Anda di halaman 1dari 7

Termokimia

Penentuan Perubahan Entalpi Molar

Created by: Name No Class : M. Hanif Syamsudin : 19 : XI IPA 2

STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 OF KEBUMEN


2011/2012

Topik
Penentuan Perubahan Entalpi Molar

Tujuan
Menentukan perubahan entalpi pada reaksi antara larutan Natrium Hidroksida dengan larutan Asam Klorida.

Dasar Teori
Kalorimeter adalah suatu system terisolasi (tidak ada perpindahan materi maupun energy dengan lingkungan di luar calorimeter). Dengan mengukur perubahan suhu di dalam calorimeter, kita dapat menentuka jumlah kalor yang diserap/dibebaskan oleh larutan serta perangkatkalorimeter berdasarkan rumus:

q =m x c x t qkalorimeter = C x t

Dengan: q: jumlah kalor (J)

m: massa larutan di dalam calorimeter (g) c: kalor jenis larutan dalam kalorimeter (J K-1 g-1 atau J 0C-1 g-1) C: kapasitas kalor dari bom calorimeter (J K-1 atau J 0C-1) T: perubahan suhu larutan (calorimeter) ( K atau 0C)
Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan, maka kalor reaksi sama dengan kalor yang diserap/dibebaskan oleh larutan dan calorimeter, tetapi tandanya berbeda. qreaksi = -(qlarutan + qkalorimeter)

Alat
1. 2 Gelas Steroform 2. Tutup gelas steroform 3. Pengaduk 4. Plastisin (secukupnya) 5. Termometer 6. 2 Gelas Erlenmeyer

7. Corong

Bahan
1. 20 cm3 larutan NaOH 1 M 2. 20 cm3 larutan HCl 1 M

Cara Kerja
1. Masukkan 20 cm3 larutan NaOH 1 M ke dalam gelas Erlenmeyer dan 20 cm3 larutan HCl 1 M ke dalam gelas Erlenmeyer yang lainnya. 2. Ukur suhu kedua larutan itu. Termometer harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum dipindahkan dari satu larutan ke larutan yang lain. Jika suhu kedua larutan berbeda, tentukan suhu rata-rata (suhu awal). 3. Tumpuk kedua gelas steroform menjadi satu. 4. Tuangkan NaOH ke dalam gelas steroform. Dengan cepat, tuangkan juga larutan HCl ke dalam gelas steroform. 5. Aduk dengan pengaduk dan ukur suhunya menggunakan termometer. Suhu akan naik kemudian menjadi tetap dan selanjutnya turun. Catatlah suhu yang tetap itu (suhu akhir). 6. Cucilah tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun.

Data Percobaan
Suhu awal larutan NaOH Suhu awal larutan HCl Suhu rata-rata kedua larutan Suhu akhir Kenaikan suhu : 26o C : 26o C : 26o C : 32o C : 6o C

Analisis Data / Pertanyaan


1. Hitunglah q larutan dengan rumus q = m x c x T.

c = 4,2 J K-1g-1 T = 32-26 = 6o C / 6oK = 1 g cm-3

m = 40 x 1 = 40 gram q larutan = m x c x T = 40 x 4,2 x 6 = 1008 Joule

=
1= Jadi, q larutan nya 1008 Joule

2. Hitung qreaksi = - qlarutan. qreaksi = - qlarutan = -1008 Joule Jadi, Hitung qreaksi nya -1008 Joule 3. Hitunglah jumlah mol NaOH dalam 20 cm3 larutan NaOH 1 M dan jumlah mol HCL dalam 20 cm3 larutan HCl 1 M.

NaOH

V = 20 cm3 = 0,02 liter M=1M M= 1 = n = 0,02 x 1 = 0,02 mol


HCl

V = 20 cm3 = 0,02 liter M=1M M= 2 = n = 0,02 x 1 = 0,02 mol


Jadi, jumlah mol NaOH dalam 20 cm3 larutan NaOH 1 M adalah 0,02 mol dan jumlah mol HCL dalam 20 cm3 larutan HCl 1 M adalah 0,02 mol

4. Hitunglah qreaksi pada pembentukan 1 mol H2O (Jika NaOH dan HCl yang bereaksi masing-masing 1 mol) qreaksi =

-1008

= -50400 J = -50,4 kJ

5. Tulis persamaan termokia untuk reaksi ini (Hreaksi = qreaksi pada pembentukan 1 mol H2O). Persamaan reaksi untuk 0,02 mol NaOH (aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(aq)

H = -1008

Persamaan reaksi untuk 1 mol NaOH (aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(aq)

H = -50,4 kJ

6. Carilah data kalor reaksi netralisasi asam-basa dari literatur, kemudian bandingkan dengan hasil yang Anda peroleh dari kegiatan ini. Jika terdapat penyimpanan yang berarti, cobalah kemukakan penyebabnya. Jawab: Setelah saya bandingkan dengan data kalor reaksi netralisasi asam-basa dari literature, terdapat penyimpangan. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan ketinggian tempat suatu daerah / wilayah.

Catatan: Pada perhitungan perubahan entalpi pada reaksi ini dianggap bahwa:

a.

Massa larutan sama dengan air ( 2 x 20 ml, larutan dianggap 100 cm 3 air)

b. Selama reaksi berlangsung, energy yang berbeda dari system ke lingkungan dapat diabaikan. c. Kalor jenis air 4,2 J K-1 g-1 , massa jenis air = 1 g cm-3

Kesimpulan
1. Kalor, suhu, dan energi yang terdapat pada wadah yang terisolasi tidak akan berubah dan tidak akan terpengaruh pada keaadan luar. 2. Dari reaksi tersebut larutan Natrium Hidroksida (NaOH) dan Asam Klorida (HCl) terjadi reaksi eksoterm, yaitu reaksi yang membebaskan kalor. Hal tersebut ditandai dengan adanya kenaikan suhu larutan.