Anda di halaman 1dari 26

METODE PENGAMBILAN CONTOH UJI

dan

PENGUJIAN KUALITAS AIR

TUJUAN
MEMBANDINGKAN DENGAN BAKU MUTU YANG DISYARATKAN MENGETAHUI KINERJA SUATU SISTEM MONITORING KUALITAS AIR MERANCANG MODEL SISTEM PENGOLAHAN MENGETAHUI EFISIENSI SISTEM PENGOLAHAN

PENGAMBILAN CONTOH UJI


JENIS CONTOH UJI : GRAB SAMPLE (CONTOH UJI SESAAT) : Contoh yang diambil di satu saat dan di satu tempat/lokasi. INTEGRATED SAMPLE (SAMPEL SESAAT TERSUSUN : Contoh yang diambil di beberapa tempat/lokasi pada saat yang sama COMPOSITE SAMPLE (CONTOH UJI CAMPURAN) : Contoh yang diambil pada satu tempat/lokasi pada saat yang berbeda (sesuai dengan waktu dan interval waktu yang dibutuhkan)

CONTOH PENGAMBILAN CONTOH SESAAT TERSUSUN :


MISAL ADA 3 ANAK SUNGAI (A, B, dan C) YANG DIDUGA MENCEMARI SUNGAI INDUK. DATA YANG DIBUTUHKAN : (1) DEBIT AIR ( SUNGAI A, B dan C ) (2) KECEPATAN ALIRAN dan LUAS PENAMPANG SUNGAI ( A, B, dan C ) CARA PERHITUNGAN VOLUME CONTOH UJI : VA = QA/QT x VT VB = QB/QT x VT VC = QC/QT x VT dimana : VA = Volume Anak Sungai A; QA = Debit Sungai A VB = Volume Anak Sungai B; QB = Debit Sungai B VC = Volume Anak Sungai C; QC = Debit Sungai C VT = Volume Total; QT = Debit Total

CONTOH PENGAMBILAN CONTOH TERCAMPUR :


CONTOH UJI DIAMBIL DI SATU TITIK DALAM 2 JAM, INTERVAL WAKTU 15 MENIT: Jadi ada 120/15= 8 sampel bagian,dengan perhitungan volume sbb. : 05.00 05.15 ; V1 = Q1/QT x VT 05.15 05.30 ; V2 = Q2/QT x VT 05.30 05.45 ; V3 = Q3/QT x VT 05.45 06.00 ; V4 = Q4/QT x VT 06.00 06.15 ; V5 = Q5/QT x VT 06.15 06.30 ; V6 = Q6/QT x VT 06.30 06.45 ; V7 = Q7/QT x VT 06.45 07.00 ; V8 = Q8/QT x VT

PERSIAPAN PENGAMBILAN SAMPEL


Hal hal yang perlu diperhatikan pada persiapan pengambilan contoh uji, yaitu : Siapkan peralatan untuk pengambilan contoh uji ( sampling ), termasuk instrument/alat pengukuran untuk melakukan analisa di lapangan, dan cek kelayakannya. Siapkan wadah (tempat contoh uji) dengan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. dan bersihkan dari kotoran (lumut, jamur) dan dari contoh uji bekas (terdahulu). Bilas wadah yang sudah bersih dengan aquadest. Bersihkan peralatan sampling lainnya pipa/selang pompa dan semua alat-alat yang akan dialiri oleh contoh uji, dari kotoran ( lumut, jamur dll.) dan dari contoh bekas terdahulu. Cegah adanya kontaminasi dari logam/peralatan sampling, dari minyak pelumas/oli/bensin. Bilas wadah dan semua peralatan sampling yang akan dialiri dengan contoh uji

GANGGUAN PADA CONTOH UJI


Gas O2, CO2 dapat diserap oleh air atau lepas dari air ke udara. Zat tersuspensi dan koloid dapat membentuk flokflok dan mengendap, sehingga contoh uji menjadi berbeda dengan aslinya. Endapan tersebut harus dijadikan suspensi kembali secara merata sebelum analisa dilakukan, dengan cara mengocok botol secara hati hati. Beberapa zat terlarut dapat dioksidasi oleh oksigen terlarut dalam contoh uji, sehingga senyawa/bentuknya berubah misalnya : Fe2+, Mn2+ senyawa terlarut, berubah menjadi bentuk endapan dan lepas dari larutannya. Beberapa senyawa/zat terlarut dapat bereaksi, misalnya Ca2+dan CO32, dapat membentuk CaCO3 yang mengendap. Hal ini terjadi bila nilai pH berubah, misalnya karena kadar CO2 tidak tetap sama, atau karena pertumbuhan ganggang. Lumut, ganggang/algae, dan jamur dapat tumbuh dalam contoh uji yang tidak disimpan pada tempat gelap dan dingin, atau bila pH rendah, zat organis akan terus dicerna oleh bakteri yang aktif. Populasi bakteri dapat berubah secara menyeluruh dalam waktu beberapa jam saja, hingga merupakan gangguan bagi analisa mikrobiologi.

PERALATAN
TERBUAT DARI BAHAN YANG TIDAK MEMPENGARUHI SIFAT CONTOH UJI MUDAH DICUCI DARI BEKAS CONTOH UJI SEBELUMNYA CONTOH MUDAH DIPINDAHKAN KE WADAH LAIN TANPA MENINGGALKAN SISA CONTOH UJI DI DALAMNYA KAPASITAS ALAT DISESUAIKAN DENGAN KEPERLUAN DAN TERGANTUNG MAKSUD PEMERIKSAAN MUDAH DAN AMAN UNTUK DIBAWA

CONTOH ALAT PENGAMBIL CONTOH UJI


EMBER, PLASTIK, BOTOL ALAT PENGAMBILAN SECARA MENDATAR ( UNTUK AIR MENGALIR/PADA KEDALAMAN TERTENTU) DAN TEGAK ( UNTUK ALIRAN RELATIF TENANG/LAMBAT) ALAT PENGAMBILAN SECARA OTOMATIS

DO SAMPLER UNTUK OKSIGEN TERLARUT HYROTH SAMPLER UNTUK CONTOH UJI BAKTERI ALAT UNTUK PENGAMBILAN CONTOH UJI PLANKTON ECHMAN GRAP UNTUK PENGAMBILAN CONTOH UJI BENTHOS

PERSYARATAN WADAH
TERBUAT DARI BAHAN GELAS ATAU PLASTIK DAPAT DITUTUP DENGAN RAPAT MUDAH DICUCI TIDAK MUDAH PECAH HARUS DAPAT DISTERILKAN UNTUK UJI BAKTERI TIDAK MENYERAP ZAT ZAT KIMIA DARI CONTOH DAN TIDAK MELARUTKAN ZAT ZAT KIMIA KE DALAM CONTOH TIDAK MENIMBULKAN REAKSI ANTARA WADAH DAN CONTOH

WAKTU & FREKUENSI SAMPLING


UNTUK PEMANTAUAN KUALITAS AIR WAKTU DIATUR PADA HARI DAN JAM YANG BERBEDA FREKUENSI : a. UNTUK SUNGAI TERCEMAR BERAT 1x/2 MINGGU/TAHUN b. UNTUK SUNGAI TERCEMAR RINGAN SAMPAI SEDANG 1x/BULAN/ TAHUN c. UNTUK AIR ALAM YANG BELUM TERCEMAR 1x / 3 BULAN/TAHUN

d. UNTUK AIR DANAU/WADUK 1x/2 BULAN/TAHUN e. UNTUK AIR TANAH 1x / 3 BULAN/TAHUN

ALTERNATIF LAIN :
a.

PERUBAHAN BAHAN PENCEMAR DAN PUNCAK YANG TIDAK BISA DIABAIKAN PADA PARAMETER YANG AKAN DIUJI.

b. MAKSUD DAN TUJUAN ANALISA MISAL UNTUK AIR SUNGAI SEBAGAI AIR BAKU AIR MINUM DAN AIR HASIL OLAHAN SUDAH DIATUR PADA KEP.MEN.KES No. 907

c. DALAM MERENCANAKAN IPA DIPERTIMBANGKAN DARI WAKTU AIR BAKU MASUK KE SISTEM SAMPAI KELUAR SISTEM d. PERALATAN DAN DANA YANG TERSEDIA

LOKASI PENGAMBILAN CONTOH UJI


Lumut, minyak, lemak

Gambar 1.4.a. Cara pengambilan sampel yang mewakili sampel air sungai

1/2 2/3

1/3 1/2

PENAMBILAN CONTOH UJI PADA SUNGAI DENGAN PENAMPANG IRREGULER


Gambar 1.4.b. Cara pengambilan sampel di sungai dengan beberapa aliran bagian.
Alat pengambilan sampel

Tempat yang kurang Cocok untuk pengambilan sampel

PENGAMBILAN CONTOH UJI PADA ANAK SUNGAI


Anak sungai Gambar 1.4.c. Cara pengambilan sampel jika aliran anak sungai terganggu

Aliran anak sungai Yang tidak terganggu

Cek dam

Aliran anak sungai Yang dapat terganggu

Sungai induk / Muara

CARA PENGAMBILAN CONTOH AIR


UNTUK CONTOH UJI PARAMETER FISIK UNTUK CONTOH UJI OKSIGEN TERLARUT UNTUK CONTOH UJI LOGAM DAN LOGAM TERLARUT UNTUK CONTOH UJI BAKTERIOLOGI

CARA PENGAWETAN CONTOH UJI


ADA BEBERAPA PARAMETER YANG TIDAK BOLEH DIAWETKAN HARUS SEGERA DIANALISA, DIANTARANYA: a. SUHU b. B A U c. pH d. SISA KHLOR e. OKSIGEN TERLARUT f. CO2 BEBAS CARA PENGAWETAN PARAMETER LAINNYA LIHAT TABEL !

PENGUJIAN KUALITAS AIR


TUJUAN : UNTUK MELINDUNGI PEMAKAIAN AIR BAIK SECARA EKONOMIS MAUPUN PROSES YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMPERBAIKI MUTU AIR EFEK YANG TIMBUL JIKA KUALITAS AIR TIDAK DIKETAHUI : a. PENGARUH TOKSISITAS b. PENGARUH REAKSI YANG TIMBUL (PENGENDAPAN, BUSA, RASA, BAU, BERUBAHNYA WUJUD AIR)

BAKU MUTU ( STANDAR )


STANDAR KUALITAS AIR MINUM NASIONAL : KEPUTUSAN MEN.KES.RI. No.: 907/MENKES/SK/VII/2002 KUALITAS AIR BERSIH : PER. MENKES. RI. No. : 416/MENKES/PER/IX/90 STANDAR KUALITAS AIR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN BAHAN BUANGAN/LIMBAH INDUSTRI STANDAR KUALITAS AIR SUNGAI YANG DIBEDAKAN PADA MACAM MACAM STANDAR BERDASARKAN PERTIMBANGAN KEGUNAANNYA.

PERSYARATAN STANDAR KUALITAS AIR


PERSYARATAN FISIK PERSYARATAN KIMIA PERSYARATAN BIOLOGIS PERSYARATAN RADIOLOGI

PENGAWASAN KUALITAS AIR


PENGAWASAN INTERNAL DILAKUKAN OLEH PDAM/PENGELOLA AIR MINUM DENGAN SISTEM PERPIPAAN:
a. PADA SETIAP RESERVOIR :

SISA KHLOR 1x/HARI pH MINIMAL 1x/MINGGU DHL, ALKLINITAS, KESADAHAN TOTAL, CO2 AGRESIF, SUHU 1x/MINGGU
b.

PADA JARINGAN DISTRIBUSI : SISA KHLOR 1x/HARI, PADA OUTLET RESERVOIR DAN KONSUMEN TERJAUH pH MINIMAL 1x/MINGGU DHL MINIMAL 1x / BULAN TOTAL COLIFORM, MINIMAL 1x/BULAN PADA OUTLET RESERVOIR DAN KONSUMEN TERJAUH

PEMERIKSAAN KUALITAS AIR BAKU : a. TOTAL COLIFORM / E. COLI b. pH, DO, ZAT ORGANIK (ANGKA KMnO4), ALKALINITAS, KESADAHAN TOTAL, CO2 AGRESIF, SUHU, DHL c. BESI DAN MANGAN

TITIK PEMERIKSAAN KUALITAS AIR PADA IPA


PADA INTAKE AIR BAKU SETELAH PENAMBAHAN BAHAN ALKALI JIKA PERLU SETELAH FLOKULATOR JIKA PERLU SETELAH UNIT PENGENDAP SETELAH FILTER RESERVOIR