Anda di halaman 1dari 1

Pistol?

Siapa Takut
Oleh: Yohania Premita Gultom, Kelas IX SMP Chandra Kusuma Tembak menembak. Yah, kedengarannya memang luar biasa dan sedikit mengerikan. Tapi tahukah kalian bahwa sekarang ini tembak menembak merupakan salah satu bidang olahraga yang banyak dinikmati orang, khususnya anak muda? Nah, sampai disini mungkin kebanyakan dari kalian mulai berpikir bahwa peminatnya hanya pria. Eits, ternyata banyak juga loh wanita yang tertarik pada bidang ini. Olahraga tembak menembak memang termasuk olahraga yang cukup menegangkan dan lumayan berbahaya. Olahraga ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu tembak menembak dengan pistol, senapan, atau peluru angin. Perbedaannya terdapat di jenis peluru. Untuk bagian pistol dan senapan, yang digunakan tentu saja peluru yang besar dan bisa meledak. Namun yang biasa diminati orang dan yang biasa diperlombakan adalah tembak menembak dengan menggunakan peluru angin. Peluru angin ini sama sekali tidak berbahaya karena bentuknya yang kecil dan tidak mengandung bubuk mesiu yang dapat meledak seperti peluru pada umumnya. Baru-baru ini penulis mengunjungi satu-satunya lapangan tembak di Medan yang terletak di Perumahan Cemara Asri. Di lapangan tembak ini, masyarakat dapat dengan bebas menyalurkan ketertarikan mereka di bidang tembak menembak. Tentunya tidak gratis dong. Per jam memakai lapangan, dikenakan biaya sebesar Rp 40.000. Para pengunjung atau murid yang berlatih disana harus membawa sendiri perlengkapan mereka. Di sana, orang-orang yang memiliki niat serius untuk menekuni bidang ini akan dilatih secara khusus oleh pelatih yang sudah berpengalaman. Jadi seperti les begitu. Dan orang-orang yang dilatih inilah nantinya yang akan dalam kompetisi olahraga menembak seperti Porkot yang baru-baru ini digelar. Lantas, apa itu Porkot? Porkot adalah singkatan dari Pekan Olahraga Kota Medan. Kegiatan ini dilaksanakan sekali satahun dan dilaksanakan oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) cabang Medan. Di Porkot ini, seluruh cabang olahraga diperlombakan dan biasanya memakan waktu selama satu minggu. Untuk Porkot 2011 telah diadakan pada tanggal 15-22 Oktober yang lalu. Untuk cabang tembak, dilaksanakan di lapangan tembak Cemara Asri pada tanggal 20-21 Oktober lalu. Pesertanya bisa pria maupun wanita. Ada perbedaan peraturan bermain bagi pria dan wanita saat berlomba. Selain 5 peluru percobaan, peserta lomba pria harus menembakkan 60 butir peluru, sedangkan wanita hanya perlu menembakkan 40 butir peluru. Pada kesempatan itu penulis juga sempat berbincang dengan salah seorang atlet dari cabang olahraga tembak menembak ini. Pria muda yang bernama Oki ini ternyata masih berumur 20 tahun. Meskipun dirinya masih muda, Oki telah menjuarai banyak perlombaan. Baik ditingkat daerah maupun nasional. Bayangkan saja, ia baru menekuni dunia tembak menembak sejak tahun 2009, namun saat ini ia sudah berhasil menjadi juara satu ditingkat daerah dan termasuk ranking 10 besar di tingkat nasional. Pria kekar lulusan SMA Tunas Vita ini mengaku bahwa tidak ada seminggu pun ya dilewatkannya tanpa berlatih. Paling sedikit tiga kali dalam seminggu. Dan setiap kali latihan ia menghabiskan waktu sekitar 4 jam. Dari pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang. Tentunya ngak mungkin dong kalo 4 jam ini hanya dihabiskan untuk menembak? Biasanya, dua jam pertama digunakannya untuk pemanasan dengan cara berenang atau jogging. Lalu setelah itulah ia mulai berlatih menembak. Mas Oki yang bersuku Jawa-Tionghoa ini memang sudah hobi menembak sejak kecil. Saat kecil dulu ia sering bermain dengan menggunakan pistol plastik. Namun siapa sangka sekarang ia kini bisa menjadi atlet sungguhan? Menjadi atlet cabang olahraga tembak sangat menguntungkan dan nyaman. Bayangkan saja, selain difasilitasi dengan senapan atau pistol setiap kali berlatih, Mas Oki ini juga mendapatkan uang saku tiap bulannya! Wah, apa ngak asyik tuh? Hm, teman-teman pada tertarik dan penasaran pada olahraga tembak ini? Datang aja ke lapangan tembak Cemara Asri. Mana tau temanteman bisa berhasil menjadi seorang atlet sukses seperti Mas Oki.