Anda di halaman 1dari 7

http://peluangusaha.kontan.co.

id/news/sudah-mungil-dan-mulus-si-pepaya-hebat-pula-memikat-fulus1/2010/11/30

BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA

Sudah mungil dan mulus, si pepaya hebat pula memikat fulus


Oleh Sopia Siregar, Raymond Reynaldi - Selasa, 30 November 2010

Tren buah pepaya saat ini mengarah ke buah berukuran mini. Salah satunya pepaya california. Tapi jangan salah, meski mungil, harga jualnya jumbo. Maklum, pasokan masih terbatas. Potensi laba budidaya pepaya jenis ini masih terbuka lebar. Asal-usul pepaya california memang dari Amerika Tengah dan Karibia. Tapi, menurut Amir Hamzah, pemilik UD Agro Prima, pepaya jenis ini yang dibudidayakan di dalam negeri adalah hasil pemuliaan dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika- Institut Pertanian Bogor (PKBT-IPB) dengan nama IPB-9. Keunggulan utama pepaya jenis ini adalah ukurannya yang hanya separuh pepaya biasa. Satu buah bisa habis sekali konsumsi. Asal tahu saja, meski bergizi tinggi, kualitas pepaya berkurang setelah dikupas. Jadi, sebaiknya, kita menyantap habis pepaya setelah dikupas. Pepaya california menjadi salah satu buah primadona di pasar. Di supermarket besar, harga jual pepaya ini bisa mencapai Rp 8.000 per kilogram (kg). Bandingkan dengan pepaya bangkok yang hanya sekitar Rp 4.000 per kg. Bagi petani, harga jual pepaya ini lumayan menggiurkan. Salah seorang petani, Amir, menjual pepaya california grade A seharga Rp 3.000 per kg. Adapun grade B dia jual Rp 1.000 per kg. Harga jual produk pepaya california Agro Kates Mandiri lebih tinggi. Maklum, pepaya dari kebun mereka sudah memenuhi standar merek terkenal, seperti Sunpride. Harga grade A Rp 4.300 per kg dan grade B Rp 2.200 per kg, papar Wisnu Gunawan, si pemilik. Standar grade A adalah buah berukuran lonjong dengan kulit mulus dan berat antara 800 gram sampai 1,7 kg. Pepaya california dengan kriteria di luar itu masuk grade B. Usia menanti panen yang pendek, hanya 7 bulan - 9 bulan, menjadikan komoditi buah ini patut Anda pertimbangkan kalau ingin menggeluti agribisnis. Buah bisa dipanen setiap pekan, dengan usia produktif selama 28-30 bulan. Setiap pohon bisa menghasilkan buah sekitar 50 kg - 80 kg selama usia produktif. Satu hektare (ha) lahan bisa ditanami 1.500-1.700 pohon. Hitung-hitungan Amir, tanpa serangan hama dan penyakit parah, petani bisa balik modal di tahun pertama. Pasarnya juga besar karena pemainnya masih sedikit. Tak heran, Wisnu yang sudah berkecimpung delapan tahun menanam pepaya ini berani memperluas lahan kebunnya dari 3.000 meter persegi (m) menjadi 4 ha saat ini.

Potensi itu pula yang mendorong Bumi Ganesa melirik budidaya pepaya california sejak Oktober 2009. Hanya, jelas Bustanul, pengelola kebun, pepaya california mereka punya keunggulan lain karena ditanam secara organik. Anda tertarik? Sebelum mulai mengayunkan cangkul, silakan simak beberapa informasi di bawah ini. Budidaya Budidaya pepaya california tak jauh berbeda dengan pepaya lain. Asal tanah subur, tanaman ini bisa tumbuh baik. Idealnya pepaya ini ditanam di ketinggian 200 meter - 500 meter di atas permukaan laut. Menurut Wisnu, ciri tanah yang subur adalah tekstur yang berpasir dan kadar PH 5-6. Agro Kates memiliki lahan di Jasinga, Bogor dan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Adapun Amir membuka lahan di Banyuwangi dan Bali. Bumi Ganesa memanen pepaya di Bandung. Pemupukan yang baik dan perawatan dari penyakit penting untuk menghasilkan buah yang berkualitas, imbuh Amir. Pemilihan benih dan bibit pun berperan penting. Karena itu, silakan beli benih dan bibit dari produsen yang terpercaya. Untuk menjamin kualitas, Agro Kates dan Agro Prima memakai benih dan bibit sendiri. Mereka juga menjual bibit pepaya ini. Agro Kates menjual 10 gram benih berisi 450 butir seharga Rp 130.000. Sedang bibit mereka jual Rp 1.500 per polibag berisi dua bibit setinggi 15 centimeter. Sementara Agro Prima menjual benih dengan harga Rp 60.000 per kantong berisi 250 butir. Modal Usaha Lahan seluas 1 ha cukup untuk memulai usaha budidaya pepaya california. Amir memberi alternatif sewa atau bagi hasil kalau Anda tidak mampu membeli. Untuk bagi hasil, biasanya 20% dari pendapatan menjadi bagian pemilik lahan. Kalau sewa, usahakan jangan lebih dari Rp 5 juta per ha per tahun. Sewa minimal tiga tahun, Amir memaparkan. Pembukaan lahan juga membutuhkan biaya besar karena harus menggunakan traktor. Makanya, dia menyarankan cari lahan yang siap tanam atau biaya pembukaan lahan tidak lebih dari Rp 2 juta per ha. Biaya perawatan seperti obat-obatan dan pestisida relatif kecil karena saat ini kebanyakan orang cenderung menghindari bahan kimia. Perawatan terbesar adalah pupuk kandang. Setiap lubang minimal harus diberi pupuk kandang 20 kg per 3 bulan. Perlengkapan umum yang harus mereka miliki antara lain cangkul, sabit, koret, alat penyemprot, dan pompa air. Tenaga kerja untuk mengolah lahan umumnya borongan. Hanya butuh 1 orang 2 orang pekerja tetap untuk menjaga keamanan dan perawatan tanaman ini.

Amir menghitung, pendapatan yang diperoleh mulai bulan ke 8 - 12 bisa mencapai Rp 100 juta. Dikurangi biaya prapanen sebesar Rp 51 juta per ha dan biaya pascapanen 15% atau Rp 15 juta per ha, keuntungan bersih mencapai Rp 34 juta. Agro Kates sendiri merinci total omzet dari 4 ha lahannya plus lahan petani binaan mencapai Rp 97,6 juta per bulan. Sebesar Rp 67 juta dari penjualan 16 ton pepaya grade A, Rp 26,4 juta untuk 12 ton pepaya grade B, dan Rp 4 juta untuk penjualan bibit dan benih. Omzet belum dikurangi biaya perawatan Rp 20 juta, transportasi Rp 7,48 juta, gaji delapan orang karyawan Rp 7,6 juta, listrik, air, dan telepon Rp 300.000. Total Rp 35,38 juta. Meski tidak merinci total modal mulai dari membuka lahan, Wisnu mengaku sudah meraup keuntungan bersih di tahun pertama. Sementara Bustanul menjelaskan, modal awal yang dikucurkan Bumi Ganesa untuk 4,5 ha lahannya lebih dari Rp 100 juta. Modal dipakai untuk menyuburkan lahan, proses pembenihan dan pembibitan, pembangunan asrama enam pegawai, biaya operasional selama delapan bulan, dan biaya riset. Sayang, Bustanul enggan menyebut omzetnya selama ini. Risiko Meski menguntungkan, budidaya pepaya california bukan tanpa kendala. Pepaya rentan hama dan penyakit. Tapi, menurut Amir, itu bisa diantiasipasi. Yang agak sulit adalah menyiasati musim, seperti musim hujan berkepanjangan. Permintaan pepaya di musim hujan turun 20% dari biasanya. Amir menambahkan, risiko paling krusial adalah pencurian. Makanya, dia menegaskan, sisi keamanan harus diperhatikan. Merangkul masyarakat sekitar bisa jadi pilihan. Sebaiknya Anda mencari lahan yang aman, jauh dari lalu-lalang. Anda siap mencoba? Silakan saja. Semoga Anda cepat mengalami balik modal.

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/pepaya-calina-manisnya-cita-rasa-calina-semanis-senyumpembudidayanya-1-1/2011/10/14

BUDIDAYA PEPAYA CALINA

Pepaya calina: Manisnya cita rasa calina semanis senyum pembudidayanya (1)
Oleh Ragil Nugroho - Jumat, 14 Oktober 2011

Selain mengandung banyak vitamin, pepaya calina juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan bagi penanamnya. Karena bobotnya yang super dan rasa yang manis segar, pepaya calina ini juga bisa mendatangkan omzet puluhan juta rupiah per bulan. Siapa yang tak kenal dengan buah pepaya? Buah bercita rasa manis itu terbilang mudah tumbuh di alam Indonesia. Karena itulah buah pepaya gampang ditemui di pasar. Selain manis, buah pepaya juga mengandung serat tinggi dan vitamin yang berguna untuk tubuh. Karena itu, pepaya populer sebagai cara jitu menghilangkan sembelit. Salah satu jenis pepaya yang banyak dibudidayakan belakangan ini adalah pepaya calina atau pepaya california. Ada yang bilang pepaya calina berasal dari California, Amerika Serikat. Namun ada juga yang bilang pepaya calina merupakan hasil pengembangan bibit pepaya lokal oleh ilmuwan Institut Pertanian Bogor (IPB). "Pemberian embel-embel calina bertujuan untuk menimbulkan kesan impor saja," kata Denny Rahmadi, salah satu pengusaha pembibitan pepaya calina di Depok, Jawa Barat. Salah satu keunggulan pepaya calina adalah ukuran buah yang lebih jumbo. Bobot buah pepaya calina bisa mencapai 2,1 kilogram (kg). "Sementara berat buah buah pepaya lokal hanya berbobot 1,5 kg," jelas Denny. Denny terjun ke bisnis pepaya calina sejak dua tahun lalu, karena terpengaruh potensi buah pepaya celina yang begitu besar. "Setiap tahun permintaan bibit pepaya calina naik 25%," terang Denny. Sekedar gambaran, tahun lalu Denny menjual 4.000 bibit pepaya calina per bulan. Tahun ini, ia menjual bibit calina sebanyak 5.000 bibit per bulan. Bibit yang ia jual itu biasanya memiliki usia tanam satu bulan dengan tinggi pohon 10 centimeter (cm). Pembeli bibit kebanyakan dari sekitar Depok saja. "Setiap batang bibit itu saya jual Rp 2.000," ujar Denny.

Dari hasil penjualan bibit pepaya calina itu, Denny bisa mendulang omzet Rp 10 juta per bulan. Namun Denny tidak hanya mengandalkan bibit saja, ia setiap bulan rutin memetik buah pepaya calina dari kebun buah miliknya. "Dalam sebulan saya panen sampai 8 ton," terang Denny. Denny menjual pepaya calina mulai harga Rp 3,5 juta per ton hingga Rp 4 juta per ton. Dalam sebulan, Denny mendapatkan omzet Rp 28 juta dari penjualan buah pepaya calina itu. "Konsumen terbesar ada di Jakarta, Balikpapan, dan Palembang," kata pemilik CV Pesona Raya Persada itu. Pemain lain bisnis pepaya calina adalah Andi Sutrisno, pemilik CV Annazahra di Solo, Jawa Tengah, yang buka usaha pembibitan sejak 2010. Sama dengan Denny, Andi juga melirik potensi besar bisnis pepaya calina. "Kebutuhan pepaya nasional baru tercukupi 80%," terang Andi. Setiap bulan Andi bisa menjual 3.000 bibit dengan harga Rp 2.500 per bibit dengan omzet Rp 7,5 juta. Sedangkan untuk buah pepaya calina, Andi menjualnya mulai dari Rp 4 juta - Rp 5 juta per ton. "Sebulan saya menjual buah sebanyak 4 ton," kata pria berusia 40 tahun itu. Dari penjualan buah pepaya calina itu, Andi saban bulan bisa bawa pulang omzet Rp 16 - Rp 20 juta. Pasar buah pepaya calina milik Andi ada di hampir seluruh pulau Jawa. "Sejak awal tahun saya memasok ke Hypermart, Giant dan ritel modern lain di Jawa Tengah," kata Andi. (Bersambung)

BUDIDAYA PEPAYA CALINA

Pepaya calina: Banyak dan besar buahnya, mudah pula perawatannya (2)
Oleh Ragil Nugroho - Senin, 17 Oktober 2011

Selain berbuah besar, budidaya pepaya calina relatif mudah. Seperti pepaya umumnya, pembudidaya catalina harus memperhatikan pasokan air yang cukup. Berbuah sepanjang tahun, satu pohon pepaya calina bisa menghasilkan hingga 40 buah dalam satu panen. Banyak alasan yang membuat orang berhasrat membudidayakan pepaya calina. Salah satunya adalah ukuran buahnya yang relatif besar. Apalagi, proses budidaya pepaya ini juga terbilang mudah, yakni sama dengan pepaya kebanyakan. Denny Rahmadi, salah seorang pembudidaya pepaya calina di Depok, Jawa Barat, mengatakan bahwa pepaya calina sudah bisa berbuah saat usia baru delapan bulan. "Namun, panen maksimal mulai saat usia 1,5 tahun," tandas Denny, pemilik CV Pesona Raya Persada itu. Waktu yang singkat untuk memanen itu pula yang membuat Denny jatuh cinta dengan pepaya calina.

Apalagi, pepaya calina berbuah sepanjang hari tanpa kenal musim. Apalagi, pepaya calina ini bisa tumbuh di mana saja. Namun, buah pepaya ini paling cocok ditanam di dataran tinggi dengan iklim sejuk. Bila ditanam di dataran rendah, pepaya ini tetap bisa berbuah namun hasilnya tak maksimal. Bila tertarik ikut menanam, pertama, yang mesti dilakukan adalah memberikan bibit pepaya calina dengan pupuk dari kambing. Sekarung pupuk untuk satu pohon. Kedua, saat usia dua minggu, pohon pepaya calina harus disemprot dengan zat penguat daun. Memasuki usia dua bulan dilanjutkan dengan penyemprotan zat perangsang buah. Zat ini penting untuk mempercepat proses pembungaan. "Biaya perawatan pepaya calina itu butuh investasi Rp 30.000 per pohon," terang Denny. Saat usia dua bulan, proses selanjutnya adalah penggemburan tanah di sekitar pohon. Setelah itu, Anda bisa memasang bedengan atau wadah penyangga pohon pepaya agar tidak miring dan tidak mudah patah. Untuk pemberian pupuk lanjutan dilakukan saat pohon pepaya calina berusia usia tiga bulan. Pupuk yang dibutuhkan itu adalah jenis KCL, SP 36, ZA dan NPK. Pemupukan penting dijaga, karena bisa berpengaruh pada produktivitas buah. Andi Sutrisno, pembudidaya pepaya calina di Solo, Jawa Tengah menyarankan pembudidaya untuk menjaga pasokan air. Penyiraman cukup satu kali dalam sehari. "Penyiraman juga tidak boleh banyak, karena bisa mengurangi rasa manis buah," kata dia. Pohon pepaya calina biasanya akan berbunga pada usia tiga atau empat bulan. Saat itu, pembudidaya mesti melakukan seleksi pohon yang produktif. "Pastikan tanaman pepaya yang ditanam itu sempurna," terang Denny. Saat pepaya berbunga, pembudidaya baru akan mengetahui apakah pohon yang ditanam itu pepaya betina yang produktif atau malah jenis hemaprodit (tidak produktif). "Pohon hemaprodit harus dipisahkan dan ganti dengan pohon betina," terang Denny. Salah satu ciri bunga hemaprodit bisa dilihat dari ciri-ciri bunga, yakni memiliki bunga berbentuk tombak, menggembung besar di tengah lalu meruncing ke bagian ujung bunga. Saat usia delapan bulan, pembudidaya sudah bisa menikmati hasil panen. Setiap pohon, jamaknya bisa berbuah mulai dari 25 buah hingga 40 buah, tergantung seberapa bagus proses pemupukan. Adapun musuh pepaya calina ini adalah hama kutu putih, yang bisa mengganggu pertumbuhan buah. "Cara penanganannya cukup disemprot dengan pestisida," terang Andi.

(Selesai)