Anda di halaman 1dari 2

1

Kaki kursi bagian belakang

Penguat kaki kursi

A-1

Merakit kursi bagian belakang dengan penguat kaki kursi

Kaki kursi bagian depan

A-2

Merakit A-1 dengan kaki kursi bagian depan

Alas dudukan

A-3

Merakit A-2 dengan alas dudukan

Sandaran 1

A-4 6 Sandaran 2

MerakitA-3 dengan sandaran 1 dan sandaran 2

A-5

Inspeksi

Lem kayu 7 A-6 Mengelem

Dempul 8 A-7 9 Thinner

Mendempul

Amplas 10 A_8 Mengamplas

Pelitur 11 A-9

Mengilapkan kayu dengan pelitur

A-10

Mengeringkan pelitur

Selesai

SKALA

SATUAN : TANGGAL : T.INDUSTRI-FTUI

DIGAMBAR : FERINDA P.L NPM : 1006702973 DIPERIKSA :

PERINGATAN

PETA PERAKITAN KURSI

A4

Ferinda Partiningrum L. / 1006702973 Analisis Perakitan Kursi Kayu


Untuk membuat kursi seperti yang tertera pada foto, dibutuhkan kayu, thinner, perekat, peitur, dempul, dan amplas. Kayu tersebut dipotong dan dibentuk dengan ukuran serta model tertentu menjadi bagian kaki kursi depan, kaki kursi belakang, penguat kaki kursi, dudukan, dan dua sandaran. Pertama-tama, bagian yang dirakit adalah kaki kursi. Kaki kursi bagian belakang digabungkan dengan penguat kaki kursi. Tahap berikutnya adalah menggabungkan gabungan kaki kursi bagian belakang yang telah ditambah penguat dengan kaki kursi bagian depan. Setelah itu, bagian bawah kursi yang telah selesai dirakit digabungkan dengan dudukan, baru dipasangkan pada sandaran. Kursi telah selesai dirakit. Seluruh bagian kursi diinspeksi. Tahapan berikutnya adalah merekatkan. Untuk merakit kursi tersebut, yang digunakan adalah perekat bukan menggunakan paku. Setelah itu, seluruh bagian kursi didempul agar rapi dan permukaannya menjadi rata. Dempul biasanya digunakan bersama thinner. Setelah proses pendempulan selesai, kursi kemudian diamplas agar permukaannya menjadi halus serta tidak melukai penggunanya. Tahapan yang terakhir adalah melapisi seluruh permukaan kursi dengan pelitur agar tampak menarik dan juga mengilat. Setelah itu tinggal menunggu lapisan pelitur kering, dan proses pembuatan kursi pun selesai. Proses perakitan kursi kayu ini sangatlah sederhana dan memiliki biaya produksi yang rendah sehingga mampu dilakukan oleh industri rumahan. Kayu yang digunakan pun sangat ringan (bukan jati) sehingga kursi yang dihasilkan sangat cocok untuk digunakan untuk keperluan sehari-hari yang bersifat santai dan kasual. Proses perakitan ini pun hanya memerlukan alat-alat basic proses produksi kayu seperti gergaji untuk memotong, mistar untuk mengukur ukuran yang sesuai, dan alat-alat lain yang telah disebutkan pada peta perakitan.