Anda di halaman 1dari 121

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR KOMPETENSI MELAKUKAN PEKERJAAN DENGAN MESIN BUBUT MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER

PADA SISWA KELAS II TPm4 SMK WIWOROTOMO PURWOKERTO

SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Universitas Negri Semarang

Oleh Mugi Waluyo NIM 5201407043

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012

HALAMAN PENGESAHAN Skripsi ini diajukan oleh: Nama : Mugi Waluyo NIM : 5201407043 Program studi : Pendidikan Teknik Mesin S1 Judul : Meningkatkan Prestasi Belajar Kompetensi Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Melalui Pembelajaran Kooperatif tipe Learning Together Siswa Kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto. Telah dipertahankan di depan penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan memperoleh gelar Serjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Panitia Ujian, Ketua Sekretaris : Dr. M Khumaedi, MPd NIP. 19620913 199102 1 001 : Wahyudi, S.Pd. M.Eng. NIP. 19800319 200501 1 001 Dewan Penguji, : Drs. Boenasir, MPd NIP. 19490305 197603 1 001 : Drs. Supraptono, MPd NIP. 19550809 198203 1 002 : Drs. Masugino, M.Pd NIP. 19520721 198012 1 001 : Drs. Boenasir, MPd NIP. 19490305 197603 1 001 : Drs. Supraptono, MPd NIP. 19550809 198203 1 002 (.................................) (.................................)

Pembimbing I Pembimbing II Penguji Utama Penguji pendamping I Penguji pendamping II Ditetapkan di Semarang Tanggal:

(.................................) (.................................) (.................................) (.................................) (.................................)

Mengesahkan, Dekan Fakultas Teknik

Drs. M. Harlanu, M.Pd NIP. 19660215 199102 1 001

ii

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi yang berjudul Meningkatkan Prestasi Belajar Kompetensi Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Melalui Pembelajaran Kooperatif tipe Learning Together Siswa Kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan arahan dosen pembimbing. Sumber informasi atau kutipan yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini. Skripsi dengan judul seperti di atas belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar dalam program sejenis di perguruan tinggi manapun.

Semarang,

Januari 2012

Mugi Waluyo 5201407043

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO:

1. Jadilah yang terbaik untuk semua. 2. Jangan cepat merasa puas sama apa yang telah kita miliki dan kita capai. 3. Adanya besar, itu semua berawal dari hal yang kecil.

PERSEMBAHAN: Skripsi ini saya persembahkan Kepada 1. Bapak dan Ibu tercinta yang senantiasa memanjatkan doa dan mencurahkan kasih sayang yang tulus kepada penulis. 2. 3. Kedua kakak yang tersayang. Kekasihku tercinta yang selalu memberikan semangat. 4. 5. 6. SMK Wiworotomo Purwokerto. Keluarga besar Gank Ijo Kost. Keluarga besar Betonan yang selalu memberikan doa dan nasihat. 7. 8.
Teman-teman PTM angkatan 2007.

Almamaterku UNNES.

iv

ABSTRAK

Mugi Waluyo. 2011. Meningkatkan Prestasi Belajar Kompetensi Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Bubut Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together Siswa kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakutas Teknik Universitas Negeri Semarang. Drs. Boenasir, MPd, Drs. Supraptono, MPd. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah tentang peningkatan kualitas pembelajaran jika menggunakan pembelajaran kooperatif tipe learning together pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut siswa kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto. Sebelumnya dalam penyampaian materi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut, guru masih menngunakan model ceramah biasa, yang menyebabkan proses pembelajaran menjadi kurang efektif dan siswa terkesan pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar siswa setelah adanya pembelajaran dengan menggunakan kooperatif tipe learning together dan seberapa besar peningkatan prestasi belajar pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut. Variable hasil dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa adapun pembelajaran dengan menggunakan kooperatif tipe learning together sebagai variable tindakan. Analisis data menggunakan deskriptif presentase, dengan menghitung nilai rata-rata pada tiap siklus. Hasil penelitian tindakan kelas ini adalah peningkatan prestasi belajar siswa pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut. Hasil tes untuk kerja siklus I nilai rata-rata 76,00 dan pada siklus II meningkat menjadi 80,91, nilai rata-rata yang di atas nilai KKM yaitu 75.00. Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif tipe learning together pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut telah berjalan dengan baik karena kualitas belajar siswa yang mengikuti pembelajaran kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut mengalami peningkatan 4,91 %.

Kata Kunci : melakukan pekerjaan dengan mesin bubut, kooperatif tipe learning together, prestasi belajar

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan limpahan nikmat-Nya hingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, dan peran berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak berikut: 1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmojo, M.Si, Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Drs. M. Herlanu, M.Pd, Dekan Fakultas Teknik Unversitas Negeri Semarang. 3. Dr. M. Khumaedi, Ketua Jurusan Teknik Mesin Unversitas Negeri Semarang. 4. Drs. Boenasir, MPd, pembimbing I dan penguji yang telah memberikan bimbingan, arahan, motivasi, saran dan masukan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 5. Drs. Supraptono, MPd, pembimbing II dan penguji yang telah memberikan bimbingan, arahan, motivasi, saran dan masukan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 6. Drs. Masugino, M.Pd, penguji yang telah memberikan bimbingan, arahan, motivasi, saran dan masukan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 7. Drs. Susilo Riyantono, M. T, Kepala SMK Wiworotomo Purwokerto

vi

8. Drs. Susilo, Wakil Kepala bidang Kurikulum selaku pembimbing di sekolahan yang telah memberikan bimbingan, arahan, motivasi, saran dan masukan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi ini. 9. Budi Prasetya, S.Pd, dan Nur Rahmat Wibowo, S.Pd. selaku guru praktik dan ketua jurusan Teknik Pemesinan yang berkenan sebagia guru pengamat. 10. Rekan rekan Program Studi Pendidikan Teknik Mesin S1 yang telah membantu dari awal hingga penyelesaian skripsi ini. 11. Semua pihak yang membantu hingga selesainya karya tulis ini ini. Semoga bantuan yang telah diberikan dengan ikhlas tersebut mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini berguna bagi pembaca umumnya dan penyusun pada khususnya.

Semarang, Desember 2011

Penulis

vii

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ....................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................. ABSTRAK ..................................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................... i ii iii iv v vi

DAFTAR ISI .................................................................................................. viii DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... DAFTAR TABEL .......................................................................................... x xi

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... B. Rumusan Masalah ................................................................................. C. Tujuan Penelitian .................................................................................. D. Manfaat Penelitian ................................................................................ E. Penegasan Istilah ................................................................................... BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Belajar dan Pembelajaran .................................................................... 1. Pembelajaran ............................................................................. 10 10 11 13 22 27 29 1 4 5 6 7

2. Prestasi Belajar ............................................................................. 3. Materi Praktik Teknik Pemesinan ................................................ B. Pengertian Pembelajaran Kooperatid tipe Learning Together ...... C. Kerangka Berfikir.......................................................................... D. Hopotesis Tindakan ....................................................................... BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian dan Latar Belakang Subjek Penelitian .............. B. Rancangan Penelitian .......................................................................... C. Perencanaan dan Pelaksanaan Tindakan .......................................... D. Prosedur Observasi dan Rafleksi Tindakan ..................................... E. Prosedur Analisis Data ........................................................................ viii

30 31 31 33 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Paparan Data ..................................................................................... 1. Siklus I ................................................................................... a. Observasi awal .............................................................................. b. Perencanaan ................................................................................... c. Pelaksanaan.................................................................................... d. Observasi dan Evaluasi ................................................................. e. Refleksi .......................................................................................... 2. Siklus II ......................................................................................... a. Perencanaan ........................................................................... b. Pelaksanaan ........................................................................... c. Observasi dan Evaluasi .......................................................... B. Uji Hipotesis ......................................................................................... C. Pembahasan .......................................................................................... BAB V PENUTUP A. Simpulan ................................................................................................ B. Saran ...................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. LAMPIRAN ............................................................................................................. 58 58 60 61 36 36 36 36 38 40 44 45 45 46 48 51 55

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1. Pahat rata kanan ............................................................................. Gambar 2. Alur kerangka berfikir .................................................................... Gambar 3. Grafik Aktifitas Guru Siklus I ........................................................ Gambar 4. Grafik Aktifitas Siswa Siklus I...................................................... Gambar 5. Grafik Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus I ................................. Gambar 6. Grafik Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I. ..................................... Gambar 7. Grafik Aktifitas Guru Siklus II................. ..................................... Gambar 8. Grafik Aktifitas Siswa Siklus II ..................................................... Gambar 9. Grafik Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus II ............................... Gambar 10. Grafik Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II................................... Gambar 11. Grafik Rekapitulasi Hasil Pengamatan Guru ............................... Gambar 12. Grafik Rekapitulasi Pengamatan Keaktifan Siswa....................... Gambar 13. Grafik Rekapitulasi Hasil Evaluasi Siswa .................................... Gambar 14. Grafik Rekapitulasi Ketuntasan Belajar Siswa ............................ 18 29 41 42 43 44 48 49 50 51 52 53 54 55

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1. Tabel kecepatan potong ..................................................................... Table 2. Fase pembelajaran kooperatif ............................................................ Tabel 3. Hasil Observasi aktifitas Guru Siklus I .............................................. Tabel 4. Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Suklus I ..................................... Tabel 5. Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus I ................................................ Tabel 6. Hasil Observasi aktifitas Guru Siklus II ............................................ Tabel 7. Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Suklus II .................................... Tabel 8. Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus II ............................................... Tabel 9. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Guru atau Peneliti............................ Tabel 10. Rekapitulasi Pengamatan Keaktifan Siswa ...................................... Tabel 11.Rekapitulasi Hasil Evaluasi Belajar Siswa ....................................... 20 24 40 42 43 48 49 50 52 53 54

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. Lembar Pengamatan Guru Siklus I Pengamat I........................... Lampiran 2. Lembar Pengamatan Guru Siklus I Pengamat II ......................... Lampiran 3. Lembar Pengamatan Guru Siklus II Pengamat I ......................... Lampiran 4. Lembar Pengamatan Guru Siklus II Pengamat II ........................ Lampiran 5. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Guru .......................................... Lampiran 6. Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus I Pengamat I ................ Lampiran 7. Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus I Pengamat II ............... Lampiran 8. Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus II Pengamat I ............... Lampiran 9. Hasil Observasi Keaktifan Siswa Siklus II Pengamat II ............. Lampiran 10. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa ...................... Lampiran 11. Hasil Nilai Pree Test .................................................................. Lampiran 12. Daftar Nilai Siklus I................................................................... Lampiran 13. Daftar Nilai Siklus II ................................................................. Lampiran 14. LKS Siklus I .............................................................................. Lampiran 15. LKS Siklus I .............................................................................. Lampiran 16. Soal Kuis Siklus I ...................................................................... Lampiran 17. Soal Kuis Siklus II ..................................................................... Lampiran 18. Soal Evaluasi Siklus I ................................................................ Lampiran 19. Soal Evaluasi Siklus II ............................................................... Lampiran 20. Soal Evaluasi Praktik Siklus I .................................................. Lampiran 21. Lembar Penilaian Praktik Siklus I ............................................. 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 81 84 85

xii

Lampiran 22. Kriterian Penilaian Praktik Siklus I ........................................... Lampiran 23. Soal Evaluasi Praktik Siklus II (Job Sheet) ............................... Lampiran 24. Lembar Penilaian Siklus II ........................................................ Lampiran 25. Kriterian Penilaian Praktik Siklus II ......................................... Lampiran 26. Soal Pree Test ............................................................................ Lampiran 27. RPP Siklus I .............................................................................. Lampiran 28. RPP Siklus II ............................................................................. Lampiran 29. Surat Pernyataan ........................................................................ Lampiran 30. Surat Keterangan Penelitian ...................................................... Lampiran 31. Foto Kegiatan Penelitian ...........................................................

86 87 88 89 90 96 101 106 107 108

xiii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai kualitas pendidikan yang baik, diharapkan ada komponen yang dapat menunjang pendidikan. Salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together. Model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together berperan penting membantu tercapainya proses belajar mengajar, penyelenggaraannya mencakup interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pengajaran dan kebutuhan belajar siswa. Saat ini dunia perindustrian mengharapkan dari sekolah yang bergerak dibidang teknologi, yakni : Sekolah Menengah Kejuruan yang mempunyai ketrampilan, kreativitas dan mempunyai daya saing yang tinggi. SMK sebagai salah satu bentuk pendidikan yang dilengkapi praktik perbengkelan atau pemesinan dan laboratorium yang bertujuan agar lulusan SMK dapat siap masuk dunia kerja serta mengembangkan sikap profesionalisme. Salah satu kompetensi pada bidang keahlian Teknik Mesin Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK adalah kompetensi Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut dengan kompetensi ini diharapkan siswa memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi dalam menghasilkan suatu benda kerja dengan mesin bubut.

Aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari dan terkadang juga teramat sulit. Masalah utama dalam pembelajaran kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut adalah penggunaan metode atau model pembelajaran secara tepat, sehingga dalam penyampainya pada saat proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh peserta didik atau siswanya, baik pembelajaran secara praktik maupun teori. Hal ini yang belum tercapai dengan baik seperti apa yang diharapkan. Berdasarkan wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut dan observasi pada saat proses pembelajaran berlangsung di kelas II TPm-4 diperoleh keterangan selama ini guru melakukan proses pembelajaran lebih menekankan pada hasil akhir penilaian praktik dan teori, tidak menekankan pada proses pembelajaran yang diberiakan secara teori maupun praktik. Di samping itu dalam proses pembelajaran secara teori guru masih menggunakan model pembelajaran ceramah yang dibantu dengan modul pegangan siswa, sehingga dalam penyampaian materi guru lebih aktif menjelaskan materi yang disampaikan sedangkan siswa cenderung mendengarkan apa yang guru jelaskan dan terkesan pasif. Pemberian teori dilakukan selama satu bulan penuh atau empat kali pertemuan yang menyebabkan kurang efektifnya penyerapan materi yang siswa terima. Pada saat proses pembelajaran praktik, masih banyak siswa yang belum bisa menjalankan mesin bubut dengan baik, hal ini dikarenakan kurangnya latihan langsung atau pengenalan langsung yang guru berikan terhadap penggunaan mesin bubut dan pendampingan yang guru berikan

selama praktik dan keterbatasan mesin yang ada pada bengkel pemesinan, sehingga dalam praktik di laboratorium masih banyak siswa yang cenderung bermain sendiri, meninggalkan laboratorium dengan alasan tidak mendapatkan mesin, atau hanya menonoton temen-temennya melakukan praktik membubut. Sementara dari nilai hasil pree test yang peneliti lakukan pada siswa kelas II TPm4 sebelum penelitian ini dilakukan diperoleh nilai rata-rata 63.44, sebuah rata-rata yang masih jauh dari standar nilai kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut dengan nilai KKM 75.00, dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 51 (lihat pada lampiran 11). Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang fungsi job sheet dan

pemahaman tentang praktik pemesinan, maka dipandang perlu untuk memberikan pelatihan kepada para siswa yang akan malaksanakan praktik pemesinan agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik dan akan melaksanakan praktik dengan optimal. Untuk itu dalam penelitian ini akan diterapkan pola pembelajaran kooperatif tipe Learning Together baik dalam pembelajaran teori dan selama praktik. David dan Roger Jhonson dari Universitas Minnesota mengembangkan model Learning Together dari pembelajarn koperatif ( Johnson dan Johnson ), 1987 ; Johnson, Johnson & Smith, 1991 ) (dikutip dari Slavin, 2009 : 25 ), oleh karena itu dengan adanya pembelajaran kooperatif tipe Learning Together diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa terutama ketrampilan pada saat membubut dan ketepatan ukuran dalam menghasilkan benda kerja. Menurut Ibrahim, dkk. pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk siswa yang hasil belajarnya rendah sehingga mampu

memberikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Cooper mengungkapkan keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif, antara lain: siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, meningkatkan ingatan siswa, dan meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran (dikutip dari Yasa, 2008). Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan di atas penulis tertarik untuk melakukan perbaikan terhadap proses belajar mengajar yang diharapakan dapat meningkatkan prestasi belajar siswanya dengan judul Meningkatkan Prestasi Belajar Kompetensi Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Melalui Pembelajarn Kooperatif tipe Learning Together pada Siswa Kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto.

B. Rumusan Masalah Apakah pembelajaran model koopertif tipe Learning Together pada pembelajaran kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut siswa kelas II TPm-4 SMK WIWOROTOMO Purwokerto dapat meningkatkan prestasi belajar ? Pemecahan masalah dalam penelitian ini dilakukan pada kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto dengan memberikan atau menerapkan model

pembelajaran tipe Learning Together yang dilakukan dua siklus penelitian. Setiap siklus penelitian dilakukan dua kali pertemuan dengan rincian kegiatan sebagai berikut. 1. Pertemuan Pertama

a. Melakukan pembagian kelompok. b. Memaparkan dan menjelaskan materi yang akan dipelajari. c. Mendiskusikan materi yang dijelasakan dalam bentuk kelompok kecil, jika sudah selesai di paparkan di depan dengan cara berdiskusi bersama-sama dengan kelompok yang lain. d. Melakukan latihan praktik langsung pada mesin bubut dengan cara belajar bersama ( learning together ) sesuai dengan kelompok yang sudah dibagi. 2. Pertemuan Kedua a. Melakukan praktik dengan pembelajaran kooperatif tipe Learning Together pada setiap kelompok yang sudah di bagi. b. Evaluasi ( tertulis dan praktik ).

C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui apakah ada peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran Diklat- G kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut pada siswa Kelas II TPm-4 Teknik Pemesinan SMK Wiworotomo Purwokerto. 2. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran Diklat- G kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut pada siswa Kelas II TPm-4 Teknik Pemesinan SMK Wiworotomo Purwokerto.

D. Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber refrensi untuk penelitian lebih lanjut terutama tentang mata diklat atau praktik Teknik Pemesinan. Disamping itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan sumbangan pada proses pembelajaran demi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya dan di lingkup SMK Wiworotomo Purwokerto pada khususnya. 2. Manfaat Praktis a. Bagi siswa, diharapkan dengan adanya metode pembelajaran seperti ini siswa dapat dengan mudah memahami teori dan praktik Teknik Permesinan, sehingga minat untuk belajar menjadi tinggi. b. Bagi guru, dapat membantu dalam meningkatkan pembelajaran siswanya pada praktik Teknik Pemesinan, sehingga dapat menciptakan metodemetode yang lebih kreatif untuk menunjang pembelajaran, mampu menarik perhatian dan bakat siswanya. c. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan dan pemahaman baru pada media pembelajaran yang dapat berguna setelah lulus dan menjadi guru di sekolah formal.

d. Bagi sekolah, dapat memberikan masukan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di SMK Wiworotomo pada umumnya dan jurusan Teknik Pemesinan pada khususnya.

E. Penegasan Istilah Untuk mempertegas makna yang terkandung dalam judul skripsi dengan jelas dan menghindari kesalahpahaman penafsiran terhadap judul penelitian

Meningkatkan Prestasi Belajar Kompetensi Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Melalui Pembelajarn Kooperatif tipe Learning Together pada Siswa Kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto maka penulis perlu memberikan penjelasan beberapa istilah yang digunakan dalam judul penelitian. Berikut dijelaskan batasan-batasan beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan Meningkatakan adalah menaikan (derajat, taraf, dsb), mempertinggi, memperhebat dan mengangkat diri atau individu. (http://kamusbahasaindonesia.org/meningkatkan). Meningkatakan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah

keberhasialan bimbingan belajar kooperatif Learning Together dalam pembelajaran paraktik Teknik Pemesinan yang ditunjukan dengan prestasi belajar siswa.

2.

Kooperatif. Menurut Slavin pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam satu kelas dijadikan kelompokkelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dengan

memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain. Jadi Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri: untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif, kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah, jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya jenis kelamin yang berbeda, maka diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda pula, dan penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan (Yasa, 2008). Sedangkan tujuan dari pembelajaran kooperatif itu sendiri adalah sebagai berikut : a. Hasil belajar akademik , yaitu untuk meningkatkan kinerja siswa dalm tugas-tugas akademik. Pembelajaran model ini dianggap unggul dalam membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang sulit.

b. Penerimaan terhadap keragaman, yaitu agar siswa menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai macam latar belakang. c. Pengembangan keterampilan sosial, yaitu untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa diantaranya: berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau mengungkapkan ide, dan bekerja dalam kelompok (Aprilio, 2010). 3. Learning Together. Learning Together dari pembelajarn koperatif ( Johnson dan Johnson ), 1987 ; Johnson, Johnson & Smith, 1991 ). Metode yang diteliti melibatkan siswa yang terdiri atas empat atau lima kelompok dengan belakang berbeda mengerjakan tugas ( dikutip dari Slavin, 2009 : 25 ). Dalam penelitian ini pembagaian kelompok dibagi menjadi enam kelompok yang terdiri dari enam sampai tujuh siswa tiap kelompoknya. 4. Prestasi Belajar

Pengertian Prestasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru (http://kamusbahasaindonesia.org/prestasi belajar).

Prestasi

belajar

yang

dimaksud

dalam

penelitian

ini

adalah

meningkatanya prestasi belajar praktik pada siswa setelah adanya pembelajaran kooperatif tipe learning together, yang ditandai dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa diatas nilai minimal, yaitu 75.00 sebagai nilai minimal dalam ketuntasan belajar teori dan praktik kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut.

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Belajar dan Pembelajaran 1. Pembelajaran Kegiatan belajar tidak dapat di pisahkan dengan kegiatan pembelajaran. Belajar pada dasarnya merupakan aktifitas yang secara sadar dilakukan oleh siswa. Pembelajaran merupakan akatifitas guru dalam usaha membantu siswa melakukan kegiatan belajar. Pembelajaran diartikan mengajar, yaitu kesesuaian strategi dan metode dengan kompetensi yang akan dicapai, efisien dan produktivitas, dan penggunaan teknologi pembelajaran dan sumber informasi dan belajar, misal tentang keaktifan siswa dan motivasi siswa untuk mengembangkan kompetensi, tata nilai, sikap dan kemandirian (Susilo, 2008 : 165 ). Tujuan pembelajaran merupakan deskripsi tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau deskripsi produk yang menunjukan bahwa belajar telah terjadi (Gerlach dan Ely, 1980) (dikutip dari Anni,dkk, 2007 : 5). Istilah lain dari pembelajaran adalah proses belajar mengajar (PBM) atau kegiatan belajar mengajar (KBM). Proses belajar mengajar akan senantiasa merupakan proses kegiatan interaksi antara dua unsure manusiawai yaitu siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar dengan siswa sebagai pokoknya.

10

11

2.

Prestasi Belajar Pengertian Prestasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah

penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru (http://kamusbahasaindonesia.org/prestasi belajar). Prestasi ini dapat dinyatakan dengan kuantitatif dan kualitatif. Prestasi kuantitatif adalah prestasi yang dinyatakan dengan angka. Sedangkan prestasi kualitatif adalah prestasi yang dinyatakan dengan kata-kata, seperti baik, cukup, sedang, kurang, dan lain-lain. Dengan mengutip pendapat Gagne yang mengungkapkan bahwa prestasi belajar (educational echievement) terwujud berkat adanya perubahan dalam kecakapan, tingkah laku, ataupun pematangan yang dapat bertahan lama, beberapa waktu dan yang tidak disebabkan oleh proses pertumbuhan tetapi oleh adanya suatu situasi proses belajar. Perwujudanya berupa perbuatan variabelvariabel maupun tulisan, keterampilan, keterampilan yang bersifat mekanikal dan pemecahan masalah yang langsung dapat diukur atau dinilai dengan mengunakan tes-tes yang sudah standar. Perubahan dalam hal kecakapan, tingkah laku, ataupun kemampuan itu diukur dengan apa yang mungkin dan dapat diperbuat setelah melalui proses belajar tersebut. Aktivitas belajar dapat dikatakan berprestasi dengan baik apabila perubahan yang diharapkan tersebut tercapai pada waktu yang ditentukan, sehingga evaluasi belajar merupakan keharusan untuk dilaksanakan secara bertahap hingga akhir dari proses belajar itu dapat mengetahui taraf keberprestasian siswa. Sehingga untuk mempermudah dalam mengistilahkan pengertian identik dengan nilai

12

belajar, yaitu suatu nilai yang diberikan guru pada siswanya karena siswa melakukan suatu kegiatan sebagaimana yang telah diprogramkan dalam proses belajar-mengajar diadakan. Sehingga untuk mempermudah dalam mengistilahkan dengan nilai belajar, yaitu suatu nilai yang diberikan guru kepada siswanya karena siswanya melakukan suatu kegiatan sebagaimana yang telah diprogramkan dalam proses belajar mengajar yang diadakan, nilai disini dimaksudkan nilai raport siswa. Berdasarkan pengertian diatas untuk sementara dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan ukuran keberprestasian peserta didik di dalam melakukan kegiatan belajar. Prestasi belajar dapat diperoleh dengan perangkat tes dan prestasi tes yang akan memberikan informasi-informasi tentang apa yang dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik dapat dikatakan berprestasi dalam belajar apabila prestasi yang diperoleh menunjukkan nilai yang tinggi atau sesuai dengan target yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran. Prestasi belajar dapat dilihat pada prestasi evaluasi, sedangkan evaluasi yang dimaksud untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai berbagai hal yang pernah diajarkan sehingga dapat diperoleh gambaran tentang pencapaian program pendidikan secara menyeluruh. Untuk mengetahui peningkatan prestasi siswa, peneliti tidak hanya mengambil hasil dari evaluasi siswa, tetapi dalam penelitian ini dilakukan penilaian dari proses dan hasil pembelajaran siswa. Proses pembelajaran dilihat dari pengamatan aktifitas siswa meliputi bertanya, menjawab pertanyaan, berpendapat dan mengerjakan tugas meningkat, aktifitas guru dalam melakukan

13

proses pembelajaran juga mengalami peningkatan dari pertemuan sebelumnnya, dari peningkatan-peningkatan baik oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam melakukan pekerjaan membubut atau ketrampilan siswa dalam menghasilkan benda kerja yang tepat ukuran dengan menggunakan metode yang guru gunakan yaitu kooperatif tipe learning together makin meningkat. Prestasi belajar dalam penelitian ini di ambil dari data pengamatan siswa dan pengamatan guru, dan hasil evaluasi siswa dari penggabungan nilai teori dan nilai praktik dengan nilai KKM 75.00.

3.

Materi Praktik Teknik Pemesinan Berdasarkan silabus dengan kompetensi dasar memperhatikan keselamatan

kerja dan pengoprasian mesin bubut dengan indikator yang tercantum dalam RPP yang dibuat untuk kompetensi dasar Program Diklat Teknik Pemesinan (melakukan pekerjaan dengan mesin bubut) SMK WIWOROTOMO yang diberikan pada kelas II TPm-4. Kompetensi yang diberikan memiliki kriteria nilai minimal (KKM) yaitu 75.00, dengan adanya penelitian ini diharapkan nilai ratarata siswa dapat meningkat dan nilai rata-rata siswa di atas nilai KKM 75.00. Berikut penjelasan materi mesin bubut dengan kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut dengan indikator sesuai dengan RPP yang sudah dibuat (lihat pada lampiran 27 dan 28 ). a. Prinsip kerja mesin bubut Proses bubut adalah proses pemesinan untuk menghasilkan bagian-bagian mesin berbentuk silindris yang dikerjakan dengan menggunakan Mesin Bubut.

14

Prinsip dasarnya dapat didefinisikan sebagai proses pemesinan permukaan luar benda silindris atau bubut rata : Dengan benda kerja yang berputar, dengan satu pahat bermata potong tunggal (with a single-point cutting tool), dan dengan gerakan pahat sejajar terhadap sumbu benda kerja pada jarak tertentu sehingga akan membuang permukaan luar benda kerja. Proses bubut permukaan adalah proses bubut yang identik dengan proses bubut rata, tetapi arah gerakan pemakanan tegak lurus terhadap sumbu benda kerja. Proses bubut tirus sebenarnya identik dengan proses bubut rata di atas, hanya jalannya pahat membentuk sudut tertentu terhadap sumbu benda kerja. Demikian juga proses bubut kontur, dilakukan dengan cara memvariasi kedalaman potong, sehingga mengha-silkan bentuk yang diinginkan. Walaupun proses bubut secara khusus menggunakan pahat bermata potong tunggal, tetapi proses bubut bermata potong jamak tetap termasuk proses bubut juga, karena pada dasarnya setiap pahat bekerja sendiri-sendiri. Selain itu proses pengaturan (setting) pahatnya tetap dilakukan satu persatu. Fungsi utama mesin bubut konvensional adalah untuk membuat/memproduksi benda-benda berpenampang silindris,misalnya poros lurus, poros bertingkat (step shaft), poros tirus (cone shaft), poros beralur (grooveshaft), poros berulir (screw thread) dan berbagai bentuk bidang permukaan silindris lainnya misalnya anak buah catur (raja, ratu, pion dll). Ada berapa jenis jenis dari mesin bubut itu sebdiri, diantaranya adalah : Dilihat dari segi dimensinya, mesin bubut konvensional dibagi dalam beberapa

15

kategori, yaitu : mesin bubut ringan, mesin bubut sedang, mesin bubut standar, dan mesin bubut berat. Mesin bubut berat digunakan untuk pembuatan benda kerja yang berdimensi besar, terbagi atas mesin bubut beralas panjang, mesin bubut lantai, mesin bubut tegak. b. Bagian-bagian utama mesin bubut Bagian-bagian utama pada mesin bubut konvesional pada umumnya sama walaupun merk atau buatan pabrik yang berbeda, hanya saja terkadang posisi handel/tuas, tombol, tabel penunjukan pembubutan dan rangkaian penyusunan roda gigi untuk berbagai jenis pembubutan letak/posisinya berbeda. Demikian juga cara pengoperasianya karena memilki fasilitas yang sama juga tidak jauh berbeda. Berikut ini akan diuraikan bagian-bagian utama mesin bubut konvesional (biasa) yang pada umumnya dimilki oleh mesin tersebut, adalah : 1. Sumbu Utama (Main Spindle) Sumbu utama atau dikenal dengan main spindle merupakan suatu sumbu utama mesin bubut yang berfungsi sebagai dudukan chuck (cekam), plat pembawa, kolet, center tetapdan lain-lain. 2. Meja Mesin (bed) Meja mesin bubut berfungsi sebagai tempat dudukan kepala lepas, eretan, penyangga diam (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu pembubutan. Bentuk alas ini bermacam-macam, ada yang datar dan ada yang salah satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu.

16

3. Eretan (carriage) Eretan terdiri atas eretan memanjang (longitudinal carriage) yang bergerak sepanjang alas mesin, eretan melintang(cross carriage) yang bergerak melintang alas mesin dan eretan atas (top carriage), yang bergerak sesuai dengan posisi penyetelan di atas eretan melintang. Kegunaan eretan ini adalah untuk memberikanpemakanan yang besarnya dapat diatur menurut kehendak operator yang dapat terukur dengan ketelitian tertentu yang terdapat pada roda pemutarnya. 4. Kepala Lepas (tail stock) Kepala lepas sebagaimana digunakan untuk dudukan center putar sebagai pendukung benda kerja pada saat pembubutan, dudukan bor tangkai tirus dan cekam bor sebagai menjepit bor. Kepala lepas dapat bergeser sepanjang alas mesin, porosnya berlubang tirus sehingga memudahkan tangkai bor untuk dijepit. Tinggi kepala lepas sama dengan tinggi center tetap. 5. Tuas Pengatur Kecepatan Transporter dan Sumbu Pembawa 6. Pelat table 7. Tuas pengubah pembalik transporter dan sumbu pembawa 8. Plat Tabel Kecepatan Sumbu Utama 9. Tuas-Tuas Pengatur Kecepatan Sumbu Utama 10. Penjepit Pahat (Tools Post) 11. Eretan Atas

17

Eretan atas sebagaimana berfungsi sebagai dudukan penjepit pahat yang sekaligus berfungsi untuk mengatur besaran majunya pahat pada proses pembubutan ulir, alur, tirus, champer (pingul) dan lain-lain yang ketelitiannya bisa mencapai 0,01 mm. 12. Keran pendingin 13. Roda Pemutar 14. Transporter dan Sumbu pembawa Transporter atau poros transporter adalah poros berulir segi empat atau trapesium yang biasanya memiliki kisar 6 mm, digunakan untuk membawa eretan pada waktu kerja otomatis, misalnya waktu membubut ulir, alur dan atau pekerjaan pembubutan lainnya. 15. Tuas Penghubung Tuas penghubung sebagaimana digunakan untuk menghubungkan roda gigi yang terdapat pada eretan dengan poros ranspoter sehingga eretan akan dapat berjalan secara otomatis sepanjang alas mesin. 16. Eretan Lintang c. Alat potong atau pahat Yang dimaksud dengan alat potong adalah alat/pisau yang digunakan untuk menyayat produk/benda kerja. Dalam pekerjaan pembubutan salah satu alat potong yang sering digunakan adalah pahat bubut. Jenis bahan pahat bubut yang banyak digunakan di industri-industri dan bengkel-bengkel antara lain baja karbon, HSS, karbida, diamond dan ceramik. Slah satu contohnya adalah pahat

18

bubut rata kanan. Pada umumnya digunakan untuk pembubutan rata memanjang yang pemakanannya dimulai dari kiri ke arah kanan mendekati posisi cekam. Pahat bubut yang akan digunakan dijepit dahulu pada pada rumah pahat atau toll post. Sedang kedudukan pahat harus diatur sedemikian rupa, agar tinggi ujung pahatnya sama tingginya dengan tinggi ujung center kepala lepas ( Boenasir, 1994 : 21-21). Pengaturan pahat dibuat setinggi center bertujuan untuk menghasilkan benda kerja yang presisi dan hasil sayatan yang bagus pada saat proses pembubutan. Teknik pemasangan pahat agar tepat setinggi center dilakukan pengukuran antara jarak center kepala lepas dengan rumah pahat, kemudian dikurangi tebal pahat yang digunakan untuk menghasilkan tebal plat-plat tipis yang digunakan sebagai pengganjal pahat agar stinggi center.

Gambar 1. Pahat Bubut Rata Kanan (Sumbodo,dkk, 2008 : 255) d. Alat Pelindung Anggota Badan (K3) 1. Baju pelindung/pakaian kerja (Work Pack) Pakaian yang harus dipakai ketika bekerja adalah baju kerja yang dalam keadaan rapih dan baik. Untuk menghindari tersangkutnya pada bagian-

19

bagian mesin yang bergerak. Buah baju harus terkancing tidak perlu memakai dasi dan lebih baik lengan baju dibuat pendek di atas siku. 2. Alat Pelindung Mata Alat pelindung mata atau kacamata ini dipakai supaya mata terhindar dari percikan/loncatan beram atau tatal benda kerja pada saat melakukan pembubutan. 3. Alat Pelindung Kepala Topi/ikat kepala hanya diperuntukkan apabila rambut peserta

diklat/operator panjang dengan alasan untuk menjaga kemungkinan terpuntirnya rambut oleh putaran mesin. 4. Alat Pelindung Hidung Masker hidung adalah alat pelindung hidung yang dipakai untuk menghindari terisapnya gas-gas yang beracun dan digunakan apabila benda kerja yang dikerjakan menimbulkan serbuk/debu. 5. Alat Pelindung Kaki Sepatu pengaman harus selalu dipakai pada saat kerja di bengkel, guna menghindari telapak kaki menginjak beram yang tajam atau tertimpa alat perkakas yang digunakan. Pilih sepatu dari kulit yang pada bagian ujungnya dilapisi dengan baja dan alasnya anti selip/tidak licin pada saat dipakai. e. Kecepatan putaran mesin Kecepatan putar, n (speed), selalu dihubungkan dengan sumbu utama

20

(spindel) dan benda kerja. Kecepatan putar dinotasikan sebagai putaran per menit (rotations per minute, rpm). Akan tetapi yang diutamakan dalam

proses bubut adalah kecepatan potong (cutting speed atau v) atau kecepatan benda kerja dilalui oleh pahat/keliling benda kerja. Secara sederhana kecepatan potong dapat digambarkan sebagai keliling benda kerja dikalikan dengan kecepatan putar, dengan rumus : Keterangan : n = kecepatan putaran mesin .putaran / menit V = kecepatan potong meter /menit D = Diameter benda kerja.mm Tabel 1. Kecepatan Potong untuk Pahat HSS

KECEPATAN POTONG YANG DIANJURKAN UNTUK PAHAT HSS PEMBUBUTAN DAN PENGULIRAN PENGEBORAN MATRIAL PEKERJAAN PEKERJAAN KASAR PENYELESAIAN m/min ft/min m/min ft/min m/min ft/min Baja mesin 27 90 30 100 11 35 Baja 21 70 27 90 9 30 perkakas Besi tuang 18 60 24 80 8 25 Perunggu 27 90 30 100 8 25 Aluminium 61 200 93 300 18 60

f.

Cara Membubut Membubut permukaan hendaklah diperhatikan beberapa hal berikut ini : 1. jangan terlalu panjang keluar benda kerja terikat pada cekam 2. pahat harus setinggi center

21

3. gerakan pahat maju mulai dari sumbu benda kerja dengan putaran benda kerja searah jarum jam atau gerakan pahat maju menuju sumbu benda kerja dengan putaran benda kerja berlawanan arah jarum jam (putaran mesin harus berlawanan dengan arah mata sayat alat potong). g. Membubut Lurus Proses membubut lurus adalah menyayat benda kerja dengan gerak pahat sejajar dengan sumbu benda kerja. Perencanaan proses penyayatan benda kerja dilakukan dengan cara menentukan arah gerakan pahat, kemudian menghitung elemen dasar proses bubut sesuaiPekerjaan membubut lurus untuk jenis pekerjaan yang panjangnya relatif pendek, dapat dilakukan dengan pencekaman langsung. Untuk pekerjaan membubut lurus yang dituntut hasil kesepusatan yang presisi, maka pembubutannya harus dilakukan diantara dua center. Sedangkan pekerjaan membubut lurus untuk benda yang panjang dan berdiameter kecil maka harus diperhatikan beberapa hal berikut ini : 1. benda kerja didukung dengan dua buah center. 2. gunakan penyangga, plat pembawa dan pembawa bila benda kerjanya panjang. 3. pahat harus setinggi center. 4. pilih besarnya kecepatan putaran menggunakan rumus atau menggunakan tabel. 5. setel posisi pahat menyentuh benda kerja dan set dial ukur pada eretan melintang menunjuk posisi nol. 6. setel posisi pahat pada batas ujung maksimum awal langkah pada dial eretan memanjang posisi nol. 7. pengukuran sebaiknya menggunakan alat ukur mesin itu sendiri. 8. gunakan pahat yang mempunyai sudut potong yang tepat. 9. jalankan mesin dan perhatikan besarnya pemakanan serta hasil penyayatannya.

22

B. Pengertian Pembelajaran Kooperatif tipe Learning Together Dalam pembelajaran kooperatif, dua atau lebih individu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan bersama. Siswa yakin bahwa tujuan mereka akan tercapai jika dan hanya jika siswa lainnya juga mencapai tujuan tersebut. Untuk itu setiap anggota berkelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugasnya. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran penting. Menurut Depdiknas tujuan pertama pembelajaran kooperatif, yaitu meningkatkan hasil akademik, dengan

meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya. Siswa yang lebih mampu akan menjadi nara sumber bagi siswa yang kurang mampu, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Sedangkan tujuan yang kedua, pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain, berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya. Menurut Ibrahim, dkk. pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk siswa yang hasil belajarnya rendah sehingga mampu memberikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Cooper mengungkapkan keuntungan dari metode

23

pembelajaran kooperatif, antara lain: 1) siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran, 2) siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, 3) meningkatkan ingatan siswa, dan 4) meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran. Menurut Ibrahim, unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif sebagai berikut: 1) siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama, 2) siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya, 3) siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama, 4) siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya, 5) siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok, 6) siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya, dan 7) siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif (dikutip dari Yasa, 2008). Dalam pembelajaran kooperatif, setiap anggota kelompok harus menyadari bahwa tujuan pembelajaran akan lebih baik hasilnya jika dikerjakan secara bersama-sama. Dengan adanya jiwa ini lah akan timbul rasa kebersamaan dan tekad untuk belajar, juga tanggung jawab terhadap diri sendiri dan kelompoknya untuk menjadi yang terbaik. Model pembelajaran kooperatif tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok. Terdapat enam langkah-langkah kooperatif, dimulai dengan guru

menyampaikan tujuan pembelajaran dan motivasi siswa untuk belajar. Fase ini diikuti oleh penyajian informasi, seringkali dengan bahan bacaan daripada secara verbal. Selanjutnya siswa dikelompokkan ke dalam tim-tim belajar. Tahapan ini diikuti bimbingan guru pada saat siswa bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas bersama mereka. Fase terakhir pembelajaran kooperatif meliputi fersentasi hasil kerja kelompok atau evaluasi tentang apa tang telah mereka pelajari dan

24

memberi penghargaan terhadap usaha-usaha kelompok maupun individu. Adapun langkah-langkah model pembelajaran kooperatif dapat di lihat pada table berikut : Tabel 2. Fase Pembelajaran Kooperatif Fase Fase 1 Menyampaikan tujuan memotifasi siswa Fase 2 Menyajikan informasi Tingkah Laku Guru Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran dan yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotifasi siswa belajar Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien

Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar

Fase 4 Guru membimbing kelompok-kelompok Membimbing kelompok kerja belajar pada saat mereka mengerjakan tugas dan belajar mereka Fase 5 Evaluasi Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masingmasing mempersentasikan hasil kerjanya Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok

Fase 6 Memberikan penghargaan (Aprilio, 2010)

Learning Together berasal dari bahasa inggris yang artinya belajar bersama. Diharapkan dengan mengunakan pembelajaran seperti ini para siswa dapat dengan mudah menangkap apa yang guru sampaikan atau materi yang di berikan. Peran guru tidak hanya memberikan materi dengan ceramah, diskusi, praktik atau dengan demonstrasi tetapi dalam melakukan proses pembelajaran guru

25

memberikan bimbingan belajar yang dilakukan pada tiap- tiap kelpmpok, sehingga proses peembelajaran secara bersama dapat berjalan dengan baik. Metode kooperatif learning together menekankan pada empat unsur, yaitu: Interaksi tatap muka : para siswa bekerja dalam kelompok yang beranggotakan empat sampai lima orang. Interdependensi positif : para siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok. Tanggung jawab individual : para siswa harus memperlihatkan bahwa mereka secara individual telah menguasai materinya. Kemampuan- kemampuan interpersonal dan kelompok kecil : para siswa diajari ,ngenai saran-sarana yang efektif untuk bekerja sama dan mendiskusikan seberapa baik kelompok mereka bekerja dalam mencapai tujuan mereka (Slavin, 2009 : 250 ). Pada pembelajaran kooperatif tipe learning together menurut Robert E. Slavin, penelitian mengenai metode-metode ini telah menemukan bahwa penghargaan yang diberikan kepada kelompok didasarkan pada pembelajaran individual semua anggota kelompok. Pembelajaran kooperatif tipe learning together yang peneliti terapkan, sebelumnya peneliti melakukan pree test untuk mengetahui kemapuan dasar siswa dan nilai tersebut dijadikan sebagai dasar dalam pembentukan kelompok, sehingga kelompok tersebut menjadi heterogen. Data awal pada saat pree test diperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 63.44 (lihat lampiran 11), nilai yang masih jauh dari nilai KKM yaitu 75.00. Dalam hal ini guru memberikan materi pelajaran kepada siswanya sesuai dengan materi yang akan dipelajari tentang kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut. Pertemuan pertama siswa diminta berkelompok sesuai dengan kelompoknya masing-masing, tiap kelompok ada salah satu siswa yang menjadi ketua kelompoknya. Setelah siswa membentuk kelompok kecil, guru membagikan modul belajar sebagai pegangan dalam proses belajar mengajar, kemudian guru atau peneliti menyampaikan materi sesuai dengan RPP (lihat lampiran 27 dan 28)

26

yang ada. Dalam penyampaian materi yang diberikan, guru lebih menekankan keaktifan masing-masing individu dan kelompok untuk bertanya atau menjawab pertanyaan. Untuk menembah wawasan atau gambaran langsung tentang mesinmesin perkakas atau mesin bubut, dalam penyampainya guru memberikan penjelasan langsung di bengkel atau di laboratorium teknik pemesinan, hal ini betujuan agar siswa dapat bersinggungan langsung dan mengerti apa itu mesin bubut, jenis mesin bubut bagian utama dari mesin bubut, prinsip kerja mesin bubut, alat potong yang digunakan, yang diharapkan siswa tidak hanya bisa secara teori tetapi terampil dalam praktik pemesinan. Siswa diberikan LKS atau lembar kerja siswa yang dikerjakan secara kelompok, dalam mengerjakan tugasanya tiap kelompok dibagi menjadi dua bagian, bagian yang pertama mengerjakan tiap soal menurut pendapat mereka sesuai apa yang diketahui, sedangkan bagian yang kedua mengerjakan soal menurut pendapat yang diketahui. Kemudian mereka bertukar peran dan memperdebatkan sisi atau jawaban yang berlawanan, sehingga didapatkan jawaban yang benar pada tiap kelompoknya. Setelah itu salah satu kelompok memaparkan hasil dari kerja kelomponya didepan kelas, yang diharapkan didapat jawaban yang tepat dan mencapai kesepakatan. Pada pertemuan berikutnya atau pada Siklus II peneliti melakukan perlakuan yang sama dengan adanya perbaikan yang tidak ditemui pada Siklus I, yang diharapkan hasilnya lebih meningkat. Para siswa harus mengikuti aturan saat bekerja, yaitu : Saya kritis terhadap gagasan, bukan orang, saya ingat bahwa kami semua melakukan hal ini bersama, saya mendorong semua orang untuk ikut berpartisipasi, saya mendengarkan gagasan yang dilontarkan setiap orang, sekalipun saya tidak setuju dengan mereka, saya mengulang kembali apa yang dikatakan seseorang apabila memang tidak jelas,

27

saya mencoba memahami kedua belah sisi dari isu tersebut, pertamatama saya akan mengeluarkan semua gagasan, baru saya kumpulkan jadi satu (Slavin, 2009 : 251 ).

Pada pembelajaran praktik membubut, siswa diajarkan cara membubut muka dan rata. Secara berkelompok dengan bimbingan guru siswa mengerjakan satu benda kerja untuk melatih kerja sama dan ketepatan ukuran dalam menghasilkan benda kerja, jadi setiap siswa membubut rata dengan diameter dan panjang benda kerja yang berbeda-beda (dilakukan berurutan, dari diameter terbesar sampai yang terkecil). Jadi dalam pembelajaran kooperatif tipe learning together, siswa berkelompok untuk belajar teori dan belajar praktik membubut, yang diharapakan ketrampilan membubut semakin meningkat.

C. Kerangka Berfikir Untuk meningkatkan prestasi belajar banyak diperlukan cara dalam menyampaikan materi atau mata diklat, terutama dengan suatu model pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar dengan tujuan materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Model pembelajaran yang dimaksudkan sebagai pola interaksi siswa dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategi, pendekatakn, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajra mengajar di kelas. Penggunaan model pemebelajaran yang tepat dan sesuai akan mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Model merupakan model yang paling sederhana yang menekankan adanya umpan balik (Susilo, 2008 : 52).

28

Model pembelajaran kooperatif tipe leraning together

mendukung siswa

aktif dalam proses pembelajaran, dalam hal ini siswa bisa aktif bertanya, mengeluarkan pendapat, saling membantu teman sebaya dalam kelompoknya atau kelompok laen jika ada yang belum jelas tentang apa yang guru terangkan, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik. Model pembelajaran yang dapat menciptakan kondisi tersebut adalah dengan menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe learning together yang dapat memberikan suatu alternative yang dapat diterapkan di kelas dalam proses pembelajaran. Dengan model pembelajaran tipe learning together memungkinkan siswa untuk berdiskusi dalam suatu kelompok kecil dan dalam kelompok besar, yang memungkinkan siswa untuk mendapatkan pemahaman materi yang berbeda dari pendapat kelompok yang lain. Dalam kaitannya proses pembelajaran didalam kelas, mendapatkan pemahaman materi dari penjelalasan guru, setelah itu guru memberikan latihan soal yang dikerjakan dengan cara kelompok sesuai pendapat masing-masing kelompok, setelah selesai salah satu kelompok maju untuk memaparkan hasil yang didiskusikan dalam kelompoknya tersebut dan kelompok yang lain menambah atau membetulkan jika ada kesalahan, sehingga di dapat hasil jawaban yang benar dalam latian yang di bombing dan diberikan oleh guru. Untuk mengetahui seberapa besar siswa menangkap penjelasan dari guru dan diskusi yang dilakukan oleh temen sebaya, guru memberikan kuis yang dikerjakan oleh masing-masing siswa. Dengan adanya pembelajaran tipe leraning together diharapkan bukan hanya menguasai dalam hal teorinya tapi terampil dalam

29

melakukan praktik pada mesin, hal ini dapat dilakukan dengan cara belajar bersama, baik dengan teman sebaya atau dengan bimbingan guru langsung. Adapun gambaran tentang pembelajarn dapat dilihat pada bagan sebagai berikut :
Pembelajaran dengan kooperatif tipe learning together Menimbulkan Motivasi Belajar

Prestasi belajar meningkat dan lebih baik

Memperkuat Pemahaman Materi baik teori dan praktik

Gambar 2. Alur Kerangka Berfikir

D. Hipotesis Tindakan Dalam penelitian ini hipotesis yang di ambil oleh peneliti adalah dengan adanya pembelajaran model kooperatif tipe learning together dapat meningkatkan prestai belajar siswa pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut.

BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian dan Latar Belakang subjek Penelitian

1.

Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto, dengan jumlah 37 siswa dan semuanya adalah laki-laki.

2.

Pihak yang Dilibatkan Pihak-pihak yang dilibatkan dalam penelitian ini sebagai berikut : a. Guru pengampu mata pelajaran Diklat-G kompetensi melakakukan pekrjaan dengan mesin bubut. b. Kepala SMK Wiworotomo Purwokerto c. Wakil Kepala SMK Wiworotomo Purwokerto bidang kurikulum selaku pembimbing. d. Ketua Program Purwokerto. Keahlian Teknik Pemesinan SMK Wiworotomo

3.

Variabel yang Diselidiki Variabel yang akan di ungkap dalam penelitian ini adalah (1) variable proses pembelajaran kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut dengan pembelajaran model kooperatif tipe Learning Together. (2) variable prestasi belajar siswa dalam kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut.

30

31

B. Rancangan Penelitian Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri atas dua siklus penelitian. Tiaptiap siklus penelitian terdiri atas tahap perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan interprestasi, serta analisis dan refleksi.

C. Perencanaan dan Pelaksanaan Tindakan Perencanaan dan pelaksanaan tindakan terdiri dari berbagai macam tahap dan masing masing tahap adalah sebagai berikut : 1. Tahap Persiapan a. Melakukan obsevasi awal tentang kegiatan pembelajaran yang ada di SMK Wiworotomo Purwokerto, dengan tahapan sebagai berikut : tahap pertama melakukan wawancara terhadap guru pengampu mata pelajaran yang akan diteliti, tahap kedua melihat langsung proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru pengampu (observasi awal), tahap ketiga memberikan pree test sebelum di adakan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang materi yang guru sampaikan. b. Konsultasi dengan guru pengampu mata pelajaran yang akan di teliti. c. Menentukan materi yang akan di pelajari. 2. Tahap Perencanaan Melakukan konsultasi dengan pembimbing sekolah untuk menyusun RPP yang sesuai dengan silabus Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan SMK Program Keahlian Teknik Pemesinan pada kompetensi Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut.

32

a. Menyusun rancangan tindakan dalam bentuk satuan-satuan pembelajaran. b. Menyusun pedoman pengamatan dan monitoring terhadap aspek-aspek yang akan di observasi. c. Menyusun rancangan evalaluasi program. 3. Tahap Implementasi Tindakan Melakukan implementasi tindakan dengan menerapkan model pembelajaran model kooperatif tipe Learning Together, siklus I kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut pada pokok bahasan, prinsip kerja mesin bubut dipahami dengan benar, bagian-bagian utama dan fungsi meisn bubut dapat diidentifikasi dengan cermat, pemilihan pahat bubut sesuai dengan jenis pekerjaan, teknik pencekaman benda kerja dilaksanakan sesuai SOP, siklus II kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut pada pokok bahasan, teknik penyayatan dapat dipahami dengan benar, keselamatan kerja selalu diutamakan, kecepatan putaran/gerakan mesin dapat diatur sesuai spesifikasi benda kerja, Pembubutan muka dan memanjang dapat dipahami dengan benar, dengan langkah- langkah sebagai berikut : a. Mengatur siswa kedalam kelompok sesuai hasil penilaian pada pree test yang dilakukan oleh peneliti sebelum dilakukan penelitian. b. Menjelaskan materi yang akan disampaikan. c. Pembagian lembar kerja siswa yang dikerjakan dan didiskusikan dalam kelompok. d. Menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe Learning Together selama diskusi. Pada pembelajaran teori, diskusi dilakukan pada saat

33

pengerjaan LKS secra kelompok kecil, setelah itu diskusi dilanjutkan didepan kelas dengan salah satu kelompok memaparkan jawabannya, yang diharapkan siswa jadi lebih aktif dalam pembelajaran yang dilakukan secara bersama-sama. Untuk pembelajaran praktik, dengan panduan guru siswa melakukan latihan praktik membubut, dari membubut muka dan membubut rata atau memanjang. e. Mempresentasikan hasil diskusi lembar kerja siswa yang dikerjakan secara kelompok di depan kelas, dengan dipandu oleh peneliti atau guru. f. Latian praktik langsung pada mesin bubut dengan cara belajar bersama sesuai dengan kelompok yang sudah dibagi. g. Evaluasi.

D. Prosedur Observasi dan Refleksi Tindakan

1.

Prosedur Observasi terdiri dari : a. Melakukan observasi atau pengamatan terhadap kaktifan guru dan keaktifan siswa pada saat penelitian tindakan kelas ini di terapkan. b. Melakukan penyekoran sesuai dengan standar penilaian yang telah disiapkan. c. Melakukan evaluasi secara individu.

2.

Prosedur refleksi terdiri dari : a. Melakukan refleksi terhadap hasil observasi dan hasil penyekoran. b. Menyusun rencana tindakan pada siklus dengan mempertimbangkan temuan-temuan pada siklus pertama.

34

E. Prosedur Analisa Data 1. Sumber Data Sumber data dari penelitian ini adalah dari guru pengamat, peneliti dan siswa TPm-4 yang melaksanakan proses pembelajaran melakukan pekerjaan dengan mesin bubut. 2. Jenis Data a. Data kuantitatif berupa skor teori dan praktik melakukan pekerjaan dengan mesin bubut, dan teknik pemasangan pahat dan benda kerja pada mesin bubut dengan rentang nilai 1 10. b. Data kualitatif berupa deskripsi hasil observasi yang telah dikelompokan sesuai aspek-aspek yang di observasi. 3. Alat Pengambil Data a. Lembar pengamatan terhadap peneliti atau guru peneliti, lembar pengamatan terlampir menurut buku Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas (Kunandar, 2009 : 302). b. Lembar pengamatan terhadap keaktifan siswa pada saat diskusi. c. Kuis terhadap siswa. d. Soal test teori dan praktik. 4. Teknik Pengambilan Data Teknik pengambilan data berupa teknik tes yang digunakan untuk mendapatkan skor teori dan praktik pemasangan pahat dan benda kerja pada mesin bubut dan melakukan pekrejaan dengan mesin bubut yang dihasilkan oleh siswa baik pada siklus I maupun pada siklus II.

35

5.

Teknik Analisis Data Data penelitian yang terkumpul, setelah di tabulasi kemudian di analsisi menggunakan teknik deskripif analitik, dengan penjelasan sebagai berikut: a. Data kuantitatif diolah dengan menggunakan deskriptif presentase. Nilai yang diperoleh siswa dirata-rata untuk ditemukan keberhasilan individu dan keberhasilan klasikal sesuai dengan target yang telah ditetapkan. b. Data kualitatif yang berasal dari hasil pengamatan guru peneliti dan siswa diklasifikan berdasarkan aspek-aspek yang dijadikan focus analisis, untuk kemudian dikaitkan dengan data kuantitatif sebagai dasar untuk mendeikripsikan kebrhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan di tandai semakin meningkatnya prestasi siswa dalam pembelajarn kompetensi melakukan pekrjann dengan mesin bubut.

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Paparan Data 1. a. Siklus I Observasi Awal Hasil pree test dengan materi dasar-dasar melakukan pekerjaaan dengan mesin bubut yang dilaksanakan pada tanggal 8 September 2011 diperoleh data awal atau nilai rata-rata pree test pada siswa kelas II TPm-4 sebesar 63,44 (lihat pada lampiran 11). Siswa mempunyai kemampuan dasar untuk melakukan pekerjaan dengan mesin bubut dan bisa mempraktikan dengan baik cara menggunakan mesin bubut yang baik dan benar sesuai dengan penggunaannya. Hasil observasi di kelas II TPm-4 dan wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran melakukan pekerjaan dengan mesin bubut menunjukan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran masih kurang, hal ini terlihat guru terkesan lebih aktif dalam penyampain materi yang diberikan. Dalam hal praktik penggunaan mesin bubut siswa masih kurang terampil hal ini dikarenakan siswa kurang memahami dan kurangnya latian dalam menggunakan mesin bubut. Untuk hasil pree test akan di gunakan sebagai dasar pembentukan kelompok belajar, dari nilai yang paling tinggi sampai ke nilai yang paling rendah pada tiap kelompoknya. b. Perencanaan Pada tahap perencanaan dilakukan beberapa persiapan yang peneliti lakukan, yaitu :

36

37

1.

Persiapan pelaksanaan pembelajaran. Persiapan yang harus dilakukan sebelum proses pembelajaran adalah

membuat RPP (lihat lampiran 27 dan 28) yang berpedoman pada silabus Teknik Pemesinan SMK, menentukan materi pembelajaran yang akan disampaikan dengan materi pembelajarannya adalah menjelaskan teknik pengoprasian mesin bubut pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut, membuat instrument evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menjelaskan teknik pengoprasian mesin bubut. 2. Persiapan proses pembelajaran. Persiapan proses pembelajaran terdiri dari menyiapkan instrument observasi aktivitas guru atau instrument pengamatan aktifitas terhadap guru, dan mempersiakan lembar pengamatan terhadap keaktifan siswa selama mengikuti proses diskusi kelompok, menyiapakan instrument evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa dalam melakukan pekerjaan dengan mesin bubut, menyiapkan evaluasi praktik dalam melakukan pekerjaan dengan mesin bubut, dan menyiapakn instrument penilaian terhadap evaluasi praktik membubut,

menyiapkan daftar pembagian kelompok menjadi 6 kelompok belajar bersama yang terdiri dari 6 sampai 7 siswa tiap kelompoknya, pembagian kelompok dibagi sesuai dari nilai hasil pree test (dari nilai paling tinggi, sedang, rendah), mengadakan diskusi dengan guru pembimbing, kepala jurusan teknik pemesinan dan guru pengamat dengan tujuan untuk mengetahui kesiapan peneliti dalam menerapkan pembelajaran kooperatif tipe learning together.

38

3.

Persiapan setelah proses pembelajaran. Setelah proses pembelajaran selesai dilakukan persiapan yang terdirir dari

menyiapakan format-format pengolahan data kualitatif dan data kwantitatif, menyiapakan daftar rekapitulasi hasil pengamatan guru di kelas, pengamatan terhadap keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran. c. Pelaksanaan Dengan berpedoman pada RPP (lihat lampiran 27 dan 28) yang telah disusun oleh peneliti untuk melakukan proses belajar mengajar melakukan pekerjaan dengan mesin bubut dengan cara learning together atau belajar bersama pada kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto. Pertemuan pertama siswa diminta berkelompok sesuai dengan kelompoknya masing-masing, tiap kelompok ada salah satu siswa yang menjadi ketua kelompoknya. Setelah siswa membentuk kelompok kecil, guru membagikan modul belajar sebagai pegangan dalam proses belajar mengajar, kemudian guru menyampaikan materi sesuai dengan RPP yang ada (lihat lampiran 27 dan 28). Dalam penyampaian materi yang diberikan, guru lebih menekankan keaktifan masing-masing individu dan kelompok untuk bertanya atau menjawab pertanyaan. Untuk menambah wawasan atau gambaran langsung tentang mesin-mesin perkakas atau mesin bubut, dalam penyampainya guru memberikan penjelasan langsung di bengkel atau di laboratorium teknik pemesinan, hal ini bertujuan agar siswa dapat bersinggungan langsung dan mengerti apa itu mesin bubut, jenis mesin bubut bagian utama dari mesin bubut, prinsip kerja mesin bubut, alat potong yang digunakan, yang diharapkan siswa tidak hanya bisa secara teori tetapi

39

terampil dalam praktik pemesinan. Setelah semua siswa merasa jelas, untuk menambah pengetahuan siswa, guru memberikan LKS atau lembar kerja siswa (lihat lampiran 14) yang dikerjakan secara kelompok. Pada saat pengerjaan, siswa mendiskusikan dalam kelompoknya untuk menjawab setiap pertanyaan dengan cara belajar bersama-sama. Setelah itu salah satu kelompok memaparkan jawabannya di depan kelas, yang diharapkan ada keaktifan siswa dalam menjawab, berpendapat/menyanggah, dan mengajukan pertanyaan. Sebelum pemebelajaran selesai, peneliti memberikan kuis yang dikerjakan secara individu, untuk mengetahui seberapa besar siswa menangkap materi yang guru berikan sebelum diadakan evaluasi secara praktik dan teori. Pada awal pertemuan kedua, siswa diminta untuk berkelompok sesuai dengan kelompok minggu sebelumnya. Selanjutnya guru memberikan pengarahan tentang evaluasi yang akan diberikan. Sebelum evaluasi secara praktik ( memasang pahat dan benda kerja ) dan teori, masing-masing kelompok menuju mesin bubut yang sudah dibagi dan diberikan waktu untuk berlatih praktik memasang pahat dan diberikan penjelasan tentang pemasangan pahat dengan dibimbing oleh guru dengan dibantu ketua kelompok pada tiap kelompoknya. Pada pembelajaran praktik, setiap siswa dalam kelompoknya belajar bersama dalam pemasangan pahat dengan salah satu siswa sebagai tutor sebaya. Setiap siswa diberi waktu untuk berlatih memasng pahat dan benda kerja yang sesuai prosedur dengan dibantu teman sebaya dan guru apabila mengalami kesulitan. Setelah selese, pada akhir pertemuan guru memberikan evaluasi secara praktik dan teori untuk mengetahui kemampuan siswa dalam melakuakn pemasangan pahat dan benda

40

kerja pada mesin bubut, dan kemampuan secara teori dalam melakukan pekerjaan dengan mesin bubut. Hasil pelaksanaan tindakan siklus I berupa, (1) hasil belajar bersama (learning together) antara siswa kelas II TPm-4 dengan guru sebagai pembimbing antara lain tentang macam-macam bagian utama dari mesin bubut, prinsip kerja mesin bubut, cara pemilihan pahat bubut, dan cara memasang pahat dan benda kerja pada mesin bubut yang baik dan benar, dan (2) prestasi belajar dari siswa setelah metode ini diterapkan, sebagaimana dijelaskan pada sub observasi dan evaluasi. d. Observasi dan Evaluasi Berdasarkan observasi atau pengamatan terhadap tindakan selama proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut : 1. Aktifitas Guru ( Peneliti ) Tabel 3. Hasil observasi aktifitas guru siklus I NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Aktifitas Guru Apersepsi Penjelasan materi Penjelasan metode kooperatif Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan diskusi Pemberiaan pertanyaan atau kuis Kemampuan melakukan evaluasi Memberikan penghargaan individu dan kelompok Menentukan nilai individu dan kelompok Menyimpulkan materi pembelajaran Menutup pembelajaran Jumlah Nilai Kriteria Nilai 2 2 2 2.5 2.5 2.5 2.5 3 3 3 3 28 63,63 Cukup baik

41

4 3.5 3 2.5 2.5 2.5 2.5 2 2 2 3 3 3

nilai pengamatan rata-rata 3 2.55

Nilai

2.5 2 1.5 1 0.5 0

10

11

Aktifitas Guru

Gambar 3. Grafik Aktifitas Guru Siklus I Hasil pengamatan guru pada siklus I, diperoleh nilai 63,63 (lihat lampiran 1) artinya bahwa guru dalam pengelolaan kelas dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe learning together masuk dalam kategori cukup baik, terutama dalam memberikan penghargaan individu dan kelompok, menentukan nilai secara individu maupun kelompok, menyimpulkan materi yang ada dan menutup pembelajaran. Adapun aktifitas guru yang perlu mendapat perhatian yaitu, guru dalam menjelaskan meteri sudah cukup baik dilihat dari pengulangan materi yang sebelumnya dibahas kembali sebelum memulai pembelajaran yang baru, cara pembagian kelompok yang sudah cukup baik dengan menggunakan hasil pree test, cara guru membimbing dalam diskusi dan pembelajaran sudah cukup baik, hal ini ditunjukan dengan keaktifan guru membimbing tiap kelompok dan tiap siswa, cara guru memberikan kuis dan evaluasi sudah cukup baik dengan pembuatan soal yang mencakup materi yang sudah dipelajari sebelumnya, cara

42

guru memanfaatkan waktu, ruangan dan perlengkapan pembelajaran sudah cukup baik, namun dalam hal ini masalah pembagian waktu perlu diperbaiki, agar siswa lebih mudah menyerap apa yang guru sampaikan. 2. Aktifitas Siswa a. Aktifitas siswa selama pembelajaran Tabel 4 . Hasil pengamatan keaktifan siswa Siklus I No 1 2 3 4 Aktifitas siswa Menyampaikan pertanyaan Menyampaikan pendapat Menyampaikan sanggahan Mengerjakan tugas terstruktur dengan baik Rata-Rata Rata-rata 21,88% 28,13% 9,36% 100% 39,85%

100 100 80 aktifitas siswa rata-rata aktifitas siswa

Prosentase

60 40 21.88 20 0
bertanya berpendapat menyanggah mengerjakan tugas rata-rata

39.85 28.13 9.36

Gambar 4. Grafik Aktifitas Siswa Siklus I Hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan materi pokok macam-macam bagian utama mesin bubut, cara pemilihan pahat bubut, pemasangan benda kerja dan pahat pada mesin bubut, dan prinsip

43

kerja mesin bubut, rata-rata sebesar 39,85% (lihat lampiran 6 dan 7). Dilihat dari jumlah rata-rata selama pembelajaran dapat dikatakan masih sangat kurang partisipasi atau keaktifan siswanya, karena masih kurang dari 50% dari jumlah siswanya. Hal ini dapat dilihat dari jumlah siswa yang bertanya sebanyak 21,88%, jumlah siswa yang menyampaikan pendapat 28,13%, jumlah siswa yang menyanggah hanya 9, 26% dan pengerjaan tugas terstruktur 100%. Dari keaktifan siswa dapat dikatakan cukup baik, namun perlu ditingkatkan pada siklus II. b. Hasil evaluasi / Prestasi siswa Tabel 5 . Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus I No. 1 2 3 4 5
100 80 70

Pencapaian Nilai minimum Nilai maksimum Nilai rata-rata Nilai ketuntasan belajar Nilai belum tuntas belajar
90.7

Siklus I 70 90,7 76,00 45,95% 54,05%

76

Nilai Perolehan

60 40 20 0 Nilai Minimum Nilai Maksimum nilai rata-rata rata-rata Nilai yang dperoleh

Gambar 5. Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus I

44

100 80 60 54.05 45.95 ketuntasan belajar

Prosentase

40 20 0 Tuntas Belum Tuntas

Gambar 6. Grafik Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I

e.

Refleksi Berdasarkan rekaman hasil pengamatan terhadap kemampuan guru atau

peneliti selama proses pembelajaran kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut dengan menerapak model pembelajaran kooperatif tipe learning together ( belajar bersama ) berjalan cukup baik, namun belum maksimal dalam membantu meningkatkan cara belajar bersama dengan teman satu kelompoknya, sehingga terdapat interaksi yang baik antar kelompok dalam meningkatakan ketrampilan siswa dalam membubut. Untuk itu masih banyak yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya, diantaranya adalah: memeperbaiki gaya mengajar dengan kalimat yang baku dan mudah dipahami siswa, lebih mendekatkan pada siswa-siswa yang mengalami kesulitan dengan cara memberikan bimbingan dan penejelasan yang lebih banyak, memanfaatkan waktu belajar yang ada dengan baik, sehingga tidak ada waktu yang terbuang, dan

45

memberikan motivasi terhadap siswanya agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik dan aktif didalam kelas. 2. a. Siklus II Perencanaan Pada tahap perencanaan dilakukan beberapa persiapan, yaitu : 1. Persiapan pelaksanaan pembelajaran. Memepersiapkan pelaksanaan pada siklus II antara lain membuat RPP (lihat lampiran 28) yang berpedoman pada proses pembelajaran bersama (learning together), baik secara teori maupun pelatihan praktik dan temuan-temuan pada siklus I, penentuan materi pembelajaran. Materi pembelajaranya adalah teknik penyayatan, keselamatan kerja yang harus diutamakan, kecepatan putar pada mesin bubut dan praktik pembubutan muka dan memanjang, menyiapakan mesin bubut, benda kerja, pahat dan kelengkapan yang lain untuk proses pembelajran, menyiapakn instrument evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa dalam melakukan proses pembubutan muka dan memanjang. 2. Persiapan proses pembelajaran. Persiapan untuk proses pembelajaran pada siklus II dengan dilakukan perbaikan yaitu menyiapakan instrument observasi yang terdiri dari lembar pengamatan guru dalam mengajar atau memberikan pembelajaran dengan kooperatif tipe learning together, dan instrument keaktifan siswa mengikuti diskusi kelompok, menyiapkan daftar pembagian kelompok menjadi 6 kelompok yang belajar bersama yang terdiri dari 6 sampai 7 siswa tiap

46

kelompoknya, pembagian kelompok dibagi

sesuai hasil

pree test,

mengadakan diskusi dengan guru pembimbing, kepala jurusan teknik pemesinan dan guru pengamat dengan tujuan untuk mengetahui kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran kooperatif tipe learning together. 3. Persiapan paska proses pembelajaran. Setelah pembelajaran pada siklus II selesai persiapan setelah pembelajaran yaitu menyiapakan format-format pengolahan data kualitatif dan data kwantitatif, menyiapakan daftar rekapitulasi hasil pengamatan guru di kelas, pengamatan terhadap keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran. b. Pelaksanaan Pada pertemuan pertama, guru memberikan pertanyaan kepada siswanya tentang materi yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Setelah iu siswa kembali berkelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibentuk. Jika siswa sudah berkelompok, guru memberikan atau menjelaskan materi yang akan dipelajari, kegiatan ini dilakukan dengan cara tiap kelompok memegang mesin bubut, agar apa yang disampaikan lebih dimengerti, jadi tidak hanya teori tapi juga bisa mempraktikan langsung tentang apa yang guru sampaikan. Setelah semaunya selesai, guru membagikan siswa LKS ( lihat lampiran 15) yang dikerjakan secara kelompok, dengan cara diskusi pada tiap kelompoknya. Tugas yang dikerjakan bersama diharapakan adanya proses belajar bersama dalam kelompok kecil, sebelum diadakan diskusi kelompok. Pada waktu siswa sedang melakukan diskusi kelompok, guru membimbing siswa untuk aktif dalam bertanya, berpendapat, dan menyamnggah, sehingga suasana belajar secra

47

bersama dapat tercipta dengan baik. Disamping LKS selama diskusi, guru memberikan siswa gambar kerja, setelah itu siswa disuruh membuat langkah kerja yang sesuai dari gambar kerja atau job sheet yang guru berikan, seperi menghitung kecepatan, proses dari awal sampai akhir,alat-alat yang digunakan, dan keselamatan kerja yang perlu diutamakan. Hal ini bertujuan agar siswa bekerja sesuai prosedur yang benar dan tidak secara hafalan karena sudah ditulis oleh siswa dan dipahami di lembar persiapan kerja, sehingga pada saat evaluasi praktik siswa tinggal mempraktikan langsung apa yang tertulis di lembar persiapan kerja. Terakhir guru memberikan kuis untuk mengetahui kemampuan tiap individu. Pada awal pertemuan kedua, siswa diminta untuk berkelompok sesuai dengan kelompok minggu sebelumnya. Selanjutnya guru memberikan pengarahan tentang evaluasi yang akan diberikan. Sebelum evaluasi secara praktik ( memasang pahat dan benda kerja ) dan teori, masing-masing kelompok menuju mesin bubut yang sudah dibagi dan diberikan waktu untuk berlatih praktik melakuakn penyetelan kecepatan mesin , membubu muka dan memanjang, dengan dibimbing oleh guru dan dibantu ketua kelompok pada tiap kelompoknya. Setelah selesai, pada akhir pertemuan guru memberikan evaluasi secara praktik dan teori untuk mengetahui kemampuan siswa dalam melakuakn pekerjaan dengan mesin bubut dan memahai job sheet dengan baik, dan kemampuan secara teori dalam melakukan pekerjaan dengan mesin bubut. Hasil pelaksanaan tindakan siklus II berupa, (1) hasil belajar bersama (learning together) antara siswa kelas II TPm-4 dengan guru sebagai pembimbing

48

antara lain cara mengatur kecepatan putar pada mesin, keselamatan kerja yang harus diutamakan dan teknik membubut muka dan memanjang, dan (2) prestasi belajar dari siswa setelah metode ini diterapkan, sebagaimana dijelaskan pada sub observasi dan evaluasi. c. 1. Observasi dan Evaluasi Aktivitas Guru ( peneliti ) Tabel 6 . Hasil observasi aktifitas guru siklus II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Aktifitas Guru Apersepsi Penjelasan materi Penjelasan metode kooperatif Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan diskusi Pemberiaan pertanyaan atau kuis Kemampuan melakukan evaluasi Memberikan penghargaan individu dan kelompok Menentukan nilai individu dan kelompok Menyimpulkan materi pembelajaran Menutup pembelajaran Jumlah Nilai Kriteria
3.5 3.5 3 4 3.5 3.5 3.5 3 4 4

Nilai 3.5 3.5 3 4 3.5 3.5 3.5 3 4 4 4 39.5 89.78 Baik


4 3.59

Nilai

4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0

10

11

nilai pengamatan

rata-rata

Aktifitas Guru

Gambar 7. Grafik Hasil observasi aktifitas guru siklus II

49

Hasil pengamatan kegiatan guru atau peneliti pada saat proses pembelajaran terhadap kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran menunjukan ada peningkatan yang baik bila dibandingkan dengan proses pembelajaran pada siklus I. Pada siklus II hasil pengamatan kaktifan guru pada saat proses belajar mengajar mendapat nilai 89,78, nilai ini dapat dikatakan baik dibandingkan pada siklus I yang mendapat 63,63, jadi ada peningkatan sebanyak 24,15 (lihat lampiran 3 dan 4). 2. Aktifitas siswa selama pembelajaran Tabel 7. Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Siklus II No 1 2 3 4 Aktifitas siswa Menyampaikan pertanyaan Menyampaikan pendapat Menyampaikan sanggahan Mengerjakan tugas terstruktur dengan baik Rata-Rata Rata-rata 46,15% 38,46% 19,23% 100% 50,96%

100 100 80

Prosentase

60 46.15 40 20 0 bertanya berpendapat menyanggah mengerjakan tugas 38.46 19.23

aktifitas siswa
50.96

rata-rata aktifitas siswa

rata-rata

Gambar 8. Grafik Aktifitas Siswa Siklus II

50

Hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa pada siklus II mengalami peningkatan keaktifan siswa dalam berdiskusi yaitu sebanyak 11,11%, dari hal tersebut menunjukan adanya antusias atau semangat belajar yang dimiliki para siswa dan sikap keingin tauan terhadap materi yang diberikan lebih meningkat. Hal ini terlihat dari siswa yang bertanya sebanyak 46,15%, siswa yang mengeluarkn pendapatnya sebanyak 38,46%, siswa yang menyanggah jawaban atau pendapat temen yang lain sebanyak 19,23%, dan siswa yang mengerjakan tugas terstruktur masih sama sebanyak 100% (lihat lampiran 8 dan 9). 3. Hasil evaluasi / Prestasi siswa Tabel 8. Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus II No. 1 2 3 4 5 Pencapaian Nilai minimum Nilai maksimum Nilai rata-rata Nilai ketuntasan belajar Nilai belum tuntas belajar Siklus II 70 90.8 80.91 83.78% 16.22%

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

90.8 80.91 70

Nilai Perolehan

Nilai yang dperoleh nilai rata-rata Nilai Minimum Nilai Maksimum rata-rata

Gambar 9. Grafik Hasil Evaluasi Belajar Siswa Siklus II

51

100 90 80 70 60 83.78

Prosentase

50 40 30 20 10 0 Tuntas Belum Tuntas 16.22 ketuntasan belajar

Gambar 10. Grafik Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II

B. Uji Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan adanya pembelajaran model kooperatif tipe learning together dapat meningkatkan prestai belajar siswa pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut. Adapun keberhasilan dalam penelitian ini diukur dari adanya peningkatan prestasi siswa selama dalam pembelajaran melakukan pekerjaan dengan mesin bubut pada tiap individu. Keberhasilan individu ditentukan dengan nilai minimal yang harus dicapai oleh siswa yaitu bernilai 75,00. Hal ini terlihat dari peningkatan ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 45,95 % menjadi 83,78% pada siklsu II (lihat lampiran 12 dan 13), sehingga hipotesis dalam penelitian ini terbukti dapat meningkatkan prestasi siswa. Selain itu adanya perubahan sikap dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran serta antusias dan semangat siswa dalam belajar melakukan pekerjaan dengan mesin bubut lebih meningkat.

52

Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian dan hasil evaluasi siswa dijelaskan pada uraian rekapitulasi sebagai berikut. 1. Hasil pengamatan guru atau peneliti. Tabel 9. Rekapitulasi Hasil Pengamatn Guru atau Peneliti NO 1 2 3 4 5 6 7 Aktifitas Guru Apersepsi Penjelasan materi Penjelasan metode kooperatif Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan diskusi Pemberiaan pertanyaan atau kuis Kemampuan melakukan evaluasi Memberikan penghargaan individu dan kelompok Menentukan nilai individu dan kelompok Menyimpulkan materi pembelajaran Menutup pembelajaran Jumlah Nilai Kriteria
4 3.5 3 2.5 Nilai 2 1.5 1 0.5 0 nilai siklus I nilai siklus II rata-rata siklus I rata-rata siklus II 1 2 3.5 2 2 3.5 3 2 3 4 2.5 4 5 2.5 3.5 6 2.5 3.5 7 2.5 3.5 8 3 4 9 3 4 10 3 4 11 3 4 2.55 3.59

Penilain Siklus I 2 2 2 2.5 2.5 2.5 2.5 3 3 3 3 28 63,63 Cukup baik

Penilain Siklus II 3.5 3.5 3 4 3.5 3.5 3.5 3 4 4 4 39.5 89.78 Baik

9 10 11

Gambar 11. Grafik Rekapitulasi Hasil Pengamatan Guru

53

2.

Hasil pengamatan keaktifan siswa. Tabel 10. Rekapitulasi Pengamatan Keaktifan Siswa No 1 2 3 4 Aktifitas siswa Menyampaikan pertanyaan Menyampaikan pendapat Menyampaikan sanggahan Mengerjakan tugas terstruktur dengan baik Rata-Rata Siklus I 21,88% 28,13% 9,36% 100% Siklus II 46,15% 38,46% 19,23% 100%

39,85%

50,96%

100 80 60 40 21.88 20 0 bertanya siklus I berpendapat siklus II 46.15 38.46 28.13 19.23 9.36

100 100

50.96 39.85

mengerjakan rata-rata tugas rata-rata siklus I rata-rata siklus II

menyanggah

Gambar 12. Grafik Rekapitulasi Pengamatan Keaktifan Siswa Hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa pada siklus II mengalami peningkatan terhadapa keaktifan siswa dalam berdiskusi yaitu sebanyak 11,11%, dari hal tersebut menunjukan adanya antusias atau semangat belajar yang dimiliki para siswa dan sikap keingin tauan terhadap materi yang diberikan lebih meningkat. Dalam hal ini meunjukan adanya perubahan sikap dan aktifitas siswa yang positif yaitu siswa lebih berani bertanya, menjawab atau dalam hal menyanggah

54

dan berpendapat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa melalui model pemeblajaran kooperatif tipe learning together aktifitas siswa dan pertisispasi siswa kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut meningkat. 3. Hasil evaluasi belajar siswa. Tabel. 11. Rekapitulasi Hasil Evaluasi Belajar Siswa No. 1 2 3 4 5 Pencapaian Nilai minimum Nilai maksimum Nilai rata-rata Nilai ketuntasan belajar Nilai belum tuntas belajar Siklus I 70 90,7 76,00 45,95% 54,05% Siklus II 70 90.8 80.91 83.78% 16.22%

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 nilai minimum siklus I siklus II

90.7 90.8 76 70 70 80.91

nilai maksimum nilai rata-rata siklus I

rata-rata nilai rata-rata siklus II

Gambar 13. Grafik Rekapitulasi Hasil Evaluasi Belajar Siswa

55

100 83.78 80 60 45.95 40 20 0 Tuntas Belum Tuntas 16.22 54.05 Siklus I Siklus II

Gambar 14. Grafik Rekapitulasi Ketuntasan Belajar Siswa Adanya peningkatan prestasi belajar yang diperoleh oleh siswa, dari perolehan nilai siswa pada siklus I yang rata-ratanya 76,00 menjadi 80,91 pada siklus II, dan banyaknya ketuntasan belajar pada siklus I 45,95% menjadi 83,78% pada siklus II, dalam hal ini adanya peningkatan ketuntasan belajar sebanyak 37, 83 %. Dengan hal ini hasil evaluasi siswa dan ketuntasan belajar selama proses pembelajaran menggunakan koopertaif tipe learning together mengalami peningktan, dan dapat dikatakan dengan adanya pembelajaran menggunakan kooperatif tipe learning together prestasi belajar siswa kelas II TPm-4 SMK Wiworotomo Purwokerto pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut meningkat.

C. Pembahasan Pada siklus I, pembelajaran melakukan pekerjaan dengan mesin bubut kompetensi dasar menjelaskan teknik pengoprasian mesin bubut berjalan sesuai

56

yang direncanakan. Siswa terlihat antusias dalam kelompoknya melakukan diskusi dan belajar bersama dengan teman satu kelompoknya, baik pembelajaran teori maupun praktik. Kemampuan diskusi siswa menjadi lebih baik, siswa lebih berani untuk menyampaikan pertanyaan, menjawab pertanyaan, memeberikan sanggahan atau memberikan pendapat. Namun dalam hal parktik, masih banyak siswa yang masih ragu-ragu dalam bekerja dan masih merasa takut salah, hal ini dikarenakan masih kurangnya waktu latihan yang dimliki siswa, untuk itu guru perlu memberikan pelatihan dan bimbingan yang lebih banyak agar kemampuan siswa lebih meningkat. Pada pertemuan ke dua, dilakukan evaluasi secara tertulis dan secara praktik secara individu untuk mengukur prestasi belajar siswa setalah di adakan pembelajaran dengan cara learning together. Pada siklus II, pembelajaran melakukan pekerjaan dengan mesin bubut kompetensi dasar menjelaskan teknik pengoprasian mesin bubut berjalan sesuai yang direncanakan. Siswa dalam hal ini lebih antusias dan lebih memiliki semangat belajar yang tinggi, hal ini ditunjukan dengan kaktifan siswa dalam berdiskusi, serta kosentarsi siswa dalam mengerjakan tugas kelompoknya. Dalam pembelajaran praktik dan latian membubut, siswa terlihat lebih antusias dalam melakuakan proses pembubutan, hal ini ditunjukan kurangya siswa yang keluar masuk bengkel dan banyaknya siswa yang mengikuti latian praktik dengan baik. Hal ini ditunjukn dengan tanggung jawab siswa dan kelompok menyelesaikan benda kerja tepat waktu dan dengan hasil yang cukup baik pada taraf latian. Jumlah kehadrian siswa juga meningkat, kurangnya siswa yang alfa atau alasan tidak mengikuti pembelajaran, menunjukan pemebelajaran dengan kooperatif tipe

57

learning together dapat menarik siswa untuk belajar dengan baik. Ini menandakan bahawa perubahan yang guru berikan selama proses pemebelajran, baik dalam membantu siswa dalam praktik membubut atau dalam berdiskusi, menjadikan siswa memiliki kepercayaan diri yang cukup baik, hal ini terlihat dari keaktifan siswa yang meningkat dari 39,85 % pada siklus I menjadi 50,96 % pada siklus II. Dari hasil evaluasi belajar antara siklus I dan siklus II mengalami peningkatan, baik dari nilai maupun jumlah ketuntasan belajar siswanya. Pada siklus I nilai rata-ratanya adalah 76,00 dengan ketuntasan belajar sebesar 45,95 %, pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-ratanya 80,91 dengan ketuntasan belajar sebesar 83,78 %. Karena partisipasi siswa dan keaktifan siswa meningkat hal ini berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada saat diadakan evaluasi secara teori dan praktik pada pertemuan berikutnya.

BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan analisis terhadap pelaksanaan tindakan dan hasil tes kemampuan dalam proses pembelajaran menggunakan metode kooperatif tipe learning together dapat disimpulkan metode yang digunakan lebih efektif, hal ini dapat dilihat dari : 1. Adanya peningkatan-peningkatan baik oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam melakukan pekerjaan membubut atau ketrampilan siswa dalam menghasilkan benda kerja yang tepat ukuran dengan menggunakan metode yang guru gunakan yaitu kooperatif tipe learning together makin meningkat. 2. Dilihat dari hasil evaluasi dan pengamatan terhadap keaktifan siswa, pembelajaran dengan model kooperatif tipe learning together lebih efektif dan memudahkan siswa dalam menerima materi yang guru berikan, sehingga memudahkan siswa untuk mengingat dan memahami materi yang guru berikan yang menyebabkan prestasi belajar siswa jadi lebih meningkat.

B. Saran Bertolak dari kesimpulan hasil pembelajran kooperatif tipe learning together ada dua rekomendasi penting untuk ditindak lanjuti, yaitu : 1. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe learning together pada kompetensi melakukan pekerjaan dengan mesin bubut dapat dijadikan alternatif untuk

58

59

meningkatkan prestasi belajar siswa dan kemampuan ketrampilan siswa dalam melakukan praktik pekerjaan membubut untuk menghasilkan benda kerja yang berkualitas. 2. Hasil penerapan pembelajaran kooperatif tipe learning together pada kelas II Tpm-4 hanya sampai batasan pembubutan muka dan memanjang, belum sampai ke proses pembubutan yang lain, seperti pembuatan ulir, bubut dalam, pembuatan tirus, pembuatan alur dan proses pembuatan kartel menggunakan mesin bubut. Untuk itu perlu ditindaklanjuti adanya penelitian lain yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam proses membubut yang menghasilkan benda kerja tepat ukuran serta berkualitas sesuai yang diharapkan.

60

DAFTAR PUSTAKA

Anni, Catharina Tri, Achmad RifaI, Eddy Purwanto, Daniel Purnomo. 2007. Psikologi Belajar. Semarang : UPT UNNES Press Aprilio, Muhammad Firdaus, 2010. Model Pembelajaran Kooperatif. http://muhfida.com/model-pembelajaran-kooperatif/ ( Diunduh 25 November 2011) Boenasir. 1994. Mesin Perkakas Produksi. Semarang : IKIP Semarang Press Kunandar. 2009. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Slavin, Robert E. 2009. Cooperative Learning. Bandung : PN. Nusa Media Sumbodo, Wirawan, Sigit Pujiono, Agung Pambudi, Komariyanto, Samsudin Anis, Widi Widayat. 2008. Teknik Produksi Mesin Industri, Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Susilo, Muhammad Joko. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Yasa, Doantara. 2008. Metode Pembelajaran Kooperatif. http://ipotes.wordpress.com/2008/05/10/metode-pembelajaran-kooperatif ( Diunduh 25 November 2011)

(http://kamusbahasaindonesia.org/meningkatkan)( Diunduh 4 Januari 2012) (http://kamusbahasaindonesia.org/prestasi belajar )( Diunduh 4 Januari 2012)

LAMPIRAN-LAMPIRAN

58

62

LEMBAR PENGAMATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR RESPONDEN GURU Nama Sekolah Tahun Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan : SMK WIWOROTOMO Purwokerto : 2011 / 2012 : II TPm-4 / 3 : a. Prinsip kerja mesin bubut dipahami dengan benar. b. Bagian-bagian utama dan fungsi meisn bubut dapat diidentifikasi dengan cermat. c. Pemilihan pahat bubut sesuai dengan jenis pekerjaan. d. Teknik pencekaman benda kerja dilaksanakan sesuai SOP. SIKLUS I ( Pertemuan ke satu ) Berikan penilaian dengan menuliskan tanda ( ) pada kolom yang tersedia NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Apersepsi Penjelasan materi Penjelasan metode kooperatif Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan diskusi Pemberiaan pertanyaan atau kuis Kemampuan melakukan evaluasi Memberikan penghargaan individu dan kelompok Menentukan nilai individu dan kelompok Menyimpulkan materi pembelajaran Menutup pembelajaran 4 3 2 1

Keterangan : SB : Sangat baik ( 4 ) B : Baik ( 3 ) C : Cukup ( 2 ) K : Kurang ( 1 )

Purwokerto, 20 Oktober 2011 Guru Pengamat I

Budi Prasetya, S.Pd. NIP. 19580117 198702 1 001

63

LEMBAR PENGAMATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR RESPONDEN GURU Nama Sekolah Tahun Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan : SMK WIWOROTOMO Purwokerto : 2011 / 2012 : II TPm-4 / 3 : a. Prinsip kerja mesin bubut dipahami dengan benar. b. Bagian-bagian utama dan fungsi meisn bubut dapat diidentifikasi dengan cermat. c. Pemilihan pahat bubut sesuai dengan jenis pekerjaan. d. Teknik pencekaman benda kerja dilaksanakan sesuai SOP. SIKLUS II ( Pertemuan ke satu ) Berikan penilaian dengan menuliskan tanda ( ) pada kolom yang tersedia NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Apersepsi Penjelasan materi Penjelasan metode kooperatif Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan diskusi Pemberiaan pertanyaan atau kuis Kemampuan melakukan evaluasi Memberikan penghargaan individu dan kelompok Menentukan nilai individu dan kelompok Menyimpulkan materi pembelajaran Menutup pembelajaran 4 3 2 1

Keterangan : SB : Sangat baik ( 4 ) B : Baik ( 3 ) C : Cukup ( 2 ) K : Kurang ( 1 )

Purwokerto, 20 Oktober 2011 Guru Pengamat II

Nur Rahmat Wibowo, S.Pd. NIK. 750910.1.36

64

LEMBAR PENGAMATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR RESPONDEN GURU Nama Sekolah Tahun Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan : SMK WIWOROTOMO Purwokerto : 2011 / 2012 : II TPm-4 / 3 : a. Teknik penyayatan dapat dipahami dengan benar. b. Keselamatan kerja selalu diutamakan. c. Kecepatan putaran / gerakan mesin dapat diatur sesuai spesifikasi benda kerja. d. Pembubutan muka dan memanjang dapat dipahami dengan benar. SIKLUS II ( Pertemuan ke tiga ) Berikan penilaian dengan menuliskan tanda ( ) pada kolom yang tersedia NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Apersepsi Penjelasan materi Penjelasan metode kooperatif Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan diskusi Pemberiaan pertanyaan atau kuis Kemampuan melakukan evaluasi Memberikan penghargaan individu dan kelompok Menentukan nilai individu dan kelompok Menyimpulkan materi pembelajaran Menutup pembelajaran 4 3 2 1

Keterangan : SB : Sangat baik ( 4 ) B : Baik ( 3 ) C : Cukup ( 2 ) K : Kurang ( 1 )

Purwokerto,3November 2011 Guru Pengamat I

Budi Prasetya, S.Pd. NIP. 19580117 198702 1 001

65

LEMBAR PENGAMATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR RESPONDEN GURU Nama Sekolah Tahun Pelajaran Kelas / Semester Pokok Bahasan : SMK WIWOROTOMO Purwokerto : 2011 / 2012 : II TPm-4 / 3 : a. Teknik penyayatan dapat dipahami dengan benar. b. Keselamatan kerja selalu diutamakan. c. Kecepatan putaran / gerakan mesin dapat diatur sesuai spesifikasi benda kerja. d. Pembubutan muka dan memanjang dapat dipahami dengan benar. SIKLUS II ( Pertemuan ke tiga ) Berikan penilaian dengan menuliskan tanda ( ) pada kolom yang tersedia NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Apersepsi Penjelasan materi Penjelasan metode kooperatif Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan diskusi Pemberiaan pertanyaan atau kuis Kemampuan melakukan evaluasi Memberikan penghargaan individu dan kelompok Menentukan nilai individu dan kelompok Menyimpulkan materi pembelajaran Menutup pembelajaran 4 3 2 1

Keterangan : SB : Sangat baik ( 4 ) B : Baik ( 3 ) C : Cukup ( 2 ) K : Kurang ( 1 )

Purwokerto,3November 2011 Guru Pengamat II

Nur Rahmat Wibowo, S.Pd. NIK. 750910.1.36

66

LEMBAR PENGAMATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR RESPONDEN GURU Nama Sekolah Tahun Pelajaran Kelas / Semester : SMK WIWOROTOMO Purwokerto : 2011 / 2012 : II TPm-4 / 3

REKAPITULASI HASIL PENGAMATAN AKTIFITAS GURU NO 1 2 3 4 5 6 7 Aktifitas Guru Apersepsi Penjelasan materi Penjelasan metode kooperatif Teknik pembagian kelompok Pengelolaan kegiatan diskusi Pemberiaan pertanyaan atau kuis Kemampuan melakukan evaluasi Memberikan penghargaan individu dan kelompok Menentukan nilai individu dan kelompok Menyimpulkan materi pembelajaran Menutup pembelajaran Jumlah Nilai Kriteria Penilain Siklus I 2 2 2 2.5 2.5 2.5 2.5 3 3 3 3 28 63,63 Cukup baik Penilain Siklus II 3.5 3.5 3 4 3.5 3.5 3.5 3 4 4 4 39.5 89.78 Baik

9 10 11

Guru Pengamat I,

Purwokerto, 1 Desember 2011 Guru Pengamat II,

Budi Prasetya, S.Pd. NIP. 19580117 198702 1 001

Nur Rahmat Wibowo,S.Pd. NIK. 750910.1.36

SATUAN PENDIDIKAN Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas / Semester Alokasi Waktu Hari / Tanggal

: SMK Wiworotomo Purwokerto : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Menjelaskan teknik pengoperasian mesin bubut : II TPm- 4 / 3 : 4 Jam x @ 45 Menit : 20 Oktober 20011

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I PENGAMAT ( I ) Berikan penilaian dengan menuliskan tanda ( ) pada kolom yang tersedia NO NAMA SISWA KELOMPOK AKTIVITAS SISWA 1 2 3 4 1 Rizal Maulid 2 Rohmat Santoso 3 Syarif Hidayatulloh KELOMPOK 4 Pratomo Adi Laksono (1) 5 Rialvindra Yudhatama Putra 6 Rial Aji Laksana 7 Rifki Subagyo 8 Oni Wiyoga 9 Singgih V. G 10 Sabar Pambudi KELOMPOK 11 Sigit Julianto ( II ) 12 Wisnu Panji Asmoro 13 Siswo Handi Yatno 14 Rijal Khulefi keluar 15 Triono Subekti 16 Pamela risky Saputra 17 Ranto Wibowo KELOMPOK 18 Nurul Mufti (III) 19 Sahlan Haryono 20 Samsul Anwar 21 Panji Nur Hidayat 22 Oni Ramadhan 23 Rizki Maulan Akbar KELOMPOK 24 Yanuar Ilham Bintang (IV) 25 Yoga Prasteyio 26 Teguh Setyawan 27 Yoga Agung Kurniawan 28 Puput Adi Winarno 29 Wiwit Suseno KELOMPOK 30 Randhi Cahyadi (V) 31 Vava Febry Kurniawan 32 Wawan Egi Rianto 33 Yuni Anto 34 Wismo Nur .F 35 Rudi Priyono KELOMPOK 36 Purijan Karisman dely (VI) 37 Randitya Aji Banurestyo 38 Yanuar Rismiaji JUMLAH 7 9 3 37 PRESENTASE 21,88 % 28,13% 9,36 % 100 % Keterangan jenis kegiatan 1. Menyampaikan pertanyaan 2. Menyampaikan pendapat Purwokerto, 20 Oktober 2011 3. Menjawab pertanyaan Guru Pengamat I, 4. Mengerjakan tugas terstruktur Budi Prasetya, S.Pd.

58

68
SATUAN PENDIDIKAN Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas / Semester Alokasi Waktu Hari / Tanggal NIP. 19580117 198702 1 001 : SMK Wiworotomo Purwokerto : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Menjelaskan teknik pengoperasian mesin bubut : II TPm- 4 / 3 : 4 Jam x @ 45 Menit : 20 Oktober 20011

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I PENGAMAT ( II ) Berikan penilaian dengan menuliskan tanda ( ) pada kolom yang tersedia NO NAMA SISWA KELOMPOK AKTIVITAS SISWA 1 2 3 4 1 Rizal Maulid 2 Rohmat Santoso 3 Syarif Hidayatulloh KELOMPOK 4 Pratomo Adi Laksono (1) 5 Rialvindra Yudhatama Putra 6 Rial Aji Laksana 7 Rifki Subagyo 8 Oni Wiyoga 9 Singgih V. G 10 Sabar Pambudi KELOMPOK 11 Sigit Julianto ( II ) 12 Wisnu Panji Asmoro 13 Siswo Handi Yatno 14 Rijal Khulefi keluar 15 Triono Subekti 16 Pamela risky Saputra 17 Ranto Wibowo KELOMPOK 18 Nurul Mufti (III) 19 Sahlan Haryono 20 Samsul Anwar 21 Panji Nur Hidayat 22 Oni Ramadhan 23 Rizki Maulan Akbar KELOMPOK 24 Yanuar Ilham Bintang (IV) 25 Yoga Prasteyio 26 Teguh Setyawan 27 Yoga Agung Kurniawan 28 Puput Adi Winarno 29 Wiwit Suseno KELOMPOK 30 Randhi Cahyadi (V) 31 Vava Febry Kurniawan 32 Wawan Egi Rianto 33 Yuni Anto 34 Wismo Nur .F 35 Rudi Priyono KELOMPOK 36 Purijan Karisman dely (VI) 37 Randitya Aji Banurestyo 38 Yanuar Rismiaji JUMLAH 7 9 3 37 PRESENTASE 21,88 % 28,13% 9,36 % 100 % Keterangan jenis kegiatan 1. Menyampaikan pertanyaan 2. Menyampaikan pendapat Purwokerto, 20 Oktober 2011 3. Menjawab pertanyaan Guru Pengamat II, 4. Mengerjakan tugas terstruktur 5. Nur Rahmat Wibowo, S.Pd.

69
SATUAN PENDIDIKAN Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas / Semester Alokasi Waktu Hari / Tanggal NIK. 750910.1.36 : SMK Wiworotomo Purwokerto : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Menjelaskan teknik pengoperasian mesin bubut : II TPm- 4 / 3 : 4 Jam x @ 45 Menit : 3 November 2011

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS II PENGAMAT ( I ) Berikan penilaian dengan menuliskan tanda ( ) pada kolom yang tersedia NO NAMA SISWA KELOMPOK AKTIVITAS SISWA 1 2 3 4 1 Rizal Maulid 2 Rohmat Santoso 3 Syarif Hidayatulloh KELOMPOK 4 Pratomo Adi Laksono (1) 5 Rialvindra Yudhatama Putra 6 Rial Aji Laksana 7 Rifki Subagyo 8 Oni Wiyoga 9 Singgih V. G 10 Sabar Pambudi KELOMPOK 11 Sigit Julianto ( II ) 12 Wisnu Panji Asmoro 13 Siswo Handi Yatno 14 Rijal Khulefi keluar 15 Triono Subekti 16 Pamela risky Saputra 17 Ranto Wibowo KELOMPOK 18 Nurul Mufti (III) 19 Sahlan Haryono 20 Samsul Anwar 21 Panji Nur Hidayat 22 Oni Ramadhan 23 Rizki Maulan Akbar KELOMPOK 24 Yanuar Ilham Bintang (IV) 25 Yoga Prasteyio 26 Teguh Setyawan 27 Yoga Agung Kurniawan 28 Puput Adi Winarno 29 Wiwit Suseno KELOMPOK 30 Randhi Cahyadi (V) 31 Vava Febry Kurniawan 32 Wawan Egi Rianto 33 Yuni Anto 34 Wismo Nur .F 35 Rudi Priyono KELOMPOK 36 Purijan Karisman dely (VI) 37 Randitya Aji Banurestyo 38 Yanuar Rismiaji JUMLAH 12 10 5 37 PRESENTASE 46,15% 38,46% 19,23 % 100 % Keterangan jenis kegiatan 1. Menyampaikan pertanyaan 2. Menyampaikan pendapat Purwokerto, 3 November 2011 3. Menjawab pertanyaan Guru Pengamat I, 4. Mengerjakan tugas terstruktur Budi Prasetya, S.Pd. NIP. 19580117 198702 1 001

70
SATUAN PENDIDIKAN Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas / Semester Alokasi Waktu Hari / Tanggal : SMK Wiworotomo Purwokerto : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Menjelaskan teknik pengoperasian mesin bubut : II TPm- 4 / 3 : 4 Jam x @ 45 Menit : 3 November 2011

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS II PENGAMAT ( II ) Berikan penilaian dengan menuliskan tanda ( ) pada kolom yang tersedia NO NAMA SISWA KELOMPOK AKTIVITAS SISWA 1 2 3 4 1 Rizal Maulid 2 Rohmat Santoso 3 Syarif Hidayatulloh KELOMPOK 4 Pratomo Adi Laksono (1) 5 Rialvindra Yudhatama Putra 6 Rial Aji Laksana 7 Rifki Subagyo 8 Oni Wiyoga 9 Singgih V. G 10 Sabar Pambudi KELOMPOK 11 Sigit Julianto ( II ) 12 Wisnu Panji Asmoro 13 Siswo Handi Yatno 14 Rijal Khulefi keluar 15 Triono Subekti 16 Pamela risky Saputra 17 Ranto Wibowo KELOMPOK 18 Nurul Mufti (III) 19 Sahlan Haryono 20 Samsul Anwar 21 Panji Nur Hidayat 22 Oni Ramadhan 23 Rizki Maulan Akbar KELOMPOK 24 Yanuar Ilham Bintang (IV) 25 Yoga Prasteyio 26 Teguh Setyawan 27 Yoga Agung Kurniawan 28 Puput Adi Winarno 29 Wiwit Suseno KELOMPOK 30 Randhi Cahyadi (V) 31 Vava Febry Kurniawan 32 Wawan Egi Rianto 33 Yuni Anto 34 Wismo Nur .F 35 Rudi Priyono KELOMPOK 36 Purijan Karisman dely (VI) 37 Randitya Aji Banurestyo 38 Yanuar Rismiaji JUMLAH 12 10 5 37 PRESENTASE 46,15% 38,46% 19,23 % 100 % Keterangan jenis kegiatan 1. Menyampaikan pertanyaan 2. Menyampaikan pendapat Purwokerto, 3 November 2011 3. Menjawab pertanyaan Guru Pengamat II, 4. Mengerjakan tugas terstruktur Nur Rahmat Wibowo, S.Pd. NIK. 750910.1.36

71

SATUAN PENDIDIKAN Standar Kompetensi Kompetensi Dasar bubut Kelas / Semester Alokasi Waktu

: SMK Wiworotomo Purwokerto : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Menjelaskan teknik pengoperasian mesin : II TPm- 4 / 3 : 4 Jam x @ 45 Menit

REKAPITULASI HASIL PENGAMATAN KEAKTIFAN SISWA

No 1 2 3 4

Aktifitas siswa Menyampaikan pertanyaan Menyampaikan pendapat Menyampaikan sanggahan Mengerjakan tugas terstruktur dengan baik Rata-rata

Siklus I 21,88% 28,13% 9,36% 100%

Siklus II 46,15% 38,46% 19,23% 100%

39,85%

50,96%

Guru Pengamat I,

Purwokerto, 1 Desember 2011 Guru Pengamat II,

Budi Prasetya, S.Pd. NIP. 19580117 198702 1 001

Nur Rahmat Wibowo,S.Pd. NIK. 750910.1.36

72

SATUAN PENDIDIKAN Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kelas / Semester Alokasi Waktu

: SMK Wiworotomo Purwokerto : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Menjelaskan teknik pengoperasian mesin bubut : II TPm- 4 / 3 : 4 Jam x @ 45 Menit

NO
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

NAMA SISWA
Rizal Maulid Rohmat Santoso Syarif Hidayatulloh Pratomo Adi Laksono Rialvindra Yudhatama Putra Rial Aji Laksana Rifki Subagyo Oni Wiyoga Singgih V. G Sabar Pambudi Sigit Julianto Wisnu Panji Asmoro Siswo Handi Yatno Rijal Khulefi Triono Subekti Pamela risky Saputra Ranto Wibowo Nurul Mufti Sahlan Haryono Samsul Anwar Panji Nur Hidayat Oni Ramadhan Rizki Maulan Akbar Yanuar Ilham Bintang Yoga Prasteyio Teguh Setyawan Yoga Agung Kurniawan Puput Adi Winarno Wiwit Suseno Randhi Cahyadi Vava Febry Kurniawan Wawan Egi Rianto Yuni Anto Wismo Nur .F Rudi Priyono Purijan Karisman dely Randitya Aji Banurestyo Yanuar Rismiaji Rata-rata Hasil Pree Test

NILAI PREE TEST


80 76 74 72 72 56 78 76 78 72 67 51 80 76 74 72 67 78 78 76 72 62 78 76 74 72 60 80 76 74 72 51 63.44

Purwokerto, Oktober 2011 Mengetahui,

Penelit

DAFTAR NILAI SIKLUS I Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Bubut SMK Wiworotomo Purwokerto

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

NAMA SISWA Rizal Maulid Rohmat Santoso Syarif Hidayatulloh Pratomo Adi Laksono Rialvindra Yudhatama Putra Rial Aji Laksana Rifki Subagyo Jumlah Rata-Rata Kelompok Oni Wiyoga Singgih V. G Sabar Pambudi Sigit Julianto Wisnu Panji Asmoro Siswo Handi Yatno Jumlah Rata-Rata Kelompok Triono Subekti Pamela risky Saputra Ranto Wibowo Nurul Mufti Sahlan Haryono Samsul Anwar Jumlah Rata-Rata Kelompok Panji Nur Hidayat Oni Ramadhan Rizki Maulan Akbar Yanuar Ilham Bintang Yoga Prasteyio Teguh Setyawan Jumlah Rata-Rata Kelompok Yoga Agung Kurniawan Puput Adi Winarno Wiwit Suseno Randhi Cahyadi Vava Febry Kurniawan Wawan Egi Rianto Jumlah Rata-Rata Kelompok Yuni Anto Wismo Nur .F Rudi Priyono Purijan Karisman dely Randitya Aji Banurestyo Yanuar Rismiaji Jumlah Rata-Rata Kelompok Total nilai rata-rata Ketuntasan belajar Belum tuntas belajar Nilai terendah Nilai Tertinggi

KELOMPOK Teori 90 70 90 70 70 70 70 70 70 80 70 70 70 90 80 70 80 70 70 90 80 70 70 80 80 90 70 70 70 70 70 80 90 90 70 70 70

KELOMPOK (1)

Nilai Tes Siklus I 30% Praktik 70% 27 82 57,1 21 70 49 27 91 63,7 21 70 49 21 87 60,9 21 70 49 21 70 49 21 21 24 21 21 21 27 24 21 24 21 21 27 24 21 21 24 24 27 21 21 21 21 21 24 27 27 21 21 21 70 70 85 70 70 70 87 80 70 85 70 70 77 89 70 70 83 85 85 70 85 87 70 70 85 79 82 70 70 70 49 49 59,5 49 49 49 60,9 56 49 59,5 49 49 53,9 62,3 49 49 58,1 59,5 59,5 49 59,5 60,9 49 49 59,5 55,3 57,1 49 49 49

KELOMPOK ( II )

KELOMPOK (III)

KELOMPOK (IV)

Nilai Rata-rata 84,1 70 90,7 70 81,9 70 84,1 78,69 70 70 83,5 70 70 70 72,25 87,9 80 70 83,5 70 70 76,9 80,9 86,3 70 70 82,1 83,5 78,8 86,5 70 80,5 81,9 70 70 76,48 83,5 82,3 84,1 70 70 70 76,65 76,00 45,95% 54,05 % 70 90,7

KELOMPOK (V)

KELOMPOK (VI)

DAFTAR NILAI SIKLUS I Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Bubut SMK Wiworotomo Purwokerto

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

NAMA SISWA Rizal Maulid Rohmat Santoso Syarif Hidayatulloh Pratomo Adi Laksono Rialvindra Yudhatama Putra Rial Aji Laksana Rifki Subagyo Jumlah Rata-Rata Kelompok Oni Wiyoga Singgih V. G Sabar Pambudi Sigit Julianto Wisnu Panji Asmoro Siswo Handi Yatno Jumlah Rata-Rata Kelompok Triono Subekti Pamela risky Saputra Ranto Wibowo Nurul Mufti Sahlan Haryono Samsul Anwar Jumlah Rata-Rata Kelompok Panji Nur Hidayat Oni Ramadhan Rizki Maulan Akbar Yanuar Ilham Bintang Yoga Prasteyio Teguh Setyawan Jumlah Rata-Rata Kelompok Yoga Agung Kurniawan Puput Adi Winarno Wiwit Suseno Randhi Cahyadi Vava Febry Kurniawan Wawan Egi Rianto Jumlah Rata-Rata Kelompok Yuni Anto Wismo Nur .F Rudi Priyono Purijan Karisman dely Randitya Aji Banurestyo Yanuar Rismiaji Jumlah Rata-Rata Kelompok Total nilai rata-rata Ketuntasan belajar Belum tuntas belajar Nilai terendah Nilai Tertinggi

KELOMPOK Teori 87 80 87 87 87 80 80 80 80 87 80 70 70 87 80 70 87 70 70 90 87 80 80 87 87 87 87 80 87 80 70 87 87 87 87 70 80

KELOMPOK (1)

Nilai Tes Siklus II 30% Praktik 70% 26,1 85 59,5 24 85 59,5 26,1 90 63 26,1 85 59,5 26,1 90 63 24 85 59,5 24 80 56 24 24 26,1 24 21 21 26,1 24 21 26,1 21 21 27 26,1 24 24 26,1 26,1 26,1 26,1 24 26,1 24 21 26,1 26,1 26,1 26,1 21 24 85 87 85 85 70 70 85 85 70 87 85 70 85 90 85 85 85 87 87 85 87 91 85 70 85 80 87 85 70 85 59,5 60,9 59,5 59,5 49 49 59,5 59,5 49 60,9 59,5 49 59,5 63 59,5 59,5 59,5 60,9 60,9 59,5 60,9 63,7 59,5 49 59,5 56 60,9 59,5 49 59,5

KELOMPOK ( II )

KELOMPOK (III)

KELOMPOK (IV)

Nilai Rata-rata 85,6 83,5 89,1 85,6 89,1 83,5 80 85,2 83,5 84,9 85,6 83,5 70 70 79,58 85,2 83,5 70 80,5 70 87 79,37 80,5 70 86,5 89,1 83,5 83,5 82,18 85,6 87 87 90,8 83,5 70 84,13 85,6 82,1 87 85,6 70 83,5 82,3 80,91 83,78% 16,22% 70 90,8

KELOMPOK (V)

KELOMPOK (VI)

75 LEMBAR KERJA SISWA (LKS ) SIKLUS I PERTEMUAN KE SATU Petunjuk : 1) 2) 3) 4) 5) 1. 2. 3. 4. 5. Dikerjakan secara berkelompok. Setiap kelompok mengumpulkan satu lembar jawab. Setiap anak menyalin jawaban pada buku. Tulis ketua kelompok lengkap dengan anggotanya. Waktu pengerjaan 50 menit. Jelaskan prinsip kerja dari mesin bubut? Sebutkan bagian-bagian utama dan fungsi mesin bubut? Ada berapa eretan yang ada pada mesin bubut? Jelaskan ! Jelaskan fungsi dari mesin bubut itu sendiri !

Dari gambar di atas ada beberapa proses pembubutan, jelaskan sesuai gambar

6. Sebutkan jenis pahat yang digunakan dalam pengerjaan benda kerja di atas dan jelaskan fungsinya !

76 LEMBAR KERJA SISWA ( LKS ) SIKLUS II PERTEMUAN KE TIGA Petunjuk : 1) 2) 3) 4) 5) Dikerjakan secara berkelompok. Setiap kelompok mengumpulkan satu lembar jawab. Setiap anak menyalin jawaban pada buku. Tulis ketua kelompok lengkap dengan anggotanya. Waktu pengerjaan 50 menit.

1. Sebutkan dua teknik penyayatan yang ada? 2. Jelaskan cara membubut muka yang benar dan alat pelindung tubuh apa yang harus digunakan pada saat membubut ? 3. Bagaimana cara berpakaian yang benar pada saat kita praktik ? 4. Secara berkelompok, siswa berdiskusi kecelakaan apa saja yang bisa terjadi apabila mengabaikan keselamatan kerja. 5. Mengapa harus menggunakan kacamata pada saat membubut? Jelaskan bagaimana pentingnya penggunaan kacamata pada saat membubut ! 6. Apa manfaat dari penggunaan keselamatan kerja yang baik, jelaskan ! 7. Sebutkan rumus yang di gunakan untuk menghitung putaran mesin bubut dan beri keterangannya! 8. Hitung kecepatan putar pada benda kerja di bawah ini, dengan Vc 20 m / menit. Kecepatan putar yang di sediakan : 55, 110, 200, 300, 410, 600, 1100, 2200

77 SOAL KUIS SIKLUS I Nama : No Absent : ... Kelas : Jurusan : Hari/tanggal : Petunjuk : 1) Dikerjakan secara individu. 2) Dikerjakan langsung pada lembar jawab. 3) Tulis jawaban dengan benar,tepat dan jelas. 4) Waktu pengerjaan 20 menit.

LEMBAR JAWAB SOAL KUIS 1. Bagaimana prinsip kerja mesin bubut ? 2. Bagaimana cara memasang pahat pada mesin bubut ? 3. Apa fungsi dara pahat rata kanan ? 4. Sebutkan bagian utama dari mesin bubut dan jelaskan fungsinya ! Start pengerjaan :........WIB Selesai pengerjaan :WIB

Purwokerto, Oktober 2011 Mengetahui siswa,

()

78 SOAL KUIS SIKLUS II Nama : No Absent : ... Kelas : Jurusan : Hari/tanggal : Petunjuk : 1) Dikerjakan secara individu. 2) Dikerjakan langsung pada lembar jawab. 3) Tulis jawaban dengan benar,tepat dan jelas. 4) Waktu pengerjaan 20 menit.

LEMBAR JAWAB SOAL KUIS 9. Sebutkan dua teknik penyayatan yang ada? 10. Apa syarat utama pakaian kerja operator mesin bubut? 11. Jelaskan cara mengurangi diameter pada benda kerja di mesin bubut? 12. Berapa kecepatan putaran mesin, jika mau membubut baja lunak ( Vc = 35 m /men ) diameter 30 mm, akan di bubut dengan pahat HSS. Start pengerjaan :........WIB Selesai pengerjaan :WIB Purwokerto, November 2011 Mengetahui siswa,

(.)

79 SOAL EVALUASI SIKLUS I Nama : No Absent : ... Kelas : Jurusan : Hari/tanggal : Petunjuk : 5) Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada lembar jawaban yang tersedia. 6) Apabila anda ingin mengganti jawaban anda yang salah, coretlah dengan memberi tanda (=) pada jawaban yang salah tersebut dan silanglah jawaban yang anda anggap paling benar. 7) Periksalah jawaban anda sekali lagi, sebelum anda mengakhirinya. 8) Dilarang mencontek dan bekerja sama dengan teman, karena kejujuran dan kesungguhan anda dalam mengerjakan soal ini sangat diharapkan. 9) Waktu pengerjaan 20 menit. 10) Dikerjakan pada lembar soal ini.

1. Fungsi utama mesin bubut adalah... a. Mengebor atau membuat lubang pada benda kerja b. Menyayat sebagian bahan/benda kerja c. Mengubah dan membentuk permukaan bidang rata d. Menajamkan sisi sisi sayat perkakas 2. Bagian manakah dari mesin bubut yang berfungsi untuk penempatan pahat? a. Kepala lepas c. Eretan b. Kepala tetap d. Alas mesin/bed 3. Di bawah ini yang merupakan bagian utama mesin bubut, kecuali a. Kepala tetap c. Pahat bubut b. Kepala lepas d. Alas mesin 4. Dari gambar di bawah, bagian yang ditunjuk dengan no 1 adalah
1 2
3

a. Kepala tetap c. Kepala lepas b. Eretan d. Mekanis kecepatan 5. Dari gambar no. 4, bagian yang ditunjuk no. 2 adalah a. Kepala tetap c. Kepala lepas b. Eretan d. Mekanis kecepatan 6. Dari gambar no. 4, bagian yang ditunjuk no. 3 adalah a. Kepala tetap c. Mekanis kecepatan b. Eretan d. Kepala lepas

80 7. Gambar pahat bubut di bawah ini yang disebut pahat potong adalah no..

a. 1 b. 2

c. 3 d. 4

8. Dari gambar no. 7, pahat bubut yang digunakan untuk membubut rata adalah no a. 5 c. 7 b. 6 d. 8 9. Di bawah ini yang merupakan fungsi kepala lepas, kecuali a. Penyangga bnda kerja yang panjang. b. Tempat senter. c. Tempat mata bor. d. Pemegang benda kerja. 10. Pahat bubut berfungsi untuk. a. Alat penjepit benda kerja b. Memegang titik sumbu dari kedua ujung dari benda kerja c. Memotong/menyayat benda kerja d. Membawa benda kerja supaya ikut berputar

81

SOAL EVALUASI SIKLUS II Nama : No Absent : ... Kelas : Jurusan : Hari/tanggal : Petunjuk : 11) Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada lembar jawaban yang tersedia. 12) Apabila anda ingin mengganti jawaban anda yang salah, coretlah dengan memberi tanda (=) pada jawaban yang salah tersebut dan silanglah jawaban yang anda anggap paling benar. 13) Periksalah jawaban anda sekali lagi, sebelum anda mengakhirinya. 14) Dilarang mencontek dan bekerja sama dengan teman, karena kejujuran dan kesungguhan anda dalam mengerjakan soal ini sangat diharapkan. 15) Waktu pengerjaan 20 menit. 16) Dikerjakan pada lembar soal ini. 11. Fungsi utama mesin bubut adalah... a. Mengebor atau membuat lubang pada benda kerja b. Menyayat sebagian bahan/benda kerja c. Mengubah dan membentuk permukaan bidang rata d. Menajamkan sisi sisi sayat perkakas 12. Bagian manakah dari mesin bubut yang berfungsi untuk penempatan pahat? a. Kepala lepas c. Eretan b. Kepala tetap d. Alas mesin/bed 13. Di bawah ini yang merupakan bagian utama mesin bubut, kecuali a. Kepala tetap c. Pahat bubut b. Kepala lepas d. Alas mesin 14. Dari gambar di bawah, bagian yang ditunjuk dengan no 1 adalah
1 2 3

a. Kepala tetap c. Kepala lepas b. Eretan d. Mekanis kecepatan 15. Dari gambar no. 4, bagian yang ditunjuk no. 2 adalah a. Kepala tetap c. Kepala lepas b. Eretan d. Mekanis kecepatan 16. Dari gambar no. 4, bagian yang ditunjuk no. 3 adalah a. Kepala tetap c. Mekanis kecepatan b. Eretan d. Kepala lepas

82

17. Di bawah ini yang merupakan fungsi kepala lepas, kecuali a. Penyangga bnda kerja yang panjang. b. Tempat senter. c. Tempat mata bor. d. Pemegang benda kerja. 18. Pahat bubut berfungsi untuk. a. Alat penjepit benda kerja b. Memegang titik sumbu dari kedua ujung dari benda kerja c. Memotong/menyayat benda kerja d. Membawa benda kerja supaya ikut berputar 19. Untuk mendapatkan hasil bubutan yang rata dan halus sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, kecuali... a. Kecepatan putaran mesin b. Bentuk mata pahat c. Diameter benda kerja d. Kecepatan dan tebal pemakanan pahat 20. Di bawah ini termasuk tanda tanda pahat tumpul sewaktu dipakai, kecuali a. Hasil sayatan pahat halus c. Berbunyi menggerit b. Pahat berasap d. Mesin bergetar 21. Apa akibatnya jika pemasangan benda kerja pada cekam miring? a. Pemakanan benda kerja tidak rata. b. Garis sumbu benda kerja tegak lurus dengan diameternya c. Hasil benda kerja miring d. Hasil sayatan kasar 22. Apa yang terjadi jika ujung pisau pahat tidak setinggi ujung senter? a. Timbul tonjolan pada sumbu benda kerja b. Timbul cekungan pada sumbu benda kerja c. Hasil benda kerja miring d. Hasil sayatan kasar 23. Di bawah ini gambar senter adalah a. c.

b.

d.

24. Rumus di bawah ini yang termasuk rumus kecepatan potong adalah a. V = Dxn DL c. V = n L b. V = D n d. V = Dn L

83

25. Benda kerja dari besi tuang dengan diameter (D)= 50mm, panjang (L)= 1000mm, akan dibubut pada putaran mesin (n)= 160 put/menit. Berapakah kecepatan potong mesin? a. 25 mm/menit c. 98 mm/menit b. 80 mm/menit d. 160 mm/menit

84

SOAL TEST PRAKTIK SIKLUS I

1. Praktik memasang pahat pada mesin bubut dan pemasangan benda kerja pada mesin bubut yang baik dan benar, dengan ketentuan sebagai berikut : a. Pahat dipasang setinggi center. b. Benda kerja dipasang pada cekam dengan tepat. c. Waktu pemasangan 10 menit. d. Dikerjakan secara individu. e. Panjang pemasangan pahat dan benda kerja disesuaikan.

85

LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK MEMASANG PAHAT DAN BENDA KERJA SIKLUS I Nama : No Absent : ... Kelas : Jurusan : Hari/tanggal : BOBOT EVALUASI RENTANG SKOR 20 5 5 20 20 20 SKOR JUMLAH

20 %

70 %

10 %

PERSIAPAN Mempersiapkan alat kerja PROSES DAN HASIL PEMASANGAN 1. Keselamatan kerja 2. Perawatan alat 3. Pahat setinggi center *) 4. Pemasangan panjang benda kerja tepat *) 5. Pemasangan panjang pahat tepat *) WAKTU 1. Sesuai alokasi waktu 2. Lebih cepat 3. Lebih lambat

10 10 6

100 %

TOTAL SKOR
= skor maksimum x 100 % = skor maksimum x 80 % = skor 1

Keterangan : *) Penilaian ditentukan dengan : - Masuk sesuai ketentuan - Menyimpang dari ketentuan - Gagal

Purwokerto, Oktober 2011 Peneliti / Penguji,

Mugi Waluyo NIM. 520140743

86

KRITERIA PENILAIAN PRAKTIK PEMASANGAN PAHAT DAN BENDA KERJA PADA MESIN BUBUT

1.

KRITERIA PENILIAN EVALUASI PRAKTIK SIKLUS I JENIS PEKERJAAN NILAI YANG DIBERIKAN 20

Menggunakan alat kerja sesuai dengan fungsinya dan memeprsiapkan alat-alat dengan baik. Mempersiapkan alat kurang penggunaan alat kurang tepat. lengkap dan

15-18

Persiapan kerja kurang baik dan penggunaannya tidak pada mestinya.

5-8

Keselamatan kerja

Bekerja sesuai keselamatan kerja

Kurang mengindahkan keselamatan kerja 3-4

Nilai

Tidak memperhatikan keselamatan kerja 2

Perawatan alat Nilai

Penggunaan alat yang sesuai 5

Penggunaan alat kurang tepat 3-4

Penggunaan alat salah 2

90

SOAL TEST PRAKTIK SIKLUS II


1. Melakukan praktik membubut muka dan rata sesuai benda kerja. LEMBAR PENILAIAN MEMBUBUT

Nama Job : BUBUT BENDA PANJANG Nama Siswa/ No : ........................................... BOBOT EVALUASI RENTANG SKOR PROSES 1. Pemasangan alat 15 20 % 2. Prosedur 15 3. Keselamatan kerja 15 4. Perawatan alat 15 HASIL BUBUTAN 1. Panjang*) 2. Panjang .*) 3. Diameter*) 4. Diameter*) 5. Kehalusan 6. Kerataan WAKTU 1. Sesuai alokasi waktu 2. Lebih cepat 3. Lebih lambat

SKOR

JUMLAH

70 %

20 10 15 15 25 25

10 %

10 10 6

100 % TOTAL SKOR Keterangan : *) Penilaian ditentukan dengan : - Masuk pada daerah toleransi = skor maksimum x 100 % - Menyimpang daerah tpleransi = skor maksimum x 80 % - Gagal = skor 1

Purwokerto,November 2011 Mengetahui,

Peneliti

91

KRITERIA PENILAIAN PRAKTIK MEMBUBUT MUKA DAN RATA PADA SIKLUS II

Pemasangan alat Nilai

Pemasangan alat tepat 5

Pemasangan alat kurang tepat 3-4

Pemasangan alat salah 2

Prosedur Nilai

Bekerja sesuai prosedur 5

Prosedur kurang tepat 3-4

Tidak bekerja sesuai prosedur 2

Keselamatan kerja

Bekerja sesuai keselamatan kerja

Kurang mengindahkan keselamatan kerja 3-4

Nilai

Tidak memperhatikan keselamatan kerja 2

Perawatan alat Nilai

Penggunaan alat yang sesuai 5

Penggunaan alat kurang tepat 3-4

Penggunaan alat salah 2

Kehalusan Nilai

N7 5

N8 3-4

N9 2

Kerataan Nilai

Rata 5

Kurang rata 3-4

Benda pejal 2

92

Instrumen Tes Hasil Belajar Teori Pokok Bahasan : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut Waktu : 45 menit Petunjuk : a. Tuliskan nama sebelumnya pada lembar jawaban yang tersedia. b. Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada lembar jawaban yang tersedia. c. Apabila anda ingin mengganti jawaban anda yang salah, coretlah dengan memberi tanda (=) pada jawaban yang salah tersebut dan silanglah jawaban yang anda anggap paling benar. d. Periksalah jawaban anda sekali lagi, sebelum anda mengakhirinya. e. Dilarang mencontek dan bekerja sama dengan teman, karena kejujuran dan kesungguhan anda dalam mengerjakan soal ini sangat diharapkan. Soal : 26. Fungsi utama mesin bubut adalah... a. Mengebor atau membuat lubang pada benda kerja b. Menyayat sebagian bahan/benda kerja c. Mengubah dan membentuk permukaan bidang rata d. Menajamkan sisi sisi sayat perkakas 27. Di bawah ini yang tidak termasuk jenis Mesin Bubut adalah a. Mesin Bubut Potong c. Mesin bubut biasa b. Mesin bubut revolver d. Mesin bubut karosel 28. Jenis mesin bubut yang digunakan untuk membubut benda kerja dengan diameter besar adalah... a. Mesin Bubut Potong c. Mesin bubut biasa b. Mesin bubut revolver d. Mesin bubut karosel 29. Bagian manakah dari mesin bubut yang berfungsi untuk penempatan pahat? a. Kepala lepas c. Eretan b. Kepala tetap d. Alas mesin/bed 30. Di bawah ini yang merupakan bagian utama mesin bubut, kecuali a. Kepala tetap c. Pahat bubut b. Kepala lepas d. Alas mesin 31. Dari gambar di bawah, bagian yang ditunjuk dengan no 1 adalah
1 2 3

4 5 a. Kepala tetap c. Kepala lepas b. Eretan d. Mekanis kecepatan 32. Dari gambar no. 6, bagian yang ditunjuk no. 2 adalah

93

a. Kepala tetap c. Kepala lepas b. Eretan d. Mekanis kecepatan 33. Dari gambar no. 6, bagian yang ditunjuk no. 3 adalah a. Kepala tetap c. Mekanis kecepatan b. Eretan d. Kepala lepas 34. Di bawah ini adalah jenis bidang atau alas permukaan landas mesin bubut, kecuali... a. Alas Eropa c. Alas Finlandia b. Alas Amerika d. Alas Schaerrer 35. Di bawah ini yang merupakan fungsi kepala lepas, kecuali a. Penyangga bnda kerja yang panjang. b. Tempat senter. c. Tempat mata bor. d. Pemegang benda kerja. 36. Di bawah ini yang merupakan alat perlengkapan mesin bubut, kecuali a. Pahat bubut c. Alat pencekam benda kerja b. Kepala lepas d. Senter 37. Pahat bubut berfungsi untuk. a. Alat penjepit benda kerja b. Memegang titik sumbu dari kedua ujung dari benda kerja c. Memotong/menyayat benda kerja d. Membawa benda kerja supaya ikut berputar 38. Gambar pahat bubut di bawah ini yang disebut pahat potong adalah no..

a. 1 c. 3 b. 2 d. 4 39. Dari gambar no. 13, pahat bubut yang berfungsi untuk membuat ulir adalah no a. 2 c. 7 b. 3 d. 8 40. Dari gambar no. 13, pahat bubut yang digunakan untuk membubut rata adalah no a. 5 c. 7 b. 6 d. 8

94

41. Gambar di bawah ini yang termasuk alat pencekam adalah a. c.

b.

d.

42. Di bawah ini gambar senter adalah a.

c.

b.

d.

43. Sudut senter yang digunakan untuk menahan benda kerja ringan adalah sebesar... a. 600 c. 800 0 b. 75 d. 900 44. Flens pembawa berfungsi untuk a. Menyangga benda kerja agar tidak melengkung. b. Membawa serta benda kerja agar ikut berputar seirama sumbu mesin. c. Memegang titik sumbu dari kedua ujung benda kerja d. Alat penjepit benda kerja. 45. Yang termasuk pekerjaan membubut, kecuali a. Memotong benda kerja c. Mengkartel b. Mengebor benda kerja d. Membuat roda gigi 46. Alat yang berfungsi untuk mengetes baiktidaknya putaran benda kerja adalah a. Plat Cekam c. Jarum pengukur b. Flens pembawa d. Penyangga/kaca mata

95

47. Alat yang berfungsi untuk menjaga benda kerja agar tidak bergetar dan putarannya stabil adalah a. Plat Cekam c. Jarum pengukur b. Flens pembawa d. Penyangga/kaca mata 48. Gambar no 1di bawah adalah gambar

1 2 3

a. Plat Cekam c. Jarum pengukur b. Flens pembawa d. Penyangga/kaca mata 49. Alat yang berfungsi untuk membuat alur alur kecil pada benda kerja agar tidak licin saat dipegang adalah a. Pahat bubut c. Alat pencekam benda kerja b. Kartel d. Senter 50. Membuat benda kerja dengan diameter yang tetap disebut a. Membubut tirus c. Membubut ulir b. Membubut lurus d. Membubut alur 51. Apakah fungsi dari lonceng ulir? a. Agar penyayatan pahat tetap pada kedudukan semula b. Agar tebal pemakanan pahat sama c. Supaya benda yang dibubut hasilnya dapat halus d. Supaya cekam dapat berputar dengan baik 52. Yang termasuk dalam bahan pendingin pahat bubut, kecuali... a. Cairan sabun c. Bensin b. Udara d. Terpentin 53. Manakah bentuk tirus di bawah ini yang benar? a. Tirus tegak c. Tirus jurno b. Tirus keras d. Tirus Universal 54. Bagian mesin yang berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros (sumber) ke poros yang lainnya adalah a. Kopling c. Arbor b. Sabuk d. Jack 55. Untuk mendapatkan hasil bubutan yang rata dan halus sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, kecuali... a. Kecepatan putaran mesin b. Bentuk mata pahat c. Diameter benda kerja d. Kecepatan dan tebal pemakanan pahat 56. Posisi yang benar pada saat akan membubut adalah... a. Pahat miring ke kiri sehingga sisi sejajar membentuk sudut b. Ujung mata pahat setinggi ujung senter c. Putaran mesin cepat untuk benda kerja diameter besar

96

d. Putaran mesin cepat untuk benda kerja yang panjang 57. Di bawah ini termasuk tanda tanda pahat tumpul sewaktu dipakai, kecuali a. Hasil sayatan pahat halus c. Berbunyi menggerit b. Pahat berasap d. Mesin bergetar 58. Apa akibatnya jika pemasangan benda kerja pada cekam miring? a. Pemakanan benda kerja tidak rata. b. Garis sumbu benda kerja tegak lurus dengan diameternya c. Hasil benda kerja miring d. Hasil sayatan kasar 59. Apa yang terjadi jika ujung pisau pahat tidak setinggi ujung senter? a. Timbul tonjolan pada sumbu benda kerja b. Timbul cekungan pada sumbu benda kerja c. Hasil benda kerja miring d. Hasil sayatan kasar 60. Apa akibatnya jika pada saat membubut tanpa adanya pendingin? Kecuali... a. Hasil sayatan kasar c. Timbul asap b. Pahat cepat rusak d. Hasil benda kerja miring 61. Berikut ini adalah cara membubut rata bagian luar, kecuali... a. Menjepit benda kerja dengan plat cekam b. Harus menggunakan kaca mata diam atau jalan c. Dengan menggunakan dua senter d. Dengan menggunakan satu senter 62. Bagaimana cara untuk membubut dalam? a. Benda kerja harus sudah berlubang b. Benda kerja harus masih rata c. Benda kerja tidak harus rata maupun berlubang d. Tidak dapat menggunakan pahat tetapi menggunakan bor 63. Ketika kita mengebor pada mesin Bubut maka kecepatan mesin yang kita gunakan sebagai berikut a. Sesuai diameter bor c. Lambat b. Cepat d. Sesuai diameter benda 64. Berikut adalah cara membubut tirus, kecuali... a. Dengan menggeser posisi kepala lepas ke arah melintang b. Dengan menggeser sekian derajat eretan atas (penjepit pahat) c. Dengan perkakas pembentuk d. Dengan memiringkan benda kerja saat dicekam 65. Dalam memotong benda kerja dengan menggunakan mesin bubut sebaiknya posisi pisau bubut adalah... a. Tegak lurus benda kerja c. Miring ke kanan benda kerja b. Miring ke kiri benda kerja d. Sejajar benda kerja 66. Bagaimana rumus pergeseran senter kepala lepas ketika membuat tirus? a. c. D d L LD X= X= 2l d 2l b. X=

D d
2l

d. X=

d 2l D
L

97

67. Sebuah benda kerja yang akan dibuat tirus dengan panjang benda seluruhnya L= 20mm, dan panjang yang akan ditirus l= 10mm dengan diameter besar D= 10mm dan diameter kecil d= 5mm. Berapakah jarak pergeseran kedalamannya? a. 5 mm c. 15 mm b. 10 mm d. 20 mm 68. Rumus di bawah ini yang termasuk rumus kecepatan potong adalah Dxn DL a. V = c. V = n L b. V = D n d. V = Dn L 69. Benda kerja dari besi tuang dengan diameter (D)= 50mm, panjang (L)= 1000mm, akan dibubut pada putaran mesin (n)= 160 put/menit. Berapakah kecepatan potong mesin? a. 25 mm/menit c. 98 mm/menit b. 80 mm/menit d. 160 mm/menit 70. Diketahui diameter suatu benda kerja D= 1,5", kecepatan sayat 90 feet/menit. Berapakah kecepatan putar mesin? a. 60 put/menit c. 180 put/menit b. 120 put/menit d. 240 put/menit

-----Selamat mengerjakan-----

98

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Program Studi Keahlian Kompetensi Keahlian Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : SMK Wiworotomo Purwokerto : Teknik Mesin : Teknik Pemesinan : II / 3 : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Menjelaskan teknik pengoperasian mesin bubut : a. Prinsip kerja mesin bubut dipahami dengan benar. b. Bagian-bagian utama dan fungsi meisn bubut dapat diidentifikasi dengan cermat. c. Pemilihan pahat bubut sesuai dengan jenis pekerjaan. d. Teknik pencekaman benda kerja dilaksanakan sesuai SOP. Pertemuan Ke / Siklus Alokasi Waktu : 1 , 2 dan 3 / I : 4 Jam x @ 45 Menit

A. Tujuan pembelajaran 1. Tujuan Instruksional Umum : a. Memahami prisnsip kerja mesin bubut, bagian bagian utama dan fungsi dari mesin bubut dengan benar. b. Menguasai pemasangan pahat dan cekam sesuai standar yang ditetapkan. 2. Tujuan Instruksional Khusus : a. Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja mesin bubut. b. Siswa dapat menyebutkan bagian utama mesin bubut dan dapat menjelaskan fungsinya dari setiap bagian.

99

c. Siswa

dapat

memahami bubut

dan sesuai

mempraktikan dengan jenis

pemilihan pekerjaan.

pahat

d. Siswa dapat memahami dan mempraktikan teknik pencekaman benda kerja yang sesuai SOP. B. Materi pembelajaran a. Prinsip kerja mesin bubut. b. Bagian-bagian utama mesin bubut. c. Pemilihan pahat bubut. d. Teknik pencekaman C. Kegiatan Belajar Mengajar 1. Model Pembelajaran : Kooperatif 2. Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, dan Pemberian tugas D. Langkah-langkah pembelajaran a. Kegiatan awal ( 30 menit ): a. Salam pembuka b. Memotivasi siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik. c. Menyampaikan tujuan pembelajaran. d. Membentuk kelompok belajar yang terdiri dari 6 - 7 orang dengan kemampuan yang berbeda-beda. b. Kegiatan inti ( 120 menit ): No. Kegiatan 1 Siswa mengamati mesin bubut dan bagian bagian utamanya. Setelah itu Guru menjelaskan materi Al. Waktu 15

tentang prinsip kerja mesin bubut, bagian utama dari mesin bubut beserta funsinya 2 Membagikan LKS kepada masing masing kelompok 5

100

Menyuruh siswa mengerjakan LKS secara bersama sama dalam kelompoknya. Catatan : Saat siswa mengerjakan LKS, guru berkeliling mengamati pekerjaan siswa dan mendorong siswa kerjasama sambil memberikan bimbingan dan bantuan apabila siswa mengalami kesulitan. Membahas LKS secara bersama sama melalui diskusi paripurna.

50

50

c. Penututp / kegiatan akhir ( 30 menit ) : a. Membimbing siswa menyimpulkan materi pelajaran. b. Memberikan kuis / posttest c. Mengingatkan selanjutnya Pertemuan kedua : a. Kegiatan awal ( 30 menit ): a. Salam pembuka. b. Guru melakukan absensi terhadap siswanya. c. Memotivasi siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik. d. Sebelum melanjutkan materi, guru mengadakan tanya jawab tentang materi yang sudah di bahas pada pertemuan sebelumnya. b. Kegiatan inti ( 120 menit ): No 1 Menjelaskan Kegiatan tentang penggunaan pahat dan Al. Waktu 15 materi yang akan dipelajari

pencekaman pada mesin bubut yang baik dan benar. 2 Guru membagikan gambar kerja / jobsheet atau LKS secara berkelompok. 5

101

Secara berkelompok siswa mengamati gambar kerja untuk memahami pahat jenis apa yang digunakan dalam pengerjaan benda kerja tersebut. Catatan : Guru memberikan bibimbingan selama proses belajar berlangsung, jika sudah selesai siswa bisa belajar memppraktikan cara pemasangan pahat dan benda kerja. Membahas hasil kerja kelompok secara bersama sama.

50

50

c. Penututp / kegiatan akhir ( 30 menit ) : a. Pengkondisian kembali tempat kerja siswa :

pengembalian alat, kebersihan mesin dan bengkel. b. Berdoa dan salam penutup. Pertemuan ketiga : a. Kegiatan awal ( 30 menit ): a. Salam pembuka. b. Guru melakukan absensi terhadap siswanya. c. Memberikan pengarahan tentang evaluasi

pembelajaran yang akan dikerjakan. b. Kegiatan inti ( 120 menit ): a. Mengadakan evaluasi atau ujian praktik yang

dikerjakan seluruh siswa secara individu. c. Penututp / kegiatan akhir ( 30 menit ) : a. Pengkondisian kembali tempat kerja siswa :

pengembalian alat, kebersihan mesin dan bengkel. b. Berdoa dan salam penutup.

102

E. Alat / bahan / sumber belajar a. Mesin bubut b. Alat bantu mesin bubut c. Gambar kerja d. Modul siswa dan LKS

F. Soal test a. Materi Evaluasi : cara kerja mesin bubut dan bagian utama beserta fungsinya, macam- macam pahat bubut dan pencekaman benda kerja. b. Bentuk Evaluasi : 1) Evaluasi dengan bentuk pilihan ganda 30 %. 2) Penilaian pengamatan dan kemampuan praktik dengan bobot 70 %.

Guru Mata Diklat,

Purwokerto, 10 Oktober 2011 Peneliti,

Budi Prasetya, S. Pd. NIP. 19580117 198702 1 001

Mugi Waluyo NIM. 5201407043

Mengetahui, Kepala Sekolah, Ketua Program TP,

Drs. Susilo Riyantono, M.T. NIP. 19601110 198603 1 028

Nur Rahmat Wibowo, S. Pd. NIK. 750910.1.36

103

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Program Studi Keahlian Kompetensi Keahlian Kelas / Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

: SMK Wiworotomo Purwokerto : Teknik Mesin : Teknik Pemesinan : II / 3 : Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut : Menjelaskan teknik pengoperasian mesin bubut : a. Teknik penyayatan dapat dipahami dengan benar. b. Keselamatan kerja selalu diutamakan. c. Kecepatan putaran / gerakan mesin dapat diatur sesuai spesifikasi benda kerja. d. Pembubutan muka dan memanjang dapat dipahami dengan benar.

Pertemuan Ke / Siklus Alokasi Waktu

: 4, 5 dan 6 / II : 4 Jam x @ 45 Menit

A. Tujuan pembelajaran 1. Tujuan Instruksional Umum : a. Memahami teknik penyayatan pada mesin bubut dengan benar. b. Memahami dan menguasai cara membubut muka dan memanjang dengan pengaturan kecepatan mesin yang sesuai spesifikasi benda kerja.

2. Tujuan Instruksional Khusus :

104

a. Siswa dapat menjelaskan dan memahami teknik penyayatan dengan benar. b. Siswa dapat menjelaskan keselamatan kerja dan selalu mengutamakannya. c. Siswa dapat mempraktikan cara membubut muka dan memanjang dengan benar. d. Siswa dapat menghitung putaran mesin sesuai spesifikasi benda kerja dan dapat mengatur pada mesin bubut. B. Materi pembelajaran a. b. c. d. Putaran mesin. Teknik penyayatan. Pembubutan muka. Pembubutan memanjang.

C. Kegiatan Belajar Mengajar 1) Model Pembelajaran : Kooperatif 2) Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Tanya jawab, dan Pemberian tugas D. Langkah-langkah pembelajaran a. Kegiatan awal ( 30 menit ): a. Salam pembuka. b. Mengkondisikan siswa untuk memulai pelajaran. c. Memotivasi siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik. d. Menyampaikan ruang lingkup materi pelajaran yang akan dibahas. e. Mengingatkan kepada siswa tentang kelompok belajar tidak ada perubahan.

105

b. Kegiatan inti ( 120 menit ): No 1 Kegiatan Menjelaskan materi tentang teknik penyayatan pada benda kerja dan keselamatan kerja yang harus di utamakan. 2 Membagikan kelompok. 3 Menyuruh siswa mengerjakan LKS secara bersama sama dalam kelompoknya. Catatan : Saat siswa mengerjakan LKS, guru berkeliling mengamati pekerjaan siswa dan mendorong siswa kerjasama sambil memberikan bimbingan dan bantuan apabila siswa mengalami kesulitan. 4 Membahas LKS secara bersama sama melalui diskusi paripurana. 50 50 LKS kepada masing masing 5 Al. Waktu 15

c. Penututp / kegiatan akhir ( 30 menit ) : a. Membimbing siswa menyimpulkan materi

pelajaran. b. c. Memberikan kuis / posttest Mengingatkan materi yang akan dipelajari

selanjutnya Pertemuan kedua : a. Kegiatan awal ( 30 menit ): a. Salam pembuka. b. Guru melakukan absensi terhadap siswanya. c. Memotivasi siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik.

106

d. Sebelum melanjutkan materi, guru mengadakan tanya jawab tentang materi yang sudah di bahas pada pertemuan sebelumnya. b. Kegiatan inti (120 menit ): No 1 Kegiatan Menjelaskan tentang pembubutan muka dan memanajng dengan pengaturan kecepatan yang sesuai benda kerja. 2 Guru membagikan gambar kerja / jobsheet dan WP secara berkelompok dan individu. 3 Secara berkelompok siswa mengamati gambar kerja untuk menghitung kecepatan mesin, dan langkah kerja yang sesuai pada lembar langkah kerja. Catatan : Guru memberikan bibimbingan selama proses belajar berlangsung, jika sudah selesai siswa bisa belajar mempraktikan cara pada mesin bubut. 4 Membahas hasil kerja kelompok secara bersama sama. 50 50 5 Al. Waktu 15

c. Penututp / kegiatan akhir ( 30 menit ) : a. Pengkondisian kembali tempat kerja siswa :

pengembalian alat, kebersihan mesin dan bengkel. b. Berdoa dan salam penutup.

Pertemuan ketiga : a. Kegiatan awal ( 30 menit ): a. Salam pembuka. b. Guru melakukan absensi terhadap siswanya.

107

c. Memberikan

pengarahan

tentang

evaluasi

pembelajaran yang akan dikerjakan. b. Kegiatan inti ( 120 menit ): a. Mengadakan evaluasi atau ujian praktik yang dikerjakan seluruh siswa secara individu. c. Penututp / kegiatan akhir ( 30 menit ) : a. Pengkondisian kembali tempat kerja siswa :

pengembalian alat, kebersihan mesin dan bengkel. b. Berdoa dan salam penutup. E. Alat / bahan / sumber belajar a. Mesin bubut b. Alat bantu mesin bubut c. Gambar kerja d. Modul siswa dan LKS

108

F. Soal test a. Materi Evaluasi : cara kerja mesin bubut dan bagian utama beserta fungsinya, macam- macam pahat bubut dan pencekaman benda kerja. b. Bentuk Evaluasi : 1) Evaluasi dengan bentuk pilihan ganda 30 %. 2) Penilaian pengamatan dan kemampuan praktik dengan bobot 70 %

Guru Mata Diklat,

Purwokerto, 10 Oktober 2011 Peneliti,

Budi Prasetya, S. Pd. NIP. 19580117 198702 1 001

Mugi Waluyo NIM. 5201407043

Mengetahui, Kepala Sekolah, Ketua Program TP,

Drs. Susilo Riyantono, M.T. NIP. 19601110 198603 1 028

Nur Rahmat Wibowo, S. Pd. NIK. 750910.1.36

110

Foto 1. Pengamat dan peneliti memantau kegiatan diskusi siswa

Foto 2. Siswa melakukan praktik membubut dengan teliti

111

Foto 3. Siswa berdiskusi dan belajar bersama secara kelompok

Foto 4. Siswa antusias memperhatikan penjelasan guru

112

Foto 5. Guru memberikan penjelasan singkat dengan didampingi guru pengamat

Foto 6. Peneliti memantau kegiatan praktik siswa