Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS MITIGASI VOLTAGE SAG MENGGUNAKAN DYNAMIC VOLTAGE RESTORER (DVR) Lauhil Mahfudz Hayusman

Abstrak: Peralatan-peralatan listrik berteknologi tinggi yang digunakan dalam dunia industri terus meningkat dalam upaya mendukung peningkatan kualitas produksinya. Seiring dengan upaya tersebut, pihak konsumen makin membutuhkan dan menuntut tersedianya kualitas daya listrik yang kontinyu dari pihak penyedia listrik atau tidak seringnya terjadi gangguan pada sistem tenaga listrik. Kualitas suplai daya listrik ditentukan oleh magnituda, bentuk gelombang dan frekuensi tegangan. Salah satu jenis gangguan yang dapat mempengaruhi kualitas daya listrik adalah timbulnya voltage sag yang disebabkan oleh starting motor kapasitas besar. Pada penelitian ini membahas mengenai pemodelan dan analisis dari dynamic voltage restorer (DVR) yang digunakan untuk memproteksi beban-beban sensitif dari pengaruh voltage sag, dimana DVR dipasang melalui trafo secara seri diantara penyulang dan beban sensitif untuk mengkompensasi tegangan pada saat terjadinya gangguan. Simulasi dilakukan dengan menggunakan program PSCAD (power system computer aided design). Hasil simulasi menunjukan bahwa DVR dapat mengkompensasi voltage sag dengan baik, dimana tegangan yang dihasilkan sebelum pemasangan DVR sebesar 0.0859 pu dan tegangan yang dihasilkan setelah pemasangan DVR adalah 1.0225 pu. Kata Kunci: Kualitas daya listrik, Voltage sag, DVR, PSCAD.

Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat setiap tahunya membutuhakan kontiunitas pelayanan oleh pihak penyedia listrik terutama yang terkait dengan kualitas daya listrik yang disalurkan oleh pihak pengguna atau konsumen (perumahan, komersil dan industri), hal ini dikarenakan semakin buruk kualitas daya listrik dari suatu sistem kelistrikan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan juga semakin besar. Voltage Sag adalah penurunan tegangan dengan durasi singkat yang disebabkan oleh gangguan pada sistem dan starting motor dengan kapasitas besar yang sangat berpengaruh terhadap kontinuitas operasioanal industri karena dapat merusak dan menganggu kinerja dari peralatan-peralatan yang sensitif (relay, kontaktor, PLC) terhadap perubahan tegangan (Saha dan Nguyen, 2004). IEEE std 1159-1995 menyatakan bahwa durasi voltage sag berlangsung selama 0,5 cycle sampai 1 menit dengan penurunan frekuensi daya 0,1 sampai 0,9 pu dalam tegangan rms. Pada dunia industri penggunaan motor listrik kapasitas besar sangat diperlukan untuk mendukung proses produksi, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan motor listrik berdaya besar tersebut memiliki dampak yang merugikan yaitu pada saat starting akan menarik arus start tegangan penuh sebesar 6 sampai 10 kali arus nominal beban penuh agar dapat memperoleh torsi starting yang cukup untuk mulai berputar (Dugan dkk, 2004). Adanya arus start besar yang secara tibatiba ditarik dari sistem tenaga listrik dapat menyebabkan terjadinya voltage sag. Pawawoi pada tahun 2009 menyatakan bahwa akibat yang merugikan karena terjadinya voltage sag antara lain: 1. Jatuh tegangan yang berlebihan, yang dapat menghambat akselerasi motor dari kondisi diam ke kecepatan penuhnya. 2. Gagal beropersinya peralatan-peralatan lain, seperti rele, kontaktor, peralatan
Lauhil Mahfudz Hayusman adalah Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya Malang

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

elektronik, PLC, komputer. Benachaiba dan Ferdi pada tahun 2008 dalam penelitiannya menyatakan bahwa pertimbangan dalam penggunaan DVR yaitu sudah terdapatnya kapasitas penyimpan energi dalam DVR dengan biaya perawatan yang rendah bila dibandingkan dengan piranti UPS (Uninterruptible Power Supply) dan SMES (Superconducting Magnetic Energy Storage), lebih lanjut komponen DVR memiliki ukuran yang lebih kecil bila dibandingkan dengan DSTATCOM (Distribution Static Compensator), disamping DVR digunakan untuk kompensasi voltage sag, DVR juga dapat digunakan untuk perbaikan faktor daya dan meminimalisasi harmonisa, DVR dapat memberikan solusi ekonomi terbaik dalam hal ukuran dan kemampuanya. Pada penelitian ini akan dilakukan simulasi sistem daya menggunakan DVR (Dynamic Voltage Restorer) yang merupakan bagian dari FACTS (Flexible AC Transmission System) untuk melindungi peralatan-peralatan yang sensisitif terhadap penurunan tegangan sesaat (voltage sag) yang ditimbulkan oleh masalah starting motor dengan kapasitas besar pada industri. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis mitigasi voltage sag yang terjadi pada suatu sistem daya menggunakan kompensasi Dynamic Voltage Restorer (DVR). Berdasarkan tujuan yang telah dijelaskan diatas, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, yaitu: 1. Manfaat teoritis, dapat memperkaya konsep atau teori yang menyokong perkembangan ilmu pengetahuan kelistrikan, khususnya yang terkait dengan kualitas tegangan serta peralatan kompensasi tegangan yaitu Dynamic Voltage Restorer (DVR). 2. Manfaat praktis, dapat memberikan masukan ke pihak industri mengenai cara untuk mengurangi distorsi tegangan (voltage sag) dengan menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR). 3. Bagi penulis, dengan penelitian ini diharapkan penulis mampu mengerti, memahami, mengimplementasikan serta menyimpulkan hasil penelitiannya secara ilmiah mengenai komponen-komponen serta parameter-parameter yang mempengaruhi voltage sag dan peralatan kompensasinya yaitu DVR. VOLTAGE SAG Voltage Sag merupakan permasalahan yang sangat penting dalam dunia industri saat ini. Karakteristik beban tak linear dan kecendrungan pemakaian bebanbeban induktif sangat mempengaruhi kualitas tegangan. Dugan dalam bukunya Electrical power system quality menjelaskan bahwa pengertian Voltage Sag adalah penurunan tegangan rms (root mean square) pada frekuensi daya antara 0.1 sampai 0.9 pu selama durasi waktu dari 0.5 cycles hingga 1 menit, yang disebabkan oleh ganguan sistem dan starting motor induksi dengan kapasitas besar. Untuk menghitung besaran Voltage Sag pada sistem radial dapat dilihat pada contoh model yang ditunjukan pada Gambar 1.

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

E Zs

Vsag

ZF Fault

Load pcc

Gambar 1. Model pembagi tegangan untuk voltage sag

Dari Gambar 1 diatas terdapat dua impedansi yaitu Zs (impedansi sumber pada titik kopling bersama) dan ZF (impedansi antara titik kopling bersama dan gangguan). Titik kopling bersama (point of common coupling atau PCC) adalah titik dimana cabang-cabang arus beban dalam posisi off dari arus gangguan. Jadi besaran voltage sag dinyatakan dengan persamaan: ZF Vsag = *E Zs ZF Persamaan di atas dapat digunakan untuk menghitung besaran voltage sag sebagai fungsi dari jarak terhadap gangguan. Karenanya dinyatakan ZF = Z. L, dimana Z adalah impedansi dari saluran per unit panjang dan L adalah jarak antara kesalahan dan PCC. Besaran Voltage Sag sebagai fungsi dari jarak terhadap gangguan dinyatakan dengan persamaan: Z .L Vsag = *E Z s Z .L Dimana, Vsag : tegangan sag (pu). ZF : impedansi antara titik kopling bersama dan gangguan () Zs : impedansi sumber pada titik kopling bersama () Z : impedansi dari saluran per unit panjang () L : adalah jarak antara kesalahan dan PCC (m) Voltage Sag dikategorikan sebagai gangguan tegangan dengan durasi waktu yang singkat, durasi Voltage Sag dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu instantaneous, momentary dan temporary dimana katagori ini sama dengan 3 kategori interruption (pemutusan) dan swell (kenaikan tegangan), seperti yang terlihat pada Tabel 1.

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

Tabel 1.Variasi tegangan magnituda dan durasi berdasarkan standar IEEE 1159

Sumber: (IEEE Std, 1995)

PENYEBAB TERJADINYA VOLTAGE SAG Penyebab terjadinya Voltage Sag disebabkan karena gangguan pada sistem (seperti gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah, petir yang menyambar kawat
Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

listrik, kecelakaan saat perbaikan dalam keadaan bertegangan) yang terjadi pada lokasi yang jauh, kegagalan pada salah satu feeder parallel dan starting motor dengan kapasitas besar (IEEE std, 1995).

Gambar 2. Voltage sag yang disebabkan oleh hubung singkat satu fasa ke tanah (a) Gelombang rms untuk voltage sag. (b) Gelombang voltage sag (Dugan dkk, 2002)

Gambar 2 menunjukan terjadinya gelombang voltage sag yang disebabkan oleh hubung singkat satu fasa ke tanah. Voltage sag berkisar pada amplituda 80% dengan waktu antara 3 cycle sampai circuit breaker (CB) akan berkerja untuk menghilangkan gangguan, sedangkan waktu penghilangan gangguan berkisar antara 3 sampai 30 cycle tergantung magnituda arus gangguan dan jenis peralatan proteksi arus lebih. Gambar 2 (a) menunjukan bentuk gelombang voltage sag yang dihasilkan dengan fungsi gelombang step sedangkan Gambar 2 (b) adalah bentuk gelombang voltage sag dengan fungsi gelombang sinus.

Gambar 3. Voltage sag yang disebabkan oleh starting motor kapasitas besar (Dugan dkk, 2002)

Gambar 3 mengilustrasikan bentuk gelombang voltage sag yang disebabkan oleh starting motor kapasitas besar. Motor induksi akan menarik arus start tegangan penuh sebesar 6 sampai 10 kali arus nominal beban penuh agar dapat memperoleh torsi starting yang cukup untuk mulai berputar. Adanya arus start besar yang secara tiba-tiba ditarik dari sistem tenaga listrik dapat menyebabkan terjadinya Voltage Sag.

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

PERALATAN YANG PEKA TERHADAP VOLTAGE SAG Peralatan pada proses industri sangat peka terhadap permasalahan Voltage Sag karena peralatan tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainya, jika terjadi trip/padam dari berbagai komponen dalam suatu proses industri akan mengakibatkan seluruh pembangkit tidak berkerja. a. Motor Kontaktor dan relay elektromekanik Jika voltage sag terjadi pada motor kontaktor maka kontak pada motor kontaktor akan terbuka secara langsung, hal yang sama juga terjadi pada relay elektromekanik, sehingga proses akan terhenti. b. Lampu Intensitas tinggi atau high intensity discharge (HID) lamp. Lampu merkuri akan padam jika menerima tegangan sekitar 80% dari tegangan normalnya dan memerlukan waktu untuk hidup kembali. c. Adjustable speed drives (ASD) Ketika ASD tidak terlindungi dari voltage sag maka tegangan pada bus DC akan berkurang yaitu sekitar 75% sampai 85% dari tegangan nominal DC dan akan mengakibatkan trip/padam d. Programmable logic controllers (PLC) PLC telah diketahui sangat sensitif dimana unit pengendali I/O (input/Output) akan padam/trip untuk tegangan sebesar 90% dari tegangan normal selama beberapa periode. DYNAMIC VOLTAGE RESTORER (DVR) Dynamic voltage restorer (DVR) adalah salah satu peralatan yang digunakan untuk melindungi beban sensitif terhadap penurunan tegangan sesaat. DVR dipasang melalui trafo secara seri antara penyulang dan beban sensitif untuk mengkompensasi tegangan pada saat terjadi gangguan. Padiyar dalam bukunya Facts Controllers in Power Transmission and Distribution menjelaskan bahwa DVR memiliki dua kondisi operasi, yaitu: a. Standby (dapat juga disebut dengan short circuit operation (SCO)), suatu kondisi dimana tidak terjadinya voltage sag dan tegangan yang diinjeksikan memiliki magnituda nol (zero magnitude). b. Boost bila DVR menginjeksikan suatu tegangan yang diperlukan pada magnituda dan fasa yang sesuai untuk memperbaiki tegangan pada bus beban (load bus) disaat terjadinya voltage sag. Secara umum konfigurasi dari rangkaian DVR pada Gambar 4 terdiri dari empat komponen utama yang memiliki fungsinya masing-masing yaitu: injection/coupling transformers, VSC (Voltage Source Converter), filter, penyimpan energi (energy storage).

INJECTION/COUPLING TRANSFORMER

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

Gambar 4. Dynamic voltage restorer (Padiyar, 2007)

InjectionCoupling Transformers Tiga transformator satu fasa dihubungkan secara seri dengan feeder distribusi yang digandeng (couple) dengan VSC (voltage source converter) untuk level tegangan tinggi distribusi. Tiga transformator satu fasa dapat dihubungkan secara star/open atau delta/open seperti yang terlihat pada gambar 5.
Source side Source side Load side Load side
(b)
Injection/coupling transformer Source Critical load

(a)

From VSC

Gambar 5. Model koneksi dari injection/coupling transformers untuk level tegangan tinggi (a). Hubungan star/open (b). Hubungan delta/open (Perera, 2006)

Fungsi dasar dari injection/coupling transformers adalah sebagai isolasi elektrik serta untuk menaikan suplai tegangan AC yang rendah yang dihasilkan oleh VSC untuk menghasilkan tegangan yang diinginkan (Ezoji, H. dkk, 2009). Hubungan delta/open tidak menghasilkan injeksi tegangan urutan nol (zero sequance voltage). Pemilihan kumparan transformator injeksi (injection transformers) ditentukan oleh hubungan transformator penurun tegangan (step down transformer) yang diumpanbalikan ke beban. Jika transformator dihubungkan secara delta/open (seperti terlihat pada Gambar 5 (b)), maka tidak perlu mengkompensasi tegangan urutan nol (zero sequance voltage) namun jika yang digunakan adalah hubungan star/open dengan pentanahan pada titik netral, tegangan urutan nol harus dikompensasi (Padiyar, 2007). Voltage Source Converter (VSC) Konverter sumber tegangan (VSC) adalah peralatan elektronika daya yang dapat menghasilkan tegangan sinusoidal dengan magnituda, frekuensi dan sudut fasa yang diinginkan (Ezoji, 2009). Pulse width modulation-Voltage source converter (PWM-VSC) digunakan pada penelitian ini, yang terdiri dari komponen switching yaitu IGBT (insulated Gate Bipolar Transistors). Fungsi dasar dari VSC adalah untuk mengkonversi tegangan searah (DC) yang dihasilkan oleh piranti penyimpan energi (energy storage device) menjadi tegangan arus bolak-balik (AC) yang dibutuhkan oleh injection/coupling transformer untuk mengkompensasi tegangan pada beban sensitif (critical load) seperti yang terlihat pada Gambar 6.
PWM-VSC

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

From VSC

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

Gambar 6. Model PWM-VSC pada rangakaian DVR (Huang, 2003)

Filter Pasif (passive filters) Filter pasif terdiri dari suatu kapasitor yang ditempatkan pada sisi tegangan tinggi atau pada sisi tegangan rendah dari injection/coupling transformers. Keuntungan dari penempatan filter pada sisi konverter adalah dapat mencegah orde harmonisa tidak mengalir melewati kumparan transformator. Kelemahannya adalah bahwa filter tersebut menimbullkan tegangan drop dan pergeseran fasa (phase shift) pada (komponen fundamental) tegangan injeksi. Ini dapat mempengaruhi rangkaian kontrol dari DVR. Lokasi filter pada sisi tegangan tinggi bisa mengatasi kekurangan ini (leakage reactance dari transformator dapat digunakan sebagai filter inductor), tetapi menghasilkan rating tinggi untuk transformator ketika arus frekuensi tinggi mengalir melewati kumparan. Perbedaan penempatan filter dapat dilihat pada Gambar 7.
Filter at the high voltage side Source side Load side Source side Load side

Filter at the Low voltage side

Gambar 7. Perbedaan penempatan filter (Perera, 2006)

Penyimpan Energi (energy storage) Fungsi Penyimpan energi yaitu menghasilkan daya aktif untuk mensuplai beban pada saat terjadinya voltage sag. Batteries, lead-acid, flywheel atau SMES (Superconducting Magnetic Energy Storage) dapat digunakan untuk penyimpan energi (energy storage).

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

Gambar 8. Pemodelan DVR pada sistem tenaga sederhana menggunakan PSCAD (Saha dan Nguyen, 2004)

Gambar 8 menunjukan bentuk pemodelan dari DVR menggunakan PSCAD, yang dikoneksikan dengan suatu sistem daya (power system) sederhana untuk melindungi beban sensitif pada sistem distribusi. Inverter pada Gambar 8 terdiri dari enam pulsa gate turn off (GTO), GTO membutuhan pengontrolan pada thyristor firing angle dimana waktu buka dan tutupnya gate akan dilakukan oleh kontrol sistem untuk memelihara magnituda tegangan konstan suatu beban sensitif, kontrol sistem akan mengukur tegangan rms di titik beban (Nguyen dan Saha, 2004). Benachaiba dan Ferdi pada tahun 2008 menyatakan bahwa penggunaan GTO sebagai komponen switching masih memiliki kekurangan yaitu komponen dasar GTO tidak mampu memenuhi persyaratan-persyaratan kontrol dinamis untuk kendali DVR yang berupa kecepatan respon pensaklaran (switching device) antara lain sulit untuk dimatikan (turn-off) dan lambat, oleh karena itu dipilih IGBT sebagai komponen swtching yang memiliki kemampuan lebih baik. Prinsip kerja DVR adalah menerima dan memproses sinyal error dari sumber, hasilnya kemudian dimasukan ke PWM Voltage Source Converter tiga fasa pada rangkaian utama. Dari hasil perhitungan arus referensi yang dihasilkan oleh sinyal error antara tegangan beban dengan tegangan referensi, jadi sinyal yang diolah oleh PWM merupakan sinyal referensi yang diperoleh dari hasil perhitungan tersebut. Sinyal referensi ini kemudian dimodulasikan dengan sinyal carrier (triangular wave) yang berupa sinyal gigi gergaji (saw tooth). Sinyal error ini berbentuk sinusoidal yang dimodulasikan dengan sinyal gigi gergaji sebagai sinyal carrier. Output dari PWM di atas digunakan untuk mentrigger rangkaian switching yang terdiri atas 6 IGBT. Tegangan keluaran arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan oleh PWM-VSC akan dinaikan tegangan oleh injection/coupling transformer untuk mengkompensasi voltage sag yang terjadi pada beban kritis (critical load). METODE PENELITIAN Bahan dan Alat Bahan dan alat yang digunakan untuk menunjang penelitian ini adalah: 1. Sebuah komputer jinjing (Laptop) dengan spesifikasi: - Operating system: Windows XP professional. - Processor: Intel(R) Core (TM)2 CPU T6500 2,10 GHz, 2,00 GB RAM. 2. Software PSCAD (Power System Computer Aided Design) versi 4.2 (for student) Langkah-Langkah Penelitian Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini mulai dari studi literatur, baik itu jurnal dan pustaka. Identifikasi masalah pada sistem daya mengenai penyebabpenyebab yang dapat menimbulkan terjadinya voltage sag dan melakukan pemodelan sistem daya dan kontrol Dynamic Voltage Restorer (DVR) yang akan digunakan untuk mengurangi terjadinya voltage sag sehingga beban-beban sensitif yang digunakan pada industri dapat dilindungi, dimana keseluruhan sistem disimulasikan menggunakan PSCAD (Power System Computer Aided Design). Data yang dibutuhkan berupa data beban, trafo, faktor daya (power factor), tegangan pada saluran distribusi, frekuensi, voltage sag yang dihasilkan (dalam %), durasi dari voltage sag (dalam ms).

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

10

Hasil simulasi berupa tegangan (dalam rms) sebelum pemasangan DVR yang akan dibandingkan dengan hasil simulasi sesudah pemasangan DVR, apabila hasil simulasi dengan pemasangan DVR sesuai dengan standar IEEE 1159-1995 maka dapat di lakukan analisis hasil dan menarik kesimpulan. Flowchart analisis mitigasi voltage sag menggunakan DVR dapat dilihat pada Gambar 9.
Mulai

Studi literatur

Identifikasi masalah

Pengumpulan data lapangan: - Data beban - Data trafo - Data faktor daya - Tegangan pada saluran distribusi (volt) - Frekuensi (Hz) - Voltage sag yang dihasilkan (%) - Durasi voltage sag (ms)

Pemodelan lokal sistem dan kontrol DVR menggunakan software PSCAD

Masukan data pada lokal sistem yang sudah dimodelkan

Membandingkan hasil sebelum dan sesudah pemasangan DVR

Standar IEEE 1195-1995 ? ya Analisis hasil

tidak

Kesimpulan

Selesai

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

11

Gambar 9. Flowchart analisis mitigasi voltage sag menggunakan DVR

HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan sistem daya dan peralatan kompensasi dynamic voltage restorer (DVR) menggunakan PSCAD membutuhkan single line diagram dari suatu sistem daya dan input data-data seperti yang terlihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Data parameter utility dan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

Data Dynamic voltage restorer (DVR) Series transformator : 220/220 V (1:1) DC bus : 400 V/14400 F Filter induktor : 0,5 mH Utility-side filter kapasitor : 10 F Load-side filter kapasitor : 100 F kCR dan kVR untuk kontrol loop : 15,2
Sumber: (Jen Huang dkk, 2003)

Sumber/Utility Wires : 3 phase/3 wire Tegngan : 220/380 Volt Frekuensi : 60 Hz Power factor : 0,85

Hasil simulasi sebelum dan setelah pemasangan DVR dapat dilihat pada Gambar 10 dan 11 yang memperlihatkan amplituda tegangan dalam satuan pu dan nilai daya (aktif, reaktif) dalam satuan kW dan kVAR.
Node 40,Theta : Graphs

2.00 1.50 1.00 0.50


y (pu, rad)

VLoad_Threephase

40

0.00 -0.50 -1.00 -1.50 -2.00 0.00 0.25 0.50 0.75 1.00 1.25 1.50 1.75 2.00

(a)
Node 40 : Graphs

... ... ...

350 300 250


y (kW , kVAR )

Active Pow er

Reactive Pow er

200 150 100 50 0 0.00 0.25 0.50 0.75

(b)

1.00

1.25

1.50

1.75

2.00

... ... ...

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

12

Gambar 10. (a) Bentuk gelombang tegangan (b) Bentuk gelombang daya aktif dan daya reaktif saat terjadi voltage sag akibat starting motor tanpa kompensasi DVR.

Voltage sag yang ditimbulkan oleh starting motor kapasitas besar sebelum dilakukan kompensasi menggunakan DVR dapat dilihat pada Gambar 10, dimana amplituda gelombang tegangan yang dihasilkan dari 0,1-0,9 pu dengan durasi antara 1,25-1,50 s.
Node 40,Theta : Graphs

2.00 1.50 1.00 0.50


y (pu, rad)

VLoad_Threephase

40

0.00 -0.50 -1.00 -1.50 -2.00 0.00 0.25 0.50 0.75 1.00 1.25 1.50 1.75 2.00

(a)
Node 40 : Graphs

... ... ...

350 300 250


y (kW ,kVAR)

Active Pow er

Reactive Pow er

200 150 100 50 0 0.00 0.25 0.50 0.75 1.00 1.25 1.50 1.75 2.00

(b)

... ... ...

Gambar 11.(a) Bentuk gelombang tegangan (b) Bentuk gelombang daya aktif dan daya

reaktif saat terjadi voltage sag akibat starting motor dengan kompensasi DVR.
Tabel 3. Hasil simulasi tegangan, daya aktif dan daya reaktif sebelum dan setelah pemasangan DVR

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

13

Dari Tabel 3 dapat dilihat bahwa tegangan yang dihasilkan sebelum pemasangan DVR masih mengalami fluktuasi dengan tegangan yang dihasilkan sebesar 0.0859 pu daya aktif 90.5534 kW dan daya reaktif 51.5263 kVAR. Tegangan yang dihasilkan setelah pemasangan DVR sebesar 1.0225 pu, daya aktif 714.4956 kW dan daya reaktif 281.5170 kVAR. PENUTUP Kesimpulan Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penggunaan Dynamic Voltage Restorer (DVR) dapat mengkompensasi voltage sag yang ditimbulkan oleh adanya starting motor kapasitas besar. Sistim daya mengalami perbaikan tegangan sebesar 0.9366 pu dari 0.0859 pu menjadi 1.0225 pu. Pada saat voltage sag penyaluran daya aktif dapat diperbaiki sebesar 623.9422 kW dari 90.5534 kW menjadi 714.4956 kW. DAFTAR RUJUKAN Acha, E dan Lara, Anaya O. 2002. Modeling and Analysis of Costum Power System by PSCAD/EMTDC. IEEE Transaction On Power Delivery, Vol 7, No 1. Glasgow. Inggris. Basri, Hasan. 1997. Sistem Distribusi Daya Listrik. Jakarta. Barnes, Mike dan Fitzer, Chris. 2004. Voltage Sag Detection Technique for a Dynamic Voltage Restorer. IEEE Transactions On Industry Applications, Vol 40, No 1. Manchester. Inggris. Benachaiba, C dan Ferdi, B. 2008. Voltage Quality Improvement using DVR. Electrical Power Quality and Utilisation, Journal Vol 14, No. 1. Algeria: Bechar University Center. California Energy Commission. 2000. Power Quality Solutions for Industrial Customers. Dugan, C. Roger, McGranaghan, F. Mark, Santoso, Surya dan Beaty, Wayne H. 2004. Electrical Power Systems Quality. Second Edition. Ezoji, H. Sheikholeslami, A. Saeednia, M.M. dan Tabasi, M. 2009. Simulation of Dynamic Voltage Restorer Using Hysteresis Voltage Control. European Journal of Scientific Research, Vol 27 No 1 pp 152-166. Hutauruk, TS. 1991. Pengetanahan Netral Sistem Tenaga dan Pengetanahan Peralatan. Jakarta:Erlangga. Huang, Shyh-Jier dan Haung, Chi-Jen. 2003. Design of Dynamic Voltage Restorer
Kondisi Sebelum pemasangan DVR Tegangan (pu) 0.0859 0.0853 0.0861 0.0890 0.0858 1.0225 1.0541 1.0509 1.0068 1.0398 P (kW) 90.5534 47.8722 1.8422 31.2575 3.3369 714.4956 29.4313 467.6445 39.8368 51.2991 Q (kVAR) 51.5263 33.0124 0.6632 27.9315 1.4903 281.5170 5.6535 236.8379 14.3228 12.6934

Setelah pemasangan DVR

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)

JURNAL ILMU-ILMU TEKNIK - SISTEM , Vol. 6 No. 3

14

With Disturbance-Filtering Enchancement. IEEE Transactions On Power Electronics, Vol 18, No. 5. Tainan. Taiwan. IEEE Standart 1159-1995. IEEE Recommended Prctice for Monitoring Electric Power Quality. New York. USA. Marsudi Djiteng. 1990. Operasi Sistem Tenaga Listrik. Balai Penerbit & Humas ISTN. Jakarta Selatan. Padiyar, R.K. 2007. FACTS Controllers in Power Transmission and Distribution. India. Pawawoi, Andi. 2009. Analisis Kedip Tegangan (Voltage Sags) Akibat Pengasutan Motor Induksi dengan Berbagai Metode Pengasutan Studi Kasus di PT. Abaisiat Raya. Vol 1, No 32. Jurusan Teknik Elektro. Unand. Perera, K. Atputharajah, A, Alahakoon, S dan Salamonsson, D. 2006. Automated Control technique for a Single Phase Dynamic Voltage Restorer. Colombo. Sri Lanka. Pradhan, Kumar. A dan Routray, Aurobinda. 2005. Applying Distance Relay for Voltage Sag Source Detection. IEEE Transactions On Power Delivery, Vol 20, No 1. Kharagpur. India. Saha, K. Tapan dan Nguyen, T.P. 2004. Dyanamic Voltage Restorer Against Balanced and Unbalanced Voltage Sags: Modelling and Simulation. IEEE. Australia. Sankaran, C. 2002. Power Quality. CRC Press LLC. Svensson, Jan dan Sannino, Ambara. 2002. Static Series Compensator for Voltage Sag Mitigation Supplying Non-linear Loads. IEEE. Swedish.

Analisis Mitigasi Voltage SAG Menggunakan Dynamic Voltage Restorer (DVR)