Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS FREKUENSI

Bahan Kuliah Jurusan Teknik Sipil Universitas Haluoleo 2009

ANALISIS FREKUENSI
Tujuan analisis frekuensi adalah mencari hubungan antara besarnya kejadian ekstrim terhadap frekuensi kejadian dengan menggunakan distribusi probabilitas. Dengan anfrek akan diperkirakan besarnya banjir dengan interval kejadian tertentu. Anfrek diterapkan untuk data debit sungai atau data hujan.

PRINSIP STATISTIK
Distribusi : data yang disusun menurut besarnya. Probabilitas kumulatif : jumlah peluang dari variat acak yang mempunyai sebuah nilai sama atau kurang (sama atau lebih) dari suatu nilai tertentu. Frekuensi : jumlah kejadian dari sebuah variat dari variabel diskret.

TENDENSI SENTRAL
Nilai rerata : Median Modus

STATISTIK
Dispersi atau varian adalah besarnya derajad sebaran variat disekitar nilai reratanya Penyebaran data dapat diukur dengan deviasi standar dan varian Akar dari varian adalah deviasi standar Koefisien varian adalah

STATISTIK
Deviasi standar dan koefisien varian dapat digunakan untuk mengetahui variabilitas dari distribusi Semakin besar DS dan Cv, semakin besar penyebaran dari distribusi Kemencengan digunakan untuk mengetahui derajad ketidak-simetrisan dari suatu bentuk distribusi

STATISTIK
Untuk menghitung nilai-nilai statistik dapat digunakan program Excell, misalnya untuk nilai rerata / mean digunakan fungsi AVERAGE, untuk deviasi standar digunakan fungsi STDEV, untuk kemencengan digunakan fungsi SKEW.

PROBABILITAS
Probabilitas : sejumlah kejadian diskret dibagi dengan jumlah total kejadian Contoh soal hitungan anfrek.xlsx

SERI DATA
Seri data hidrologi dapat secara Partial Duration Series dan Annual Maximum series PDS digunakan jika jumlah data kurang dari 10 tahun runtut waktu. Diambil rangkaian data yang besarnya diatas suatu nilai batas bawah tertentu AMS digunakan jika data minimal 10 tahun runtut waktu.Memilih satu data maksimum tiap tahunnya.

PERIODE ULANG
Periode Ulang : waktu hipotetik dimana debit atau hujan dengan suatu besaran tertentu akan disamai atau dilampaui sekali dalam jangka waktu tsb. Contoh : Diketahui Q=700 m3/s. Selama pengukuran dari tahun 1951 s/d 1975, debit tsb disamai /dilampaui sebanyak 6 kali. Periode ulang debit q=700 m3/s adalah sekitar T= 24/6 = 4 tahun.

TINGKAT RESIKO
Probabilitas suatu kejadian akan menyamai atau lebih besar dari nilai tertentu atau probabilitas bahwa suatu kejadian atau peristiwa akan terjadi dalam setahun mempunyai bentuk P(QQt) = 1/T, sedangkan probabilitas tidak terjadinya kejadian dengan periode Ulang T adalah F(QQt) =1-1/T

TINGKAT RESIKO
Debit banjir dengan periode ulang T=20 tahun adalah Q20=100m3/s, maka probabilitas kejadian dari debit tersebut setiap tahun adalah : P(QQ20) = 1/20 = 0,05 = 5%

TINGKAT RESIKO
Probabilitas tidak terjadinya debit dengan periode ulang T tahun dalam n waktu yang berurutan adalah : P(QQt)n = (1-1/T)n Probabilitas debit Q akan terjadi paling tidak satu kali dalam n tahun yang berurutan : R=1-F(Q)n = 1-(1-1/T)n

TINGKAT RESIKO
Dengan menggunakan persamaan diatas, akan dapat dihitung periode ulang dari debit rencana untuk sutu banguan dengan umur rencana n tahun, tingkat resiko yang dikehendaki R dan probabilitas p.

TINGKAT RESIKO
Contoh : Probabilitas terjadinya debit Q700m3/s paling tidak 1 kali dalam 5 tahun Penyelesaian : R= 1-(1-1/T)n =1-(1-1/4)5 = 0,76

TINGKAT RESIKO
Bangunan air direncanakan dengan debit 100 tahunan dan mempunyai umur rencana 50 tahun. Hitung probabilitas dari debit 100 tahunan tsb terjadi dalam 50 tahun. Penyelesaian : Probabilitas debit 100 tahunan terjadi dalam 50 tahun (selama umur rencana bangunan diperkirakan dengan menggunakan persamaan diatas.

TINGKAT RESIKO
P(QQt)n = 1-(1-1/T)n =1-(1-1/100)50=0,395 Gorong-gorong direncanakan untuk dapat dilewati debit dengan periode ulang 10 tahun. Umur bangunan direncanakan 25 tahun. Berapa probabilitas bahwa gorong-gorong tsb akan dilewati debit rencana paling tidak 1 kali dalam umur bangunan. Penyelesaian :..??

TINGKAT RESIKO
Bangunan pelimpah dari suatu bendungan dengan umur rencana 50 tahun. Tingkat resiko bahwa bangunan akandilewati oleh debit tersebut adalah 5%. Berapa periode ulang banjir untuk merencanakan bangunan tsb. Penyelesaian :..???

DISTRIBUSI PROBABILITAS
Ada beberapa bentuk fungsi distribusi kontinue teoritis, yang sering digunakan dalam analisis frekuensi untuk hidrologi Distribusi tersebut : Normal, Log Normal, Gumbel, Log Pearson. Penjelasan lebih lanjut klik ..\..\Materi kuliah\Bahan kuliah sem 1 dan tugas\Tugas Hidrologi Total\konsep peluang dalam perencanaan.doc