Anda di halaman 1dari 6

Aplikasi 5 R dan Tahap-Tahapnya

Tonny Warsono, Dira Wisnu, Rachmat Kurniawan, Andreas Hartono, Asih, Zikri Kami dikantor dan proyek sedang melaksanakan sistem 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) atau 5 S sebagai bagian dari terapan appropiate working condition nya-ISO 9000 series. Pernah saya mendengar, tetapi lupa dari siapa, urutan dari 5 R tersebut tidak dapat dibalik-balik. Mungkin dapat sharing apakah pernyataan itu benar? Adakah referensi perusahaan di Indonesia yang menerapkan sistem 5 R ini dengan sangat baik (Kecuali Unilever)? Kami ingin berguru. Salam MUTU Tonny Warsono [1] *** Yang terhormat Bpk Tonny, Urutan tersebut disusun berdasarkan urutan langkah/tahap implementasi, mulai dari Resik s/d Rajin, sehingga memang tidak bisa dibalik-balik. Kalau ditempat saya namanya 5K + S: (1) Ketertiban, (2) Kerapian, (3) Kebersihan, (4) Kelestarian, (5) Kedisiplinan, dan ditambahkan (6) Safety (keselamatan) Best regards, Dira Wisnu W [2] *** Untuk Bapak Tonny, Urutan 5R (5S) yang Bapak sebutkan memang benar, yaitu: (1) Ringkas (Seiri): Singkirkan barang yang tidak perlu. (2) Rapi (Seiton): Penyimpanan barang sesuai dengan tempatnya. (3) Resik (Seiso): Membersihkan berarti memeriksa. (4) Rawat (Seiketsu): Menghindari ketidakpastian/ketidaksesuaian. (5) Rajin (Shitsuke): Norma kerja produktif selalu dipatuhi. 5R (5S) ini mayoritas diterapkan di perusahaan/manufaktur milik Jepang dan Korea, termasuk perusahaan kami. Best regards, Rachmat Kurniawan [3] *** Penerapan 5R harus dilakukan secara sistematis karena pada intinya 5R bukanlah suatu standar tetapi lebih ke arah pembentukan budaya seluruh karyawan di dalam suatu perusahaan. 5R memang tidak dapat dibolak-balik karena itu sudah menjadi suatu urutan logis yang harus dijalankan. Dimana hal pertama yang harus dilakukan adalah ringkas bagaimana membuat area kerja menjadi ringkas dengan hanya menempatkan barang-barang yang diperlukan saja. Setelah ringkas baru dirapikan dan dibersihkan. Tahap selanjutnya baru melakukan perawatan dan pemerliharaan. Satu hal yang penting yang harus diperhatikan adalah jangan berharap akan terjadi bersih kalau belum ringkas. Demikian juga seterusnya. Sehingga pada intinya 5R harus diterapkan step by step mulai dari R1, setelah cukup baik baru ke R2 dan seterusnya. Pembentukan budaya 5R bukanlah suatu yang instan, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjadi budaya. Dalam 5R tentu tidak ada yang sempurna, semua harus berpikir menjadi lebih baik menjadi lebih baik dan terus akan menjadi lebih baik. Andreas Hartono [4] *** Rekan Dira W, Rachmat K , Andreas H, Terima kasih atas tanggapan tentang 5 R. Saya semakin yakin manfaat 5 R ini dari masukan rekanrekan. Saya ingin sharing sudut pandang yang lain tentang penerapan 5 R ini. Dari pangalaman, ternyata 5 R bisa diterapkan dimana saja, untuk jenis usaha apa saja yang penting tujuannya jelas dan dapat diukur efektifitasnya (Kata pepatah: if you can not measure it, you can not manage it). Kami dikantor dan diproyek menggunakan ukuran point tertentu. Jadi, kami memodifikasi sendiri sesuatu yang kami anggap benar dan baik kami standarkan. Moga-moga kalau score nya udah tinggi lama kelamanan jadi budaya. Kalau mengenai urutan 5 R, kami masih mencari pembenarannya dari sudut lain, misalnya: mengapa R ke 4 (Rawat) dan 5 (Rajin) di letakkan paling belakang? kalau menurut saya :karena kedua hal tersebut tidak dapat dilihat/tidak kelihatan, tapi justru yang paling penting karena basis penerapan ini di Rajin nya (Disiplin). Kalau begitu kenapa tidak didepan? Dari pengalaman penerapannya kami cari pembenaran yang duluan ditulis yang kelihatan (Seeing is beliefing), sedangkan R1,2,3 sejalan dengan pemikiran sesuai urutan proses dan berbasis efisien yang juga didasari Kaizen. Salam Mutu.

105024477.doc.doc

Tonny W [5] *** Salam kenal semuanya. Saya pendatang baru nih. Mohon pencerahan dan mungkin bisa berdiskusi bersama. Saya ingin nimbrung soal 5 R ya Pak Tonny. Mohon maap dulu kalo ada yg salah ya, dan semoga bermanfaat. Setahu saya tentang 5 R adalah sbb: Dalam 5R ada 3 tahapan: (1) 5R yang aktif (persiapan) (2) Pembudayaan 5R (5R yg efektif) (3) 5R pencegahan (penerapan 5R tingkat lanjut) Urutan dari 5R sendiri adalah: (1) Ringkas (2) Rapi (3) Resik (4) Rawat (5) Rajin. Dalam tahap I: (1) Ringkas: - membuang barang yang tidak diperlukan. Disini brg dikelp mjd 4 (barang rusak/ dibuang, stok mati/dibuang,stok tidur/dipindahkan ke tempat penyimpanan lain & bahan sisa) (2) Rapi: - membenahi tempat penyimpanan - mengatur tata letak peralatan kerja (3) Resik: Mengatur prosedur kebersihan harian, termasuk penanggung jawabnya. (4) Rawat: Mempertahankan dan menindaklanjuti dr ketiga langkah diatas. pemeriksaan ke lapangan (5) Rajin: Pengendalian visual tempat kerja menerima kritik & saran atas pelaksanaan 3 hal diatas pemasangan slogan2 menuju terciptanya suatu KEBIASAAN yang rajin, yg pada akhirnya akan mjd BUDAYA Dalam tahap II: (1) Ringkas: mengendalikan tingkat persediaan barang (2) Rapi: memudahkan penggunaan dan pengembalian barang (3) Resik: - Membudayakan kebersihan & pemeriksaan minimal 5 menit setiap hari (4) Rawat: Mempertahankan tempat kerja yg resik (5) Rajin: Mempertahankan rawat di perusahaan Dalam tahap III: (1) Ringkas pencegahan: - menghindari adanya barang yg tidak diperlukan (2) Rapi pencegahan: - menghindari ketidakrapian (3) Resik pencegahan: - membersihkan tanpa mengotori lagi (4) Rawat pencegahan: mencegah penurunan kondisi lingkungan (5) Rajin pencegahan: mensistematika pelatihan Jadi, saya simpulkan disini bahwa tujuan dari masing2 langkah adalah: Ringkas: biaya/cost Rapi: proses & delivery Resik: quality & safety Rawat: sistem & standar Rajin: budaya & sikap. Seperti kata Pak Tonny yg mengomentari bahwa Rawat & Rajin no 4 & 5, saya setuju dengan Pak Tonny. menurut saya, inti/dasar dari 5R adalah Ringkas, Rapi & Resik, sedangkan Rawat dan Rajin adalah proses pengendalian & tindak lanjut dari ketiga hal tsb. Demikian pendapat saya. Terima kasih Salam kenal Asih [6]

(1) (2) (3) (4) (5)

105024477.doc.doc

*** *** Rekan Asih, Salam kenal juga, terima kasih atas sharing nya yang ternyata melengkapi filosofi nya 5 R. Memang, 3 tahapan yang Rekan Asih sebutkan sejalan dengan PDCA dan menuju efisiensi. Apalagi konsumen sekarang mengharapkan Quality up, cost down, ya 5 R inilah menurut saya salah satu approach dasar yang paling ampuh untuk memperoleh efisiensi. Dalam pelaksanaan 5 R dikantor dan lapangan, kami menggunakan tahapan sikap kerja yang: a) DIPAKSA (Manusia pada dasarnya malas) b) TERPAKSA (Kendali dengan sistem) c) BISA ( Proses pembelajaran sampai Tahu) d) BIASA (Sikap yang termotivasi) e) BUDAYA (Perilaku yang mengarah pada belief) Begitulah kami lakukan. Sharing dong untuk pengukurannya. oh ya, dimana dari pengalaman Rekan Asih mengaudit penerapan 5 R yang bisa saya hubungi?

105024477.doc.doc

Konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin)


Posted on Mei 25, 2008 by safety4abipraya Setiap perusahaan pasti mengharapkan suatu lingkungan kerja yang selalu bersih, rapi, dan masing masing orang mempunyai konsistensi dan disiplin diri, sehingga mampu mendukung terciptanya tingkat efisiensi dan produktifitas yang tinggi di perusahaan. Namun pada kenyataannya kondisi ini sulit terjadi di setiap perusahaan. Banyak perusahaan yang seringkali mengeluh begitu sulitnya dan banyak membuang waktu hanya untuk mencari data dan atau sarana yang lupa penempatannya. Tidak hanya itu, seringkali kita kurang nyaman dengan kondisi berkas kerja yang berantakan dan tidak jarang memicu kondisi emosional kita. Beberapa permasalahan tersebut diatas dapat kita atasi dengan melakukan penerapan program 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), yang merupakan adaptasi program 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) yang dikembangkan di Jepang dan sudah digunakan oleh banyak negara di seluruh penjuru dunia. Ini merupakan suatu metode sederhana untuk melakukan penataan dan pembersihan tempat kerja yang dikembangkan dan diterapkan di Jepang.

PELATIHAN HOUSEKEEPING DAN BUDAYA 5R


Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) akan menyelenggarakan pelatihan internal singkat mengenai housekeeping dan budaya 5R, pada : Hari/Tanggal Jam Tempat Peserta Instruktur : Rabu, 28 Mei 2008 : 08.30 - 15.00 : Ruang Rapat Lantai II, Kantor Pusat : Biro/SPI/Sekper/Divisi/Wil II/Proyek : Sekretaris P2K3 : Download (dari rapidshare.com) Download Materi tambahan : Download , Download (dari 4shared.com)

Materi pelatihan bisa diunduh di sini

105024477.doc.doc

5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih, dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan, dan dengan demikian 4 bidang sasaran pokok industri, yaitu efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja dapat lebih mudah dicapai. RINGKAS Prinsip RINGKAS adalah memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Mengetahui benda mana yang tidak digunakan, mana yang akan disimpan, serta bagaimana cara menyimpan supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi sebuah perusahaan. Langkah melakukan RINGKAS : 1. Cek-barang yang berada di area masing-masing. 2. Tetapkan kategori barang-barang yang digunakan dan yang tidak digunakan. 3. Beri label warna merah untuk barang yang tidak digunakan 4. Siapkan tempat untuk menyimpan / membuang /memusnahkan barang-barang yang tidak digunakan. 5. Pindahkan barangbarang yang berlabel merah ke tempat yang telah ditentukan. RAPI Prinsip RAPI adalah menyimpan barang sesuai dengan tempatnya. Kerapian adalah hal mengenai sebagaimana cepat kita meletakkan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah. Perusahaan tidak boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda-benda harus diletakkan untuk mempercepat waktu untuk memperoleh barang tersebut. Langkah melakukan RAPI : 1. Rancang metode penempatan barang yang diperlukan, sehingga mudah didapatkan saat dibutuhkan 2. Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke tempat yang telah dirancang dan disediakan 3. Beri label / identifikasi untuk mempermudah penggunaan maupun pengembalian ke tempat semula. RESIK Prinsip RESIK adalah membersihkan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan dan barang-barang agar tidak terdapat debu dan kotoran. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang dari CEO hingga pada tingkat office boy.

105024477.doc.doc

Langkah melakukan RESIK : 1. Penyediaan sarana kebersihan, 2. Pembersihan tempat kerja, 3. Peremajaan tempat kerja, dan 4. Pelestarian RESIK. RAWAT Prinsip RAWAT adalah mempertahankan hasil yang telash dicapai pada 3R sebelumnya dengan membakukannya (standardisasi). Langkah melakukan RAWAT : 1. Tetapkan standar kebersihan, penempatan, penataan 2. Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang bekerja di tempat kerja RAJIN Prinsip RAJIN adalah terciptanya kebiasaan pribadi karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. RAJIN di tempat kerja berarti pengembangan kebiasaan positif di tempat kerja. Apa yang sduah baik harus selalu dalam keadaan prima setiap saat. Prinsip RAJIN di tempat kerja adalah LAKUKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN JANGAN MELAKUKAN APA YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN Langkah melakukan RAJIN : 1. Target bersama, 2. Teladan atasan 3. Hubungan/komunikasi di lingkungan kerja 4. Kesempatan belajar

105024477.doc.doc

Beri Nilai