P. 1
Tentir Faal, Resty

Tentir Faal, Resty

|Views: 10|Likes:
Dipublikasikan oleh Cho Maharani Rijhigo Bae

More info:

Published by: Cho Maharani Rijhigo Bae on Aug 01, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2013

pdf

text

original

GARPUTALA

Sebaiknya garputala yang digunakan adalah yang 512Hz sebab getaran yang dihasilkannya tidak terlalu dipengaruhi bising lingkungan. Frekuensi yang ditangkap manusia 20-18.000Hz Pada percakapan sehari-hari yang paling efektif pada 5002000Hz Garputala yang untuk manusia adalah yang 128Hz, 256Hz, 512Hz, 1024Hz, 2048Hz. Tidak boleh diketukkan pada benda keras karena dapat mempengaruhi getaran yang dihasilkan garputala

RINNE
PROSEDUR Garputala di getarkan, lalu diletakkan pada prosessus mastoideus. Setelah bunyi menghilang, garputala di letakkan di depan telinga. OP ditanya terdengar tidaknya dengungan garpu tala Hasil : +  masih terdengar dengungan melalui hantaran aerotimpanal -  tidak terdengar

Pembahasan
• Tes Rinne ialah tes untuk membandingkan hantaran melalui udara dan hantaranmelalui tulang pada telinga yang diperiksa. Atau ingin mengetahui fungsi amplifikasi tulaang-tulang pendengaran. • Tingkat kesensitifan 30dB

WEBER
Prosedur 1. Penala digetarkan, lalu diletakkan di garis median OP. OP ditanya apakah dngugan terdengar sama di kedua telinga ataukah terjadi lateralisasi. 2. Lalu salah satu telinga ditutup kapas. OP ditanya lagi. Hasil normal 1. Bunyi terdegar sama di kedua telinga (tidak terjadi lateralisasi) 2. Bunyi terdengar lebih keras di telinga yang ditutup.

Pembahasan
• Untuk membandingkan antara hantaran tulang telinga kanan dengan telinga kiri • Tingkat kesensitifan 15dB (baru bisa terjadi lateralisasi ketika perbedaan hataran tulang mnimal 15dB) • Interpretasi lateralisasi

SCHWABACH
• Tujuan : membandingkan hantaran tulang yang dipeiksa dengan pemeriksa yang pendengarannya normal. • Prosedur penala digetarkan, tangkai penala diletakkan pada prosesus mastoid sampai tidak terdengar bunyi. Kemudian tangkai penala segera dipindahkan ke prosesus mastoideeus pemeriksa.

Rinne Positif

Weber Tak ada lateralisasi

Schwabach Sama dengan pemeriksa

Diagnosis normal

Negatif

Lateralisasi ke Memanjang sisi yang sakit Lateralisasi ke Memendek telinga yang sehat

Tuli konduktif

Positir

Tuli sensorineural

PENGECAPAN

Prosedur
OP diminta menjulurkan lidah. Lidah OP disentuh dengan cotton bud yg sdh di celupkan dalam larutan. Hasil Semua bagian lidah berespon terhadap sensasi rasa, dengan kesensitifan di daerah-daerah tertentu.

Hasil
N Bahan o Ujung Lidah Tepi Lidah Depan 1 Gula 2 Garam 3 Cuka 4 Aspirin ++++ + ++ + ++ ++ ++++ ++ + ++++ ++++ +++ ++ + +++ ++++ Tepi lidah Pangkal Belakang Lidah

Keterangan: (++++) → Paling Terasa (+++) → Terasa (++) → Kurang Terasa (+) → kurang Terasa juga

Pembahasan

= Posterior
= lateral posterior = lateral anterior = ujung anterior

Transduksi sinyal pd reseptor rasa

Mekanisme Khusus
• Asam  depolarisasi sel reseptor
kanal kation berpintu-H+

rasa asam dengan merangsang

• Asin  Na+ menimbulkan depolarisasi sel reseptor asin melalui
kanal Na yang mirip kanal natrium di sel epitel (ENaC)

• Manis (glukosa, keton, dll) merangsang adenilil siklase, melalui
protein G heterotrimerik, sehingga kadar AMP siklik intrasel meningkat, yang akan menurunkan konduktans K+ di membran basolateral sel-sel pengecap, dan menimbulkan depolarisasi.

• Pahit

(alkaloid, ex: aspirin, kina, dll) menurunkan AMP siklik intra sel (intinya buka kanal Ca intrasel & yg da dimembran, bikin depolarisasi)

Pengecap : lokasi taste buds di lidah

Lidah & Jaras
Kemoreseptor pengecapan ada pada lidah, palatum mole, pipi, faring, dan epiglotis. 2/3 anterior lidah  N. VII 1/3 posterior lidah  N. IX epiglotis, pipi, faring, palatum mole  N. X N. VII, IX, X (lewat traktus solitarius)  nukleus traktus solitarius  (lewat leminiskus medialis)  [ke dua tempat] 1) talamus  girus postsentralis & insula 2) hipotalamus dan amigdala

Ambang Pengecapan
Prosedur OP diminta menjulurkan lidah dan merasakan larutan. Larutan diencerkan hingga OP tidak merasakan lagi.

Hasil
Rasa Larutan Pengence Pengence Pengence Pengence
Induk ran 1 ran 2 ran 3 ran 4

Manis Asam Asin

+ + +

+ + +

+ + +

+ + +

-

Pahit

+

+

+

-

-

Pembahasan
• Ambang batas pengecapan berbeda pada masing-masing rasa. Pengcapan paling peka terhadap rasa pahit (katanya sbgi mekanisme proteksi)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->