Anda di halaman 1dari 18

PEMBAHASAN

1. Pengertian

Lesbian adalah wanita atau cewek yang secara seksual lebih tertarik kepada sejenisnya daripada lelaki. Wanita heterosekual hanya tertarik pada lelaki saja. Yang disebut biseksual bisa tertarik baik pada wanita maupun lelaki. Masalah seksual bisa sangat kompleks dan jarang bagi seorang untuk hanya tertarik saja kepada satu gender seratus persen dalam hidupnya. Tak tertutup kemungkinan suatu saat sangat tertarik pada lelaki tapi pada saat yang lain amat tertarik pada wanita atau sebaliknya. Perasaan-perasaan seksual ini tidaklah bersifat konstan, dapat berubah sewaktu-waktu. Bahkan amat mungkin seorang ABG adalah lesbian atau biseksual tapi ketika dewasa menjadi heteroseksual, begitu pun sebaliknya.
Homoseksual adalah lelaki yang jatuh cinta dengan seseorang dari jantina yang sama tapi tak semestinya melakukan hubungan seks dengan mereka. Rakan-rakan atau saudara mara homoseksual mungkin tidak bersedia untuk berkongi kecenderungan seks mereka dengan yang tersayang kerana takut dibuang keluarga atau dihakimi. Mereka mungkin menderita dalam diam. Homoseksualiti bukanlah satu penyakit. Rakan-rakan pondan kita mungkin orang yang paling disalah ertikan dalam satu kumpulan. Masyarakat kita juga kini lebih bersifat terbuka dalam menerima homoseksual. Perkataan homoseksual diterjemah secara harafiah adalah "sama jantina" yang merupakan gabungan prefiks Yunani homo- bererti "sama" dan asas Latin sex- bererti "seks." Istilah homosexual pertama kali diterbitkan secara bercetak dalam pamplet Jerman yang diterbitkan pada 1869 secara tanpa nama yang ditulis oleh novelis Karl-Maria Kertbeny, kelahiran Austria.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi 1. Faktor trauma atau pengalaman pahit mengenai seks mereka sejak kecil sehingga membuat mereka jadi menyimpang 2. Faktor pergaulan hidup, biasanya pergaulan sekitaran mereka tuh kebanyakan cewek... akhirnya mereka bersifat kewanitaan dan menyukai sesama jenis deh 3. Faktor penasaran, mereka sering mendengar yang namanya cerita beginian... jadinya mereka penasaran dan mencobanya. finally.. mereka ketagihan.

1. Mereka kebanyakan menghabiskan waktunya di warnet buat chatting di MIRC, Friendster, YM, ataupun sekedar mencari mangsa... 2. Dalam kamus inggris, GAY berarti ceria, warna-warni, bahagia, rame... jadi wajar saja kalau kalangan mereka itu sukanya pake baju yang warnanya terang, hobi ketawa-ketiwi, ribut, cerewet, dan demen bergosip

3. Kebanyakan di tempat dugem menghabiskan waktunya dengan bergoyang hingga pagi, pas pulang ngegandeng brondong

BAGAIMANA MENGENALI MEREKA...?


1. Perhatikan cara pandang mereka dengan orang lain, biasanya mata mereka tajam penuh nafsu kalau lihat laki-laki 2. Kebanyakan temen mereka tuh cewek, kalaupun temen mereka ada cowok, pasti temennya itu setengah cewek dan besar kemungkinan mereka juga MAHO 3. Lihat saja FS mereka... di sini paling gampang mengetahuinya... FS mereka tuh friendnya kebanyakan cowok cakep, profilenya panjang dengan bahasa aneh... lihat shot out nya yang penuh bahasa cinta dan perhatikan feature friendnya, salah satunya pasti ada pacar cowok nya (neh salah satu contoh FS yang pernah gw dapet... www.friendster.com/24753604) 4. Mereka hobi make pake baju putih di mall, cincin yang ada di jari jempol, atau scrap yang ada di tangan mereka. Itu adalah tanda identitas mereka sebagai penyuka sesama jenis

BAGAIMANA CARA MENGHINDARI MEREKA..?

Kalau kalian sudah melihat adanya beberapa tanda di atas, sebaiknya anda jangan mendekat apalagi menatap langsung matanya... kalau gak, kalian akan jadi korban... Biasanya mereka pura nanyain jam ke kalian, walaupun sebenernya mereka ada HP kok... jadi sebaiknya anda jawab saja dan lanjutkan kembali aktivitas anda, jangan berikan senyuman, apalagi kenalan duluan... huwahahhaha Itu saja sedikit Informasi yang bisa saya bagikan kepada kalian,,, sekali lagi... gw bukan MAHO yah... hanya sekedar membagi info doank kok... sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1011

Menjadi Gay... Lesbi... atau yg sejenisnya...., Okeylah... itu pilihan hidup mereka.... ??? Tapi.., mengapa mereka cenderung Posesif..., tertutup, pembohong..., dll ??? Ada berapa hal menarik yg bisa kita diskusikan... berkaitan persoalan di atas, di antaranya... : 1. Merasa harus menjadi orang lain..., Coba anda bayangkan... ? Anda merasa mencintai laki lain, padahal anda juga cowok... ? Atau sebaliknya... cewek tapi ternyata tertarik dengan cewek lain... Sepertinya ini persoalan yg sederhana... Tentu saja.. bagi yg tak menyadarinya.... Tapi..., justru kenyataan inilah yang membuat merasa tertekan, berusaha berontak dgn dirinya sendiri, dan masih banyak hal.. yg justru membuat mereka harus menerima kenyataan itu. Ingat... ! Proses ini... jgn dianggap mudah dan enteng... untuk mereka jalani.... ! 2. Untuk itu..., Homo sejati... menjadikan mereka menjadi kelakilakian atau kecewek-cewekan... Coba bayangkan... jika anda cowok... tapi menyukai cow... ??? Pastilah... endingnya.... anda akan berprilaku kecewek-cewekan !!!

Begitu sebaliknya, yg lesbi.... ! Jgn dikira.. beban ini... juga mudah mereka jalani.... ( mau jadi cewek tapi kenyataannya cowok ??? sebaliknya lesbi ) 3. Di jamin... mereka tak mudah atau tak mau memahami orang lain, baik ORTU, Masyarakat, Norma-2 dll. Coba bayangkan...., Anda Cowok... tentu saja anda lebih tahu apa kemauan dan keinginan seorang cowok ! Tentu saja..., dalam soal Asmara maupun hub sex ! Juga sebaliknya yg lesbi ! Jadi... jangan heran..., jika anda ( Normal ) mudah salah paham... dan kerepotan menghadapi... pasangan lain jenis ! Daripada kemudahan mereka memahami sesama jenis... ! Jadi gak susah-2 memahami... wong sudah tahu dan paham... ! Heboh gak Gan !!! Nah... ! Point-2 di atas inilah yg membuat mereka cenderung Posesif... ! Kejam ! dll !

Ciri Ciri Seorang Homo / Gay


sumber : http://karodalnet.blogspot.com/2008/08/ciri-ciri-seseorang-homo-gay.html

Beberapa teman yang sudah pernah dekat dengan kaum homo (gay) menceritakan ciri-ciri spesifik dari kaum homo itu juga sebenarnya ada.

Bagi orang yang memang kurang senang berdekat-dekatan dengan para homo, maka yang perlu diperhatikan dari mereka adalah ciri-ciri spesifik yang umumnya memang ada pada setiap masing-masing orang yang mengidap kelainan yang dinamakan dengan homo.

Adapun ciri-ciri umum para homo adalah:


1. 2. 3.

Berpenampilan rapi Tidak banyak bicara (Kecenderungan pendiam) Selalu memakai pengharum tubuh dengan Bebauan yang Agak Norak

4. 5. 6. 7.

Berbicara Seadanya, dan cenderung lembut. Tidak suka bergaul dengan banyak orang Bertindak kehati-hatian dalam segala hal pekerjaan yang sedang dia kerjakan. Pakaian yang digunakan biasanya agak berbeda dari yang lain, sehingga cenderung menarik perhatian banyak orang.

Memang dari beberapa ciri yang disebutkan oleh teman-teman yang sudah pernah dekat dengan kaum homo ini, belumlah lengkap semuanya karena dari banyak kaum homo yang sudah dia temui masing-masing dari mereka juga cenderung masih mempunyai ciri khas tersendiri, sehingga sulit untuk dispesifikasi secara umum.

Ciri-ciri Remaja Bergejala Homo

sumber : http://www.acehforum.or.id/ciri-ciri-remajat18186.html?s=0fc54ef4d6753abecf452b43c4002ebd&t=18186

Homoseksual .Kelainan seksual ini telah melanda lapisan masyarakat. Bahkan teroganisir dengan kuat dan rapi. Jutaan masyarakat maju seperti di Amerika, Eropa sampai masyarakat miskin di berbagai kawasan kumuh terkena kelainan seksual ini.

Kelainan seksual ini bercirikan masing-masing jenis merasa cukup dengan jenisnya sendiri. Maksudnya laki-laki senang mengadakan hubungan dengan laki-laki. Perempuan puas dengan perempuan lain.

Ciri-ciri Remaja Bergejala Homo 1. Remaja ini lebih senang bergaul dengan anak-anak berjenis kelamin

sama dan berusia di bawahnya. 2. Biasanya anak ini takut berbicara dengan lawan jenisnya 3. Sebagian besar remaja pria senang memakai anting pada satu telinga atau dua. Memakai pakaian yang feminin, dan kurang menyukai kegiatankegiatan kelelaki-lakia 4. Remaja putri berpakaian seperti atau menyenangi kegiatan yang biasa dikerjakan laki-laki. Kenapa anak bisa menjadi homoseksual? Kelainan seksual yang sudah berumur tua ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya: 1. Anak-anak, khususnya remaja homo biasanya memiliki ayah yang dingin. Ayah secara fisik dan kejiwaan biasanya kaku dalam mengungkapkan perasaannya. Jarang terlibat dalam kehidupan anaknya. 2. Remajanya ini biasanya memiliki ibu yang terlalu besar pengaruhnya dalam keluarga. Dalam keseharian terlalu mengingat dan pengambilan segala keputusan. lbu sering tidur dengan anak laki-lakinya dan mengabaikan ayah. 3. lbu atau kakak parempuan biasanya tidak malu-malu mengganti pakaian/buka baju di depan anak atau adiknya. Mareka menganggap anak laki-laki seperti anak perempuan. 4. Baik ayah atau ibu jarang mendorong anak laki-lakinya untuk melakukan kegiatan kelaki-lakian atau sikap kelaki-lakian dalam diri anak. 5. Bagaimana perasaan ayah atau ibu terhadap jenis kelaminnya sendiri akan mempengaruhi identitas seksual anak. Misalnya jika ibu merasa bangga menjadi wanita, maka demikian anak perempuan kita. 6. Perlakuan dan sikap rnasing-ma*sing orang tua pada jenis kelamin anak. Misalnya ada ayah yang lebih sayang pada anak perempuannya dan keras pada anak laki-lakinya. Remaja akan menangkap kesan bahwa jenis

kelamin wanita lebih disukai di rumah ini dibanding laki-laki. Hal ini membuat anak akan berpikir ingin menjadi anak perempuan supaya disayang ayah.

Yang Sudah Terlanjur Meski tedambat, bagi orang tua yang mempunyai anak homo jangan putus asa. Lebih baik berbuat daripada tidak sama sekali. Berikut ini beberapa kiat :

1. Ayah harus lebih banyak ber*gaul dengan anak laki-laki. Pengalaman menunjukkan jika anak belum terlibat jauh kegiatan homo seksual, masih bisa disembuhkan. 2. Berikan dan lakukan kegiatan kelaki-lakian. Ini bukan berarti anak-anak tidak boleh bermain dengan kegiatan kewanitaan. 3. Batasi pengaruh ibu dalam kegiatan sehari-hari. Ingatkan pada ibu

bahwa dia tidak harus memonopoli pongambil keputusan dan kebijakan keluarga. 4. Bicaralah secara terbuka dan terarah dengan anak-anak. Kita harus mempersiapkan anak menghadapi masa depannya. Kita harus kompak dan mau mendengar anak. Jangan hentikan pembicaraan anak dengan titik tapi koma. Maksudnya, tutuplah pem*bicaraan dergan "Ingatlah nak, ayah dan ibu senang sekali jika kamu mau meneruskan pembicaraan kita. Ayah dan ibu akan memberikan jawaban yang sejujurnya. Pendeketan ini menunjukan orang tua peduli pada anaknya. 5. Gunakanlah pendekatan agama. Artinya, secara dini anak sudah di*tanamkan nilai-nilai dasar keaga*maan. Sehingga ketika tumbuh be*sar, nilai-nilai agama masih menjadi pegangannya.
Penutup
Secara signifikan keberadaan kaum homoseksual di dunia ini patut diperhitungkan. Di suatu survei di Amerika Serikat pada saat dilangsungkan pemilu 2004, diketahui bahwa 4% dari seluruh pemilih pria menyatakan bahwa dirinya adalah seorang gay. Di Kanada, berdasarkan statistik Kanada menyatakan bahwa diantara warga Kanada yang berumur 18 sampai 59 tahun, terdapat 1% homoseksual dan 0.7% biseksual. Sedangkan di Indonesia, data statistik menyatakan bahwa 8 sampai 10 juta populasi pria Indonesia pada suatu waktu pernah terlibat pengalaman homoseksual. Sebagaimana manusia lainnya, para homoseksual ini memiliki rasa yang sama dengan manusia normal lainnya. Rasa cemburu pun dimiliki oleh kaum ini, bahkan rasa cemburu yang berlebihan bisa timbul jika mengetahui kekasihnya berselingkuh dengan orang lain. Dan karena rasa cemburu yang dimilikinya terlalu besar, ada yang sampai tega membunuh pasangannya dan kejadian ini biasa dialami oleh seorang gay. Dan satu yang perlu diingat menjadi homoseksual adalah suatu PILIHAN bukanlah suatu TAKDIR. Kecenderungan besar manusia untuk kembali ke kehidupan normal adalah kekuatan terpenting untuk sembuh dan keluar dari jurang tersebut. Dan kaum homoseksual dari dulu sampai masa yang akan datang akan selalu ada, berkeliaran disekitar kita, terlihat jelas atau kasat mata, dan kita pun berpotensi menjadi bagian dari mereka, tinggal bagaimana kita menyikapinya dan memilih tetap menjadi normal atau menyerah pada potensi tersebut. (dari pelbagai sumbe

FAKTOR-FAKTOR

TERJEBAK

1. Keluarga Pengalaman /trauma di alam kanak-kanak Contohnya: Dikasari oleh ibu/bapa sehingga si anak beranggapan semua lelaki/perempuan bersikap kasar, bengis dan panas baran yang memungkinkan si anak berasa benci pada golongan itu. Predominan dalam pemilihan identiti iaitu melalui hubungan yang renggang dengan ibu bapa 2. Persekitaran Contohnya: Bersangkutan dengan pergaulan dan keadaan sekeliling. Keluarga yang terlalu mengongkong anaknya. Bapa yang kurang menunjukkan kasih sayang kepada anaknya.Hubungan yang terlalu rapat dengan ibu sementara renggang dengan bapa.Kurang menerima pendedahan yang betul tentang seks dari kecil. Mengikut pendapat ini, homoseksual bukanlah dibawa dari lahir tetapi terbina melalui pengalaman, seperti kompleks dalam keadaan hidup dan pengaruh keadaan semasa bayi, kanak-kanak, remaja dan awal dewasa. 3. Biologi Homoseksual adalah keadaan pernyataan perasaan yang semulajadi menyebabkan seseorang itu mempunyai nafsu terhadap kaum sejenis. Perasaan dan nafsu tersebut terhasil disebabkan oleh bahan kimia dan hormon yang dikeluarkan dalam badan (luar kawalan). Pendapat ini masih lagi dalam dibincangkan dan tidak dapat dibuktikan secara menyeluruh oleh pakar dalam bidang ini. Terdapat juga teori bahawa aturan kelahiran menentukan sama ada seseorang homoseksual atau tidak. Suatu kajian oleh Ray Blanchard memperolehi data bahawa semakin bongsu seseorang anak, semakin besar kemungkinan dia homoseksual. Alasan-alasan di belakang pemerhatian ini belum ditentukan. Ianya dipercayai bahawa dengan setiap kehamilan, badan ibu mempunyai lebih hormon androgen yang boleh mempengaruhi orientasi seksual seseorang anak. Alasan ini disokong oleh pemerhatian bahawa hanya anak-anak lelaki yang lebih bongsu, dan bukan anak-anak perempuan yang lebih bongsu, yang menunjukkan kemungkinan yang lebih besar untuk menjadi homoseksual. Alasan sosial bahawa adik-adik bongsu mungkin dipengaruhi oleh abang-abang mereka disangkal kerana apabila eksperimen ini dijalankan dengan anak-anak angkat, kemungkinan anak-anak angkat merupai homoseksual tidak menjadi semakin besar.

4. Dorongan individu Rentetan dari proses pembelajaran sewaktu kecil.Berkurangnya rasa kepercayaan terhadap ibu dan saudara perempuan (lesbian) dan sebaliknya (gay) Kurang percaya pada potensi seksual yang ada pada diri sendiri. Selain itu tarikan individu terhadap homoseksual, menjadi keinginan perasaan yang menyetujui untuk mendominasi hawa nafsu. Harga diri tidak boleh diperolehi dari hubungan lain. Ketakutan pada kaum bertentangan jenis menyebabkan tindak-balas erotik yang pasif. 5. Aktiviti seksual Sekiranya individu merasakan pengalaman homoseksual pertama menyeronokkan, individu akan meneruskan aktiviti homoseksual secara berterusan. Pendedahan berleluasa terhadap aktiviti homoseksual akan membuatkan individu semakin selesa dengan situasi sedemikian. PERINGKAT Terdapat HOMOSEKSUAL homoseksual:

beberapa

peringkat

1. TERAHSIA Juga dikenali sebagai CLOSET. Bermula sebagai Homoseksual Sulit.Individu homoseksual yang menjalani kehidupannya dengan berpura-pura seperti orang lain, tidak bahagia dan tertekan oleh polisi sosial yang diterima oleh masyarakat. Individu homoseksual ini cuba menyesuaikan diri (accommodate) dengan norma-norma masyarakat dalam masa yang sama melakukan kegiatan homoseksual secara rahsia. 2. PENDEDAHAN AWAL Pernyertaan dan eksperesi diri kepada masyarakat. Individu ini memberi respon terhadap masyarakat heteroseksual dengan menonjolkan kehidupan homoseksual. Menerima hakikat bahawa diri lebih berminat kepada kaum sejenis. 3. PERKONGSIAN 1. Tahap Perkongsian Pertama Kemampuan untuk berkongsi perasaan sebagai homoseksual pada keluarga dan rakan-rakan.Mewujudkan perhubungan yang lebih stabil dan berjangka sederhana atau panjang 2. Tahap Perkongsian Kedua

Menilai secara terperinci akan kebaikan dan keburukan perkongsian secara terbuka. Bersedia untuk menerima sebarang akibat. Apabila diterima, ini akan membina percaya diri dan memberi kesan positif dan sekira sebaliknya. Ia akan memberi kesan yang negatif. 4. KOMUNITI HOMOSEKSUAL Kelompok homoseksual akan berkumpul sesama sendiri dan membentuk sebuah masyarakat yang mahu menerima mereka seadanya. Di sini mereka diterima, diperlakukan seadilnya dan berkongsi bersama-sama pengalaman dan memahami antara satu sama lain.

PERSPEKTIF MASYARAKAT ATAU KESAN HOMOSEKSUAL Perspektif-perspektif di bawah harus diterima hanya sebagai pandangan majoriti, tetapi tidak semestinya sebagai pandangan yang betul. Keruntuhan Moral dan Tamadun Memusnahkan kekuatan moral masyarakat Penekanan diberikan pada golongan homoseksual yang melakukan hubungan seksual di luar tabii. Dipercayai aktiviti sedemikian mencacatkan sahsiah budaya dan kesatuan masyarakat Tidak perlu diberi hak-hak istimewa Golongan ini sering dikaitkan dengan sesuatu yang tidak normal, berkaitan

dengan tingkahlaku syaitan dan tidak layak menerima apa-apa hak dari masyarakat. Mereka sering dipinggirkan tanpa penjelasan yang kukuh Mencerminkan kemunduran masyarakat Apabila masyarakat menjadi terlalu terbuka, segala perbuatan yang di luar tabiI manusia akan timbul dan ini menjadi faktor penggalak pada keruntuhan sahsiah masyarakat. Masalah keruntuhan akhlaK akan berleluasa Pembunuh institusi kekeluargaan Masyarakat akan menjadi tidak sihat dan unsur-unsur negatif akan disalurkan dalam institusi kekeluargaan homoseksual. Ini mengurangkan populasi naturan dalam masyarakat. Penyakit Wabak Penyakit Sosial Mereka dipertanggungjawab terhadap gelaja kurang sihat dan kepelbagaian masalah kesihatan seperti AIDS dan STD. Walaupun jangkitan AIDS dan STD disebabkan oleh pelbagai faktor, tetapi golongan homoseksual sering dijadikan penyebab utama. Diskriminasi Sering dianaktirikan dalam pelbagai aspek.

Budaya: Kegiatan harian (walaupun sama seperti orang lain) tidak dapat diterima oleh masyarakat. Dianggap janggal setiap kali melakukan sesuatu tugas walau tidak berkaitan dengan identiti homoseksual atau hetroseksual Sosial : Dianggap sebagai orang asing dan tidak mendapat layanan seperti orang lain sering dilihat sebagai pelik dan tidak dapat diterima dalam kegiatan luar. Tidak ramai golongan homoseksual yang memegang jawatan tinggi di manamana jabatan, yang berani untuk menonjolkan diri pada masyarakat, yang mampu pertahankan kelebihan yang ada pada diri dan sebagainya. Disebabkan pandangan masyarakat, kebolehan dan kelebihan yang ada pada diri mereka tidak diiktiraf. LANGKAH MENGATASI / MENANGANI / MEMBENDUNG:

1. Peranan intitusi kekeluargaan. Hubungan kekeluargaan - Ibu bapa ubah paradigma/cara berfikir untuk mengeratkan hubungan kekeluargaan tidak terlalu mengongkong/terlalu memanjakan akan-anak kebebasan yang diberikan perlu ada batasan. Meluangkan masa dengan anak-anak mendengar masalah mereka menjadi sahabat mereka membawa keluarga bercuti melakukan aktiviti yang menarik bersama keluarga dapat mengeratkan lagi hubungan kekeluargaan. Ibu bapa perlu mengenali rakan anak-anak remaja mereka - jika perlu, sesekali meminta anak -anak supaya membawa rakan-rakan mereka ke rumah supaya dapat mengetahui latar belakang dan tingkah laku kawan kawannya memberikan nasihat jika ibu bapa mendapati kawan -kawan anak mereka mencurigakan dan dapatmembawa masalah pada kemudian hari. Pendidikan agama - Menerapkan didikan agama dan nilai -nilai murni dalam keluarga sejak anak-anak masih kecil - dapat membantu anak-anak terjebak ke kancah gejala sosial mempunyai benteng keimanan yang kukuh. Sentiasa prihatin dengan perubahan sikap anak-anak antaranya cara berpakaian/pertuturan/fizikal menasihati anak-anak dengan cara berhemah dan tidak memarahi secara melulu jika anak -anak telah berubah ke arah yang tidak sihat. Ini akan menyebabakan anak-anak akan memberontak dan akan mengakibatkan mereka lari daripada rumah dan sebagainya. Menjadi model kepada anak-anak menunjukkan teladan yang baik pada anak-anak supaya anak-anak akan berkelakuan seperti ibu bapanya pendidikan bermula dari rumah - bapa borek, anak rintik/ ke mana jatuhnya kuah, kalau tidak ke nasi/bagaimana acuan, begitulah kuihnya. Ibu bapa perlu sentiasa menambahkan ilmu /kemahiran mendidik anakanak/menjadi ibu bapa cemerlang. Contohnya ibu bapa perlulah mengikuti Seminar Keibubapaan. Dengan ilmu yang ada dapat menangani segala masalah anak -anak muda zaman sekarang dengan bijak. 2. Peranan masyarakat. Memberi sokongan padu terhadap semua program yang dianjurkan oleh

kerajaan- tidak memandang remeh segala kempen anjuran kerajaan. Masyarakat perlulah sama-sama turut serta untuk member sokongan kepada remaja-remaja yang terjebak dengan masalah sosial. Mereka tidak sepatutnya memberikan pelbagai alasan untuk lari dari tanggungjawab mereka untuk memberi sokongan kepada mereka yang bermasalah. Tiada alasan sibuk atau banyak kerja. Membantu membimbing remaja yang tersalah langkah tidak mengamalkan sikap mementingkan diri sendiri kerana beranggapan mereka bukan ahli keluarga sendiri bersikap seperti enau dalam belukar , melepaskan pucuk masing-masing mereka mungkin dapat mempengaruhi anak-anak kita jangan sudah terhantuk, baru terngadah / nasi sudah menjadi bubur. Menerima kembali remaja yang telah insaf dengan hati terbuka. bumi mana tidak ditimpa hujan . Tidak memandang hina atau memulaukan mereka. Memberikan peluang untuk mereka berubah. Selain itu berilah pekerjaan atau kepercayaan kepada mereka supaya mereka tidak kembali melakukan kegiatan lalu. Mengaktifkan atau menubuhkan Rukun Tetangga (RT) di kawasan tempat tinggal. RT merupakan satu program sukarela yang bertujuan untuk membantu dalam pembangunan masyarakat setempat di Malaysia. Selain itu peranan utama RT adalah untuk menganjurkan kumpulan-kumpulan rondaan yang bertugas pada waktu malam untuk mengurangkan kegiatan jenayah di sekitar kawasan kejiranan anggota kumpulan rondaan biasanya dianggotai oleh ahli-ahli masyarakat di kawasan kejiranan tersebut. Jika RT aktif menjalankan rondaan, gejala sosial dapat dikurangkan. 3. Peranan sekolah. Pihak sekolah mengenal pasti pelajar bermasalah disiplin ini adalah kerana untuk memantau kelakuan mereka di sekolah atau di luar sekolah. Jika ada remaja yang mempunyai masalah displin di sekolah, pohak sekolah perlulah memberikan khidmat kaunseling kepada pelajar tersebut. Pihak sekolah juga perlulah memberikan sokongan moral kepada pelajar yang bermasalah dengan cara mengadakan kem motivasi kepada mereka. Pihak sekolah juga haruslah sentiasa memaklumkan kes salah laku kepada ibu bapa mereka. Perbincangan antara pihak sekolah dan ibu bapa diadakan untuk komunikasi dua hala antara ibu bapa dan pihak sekolah. Ini dapat mengelakkan salah faham antara pihak sekolah dengan ibu bapa. Selain itu juga penyelesaian dapat ditentukan.

Pelajar yang bermasalah perlulah diberikan hukuman berbentuk kerja amal seperti memcuci tandas, gotong-royong dan sebagainya. Selain itu juga dapat mengurangkan hukuman berbentuk fizikal yang boleh mengelakkan pelajar terlalu tertekan dan memberontak selain itu juga dapat mengurangkan kadar keciciran kerana diberhentikan atau berhenti sekolah. Menggalakkan pelajar menyertai aktiviti kokurikulum di sekolah atau memenuhi masa dengan berfaedah contohnya menimba pengalaman untuk bekerjasama,memimpin dan bertoleransi. 4. Peranan media massa.

Media massa sebagai wahana menyampaikan informasi terkini berhati hati memilih bahan yang ingin ditayangkan atau diterbitkan. Remaja tidak perlulah terlalu bersikap terbuka dengan memilih bahan -bahan dari luar negara. Mengutamakan bahan yang bermutu tidak memilih bahan atau rancangan yang diimport dari Barat. Lebih sensitive dengan norma-norma masyarakat timur. Tidak mementingkan keuntungan semata-mata tidak mementingkan rancangan atau bahan yang berbentuk komersial sahaja. Mengehadkan rancangan yang bercorak hiburan. Pihak media masa perlu juga menyelitkan rancangan atau bahan yang berunsurkan pendidikan dan ilmiah 5. Peranan kerajaan. Melancarkan pelbagai kempen/program masyarakat, keluarga dan remaja. untuk pembangunan

Kempen Antibuli/Hari Tanpa Tembakau/Rumahku, Syurgaku/P rogram Rakan Muda/Program Latihan Khidmat Negara(PLKN) /Kempen Antidadah dapat mengurangkan masalah social dalam kalangan remaja. Melalui kempen ini, remaja mendapat penerangan yang jelas tentang sesuatu isu( dadah/buli/AIDS). Program Rakan Muda mendedahkan remaja dengan cara hidup yang sihat / remaja dilatihan untuk berdisiplin menerusi PLKN. Menguar-uarkan kempen hingga ke kawasan luar bandar untuk memberikan peluang kepada remaja di luar Bandar untuk mengetahui informasi-informasi terkini tentang sesuatu isu. Ramai dalam kalangan mereka yang akan berhijrah ke bandar dan akan menyebabkan kejutan budaya.