Anda di halaman 1dari 10

BIOKONSERVASI

Kawasan Konservasi

Oleh : Nama : Nur ibnu handayani NIM : 091414005 Kelas : B

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2011

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Kawasan konservasi dalam arti yang luas, yaitu kawasan dimana konservasi sumber daya alam hayati dilakukan. Di dalam peraturan perundang-undangan Indonesia yang ada, tidak memuat definisi mengenai kawasan konservasi secara jelas. Adapun pengertian kawasan konservasi yang ditemukan dan digunakan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam(PHKA), Departemen Kehutanan adalah kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan suaka alam, kawasan pelestarian alam, taman buru dan hutan lindung. Sementara itu istilah-istilah yang lebih dikenal adalah kawasan lindung.Kawasan hutan suaka alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.Kawasan hutan pelestarian alam adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.Taman buru adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu.Kawasan konservasi merupakan salah satu cara yang ditempuh pemerintah untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistemnya dari kepunahan. Pengelolaan dan pengembangan kawasan konservasi ditujukan untuk mengusahakan kelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Oleh karenanya keberadaan fungsi-fungsi keanekaragaman hayati tersebut sangatlah penting.Sampai saat ini, sejumlah kawasan konservasi telah ditetapkan yang jumlahnya mencapai 28,166,580.30 ha (mencakup 237 Cagar Alam, 77 Suaka Marga Satwa, 50 Taman Nasional, 119 Taman Wisata Alam, 21 Taman Hutan Raya, 15 Taman Buru) di seluruh Indonesia. Dan untuk mengetahui lebih jelas mengenai kawasan konservasi maka dilakukanlah praktikum pada hutan daerah maros.

B. Tujuan praktikum a. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai kawasan konservasi pada daerah yang

menjadi pusat penelitian.


b. Untuk mengetahui apa saja yang terdapat pada tempat tersebut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kawasan yang dilindungi adalah kawasan atau wilayah yang dilindungi karena nilai-nilai lingkungan alaminya, lingkungan sosial budayanya, atau karena hal-hal lain yang serupa dengan itu. Pelbagai macam kawasan yang dilindungi terdapat di berbagai negara, sangat bervariasi baik dalam aras atau tingkat perlindungan yang disediakannya maupun dalam undang-undang atau aturan (internasional, nasional, atau daerah) yang dirujuknya dan yang menjadi landasan operasionalnya. Beberapa contohnya adalah taman nasional, cagar alam, cagar alam laut, cagar budaya, dan lain-lain.Ada lebih dari 108.000 kawasan yang dilindungi di seluruh dunia, dan jumlah ini terus bertambah, mencakup wilayah seluas 19.300.000 km (7,500,000 mil), atau lebih dari 13% luas daratan dunia; melebihi luas Benua Afrika. Pada pihak lain, sampai dengan 2008 baru sebanyak 0,8% luas lautan yang termuat dalam sekitar 5.000 kawasan perlindungan laut.Salah satu namun bukan satu-satunya definisi mengenai kawasan yang dilindungi dikeluarkan oleh Uni Konservasi Dunia, IUCN (Anonima,2012).

Luas kawasan konservasi perairan laut Indonesia sampai dengan akhir tahun 2009 mencapai 13,52 juta hektare. Dari luas total kawasan konservasi laut Indonesia tersebut seluas 8,8 juta hektare diantaranya merupakan hasil inisiasi KKP bersama pemerintah propinsi, kabupaten dan kota," kata Direktur Konservasi dan Taman Nasional Laut KKP (Kelautan dan Perikanan), Agus Dermawan, dihubungi dari Padang, Senin. Ia menyebutkan, kawasan hasil inisiasi KKP bersama pemerintah daerah yang berada pada 44 kawasan itu terdiri atas taman nasional perairan, suaka alam perairan, taman wisata perairan dan kawasan konservasi perairan daerah. Sedangkan berdasarkan inisiasi kementrian kehutanan ditemukan pada 32 kawasan atau seluas 4,69 juta hektare lebih.Kawasan itu terdiri atas taman nasional laut, taman wisata alam laut, suaka margasatwa dan cagar alam laut," katanya Penetapan Kawasan konservasi perairan merupakan salah satu upaya konservasi ekosistem yang dilakukan terhadap semua tipe ekosistem, tidak terkecuali ekosistem pesisir. Penetapan kawasan konservasi melalui pengaturan zonasi merupakan upaya dalam memenuhi hak masyarakat, khususnya nelayan. (Anonimb,2012). Untuk pengelolaan hutan konservasi, seperti taman nasional, cagar alam, taman buru, hutan wisata dan hutan lindung, dilakukan pengelolaan oleh pemerintah melalui unit pelaksana teknis sebagai perwakilan pemerintah di lapangan. Sebagian lokasi kawasan konservasi juga dikelola bersama dengan lembaga konservasi internasional. Hingga saat ini pengelolaan hutan konservasi masih sangat jauh dari sisi pengelolaan hutan oleh rakyat, karena pengertian konservasi sebagai kawasan yang "steril" dari masyarakat masih menjadi pegangan pemerintah dalam pengelolaan hutan. Hal tersebut mengakibatkan seringnya terjadi konflik antara rakyat dengan pengelola kawasan, misalnya di Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Kutai, Taman Nasional Lore Lindu, Taman Nasional Rawa Aopa Watumoai, Taman Nasional Gunung Halimun, dan beberapa kawasan konservasi lainnya di Indonesia. Indonesia yang memiliki Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Perlindungan Alam seluas 23.214.626,57 hektar, dimana sebagian besarnya merupakan Taman Nasional. Konsep pengelolaan Taman Nasional sangat sentralistik dan kerap mengabaikan keberadaan masyarakat adat/lokal yang justru telah hidup di kawasan-kawasan tersebut secara turun-temurun, dari generasi ke generasi. Hal inilah yang menjadi titik terjadinya

konflik kepentingan antara kepentingan konservasi dan kepentingan rakyat Untuk pengelolaan hutan konservasi, seperti taman nasional, cagar alam, taman buru, hutan wisata dan hutan lindung, dilakukan pengelolaan oleh pemerintah melalui unit pelaksana teknis sebagai perwakilan pemerintah di lapangan. Sebagian lokasi kawasan konservasi juga dikelola bersama dengan lembaga konservasi internasional. Hingga saat ini pengelolaan hutan konservasi masih sangat jauh dari sisi pengelolaan hutan oleh rakyat, karena pengertian konservasi sebagai kawasan yang "steril" dari masyarakat masih menjadi pegangan pemerintah dalam pengelolaan hutan. Hal tersebut mengakibatkan seringnya terjadi konflik antara rakyat dengan pengelola kawasan, misalnya di Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Kutai, Taman Nasional Lore Lindu, Taman Nasional Rawa Aopa Watumoai, Taman.(Anonimc,2012) Pengukuhan kawasan konservasi di Indonesia tidak lepas dari sejarah panjang gerakan konservasi dunia yang didasarkan atas kebutuhan manusia akan keseimbangan alam dan lingkungan. Akhirnya beberapa tempat di Indonesia ditetapkan oleh pemerintah untuk menjadi kawasan konservasi yang bertujuan untuk pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Kerusakan alam di Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan perubahan laju deforestasi yang signifikan, yaitu 2 juta hektare per tahun. Hal ini disebabkan karena kebijakan pemerintah yang kurang tepat atas kepemilikan kawasan konservasi. Pengusahaan hutan skala besar, illegal logging, pertambangan, perambahan sangat turut andil memperparah kondisi yang ada hingga kini. Sudah banyak lembaga pemerintah, nonpemerintah, maupun kelompok-kelompok masyarakat yang berupaya menjadi bagian dari pencegahan beberapa permasalahan di atas. Namun sampai detik ini belum menunjukkan hasil yang signifikan dan bisa jadi mandeg dibandingkan dengan kebutuhan jumlah serta luasan kawasan konservasi di Indonesia. Bagaimana hubungannya antara kawasan konservasi dengan tantangan generasi muda? Permasalahan yang sering muncul yaitu generasi muda dianggap belum maksimal dan saatnya turut berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan konservasi secara langsung. Padahal, generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan peran-peran konservasi di masa yang akan datang untuk menghadapi permasalahanpermasalahan seperti di atas (Anonimd,2012).

BAB III METODE PRAKTIKUM


A. Alat 1. Alat tulis menulis B. Bahan 1. Jas hujan C. Cara kerja 1. Memperhatikan kawasan yang menjadi pusat penelitian. 2. Mencatat apa yang penting dalam penelitian yang dilakukan di hutan tersebut.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


Pada tempat yang kami teliti kami dapat bahas mengenai kawasan konservasi pada tempat tersebut dan pada pengamatan tersebut terdapat tempar yaitu menjadi sarang kupu-kupu yang tidak berfungsi lagi di karenakan tempat tersebut jarang digunakan dan sudah rusak dan belum ada perbaikan oleh pemerintah, dan pada daerah hutan tersebut yang kami teliti terdapat jaga beberapa rumah warga. Adapun kriteria penunjukan penunjukan dan pemetaan sebagai kawasan konservasi yaitu :
1. Merupakan kawasan dengan ciri khas baik asli maupun buatan baik pada kawasan yang

ekosistemnya masih utuh maupun kawasan yang ekosistemnya sudah berubah.


2. Memiliki keindahan alam maupun gejala alam. Dan 3. Mempunyai luas yang cukup yang memungkinkan untuk pembangunan untuk koleksi

tumbuhan jenis satwa baik yang asli maupun bukan asli. konservasi bukan hanya menjadi tuntutan yang wajib dipenuhi dalam upaya untuk mewujudkan harmonisasi hubungan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan upaya dalam melestarikan sumberdaya untuk kelangsungan hidup manusia. Pengelolaan kawasan konservasi perairan merupakan bentuk pengelolaan kolaboratif-integratif dengan sistem zonasi. Dalam pendekatan ini, perairan dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian, pendidikan, aktivitas perikanan budidaya dan tangkap yang ramah lingkungan, ekotourisme dan kegiatan lainnya yang mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis konservasi

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan dapat di simpulkan bahwa:


1. Kawasan konservasi dalam arti yang luas, yaitu kawasan dimana konservasi sumber

daya alam hayati dilakukan.


2. Pada kawasan konservasi terdapat tempat yang menjadi sarang hewan. B. Saran 1. Di harapkan pada semua praktikan lebih serius dalam melakukan praktikum

dilapangan agar hasil yang di dapat lebih maksimal.

DAFTAR PUSTAKA Anonima.2012.biokonservasi.http://id.wikipedia.org/wiki/Kawasan_yang_dilindungi com.Diakses tanggal 20 januari 2012. Anonimb.2012.biokonservasii.Http//wordpres.com. .Diakses tanggal 20 januari 2012. Anonimc.2012.biokonservasi http://ecopedia.wordpress.com/2006/01/08/kawasankonservasi/.Diakses tanggal 20 januari 2012. Anonimd.2012.biokonservasi.Http//icbalspot.blogs.com. .Diakses tanggal 20 januari 2012.