Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Pembangunan di bidang kesehatan berdasarkan Tujuan pembangunan kesehatan Indones ia Sehat 2015 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat b agi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduk nya yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat serta memiliki k emampuan untuk menjangkau pelayanan dan fasilitas kesehatan yang bermutu secara adil dan merata diseluruh wilayah Republik Indonesia dan dapat mewujudkan bangsa yang mandiri maju dan sejahtera (Depkes RI, 2010). Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat ke sehatan perempuan. Angka kematian ibu juga merupakan salah satu target yang tela h ditentukan dalam tujuan pembangunan MDG (Millennium Development Goals) yang ke lima yaitu menurunkan Angka Kematian Ibu sebesar tiga-per-empatnya antara 1990 dan 2015 dan mencapai serta menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua p ada tahun 2015. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil menjadi faktor penent u angka kematian, meskipun masih banyak faktor yang harus diperhatikan untuk men angani masalah ini. Salah satu persoalan yang lazim muncul yaitu , keracunan ke hamilan yang disertai kejang-kejang, aborsi dan infeksi. Faktor lain yang juga s angat berpengaruh adalah latar belakang pendidikan, sosial ekonomi keluarga sert a lingkungan masyarakat dan politik. Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia dengan persentase tertinggi yaitu 28 % disusul oleh eklamsi, abortus dan yang paling terakhir ada lah infeksi. Perdarahan ini dapat terjadi baik pada masa antepartum, intrapartum maupun postpartum. Berdasarkan penelitian diperoleh informasi bahwa angka kematian ibu di indonesia 50 % terjadi dalam 24 jam pertama setelah melahirkan (perdarahan postpartum). P erdarahan post partum adalah perdarahan pervaginam 500 cc atau lebih setelah kal a III selesai (setelah plasenta lahir) (Wiknjosastro, 2002). Data yang diperoleh dari Rekam Medik RSU dr. Slamet Garut, persentase kasus pers alinan dengan pendarahan post partum dari bulan Januari-Juni 2012 adalah dengan persentase sebagai berikut: Tabel 1.1 Perbandingan Persentase Kasus Perdarahan Post Partum dengan Kasus Lainnya Dari B ulan Januari-Juni 2012 di RSU dr. Slamet Garut. No Kasus Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jumlah Persenta se % 1 Sectio Caesarea 4 2 4 8 68 86 39,2 % 2 Pendarahan Post Partum 22 10 4 8 4 15 63 28,7 % 3 HEG 1 6 3 12 3 25 11,4 % 4 PAP 2 13 2 1 2 20 9,1 % 5 KET 3 1 2 1 5 3 15 6,8 % 5 Post Partum PEB 2 1 3 3 9 4,1 % 6 Eklamsi 1 1 0,4 % Jumlah 219 100 % Sumber: Buku Register Rekam Medik RSU dr. Slamet Garut 2012 Salah satu penyebab utama perdarahan post partum adalah sisa plasenta (Silvinna, 2008). Penanganan pendarahan post partum yang disebabkan oleh sisa plasenta ad alah dengan dilakukannya kuretase. Pada prinsipnya tindakan kuretase adalah sera ngkaian proses dengan memanipulasi jaringan dan instrumen untuk melepaskan jarin gan pada dinding kavum uteri, dengan jalan mengerok jaringan tersebut secara sis tematis. Kuretase pasca persalinan menjadi khusus karena dilakukan setelah plase nta lahir yang sebagian dari jaringan plasenta masih melekat pada dinding kavum uteri. Komplikasi yang dapat muncul pada saat post kuretase adalah pendarahan terjadi j

ika saat kuretase jaringan tidak bersih jika menyisakan kerukan akan mengganggu kesehatan rahim, gangguan haid, terjadinya infeksi dan terjadinya kanker, sehing ga diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan perawatan pada pasien pre dan post kuretase. (Bulbin, 2007). Berdasarkan pertimbangan di atas, penyusun tertarik untuk mengambil kasus denga n judul: Asuhan Keperawatan Pada Ny. A dengan Pre dan Post Kuretase Atas Indikasi Pendarahan Post Partum dengan Sisa Plasenta di Ruang Kalimaya RSU dr. Slamet Ga rut .

B. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum a. Memperoleh pengalaman yang nyata dalam menerapkan dan memberikan pelayan an kesehatan. b. Mampu melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung dan komprehensif m eliputi aspek bio, psikologis pada klien pendarahan post partum dengan pendekata n proses keperawatan. 2. Tujuan Khusus a. Dapat melakukan pengkajian yang meliputi aspek bio, psiko, sosial dan sp iritual. b. Mampu menganalisa data dan mengelompokannya untuk di cari suatu permasal ahan. c. Membuat diagnosa keperawatan sesuai dengan prioritas. d. Mampu melakukan rencana keperawatan pada klien sesuai dengan prioritas m asalah dan tujuan yang ingin di capai. e. Mampu mengimplementasikan apa yang telah di rencanakan untuk mencapai tu juan ynag akan di capai. f. Mempu mengevaluasi dari pelaksanaan yang telah di lakukan terhadap tujua n yang di harapkan. g. Mampu mendokumentasikan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan.

C. Metode dan Teknik Pengumpulan Data Dalam penyusunan Karya Tulis ini, penyusun menggunakan metode pendekatan Study Kasu s yang berfokus pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang (aktual) kemudia n data tersebut di kumpulkan disusun serta di analisa. Sedangkan teknik pengumpu lan data yang digunakan adalah meliputi: 1. Observasi Yaitu suatu kegiatan melalui proses pengamatan baik secara fisik, prilaku, sikap dan gerak gerik yang berkaitan dengan pemecahan diagnosa keperawatan. 2. Wawancara Yaitu dilakukan tanya jawab langsung baik terhadapa klien maupun keluarga yang b erkaitan maupun tenaga medis dan para medis yang menjadi nara sumber. 3. Pemeriksaan Fisik Cara pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan teknik inspeksi, palpasi , auskultasi dan perkusi. 4. Study Dokumenter Pengumpulan data yang dilakukan dengan melihat arsip dan berkas-berkas yang berh ubungan dengan permasalahan pendarahan post partum. 5. Study Kepustakaan Pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari data dari literatur dan refernsi yang ada. 6. Partisipasi Aktif Klien Sebagai sistem ikut serta dalam merencanakan dan melaksanakan asuhan keperawatan .

D. Sistematika Penulisan Dalam penulisan ini, penulis membagi ke dalam empat bab yang terdiri dari: Bab I: PENDAHULUAN, bab ini membahas tentang Latar Belakang, Tujuan Penulisan, M etode dan Teknik pengumpulan Data serta Sistematika Penulisan. Bab II : TINJAUAN TEORITIS, bab ini membahas Konsep Dasar yang terdiri dari, Pen gertian Perdarahan Post Partum, Etiologi, Patofisiologi, Tanda dan Gejala, Gamb aran Klinik, Cara-cara Penanganan Perdarahan Post Partum. Pengertian Sisa Plasen ta dan Dampak/Komplikasi terhadap Kebutuhan Dasar Manusia. Pengertian Kuretase, Persiapan Sebelum Kuretase, Dampak Kuretase. Pengertian Nifas dan Fisiologis Nif as. Bab III: TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN, terdiri dari:TINJAUAN KASUS, Bab ini mem bahas tentang asuhan keperawatan pada klien dengan perdarahan post partum yang m eliputi: Pengkajian, Analisa Data, Diagnosa Keperawatan berdasarkan Prioritas Ma salaha, Intervensi Masalah Keperawatan, Implementasi dan Evaluasi serta Catatan Perkembangan. PEMBAHASAN, yang berisikan ulasan naratif dari setiap tahapan pros es keperawtan ynag dilakukan. Bab IV: KESIMPULAN DAN REKOMENDASI, yang berisikan kesimpulan pelaksanaan asuhan keperawatan dan saran-saran.