Anda di halaman 1dari 11

Puisi Ramadhan Ya Allah Kau datangkan lagi Ramadhan buatku Ketika aku masih saja tak mampu mensyukuri

RamadhanMU yang lalu Hari hari Mu masih saja kulalui Tanpa isi Tanpa makna Tanpa syukur Bahkan dengan sikap TakaburKadang kami masih saja lupa bahwa Engkaulah Penentu Kadang kami masih saja merasa kebenaran itu hanya punyaku Yang lain bukan makhlukMU, Yang lain bukan UmatMU Dalam Doaku Sering kusampaikan dengan memaksa Seolah akulah yang lebih tahu,dariMU, Sang Mahatahu Doaku bukan harapan , tapi itu keharusan Dan ketika ada satu yang tak KAU kabulkan Seolah hilang seluruh nikmat yang KAU limpahkan

Puisi Ramadhan

Ada sekuntum hari Dimana wanginya mengharumi bumi sepanjang waktu Karena saat itulah kemahamurahan sang Khaliq berlimpah Menyatu pada segala inti hidup Adalah Ramadhan Ia bertelaga bening Airnya mutiara maghfiroh Gericiknya dzikir dan tadarrus Tepianya doa lemah lembut, lirih dan berpasrah hati Siapa tak ingin jadi ikannya? Mari berenang dengan kesunyian nafsu Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia Ia rahasia Tak sekedar lapar dahaga Tapi sesungguhnya itulah hakekat cinta Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Alloh Karena dengan lapar dan haus Kita bisa lebih menyadari bahwa kita tak berpunya Bisa lebih memahami Bahwa kita tak lebih dari sebutir debu Di antara kemahaluasan-Nya Ia sepantasnya dirindukan Karena ia lebih Di cakrawala bertebar pengampunan, rakhmat Dan segala kebaikan Juga nuzulul quran dan lailatur qodar

Puisi Ramadhan

Jangan memuji kecantikan pelangi Tapi pujilah Allah Yang menciptakan Langit & Bumi Jangan percaya Denga kata-kata bijakku Tapi percayalah Firman Allah yang Maha Benar Jangan masukkan namaku di hatimu Tapi masukkan nama Allah Hingga hatimu tenang Jangan sedih jika cintamu di dustakan Tapi sedihlah jika engkau dustakan Allah Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair Tapi mintalah kepada Allah yg memiliki cinta yg kekal dan sejati Ya Allah yang Maha Rahman & Rahim Jangan jadikan hatiku batu yg mengeras Hingga lupa akan rahmatMu

Puisi Ramadhan : DOA DAN HARAPAN Lirihku semoga jadi doa Tangisanku semoga jadi sesal Nafasku semoga jadi tasbih Tatapanku semoga jadi rahmat Perkenankanlah Ya Rabb Harapanku semoga jadi kenyataan Resahku semoga jadi jawaban Deritaku semoga jadi kesabaran Pelitaku semoga jadi impian Kabulkanlah Ya Rabb Doa di dalam sujud dan ruku Tlah menghadirkan cahaya Melaksanakan kepingan sisa harapan Tuk meraih ampunanMu Ya Rabb Ely K. (November 2003) Ramadhan 1424H

Puisi Ramadhan : Malam Ramadhan Malam ini, kan ku rangkai jerit suara hati Kan ku ukir disetiap jiwaku ini Wahai malam yang sunyi, dapatkah kau memberi arti Pekatnya malam gulita yang kau beri Wahai sunyi aku rapuh, aku hampa tak berarti Bila tak ada kasih pelita yang menghampiri Hatiku resah hatiku galau tak bertepi Andai tak ada kasih yang abadi Ya Allah yang abadi Berilah kamu petunjuk walau jalan itu berduri Berilah kami kekuatan hati lapang hidup ini Agar setiap galau yang menghampiri Dapat kami suruh untuk pergi dan tak kembali Ya Allah yang maha suci Sucikanlah kami dan hati kami ini Agar aku tak sesat, tak tenggelam di samudra sunyi Abadilah kamu, abadilah cinta nurani

Puisi Ramadhan : Mujizat Di Atas Doa Segudang harapan manusia Tersimpan dalam kata kata Terpanjatkan bersama untaian suara Yang berisi harapan tuk kehidupan Untukmu para siswa Indonesia, Untaian harapanmu tersimpan dalam doa. Terus dan teruslah berdoa Mendekatlah kepada sang pencipta Kuasa ada bersamaNya Tak perlu kau resah Apabila harapan tidak terwujudkan Janganlah berputus asa dan tetap berdoa Karena doa adalah mujizatNya

Puisi Ramadhan : Tuhanku Aku Mengadu Aku kecil di kala dulu berada Tak satupun tahu hasrat yang kusimpan Di saat waktu terus berputar Di kala usia bertambah angka Tuhan bolehkah aku bicara padamu ? Sekarang aku sudah besar Detik demi detik kulewati bersamaMu Senang dan sedih kulalui dengan mengenalMu Tuhan aku punya hasrat HambaMu punya timbunan cita cita Wujudkanlah di kala aku besar nanti Tuhan, ku percaya engkaulah pengatur jagad raya penentu segala takdir ini

Puisi Ramadhan : DI PENGHUJUNG RAMADHAN Kala kerinduan belumlah usai Kala penghayatan dalam doa belumlah sempurna Menapaki lajunya perjalanan yang tiada henti Menyusuri lorong yang penuh liku menghadang Kuingin Kau basuh dalam renunganku Saat Kau pancarkan cahaya dalam bulan nan mulia Mengharapkan ampunan dalam sujudku yang panjang Masihkah kan kupalingkan wajah ini? Ingin kuhapus semua noda dan dosa Ingin kuhempas semua kobaran emosi dalam dada Meluruhkan jiwa yang sarat dengan hasrat Tenggelam dalam tangisan penuh sesal Sanggupkah kan kutapaki hariku? Menyongsong esok yang tlah siap menanti Semoga di penghujungmu ya Ramadhan Ampunan Illahi kan terpancar lewat pribadi nan luhur Ely K. (November 2003) Ramadhan 1424H

Puisi Ramadhan : DOA RAMADHAN Ya Allah.. Dalam dekapan Ramadhan suci ini Berikan hambamu ini kesadaran Betapa bulan ini adalah gudang Yang menyimpan stok rahmat Dalam sepuluh ruang tamunya Berikan pada hamba Makna luas ruang maghfirahMu Yang tersembunyi dalam sepuluh ruang keluarga Tancapkan keyakinan pada diri hamba tentang janjiMu Yang terlukis dalam sepuluh ruang tidur bulanMu Menggambar kebebasa dari api abadiMu Ya Allah Hamba ingin menjadi penebar ayat-ayatmu Merangkul tiang rumahMu MerayuMu tiap malam MengingatMu dalam dua puluh gerak istirahatku MenjengukMu dalam detik-detik sahurku Menemani mata hati mengelilingi hari-hariMu Ya Allah Hamba bersimpuh dalam belai kuasamu Mengakui kelemahan dan kesalahn Nafsi Membeberkan aib sendiri Membuka rajasia pribadi KepadaMu ! Menggorek dosa-dosa satu persatu Berharap siraman deras ampunanMu Ya Allah.. Bersama laju bulah penuh rahmah ini Hamba lomtarkan ide-ide hamba Menjelaskan Planning Mendiskusikan visi masa depan Mengadukan keinginan Menumpuk harapan-harapan Dan meletakanya diatas tanganMu Ya Allah Sedikit sekali yang kminta Dalam luas kuasamu yang terbuka Ramadhan,kairo 2001

Puisi : Ramadhan yang Indah Mungkin kita tidak tau Kapan kita mati dan hidup Mungkinkah kita bisa Berpuasa di saat bulan Ramadhan ini Janganlah engkau tidak Berpuasa hanya karena Tidak kuat menahan hawa Nafsu yang terus berdatangan Kita sebagai manusia Adalah makhluk Allah Swt Yang sempurna, yang punya Akal pikiran yang jernih Saat kita melakukan dosa Dan kesalahan yang sudah Kita perbuat setiap kita Melangkah dan berjalan Hanya dengan berpuasa Dan sholatlah Dosa kita bisa hilang dikit Demi sedikit walupun dosa kita Yang kita perbuat banyak Marilah kita berpuasa di bulan Ramadhan yang indah ini Dan bertobatlah sebelum nyawa kita Diambil oleh Allah SWT

Puisi Ramadhan : Bila Ramadhan Memanggilmu Bila Ramadhan memanggilmu Mengetuk pintu hidupmu Sambut ia sepenuh rindu Dekap ia sepenuh cinta Dan biarkan jemari indahnya Merengkuhmu dalam istana ampunan-Nya Bila Ramadhan memanggilmu Sambutlah ia seumpama tamu istimewa Kenanglah kelopak hari-hari Yang telah luruh berguguran Kenanglah seumpama pertanda Bagi engkau sang penerus perjalanan Bersiap menjemput giliran Bila tak lagi kau jumpai ia Ramadhan di tahun depan Bila Ramadhan memanggilmu Bersihkan hati dari segala dengki Sucikan jiwa dari segala prasangka Bersihkan raga dari segala dosa Bila Ramdhan memanggilmu Berlarilah menjemput panggilan-Nya