Anda di halaman 1dari 6

JALAN MENDEKATKAN DIRI PADA ALLAH

. . . .
Yang selalu kami hormati Bapak Kepala Yang kami hormati Ustadz Ustadzah yang senantiasa kami taati Yang kami hormati Bapak/ Ibu kami yang senantiasa kami hormati Dan tidak lupa kepada teman temanku seperjuangan yang aku cintai. Syukur al-hamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufiq, hidayah serta inayyah-Nya kepada Kita semua biqouli alhamdulillahi robbil alamin sehingga pada malam hari ini kita dapat berkumpul di Majlis ini dalam keadaan sehat wal afiat dan tanpa ada halangan suatu apapun. Sholawat serta salam kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Agung, Nabi Akhirus Zaman, Nabi Muhammad SAW biqouli Allohumma sholli ala sayyidinaa muhammad waala aalihi washohbihi wasasllim, Nabi yang telah membawa umatnya dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang dan Nabi yang senantiasa kita harapkan syafaatnya besok di yaumil qiyamah Amiin. Para Generasi Muda yang saya dambakan. Dalam kesempatan ini saya akan menyampaikan sekelumit tentang strategi strategi menjadi Remaja bahagia. Hidup yang singkat ini selalu menuju KESEIMBANGAN. Allah Maha Adil, maka dengan keadilanNya segala sesutu dibuat seimbang. Apa yang kita dapatkan hari ini adalah hasil dari masa lalu kita, dan apa yang kelak akan kita dapatkan di masa depan adalah hasil apa yang kini kita lakukan. Firman Allah SWT dalam Surat Al-Qashash: 77

Artinya : "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniwi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan" Baginda Rasul SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Baihaqi:

) )
Artinya : bekerjalah untuk duniamu seakan akan kamu akan hidup selamnya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan akan kamu akan mati besok.

Ya,

semuanya

seimbang,

sehingga

dapat

dikatakan

bahwa

ada DUA

MANGKOK kehidupan yang Allah berikan kepada kita yang mana kita harus menghabiskannya, menghabiskan keduanya. Mangkok pertama berisi KESULITAN, dan Mangkok kedua berisi KEMUDAHAN. SEIMBANG kan? Kita boleh pilih, mau menghabiskan mangkok kesulitan terlebih dahulu ataukah mangkok kemudahan terlebih dulu. Saya yakin Anda cerdas, pasti akan lebih suka mendahulukan mengkonsumsi yang ada di mangkok kesulitan terlebih dahulu. Ibarat kita meminum jamu, pasti kita minum yang pahitnya dulu baru yang manisnya. Apa pendapat kalian jika ada seseorang meminum jamu tapi ia meminum yang manisnya terlebih dahulu baru yang pahitnya? Itu sebabnya barang siapa ketika remajanya ikhlas berpahit-pahit menghadapi berbagai kesulitan, maka insya Allah ketika dewasa dan Tuanya ia akan diberikan banyak kemudahan oleh Allah SWT, karena memang jatah kesulitannya sudah ia usahakan untuk diambil di kala ia remaja/muda. Tapi hari ini, sangat banyak remaja yang lebih suka mengambil jatah kemudahannya di kala muda, terlebih lagi saat ini hadirlah berbagai fasilitas yang memudahkan, yang kita sebut sebagai teknologi. Tentu saja Teknologi akan menjadi baik jika berbagai kemudahan itu digunakan untuk memudahkan hadirnya kebaikan dan rahmat ALLAH SWT. Baiklah, berikut saya akan berikan sekilas contoh daftar Mangkok Kesulitan dan Mangkok Kemudahan. Diantara Mangkok Kesulitan adalah :

Belajar- Disiplin- Jujur- Berbakti kepada Ibu BapakSholat Tahajud - Sholat Berjmaah tepat waktuMendengarkan guru yang mengajar, - Mengerjakan PR Membantu ibu bekerja di rumah- dsb

D Dan berikut adalah beberapa contoh isi Mangkok Kemudahan :

Menyontek - Ngobrol/Gosip- Pacaran- Istiqomah Nonton TV- Melamun, tidak Memperhatikan materi yang disampaikan guru- Memelihara keengganan belajar dan bekerja- Menjadi aktivis Play station/Game online dan lainnya - Santai, istirahat, dan tidur - dsb

Mari habiskan masa muda kita untuk "menghabiskan" isi dari Mangkok Kesulitan, setidaknya sebagian aktivitas kita adalah mengarah kepada itu, sebab jika kita habiskan masa muda/remaja kita untuk mengkonsumsi isi mangkok Kemudahan maka masa depan kita akan suram. Na'udzubillah. Memang tidak mudah, tapi ketidakmudahan inilah yang akan membuahkan berbagai kemudahan yang sejati dalam hidup kita. Insya Allah... Para Remaja Generasi Bangsa. Siapa yang Ingin Hidupnya Bahagia ????? Tentunya semua menginginkan itu. Melihat tingkah laku para remaja sekarang mulai dari, anak-anak sampai ABG, tak bisa lepas dari yang namanya komunikasi media digital, kita ambil saja contoh nya HP, Internet. Itu semua memang alat yang super canggih pada masa sekarang ini, dimana saja bisa interkoneksi kepada teman,saudara,keluarga bahkan pacar sekalipun untuk sekedar say hallo atau menanyakan kabar nya. dunia maya yang dikenal dengan FB, Twitter dll didalamnya, memang didalamnya. Dilihat dari dua sisi peran media digital sangat baik juga tentunya, bisa untuk belajar bisnis, dan juga bisa untuk menambah IPTEK seseorang, bisa menshare foto,membaca berita dll yang sangat banyak manfaatnya. Dilihat dari satu sisi lagi jika yang digunakan itu untuk mengajak seseorang yang sudah kecanduan untuk asik masyhur

melihat konten porno,kekerasan,pergaulan bebas dan yang kurang baik manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak-anak jika yang menyaksikan anak-anak, ada juga yang sibuk dengan main game on line sampai rela berjam-jam didepan komputer sampai lupa waktu, ini yang berbahaya dan sudah tidak bagus lagi manfaatnya internet atau dunia maya/ digital. Dari Internet mudah saja menshare gambar-gambar dan melihat film dewasa yang beradegan sensualitas dan cumbu-mencumbu, bahkan sampai tanpa memakai sehelai benang, ini bisa menjadi fatal jika sering dikonsumsi oleh anakanak,remaja dan ABG, jika diteliti banyak sudah kasus yang meninma anak-anak yang masih remaja, terlebih kasusnya itu, kekerasan,bully,geng motor,aborsi,hamil diluar nikah, narkoba dll, yang negatif dan tidak bagus. Mau dibawa kemana arah generasi muda saat ini. Kasus di atas juga tidak lepas dari sebuah peran keluarga, terutama orang tua di lingkungan rumahnya, dan juga teman sepergaulannya baik di sekolah, atau di lingkungan masyarakat sekitar. Kasus terjadi bukan karena tanpa adanya dorongan atau interaksi, semua itu terjadi karena ada sebab-akibat yang mendororng anak, remaja ABG berkelalakuan menyimpang, baik dalam segi moral, sikap, etika,dan akhlaknya. Solusi untuk mengembalikan kepada sikap yang santun, akhlak yang baik, dan juga moral adalah BACK TO QURAN dimanapun dan kapanpun. Serta datang ke MAJELIS TALIM sekedar duduk dan mendengarkan ceramah dari para ustadz, ulama dan mubaligh. Jarang kita lihat di angkot atau metromini dan busway anak remaja memegang dan membaca AL Quran. Yang ada sibuk dengan urusan HP, dan internet, chat sms, dll yang menghabiskan waktu nya secara instan. Mari biasakan membaca AL.QURAN dan ikut ke MAJLIS TALIM untuk menuntut ilmu dunia dan akhirat. Ini lebih bermanfaat daripada hanya sibuk dengan urusan HP, Internet dan dunia maya. miris sekali, jika memisahkan urusan dunia dengan dunia dan akhirat dengan akhirat. Al -Quran adalah firman ALLAH SWT yang mengajak seluruh manusia keada jalan yang benar dan tidak sesat. didalam hadist Rasulullah SAW bersabda : membaca satu huruf saja dalam AL.Qur;an akan dihitung satu pahala.

Salah satu keistimewaan Alquran adalah diberikan pahala bagi orang yang membacanya. Ibnu Mas'ud berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alquran ), ia akan mendapatkan satu kebaikan yang nilainya sama dengan 10 kali ganjaran (pahala). Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR Tirmidzi). Hadis dari Ibnu Mas'ud ini diperkuat dengan hadis serupa dari Abi Sa'id. Rasulullah SAW memerintahkan kita mengkhatamkan (menyelesaikan bacaan) Alquran paling cepat dalam waktu tiga hari dan paling lambat satu bulan (30 hari). Kalau kita mengambil yang paling lambat, yaitu khatam dalam waktu satu bulan, berarti kita harus membacanya satu hari minimal satu juz. Satu juz kurang lebih terdiri atas 20 halaman. Bila 20 halaman tersebut kita bagi lima, setiap usai shalat fardhu kita cukup membaca empat halaman. Membaca Alquran harus dilakukan dengan tartil, perlahan-lahan, dan sesuai dengan ilmu tajwid. Ibnu Mas'ud berkata, "Janganlah kalian membaca Alquran dengan amat perlahan seperti memungut buah kurma satu demi satu dan jangan pula membacanya dengan amat cepat seperti membaca syair. Namun, berhentilah pada keajaiban-keajaibannya dan resapilah dalam hati. Hendaklah perhatian kalian tidak terfokus pada akhir surat." Berdasarkan pengalaman selama ini, membaca satu juz Alquran dengan tartil rata-rata membutuhkan waktu 30 menit. Ini berarti setiap selesai shalat fardhu kita cukup menyisihkan waktu enam menit untuk membaca Alquran agar kita bisa mengkhatamkannya satu kali dalam satu bulan. Marilah kita hitung berapa kebaikan yang akan kita peroleh bila kita membaca Alquran setiap selesai shalat fardhu. Setiap halaman Alquran rata-rata terdiri atas 15 baris bacaan. Setiap baris bacaan rata-rata terdiri atas 35 huruf. Bila satu huruf dibalas dengan 10 pahala kebaikan dan bila membaca satu halaman Alquran; kita akan mendapat 5.250 pahala. Satu juz mendapat 105 ribu pahala. Bila satu bulan khatam, kita akan mendapat 3.150.000 pahala kebaikan.

Bila setiap selesai shalat lima waktu kita mencicil membaca Alquran minimal empat halaman-setara dengan enam menit-enam menit waktu yang kita sisihkan tersebut akan dibalas dengan 21 ribu pahala kebaikan. Subhanallah. Tentu saja ini balasan minimal dari Allah SWT. Dalam Alquran, disebutkan bahwa Allah SWT akan membalas setiap amal kebaikan tanpa batas sesuai dengan kehendak Allah SWT. Berapakah nilai satu ganjaran pahala di sisi Allah? Wallahu a'lam, tentu jauh lebih besar dari segala yang kita miliki di dunia. Renunglah dari apa yang kita peloreh dalam pendidikan kita, ketika dunia memberi kita sejuta alasan unruk menangis, yakinlah jika Allah SWT mempunyai sejuta jawaban untuk tersenyum bahagian dan sukses itu bukanlah mimpi, selama kita mau terus berjalan untuk mimpi itu. Ada sebuah pendidikan dari pepatah yang mengatakan tak penting seberapa besar mimpi kita tapi seberapa besar kiat untuk mimpi kita, Semoga melalui pidato ini bisa menjadikan momentum bagi kalian untuk meraih apa yang mereka sebut sukses dan bahagia. Demikian yang dapat kami sampaikan dan semoga bermanfaat. Dan apabila ada kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Akhir kata.