Anda di halaman 1dari 7

1.

Pendahuluan

Lingkungan yang mendukung organisasi dapat meningkatkan dan mendorong kreativitas individu. Jika orang memilih untuk menggunakan kemampuan kreatif mereka, maka mereka harus termotivasi untuk melakukannya. Motivasi yang berada di bagian dalam diri seseorang, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial masyarakat. Sebuah iklim positif dapat menciptakan suasana di mana kreativitas dan inovasi berkembang, sedangkan yang negatif bisa labu upaya tersebut. Scott (1965) menyatakan, perilaku kreatif, produk individu kreatif dalam lingkungan kontemporer yang specifiable, tidak akan terjadi sampai kedua kondisi terpenuhi. Lingkungan kontemporer yang tidak menguntungkan akan menghambat perilaku kreatif tidak peduli seberapa berbakat individu. Hal ini juga perlu memiliki kapasitas untuk beradaptasi dan menggunakan inovasi dikembangkan di tempat lain (Chesbrough, 2003) Inovasi memerlukan sumber daya dan waktu, dan organisasi tidak memiliki keterbatasan jumlah. ini tidak menganjurkan menekankan inovasi internal tetapi menciptakan sebuah organisasi yang bisa mendapatkan keuntungan dari kombinasi inovasi internal dan eksternal. Apa yang bisa kita lakukan untuk menciptakan iklim yang mendorong kreativitas? Tiga faktor organisasi tampaknya sangat penting: tantangan kerja, mendukung pengawasan, dan budaya / kerja organisasi kelompok yang mendukung dan mendorong kreativitas.

2. Pembahasan

Berbicara tentang Mengembangkan Kreativitas dalam Organisasi ada Tiga faktor organisasi tampaknya sangat penting yaitu: a. Tantangan Kerja Desain pekerjaan sangat penting dalam hal ini. Amabile (1997), salah seorang peneliti terkemuka pada kreativitas dalam organisasi, menyatakan : Karena rasa positif dari tantangan dalam pekerjaan adalah salah satu prediktor paling penting dari kreativitas, sangat penting untuk mencocokkan orang untuk bekerja-yang memanfaatkan keterampilan, membentang keterampilan mereka, dan jelas dihargai oleh organisasi. Sebisa mungkin, semua pekerjaan harus dirancang untuk memaksimalkan intrinsik memotivasi aspek. Ketika pekerjaan dirancang untuk menjadi menarik dan menantang, orang lebih cenderung bersemangat dan bersedia untuk berinvestasi sendiri dalam pekerjaan mereka karena tidak adanya kontrol eksternal dan kendala (Oldham & Cummings, 1996). Hal ini juga ditemukan bahwa minat intrinsik dan kreativitas dapat ditingkatkan dengan merancang pekerjaan dengan cara yang memberikan pilihan orang tentang bagaimana melakukan pekerjaan mereka tugas (Woodman dkk., 1993). Pekerjaan intrinsik kreatif, kemudian, adalah pekerjaan yang ada ukuran kontrol pekerja dan kebebasan dalam menentukan apa pekerjaan yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. b. Pengawasan yang Mendukung Pengawasan yang mendukung karyawan mendorong pencapaian kreatif mereka, sedangkan pengawasan yang mengendalikan biasanya berkurang itu (Cummings & Oldham, 1997). Supervisor bisa bs mendukung dengan menunjukkan kepedulian terhadap perasaan karyawan, mendorong karyawan untuk menyuarakan keprihatinan dan kebutuhan mereka, memberikan umpan balik positif dan kaya informasi, dan memfasilitasi pengembangan keterampilan pekerja (deci & Ryan, 1987). Melakukan hal itu dapat meningkatkan perasaan pekerja penentuan nasib sendiri dan kontrol, yang pada gilirannya secara positif dapat mempengaruhi motivasi intrinsik dan kreativitas. Sebaliknya, pengawasan yang mengontrol dan membatasi, kadang-kadang disebut manajemen mikro-mana karyawan dipantau secara ketat, memungkinkan beberapa pilihan, kesempatan ditolak untuk berpartisipasi dalam keputusan, dan dipaksa

untuk berpikir, bertindak, atau berperilaku khususnya cara-dapat dengan mudah menggagalkan kreativitas. Pengawasan yang terlalu mengendalikan merusak motivasi intrinsik dan menggeser perhatian pekerja dari pekerjaan itu sendiri dan terhadap kekhawatiran eksternal (deci & Ryan, 1987). c. Organisasi dan Budaya Kerja Kelompok Selain pengawasan, kreativitas dipengaruhi oleh budaya organisasi secara menyeluruh. Menurut (Hollingsworth: 1989) terdapat beberapa kunci elemen dalam organisasi yang kreatif : 1) Kepercayaan Orang-orang diperbolehkan untuk menyarankan dan mencoba hal baru tanpa rasa takut. 2) Komunikasi yang terbuka Setiap orang dalam organisasi merasa bebas untuk mengemukakan ide-ide dan disimpan informasi tentang kebutuhan dan tujuan. 3) Keanekaragaman Organisasi menyediakan keberadaan kepribadian yang berbeda dan pengakuan atas kontribusi bervariasi yang masing-masing dapat membuat untuk proses kreatif. 4) Perubahan Organisasi menjunjung inovasi dan perubahan, dan ia mengakui pentingnya mereka untuk keberhasilan organisasi. 5) Hadiah Organisasi penghargaan kreativitas yang termasuk pengembangan, dan pelaksanaan ide-ide baru dan berguna.

A. Teknik untuk Meningkatkan Kreativitas Keterampilan kreatif dapat ditingkatkan dengan belajar dan berlatih. Kedua organisasi bisnis dan pemerintah menggunakan pelatihan kreativitas untuk membangun dan mendorong pendekatan kreativitas dan keterampilan. Pada subbagian berikut, sampling dari beberapa peralatan yang digunakan dalam organisasi untuk meningkatkan kreativitas ditawarkan. Ada beberapa teknik untuk meningkatkan kreativitas yaitu : 1) Kotak Ide atau Matriks Analisis Dalam analisis matriks, dua dimensi "kotak ide" digunakan untuk mengeksplorasi ide-ide baru atau alternatif (Miller, 1987). Ada empat langkah untuk menghasilkan sebuah kotak ide: (1) menentukan tujuan Anda atau apa yang Anda capai, (2) mengidentifikasi parameter dari masalah, (3) variasi daftar, dan (4) mencoba kombinasi yang berbeda. Pertimbangkan situasi di mana tujuan

Anda adalah untuk mendapatkan masukan dan keterlibatan warga di departemen rekreasi kota, tetapi Anda tidak yakin bagaimana melakukannya dan keterbatasan sumber daya yang sedemikian rupa sehingga Anda akan terbatas di sejumlah pendekatan dapat Anda gunakan. 2) Synectics Synectics adalah sebuah teknik yang dikembangkan oleh Gordon (1961) untuk meningkatkan pemecahan masalah secara kreatif. Synectics menggunakan empat jenis kiasan dalam proses ini: a. Analogi Pribadi Dalam menggunakan analogi pribadi, Anda sebenarnya bayangkan diri Anda sebagai objek atau masalah. Misalnya, jika tujuannya adalah untuk mengurangi kejadian mengemis di jalan-jalan kota, maka Anda mungkin ingin untuk membayangkan diri Anda sebagai seorang pengemis. Atau jika tujuannya adalah untuk mengurangi polusi di danau, maka Anda mungkin ingin untuk membayangkan diri Anda sebagai air. Hal ini mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi latihan seperti itu mungkin akan meningkatkan jumlah cara yang menurut Anda tentang masalah ini. b. Analogi Langsung Analogi langsung adalah sama dengan masalah atau isu dalam bentuk fakta, pengetahuan, atau teknologi. Misalnya, dalam teori organisasi, kita sering berbicara tentang organisasi berfungsi sebagai sistem organik, menggunakan metafora biologis di mana ada input, proses konversi, keluaran dan umpan balik. c. Analogi Simbolis Analogi simbolis menggunakan gambar atau simbol untuk mewakili masalah. Misalnya, mengembangkan tim kerja mungkin dianggap sebagai sejalan dengan membuat kolase dengan tema umum, atau peran Anda sebagai pengawas mungkin dianggap sebagai sejalan dengan peran seorang konduktor, pelatih, tukang kebun, guru, atau kapal tunda a. Analogi Fantasi Analogi fantasi, Anda mungkin bertanya pada diri sendiri, "Apa fantasi terliar saya tentang bagaimana membuat karya ini?" tujuannya adalah untuk

membayangkan yang terbaik dari semua kemungkinan dunia atau hasil. Hal ini membebaskan Anda untuk memikirkan masalah tanpa menjadi prematur dibatasi oleh kendala ini dan keterbatasan. Bermain dengan analogi sebagai suatu cara untuk membuat akrab aneh dan aneh akrab bisa memimpin kita untuk berpikir tentang masalah dan solusi dengan cara baru. Dengan berpikir tentang masalah dalam bentuk metafora, wawasan baru tentang sifat masalah dan solusi yang mungkin dapat muncul. Sebagai contoh, bayangkan bahwa masalah adalah sebuah kelompok kerja dengan rendahnya tingkat kreativitas dan inovasi. 3) Pemetaan Pikiran Pemetaan pikiran merupakan teknik yang dirancang untuk membantu kita berpikir secara visual dan spasial tentang isu-isu dan masalah. Peta pikiran membantu membimbing kita melalui eksplorasi mental dalam banyak cara yang sama seperti peta biasa membantu kami dalam perjalanan kami (Pickards, 1988). Pemetaan pikiran menggunakan gambar dan foto untuk menentukan visi, masalah, atau situasi. Ini bisa menjadi representasi sederhana dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemicu memori atau sebagai representasi rinci tentang situasi, proses.

B. Meningkatkan Kreativitas Pribadi Anda Dalam upaya kita untuk menciptakan iklim positif bagi orang lain untuk menjadi kreatif, juga penting untuk berpikir tentang bagaimana mendukung kreativitas kita sendiri. Miller (J.987) membuat sejumlah saran, dirangkum dan diadaptasi dalam paragraf berikut, bagi individu untuk meningkatkan proses kreatif mereka sendiri. Banyak disamakan dengan jenis hal-hal yang membantu mengembangkan kreativitas dalam diri orang lain, tetapi juga bermanfaat untuk berpikir tentang mereka sebagai hal yang bisa kita lakukan untuk diri kita sendiri. Ada beberapa cara untuk meningkatkan kreativitas pribadi anda yaitu : a. Sadarilah. Untuk menjadi kreatif, seringkali perlu untuk memiliki pemahaman tentang situasi saat ini. b. Bersikaplah gigih pada visi dan nilai-nilai. Menerapkan energi yang konsisten dalam arah tertentu meningkatkan kemungkinan mewujudkan tujuan Anda.

c. Mempertimbangkan semua alternatif Anda. Memimpikan ide sebanyak mungkin. Jangan terburu-buru untuk menemukan solusi. d. Menghibur intuisi Anda. Biarkan intuisi Anda untuk memberikan jawaban yang Anda cari. Rileks dan biarkan pikiran Anda untuk bekerja. e. Mengkaji pilihan Anda. Dalam mengevaluasi pilihan Anda, dua faktor sangat penting. Pertama, terbuka untuk solusi terbaik. f. Jadilah realistis dalam tindakan Anda. Jika kreasi Anda adalah untuk diwujudkan, maka biasanya mengharuskan Anda untuk mengambil tindakan. g. Mengevaluasi hasil Anda. Banyak dari kita ingin pujian eksternal dan penghargaan atas upaya kreatif kita.

3. Penutup

Setiap orang memiliki potensi kreatif. Kreativitas lebih dari sekedar hal baru, melainkan melibatkan pengembangan baru, berguna, pendekatan imajinatif, dan tepat untuk menghadapi tantangan dan pemecahan masalah. Karena kreativitas adalah salah satu sumber daya pribadi dan organisasi terbesar dan paling penting, harus dipelihara, didukung, dan didorong. Ada sejumlah langkah praktis yang dapat diambil untuk meningkatkan kreativitas Anda sendiri serta untuk mendorong kreativitas orang lain dalam organisasi. Metodenya seperti dibawah ini : a. Menghilangkan prasangka mitos-mitos kreativitas b. Mengubah kosa kata Anda c. Gunakan pendekatan manajemen partisipatif d. Luangkan waktu dan informasi yang tersedia untuk upaya kreatif e. Menganalisis iklim organisasi Anda f. Rileks dan biarkan pikiran Anda bekerja g. Gunakan teknik dan alat untuk mendorong kreativitas h. Mengidentifikasi masalah yang membutuhkan solusi kreatif i. Membuat pekerjaan yang menarik dan tidak lebih mengawasi j. Tantang diri Anda dan orang lain untuk menjadi kreatif