat. 29 Advokat berhak atas kerahasian hubungan dengan klien, termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan perlindungan terhadap penyadapan atas komunikasi elektronik

a. Pasal 16

b. Pasal 15

c. Pasal 18

d. Pasal 19

Jawaban D Pasal 19(2) Advokat berhak atas kerahasian hubungannya dengan klien, termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya terhadap penyitaan atau

pemeriksaan dan perlindungan terhadap penyadapan atas komunikasi elektronik advokat.

138

30

Pimpinan organisasi advokat tidak dapat

dirangkap dengan pimpinan partai politik

a. Pasal 26

b. Pasal 25

c. Pasal 28

d. Pasal 29

Jawaban C Pasal 28(3) Pimpinan organisasi advokat tidak dapat dirangkap

dengan pimpinan partai politik, baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah.

31 Dalam mengadili dewan kehormatan membentuk

majelis yang susunannya terdiri atas unsur dewan kehormatan, pakar atau ahli di bidang hukum dan

tokoh masyarakat

a. Pasal 26

b. Pasal 27

c. Pasal 28

d. Pasal 29

139

Jawaban B Pasal 27(4) Dalam mengadili sebagaimana dimaksud pada ayat(2), Dewan Kehormatan membentuk majelis yang susunannya terdiri atas unsure dewan kehormatan, pakar atau tenaga ahli dibidang hukum dan tokoh masyarakat. 32 Advokat yang menjadi pejabat Negara tidak melaksanakan tugas profesi advokat selama memangku jabatan

a. Pasal 20

b. Pasal 21

c. Pasal 22

d. Pasal 23

Jawaban A Pasal 20(3) Advokat yang menjadi pejabat negara, tidak

melaksanakan tugas profesi advokat selama memangku jabatan tersebut.

140

33

Keanggotaan komisi pengawas terdiri atas unsur

advokat senior, para ahli dan masyarakat

a. Pasal 11

b. Pasal 12

c. Pasal 13

d. Pasal 14

Jawaban C Pasal 13(2) Keanggotaan komisi pengawas sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) terdiri atas unsure advokat senior, para ahli/akademisi, dan masyarakat

34 Advokat dapat berhenti atau diberhentikan dari

profesinya oleh organisasi advokat

a. Pasal 6

b. Pasal 7

c. Pasal 8

d. Pasal 9

Jawaban D Pasal 9(1)

141

Advokat dapat berhenti atau diberhentikan dari profesinya oleh Organisasi Advokat 35 Pembelaan diri advokat dapat ditemui dalam

a. Pasal 1

b. Pasal 7

c. Pasal 17

d. Pasal 1(6) dan 7(3)

Jawaban D Pasal 1(6) Pembelaan diri adalah hak dan kesempatan yang diberikan kepada Advokat untuk mengemukakan alas an serta sanggahan terhadap hal-hal yang merugikan dirinya di dalam menjalankan profesinya ataupun kaitannya dengan organisasi profesi. Pasal 7(3) Sebelum advokat dikenai tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan

142

diri.

36 Untuk dapat diangkat menjadi advokat harus

memenuhi persyaratan,

a. Pasal 2

b. Pasal 3

c. Pasal 4

d. Pasal 5

Jawaban B Pasal 3

Untuk dapat diangkat menjadi advokat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. warga negara republic Indonesia

b. bertempat tinggal di Indonesia

c. tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau

pejabat negara

d. berusia sekurang-kurangnya 25 tahun

e. berijasah sarjana yang berlatar belakang

pendidikan tinggi hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1

143

f. lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat

g. magang sekurang-kurangnya 2 tahun terus

menereus pada kantor advokat

h. tidak pernah dipidana karena melakukan tindak

pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5(lima) tahun atau lebih

i. berperilaku baik, jujur, bertanggung jawab, adil dan mempunyai integritas yang tinggi

37 Pengangkatan advokat dan penghentian profesi dilakukan oleh organisasi advokat diatur dalam

a. Pasal 2

b. Pasal 9

c. Pasal 4

d. Pasal 2 (2) dan 9(1)

Jawaban D

144

Pasal 2(2) Pengangkatan advokat dilakukan oleh organisasi advokat Pasal 9(1) Advokat dapat berhenti atau diberhentikan dari profesinya oleh organisasi advokat. Undang-undang No. 18 tahun 2003 terdiri dari

a. 26 Pasal

b. 35 Pasal

c. 36 Pasal

d. 39 Pasal

Jawaban C

36 Pasal

Bab XI Keentuan Pidana

39 Ketentuan pidana tidak memiliki kekuatan hukum berdasarkan putusan mahkamah konstitusi

145

a.

Pasal 30

b. Pasal 31

c. Pasal 28

d. Pasal 29

Jawaban B

Pasal 31

Setiap orang yang dengan sengaja menjalankan pekerjaan profesi advokat dan bertindak seolah- oleha sebagai advokat, tetapi bukan advokat sebagaimana diatur dalam undangundang ini, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000 (lima puluh juta) rupiah. 40 Advokat yang dapat menjalankan pekerjaan profesi advokat adalah yang diangkat sesuai dengan ketentuan undang-undang

a. Pasal 29

b. Pasal 30

c. Pasal 28

146

d.

Pasal 32

Jawaban B Pasal 30 Advokat yang dapat menjalankan pekerjaan profesi advokat adalah yang diangkat sesuai dengan

ketentuan undang-undang ini.

MATERI KODE ETIK ADVOKAT 1 Menurut pasal 33 UU No.18 tahun 2003 kode etik advokat dan ketentuan tentang Dewan Kehormatan profesi mempunyai kekuatan hukum sejak

a. 23 Mei 2002

b. 23 mei 2003

c. 5 april 2003

d. 5 april 2002

Jawaban A Pasal 33 Kode etik dan ketentuan tentang Dewan Kehormatan Profesi Advokat yang telah ditetapkan

147

oleh Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Serikat Pengacara Indonesia (SPI), Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI), dan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM), pada tanggal 23 Mei 2002 dinyatakan mempunyai kekuatan hukum secara mutatis mutandis menurut Undang- Undang ini sampai ada ketentuan yang baru yang dibuat oleh Organisasi Advokat. 2 Menurut pasal 3 Kode etik advokat indonesia, advokat dapat menolak untuk memberi nasihat dan bantuan hukum karena

a. Bertentangan dengan hati nuraninya

b. Tidak sesuai dengan keahliannya

c. Tidak ada dasar hukumnya

d. A dan B benar

Jawaban D Pasal 3 a.

148

Advokat dapat menolak untuk memberi nasihat dan bantuan hukum kepada setiap orang yang memerlukan jasa dan atau bantuan hukum dengan pertimbangan oleh karena tidak sesuai dengan keahliannya dan bertentangan dengan hati nuraninya, tetapi tidak dapat menolak dengan

alasan karena perbedaan agama, kepercayaan, suku, keturunan, jenis kelamin, keyakinan politik dan kedudukan sosialnya. 3 Menurut pasal 2 Kepribadian advokat dalam menjalankan tugasnya menjunjung tinggi hukum

a. Undang-undang dasar republic indonesia

b. Kode etik advokat

c. Sumpah jabatannya

d. Semua benar

Jawaban D Pasal 2 Advokat Indonesia adalah warga negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

149

bersikap satria, jujur dalam mempertahankan keadilan dan kebenaran dilandasi moral yang tinggi, luhur dan mulia, dan yang dalam melaksanakan tugasnya menjunjung tinggi hukum, Undang-undang Dasar Republik Indonesia, Kode Etik Advokat serta sumpah jabatannya. 4 Menurut pasal 4 hubungan dengan klien, advokat tidak dibenarkan

a. Menjamin kepada kliennya bahwa perkara yang ditanganinya akan menang

b. Membebani klien dengan biaya-biaya yang tidak

perlu

c. Melepaskan tugas yang dibebankan kepadanya pada saat tidak menguntungkan

d. Semua benar

Jawaban D Pasal 4

a. Advokat dalam perkara-perkara perdata harus

mengutamakan penyelesaian dengan jalan damai.

150

b. Advokat tidak dibenarkan memberikan

keterangan yang dapat menyesatkan klien mengenai

perkara yang sedang diurusnya. c. Advokat tidak dibenarkan menjamin kepada kliennya bahwa perkara yang ditanganinya akan

menang.

d. Dalam menentukan besarnya honorarium

Advokat wajib mempertimbangkan kemampuan

klien.

e. Advokat tidak dibenarkan membebani klien

dengan biaya-biaya yang tidak perlu. f. Advokat dalam mengurus perkara cuma-cuma harus memberikan perhatian yang sama seperti terhadap perkara untuk mana ia menerima uang

jasa.

g. Advokat harus menolak mengurus perkara yang

menurut keyakinannya tidak ada dasar hukumnya.

h. Advokat wajib memegang rahasia jabatan tentang

hal-hal yang diberitahukan oleh klien secara

151

kepercayaan dan wajib tetap menjaga rahasia itu setelah berakhirnya hubungan antara Advokat dan klien itu. i. Advokat tidak dibenarkan melepaskan tugas yang dibebankan kepadanya pada saat yang tidak menguntungkan posisi klien atau pada saat tugas itu akan dapat menimbulkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki lagi bagi klien yang bersangkutan, dengan tidak mengurangi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 huruf a. j. Advokat yang mengurus kepentingan bersama dari dua pihak atau lebih harus mengundurkan diri sepenuhnya dari pengurusan kepentingankepentingan tersebut, apabila dikemudian hari timbul pertentangan kepentingan antara pihak-pihak yang bersangkutan. k. Hak retensi Advokat terhadap klien diakui sepanjang tidak akan menimbulkan kerugian

152

kepentingan klien. 5. Menurut pasal 5 hubungan dengan teman sejawat

a. Keberatan terhadap tindakan teman sejawat yang dianggap bertentangan dengan kode etik advokat harus diajukan kepada Dewan Kehormatan

b. Hubungan harus dilandasi sikap saling hormat

c. Tidak dipekenankan merebut klien dari rekan

sejawat

d. Semua benar

Jawaban D Pasal 5

a. Hubungan antara teman sejawat Advokat harus dilandasi sikap saling menghormati, saling menghargai dan saling mempercayai.

b. Advokat jika membicarakan teman sejawat atau

jika berhadapan satu sama lain dalam sidang pengadilan, hendaknya tidak menggunakan katakata

yang tidak sopan baik secara lisan maupun tertulis.

c. Keberatan-keberatan terhadap tindakan teman

153

sejawat yang dianggap bertentangan dengan Kode Etik Advokat harus diajukan kepada Dewan

Kehormatan untuk diperiksa dan tidak dibenarkan untuk disiarkan melalui media massa atau cara lain.

d. Advokat tidak diperkenankan menarik atau

merebut seorang klien dari teman sejawat.

e. Apabila klien hendak mengganti Advokat, maka

Advokat yang baru hanya dapat menerima perkara itu setelah menerima bukti pencabutan

pemberian kuasa kepada Advokat semula dan berkewajiban mengingatkan klien untuk memenuhi kewajibannya apabila masih ada terhadap Advokat

semula.

f. Apabila suatu perkara kemudian diserahkan oleh

klien terhadap Advokat yang baru, maka Advokat semula wajib memberikan kepadanya semua surat dan keterangan yang penting untuk mengurus perkara itu, dengan memperhatikan hak retensi Advokat terhadap klien tersebut.

154

g. Advokat dapat mengundurkan diri dari perkara

yang akan dan atau dengan kliennya

6 Dalam tentang sejawat asing bahwa advokat asing yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku menjalankan profesinya di Indonesia

tunduk serta wajib mentaati kode etik diatur dalam

a. pasal 6

b. Pasal 7

c. Pasal 8

d. Pasal 9

Jawaban A Pasal 6 Advokat asing yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku menjalankan profesinya di Indonesia tunduk kepada serta wajib mentaati Kode Etik ini.

7 Surat yang dikirim oleh advokat kepada teman sejawatnya dalam suatu perkara dapat ditunjukkan

155

kepada hakim apabila dianggap perlu kecuali surat- surat yang bersangkutan dibumbuhi catatan “sans prejudice” diatur

a. Pasal 6

b. Pasal 7

c. Pasal 8

d. Pasal 9

Jawaban B Pasal 7

a. Surat-surat yang dikirim oleh Advokat kepada

teman sejawatnya dalam suatu perkara dapat ditunjukkan kepada hakim apabila dianggap perlu

kecuali surat-surat yang bersangkutan dibuat dengan membubuhi catatan "Sans Prejudice ". 8 Pemasangan iklan semata-mata untuk menarik perhatian orang adalah dilarang termasuk pemasangan papan nama dengan ukuran dan atau bentuk yang berlebihan diatur dalam

a. Pasal 6

156

b.

Pasal 7

c. Pasal 8

d. Pasal 9

Jawaban C

Pasal 8

b. Pemasangan iklan semata-mata untuk menarik

perhatian orang adalah dilarang termasuk pemasangan papan nama dengan ukuran dan! atau bentuk yang berlebih-lebihan. 9 Advokat dapat mengundurkan diri dari perkara menurut pasal 8 apabila

a. Timbul perbedaan dan tidak tercapai kesepakatan tentang cara penanganan perkara

b. Karena tidak sesuai dengan keahliannya

c. Bertentangan dengan hati nuraninya

d. Jawaban b dan c benar

Jawaban A Pasal 8

157

diurusnya apabila timbul perbedaan dan tidak dicapai kesepakatan tentang cara penanganan perkara dengan

kliennya.

10 Pengaduan disampaikan secara tertulis kepada

dewan kehormatan dimana teradu menjadi anggota

a. Pasal 10

b. Pasal 11

c. Pasal 12

d. Pasal 13

Jawaban C Pasal 12 1. Pengaduan terhadap Advokat sebagai teradu yang dianggap melanggar Kode Etik Advokat harus disampaikan secara tertulis disertai dengan alasan- alasannya kepada Dewan Kehormatan Cabang/Daerah atau kepada dewan Pimpinan

Cabang/Daerah atau Dewan Pimpinan Pusat dimana teradu menjadi anggota. 11 Selambatnya dalam

158

waktu berapa hari teradu harus memberikan jawabannya secara tertulis kepada Dewan Kehormatan

a. 3 hari

b. 14 hari

c. 21 hari

d. 7 hari

Jawaban C Pasal 13 2. Selambat-lambatnya dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari pihak teradu harus memberikan jawabannya secara tertulis kepada Dewan Kehormatan Cabang/Daerah yang bersangkutan, disertai surat-surat bukti yang dianggap perlu. 12 Didalam pasal 14 setiap dilakukan persidangan majelis dewan kehormatan diwajibkan membuat atau menyuruh membuat berita acara persidangan

yang disahkan dan ditandatangani oleh

a. Panitera

159

b. Ketua Majelis

c. Majelis

d. Semua benar

Jawaban B

Pasal 14

4. Setiap dilakukan persidangan, Majelis Dewan

Kehormatan diwajibkan membuat atau menyuruh membuat berita acara persidangan yang disahkan dan ditandatangani oleh Ketua Majelis yang menyidangkan perkara itu. 13 Sidang dilakukan secara tertutup sedangkan keputusan diucapkan dalam sidang terbuka

a. Pasal 11

b. Pasal 12

c. Pasal 13

d. Pasal 14

Jawaban D

Pasal 14

5. Sidang-sidang dilakukan secara tertutup,

160

sedangkan keputusan diucapkan dalam sidang

terbuka.

14 Keputusan ditandatangani oleh ketua dan semua anggota majelis diatur dalam

a. Pasal 12

b. Pasal 13

c. Pasal 14

d. Pasal 15

Jawaban D Pasal 15 (5) Keputusan ditandatangani oleh Ketua dan semua Anggota Majelis, yang apabila berhalangan untuk menandatangani keputusan, hal mana disebut dalam keputusan yang bersangkutan.

15 Pemberian saksi pemberhentian sementara waktu tertentu harus diikuti larangan untuk menjalankan profesi advokat diluar maupun dimuka pengadilan diatur dalam

a. Pasal 12

161

b.

Pasal 13

c. Pasal 15

d. Pasal 16

Jawaban D Pasal 16 3. Pemberian sanksi pemberhentian sementara

untuk waktu tertentu harus diikuti larangan untuk menjalankan profesi advokat diluar maupun dimuka

pengadilan.

16 Menurut pasal 18 pemeriksaan tingkat banding, pengajuan banding beserta memori banding adalah wajib harus disampaikan dalam waktu

a. 7 hari

b. 14 hari

c. 21 hari

d. Semua benar

Jawaban C Pasal 18 2. Pengajuan permohonan bandng beserta Memori

162

Banding yang sifatnya wajib, harus disampaikan melalui Dewan Kehormatan Cabang/Daerah dalam

waktu 21 (dua puluh satu) hari sejak tanggal yang bersangkutan menerima salinan

keputusan.

17 Pada tanggal 23 mei 2002 kode etik berlaku sejak

tanggal ditetapkan diatur dalam

a. Pasal 24

b. Pasal 23

c. Pasal 22

d. Pasal 21

Jawaban A Pasal 24 Kode Etik Advokat ini berlaku sejak tanggal berlakunya Undang-undang tentang Advokat 18 Keputusan Dewan Kehormatan Pusat mempunyai kekuatan tetap sejak diucapkan dalam sidang

terbuka dengan atau tanpa dihadiri para pihak

a. Pasal 19

163

b.

Pasal 20

c. Pasal 21

d. Pasal 22

Jawaban A Pasal 19 2. Keputusan Dewan kehormatan Pusat mempunyai

kekuatan tetap sejak diucapkan dalam sidang terbuka dengan atau tanpa dihadiri para pihak dimana hari, tanggal dan waktunya telah

diberitahukan sebelumnya kepada pihak-pihak yang

bersangkutan.

19 Dewan Kehormatan Pusat secara prorogasi dapat

menerima permohonan pemeriksaan langsung dilampiri surat persetujuan kedua belah pihak

a. Pasal 18

b. Pasal 19

c. Pasal 20

d. Pasal 21

Jawaban A

164

Pasal 18 12. Dewan Kehormatan Pusat secara prorogasi dapat menerima permohonan pemeriksaan langsung dari suatu perkara yang diteruskan oleh Dewan Kehormatan Cabang/Daerah asal saja permohonan seperti itu

dilampiri surat persetujuan dari kedua belah pihak agar perkaranya diperiksa langsung oleh Dewan Kehormatan Pusat. 20 Menurut kepribadian advokat, Seorag advokat yang kemudian diangkat untuk menduduki jabatan negara tidak dibenarkan untuk berpraktek dan tidak diperkenankan namanya dicantumkan atau dipergunakan oleh siapapun

a. Pasal 2

b. Pasal 3

c. Pasal 4

d. Pasal 5

165

Jawaban B Pasal 3 i. Seorang Advokat yang kemudian diangkat untuk menduduki suatu jabatan Negara (Eksekutif, Legislatif dan judikatif) tidak dibenarkan untuk berpraktek sebagai Advokat dan tidak diperkenankan namanya dicantumkan atau dipergunakan oleh siapapun atau oleh kantor manapun dalam suatu perkara yang sedang diproses/berjalan selama ia menduduki jabatan

tersebut.

21 Dalam hubungan dengan klien, Hak retensi advokat terhadap klien diakui sepanjang tidak akan menimbulkan kerugian kepentingan klien

a. Pasal 2

b. Pasal 3

c. Pasal 4

d. Pasal 5

Jawaban C

166

Pasal 4

k. Hak retensi Advokat terhadap klien diakui

sepanjang tidak akan menimbulkan kerugian kepentingan klien. 22 Dalam hubungan dengan teman sejawat , diatur

dalam

a. Pasal 4

b. Pasal 5

c. Pasal 6

d. Pasal 7

Jawaban B Pasal 5

a. Hubungan antara teman sejawat Advokat harus dilandasi sikap saling menghormati, saling

menghargai dan saling mempercayai.

b. Advokat jika membicarakan teman

sejawat atau jika berhadapan satu sama lain dalam sidang pengadilan, hendaknya tidak menggunakan katakata

167

yang tidak sopan baik secara lisan maupun tertulis.

c. Keberatan-keberatan terhadap

tindakan teman sejawat yang dianggap

bertentangan dengan Kode Etik Advokat harus diajukan kepada Dewan

Kehormatan untuk diperiksa dan tidak dibenarkan untuk disiarkan melalui media massa atau cara lain.

d. Advokat tidak diperkenankan

menarik atau merebut seorang klien

dari teman sejawat.

e. Apabila klien hendak mengganti

Advokat, maka Advokat yang baru hanya dapat menerima perkara itu setelah menerima bukti pencabutan pemberian kuasa kepada Advokat semula dan berkewajiban mengingatkan klien untuk memenuhi

168

kewajibannya apabila masih ada terhadap Advokat semula. f. Apabila suatu perkara kemudian diserahkan oleh klien terhadap Advokat yang baru, maka Advokat semula wajib memberikan kepadanya semua surat dan keterangan yang penting untuk mengurus perkara itu, dengan memperhatikan hak retensi Advokat terhadap klien tersebut. 23 Hak imunitas seorang advokat diatur dalam

a. Pasal 6 tentang sejawat asing

b. Pasal 7 cara bertindak menangani perkara

c. Pasal 8 ketentuan lain tentang kode etik

d. Pasal 5 hubungan dengan teman sejawat

Jawaban B

Pasal 7

g. Advokat bebas mengeluarkan

169

pernyataan-pernyataan atau pendapat yang dikemukakan dalam sidang pengadilan dalam rangka pembelaan dalam suatu perkara yang menjadi tanggung jawabnya baik dalam sidang terbuka maupun dalam sidang tertutup

yang dikemukakan secara proporsional dan tidak berkelebihan dan untuk itu memiliki imunitas hukum baik perdata maupun pidana. 24 Menurut pasal 8 advokat yang sebelumnya pernah menjabat sebagai hakim atau penitera dari suatu lembaga peradilan tidak dibenarkan menangani perkara yang diperiksa pengadilan tempatnya terakhir bekerja selama

a. 5 tahun

b. 4 tahun

c. 3 tahun

d. 2 tahun

170

Jawaban C Pasal 8

h. Advokat yang sebelumnya pernah menjabat

sebagai Hakim atau Panitera dari suatu lembaga

peradilan, tidak dibenarkan untuk memegang atau menangani

perkara yang diperiksa pengadilan tempatnya terakhir bekerja selama 3 (tiga) tahun semenjak ia berhenti dari pengadilan tersebut. 25 Menurut pasal 13 pemeriksaan tingkat pertama oleh dewan kehormatan cabang/daerah, pengadu dan yang teradu

a. Harus hadir secara pribadi

b. Tidak dapat menguasakan kepada orang lain

c. Jka dikehendaki dapat didampingi oleh penasehat

d. Semua benar

Jawaban D Pasal 13 7. Pengadu dan yang teradu:

171

a. Harus hadir secara pribadi dan tidak dapat menguasakan kepada orang lain, yang jika dikehendaki masing-masing dapat didampingi oleh penasehat.

b. Berhak untuk mengajukan saksisaksi dan bukti-

bukti.

26 Menurut pasal 13 jika dalam waktu 21 hari teradu tidak memberikan jawaban tertulis, dewan kehormatan menyampaikan pemberitahuan kedua dengan peringatan bahwa apabila dalam waktu… Maka ia dianggap telah melepaskan hak jawabnya

a. 21 hari

b. 14 hari

c. 7 hari

d. 3 hari

Jawaban B Pasal 13 3. Jika dalam waktu 21 (dua puluh satu) hari tersebut teradu tidak memberikan jawaban tertulis,

172

Dewan Kehormatan Cabang/Daerah menyampaikan pemberitahuan kedua dengan peringatan bahwa apabila dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal surat peringatan tersebut ia tetap tidak memberikan jalaban tertulis, maka ia dianggap telah melepaskan hak jawabnya. 27 Apabila teradu dalam pasal 13 telah dipanggil

sampai…

pemeriksaan

diteruskan tanpa hadirnya teradu

a. 1 kali

b. 2 kali

c. 3 kali

d. Semua salah

Jawaban B Pasal 13 kalinya salah satu pihak tidak hadir:

a. Sidang ditunda sampai dengan

sidang berikutnya paling lambat 14

tidak

datang tanpa alasan yang sah,

173

(empat belas) hari dengan memanggil pihak yang tidak hadir secara patut.

b. Apabila pengadu yang telah

dipanggil sampai 2 (dua) kali tidak

hadir tanpa alasan yang sah, pengaduan dinyatakan gugur dan ia

tidak dapat mengajukan pengaduan lagi atas dasar yang sama kecuali Dewan Kehormatan Cabang/Daerah berpendapat bahwa materi pengaduan berkaitan dengan kepentingan umum atau kepentingan organisasi. c. Apabila teradu telah dipanggil sampai 2 (dua) kali tidak datang tanpa alasan yang sah, pemeriksaan diteruskan tanpa hadirnya teradu.

d. Dewan berwenang untuk

memberikan keputusan di luar hadirnya yang teradu, yang

174

mempunyai kekuatan yang sama seperti keputusan biasa.

28 Cara pengambilan keputusan diatur dalam

a. Pasal 16

b. Pasal 15

c. Pasal 18

d. Pasal 19

Jawaban B Pasal 15 (1) Setelah memeriksa dan mempertimbangkan pengaduan, pembelaan, surat-surat bukti dan keterangan saksi-saksi maka Majelis Dewan Kehormatan mengambil Keputusan yang dapat berupa:

a. Menyatakan pengaduan dari pengadu tidak dapat diterima;

b. Menerima pengaduan dari pengadu dan mengadili

serta menjatuhkan sanksisanksi kepada teradu;

c. Menolak pengaduan dari pengadu.

175

(2) Keputusan harus memuat pertimbangan- pertimbangan yang menjadi dasarnya dan menunjuk pada pasal-pasal Kode Etik yang dilanggar. (3) Majelis Dewan Kehormatan mengambil keputusan dengan suara terbanyak dan mengucapkannya dalam sidang terbuka dengan atau tanpa dihadiri oleh pihak-pihak yang bersangkutan, setelah sebelumnya memberitahukan hari, tanggal dan waktu persidangan tersebut kepada pihak-pihak yang bersangkutan. (4) Anggota Majelis yang kalah dalam pengambilan suara berhak membuat catatan keberatan yang dilampirkan didalam berkas perkara. (5) Keputusan ditandatangani oleh Ketua dan semua Anggota Majelis, yang apabila berhalangan untuk menandatangani keputusan, hal mana

176

disebut dalam keputusan yang

bersangkutan.

29 Menurut pasal 16 sifat pelanggaran berat tidak mengindahkan dan tidak menghormati ketentuan kode etikatau bilamana setelah mendapat sanksi

berupa peringatan keras masih

mengulangi pelanggaran kode etik disebut

a. Pemecatan

b. Pemberhentian sementara

c. Peringatan keras

d. Peringatan biasa

Jawaban B Pasal 16

c. Pemberhentian sementara untuk waktu tertentu

bilamana sifat pelanggarannya berat, tidak mengindahkan dan tidak menghormati ketentuan kode etik atau bilamana setelah mendapat sanksi berupa peringatan keras masih mengulangi melakukan pelanggaran kode

177

etik.

30 Sebagai satu-satunya wadah organisasi Advokat

berdasarkan UU Advokat, eksistensi PERADI juga telah dikuatkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi No. 014/PUUIV/ 2006 tanggal 30 November 2006.

�� Benar

�� Salah

Jawaban A Benar 31 Advokat dapat diberhentikan oleh organisasi

Advokat diatur dalam Undang-undang No. 18 tahun

2003

a. Pasal 7

b. Pasal 9

c. Pasal 10

d. Pasal 11

Jawaban B

178

Pasal 7 (1) Jenis tindakan yang dikenakan terhadap Advokat dapat berupa:

a. teguran lisan;

b. teguran tertulis;

c. pemberhentian sementara dari profesinya selama

3 (tiga) sampai 12 (dua belas) bulan;

d. pemberhentian tetap dari profesinya.

(2) Ketentuan tentang jenis dan tingkat perbuatan

yang dapat dikenakan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Keputusan Dewan Kehormatan Organisasi Advokat. (3) Sebelum Advokat dikenai tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepada yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan

diri.

32 Advokat menurut pasal 10 uu advokat berhenti atau dapat diberhentikan dari profesiya secara tetap

179

karena

a. Permohonan sendiri

b. Dijatuhi pidana yang mempunyai kekuatan hokum

tetap karena tidak pidana yang diancam dengan

hukuman 4 tahun atau lebih

c. Berdasarkan keputusan organisasi advokat

d. Semua benar

Jawaban D Pasal 10

(1) Advokat berhenti atau dapat diberhentikan dari profesinya secara tetap karena alasan:

a. permohonan sendiri;

b. dijatuhi pidana yang telah mempunyai kekuatan

hukum tetap, karena melakukan tindak pidana yang

diancam dengan hukuman 4 (empat) tahun atau lebih; atau

c. berdasarkan keputusan Organisasi Advokat.

(2) Advokat yang diberhentikan berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

180

tidak berhak menjalankan profesi Advokat. 33 Ketua umum organisasi peradi adalah otto hasibuan siapakah ketua organisasi peradi

a. Hary ponto

b. Denny kailimang

c. Leonard p simorangkir

d. Semua salah

Jawaban B Denny kailimang

34 Dalam waktu paling lama 2 tahun setelah berlakunya undang-undang ini organisasi advokat telah terbentuk

a. Pasal 32

b. Pasal 31

c. Pasal 28

d. Pasal 29

Jawaban A Pasal 32 (1) Advokat, penasihat hukum, pengacara praktik

181

dan konsultan hukum yang telah diangkat pada saat Undang-undang ini mulai berlaku, dinyatakan sebagai Advokat sebagaimana diatur dalam Undang- Undang ini. (2) Pengangkatan sebagai pengacara praktik yang pada saat Undang- Undang ini mulai berlaku masih dalam proses penyelesaian, diberlakukan ketentuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. (3) Untuk sementara tugas dan wewenang Organisasi Advokat sebagaimana dimaksud dalam Undangundang ini, dijalankan bersama oleh Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI),

182

Serikat Pengacara Indonesia (SPI), Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI), Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI). (4) Dalam waktu paling lambat 2 (dua) tahun setelah berlakunya Undang- Undang ini, Organisasi Advokat telah

terbentuk.

35 Setiap advokat wajib menjadi anggota organisasi advokat

a. Pasal 32

b. Pasal 31

c. Pasal 30

d. Pasal 29

Jawaban C Pasal 30 (1) Advokat yang dapat menjalankan pekerjaan profesi Advokat adalah yang

183

diangkat sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini. (2) Setiap Advokat yang diangkat berdasarkan Undang-Undang ini wajib menjadi anggota Organisasi Advokat. 36 Maksud dan tujuan organisasi advokat adalah untuk meningkatkan kualitas profesi advokat,

a. Pasal 32

b. Pasal 31

c. Pasal 28

d. Pasal 29

Jawaban C Pasal 28 satu-satunya wadah profesi Advokat yang bebas dan mandiri yang dibentuk sesuai dengan ketentuan Undang-

Undang ini dengan maksud dan tujuan untuk meningkatkan kualitas profesi

184

Advokat.

(2) Ketentuan mengenai susunan Organisasi Advokat ditetapkan oleh para Advokat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (3) Pimpinan Organisasi Advokat tidak

dapat dirangkap dengan pimpinan partai politik, baik di tingkat Pusat maupun di tingkat Daerah.

37 Organisasi advokat berwenang mengadakan pendidikan khusus profesi advokat

a. Pasal 32

b. Pasal 31

c. Pasal 28

d. Pasal 2

Jawaban D Pasal 2 (1) Yang dapat diangkat sebagai Advokat adalah sarjana yang berlatar

185

belakang pendidikan tinggi hukum dan setelah mengikuti pendidikan khusus profesi Advokat yang dilaksanakan oleh Organisasi Advokat. (2) Pengangkatan Advokat dilakukan oleh Organisasi Advokat. (3) Salinan surat keputusan pengangkatan Advokat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan kepada Mahkamah Agung dan Menteri.

38 Peradi dibentuk pada tanggal 21 desember 2004

a. Benar

b. salah

Jawaban A Benar 39 Kode etik advokat disahkan oleh 7 organisasi pada tanggal 23 mei 2003

186

a. Benar

b. salah

Jawaban A Kode etik advokat disahkan oleh 7 organisasi pada tanggal 23 mei 2003 40 Dihotel dana solo pada tanggal 30 agustus 1964

dibentuk persatuan advokat indonesia

a. Benar

b. salah

Jawaban A Benar

MATERI ACARA PERDATA 1 Suatu perselisihan tidak termasuk kewenangan Pengadilan Negeri, pernyataan tersebut diatas

a. Pasal 134 HIR mengenai Kompetensi absolut

b. Pasal 134 HIR mengenai Kompetensi relatif

c. Pasal 143 HIR mengenai Kompetensi absolut

d. Pasal 143 HIR mengenai Kompetensi relatif

187

Jawaban A Pasal 134 Jika perselisihan suatu perkara yang tidak termasuk kekuasaan pengadilan negeri, maka pada setiap waktu dalam pemeriksaan perkara itu dapat dimintakan supaya hakim menyatakan dirinya tidak berkuasa dan hakimpun wajib pula mengakuinya karena

jabatannya.

2 Sebelum dimulai dengan pembacaan surat gugatan, maka hakim

a. Mengusahakan perdamaian 130 HIR

b. Memerintahkan pihak untuk berdamai

c. Meminta penggugat untuk membaca gugatan

d. Tidak wajib mengusahakan perdamaian

Jawaban A Pasal 130(1) jika pada hari yang ditentukan itu, kedua belah pihak datang maka pengadilan negeri

188

dengan pertolongan ketua mencoba akan memperdamaikan mereka.

3 Putusan Pengadilan tanpa dihadiri oleh pihak Tergugat menurut pasal 125 HIR disebut

a. Putusan Sela

b. Putusan Verstek

c. Putusan Kontradiktoir

d. Putusan Verzet

Jawaban B Pasal 125 Jika tergugat tidak datang pada hari perkara itu akan diperiksa, atau tidak pula menyuruh orang lain menghadap mewakilinya, meskipun ia dipanggil

dengan patut, maka gugatan itu diterima dengan tidak hadir (verstek) kecuali kalau nyata kepada pengadilan negeri, bahwa pendakwaan itu melawan hak atau tidak beralasan.

189

4 Menurut Pasal 129 HIR terhadap putusan tanpa kehadiran, tergugat dapat mengajukan

a. Verstek

b. Verzet

c. Derdenverset

d. Banding

Jawaban B Pasal 129 Tergugat yang dihukum sedang ia tidak hadir (verstek) dan tidak menerima putusan itu dapat memajukan perlawanan(verzet) atas keputusan itu. 5. Alat bukti dalam hukum acara perdata diatur dalam Pasal 164 HIR terdiri atas

a. Surat

b. Surat, saksi, persangkaan, pengakuan, sumpah

c. Surat, saksi, persangkaan,pengakuan

d. Surat, saksi, persangkaan, pengakuan, sumpah,

pemeriksaan setempat, keterangan ahli

190

Jawaban B Pasal 164 Maka yang disebut alat-alat bukti, yaitu Bukti dengan surat Bukti dengan saksi Persangkaan- persangkaan Pengakuan Sumpah 6 Pasal berapa dalam HIR mengatur tentang gugat balik

a. Pasal 120 HIR

b. Pasal 132 HIR

c. Pasal 136 HIR

d. Pasal 130 HIR

Jawaban B Pasal 132 (b)(1) Tergugat wajib memajukan gugatan melawan bersama-sama dengan jawabannya baik dengan surat maupun dengan lisan 7 Pemilik barang bergerak yang barangnya ada

ditangan orang lain dapat meminta penyitaan:

a. Sita eksekusi

191

b. Sita conservatoir

c. Sita revindicatoir

d. Sita marital

Jawaban C Sita revindicatoir

8 Menurut Pasal 390 HIR panggilan tergugat jika tidak ditemukan, maka surat panggilan diserahkan kepada

a. Camat yang bersangkutan

b. Kepala sektor kepolisian yang bersangkutan

c. Bupati yang bersangkutan

d. Kepala desa yang

bersangkutan Jawaban D Pasal 390(1) Tiap-tiap surat jurusita, kecuali yang akan disebut

dibawah ini, harus disampaikan pada orang yang bersangkutan sendiri ditempat diamnya atau tempat

192

tinggalnya dan jika tidak dijumpai disitu, kepada kepala desanya atau lurah bangsa tionghoa yang diwajibkan dengan segera memberitahukan surat jurusita itu pada orang itu sendiri, dlam hal terakhir ini tidak perlu pernyataan menurut hukum. 9 Terhadap barang yang telah diletakkan sita Jaminan

a. Dititipkan kepada kepala desa

b. Dititipkan di pengadilan

c. Diserahkan kepada penggugat

d. Tetap dikuasai

Jawaban D Tetap dikuasai

10 Putusan yang dapat mengabulkan lebih dari pada yang dituntut