Anda di halaman 1dari 4

WAWASAN WIYATA MANDALA

Oleh : Jaenudin, S.Pd A. Tujuan : Setelah selesai mengikuti materi ini peserta ldks / siswa diharapkan : a. Dapat mengerti hakekat, makna dan prinsip Wawasan Wiyata Mandala b. Dapat menerapkan Wawasan Wiyata Mandala dalam proses pendidikan disekolah. B. Pengertian Wawasan Wiyata Mandala : 1. Wawasan Wiyata Mandala pada Hakekatnya merupakan : a. Suatu sikap pandang dan kesadaran serta tanggung jawab terhadap lingkungan pendidkan yang fungsinya sebagai tempat kegiatan proses belajar mengajar dan tidak untuk kegiatan lain yang tidak mendukung pendidikan. b. Suatu sikap menghargai dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan, teknologi, ketrampilan, dan pembentukan pribadi, memberikan peran kepada semua pengelolah pendidikan agar mampu mewujudkan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. 2. Sekolah sebagai Wiyatamandala, adalah suatu lingkungan tempat Pendidikan yang mempunyai makna : a. Sekolah harus benar-benar dijadikan tempat proses belajar mengajar, tempat dimana ditanamkan nilai-nilai pandang hidup kepribadian, agama, berbagai macam ilmu pengetahuan teknologi serta ketrampilan. b. Sekolah sebagai tempat diselenggarakan proses belajar mengajar harus diamankan dan dilindungi dari segala macam pengaruh yang bersifat negative yang dapat menganggu pelaksanan proses belajar mengajar. c. Sekolah sebagai masyarakat belajar, tempat diselenggarakan proses belajar mengajar, yaitu interaksi antar siswa, guru dan lingkungan sekolah. Dalam kehidupan sekolah terdapat peran berbagai unsur utama, yaitu : Kepala Sekolah, Guru, Orang Tua, Siswa serta fungsi lembaga sekolah itu sendiri, dalam lingkungan kehidupan masyarakat dimana sekolah itu berada. 3. Wawasan Wiyatamandala mengandung prinsip-prinsip yang terdiri dari : a. Sekolah merupakan lingkungan pendidikan yang tidak boleh digunakan untuk tujuan diluar bidang pendidikan. b. Kepala Sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan pendidikan di sekolahnya. c. Antar Guru dan Orang Tua Siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang erat untuk mengembang tuags pendidikan. d. Para warga sekolah didalam maupun diluar sekolah, harus menjunjung tinggi martabat dan citra guru. e. Sekolah ahrus bertumpuh pada masyarakat dan sekitarnya dengan tetap menjaga terbinanya kerukunan antar warga sekolah.

Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala. Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, menerapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:

Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan. Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk: 1. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa, 2. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan, 3. mempertinggi budi pekerti, 4. memperkuat kepribadian, 5. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan. Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya. Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.

Untuk mengimplementasikan Wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap. Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.

c. Simulasi Wawasan Wiyatamandala Kajian dengan pendekatan teknis

GURU

Orang Tua

Siswa

MASYARAKAT